{"nodes": [{"key": "Markeso67633508", "attributes": {"label": "Markeso67633508", "x": 890.0509560944674, "y": 437.04539252407324, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 63.3247, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067945542848795063", "id": "Markeso67633508", "source": "tweet-000004", "content": "Yang lbh berbahaya.. klo cadangan devisa udah habis yg untuk intervensi. Asing bkl seenaknya mainin rupiah", "post_id": "2067945542848795063"}}, {"key": "almodovar_23", "attributes": {"label": "almodovar_23", "x": 665.6400468105641, "y": 125.68846956226854, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 90.2377, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067945542848795063", "id": "almodovar_23", "source": "tweet-000004", "content": "Yang lbh berbahaya.. klo cadangan devisa udah habis yg untuk intervensi. Asing bkl seenaknya mainin rupiah", "post_id": "2067945542848795063"}}, {"key": "prastow", "attributes": {"label": "prastow", "x": 252.4727600853711, "y": 542.6456529209645, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 90.2377, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067945542848795063", "id": "prastow", "source": "tweet-000004", "content": "Yang lbh berbahaya.. klo cadangan devisa udah habis yg untuk intervensi. Asing bkl seenaknya mainin rupiah", "post_id": "2067945542848795063"}}, {"key": "DentaNusa", "attributes": {"label": "DentaNusa", "x": 799.484880112609, "y": 762.3296919777399, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 63.3247, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067107641307148502", "id": "DentaNusa", "source": "tweet-000004", "content": "Situ yang bloon. Rupiah & IHSG menguat itu bukan karena mekanisme Pasar, jelas itu intervensi alias Pemerintah lagi menggarami air laut : naikin BI Rate + intervensi pasar valas + BUMN Buyback + … asal tau aja itu duit yang dibakar ya dari Cadangan Devisa", "post_id": "2067107641307148502"}}, {"key": "alyyyspace", "attributes": {"label": "alyyyspace", "x": 411.9602360856131, "y": 195.85601648104168, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 117.1507, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067107641307148502", "id": "alyyyspace", "source": "tweet-000004", "content": "Situ yang bloon. Rupiah & IHSG menguat itu bukan karena mekanisme Pasar, jelas itu intervensi alias Pemerintah lagi menggarami air laut : naikin BI Rate + intervensi pasar valas + BUMN Buyback + … asal tau aja itu duit yang dibakar ya dari Cadangan Devisa", "post_id": "2067107641307148502"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 101.19064839067494, "y": 664.492468769068, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 422.1622, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3922830059119589555_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) telah menggulirkan sejumlah bauran kebijakan untuk memitigasi dampak ketidakpastian global, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta mengendalikan laju inflasi. \n\nLangkah strategis ini ditempuh lewat kombinasi pengetatan suku bunga acuan, intervensi agresif di pasar valuta asing (valas) dengan volume besar, penguatan likuiditas pasar, penjagaan kecukupan cadangan devisa, hingga perluasan jaringan kerja sama internasional.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa rangkaian bauran kebijakan tersebut telah membuahkan hasil yang positif bagi penguatan dan resiliensi mata uang Garuda.\n\n\"Bank Indonesia terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi dalam rangka memitigasi dampak gejolak global. Kami juga sudah menyampaikan beberapa kali terkait strategi tujuh langkah BI,\" kata Perry dalam konferensi pers RDG BI Bulanan di Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/gubernur-bi-optimistis-bauran-kebijakan-dorong-penguatan-rupiah-ke-depan\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #stabilitasnilaitukar #rupiah #BankIndonesia", "post_id": "3922830059119589555_3310659452"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 92.67846705637083, "y": 73.19443932959713, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 63.3247, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "BZGg8QsOgjo", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Pertahanan Rupiah oleh RBI Menghadapi Risiko yang Lebih Besar | Cara Kerja Ekonomi India | The Core\n\nUpaya pertahanan rupee oleh RBI menghadapi risiko yang lebih besar karena India menghadapi tekanan dari depresiasi rupee, cadangan devisa, arus keluar modal asing, dan perubahan ekonomi global.\n\nDalam episode How India’s Economy Works di The Core ini, Jurnalis Puja Mehra berbicara dengan ekonom Renu Kohli (mantan karyawan Bank Sentral India dan IMF dan saat ini sebagai peneliti senior di Centre for Social and Economic Progress (CSEP)) tentang mengapa rupee India melemah meskipun cadangan devisa India cukup besar. Diskusi ini membahas intervensi RBI, batasan cadangan devisa, penurunan FDI, arus keluar portofolio, guncangan harga minyak, dan mengapa neraca pembayaran India mungkin berada di bawah tekanan yang lebih besar daripada yang ditunjukkan oleh angka-angka utama.