{"nodes": [{"key": "Sabik_87", "attributes": {"label": "Sabik_87", "x": 968.3691012504626, "y": 125.56739369404812, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068140372551942614", "id": "Sabik_87", "source": "retweet-000002", "content": "Anggota V BPK juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran dikarenakan setiap rupiah yang dialokasikan mencerminkan kepercayaan…", "post_id": "2068140372551942614"}}, {"key": "bpkri", "attributes": {"label": "bpkri", "x": 591.4076311584554, "y": 829.4535866079934, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 8.7461, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2068140372551942614", "id": "bpkri", "source": "retweet-000002", "content": "Anggota V BPK juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran dikarenakan setiap rupiah yang dialokasikan mencerminkan kepercayaan…", "post_id": "2068140372551942614"}}, {"key": "oktarvn", "attributes": {"label": "oktarvn", "x": 251.9026763539819, "y": 532.086226268542, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067620120189620285", "id": "oktarvn", "source": "retweet-000002", "content": "rupiah melemah, polisi minta anggaran ditambah lagi. \n\ngiliran kepercayaan masyarakat pada polisi makin melemah, mereka…", "post_id": "2067620120189620285"}}, {"key": "alfinrizalisme", "attributes": {"label": "alfinrizalisme", "x": 645.1392520150941, "y": 667.3396398255146, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 8.7461, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2067620120189620285", "id": "alfinrizalisme", "source": "retweet-000002", "content": "rupiah melemah, polisi minta anggaran ditambah lagi. \n\ngiliran kepercayaan masyarakat pada polisi makin melemah, mereka…", "post_id": "2067620120189620285"}}, {"key": "meownatwenty3", "attributes": {"label": "meownatwenty3", "x": 42.75248577100199, "y": 792.1210959841744, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2067619690038567401", "id": "meownatwenty3", "source": "retweet-000002", "content": "sebenarnya, selain krn metode Habibie yg pas dlm menguatkan rupiah, hal yg plg mendasar adl kepercayaan inve…", "post_id": "2067619690038567401"}}, {"key": "cellebrimbor_", "attributes": {"label": "cellebrimbor_", "x": 840.1004308464679, "y": 629.7351310370973, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 7.8766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2067619690038567401", "id": "cellebrimbor_", "source": "retweet-000002", "content": "sebenarnya, selain krn metode Habibie yg pas dlm menguatkan rupiah, hal yg plg mendasar adl kepercayaan inve…", "post_id": "2067619690038567401"}}, {"key": "tanyarlfes", "attributes": {"label": "tanyarlfes", "x": 773.5993907298935, "y": 363.54354548109836, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 7.8766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067619690038567401", "id": "tanyarlfes", "source": "retweet-000002", "content": "sebenarnya, selain krn metode Habibie yg pas dlm menguatkan rupiah, hal yg plg mendasar adl kepercayaan inve…", "post_id": "2067619690038567401"}}, {"key": "ibnu_s_rIxiiIAs", "attributes": {"label": "ibnu_s_rIxiiIAs", "x": 109.44981198108128, "y": 149.14302143906778, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2069373385260573146", "id": "ibnu_s_rIxiiIAs", "source": "tweet-000004", "content": "Saya baru sebatas mau bikin spekulasi tandingan kali ini, sekitar pukul 17:35 WIB, diketahui olehku, pada penyajian Info-GRAFIS-data di tampilan hasil penelusuran Google dengan masukan kata kunci berupa kurs rupiah, 1$ to rupiah didapati angka secara tertera sbb", "post_id": "2069373385260573146"}}, {"key": "her_alone", "attributes": {"label": "her_alone", "x": 70.5966124488302, "y": 706.8385554681076, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.8766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069373385260573146", "id": "her_alone", "source": "tweet-000004", "content": "Saya baru sebatas mau bikin spekulasi tandingan kali ini, sekitar pukul 17:35 WIB, diketahui olehku, pada penyajian Info-GRAFIS-data di tampilan hasil penelusuran Google dengan masukan kata kunci berupa kurs rupiah, 1$ to rupiah didapati angka secara tertera sbb", "post_id": "2069373385260573146"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 575.2095693120469, "y": 611.2010747393045, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.8766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069373385260573146", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Saya baru sebatas mau bikin spekulasi tandingan kali ini, sekitar pukul 17:35 WIB, diketahui olehku, pada penyajian Info-GRAFIS-data di tampilan hasil penelusuran Google dengan masukan kata kunci berupa kurs rupiah, 1$ to rupiah didapati angka secara tertera sbb", "post_id": "2069373385260573146"}}, {"key": "SuperGrok", "attributes": {"label": "SuperGrok", "x": 79.60563762442452, "y": 249.48021809825792, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.8766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069373385260573146", "id": "SuperGrok", "source": "tweet-000004", "content": "Saya baru sebatas mau bikin spekulasi tandingan kali ini, sekitar pukul 17:35 WIB, diketahui olehku, pada penyajian Info-GRAFIS-data di tampilan hasil penelusuran Google dengan masukan kata kunci berupa kurs rupiah, 1$ to rupiah didapati angka secara tertera sbb", "post_id": "2069373385260573146"}}, {"key": "AlexiaHavasi876", "attributes": {"label": "AlexiaHavasi876", "x": 835.8040146081635, "y": 220.81400877293066, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069273933606727711", "id": "AlexiaHavasi876", "source": "tweet-000004", "content": "Langkah ini justru memperkuat posisi rupiah dengan menekan tingkat penggunaan valuta asing (de-dollarization) di dalam negeri, khususnya di daerah destinasi wisata, sehingga cadangan devisa kita bisa lebih stabil dan terlindungi dari spekulasi luar.", "post_id": "2069273933606727711"}}, {"key": "steve_hanke", "attributes": {"label": "steve_hanke", "x": 742.0257890438035, "y": 702.7327825906438, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.5716, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069273933606727711", "id": "steve_hanke", "source": "tweet-000004", "content": "Langkah ini justru memperkuat posisi rupiah dengan menekan tingkat penggunaan valuta asing (de-dollarization) di dalam negeri, khususnya di daerah destinasi wisata, sehingga cadangan devisa kita bisa lebih stabil dan terlindungi dari spekulasi luar.", "post_id": "2069273933606727711"}}, {"key": "rudolphmcfarla2", "attributes": {"label": "rudolphmcfarla2", "x": 575.2284664914863, "y": 201.24591690292092, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2068715797888082331", "id": "rudolphmcfarla2", "source": "tweet-000004", "content": "Menurut analisis Lembaga Penyelidikan Ekonomi & Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), pelemahan rupiah disebabkan oleh kombinasi sentimen internal eksternal. Faktor domestik saat ini pengaruh besar di samping ketidakpastian geopolitik global", "post_id": "2068715797888082331"}}, {"key": "icy_freezey", "attributes": {"label": "icy_freezey", "x": 776.1244255985904, "y": 991.7267834135321, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.8766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068715797888082331", "id": "icy_freezey", "source": "tweet-000004", "content": "Menurut analisis Lembaga Penyelidikan Ekonomi & Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), pelemahan rupiah disebabkan oleh kombinasi sentimen internal eksternal. Faktor domestik saat ini pengaruh besar di samping ketidakpastian geopolitik global", "post_id": "2068715797888082331"}}, {"key": "mldyrfn_", "attributes": {"label": "mldyrfn_", "x": 490.84495273466086, "y": 311.35340952634226, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.8766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068715797888082331", "id": "mldyrfn_", "source": "tweet-000004", "content": "Menurut analisis Lembaga Penyelidikan Ekonomi & Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), pelemahan rupiah disebabkan oleh kombinasi sentimen internal eksternal. Faktor domestik saat ini pengaruh besar di samping ketidakpastian geopolitik global", "post_id": "2068715797888082331"}}, {"key": "Aslipriok1973", "attributes": {"label": "Aslipriok1973", "x": 905.0643620270362, "y": 783.2625470275085, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.8766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068715797888082331", "id": "Aslipriok1973", "source": "tweet-000004", "content": "Menurut analisis Lembaga Penyelidikan Ekonomi & Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), pelemahan rupiah disebabkan oleh kombinasi sentimen internal eksternal. Faktor domestik saat ini pengaruh besar di samping ketidakpastian geopolitik global", "post_id": "2068715797888082331"}}, {"key": "__mas_har", "attributes": {"label": "__mas_har", "x": 662.4516598914844, "y": 433.59947338503866, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067908337707221206", "id": "__mas_har", "source": "tweet-000004", "content": "rate hike 3x dalam 4 minggu dan rupiah masih terus loyo. ini bukan cuma soal bunga, tapi soal kepercayaan. kalo sentimen investor udah negatif, suku bunga naik pun susah nahan arus modal keluar.", "post_id": "2067908337707221206"}}, {"key": "ucuz08", "attributes": {"label": "ucuz08", "x": 770.9877033261587, "y": 715.0999548714408, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068029963366969403", "id": "ucuz08", "source": "tweet-000004", "content": "jangan sampai ini ngefek lagi ke ihsg & rupiah jadi sentimen negatif, bang ampun bang 🥲", "post_id": "2068029963366969403"}}, {"key": "bluecandleway", "attributes": {"label": "bluecandleway", "x": 226.9150970829279, "y": 981.2207008183211, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.3546, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068029963366969403", "id": "bluecandleway", "source": "tweet-000004", "content": "jangan sampai ini ngefek lagi ke ihsg & rupiah jadi sentimen negatif, bang ampun bang 🥲", "post_id": "2068029963366969403"}}, {"key": "SyahputraReny", "attributes": {"label": "SyahputraReny", "x": 651.381761018556, "y": 462.77756937712775, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067874471458095453", "id": "SyahputraReny", "source": "tweet-000004", "content": "rupiah lemah + IHSG tertekan + SPCX listing global. semua terhubung ke sentimen yang sama, tinggal tunggu katalis balik", "post_id": "2067874471458095453"}}, {"key": "pluang_id", "attributes": {"label": "pluang_id", "x": 907.976551298026, "y": 65.70736325888204, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.3546, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067874471458095453", "id": "pluang_id", "source": "tweet-000004", "content": "rupiah lemah + IHSG tertekan + SPCX listing global. semua terhubung ke sentimen yang sama, tinggal tunggu katalis balik", "post_id": "2067874471458095453"}}, {"key": "fx16monster", "attributes": {"label": "fx16monster", "x": 525.5470323885868, "y": 694.9680931326376, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068203331202560006", "id": "fx16monster", "source": "tweet-000004", "content": "menurunkan kelas menengah jadi miskin.\nmenurunkan jumlah pekerja aktif jadi pengangguran.\nmenurunkan kesejahteraan guru-dosen-tenaga pendidik.\nmenurunkan supply listrik ke masyarakat.\nmenurunkan pendapatan UMKM.\nmenurunkan kepercayaan investor asing.\nmenurunkan kurs Rupiah.", "post_id": "2068203331202560006"}}, {"key": "ardisatriawan", "attributes": {"label": "ardisatriawan", "x": 940.6213526309876, "y": 987.6676629981789, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.3546, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068203331202560006", "id": "ardisatriawan", "source": "tweet-000004", "content": "menurunkan kelas menengah jadi miskin.\nmenurunkan jumlah pekerja aktif jadi pengangguran.\nmenurunkan kesejahteraan guru-dosen-tenaga pendidik.\nmenurunkan supply listrik ke masyarakat.\nmenurunkan pendapatan UMKM.\nmenurunkan kepercayaan investor asing.\nmenurunkan kurs Rupiah.", "post_id": "2068203331202560006"}}, {"key": "AngelsSalo87763", "attributes": {"label": "AngelsSalo87763", "x": 453.9016068414044, "y": 360.4279514413562, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067630903954985036", "id": "AngelsSalo87763", "source": "tweet-000004", "content": "kalau saya sih liatnya, rupiah akan menjadi the number one driver arah IHSG kedepan. karena krisis yang kita alamin selama 6 bulan ini lebih krisis kepercayaan terhadap government\n\nyang mana level of gov trust, itu bisa kita lihat atau terefleksi kan lewat bond yield and rupiah", "post_id": "2067630903954985036"}}, {"key": "aditoss", "attributes": {"label": "aditoss", "x": 729.5649783296814, "y": 201.93812692687217, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.3546, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067630903954985036", "id": "aditoss", "source": "tweet-000004", "content": "kalau saya sih liatnya, rupiah akan menjadi the number one driver arah IHSG kedepan. karena krisis yang kita alamin selama 6 bulan ini lebih krisis kepercayaan terhadap government\n\nyang mana level of gov trust, itu bisa kita lihat atau terefleksi kan lewat bond yield and rupiah", "post_id": "2067630903954985036"}}, {"key": "Hadiwidjaja10", "attributes": {"label": "Hadiwidjaja10", "x": 184.36430592741658, "y": 546.5533740365908, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068033448993083615", "id": "Hadiwidjaja10", "source": "tweet-000004", "content": "Penegakan hukum yg menyakiti kewarasan dikuatirkan menurunkan lagi kepercayaan terhadap pemerintah yg memang sudah rendah.\nDemikian juga dengan pelemahan nilai rupiah thd dolar.\nSedangkan pengangguran meningkat.\nSedih, bingung, takut. 😢", "post_id": "2068033448993083615"}}, {"key": "regar_op0sisi", "attributes": {"label": "regar_op0sisi", "x": 245.3016527183407, "y": 509.41958672200394, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.3546, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068033448993083615", "id": "regar_op0sisi", "source": "tweet-000004", "content": "Penegakan hukum yg menyakiti kewarasan dikuatirkan menurunkan lagi kepercayaan terhadap pemerintah yg memang sudah rendah.\nDemikian juga dengan pelemahan nilai rupiah thd dolar.\nSedangkan pengangguran meningkat.\nSedih, bingung, takut. 😢", "post_id": "2068033448993083615"}}, {"key": "chrono_joe", "attributes": {"label": "chrono_joe", "x": 70.95619204798886, "y": 700.3865255650408, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067561125559115793", "id": "chrono_joe", "source": "tweet-000004", "content": "Skenario terbaik: rupiah menguat, inflasi terkendali, kepercayaan investor naik.\n\nSkenario terburuk: kredit mahal, investasi melambat, pertumbuhan ekonomi melemah, dan pasar saham tertekan.\n\nAgar lebih tahan banting, harus dipercepat lagi swasembada energinya.", "post_id": "2067561125559115793"}}, {"key": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "BigAlphaID", "x": 424.7933395016499, "y": 176.21486712092138, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.3546, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067561125559115793", "id": "BigAlphaID", "source": "tweet-000004", "content": "Skenario terbaik: rupiah menguat, inflasi terkendali, kepercayaan investor naik.\n\nSkenario terburuk: kredit mahal, investasi melambat, pertumbuhan ekonomi melemah, dan pasar saham tertekan.\n\nAgar lebih tahan banting, harus dipercepat lagi swasembada energinya.", "post_id": "2067561125559115793"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 371.16368834571267, "y": 213.17577181952518, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6741, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3922666282177593331_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah dibuka melemah ke Rp17.839 per dolar AS pada perdagangan Jumat pagi (19/6/2026), lalu semakin tertekan hingga Rp17.855 seiring penguatan dolar AS yang ditopang sikap hawkish The Fed.\n\nSentimen pelemahan rupiah juga diperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang membuat dolar kembali berperan sebagai aset aman dan menekan mata uang Asia termasuk rupiah.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#rupiah #dolar #matauang #bloombergtechnoz", "post_id": "3922666282177593331_51748745734"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 337.9305197963142, "y": 798.5838960636637, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.7938, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 4, "degree": 8}, "_id": "3921136237684150072_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Senin (15/6/2026), seiring meredanya ketegangan geopolitik global setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan damai sementara.\n\nSentimen positif tersebut mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko, sekaligus mengangkat rupiah dan menekan harga minyak dunia.\n\nIHSG ditutup menguat 4,12 persen ke level 6.254,97, bahkan sempat menyentuh level 6.345,8 sepanjang perdagangan Senin lalu.\n\nNamun, investor asing masih membukukan jual bersih (net sell) Rp107,13 miliar di pasar reguler pada Senin. Dalam sepekan, outflow asing Rp5,60 triliun dan dalam sebulan nilainya menembus Rp27,78 triliun.\n\nMenurut Phintraco Sekuritas, kesepakatan damai AS-Iran dan potensi dibukanya kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz menjadi katalis utama penguatan pasar saham domestik.\n\nAnalis iFAST Capital Kevin Khaw Khai Sheng mengatakan, dikutip Dow Jones Newswires, kenaikan IHSG saat ini masih perlu dikonfirmasi oleh perbaikan sentimen yang lebih permanen.\n\nMenurut Kevin, investor masih mempertimbangkan daya tarik obligasi pemerintah berimbal hasil tinggi serta perkembangan nilai tukar rupiah.\n\nIa menyebut, pandangan terhadap pasar saham Indonesia baru akan berubah lebih positif apabila dolar AS melemah secara konsisten di bawah Rp18.000 per USD, imbal hasil obligasi turun, dan aliran dana asing kembali masuk.\n\nHingga kondisi tersebut terpenuhi, kata Kevin, setiap penguatan pasar kemungkinan masih akan dipandang sebagai peluang taktis jangka pendek, bukan sebagai awal dari tren kenaikan yang berkelanjutan.\n\nSementara itu, head of research Maybank Sekuritas Jeffrosenberg Chenlim menilai pemulihan pasar saham dan rupiah membutuhkan dukungan dari perbaikan struktural, bukan hanya sentimen jangka pendek.\n\nBaca selengkapnya di https://www.idxchannel.com/market-news/ihsg-mulai-rebound-pasar-dinilai-masih-butuh-katalis-tambahan\n\nAtau klik link di Bio: \n\nFoto: Magnific\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3921136237684150072_3310659452"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 709.6210686809336, "y": 777.3983788121199, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5641, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 3, "degree": 6}, "_id": "3921534746644236370_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah dibuka melemah ke Rp17.728 per dolar AS pada perdagangan Rabu (17/6) dan sempat menyentuh Rp17.750 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi karena investor masih bersikap wait and see menjelang hasil rapat FOMC The Fed serta menanti kepastian kesepakatan damai AS-Iran.\n\nAnalis memperkirakan pergerakan rupiah akan tetap terbatas di kisaran Rp17.700–Rp17.800 per dolar AS. Sentimen positif dari meredanya ketegangan geopolitik dan turunnya harga minyak berpotensi menopang penguatan rupiah dalam jangka pendek. 📉\n\nSumber: katadata.co.id, 17 Juni 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp). 🚀\n\n#Rupiah #DollarAS #NilaiTukar #FOMC #TheFed #ASIran #IHSG #PasarModal #Investasi #SahamIndonesia #mancingsaham", "post_id": "3921534746644236370_52512310886"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "attributes": {"label": "pariwisata.palembang", "x": 469.5296399505616, "y": 700.9835300321429, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 70.6903, "in_degree": 0, "out_degree": 13, "degree": 13}, "_id": "3921867578146762326_4762494068", "id": "pariwisata.palembang", "source": "instagram-000001", "content": "BANKER'S IDOL 2026 – The Sound of Banker ✨🎤\n\nDalam rangka memeriahkan Gemilang Palembang Raya HUT Kota Palembang ke-1343, hadir ajang pencarian bakat menyanyi bagi insan perbankan yang siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas panggung!