{"nodes": [{"key": "blockdev_id", "attributes": {"label": "blockdev_id", "x": 283.40078326875005, "y": 749.1371565653062, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.2245, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "2067895159316996468", "id": "blockdev_id", "source": "tweet-000004", "content": "Seminar Literasi Keuangan Digital & Blockchain di Ambon! ✨\n\nOJK Maluku,  &  akan hadir buat bahas tuntas:\n• Literasi keuangan digital\n• Keamanan & pelindungan konsumen\n• Pengenalan blockchain & aset digital\n• Peluang karier di industri tech\n• Diskusi https://t.co/yE10EZAuiU", "post_id": "2067895159316996468"}}, {"key": "UpbitID", "attributes": {"label": "UpbitID", "x": 41.962993826294536, "y": 419.3388187685888, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.2245, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067895159316996468", "id": "UpbitID", "source": "tweet-000004", "content": "Seminar Literasi Keuangan Digital & Blockchain di Ambon! ✨\n\nOJK Maluku,  &  akan hadir buat bahas tuntas:\n• Literasi keuangan digital\n• Keamanan & pelindungan konsumen\n• Pengenalan blockchain & aset digital\n• Peluang karier di industri tech\n• Diskusi https://t.co/yE10EZAuiU", "post_id": "2067895159316996468"}}, {"key": "askmearmything", "attributes": {"label": "askmearmything", "x": 330.2051524409181, "y": 817.0026197965027, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.1041, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069294204841594885", "id": "askmearmything", "source": "tweet-000004", "content": "Gw gak terlalu banyak coba2 bank digital. Jujur dari segi keamanan gw paling pede sama blu. \n\nTapi kalau dari kemudahan penggunaan dan depositonya kayaknya gw milih allobank.", "post_id": "2069294204841594885"}}, {"key": "pinkbourbon8898", "attributes": {"label": "pinkbourbon8898", "x": 329.25855762420053, "y": 793.9951978130042, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 35.3426, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069294204841594885", "id": "pinkbourbon8898", "source": "tweet-000004", "content": "Gw gak terlalu banyak coba2 bank digital. Jujur dari segi keamanan gw paling pede sama blu. \n\nTapi kalau dari kemudahan penggunaan dan depositonya kayaknya gw milih allobank.", "post_id": "2069294204841594885"}}, {"key": "arahjakarta", "attributes": {"label": "arahjakarta", "x": 694.2142235046557, "y": 896.2325536273561, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 127.3579, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7648826882628111637", "id": "arahjakarta", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebocoran data pribadi masyarakat kembali memakan korban, dan kali ini pelakunya bukan peretas eksternal, melainkan musuh dalam selimut dari internal perusahaan sendiri. Seorang sales marketing PT Akulaku Finance Indonesia di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, berinisial AZ (22), resmi diringkus Polres Baubau setelah nekat menggelapkan dana perusahaan hingga Rp255,8 juta. Modus licik pelaku adalah menyalahgunakan dokumen identitas milik 12 nasabah tanpa izin untuk mencairkan limit kredit hulu.  Uang hasil membobol akun tersebut kemudian digunakan untuk membeli barang komoditas, dijual kembali secara online, dan uang tunainya dihabiskan demi memenuhi hasrat gaya hidup konsumtif—mulai dari pelesiran mewah ke Bali, kecanduan judi online, hingga berspekulasi di pasar trading aset kripto. Kendati manajemen Akulaku mengklaim menerapkan kebijakan zero tolerance dan berjanji menghapus tagihan bodong para korban, kasus ini menjadi tamparan keras bagi industri teknologi finansial (fintech) nasional. Skandal pembobolan data oleh orang dalam (insider fraud) ini menelanjari titik lemah paling fatal dalam sistem keamanan industri keuangan digital kita. Selama ini, korporasi selalu mendikte konsumen untuk menjaga kerahasiaan data pribadi, namun mereka sendiri kerap abai mengawasi hak akses para agen penjualannya di lapangan.  Kasus di Baubau ini juga mengonfirmasi adanya lingkaran setan (vicious cycle) di akar rumput: lemahnya kontrol data internal berpadu dengan candu judi online dan obsesi cepat kaya lewat kripto, menciptakan gelombang kriminalitas gaya baru yang langsung mengorbankan nama baik warga sipil tak bersalah. Melihat kasus sales fintech yang gampang banget pakai data nasabah buat judol dan liburan ke Bali, menurut lo apakah sistem keamanan internal aplikasi finansial kita saat ini bener-bener aman, atau jangan-jangan data kita semua emang rawan ditilep orang dalam?  Follow  untuk terus mengawal perlindungan data pribadi, transparansi sanksi OJK, dan akuntabilitas industri keuangan digital nasional.", "post_id": "7648826882628111637"}}, {"key": "gitattaaa", "attributes": {"label": "gitattaaa", "x": 413.061748499071, "y": 955.2901297779929, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.1041, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "7511591768434019589", "id": "gitattaaa", "source": "tiktok-000001", "content": "#Repost  with  ・・・ Lindungi data pribadi dari kejahatan keuangan digital! Ingat, setiap orang bisa menjadi korban penipuan, tanpa memandang usia atau profesi. Penting untuk selalu waspada dan tidak sembarangan membagikan data pribadi, seperti PIN, OTP, atau informasi rekening kepada siapa pun, bahkan yang mengaku dari pihak bank. Jadilah pengguna digital yang cerdas dan amankan data pribadi demi keamanan finansial. Yuk, bersama Bank BPD Bali, kita GENCARKAN kesadaran akan pentingnya perlindungan data pribadi! #LindungiDataPribadi #GENCARKAN2025 #LiterasiKeuanganMasifMerata #BankBPDBali_GENCARKAN25 #WaspadaPenipuanDigital #KeamananDigital #StopKejahatanSiber #sikapiuangmu #OJKPEDULI #OJKPenggerakDutaLiterasiKeuanganIndonesia #Sikapiuangmu #OJKIndonesia #Gencarkan #GerakanNasionalCerdasKeuangan #IndonesiaCerdasKeuangan #LiterasiKeuangan #Inklusikeuangan  Jasa Keuangan ,,,, BPD Bali  #OJKPEDULI,#OJKIndonesia,#Sikapiuangmu", "post_id": "7511591768434019589"}}, {"key": "bankbpdbali", "attributes": {"label": "bankbpdbali", "x": 782.0772105874779, "y": 345.67416585805853, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.4239, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7511591768434019589", "id": "bankbpdbali", "source": "tiktok-000001", "content": "#Repost  with  ・・・ Lindungi data pribadi dari kejahatan keuangan digital! Ingat, setiap orang bisa menjadi korban penipuan, tanpa memandang usia atau profesi. Penting untuk selalu waspada dan tidak sembarangan membagikan data pribadi, seperti PIN, OTP, atau informasi rekening kepada siapa pun, bahkan yang mengaku dari pihak bank. Jadilah pengguna digital yang cerdas dan amankan data pribadi demi keamanan finansial. Yuk, bersama Bank BPD Bali, kita GENCARKAN kesadaran akan pentingnya perlindungan data pribadi! #LindungiDataPribadi #GENCARKAN2025 #LiterasiKeuanganMasifMerata #BankBPDBali_GENCARKAN25 #WaspadaPenipuanDigital #KeamananDigital #StopKejahatanSiber #sikapiuangmu #OJKPEDULI #OJKPenggerakDutaLiterasiKeuanganIndonesia #Sikapiuangmu #OJKIndonesia #Gencarkan #GerakanNasionalCerdasKeuangan #IndonesiaCerdasKeuangan #LiterasiKeuangan #Inklusikeuangan  Jasa Keuangan ,,,, BPD Bali  #OJKPEDULI,#OJKIndonesia,#Sikapiuangmu", "post_id": "7511591768434019589"}}, {"key": "use.repost", "attributes": {"label": "use.repost", "x": 603.2545225494314, "y": 287.40255786576506, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.4239, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7511591768434019589", "id": "use.repost", "source": "tiktok-000001", "content": "#Repost  with  ・・・ Lindungi data pribadi dari kejahatan keuangan digital! Ingat, setiap orang bisa menjadi korban penipuan, tanpa memandang usia atau profesi. Penting untuk selalu waspada dan tidak sembarangan membagikan data pribadi, seperti PIN, OTP, atau informasi rekening kepada siapa pun, bahkan yang mengaku dari pihak bank. Jadilah pengguna digital yang cerdas dan amankan data pribadi demi keamanan finansial. Yuk, bersama Bank BPD Bali, kita GENCARKAN kesadaran akan pentingnya perlindungan data pribadi! #LindungiDataPribadi #GENCARKAN2025 #LiterasiKeuanganMasifMerata #BankBPDBali_GENCARKAN25 #WaspadaPenipuanDigital #KeamananDigital #StopKejahatanSiber #sikapiuangmu #OJKPEDULI #OJKPenggerakDutaLiterasiKeuanganIndonesia #Sikapiuangmu #OJKIndonesia #Gencarkan #GerakanNasionalCerdasKeuangan #IndonesiaCerdasKeuangan #LiterasiKeuangan #Inklusikeuangan  Jasa Keuangan ,,,, BPD Bali  #OJKPEDULI,#OJKIndonesia,#Sikapiuangmu", "post_id": "7511591768434019589"}}, {"key": "Otoritas", "attributes": {"label": "Otoritas", "x": 233.34846158591193, "y": 76.82039884768533, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.4239, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7511591768434019589", "id": "Otoritas", "source": "tiktok-000001", "content": "#Repost  with  ・・・ Lindungi data pribadi dari kejahatan keuangan digital! Ingat, setiap orang bisa menjadi korban penipuan, tanpa memandang usia atau profesi. Penting untuk selalu waspada dan tidak sembarangan membagikan data pribadi, seperti PIN, OTP, atau informasi rekening kepada siapa pun, bahkan yang mengaku dari pihak bank. Jadilah pengguna digital yang cerdas dan amankan data pribadi demi keamanan finansial. Yuk, bersama Bank BPD Bali, kita GENCARKAN kesadaran akan pentingnya perlindungan data pribadi! #LindungiDataPribadi #GENCARKAN2025 #LiterasiKeuanganMasifMerata #BankBPDBali_GENCARKAN25 #WaspadaPenipuanDigital #KeamananDigital #StopKejahatanSiber #sikapiuangmu #OJKPEDULI #OJKPenggerakDutaLiterasiKeuanganIndonesia #Sikapiuangmu #OJKIndonesia #Gencarkan #GerakanNasionalCerdasKeuangan #IndonesiaCerdasKeuangan #LiterasiKeuangan #Inklusikeuangan  