{"nodes": [{"key": "AlhamadKim37129", "attributes": {"label": "AlhamadKim37129", "x": 192.12184961677158, "y": 951.0109803053202, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.1264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068186380409422087", "id": "AlhamadKim37129", "source": "tweet-000004", "content": "Kenaikan BI rate ini adalah langkah antisipatif dan berani yang sangat diperlukan pemerintah demi menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian global.", "post_id": "2068186380409422087"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 719.3849690974197, "y": 576.5821402824421, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.7339, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068186380409422087", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "Kenaikan BI rate ini adalah langkah antisipatif dan berani yang sangat diperlukan pemerintah demi menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian global.", "post_id": "2068186380409422087"}}, {"key": "bank_indonesia_papua", "attributes": {"label": "bank_indonesia_papua", "x": 675.0932629053375, "y": 366.0565508431137, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3922897557250322959_3283486457", "id": "bank_indonesia_papua", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia all out jaga stabilitas nilai tukar Rupiah 🇮🇩\n\n#SobatRupiah, di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian kenaikan BI-Rate 25 bps menjadi 5,75% di #RDGBI bulanan bulan Juni 2026 merupakan langkah lanjutan untuk semakin memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1%.\n\nSelain itu, BI juga terus memperkuat sinergi dengan kebijakan fiskal Pemerintah untuk memitigasi dampak ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah terhadap perekonomian domestik sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga baik.\n\nYuk, Sobat #BeriMakna dengan simak informasi selengkapnya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\nRepost:", "post_id": "3922897557250322959_3283486457"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 899.6152836426486, "y": 273.98375287359124, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 30.2105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "3922897557250322959_3283486457", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia all out jaga stabilitas nilai tukar Rupiah 🇮🇩\n\n#SobatRupiah, di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian kenaikan BI-Rate 25 bps menjadi 5,75% di #RDGBI bulanan bulan Juni 2026 merupakan langkah lanjutan untuk semakin memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1%.\n\nSelain itu, BI juga terus memperkuat sinergi dengan kebijakan fiskal Pemerintah untuk memitigasi dampak ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah terhadap perekonomian domestik sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga baik.\n\nYuk, Sobat #BeriMakna dengan simak informasi selengkapnya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\nRepost:", "post_id": "3922897557250322959_3283486457"}}, {"key": "infotibanjaran.id", "attributes": {"label": "infotibanjaran.id", "x": 132.83493140926805, "y": 903.6170911804833, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922805836196036079_45016844333", "id": "infotibanjaran.id", "source": "instagram-000001", "content": "Suku bunga acuan atau rate kembali menyita perhatian publik seiring langkah Bank Indonesia (BI) menaikkannya di tengah tren pelemahan rupiah, ketidakpastian ekonomi global, dan upaya menjaga stabilitas nasional\n\nPada Selasa (9/6/2026), BI rate naik sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Pada saat yang sama, suku bunga deposit facility naik 25 basis poin menjadi 4,50% dan suku bunga lending facility meningkat 25 basis poin menjadi 6,25%.\n\nBank Indonesia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya gejolak global akibat konflik di Timur Tengah.\n\nSelain itu, kebijakan ini juga bersifat preemptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1%.\n\nKenaikan suku bunga juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil aset keuangan domestik sehingga dapat menarik kembali aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.\n\nLangkah tersebut dilakukan hanya beberapa minggu setelah Bank Indonesia sebelumnya menaikkan rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Mei 2026.\n\nKebijakan yang relatif agresif ini menunjukkan keseriusan bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah yang mengalami tekanan cukup besar sepanjang tahun berjalan.\n\nKenaikan BI rate selalu berimbas pada dompet masyarakat, mulai dari membengkaknya tagihan cicilan kredit dan bunga kredit pemilikan rumah (KPR), hingga potensi kenaikan bunga deposito. Perubahan-perubahan ini secara akumulatif langsung memengaruhi stabilitas kondisi keuangan rumah tangga.\n-", "post_id": "3922805836196036079_45016844333"}}, {"key": "voktis.id", "attributes": {"label": "voktis.id", "x": 568.4741031815445, "y": 661.694768317832, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7339, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922805836196036079_45016844333", "id": "voktis.id", "source": "instagram-000001", "content": "Suku bunga acuan atau rate kembali menyita perhatian publik seiring langkah Bank Indonesia (BI) menaikkannya di tengah tren pelemahan rupiah, ketidakpastian ekonomi global, dan upaya menjaga stabilitas nasional\n\nPada Selasa (9/6/2026), BI rate naik sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Pada saat yang sama, suku bunga deposit facility naik 25 basis poin menjadi 4,50% dan suku bunga lending facility meningkat 25 basis poin menjadi 6,25%.\n\nBank Indonesia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya gejolak global akibat konflik di Timur Tengah.\n\nSelain itu, kebijakan ini juga bersifat preemptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1%.\n\nKenaikan suku bunga juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil aset keuangan domestik sehingga dapat menarik kembali aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.\n\nLangkah tersebut dilakukan hanya beberapa minggu setelah Bank Indonesia sebelumnya menaikkan rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Mei 2026.\n\nKebijakan yang relatif agresif ini menunjukkan keseriusan bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah yang mengalami tekanan cukup besar sepanjang tahun berjalan.\n\nKenaikan BI rate selalu berimbas pada dompet masyarakat, mulai dari membengkaknya tagihan cicilan kredit dan bunga kredit pemilikan rumah (KPR), hingga potensi kenaikan bunga deposito. Perubahan-perubahan ini secara akumulatif langsung memengaruhi stabilitas kondisi keuangan rumah tangga.\n-", "post_id": "3922805836196036079_45016844333"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "attributes": {"label": "bank_indonesia_malut", "x": 580.1178187098499, "y": 322.2855846917101, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922106471702636101_3117095536", "id": "bank_indonesia_malut", "source": "instagram-000001", "content": "Suba jou #SobRuMalut\n.\n.\n.\nHalo SobRu Malut !\nRapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%. \n.\nKenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah. \n.\nSementara itu, kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan (“pro-growth”). Kebijakan makroprudensial longgar terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan. \n.\nKebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendukung kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.\n.\nSelain itu, Bank Indonesia juga terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, termasuk sinergi yang erat antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal untuk memitigasi dampak ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah terhadap perekonomian domestik sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga baik. Sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga dipererat untuk turut menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pembiayaan bagi program Asta Cita Pemerintah.\n.\nDengan BI-Rate yang dinaikkan menjadi 5,75% pada #RDGBI Juni 2026, yuk dukung upaya BI dalam #BeriMakna memperkuat stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional!\n#repostfrom \n.\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3922106471702636101_3117095536"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 868.9218660605595, "y": 161.2734635057703, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 67.5087, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3922088103973008997_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia kembali menaikkan BI Rate sesuai ekspektasi pasar, kali ini 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur bulanan tanggal 17-18 Juni 2026.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kenaikan suku bunga bertujuan menjaga stabilitas rupiah dan inflasi agar tetap sesuai sasaran pemerintah. BI juga tetap menerapkan kebijakan makroprudensial yang diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#BankIndonesia #BIRate #BloombergTechnoz", "post_id": "3922088103973008997_51748745734"}}, {"key": "19585064872", "attributes": {"label": "19585064872", "x": 115.17483297640419, "y": 140.31348595184446, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "19585064872", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "visualiterasi", "attributes": {"label": "visualiterasi", "x": 50.01355995071921, "y": 718.7023603849427, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7339, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "visualiterasi", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "jelajahnews.id", "attributes": {"label": "jelajahnews.id", "x": 360.8939413608082, "y": 7.435313780022157, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7641505604950838536", "id": "jelajahnews.id", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "harristurino", "attributes": {"label": "harristurino", "x": 519.0603418456709, "y": 672.2465335309654, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.9956, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641505604950838536", "id": "harristurino", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "DPR", "attributes": {"label": "DPR", "x": 750.5924958909984, "y": 80.89494665725638, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.9956, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641505604950838536", "id": "DPR", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "belajar.saham8", "attributes": {"label": "belajar.saham8", "x": 518.4523168270568, "y": 966.4254712765133, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654451402223275272", "id": "belajar.saham8", "source": "tiktok-000001", "content": "MASYARAKAT INDO HARUS TAU!!!! CAMPUR TANGAN SINGAPURA KE RUPIAH: SELURUH ASET KITA DIJUAL DAN DITAMPUNG DI SINGAPURA!!!! 🚨🇸🇬🇲🇨💸🔥 Jagad finansial tanah air mendadak diguncang isu panas mengenai dugaan adanya aliran dana raksasa dan aset-aset berharga domestik yang sengaja dilepas untuk kemudian ditampung di pusat keuangan Singapura, hingga memicu kekhawatiran besar terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah. Fenomena perpindahan likuiditas lintas negara ini sering kali dikaitkan dengan strategi *asset sheltering*, pelarian modal (*capital outflow*) saat pasar global bergejolak, hingga pemanfaatan insentif pajak internasional yang membuat dana-dana jumbo milik konglomerat betah parkir di negeri singa. Di video ini, kita bakal bongkar habis secara kritis fakta di balik layar mengenai dinamika aliran modal keluar ini—mulai dari modus penempatan aset, dampaknya terhadap cadangan devisa Bank Indonesia, hingga upaya taktis pemerintah dalam memperkuat benteng ekonomi domestik—jadi tonton sampai habis tanpa di-skip agar lu paham peta perputaran uang yang sebenarnya, dan menurut analisis kritis lu sendiri nih Bro, apakah fenomena ini murni urusan bisnis dan likuiditas global atau ada permainan kotor yang merugikan negara? Tulis opini berani lu di kolom komentar! 👇 #Sucorsekuritas  #Sahamindonesia #BeXpertWIthSucor #bernardwijaya17 #BernardXcliplab2  Sekuritas", "post_id": "7654451402223275272"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 948.8626240937706, "y": 489.34083903558314, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7339, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654451402223275272", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "MASYARAKAT INDO HARUS TAU!!!! CAMPUR TANGAN SINGAPURA KE RUPIAH: SELURUH ASET KITA DIJUAL DAN DITAMPUNG DI SINGAPURA!!!! 🚨🇸🇬🇲🇨💸🔥 Jagad finansial tanah air mendadak diguncang isu panas mengenai dugaan adanya aliran dana raksasa dan aset-aset berharga domestik yang sengaja dilepas untuk kemudian ditampung di pusat keuangan Singapura, hingga memicu kekhawatiran besar terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah. Fenomena perpindahan likuiditas lintas negara ini sering kali dikaitkan dengan strategi *asset sheltering*, pelarian modal (*capital outflow*) saat pasar global bergejolak, hingga pemanfaatan insentif pajak internasional yang membuat dana-dana jumbo milik konglomerat betah parkir di negeri singa. Di video ini, kita bakal bongkar habis secara kritis fakta di balik layar mengenai dinamika aliran modal keluar ini—mulai dari modus penempatan aset, dampaknya terhadap cadangan devisa Bank Indonesia, hingga upaya taktis pemerintah dalam memperkuat benteng ekonomi domestik—jadi tonton sampai habis tanpa di-skip agar lu paham peta perputaran uang yang sebenarnya, dan menurut analisis kritis lu sendiri nih Bro, apakah fenomena ini murni urusan bisnis dan likuiditas global atau ada permainan kotor yang merugikan negara? Tulis opini berani lu di kolom komentar! 👇 #Sucorsekuritas  #Sahamindonesia #BeXpertWIthSucor #bernardwijaya17 #BernardXcliplab2  Sekuritas", "post_id": "7654451402223275272"}}, {"key": "the.indonesia.post", "attributes": {"label": "the.indonesia.post", "x": 853.1029803815474, "y": 258.6857279488619, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7653727519434116373", "id": "the.indonesia.post", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "kemenkeuri", "x": 964.6496569474612, "y": 24.33336975998357, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4301, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653727519434116373", "id": "kemenkeuri", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "arahatas.market", "attributes": {"label": "arahatas.market", "x": 100.87375543260224, "y": 254.6345474460262, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7652498552404348178", "id": "arahatas.market", "source": "tiktok-000001", "content": "Update Market! Asing Mulai Net Buy, Tanda Investor Makin Percaya Indonesia? 🇮🇩 Setelah sempat outflow kencang hingga triliunan rupiah, kini asing mulai kembali net buy di kisaran Rp250 miliar. Ini menunjukkan adanya kepercayaan dari investor terhadap stabilitas politik, kebijakan pemerintah, dan penguatan mata uang kita. Buka account sucor : onboarding.sucorsekuritas.com  Source : Youtube IDX Channel   #sucorsekuritas #bexpertwithsucor #idxchannel #idxchannelcommunity #ihsg", "post_id": "7652498552404348178"}}, {"key": "bernardwijaya17", "attributes": {"label": "bernardwijaya17", "x": 170.75945299091566, "y": 924.4742067100198, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7339, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7652498552404348178", "id": "bernardwijaya17", "source": "tiktok-000001", "content": "Update Market! Asing Mulai Net Buy, Tanda Investor Makin Percaya Indonesia? 🇮🇩 Setelah sempat outflow kencang hingga triliunan rupiah, kini asing mulai kembali net buy di kisaran Rp250 miliar. Ini menunjukkan adanya kepercayaan dari investor terhadap stabilitas politik, kebijakan pemerintah, dan penguatan mata uang kita. Buka account sucor : onboarding.sucorsekuritas.com  Source : Youtube IDX Channel   #sucorsekuritas #bexpertwithsucor #idxchannel #idxchannelcommunity #ihsg", "post_id": "7652498552404348178"}}, {"key": "folknomic", "attributes": {"label": "folknomic", "x": 739.3675668419817, "y": 955.978084344275, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomic", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "folknomics", "attributes": {"label": "folknomics", "x": 467.175270882842, "y": 685.581841836731, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7339, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomics", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "baramaros_", "attributes": {"label": "baramaros_", "x": 947.9504007931117, "y": 55.66008660585353, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649245512423525639", "id": "baramaros_", "source": "tiktok-000001", "content": "Di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang menjadi sorotan akibat pelemahan rupiah dan tekanan di pasar keuangan, sejumlah tokoh nasional turut menyampaikan pandangannya. Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Jusuf Kalla sama-sama menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik sebagai salah satu kunci untuk mendukung stabilitas ekonomi. Anies Baswedan lebih dulu menyampaikan pandangannya pada 20 Mei 2026. Menurutnya, yang dibutuhkan publik dan pelaku pasar saat ini adalah kepastian, transparansi, serta arah kebijakan yang jelas dari pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Selanjutnya, pada 4 Juni 2026, Ganjar Pranowo menyoroti kabar nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp18.040 per dolar AS. Ia meminta pemerintah segera mengembalikan kepercayaan publik, sekaligus memperkuat fungsi lembaga negara dan birokrasi agar berjalan lebih efektif. Pada hari yang sama, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa kepemimpinan yang kuat tidak hanya diukur dari kemampuan menghadapi krisis. Menurutnya, menjaga kepercayaan masyarakat dan menciptakan peluang di tengah ketidakpastian juga menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi ekonomi yang menantang. Sementara itu, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menilai kondisi ekonomi, baik di tingkat global maupun domestik, sedang menghadapi tekanan. Ia mengingatkan bahwa pelemahan rupiah dan kondisi pasar keuangan dapat berdampak pada masyarakat, sehingga diperlukan kerja keras untuk menghadapi situasi tersebut. Meski disampaikan dalam waktu dan kesempatan yang berbeda, keempat tokoh tersebut memiliki benang merah yang sama, yakni pentingnya membangun dan menjaga kepercayaan publik di tengah tantangan ekonomi yang sedang dihadapi Indonesia. 