{"nodes": [{"key": "ferizandra", "attributes": {"label": "ferizandra", "x": 753.1997589825885, "y": 951.33409941494, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.6419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068947296755339684", "id": "ferizandra", "source": "tweet-000004", "content": "Daya beli masyarakat juga turun akibat rupiah melemah... 😓", "post_id": "2068947296755339684"}}, {"key": "me_pipin", "attributes": {"label": "me_pipin", "x": 669.0756916759716, "y": 102.58262660974505, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 32.6375, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068947296755339684", "id": "me_pipin", "source": "tweet-000004", "content": "Daya beli masyarakat juga turun akibat rupiah melemah... 😓", "post_id": "2068947296755339684"}}, {"key": "MalauSion_", "attributes": {"label": "MalauSion_", "x": 115.74839066064735, "y": 283.8777577762232, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.6419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067514096141140064", "id": "MalauSion_", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau harga minyak dunia turun tetapi rupiah melemah atau biaya operasional naik, belum tentu harga BBM bisa turun dalam proporsi yang sama. Hubungannya tidak sesederhana satu faktor.", "post_id": "2067514096141140064"}}, {"key": "ardisatriawan", "attributes": {"label": "ardisatriawan", "x": 970.9210250630827, "y": 742.5238198874374, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 32.6375, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067514096141140064", "id": "ardisatriawan", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau harga minyak dunia turun tetapi rupiah melemah atau biaya operasional naik, belum tentu harga BBM bisa turun dalam proporsi yang sama. Hubungannya tidak sesederhana satu faktor.", "post_id": "2067514096141140064"}}, {"key": "fakta_banten", "attributes": {"label": "fakta_banten", "x": 337.35997363460956, "y": 685.0182210029062, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 117.6115, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3922024150386802081_4851899515", "id": "fakta_banten", "source": "instagram-000001", "content": "SERANG – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Simpang Ciceri, Kota Serang, Rabu (17/6/2026).\n\nDalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah kritik terhadap kebijakan pemerintah pusat. Isu yang disoroti meliputi kondisi perekonomian nasional, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga persoalan demokrasi dan kebebasan sipil.\n\nKoordinator aksi, Muhammad Syahid, mengatakan mahasiswa merasa perlu menyuarakan berbagai persoalan yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.\n\nMenurutnya, kondisi ekonomi saat ini masih memberikan tekanan bagi masyarakat meski pemerintah kerap menyampaikan narasi positif terkait pertumbuhan ekonomi nasional.\n\n“Kami hadir untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Banyak persoalan ekonomi dan sosial yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah,” ujar Syahid saat berorasi.\n\nDalam aksinya, mahasiswa menyinggung pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang dinilai dapat memengaruhi harga barang impor dan meningkatkan biaya produksi di berbagai sektor.\n\nMereka menilai kondisi tersebut berpotensi berdampak pada daya beli masyarakat yang hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi.\n\nBaca selengkapnya di faktabanten.co.id\natau klik link yang ada di IGstory\n\nYuk bagikan kejadian menarik di sekitar Kawan Fakta dengan cara tag IG \n\n#fakta #faktabanten #beritacilegon #cilegon #banten", "post_id": "3922024150386802081_4851899515"}}, {"key": "radarcirebon", "attributes": {"label": "radarcirebon", "x": 959.2458949923771, "y": 333.3499093723593, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 117.6115, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3921392528213284601_1718355346", "id": "radarcirebon", "source": "instagram-000001", "content": "Demo mahasiswa di Kuningan kembali menjadi sorotan publik. \n\nRatusan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan turun ke jalan dan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Kuningan, Rabu, 17 Juni 2026.\n\nAksi tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai organisasi, di antaranya HMI, PMII, GMNI, IMM, KAHMI, serta sejumlah elemen mahasiswa lainnya. \n\nMereka menyampaikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi nasional, pelaksanaan program pemerintah, persoalan lingkungan hidup, hingga upaya pemberantasan korupsi.\n.\nSejak pagi, massa aksi mulai memadati kawasan Gedung DPRD Kabupaten Kuningan. Di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian, mahasiswa secara bergantian menyampaikan orasi yang berisi kritik dan tuntutan kepada pemerintah.\n\nKoordinator lapangan aksi menyampaikan bahwa kondisi ekonomi nasional saat ini menjadi salah satu perhatian utama mahasiswa. \n\nMereka menilai masyarakat masih menghadapi tekanan ekonomi yang cukup berat, mulai dari daya beli yang belum pulih sepenuhnya hingga dampak fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.\n\nSelain itu, mahasiswa juga menyoroti tata kelola ekonomi nasional yang dinilai perlu diperbaiki agar mampu memberikan kepastian dan kesejahteraan bagi masyarakat. \n.\nMereka meminta pemerintah lebih responsif terhadap berbagai persoalan ekonomi yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat di berbagai daerah.\n\nProgram MBG Jadi Sorotan\n\nSalah satu isu yang paling banyak mendapat perhatian dalam aksi tersebut adalah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). \n\n.\n.\nBerita selengkapnya kunjungi Instastory  lalu KLIK TAUTAN!! \n.\n.\n#radarcirebon", "post_id": "3921392528213284601_1718355346"}}, {"key": "rominofrian", "attributes": {"label": "rominofrian", "x": 141.05789155229874, "y": 943.5088935466317, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.6419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648691307921050901", "id": "rominofrian", "source": "tiktok-000001", "content": "Pelemahan rupiah bukan cuma angka di grafik. Dampaknya sudah terasa langsung di pasar tradisional. Pedagang di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, mengaku omzet mereka turun drastis. Daya beli masyarakat merosot, kios sepi, dan harga barang naik tajam. Salah satu pedagang sembako mengungkapkan harga plastik saja sudah naik hingga 40%, dari Rp10.000 per pack menjadi Rp16.000-18.000 per pack. \"Dolar naik, barang-barang di sini pada naik semua,\" ujarnya. Ini bukan kasus satu toko. Ini sinyal bahwa kurs rupiah yang kini melemah ke kisaran Rp18.000/USD sudah merambat ke ekonomi akar rumput. Ketika pedagang pasar sudah merasakan sesak, artinya tekanan inflasi impor sudah nyata, bukan sekadar wacana makro.  