Jasa Keuangan ,,,, BPD Bali  #OJKPEDULI,#OJKIndonesia,#Sikapiuangmu", "post_id": "7511591768434019589"}}, {"key": "sikapiuangmu", "attributes": {"label": "sikapiuangmu", "x": 533.4735495017745, "y": 672.9746699191876, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.4239, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7511591768434019589", "id": "sikapiuangmu", "source": "tiktok-000001", "content": "#Repost  with  ・・・ Lindungi data pribadi dari kejahatan keuangan digital! Ingat, setiap orang bisa menjadi korban penipuan, tanpa memandang usia atau profesi. Penting untuk selalu waspada dan tidak sembarangan membagikan data pribadi, seperti PIN, OTP, atau informasi rekening kepada siapa pun, bahkan yang mengaku dari pihak bank. Jadilah pengguna digital yang cerdas dan amankan data pribadi demi keamanan finansial. Yuk, bersama Bank BPD Bali, kita GENCARKAN kesadaran akan pentingnya perlindungan data pribadi! #LindungiDataPribadi #GENCARKAN2025 #LiterasiKeuanganMasifMerata #BankBPDBali_GENCARKAN25 #WaspadaPenipuanDigital #KeamananDigital #StopKejahatanSiber #sikapiuangmu #OJKPEDULI #OJKPenggerakDutaLiterasiKeuanganIndonesia #Sikapiuangmu #OJKIndonesia #Gencarkan #GerakanNasionalCerdasKeuangan #IndonesiaCerdasKeuangan #LiterasiKeuangan #Inklusikeuangan  Jasa Keuangan ,,,, BPD Bali  #OJKPEDULI,#OJKIndonesia,#Sikapiuangmu", "post_id": "7511591768434019589"}}, {"key": "kontak157", "attributes": {"label": "kontak157", "x": 547.4023516281402, "y": 873.2884488796332, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.4239, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7511591768434019589", "id": "kontak157", "source": "tiktok-000001", "content": "#Repost  with  ・・・ Lindungi data pribadi dari kejahatan keuangan digital! Ingat, setiap orang bisa menjadi korban penipuan, tanpa memandang usia atau profesi. Penting untuk selalu waspada dan tidak sembarangan membagikan data pribadi, seperti PIN, OTP, atau informasi rekening kepada siapa pun, bahkan yang mengaku dari pihak bank. Jadilah pengguna digital yang cerdas dan amankan data pribadi demi keamanan finansial. Yuk, bersama Bank BPD Bali, kita GENCARKAN kesadaran akan pentingnya perlindungan data pribadi! #LindungiDataPribadi #GENCARKAN2025 #LiterasiKeuanganMasifMerata #BankBPDBali_GENCARKAN25 #WaspadaPenipuanDigital #KeamananDigital #StopKejahatanSiber #sikapiuangmu #OJKPEDULI #OJKPenggerakDutaLiterasiKeuanganIndonesia #Sikapiuangmu #OJKIndonesia #Gencarkan #GerakanNasionalCerdasKeuangan #IndonesiaCerdasKeuangan #LiterasiKeuangan #Inklusikeuangan  Jasa Keuangan ,,,, BPD Bali  #OJKPEDULI,#OJKIndonesia,#Sikapiuangmu", "post_id": "7511591768434019589"}}, {"key": "satgas_pasti", "attributes": {"label": "satgas_pasti", "x": 879.8031537975357, "y": 244.6593413079191, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.4239, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7511591768434019589", "id": "satgas_pasti", "source": "tiktok-000001", "content": "#Repost  with  ・・・ Lindungi data pribadi dari kejahatan keuangan digital! Ingat, setiap orang bisa menjadi korban penipuan, tanpa memandang usia atau profesi. Penting untuk selalu waspada dan tidak sembarangan membagikan data pribadi, seperti PIN, OTP, atau informasi rekening kepada siapa pun, bahkan yang mengaku dari pihak bank. Jadilah pengguna digital yang cerdas dan amankan data pribadi demi keamanan finansial. Yuk, bersama Bank BPD Bali, kita GENCARKAN kesadaran akan pentingnya perlindungan data pribadi! #LindungiDataPribadi #GENCARKAN2025 #LiterasiKeuanganMasifMerata #BankBPDBali_GENCARKAN25 #WaspadaPenipuanDigital #KeamananDigital #StopKejahatanSiber #sikapiuangmu #OJKPEDULI #OJKPenggerakDutaLiterasiKeuanganIndonesia #Sikapiuangmu #OJKIndonesia #Gencarkan #GerakanNasionalCerdasKeuangan #IndonesiaCerdasKeuangan #LiterasiKeuangan #Inklusikeuangan  Jasa Keuangan ,,,, BPD Bali  #OJKPEDULI,#OJKIndonesia,#Sikapiuangmu", "post_id": "7511591768434019589"}}, {"key": "Bank", "attributes": {"label": "Bank", "x": 2.66106917290887, "y": 23.423899200462838, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.4239, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7511591768434019589", "id": "Bank", "source": "tiktok-000001", "content": "#Repost  with  ・・・ Lindungi data pribadi dari kejahatan keuangan digital! Ingat, setiap orang bisa menjadi korban penipuan, tanpa memandang usia atau profesi. Penting untuk selalu waspada dan tidak sembarangan membagikan data pribadi, seperti PIN, OTP, atau informasi rekening kepada siapa pun, bahkan yang mengaku dari pihak bank. Jadilah pengguna digital yang cerdas dan amankan data pribadi demi keamanan finansial. Yuk, bersama Bank BPD Bali, kita GENCARKAN kesadaran akan pentingnya perlindungan data pribadi! #LindungiDataPribadi #GENCARKAN2025 #LiterasiKeuanganMasifMerata #BankBPDBali_GENCARKAN25 #WaspadaPenipuanDigital #KeamananDigital #StopKejahatanSiber #sikapiuangmu #OJKPEDULI #OJKPenggerakDutaLiterasiKeuanganIndonesia #Sikapiuangmu #OJKIndonesia #Gencarkan #GerakanNasionalCerdasKeuangan #IndonesiaCerdasKeuangan #LiterasiKeuangan #Inklusikeuangan  Jasa Keuangan ,,,, BPD Bali  #OJKPEDULI,#OJKIndonesia,#Sikapiuangmu", "post_id": "7511591768434019589"}}, {"key": "lampungverse.com", "attributes": {"label": "lampungverse.com", "x": 225.60246895134938, "y": 157.9711074101232, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.1041, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7559080476720368952", "id": "lampungverse.com", "source": "tiktok-000001", "content": "LAMPUNGVERSE.com - PT Pegadaian meluncurkan super apps terbaru, bernama \"Tring\". Peluncuran tersebut diselenggarakan di Ballroom The Gade Tower, Jakarta Pusat, pada Rabu, 8 Oktober 2025. Aplikasi ini menjadi solusi keuangan digital terintegrasi yang menggabungkan seluruh layanan Pegadaian, mulai dari gadai, investasi emas, hingga pembiayaan, dalam satu platform yang mudah diakses.   Peluncuran Tring! dihadiri oleh Direktur Utama PT Pegadaian, CEO Group BRI, Komisaris PT Pegadaian, dan Wakil Direktur Utama PT Pegadaian. Brand ambassador Tring!, Isyana Sarasvati, turut hadir dan berbagi pengalaman mengenai investasi sebagai gaya hidup generasi muda.   Fitur Unggulan Tring! Tring! dirancang untuk memberikan pengalaman transaksi yang nyaman dan aman dengan tagline #MulaiDariTring !. Aplikasi ini menawarkan beberapa fitur utama, antara lain:  1. Ekosistem Emas Lengkap: Mulai dari Tabungan Emas, Cicil Emas Batangan, Gadai Tabungan Emas, hingga Jual/Beli Emas, semua dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.   2. Deposito Emas: Nasabah dapat mengoptimalkan potensi imbal hasil dari aset emas yang dimiliki.   3. Fitur Keuangan Terpadu: Termasuk pembiayaan, Transfer Tabungan Emas, serta berbagai layanan bayar-bayar dan transaksi digital yang praktis.   4. Pengalaman Seamless: Dengan konsep \"1 User ID, Semua Kebutuhan\", registrasi dan verifikasi data dapat dilakukan dalam satu langkah, menghemat waktu dan menyederhanakan akses ke puluhan layanan.   Keamanan dan Kemudahan Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel, Novryandi, menekankan bahwa keamanan menjadi prioritas utama dalam pengembangan Tring!. \"Aplikasi ini memastikan keamanan data nasabah terjamin, serta aset emas yang dimiliki nasabah disimpan dengan standar keamanan terbaik,\" ujarnya. Pegadaian juga menerapkan sistem 1:1 untuk transaksi emas, di mana setiap permintaan transaksi Cicil Emas atau Tabungan Emas didukung oleh persediaan emas fisik yang setara.   Dukungan Holding Ultra Mikro CEO Group BRI, Hery Gunardi, menjelaskan bahwa Tring! terhubung dengan ekosistem BRI melalui Holding Ultra Mikro. \"User aktif BRImo saat ini mencapai 42 juta, dan kami berharap user Tring! akan mencapai 4 juta pada akhir tahun. Kedepannya, akan ada lebih dari 40 juta user yang bisa mengakses produk emas Pegadaian,\" jelas Hery.   Misi Inklusi Keuangan Melalui Tring!, Pegadaian tidak hanya memperkuat posisinya sebagai pemimpin ekosistem emas, tetapi juga memenuhi misinya sebagai akselerator inklusi keuangan di Indonesia. Aplikasi ini hadir untuk mempermudah masyarakat mencapai tujuan finansial mereka dengan solusi yang cepat, aman, dan mudah.   Dengan peluncuran Tring!, Pegadaian membawa transformasi digital yang signifikan, menjadikan layanan keuangan dan investasi emas lebih terjangkau dan praktis bagi seluruh masyarakat Indonesia.   #emas  #pegadaian  #lampung  #lampungtiktok", "post_id": "7559080476720368952"}}, {"key": "sahabatpegadaian", "attributes": {"label": "sahabatpegadaian", "x": 456.88907492917417, "y": 133.4723552984839, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 35.3426, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7559080476720368952", "id": "sahabatpegadaian", "source": "tiktok-000001", "content": "LAMPUNGVERSE.com - PT Pegadaian meluncurkan super apps terbaru, bernama \"Tring\". Peluncuran tersebut diselenggarakan di Ballroom The Gade Tower, Jakarta Pusat, pada Rabu, 8 Oktober 2025. Aplikasi ini menjadi solusi keuangan digital terintegrasi yang menggabungkan seluruh layanan Pegadaian, mulai dari gadai, investasi emas, hingga pembiayaan, dalam satu platform yang mudah diakses.   Peluncuran Tring! dihadiri oleh Direktur Utama PT Pegadaian, CEO Group BRI, Komisaris PT Pegadaian, dan Wakil Direktur Utama PT Pegadaian. Brand ambassador Tring!, Isyana Sarasvati, turut hadir dan berbagi pengalaman mengenai investasi sebagai gaya hidup generasi muda.   Fitur Unggulan Tring! Tring! dirancang untuk memberikan pengalaman transaksi yang nyaman dan aman dengan tagline #MulaiDariTring !. Aplikasi ini menawarkan beberapa fitur utama, antara lain:  1. Ekosistem Emas Lengkap: Mulai dari Tabungan Emas, Cicil Emas Batangan, Gadai Tabungan Emas, hingga Jual/Beli Emas, semua dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.   