📷  #baramaros #beritaseputarindonesia", "post_id": "7649245512423525639"}}, {"key": "hypekabar", "attributes": {"label": "hypekabar", "x": 949.4733885648577, "y": 875.4210136888802, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7339, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7649245512423525639", "id": "hypekabar", "source": "tiktok-000001", "content": "Di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang menjadi sorotan akibat pelemahan rupiah dan tekanan di pasar keuangan, sejumlah tokoh nasional turut menyampaikan pandangannya. Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Jusuf Kalla sama-sama menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik sebagai salah satu kunci untuk mendukung stabilitas ekonomi. Anies Baswedan lebih dulu menyampaikan pandangannya pada 20 Mei 2026. Menurutnya, yang dibutuhkan publik dan pelaku pasar saat ini adalah kepastian, transparansi, serta arah kebijakan yang jelas dari pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Selanjutnya, pada 4 Juni 2026, Ganjar Pranowo menyoroti kabar nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp18.040 per dolar AS. Ia meminta pemerintah segera mengembalikan kepercayaan publik, sekaligus memperkuat fungsi lembaga negara dan birokrasi agar berjalan lebih efektif. Pada hari yang sama, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa kepemimpinan yang kuat tidak hanya diukur dari kemampuan menghadapi krisis. Menurutnya, menjaga kepercayaan masyarakat dan menciptakan peluang di tengah ketidakpastian juga menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi ekonomi yang menantang. Sementara itu, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menilai kondisi ekonomi, baik di tingkat global maupun domestik, sedang menghadapi tekanan. Ia mengingatkan bahwa pelemahan rupiah dan kondisi pasar keuangan dapat berdampak pada masyarakat, sehingga diperlukan kerja keras untuk menghadapi situasi tersebut. Meski disampaikan dalam waktu dan kesempatan yang berbeda, keempat tokoh tersebut memiliki benang merah yang sama, yakni pentingnya membangun dan menjaga kepercayaan publik di tengah tantangan ekonomi yang sedang dihadapi Indonesia. 📷  #baramaros #beritaseputarindonesia", "post_id": "7649245512423525639"}}, {"key": "clipperfinance05", "attributes": {"label": "clipperfinance05", "x": 999.1088377128116, "y": 757.9616201207558, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7653091789263572244", "id": "clipperfinance05", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur yang digelar pada 17–18 Juni 2026. Kenaikan ini merupakan yang ketiga secara beruntun sejak Mei 2026, dan ditujukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah yang sempat melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS, sekaligus sebagai langkah pre-emptive menjaga inflasi tetap dalam kisaran sasaran pemerintah. Sehari setelah keputusan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran direksi dan komisaris bank-bank Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN, dan BSI) di Istana Kepresidenan. Pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar 4,5 jam itu turut dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta CEO Danantara Rosan Roeslani, untuk membahas pandangan dan arahan terkait arah perekonomian Indonesia ke depan. Menurut Rosan Roeslani, Presiden tidak memberikan arahan khusus untuk menahan suku bunga kredit meski acuan naik, melainkan meminta Himbara meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dengan begitu, perbankan BUMN diharapkan tetap mampu menjaga penyaluran kredit ke sektor riil, khususnya UMKM, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sambil menjaga stabilitas sektor keuangan. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7653091789263572244"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 521.5313450710602, "y": 662.5310515044847, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7339, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653091789263572244", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur yang digelar pada 17–18 Juni 2026. Kenaikan ini merupakan yang ketiga secara beruntun sejak Mei 2026, dan ditujukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah yang sempat melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS, sekaligus sebagai langkah pre-emptive menjaga inflasi tetap dalam kisaran sasaran pemerintah. Sehari setelah keputusan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran direksi dan komisaris bank-bank Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN, dan BSI) di Istana Kepresidenan. Pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar 4,5 jam itu turut dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta CEO Danantara Rosan Roeslani, untuk membahas pandangan dan arahan terkait arah perekonomian Indonesia ke depan. Menurut Rosan Roeslani, Presiden tidak memberikan arahan khusus untuk menahan suku bunga kredit meski acuan naik, melainkan meminta Himbara meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dengan begitu, perbankan BUMN diharapkan tetap mampu menjaga penyaluran kredit ke sektor riil, khususnya UMKM, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sambil menjaga stabilitas sektor keuangan. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7653091789263572244"}}, {"key": "arahjakarta", "attributes": {"label": "arahjakarta", "x": 186.07424565793463, "y": 324.476160938589, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 67.5087, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7641305557936426261", "id": "arahjakarta", "source": "tiktok-000001", "content": "Presiden Prabowo Subianto melempar kebijakan populis baru dengan memerintahkan bank-bank pelat merah (Himbara) untuk memangkas bunga kredit bagi rakyat kecil menjadi maksimal 5% per tahun. Langkah ekstrem ini diambil setelah Presiden menyoroti jeratan bunga pinjaman di lapangan yang diklaimnya bisa mencekik hingga 70% setahun. Merespons titah istana, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Dian Ediana Rae, angkat bicara (17/5).  Meski mengapresiasi niat baik pemerintah untuk membantu kelompok unbankable, OJK langsung mengingatkan perbankan untuk memperketat tata kelola dan manajemen risiko. Otoritas mendorong bank melakukan stress test berkala serta menyiapkan pencadangan yang memadai guna mengantisipasi potensi ledakan kredit macet di tengah skenario ekonomi global yang sedang bergejolak. Perintah penurunan bunga hingga di bawah tingkat inflasi riil atau biaya dana (cost of fund) perbankan saat ini adalah kebijakan yang berisiko tinggi. Di tengah situasi makro ekonomi yang sensitif—di mana Rupiah sempat tersungkur ke level Rp17.500—memaksa bank BUMN menyalurkan kredit murah tanpa kalkulasi matang bisa mengikis ketahanan modal perbankan nasional.  Jika tidak disubsidi penuh oleh APBN melalui skema Subsidi Bunga, kebijakan ini akan mengorbankan tingkat kesehatan bank-bank negara demi pemenuhan syahwat politik jangka pendek. Publik patut waspada: tanpa pengawasan ketat, pemaksaan kredit murah berisiko menciptakan gelombang Non-Performing Loan (NPL) baru, di mana dana masyarakat justru habis menguap akibat penyaluran yang tidak kredibel dan salah sasaran. Niat baik memberi modal murah bagi rakyat jangan sampai mengorbankan kesehatan bank negara, karena merawat kepercayaan pasar jauh lebih mahal ketimbang meramu retorika di panggung pidato. Menurut lo, bunga kredit 5% ini bakal beneran bikin UMKM kita maju, atau justru bakal bikin bank-bank BUMN kita yang kolaps akibat kredit macet? Follow  untuk memantau stabilitas perbankan dan kebijakan ekonomi nasional. Tetap kritis, kawal uang negara, jangan biarkan sistem keuangan kita rapuh akibat kebijakan yang dipaksakan tanpa mitigasi risiko yang matang!", "post_id": "7641305557936426261"}}, {"key": "TribunStyle", "attributes": {"label": "TribunStyle", "x": 59.85228089420846, "y": 172.24138640593245, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "929934583734808_1448877253944127", "id": "TribunStyle", "source": "facebook-000001", "content": "Pengakuan Ketua BEM FH UBK Temui Gibran Disorot, Pernah Klaim Demo Murni Kini Diduga Terima Suap\n\n*\n\nNama Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) kembali menjadi sorotan usai pertemuannya dengan Gibran Rakabuming Raka, beberapa waktu lalu.\n\nSebelumnya, ia sempat menyatakan aksi demonstrasi terkait kenaikan BBM hingga program MBG di Jakarta pada Senin (15/6/2026) yang dilakukan murni menyuarakan kepentingan rakyat.\n\nSaat itu, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) dan sejumlah kampus yang menggelar aksi demo bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, untuk menyampaikan berbagai tuntutan.\n\nKetua Umum BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno sekaligus koordinator aksi, Muhamad Abdi Maludin, mengatakan pihaknya memberikan ultimatum selama 5x24 jam kepada pemerintah untuk merespons dan menindaklanjuti tuntutan yang telah mereka sampaikan.\n\nKini, perwakilan dari BEM UBK itu disorot setelah viral video diduga terima suap. \n\nPadahal dalam pernyataan sebelumnya, Ketua BEM FH UBK sempat menyangkal aksi demonya tidak ditunggangi unsur politik atau murni untuk kepentingan rakyat. \n\n\"Saya tekankan kepada kawan-kawan mahasiswa, seperjuangan, saya pastikan tidak ada desain politik 'settingan', itu murni dari diplomasi kami bersama pihak pihak lebih khusus kepolisian,\" ucapnya dalam Wawancara Eksklusif Tribunnews.\n\n\"Tidak ada settingan, Itu saya pastikan,\" tegas Abdi.\n\nTak hanya sekali, Abdi kembali menegaskan dirinya murni membela kepentingan rakyat saat ditanya isu ada pihak yang menunggangi aksi. \n\n\"Tidak ada settingan, aksi di tanggal 15 hari Senin, saya menjawab tudingan kepada kami, tidak ada unsur yang tunggangi kami, itu murni kepentingan rakyat, itu murni hasil keresahan kami di Universitas Bung Karno,\" ungkapnya. \n\n\"kami ingin membawa harapan besar ya tentunya harapan rakyat untuk membawa hasil kajian kami kepada pihak terkait,\" imbuh Abdi.\n\nKini Diduga Terima Suap\n\nSeminggu setelah aksi demo dan menemui Wapres, kini sejumlah perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) disorot.\n\nVideo pengakuan perwakilan BEM UBK dudga terima suap pun beredar di media sosial.\n\nDi media sosial, beredar cuplikan video dengan narasi bahwa perwakilan BEM UBK yang bertemu Gibran diduga menerima suap, satu di antaranya di Threads, akun \n\nDalam unggahan tersebut, ada salah satu mahasiswa yang diduga merupakan perwakilan BEM UBK mengakui menerima uang sebesar Rp2 juta.\n\nSelain itu, ia menyebut bahwa Wakil Ketua BEM FH UBK, Rafly Maulana Akbar, menerima uang. Namun, ia tidak mengetahui pasti nominal uang yang diterima tersebut.\n\n\"Saya menerima Rp2 juta. Wakil Ketua BEM FH (UBK) sepengetahuan saya menerima. Kalau nominalnya, saya kurang tahu,\" katanya.\n\nSementara itu, ratusan mahasiswa terus mencecar dan meneriaki terduga pelaku.\n\nDalam video lain, terdapat mahasiswa yang turut mengaku telah menerima uang sebesar Rp2,5 juta.\n\nSelain itu, ada video yang memperlihatkan Ketua BEM FH UBK, Muhamad Abdi Maludin mengaku salah atas dugaan suap berupa uang yang diterima olehnya dan perwakilan mahasiswa lainnya.\n\n\"Saya ngaku salah dan mohon maaf pada kalian semua,\" ucapnya.\n\nMeski demikian, belum diketahui siapa pihak yang diduga memberikan suap kepada perwakilan BEM UBK itu\n\nTerkait hal tersebut, pihak BEM FH UBK merilis tuntutan mahasiswa buntut kabar udgaan suap pada perwakilan yang bertemu Gibran.\n\nBEM FH UBK mengunggah rilis di akun Instagram resmi, , pada Selasa (23/6/2026).\n\nDalam unggahan, ada 10 tuntutan yang diinginkan oleh mahasiswa agar dikabulkan, seperti dilihat Tribunnews pada Selasa (23/6/2026).\n\n1. Membuat pernyataan sikap dalam bentuk video bahwa pihak yang bersangkutan siap mempertanggungjawabkan konsekuensi akademik dan konsekuensi sosial yang ditetapkan oleh pihak UBK maupun mahasiswa UBK.\n\n2. Mencantumkan nama-nama pihak yang diduga terlibat dalam tindak suap agar dapat ditindak secara tegas oleh pihak universitas dan yayasan melalui mekanisme petisi yaitu:\n\n- Muhamad Abdi Maludin (Ketua BEM FH)\n- Rafly Maulana Akbar (Wakil Ketua BEM FH)\n- Mubarak Tuasamu (Pengurus BEM FH)\n- Pujiono (Ketua BEM FEB)\n- Muhammad Rafi Bastian (Wakil Ketua BEM FEB)\n\n3. Bersedia mengundurkan diri dari seluruh jabatan internal kampus, termasuk kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).\n\n4. Membuat video pernyataan yang mengakui telah menerima suap.\n\n5. Menganulir nilai Ajaran Bung Karno (ABK) 1-4 dan menetapkan nilai E.\n\n6. Membuat pernyataan tertulis yang mengakui kesalahan serta menandatanganinya di atas meterai.\n\n7. Bagi mahasiswa penerima KIP-K (Kartu Indonesia Pintar Kuliah) yang terlibat, diwajibkan mengembalikan dana negara yang telah diterima.\n\n8. Membentuk badan investigasi independen yang melibatkan unsur mahasiswa.\n\n9. Memberikan tenggat waktu selama 10 hari kerja, terhitung sejak Senin, 22 Juni 2026 hingga 6 Juli 2026, kepada seluruh pihak terkait untuk memenuhi tuntutan.\n\n10. Tuntutan ini bersifat mengikat bagi seluruh pihak terkait dan disaksikan oleh:\n\n- Wakil Rektor III UBK\n- Dekan FH\n- Kaprodi FH\n- Faisyal (Dosen FISIP)\n- Salomon (Staf Kemahasiswaan)\n- Perwakilan mahasiswa UBK yang hadir dalam forum.\n\nIsi Tuntutan Mahasiswa UBK ketika Bertemu Gibran setelah Demo 15 Juni \nPerwakilan mahasiswa yang menggelar aksi demo bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, untuk menyampaikan berbagai tuntutan, Senin (15/6/2026). \n\nMahasiswa yang berorasi di depan Patung Kuda ini, memberikan ultimatum selama 5x24 jam kepada pemerintah untuk merespons dan menindaklanjuti tuntutan yang telah mereka sampaikan.\n\nAdapun tuntutan yang disampaikan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax. \n\nPara mahasiswa sebelumnya menggelar aksi demo di sejumlah titik di Jakarta, yakni depan gerbang DPR RI, Senayan, dan Patung Kuda.\n\nTak hanya di ibu kota, gelombang demonstrasi juga dilakukan mahasiswa di beberapa daerah, yakni Tasikmalaya, Jawa Barat dan Lampung. Tuntutan serupa disampaikan kepada pemerintah. \n\nSetelah itu, sejumlah mahasiswa yang berdemo di Jakarta menyampaikan tuntutannya kepada Gibran pada Senin malam.\n\nKetua Umum BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno sekaligus koordinator aksi, Muhammad Abdi, menegaskan bahwa pertemuan itu, menghasilkan sejumlah poin penting yang disampaikan ke Wapres. \n\n\"Kawan-kawan mahasiswa pun menyampaikan aspirasi baik keluh kesah mereka dari daerah baik dari keluh kesah skala nasional, mereka menyampaikan secara konstitusional ke depan langsung Bapak Wapres,\" ucapnya, Senin malam.\n\nSampaikan soal MBG hingga BBM \n\nSejumlah hal turut disampaikan mahasiswa dalam pertemuan tersebut. Mulai dari program MBG, subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT), hingga soal harga BBM.\n\n\"Memorandum yang kami kajian ini poin-poin yang kesepakatan yang kami di BEM Universitas Bung Karno, tentu poin pertama kluster fiskal dan pendidikan.\"\n\n\"Subpoinnya itu yaitu membekukan sementara pelaksanaan program makan bergizi gratis dan kebijakan deputi kedaulatan pangan di wilayah terkait untuk audit audit transparans,\" ungkap Abdi.\n\nSelanjutnya, sub yang kedua adalah mengalihkan efisiensi anggaran tersebut guna mensubsidi UKT ataupun biaya operasional pendidikan tinggi demi mewujudkan pendidikan terjangkau. \n\nNah, itu ada poin ketiga, klaster hukum dan supremasi sipil.\n\n\"Mengirimkan rekomendasi resmi atas nama pemerintah ke DPR RI untuk melakukan legislatif review terhadap undang-undang POLRI yang baru disahkan, beberapa waktu yang lalu,\" jelas Abdi.\n\nLalu, terkait klaster krisis moneter dan energi. \n\n\"Dan di sini ada poin mendesak otoritas moneter pusat untuk melakukan intervensi stabilitas rupiah dan membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM di tingkat regional karena terbukti menghancurkan daya beli domestik masyarakat,\" imbuhnya. \n\nUltimatum 5x24 Jam Tuntutan\n\nPara mahasiswa pun memberikan ultimatum ke pemerintah untuk menindaklanjuti tuntutan selama 5x24 jam.\n\nAndi menyebut, pihaknya bakal menggelar aksi berkelanjutan jika pemerintah mengabaikan tuntutan massa.\n\n\"Kami memberikan waktu kepada pemerintah hari ini 5 x 24 jam. \"\n\n\"Apabila dalam waktu 5x24 jam, paling lambat Jumat 19 Juni 2026, pihak dua melanggar mengabaikan atau tidak menunjukkan bukti progresif atas realisasi memorandum ini, maka pihak satu berhak mengatakan bahwa pihak telah cacat legitimasi moral dan mengkhianati kesepakatan kami,\" tegasnya. \n\nKetika aspirasi yang disampaikan tidak terealisasi, lanjut Abdi, maka pihaknya akan ada pergerakan aksi jilid-jilid.\n\nSementara itu, dikatakan Abdi, Wapres merespons tuntutan mahasiswa. \n\nMenurutnya, putra dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu, akan menyampaikan tuntutan mahasiswa ke Presiden Prabowo Subianto. \n\n“Bapak Wapres mencatat apa yang kami sampaikan dan berjanji memperbaiki hal-hal yang janggal. Tentunya soal MBG salah satunya,” kata perwakilan mahasiswa itu.\n\nSebelumnya, massa mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI telah membubarkan diri secara tertib, Senin (15/6/2026) sore.\n\nAksi yang berlangsung sejak sekitar pukul 13.00 WIB tersebut, berakhir setelah perwakilan mahasiswa membacakan pernyataan sikap.