\n\nRenu Kohli menjelaskan mengapa cadangan devisa India tidak sama dengan cadangan yang diperoleh, bagaimana \"cadangan pinjaman\" bergantung pada arus masuk modal, dan mengapa tidak ada jumlah cadangan yang dapat sepenuhnya melindungi rupee jika investor asing berhenti membawa uang masuk. Ia juga membandingkan tekanan rupee saat ini dengan episode masa lalu seperti tahun 1991, 2008, dan 2013, sambil menjelaskan mengapa momen ini berbeda.\n\nPercakapan ini juga membahas apakah RBI membiarkan rupee tetap terlalu kuat terlalu lama, mengapa langkah-langkah jangka pendek hanya dapat mengulur waktu, dan apa yang perlu dilakukan India untuk menarik modal asing yang lebih berkelanjutan. Dari FDI dan defisit transaksi berjalan hingga impor minyak, arus modal yang dipimpin AI, dan ketidakpastian global, episode ini menguraikan risiko yang lebih dalam yang dihadapi ekonomi India.\n\nPertahanan rupee oleh RBI menghadapi risiko yang lebih besar karena depresiasi rupee, cadangan devisa, arus keluar modal asing, penurunan FDI, impor minyak, dan neraca pembayaran India berada di bawah tekanan. Saksikan Bagaimana Ekonomi India Bekerja di The Core untuk memahami apa arti rupee yang lebih lemah bagi kebijakan RBI, investor, dan ekonomi India.\n\n#RBI #Rupee #EkonomiIndia #CadanganValutaAsing #CaraKerjaEkonomiIndia #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran WhatsApp kami (https://tinyurl.com/The-Core-WhatsApp...)\n\nBerlangganan Newsletter kami (https://www.thecore.in/newsletters/th...)\n\nIkuti Kami di Media Sosial untuk Pembaruan Lebih Lanjut:\nTwitter (  / the_core_in  )\nInstagram (  / the.core.in  )\nFacebook (  / thecore.biz  )\nLinkedIn (  / thecore-in  )\nYouTube (   /   )", "post_id": "BZGg8QsOgjo"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 127.32379452425636, "y": 847.5357671541229, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 90.2377, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "BZGg8QsOgjo", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Pertahanan Rupiah oleh RBI Menghadapi Risiko yang Lebih Besar | Cara Kerja Ekonomi India | The Core\n\nUpaya pertahanan rupee oleh RBI menghadapi risiko yang lebih besar karena India menghadapi tekanan dari depresiasi rupee, cadangan devisa, arus keluar modal asing, dan perubahan ekonomi global.\n\nDalam episode How India’s Economy Works di The Core ini, Jurnalis Puja Mehra berbicara dengan ekonom Renu Kohli (mantan karyawan Bank Sentral India dan IMF dan saat ini sebagai peneliti senior di Centre for Social and Economic Progress (CSEP)) tentang mengapa rupee India melemah meskipun cadangan devisa India cukup besar. Diskusi ini membahas intervensi RBI, batasan cadangan devisa, penurunan FDI, arus keluar portofolio, guncangan harga minyak, dan mengapa neraca pembayaran India mungkin berada di bawah tekanan yang lebih besar daripada yang ditunjukkan oleh angka-angka utama.\n\nRenu Kohli menjelaskan mengapa cadangan devisa India tidak sama dengan cadangan yang diperoleh, bagaimana \"cadangan pinjaman\" bergantung pada arus masuk modal, dan mengapa tidak ada jumlah cadangan yang dapat sepenuhnya melindungi rupee jika investor asing berhenti membawa uang masuk. Ia juga membandingkan tekanan rupee saat ini dengan episode masa lalu seperti tahun 1991, 2008, dan 2013, sambil menjelaskan mengapa momen ini berbeda.\n\nPercakapan ini juga membahas apakah RBI membiarkan rupee tetap terlalu kuat terlalu lama, mengapa langkah-langkah jangka pendek hanya dapat mengulur waktu, dan apa yang perlu dilakukan India untuk menarik modal asing yang lebih berkelanjutan. Dari FDI dan defisit transaksi berjalan hingga impor minyak, arus modal yang dipimpin AI, dan ketidakpastian global, episode ini menguraikan risiko yang lebih dalam yang dihadapi ekonomi India.\n\nPertahanan rupee oleh RBI menghadapi risiko yang lebih besar karena depresiasi rupee, cadangan devisa, arus keluar modal asing, penurunan FDI, impor minyak, dan neraca pembayaran India berada di bawah tekanan. Saksikan Bagaimana Ekonomi India Bekerja di The Core untuk memahami apa arti rupee yang lebih lemah bagi kebijakan RBI, investor, dan ekonomi India.\n\n#RBI #Rupee #EkonomiIndia #CadanganValutaAsing #CaraKerjaEkonomiIndia #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran WhatsApp kami (https://tinyurl.com/The-Core-WhatsApp...)\n\nBerlangganan Newsletter kami (https://www.thecore.in/newsletters/th...)\n\nIkuti Kami di Media Sosial untuk Pembaruan Lebih Lanjut:\nTwitter (  / the_core_in  )\nInstagram (  / the.core.in  )\nFacebook (  / thecore.biz  )\nLinkedIn (  / thecore-in  )\nYouTube (   /   )", "post_id": "BZGg8QsOgjo"}}], "edges": [{"key": "Markeso67633508", "source": "Markeso67633508", "target": "almodovar_23", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Markeso67633508", "source": "Markeso67633508", "target": "prastow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "DentaNusa", "source": "DentaNusa", "target": "alyyyspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}