2. Deposito Emas: Nasabah dapat mengoptimalkan potensi imbal hasil dari aset emas yang dimiliki.   3. Fitur Keuangan Terpadu: Termasuk pembiayaan, Transfer Tabungan Emas, serta berbagai layanan bayar-bayar dan transaksi digital yang praktis.   4. Pengalaman Seamless: Dengan konsep \"1 User ID, Semua Kebutuhan\", registrasi dan verifikasi data dapat dilakukan dalam satu langkah, menghemat waktu dan menyederhanakan akses ke puluhan layanan.   Keamanan dan Kemudahan Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel, Novryandi, menekankan bahwa keamanan menjadi prioritas utama dalam pengembangan Tring!. \"Aplikasi ini memastikan keamanan data nasabah terjamin, serta aset emas yang dimiliki nasabah disimpan dengan standar keamanan terbaik,\" ujarnya. Pegadaian juga menerapkan sistem 1:1 untuk transaksi emas, di mana setiap permintaan transaksi Cicil Emas atau Tabungan Emas didukung oleh persediaan emas fisik yang setara.   Dukungan Holding Ultra Mikro CEO Group BRI, Hery Gunardi, menjelaskan bahwa Tring! terhubung dengan ekosistem BRI melalui Holding Ultra Mikro. \"User aktif BRImo saat ini mencapai 42 juta, dan kami berharap user Tring! akan mencapai 4 juta pada akhir tahun. Kedepannya, akan ada lebih dari 40 juta user yang bisa mengakses produk emas Pegadaian,\" jelas Hery.   Misi Inklusi Keuangan Melalui Tring!, Pegadaian tidak hanya memperkuat posisinya sebagai pemimpin ekosistem emas, tetapi juga memenuhi misinya sebagai akselerator inklusi keuangan di Indonesia. Aplikasi ini hadir untuk mempermudah masyarakat mencapai tujuan finansial mereka dengan solusi yang cepat, aman, dan mudah.   Dengan peluncuran Tring!, Pegadaian membawa transformasi digital yang signifikan, menjadikan layanan keuangan dan investasi emas lebih terjangkau dan praktis bagi seluruh masyarakat Indonesia.   #emas  #pegadaian  #lampung  #lampungtiktok", "post_id": "7559080476720368952"}}, {"key": "@intandw9366", "attributes": {"label": "@intandw9366", "x": 638.8329265664244, "y": 680.7409040073136, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.1041, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "RevLZUCq1c0", "id": "@intandw9366", "source": "youtube-000001", "content": "🎙️ TaniFund: Ketika Investor Kehilangan Miliaran Rupiah | FinTalks Podcast\n\n🌾💸 Bagaimana financial technology memengaruhi pembiayaan agribisnis dari sudut pandang berbagai pihak?\n\nDalam video ini, kami membahas peran fintech agribisnis melalui tiga perspektif utama: *Otoritas Jasa Keuangan (OJK)* sebagai regulator, *lender* sebagai penyedia modal, dan *petani* sebagai penerima pembiayaan.\n\n📌 Dari sisi OJK: bagaimana kebijakan dan regulasi dibentuk untuk menjaga keamanan, transparansi, dan inklusi keuangan.\n📌 Dari sisi lender: bagaimana peluang investasi dan risiko pembiayaan di sektor agribisnis dinilai.\n📌 Dari sisi petani: bagaimana fintech menjadi alternatif akses modal yang lebih cepat, mudah, dan fleksibel dibanding pembiayaan konvensional.\n\nVideo ini memberikan gambaran tentang dinamika, tantangan, dan peluang kolaborasi antara regulator, investor, dan petani dalam membangun ekosistem pembiayaan agribisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan. 🌱✨\n\n‪‬ \n#Fintech #Agribisnis #OJK #PembiayaanPertanian #Lender #Petani #InklusiKeuangan #agribisnisfemipb #growingthefuture #agribisnisforindonesia", "post_id": "RevLZUCq1c0"}}, {"key": "agribisnis.femipb", "attributes": {"label": "agribisnis.femipb", "x": 327.9891147307015, "y": 570.0764742729361, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.3426, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "RevLZUCq1c0", "id": "agribisnis.femipb", "source": "youtube-000001", "content": "🎙️ TaniFund: Ketika Investor Kehilangan Miliaran Rupiah | FinTalks Podcast\n\n🌾💸 Bagaimana financial technology memengaruhi pembiayaan agribisnis dari sudut pandang berbagai pihak?\n\nDalam video ini, kami membahas peran fintech agribisnis melalui tiga perspektif utama: *Otoritas Jasa Keuangan (OJK)* sebagai regulator, *lender* sebagai penyedia modal, dan *petani* sebagai penerima pembiayaan.\n\n📌 Dari sisi OJK: bagaimana kebijakan dan regulasi dibentuk untuk menjaga keamanan, transparansi, dan inklusi keuangan.\n📌 Dari sisi lender: bagaimana peluang investasi dan risiko pembiayaan di sektor agribisnis dinilai.\n📌 Dari sisi petani: bagaimana fintech menjadi alternatif akses modal yang lebih cepat, mudah, dan fleksibel dibanding pembiayaan konvensional.\n\nVideo ini memberikan gambaran tentang dinamika, tantangan, dan peluang kolaborasi antara regulator, investor, dan petani dalam membangun ekosistem pembiayaan agribisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan. 🌱✨\n\n‪‬ \n#Fintech #Agribisnis #OJK #PembiayaanPertanian #Lender #Petani #InklusiKeuangan #agribisnisfemipb #growingthefuture #agribisnisforindonesia", "post_id": "RevLZUCq1c0"}}, {"key": "@AI-InterConnect", "attributes": {"label": "@AI-InterConnect", "x": 492.6193054654173, "y": 857.3273305749528, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.1041, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "bOBAPvzkb7o", "id": "@AI-InterConnect", "source": "youtube-000001", "content": "Mentransformasi Pembayaran Digital di Nepal: Kisah CellPay bersama Niraj Shukla\n\nSelamat datang di AI InterConnect! Dalam video ini, kita akan menjelajahi konsep revolusioner ekosistem pembayaran digital di Nepal bersama Niraj Shukla, CEO CellPay. Temukan bagaimana perusahaan fintech modern mentransformasikan saluran pembayaran yang terfragmentasi menjadi sistem terpadu untuk meningkatkan inklusi keuangan dan memimpin dalam ekonomi berbasis AI.\n\n📊 Infrastruktur Pembayaran Digital menawarkan platform yang sempurna untuk peningkatan skala bisnis dan inklusi keuangan. Platform ini secara khusus dibangun untuk mereka yang ingin mengotomatiskan pembayaran B2B, menjembatani kesenjangan literasi digital, dan memimpin di dunia keuangan yang mengutamakan perangkat seluler.\n\n➡️ Transformasi Pembayaran Digital di Nepal dengan CellPay Dijelaskan\n✅ Tiga Pilar Kesuksesan dengan CellPay:\n\n➔ Pertumbuhan Berbasis Ekosistem – Kesuksesan bergantung pada pergerakan melampaui dompet seluler sederhana ke platform terpadu yang menghubungkan pengguna, pedagang, dan pasar elektronik dalam aplikasi.\n\n➔ Inklusi Berbasis Data – Pelajari bagaimana data perilaku pembayaran digunakan untuk membangun model pinjaman digital bagi pengguna tanpa jaminan tradisional.\n\n➔ Interoperabilitas Strategis – Beralih dari sistem terisolasi ke gerbang pembayaran terpadu yang menggabungkan semua saluran dan memungkinkan pembayaran lintas batas (Nepal-India).\n\n🛠️ Semua yang Anda Butuhkan untuk Meningkatkan Kehadiran Anda:\n\n➔ Advokasi Literasi Digital – Terapkan strategi untuk mendidik penduduk pedesaan dan perkotaan tentang keamanan dan kemudahan transaksi digital.\n\n➔ Manajemen Risiko Berbasis AI – Manfaatkan AI untuk deteksi penipuan secara real-time, penilaian kredit alternatif, dan penyelesaian sengketa pelanggan otomatis.\n\n➔ Identitas Digital Terpadu – Kuasai transisi menuju sistem KYC terpusat untuk menyederhanakan proses pendaftaran di seluruh jaringan perbankan dan PSP.\n\n🚀 Hasil adalah Kekuatan\n\nMenerapkan Strategi Pembayaran Inklusif menghasilkan model bisnis yang berkembang pesat yang berjalan berdasarkan kekuatan koneksi dan transparansi data. Jika Anda ingin mewujudkan impian kewirausahaan Anda dengan memanfaatkan teknologi \"Leapfrog\" dan inovasi yang mengutamakan perangkat seluler, saatnya untuk terjun ke dunia CellPay.\n\nPembayaran digital, fintech Nepal, CellPay, Niraj Shukla, inklusi keuangan, pinjaman digital, gerbang pembayaran, AI dalam keuangan, pembayaran lintas batas, pengembangan startup, sistem bisnis, masa depan pekerjaan.\n\n🔔 Berlangganan AI InterConnect untuk episode baru setiap minggu:\n📝 Berikan Komentar Anda\n\n➡️ LinkedIn -   / nirajkshukla  \n\nJika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang pendekatan GTM dan Diagnostik Pipeline AI dari AI InterConnect:\n\n➡️ https://www.aiinterconnect.com\n\n➡️ Lihat video lainnya:\n\n👉   • Building Trustworthy AI Beyond ChatGPT: Br...  \n👉    • How to Build Private AI for Enterprise Tra...  \n👉    • The Future of Vertical AI: How Indian Star...  \n👉    • Scaling Global Brand Partnerships with a L...  \n👉    • From Bookkeeping to Strategy: Sergio Sepul...  \n\n🕒 Cap waktu:\n\n0:00 – Pendahuluan: Visi AI InterConnect\n0:50 – Latar Belakang Niraj Shukla: Dari Teknik ke Kepemimpinan Fintech\n3:30 – Mendeskripsikan CellPay: Lebih dari Sekadar Dompet Digital\n5:01 – Gerbang Pembayaran Terpadu: Menggabungkan Saluran B2B\n7:40 – Tantangan Skalabilitas: Literasi Digital dan Aksesibilitas Pedesaan\n10:15 – Membangun Kepercayaan: Standar Keamanan dan Pencegahan Penipuan\n13:10 – Akuisisi Merchant: Bersaing dengan Bank Tradisional\n16:45 – Pergeseran Pasar: Penetrasi Smartphone dan Pertumbuhan QR\n20:10 – Pinjaman Digital: Mengubah Data Transaksi menjadi Kredit\n24:30 – Peran AI: Personalisasi dan Pemantauan Transaksi\n28:50 – Sukses dalam 12-18 Bulan: Peta Jalan Pinjaman Pedagang\n32:15 – Perspektif Global: Melompati Infrastruktur Tradisional\n35:40 – Saran untuk Pendiri: Jangan Abaikan Data\n40:10 – Kesimpulan: Tetaplah Penasaran dan Terus Membangun\n\n#aiinterconnect #cellpay #fintech #nepal #digitalpayments #financialinclusion #digitallending #nirajshukla #paymentgateway #startupgrowth #aipowered #crossborderpayments #mobilefirst #bankinginnovation #fintechstrategy\n-InterConnect", "post_id": "bOBAPvzkb7o"}}, {"key": "AI", "attributes": {"label": "AI", "x": 800.249393149371, "y": 470.69989678807565, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.3426, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bOBAPvzkb7o", "id": "AI", "source": "youtube-000001", "content": "Mentransformasi Pembayaran Digital di Nepal: Kisah CellPay bersama Niraj Shukla\n\nSelamat datang di AI InterConnect! Dalam video ini, kita akan menjelajahi konsep revolusioner ekosistem pembayaran digital di Nepal bersama Niraj Shukla, CEO CellPay. Temukan bagaimana perusahaan fintech modern mentransformasikan saluran pembayaran yang terfragmentasi menjadi sistem terpadu untuk meningkatkan inklusi keuangan dan memimpin dalam ekonomi berbasis AI.