TWS News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648691307921050901"}}, {"key": "Sumber", "attributes": {"label": "Sumber", "x": 406.3933989864473, "y": 444.54694943060025, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 32.6375, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648691307921050901", "id": "Sumber", "source": "tiktok-000001", "content": "Pelemahan rupiah bukan cuma angka di grafik. Dampaknya sudah terasa langsung di pasar tradisional. Pedagang di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, mengaku omzet mereka turun drastis. Daya beli masyarakat merosot, kios sepi, dan harga barang naik tajam. Salah satu pedagang sembako mengungkapkan harga plastik saja sudah naik hingga 40%, dari Rp10.000 per pack menjadi Rp16.000-18.000 per pack. \"Dolar naik, barang-barang di sini pada naik semua,\" ujarnya. Ini bukan kasus satu toko. Ini sinyal bahwa kurs rupiah yang kini melemah ke kisaran Rp18.000/USD sudah merambat ke ekonomi akar rumput. Ketika pedagang pasar sudah merasakan sesak, artinya tekanan inflasi impor sudah nyata, bukan sekadar wacana makro.  TWS News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648691307921050901"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 641.8018400635048, "y": 506.13284970253505, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.6419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 983.0511660919694, "y": 649.1987938074469, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.5164, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 981.8628066157986, "y": 19.191734337843602, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.5164, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 790.0168373229096, "y": 18.320251657422904, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.5164, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 87.03990618828605, "y": 998.0741841729015, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.5164, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 752.2169908880235, "y": 707.2812449611105, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.6419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "om3h7hWu_og", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Yakin Harga Pertamax Segera Turun! Rupiah Menguat, Minyak Dunia Jadi Kunci Penurunan BBM\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa harga Pertamax berpotensi segera turun seiring membaiknya kondisi ekonomi global.\n\nPenguatan nilai tukar rupiah, rebound pasar saham, penurunan yield, serta masuknya arus modal dinilai menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar.\n\nKondisi ini diperkuat oleh peluang stabilisasi geopolitik yang dapat menurunkan harga minyak dunia.\n\nPurbaya menjelaskan bahwa sebelumnya kenaikan harga minyak sempat menekan harga BBM non-subsidi dan menimbulkan dinamika di masyarakat.\n\nNamun dengan tren penurunan tekanan global, termasuk harga minyak yang mulai terkendali, pemerintah optimistis biaya energi akan ikut turun.\n\nHal ini diharapkan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas daya beli masyarakat ke depan.\n\nProduser: Prayogi Haro\nEditor: Joshua\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "om3h7hWu_og"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 207.7856359423167, "y": 755.5459191597698, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1397, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "om3h7hWu_og", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Yakin Harga Pertamax Segera Turun! Rupiah Menguat, Minyak Dunia Jadi Kunci Penurunan BBM\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa harga Pertamax berpotensi segera turun seiring membaiknya kondisi ekonomi global.\n\nPenguatan nilai tukar rupiah, rebound pasar saham, penurunan yield, serta masuknya arus modal dinilai menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar.\n\nKondisi ini diperkuat oleh peluang stabilisasi geopolitik yang dapat menurunkan harga minyak dunia.\n\nPurbaya menjelaskan bahwa sebelumnya kenaikan harga minyak sempat menekan harga BBM non-subsidi dan menimbulkan dinamika di masyarakat.\n\nNamun dengan tren penurunan tekanan global, termasuk harga minyak yang mulai terkendali, pemerintah optimistis biaya energi akan ikut turun.\n\nHal ini diharapkan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas daya beli masyarakat ke depan.\n\nProduser: Prayogi Haro\nEditor: Joshua\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "om3h7hWu_og"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 420.70526910752005, "y": 344.30010933541945, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.6419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "coJPPSyyerM", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Bakal Turun?! Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai!\n\nBBM Bakal Turun? Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai! Apakah perdamaian permanen antara Iran dan Amerika Serikat benar-benar bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia dari ancaman krisis energi dan lonjakan inflasi? \n\nDalam video analisis ekonomi global ini, kita akan membedah dampak masif dari pembukaan kembali Selat Hormuz jika resolusi damai antara Iran dan AS terealisasi secara permanen. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak bumi global. Konflik geopolitik di wilayah ini selalu berhasil membuat harga minyak mentah dunia meroket dan mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri.\n\nNamun, apa yang terjadi jika kedua negara ini mendadak damai? Bagi masyarakat Indonesia, keuntungan utamanya sangat nyata: stabilitas harga BBM dan tarif listrik, keamanan armada kapal tanker nasional seperti milik Pertamina, hingga pengurangan subsidi energi pada APBN kita. Dampak domonino ini tidak hanya memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, tetapi juga menekan biaya impor bahan baku yang membuat harga bahan pokok di pasar tradisional tetap murah dan terjangkau.\n\nSaksikan juga analisis kritis mengenai sektor industri Indonesia mana yang paling cepat merasakan dampak positif ini. Mulai dari sektor logistik, sektor transportasi, hingga sektor manufaktur dan industri barang konsumsi (FMCG) yang siap melakukan ekspansi pasar ekspor secara masif karena penurunan biaya operasional.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai masa depan perdamaian Timur Tengah ini? Apakah stabilitas ekonomi Indonesia akan sepenuhnya aman? Tuliskan analisis kritis Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #IranASDamai #hargabbm  #ekonomiindonesia  #selathormuz  #SubsidiEnergi #geopolitik  #analisisekonomi  #beritahariini  #logistikindonesia  #pertamina  #RupiahMenguat #youtubenews \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "coJPPSyyerM"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 378.75219555064996, "y": 597.3123999527805, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.6375, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "coJPPSyyerM", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Bakal Turun?! Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai!\n\nBBM Bakal Turun? Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai! Apakah perdamaian permanen antara Iran dan Amerika Serikat benar-benar bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia dari ancaman krisis energi dan lonjakan inflasi? \n\nDalam video analisis ekonomi global ini, kita akan membedah dampak masif dari pembukaan kembali Selat Hormuz jika resolusi damai antara Iran dan AS terealisasi secara permanen. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak bumi global. Konflik geopolitik di wilayah ini selalu berhasil membuat harga minyak mentah dunia meroket dan mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri.\n\nNamun, apa yang terjadi jika kedua negara ini mendadak damai? Bagi masyarakat Indonesia, keuntungan utamanya sangat nyata: stabilitas harga BBM dan tarif listrik, keamanan armada kapal tanker nasional seperti milik Pertamina, hingga pengurangan subsidi energi pada APBN kita. Dampak domonino ini tidak hanya memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, tetapi juga menekan biaya impor bahan baku yang membuat harga bahan pokok di pasar tradisional tetap murah dan terjangkau.\n\nSaksikan juga analisis kritis mengenai sektor industri Indonesia mana yang paling cepat merasakan dampak positif ini. Mulai dari sektor logistik, sektor transportasi, hingga sektor manufaktur dan industri barang konsumsi (FMCG) yang siap melakukan ekspansi pasar ekspor secara masif karena penurunan biaya operasional.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai masa depan perdamaian Timur Tengah ini? Apakah stabilitas ekonomi Indonesia akan sepenuhnya aman? Tuliskan analisis kritis Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #IranASDamai #hargabbm  #ekonomiindonesia  #selathormuz  #SubsidiEnergi #geopolitik  #analisisekonomi  #beritahariini  #logistikindonesia  #pertamina  #RupiahMenguat #youtubenews \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "coJPPSyyerM"}}, {"key": "@andikatvkediri", "attributes": {"label": "@andikatvkediri", "x": 23.51335667600585, "y": 281.55003800118374, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.6419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "imWXZ9Y1xik", "id": "@andikatvkediri", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah melemah, produk impor terancam makin mahal\n\nANDIKA TV - Nilai tukar rupiah yang menembus Rp18.000 per dolar AS mulai menjadi perhatian berbagai kalangan. Pengamat ekonomi sekaligus dosen Pascasarjana Uniska, Dr. Hajah Nisa Mutiara, S.Sos., M.Si., menilai pelemahan rupiah berpotensi mendorong kenaikan harga barang berbahan baku impor dan memicu inflasi yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat. (rif)\n\nIkuti Berita terbaru kami melalui :\nFacebook :  \nInstagram  \nTelegram : \nWebsite : www.kubus.id\n\nDownload Aplikasi Streaming di Playstore", "post_id": "imWXZ9Y1xik"}}, {"key": "Ag243", "attributes": {"label": "Ag243", "x": 284.239668155051, "y": 837.7677316490727, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.6405, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "imWXZ9Y1xik", "id": "Ag243", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah melemah, produk impor terancam makin mahal\n\nANDIKA TV - Nilai tukar rupiah yang menembus Rp18.000 per dolar AS mulai menjadi perhatian berbagai kalangan. Pengamat ekonomi sekaligus dosen Pascasarjana Uniska, Dr. Hajah Nisa Mutiara, S.Sos., M.Si., menilai pelemahan rupiah berpotensi mendorong kenaikan harga barang berbahan baku impor dan memicu inflasi yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat. (rif)\n\nIkuti Berita terbaru kami melalui :\nFacebook :  \nInstagram  \nTelegram : \nWebsite : www.kubus.id\n\nDownload Aplikasi Streaming di Playstore", "post_id": "imWXZ9Y1xik"}}, {"key": "radioandika", "attributes": {"label": "radioandika", "x": 227.01356549254336, "y": 270.5100026380796, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.6405, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "imWXZ9Y1xik", "id": "radioandika", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah melemah, produk impor terancam makin mahal\n\nANDIKA TV - Nilai tukar rupiah yang menembus Rp18.000 per dolar AS mulai menjadi perhatian berbagai kalangan. Pengamat ekonomi sekaligus dosen Pascasarjana Uniska, Dr. Hajah Nisa Mutiara, S.Sos., M.Si., menilai pelemahan rupiah berpotensi mendorong kenaikan harga barang berbahan baku impor dan memicu inflasi yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat. (rif)\n\nIkuti Berita terbaru kami melalui :\nFacebook :  \nInstagram  \nTelegram : \nWebsite : www.kubus.id\n\nDownload Aplikasi Streaming di Playstore", "post_id": "imWXZ9Y1xik"}}, {"key": "radioandikaofficial", "attributes": {"label": "radioandikaofficial", "x": 190.9931848125589, "y": 984.4795340109006, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.6405, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "imWXZ9Y1xik", "id": "radioandikaofficial", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah melemah, produk impor terancam makin mahal\n\nANDIKA TV - Nilai tukar rupiah yang menembus Rp18.000 per dolar AS mulai menjadi perhatian berbagai kalangan. Pengamat ekonomi sekaligus dosen Pascasarjana Uniska, Dr. Hajah Nisa Mutiara, S.Sos., M.Si., menilai pelemahan rupiah berpotensi mendorong kenaikan harga barang berbahan baku impor dan memicu inflasi yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat. (rif)\n\nIkuti Berita terbaru kami melalui :\nFacebook :  \nInstagram  \nTelegram : \nWebsite : www.kubus.id\n\nDownload Aplikasi Streaming di Playstore", "post_id": "imWXZ9Y1xik"}}, {"key": "@dosecreativechannel", "attributes": {"label": "@dosecreativechannel", "x": 170.72597132732392, "y": 759.0055718017011, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.6419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "bNAZ0HcfsTw", "id": "@dosecreativechannel", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH ANJLOK, BISNIS KREATIF HARUS GIMANA? - MARIO UTAMA\n\nRupiah melemah, IHSG jeblok, dan biaya operasional software makin melambung tinggi. Apakah ini akhir bagi para pelaku industri kreatif lokal, atau justru peluang emas untuk jemput cuan dolar?\n\nDi episode Level Up kali ini, Natasha Liotania mengupas tuntas dampak melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap ekosistem dunia kreatif bersama Mario Utama. Mulai dari statement kontroversial pejabat publik, naiknya biaya subscription tools harian (Adobe, Figma, Canva), hingga rahasia bagaimana agensi kreatif bisa memutar otak agar tidak sekadar bertahan, tapi tetap fleksibel menghadapi badai ekonomi.\n\nMario juga membagikan insight mahal tentang pentingnya klausul kontrak kerja, shifting target market ke industri upper class, hingga tips esensial bagi desainer dan kreator lokal agar bisa sukses outsourcing ke pasar luar negeri (Singapura & Amerika) demi mendapatkan dolar pertama mereka!\n\nTonton video ini sampai habis untuk tahu cara mengubah krisis menjadi peluang nyata!\n\n#dosecreative #podcastindonesia #creativeindustry #rupiahmelemah #dollarnaik #industrikreatif \n\n--\n\n⚠️ DISCLAIMER:\nPembahasan dan analisis brand dalam video ini bertujuan murni untuk kebutuhan edukasi, berbagi wawasan (sharing), serta pembelajaran strategi branding dan bisnis. Sama sekali tidak ada niat atau maksud untuk menjelek-jelekkan ataupun menjatuhkan brand tertentu yang disebutkan di dalam video.