\n\n🎶 LOMBA BANKER'S IDOL 🎤 The Sound of Banker\n📅 Registrasi: 05 – 24 Juni 2026\n🏆 Total hadiah jutaan rupiah \n🏅 Piala & Sertifikat\n\nSaatnya tunjukkan suara terbaikmu, bangun kepercayaan diri, dan raih prestasi bersama rekan-rekan perbankan se-Kota Palembang!\n\n📲 Daftar sekarang melalui: https://bit.ly/bankeridol\n\nSource: \n\nCC:\n           \n\n#PariwistaPalembang\n#CharmingPalembang #GemilangPalembangRaya2026\n#HUTPalembang134", "post_id": "3921867578146762326_4762494068"}}, {"key": "digitalkitogalo", "attributes": {"label": "digitalkitogalo", "x": 999.7743815342042, "y": 62.044374904269176, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.5389, "eigenvector": 70.6903, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3921867578146762326_4762494068", "id": "digitalkitogalo", "source": "instagram-000001", "content": "BANKER'S IDOL 2026 – The Sound of Banker ✨🎤\n\nDalam rangka memeriahkan Gemilang Palembang Raya HUT Kota Palembang ke-1343, hadir ajang pencarian bakat menyanyi bagi insan perbankan yang siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas panggung!\n\n🎶 LOMBA BANKER'S IDOL 🎤 The Sound of Banker\n📅 Registrasi: 05 – 24 Juni 2026\n🏆 Total hadiah jutaan rupiah \n🏅 Piala & Sertifikat\n\nSaatnya tunjukkan suara terbaikmu, bangun kepercayaan diri, dan raih prestasi bersama rekan-rekan perbankan se-Kota Palembang!\n\n📲 Daftar sekarang melalui: https://bit.ly/bankeridol\n\nSource: \n\nCC:\n           \n\n#PariwistaPalembang\n#CharmingPalembang #GemilangPalembangRaya2026\n#HUTPalembang134", "post_id": "3921867578146762326_4762494068"}}, {"key": "ratudewa", "attributes": {"label": "ratudewa", "x": 983.0565136926476, "y": 629.8049585845803, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.5389, "eigenvector": 70.6903, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3921867578146762326_4762494068", "id": "ratudewa", "source": "instagram-000001", "content": "BANKER'S IDOL 2026 – The Sound of Banker ✨🎤\n\nDalam rangka memeriahkan Gemilang Palembang Raya HUT Kota Palembang ke-1343, hadir ajang pencarian bakat menyanyi bagi insan perbankan yang siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas panggung!\n\n🎶 LOMBA BANKER'S IDOL 🎤 The Sound of Banker\n📅 Registrasi: 05 – 24 Juni 2026\n🏆 Total hadiah jutaan rupiah \n🏅 Piala & Sertifikat\n\nSaatnya tunjukkan suara terbaikmu, bangun kepercayaan diri, dan raih prestasi bersama rekan-rekan perbankan se-Kota Palembang!\n\n📲 Daftar sekarang melalui: https://bit.ly/bankeridol\n\nSource: \n\nCC:\n           \n\n#PariwistaPalembang\n#CharmingPalembang #GemilangPalembangRaya2026\n#HUTPalembang134", "post_id": "3921867578146762326_4762494068"}}, {"key": "primasalam", "attributes": {"label": "primasalam", "x": 837.577301957535, "y": 255.6215672211134, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.5389, "eigenvector": 70.6903, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3921867578146762326_4762494068", "id": "primasalam", "source": "instagram-000001", "content": "BANKER'S IDOL 2026 – The Sound of Banker ✨🎤\n\nDalam rangka memeriahkan Gemilang Palembang Raya HUT Kota Palembang ke-1343, hadir ajang pencarian bakat menyanyi bagi insan perbankan yang siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas panggung!\n\n🎶 LOMBA BANKER'S IDOL 🎤 The Sound of Banker\n📅 Registrasi: 05 – 24 Juni 2026\n🏆 Total hadiah jutaan rupiah \n🏅 Piala & Sertifikat\n\nSaatnya tunjukkan suara terbaikmu, bangun kepercayaan diri, dan raih prestasi bersama rekan-rekan perbankan se-Kota Palembang!\n\n📲 Daftar sekarang melalui: https://bit.ly/bankeridol\n\nSource: \n\nCC:\n           \n\n#PariwistaPalembang\n#CharmingPalembang #GemilangPalembangRaya2026\n#HUTPalembang134", "post_id": "3921867578146762326_4762494068"}}, {"key": "aprizal1645", "attributes": {"label": "aprizal1645", "x": 556.7932984424202, "y": 463.5183450151762, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.5389, "eigenvector": 70.6903, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3921867578146762326_4762494068", "id": "aprizal1645", "source": "instagram-000001", "content": "BANKER'S IDOL 2026 – The Sound of Banker ✨🎤\n\nDalam rangka memeriahkan Gemilang Palembang Raya HUT Kota Palembang ke-1343, hadir ajang pencarian bakat menyanyi bagi insan perbankan yang siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas panggung!\n\n🎶 LOMBA BANKER'S IDOL 🎤 The Sound of Banker\n📅 Registrasi: 05 – 24 Juni 2026\n🏆 Total hadiah jutaan rupiah \n🏅 Piala & Sertifikat\n\nSaatnya tunjukkan suara terbaikmu, bangun kepercayaan diri, dan raih prestasi bersama rekan-rekan perbankan se-Kota Palembang!\n\n📲 Daftar sekarang melalui: https://bit.ly/bankeridol\n\nSource: \n\nCC:\n           \n\n#PariwistaPalembang\n#CharmingPalembang #GemilangPalembangRaya2026\n#HUTPalembang134", "post_id": "3921867578146762326_4762494068"}}, {"key": "ratudewa.update", "attributes": {"label": "ratudewa.update", "x": 522.7817706328116, "y": 272.0554604218536, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.5389, "eigenvector": 70.6903, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3921867578146762326_4762494068", "id": "ratudewa.update", "source": "instagram-000001", "content": "BANKER'S IDOL 2026 – The Sound of Banker ✨🎤\n\nDalam rangka memeriahkan Gemilang Palembang Raya HUT Kota Palembang ke-1343, hadir ajang pencarian bakat menyanyi bagi insan perbankan yang siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas panggung!\n\n🎶 LOMBA BANKER'S IDOL 🎤 The Sound of Banker\n📅 Registrasi: 05 – 24 Juni 2026\n🏆 Total hadiah jutaan rupiah \n🏅 Piala & Sertifikat\n\nSaatnya tunjukkan suara terbaikmu, bangun kepercayaan diri, dan raih prestasi bersama rekan-rekan perbankan se-Kota Palembang!\n\n📲 Daftar sekarang melalui: https://bit.ly/bankeridol\n\nSource: \n\nCC:\n           \n\n#PariwistaPalembang\n#CharmingPalembang #GemilangPalembangRaya2026\n#HUTPalembang134", "post_id": "3921867578146762326_4762494068"}}, {"key": "primasalam_story", "attributes": {"label": "primasalam_story", "x": 241.50445262379029, "y": 174.61453223207113, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.5389, "eigenvector": 70.6903, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3921867578146762326_4762494068", "id": "primasalam_story", "source": "instagram-000001", "content": "BANKER'S IDOL 2026 – The Sound of Banker ✨🎤\n\nDalam rangka memeriahkan Gemilang Palembang Raya HUT Kota Palembang ke-1343, hadir ajang pencarian bakat menyanyi bagi insan perbankan yang siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas panggung!\n\n🎶 LOMBA BANKER'S IDOL 🎤 The Sound of Banker\n📅 Registrasi: 05 – 24 Juni 2026\n🏆 Total hadiah jutaan rupiah \n🏅 Piala & Sertifikat\n\nSaatnya tunjukkan suara terbaikmu, bangun kepercayaan diri, dan raih prestasi bersama rekan-rekan perbankan se-Kota Palembang!\n\n📲 Daftar sekarang melalui: https://bit.ly/bankeridol\n\nSource: \n\nCC:\n           \n\n#PariwistaPalembang\n#CharmingPalembang #GemilangPalembangRaya2026\n#HUTPalembang134", "post_id": "3921867578146762326_4762494068"}}, {"key": "m.irmansstp", "attributes": {"label": "m.irmansstp", "x": 282.04613527116663, "y": 962.9172110158801, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.5389, "eigenvector": 70.6903, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3921867578146762326_4762494068", "id": "m.irmansstp", "source": "instagram-000001", "content": "BANKER'S IDOL 2026 – The Sound of Banker ✨🎤\n\nDalam rangka memeriahkan Gemilang Palembang Raya HUT Kota Palembang ke-1343, hadir ajang pencarian bakat menyanyi bagi insan perbankan yang siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas panggung!\n\n🎶 LOMBA BANKER'S IDOL 🎤 The Sound of Banker\n📅 Registrasi: 05 – 24 Juni 2026\n🏆 Total hadiah jutaan rupiah \n🏅 Piala & Sertifikat\n\nSaatnya tunjukkan suara terbaikmu, bangun kepercayaan diri, dan raih prestasi bersama rekan-rekan perbankan se-Kota Palembang!\n\n📲 Daftar sekarang melalui: https://bit.ly/bankeridol\n\nSource: \n\nCC:\n           \n\n#PariwistaPalembang\n#CharmingPalembang #GemilangPalembangRaya2026\n#HUTPalembang134", "post_id": "3921867578146762326_4762494068"}}, {"key": "fahmi_fhatta", "attributes": {"label": "fahmi_fhatta", "x": 83.31196847747213, "y": 773.070023117598, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.5389, "eigenvector": 70.6903, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3921867578146762326_4762494068", "id": "fahmi_fhatta", "source": "instagram-000001", "content": "BANKER'S IDOL 2026 – The Sound of Banker ✨🎤\n\nDalam rangka memeriahkan Gemilang Palembang Raya HUT Kota Palembang ke-1343, hadir ajang pencarian bakat menyanyi bagi insan perbankan yang siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas panggung!\n\n🎶 LOMBA BANKER'S IDOL 🎤 The Sound of Banker\n📅 Registrasi: 05 – 24 Juni 2026\n🏆 Total hadiah jutaan rupiah \n🏅 Piala & Sertifikat\n\nSaatnya tunjukkan suara terbaikmu, bangun kepercayaan diri, dan raih prestasi bersama rekan-rekan perbankan se-Kota Palembang!\n\n📲 Daftar sekarang melalui: https://bit.ly/bankeridol\n\nSource: \n\nCC:\n           \n\n#PariwistaPalembang\n#CharmingPalembang #GemilangPalembangRaya2026\n#HUTPalembang134", "post_id": "3921867578146762326_4762494068"}}, {"key": "natamilan_xv", "attributes": {"label": "natamilan_xv", "x": 261.6502899107542, "y": 952.0775331354179, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.5389, "eigenvector": 70.6903, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3921867578146762326_4762494068", "id": "natamilan_xv", "source": "instagram-000001", "content": "BANKER'S IDOL 2026 – The Sound of Banker ✨🎤\n\nDalam rangka memeriahkan Gemilang Palembang Raya HUT Kota Palembang ke-1343, hadir ajang pencarian bakat menyanyi bagi insan perbankan yang siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas panggung!\n\n🎶 LOMBA BANKER'S IDOL 🎤 The Sound of Banker\n📅 Registrasi: 05 – 24 Juni 2026\n🏆 Total hadiah jutaan rupiah \n🏅 Piala & Sertifikat\n\nSaatnya tunjukkan suara terbaikmu, bangun kepercayaan diri, dan raih prestasi bersama rekan-rekan perbankan se-Kota Palembang!\n\n📲 Daftar sekarang melalui: https://bit.ly/bankeridol\n\nSource: \n\nCC:\n           \n\n#PariwistaPalembang\n#CharmingPalembang #GemilangPalembangRaya2026\n#HUTPalembang134", "post_id": "3921867578146762326_4762494068"}}, {"key": "irul_bae", "attributes": {"label": "irul_bae", "x": 829.201098158321, "y": 982.3449018173285, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.5389, "eigenvector": 70.6903, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3921867578146762326_4762494068", "id": "irul_bae", "source": "instagram-000001", "content": "BANKER'S IDOL 2026 – The Sound of Banker ✨🎤\n\nDalam rangka memeriahkan Gemilang Palembang Raya HUT Kota Palembang ke-1343, hadir ajang pencarian bakat menyanyi bagi insan perbankan yang siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas panggung!\n\n🎶 LOMBA BANKER'S IDOL 🎤 The Sound of Banker\n📅 Registrasi: 05 – 24 Juni 2026\n🏆 Total hadiah jutaan rupiah \n🏅 Piala & Sertifikat\n\nSaatnya tunjukkan suara terbaikmu, bangun kepercayaan diri, dan raih prestasi bersama rekan-rekan perbankan se-Kota Palembang!\n\n📲 Daftar sekarang melalui: https://bit.ly/bankeridol\n\nSource: \n\nCC:\n           \n\n#PariwistaPalembang\n#CharmingPalembang #GemilangPalembangRaya2026\n#HUTPalembang134", "post_id": "3921867578146762326_4762494068"}}, {"key": "maulidianinik", "attributes": {"label": "maulidianinik", "x": 211.76272586598543, "y": 295.4788333564857, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.5389, "eigenvector": 70.6903, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3921867578146762326_4762494068", "id": "maulidianinik", "source": "instagram-000001", "content": "BANKER'S IDOL 2026 – The Sound of Banker ✨🎤\n\nDalam rangka memeriahkan Gemilang Palembang Raya HUT Kota Palembang ke-1343, hadir ajang pencarian bakat menyanyi bagi insan perbankan yang siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas panggung!\n\n🎶 LOMBA BANKER'S IDOL 🎤 The Sound of Banker\n📅 Registrasi: 05 – 24 Juni 2026\n🏆 Total hadiah jutaan rupiah \n🏅 Piala & Sertifikat\n\nSaatnya tunjukkan suara terbaikmu, bangun kepercayaan diri, dan raih prestasi bersama rekan-rekan perbankan se-Kota Palembang!\n\n📲 Daftar sekarang melalui: https://bit.ly/bankeridol\n\nSource: \n\nCC:\n           \n\n#PariwistaPalembang\n#CharmingPalembang #GemilangPalembangRaya2026\n#HUTPalembang134", "post_id": "3921867578146762326_4762494068"}}, {"key": "indahrizkyariani_mujyaer", "attributes": {"label": "indahrizkyariani_mujyaer", "x": 431.0569174853576, "y": 205.39686256720557, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.5389, "eigenvector": 70.6903, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3921867578146762326_4762494068", "id": "indahrizkyariani_mujyaer", "source": "instagram-000001", "content": "BANKER'S IDOL 2026 – The Sound of Banker ✨🎤\n\nDalam rangka memeriahkan Gemilang Palembang Raya HUT Kota Palembang ke-1343, hadir ajang pencarian bakat menyanyi bagi insan perbankan yang siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas panggung!\n\n🎶 LOMBA BANKER'S IDOL 🎤 The Sound of Banker\n📅 Registrasi: 05 – 24 Juni 2026\n🏆 Total hadiah jutaan rupiah \n🏅 Piala & Sertifikat\n\nSaatnya tunjukkan suara terbaikmu, bangun kepercayaan diri, dan raih prestasi bersama rekan-rekan perbankan se-Kota Palembang!\n\n📲 Daftar sekarang melalui: https://bit.ly/bankeridol\n\nSource: \n\nCC:\n           \n\n#PariwistaPalembang\n#CharmingPalembang #GemilangPalembangRaya2026\n#HUTPalembang134", "post_id": "3921867578146762326_4762494068"}}, {"key": "charming.palembang", "attributes": {"label": "charming.palembang", "x": 394.28383468780737, "y": 159.08832482125456, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.5389, "eigenvector": 70.6903, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3921867578146762326_4762494068", "id": "charming.palembang", "source": "instagram-000001", "content": "BANKER'S IDOL 2026 – The Sound of Banker ✨🎤\n\nDalam rangka memeriahkan Gemilang Palembang Raya HUT Kota Palembang ke-1343, hadir ajang pencarian bakat menyanyi bagi insan perbankan yang siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas panggung!\n\n🎶 LOMBA BANKER'S IDOL 🎤 The Sound of Banker\n📅 Registrasi: 05 – 24 Juni 2026\n🏆 Total hadiah jutaan rupiah \n🏅 Piala & Sertifikat\n\nSaatnya tunjukkan suara terbaikmu, bangun kepercayaan diri, dan raih prestasi bersama rekan-rekan perbankan se-Kota Palembang!\n\n📲 Daftar sekarang melalui: https://bit.ly/bankeridol\n\nSource: \n\nCC:\n           \n\n#PariwistaPalembang\n#CharmingPalembang #GemilangPalembangRaya2026\n#HUTPalembang134", "post_id": "3921867578146762326_4762494068"}}, {"key": "koranbaliexpress", "attributes": {"label": "koranbaliexpress", "x": 219.65015378033937, "y": 746.5822430241941, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3921524140642156132_2886503787", "id": "koranbaliexpress", "source": "instagram-000001", "content": "HABISKAN HAMPIR 6 MILIAR?! Pernikahan Jennifer Coppen & Justin Hubner 5 Hari 5 Malam di Bali Bikin Dompet Netizen Menjerit!\n\nPernikahan super mewah aktris cantik Jennifer Coppen dan pesepak bola Timnas Indonesia, Justin Hubner, sukses mengguncang jagat maya. Bagaimana tidak? Pasangan ini nekat menggelar pesta pernikahan maraton selama 5 hari berturut-turut (11–15 Juni 2026) di Pulau Dewata, Bali!\n\nTak tanggung-tanggung, konsep yang diusung benar-benar berkelas. Mereka mengawinkan prosesi adat Jawa yang sakral seperti pengajian dan siraman dengan resepsi bertaraf internasional bernuansa hitam-putih yang sangat eksklusif.\n\nNamun, yang paling bikin netizen melongo dan gigit jari adalah bocoran biaya fantastis di balik kemegahan pesta \"The Sultan\" ini!\n\nMelalui video yang viral di akun Instagram  pada 16 Juni 2026, Jennifer Coppen akhirnya buka suara saat ditanya soal anggaran pernikahannya. Tanpa ragu, ia menyebut angka “338” dalam satuan Dolar Amerika Serikat.\n\nAngka misterius ini langsung memicu huru-hara spekulasi di kalangan netizen. Kuat dugaan bahwa nilai yang dimaksud adalah 338.000 Dolar AS. Jika dikonversikan ke Rupiah dengan kurs saat ini, nilainya tembus Rp5,988 Miliar alias hampir menyentuh Rp6 MILIAR!\n\nNominal segila itu dinilai wajar oleh publik mengingat:\n\n Acara digelar eksklusif selama 5 hari di lokasi premium Bali.\n\n Dekorasi mewah dengan konsep matang dan busana desainer papan atas.\n\n Dihadiri deretan selebriti top dan tokoh ternama tanah air.\n\nMeski dibanjiri pujian karena berhasil mewujudkan wedding dream yang memadukan budaya lokal dan modern secara elegan, tidak sedikit netizen yang tercengang melihat gaya hidup mewah kaum jetset ini.\n\nPernikahan Jennifer dan Justin pun sukses dinobatkan sebagai salah satu pesta selebriti termewah dan paling menguras dana sepanjang tahun 2026!\n\nBagaimana menurut Anda? Apakah biaya hampir Rp6 miliar ini sepadan untuk momen sekali seumur hidup, atau justru terlalu jor-joran? Tulis opini kalian di kolom komentar!\n\nBerita gaya hidup dan pernikahan selebriti terlengkap hanya di Koran Bali Express\n\n#KoranBaliExpress #JenniferCoppen #JustinHubner #PernikahanMewah #WeddingBali #JustinJenniferWedd", "post_id": "3921524140642156132_2886503787"}}, {"key": "roffipiuddd", "attributes": {"label": "roffipiuddd", "x": 501.0283831746184, "y": 662.4803911638052, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.3546, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3921524140642156132_2886503787", "id": "roffipiuddd", "source": "instagram-000001", "content": "HABISKAN HAMPIR 6 MILIAR?! Pernikahan Jennifer Coppen & Justin Hubner 5 Hari 5 Malam di Bali Bikin Dompet Netizen Menjerit!\n\nPernikahan super mewah aktris cantik Jennifer Coppen dan pesepak bola Timnas Indonesia, Justin Hubner, sukses mengguncang jagat maya. Bagaimana tidak? Pasangan ini nekat menggelar pesta pernikahan maraton selama 5 hari berturut-turut (11–15 Juni 2026) di Pulau Dewata, Bali!\n\nTak tanggung-tanggung, konsep yang diusung benar-benar berkelas. Mereka mengawinkan prosesi adat Jawa yang sakral seperti pengajian dan siraman dengan resepsi bertaraf internasional bernuansa hitam-putih yang sangat eksklusif.\n\nNamun, yang paling bikin netizen melongo dan gigit jari adalah bocoran biaya fantastis di balik kemegahan pesta \"The Sultan\" ini!\n\nMelalui video yang viral di akun Instagram  pada 16 Juni 2026, Jennifer Coppen akhirnya buka suara saat ditanya soal anggaran pernikahannya. Tanpa ragu, ia menyebut angka “338” dalam satuan Dolar Amerika Serikat.\n\nAngka misterius ini langsung memicu huru-hara spekulasi di kalangan netizen. Kuat dugaan bahwa nilai yang dimaksud adalah 338.000 Dolar AS. Jika dikonversikan ke Rupiah dengan kurs saat ini, nilainya tembus Rp5,988 Miliar alias hampir menyentuh Rp6 MILIAR!\n\nNominal segila itu dinilai wajar oleh publik mengingat:\n\n Acara digelar eksklusif selama 5 hari di lokasi premium Bali.\n\n Dekorasi mewah dengan konsep matang dan busana desainer papan atas.\n\n Dihadiri deretan selebriti top dan tokoh ternama tanah air.\n\nMeski dibanjiri pujian karena berhasil mewujudkan wedding dream yang memadukan budaya lokal dan modern secara elegan, tidak sedikit netizen yang tercengang melihat gaya hidup mewah kaum jetset ini.\n\nPernikahan Jennifer dan Justin pun sukses dinobatkan sebagai salah satu pesta selebriti termewah dan paling menguras dana sepanjang tahun 2026!\n\nBagaimana menurut Anda? Apakah biaya hampir Rp6 miliar ini sepadan untuk momen sekali seumur hidup, atau justru terlalu jor-joran? Tulis opini kalian di kolom komentar!\n\nBerita gaya hidup dan pernikahan selebriti terlengkap hanya di Koran Bali Express\n\n#KoranBaliExpress #JenniferCoppen #JustinHubner #PernikahanMewah #WeddingBali #JustinJenniferWedd", "post_id": "3921524140642156132_2886503787"}}, {"key": "cuap_cuan", "attributes": {"label": "cuap_cuan", "x": 353.35949970703484, "y": 529.0697927641081, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 40.917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3925161278660023533_28852138902", "id": "cuap_cuan", "source": "instagram-000001", "content": "Hai Sobat Cuan!\n\nSetelah berbulan-bulan dihantui sentimen negatif, sekarang pasar mulai dipenuhi kabar baik. Rupiah lebih stabil, investor asing mulai kembali melirik Indonesia, stimulus pemerintah segera diumumkan, hingga IPO mulai kembali ramai. Tapi. apakah ini benar-benar sinyal bahwa IHSG siap melanjutkan kenaikan? Atau justru momen seperti ini yang paling berbahaya karena banyak investor mulai terlena? \n\nSimak pembahasan lengkapnya bersama Maria Katarina dan Susi Setiawati selaku Stock Market Analyst CNBC Indonesia hanya di podcast Cuap Cuap Cuan!