\n\nSelain di Jakarta, mahasiswa di sejumlah daerah juga menggelar demo di masing-masing wilayah. Seperti demo mahasiswa tolak kenaikan harga BBM di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.\n\nMassa berkumpul di Gedung Olahraga (GOR) Sukapura menuju di titik aksi di Balai Kota Tasikmalaya.\n\nAksi bertajuk TASIKUSIK VOL.2 ini, juga berencana ingin menjemput Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Aslim.\n\nMassa berencana membawa kedua tokoh tersebut, untuk melakukan aksi bersama di Depot Pertamina.\n\n(Tribunnews.com)\n\nFoto 1: Nama Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Muhamad Abdi Maludin menjadi sorotan usai pertemuannya dengan Gibran Rakabuming Raka pada 15 Juni 2026.  (TribunNetwork)\nFoto 2: Abdi Maludin dan sejumlah perwakilan BEM UBK bertemu Gibran usai demo kenaikan BBM di Jakarta.   (TribunNetwork)\nFoto 3: Dalam pernyataannya, Abdi Maludin sempat klaim aksinya murni, kini ia disorot diduga terima suap. (TribunNetwork)\n\n#BEM #OTK #FakultasHukum #UniversitasBungKarno #UBK #MuhamadAbdiMaludin #Jakarta", "post_id": "929934583734808_1448877253944127"}}, {"key": "arisaaori.", "attributes": {"label": "arisaaori.", "x": 293.57945014405595, "y": 53.27892094254039, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4301, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "929934583734808_1448877253944127", "id": "arisaaori.", "source": "facebook-000001", "content": "Pengakuan Ketua BEM FH UBK Temui Gibran Disorot, Pernah Klaim Demo Murni Kini Diduga Terima Suap\n\n*\n\nNama Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) kembali menjadi sorotan usai pertemuannya dengan Gibran Rakabuming Raka, beberapa waktu lalu.\n\nSebelumnya, ia sempat menyatakan aksi demonstrasi terkait kenaikan BBM hingga program MBG di Jakarta pada Senin (15/6/2026) yang dilakukan murni menyuarakan kepentingan rakyat.\n\nSaat itu, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) dan sejumlah kampus yang menggelar aksi demo bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, untuk menyampaikan berbagai tuntutan.\n\nKetua Umum BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno sekaligus koordinator aksi, Muhamad Abdi Maludin, mengatakan pihaknya memberikan ultimatum selama 5x24 jam kepada pemerintah untuk merespons dan menindaklanjuti tuntutan yang telah mereka sampaikan.\n\nKini, perwakilan dari BEM UBK itu disorot setelah viral video diduga terima suap. \n\nPadahal dalam pernyataan sebelumnya, Ketua BEM FH UBK sempat menyangkal aksi demonya tidak ditunggangi unsur politik atau murni untuk kepentingan rakyat. \n\n\"Saya tekankan kepada kawan-kawan mahasiswa, seperjuangan, saya pastikan tidak ada desain politik 'settingan', itu murni dari diplomasi kami bersama pihak pihak lebih khusus kepolisian,\" ucapnya dalam Wawancara Eksklusif Tribunnews.\n\n\"Tidak ada settingan, Itu saya pastikan,\" tegas Abdi.\n\nTak hanya sekali, Abdi kembali menegaskan dirinya murni membela kepentingan rakyat saat ditanya isu ada pihak yang menunggangi aksi. \n\n\"Tidak ada settingan, aksi di tanggal 15 hari Senin, saya menjawab tudingan kepada kami, tidak ada unsur yang tunggangi kami, itu murni kepentingan rakyat, itu murni hasil keresahan kami di Universitas Bung Karno,\" ungkapnya. \n\n\"kami ingin membawa harapan besar ya tentunya harapan rakyat untuk membawa hasil kajian kami kepada pihak terkait,\" imbuh Abdi.\n\nKini Diduga Terima Suap\n\nSeminggu setelah aksi demo dan menemui Wapres, kini sejumlah perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) disorot.\n\nVideo pengakuan perwakilan BEM UBK dudga terima suap pun beredar di media sosial.\n\nDi media sosial, beredar cuplikan video dengan narasi bahwa perwakilan BEM UBK yang bertemu Gibran diduga menerima suap, satu di antaranya di Threads, akun \n\nDalam unggahan tersebut, ada salah satu mahasiswa yang diduga merupakan perwakilan BEM UBK mengakui menerima uang sebesar Rp2 juta.\n\nSelain itu, ia menyebut bahwa Wakil Ketua BEM FH UBK, Rafly Maulana Akbar, menerima uang. Namun, ia tidak mengetahui pasti nominal uang yang diterima tersebut.\n\n\"Saya menerima Rp2 juta. Wakil Ketua BEM FH (UBK) sepengetahuan saya menerima. Kalau nominalnya, saya kurang tahu,\" katanya.\n\nSementara itu, ratusan mahasiswa terus mencecar dan meneriaki terduga pelaku.\n\nDalam video lain, terdapat mahasiswa yang turut mengaku telah menerima uang sebesar Rp2,5 juta.\n\nSelain itu, ada video yang memperlihatkan Ketua BEM FH UBK, Muhamad Abdi Maludin mengaku salah atas dugaan suap berupa uang yang diterima olehnya dan perwakilan mahasiswa lainnya.\n\n\"Saya ngaku salah dan mohon maaf pada kalian semua,\" ucapnya.\n\nMeski demikian, belum diketahui siapa pihak yang diduga memberikan suap kepada perwakilan BEM UBK itu\n\nTerkait hal tersebut, pihak BEM FH UBK merilis tuntutan mahasiswa buntut kabar udgaan suap pada perwakilan yang bertemu Gibran.\n\nBEM FH UBK mengunggah rilis di akun Instagram resmi, , pada Selasa (23/6/2026).\n\nDalam unggahan, ada 10 tuntutan yang diinginkan oleh mahasiswa agar dikabulkan, seperti dilihat Tribunnews pada Selasa (23/6/2026).\n\n1. Membuat pernyataan sikap dalam bentuk video bahwa pihak yang bersangkutan siap mempertanggungjawabkan konsekuensi akademik dan konsekuensi sosial yang ditetapkan oleh pihak UBK maupun mahasiswa UBK.\n\n2. Mencantumkan nama-nama pihak yang diduga terlibat dalam tindak suap agar dapat ditindak secara tegas oleh pihak universitas dan yayasan melalui mekanisme petisi yaitu:\n\n- Muhamad Abdi Maludin (Ketua BEM FH)\n- Rafly Maulana Akbar (Wakil Ketua BEM FH)\n- Mubarak Tuasamu (Pengurus BEM FH)\n- Pujiono (Ketua BEM FEB)\n- Muhammad Rafi Bastian (Wakil Ketua BEM FEB)\n\n3. Bersedia mengundurkan diri dari seluruh jabatan internal kampus, termasuk kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).\n\n4. Membuat video pernyataan yang mengakui telah menerima suap.\n\n5. Menganulir nilai Ajaran Bung Karno (ABK) 1-4 dan menetapkan nilai E.\n\n6. Membuat pernyataan tertulis yang mengakui kesalahan serta menandatanganinya di atas meterai.\n\n7. Bagi mahasiswa penerima KIP-K (Kartu Indonesia Pintar Kuliah) yang terlibat, diwajibkan mengembalikan dana negara yang telah diterima.\n\n8. Membentuk badan investigasi independen yang melibatkan unsur mahasiswa.\n\n9. Memberikan tenggat waktu selama 10 hari kerja, terhitung sejak Senin, 22 Juni 2026 hingga 6 Juli 2026, kepada seluruh pihak terkait untuk memenuhi tuntutan.\n\n10. Tuntutan ini bersifat mengikat bagi seluruh pihak terkait dan disaksikan oleh:\n\n- Wakil Rektor III UBK\n- Dekan FH\n- Kaprodi FH\n- Faisyal (Dosen FISIP)\n- Salomon (Staf Kemahasiswaan)\n- Perwakilan mahasiswa UBK yang hadir dalam forum.\n\nIsi Tuntutan Mahasiswa UBK ketika Bertemu Gibran setelah Demo 15 Juni \nPerwakilan mahasiswa yang menggelar aksi demo bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, untuk menyampaikan berbagai tuntutan, Senin (15/6/2026). \n\nMahasiswa yang berorasi di depan Patung Kuda ini, memberikan ultimatum selama 5x24 jam kepada pemerintah untuk merespons dan menindaklanjuti tuntutan yang telah mereka sampaikan.\n\nAdapun tuntutan yang disampaikan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax. \n\nPara mahasiswa sebelumnya menggelar aksi demo di sejumlah titik di Jakarta, yakni depan gerbang DPR RI, Senayan, dan Patung Kuda.\n\nTak hanya di ibu kota, gelombang demonstrasi juga dilakukan mahasiswa di beberapa daerah, yakni Tasikmalaya, Jawa Barat dan Lampung. Tuntutan serupa disampaikan kepada pemerintah. \n\nSetelah itu, sejumlah mahasiswa yang berdemo di Jakarta menyampaikan tuntutannya kepada Gibran pada Senin malam.\n\nKetua Umum BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno sekaligus koordinator aksi, Muhammad Abdi, menegaskan bahwa pertemuan itu, menghasilkan sejumlah poin penting yang disampaikan ke Wapres. \n\n\"Kawan-kawan mahasiswa pun menyampaikan aspirasi baik keluh kesah mereka dari daerah baik dari keluh kesah skala nasional, mereka menyampaikan secara konstitusional ke depan langsung Bapak Wapres,\" ucapnya, Senin malam.\n\nSampaikan soal MBG hingga BBM \n\nSejumlah hal turut disampaikan mahasiswa dalam pertemuan tersebut. Mulai dari program MBG, subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT), hingga soal harga BBM.\n\n\"Memorandum yang kami kajian ini poin-poin yang kesepakatan yang kami di BEM Universitas Bung Karno, tentu poin pertama kluster fiskal dan pendidikan.\"\n\n\"Subpoinnya itu yaitu membekukan sementara pelaksanaan program makan bergizi gratis dan kebijakan deputi kedaulatan pangan di wilayah terkait untuk audit audit transparans,\" ungkap Abdi.\n\nSelanjutnya, sub yang kedua adalah mengalihkan efisiensi anggaran tersebut guna mensubsidi UKT ataupun biaya operasional pendidikan tinggi demi mewujudkan pendidikan terjangkau. \n\nNah, itu ada poin ketiga, klaster hukum dan supremasi sipil.\n\n\"Mengirimkan rekomendasi resmi atas nama pemerintah ke DPR RI untuk melakukan legislatif review terhadap undang-undang POLRI yang baru disahkan, beberapa waktu yang lalu,\" jelas Abdi.\n\nLalu, terkait klaster krisis moneter dan energi. \n\n\"Dan di sini ada poin mendesak otoritas moneter pusat untuk melakukan intervensi stabilitas rupiah dan membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM di tingkat regional karena terbukti menghancurkan daya beli domestik masyarakat,\" imbuhnya. \n\nUltimatum 5x24 Jam Tuntutan\n\nPara mahasiswa pun memberikan ultimatum ke pemerintah untuk menindaklanjuti tuntutan selama 5x24 jam.\n\nAndi menyebut, pihaknya bakal menggelar aksi berkelanjutan jika pemerintah mengabaikan tuntutan massa.\n\n\"Kami memberikan waktu kepada pemerintah hari ini 5 x 24 jam. \"\n\n\"Apabila dalam waktu 5x24 jam, paling lambat Jumat 19 Juni 2026, pihak dua melanggar mengabaikan atau tidak menunjukkan bukti progresif atas realisasi memorandum ini, maka pihak satu berhak mengatakan bahwa pihak telah cacat legitimasi moral dan mengkhianati kesepakatan kami,\" tegasnya. \n\nKetika aspirasi yang disampaikan tidak terealisasi, lanjut Abdi, maka pihaknya akan ada pergerakan aksi jilid-jilid.\n\nSementara itu, dikatakan Abdi, Wapres merespons tuntutan mahasiswa. \n\nMenurutnya, putra dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu, akan menyampaikan tuntutan mahasiswa ke Presiden Prabowo Subianto. \n\n“Bapak Wapres mencatat apa yang kami sampaikan dan berjanji memperbaiki hal-hal yang janggal. Tentunya soal MBG salah satunya,” kata perwakilan mahasiswa itu.\n\nSebelumnya, massa mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI telah membubarkan diri secara tertib, Senin (15/6/2026) sore.\n\nAksi yang berlangsung sejak sekitar pukul 13.00 WIB tersebut, berakhir setelah perwakilan mahasiswa membacakan pernyataan sikap.\n\nSelain di Jakarta, mahasiswa di sejumlah daerah juga menggelar demo di masing-masing wilayah. Seperti demo mahasiswa tolak kenaikan harga BBM di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.\n\nMassa berkumpul di Gedung Olahraga (GOR) Sukapura menuju di titik aksi di Balai Kota Tasikmalaya.\n\nAksi bertajuk TASIKUSIK VOL.2 ini, juga berencana ingin menjemput Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Aslim.\n\nMassa berencana membawa kedua tokoh tersebut, untuk melakukan aksi bersama di Depot Pertamina.\n\n(Tribunnews.com)\n\nFoto 1: Nama Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Muhamad Abdi Maludin menjadi sorotan usai pertemuannya dengan Gibran Rakabuming Raka pada 15 Juni 2026.  (TribunNetwork)\nFoto 2: Abdi Maludin dan sejumlah perwakilan BEM UBK bertemu Gibran usai demo kenaikan BBM di Jakarta.   (TribunNetwork)\nFoto 3: Dalam pernyataannya, Abdi Maludin sempat klaim aksinya murni, kini ia disorot diduga terima suap. (TribunNetwork)\n\n#BEM #OTK #FakultasHukum #UniversitasBungKarno #UBK #MuhamadAbdiMaludin #Jakarta", "post_id": "929934583734808_1448877253944127"}}, {"key": "bemfhubk", "attributes": {"label": "bemfhubk", "x": 3.691143348136139, "y": 985.3831003423024, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4301, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "929934583734808_1448877253944127", "id": "bemfhubk", "source": "facebook-000001", "content": "Pengakuan Ketua BEM FH UBK Temui Gibran Disorot, Pernah Klaim Demo Murni Kini Diduga Terima Suap\n\n*\n\nNama Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) kembali menjadi sorotan usai pertemuannya dengan Gibran Rakabuming Raka, beberapa waktu lalu.\n\nSebelumnya, ia sempat menyatakan aksi demonstrasi terkait kenaikan BBM hingga program MBG di Jakarta pada Senin (15/6/2026) yang dilakukan murni menyuarakan kepentingan rakyat.\n\nSaat itu, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) dan sejumlah kampus yang menggelar aksi demo bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, untuk menyampaikan berbagai tuntutan.\n\nKetua Umum BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno sekaligus koordinator aksi, Muhamad Abdi Maludin, mengatakan pihaknya memberikan ultimatum selama 5x24 jam kepada pemerintah untuk merespons dan menindaklanjuti tuntutan yang telah mereka sampaikan.\n\nKini, perwakilan dari BEM UBK itu disorot setelah viral video diduga terima suap. \n\nPadahal dalam pernyataan sebelumnya, Ketua BEM FH UBK sempat menyangkal aksi demonya tidak ditunggangi unsur politik atau murni untuk kepentingan rakyat. \n\n\"Saya tekankan kepada kawan-kawan mahasiswa, seperjuangan, saya pastikan tidak ada desain politik 'settingan', itu murni dari diplomasi kami bersama pihak pihak lebih khusus kepolisian,\" ucapnya dalam Wawancara Eksklusif Tribunnews.\n\n\"Tidak ada settingan, Itu saya pastikan,\" tegas Abdi.\n\nTak hanya sekali, Abdi kembali menegaskan dirinya murni membela kepentingan rakyat saat ditanya isu ada pihak yang menunggangi aksi. \n\n\"Tidak ada settingan, aksi di tanggal 15 hari Senin, saya menjawab tudingan kepada kami, tidak ada unsur yang tunggangi kami, itu murni kepentingan rakyat, itu murni hasil keresahan kami di Universitas Bung Karno,\" ungkapnya. \n\n\"kami ingin membawa harapan besar ya tentunya harapan rakyat untuk membawa hasil kajian kami kepada pihak terkait,\" imbuh Abdi.\n\nKini Diduga Terima Suap\n\nSeminggu setelah aksi demo dan menemui Wapres, kini sejumlah perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) disorot.\n\nVideo pengakuan perwakilan BEM UBK dudga terima suap pun beredar di media sosial.\n\nDi media sosial, beredar cuplikan video dengan narasi bahwa perwakilan BEM UBK yang bertemu Gibran diduga menerima suap, satu di antaranya di Threads, akun \n\nDalam unggahan tersebut, ada salah satu mahasiswa yang diduga merupakan perwakilan BEM UBK mengakui menerima uang sebesar Rp2 juta.\n\nSelain itu, ia menyebut bahwa Wakil Ketua BEM FH UBK, Rafly Maulana Akbar, menerima uang. Namun, ia tidak mengetahui pasti nominal uang yang diterima tersebut.\n\n\"Saya menerima Rp2 juta. Wakil Ketua BEM FH (UBK) sepengetahuan saya menerima. Kalau nominalnya, saya kurang tahu,\" katanya.\n\nSementara itu, ratusan mahasiswa terus mencecar dan meneriaki terduga pelaku.\n\nDalam video lain, terdapat mahasiswa yang turut mengaku telah menerima uang sebesar Rp2,5 juta.\n\nSelain itu, ada video yang memperlihatkan Ketua BEM FH UBK, Muhamad Abdi Maludin mengaku salah atas dugaan suap berupa uang yang diterima olehnya dan perwakilan mahasiswa lainnya.\n\n\"Saya ngaku salah dan mohon maaf pada kalian semua,\" ucapnya.\n\nMeski demikian, belum diketahui siapa pihak yang diduga memberikan suap kepada perwakilan BEM UBK itu\n\nTerkait hal tersebut, pihak BEM FH UBK merilis tuntutan mahasiswa buntut kabar udgaan suap pada perwakilan yang bertemu Gibran.\n\nBEM FH UBK mengunggah rilis di akun Instagram resmi, , pada Selasa (23/6/2026).\n\nDalam unggahan, ada 10 tuntutan yang diinginkan oleh mahasiswa agar dikabulkan, seperti dilihat Tribunnews pada Selasa (23/6/2026).\n\n1. Membuat pernyataan sikap dalam bentuk video bahwa pihak yang bersangkutan siap mempertanggungjawabkan konsekuensi akademik dan konsekuensi sosial yang ditetapkan oleh pihak UBK maupun mahasiswa UBK.\n\n2. Mencantumkan nama-nama pihak yang diduga terlibat dalam tindak suap agar dapat ditindak secara tegas oleh pihak universitas dan yayasan melalui mekanisme petisi yaitu:\n\n- Muhamad Abdi Maludin (Ketua BEM FH)\n- Rafly Maulana Akbar (Wakil Ketua BEM FH)\n- Mubarak Tuasamu (Pengurus BEM FH)\n- Pujiono (Ketua BEM FEB)\n- Muhammad Rafi Bastian (Wakil Ketua BEM FEB)\n\n3. Bersedia mengundurkan diri dari seluruh jabatan internal kampus, termasuk kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).\n\n4. Membuat video pernyataan yang mengakui telah menerima suap.\n\n5. Menganulir nilai Ajaran Bung Karno (ABK) 1-4 dan menetapkan nilai E.\n\n6. Membuat pernyataan tertulis yang mengakui kesalahan serta menandatanganinya di atas meterai.\n\n7. Bagi mahasiswa penerima KIP-K (Kartu Indonesia Pintar Kuliah) yang terlibat, diwajibkan mengembalikan dana negara yang telah diterima.\n\n8. Membentuk badan investigasi independen yang melibatkan unsur mahasiswa.\n\n9. Memberikan tenggat waktu selama 10 hari kerja, terhitung sejak Senin, 22 Juni 2026 hingga 6 Juli 2026, kepada seluruh pihak terkait untuk memenuhi tuntutan.\n\n10. Tuntutan ini bersifat mengikat bagi seluruh pihak terkait dan disaksikan oleh:\n\n- Wakil Rektor III UBK\n- Dekan FH\n- Kaprodi FH\n- Faisyal (Dosen FISIP)\n- Salomon (Staf Kemahasiswaan)\n- Perwakilan mahasiswa UBK yang hadir dalam forum.\n\nIsi Tuntutan Mahasiswa UBK ketika Bertemu Gibran setelah Demo 15 Juni \nPerwakilan mahasiswa yang menggelar aksi demo bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, untuk menyampaikan berbagai tuntutan, Senin (15/6/2026). \n\nMahasiswa yang berorasi di depan Patung Kuda ini, memberikan ultimatum selama 5x24 jam kepada pemerintah untuk merespons dan menindaklanjuti tuntutan yang telah mereka sampaikan.