\n\n📊 Infrastruktur Pembayaran Digital menawarkan platform yang sempurna untuk peningkatan skala bisnis dan inklusi keuangan. Platform ini secara khusus dibangun untuk mereka yang ingin mengotomatiskan pembayaran B2B, menjembatani kesenjangan literasi digital, dan memimpin di dunia keuangan yang mengutamakan perangkat seluler.\n\n➡️ Transformasi Pembayaran Digital di Nepal dengan CellPay Dijelaskan\n✅ Tiga Pilar Kesuksesan dengan CellPay:\n\n➔ Pertumbuhan Berbasis Ekosistem – Kesuksesan bergantung pada pergerakan melampaui dompet seluler sederhana ke platform terpadu yang menghubungkan pengguna, pedagang, dan pasar elektronik dalam aplikasi.\n\n➔ Inklusi Berbasis Data – Pelajari bagaimana data perilaku pembayaran digunakan untuk membangun model pinjaman digital bagi pengguna tanpa jaminan tradisional.\n\n➔ Interoperabilitas Strategis – Beralih dari sistem terisolasi ke gerbang pembayaran terpadu yang menggabungkan semua saluran dan memungkinkan pembayaran lintas batas (Nepal-India).\n\n🛠️ Semua yang Anda Butuhkan untuk Meningkatkan Kehadiran Anda:\n\n➔ Advokasi Literasi Digital – Terapkan strategi untuk mendidik penduduk pedesaan dan perkotaan tentang keamanan dan kemudahan transaksi digital.\n\n➔ Manajemen Risiko Berbasis AI – Manfaatkan AI untuk deteksi penipuan secara real-time, penilaian kredit alternatif, dan penyelesaian sengketa pelanggan otomatis.\n\n➔ Identitas Digital Terpadu – Kuasai transisi menuju sistem KYC terpusat untuk menyederhanakan proses pendaftaran di seluruh jaringan perbankan dan PSP.\n\n🚀 Hasil adalah Kekuatan\n\nMenerapkan Strategi Pembayaran Inklusif menghasilkan model bisnis yang berkembang pesat yang berjalan berdasarkan kekuatan koneksi dan transparansi data. Jika Anda ingin mewujudkan impian kewirausahaan Anda dengan memanfaatkan teknologi \"Leapfrog\" dan inovasi yang mengutamakan perangkat seluler, saatnya untuk terjun ke dunia CellPay.\n\nPembayaran digital, fintech Nepal, CellPay, Niraj Shukla, inklusi keuangan, pinjaman digital, gerbang pembayaran, AI dalam keuangan, pembayaran lintas batas, pengembangan startup, sistem bisnis, masa depan pekerjaan.\n\n🔔 Berlangganan AI InterConnect untuk episode baru setiap minggu:\n📝 Berikan Komentar Anda\n\n➡️ LinkedIn -   / nirajkshukla  \n\nJika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang pendekatan GTM dan Diagnostik Pipeline AI dari AI InterConnect:\n\n➡️ https://www.aiinterconnect.com\n\n➡️ Lihat video lainnya:\n\n👉   • Building Trustworthy AI Beyond ChatGPT: Br...  \n👉    • How to Build Private AI for Enterprise Tra...  \n👉    • The Future of Vertical AI: How Indian Star...  \n👉    • Scaling Global Brand Partnerships with a L...  \n👉    • From Bookkeeping to Strategy: Sergio Sepul...  \n\n🕒 Cap waktu:\n\n0:00 – Pendahuluan: Visi AI InterConnect\n0:50 – Latar Belakang Niraj Shukla: Dari Teknik ke Kepemimpinan Fintech\n3:30 – Mendeskripsikan CellPay: Lebih dari Sekadar Dompet Digital\n5:01 – Gerbang Pembayaran Terpadu: Menggabungkan Saluran B2B\n7:40 – Tantangan Skalabilitas: Literasi Digital dan Aksesibilitas Pedesaan\n10:15 – Membangun Kepercayaan: Standar Keamanan dan Pencegahan Penipuan\n13:10 – Akuisisi Merchant: Bersaing dengan Bank Tradisional\n16:45 – Pergeseran Pasar: Penetrasi Smartphone dan Pertumbuhan QR\n20:10 – Pinjaman Digital: Mengubah Data Transaksi menjadi Kredit\n24:30 – Peran AI: Personalisasi dan Pemantauan Transaksi\n28:50 – Sukses dalam 12-18 Bulan: Peta Jalan Pinjaman Pedagang\n32:15 – Perspektif Global: Melompati Infrastruktur Tradisional\n35:40 – Saran untuk Pendiri: Jangan Abaikan Data\n40:10 – Kesimpulan: Tetaplah Penasaran dan Terus Membangun\n\n#aiinterconnect #cellpay #fintech #nepal #digitalpayments #financialinclusion #digitallending #nirajshukla #paymentgateway #startupgrowth #aipowered #crossborderpayments #mobilefirst #bankinginnovation #fintechstrategy\n-InterConnect", "post_id": "bOBAPvzkb7o"}}, {"key": "@FINOS", "attributes": {"label": "@FINOS", "x": 279.0442740319449, "y": 236.263909764177, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.1041, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "w0o_KH_in98", "id": "@FINOS", "source": "youtube-000001", "content": "Apa itu FINOS Common Cloud Controls?\n\nKeamanan cloud berubah dengan cepat. Ancaman baru, kerentanan baru, peraturan baru, dan tuntutan jaminan yang terus meningkat menciptakan tantangan bagi lembaga keuangan, penyedia cloud, dan vendor teknologi.\n\nCommon Cloud Controls (CCC) adalah standar industri terbuka yang dikembangkan melalui FINOS untuk menciptakan bahasa bersama untuk keamanan dan kepatuhan cloud. CCC menyediakan definisi yang dapat dibaca mesin tentang kemampuan cloud, ancaman, kontrol, dan persyaratan penilaian yang dapat diintegrasikan langsung ke dalam alur kerja otomatisasi modern.\n\nDalam video ini, Anda akan mempelajari:\n• Mengapa jaminan cloud tradisional tidak dapat diskalakan\n• Bagaimana CCC menciptakan fondasi bersama untuk keamanan cloud\n• Bagaimana CCC mendukung Kepatuhan sebagai Kode dan validasi otomatis\n• Bagaimana komponen cloud tepercaya dapat mempercepat adopsi yang aman\n• Bagaimana organisasi dapat memulai dengan ekosistem CCC\n\nPelajari lebih lanjut:\n\nhttps://ccc.finos.org\n\n🌐 Lebih lanjut tentang FINOS: https://www.finos.org/\n🚀 Jelajahi wawasan dari #OSFFNewYork oleh FINOS – konferensi open source terkemuka di bidang keuangan.\n\n📧 Bergabunglah dengan buletin kami: https://www.finos.org/sign-up \n📥 Unduh laporan Kondisi Sumber Terbuka di Layanan Keuangan: https://www.finos.org/state-of-open-s... \n🎙️ Dengarkan Podcast Sumber Terbuka di Bidang Keuangan kami: https://www.youtube.com/ \n🗣️ Hadiri Forum Sumber Terbuka di Bidang Keuangan berikutnya: https://hubs.ly/Q03z9D9D0 \nLinkedIn:   / finosfoundation  \n\nTentang FINOS\n\nFINOS (The Fintech Open Source Foundation) menyatukan industri jasa keuangan untuk membangun teknologi dan standar terbuka yang meningkatkan profitabilitas, meningkatkan ketahanan, dan mempercepat inovasi. Kami adalah komunitas tepercaya yang dirancang oleh peserta industri yang teregulasi untuk memecahkan tantangan di seluruh industri dan mendorong keunggulan operasional serta inovasi teknologi keuangan.\n\nSebagai bagian dari Linux Foundation, FINOS menyediakan wadah netral dan terkelola dengan baik untuk kolaborasi sumber terbuka di seluruh industri. Dengan komunitas global yang terdiri dari lebih dari 100 organisasi anggota - termasuk lembaga keuangan besar, perusahaan fintech, dan perusahaan teknologi - FINOS memajukan standar terbuka dan sumber terbuka tingkat produksi untuk keuangan. Upaya ini menanamkan teknologi dan standar ini ke dalam alur kerja inti, platform, dan kebijakan lembaga keuangan, menjadikannya penting bagi cara industri membangun, beroperasi, dan berkembang. Kami melakukan ini dengan fokus yang jelas pada ROI yang terukur dari adopsi sumber terbuka.", "post_id": "w0o_KH_in98"}}, {"key": "FINOS/podcasts", "attributes": {"label": "FINOS/podcasts", "x": 265.9678305189198, "y": 847.2373186181262, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.3426, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "w0o_KH_in98", "id": "FINOS/podcasts", "source": "youtube-000001", "content": "Apa itu FINOS Common Cloud Controls?\n\nKeamanan cloud berubah dengan cepat. Ancaman baru, kerentanan baru, peraturan baru, dan tuntutan jaminan yang terus meningkat menciptakan tantangan bagi lembaga keuangan, penyedia cloud, dan vendor teknologi.\n\nCommon Cloud Controls (CCC) adalah standar industri terbuka yang dikembangkan melalui FINOS untuk menciptakan bahasa bersama untuk keamanan dan kepatuhan cloud. CCC menyediakan definisi yang dapat dibaca mesin tentang kemampuan cloud, ancaman, kontrol, dan persyaratan penilaian yang dapat diintegrasikan langsung ke dalam alur kerja otomatisasi modern.\n\nDalam video ini, Anda akan mempelajari:\n• Mengapa jaminan cloud tradisional tidak dapat diskalakan\n• Bagaimana CCC menciptakan fondasi bersama untuk keamanan cloud\n• Bagaimana CCC mendukung Kepatuhan sebagai Kode dan validasi otomatis\n• Bagaimana komponen cloud tepercaya dapat mempercepat adopsi yang aman\n• Bagaimana organisasi dapat memulai dengan ekosistem CCC\n\nPelajari lebih lanjut:\n\nhttps://ccc.finos.org\n\n🌐 Lebih lanjut tentang FINOS: https://www.finos.org/\n🚀 Jelajahi wawasan dari #OSFFNewYork oleh FINOS – konferensi open source terkemuka di bidang keuangan.\n\n📧 Bergabunglah dengan buletin kami: https://www.finos.org/sign-up \n📥 Unduh laporan Kondisi Sumber Terbuka di Layanan Keuangan: https://www.finos.org/state-of-open-s... \n🎙️ Dengarkan Podcast Sumber Terbuka di Bidang Keuangan kami: https://www.youtube.com/ \n🗣️ Hadiri Forum Sumber Terbuka di Bidang Keuangan berikutnya: https://hubs.ly/Q03z9D9D0 \nLinkedIn:   / finosfoundation  \n\nTentang FINOS\n\nFINOS (The Fintech Open Source Foundation) menyatukan industri jasa keuangan untuk membangun teknologi dan standar terbuka yang meningkatkan profitabilitas, meningkatkan ketahanan, dan mempercepat inovasi. Kami adalah komunitas tepercaya yang dirancang oleh peserta industri yang teregulasi untuk memecahkan tantangan di seluruh industri dan mendorong keunggulan operasional serta inovasi teknologi keuangan.