\n\nSobat Cuan, jangan lupa follow IG , subscribe YouTube channel Cuap Cuap Cuan, lalu like, comment, dan share ya.", "post_id": "3925161278660023533_28852138902"}}, {"key": "jelajahnews.id", "attributes": {"label": "jelajahnews.id", "x": 770.1344114993065, "y": 938.7007934370715, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7641505604950838536", "id": "jelajahnews.id", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "harristurino", "attributes": {"label": "harristurino", "x": 77.81395552637882, "y": 789.9149956939142, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641505604950838536", "id": "harristurino", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "DPR", "attributes": {"label": "DPR", "x": 185.4067388634999, "y": 207.17949123333878, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641505604950838536", "id": "DPR", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 719.4809584005233, "y": 858.8753661403039, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1809, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7641505604950838536", "id": "bank_indonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "the.indonesia.post", "attributes": {"label": "the.indonesia.post", "x": 379.95079497323513, "y": 575.3957995877755, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7653727519434116373", "id": "the.indonesia.post", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "kemenkeuri", "x": 505.84120488118543, "y": 585.1010098922926, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.4419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653727519434116373", "id": "kemenkeuri", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "korantimes", "attributes": {"label": "korantimes", "x": 435.18827988243316, "y": 956.6649583692076, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7650035561666792725", "id": "korantimes", "source": "tiktok-000001", "content": "SURABAYA,Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur untuk menuntaskan dua kasus dugaan korupsi besar yang hingga kini dinilai belum menunjukkan kepastian hukum yang jelas. Kamis, (11/6/2026). Kedua kasus tersebut adalah dugaan korupsi di PT Delta Artha Bahari Nusantara (DABN) dan kasus dugaan pungutan liar (pungli) perizinan di lingkungan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur. Koordinator Lapangan Jaka Jatim, Musfiq, menilai penanganan kedua perkara tersebut masih menyisakan banyak pertanyaan di tengah masyarakat. Menurutnya, publik berhak mengetahui perkembangan penyidikan secara transparan karena kedua kasus tersebut menyangkut kepentingan publik dan dugaan kerugian yang tidak sedikit. “Kami mempertanyakan sejauh mana keberanian Kejati Jatim untuk menuntaskan dua kasus besar ini. Jangan sampai penegakan hukum hanya berhenti di permukaan, sementara aktor-aktor lain yang diduga terlibat justru tidak tersentuh,” kata Musfiq dalam keterangannya. Musfiq menyoroti kasus PT DABN yang telah ditangani Kejati Jatim sejak 2025. Dalam perkara tersebut, penyidik diketahui telah menyita uang sekitar Rp53 miliar yang terdiri dari Rp47,26 miliar dalam bentuk rupiah dan 421.046 dolar Amerika Serikat yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang diselidiki. Namun hingga saat ini, kata dia, belum ada penetapan tersangka dalam kasus tersebut meskipun penyidik telah memeriksa sekitar 20 saksi dari berbagai pihak, termasuk unsur perusahaan dan sejumlah pejabat terkait. Aktivis Jaka Jatim menyampaikan tuntutan saat aksi di Kantor DKP Jawa Timur, terkait dugaan belanja dan proyek bermasalah pada APBD 2024–2025. “Kalau barang bukti sudah disita dan saksi sudah banyak diperiksa, tentu masyarakat bertanya-tanya. Kapan ada kepastian hukum? Kapan pihak yang bertanggung jawab ditetapkan sebagai tersangka?” ujarnya. Menurut Musfiq, lambannya perkembangan perkara tersebut berpotensi menimbulkan spekulasi di tengah publik. Karena itu, Jaka Jatim meminta Kejati Jatim membuka perkembangan penyidikan secara berkala agar tidak memunculkan berbagai asumsi liar. Selain kasus DABN, Jaka Jatim juga menyoroti penanganan kasus dugaan korupsi perizinan di Dinas ESDM Jawa Timur. Dalam perkara tersebut, Kejati Jatim telah menetapkan tiga tersangka, yakni mantan Kepala Dinas ESDM Jawa Timur Aris Mukiyono, Kabid Pertambangan Oni Setiawan, dan Ketua Tim Kerja Pengusahaan Air Tanah Hermawan. Meski demikian, Musfiq menilai penyidikan tidak boleh berhenti hanya pada tiga orang tersebut. Ia meminta penyidik mendalami seluruh pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan praktik pungli perizinan yang terjadi. “Dalam proses penyidikan sempat muncul beberapa nama yang menjadi perhatian publik. Jika memang ada pihak lain yang diduga terlibat, maka harus diperiksa dan diusut secara tuntas. Jangan sampai ada kesan tebang pilih dalam penegakan hukum,” tegasnya. Jaka Jatim juga mengaku menerima sejumlah aduan masyarakat yang mengaku menjadi korban dugaan pungli perizinan di lingkungan Dinas ESDM Jawa Timur. Aduan tersebut berasal dari beberapa daerah, di antaranya Madura dan Probolinggo. Musfiq mengatakan pihaknya berencana mendampingi para pelapor untuk menyampaikan pengaduan resmi kepada Kejati Jatim sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung pengungkapan kasus tersebut. \"Kami akan mengawal korban yang memiliki informasi dan bukti pendukung untuk melapor. Tujuannya agar proses penyidikan semakin terang dan fakta-fakta yang belum terungkap dapat dibuka secara menyeluruh,\" katanya. Dalam kesempatan itu, Jaka Jatim menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Kejati Jatim. Pertama, segera menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kasus PT DABN apabila alat bukti telah mencukupi. Kedua, mengembangkan penyidikan #dabnjatim  TINGGI JAWA TIMUR #esdmjatim", "post_id": "7650035561666792725"}}, {"key": "KEJAKSAAN", "attributes": {"label": "KEJAKSAAN", "x": 515.3892882208364, "y": 509.73467487832346, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7461, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7650035561666792725", "id": "KEJAKSAAN", "source": "tiktok-000001", "content": "SURABAYA,Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur untuk menuntaskan dua kasus dugaan korupsi besar yang hingga kini dinilai belum menunjukkan kepastian hukum yang jelas. Kamis, (11/6/2026). Kedua kasus tersebut adalah dugaan korupsi di PT Delta Artha Bahari Nusantara (DABN) dan kasus dugaan pungutan liar (pungli) perizinan di lingkungan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur. Koordinator Lapangan Jaka Jatim, Musfiq, menilai penanganan kedua perkara tersebut masih menyisakan banyak pertanyaan di tengah masyarakat. Menurutnya, publik berhak mengetahui perkembangan penyidikan secara transparan karena kedua kasus tersebut menyangkut kepentingan publik dan dugaan kerugian yang tidak sedikit. “Kami mempertanyakan sejauh mana keberanian Kejati Jatim untuk menuntaskan dua kasus besar ini. Jangan sampai penegakan hukum hanya berhenti di permukaan, sementara aktor-aktor lain yang diduga terlibat justru tidak tersentuh,” kata Musfiq dalam keterangannya. Musfiq menyoroti kasus PT DABN yang telah ditangani Kejati Jatim sejak 2025. Dalam perkara tersebut, penyidik diketahui telah menyita uang sekitar Rp53 miliar yang terdiri dari Rp47,26 miliar dalam bentuk rupiah dan 421.046 dolar Amerika Serikat yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang diselidiki. Namun hingga saat ini, kata dia, belum ada penetapan tersangka dalam kasus tersebut meskipun penyidik telah memeriksa sekitar 20 saksi dari berbagai pihak, termasuk unsur perusahaan dan sejumlah pejabat terkait. Aktivis Jaka Jatim menyampaikan tuntutan saat aksi di Kantor DKP Jawa Timur, terkait dugaan belanja dan proyek bermasalah pada APBD 2024–2025. “Kalau barang bukti sudah disita dan saksi sudah banyak diperiksa, tentu masyarakat bertanya-tanya. Kapan ada kepastian hukum? Kapan pihak yang bertanggung jawab ditetapkan sebagai tersangka?” ujarnya. Menurut Musfiq, lambannya perkembangan perkara tersebut berpotensi menimbulkan spekulasi di tengah publik. Karena itu, Jaka Jatim meminta Kejati Jatim membuka perkembangan penyidikan secara berkala agar tidak memunculkan berbagai asumsi liar. Selain kasus DABN, Jaka Jatim juga menyoroti penanganan kasus dugaan korupsi perizinan di Dinas ESDM Jawa Timur. Dalam perkara tersebut, Kejati Jatim telah menetapkan tiga tersangka, yakni mantan Kepala Dinas ESDM Jawa Timur Aris Mukiyono, Kabid Pertambangan Oni Setiawan, dan Ketua Tim Kerja Pengusahaan Air Tanah Hermawan. Meski demikian, Musfiq menilai penyidikan tidak boleh berhenti hanya pada tiga orang tersebut. Ia meminta penyidik mendalami seluruh pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan praktik pungli perizinan yang terjadi. “Dalam proses penyidikan sempat muncul beberapa nama yang menjadi perhatian publik. Jika memang ada pihak lain yang diduga terlibat, maka harus diperiksa dan diusut secara tuntas. Jangan sampai ada kesan tebang pilih dalam penegakan hukum,” tegasnya. Jaka Jatim juga mengaku menerima sejumlah aduan masyarakat yang mengaku menjadi korban dugaan pungli perizinan di lingkungan Dinas ESDM Jawa Timur. Aduan tersebut berasal dari beberapa daerah, di antaranya Madura dan Probolinggo. Musfiq mengatakan pihaknya berencana mendampingi para pelapor untuk menyampaikan pengaduan resmi kepada Kejati Jatim sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung pengungkapan kasus tersebut. \"Kami akan mengawal korban yang memiliki informasi dan bukti pendukung untuk melapor. Tujuannya agar proses penyidikan semakin terang dan fakta-fakta yang belum terungkap dapat dibuka secara menyeluruh,\" katanya. Dalam kesempatan itu, Jaka Jatim menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Kejati Jatim. Pertama, segera menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kasus PT DABN apabila alat bukti telah mencukupi. Kedua, mengembangkan penyidikan #dabnjatim  TINGGI JAWA TIMUR #esdmjatim", "post_id": "7650035561666792725"}}, {"key": "Inthe_gank", "attributes": {"label": "Inthe_gank", "x": 70.98503613280404, "y": 359.6711974714859, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7461, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7650035561666792725", "id": "Inthe_gank", "source": "tiktok-000001", "content": "SURABAYA,Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur untuk menuntaskan dua kasus dugaan korupsi besar yang hingga kini dinilai belum menunjukkan kepastian hukum yang jelas. Kamis, (11/6/2026). Kedua kasus tersebut adalah dugaan korupsi di PT Delta Artha Bahari Nusantara (DABN) dan kasus dugaan pungutan liar (pungli) perizinan di lingkungan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur. Koordinator Lapangan Jaka Jatim, Musfiq, menilai penanganan kedua perkara tersebut masih menyisakan banyak pertanyaan di tengah masyarakat. Menurutnya, publik berhak mengetahui perkembangan penyidikan secara transparan karena kedua kasus tersebut menyangkut kepentingan publik dan dugaan kerugian yang tidak sedikit. “Kami mempertanyakan sejauh mana keberanian Kejati Jatim untuk menuntaskan dua kasus besar ini. Jangan sampai penegakan hukum hanya berhenti di permukaan, sementara aktor-aktor lain yang diduga terlibat justru tidak tersentuh,” kata Musfiq dalam keterangannya. Musfiq menyoroti kasus PT DABN yang telah ditangani Kejati Jatim sejak 2025. Dalam perkara tersebut, penyidik diketahui telah menyita uang sekitar Rp53 miliar yang terdiri dari Rp47,26 miliar dalam bentuk rupiah dan 421.046 dolar Amerika Serikat yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang diselidiki. Namun hingga saat ini, kata dia, belum ada penetapan tersangka dalam kasus tersebut meskipun penyidik telah memeriksa sekitar 20 saksi dari berbagai pihak, termasuk unsur perusahaan dan sejumlah pejabat terkait. Aktivis Jaka Jatim menyampaikan tuntutan saat aksi di Kantor DKP Jawa Timur, terkait dugaan belanja dan proyek bermasalah pada APBD 2024–2025. “Kalau barang bukti sudah disita dan saksi sudah banyak diperiksa, tentu masyarakat bertanya-tanya. Kapan ada kepastian hukum? Kapan pihak yang bertanggung jawab ditetapkan sebagai tersangka?” ujarnya. Menurut Musfiq, lambannya perkembangan perkara tersebut berpotensi menimbulkan spekulasi di tengah publik. Karena itu, Jaka Jatim meminta Kejati Jatim membuka perkembangan penyidikan secara berkala agar tidak memunculkan berbagai asumsi liar. Selain kasus DABN, Jaka Jatim juga menyoroti penanganan kasus dugaan korupsi perizinan di Dinas ESDM Jawa Timur. Dalam perkara tersebut, Kejati Jatim telah menetapkan tiga tersangka, yakni mantan Kepala Dinas ESDM Jawa Timur Aris Mukiyono, Kabid Pertambangan Oni Setiawan, dan Ketua Tim Kerja Pengusahaan Air Tanah Hermawan. Meski demikian, Musfiq menilai penyidikan tidak boleh berhenti hanya pada tiga orang tersebut. Ia meminta penyidik mendalami seluruh pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan praktik pungli perizinan yang terjadi. “Dalam proses penyidikan sempat muncul beberapa nama yang menjadi perhatian publik. Jika memang ada pihak lain yang diduga terlibat, maka harus diperiksa dan diusut secara tuntas. Jangan sampai ada kesan tebang pilih dalam penegakan hukum,” tegasnya. Jaka Jatim juga mengaku menerima sejumlah aduan masyarakat yang mengaku menjadi korban dugaan pungli perizinan di lingkungan Dinas ESDM Jawa Timur. Aduan tersebut berasal dari beberapa daerah, di antaranya Madura dan Probolinggo. Musfiq mengatakan pihaknya berencana mendampingi para pelapor untuk menyampaikan pengaduan resmi kepada Kejati Jatim sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung pengungkapan kasus tersebut. \"Kami akan mengawal korban yang memiliki informasi dan bukti pendukung untuk melapor. Tujuannya agar proses penyidikan semakin terang dan fakta-fakta yang belum terungkap dapat dibuka secara menyeluruh,\" katanya. Dalam kesempatan itu, Jaka Jatim menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Kejati Jatim. Pertama, segera menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kasus PT DABN apabila alat bukti telah mencukupi. Kedua, mengembangkan penyidikan #dabnjatim  TINGGI JAWA TIMUR #esdmjatim", "post_id": "7650035561666792725"}}, {"key": "clipperahmaddrisal7", "attributes": {"label": "clipperahmaddrisal7", "x": 508.9804290753732, "y": 461.1995694183901, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7652194735108525319", "id": "clipperahmaddrisal7", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah dan pasar saham Indonesia memulai pekan dengan kinerja yang positif! Rupiah menguat ke sekitar Rp17.680 per dolar AS, sementara IHSG melonjak hingga menyentuh kisaran 6.215. Penguatan ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Mayoritas mata uang Asia seperti yuan China, dolar Singapura, ringgit Malaysia, yen Jepang, dan won Korea Selatan juga menguat terhadap dolar AS, menandakan sentimen pasar global sedang membaik. Di pasar saham, sebanyak 519 saham tercatat naik pada awal perdagangan dan mendorong IHSG melesat sekitar 3%. Menurutmu, ini awal rebound pasar atau cuma euforia sesaat? 📈 sumber : tws news   #kontencomxtws #ekonomi", "post_id": "7652194735108525319"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 275.98560229726377, "y": 863.6313978649571, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9631, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7652194735108525319", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah dan pasar saham Indonesia memulai pekan dengan kinerja yang positif! Rupiah menguat ke sekitar Rp17.680 per dolar AS, sementara IHSG melonjak hingga menyentuh kisaran 6.215. Penguatan ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Mayoritas mata uang Asia seperti yuan China, dolar Singapura, ringgit Malaysia, yen Jepang, dan won Korea Selatan juga menguat terhadap dolar AS, menandakan sentimen pasar global sedang membaik. Di pasar saham, sebanyak 519 saham tercatat naik pada awal perdagangan dan mendorong IHSG melesat sekitar 3%. Menurutmu, ini awal rebound pasar atau cuma euforia sesaat? 📈 sumber : tws news   #kontencomxtws #ekonomi", "post_id": "7652194735108525319"}}, {"key": "Kontencom", "attributes": {"label": "Kontencom", "x": 99.30770517234444, "y": 564.2903293694852, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7461, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7652194735108525319", "id": "Kontencom", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah dan pasar saham Indonesia memulai pekan dengan kinerja yang positif! Rupiah menguat ke sekitar Rp17.680 per dolar AS, sementara IHSG melonjak hingga menyentuh kisaran 6.215. Penguatan ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Mayoritas mata uang Asia seperti yuan China, dolar Singapura, ringgit Malaysia, yen Jepang, dan won Korea Selatan juga menguat terhadap dolar AS, menandakan sentimen pasar global sedang membaik. Di pasar saham, sebanyak 519 saham tercatat naik pada awal perdagangan dan mendorong IHSG melesat sekitar 3%. Menurutmu, ini awal rebound pasar atau cuma euforia sesaat? 📈 sumber : tws news   #kontencomxtws #ekonomi", "post_id": "7652194735108525319"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 526.3843951091781, "y": 390.3923436783596, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.4419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653050172796144917", "id": "ojkindonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Analisis Fiskal : Isu Purbaya Tolak Pinjaman IMF-World Bank dan Kaitannya dengan Fluktuasi Rupiah Serta IHSG ⚖️ Pernyataan tegas Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa terkait komitmen menjaga kemandirian moneter tanpa bergantung pada pinjaman lembaga donor internasional memicu perdebatan sengit mengenai penyebab koreksi teknis nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan, sebuah analisis makroekonomi yang dinilai berimbang guna memetakan sentimen pasar riil dari faktor eksternal global. 📄 Berdasarkan data manifes perdagangan Bursa Efek Indonesia dan nilai kurs JISDOR, pelemahan instrumen keuangan domestik pada Juni 2026 ini faktualnya lebih dipengaruhi oleh sentimen tingginya suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta outflow modal asing jangka pendek. 📋 Otoritas  bersama  menegaskan bahwa kebijakan penolakan utang baru dari IMF maupun World Bank merupakan keputusan fungsional untuk menjaga rasio utang jangka panjang, sementara fluktuasi IHSG saat ini adalah siklus penyesuaian portofolio rutin investor makro yang tidak berkorelasi langsung dengan kebijakan penolakan pinjaman modal asing tersebut. 🔍 Langkah menjaga kedaulatan fiskal yang konsisten digaungkan oleh jajaran komisioner keuangan ini berdampak pada tingginya kepercayaan fundamental ekonomi bagi masyarakat bawah di tengah gejolak geopolitik. ✨  Ketegasan membatasi utang luar negeri patut didukung demi kedaulatan moneter nasional secara obyektif, namun di sisi lain, pemerintah dituntut bergerak taktis menciptakan stimulus investasi domestik yang ramah pasar agar volatilitas pasar modal tidak terus menekan kinerja korporasi lokal di ruang siber komersial. 🎯 Menurut analisis ekonomi Anda, apakah keputusan menolak pinjaman lembaga internasional sudah tepat bagi ketahanan jangka panjang Rupiah?