\n\nAdapun tuntutan yang disampaikan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax. \n\nPara mahasiswa sebelumnya menggelar aksi demo di sejumlah titik di Jakarta, yakni depan gerbang DPR RI, Senayan, dan Patung Kuda.\n\nTak hanya di ibu kota, gelombang demonstrasi juga dilakukan mahasiswa di beberapa daerah, yakni Tasikmalaya, Jawa Barat dan Lampung. Tuntutan serupa disampaikan kepada pemerintah. \n\nSetelah itu, sejumlah mahasiswa yang berdemo di Jakarta menyampaikan tuntutannya kepada Gibran pada Senin malam.\n\nKetua Umum BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno sekaligus koordinator aksi, Muhammad Abdi, menegaskan bahwa pertemuan itu, menghasilkan sejumlah poin penting yang disampaikan ke Wapres. \n\n\"Kawan-kawan mahasiswa pun menyampaikan aspirasi baik keluh kesah mereka dari daerah baik dari keluh kesah skala nasional, mereka menyampaikan secara konstitusional ke depan langsung Bapak Wapres,\" ucapnya, Senin malam.\n\nSampaikan soal MBG hingga BBM \n\nSejumlah hal turut disampaikan mahasiswa dalam pertemuan tersebut. Mulai dari program MBG, subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT), hingga soal harga BBM.\n\n\"Memorandum yang kami kajian ini poin-poin yang kesepakatan yang kami di BEM Universitas Bung Karno, tentu poin pertama kluster fiskal dan pendidikan.\"\n\n\"Subpoinnya itu yaitu membekukan sementara pelaksanaan program makan bergizi gratis dan kebijakan deputi kedaulatan pangan di wilayah terkait untuk audit audit transparans,\" ungkap Abdi.\n\nSelanjutnya, sub yang kedua adalah mengalihkan efisiensi anggaran tersebut guna mensubsidi UKT ataupun biaya operasional pendidikan tinggi demi mewujudkan pendidikan terjangkau. \n\nNah, itu ada poin ketiga, klaster hukum dan supremasi sipil.\n\n\"Mengirimkan rekomendasi resmi atas nama pemerintah ke DPR RI untuk melakukan legislatif review terhadap undang-undang POLRI yang baru disahkan, beberapa waktu yang lalu,\" jelas Abdi.\n\nLalu, terkait klaster krisis moneter dan energi. \n\n\"Dan di sini ada poin mendesak otoritas moneter pusat untuk melakukan intervensi stabilitas rupiah dan membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM di tingkat regional karena terbukti menghancurkan daya beli domestik masyarakat,\" imbuhnya. \n\nUltimatum 5x24 Jam Tuntutan\n\nPara mahasiswa pun memberikan ultimatum ke pemerintah untuk menindaklanjuti tuntutan selama 5x24 jam.\n\nAndi menyebut, pihaknya bakal menggelar aksi berkelanjutan jika pemerintah mengabaikan tuntutan massa.\n\n\"Kami memberikan waktu kepada pemerintah hari ini 5 x 24 jam. \"\n\n\"Apabila dalam waktu 5x24 jam, paling lambat Jumat 19 Juni 2026, pihak dua melanggar mengabaikan atau tidak menunjukkan bukti progresif atas realisasi memorandum ini, maka pihak satu berhak mengatakan bahwa pihak telah cacat legitimasi moral dan mengkhianati kesepakatan kami,\" tegasnya. \n\nKetika aspirasi yang disampaikan tidak terealisasi, lanjut Abdi, maka pihaknya akan ada pergerakan aksi jilid-jilid.\n\nSementara itu, dikatakan Abdi, Wapres merespons tuntutan mahasiswa. \n\nMenurutnya, putra dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu, akan menyampaikan tuntutan mahasiswa ke Presiden Prabowo Subianto. \n\n“Bapak Wapres mencatat apa yang kami sampaikan dan berjanji memperbaiki hal-hal yang janggal. Tentunya soal MBG salah satunya,” kata perwakilan mahasiswa itu.\n\nSebelumnya, massa mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI telah membubarkan diri secara tertib, Senin (15/6/2026) sore.\n\nAksi yang berlangsung sejak sekitar pukul 13.00 WIB tersebut, berakhir setelah perwakilan mahasiswa membacakan pernyataan sikap.\n\nSelain di Jakarta, mahasiswa di sejumlah daerah juga menggelar demo di masing-masing wilayah. Seperti demo mahasiswa tolak kenaikan harga BBM di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.\n\nMassa berkumpul di Gedung Olahraga (GOR) Sukapura menuju di titik aksi di Balai Kota Tasikmalaya.\n\nAksi bertajuk TASIKUSIK VOL.2 ini, juga berencana ingin menjemput Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Aslim.\n\nMassa berencana membawa kedua tokoh tersebut, untuk melakukan aksi bersama di Depot Pertamina.\n\n(Tribunnews.com)\n\nFoto 1: Nama Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Muhamad Abdi Maludin menjadi sorotan usai pertemuannya dengan Gibran Rakabuming Raka pada 15 Juni 2026.  (TribunNetwork)\nFoto 2: Abdi Maludin dan sejumlah perwakilan BEM UBK bertemu Gibran usai demo kenaikan BBM di Jakarta.   (TribunNetwork)\nFoto 3: Dalam pernyataannya, Abdi Maludin sempat klaim aksinya murni, kini ia disorot diduga terima suap. (TribunNetwork)\n\n#BEM #OTK #FakultasHukum #UniversitasBungKarno #UBK #MuhamadAbdiMaludin #Jakarta", "post_id": "929934583734808_1448877253944127"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 421.895815417011, "y": 550.0165591181202, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "om3h7hWu_og", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Yakin Harga Pertamax Segera Turun! Rupiah Menguat, Minyak Dunia Jadi Kunci Penurunan BBM\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa harga Pertamax berpotensi segera turun seiring membaiknya kondisi ekonomi global.\n\nPenguatan nilai tukar rupiah, rebound pasar saham, penurunan yield, serta masuknya arus modal dinilai menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar.\n\nKondisi ini diperkuat oleh peluang stabilisasi geopolitik yang dapat menurunkan harga minyak dunia.\n\nPurbaya menjelaskan bahwa sebelumnya kenaikan harga minyak sempat menekan harga BBM non-subsidi dan menimbulkan dinamika di masyarakat.\n\nNamun dengan tren penurunan tekanan global, termasuk harga minyak yang mulai terkendali, pemerintah optimistis biaya energi akan ikut turun.\n\nHal ini diharapkan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas daya beli masyarakat ke depan.\n\nProduser: Prayogi Haro\nEditor: Joshua\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "om3h7hWu_og"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 41.58291301102823, "y": 530.2599943532779, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7339, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "om3h7hWu_og", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Yakin Harga Pertamax Segera Turun! Rupiah Menguat, Minyak Dunia Jadi Kunci Penurunan BBM\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa harga Pertamax berpotensi segera turun seiring membaiknya kondisi ekonomi global.\n\nPenguatan nilai tukar rupiah, rebound pasar saham, penurunan yield, serta masuknya arus modal dinilai menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar.\n\nKondisi ini diperkuat oleh peluang stabilisasi geopolitik yang dapat menurunkan harga minyak dunia.\n\nPurbaya menjelaskan bahwa sebelumnya kenaikan harga minyak sempat menekan harga BBM non-subsidi dan menimbulkan dinamika di masyarakat.\n\nNamun dengan tren penurunan tekanan global, termasuk harga minyak yang mulai terkendali, pemerintah optimistis biaya energi akan ikut turun.\n\nHal ini diharapkan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas daya beli masyarakat ke depan.\n\nProduser: Prayogi Haro\nEditor: Joshua\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "om3h7hWu_og"}}, {"key": "@trijayafm", "attributes": {"label": "@trijayafm", "x": 763.7976946322725, "y": 827.8746358145391, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Dh9dxRyLwSo", "id": "@trijayafm", "source": "youtube-000001", "content": "🔴LIVE  Trijaya BI RATE NAIK, DEBITUR MENANGIS, PROPERTI MENJERIT? | Hot Topic Pagi\n\nBank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 17-18 Juni 2026. Begitu juga dengan suku bunga deposit facility dinaikkan sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen dan suku bunga lending facility naik sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.\n\"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17 dan 18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen,\" ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo\nMenurut Perry, kenaikan ini sebagai langkah stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global, serta sebagai langkah preemptive untuk menjaga inflasi 2026-2027 tetap berada di kisaran 2,5 plus minus 1 persen yang ditetapkan pemerintah.\n\n\nBagaimana menurut Anda? \nYuk komen / live chat ya \n\nCek juga\nInstagram   / mnctrijayafm  \nFollow us Tiktok   / mnctrijaya  \nAudio streaming https://www.mnctrijaya.com/ \nBerita selengkapnya https://www.inews.id/\n\nBoleh bantu subscribe ya  ⁨⁩\n\n#bankindonesia #rate #naik #rupiah  #sukubunga #pemerintah  #prabowo  #news #trijayafm", "post_id": "Dh9dxRyLwSo"}}, {"key": "trijayafm", "attributes": {"label": "trijayafm", "x": 8.30975415201718, "y": 94.55242799667884, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7339, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Dh9dxRyLwSo", "id": "trijayafm", "source": "youtube-000001", "content": "🔴LIVE  Trijaya BI RATE NAIK, DEBITUR MENANGIS, PROPERTI MENJERIT? | Hot Topic Pagi\n\nBank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 17-18 Juni 2026. Begitu juga dengan suku bunga deposit facility dinaikkan sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen dan suku bunga lending facility naik sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.\n\"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17 dan 18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen,\" ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo\nMenurut Perry, kenaikan ini sebagai langkah stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global, serta sebagai langkah preemptive untuk menjaga inflasi 2026-2027 tetap berada di kisaran 2,5 plus minus 1 persen yang ditetapkan pemerintah.\n\n\nBagaimana menurut Anda? \nYuk komen / live chat ya \n\nCek juga\nInstagram   / mnctrijayafm  \nFollow us Tiktok   / mnctrijaya  \nAudio streaming https://www.mnctrijaya.com/ \nBerita selengkapnya https://www.inews.id/\n\nBoleh bantu subscribe ya  ⁨⁩\n\n#bankindonesia #rate #naik #rupiah  #sukubunga #pemerintah  #prabowo  #news #trijayafm", "post_id": "Dh9dxRyLwSo"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 681.7899975925683, "y": 145.5920158560847, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Ey4G6EyK7kI", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "BEBAN UTANG?! Alasan BI Naikkan Suku Bunga Tembus 5,75% Saat Inflasi Rendah\n\nEkonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) hingga tembus ke level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan terbaru Juni 2026. Keputusan menaikkan suku bunga BI Rate ini terbilang agresif karena dalam kurun waktu sebulan terakhir, Bank Indonesia sudah mengerek suku bunga total 100 bps atau 1 persen dari level 4,75 persen.\n\nPadahal, inflasi Indonesia saat ini relatif rendah dan terkendali pada kisaran sasaran 2,5±1%. Mengapa terjadi paradoks di mana BI justru mengetatkan kebijakan moneter secara gila-gilaan saat inflasi aman? Apakah stabilitas moneter dan nilai tukar Rupiah kita sudah sangat rapuh terhadap gejolak ekonomi global?\n\nVideo ini mengupas tuntas analisis kritis dari pengamat kebijakan publik Fitra dan ekonom STIE YKPN terkait dampak ngeri kenaikan suku bunga bagi masyarakat dan negara. Mulai dari ancaman membengkaknya biaya pengelolaan utang pemerintah yang kini menembus stok Rp 9.658,1 triliun, potensi tersanderanya anggaran APBN, hingga dampak langsung ke dompet masyarakat berupa lonjakan biaya investasi, kredit macet, dan melambatnya ekspansi usaha yang menghambat penciptaan lapangan kerja.\n\nMengapa kebijakan pre-emptive Bank Indonesia dinilai terlambat merespons tekanan global? Bagaimana pula dampak anggaran besar proyek strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan PSN terhadap sentimen pasar modal dan pelemahan Rupiah terhadap Dolar? Tonton sampai habis untuk memahami arah bauran kebijakan fiskal dan moneter Indonesia ke depan!\nTulis pendapat Anda di kolom komentar: Apakah kenaikan BI Rate ini solusi tepat atau justru mencekik ekonomi rakyat?\n\nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n\n#koranjakarta #news #SIRate #BankIndonesia #SukuBungaNaik #EkonomiIndonesia #UtangNegara #RupiahAnjlok #Inflasi #KebijakanMoneter #BeritaEkonomi #APBN #PerryWarjiyo #GejolakGlobal #HardNews #YouTubeSEO\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "Ey4G6EyK7kI"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 527.2548405424672, "y": 764.1380071784223, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4301, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Ey4G6EyK7kI", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "BEBAN UTANG?! Alasan BI Naikkan Suku Bunga Tembus 5,75% Saat Inflasi Rendah\n\nEkonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) hingga tembus ke level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan terbaru Juni 2026. Keputusan menaikkan suku bunga BI Rate ini terbilang agresif karena dalam kurun waktu sebulan terakhir, Bank Indonesia sudah mengerek suku bunga total 100 bps atau 1 persen dari level 4,75 persen.\n\nPadahal, inflasi Indonesia saat ini relatif rendah dan terkendali pada kisaran sasaran 2,5±1%. Mengapa terjadi paradoks di mana BI justru mengetatkan kebijakan moneter secara gila-gilaan saat inflasi aman? Apakah stabilitas moneter dan nilai tukar Rupiah kita sudah sangat rapuh terhadap gejolak ekonomi global?\n\nVideo ini mengupas tuntas analisis kritis dari pengamat kebijakan publik Fitra dan ekonom STIE YKPN terkait dampak ngeri kenaikan suku bunga bagi masyarakat dan negara. Mulai dari ancaman membengkaknya biaya pengelolaan utang pemerintah yang kini menembus stok Rp 9.658,1 triliun, potensi tersanderanya anggaran APBN, hingga dampak langsung ke dompet masyarakat berupa lonjakan biaya investasi, kredit macet, dan melambatnya ekspansi usaha yang menghambat penciptaan lapangan kerja.\n\nMengapa kebijakan pre-emptive Bank Indonesia dinilai terlambat merespons tekanan global? Bagaimana pula dampak anggaran besar proyek strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan PSN terhadap sentimen pasar modal dan pelemahan Rupiah terhadap Dolar? Tonton sampai habis untuk memahami arah bauran kebijakan fiskal dan moneter Indonesia ke depan!\nTulis pendapat Anda di kolom komentar: Apakah kenaikan BI Rate ini solusi tepat atau justru mencekik ekonomi rakyat?\n\nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n\n#koranjakarta #news #SIRate #BankIndonesia #SukuBungaNaik #EkonomiIndonesia #UtangNegara #RupiahAnjlok #Inflasi #KebijakanMoneter #BeritaEkonomi #APBN #PerryWarjiyo #GejolakGlobal #HardNews #YouTubeSEO\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "Ey4G6EyK7kI"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 755.0555496294584, "y": 550.6710886285397, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "fCnmhnkeR9E", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Perry Warjiyo dan Purbaya Sepakat Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter Hadapi Ketidakpastian Global\n\nGaruda Tv - Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.\n\nPenguatan koordinasi tersebut dibahas dalam rapat bersama yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas makroekonomi serta meningkatkan kepercayaan pasar.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah langkah strategis yang telah disepakati bersama untuk memperkuat sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal. Koordinasi yang erat dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.\n\nMenurut Perry, kerja sama yang solid antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan perekonomian nasional tetap tumbuh secara berkelanjutan.\n\nSementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter. Ia menilai sinergi antarlembaga akan membuat berbagai kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah menjadi lebih efektif dan memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat.\n\nPurbaya juga menekankan bahwa koordinasi yang kuat diperlukan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, memperkuat daya tahan ekonomi nasional, dan merespons dinamika pasar global secara cepat dan terukur.\n\nPemerintah dan Bank Indonesia berharap penguatan koordinasi ini dapat meningkatkan kepercayaan publik maupun pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, sinergi yang semakin erat diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.\n\nLangkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dan Bank Indonesia untuk terus menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan yang terkoordinasi, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#bankindonesia  #BI #kementeriankeuangan  #kemenkeu  #PerryWarjiyo #purbayayudhisadewa  #rupiah  #StabilitasRupiah #kebijakanmoneter  #kebijakanfiskal  #ekonomi  #stabilitasekonomi #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "fCnmhnkeR9E"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 976.7384835615128, "y": 820.0545224334352, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7339, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fCnmhnkeR9E", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Perry Warjiyo dan Purbaya Sepakat Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter Hadapi Ketidakpastian Global\n\nGaruda Tv - Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.\n\nPenguatan koordinasi tersebut dibahas dalam rapat bersama yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas makroekonomi serta meningkatkan kepercayaan pasar.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah langkah strategis yang telah disepakati bersama untuk memperkuat sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal. Koordinasi yang erat dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.\n\nMenurut Perry, kerja sama yang solid antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan perekonomian nasional tetap tumbuh secara berkelanjutan.