\n\nSebagai bagian dari Linux Foundation, FINOS menyediakan wadah netral dan terkelola dengan baik untuk kolaborasi sumber terbuka di seluruh industri. Dengan komunitas global yang terdiri dari lebih dari 100 organisasi anggota - termasuk lembaga keuangan besar, perusahaan fintech, dan perusahaan teknologi - FINOS memajukan standar terbuka dan sumber terbuka tingkat produksi untuk keuangan. Upaya ini menanamkan teknologi dan standar ini ke dalam alur kerja inti, platform, dan kebijakan lembaga keuangan, menjadikannya penting bagi cara industri membangun, beroperasi, dan berkembang. Kami melakukan ini dengan fokus yang jelas pada ROI yang terukur dari adopsi sumber terbuka.", "post_id": "w0o_KH_in98"}}, {"key": "@L10NFiresideChat", "attributes": {"label": "@L10NFiresideChat", "x": 949.2752721872934, "y": 685.2400118936486, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.1041, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "nxCZTk1Ld7U", "id": "@L10NFiresideChat", "source": "youtube-000001", "content": "Dia Mengubah $25 Ribu Menjadi $1,9 Juta, Kehilangan Semuanya, Lalu Membangun AI yang Melindungi D...\n\nIa Mengubah $25.000 Menjadi $1,9 Juta, Kehilangannya, Lalu Membangun AI yang Melindungi Data Anda | Yagub Rahimov\n\nIa meninggalkan Azerbaijan saat remaja dalam program pertukaran pelajar AS. Menjadi pedagang yang meraih penghargaan sebelum kebanyakan orang menyelesaikan sekolah. Mengubah 25.000 dolar menjadi 1,9 juta dolar, lalu kehilangan sebagian besarnya karena keserakahan. Membangun kembali, mendirikan grup media fintech, dan menjualnya ke perusahaan ekuitas swasta. Kemudian ia mengalihkan perhatiannya ke masalah kepercayaan terbesar di zaman kita: bagaimana Anda mengadopsi AI tanpa menyerahkan data, rahasia, dan kredibilitas Anda?\nYagub Rahimov adalah Pendiri dan CEO Polygraf AI, sebuah perusahaan yang berbasis di Austin yang membangun AI kecil, lokal, dan dapat dijelaskan yang berjalan di lokasi dan di edge computing, melindungi organisasi dari kebocoran data, deepfake, dan AI bayangan. Polygraf memenangkan penghargaan Best in Show di SXSW dan baru-baru ini menutup putaran pendanaan awal sebesar 9,5 juta dolar untuk berkembang ke sektor pertahanan dan intelijen.\n\nDalam percakapan ini, kita membahas kisah sepedanya dan pelajaran yang membentuk seluruh hidupnya, keruntuhan perdagangan yang mengajarkannya untuk menghilangkan kebisingan dan fokus pada sinyal, mengapa ia percaya model bahasa kecil akan mengalahkan AI cloud raksasa untuk tugas sensitif apa pun, pandangan nyata tentang bagaimana Polygraf menangkap deepfake dan kecurangan wawancara kerja yang dibantu AI (42 persen kandidat melakukannya), bahaya membawa LLM sendiri tanpa keamanan API yang memadai, dan visinya untuk AI yang berjalan secara lokal di setiap perangkat yang Anda miliki, dari ponsel hingga kulkas Anda.\n\nIni adalah percakapan tentang kepercayaan, yang dibangun satu demi satu momen yang diperoleh.\n\nTerhubung dengan Yagub Rahimov:\n\nLinkedIn:   / yrahimov  \n\nSitus web: https://polygraf.ai\nTerhubung dengan Robin Ayoub:\n\nLinkedIn:   / localization-fireside-chat  \n\nBlog: https://robinayoub.blog\n\nN49 Networks: https://n49networks.com\nDengarkan di Podcast:\n\nhttps://localization-fireside-chat.si...\nBerlangganan LFC di YouTube:\n\n   /   \nPesan Percakapan Podcast dengan Robin: L10NFiresidechat\n\nBab\n0:00 Pengenalan Yagub Rahimov\n0:54 Rekaman dari Nova Scotia, kabar terbaru keluarga\n4:38 Kisah latar belakang, apa yang membawa Anda ke sini\n6:18 Tumbuh dewasa di bekas Uni Soviet Persatuan\n9:53 Kisah sepeda yang mengubah segalanya\n12:45 Mengubah 25 ribu menjadi 1,9 juta, lalu kehilangannya karena keserakahan\n17:41 Hilangkan kebisingan, fokus pada sinyal\n18:59 Membangun 7Markets dan AtoZ Markets berdasarkan kepercayaan\n27:31 Mengapa model bahasa kecil mengalahkan AI cloud besar\n32:43 Permukaan serangan manusia dan keamanan adaptif\n34:41 Konteks adalah raja, bagaimana SLM memahami asal usul\n44:45 Menangkap deepfake dan kecurangan AI dalam wawancara\n48:21 Bawa LLM Anda sendiri, risiko keamanan API tersembunyi\n52:50 Membangun untuk lingkungan pertahanan dan intelijen\n55:02 Pola pikir aplikasi Signal untuk privasi data AI\n58:03 Mendefinisikan kategori baru, kontrol perilaku AI\n1:00:55 Lima tahun ke depan, AI di setiap perangkat yang Anda miliki\n1:02:58 Pemikiran penutup dan di mana menemukan Yagub\n\nTag Terkait Lainnya:\nKeamanan Data AI, Perlindungan Data AI, Yagub Rahimov, Pengusaha AI, Kisah Sukses Startup, Bisnis Bernilai Jutaan Dolar, Pelajaran dari Kegagalan Bisnis, Inovasi AI, Keamanan Siber AI, Pengusaha Teknologi, Kecerdasan Buatan, Privasi Data, Startup AI, Perjalanan Pengusaha, Pertumbuhan Bisnis, Pendiri Startup, Podcast Teknologi, Teknologi AI, Keamanan Digital, Motivasi Bisnis\n\n#ai #kecerdasanbuatan #privasidata #keamanan siber #pengusaha teknologi #kesuksesan startup #pertumbuhan bisnis #inovasi AI #perlindungan data #kewirausahaan #kisah teknologi #pola pikir jutawan #podcast bisnis #keamanan digital #alat AI #kepemimpinan teknologi #kisah sukses #masa depan AI #perlindungan data pribadi", "post_id": "nxCZTk1Ld7U"}}, {"key": "l10nfiresidechat", "attributes": {"label": "l10nfiresidechat", "x": 849.9633480238857, "y": 938.8131923079306, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.3426, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "nxCZTk1Ld7U", "id": "l10nfiresidechat", "source": "youtube-000001", "content": "Dia Mengubah $25 Ribu Menjadi $1,9 Juta, Kehilangan Semuanya, Lalu Membangun AI yang Melindungi D...\n\nIa Mengubah $25.000 Menjadi $1,9 Juta, Kehilangannya, Lalu Membangun AI yang Melindungi Data Anda | Yagub Rahimov\n\nIa meninggalkan Azerbaijan saat remaja dalam program pertukaran pelajar AS. Menjadi pedagang yang meraih penghargaan sebelum kebanyakan orang menyelesaikan sekolah. Mengubah 25.000 dolar menjadi 1,9 juta dolar, lalu kehilangan sebagian besarnya karena keserakahan. Membangun kembali, mendirikan grup media fintech, dan menjualnya ke perusahaan ekuitas swasta. Kemudian ia mengalihkan perhatiannya ke masalah kepercayaan terbesar di zaman kita: bagaimana Anda mengadopsi AI tanpa menyerahkan data, rahasia, dan kredibilitas Anda?\nYagub Rahimov adalah Pendiri dan CEO Polygraf AI, sebuah perusahaan yang berbasis di Austin yang membangun AI kecil, lokal, dan dapat dijelaskan yang berjalan di lokasi dan di edge computing, melindungi organisasi dari kebocoran data, deepfake, dan AI bayangan. Polygraf memenangkan penghargaan Best in Show di SXSW dan baru-baru ini menutup putaran pendanaan awal sebesar 9,5 juta dolar untuk berkembang ke sektor pertahanan dan intelijen.\n\nDalam percakapan ini, kita membahas kisah sepedanya dan pelajaran yang membentuk seluruh hidupnya, keruntuhan perdagangan yang mengajarkannya untuk menghilangkan kebisingan dan fokus pada sinyal, mengapa ia percaya model bahasa kecil akan mengalahkan AI cloud raksasa untuk tugas sensitif apa pun, pandangan nyata tentang bagaimana Polygraf menangkap deepfake dan kecurangan wawancara kerja yang dibantu AI (42 persen kandidat melakukannya), bahaya membawa LLM sendiri tanpa keamanan API yang memadai, dan visinya untuk AI yang berjalan secara lokal di setiap perangkat yang Anda miliki, dari ponsel hingga kulkas Anda.\n\nIni adalah percakapan tentang kepercayaan, yang dibangun satu demi satu momen yang diperoleh.\n\nTerhubung dengan Yagub Rahimov:\n\nLinkedIn:   / yrahimov  \n\nSitus web: https://polygraf.ai\nTerhubung dengan Robin Ayoub:\n\nLinkedIn:   / localization-fireside-chat  \n\nBlog: https://robinayoub.blog\n\nN49 Networks: https://n49networks.com\nDengarkan di Podcast:\n\nhttps://localization-fireside-chat.si...\nBerlangganan LFC di YouTube:\n\n   /   \nPesan Percakapan Podcast dengan Robin: L10NFiresidechat\n\nBab\n0:00 Pengenalan Yagub Rahimov\n0:54 Rekaman dari Nova Scotia, kabar terbaru keluarga\n4:38 Kisah latar belakang, apa yang membawa Anda ke sini\n6:18 Tumbuh dewasa di bekas Uni Soviet Persatuan\n9:53 Kisah sepeda yang mengubah segalanya\n12:45 Mengubah 25 ribu menjadi 1,9 juta, lalu kehilangannya karena keserakahan\n17:41 Hilangkan kebisingan, fokus pada sinyal\n18:59 Membangun 7Markets dan AtoZ Markets berdasarkan kepercayaan\n27:31 Mengapa model bahasa kecil mengalahkan AI cloud besar\n32:43 Permukaan serangan manusia dan keamanan adaptif\n34:41 Konteks adalah raja, bagaimana SLM memahami asal usul\n44:45 Menangkap deepfake dan kecurangan AI dalam wawancara\n48:21 Bawa LLM Anda sendiri, risiko keamanan API tersembunyi\n52:50 Membangun untuk lingkungan pertahanan dan intelijen\n55:02 Pola pikir aplikasi Signal untuk privasi data AI\n58:03 Mendefinisikan kategori baru, kontrol perilaku AI\n1:00:55 Lima tahun ke depan, AI di setiap perangkat yang Anda miliki\n1:02:58 Pemikiran penutup dan di mana menemukan Yagub\n\nTag Terkait Lainnya:\nKeamanan Data AI, Perlindungan Data AI, Yagub Rahimov, Pengusaha AI, Kisah Sukses Startup, Bisnis Bernilai Jutaan Dolar, Pelajaran dari Kegagalan Bisnis, Inovasi AI, Keamanan Siber AI, Pengusaha Teknologi, Kecerdasan Buatan, Privasi Data, Startup AI, Perjalanan Pengusaha, Pertumbuhan Bisnis, Pendiri Startup, Podcast Teknologi, Teknologi AI, Keamanan Digital, Motivasi Bisnis\n\n#ai #kecerdasanbuatan #privasidata #keamanan siber #pengusaha teknologi #kesuksesan startup #pertumbuhan bisnis #inovasi AI #perlindungan data #kewirausahaan #kisah teknologi #pola pikir jutawan #podcast bisnis #keamanan digital #alat AI #kepemimpinan teknologi #kisah sukses #masa depan AI #perlindungan data pribadi", "post_id": "nxCZTk1Ld7U"}}, {"key": "@EconpoliAI", "attributes": {"label": "@EconpoliAI", "x": 14.465155232024852, "y": 580.9160365332312, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.1041, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "239OdfrVgb0", "id": "@EconpoliAI", "source": "youtube-000001", "content": "SEBI Tindak Tegas Praktik Screen-Scraping -- Risiko Denda ₹1 Crore bagi Fintech\n\n[HOT] Tonton Selanjutnya — Lonjakan Impor $24 Miliar: India Mengaudit 9 FTA untuk Memperbaiki Defisit Perdagangan:    • $24B Import Surge: India Audits 9 FTAs to ...  \n\n[TV] JELAJAHI LEBIH LANJUT TENTANG TOPIK INI:\n• Pivot e-Rupee RBI Senilai ₹771 Miliar -- Tokenisasi Aset Baru Membuka Pintu:    • RBI’s ₹771Cr e-Rupee Pivot -- New Asset To...  \n• Peningkatan PDB 4% pada tahun 2030 — Tambang Emas Startup DPI 2.0 India:    • 4% GDP Boost by 2030 — India’s DPI 2.0 Sta...  \n• Kesenjangan Kredit ₹380 Miliar vs Pertumbuhan UMKM — Mengapa Arus Kas Menjadi Medan Pertempuran Baru India:    • ₹380 Billion Credit Gap vs MSME Growth — W...  \n\nSEBI telah mengeluarkan tindakan keras yang ketat terhadap Praktik pengambilan data dari layar (screen-scraping) menandakan pergeseran regulasi besar yang dapat mengenakan denda sebesar ₹1 crore kepada perusahaan fintech yang tidak patuh. Video ini menguraikan implikasi mandat baru ini bagi ekosistem keuangan India dan bagaimana hal itu akan membentuk kembali keamanan data dan privasi pengguna.\n\nBAB:\n00:00 — Pendahuluan\n00:08 — Apa yang Terjadi & Mengapa Itu Penting\n01:39 — Pemenang, Pecundang & Apa Kerugiannya bagi Anda\n03:36 — Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya & Bagaimana Beradaptasi\n\n[TV] Tonton versi singkatnya: https://www.youtube.com/\n[TWITTER] Ikuti di X untuk wawasan cepat: https://x.com/econpoliai\n[IG] Instagram Reels:   / econpoliai  \n[LINKEDIN] Analisis LinkedIn:   / 113052952  \n\n[BERLANGGANAN] Berlangganan untuk ekonomi & geopolitik harian:    /   \n\n#EconPoli #SEBI #Fintech #PrivasiData #PenjelasanEkonomi #BeritaTerbaru #BeritaDunia #Keuangan #Geopolitik #India", "post_id": "239OdfrVgb0"}}, {"key": "EconpoliAI/s...", "attributes": {"label": "EconpoliAI/s...", "x": 71.38000733170624, "y": 702.904392026522, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.2233, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "239OdfrVgb0", "id": "EconpoliAI/s...", "source": "youtube-000001", "content": "SEBI Tindak Tegas Praktik Screen-Scraping -- Risiko Denda ₹1 Crore bagi Fintech\n\n[HOT] Tonton Selanjutnya — Lonjakan Impor $24 Miliar: India Mengaudit 9 FTA untuk Memperbaiki Defisit Perdagangan:    • $24B Import Surge: India Audits 9 FTAs to ...  \n\n[TV] JELAJAHI LEBIH LANJUT TENTANG TOPIK INI:\n• Pivot e-Rupee RBI Senilai ₹771 Miliar -- Tokenisasi Aset Baru Membuka Pintu:    • RBI’s ₹771Cr e-Rupee Pivot -- New Asset To...  \n• Peningkatan PDB 4% pada tahun 2030 — Tambang Emas Startup DPI 2.0 India:    • 4% GDP Boost by 2030 — India’s DPI 2.0 Sta...  \n• Kesenjangan Kredit ₹380 Miliar vs Pertumbuhan UMKM — Mengapa Arus Kas Menjadi Medan Pertempuran Baru India:    • ₹380 Billion Credit Gap vs MSME Growth — W...  \n\nSEBI telah mengeluarkan tindakan keras yang ketat terhadap Praktik pengambilan data dari layar (screen-scraping) menandakan pergeseran regulasi besar yang dapat mengenakan denda sebesar ₹1 crore kepada perusahaan fintech yang tidak patuh. Video ini menguraikan implikasi mandat baru ini bagi ekosistem keuangan India dan bagaimana hal itu akan membentuk kembali keamanan data dan privasi pengguna.\n\nBAB:\n00:00 — Pendahuluan\n00:08 — Apa yang Terjadi & Mengapa Itu Penting\n01:39 — Pemenang, Pecundang & Apa Kerugiannya bagi Anda\n03:36 — Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya & Bagaimana Beradaptasi\n\n[TV] Tonton versi singkatnya: https://www.youtube.com/\n[TWITTER] Ikuti di X untuk wawasan cepat: https://x.com/econpoliai\n[IG] Instagram Reels:   / econpoliai  \n[LINKEDIN] Analisis LinkedIn:   / 113052952  \n\n[BERLANGGANAN] Berlangganan untuk ekonomi & geopolitik harian:    /   \n\n#EconPoli #SEBI #Fintech #PrivasiData #PenjelasanEkonomi #BeritaTerbaru #BeritaDunia #Keuangan #Geopolitik #India", "post_id": "239OdfrVgb0"}}, {"key": "econpoliai", "attributes": {"label": "econpoliai", "x": 157.65008659040936, "y": 625.6006187995332, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.2233, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "239OdfrVgb0", "id": "econpoliai", "source": "youtube-000001", "content": "SEBI Tindak Tegas Praktik Screen-Scraping -- Risiko Denda ₹1 Crore bagi Fintech\n\n[HOT] Tonton Selanjutnya — Lonjakan Impor $24 Miliar: India Mengaudit 9 FTA untuk Memperbaiki Defisit Perdagangan:    • $24B Import Surge: India Audits 9 FTAs to ...  \n\n[TV] JELAJAHI LEBIH LANJUT TENTANG TOPIK INI:\n• Pivot e-Rupee RBI Senilai ₹771 Miliar -- Tokenisasi Aset Baru Membuka Pintu:    • RBI’s ₹771Cr e-Rupee Pivot -- New Asset To...  \n• Peningkatan PDB 4% pada tahun 2030 — Tambang Emas Startup DPI 2.0 India:    • 4% GDP Boost by 2030 — India’s DPI 2.0 Sta...  \n• Kesenjangan Kredit ₹380 Miliar vs Pertumbuhan UMKM — Mengapa Arus Kas Menjadi Medan Pertempuran Baru India:    • ₹380 Billion Credit Gap vs MSME Growth — W...  \n\nSEBI telah mengeluarkan tindakan keras yang ketat terhadap Praktik pengambilan data dari layar (screen-scraping) menandakan pergeseran regulasi besar yang dapat mengenakan denda sebesar ₹1 crore kepada perusahaan fintech yang tidak patuh. Video ini menguraikan implikasi mandat baru ini bagi ekosistem keuangan India dan bagaimana hal itu akan membentuk kembali keamanan data dan privasi pengguna.\n\nBAB:\n00:00 — Pendahuluan\n00:08 — Apa yang Terjadi & Mengapa Itu Penting\n01:39 — Pemenang, Pecundang & Apa Kerugiannya bagi Anda\n03:36 — Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya & Bagaimana Beradaptasi\n\n[TV] Tonton versi singkatnya: https://www.youtube.com/\n[TWITTER] Ikuti di X untuk wawasan cepat: https://x.com/econpoliai\n[IG] Instagram Reels:   / econpoliai  \n[LINKEDIN] Analisis LinkedIn:   / 113052952  \n\n[BERLANGGANAN] Berlangganan untuk ekonomi & geopolitik harian:    /   \n\n#EconPoli #SEBI #Fintech #PrivasiData #PenjelasanEkonomi #BeritaTerbaru #BeritaDunia #Keuangan #Geopolitik #India", "post_id": "239OdfrVgb0"}}, {"key": "@hedimesme", "attributes": {"label": "@hedimesme", "x": 764.0817358396376, "y": 465.6520735342995, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.1041, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "uTUkUUFrMuo", "id": "@hedimesme", "source": "youtube-000001", "content": "Apa Itu Stablecoin? | Penjelasan USDC vs USDT vs Dirham Digital | Business & Breakfast EP.12\n\nApa Itu Stablecoin? Mengapa stablecoin menjadi salah satu inovasi keuangan terpenting dekade ini?\n\nDalam Episode 12 Business & Breakfast, Hedi menjelaskan cara kerja stablecoin, mengapa bisnis dengan cepat mengadopsinya, dan bagaimana mata uang digital seperti USDC, USDT, dan Dirham Digital UEA mengubah pembayaran global.\n\nSementara transfer kawat bank tradisional dapat memakan waktu berhari-hari dan biaya yang signifikan, stablecoin memungkinkan bisnis untuk memindahkan uang lintas batas dalam hitungan detik dengan biaya lebih rendah dan efisiensi yang lebih besar.\n\nDalam episode ini, Anda akan mempelajari:\n\n✅ Apa itu stablecoin dan bagaimana cara kerjanya\n✅ Perbedaan antara USDC dan USDT\n✅ Stablecoin berbasis Fiat vs berbasis Kripto vs Algoritma\n✅ Dirham Digital UEA dan perannya dalam masa depan keuangan\n✅ Bagaimana bisnis dapat menggunakan stablecoin untuk penggajian, pembayaran pemasok, manajemen perbendaharaan,\npenggalangan dana, dan pembiayaan perdagangan\n✅ Risiko stablecoin termasuk regulasi, penyimpanan, dan keamanan\n✅ Mengapa Dubai dan UEA memimpin revolusi aset digital global\n\nBaik Anda pemilik bisnis, pengusaha, CFO, investor, profesional fintech, atau hanya\npenasaran tentang masa depan uang, episode ini memberikan panduan praktis untuk memahami\nstablecoin dan pembayaran digital.\n\n⏱ TIMESTAMPS\n\n00:00 - Masalah dengan Transfer Kawat Tradisional\n02:15 - Apa Itu Stablecoin?\n\n04:30 - Jenis-Jenis Stablecoin Dijelaskan\n07:10 - USDC vs USDT vs Dirham Digital\n09:45 - Cara Kerja Pembayaran Stablecoin\n12:20 - Mengapa Dubai Membangun Mata Uang Digital\n15:00 - 5 Cara Bisnis Harus Menggunakan Stablecoin\n18:30 - Risiko dan Tantangan Stablecoin\n21:15 - Stablecoin dan Masa Depan Keuangan\n\n🔗 Unduh Slide & Sumber Daya:\nhttp://hedimesme.com\n\n📱 Terhubung dengan Hedi:\nLinkedIn: \n\nBerlangganan untuk wawasan mingguan tentang bisnis, teknologi, keuangan, AI, transformasi digital,\nkewirausahaan, blockchain, fintech, tokenisasi, dan ekonomi masa depan.\n\n#Stablecoin #USDC #USDT #DigitalDirham #DubaiFintech #CryptoDubai #Blockchain #Fintech\n#MataUangDigital #BisnisDanSarapan", "post_id": "uTUkUUFrMuo"}}, {"key": "hedimesme", "attributes": {"label": "hedimesme", "x": 368.45124095375326, "y": 617.1610134733539, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.3426, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uTUkUUFrMuo", "id": "hedimesme", "source": "youtube-000001", "content": "Apa Itu Stablecoin? | Penjelasan USDC vs USDT vs Dirham Digital | Business & Breakfast EP.12\n\nApa Itu Stablecoin? Mengapa stablecoin menjadi salah satu inovasi keuangan terpenting dekade ini?\n\nDalam Episode 12 Business & Breakfast, Hedi menjelaskan cara kerja stablecoin, mengapa bisnis dengan cepat mengadopsinya, dan bagaimana mata uang digital seperti USDC, USDT, dan Dirham Digital UEA mengubah pembayaran global.