\n\n--\n\n🚀 DOSE CREATIVE CHANNEL\nA space where creativity meets business. DOSE Creative Channel explores how ideas, design, and branding shape the way we build and grow in the creative industry.\n👉 Subscribe for insights, stories, and inspiration:\n   /   \n\nMario Utama — founder of DOSE Creative Channel and Rubicube\n📸 Follow Mario:\n  / marioutama  \n\nNatasha Lyotania — Public Figure & Host DOSE Creative Channel\n📸 Follow Natasha:\n  / chacanatashaa  \n\nFollow our Instagram\n  / dose.creative.network  \n—\nPowered by Mario Utama and DOSE CREATIVE CHANNEL\nManaged by Creadix   / crea.dix", "post_id": "bNAZ0HcfsTw"}}, {"key": "dosecreativechannel", "attributes": {"label": "dosecreativechannel", "x": 384.54606820792947, "y": 486.3387408696175, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.6375, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bNAZ0HcfsTw", "id": "dosecreativechannel", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH ANJLOK, BISNIS KREATIF HARUS GIMANA? - MARIO UTAMA\n\nRupiah melemah, IHSG jeblok, dan biaya operasional software makin melambung tinggi. Apakah ini akhir bagi para pelaku industri kreatif lokal, atau justru peluang emas untuk jemput cuan dolar?\n\nDi episode Level Up kali ini, Natasha Liotania mengupas tuntas dampak melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap ekosistem dunia kreatif bersama Mario Utama. Mulai dari statement kontroversial pejabat publik, naiknya biaya subscription tools harian (Adobe, Figma, Canva), hingga rahasia bagaimana agensi kreatif bisa memutar otak agar tidak sekadar bertahan, tapi tetap fleksibel menghadapi badai ekonomi.\n\nMario juga membagikan insight mahal tentang pentingnya klausul kontrak kerja, shifting target market ke industri upper class, hingga tips esensial bagi desainer dan kreator lokal agar bisa sukses outsourcing ke pasar luar negeri (Singapura & Amerika) demi mendapatkan dolar pertama mereka!\n\nTonton video ini sampai habis untuk tahu cara mengubah krisis menjadi peluang nyata!\n\n#dosecreative #podcastindonesia #creativeindustry #rupiahmelemah #dollarnaik #industrikreatif \n\n--\n\n⚠️ DISCLAIMER:\nPembahasan dan analisis brand dalam video ini bertujuan murni untuk kebutuhan edukasi, berbagi wawasan (sharing), serta pembelajaran strategi branding dan bisnis. Sama sekali tidak ada niat atau maksud untuk menjelek-jelekkan ataupun menjatuhkan brand tertentu yang disebutkan di dalam video.\n\n--\n\n🚀 DOSE CREATIVE CHANNEL\nA space where creativity meets business. DOSE Creative Channel explores how ideas, design, and branding shape the way we build and grow in the creative industry.\n👉 Subscribe for insights, stories, and inspiration:\n   /   \n\nMario Utama — founder of DOSE Creative Channel and Rubicube\n📸 Follow Mario:\n  / marioutama  \n\nNatasha Lyotania — Public Figure & Host DOSE Creative Channel\n📸 Follow Natasha:\n  / chacanatashaa  \n\nFollow our Instagram\n  / dose.creative.network  \n—\nPowered by Mario Utama and DOSE CREATIVE CHANNEL\nManaged by Creadix   / crea.dix", "post_id": "bNAZ0HcfsTw"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 865.4499906313266, "y": 11.911466426996697, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.6419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "BwDJtn4m97Q", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] Daya Beli Kelas Menengah Tergerus: Ancaman Nyata bagi Ekonomi Nasional\n\nKABARBURSA.COM — Kelas menengah Indonesia dinilai menghadapi tekanan yang semakin berat akibat kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, bunga kredit, dan pelemahan nilai tukar rupiah. Data BPS mencatat jumlah kelas menengah menyusut dari 57 juta menjadi 47 juta orang dalam lima tahun terakhir, padahal kelompok ini menyumbang lebih dari 81 persen total konsumsi nasional. Ekonom dan pakar kebijakan publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, mengingatkan bahwa pelemahan daya beli kelas menengah berpotensi memicu efek domino: menekan UMKM, meningkatkan kredit bermasalah, hingga mengurangi penerimaan pajak negara. Kondisi ini menjadi pengingat penting bagi publik dan pembuat kebijakan bahwa stabilitas konsumsi kelas menengah adalah fondasi ketahanan ekonomi Indonesia. Jangan lewatkan analisis lengkapnya — subscribe dan tinggalkan pendapat Anda di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#kelasmenegah #dayabeli #ekonomiindonesia #bps #upnveteranjakarta #konsumsinasional #pertumbuhanekonomi #umkm #kreditbermasalah #kebijakan ekonomi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "BwDJtn4m97Q"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 365.9784811517499, "y": 7.469374797720252, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.6375, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "BwDJtn4m97Q", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] Daya Beli Kelas Menengah Tergerus: Ancaman Nyata bagi Ekonomi Nasional\n\nKABARBURSA.COM — Kelas menengah Indonesia dinilai menghadapi tekanan yang semakin berat akibat kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, bunga kredit, dan pelemahan nilai tukar rupiah. Data BPS mencatat jumlah kelas menengah menyusut dari 57 juta menjadi 47 juta orang dalam lima tahun terakhir, padahal kelompok ini menyumbang lebih dari 81 persen total konsumsi nasional. Ekonom dan pakar kebijakan publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, mengingatkan bahwa pelemahan daya beli kelas menengah berpotensi memicu efek domino: menekan UMKM, meningkatkan kredit bermasalah, hingga mengurangi penerimaan pajak negara. Kondisi ini menjadi pengingat penting bagi publik dan pembuat kebijakan bahwa stabilitas konsumsi kelas menengah adalah fondasi ketahanan ekonomi Indonesia. Jangan lewatkan analisis lengkapnya — subscribe dan tinggalkan pendapat Anda di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#kelasmenegah #dayabeli #ekonomiindonesia #bps #upnveteranjakarta #konsumsinasional #pertumbuhanekonomi #umkm #kreditbermasalah #kebijakan ekonomi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "BwDJtn4m97Q"}}, {"key": "@gotvnewsofficial", "attributes": {"label": "@gotvnewsofficial", "x": 315.63232733345257, "y": 507.9518796615495, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.6419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "0nwYnhvMcfc", "id": "@gotvnewsofficial", "source": "youtube-000001", "content": "🚨 Rupiah Tembus Rp18.000/USD: Apa Dampaknya bagi Kita?\n\nPelemahan nilai tukar Rupiah yang cukup tajam ini membawa efek domino bagi perekonomian nasional. Mulai dari harga barang impor yang semakin mahal, potensi kenaikan inflasi bahan pangan, hingga beban berat bagi industri yang bergantung pada bahan baku luar negeri.\n\nDi sisi lain, para pelaku ekspor justru berpotensi meraup untung lebih dan wisatawan asing datang untuk borong barang dalam negeri. \n\nLalu, bagaimana kondisi ini memengaruhi bisnis atau keuangan pribadi Anda? \n\nYuk, mulai tinjau ulang strategi keuangan kita demi menjaga daya beli!