{"nodes": [{"key": "kontannews", "attributes": {"label": "kontannews", "x": 289.74449195037965, "y": 237.90980704798758, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 175.4386, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3921406275271940674_1740350316", "id": "kontannews", "source": "instagram-000001", "content": "XLSMART, melalui unit bisnis XLSMAfor BUSINESS, kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi digital nasional melalui penyelenggaraan Bravo 500 Summit 2026 di Jakarta, Kamis (11/6). Mengusung tema “Solusi untuk Korporasi, Solusi untuk Negeri”, forum ini mempertemukan lebih dari 5.000 pemimpin bisnis, regulator, akademisi, dan mitra teknologi untuk membahas masa depan ekonomi digital Indonesia.\n\nDalam kesempatan tersebut, XLSmart memperkenalkan Enterprise Smart Technology & Automation Prime (ESTA Prime), platform terbaru yang dirancang untuk membantu korporasi mengintegrasikan data, operasional, dan pengambilan keputusan dalam satu ekosistem digital. Solusi ini menggabungkan teknologi AI, cloud, keamanan digital, Internet of Things (IoT), analisa data, hingga pengintegrasian layanan operasional guna mendukung percepatan transformasi digital di berbagai sektor.\n\nTurut hadir dalam acara tersebut Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Hafid, jajaran direksi dan komisaris XLSMART, Menteri Komunikasi dan Digital RI periode 2014-2019 Rudiantara, Chairman of Sinar Mas Telecommunication and Technology Franky O. Widjaja, dan Menteri Perdagangan RI periode 2011-2014 Gita Wirjawan.\n\nContent partnership with", "post_id": "3921406275271940674_1740350316"}}, {"key": "xlsmartforbusiness", "attributes": {"label": "xlsmartforbusiness", "x": 807.997274291436, "y": 120.82811032168605, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 324.5614, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3921406275271940674_1740350316", "id": "xlsmartforbusiness", "source": "instagram-000001", "content": "XLSMART, melalui unit bisnis XLSMAfor BUSINESS, kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi digital nasional melalui penyelenggaraan Bravo 500 Summit 2026 di Jakarta, Kamis (11/6). Mengusung tema “Solusi untuk Korporasi, Solusi untuk Negeri”, forum ini mempertemukan lebih dari 5.000 pemimpin bisnis, regulator, akademisi, dan mitra teknologi untuk membahas masa depan ekonomi digital Indonesia.\n\nDalam kesempatan tersebut, XLSmart memperkenalkan Enterprise Smart Technology & Automation Prime (ESTA Prime), platform terbaru yang dirancang untuk membantu korporasi mengintegrasikan data, operasional, dan pengambilan keputusan dalam satu ekosistem digital. Solusi ini menggabungkan teknologi AI, cloud, keamanan digital, Internet of Things (IoT), analisa data, hingga pengintegrasian layanan operasional guna mendukung percepatan transformasi digital di berbagai sektor.\n\nTurut hadir dalam acara tersebut Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Hafid, jajaran direksi dan komisaris XLSMART, Menteri Komunikasi dan Digital RI periode 2014-2019 Rudiantara, Chairman of Sinar Mas Telecommunication and Technology Franky O. Widjaja, dan Menteri Perdagangan RI periode 2011-2014 Gita Wirjawan.\n\nContent partnership with", "post_id": "3921406275271940674_1740350316"}}, {"key": "@KemkomdigiTV", "attributes": {"label": "@KemkomdigiTV", "x": 355.63289500502503, "y": 129.26671051800753, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 175.4386, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "jFR1z25AvqY", "id": "@KemkomdigiTV", "source": "youtube-000001", "content": "Menkomdigi: Nilai Ekonomi Digital Harus Berputar di Dalam Negeri\n\nMenteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan Indonesia tidak boleh lagi puas hanya menjadi pasar besar ekonomi digital.\n\nIndonesia harus naik kelas menjadi pencipta dan pemilik nilai, sehingga pertumbuhan digital benar-benar mensejahterakan masyarakat dan memperkuat ekonomi nasional.\n\nDengan nilai ekonomi digital mencapai US$100 miliar — terbesar di ASEAN — dan diproyeksikan melonjak hingga US$360 miliar pada 2030, Indonesia kini berada di titik krusial untuk mengubah potensi luar biasa ini menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.\n\n“Menghubungkan masyarakat adalah bagian yang cukup mudah. Justru bagian yang jauh lebih sulit dan jauh lebih berharga adalah menghubungkan sistem kita serta mengubah seluruh pertumbuhan itu menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Inilah babak ketika Asia Tenggara tidak mau hanya menjadi pasar namun juga turut membentuk ekonomi digital dunia,” tegas Meutya Hafid dalam Asia Economic Summit di Jakarta Selatan, Rabu (17/06/2026).\n\nKanal Sosial Media Kementerian Komdigi:\n\nhttps://www.komdigi.go.id/\nInstagram:   / kemkomdigi   ()\n\nWhatsapp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va2f...\n\n#Komdigi #Komunikasi #Digital", "post_id": "jFR1z25AvqY"}}, {"key": "kemenkomdigi", "attributes": {"label": "kemenkomdigi", "x": 407.031102938924, "y": 337.84341840004095, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 324.5614, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "jFR1z25AvqY", "id": "kemenkomdigi", "source": "youtube-000001", "content": "Menkomdigi: Nilai Ekonomi Digital Harus Berputar di Dalam Negeri\n\nMenteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan Indonesia tidak boleh lagi puas hanya menjadi pasar besar ekonomi digital.\n\nIndonesia harus naik kelas menjadi pencipta dan pemilik nilai, sehingga pertumbuhan digital benar-benar mensejahterakan masyarakat dan memperkuat ekonomi nasional.\n\nDengan nilai ekonomi digital mencapai US$100 miliar — terbesar di ASEAN — dan diproyeksikan melonjak hingga US$360 miliar pada 2030, Indonesia kini berada di titik krusial untuk mengubah potensi luar biasa ini menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.\n\n“Menghubungkan masyarakat adalah bagian yang cukup mudah. Justru bagian yang jauh lebih sulit dan jauh lebih berharga adalah menghubungkan sistem kita serta mengubah seluruh pertumbuhan itu menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Inilah babak ketika Asia Tenggara tidak mau hanya menjadi pasar namun juga turut membentuk ekonomi digital dunia,” tegas Meutya Hafid dalam Asia Economic Summit di Jakarta Selatan, Rabu (17/06/2026).\n\nKanal Sosial Media Kementerian Komdigi:\n\nhttps://www.komdigi.go.id/\nInstagram:   / kemkomdigi   ()\n\nWhatsapp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va2f...\n\n#Komdigi #Komunikasi #Digital", "post_id": "jFR1z25AvqY"}}], "edges": [{"key": "kontannews", "source": "kontannews", "target": "xlsmartforbusiness", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@KemkomdigiTV", "source": "@KemkomdigiTV", "target": "kemenkomdigi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}