\n\nSementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter. Ia menilai sinergi antarlembaga akan membuat berbagai kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah menjadi lebih efektif dan memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat.\n\nPurbaya juga menekankan bahwa koordinasi yang kuat diperlukan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, memperkuat daya tahan ekonomi nasional, dan merespons dinamika pasar global secara cepat dan terukur.\n\nPemerintah dan Bank Indonesia berharap penguatan koordinasi ini dapat meningkatkan kepercayaan publik maupun pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, sinergi yang semakin erat diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.\n\nLangkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dan Bank Indonesia untuk terus menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan yang terkoordinasi, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#bankindonesia  #BI #kementeriankeuangan  #kemenkeu  #PerryWarjiyo #purbayayudhisadewa  #rupiah  #StabilitasRupiah #kebijakanmoneter  #kebijakanfiskal  #ekonomi  #stabilitasekonomi #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "fCnmhnkeR9E"}}, {"key": "@tribunjakarta", "attributes": {"label": "@tribunjakarta", "x": 308.05014031876743, "y": 691.273544023968, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "o0_YXoDakxU", "id": "@tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "BEM SI Ancam Gelar Demo Reformasi Jilid II, BIN Buka Suara Ingatkan Stabilitas Keamanan Negara\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - epala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra merespons ultimatum mahasiswa terkait akan digelarnya aksi demo reformasi jilid II.\n\nHerindra menyerukan pentingnya menjaga stabilitas sosial dan persatuan bangsa, terkait aksi tersebut.\n\nSebelumya, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Tengah memberikan ultimatum kepada pemerintah.\n\nMahasiswa mendesak pemerintah untuk memperbaiki nilai tukar rupiah dan kondisi ekonomi nasional dalam waktu 18 hari.\n\nJika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, maka mahasiswa akan melakukan aksi demo besar-besaran yang diberi nama Reformasi Jilid II.\n\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/nasional/7...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader : Wening Cahya Mahardika\n\n#ReaksiBIN, #BEMSI, #ReformasiJilidII, #DemoMahasiswa, #JagaPersatuan, #BadanIntelijenNegara, #AksiMahasiswa, #UltimatumBEMSI, #StabilitasNasional, #BreakingNews, #InfoNasional, #PolitikIndonesia, #BeritaViral, #Kamtibmas, #TrendingTopic, #KabarViral, #HotNews, #BeritaTerbaru\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "o0_YXoDakxU"}}, {"key": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "tribunjakarta", "x": 289.09025693368295, "y": 432.13314065297345, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4301, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "o0_YXoDakxU", "id": "tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "BEM SI Ancam Gelar Demo Reformasi Jilid II, BIN Buka Suara Ingatkan Stabilitas Keamanan Negara\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - epala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra merespons ultimatum mahasiswa terkait akan digelarnya aksi demo reformasi jilid II.\n\nHerindra menyerukan pentingnya menjaga stabilitas sosial dan persatuan bangsa, terkait aksi tersebut.\n\nSebelumya, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Tengah memberikan ultimatum kepada pemerintah.\n\nMahasiswa mendesak pemerintah untuk memperbaiki nilai tukar rupiah dan kondisi ekonomi nasional dalam waktu 18 hari.\n\nJika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, maka mahasiswa akan melakukan aksi demo besar-besaran yang diberi nama Reformasi Jilid II.\n\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/nasional/7...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader : Wening Cahya Mahardika\n\n#ReaksiBIN, #BEMSI, #ReformasiJilidII, #DemoMahasiswa, #JagaPersatuan, #BadanIntelijenNegara, #AksiMahasiswa, #UltimatumBEMSI, #StabilitasNasional, #BreakingNews, #InfoNasional, #PolitikIndonesia, #BeritaViral, #Kamtibmas, #TrendingTopic, #KabarViral, #HotNews, #BeritaTerbaru\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "o0_YXoDakxU"}}, {"key": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "tribun.jakart...", "x": 267.2275475748068, "y": 345.20698800175273, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4301, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "o0_YXoDakxU", "id": "tribun.jakart...", "source": "youtube-000001", "content": "BEM SI Ancam Gelar Demo Reformasi Jilid II, BIN Buka Suara Ingatkan Stabilitas Keamanan Negara\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - epala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra merespons ultimatum mahasiswa terkait akan digelarnya aksi demo reformasi jilid II.\n\nHerindra menyerukan pentingnya menjaga stabilitas sosial dan persatuan bangsa, terkait aksi tersebut.\n\nSebelumya, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Tengah memberikan ultimatum kepada pemerintah.\n\nMahasiswa mendesak pemerintah untuk memperbaiki nilai tukar rupiah dan kondisi ekonomi nasional dalam waktu 18 hari.\n\nJika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, maka mahasiswa akan melakukan aksi demo besar-besaran yang diberi nama Reformasi Jilid II.\n\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/nasional/7...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader : Wening Cahya Mahardika\n\n#ReaksiBIN, #BEMSI, #ReformasiJilidII, #DemoMahasiswa, #JagaPersatuan, #BadanIntelijenNegara, #AksiMahasiswa, #UltimatumBEMSI, #StabilitasNasional, #BreakingNews, #InfoNasional, #PolitikIndonesia, #BeritaViral, #Kamtibmas, #TrendingTopic, #KabarViral, #HotNews, #BeritaTerbaru\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "o0_YXoDakxU"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 848.8357423687172, "y": 530.3570036749518, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "zJ4y07unrfY", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "[BREAKING NEWS] Jaga Stabilitas Rupia, Bank Indonesia Kembali Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75%\n\nTUTUR.co.id -  Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 17-18 Juni 2026. Keputusan ini melanjutkan langkah pengetatan moneter yang sebelumnya dilakukan BI, sekaligus sejalan dengan ekspektasi mayoritas analis yang memperkirakan kenaikan suku bunga di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kenaikan BI Rate dilakukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak global yang masih tinggi. Selain itu, BI juga menaikkan suku bunga deposit facility menjadi 4,75 persen dan lending facility menjadi 6,50 persen sebagai bagian dari upaya menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen.\n\n#BankIndonesia #BI #RDGBI #PerryWarjiyo #SukuBungaBI #Rupiah #Inflasi #EkonomiIndonesia #KebijakanMoneter #BeritaEkonomi #breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "zJ4y07unrfY"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 315.43353203051663, "y": 59.36002254554429, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7339, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zJ4y07unrfY", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "[BREAKING NEWS] Jaga Stabilitas Rupia, Bank Indonesia Kembali Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75%\n\nTUTUR.co.id -  Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 17-18 Juni 2026. Keputusan ini melanjutkan langkah pengetatan moneter yang sebelumnya dilakukan BI, sekaligus sejalan dengan ekspektasi mayoritas analis yang memperkirakan kenaikan suku bunga di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kenaikan BI Rate dilakukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak global yang masih tinggi. Selain itu, BI juga menaikkan suku bunga deposit facility menjadi 4,75 persen dan lending facility menjadi 6,50 persen sebagai bagian dari upaya menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen.\n\n#BankIndonesia #BI #RDGBI #PerryWarjiyo #SukuBungaBI #Rupiah #Inflasi #EkonomiIndonesia #KebijakanMoneter #BeritaEkonomi #breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "zJ4y07unrfY"}}, {"key": "@sinpotv", "attributes": {"label": "@sinpotv", "x": 238.89992514071756, "y": 453.6425056419768, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "aa2sfu9V-dw", "id": "@sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Pemerintah Siapkan Strategi Khusus Soal Rupiah, Pelajar Dibacok | Menyapa Indonesia Malam\n\nMenyapa Indonesia Malam 11 Juni 2026\n1. Viral! pocong keliling tengah malam, tiga pemuda diamankan\n2. Pelajar dibacok gerombolan pelajar lain\n3. Evakuasi lansia tercebur sumur di Tanggamus\n4. Korban pencabulan bertambah, guru pramuka jadi tersangka\n5. Razia pak ogah diwarnai kepanikan\n6. Kecelakaan! pedagang warung kelontong tewas ditabrak mobil bak\n7. Tiga dari delapan begal sadis ditembak saat dibekuk\n8. Lansia tercebur sumur sedalam 16 meter\n9. Trump ancam Iran dengan serangan baru\n10. AS lancarkan serangan baru ke Iran\n11. AS klaim kendalikan Selat Hormuz\n12. Iran desak akar konflik Timur Tengah diatasi\n13. Ketegangan memanas di perbatasan Afghanistan\n14. Museum Sevastopol rusak akibat serangan drone\n15. Penembakan massal tewaskan 12 orang di Johannesburg\n16. Kuil gantung China bersinar di malam hari\n17. Wisata alam Thaif, rekam jejak dakwah Rasulullah\n18. Komitmen dan konsistensi layanan haji ramah lansia & disabilitas\n19. Prabowo ajak anak bangsa bangun kemandirian industri nasional\n20. DPR: pemerintah siapkan strategi khusus soal rupiah\n21. Pimpinan DPR respon harga saham BCA ‘lagi’ murah\n22. Komisi VI DPR menanggapi kenaikan BBM nonsubsidi\n23. Wamenlu buka suara soal kapal RI tertahan di Selat Hormuz\n24. Kemenhut fokus konservasi hutan Sumatra\n25. Budidaya rumput laut topang ekonomi warga\n26. KSP pastikan stok beras nasional melimpah\n27. Indonesia-Rumania jajaki penguatan kerja sama pendidikan tinggi\n28. HUT ke-499 transportasi umum DKI Jakarta gratis\n29. Kemenag gelar Peaceful Muharram 1448 H\n30. Lampung menuju pusat bioetanol Indonesia\n31. Komitmen pemerintah dalam pemberdayaan wirausaha muda\n32. Transformasi kerja ASN hemat triliunan rupiah\n33. Jembatan Perintis Garuda rampung di Lampung Barat\n34. 8 anggota OPM Kodap XV kembali ke pangkuan NKRI\n35. TNI AD tertibkan rumah dinas di atas aset negara\n36. KRI Selar dikerahkan bantu korban gempa di Sulut\n\n#sinpotv #sinpotvnews #MenyapaIndonesiaMalam #BeritaTerkini #Nasional #Internasional #Kriminal\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "aa2sfu9V-dw"}}, {"key": "sinpotv", "attributes": {"label": "sinpotv", "x": 495.3567398670237, "y": 230.95897068302017, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.2783, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "aa2sfu9V-dw", "id": "sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Pemerintah Siapkan Strategi Khusus Soal Rupiah, Pelajar Dibacok | Menyapa Indonesia Malam\n\nMenyapa Indonesia Malam 11 Juni 2026\n1. Viral! pocong keliling tengah malam, tiga pemuda diamankan\n2. Pelajar dibacok gerombolan pelajar lain\n3. Evakuasi lansia tercebur sumur di Tanggamus\n4. Korban pencabulan bertambah, guru pramuka jadi tersangka\n5. Razia pak ogah diwarnai kepanikan\n6. Kecelakaan! pedagang warung kelontong tewas ditabrak mobil bak\n7. Tiga dari delapan begal sadis ditembak saat dibekuk\n8. Lansia tercebur sumur sedalam 16 meter\n9. Trump ancam Iran dengan serangan baru\n10. AS lancarkan serangan baru ke Iran\n11. AS klaim kendalikan Selat Hormuz\n12. Iran desak akar konflik Timur Tengah diatasi\n13. Ketegangan memanas di perbatasan Afghanistan\n14. Museum Sevastopol rusak akibat serangan drone\n15. Penembakan massal tewaskan 12 orang di Johannesburg\n16. Kuil gantung China bersinar di malam hari\n17. Wisata alam Thaif, rekam jejak dakwah Rasulullah\n18. Komitmen dan konsistensi layanan haji ramah lansia & disabilitas\n19. Prabowo ajak anak bangsa bangun kemandirian industri nasional\n20. DPR: pemerintah siapkan strategi khusus soal rupiah\n21. Pimpinan DPR respon harga saham BCA ‘lagi’ murah\n22. Komisi VI DPR menanggapi kenaikan BBM nonsubsidi\n23. Wamenlu buka suara soal kapal RI tertahan di Selat Hormuz\n24. Kemenhut fokus konservasi hutan Sumatra\n25. Budidaya rumput laut topang ekonomi warga\n26. KSP pastikan stok beras nasional melimpah\n27. Indonesia-Rumania jajaki penguatan kerja sama pendidikan tinggi\n28. HUT ke-499 transportasi umum DKI Jakarta gratis\n29. Kemenag gelar Peaceful Muharram 1448 H\n30. Lampung menuju pusat bioetanol Indonesia\n31. Komitmen pemerintah dalam pemberdayaan wirausaha muda\n32. Transformasi kerja ASN hemat triliunan rupiah\n33. Jembatan Perintis Garuda rampung di Lampung Barat\n34. 8 anggota OPM Kodap XV kembali ke pangkuan NKRI\n35. TNI AD tertibkan rumah dinas di atas aset negara\n36. KRI Selar dikerahkan bantu korban gempa di Sulut\n\n#sinpotv #sinpotvnews #MenyapaIndonesiaMalam #BeritaTerkini #Nasional #Internasional #Kriminal\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "aa2sfu9V-dw"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 17.870025926961965, "y": 754.4618796823698, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "piDomlQw3oc", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "MBG Tetap Lanjut Meski Didemo Mahasiswa: Bivitri Sebut Pemerintah Tak Responsif, DPR Respons Begini\n\nKOMPAS.TV - Mahasiswa dari BEM SI Jawa Barat tiba di Gedung DPRD Jawa Barat pukul 15.30 WIB. \n\nMereka melakukan long march dari Monumen Perjuangan sejauh satu kilometer.\n\nAda 7 tuntutan di antaranya, turunkan harga BBM non subsidi, hingga selamatkan APBN dari pemborosan anggaran.\n\nUnjuk rasa kembali digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Makassar atau BEM UNM, menuntutan kebijakan pemerintah dan kondisi sosial ekonomi.\n\nDemo digelar di depan Kampus UNM Gunung Sari, Makassar. Terdapat tujuh poin tuntutan. \n\nDi antaranya pendidikan gratis dan peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, stabilitas nilai tukar rupiah serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak.\n\nMahasiswa juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan negara dan penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.\n\nPengguna jalan yang melintasi kawasan Jalan AP Pettarani diimbau untuk berhati-hati dan menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas.\n\nTuntutan demo mahasiswa yang sudah berlangsung berhari-hari, salah satunya mendesak pemerintah menghentikan program MBG. \n\nNamun hari ini, Kepala Bakom M. Qodari kembali tegaskan, program MBG tetap dilanjutkan. \n\nLantas apa yang bisa menjadi titik temu, antara aspirasi mahasiswa dengan keputusan pemerintah? \n\nKita bahas bersama Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti. Dan juga ada Politisi Gerindra, Kamrussamad.\n\n#mbg #demo #demomahasiswa #makanbergizigratis #bivitrisusanti\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "piDomlQw3oc"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 362.2438468719803, "y": 634.3399400798675, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7339, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "piDomlQw3oc", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "MBG Tetap Lanjut Meski Didemo Mahasiswa: Bivitri Sebut Pemerintah Tak Responsif, DPR Respons Begini\n\nKOMPAS.TV - Mahasiswa dari BEM SI Jawa Barat tiba di Gedung DPRD Jawa Barat pukul 15.30 WIB. \n\nMereka melakukan long march dari Monumen Perjuangan sejauh satu kilometer.\n\nAda 7 tuntutan di antaranya, turunkan harga BBM non subsidi, hingga selamatkan APBN dari pemborosan anggaran.\n\nUnjuk rasa kembali digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Makassar atau BEM UNM, menuntutan kebijakan pemerintah dan kondisi sosial ekonomi.\n\nDemo digelar di depan Kampus UNM Gunung Sari, Makassar. Terdapat tujuh poin tuntutan. \n\nDi antaranya pendidikan gratis dan peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, stabilitas nilai tukar rupiah serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak.\n\nMahasiswa juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan negara dan penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.\n\nPengguna jalan yang melintasi kawasan Jalan AP Pettarani diimbau untuk berhati-hati dan menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas.\n\nTuntutan demo mahasiswa yang sudah berlangsung berhari-hari, salah satunya mendesak pemerintah menghentikan program MBG. \n\nNamun hari ini, Kepala Bakom M. Qodari kembali tegaskan, program MBG tetap dilanjutkan. \n\nLantas apa yang bisa menjadi titik temu, antara aspirasi mahasiswa dengan keputusan pemerintah? \n\nKita bahas bersama Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti. Dan juga ada Politisi Gerindra, Kamrussamad.\n\n#mbg #demo #demomahasiswa #makanbergizigratis #bivitrisusanti\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "piDomlQw3oc"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "attributes": {"label": "@KompasTVDewata", "x": 454.5364557649699, "y": 365.0059879199179, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "xwkBKge8OyI", "id": "@KompasTVDewata", "source": "youtube-000001", "content": "Pakar Bivitri Susanti Kritisi Program MBG Tetap Lanjut Meski Didemo Mahasiswa, Ini Respons DPR\n\nKOMPAS.TV - Mahasiswa dari BEM SI Jawa Barat tiba di Gedung DPRD Jawa Barat pukul 15.30 WIB. \n\nMereka melakukan long march dari Monumen Perjuangan sejauh satu kilometer.\n\nAda 7 tuntutan di antaranya, turunkan harga BBM non subsidi, hingga selamatkan APBN dari pemborosan anggaran.\n\nUnjuk rasa kembali digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Makassar atau BEM UNM, menuntutan kebijakan pemerintah dan kondisi sosial ekonomi.