\n\n#rupiah #ekonomiindonesia #infoekonomi #nilaitukar #ekonomimakro #krisisekonomi #dolarnaik #keuangan #rupiahmelemah \n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\n------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKunjungi kami untuk mendapatkan konten dan berita menarik lainnya\n\nWebsite GO TV NEWS  https://gotvnews.co.id/\n\nFacebook GO TV NEWS   / redaksigotvnews.co.id  \n\nInstagram GO TV NEWS https:   / redaksigotv  \n\nTiktok GOTVNEW :   / gotv.id  \n\n#gotvnews #beritaviral #beritaterkini #livestreaming #breakingnews #news  #kepri #terbaru #terupdate #terpercaya #tanjungpinang #batam #karimun #lingga #bintan #natuna #anambas #beritaterbaru #beritakepri #keprisehat #kabarkepri #keprihariini #nasional #jakarta \n\nJangan lupa saksikan terus kami di Official Youtube GO TV NEWS dan Website Berita resmi kami di gotvnews.co.id\n--------------------------------------------------------------------------------------------------\nCopyright© GOTVNEWS\n--------------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "0nwYnhvMcfc"}}, {"key": "gotvnewsofficial", "attributes": {"label": "gotvnewsofficial", "x": 148.46659584709522, "y": 588.0538909126695, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.6375, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0nwYnhvMcfc", "id": "gotvnewsofficial", "source": "youtube-000001", "content": "🚨 Rupiah Tembus Rp18.000/USD: Apa Dampaknya bagi Kita?\n\nPelemahan nilai tukar Rupiah yang cukup tajam ini membawa efek domino bagi perekonomian nasional. Mulai dari harga barang impor yang semakin mahal, potensi kenaikan inflasi bahan pangan, hingga beban berat bagi industri yang bergantung pada bahan baku luar negeri.\n\nDi sisi lain, para pelaku ekspor justru berpotensi meraup untung lebih dan wisatawan asing datang untuk borong barang dalam negeri. \n\nLalu, bagaimana kondisi ini memengaruhi bisnis atau keuangan pribadi Anda? \n\nYuk, mulai tinjau ulang strategi keuangan kita demi menjaga daya beli!\n\n#rupiah #ekonomiindonesia #infoekonomi #nilaitukar #ekonomimakro #krisisekonomi #dolarnaik #keuangan #rupiahmelemah \n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\n------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKunjungi kami untuk mendapatkan konten dan berita menarik lainnya\n\nWebsite GO TV NEWS  https://gotvnews.co.id/\n\nFacebook GO TV NEWS   / redaksigotvnews.co.id  \n\nInstagram GO TV NEWS https:   / redaksigotv  \n\nTiktok GOTVNEW :   / gotv.id  \n\n#gotvnews #beritaviral #beritaterkini #livestreaming #breakingnews #news  #kepri #terbaru #terupdate #terpercaya #tanjungpinang #batam #karimun #lingga #bintan #natuna #anambas #beritaterbaru #beritakepri #keprisehat #kabarkepri #keprihariini #nasional #jakarta \n\nJangan lupa saksikan terus kami di Official Youtube GO TV NEWS dan Website Berita resmi kami di gotvnews.co.id\n--------------------------------------------------------------------------------------------------\nCopyright© GOTVNEWS\n--------------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "0nwYnhvMcfc"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 521.5624979023672, "y": 861.03776079513, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.6419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "RHk_WVSDy3M", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Peneliti FEB UI Analisis Penyebab Indeks Keyakinan Konsumen Turun\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Hasil survei konsumen Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen pada Mei 2026 turun dibanding bulan April. Penurunan ini menjadi level terendah sejak September 2025.\n\nSejumlah ekonom menilai penurunan indeks kepercayaan konsumen ini terutama disebabkan oleh melemahnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini. Pelemahan kepercayaan konsumen terjadi seiring meningkatnya volatilitas harga pangan dan melemahnya rupiah.\n\nMelemahnya sentimen juga didorong oleh persepsi yang lebih rendah terhadap kondisi pendapatan saat ini. Meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan nilai tukar rupiah dapat membebani daya beli, sentimen, dan aktivitas pengeluaran konsumen.\n\nMengapa penurunan ini secara konsisten terus terjadi hampir setiap bulannya, kita bahas bersama Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan di LPEM FEB UI, Teuku Riefky.\n\n#indeks #keyakinan #konsumen #ekonomi #bisnis \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "RHk_WVSDy3M"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 616.9305753125744, "y": 640.2090760989187, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.6375, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "RHk_WVSDy3M", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Peneliti FEB UI Analisis Penyebab Indeks Keyakinan Konsumen Turun\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Hasil survei konsumen Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen pada Mei 2026 turun dibanding bulan April. Penurunan ini menjadi level terendah sejak September 2025.\n\nSejumlah ekonom menilai penurunan indeks kepercayaan konsumen ini terutama disebabkan oleh melemahnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini. Pelemahan kepercayaan konsumen terjadi seiring meningkatnya volatilitas harga pangan dan melemahnya rupiah.\n\nMelemahnya sentimen juga didorong oleh persepsi yang lebih rendah terhadap kondisi pendapatan saat ini. Meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan nilai tukar rupiah dapat membebani daya beli, sentimen, dan aktivitas pengeluaran konsumen.\n\nMengapa penurunan ini secara konsisten terus terjadi hampir setiap bulannya, kita bahas bersama Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan di LPEM FEB UI, Teuku Riefky.\n\n#indeks #keyakinan #konsumen #ekonomi #bisnis \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "RHk_WVSDy3M"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "attributes": {"label": "@TheIndonesiaPost", "x": 215.43036173453368, "y": 911.3884311470405, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.6419, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "hX5hLixLjfI", "id": "@TheIndonesiaPost", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\n⛽ Benarkah Murni Karena Tren Dunia? Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\nKlarifikasi resmi dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero) mengenai urgensi penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax menjadi sorotan tajam publik, mengingat kebijakan ini diambil di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah yang dinamis. 📊\n\nDalam pemaparan komprehensifnya, jajaran direksi  menegaskan bahwa langkah evaluasi berkala terhadap harga Pertamax didasarkan pada pergerakan Mean of Platts Singapore (MOPS) yang menjadi acuan harga pasar global. 🌏\n\nPertamina secara kritis memaparkan data bahwa sebagai badan usaha milik negara, penetapan harga BBM non-subsidi tetap dijaga agar berada dalam koridor regulasi  demi menjaga ketahanan finansial perseroan serta kelancaran pasokan energi nasional. 