\n\nSementara transfer kawat bank tradisional dapat memakan waktu berhari-hari dan biaya yang signifikan, stablecoin memungkinkan bisnis untuk memindahkan uang lintas batas dalam hitungan detik dengan biaya lebih rendah dan efisiensi yang lebih besar.\n\nDalam episode ini, Anda akan mempelajari:\n\n✅ Apa itu stablecoin dan bagaimana cara kerjanya\n✅ Perbedaan antara USDC dan USDT\n✅ Stablecoin berbasis Fiat vs berbasis Kripto vs Algoritma\n✅ Dirham Digital UEA dan perannya dalam masa depan keuangan\n✅ Bagaimana bisnis dapat menggunakan stablecoin untuk penggajian, pembayaran pemasok, manajemen perbendaharaan,\npenggalangan dana, dan pembiayaan perdagangan\n✅ Risiko stablecoin termasuk regulasi, penyimpanan, dan keamanan\n✅ Mengapa Dubai dan UEA memimpin revolusi aset digital global\n\nBaik Anda pemilik bisnis, pengusaha, CFO, investor, profesional fintech, atau hanya\npenasaran tentang masa depan uang, episode ini memberikan panduan praktis untuk memahami\nstablecoin dan pembayaran digital.\n\n⏱ TIMESTAMPS\n\n00:00 - Masalah dengan Transfer Kawat Tradisional\n02:15 - Apa Itu Stablecoin?\n\n04:30 - Jenis-Jenis Stablecoin Dijelaskan\n07:10 - USDC vs USDT vs Dirham Digital\n09:45 - Cara Kerja Pembayaran Stablecoin\n12:20 - Mengapa Dubai Membangun Mata Uang Digital\n15:00 - 5 Cara Bisnis Harus Menggunakan Stablecoin\n18:30 - Risiko dan Tantangan Stablecoin\n21:15 - Stablecoin dan Masa Depan Keuangan\n\n🔗 Unduh Slide & Sumber Daya:\nhttp://hedimesme.com\n\n📱 Terhubung dengan Hedi:\nLinkedIn: \n\nBerlangganan untuk wawasan mingguan tentang bisnis, teknologi, keuangan, AI, transformasi digital,\nkewirausahaan, blockchain, fintech, tokenisasi, dan ekonomi masa depan.\n\n#Stablecoin #USDC #USDT #DigitalDirham #DubaiFintech #CryptoDubai #Blockchain #Fintech\n#MataUangDigital #BisnisDanSarapan", "post_id": "uTUkUUFrMuo"}}, {"key": "@indonesiameracau", "attributes": {"label": "@indonesiameracau", "x": 250.15724308204358, "y": 695.3245004175976, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.1041, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "BI3wUF3JobI", "id": "@indonesiameracau", "source": "youtube-000001", "content": "Penyelamat Perut Masyarakat Uban - Dave and Iwet\n\n‪‬ \n\n00:00 - HOOKS\n02:08 - OPENING : Enggak Penting tapi Berpengaruh\n03:17 - \"Positive Journal\" & belajar menghargai waktu\n05:19 - Plakat penghargaan dari IDN Times (Aldiron?)\n06:37 - Laporan riset Indonesia Millennial and Gen Z Report 2027\n07:42 - Nguping : bertemu William & Winston Utomo (founder IDN Times)\n10:53 - Menjadi moderator di The Indonesia Summit 2026\n13:08 - Cyber Security di Generasi Cashless\n16:15 - Mitos kebocoran data oleh Bank vs. Fintech\n18:50 - Keamanan data: Teknologi vs. Behavior Manusia (hati-hati klik link!)\n23:40 - Penting menjaga data pribadi (KTP & NIK)\n25:12 - Nge-MC acara gala dinner JTI di Langham\n31:22 - Sering \"Lapar Mata\" saat melihat postingan makanan\n33:34 - Sejarah nasi goreng gerobak di Jakarta 1965\n35:54 - Mengira pejabat bank sebagai protokoler\n37:25 - SVP Bank Mandiri\n45:10 - Rekomendasi nasi goreng gerobak enak\n54:15 - Review jujur Mie Gacoan & jajanan yang sedang viral\n56:07 - Brownies \"Amrazing\" & Jastip/PO makanan\n1:01:00 - CLOSING : Kemchik Pacific Place\n\nFollow the official #DVETSiaranPagi  channel on WhatsApp, click : https://whatsapp.com/channel/0029VawG...\n\n   /    :\n\n  / davehendrik  \n  / iwetramadhan  \n  / dvet_daveiwet", "post_id": "BI3wUF3JobI"}}, {"key": "DVETSiaranPagi", "attributes": {"label": "DVETSiaranPagi", "x": 331.9818792268955, "y": 733.1573875038346, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.2233, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "BI3wUF3JobI", "id": "DVETSiaranPagi", "source": "youtube-000001", "content": "Penyelamat Perut Masyarakat Uban - Dave and Iwet\n\n‪‬ \n\n00:00 - HOOKS\n02:08 - OPENING : Enggak Penting tapi Berpengaruh\n03:17 - \"Positive Journal\" & belajar menghargai waktu\n05:19 - Plakat penghargaan dari IDN Times (Aldiron?)\n06:37 - Laporan riset Indonesia Millennial and Gen Z Report 2027\n07:42 - Nguping : bertemu William & Winston Utomo (founder IDN Times)\n10:53 - Menjadi moderator di The Indonesia Summit 2026\n13:08 - Cyber Security di Generasi Cashless\n16:15 - Mitos kebocoran data oleh Bank vs. Fintech\n18:50 - Keamanan data: Teknologi vs. Behavior Manusia (hati-hati klik link!)\n23:40 - Penting menjaga data pribadi (KTP & NIK)\n25:12 - Nge-MC acara gala dinner JTI di Langham\n31:22 - Sering \"Lapar Mata\" saat melihat postingan makanan\n33:34 - Sejarah nasi goreng gerobak di Jakarta 1965\n35:54 - Mengira pejabat bank sebagai protokoler\n37:25 - SVP Bank Mandiri\n45:10 - Rekomendasi nasi goreng gerobak enak\n54:15 - Review jujur Mie Gacoan & jajanan yang sedang viral\n56:07 - Brownies \"Amrazing\" & Jastip/PO makanan\n1:01:00 - CLOSING : Kemchik Pacific Place\n\nFollow the official #DVETSiaranPagi  channel on WhatsApp, click : https://whatsapp.com/channel/0029VawG...\n\n   /    :\n\n  / davehendrik  \n  / iwetramadhan  \n  / dvet_daveiwet", "post_id": "BI3wUF3JobI"}}, {"key": "dvet_daveiwet", "attributes": {"label": "dvet_daveiwet", "x": 505.8600687255913, "y": 889.2729130916929, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.2233, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "BI3wUF3JobI", "id": "dvet_daveiwet", "source": "youtube-000001", "content": "Penyelamat Perut Masyarakat Uban - Dave and Iwet\n\n‪‬ \n\n00:00 - HOOKS\n02:08 - OPENING : Enggak Penting tapi Berpengaruh\n03:17 - \"Positive Journal\" & belajar menghargai waktu\n05:19 - Plakat penghargaan dari IDN Times (Aldiron?)\n06:37 - Laporan riset Indonesia Millennial and Gen Z Report 2027\n07:42 - Nguping : bertemu William & Winston Utomo (founder IDN Times)\n10:53 - Menjadi moderator di The Indonesia Summit 2026\n13:08 - Cyber Security di Generasi Cashless\n16:15 - Mitos kebocoran data oleh Bank vs. Fintech\n18:50 - Keamanan data: Teknologi vs. Behavior Manusia (hati-hati klik link!)\n23:40 - Penting menjaga data pribadi (KTP & NIK)\n25:12 - Nge-MC acara gala dinner JTI di Langham\n31:22 - Sering \"Lapar Mata\" saat melihat postingan makanan\n33:34 - Sejarah nasi goreng gerobak di Jakarta 1965\n35:54 - Mengira pejabat bank sebagai protokoler\n37:25 - SVP Bank Mandiri\n45:10 - Rekomendasi nasi goreng gerobak enak\n54:15 - Review jujur Mie Gacoan & jajanan yang sedang viral\n56:07 - Brownies \"Amrazing\" & Jastip/PO makanan\n1:01:00 - CLOSING : Kemchik Pacific Place\n\nFollow the official #DVETSiaranPagi  channel on WhatsApp, click : https://whatsapp.com/channel/0029VawG...\n\n   /    :\n\n  / davehendrik  \n  / iwetramadhan  \n  / dvet_daveiwet", "post_id": "BI3wUF3JobI"}}, {"key": "@itebbinaadinata", "attributes": {"label": "@itebbinaadinata", "x": 132.72863525629407, "y": 290.4241890126359, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.1041, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "5ccXkuUUH-g", "id": "@itebbinaadinata", "source": "youtube-000001", "content": "Pra-Belajar Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 | H-1\n\n🎓 PENERIMAAN MAHASISWA BARU GELOMBANG 2 (PMB) 2026/2027 \n📍 Institut Teknologi dan Bisnis (ITEB) Bina Adinata Bulukumba\n\nSaatnya mempersiapkan masa depan bersama kampus yang mengedepankan teknologi, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia unggul.\n\n✨ Program Studi yang Tersedia\n\n🔹 Sistem Informasi (S1)\n(Terakreditasi oleh LAM INFOKOM)\n\nDatabase Administrator\nSystem Analyst\nWeb Developer\nProject Manager TI\n\n🔹 Sistem Komputer (S1)\n(Terakreditasi oleh LAM INFOKOM)\n\nAdministrator Jaringan\nKeamanan Jaringan\nPengembang Sistem IoT\nPengembang Aplikasi Mobile\nTechnopreneur\n\n🔹 Bisnis Digital (S1)\n(Terakreditasi Baik oleh LAMEMBA)\n\nWirausaha Muda Bidang Bisnis Digital\nKonsultan Bisnis Digital\nProfesional Pemasaran Digital\nKonsultan Financial Technology (Fintech)\n\n📅 Jadwal Pendaftaran Gelombang II\n🗓️ 01 Juni – 29 Agustus 2026\n\n📝 Tes Seleksi\n🗓️ 07 September 2026\n\n📢 Pengumuman Hasil Seleksi\n🗓️ 09 September 2026\n\n💰 Biaya Pendaftaran\nRp150.000,-\n\n📞 Contact Person\n📱 085343617171 (Dewi)\n📱 0895804844601 (Sukma)\n\n🌐 Website: bina-adinata.ac.id\n📸 Instagram: \n\n📍 Alamat Kampus\nJl. Sukun, Kel. Jalanjang, Kec. Gantarang, Kab. Bulukumba\n\n🔥 ITB Bina Adinata\n\"Luhur Budayanya, Unggul Teknologinya\"\n\n#PMB2026 #PMBITEBBinaAdinata #KuliahBulukumba #ITEBBinaAdinata #SistemInformasi #SistemKomputer #BisnisDigital #KuliahTeknologi #KampusBulukumba #MahasiswaBaru2026 #KuliahSulawesiSelatan #KampusMerdeka #IoT #DigitalBusiness #TeknologiMasaDepan", "post_id": "5ccXkuUUH-g"}}, {"key": "bina.adinata", "attributes": {"label": "bina.adinata", "x": 156.3226033809333, "y": 878.1337250611067, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.3426, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5ccXkuUUH-g", "id": "bina.adinata", "source": "youtube-000001", "content": "Pra-Belajar Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 | H-1\n\n🎓 PENERIMAAN MAHASISWA BARU GELOMBANG 2 (PMB) 2026/2027 \n📍 Institut Teknologi dan Bisnis (ITEB) Bina Adinata Bulukumba\n\nSaatnya mempersiapkan masa depan bersama kampus yang mengedepankan teknologi, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia unggul.