\n\nDemo digelar di depan Kampus UNM Gunung Sari, Makassar. Terdapat tujuh poin tuntutan. \n\nDi antaranya pendidikan gratis dan peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, stabilitas nilai tukar rupiah serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak.\n\nMahasiswa juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan negara dan penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.\n\nPengguna jalan yang melintasi kawasan Jalan AP Pettarani diimbau untuk berhati-hati dan menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas.\n\nTuntutan demo mahasiswa yang sudah berlangsung berhari-hari, salah satunya mendesak pemerintah menghentikan program MBG. \n\nNamun hari ini, Kepala Bakom M. Qodari kembali tegaskan, program MBG tetap dilanjutkan. \n\nLantas apa yang bisa menjadi titik temu, antara aspirasi mahasiswa dengan keputusan pemerintah? \n\nKita bahas bersama Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti. Dan juga ada Politisi Gerindra, Kamrussamad.\n\n#mbg #demo #demomahasiswa \n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "xwkBKge8OyI"}}, {"key": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "kompastvdewata", "x": 195.7084171397202, "y": 508.16440740206616, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4301, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "xwkBKge8OyI", "id": "kompastvdewata", "source": "youtube-000001", "content": "Pakar Bivitri Susanti Kritisi Program MBG Tetap Lanjut Meski Didemo Mahasiswa, Ini Respons DPR\n\nKOMPAS.TV - Mahasiswa dari BEM SI Jawa Barat tiba di Gedung DPRD Jawa Barat pukul 15.30 WIB. \n\nMereka melakukan long march dari Monumen Perjuangan sejauh satu kilometer.\n\nAda 7 tuntutan di antaranya, turunkan harga BBM non subsidi, hingga selamatkan APBN dari pemborosan anggaran.\n\nUnjuk rasa kembali digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Makassar atau BEM UNM, menuntutan kebijakan pemerintah dan kondisi sosial ekonomi.\n\nDemo digelar di depan Kampus UNM Gunung Sari, Makassar. Terdapat tujuh poin tuntutan. \n\nDi antaranya pendidikan gratis dan peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, stabilitas nilai tukar rupiah serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak.\n\nMahasiswa juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan negara dan penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.\n\nPengguna jalan yang melintasi kawasan Jalan AP Pettarani diimbau untuk berhati-hati dan menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas.\n\nTuntutan demo mahasiswa yang sudah berlangsung berhari-hari, salah satunya mendesak pemerintah menghentikan program MBG. \n\nNamun hari ini, Kepala Bakom M. Qodari kembali tegaskan, program MBG tetap dilanjutkan. \n\nLantas apa yang bisa menjadi titik temu, antara aspirasi mahasiswa dengan keputusan pemerintah? \n\nKita bahas bersama Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti. Dan juga ada Politisi Gerindra, Kamrussamad.\n\n#mbg #demo #demomahasiswa \n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "xwkBKge8OyI"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 680.0918032595101, "y": 711.8883976579142, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1264, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "3f36C1-0gCM", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] BI Berani Naikkan Suku Bunga, Bagaimana Nasib Pasokan Batu Bara? | MARKET REVIEW\n\nDua kebijakan penting tengah menjadi sorotan. Bank Indonesia kembali menaikkan BI Rate menjadi 5,75% demi menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi di tengah ketidakpastian global, sementara pemerintah membuka peluang evaluasi harga batu bara DMO yang telah bertahan di level USD70 per ton sejak 2018. Dengan upaya menarik investor asing dan menjaga pasokan energi nasional tetap aman, mampukah kedua langkah ini menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah berbagai tantangan?\n#marketreview  #bankindonesia #batubara \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "3f36C1-0gCM"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 590.8513031836221, "y": 397.8147479856242, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.7412, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3f36C1-0gCM", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] BI Berani Naikkan Suku Bunga, Bagaimana Nasib Pasokan Batu Bara? | MARKET REVIEW\n\nDua kebijakan penting tengah menjadi sorotan. Bank Indonesia kembali menaikkan BI Rate menjadi 5,75% demi menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi di tengah ketidakpastian global, sementara pemerintah membuka peluang evaluasi harga batu bara DMO yang telah bertahan di level USD70 per ton sejak 2018. Dengan upaya menarik investor asing dan menjaga pasokan energi nasional tetap aman, mampukah kedua langkah ini menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah berbagai tantangan?\n#marketreview  #bankindonesia #batubara \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "3f36C1-0gCM"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 16.848454541968817, "y": 697.0474287327817, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.7412, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3f36C1-0gCM", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] BI Berani Naikkan Suku Bunga, Bagaimana Nasib Pasokan Batu Bara? | MARKET REVIEW\n\nDua kebijakan penting tengah menjadi sorotan. Bank Indonesia kembali menaikkan BI Rate menjadi 5,75% demi menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi di tengah ketidakpastian global, sementara pemerintah membuka peluang evaluasi harga batu bara DMO yang telah bertahan di level USD70 per ton sejak 2018. Dengan upaya menarik investor asing dan menjaga pasokan energi nasional tetap aman, mampukah kedua langkah ini menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah berbagai tantangan?\n#marketreview  #bankindonesia #batubara \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "3f36C1-0gCM"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 153.68376814606256, "y": 319.02236469181446, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.7412, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "3f36C1-0gCM", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] BI Berani Naikkan Suku Bunga, Bagaimana Nasib Pasokan Batu Bara? | MARKET REVIEW\n\nDua kebijakan penting tengah menjadi sorotan. Bank Indonesia kembali menaikkan BI Rate menjadi 5,75% demi menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi di tengah ketidakpastian global, sementara pemerintah membuka peluang evaluasi harga batu bara DMO yang telah bertahan di level USD70 per ton sejak 2018. Dengan upaya menarik investor asing dan menjaga pasokan energi nasional tetap aman, mampukah kedua langkah ini menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah berbagai tantangan?\n#marketreview  #bankindonesia #batubara \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "3f36C1-0gCM"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 823.9636519085559, "y": 700.6801738949658, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.7412, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3f36C1-0gCM", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] BI Berani Naikkan Suku Bunga, Bagaimana Nasib Pasokan Batu Bara? | MARKET REVIEW\n\nDua kebijakan penting tengah menjadi sorotan. Bank Indonesia kembali menaikkan BI Rate menjadi 5,75% demi menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi di tengah ketidakpastian global, sementara pemerintah membuka peluang evaluasi harga batu bara DMO yang telah bertahan di level USD70 per ton sejak 2018. Dengan upaya menarik investor asing dan menjaga pasokan energi nasional tetap aman, mampukah kedua langkah ini menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah berbagai tantangan?\n#marketreview  #bankindonesia #batubara \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "3f36C1-0gCM"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 322.73433921958514, "y": 612.6526520727891, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.7412, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3f36C1-0gCM", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] BI Berani Naikkan Suku Bunga, Bagaimana Nasib Pasokan Batu Bara? | MARKET REVIEW\n\nDua kebijakan penting tengah menjadi sorotan. Bank Indonesia kembali menaikkan BI Rate menjadi 5,75% demi menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi di tengah ketidakpastian global, sementara pemerintah membuka peluang evaluasi harga batu bara DMO yang telah bertahan di level USD70 per ton sejak 2018. Dengan upaya menarik investor asing dan menjaga pasokan energi nasional tetap aman, mampukah kedua langkah ini menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah berbagai tantangan?\n#marketreview  #bankindonesia #batubara \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "3f36C1-0gCM"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 203.43689965565815, "y": 721.9080609532762, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.7412, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3f36C1-0gCM", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] BI Berani Naikkan Suku Bunga, Bagaimana Nasib Pasokan Batu Bara? | MARKET REVIEW\n\nDua kebijakan penting tengah menjadi sorotan. Bank Indonesia kembali menaikkan BI Rate menjadi 5,75% demi menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi di tengah ketidakpastian global, sementara pemerintah membuka peluang evaluasi harga batu bara DMO yang telah bertahan di level USD70 per ton sejak 2018. Dengan upaya menarik investor asing dan menjaga pasokan energi nasional tetap aman, mampukah kedua langkah ini menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah berbagai tantangan?\n#marketreview  #bankindonesia #batubara \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "3f36C1-0gCM"}}, {"key": "@HippoAcademy", "attributes": {"label": "@HippoAcademy", "x": 418.00615930113594, "y": 458.5960724906475, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "won5ClMP_uU", "id": "@HippoAcademy", "source": "youtube-000001", "content": "PRABOWO BIKIN MALAYSIA PANIK! RUPIAH IHSG MELONJAK PESAT, SINGAPURA-MALAYSIA AUTO KETAR-KETIR!\n\nAkselerasi performa instrumen keuangan domestik dan penataan ketahanan sektor riil menjadi pilar utama Pemerintah Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi di kawasan Asia Tenggara. Pada perdagangan pertengahan Juni 2026, pasar modal nasional mencatatkan pertumbuhan impresif di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju positif hingga 5% pada sesi pertama. Lonjakan ini didorong oleh aksi korporasi penguatan aset serta konsolidasi strategis komitmen perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang berjalan selaras dengan meredanya tensi geopolitik global antara Amerika Serikat dan Iran sehingga memicu kembalinya kepercayaan investor global ke pasar berkembang (*emerging markets*).\n\nResiliensi finansial ini diperkuat oleh penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, yang memicu penyesuaian portofolio para pelaku pasar valuta asing demi memitigasi risiko spekulatif. Di sisi lain, lompatan besar di sektor hulu ditunjukkan oleh capaian swasembada pangan terintegrasi dengan volume cadangan beras nasional yang stabil. Langkah kemandirian pangan dan energi ini secara langsung mengubah peta ketergantungan logistik regional, sekaligus mendorong analisis komparatif dan evaluasi rantai pasok dari negara-negara mitra dagang seperti Singapura dan Malaysia terkait pergeseran pusat gravitasi ekonomi di kawasan. Simak ulasan mendalam mengenai analisis pergerakan IHSG, strategi pengelolaan cadangan pangan nasional, serta dampaknya bagi ketahanan ekonomi makro Indonesia di Asia Tenggara dalam video ini sampai selesai!\n\n#PasarModal #PertumbuhanIHSG #SwasembadaPangan #KetahananEkonomi #IndonesiaMaju\n\nFollow Sosial Media Hippo Academy 👇👇\n🔴 TikTok : https://www.tiktok.com/\n🔴 Instagram : https://www.instagram.com/hippoacademy.id/\n🔴 Facebook : https://www.facebook.com/share/1CnW57ATMR/\n\n© Copyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act of 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing.", "post_id": "won5ClMP_uU"}}, {"key": "hippoacademy.id/", "attributes": {"label": "hippoacademy.id/", "x": 76.63513341343719, "y": 583.566376830653, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7339, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "won5ClMP_uU", "id": "hippoacademy.id/", "source": "youtube-000001", "content": "PRABOWO BIKIN MALAYSIA PANIK! RUPIAH IHSG MELONJAK PESAT, SINGAPURA-MALAYSIA AUTO KETAR-KETIR!\n\nAkselerasi performa instrumen keuangan domestik dan penataan ketahanan sektor riil menjadi pilar utama Pemerintah Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi di kawasan Asia Tenggara. Pada perdagangan pertengahan Juni 2026, pasar modal nasional mencatatkan pertumbuhan impresif di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju positif hingga 5% pada sesi pertama. Lonjakan ini didorong oleh aksi korporasi penguatan aset serta konsolidasi strategis komitmen perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang berjalan selaras dengan meredanya tensi geopolitik global antara Amerika Serikat dan Iran sehingga memicu kembalinya kepercayaan investor global ke pasar berkembang (*emerging markets*).\n\nResiliensi finansial ini diperkuat oleh penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, yang memicu penyesuaian portofolio para pelaku pasar valuta asing demi memitigasi risiko spekulatif. Di sisi lain, lompatan besar di sektor hulu ditunjukkan oleh capaian swasembada pangan terintegrasi dengan volume cadangan beras nasional yang stabil. Langkah kemandirian pangan dan energi ini secara langsung mengubah peta ketergantungan logistik regional, sekaligus mendorong analisis komparatif dan evaluasi rantai pasok dari negara-negara mitra dagang seperti Singapura dan Malaysia terkait pergeseran pusat gravitasi ekonomi di kawasan. Simak ulasan mendalam mengenai analisis pergerakan IHSG, strategi pengelolaan cadangan pangan nasional, serta dampaknya bagi ketahanan ekonomi makro Indonesia di Asia Tenggara dalam video ini sampai selesai!\n\n#PasarModal #PertumbuhanIHSG #SwasembadaPangan #KetahananEkonomi #IndonesiaMaju\n\nFollow Sosial Media Hippo Academy 👇👇\n🔴 TikTok : https://www.tiktok.com/\n🔴 Instagram : https://www.instagram.com/hippoacademy.id/\n🔴 Facebook : https://www.facebook.com/share/1CnW57ATMR/\n\n© Copyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act of 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing.", "post_id": "won5ClMP_uU"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "attributes": {"label": "@TheIndonesiaPost", "x": 215.8073467736532, "y": 879.6713291139782, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1264, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "hX5hLixLjfI", "id": "@TheIndonesiaPost", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\n⛽ Benarkah Murni Karena Tren Dunia? Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\nKlarifikasi resmi dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero) mengenai urgensi penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax menjadi sorotan tajam publik, mengingat kebijakan ini diambil di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah yang dinamis. 📊\n\nDalam pemaparan komprehensifnya, jajaran direksi  menegaskan bahwa langkah evaluasi berkala terhadap harga Pertamax didasarkan pada pergerakan Mean of Platts Singapore (MOPS) yang menjadi acuan harga pasar global. 🌏\n\nPertamina secara kritis memaparkan data bahwa sebagai badan usaha milik negara, penetapan harga BBM non-subsidi tetap dijaga agar berada dalam koridor regulasi  demi menjaga ketahanan finansial perseroan serta kelancaran pasokan energi nasional. 🏢 \n\nKebijakan penyesuaian ini dipastikan tidak mengambil keuntungan di luar batas kewajaran, melainkan bentuk respons logis agar beban operasional hulu ke hilir tidak menekan neraca keuangan BUMN yang pada akhirnya bisa berdampak pada stabilitas distribusi ke daerah-daerah terpencil. 🚢\n\nPengamat ekonomi mengingatkan bahwa penyesuaian harga BBM komersial seperti Pertamax berpotensi memicu efek domino berupa migrasi konsumsi pengguna ke BBM bersubsidi jenis Pertalite jika selisih harganya terlampau jauh. 📈\n\nMenanggapi kekhawatiran tersebut, koordinasi ketat bersama  dan  diperketat untuk memastikan bahwa kuota Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) tetap aman dan tepat sasaran bagi masyarakat rentan. 🛡️\n\nMelalui pengawasan digital terpadu, pemerintah di bawah arahan Presiden  dan Wakil Presiden  berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara kesehatan fiskal korporasi negara dan kemampuan daya beli riil masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. 🇮🇩\n\nDampaknya, transparansi formulasi harga oleh Pertamina ini akan memaksa pelaku pasar untuk lebih adaptif terhadap volatilitas harga energi global sekaligus menuntut pemerintah mempercepat program digitalisasi pembatasan BBM subsidi. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah penyesuaian harga BBM non-subsidi secara berkala mengikuti pasar global ini sudah ideal bagi iklim ekonomi kita, ataukah Pertamina perlu memiliki instrumen dana bantalan (buffer fund) yang lebih kuat untuk meredam lonjakan harga? Tuliskan opini cerdas Anda di kolom komentar! 👇🤔\n\nSocial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#HargaBBM\n#Pertamina\n#PertamaxNaik\n#EnergiNasional\n#MinyakDunia\n#KlarifikasiPertamina\n#BUMNIndonesia\n#KebijakanPublik\n#EkonomiMakro\n#beritaterkini", "post_id": "hX5hLixLjfI"}}, {"key": "pertamina", "attributes": {"label": "pertamina", "x": 64.33121027696554, "y": 246.72073899995993, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8437, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "hX5hLixLjfI", "id": "pertamina", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\n⛽ Benarkah Murni Karena Tren Dunia? Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\nKlarifikasi resmi dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero) mengenai urgensi penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax menjadi sorotan tajam publik, mengingat kebijakan ini diambil di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah yang dinamis. 📊\n\nDalam pemaparan komprehensifnya, jajaran direksi  menegaskan bahwa langkah evaluasi berkala terhadap harga Pertamax didasarkan pada pergerakan Mean of Platts Singapore (MOPS) yang menjadi acuan harga pasar global. 🌏\n\nPertamina secara kritis memaparkan data bahwa sebagai badan usaha milik negara, penetapan harga BBM non-subsidi tetap dijaga agar berada dalam koridor regulasi  demi menjaga ketahanan finansial perseroan serta kelancaran pasokan energi nasional. 🏢 \n\nKebijakan penyesuaian ini dipastikan tidak mengambil keuntungan di luar batas kewajaran, melainkan bentuk respons logis agar beban operasional hulu ke hilir tidak menekan neraca keuangan BUMN yang pada akhirnya bisa berdampak pada stabilitas distribusi ke daerah-daerah terpencil. 🚢\n\nPengamat ekonomi mengingatkan bahwa penyesuaian harga BBM komersial seperti Pertamax berpotensi memicu efek domino berupa migrasi konsumsi pengguna ke BBM bersubsidi jenis Pertalite jika selisih harganya terlampau jauh. 📈\n\nMenanggapi kekhawatiran tersebut, koordinasi ketat bersama  dan  diperketat untuk memastikan bahwa kuota Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) tetap aman dan tepat sasaran bagi masyarakat rentan. 🛡️\n\nMelalui pengawasan digital terpadu, pemerintah di bawah arahan Presiden  dan Wakil Presiden  berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara kesehatan fiskal korporasi negara dan kemampuan daya beli riil masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. 🇮🇩\n\nDampaknya, transparansi formulasi harga oleh Pertamina ini akan memaksa pelaku pasar untuk lebih adaptif terhadap volatilitas harga energi global sekaligus menuntut pemerintah mempercepat program digitalisasi pembatasan BBM subsidi. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah penyesuaian harga BBM non-subsidi secara berkala mengikuti pasar global ini sudah ideal bagi iklim ekonomi kita, ataukah Pertamina perlu memiliki instrumen dana bantalan (buffer fund) yang lebih kuat untuk meredam lonjakan harga? Tuliskan opini cerdas Anda di kolom komentar! 👇🤔\n\nSocial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#HargaBBM\n#Pertamina\n#PertamaxNaik\n#EnergiNasional\n#MinyakDunia\n#KlarifikasiPertamina\n#BUMNIndonesia\n#KebijakanPublik\n#EkonomiMakro\n#beritaterkini", "post_id": "hX5hLixLjfI"}}, {"key": "KementerianESDM", "attributes": {"label": "KementerianESDM", "x": 71.70323490659625, "y": 455.1625800112629, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8437, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "hX5hLixLjfI", "id": "KementerianESDM", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\n⛽ Benarkah Murni Karena Tren Dunia? Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\nKlarifikasi resmi dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero) mengenai urgensi penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax menjadi sorotan tajam publik, mengingat kebijakan ini diambil di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah yang dinamis. 📊\n\nDalam pemaparan komprehensifnya, jajaran direksi  menegaskan bahwa langkah evaluasi berkala terhadap harga Pertamax didasarkan pada pergerakan Mean of Platts Singapore (MOPS) yang menjadi acuan harga pasar global. 🌏\n\nPertamina secara kritis memaparkan data bahwa sebagai badan usaha milik negara, penetapan harga BBM non-subsidi tetap dijaga agar berada dalam koridor regulasi  demi menjaga ketahanan finansial perseroan serta kelancaran pasokan energi nasional. 🏢 \n\nKebijakan penyesuaian ini dipastikan tidak mengambil keuntungan di luar batas kewajaran, melainkan bentuk respons logis agar beban operasional hulu ke hilir tidak menekan neraca keuangan BUMN yang pada akhirnya bisa berdampak pada stabilitas distribusi ke daerah-daerah terpencil. 🚢\n\nPengamat ekonomi mengingatkan bahwa penyesuaian harga BBM komersial seperti Pertamax berpotensi memicu efek domino berupa migrasi konsumsi pengguna ke BBM bersubsidi jenis Pertalite jika selisih harganya terlampau jauh. 📈\n\nMenanggapi kekhawatiran tersebut, koordinasi ketat bersama  dan  diperketat untuk memastikan bahwa kuota Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) tetap aman dan tepat sasaran bagi masyarakat rentan. 🛡️\n\nMelalui pengawasan digital terpadu, pemerintah di bawah arahan Presiden  dan Wakil Presiden  berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara kesehatan fiskal korporasi negara dan kemampuan daya beli riil masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. 🇮🇩\n\nDampaknya, transparansi formulasi harga oleh Pertamina ini akan memaksa pelaku pasar untuk lebih adaptif terhadap volatilitas harga energi global sekaligus menuntut pemerintah mempercepat program digitalisasi pembatasan BBM subsidi. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah penyesuaian harga BBM non-subsidi secara berkala mengikuti pasar global ini sudah ideal bagi iklim ekonomi kita, ataukah Pertamina perlu memiliki instrumen dana bantalan (buffer fund) yang lebih kuat untuk meredam lonjakan harga? Tuliskan opini cerdas Anda di kolom komentar! 👇🤔\n\nSocial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#HargaBBM\n#Pertamina\n#PertamaxNaik\n#EnergiNasional\n#MinyakDunia\n#KlarifikasiPertamina\n#BUMNIndonesia\n#KebijakanPublik\n#EkonomiMakro\n#beritaterkini", "post_id": "hX5hLixLjfI"}}, {"key": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "KemenkeuRI", "x": 260.56388433101915, "y": 526.598538841803, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8437, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "hX5hLixLjfI", "id": "KemenkeuRI", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\n⛽ Benarkah Murni Karena Tren Dunia? Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\nKlarifikasi resmi dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero) mengenai urgensi penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax menjadi sorotan tajam publik, mengingat kebijakan ini diambil di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah yang dinamis. 📊\n\nDalam pemaparan komprehensifnya, jajaran direksi  menegaskan bahwa langkah evaluasi berkala terhadap harga Pertamax didasarkan pada pergerakan Mean of Platts Singapore (MOPS) yang menjadi acuan harga pasar global. 🌏\n\nPertamina secara kritis memaparkan data bahwa sebagai badan usaha milik negara, penetapan harga BBM non-subsidi tetap dijaga agar berada dalam koridor regulasi  demi menjaga ketahanan finansial perseroan serta kelancaran pasokan energi nasional. 🏢 \n\nKebijakan penyesuaian ini dipastikan tidak mengambil keuntungan di luar batas kewajaran, melainkan bentuk respons logis agar beban operasional hulu ke hilir tidak menekan neraca keuangan BUMN yang pada akhirnya bisa berdampak pada stabilitas distribusi ke daerah-daerah terpencil. 🚢\n\nPengamat ekonomi mengingatkan bahwa penyesuaian harga BBM komersial seperti Pertamax berpotensi memicu efek domino berupa migrasi konsumsi pengguna ke BBM bersubsidi jenis Pertalite jika selisih harganya terlampau jauh. 📈\n\nMenanggapi kekhawatiran tersebut, koordinasi ketat bersama  dan  diperketat untuk memastikan bahwa kuota Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) tetap aman dan tepat sasaran bagi masyarakat rentan. 🛡️\n\nMelalui pengawasan digital terpadu, pemerintah di bawah arahan Presiden  dan Wakil Presiden  berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara kesehatan fiskal korporasi negara dan kemampuan daya beli riil masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. 🇮🇩\n\nDampaknya, transparansi formulasi harga oleh Pertamina ini akan memaksa pelaku pasar untuk lebih adaptif terhadap volatilitas harga energi global sekaligus menuntut pemerintah mempercepat program digitalisasi pembatasan BBM subsidi. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah penyesuaian harga BBM non-subsidi secara berkala mengikuti pasar global ini sudah ideal bagi iklim ekonomi kita, ataukah Pertamina perlu memiliki instrumen dana bantalan (buffer fund) yang lebih kuat untuk meredam lonjakan harga? Tuliskan opini cerdas Anda di kolom komentar! 👇🤔\n\nSocial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#HargaBBM\n#Pertamina\n#PertamaxNaik\n#EnergiNasional\n#MinyakDunia\n#KlarifikasiPertamina\n#BUMNIndonesia\n#KebijakanPublik\n#EkonomiMakro\n#beritaterkini", "post_id": "hX5hLixLjfI"}}, {"key": "BPHMigas_RI", "attributes": {"label": "BPHMigas_RI", "x": 298.4848461830365, "y": 225.97356170091197, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8437, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "hX5hLixLjfI", "id": "BPHMigas_RI", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\n⛽ Benarkah Murni Karena Tren Dunia? Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\nKlarifikasi resmi dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero) mengenai urgensi penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax menjadi sorotan tajam publik, mengingat kebijakan ini diambil di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah yang dinamis. 📊\n\nDalam pemaparan komprehensifnya, jajaran direksi  menegaskan bahwa langkah evaluasi berkala terhadap harga Pertamax didasarkan pada pergerakan Mean of Platts Singapore (MOPS) yang menjadi acuan harga pasar global. 🌏\n\nPertamina secara kritis memaparkan data bahwa sebagai badan usaha milik negara, penetapan harga BBM non-subsidi tetap dijaga agar berada dalam koridor regulasi  demi menjaga ketahanan finansial perseroan serta kelancaran pasokan energi nasional. 🏢 \n\nKebijakan penyesuaian ini dipastikan tidak mengambil keuntungan di luar batas kewajaran, melainkan bentuk respons logis agar beban operasional hulu ke hilir tidak menekan neraca keuangan BUMN yang pada akhirnya bisa berdampak pada stabilitas distribusi ke daerah-daerah terpencil. 🚢\n\nPengamat ekonomi mengingatkan bahwa penyesuaian harga BBM komersial seperti Pertamax berpotensi memicu efek domino berupa migrasi konsumsi pengguna ke BBM bersubsidi jenis Pertalite jika selisih harganya terlampau jauh. 📈\n\nMenanggapi kekhawatiran tersebut, koordinasi ketat bersama  dan  diperketat untuk memastikan bahwa kuota Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) tetap aman dan tepat sasaran bagi masyarakat rentan. 🛡️\n\nMelalui pengawasan digital terpadu, pemerintah di bawah arahan Presiden  dan Wakil Presiden  berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara kesehatan fiskal korporasi negara dan kemampuan daya beli riil masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. 🇮🇩\n\nDampaknya, transparansi formulasi harga oleh Pertamina ini akan memaksa pelaku pasar untuk lebih adaptif terhadap volatilitas harga energi global sekaligus menuntut pemerintah mempercepat program digitalisasi pembatasan BBM subsidi. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah penyesuaian harga BBM non-subsidi secara berkala mengikuti pasar global ini sudah ideal bagi iklim ekonomi kita, ataukah Pertamina perlu memiliki instrumen dana bantalan (buffer fund) yang lebih kuat untuk meredam lonjakan harga? Tuliskan opini cerdas Anda di kolom komentar! 👇🤔\n\nSocial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#HargaBBM\n#Pertamina\n#PertamaxNaik\n#EnergiNasional\n#MinyakDunia\n#KlarifikasiPertamina\n#BUMNIndonesia\n#KebijakanPublik\n#EkonomiMakro\n#beritaterkini", "post_id": "hX5hLixLjfI"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 796.8736711218472, "y": 691.8389628051373, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8437, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "hX5hLixLjfI", "id": "prabowo", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\n⛽ Benarkah Murni Karena Tren Dunia? Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\nKlarifikasi resmi dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero) mengenai urgensi penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax menjadi sorotan tajam publik, mengingat kebijakan ini diambil di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah yang dinamis. 📊\n\nDalam pemaparan komprehensifnya, jajaran direksi  menegaskan bahwa langkah evaluasi berkala terhadap harga Pertamax didasarkan pada pergerakan Mean of Platts Singapore (MOPS) yang menjadi acuan harga pasar global. 🌏\n\nPertamina secara kritis memaparkan data bahwa sebagai badan usaha milik negara, penetapan harga BBM non-subsidi tetap dijaga agar berada dalam koridor regulasi  demi menjaga ketahanan finansial perseroan serta kelancaran pasokan energi nasional. 🏢 \n\nKebijakan penyesuaian ini dipastikan tidak mengambil keuntungan di luar batas kewajaran, melainkan bentuk respons logis agar beban operasional hulu ke hilir tidak menekan neraca keuangan BUMN yang pada akhirnya bisa berdampak pada stabilitas distribusi ke daerah-daerah terpencil. 🚢\n\nPengamat ekonomi mengingatkan bahwa penyesuaian harga BBM komersial seperti Pertamax berpotensi memicu efek domino berupa migrasi konsumsi pengguna ke BBM bersubsidi jenis Pertalite jika selisih harganya terlampau jauh. 📈\n\nMenanggapi kekhawatiran tersebut, koordinasi ketat bersama  dan  diperketat untuk memastikan bahwa kuota Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) tetap aman dan tepat sasaran bagi masyarakat rentan. 🛡️\n\nMelalui pengawasan digital terpadu, pemerintah di bawah arahan Presiden  dan Wakil Presiden  berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara kesehatan fiskal korporasi negara dan kemampuan daya beli riil masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. 🇮🇩\n\nDampaknya, transparansi formulasi harga oleh Pertamina ini akan memaksa pelaku pasar untuk lebih adaptif terhadap volatilitas harga energi global sekaligus menuntut pemerintah mempercepat program digitalisasi pembatasan BBM subsidi. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah penyesuaian harga BBM non-subsidi secara berkala mengikuti pasar global ini sudah ideal bagi iklim ekonomi kita, ataukah Pertamina perlu memiliki instrumen dana bantalan (buffer fund) yang lebih kuat untuk meredam lonjakan harga? Tuliskan opini cerdas Anda di kolom komentar! 👇🤔\n\nSocial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#HargaBBM\n#Pertamina\n#PertamaxNaik\n#EnergiNasional\n#MinyakDunia\n#KlarifikasiPertamina\n#BUMNIndonesia\n#KebijakanPublik\n#EkonomiMakro\n#beritaterkini", "post_id": "hX5hLixLjfI"}}, {"key": "gibran_rakabuming", "attributes": {"label": "gibran_rakabuming", "x": 523.7614946318096, "y": 377.11060988349743, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8437, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "hX5hLixLjfI", "id": "gibran_rakabuming", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\n⛽ Benarkah Murni Karena Tren Dunia? Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\nKlarifikasi resmi dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero) mengenai urgensi penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax menjadi sorotan tajam publik, mengingat kebijakan ini diambil di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah yang dinamis. 📊\n\nDalam pemaparan komprehensifnya, jajaran direksi  menegaskan bahwa langkah evaluasi berkala terhadap harga Pertamax didasarkan pada pergerakan Mean of Platts Singapore (MOPS) yang menjadi acuan harga pasar global. 🌏\n\nPertamina secara kritis memaparkan data bahwa sebagai badan usaha milik negara, penetapan harga BBM non-subsidi tetap dijaga agar berada dalam koridor regulasi  demi menjaga ketahanan finansial perseroan serta kelancaran pasokan energi nasional. 🏢 \n\nKebijakan penyesuaian ini dipastikan tidak mengambil keuntungan di luar batas kewajaran, melainkan bentuk respons logis agar beban operasional hulu ke hilir tidak menekan neraca keuangan BUMN yang pada akhirnya bisa berdampak pada stabilitas distribusi ke daerah-daerah terpencil. 🚢\n\nPengamat ekonomi mengingatkan bahwa penyesuaian harga BBM komersial seperti Pertamax berpotensi memicu efek domino berupa migrasi konsumsi pengguna ke BBM bersubsidi jenis Pertalite jika selisih harganya terlampau jauh. 📈\n\nMenanggapi kekhawatiran tersebut, koordinasi ketat bersama  dan  diperketat untuk memastikan bahwa kuota Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) tetap aman dan tepat sasaran bagi masyarakat rentan. 🛡️\n\nMelalui pengawasan digital terpadu, pemerintah di bawah arahan Presiden  dan Wakil Presiden  berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara kesehatan fiskal korporasi negara dan kemampuan daya beli riil masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. 🇮🇩\n\nDampaknya, transparansi formulasi harga oleh Pertamina ini akan memaksa pelaku pasar untuk lebih adaptif terhadap volatilitas harga energi global sekaligus menuntut pemerintah mempercepat program digitalisasi pembatasan BBM subsidi. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah penyesuaian harga BBM non-subsidi secara berkala mengikuti pasar global ini sudah ideal bagi iklim ekonomi kita, ataukah Pertamina perlu memiliki instrumen dana bantalan (buffer fund) yang lebih kuat untuk meredam lonjakan harga? Tuliskan opini cerdas Anda di kolom komentar! 👇🤔\n\nSocial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#HargaBBM\n#Pertamina\n#PertamaxNaik\n#EnergiNasional\n#MinyakDunia\n#KlarifikasiPertamina\n#BUMNIndonesia\n#KebijakanPublik\n#EkonomiMakro\n#beritaterkini", "post_id": "hX5hLixLjfI"}}, {"key": "bahlillahadalia", "attributes": {"label": "bahlillahadalia", "x": 952.6593046976385, "y": 393.9806483977103, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8437, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gx007qoezxA", "id": "bahlillahadalia", "source": "youtube-000001", "content": "Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia\n\n⚡ Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mampu Jadi Penyelamat? 