🏢 \n\nKebijakan penyesuaian ini dipastikan tidak mengambil keuntungan di luar batas kewajaran, melainkan bentuk respons logis agar beban operasional hulu ke hilir tidak menekan neraca keuangan BUMN yang pada akhirnya bisa berdampak pada stabilitas distribusi ke daerah-daerah terpencil. 🚢\n\nPengamat ekonomi mengingatkan bahwa penyesuaian harga BBM komersial seperti Pertamax berpotensi memicu efek domino berupa migrasi konsumsi pengguna ke BBM bersubsidi jenis Pertalite jika selisih harganya terlampau jauh. 📈\n\nMenanggapi kekhawatiran tersebut, koordinasi ketat bersama  dan  diperketat untuk memastikan bahwa kuota Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) tetap aman dan tepat sasaran bagi masyarakat rentan. 🛡️\n\nMelalui pengawasan digital terpadu, pemerintah di bawah arahan Presiden  dan Wakil Presiden  berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara kesehatan fiskal korporasi negara dan kemampuan daya beli riil masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. 🇮🇩\n\nDampaknya, transparansi formulasi harga oleh Pertamina ini akan memaksa pelaku pasar untuk lebih adaptif terhadap volatilitas harga energi global sekaligus menuntut pemerintah mempercepat program digitalisasi pembatasan BBM subsidi. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah penyesuaian harga BBM non-subsidi secara berkala mengikuti pasar global ini sudah ideal bagi iklim ekonomi kita, ataukah Pertamina perlu memiliki instrumen dana bantalan (buffer fund) yang lebih kuat untuk meredam lonjakan harga? Tuliskan opini cerdas Anda di kolom komentar! 👇🤔\n\nSocial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#HargaBBM\n#Pertamina\n#PertamaxNaik\n#EnergiNasional\n#MinyakDunia\n#KlarifikasiPertamina\n#BUMNIndonesia\n#KebijakanPublik\n#EkonomiMakro\n#beritaterkini", "post_id": "hX5hLixLjfI"}}, {"key": "pertamina", "attributes": {"label": "pertamina", "x": 229.76045725066675, "y": 126.01270955737532, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1412, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "hX5hLixLjfI", "id": "pertamina", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\n⛽ Benarkah Murni Karena Tren Dunia? Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\nKlarifikasi resmi dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero) mengenai urgensi penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax menjadi sorotan tajam publik, mengingat kebijakan ini diambil di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah yang dinamis. 📊\n\nDalam pemaparan komprehensifnya, jajaran direksi  menegaskan bahwa langkah evaluasi berkala terhadap harga Pertamax didasarkan pada pergerakan Mean of Platts Singapore (MOPS) yang menjadi acuan harga pasar global. 🌏\n\nPertamina secara kritis memaparkan data bahwa sebagai badan usaha milik negara, penetapan harga BBM non-subsidi tetap dijaga agar berada dalam koridor regulasi  demi menjaga ketahanan finansial perseroan serta kelancaran pasokan energi nasional. 🏢 \n\nKebijakan penyesuaian ini dipastikan tidak mengambil keuntungan di luar batas kewajaran, melainkan bentuk respons logis agar beban operasional hulu ke hilir tidak menekan neraca keuangan BUMN yang pada akhirnya bisa berdampak pada stabilitas distribusi ke daerah-daerah terpencil. 🚢\n\nPengamat ekonomi mengingatkan bahwa penyesuaian harga BBM komersial seperti Pertamax berpotensi memicu efek domino berupa migrasi konsumsi pengguna ke BBM bersubsidi jenis Pertalite jika selisih harganya terlampau jauh. 📈\n\nMenanggapi kekhawatiran tersebut, koordinasi ketat bersama  dan  diperketat untuk memastikan bahwa kuota Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) tetap aman dan tepat sasaran bagi masyarakat rentan. 🛡️\n\nMelalui pengawasan digital terpadu, pemerintah di bawah arahan Presiden  dan Wakil Presiden  berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara kesehatan fiskal korporasi negara dan kemampuan daya beli riil masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. 🇮🇩\n\nDampaknya, transparansi formulasi harga oleh Pertamina ini akan memaksa pelaku pasar untuk lebih adaptif terhadap volatilitas harga energi global sekaligus menuntut pemerintah mempercepat program digitalisasi pembatasan BBM subsidi. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah penyesuaian harga BBM non-subsidi secara berkala mengikuti pasar global ini sudah ideal bagi iklim ekonomi kita, ataukah Pertamina perlu memiliki instrumen dana bantalan (buffer fund) yang lebih kuat untuk meredam lonjakan harga? Tuliskan opini cerdas Anda di kolom komentar! 👇🤔\n\nSocial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#HargaBBM\n#Pertamina\n#PertamaxNaik\n#EnergiNasional\n#MinyakDunia\n#KlarifikasiPertamina\n#BUMNIndonesia\n#KebijakanPublik\n#EkonomiMakro\n#beritaterkini", "post_id": "hX5hLixLjfI"}}, {"key": "KementerianESDM", "attributes": {"label": "KementerianESDM", "x": 387.8459734421801, "y": 790.3656575310582, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1412, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "hX5hLixLjfI", "id": "KementerianESDM", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\n⛽ Benarkah Murni Karena Tren Dunia? Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\nKlarifikasi resmi dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero) mengenai urgensi penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax menjadi sorotan tajam publik, mengingat kebijakan ini diambil di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah yang dinamis. 📊\n\nDalam pemaparan komprehensifnya, jajaran direksi  menegaskan bahwa langkah evaluasi berkala terhadap harga Pertamax didasarkan pada pergerakan Mean of Platts Singapore (MOPS) yang menjadi acuan harga pasar global. 🌏\n\nPertamina secara kritis memaparkan data bahwa sebagai badan usaha milik negara, penetapan harga BBM non-subsidi tetap dijaga agar berada dalam koridor regulasi  demi menjaga ketahanan finansial perseroan serta kelancaran pasokan energi nasional. 🏢 \n\nKebijakan penyesuaian ini dipastikan tidak mengambil keuntungan di luar batas kewajaran, melainkan bentuk respons logis agar beban operasional hulu ke hilir tidak menekan neraca keuangan BUMN yang pada akhirnya bisa berdampak pada stabilitas distribusi ke daerah-daerah terpencil. 🚢\n\nPengamat ekonomi mengingatkan bahwa penyesuaian harga BBM komersial seperti Pertamax berpotensi memicu efek domino berupa migrasi konsumsi pengguna ke BBM bersubsidi jenis Pertalite jika selisih harganya terlampau jauh. 📈\n\nMenanggapi kekhawatiran tersebut, koordinasi ketat bersama  dan  diperketat untuk memastikan bahwa kuota Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) tetap aman dan tepat sasaran bagi masyarakat rentan. 🛡️\n\nMelalui pengawasan digital terpadu, pemerintah di bawah arahan Presiden  dan Wakil Presiden  berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara kesehatan fiskal korporasi negara dan kemampuan daya beli riil masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. 