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiahIHSG #PurbayaYudhiSadewa #KemandirianFiskal #EkonomiNasional", "post_id": "7653050172796144917"}}, {"key": "klapklipsaham6", "attributes": {"label": "klapklipsaham6", "x": 28.019605285291014, "y": 850.0208968047993, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7652982991567818005", "id": "klapklipsaham6", "source": "tiktok-000001", "content": "JANGAN CUMA LIHAT SAHAM! GAME SEBENARNYA ADA DI PASAR OBLIGASI. Kunci pemulihan ekonomi kita yang sesungguhnya ada di sini. Begitu pasar obligasi kita kembali mendapatkan kepercayaan (confidence) dan diserbu inflow, kurs Rupiah otomatis bakal menguat. Kalau Rupiah udah stabil dan menguat, pasar saham pasti bakal ikutan atraktif dengan sendirinya! Source :  Sekuritas  Setya Ananda Wijaya  Untuk pembukaan akun  Bisa klik link berikut https://onboarding.sucorsekuritas.com DISCLAIMER: Konten ini bersifat edukasi dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual efek, DYOR. #investasi#BeXpertWithSucor #ihsg#sahamindonesia#investasisaham", "post_id": "7652982991567818005"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 274.9653390425527, "y": 326.5331869913429, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7461, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7652982991567818005", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "JANGAN CUMA LIHAT SAHAM! GAME SEBENARNYA ADA DI PASAR OBLIGASI. Kunci pemulihan ekonomi kita yang sesungguhnya ada di sini. Begitu pasar obligasi kita kembali mendapatkan kepercayaan (confidence) dan diserbu inflow, kurs Rupiah otomatis bakal menguat. Kalau Rupiah udah stabil dan menguat, pasar saham pasti bakal ikutan atraktif dengan sendirinya! Source :  Sekuritas  Setya Ananda Wijaya  Untuk pembukaan akun  Bisa klik link berikut https://onboarding.sucorsekuritas.com DISCLAIMER: Konten ini bersifat edukasi dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual efek, DYOR. #investasi#BeXpertWithSucor #ihsg#sahamindonesia#investasisaham", "post_id": "7652982991567818005"}}, {"key": "Bernadus", "attributes": {"label": "Bernadus", "x": 140.7922802590187, "y": 627.7097862611932, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7461, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7652982991567818005", "id": "Bernadus", "source": "tiktok-000001", "content": "JANGAN CUMA LIHAT SAHAM! GAME SEBENARNYA ADA DI PASAR OBLIGASI. Kunci pemulihan ekonomi kita yang sesungguhnya ada di sini. Begitu pasar obligasi kita kembali mendapatkan kepercayaan (confidence) dan diserbu inflow, kurs Rupiah otomatis bakal menguat. Kalau Rupiah udah stabil dan menguat, pasar saham pasti bakal ikutan atraktif dengan sendirinya! Source :  Sekuritas  Setya Ananda Wijaya  Untuk pembukaan akun  Bisa klik link berikut https://onboarding.sucorsekuritas.com DISCLAIMER: Konten ini bersifat edukasi dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual efek, DYOR. #investasi#BeXpertWithSucor #ihsg#sahamindonesia#investasisaham", "post_id": "7652982991567818005"}}, {"key": "arahatas.market", "attributes": {"label": "arahatas.market", "x": 760.457596579838, "y": 800.5817584890212, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7652498552404348178", "id": "arahatas.market", "source": "tiktok-000001", "content": "Update Market! Asing Mulai Net Buy, Tanda Investor Makin Percaya Indonesia? 🇮🇩 Setelah sempat outflow kencang hingga triliunan rupiah, kini asing mulai kembali net buy di kisaran Rp250 miliar. Ini menunjukkan adanya kepercayaan dari investor terhadap stabilitas politik, kebijakan pemerintah, dan penguatan mata uang kita. Buka account sucor : onboarding.sucorsekuritas.com  Source : Youtube IDX Channel   #sucorsekuritas #bexpertwithsucor #idxchannel #idxchannelcommunity #ihsg", "post_id": "7652498552404348178"}}, {"key": "bernardwijaya17", "attributes": {"label": "bernardwijaya17", "x": 577.6056827702124, "y": 237.97632503857358, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.3546, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7652498552404348178", "id": "bernardwijaya17", "source": "tiktok-000001", "content": "Update Market! Asing Mulai Net Buy, Tanda Investor Makin Percaya Indonesia? 🇮🇩 Setelah sempat outflow kencang hingga triliunan rupiah, kini asing mulai kembali net buy di kisaran Rp250 miliar. Ini menunjukkan adanya kepercayaan dari investor terhadap stabilitas politik, kebijakan pemerintah, dan penguatan mata uang kita. Buka account sucor : onboarding.sucorsekuritas.com  Source : Youtube IDX Channel   #sucorsekuritas #bexpertwithsucor #idxchannel #idxchannelcommunity #ihsg", "post_id": "7652498552404348178"}}, {"key": "baramaros_", "attributes": {"label": "baramaros_", "x": 782.5050083092269, "y": 731.2741294977318, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649245512423525639", "id": "baramaros_", "source": "tiktok-000001", "content": "Di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang menjadi sorotan akibat pelemahan rupiah dan tekanan di pasar keuangan, sejumlah tokoh nasional turut menyampaikan pandangannya. Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Jusuf Kalla sama-sama menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik sebagai salah satu kunci untuk mendukung stabilitas ekonomi. Anies Baswedan lebih dulu menyampaikan pandangannya pada 20 Mei 2026. Menurutnya, yang dibutuhkan publik dan pelaku pasar saat ini adalah kepastian, transparansi, serta arah kebijakan yang jelas dari pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Selanjutnya, pada 4 Juni 2026, Ganjar Pranowo menyoroti kabar nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp18.040 per dolar AS. Ia meminta pemerintah segera mengembalikan kepercayaan publik, sekaligus memperkuat fungsi lembaga negara dan birokrasi agar berjalan lebih efektif. Pada hari yang sama, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa kepemimpinan yang kuat tidak hanya diukur dari kemampuan menghadapi krisis. Menurutnya, menjaga kepercayaan masyarakat dan menciptakan peluang di tengah ketidakpastian juga menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi ekonomi yang menantang. Sementara itu, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menilai kondisi ekonomi, baik di tingkat global maupun domestik, sedang menghadapi tekanan. Ia mengingatkan bahwa pelemahan rupiah dan kondisi pasar keuangan dapat berdampak pada masyarakat, sehingga diperlukan kerja keras untuk menghadapi situasi tersebut. Meski disampaikan dalam waktu dan kesempatan yang berbeda, keempat tokoh tersebut memiliki benang merah yang sama, yakni pentingnya membangun dan menjaga kepercayaan publik di tengah tantangan ekonomi yang sedang dihadapi Indonesia. 📷  #baramaros #beritaseputarindonesia", "post_id": "7649245512423525639"}}, {"key": "hypekabar", "attributes": {"label": "hypekabar", "x": 54.909234853789954, "y": 750.197574847703, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.3546, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7649245512423525639", "id": "hypekabar", "source": "tiktok-000001", "content": "Di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang menjadi sorotan akibat pelemahan rupiah dan tekanan di pasar keuangan, sejumlah tokoh nasional turut menyampaikan pandangannya. Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Jusuf Kalla sama-sama menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik sebagai salah satu kunci untuk mendukung stabilitas ekonomi. Anies Baswedan lebih dulu menyampaikan pandangannya pada 20 Mei 2026. Menurutnya, yang dibutuhkan publik dan pelaku pasar saat ini adalah kepastian, transparansi, serta arah kebijakan yang jelas dari pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Selanjutnya, pada 4 Juni 2026, Ganjar Pranowo menyoroti kabar nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp18.040 per dolar AS. Ia meminta pemerintah segera mengembalikan kepercayaan publik, sekaligus memperkuat fungsi lembaga negara dan birokrasi agar berjalan lebih efektif. Pada hari yang sama, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa kepemimpinan yang kuat tidak hanya diukur dari kemampuan menghadapi krisis. Menurutnya, menjaga kepercayaan masyarakat dan menciptakan peluang di tengah ketidakpastian juga menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi ekonomi yang menantang. Sementara itu, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menilai kondisi ekonomi, baik di tingkat global maupun domestik, sedang menghadapi tekanan. Ia mengingatkan bahwa pelemahan rupiah dan kondisi pasar keuangan dapat berdampak pada masyarakat, sehingga diperlukan kerja keras untuk menghadapi situasi tersebut. Meski disampaikan dalam waktu dan kesempatan yang berbeda, keempat tokoh tersebut memiliki benang merah yang sama, yakni pentingnya membangun dan menjaga kepercayaan publik di tengah tantangan ekonomi yang sedang dihadapi Indonesia. 📷  #baramaros #beritaseputarindonesia", "post_id": "7649245512423525639"}}, {"key": "tradingcampchannel", "attributes": {"label": "tradingcampchannel", "x": 820.3073369492108, "y": 548.00564985298, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 40.917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7649280599059959047", "id": "tradingcampchannel", "source": "tiktok-000001", "content": "Strategi investasi tingkat tinggi kembali dipertontonkan oleh tokoh Bitcoin ternama sekaligus pendiri MicroStrategy, Michael Saylor. Langkah taktisnya dalam memanfaatkan momentum fluktuasi pasar kripto sukses mencuri perhatian para pelaku pasar global. Saylor dinilai sangat cerdas dalam mengesekusi strategi trading untuk menambah pundi-pundi aset digitalnya. Aksi ini bermula pada bulan lalu ketika Michael Saylor memutuskan untuk menjual sebagian kecil asetnya, yaitu 32 Bitcoin ($BTC). Langkah penjualan tersebut rupanya berhasil memicu sentimen koreksi di pasar hingga membuat harga komoditas kripto tersebut mengalami penurunan atau diskon yang cukup dalam. Melihat momentum harga pasar yang sedang terkoreksi, Saylor langsung melancarkan aksi serok pada bulan ini. Melalui akun media sosial resminya, ia mengumumkan telah memborong kembali sebanyak 1.550 Bitcoin dengan total nilai pembelian mencapai $101 juta atau setara dengan lebih dari Rp1,8 triliun rupiah.  Langkah berani ini secara otomatis ikut mendongkrak total cadangan simpanan Bitcoin miliknya menjadi sebanyak 845.256 token $BTC. 👉🏻 Follow  untuk mendapatkan berita update tentang crypto, 👉🏻 Gabung ke grup telegram TradingCamp (klik link di bio) untuk mendapatkan info signal dan pandangan market setiap hari.", "post_id": "7649280599059959047"}}, {"key": "klipnewss", "attributes": {"label": "klipnewss", "x": 771.8818995848388, "y": 554.0629357539459, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648681763572665620", "id": "klipnewss", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank sentral terbesar dunia di Asia kembali pertegas posisinya sebagai pembeli emas paling aktif. Bloomberg Technoz melaporkan pada Minggu (7/6/2026) bahwa People's Bank of China (PBOC) lanjut aksi borong emas di Mei 2026, dengan penambahan 320.000 troy ons yang memperpanjang rekor pembelian beruntun menjadi 19 bulan, terpanjang setidaknya sejak 2015. Yang menarik, aksi borong ini dilakukan justru saat harga emas global lagi tertekan dan mencatat penurunan bulanan 3 bulan berturut-turut, imbas kekhawatiran inflasi plus ekspektasi Fed hawkish akibat perang Timur Tengah. Goldman Sachs bahkan proyeksikan pembelian emas bank sentral global bakal makin intensif, dipicu dorongan de-dolarisasi dan diversifikasi cadangan devisa di tengah ketidakpastian geopolitik. Buat investor Indonesia, sinyal ini penting dibaca secara kritis. Aksi borong sistematis oleh bank sentral besar seperti PBOC adalah indikator struktural soal arah sistem moneter global, bukan sekadar sentimen sesaat. Jangka pendek, tekanan dari Fed hawkish dan dolar kuat masih bisa tekan harga emas. Tapi support jangka panjang dari demand bank sentral tetap kuat. Di tengah rupiah Rp18.033/USD dan ketidakpastian global, emas (Antam Rp2,8 juta/gram) tetap relevan sebagai aset diversifikasi. Strategi umum: alokasi 5-15% portofolio ke emas secara bertahap, bisa lewat logam mulia fisik, emas digital, atau saham mining ANTM dan MDKA. Pantau data cadangan emas bank sentral lain (Polandia, Turki, India, Singapura), keputusan Fed bulan ini, plus perkembangan AS-Iran sebagai katalis utama. Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648681763572665620"}}, {"key": "horizontv62", "attributes": {"label": "horizontv62", "x": 678.1844566309999, "y": 567.6088457250735, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "7648473090850131218", "id": "horizontv62", "source": "tiktok-000001", "content": "JANJI BESAR, PINJAMAN RATUSAN MILIAR, PUBLIK LAMPUNG TENGAH MENAGIH BUKTI NYATA LAMPUNG TENGAH – Di tengah berbagai pernyataan dan program pembangunan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, publik mulai mempertanyakan kesesuaian antara janji, anggaran, dan realitas yang dirasakan masyarakat di lapangan. Dalam berbagai kesempatan, Plt Bupati Lampung Tengah menyampaikan visi pembangunan seperti jalan tanpa lubang, Lampung Tengah terang, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu. Program-program tersebut mendapat dukungan dari masyarakat karena dinilai sejalan dengan kebutuhan daerah. Namun seiring berjalannya waktu, berbagai keluhan masih terus bermunculan. Sejumlah ruas jalan di beberapa wilayah masih dilaporkan rusak dan berlubang. Pada malam hari, banyak lampu jalan yang tidak berfungsi sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan pengguna jalan. Di sisi lain, sebagian masyarakat menilai manfaat pembangunan belum dirasakan secara merata. Situasi tersebut semakin menjadi sorotan setelah beredarnya dokumen daftar pinjaman daerah Kabupaten Lampung Tengah yang menunjukkan adanya pembiayaan daerah bernilai ratusan miliar rupiah yang bersumber dari sejumlah lembaga pembiayaan. Muncul pertanyaan di tengah masyarakat: jika anggaran daerah dan pembiayaan pembangunan mencapai angka yang sangat besar, sejauh mana hasilnya telah dirasakan masyarakat? Publik menilai pertanyaan tersebut wajar disampaikan karena setiap rupiah yang dikelola pemerintah pada dasarnya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.  Transparansi penggunaan anggaran dan pinjaman daerah menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah. Sejumlah warga berharap pemerintah daerah dapat menjelaskan secara terbuka program-program yang dibiayai, progres pelaksanaannya, serta manfaat konkret yang telah dirasakan masyarakat. Masyarakat pada dasarnya tidak menolak pembangunan. Justru masyarakat mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan daerah. Namun yang diharapkan saat ini adalah realisasi nyata, bukan sekadar narasi dan slogan. Perlu diingat, saat ini bukan lagi masa kampanye. Kewenangan pemerintahan sudah diberikan, jabatan sudah diemban, dan masyarakat menunggu hasil kerja yang dapat dirasakan secara langsung. Karena pada akhirnya, rakyat tidak menilai pemimpin dari banyaknya janji yang diucapkan, melainkan dari seberapa besar perubahan yang berhasil diwujudkan. Lampung Tengah membutuhkan transparansi. Lampung Tengah membutuhkan akuntabilitas. Dan yang paling utama, Lampung Tengah membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar janji. \"Publik bertanya: Kemana anggaran digunakan? Kemana dana pinjaman dialokasikan? Dan kapan hasilnya benar-benar dirasakan rakyat?\" Horizon TV | Menembus Batas • Membuka Fakta • Mengungkap Kebenaran 📢🔥 #lampungtengah #lampung #lampungtiktok #lampungpride #indonesia      Mirzani Djausal  Partai Gerindra Lampung  KAMPUD  Advokad PAI", "post_id": "7648473090850131218"}}, {"key": "mirzajihan_", "attributes": {"label": "mirzajihan_", "x": 506.58844696917726, "y": 854.7722594706443, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7897, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648473090850131218", "id": "mirzajihan_", "source": "tiktok-000001", "content": "JANJI BESAR, PINJAMAN RATUSAN MILIAR, PUBLIK LAMPUNG TENGAH MENAGIH BUKTI NYATA LAMPUNG TENGAH – Di tengah berbagai pernyataan dan program pembangunan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, publik mulai mempertanyakan kesesuaian antara janji, anggaran, dan realitas yang dirasakan masyarakat di lapangan. Dalam berbagai kesempatan, Plt Bupati Lampung Tengah menyampaikan visi pembangunan seperti jalan tanpa lubang, Lampung Tengah terang, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu. Program-program tersebut mendapat dukungan dari masyarakat karena dinilai sejalan dengan kebutuhan daerah. Namun seiring berjalannya waktu, berbagai keluhan masih terus bermunculan. Sejumlah ruas jalan di beberapa wilayah masih dilaporkan rusak dan berlubang. Pada malam hari, banyak lampu jalan yang tidak berfungsi sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan pengguna jalan. Di sisi lain, sebagian masyarakat menilai manfaat pembangunan belum dirasakan secara merata. Situasi tersebut semakin menjadi sorotan setelah beredarnya dokumen daftar pinjaman daerah Kabupaten Lampung Tengah yang menunjukkan adanya pembiayaan daerah bernilai ratusan miliar rupiah yang bersumber dari sejumlah lembaga pembiayaan. Muncul pertanyaan di tengah masyarakat: jika anggaran daerah dan pembiayaan pembangunan mencapai angka yang sangat besar, sejauh mana hasilnya telah dirasakan masyarakat? Publik menilai pertanyaan tersebut wajar disampaikan karena setiap rupiah yang dikelola pemerintah pada dasarnya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.  Transparansi penggunaan anggaran dan pinjaman daerah menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah. Sejumlah warga berharap pemerintah daerah dapat menjelaskan secara terbuka program-program yang dibiayai, progres pelaksanaannya, serta manfaat konkret yang telah dirasakan masyarakat. Masyarakat pada dasarnya tidak menolak pembangunan. Justru masyarakat mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan daerah. Namun yang diharapkan saat ini adalah realisasi nyata, bukan sekadar narasi dan slogan. Perlu diingat, saat ini bukan lagi masa kampanye. Kewenangan pemerintahan sudah diberikan, jabatan sudah diemban, dan masyarakat menunggu hasil kerja yang dapat dirasakan secara langsung. Karena pada akhirnya, rakyat tidak menilai pemimpin dari banyaknya janji yang diucapkan, melainkan dari seberapa besar perubahan yang berhasil diwujudkan. Lampung Tengah membutuhkan transparansi. Lampung Tengah membutuhkan akuntabilitas. Dan yang paling utama, Lampung Tengah membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar janji. \"Publik bertanya: Kemana anggaran digunakan? Kemana dana pinjaman dialokasikan? Dan kapan hasilnya benar-benar dirasakan rakyat?\" Horizon TV | Menembus Batas • Membuka Fakta • Mengungkap Kebenaran 📢🔥 #lampungtengah #lampung #lampungtiktok #lampungpride #indonesia      Mirzani Djausal  Partai Gerindra Lampung  KAMPUD  Advokad PAI", "post_id": "7648473090850131218"}}, {"key": "KPK_RI", "attributes": {"label": "KPK_RI", "x": 300.3385012857388, "y": 474.5468602869236, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7897, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648473090850131218", "id": "KPK_RI", "source": "tiktok-000001", "content": "JANJI BESAR, PINJAMAN RATUSAN MILIAR, PUBLIK LAMPUNG TENGAH MENAGIH BUKTI NYATA LAMPUNG TENGAH – Di tengah berbagai pernyataan dan program pembangunan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, publik mulai mempertanyakan kesesuaian antara janji, anggaran, dan realitas yang dirasakan masyarakat di lapangan. Dalam berbagai kesempatan, Plt Bupati Lampung Tengah menyampaikan visi pembangunan seperti jalan tanpa lubang, Lampung Tengah terang, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu. Program-program tersebut mendapat dukungan dari masyarakat karena dinilai sejalan dengan kebutuhan daerah. Namun seiring berjalannya waktu, berbagai keluhan masih terus bermunculan. Sejumlah ruas jalan di beberapa wilayah masih dilaporkan rusak dan berlubang. Pada malam hari, banyak lampu jalan yang tidak berfungsi sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan pengguna jalan. Di sisi lain, sebagian masyarakat menilai manfaat pembangunan belum dirasakan secara merata. Situasi tersebut semakin menjadi sorotan setelah beredarnya dokumen daftar pinjaman daerah Kabupaten Lampung Tengah yang menunjukkan adanya pembiayaan daerah bernilai ratusan miliar rupiah yang bersumber dari sejumlah lembaga pembiayaan. Muncul pertanyaan di tengah masyarakat: jika anggaran daerah dan pembiayaan pembangunan mencapai angka yang sangat besar, sejauh mana hasilnya telah dirasakan masyarakat? Publik menilai pertanyaan tersebut wajar disampaikan karena setiap rupiah yang dikelola pemerintah pada dasarnya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.  Transparansi penggunaan anggaran dan pinjaman daerah menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah. Sejumlah warga berharap pemerintah daerah dapat menjelaskan secara terbuka program-program yang dibiayai, progres pelaksanaannya, serta manfaat konkret yang telah dirasakan masyarakat. Masyarakat pada dasarnya tidak menolak pembangunan. Justru masyarakat mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan daerah. Namun yang diharapkan saat ini adalah realisasi nyata, bukan sekadar narasi dan slogan. Perlu diingat, saat ini bukan lagi masa kampanye. Kewenangan pemerintahan sudah diberikan, jabatan sudah diemban, dan masyarakat menunggu hasil kerja yang dapat dirasakan secara langsung. Karena pada akhirnya, rakyat tidak menilai pemimpin dari banyaknya janji yang diucapkan, melainkan dari seberapa besar perubahan yang berhasil diwujudkan. Lampung Tengah membutuhkan transparansi. Lampung Tengah membutuhkan akuntabilitas. Dan yang paling utama, Lampung Tengah membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar janji. \"Publik bertanya: Kemana anggaran digunakan? Kemana dana pinjaman dialokasikan? Dan kapan hasilnya benar-benar dirasakan rakyat?