\n\n✨ Program Studi yang Tersedia\n\n🔹 Sistem Informasi (S1)\n(Terakreditasi oleh LAM INFOKOM)\n\nDatabase Administrator\nSystem Analyst\nWeb Developer\nProject Manager TI\n\n🔹 Sistem Komputer (S1)\n(Terakreditasi oleh LAM INFOKOM)\n\nAdministrator Jaringan\nKeamanan Jaringan\nPengembang Sistem IoT\nPengembang Aplikasi Mobile\nTechnopreneur\n\n🔹 Bisnis Digital (S1)\n(Terakreditasi Baik oleh LAMEMBA)\n\nWirausaha Muda Bidang Bisnis Digital\nKonsultan Bisnis Digital\nProfesional Pemasaran Digital\nKonsultan Financial Technology (Fintech)\n\n📅 Jadwal Pendaftaran Gelombang II\n🗓️ 01 Juni – 29 Agustus 2026\n\n📝 Tes Seleksi\n🗓️ 07 September 2026\n\n📢 Pengumuman Hasil Seleksi\n🗓️ 09 September 2026\n\n💰 Biaya Pendaftaran\nRp150.000,-\n\n📞 Contact Person\n📱 085343617171 (Dewi)\n📱 0895804844601 (Sukma)\n\n🌐 Website: bina-adinata.ac.id\n📸 Instagram: \n\n📍 Alamat Kampus\nJl. Sukun, Kel. Jalanjang, Kec. Gantarang, Kab. Bulukumba\n\n🔥 ITB Bina Adinata\n\"Luhur Budayanya, Unggul Teknologinya\"\n\n#PMB2026 #PMBITEBBinaAdinata #KuliahBulukumba #ITEBBinaAdinata #SistemInformasi #SistemKomputer #BisnisDigital #KuliahTeknologi #KampusBulukumba #MahasiswaBaru2026 #KuliahSulawesiSelatan #KampusMerdeka #IoT #DigitalBusiness #TeknologiMasaDepan", "post_id": "5ccXkuUUH-g"}}, {"key": "@RepublicWorld", "attributes": {"label": "@RepublicWorld", "x": 814.8857201072511, "y": 122.20519624800463, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.1041, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "fgwuw_nLkY8", "id": "@RepublicWorld", "source": "youtube-000001", "content": "Bayangkan Masa Depan 2026 LANGSUNG: Revolusi Teknologi & Inovasi Terbesar India Dimulai | Epi 2\n\nImagine The Next 2026 LIVE: Revolusi Teknologi & Inovasi Terbesar India Dimulai | Episode 2 | Republic Media Network\n\nImagine The Next 2026 menyatukan para pemimpin visioner, inovator, pengusaha, pembuat kebijakan, dan pionir teknologi untuk mengeksplorasi masa depan India dan dunia. Dari Kecerdasan Buatan dan komputasi kuantum hingga fintech, mobilitas, keberlanjutan, dan infrastruktur digital, acara unggulan ini menampilkan ide dan inovasi yang mendorong era pertumbuhan berikutnya.\n\nNantikan sesi utama, percakapan eksklusif, pameran startup, dan wawasan ahli hanya di Republic Media Network.\n\n#ImagineTheNext2026 #InovasiTeknologi #MasaDepanIndia #KecerdasanBuatan #StartupIndia #IndiaDigital #KTTInovasi #MasaDepanTeknologi #RepublicMediaNetwork #FutureTech\n\n#RepublicWorld #RepublicTV #BeritaTerbaru #RepublicNews #BeritaIndia #BeritaLangsung #RepublicExclusive #RepublicWorldLive #ArnabGoswami #RepublicDigital #BangsaPertama\n\nTonton Lebih Banyak ➡️ Video di:    /   \n\nKunjungi Sekarang ➡️ Kisah Lengkap di: https://www.republicworld.com\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------\n\nRepublic TV adalah saluran berita berbahasa Inggris nomor 1 di India sejak diluncurkan. Saksikan saluran YouTube Republic untuk mendapatkan semua berita terkini, berita LIVE, video, dan perspektif dari jajaran reporter, pembawa acara, dan produser Republic Media Network yang tersebar di seluruh India dan dunia. Saksikan Republic untuk debat Arnab Goswami yang paling banyak ditonton. Republic TV membuat berita dapat diakses setiap saat dan di berbagai perangkat. Di Republic, kami selalu memberikan Anda berita terkini tentang dunia politik, olahraga, hiburan, bisnis, pertahanan, sains, kesehatan, gaya hidup, gadget, dan banyak lagi.\n\nKami percaya pada mengungkap cerita dan memecah keheningan. Tetapi yang terpenting, bagi kami ‘Anda adalah Republic, Kami adalah Suara Anda.’\n\n🌟 Jangan hanya menonton berita—HIDUPKAN BERITA bersama Republic!\n\nDari berita utama hingga momen di balik layar, ikuti kami di mana saja:\n\n🌐 Situs web: www.republicworld.com\n👍 Facebook:   / republicworld  \n🐦 Twitter:   / republic  \n📸 Instagram:   / republicworld  \n📢 Telegram: https://t.me/RepublicLive\n\n📱 Saluran WhatsApp:\n💬 Digital: https://whatsapp.com/channel/0029VaAL...\n💬 Dunia: https://whatsapp.com/channel/0029Va1w...\n\nPenafian: Republic Media Network dapat menyediakan konten melalui situs web, sistem operasi, platform, dan portal pihak ketiga (‘Platform Pihak Ketiga’). Republic tidak mengontrol dan tidak bertanggung jawab atas Platform Pihak Ketiga, termasuk konten yang dihosting, iklan, keamanan, fungsionalitas, pengoperasian, atau ketersediaan.", "post_id": "fgwuw_nLkY8"}}, {"key": "republicdefence", "attributes": {"label": "republicdefence", "x": 199.36123620592815, "y": 178.25488587032535, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.3426, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fgwuw_nLkY8", "id": "republicdefence", "source": "youtube-000001", "content": "Bayangkan Masa Depan 2026 LANGSUNG: Revolusi Teknologi & Inovasi Terbesar India Dimulai | Epi 2\n\nImagine The Next 2026 LIVE: Revolusi Teknologi & Inovasi Terbesar India Dimulai | Episode 2 | Republic Media Network\n\nImagine The Next 2026 menyatukan para pemimpin visioner, inovator, pengusaha, pembuat kebijakan, dan pionir teknologi untuk mengeksplorasi masa depan India dan dunia. Dari Kecerdasan Buatan dan komputasi kuantum hingga fintech, mobilitas, keberlanjutan, dan infrastruktur digital, acara unggulan ini menampilkan ide dan inovasi yang mendorong era pertumbuhan berikutnya.\n\nNantikan sesi utama, percakapan eksklusif, pameran startup, dan wawasan ahli hanya di Republic Media Network.\n\n#ImagineTheNext2026 #InovasiTeknologi #MasaDepanIndia #KecerdasanBuatan #StartupIndia #IndiaDigital #KTTInovasi #MasaDepanTeknologi #RepublicMediaNetwork #FutureTech\n\n#RepublicWorld #RepublicTV #BeritaTerbaru #RepublicNews #BeritaIndia #BeritaLangsung #RepublicExclusive #RepublicWorldLive #ArnabGoswami #RepublicDigital #BangsaPertama\n\nTonton Lebih Banyak ➡️ Video di:    /   \n\nKunjungi Sekarang ➡️ Kisah Lengkap di: https://www.republicworld.com\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------\n\nRepublic TV adalah saluran berita berbahasa Inggris nomor 1 di India sejak diluncurkan. Saksikan saluran YouTube Republic untuk mendapatkan semua berita terkini, berita LIVE, video, dan perspektif dari jajaran reporter, pembawa acara, dan produser Republic Media Network yang tersebar di seluruh India dan dunia. Saksikan Republic untuk debat Arnab Goswami yang paling banyak ditonton. Republic TV membuat berita dapat diakses setiap saat dan di berbagai perangkat. Di Republic, kami selalu memberikan Anda berita terkini tentang dunia politik, olahraga, hiburan, bisnis, pertahanan, sains, kesehatan, gaya hidup, gadget, dan banyak lagi.\n\nKami percaya pada mengungkap cerita dan memecah keheningan. Tetapi yang terpenting, bagi kami ‘Anda adalah Republic, Kami adalah Suara Anda.’\n\n🌟 Jangan hanya menonton berita—HIDUPKAN BERITA bersama Republic!\n\nDari berita utama hingga momen di balik layar, ikuti kami di mana saja:\n\n🌐 Situs web: www.republicworld.com\n👍 Facebook:   / republicworld  \n🐦 Twitter:   / republic  \n📸 Instagram:   / republicworld  \n📢 Telegram: https://t.me/RepublicLive\n\n📱 Saluran WhatsApp:\n💬 Digital: https://whatsapp.com/channel/0029VaAL...\n💬 Dunia: https://whatsapp.com/channel/0029Va1w...\n\nPenafian: Republic Media Network dapat menyediakan konten melalui situs web, sistem operasi, platform, dan portal pihak ketiga (‘Platform Pihak Ketiga’). Republic tidak mengontrol dan tidak bertanggung jawab atas Platform Pihak Ketiga, termasuk konten yang dihosting, iklan, keamanan, fungsionalitas, pengoperasian, atau ketersediaan.", "post_id": "fgwuw_nLkY8"}}], "edges": [{"key": "blockdev_id", "source": "blockdev_id", "target": "blockdev_id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "blockdev_id", "source": "blockdev_id", "target": "UpbitID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "askmearmything", "source": "askmearmything", "target": "pinkbourbon8898", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "arahjakarta", "source": "arahjakarta", "target": "arahjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "gitattaaa", "source": "gitattaaa", "target": "bankbpdbali", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "gitattaaa", "source": "gitattaaa", "target": "use.repost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "gitattaaa", "source": "gitattaaa", "target": "Otoritas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "gitattaaa", "source": "gitattaaa", "target": "sikapiuangmu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "gitattaaa", "source": "gitattaaa", "target": "kontak157", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "gitattaaa", "source": "gitattaaa", "target": "satgas_pasti", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "gitattaaa", "source": "gitattaaa", "target": "Bank", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "lampungverse.com", "source": "lampungverse.com", "target": "sahabatpegadaian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@intandw9366", "source": "@intandw9366", "target": "agribisnis.femipb", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@AI-InterConnect", "source": "@AI-InterConnect", "target": "AI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@FINOS", "source": "@FINOS", "target": "FINOS/podcasts", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@L10NFiresideChat", "source": "@L10NFiresideChat", "target": "l10nfiresidechat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@EconpoliAI", "source": "@EconpoliAI", "target": "EconpoliAI/s...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@EconpoliAI", "source": "@EconpoliAI", "target": "econpoliai", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@hedimesme", "source": "@hedimesme", "target": "hedimesme", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@indonesiameracau", "source": "@indonesiameracau", "target": "DVETSiaranPagi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@indonesiameracau", "source": "@indonesiameracau", "target": "dvet_daveiwet", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@itebbinaadinata", "source": "@itebbinaadinata", "target": "bina.adinata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@RepublicWorld", "source": "@RepublicWorld", "target": "republicdefence", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}