🇮🇩\n\nDampaknya, transparansi formulasi harga oleh Pertamina ini akan memaksa pelaku pasar untuk lebih adaptif terhadap volatilitas harga energi global sekaligus menuntut pemerintah mempercepat program digitalisasi pembatasan BBM subsidi. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah penyesuaian harga BBM non-subsidi secara berkala mengikuti pasar global ini sudah ideal bagi iklim ekonomi kita, ataukah Pertamina perlu memiliki instrumen dana bantalan (buffer fund) yang lebih kuat untuk meredam lonjakan harga? Tuliskan opini cerdas Anda di kolom komentar! 👇🤔\n\nSocial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#HargaBBM\n#Pertamina\n#PertamaxNaik\n#EnergiNasional\n#MinyakDunia\n#KlarifikasiPertamina\n#BUMNIndonesia\n#KebijakanPublik\n#EkonomiMakro\n#beritaterkini", "post_id": "hX5hLixLjfI"}}, {"key": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "KemenkeuRI", "x": 725.7831193334918, "y": 124.60911298237166, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1412, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "hX5hLixLjfI", "id": "KemenkeuRI", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\n⛽ Benarkah Murni Karena Tren Dunia? Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\nKlarifikasi resmi dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero) mengenai urgensi penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax menjadi sorotan tajam publik, mengingat kebijakan ini diambil di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah yang dinamis. 📊\n\nDalam pemaparan komprehensifnya, jajaran direksi  menegaskan bahwa langkah evaluasi berkala terhadap harga Pertamax didasarkan pada pergerakan Mean of Platts Singapore (MOPS) yang menjadi acuan harga pasar global. 🌏\n\nPertamina secara kritis memaparkan data bahwa sebagai badan usaha milik negara, penetapan harga BBM non-subsidi tetap dijaga agar berada dalam koridor regulasi  demi menjaga ketahanan finansial perseroan serta kelancaran pasokan energi nasional. 🏢 \n\nKebijakan penyesuaian ini dipastikan tidak mengambil keuntungan di luar batas kewajaran, melainkan bentuk respons logis agar beban operasional hulu ke hilir tidak menekan neraca keuangan BUMN yang pada akhirnya bisa berdampak pada stabilitas distribusi ke daerah-daerah terpencil. 🚢\n\nPengamat ekonomi mengingatkan bahwa penyesuaian harga BBM komersial seperti Pertamax berpotensi memicu efek domino berupa migrasi konsumsi pengguna ke BBM bersubsidi jenis Pertalite jika selisih harganya terlampau jauh. 📈\n\nMenanggapi kekhawatiran tersebut, koordinasi ketat bersama  dan  diperketat untuk memastikan bahwa kuota Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) tetap aman dan tepat sasaran bagi masyarakat rentan. 🛡️\n\nMelalui pengawasan digital terpadu, pemerintah di bawah arahan Presiden  dan Wakil Presiden  berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara kesehatan fiskal korporasi negara dan kemampuan daya beli riil masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. 🇮🇩\n\nDampaknya, transparansi formulasi harga oleh Pertamina ini akan memaksa pelaku pasar untuk lebih adaptif terhadap volatilitas harga energi global sekaligus menuntut pemerintah mempercepat program digitalisasi pembatasan BBM subsidi. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah penyesuaian harga BBM non-subsidi secara berkala mengikuti pasar global ini sudah ideal bagi iklim ekonomi kita, ataukah Pertamina perlu memiliki instrumen dana bantalan (buffer fund) yang lebih kuat untuk meredam lonjakan harga? Tuliskan opini cerdas Anda di kolom komentar! 👇🤔\n\nSocial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#HargaBBM\n#Pertamina\n#PertamaxNaik\n#EnergiNasional\n#MinyakDunia\n#KlarifikasiPertamina\n#BUMNIndonesia\n#KebijakanPublik\n#EkonomiMakro\n#beritaterkini", "post_id": "hX5hLixLjfI"}}, {"key": "BPHMigas_RI", "attributes": {"label": "BPHMigas_RI", "x": 934.3243185097505, "y": 231.84230184041564, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1412, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "hX5hLixLjfI", "id": "BPHMigas_RI", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\n⛽ Benarkah Murni Karena Tren Dunia? Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\nKlarifikasi resmi dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero) mengenai urgensi penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax menjadi sorotan tajam publik, mengingat kebijakan ini diambil di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah yang dinamis. 📊\n\nDalam pemaparan komprehensifnya, jajaran direksi  menegaskan bahwa langkah evaluasi berkala terhadap harga Pertamax didasarkan pada pergerakan Mean of Platts Singapore (MOPS) yang menjadi acuan harga pasar global. 🌏\n\nPertamina secara kritis memaparkan data bahwa sebagai badan usaha milik negara, penetapan harga BBM non-subsidi tetap dijaga agar berada dalam koridor regulasi  demi menjaga ketahanan finansial perseroan serta kelancaran pasokan energi nasional. 🏢 \n\nKebijakan penyesuaian ini dipastikan tidak mengambil keuntungan di luar batas kewajaran, melainkan bentuk respons logis agar beban operasional hulu ke hilir tidak menekan neraca keuangan BUMN yang pada akhirnya bisa berdampak pada stabilitas distribusi ke daerah-daerah terpencil. 🚢\n\nPengamat ekonomi mengingatkan bahwa penyesuaian harga BBM komersial seperti Pertamax berpotensi memicu efek domino berupa migrasi konsumsi pengguna ke BBM bersubsidi jenis Pertalite jika selisih harganya terlampau jauh. 📈\n\nMenanggapi kekhawatiran tersebut, koordinasi ketat bersama  dan  diperketat untuk memastikan bahwa kuota Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) tetap aman dan tepat sasaran bagi masyarakat rentan. 🛡️\n\nMelalui pengawasan digital terpadu, pemerintah di bawah arahan Presiden  dan Wakil Presiden  berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara kesehatan fiskal korporasi negara dan kemampuan daya beli riil masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. 🇮🇩\n\nDampaknya, transparansi formulasi harga oleh Pertamina ini akan memaksa pelaku pasar untuk lebih adaptif terhadap volatilitas harga energi global sekaligus menuntut pemerintah mempercepat program digitalisasi pembatasan BBM subsidi. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah penyesuaian harga BBM non-subsidi secara berkala mengikuti pasar global ini sudah ideal bagi iklim ekonomi kita, ataukah Pertamina perlu memiliki instrumen dana bantalan (buffer fund) yang lebih kuat untuk meredam lonjakan harga? Tuliskan opini cerdas Anda di kolom komentar! 👇🤔\n\nSocial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#HargaBBM\n#Pertamina\n#PertamaxNaik\n#EnergiNasional\n#MinyakDunia\n#KlarifikasiPertamina\n#BUMNIndonesia\n#KebijakanPublik\n#EkonomiMakro\n#beritaterkini", "post_id": "hX5hLixLjfI"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 375.53178125514296, "y": 617.0690509000311, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1412, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "hX5hLixLjfI", "id": "prabowo", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\n⛽ Benarkah Murni Karena Tren Dunia? Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\nKlarifikasi resmi dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero) mengenai urgensi penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax menjadi sorotan tajam publik, mengingat kebijakan ini diambil di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah yang dinamis. 📊\n\nDalam pemaparan komprehensifnya, jajaran direksi  menegaskan bahwa langkah evaluasi berkala terhadap harga Pertamax didasarkan pada pergerakan Mean of Platts Singapore (MOPS) yang menjadi acuan harga pasar global. 🌏\n\nPertamina secara kritis memaparkan data bahwa sebagai badan usaha milik negara, penetapan harga BBM non-subsidi tetap dijaga agar berada dalam koridor regulasi  demi menjaga ketahanan finansial perseroan serta kelancaran pasokan energi nasional. 🏢 \n\nKebijakan penyesuaian ini dipastikan tidak mengambil keuntungan di luar batas kewajaran, melainkan bentuk respons logis agar beban operasional hulu ke hilir tidak menekan neraca keuangan BUMN yang pada akhirnya bisa berdampak pada stabilitas distribusi ke daerah-daerah terpencil. 🚢\n\nPengamat ekonomi mengingatkan bahwa penyesuaian harga BBM komersial seperti Pertamax berpotensi memicu efek domino berupa migrasi konsumsi pengguna ke BBM bersubsidi jenis Pertalite jika selisih harganya terlampau jauh. 📈\n\nMenanggapi kekhawatiran tersebut, koordinasi ketat bersama  dan  diperketat untuk memastikan bahwa kuota Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) tetap aman dan tepat sasaran bagi masyarakat rentan. 🛡️\n\nMelalui pengawasan digital terpadu, pemerintah di bawah arahan Presiden  dan Wakil Presiden  berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara kesehatan fiskal korporasi negara dan kemampuan daya beli riil masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. 🇮🇩\n\nDampaknya, transparansi formulasi harga oleh Pertamina ini akan memaksa pelaku pasar untuk lebih adaptif terhadap volatilitas harga energi global sekaligus menuntut pemerintah mempercepat program digitalisasi pembatasan BBM subsidi. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah penyesuaian harga BBM non-subsidi secara berkala mengikuti pasar global ini sudah ideal bagi iklim ekonomi kita, ataukah Pertamina perlu memiliki instrumen dana bantalan (buffer fund) yang lebih kuat untuk meredam lonjakan harga? Tuliskan opini cerdas Anda di kolom komentar! 👇🤔\n\nSocial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#HargaBBM\n#Pertamina\n#PertamaxNaik\n#EnergiNasional\n#MinyakDunia\n#KlarifikasiPertamina\n#BUMNIndonesia\n#KebijakanPublik\n#EkonomiMakro\n#beritaterkini", "post_id": "hX5hLixLjfI"}}, {"key": "gibran_rakabuming", "attributes": {"label": "gibran_rakabuming", "x": 647.6750614028103, "y": 733.4353750931626, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1412, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "hX5hLixLjfI", "id": "gibran_rakabuming", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\n⛽ Benarkah Murni Karena Tren Dunia? Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\nKlarifikasi resmi dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero) mengenai urgensi penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax menjadi sorotan tajam publik, mengingat kebijakan ini diambil di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah yang dinamis. 📊\n\nDalam pemaparan komprehensifnya, jajaran direksi  menegaskan bahwa langkah evaluasi berkala terhadap harga Pertamax didasarkan pada pergerakan Mean of Platts Singapore (MOPS) yang menjadi acuan harga pasar global. 🌏\n\nPertamina secara kritis memaparkan data bahwa sebagai badan usaha milik negara, penetapan harga BBM non-subsidi tetap dijaga agar berada dalam koridor regulasi  demi menjaga ketahanan finansial perseroan serta kelancaran pasokan energi nasional. 🏢 \n\nKebijakan penyesuaian ini dipastikan tidak mengambil keuntungan di luar batas kewajaran, melainkan bentuk respons logis agar beban operasional hulu ke hilir tidak menekan neraca keuangan BUMN yang pada akhirnya bisa berdampak pada stabilitas distribusi ke daerah-daerah terpencil. 🚢\n\nPengamat ekonomi mengingatkan bahwa penyesuaian harga BBM komersial seperti Pertamax berpotensi memicu efek domino berupa migrasi konsumsi pengguna ke BBM bersubsidi jenis Pertalite jika selisih harganya terlampau jauh. 📈\n\nMenanggapi kekhawatiran tersebut, koordinasi ketat bersama  dan  diperketat untuk memastikan bahwa kuota Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) tetap aman dan tepat sasaran bagi masyarakat rentan. 🛡️\n\nMelalui pengawasan digital terpadu, pemerintah di bawah arahan Presiden  dan Wakil Presiden  berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara kesehatan fiskal korporasi negara dan kemampuan daya beli riil masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. 🇮🇩\n\nDampaknya, transparansi formulasi harga oleh Pertamina ini akan memaksa pelaku pasar untuk lebih adaptif terhadap volatilitas harga energi global sekaligus menuntut pemerintah mempercepat program digitalisasi pembatasan BBM subsidi. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah penyesuaian harga BBM non-subsidi secara berkala mengikuti pasar global ini sudah ideal bagi iklim ekonomi kita, ataukah Pertamina perlu memiliki instrumen dana bantalan (buffer fund) yang lebih kuat untuk meredam lonjakan harga? Tuliskan opini cerdas Anda di kolom komentar! 👇🤔\n\nSocial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#HargaBBM\n#Pertamina\n#PertamaxNaik\n#EnergiNasional\n#MinyakDunia\n#KlarifikasiPertamina\n#BUMNIndonesia\n#KebijakanPublik\n#EkonomiMakro\n#beritaterkini", "post_id": "hX5hLixLjfI"}}], "edges": [{"key": "ferizandra", "source": "ferizandra", "target": "me_pipin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "MalauSion_", "source": "MalauSion_", "target": "ardisatriawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "fakta_banten", "source": "fakta_banten", "target": "fakta_banten", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "radarcirebon", "source": "radarcirebon", "target": "radarcirebon", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "rominofrian", "source": "rominofrian", "target": "Sumber", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@andikatvkediri", "source": "@andikatvkediri", "target": "Ag243", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@andikatvkediri", "source": "@andikatvkediri", "target": "radioandika", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@andikatvkediri", "source": "@andikatvkediri", "target": "radioandikaofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@dosecreativechannel", "source": "@dosecreativechannel", "target": "dosecreativechannel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@gotvnewsofficial", "source": "@gotvnewsofficial", "target": "gotvnewsofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "pertamina", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "KementerianESDM", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "BPHMigas_RI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "gibran_rakabuming", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}