\" Horizon TV | Menembus Batas • Membuka Fakta • Mengungkap Kebenaran 📢🔥 #lampungtengah #lampung #lampungtiktok #lampungpride #indonesia      Mirzani Djausal  Partai Gerindra Lampung  KAMPUD  Advokad PAI", "post_id": "7648473090850131218"}}, {"key": "LamtengBersama", "attributes": {"label": "LamtengBersama", "x": 865.4438009223157, "y": 217.03288378480246, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7897, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648473090850131218", "id": "LamtengBersama", "source": "tiktok-000001", "content": "JANJI BESAR, PINJAMAN RATUSAN MILIAR, PUBLIK LAMPUNG TENGAH MENAGIH BUKTI NYATA LAMPUNG TENGAH – Di tengah berbagai pernyataan dan program pembangunan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, publik mulai mempertanyakan kesesuaian antara janji, anggaran, dan realitas yang dirasakan masyarakat di lapangan. Dalam berbagai kesempatan, Plt Bupati Lampung Tengah menyampaikan visi pembangunan seperti jalan tanpa lubang, Lampung Tengah terang, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu. Program-program tersebut mendapat dukungan dari masyarakat karena dinilai sejalan dengan kebutuhan daerah. Namun seiring berjalannya waktu, berbagai keluhan masih terus bermunculan. Sejumlah ruas jalan di beberapa wilayah masih dilaporkan rusak dan berlubang. Pada malam hari, banyak lampu jalan yang tidak berfungsi sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan pengguna jalan. Di sisi lain, sebagian masyarakat menilai manfaat pembangunan belum dirasakan secara merata. Situasi tersebut semakin menjadi sorotan setelah beredarnya dokumen daftar pinjaman daerah Kabupaten Lampung Tengah yang menunjukkan adanya pembiayaan daerah bernilai ratusan miliar rupiah yang bersumber dari sejumlah lembaga pembiayaan. Muncul pertanyaan di tengah masyarakat: jika anggaran daerah dan pembiayaan pembangunan mencapai angka yang sangat besar, sejauh mana hasilnya telah dirasakan masyarakat? Publik menilai pertanyaan tersebut wajar disampaikan karena setiap rupiah yang dikelola pemerintah pada dasarnya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.  Transparansi penggunaan anggaran dan pinjaman daerah menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah. Sejumlah warga berharap pemerintah daerah dapat menjelaskan secara terbuka program-program yang dibiayai, progres pelaksanaannya, serta manfaat konkret yang telah dirasakan masyarakat. Masyarakat pada dasarnya tidak menolak pembangunan. Justru masyarakat mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan daerah. Namun yang diharapkan saat ini adalah realisasi nyata, bukan sekadar narasi dan slogan. Perlu diingat, saat ini bukan lagi masa kampanye. Kewenangan pemerintahan sudah diberikan, jabatan sudah diemban, dan masyarakat menunggu hasil kerja yang dapat dirasakan secara langsung. Karena pada akhirnya, rakyat tidak menilai pemimpin dari banyaknya janji yang diucapkan, melainkan dari seberapa besar perubahan yang berhasil diwujudkan. Lampung Tengah membutuhkan transparansi. Lampung Tengah membutuhkan akuntabilitas. Dan yang paling utama, Lampung Tengah membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar janji. \"Publik bertanya: Kemana anggaran digunakan? Kemana dana pinjaman dialokasikan? Dan kapan hasilnya benar-benar dirasakan rakyat?\" Horizon TV | Menembus Batas • Membuka Fakta • Mengungkap Kebenaran 📢🔥 #lampungtengah #lampung #lampungtiktok #lampungpride #indonesia      Mirzani Djausal  Partai Gerindra Lampung  KAMPUD  Advokad PAI", "post_id": "7648473090850131218"}}, {"key": "PrabowoForNation", "attributes": {"label": "PrabowoForNation", "x": 783.2337687891962, "y": 155.48091830673772, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7897, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648473090850131218", "id": "PrabowoForNation", "source": "tiktok-000001", "content": "JANJI BESAR, PINJAMAN RATUSAN MILIAR, PUBLIK LAMPUNG TENGAH MENAGIH BUKTI NYATA LAMPUNG TENGAH – Di tengah berbagai pernyataan dan program pembangunan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, publik mulai mempertanyakan kesesuaian antara janji, anggaran, dan realitas yang dirasakan masyarakat di lapangan. Dalam berbagai kesempatan, Plt Bupati Lampung Tengah menyampaikan visi pembangunan seperti jalan tanpa lubang, Lampung Tengah terang, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu. Program-program tersebut mendapat dukungan dari masyarakat karena dinilai sejalan dengan kebutuhan daerah. Namun seiring berjalannya waktu, berbagai keluhan masih terus bermunculan. Sejumlah ruas jalan di beberapa wilayah masih dilaporkan rusak dan berlubang. Pada malam hari, banyak lampu jalan yang tidak berfungsi sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan pengguna jalan. Di sisi lain, sebagian masyarakat menilai manfaat pembangunan belum dirasakan secara merata. Situasi tersebut semakin menjadi sorotan setelah beredarnya dokumen daftar pinjaman daerah Kabupaten Lampung Tengah yang menunjukkan adanya pembiayaan daerah bernilai ratusan miliar rupiah yang bersumber dari sejumlah lembaga pembiayaan. Muncul pertanyaan di tengah masyarakat: jika anggaran daerah dan pembiayaan pembangunan mencapai angka yang sangat besar, sejauh mana hasilnya telah dirasakan masyarakat? Publik menilai pertanyaan tersebut wajar disampaikan karena setiap rupiah yang dikelola pemerintah pada dasarnya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.  Transparansi penggunaan anggaran dan pinjaman daerah menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah. Sejumlah warga berharap pemerintah daerah dapat menjelaskan secara terbuka program-program yang dibiayai, progres pelaksanaannya, serta manfaat konkret yang telah dirasakan masyarakat. Masyarakat pada dasarnya tidak menolak pembangunan. Justru masyarakat mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan daerah. Namun yang diharapkan saat ini adalah realisasi nyata, bukan sekadar narasi dan slogan. Perlu diingat, saat ini bukan lagi masa kampanye. Kewenangan pemerintahan sudah diberikan, jabatan sudah diemban, dan masyarakat menunggu hasil kerja yang dapat dirasakan secara langsung. Karena pada akhirnya, rakyat tidak menilai pemimpin dari banyaknya janji yang diucapkan, melainkan dari seberapa besar perubahan yang berhasil diwujudkan. Lampung Tengah membutuhkan transparansi. Lampung Tengah membutuhkan akuntabilitas. Dan yang paling utama, Lampung Tengah membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar janji. \"Publik bertanya: Kemana anggaran digunakan? Kemana dana pinjaman dialokasikan? Dan kapan hasilnya benar-benar dirasakan rakyat?\" Horizon TV | Menembus Batas • Membuka Fakta • Mengungkap Kebenaran 📢🔥 #lampungtengah #lampung #lampungtiktok #lampungpride #indonesia      Mirzani Djausal  Partai Gerindra Lampung  KAMPUD  Advokad PAI", "post_id": "7648473090850131218"}}, {"key": "Rahmat", "attributes": {"label": "Rahmat", "x": 1.2337136851341413, "y": 527.201444324868, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7897, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648473090850131218", "id": "Rahmat", "source": "tiktok-000001", "content": "JANJI BESAR, PINJAMAN RATUSAN MILIAR, PUBLIK LAMPUNG TENGAH MENAGIH BUKTI NYATA LAMPUNG TENGAH – Di tengah berbagai pernyataan dan program pembangunan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, publik mulai mempertanyakan kesesuaian antara janji, anggaran, dan realitas yang dirasakan masyarakat di lapangan. Dalam berbagai kesempatan, Plt Bupati Lampung Tengah menyampaikan visi pembangunan seperti jalan tanpa lubang, Lampung Tengah terang, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu. Program-program tersebut mendapat dukungan dari masyarakat karena dinilai sejalan dengan kebutuhan daerah. Namun seiring berjalannya waktu, berbagai keluhan masih terus bermunculan. Sejumlah ruas jalan di beberapa wilayah masih dilaporkan rusak dan berlubang. Pada malam hari, banyak lampu jalan yang tidak berfungsi sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan pengguna jalan. Di sisi lain, sebagian masyarakat menilai manfaat pembangunan belum dirasakan secara merata. Situasi tersebut semakin menjadi sorotan setelah beredarnya dokumen daftar pinjaman daerah Kabupaten Lampung Tengah yang menunjukkan adanya pembiayaan daerah bernilai ratusan miliar rupiah yang bersumber dari sejumlah lembaga pembiayaan. Muncul pertanyaan di tengah masyarakat: jika anggaran daerah dan pembiayaan pembangunan mencapai angka yang sangat besar, sejauh mana hasilnya telah dirasakan masyarakat? Publik menilai pertanyaan tersebut wajar disampaikan karena setiap rupiah yang dikelola pemerintah pada dasarnya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.  Transparansi penggunaan anggaran dan pinjaman daerah menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah. Sejumlah warga berharap pemerintah daerah dapat menjelaskan secara terbuka program-program yang dibiayai, progres pelaksanaannya, serta manfaat konkret yang telah dirasakan masyarakat. Masyarakat pada dasarnya tidak menolak pembangunan. Justru masyarakat mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan daerah. Namun yang diharapkan saat ini adalah realisasi nyata, bukan sekadar narasi dan slogan. Perlu diingat, saat ini bukan lagi masa kampanye. Kewenangan pemerintahan sudah diberikan, jabatan sudah diemban, dan masyarakat menunggu hasil kerja yang dapat dirasakan secara langsung. Karena pada akhirnya, rakyat tidak menilai pemimpin dari banyaknya janji yang diucapkan, melainkan dari seberapa besar perubahan yang berhasil diwujudkan. Lampung Tengah membutuhkan transparansi. Lampung Tengah membutuhkan akuntabilitas. Dan yang paling utama, Lampung Tengah membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar janji. \"Publik bertanya: Kemana anggaran digunakan? Kemana dana pinjaman dialokasikan? Dan kapan hasilnya benar-benar dirasakan rakyat?\" Horizon TV | Menembus Batas • Membuka Fakta • Mengungkap Kebenaran 📢🔥 #lampungtengah #lampung #lampungtiktok #lampungpride #indonesia      Mirzani Djausal  Partai Gerindra Lampung  KAMPUD  Advokad PAI", "post_id": "7648473090850131218"}}, {"key": "DPD", "attributes": {"label": "DPD", "x": 73.29777616362065, "y": 536.9661826888465, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7897, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648473090850131218", "id": "DPD", "source": "tiktok-000001", "content": "JANJI BESAR, PINJAMAN RATUSAN MILIAR, PUBLIK LAMPUNG TENGAH MENAGIH BUKTI NYATA LAMPUNG TENGAH – Di tengah berbagai pernyataan dan program pembangunan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, publik mulai mempertanyakan kesesuaian antara janji, anggaran, dan realitas yang dirasakan masyarakat di lapangan. Dalam berbagai kesempatan, Plt Bupati Lampung Tengah menyampaikan visi pembangunan seperti jalan tanpa lubang, Lampung Tengah terang, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu. Program-program tersebut mendapat dukungan dari masyarakat karena dinilai sejalan dengan kebutuhan daerah. Namun seiring berjalannya waktu, berbagai keluhan masih terus bermunculan. Sejumlah ruas jalan di beberapa wilayah masih dilaporkan rusak dan berlubang. Pada malam hari, banyak lampu jalan yang tidak berfungsi sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan pengguna jalan. Di sisi lain, sebagian masyarakat menilai manfaat pembangunan belum dirasakan secara merata. Situasi tersebut semakin menjadi sorotan setelah beredarnya dokumen daftar pinjaman daerah Kabupaten Lampung Tengah yang menunjukkan adanya pembiayaan daerah bernilai ratusan miliar rupiah yang bersumber dari sejumlah lembaga pembiayaan. Muncul pertanyaan di tengah masyarakat: jika anggaran daerah dan pembiayaan pembangunan mencapai angka yang sangat besar, sejauh mana hasilnya telah dirasakan masyarakat? Publik menilai pertanyaan tersebut wajar disampaikan karena setiap rupiah yang dikelola pemerintah pada dasarnya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.  Transparansi penggunaan anggaran dan pinjaman daerah menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah. Sejumlah warga berharap pemerintah daerah dapat menjelaskan secara terbuka program-program yang dibiayai, progres pelaksanaannya, serta manfaat konkret yang telah dirasakan masyarakat. Masyarakat pada dasarnya tidak menolak pembangunan. Justru masyarakat mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan daerah. Namun yang diharapkan saat ini adalah realisasi nyata, bukan sekadar narasi dan slogan. Perlu diingat, saat ini bukan lagi masa kampanye. Kewenangan pemerintahan sudah diberikan, jabatan sudah diemban, dan masyarakat menunggu hasil kerja yang dapat dirasakan secara langsung. Karena pada akhirnya, rakyat tidak menilai pemimpin dari banyaknya janji yang diucapkan, melainkan dari seberapa besar perubahan yang berhasil diwujudkan. Lampung Tengah membutuhkan transparansi. Lampung Tengah membutuhkan akuntabilitas. Dan yang paling utama, Lampung Tengah membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar janji. \"Publik bertanya: Kemana anggaran digunakan? Kemana dana pinjaman dialokasikan? Dan kapan hasilnya benar-benar dirasakan rakyat?\" Horizon TV | Menembus Batas • Membuka Fakta • Mengungkap Kebenaran 📢🔥 #lampungtengah #lampung #lampungtiktok #lampungpride #indonesia      Mirzani Djausal  Partai Gerindra Lampung  KAMPUD  Advokad PAI", "post_id": "7648473090850131218"}}, {"key": "DPP", "attributes": {"label": "DPP", "x": 790.988215769367, "y": 133.57230803909448, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7897, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648473090850131218", "id": "DPP", "source": "tiktok-000001", "content": "JANJI BESAR, PINJAMAN RATUSAN MILIAR, PUBLIK LAMPUNG TENGAH MENAGIH BUKTI NYATA LAMPUNG TENGAH – Di tengah berbagai pernyataan dan program pembangunan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, publik mulai mempertanyakan kesesuaian antara janji, anggaran, dan realitas yang dirasakan masyarakat di lapangan. Dalam berbagai kesempatan, Plt Bupati Lampung Tengah menyampaikan visi pembangunan seperti jalan tanpa lubang, Lampung Tengah terang, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu. Program-program tersebut mendapat dukungan dari masyarakat karena dinilai sejalan dengan kebutuhan daerah. Namun seiring berjalannya waktu, berbagai keluhan masih terus bermunculan. Sejumlah ruas jalan di beberapa wilayah masih dilaporkan rusak dan berlubang. Pada malam hari, banyak lampu jalan yang tidak berfungsi sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan pengguna jalan. Di sisi lain, sebagian masyarakat menilai manfaat pembangunan belum dirasakan secara merata. Situasi tersebut semakin menjadi sorotan setelah beredarnya dokumen daftar pinjaman daerah Kabupaten Lampung Tengah yang menunjukkan adanya pembiayaan daerah bernilai ratusan miliar rupiah yang bersumber dari sejumlah lembaga pembiayaan. Muncul pertanyaan di tengah masyarakat: jika anggaran daerah dan pembiayaan pembangunan mencapai angka yang sangat besar, sejauh mana hasilnya telah dirasakan masyarakat? Publik menilai pertanyaan tersebut wajar disampaikan karena setiap rupiah yang dikelola pemerintah pada dasarnya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.  Transparansi penggunaan anggaran dan pinjaman daerah menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah. Sejumlah warga berharap pemerintah daerah dapat menjelaskan secara terbuka program-program yang dibiayai, progres pelaksanaannya, serta manfaat konkret yang telah dirasakan masyarakat. Masyarakat pada dasarnya tidak menolak pembangunan. Justru masyarakat mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan daerah. Namun yang diharapkan saat ini adalah realisasi nyata, bukan sekadar narasi dan slogan. Perlu diingat, saat ini bukan lagi masa kampanye. Kewenangan pemerintahan sudah diberikan, jabatan sudah diemban, dan masyarakat menunggu hasil kerja yang dapat dirasakan secara langsung. Karena pada akhirnya, rakyat tidak menilai pemimpin dari banyaknya janji yang diucapkan, melainkan dari seberapa besar perubahan yang berhasil diwujudkan. Lampung Tengah membutuhkan transparansi. Lampung Tengah membutuhkan akuntabilitas. Dan yang paling utama, Lampung Tengah membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar janji. \"Publik bertanya: Kemana anggaran digunakan? Kemana dana pinjaman dialokasikan? Dan kapan hasilnya benar-benar dirasakan rakyat?\" Horizon TV | Menembus Batas • Membuka Fakta • Mengungkap Kebenaran 📢🔥 #lampungtengah #lampung #lampungtiktok #lampungpride #indonesia      Mirzani Djausal  Partai Gerindra Lampung  KAMPUD  Advokad PAI", "post_id": "7648473090850131218"}}, {"key": "Edo", "attributes": {"label": "Edo", "x": 810.9888732153037, "y": 829.9206113038211, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7897, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648473090850131218", "id": "Edo", "source": "tiktok-000001", "content": "JANJI BESAR, PINJAMAN RATUSAN MILIAR, PUBLIK LAMPUNG TENGAH MENAGIH BUKTI NYATA LAMPUNG TENGAH – Di tengah berbagai pernyataan dan program pembangunan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, publik mulai mempertanyakan kesesuaian antara janji, anggaran, dan realitas yang dirasakan masyarakat di lapangan. Dalam berbagai kesempatan, Plt Bupati Lampung Tengah menyampaikan visi pembangunan seperti jalan tanpa lubang, Lampung Tengah terang, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu. Program-program tersebut mendapat dukungan dari masyarakat karena dinilai sejalan dengan kebutuhan daerah. Namun seiring berjalannya waktu, berbagai keluhan masih terus bermunculan. Sejumlah ruas jalan di beberapa wilayah masih dilaporkan rusak dan berlubang. Pada malam hari, banyak lampu jalan yang tidak berfungsi sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan pengguna jalan. Di sisi lain, sebagian masyarakat menilai manfaat pembangunan belum dirasakan secara merata. Situasi tersebut semakin menjadi sorotan setelah beredarnya dokumen daftar pinjaman daerah Kabupaten Lampung Tengah yang menunjukkan adanya pembiayaan daerah bernilai ratusan miliar rupiah yang bersumber dari sejumlah lembaga pembiayaan. Muncul pertanyaan di tengah masyarakat: jika anggaran daerah dan pembiayaan pembangunan mencapai angka yang sangat besar, sejauh mana hasilnya telah dirasakan masyarakat? Publik menilai pertanyaan tersebut wajar disampaikan karena setiap rupiah yang dikelola pemerintah pada dasarnya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.  Transparansi penggunaan anggaran dan pinjaman daerah menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah. Sejumlah warga berharap pemerintah daerah dapat menjelaskan secara terbuka program-program yang dibiayai, progres pelaksanaannya, serta manfaat konkret yang telah dirasakan masyarakat. Masyarakat pada dasarnya tidak menolak pembangunan. Justru masyarakat mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan daerah. Namun yang diharapkan saat ini adalah realisasi nyata, bukan sekadar narasi dan slogan. Perlu diingat, saat ini bukan lagi masa kampanye. Kewenangan pemerintahan sudah diberikan, jabatan sudah diemban, dan masyarakat menunggu hasil kerja yang dapat dirasakan secara langsung. Karena pada akhirnya, rakyat tidak menilai pemimpin dari banyaknya janji yang diucapkan, melainkan dari seberapa besar perubahan yang berhasil diwujudkan. Lampung Tengah membutuhkan transparansi. Lampung Tengah membutuhkan akuntabilitas. Dan yang paling utama, Lampung Tengah membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar janji. \"Publik bertanya: Kemana anggaran digunakan? Kemana dana pinjaman dialokasikan? Dan kapan hasilnya benar-benar dirasakan rakyat?