🌋⛽\n\nDi tengah guncangan beruntun berupa kelangkaan pasokan batu bara domestik, gangguan interkoneksi listrik di sejumlah wilayah, dan penyesuaian harga BBM non-subsidi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi merilis paket kebijakan darurat guna mengamankan pasokan energi nasional. 📊\n\nLangkah taktis diambil oleh  menyusul laporan defisit pasokan batu bara untuk pembangkit listrik (PLTU) akibat melonjaknya harga komoditas di pasar internasional yang memicu pelanggaran kuota Domestic Market Obligation (DMO) oleh sejumlah perusahaan tambang. 🏗️\n\nMenteri ESDM  secara tegas menyatakan akan membekukan izin ekspor bagi korporasi yang memprioritaskan pasar global ketimbang kebutuhan energi dalam negeri yang kini mengancam stabilitas pasokan  🔌\n\nKritikan tajam dari pengamat ekonomi energi mengingatkan bahwa ego sektoral pengusaha tambang harus diredam dengan sanksi finansial yang rigid, agar gangguan interkoneksi listrik yang sempat terjadi di beberapa pulau besar tidak meluas menjadi krisis pemadaman massal yang merugikan sektor industri dan rumah tangga. 📉\n\nDi sisi lain, tantangan kian pelik dengan adanya penyesuaian harga BBM komersial yang didorong oleh tingginya biaya logistik hulu serta volatilitas nilai tukar rupiah. 💸\n\nRespons Bahlil menekankan bahwa kementeriannya tengah berkoordinasi ketat bersama  dan  untuk memperketat sistem pengawasan digital di SPBU agar kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak bocor ke sektor industri besar. 🛡️\n\nMelalui penguatan regulasi di bawah arahan Presiden , pemerintah dituntut bekerja ekstra keras memastikan bahwa roda perekonomian di tingkat akar rumput tidak lumpuh akibat inflasi transportasi, seraya mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang ketahanan energi nasional. 🇮🇩\n\nDampaknya, keberhasilan menteri ESDM dalam menegakkan sanksi DMO batu bara dan pengetatan digitalisasi BBM minggu ini akan menentukan apakah Indonesia mampu lolos dari jerat krisis energi multi-sektor atau justru masuk ke fase stagflasi. ⚠️\n\nMelihat tiga tantangan energi yang terjadi bersamaan ini, menurut analisis kritis Anda, apakah kebijakan tegas Menteri Bahlil memblokir ekspor batu bara sudah cukup kuat untuk menjamin pasokan listrik kita, ataukah tata kelola hulu energi kita yang perlu dibongkar total? Tuliskan argumen logis dan pandangan cerdas Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#KrisisEnergi\n#BahlilLahadalia\n#BatuBaraLangka\n#ListrikBermasalah\n#BBMNaik\n#KementerianESDM\n#KetahananEnergi\n#PLN\n#KebijakanPublik\n#beritaterkini", "post_id": "Gx007qoezxA"}}, {"key": "pln_id.", "attributes": {"label": "pln_id.", "x": 967.1504112587988, "y": 366.9915574001692, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8437, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gx007qoezxA", "id": "pln_id.", "source": "youtube-000001", "content": "Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia\n\n⚡ Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mampu Jadi Penyelamat? 🌋⛽\n\nDi tengah guncangan beruntun berupa kelangkaan pasokan batu bara domestik, gangguan interkoneksi listrik di sejumlah wilayah, dan penyesuaian harga BBM non-subsidi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi merilis paket kebijakan darurat guna mengamankan pasokan energi nasional. 📊\n\nLangkah taktis diambil oleh  menyusul laporan defisit pasokan batu bara untuk pembangkit listrik (PLTU) akibat melonjaknya harga komoditas di pasar internasional yang memicu pelanggaran kuota Domestic Market Obligation (DMO) oleh sejumlah perusahaan tambang. 🏗️\n\nMenteri ESDM  secara tegas menyatakan akan membekukan izin ekspor bagi korporasi yang memprioritaskan pasar global ketimbang kebutuhan energi dalam negeri yang kini mengancam stabilitas pasokan  🔌\n\nKritikan tajam dari pengamat ekonomi energi mengingatkan bahwa ego sektoral pengusaha tambang harus diredam dengan sanksi finansial yang rigid, agar gangguan interkoneksi listrik yang sempat terjadi di beberapa pulau besar tidak meluas menjadi krisis pemadaman massal yang merugikan sektor industri dan rumah tangga. 📉\n\nDi sisi lain, tantangan kian pelik dengan adanya penyesuaian harga BBM komersial yang didorong oleh tingginya biaya logistik hulu serta volatilitas nilai tukar rupiah. 💸\n\nRespons Bahlil menekankan bahwa kementeriannya tengah berkoordinasi ketat bersama  dan  untuk memperketat sistem pengawasan digital di SPBU agar kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak bocor ke sektor industri besar. 🛡️\n\nMelalui penguatan regulasi di bawah arahan Presiden , pemerintah dituntut bekerja ekstra keras memastikan bahwa roda perekonomian di tingkat akar rumput tidak lumpuh akibat inflasi transportasi, seraya mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang ketahanan energi nasional. 🇮🇩\n\nDampaknya, keberhasilan menteri ESDM dalam menegakkan sanksi DMO batu bara dan pengetatan digitalisasi BBM minggu ini akan menentukan apakah Indonesia mampu lolos dari jerat krisis energi multi-sektor atau justru masuk ke fase stagflasi. ⚠️\n\nMelihat tiga tantangan energi yang terjadi bersamaan ini, menurut analisis kritis Anda, apakah kebijakan tegas Menteri Bahlil memblokir ekspor batu bara sudah cukup kuat untuk menjamin pasokan listrik kita, ataukah tata kelola hulu energi kita yang perlu dibongkar total? Tuliskan argumen logis dan pandangan cerdas Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#KrisisEnergi\n#BahlilLahadalia\n#BatuBaraLangka\n#ListrikBermasalah\n#BBMNaik\n#KementerianESDM\n#KetahananEnergi\n#PLN\n#KebijakanPublik\n#beritaterkini", "post_id": "Gx007qoezxA"}}, {"key": "@TrendLabID", "attributes": {"label": "@TrendLabID", "x": 46.181656311634846, "y": 964.8651054586569, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "f2HHgNy5Opg", "id": "@TrendLabID", "source": "youtube-000001", "content": "Arsitektur Meritokrasi Transformasi Birokrasi Standarisasi Upah Risiko Perkotaan 2029\n\nArsitektur Meritokrasi Transformasi Birokrasi Standarisasi Upah Risiko Perkotaan 2029  | Laporan Intelijen Data ‪‬ \nFenomena penataan ruang publik seringkali terjebak dalam retorika permukaan, namun data menunjukkan adanya anomali mendalam pada struktur manajemen ASN. Terdapat paradoks di mana sistem kehadiran digital atau \"Netnot\" justru menjadi tameng bagi inefisiensi kinerja. Aparatur sipil sering terjebak dalam rutinitas administratif seperti membaca surat kabar atau aktivitas non-produktif lainnya, sementara kondisi lapangan memerlukan atensi fisik yang mendesak. Masalah utamanya bukan pada kurangnya personel, melainkan pada pemutusan hubungan antara tanggung jawab administratif dan realitas teritorial. Sistem penggajian fungsional yang lebih tinggi daripada struktural tanpa beban kerja yang jelas menciptakan ketimpangan motivasi yang menghambat akselerasi pembangunan kota.\n\nSecara matematis, terdapat kesenjangan ekonomi yang mengancam keberlanjutan pemeliharaan kota. Tenaga kebersihan (pesapon) di Depok saat ini menerima upah sekitar Rp2,5 juta, angka yang terpaut jauh dari standar provinsi sebesar Rp4,2 juta. Dengan biaya hidup urban di mana kontrakan mencapai Rp600.000–Rp700.000, sisa pendapatan sebesar Rp1,8 juta harus menanggung kebutuhan nutrisi keluarga besar, yang secara sistemik menurunkan indeks produktivitas kerja lapangan. KDM mengusulkan rekayasa anggaran untuk menaikkan upah minimal ke angka Rp3,5 juta sebagai bentuk investasi pada \"Arsitektur Kesejahteraan\". Selain itu, usulan penerapan radius tanggung jawab 1 km bagi setiap kantor dinas merupakan bentuk dekonstruksi birokrasi menuju akuntabilitas berbasis spasial yang belum pernah diterapkan secara masif di kota satelit manapun.\n\nMenuju tahun 2029, stabilitas sebuah kota tidak lagi ditentukan oleh kemegahan pusat kota, melainkan oleh integritas wilayah perbatasan. Strategi pembangunan \"Gerbang Estetika\" melalui shelter tematik multietnis (Betawi, Sunda, Batak, Minang) di titik-titik perbatasan Jakarta-Depok bukan sekadar hiasan, melainkan instrumen Social Engineering untuk mengklaim kewibawaan wilayah. Dengan melibatkan dana CSR untuk pembangunan infrastruktur tematik ini, pemerintah daerah dapat mengurangi beban APBD sekaligus menciptakan identitas kota yang inklusif. Pola penertiban bangunan liar yang menggunakan badan jalan nasional harus bertransformasi dari sekadar \"penggusuran\" menjadi \"restorasi fungsi publik\" yang didukung oleh penegakan hukum kolaboratif antara Satpol PP, PU, dan kepolisian.\n\nAnalisis ini membuka tabir bahwa penataan kota adalah persoalan teknis sekaligus filosofis tentang bagaimana kita memanusiakan pekerja garda depan. Keberhasilan model di Depok ini akan menjadi cetak biru bagi reformasi birokrasi di tingkat nasional, di mana tunjangan kinerja akan dihitung secara presisi berdasarkan rasio beban kerja dan risiko lapangan. Bagaimana jika model akuntabilitas 1 km ini diterapkan di seluruh kementerian? Simak analisis mendalam kami mengenai efisiensi anggaran di sektor infrastruktur pada video kluster reformasi birokrasi lainnya. Mari kita kawal perubahan sistemik ini untuk memastikan setiap rupiah pajak kembali dalam bentuk ruang publik yang bermartabat.\n\nTimestamp:\n00:00 - 02:30 : Dekonstruksi Budaya \"Netnot\": Mengapa Absensi Digital Tidak Menjamin Kota Bersih\n02:31 - 05:00 : Bedah Data Upah Pesapon: Anomali Rp2,5 Juta di Tengah Biaya Hidup Urban\n05:01 - 08:00 : Arsitektur Perbatasan: Shelter Tematik Multietnis sebagai Diplomasi Identitas\n08:01 - 11:00 : Meritokrasi Berbasis Risiko: Menghitung Ulang Tunjangan Struktural vs Fungsional\n11:01 - 13:30 : Eksekusi Spasial: Radius 1 KM dan Tanggung Jawab Teritorial ASN\n13:31 - 15:00 : Proyeksi 2029: Membangun Kota Terbersih dengan Pendekatan Arsitektur Sistem\n\nRekomendasi Judul Video\n\"Ekonomi Kerakyatan: Strategi Kenaikan Upah Minimum Berbasis Indeks Biaya Hidup Lokal\"    • Peta Baru Koridor Logistik 2029: Langkah T...  \n\"Reformasi Birokrasi: Menghapus Jabatan 'Ngalamun' dalam Struktur Pemerintahan Modern\"    • Proyeksi Stabilitas Makro 2029: Arah Modal...  \n\"Masterplan Perbatasan: Mengelola Konflik Spasial di Wilayah Satelit Megapolitan\"    • Skenario Agraria 2029: Manuver Fiskal KDM ...  \n\n#KDMDepok #ReformasiBirokrasi #PenataanKota #TataRuang #PublicPolicy #UrbanDevelopment #Meritokrasi #Infrastruktur #TrendLabID #AnalisisStrategis #EvergreenContent #OceanBlueStrategy #SistemLeadership #FutureCities #GovernanceAnalytic", "post_id": "f2HHgNy5Opg"}}, {"key": "TrendLabID", "attributes": {"label": "TrendLabID", "x": 165.44033588379503, "y": 750.6512683480097, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7339, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "f2HHgNy5Opg", "id": "TrendLabID", "source": "youtube-000001", "content": "Arsitektur Meritokrasi Transformasi Birokrasi Standarisasi Upah Risiko Perkotaan 2029\n\nArsitektur Meritokrasi Transformasi Birokrasi Standarisasi Upah Risiko Perkotaan 2029  | Laporan Intelijen Data ‪‬ \nFenomena penataan ruang publik seringkali terjebak dalam retorika permukaan, namun data menunjukkan adanya anomali mendalam pada struktur manajemen ASN. Terdapat paradoks di mana sistem kehadiran digital atau \"Netnot\" justru menjadi tameng bagi inefisiensi kinerja. Aparatur sipil sering terjebak dalam rutinitas administratif seperti membaca surat kabar atau aktivitas non-produktif lainnya, sementara kondisi lapangan memerlukan atensi fisik yang mendesak. Masalah utamanya bukan pada kurangnya personel, melainkan pada pemutusan hubungan antara tanggung jawab administratif dan realitas teritorial. Sistem penggajian fungsional yang lebih tinggi daripada struktural tanpa beban kerja yang jelas menciptakan ketimpangan motivasi yang menghambat akselerasi pembangunan kota.\n\nSecara matematis, terdapat kesenjangan ekonomi yang mengancam keberlanjutan pemeliharaan kota. Tenaga kebersihan (pesapon) di Depok saat ini menerima upah sekitar Rp2,5 juta, angka yang terpaut jauh dari standar provinsi sebesar Rp4,2 juta. Dengan biaya hidup urban di mana kontrakan mencapai Rp600.000–Rp700.000, sisa pendapatan sebesar Rp1,8 juta harus menanggung kebutuhan nutrisi keluarga besar, yang secara sistemik menurunkan indeks produktivitas kerja lapangan. KDM mengusulkan rekayasa anggaran untuk menaikkan upah minimal ke angka Rp3,5 juta sebagai bentuk investasi pada \"Arsitektur Kesejahteraan\". Selain itu, usulan penerapan radius tanggung jawab 1 km bagi setiap kantor dinas merupakan bentuk dekonstruksi birokrasi menuju akuntabilitas berbasis spasial yang belum pernah diterapkan secara masif di kota satelit manapun.\n\nMenuju tahun 2029, stabilitas sebuah kota tidak lagi ditentukan oleh kemegahan pusat kota, melainkan oleh integritas wilayah perbatasan. Strategi pembangunan \"Gerbang Estetika\" melalui shelter tematik multietnis (Betawi, Sunda, Batak, Minang) di titik-titik perbatasan Jakarta-Depok bukan sekadar hiasan, melainkan instrumen Social Engineering untuk mengklaim kewibawaan wilayah. Dengan melibatkan dana CSR untuk pembangunan infrastruktur tematik ini, pemerintah daerah dapat mengurangi beban APBD sekaligus menciptakan identitas kota yang inklusif. Pola penertiban bangunan liar yang menggunakan badan jalan nasional harus bertransformasi dari sekadar \"penggusuran\" menjadi \"restorasi fungsi publik\" yang didukung oleh penegakan hukum kolaboratif antara Satpol PP, PU, dan kepolisian.\n\nAnalisis ini membuka tabir bahwa penataan kota adalah persoalan teknis sekaligus filosofis tentang bagaimana kita memanusiakan pekerja garda depan. Keberhasilan model di Depok ini akan menjadi cetak biru bagi reformasi birokrasi di tingkat nasional, di mana tunjangan kinerja akan dihitung secara presisi berdasarkan rasio beban kerja dan risiko lapangan. Bagaimana jika model akuntabilitas 1 km ini diterapkan di seluruh kementerian? Simak analisis mendalam kami mengenai efisiensi anggaran di sektor infrastruktur pada video kluster reformasi birokrasi lainnya. Mari kita kawal perubahan sistemik ini untuk memastikan setiap rupiah pajak kembali dalam bentuk ruang publik yang bermartabat.\n\nTimestamp:\n00:00 - 02:30 : Dekonstruksi Budaya \"Netnot\": Mengapa Absensi Digital Tidak Menjamin Kota Bersih\n02:31 - 05:00 : Bedah Data Upah Pesapon: Anomali Rp2,5 Juta di Tengah Biaya Hidup Urban\n05:01 - 08:00 : Arsitektur Perbatasan: Shelter Tematik Multietnis sebagai Diplomasi Identitas\n08:01 - 11:00 : Meritokrasi Berbasis Risiko: Menghitung Ulang Tunjangan Struktural vs Fungsional\n11:01 - 13:30 : Eksekusi Spasial: Radius 1 KM dan Tanggung Jawab Teritorial ASN\n13:31 - 15:00 : Proyeksi 2029: Membangun Kota Terbersih dengan Pendekatan Arsitektur Sistem\n\nRekomendasi Judul Video\n\"Ekonomi Kerakyatan: Strategi Kenaikan Upah Minimum Berbasis Indeks Biaya Hidup Lokal\"    • Peta Baru Koridor Logistik 2029: Langkah T...  \n\"Reformasi Birokrasi: Menghapus Jabatan 'Ngalamun' dalam Struktur Pemerintahan Modern\"    • Proyeksi Stabilitas Makro 2029: Arah Modal...  \n\"Masterplan Perbatasan: Mengelola Konflik Spasial di Wilayah Satelit Megapolitan\"    • Skenario Agraria 2029: Manuver Fiskal KDM ...  \n\n#KDMDepok #ReformasiBirokrasi #PenataanKota #TataRuang #PublicPolicy #UrbanDevelopment #Meritokrasi #Infrastruktur #TrendLabID #AnalisisStrategis #EvergreenContent #OceanBlueStrategy #SistemLeadership #FutureCities #GovernanceAnalytic", "post_id": "f2HHgNy5Opg"}}], "edges": [{"key": "AlhamadKim37129", "source": "AlhamadKim37129", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bank_indonesia_papua", "source": "bank_indonesia_papua", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibanjaran.id", "source": "infotibanjaran.id", "target": "voktis.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "source": "bank_indonesia_malut", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_papua", "source": "bank_indonesia_papua", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "19585064872", "source": "19585064872", "target": "visualiterasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "harristurino", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "DPR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "belajar.saham8", "source": "belajar.saham8", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arahatas.market", "source": "arahatas.market", "target": "bernardwijaya17", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "folknomic", "source": "folknomic", "target": "folknomics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "baramaros_", "source": "baramaros_", "target": "hypekabar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipperfinance05", "source": "clipperfinance05", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arahjakarta", "source": "arahjakarta", "target": "arahjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "TribunStyle", "source": "TribunStyle", "target": "arisaaori.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "TribunStyle", "source": "TribunStyle", "target": "bemfhubk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@trijayafm", "source": "@trijayafm", "target": "trijayafm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@HippoAcademy", "source": "@HippoAcademy", "target": "hippoacademy.id/", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "pertamina", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "KementerianESDM", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "BPHMigas_RI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "gibran_rakabuming", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "KementerianESDM", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "bahlillahadalia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "pln_id.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "BPHMigas_RI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TrendLabID", "source": "@TrendLabID", "target": "TrendLabID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}