\" Horizon TV | Menembus Batas • Membuka Fakta • Mengungkap Kebenaran 📢🔥 #lampungtengah #lampung #lampungtiktok #lampungpride #indonesia      Mirzani Djausal  Partai Gerindra Lampung  KAMPUD  Advokad PAI", "post_id": "7648473090850131218"}}, {"key": "arahjakarta", "attributes": {"label": "arahjakarta", "x": 355.0897223961489, "y": 171.38235492841625, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 40.917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7641305557936426261", "id": "arahjakarta", "source": "tiktok-000001", "content": "Presiden Prabowo Subianto melempar kebijakan populis baru dengan memerintahkan bank-bank pelat merah (Himbara) untuk memangkas bunga kredit bagi rakyat kecil menjadi maksimal 5% per tahun. Langkah ekstrem ini diambil setelah Presiden menyoroti jeratan bunga pinjaman di lapangan yang diklaimnya bisa mencekik hingga 70% setahun. Merespons titah istana, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Dian Ediana Rae, angkat bicara (17/5).  Meski mengapresiasi niat baik pemerintah untuk membantu kelompok unbankable, OJK langsung mengingatkan perbankan untuk memperketat tata kelola dan manajemen risiko. Otoritas mendorong bank melakukan stress test berkala serta menyiapkan pencadangan yang memadai guna mengantisipasi potensi ledakan kredit macet di tengah skenario ekonomi global yang sedang bergejolak. Perintah penurunan bunga hingga di bawah tingkat inflasi riil atau biaya dana (cost of fund) perbankan saat ini adalah kebijakan yang berisiko tinggi. Di tengah situasi makro ekonomi yang sensitif—di mana Rupiah sempat tersungkur ke level Rp17.500—memaksa bank BUMN menyalurkan kredit murah tanpa kalkulasi matang bisa mengikis ketahanan modal perbankan nasional.  Jika tidak disubsidi penuh oleh APBN melalui skema Subsidi Bunga, kebijakan ini akan mengorbankan tingkat kesehatan bank-bank negara demi pemenuhan syahwat politik jangka pendek. Publik patut waspada: tanpa pengawasan ketat, pemaksaan kredit murah berisiko menciptakan gelombang Non-Performing Loan (NPL) baru, di mana dana masyarakat justru habis menguap akibat penyaluran yang tidak kredibel dan salah sasaran. Niat baik memberi modal murah bagi rakyat jangan sampai mengorbankan kesehatan bank negara, karena merawat kepercayaan pasar jauh lebih mahal ketimbang meramu retorika di panggung pidato. Menurut lo, bunga kredit 5% ini bakal beneran bikin UMKM kita maju, atau justru bakal bikin bank-bank BUMN kita yang kolaps akibat kredit macet? Follow  untuk memantau stabilitas perbankan dan kebijakan ekonomi nasional. Tetap kritis, kawal uang negara, jangan biarkan sistem keuangan kita rapuh akibat kebijakan yang dipaksakan tanpa mitigasi risiko yang matang!", "post_id": "7641305557936426261"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 575.7535630587104, "y": 523.7973562375682, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "RHk_WVSDy3M", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Peneliti FEB UI Analisis Penyebab Indeks Keyakinan Konsumen Turun\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Hasil survei konsumen Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen pada Mei 2026 turun dibanding bulan April. Penurunan ini menjadi level terendah sejak September 2025.\n\nSejumlah ekonom menilai penurunan indeks kepercayaan konsumen ini terutama disebabkan oleh melemahnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini. Pelemahan kepercayaan konsumen terjadi seiring meningkatnya volatilitas harga pangan dan melemahnya rupiah.\n\nMelemahnya sentimen juga didorong oleh persepsi yang lebih rendah terhadap kondisi pendapatan saat ini. Meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan nilai tukar rupiah dapat membebani daya beli, sentimen, dan aktivitas pengeluaran konsumen.\n\nMengapa penurunan ini secara konsisten terus terjadi hampir setiap bulannya, kita bahas bersama Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan di LPEM FEB UI, Teuku Riefky.\n\n#indeks #keyakinan #konsumen #ekonomi #bisnis \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "RHk_WVSDy3M"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 728.6646397829682, "y": 626.1031104689027, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.3546, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "RHk_WVSDy3M", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Peneliti FEB UI Analisis Penyebab Indeks Keyakinan Konsumen Turun\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Hasil survei konsumen Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen pada Mei 2026 turun dibanding bulan April. Penurunan ini menjadi level terendah sejak September 2025.\n\nSejumlah ekonom menilai penurunan indeks kepercayaan konsumen ini terutama disebabkan oleh melemahnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini. Pelemahan kepercayaan konsumen terjadi seiring meningkatnya volatilitas harga pangan dan melemahnya rupiah.\n\nMelemahnya sentimen juga didorong oleh persepsi yang lebih rendah terhadap kondisi pendapatan saat ini. Meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan nilai tukar rupiah dapat membebani daya beli, sentimen, dan aktivitas pengeluaran konsumen.\n\nMengapa penurunan ini secara konsisten terus terjadi hampir setiap bulannya, kita bahas bersama Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan di LPEM FEB UI, Teuku Riefky.\n\n#indeks #keyakinan #konsumen #ekonomi #bisnis \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "RHk_WVSDy3M"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 773.5921705145508, "y": 988.7061412693325, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "qMyW229NVcc", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Indeks Keyakinan Konsumen Turun, Terendah Sejak September 2025! Ini Kata Peneliti FEB UI\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Hasil survei konsumen Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen pada Mei 2026 turun dibanding bulan April. Penurunan ini menjadi level terendah sejak September 2025.\n\nSejumlah ekonom menilai penurunan indeks kepercayaan konsumen ini terutama disebabkan oleh melemahnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini. Pelemahan kepercayaan konsumen terjadi seiring meningkatnya volatilitas harga pangan dan melemahnya rupiah.\n\nMelemahnya sentimen juga didorong oleh persepsi yang lebih rendah terhadap kondisi pendapatan saat ini. Meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan nilai tukar rupiah dapat membebani daya beli, sentimen, dan aktivitas pengeluaran konsumen.\n\nMengapa penurunan ini secara konsisten terus terjadi hampir setiap bulannya, kita bahas bersama Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan di LPEM FEB UI, Teuku Riefky.\n\nProduser: Theo Reza\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "qMyW229NVcc"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 384.89594693410214, "y": 95.06820397048743, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7461, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "qMyW229NVcc", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Indeks Keyakinan Konsumen Turun, Terendah Sejak September 2025! Ini Kata Peneliti FEB UI\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Hasil survei konsumen Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen pada Mei 2026 turun dibanding bulan April. Penurunan ini menjadi level terendah sejak September 2025.\n\nSejumlah ekonom menilai penurunan indeks kepercayaan konsumen ini terutama disebabkan oleh melemahnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini. Pelemahan kepercayaan konsumen terjadi seiring meningkatnya volatilitas harga pangan dan melemahnya rupiah.\n\nMelemahnya sentimen juga didorong oleh persepsi yang lebih rendah terhadap kondisi pendapatan saat ini. Meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan nilai tukar rupiah dapat membebani daya beli, sentimen, dan aktivitas pengeluaran konsumen.\n\nMengapa penurunan ini secara konsisten terus terjadi hampir setiap bulannya, kita bahas bersama Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan di LPEM FEB UI, Teuku Riefky.\n\nProduser: Theo Reza\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "qMyW229NVcc"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 378.52157744234995, "y": 138.04359410617272, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "PrguqERnpUQ", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "EKONOMI RI DALAM BAHAYA? Surplus Dagang Nyaris Habis, Rupiah Siap-Siap Goyang!\n\nAlarm bahaya bagi stabilitas ekonomi Indonesia! Neraca perdagangan Indonesia mengalami guncangan hebat di awal tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus perdagangan April 2026 ambles drastis menjadi hanya 89,1 juta dollar AS, jatuh dari angka 3,32 miliar dollar AS di bulan sebelumnya. Ke mana perginya devisa kita?\n\nLonjakan impor migas yang meroket lebih dari 80% akibat konflik geopolitik di Timur Tengah dan tingginya harga energi global menjadi biang kerok utama. Kondisi ini membuat sektor non-migas kehabisan tenaga untuk menopang ketahanan eksternal kita. Para ekonom, termasuk Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Fakhrul Fulvian dan Guru Besar UAJY Aloysius Gunadi Brata, memperingatkan potensi pelebaran defisit neraca transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) pada Kuartal II-2026.\n\nDampak perang kini mulai merambat ke dompet masyarakat lewat inflasi sektor transportasi (bensin, solar, hingga tarif angkutan udara). Bagaimana nasib nilai tukar Rupiah ke depan? Apakah bauran kebijakan makroekonomi pemerintah mampu menahan sentimen negatif pasar keuangan dan menjaga kepercayaan investor? Simak analisis kritis dan data lengkapnya di video ini!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #ekonomiindonesia  #SurplusDagang #ImporMigas #rupiah  #krisisenergi  #beritaekonomi  #macroeconomics  #youtubeindonesia \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "PrguqERnpUQ"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 780.1803303599484, "y": 659.68716524273, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "PrguqERnpUQ", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "EKONOMI RI DALAM BAHAYA? Surplus Dagang Nyaris Habis, Rupiah Siap-Siap Goyang!\n\nAlarm bahaya bagi stabilitas ekonomi Indonesia! Neraca perdagangan Indonesia mengalami guncangan hebat di awal tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus perdagangan April 2026 ambles drastis menjadi hanya 89,1 juta dollar AS, jatuh dari angka 3,32 miliar dollar AS di bulan sebelumnya. Ke mana perginya devisa kita?\n\nLonjakan impor migas yang meroket lebih dari 80% akibat konflik geopolitik di Timur Tengah dan tingginya harga energi global menjadi biang kerok utama. Kondisi ini membuat sektor non-migas kehabisan tenaga untuk menopang ketahanan eksternal kita. Para ekonom, termasuk Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Fakhrul Fulvian dan Guru Besar UAJY Aloysius Gunadi Brata, memperingatkan potensi pelebaran defisit neraca transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) pada Kuartal II-2026.\n\nDampak perang kini mulai merambat ke dompet masyarakat lewat inflasi sektor transportasi (bensin, solar, hingga tarif angkutan udara). Bagaimana nasib nilai tukar Rupiah ke depan? Apakah bauran kebijakan makroekonomi pemerintah mampu menahan sentimen negatif pasar keuangan dan menjaga kepercayaan investor? Simak analisis kritis dan data lengkapnya di video ini!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #ekonomiindonesia  #SurplusDagang #ImporMigas #rupiah  #krisisenergi  #beritaekonomi  #macroeconomics  #youtubeindonesia \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "PrguqERnpUQ"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 466.91959491814504, "y": 178.23531157675632, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "vuNGHtDeipU", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "Respons Menkeu Purbaya Terkait Transaksi Dolar di Pelabuhan Tanjung Priok | Sindo Siang | 06/06\n\nPurbaya menilai sentimen negatif pasar menjadi salah satu pemicu pelemahan rupiah yang sempat mendekati Rp 18.000 per dolar AS.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 06 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Fara\n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "vuNGHtDeipU"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 283.7466935255267, "y": 780.052029567479, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vuNGHtDeipU", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "Respons Menkeu Purbaya Terkait Transaksi Dolar di Pelabuhan Tanjung Priok | Sindo Siang | 06/06\n\nPurbaya menilai sentimen negatif pasar menjadi salah satu pemicu pelemahan rupiah yang sempat mendekati Rp 18.000 per dolar AS.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 06 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Fara\n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "vuNGHtDeipU"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 253.8523855331064, "y": 993.8066314319417, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vuNGHtDeipU", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Respons Menkeu Purbaya Terkait Transaksi Dolar di Pelabuhan Tanjung Priok | Sindo Siang | 06/06\n\nPurbaya menilai sentimen negatif pasar menjadi salah satu pemicu pelemahan rupiah yang sempat mendekati Rp 18.000 per dolar AS.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 06 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Fara\n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "vuNGHtDeipU"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 918.018108825844, "y": 326.5376896586225, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vuNGHtDeipU", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "Respons Menkeu Purbaya Terkait Transaksi Dolar di Pelabuhan Tanjung Priok | Sindo Siang | 06/06\n\nPurbaya menilai sentimen negatif pasar menjadi salah satu pemicu pelemahan rupiah yang sempat mendekati Rp 18.000 per dolar AS.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 06 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Fara\n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "vuNGHtDeipU"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 378.0456825666454, "y": 654.0134046088926, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "fCnmhnkeR9E", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Perry Warjiyo dan Purbaya Sepakat Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter Hadapi Ketidakpastian Global\n\nGaruda Tv - Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.\n\nPenguatan koordinasi tersebut dibahas dalam rapat bersama yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas makroekonomi serta meningkatkan kepercayaan pasar.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah langkah strategis yang telah disepakati bersama untuk memperkuat sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal. Koordinasi yang erat dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.\n\nMenurut Perry, kerja sama yang solid antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan perekonomian nasional tetap tumbuh secara berkelanjutan.\n\nSementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter. Ia menilai sinergi antarlembaga akan membuat berbagai kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah menjadi lebih efektif dan memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat.\n\nPurbaya juga menekankan bahwa koordinasi yang kuat diperlukan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, memperkuat daya tahan ekonomi nasional, dan merespons dinamika pasar global secara cepat dan terukur.\n\nPemerintah dan Bank Indonesia berharap penguatan koordinasi ini dapat meningkatkan kepercayaan publik maupun pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, sinergi yang semakin erat diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.\n\nLangkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dan Bank Indonesia untuk terus menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan yang terkoordinasi, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#bankindonesia  #BI #kementeriankeuangan  #kemenkeu  #PerryWarjiyo #purbayayudhisadewa  #rupiah  #StabilitasRupiah #kebijakanmoneter  #kebijakanfiskal  #ekonomi  #stabilitasekonomi #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "fCnmhnkeR9E"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 77.94290451332043, "y": 14.872293902723598, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7461, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "fCnmhnkeR9E", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Perry Warjiyo dan Purbaya Sepakat Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter Hadapi Ketidakpastian Global\n\nGaruda Tv - Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.\n\nPenguatan koordinasi tersebut dibahas dalam rapat bersama yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas makroekonomi serta meningkatkan kepercayaan pasar.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah langkah strategis yang telah disepakati bersama untuk memperkuat sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal. Koordinasi yang erat dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.\n\nMenurut Perry, kerja sama yang solid antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan perekonomian nasional tetap tumbuh secara berkelanjutan.\n\nSementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter. Ia menilai sinergi antarlembaga akan membuat berbagai kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah menjadi lebih efektif dan memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat.\n\nPurbaya juga menekankan bahwa koordinasi yang kuat diperlukan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, memperkuat daya tahan ekonomi nasional, dan merespons dinamika pasar global secara cepat dan terukur.\n\nPemerintah dan Bank Indonesia berharap penguatan koordinasi ini dapat meningkatkan kepercayaan publik maupun pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, sinergi yang semakin erat diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.\n\nLangkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dan Bank Indonesia untuk terus menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan yang terkoordinasi, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#bankindonesia  #BI #kementeriankeuangan  #kemenkeu  #PerryWarjiyo #purbayayudhisadewa  #rupiah  #StabilitasRupiah #kebijakanmoneter  #kebijakanfiskal  #ekonomi  #stabilitasekonomi #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "fCnmhnkeR9E"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 551.1716874095544, "y": 420.89041506367755, "size": 3.22, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 1.292, "in_degree": 0, "out_degree": 35, "degree": 35}, "_id": "i6BgmfTwKYs", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah Nyaris 1 Persen Terhadap USD dalam Sepekan, Ini Penyebab Utamanya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan ini bergerak kurang menggembirakan. Berdasarkan data perdagangan pada Jumat (29/5/2026), mata uang Garuda terus merosot akibat tekanan sentimen pengetatan fiskal di dalam negeri serta tingginya ketidakpastian moneter di Amerika.\n\nMengutip data dari Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20 persen secara harian dan mendarat di level Rp17.881 per dolar AS. Jika dikalkulasi dalam kurun waktu sepekan, mata uang domestik telah terdepresiasi sebesar 0,91 persen dibandingkan posisi Jumat (22/5/2026) pekan lalu yang berada di level Rp17.717 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "i6BgmfTwKYs"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 681.2993323542441, "y": 389.2156840166332, "size": 3.22, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.688, "eigenvector": 1.292, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "i6BgmfTwKYs", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah Nyaris 1 Persen Terhadap USD dalam Sepekan, Ini Penyebab Utamanya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan ini bergerak kurang menggembirakan. Berdasarkan data perdagangan pada Jumat (29/5/2026), mata uang Garuda terus merosot akibat tekanan sentimen pengetatan fiskal di dalam negeri serta tingginya ketidakpastian moneter di Amerika.\n\nMengutip data dari Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20 persen secara harian dan mendarat di level Rp17.881 per dolar AS. Jika dikalkulasi dalam kurun waktu sepekan, mata uang domestik telah terdepresiasi sebesar 0,91 persen dibandingkan posisi Jumat (22/5/2026) pekan lalu yang berada di level Rp17.717 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "i6BgmfTwKYs"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 952.7602610644752, "y": 792.1489095699533, "size": 3.22, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.688, "eigenvector": 1.292, "in_degree": 7, "out_degree": 0, "degree": 7}, "_id": "i6BgmfTwKYs", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah Nyaris 1 Persen Terhadap USD dalam Sepekan, Ini Penyebab Utamanya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan ini bergerak kurang menggembirakan. Berdasarkan data perdagangan pada Jumat (29/5/2026), mata uang Garuda terus merosot akibat tekanan sentimen pengetatan fiskal di dalam negeri serta tingginya ketidakpastian moneter di Amerika.\n\nMengutip data dari Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20 persen secara harian dan mendarat di level Rp17.881 per dolar AS. Jika dikalkulasi dalam kurun waktu sepekan, mata uang domestik telah terdepresiasi sebesar 0,91 persen dibandingkan posisi Jumat (22/5/2026) pekan lalu yang berada di level Rp17.717 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "i6BgmfTwKYs"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 385.7581044620113, "y": 387.81889391823756, "size": 3.22, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.688, "eigenvector": 1.292, "in_degree": 14, "out_degree": 0, "degree": 14}, "_id": "i6BgmfTwKYs", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah Nyaris 1 Persen Terhadap USD dalam Sepekan, Ini Penyebab Utamanya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan ini bergerak kurang menggembirakan. Berdasarkan data perdagangan pada Jumat (29/5/2026), mata uang Garuda terus merosot akibat tekanan sentimen pengetatan fiskal di dalam negeri serta tingginya ketidakpastian moneter di Amerika.\n\nMengutip data dari Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20 persen secara harian dan mendarat di level Rp17.881 per dolar AS. Jika dikalkulasi dalam kurun waktu sepekan, mata uang domestik telah terdepresiasi sebesar 0,91 persen dibandingkan posisi Jumat (22/5/2026) pekan lalu yang berada di level Rp17.717 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "i6BgmfTwKYs"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 386.39148365041876, "y": 869.0864426292577, "size": 3.22, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.688, "eigenvector": 1.292, "in_degree": 7, "out_degree": 0, "degree": 7}, "_id": "i6BgmfTwKYs", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah Nyaris 1 Persen Terhadap USD dalam Sepekan, Ini Penyebab Utamanya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan ini bergerak kurang menggembirakan. Berdasarkan data perdagangan pada Jumat (29/5/2026), mata uang Garuda terus merosot akibat tekanan sentimen pengetatan fiskal di dalam negeri serta tingginya ketidakpastian moneter di Amerika.\n\nMengutip data dari Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20 persen secara harian dan mendarat di level Rp17.881 per dolar AS. Jika dikalkulasi dalam kurun waktu sepekan, mata uang domestik telah terdepresiasi sebesar 0,91 persen dibandingkan posisi Jumat (22/5/2026) pekan lalu yang berada di level Rp17.717 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "i6BgmfTwKYs"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 444.3973140762514, "y": 854.0878625618976, "size": 3.22, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.688, "eigenvector": 1.292, "in_degree": 7, "out_degree": 0, "degree": 7}, "_id": "i6BgmfTwKYs", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah Nyaris 1 Persen Terhadap USD dalam Sepekan, Ini Penyebab Utamanya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan ini bergerak kurang menggembirakan. Berdasarkan data perdagangan pada Jumat (29/5/2026), mata uang Garuda terus merosot akibat tekanan sentimen pengetatan fiskal di dalam negeri serta tingginya ketidakpastian moneter di Amerika.\n\nMengutip data dari Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20 persen secara harian dan mendarat di level Rp17.881 per dolar AS. Jika dikalkulasi dalam kurun waktu sepekan, mata uang domestik telah terdepresiasi sebesar 0,91 persen dibandingkan posisi Jumat (22/5/2026) pekan lalu yang berada di level Rp17.717 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "i6BgmfTwKYs"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 65.27515754012624, "y": 570.8129673759206, "size": 3.22, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.688, "eigenvector": 1.292, "in_degree": 7, "out_degree": 0, "degree": 7}, "_id": "i6BgmfTwKYs", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah Nyaris 1 Persen Terhadap USD dalam Sepekan, Ini Penyebab Utamanya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan ini bergerak kurang menggembirakan. Berdasarkan data perdagangan pada Jumat (29/5/2026), mata uang Garuda terus merosot akibat tekanan sentimen pengetatan fiskal di dalam negeri serta tingginya ketidakpastian moneter di Amerika.\n\nMengutip data dari Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20 persen secara harian dan mendarat di level Rp17.881 per dolar AS. Jika dikalkulasi dalam kurun waktu sepekan, mata uang domestik telah terdepresiasi sebesar 0,91 persen dibandingkan posisi Jumat (22/5/2026) pekan lalu yang berada di level Rp17.717 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "i6BgmfTwKYs"}}, {"key": "@HippoAcademy", "attributes": {"label": "@HippoAcademy", "x": 809.4873358756346, "y": 288.4518135114312, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "won5ClMP_uU", "id": "@HippoAcademy", "source": "youtube-000001", "content": "PRABOWO BIKIN MALAYSIA PANIK! RUPIAH IHSG MELONJAK PESAT, SINGAPURA-MALAYSIA AUTO KETAR-KETIR!\n\nAkselerasi performa instrumen keuangan domestik dan penataan ketahanan sektor riil menjadi pilar utama Pemerintah Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi di kawasan Asia Tenggara. Pada perdagangan pertengahan Juni 2026, pasar modal nasional mencatatkan pertumbuhan impresif di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju positif hingga 5% pada sesi pertama. Lonjakan ini didorong oleh aksi korporasi penguatan aset serta konsolidasi strategis komitmen perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang berjalan selaras dengan meredanya tensi geopolitik global antara Amerika Serikat dan Iran sehingga memicu kembalinya kepercayaan investor global ke pasar berkembang (*emerging markets*).\n\nResiliensi finansial ini diperkuat oleh penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, yang memicu penyesuaian portofolio para pelaku pasar valuta asing demi memitigasi risiko spekulatif. Di sisi lain, lompatan besar di sektor hulu ditunjukkan oleh capaian swasembada pangan terintegrasi dengan volume cadangan beras nasional yang stabil. Langkah kemandirian pangan dan energi ini secara langsung mengubah peta ketergantungan logistik regional, sekaligus mendorong analisis komparatif dan evaluasi rantai pasok dari negara-negara mitra dagang seperti Singapura dan Malaysia terkait pergeseran pusat gravitasi ekonomi di kawasan. Simak ulasan mendalam mengenai analisis pergerakan IHSG, strategi pengelolaan cadangan pangan nasional, serta dampaknya bagi ketahanan ekonomi makro Indonesia di Asia Tenggara dalam video ini sampai selesai!\n\n#PasarModal #PertumbuhanIHSG #SwasembadaPangan #KetahananEkonomi #IndonesiaMaju\n\nFollow Sosial Media Hippo Academy 👇👇\n🔴 TikTok : https://www.tiktok.com/\n🔴 Instagram : https://www.instagram.com/hippoacademy.id/\n🔴 Facebook : https://www.facebook.com/share/1CnW57ATMR/\n\n© Copyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act of 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing.", "post_id": "won5ClMP_uU"}}, {"key": "hippoacademy.id/", "attributes": {"label": "hippoacademy.id/", "x": 224.49348915364354, "y": 247.8051039699396, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.3546, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "won5ClMP_uU", "id": "hippoacademy.id/", "source": "youtube-000001", "content": "PRABOWO BIKIN MALAYSIA PANIK! RUPIAH IHSG MELONJAK PESAT, SINGAPURA-MALAYSIA AUTO KETAR-KETIR!\n\nAkselerasi performa instrumen keuangan domestik dan penataan ketahanan sektor riil menjadi pilar utama Pemerintah Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi di kawasan Asia Tenggara. Pada perdagangan pertengahan Juni 2026, pasar modal nasional mencatatkan pertumbuhan impresif di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju positif hingga 5% pada sesi pertama. Lonjakan ini didorong oleh aksi korporasi penguatan aset serta konsolidasi strategis komitmen perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang berjalan selaras dengan meredanya tensi geopolitik global antara Amerika Serikat dan Iran sehingga memicu kembalinya kepercayaan investor global ke pasar berkembang (*emerging markets*).\n\nResiliensi finansial ini diperkuat oleh penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, yang memicu penyesuaian portofolio para pelaku pasar valuta asing demi memitigasi risiko spekulatif. Di sisi lain, lompatan besar di sektor hulu ditunjukkan oleh capaian swasembada pangan terintegrasi dengan volume cadangan beras nasional yang stabil. Langkah kemandirian pangan dan energi ini secara langsung mengubah peta ketergantungan logistik regional, sekaligus mendorong analisis komparatif dan evaluasi rantai pasok dari negara-negara mitra dagang seperti Singapura dan Malaysia terkait pergeseran pusat gravitasi ekonomi di kawasan. Simak ulasan mendalam mengenai analisis pergerakan IHSG, strategi pengelolaan cadangan pangan nasional, serta dampaknya bagi ketahanan ekonomi makro Indonesia di Asia Tenggara dalam video ini sampai selesai!\n\n#PasarModal #PertumbuhanIHSG #SwasembadaPangan #KetahananEkonomi #IndonesiaMaju\n\nFollow Sosial Media Hippo Academy 👇👇\n🔴 TikTok : https://www.tiktok.com/\n🔴 Instagram : https://www.instagram.com/hippoacademy.id/\n🔴 Facebook : https://www.facebook.com/share/1CnW57ATMR/\n\n© Copyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act of 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing.", "post_id": "won5ClMP_uU"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 7.3697364611242655, "y": 430.3969725729679, "size": 3.22, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 1.292, "in_degree": 0, "out_degree": 13, "degree": 13}, "_id": "56Gzrs4Leak", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Mulai Rebound, Pasar Dinilai Masih Butuh Katalis Tambahan | MILENOMICS\n\nIHSG berhasil rebound dan ditutup menguat lebih dari 4 persen seiring meredanya ketegangan geopolitik setelah tercapainya kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran. Meski sentimen global membaik dan rupiah menguat, analis menilai pasar masih membutuhkan katalis tambahan, seperti arus masuk dana asing, penurunan imbal hasil obligasi, serta kepastian kebijakan ekonomi untuk menjaga tren pemulihan yang berkelanjutan.\n\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "56Gzrs4Leak"}}, {"key": "@sb30official", "attributes": {"label": "@sb30official", "x": 108.5539860724799, "y": 8.964535422177345, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ApRy5EwmjPw", "id": "@sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 18.000 & Badai Pajak UMKM: 6 Alasan Mengapa Ekonomi Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja\n\n00:00 Hook: Dolar Melejit ke 18.000 & 6 Kebijakan \"Aneh\" Pemerintahan Baru yang Saling Mengunci\n\n00:51 Sisi Lain Ekonomi: Ini Bukan Kejadian Terpisah, Melainkan Satu Benang Merah Tekanan APBN\n\n01:49 Kebijakan 1—Bom Waktu Subsidi BBM: Efek Domino Harga Minyak Dunia (ICP) Tembus 91,8 Dolar\n\n03:29 Analogi Pinjol Rumah Tangga: Mengkritisi Retorika Politik \"Rakyat Desa Gak Butuh Dolar\"\n\n05:23 Kebijakan 2—Bom Waktu Pajak UMKM: Batas Waktu PPH Final 0,5% Habis, CV & PT Otomatis Kena 22%\n\n07:08 Aturan Firm Splitting: Ditjen Pajak Mengunci Celah Pengusaha yang Memecah Entitas Bisnis\n\n08:26 Kebijakan 3—Moneter Agresif: BI Rate Naik ke 5,5% Demi Menahan Modal Asing Keluar (Capital Outflow)\n\n09:55 Dampak Suku Bunga Mengambang (Floating): Sektor Properti, KPR, Otomatif, & UMKM Mulai Megap-Megap\n\n11:19 Kebijakan 4—Ekspor Satu Pintu DSI: Regulasi Danantara yang Memicu Ketidakpastian Investor Global\n\n12:38 Prediksi Ekstrim 2027: Risiko Nyata Aliran Devisa Macet yang Bisa Menyeret Rupiah ke 25.000\n\n13:17 Kebijakan 5—Lingkaran Setan PHK Massal: Kontraksi Daya Beli dan Penurunan Setoran PPN Negara\n\n14:37 Kebijakan 6—Krisis Kepercayaan Publik: Mempertanyakan Gurita Entitas Baru DSI, Danantara, & Kopdes\n\n15:40 Ironi Kopdes Merah Putih: Niat Menyaingi Alfamart-Indomaret tapi Ambil Stok di Gudang yang Sama\n\n16:27 Isu Transparansi Proyek Politik: Potensi Kebocoran Anggaran Tanpa Sistem Pengawasan yang Ketat\n\n17:01 Kesimpulan 6 Pilar Masalah: Rangkuman Siklus Benang Kusut Makro Ekonomi Indonesia 2026\n\n17:37 Strategi Survival Pengusaha: Audit Biaya, Cek Status Pajak Badan, & Antisipasi Kredit Mengambang\n\n17:52 Strategi Survival Karyawan: Keluar dari Sektor Rentan & Cara Membangun Sumber Income Tambahan\n\n18:36 Closing: Berhenti Mengutuk Pemerintah, Selamatkan Ekonomi Keluarga Anda! Salam Hebat Luar Biasa!\n\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "ApRy5EwmjPw"}}, {"key": "sb30official", "attributes": {"label": "sb30official", "x": 69.10224731835912, "y": 220.6310680785175, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.3546, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ApRy5EwmjPw", "id": "sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 18.000 & Badai Pajak UMKM: 6 Alasan Mengapa Ekonomi Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja\n\n00:00 Hook: Dolar Melejit ke 18.000 & 6 Kebijakan \"Aneh\" Pemerintahan Baru yang Saling Mengunci\n\n00:51 Sisi Lain Ekonomi: Ini Bukan Kejadian Terpisah, Melainkan Satu Benang Merah Tekanan APBN\n\n01:49 Kebijakan 1—Bom Waktu Subsidi BBM: Efek Domino Harga Minyak Dunia (ICP) Tembus 91,8 Dolar\n\n03:29 Analogi Pinjol Rumah Tangga: Mengkritisi Retorika Politik \"Rakyat Desa Gak Butuh Dolar\"\n\n05:23 Kebijakan 2—Bom Waktu Pajak UMKM: Batas Waktu PPH Final 0,5% Habis, CV & PT Otomatis Kena 22%\n\n07:08 Aturan Firm Splitting: Ditjen Pajak Mengunci Celah Pengusaha yang Memecah Entitas Bisnis\n\n08:26 Kebijakan 3—Moneter Agresif: BI Rate Naik ke 5,5% Demi Menahan Modal Asing Keluar (Capital Outflow)\n\n09:55 Dampak Suku Bunga Mengambang (Floating): Sektor Properti, KPR, Otomatif, & UMKM Mulai Megap-Megap\n\n11:19 Kebijakan 4—Ekspor Satu Pintu DSI: Regulasi Danantara yang Memicu Ketidakpastian Investor Global\n\n12:38 Prediksi Ekstrim 2027: Risiko Nyata Aliran Devisa Macet yang Bisa Menyeret Rupiah ke 25.000\n\n13:17 Kebijakan 5—Lingkaran Setan PHK Massal: Kontraksi Daya Beli dan Penurunan Setoran PPN Negara\n\n14:37 Kebijakan 6—Krisis Kepercayaan Publik: Mempertanyakan Gurita Entitas Baru DSI, Danantara, & Kopdes\n\n15:40 Ironi Kopdes Merah Putih: Niat Menyaingi Alfamart-Indomaret tapi Ambil Stok di Gudang yang Sama\n\n16:27 Isu Transparansi Proyek Politik: Potensi Kebocoran Anggaran Tanpa Sistem Pengawasan yang Ketat\n\n17:01 Kesimpulan 6 Pilar Masalah: Rangkuman Siklus Benang Kusut Makro Ekonomi Indonesia 2026\n\n17:37 Strategi Survival Pengusaha: Audit Biaya, Cek Status Pajak Badan, & Antisipasi Kredit Mengambang\n\n17:52 Strategi Survival Karyawan: Keluar dari Sektor Rentan & Cara Membangun Sumber Income Tambahan\n\n18:36 Closing: Berhenti Mengutuk Pemerintah, Selamatkan Ekonomi Keluarga Anda! Salam Hebat Luar Biasa!\n\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "ApRy5EwmjPw"}}, {"key": "@TRIBUNWOWOFFICIAL", "attributes": {"label": "@TRIBUNWOWOFFICIAL", "x": 581.7515588175262, "y": 635.7993813273134, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "4Mc3c5FjLC8", "id": "@TRIBUNWOWOFFICIAL", "source": "youtube-000001", "content": "Dudung Tegaskan MBG Tetap Jalan Meski Eks Pimpinan BGN Terseret Kasus Hukum\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-VIDEO.COM - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus dilanjutkan di tengah proses hukum terhadap Eks pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). \n\nPenegasan ini disampaikan Dudung melalui keterangan resmi di akun Instagram  pada Sabtu (20/6/2026).\n\nDudung menyadari adanya masalah di dalam tubuh BGN yang tengah dilakukan evaluasi menyeluruh. Namun, Dudung menegaskan bahwa program andalan tersebut tidak boleh terhenti karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat rentan.\n\n\"Presiden memastikan bahwa program makan bergizi gratis tetap dilanjutkan. Karena program ini menyangkut kebutuhan dasar rakyat. Terutama anak-anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan,\" kata Dudung.\n\nDudung menilai proses hukum yang sedang berjalan di BGN harus dilihat sebagai momen pembenahan. Sebaliknya, bukan alasan untuk menghentikan program tersebut.\n\n\"Kita tidak boleh berhenti hanya karena ada masalah, tetapi justru harus belajar dari masalah itu. Memperbaiki sistemnya, dan memastikan manfaat program tetap sampai kepada masyarakat,\" tegasnya.\n\nLebih lanjut, Dudung mengatakan pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di lapangan. \n\nDari hasil sidak tersebut, ditemukan sejumlah dapur gizi yang pelaksanaannya sudah sesuai standar dan memiliki tata kelola yang baik.\n\n\"SPPG yang sudah sesuai standar ini dapat dijadikan percontohan. Agar praktik baik di lapangan bisa direplikasi di daerah lain. Tentu dengan tetap menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah,\" ujar Dudung.\n\nSaat ini, lanjut Dudung, tata kelola pelaksanaan program MBG mulai diperbaiki agar lebih bersih, transparan, terukur, dan diawasi ketat. \n\nUntuk mencegah penyimpangan berulang, KSP mendorong adanya partisipasi aktif dari masyarakat.\n\n\"Agar publik dapat ikut mengawal pelaksanaan program, menyampaikan masukan, dan melaporkan apabila menemukan penyimpangan di lapangan,\" tuturnya.\n\nDudung berkomitmen pihaknya akan terus mengawal pembenahan BGN mulai dari pengawasan anggaran, kualitas makanan, hingga rantai distribusi. \n\nDudung meyakinkan publik bahwa negara menanggapi serius setiap temuan agar program ini benar-benar tepat sasaran, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).\n\n\"Kita jadikan setiap koreksi sebagai momentum untuk memperbaiki diri. Memperkuat sistem, mempertanggungjawabkan setiap rupiah uang rakyat yang digunakan program MBG untuk meningkatkan kepercayaan publik,\" tutup Dudung.\n\nTribunnews.com/Igman Ibrahim\n(Tribun-Video.com)\n\nArtikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul KSP Dudung Pastikan MBG Jalan Terus: Kita Tidak Boleh Berhenti Hanya Karena Ada Masalah, https://www.tribunnews.com/nasional/7....\nPenulis: Igman Ibrahim\nEditor: Erik S\n\nEditor Video: VP Magang/Dian Rahmawati\nUploader: Erwin Joko Prasetyo\n\n#DudungAbdurachman #Dudung #MBG #MakanBergiziGratis #BGN #BadanGiziNasional #ProgramMBG #Prabowo #Pemerintah #KSP #KantorStafPresiden #GiziAnak #IbuHamil #AnakSekolah #BeritaNasional #BeritaHariIni #BreakingNews #NewsUpdate #InfoTerkini #HeadlineNews #Viral #ViralNews #Trending #TrendingNews #Nasional #Indonesia #UpdateNasional #KabarTerkini #FaktaTerkini #PolitikIndonesia #KebijakanPemerintah #ProgramPemerintah #PembangunanIndonesia #TribunNews #TribunVideo #YouTubeShorts #Shorts #ShortsViral #NewsShorts #FYP #ForYouPage", "post_id": "4Mc3c5FjLC8"}}, {"key": "kantorstafpresidenri", "attributes": {"label": "kantorstafpresidenri", "x": 438.74911795319196, "y": 685.8859399675108, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.3546, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "4Mc3c5FjLC8", "id": "kantorstafpresidenri", "source": "youtube-000001", "content": "Dudung Tegaskan MBG Tetap Jalan Meski Eks Pimpinan BGN Terseret Kasus Hukum\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-VIDEO.COM - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus dilanjutkan di tengah proses hukum terhadap Eks pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). \n\nPenegasan ini disampaikan Dudung melalui keterangan resmi di akun Instagram  pada Sabtu (20/6/2026).\n\nDudung menyadari adanya masalah di dalam tubuh BGN yang tengah dilakukan evaluasi menyeluruh. Namun, Dudung menegaskan bahwa program andalan tersebut tidak boleh terhenti karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat rentan.\n\n\"Presiden memastikan bahwa program makan bergizi gratis tetap dilanjutkan. Karena program ini menyangkut kebutuhan dasar rakyat. Terutama anak-anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan,\" kata Dudung.\n\nDudung menilai proses hukum yang sedang berjalan di BGN harus dilihat sebagai momen pembenahan. Sebaliknya, bukan alasan untuk menghentikan program tersebut.\n\n\"Kita tidak boleh berhenti hanya karena ada masalah, tetapi justru harus belajar dari masalah itu. Memperbaiki sistemnya, dan memastikan manfaat program tetap sampai kepada masyarakat,\" tegasnya.\n\nLebih lanjut, Dudung mengatakan pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di lapangan. \n\nDari hasil sidak tersebut, ditemukan sejumlah dapur gizi yang pelaksanaannya sudah sesuai standar dan memiliki tata kelola yang baik.\n\n\"SPPG yang sudah sesuai standar ini dapat dijadikan percontohan. Agar praktik baik di lapangan bisa direplikasi di daerah lain. Tentu dengan tetap menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah,\" ujar Dudung.\n\nSaat ini, lanjut Dudung, tata kelola pelaksanaan program MBG mulai diperbaiki agar lebih bersih, transparan, terukur, dan diawasi ketat. \n\nUntuk mencegah penyimpangan berulang, KSP mendorong adanya partisipasi aktif dari masyarakat.\n\n\"Agar publik dapat ikut mengawal pelaksanaan program, menyampaikan masukan, dan melaporkan apabila menemukan penyimpangan di lapangan,\" tuturnya.\n\nDudung berkomitmen pihaknya akan terus mengawal pembenahan BGN mulai dari pengawasan anggaran, kualitas makanan, hingga rantai distribusi. \n\nDudung meyakinkan publik bahwa negara menanggapi serius setiap temuan agar program ini benar-benar tepat sasaran, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).\n\n\"Kita jadikan setiap koreksi sebagai momentum untuk memperbaiki diri. Memperkuat sistem, mempertanggungjawabkan setiap rupiah uang rakyat yang digunakan program MBG untuk meningkatkan kepercayaan publik,\" tutup Dudung.\n\nTribunnews.com/Igman Ibrahim\n(Tribun-Video.com)\n\nArtikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul KSP Dudung Pastikan MBG Jalan Terus: Kita Tidak Boleh Berhenti Hanya Karena Ada Masalah, https://www.tribunnews.com/nasional/7....\nPenulis: Igman Ibrahim\nEditor: Erik S\n\nEditor Video: VP Magang/Dian Rahmawati\nUploader: Erwin Joko Prasetyo\n\n#DudungAbdurachman #Dudung #MBG #MakanBergiziGratis #BGN #BadanGiziNasional #ProgramMBG #Prabowo #Pemerintah #KSP #KantorStafPresiden #GiziAnak #IbuHamil #AnakSekolah #BeritaNasional #BeritaHariIni #BreakingNews #NewsUpdate #InfoTerkini #HeadlineNews #Viral #ViralNews #Trending #TrendingNews #Nasional #Indonesia #UpdateNasional #KabarTerkini #FaktaTerkini #PolitikIndonesia #KebijakanPemerintah #ProgramPemerintah #PembangunanIndonesia #TribunNews #TribunVideo #YouTubeShorts #Shorts #ShortsViral #NewsShorts #FYP #ForYouPage", "post_id": "4Mc3c5FjLC8"}}, {"key": "@TrendLabID", "attributes": {"label": "@TrendLabID", "x": 980.6296341935313, "y": 165.0337207457462, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "e0r6j5rEuFY", "id": "@TrendLabID", "source": "youtube-000001", "content": "Analisis Forensik Keuangan KDM 2029: Melacak Aliran Dana Hibah & Alokasi Terselubung\n\nAnalisis Forensik Keuangan KDM 2029: Melacak Aliran Dana Hibah & Alokasi Terselubung | Laporan Intelijen Data ‪‬ \nMisteri terbesar menuju suksesi 2029 akhirnya mulai terkuak ... Sebuah dokumen rahasia bocor ke publik ... memperlihatkan angka-angka yang tidak biasa dalam alokasi dana hibah ... Ini bukan sekadar laporan keuangan biasa ... Ini adalah cetak biru dari sebuah operasi politik senyap yang dirancang untuk menggoncang peta kekuasaan nasional ... Analisis forensik keuangan terbaru mendeteksi adanya pergerakan dana yang sangat masif ... mengalir melalui jalur-jalur yang tidak terdeteksi oleh radar publik ... Siapa yang diuntungkan? ... Dan ke mana arah akhir dari aliran dana terselubung ini? ... Kita tidak sedang berbicara tentang anggaran pembangunan biasa ... Kita sedang membedah sebuah strategi pengumpulan logistik politik berskala raksasa ... yang diduga kuat berkaitan erat dengan skenario besar pilpres dua ribu dua puluh sembilan ... Ketika uang mulai berbicara ... kebenaran sering kali disembunyikan di balik angka-angka rumit yang membingungkan orang awam ... Namun malam ini ... semua topeng itu akan kita buka satu per satu secara radikal dan tanpa kompromi ...\n\nJika kita melacak lebih dalam ke dalam struktur anggaran yang dialokasikan ... terdapat pola-pola anomali yang sangat mencurigakan ... Alokasi dana hibah yang seharusnya bersifat sosial ... kini berubah fungsi menjadi instrumen penetrasi wilayah yang sangat agresif ... Pengkondisian basis massa tidak lagi dilakukan secara konvensional ... melainkan melalui sistem insentif terselubung yang rapi dan terstruktur ... Intelijen finansial melihat adanya pembentukan 'kantong-kantong logistik' di wilayah strategis ... Jawa Barat ... Jawa Tengah ... hingga luar pulau ... Semua ini bergerak di bawah satu komando tak terlihat ... Pertanyaannya adalah ... apakah lembaga audit negara mampu mengendus manuver sehalus ini? ... Ataukah ini memang sebuah pembiaran yang terencana demi menjaga stabilitas faksi tertentu? ... Kekuatan politik yang sedang dibangun ini tidak main-main ... Ini adalah pembentukan ekosistem kekuasaan baru yang siap merebut takhta tertinggi ... Peta kekuatan di tingkat elit kini sedang bergeser secara ekstrem ... menciptakan ketegangan baru di antara faksi-faksi lama yang mulai merasa terancam oleh pergerakan senyap ini ...\n\nSkenario KDM menuju kursi kepresidenan dua ribu dua puluh sembilan bukan lagi sekadar rumor warung kopi ... Ini adalah kalkulasi matematis yang presisi ... Power mapping terbaru menunjukkan bahwa jaringan ini telah berhasil menyusup ke sektor-sektor kunci ... mulai dari pengusaha kakap tingkat tinggi hingga simpul massa di akar rumput ... Mereka menggunakan metode 'Blue Ocean Strategy' dalam politik ... menghindari konfrontasi terbuka namun mematikan langkah lawan lewat penguasaan jalur pasokan logistik ... Aliran dana hibah ini berfungsi sebagai bahan bakar utama untuk menggerakkan mesin politik yang terus menyala dua puluh empat jam ... Setiap rupiah yang keluar memiliki target konversi suara yang sangat jelas ... Tidak ada yang gratis dalam permainan ini ... Setiap alokasi terselubung adalah investasi politik yang harus dibayar lunas saat momentum suksesi tiba ... Pihak oposisi kini sedang panik ... mereka mencoba melacak dari mana asal mula kekuatan finansial ini ... namun jaringan yang dihadapi terlalu cair dan sulit ditembus oleh metode investigasi konvensional ...\n\nStamptime:\n00:00 — Investigasi Dimulai: Kebocoran Dokumen 2029\n01:30 — Kode Rahasia: Membaca Angka Alokasi Hibah\n03:15 — Aliran Dana Terselubung: Jalur Senyap Cukong Politik\n05:00 — Bedah Forensik: Anomali Anggaran yang Ditemukan\n07:00 — Power Mapping: Siapa Saja di Balik KDM?\n09:15 — Skenario Kepresidenan: Target Mutlak 2029\n11:30 — Benturan Faksi Elit: Kepanikan Kubu Lawan\n13:45 — Kesimpulan Intelijen: Arah Angin Kekuasaan\n\n#KDM2029 #InvestigasiPolitik #ForensikKeuangan #DanaHibah #DediMulyadi #IntelijenPolitik #Skenario2029 #PowerMapping #PolitikUang #SuksesiNasional #BeritaTerbaruKDM #AnalisisEksklusif #ElitPolitik #KonspirasiAnggaran #TrendLabID\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------\nAlgorithmc Integrity & Research Protocol:\nAnalisis & Riset: Team Trend Lab Indonesia\nMetodologi: Analisis Sentimen Digital & Social Media Mapping 2026\nSumber Data: Google Trends, Metadata Analysis, & Public Interaction Tracking\n\nEducation Shield (Disclaimer):\nVideo di channel ini diproduksi eksklusif untuk tujuan edukasi, analisis sosiologi mendalam, serta riset media digital. Trend Lab Indonesia beroperasi sebagai laboratorium data independen dan TIDAK BERAFILIASI dengan entitas politik, partai, atau tokoh publik manapun. Kami menggunakan pendekatan Data Science untuk membedah fenomena sosiopsikologi di Indonesia secara netral dan ilmiah.", "post_id": "e0r6j5rEuFY"}}, {"key": "TrendLabID", "attributes": {"label": "TrendLabID", "x": 787.492610082947, "y": 639.0491287311361, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.3546, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "e0r6j5rEuFY", "id": "TrendLabID", "source": "youtube-000001", "content": "Analisis Forensik Keuangan KDM 2029: Melacak Aliran Dana Hibah & Alokasi Terselubung\n\nAnalisis Forensik Keuangan KDM 2029: Melacak Aliran Dana Hibah & Alokasi Terselubung | Laporan Intelijen Data ‪‬ \nMisteri terbesar menuju suksesi 2029 akhirnya mulai terkuak ... Sebuah dokumen rahasia bocor ke publik ... memperlihatkan angka-angka yang tidak biasa dalam alokasi dana hibah ... Ini bukan sekadar laporan keuangan biasa ... Ini adalah cetak biru dari sebuah operasi politik senyap yang dirancang untuk menggoncang peta kekuasaan nasional ... Analisis forensik keuangan terbaru mendeteksi adanya pergerakan dana yang sangat masif ... mengalir melalui jalur-jalur yang tidak terdeteksi oleh radar publik ... Siapa yang diuntungkan? ... Dan ke mana arah akhir dari aliran dana terselubung ini? ... Kita tidak sedang berbicara tentang anggaran pembangunan biasa ... Kita sedang membedah sebuah strategi pengumpulan logistik politik berskala raksasa ... yang diduga kuat berkaitan erat dengan skenario besar pilpres dua ribu dua puluh sembilan ... Ketika uang mulai berbicara ... kebenaran sering kali disembunyikan di balik angka-angka rumit yang membingungkan orang awam ... Namun malam ini ... semua topeng itu akan kita buka satu per satu secara radikal dan tanpa kompromi ...\n\nJika kita melacak lebih dalam ke dalam struktur anggaran yang dialokasikan ... terdapat pola-pola anomali yang sangat mencurigakan ... Alokasi dana hibah yang seharusnya bersifat sosial ... kini berubah fungsi menjadi instrumen penetrasi wilayah yang sangat agresif ... Pengkondisian basis massa tidak lagi dilakukan secara konvensional ... melainkan melalui sistem insentif terselubung yang rapi dan terstruktur ... Intelijen finansial melihat adanya pembentukan 'kantong-kantong logistik' di wilayah strategis ... Jawa Barat ... Jawa Tengah ... hingga luar pulau ... Semua ini bergerak di bawah satu komando tak terlihat ... Pertanyaannya adalah ... apakah lembaga audit negara mampu mengendus manuver sehalus ini? ... Ataukah ini memang sebuah pembiaran yang terencana demi menjaga stabilitas faksi tertentu? ... Kekuatan politik yang sedang dibangun ini tidak main-main ... Ini adalah pembentukan ekosistem kekuasaan baru yang siap merebut takhta tertinggi ... Peta kekuatan di tingkat elit kini sedang bergeser secara ekstrem ... menciptakan ketegangan baru di antara faksi-faksi lama yang mulai merasa terancam oleh pergerakan senyap ini ...\n\nSkenario KDM menuju kursi kepresidenan dua ribu dua puluh sembilan bukan lagi sekadar rumor warung kopi ... Ini adalah kalkulasi matematis yang presisi ... Power mapping terbaru menunjukkan bahwa jaringan ini telah berhasil menyusup ke sektor-sektor kunci ... mulai dari pengusaha kakap tingkat tinggi hingga simpul massa di akar rumput ... Mereka menggunakan metode 'Blue Ocean Strategy' dalam politik ... menghindari konfrontasi terbuka namun mematikan langkah lawan lewat penguasaan jalur pasokan logistik ... Aliran dana hibah ini berfungsi sebagai bahan bakar utama untuk menggerakkan mesin politik yang terus menyala dua puluh empat jam ... Setiap rupiah yang keluar memiliki target konversi suara yang sangat jelas ... Tidak ada yang gratis dalam permainan ini ... Setiap alokasi terselubung adalah investasi politik yang harus dibayar lunas saat momentum suksesi tiba ... Pihak oposisi kini sedang panik ... mereka mencoba melacak dari mana asal mula kekuatan finansial ini ... namun jaringan yang dihadapi terlalu cair dan sulit ditembus oleh metode investigasi konvensional ...\n\nStamptime:\n00:00 — Investigasi Dimulai: Kebocoran Dokumen 2029\n01:30 — Kode Rahasia: Membaca Angka Alokasi Hibah\n03:15 — Aliran Dana Terselubung: Jalur Senyap Cukong Politik\n05:00 — Bedah Forensik: Anomali Anggaran yang Ditemukan\n07:00 — Power Mapping: Siapa Saja di Balik KDM?\n09:15 — Skenario Kepresidenan: Target Mutlak 2029\n11:30 — Benturan Faksi Elit: Kepanikan Kubu Lawan\n13:45 — Kesimpulan Intelijen: Arah Angin Kekuasaan\n\n#KDM2029 #InvestigasiPolitik #ForensikKeuangan #DanaHibah #DediMulyadi #IntelijenPolitik #Skenario2029 #PowerMapping #PolitikUang #SuksesiNasional #BeritaTerbaruKDM #AnalisisEksklusif #ElitPolitik #KonspirasiAnggaran #TrendLabID\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------\nAlgorithmc Integrity & Research Protocol:\nAnalisis & Riset: Team Trend Lab Indonesia\nMetodologi: Analisis Sentimen Digital & Social Media Mapping 2026\nSumber Data: Google Trends, Metadata Analysis, & Public Interaction Tracking\n\nEducation Shield (Disclaimer):\nVideo di channel ini diproduksi eksklusif untuk tujuan edukasi, analisis sosiologi mendalam, serta riset media digital. Trend Lab Indonesia beroperasi sebagai laboratorium data independen dan TIDAK BERAFILIASI dengan entitas politik, partai, atau tokoh publik manapun. Kami menggunakan pendekatan Data Science untuk membedah fenomena sosiopsikologi di Indonesia secara netral dan ilmiah.", "post_id": "e0r6j5rEuFY"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 736.8901248827436, "y": 168.07537951905326, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 257.70924532856566, "y": 148.2391095061375, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.4419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 107.13586217153359, "y": 751.0288220263791, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.4419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 270.57692548411774, "y": 324.472481134489, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.4419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 727.5317271358316, "y": 984.8014328681096, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.4419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "@rajkazh", "attributes": {"label": "@rajkazh", "x": 29.556981680011308, "y": 594.7584499119364, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1376, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "sOPcP61F9IY", "id": "@rajkazh", "source": "youtube-000001", "content": "Hari Keputusan The Fed, Kesepakatan AS-Iran Ditandatangani, Minyak di Bawah $80, Rupiah Menguat, ...\n\n\nPasar global memasuki Hari Keputusan Fed dengan harga minyak turun di bawah $80, dolar melemah, dan investor mencerna perjanjian AS-Iran yang ditandatangani secara elektronik sebelum upacara formalnya di Swiss. India terus diuntungkan dari penurunan harga minyak mentah karena rupee menguat untuk sesi ketiga berturut-turut, imbal hasil obligasi menurun, dan Nifty mendekati angka 24.000. Sementara itu, Bank of Japan memberikan suku bunga kebijakan 1% pertamanya sejak 1995, data terbaru China menyoroti permintaan konsumen yang lemah meskipun manufaktur tetap tangguh, dan indikator sentimen Eropa mengejutkan dengan peningkatan. Dengan Kevin Warsh menyampaikan keputusan kebijakan Federal Reserve pertamanya, pasar kurang fokus pada suku bunga dan lebih pada pesan yang disampaikan. Setelah seminggu di mana geopolitik mencuri perhatian, para bankir sentral akhirnya mendapat giliran mereka—dengan asumsi berita utama mendukung.\n\n#FederalReserve #FOMC #KevinWarsh #KesepakatanASIran #HargaMinyak #PasarIndia #Rupee #Nifty50 #BOJ #BankOfJapan #IndeksDolar #EkonomiChina #MakroGlobal #ProspekEkonomi #Kazedge", "post_id": "sOPcP61F9IY"}}, {"key": "AlgoTradingChampionsCommunity", "attributes": {"label": "AlgoTradingChampionsCommunity", "x": 202.78969678999036, "y": 364.70899202045007, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.3546, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sOPcP61F9IY", "id": "AlgoTradingChampionsCommunity", "source": "youtube-000001", "content": "Hari Keputusan The Fed, Kesepakatan AS-Iran Ditandatangani, Minyak di Bawah $80, Rupiah Menguat, ...\n\n\nPasar global memasuki Hari Keputusan Fed dengan harga minyak turun di bawah $80, dolar melemah, dan investor mencerna perjanjian AS-Iran yang ditandatangani secara elektronik sebelum upacara formalnya di Swiss. India terus diuntungkan dari penurunan harga minyak mentah karena rupee menguat untuk sesi ketiga berturut-turut, imbal hasil obligasi menurun, dan Nifty mendekati angka 24.000. Sementara itu, Bank of Japan memberikan suku bunga kebijakan 1% pertamanya sejak 1995, data terbaru China menyoroti permintaan konsumen yang lemah meskipun manufaktur tetap tangguh, dan indikator sentimen Eropa mengejutkan dengan peningkatan. Dengan Kevin Warsh menyampaikan keputusan kebijakan Federal Reserve pertamanya, pasar kurang fokus pada suku bunga dan lebih pada pesan yang disampaikan. Setelah seminggu di mana geopolitik mencuri perhatian, para bankir sentral akhirnya mendapat giliran mereka—dengan asumsi berita utama mendukung.\n\n#FederalReserve #FOMC #KevinWarsh #KesepakatanASIran #HargaMinyak #PasarIndia #Rupee #Nifty50 #BOJ #BankOfJapan #IndeksDolar #EkonomiChina #MakroGlobal #ProspekEkonomi #Kazedge", "post_id": "sOPcP61F9IY"}}], "edges": [{"key": "Sabik_87", "source": "Sabik_87", "target": "bpkri", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Sabik_87", "source": "Sabik_87", "target": "bpkri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "oktarvn", "source": "oktarvn", "target": "alfinrizalisme", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "oktarvn", "source": "oktarvn", "target": "alfinrizalisme", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "meownatwenty3", "source": "meownatwenty3", "target": "cellebrimbor_", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "meownatwenty3", "source": "meownatwenty3", "target": "cellebrimbor_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "meownatwenty3", "source": "meownatwenty3", "target": "tanyarlfes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "ibnu_s_rIxiiIAs", "source": "ibnu_s_rIxiiIAs", "target": "her_alone", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ibnu_s_rIxiiIAs", "source": "ibnu_s_rIxiiIAs", "target": "grok", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ibnu_s_rIxiiIAs", "source": "ibnu_s_rIxiiIAs", "target": "SuperGrok", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "AlexiaHavasi876", "source": "AlexiaHavasi876", "target": "steve_hanke", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "rudolphmcfarla2", "source": "rudolphmcfarla2", "target": "icy_freezey", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "rudolphmcfarla2", "source": "rudolphmcfarla2", "target": "mldyrfn_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "rudolphmcfarla2", "source": "rudolphmcfarla2", "target": "Aslipriok1973", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "__mas_har", "source": "__mas_har", "target": "steve_hanke", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ucuz08", "source": "ucuz08", "target": "bluecandleway", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "SyahputraReny", "source": "SyahputraReny", "target": "pluang_id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "fx16monster", "source": "fx16monster", "target": "ardisatriawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "AngelsSalo87763", "source": "AngelsSalo87763", "target": "aditoss", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Hadiwidjaja10", "source": "Hadiwidjaja10", "target": "regar_op0sisi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "chrono_joe", "source": "chrono_joe", "target": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "source": "pariwisata.palembang", "target": "digitalkitogalo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "source": "pariwisata.palembang", "target": "ratudewa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "source": "pariwisata.palembang", "target": "primasalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "source": "pariwisata.palembang", "target": "aprizal1645", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "source": "pariwisata.palembang", "target": "ratudewa.update", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "source": "pariwisata.palembang", "target": "primasalam_story", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "source": "pariwisata.palembang", "target": "m.irmansstp", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "source": "pariwisata.palembang", "target": "fahmi_fhatta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "source": "pariwisata.palembang", "target": "natamilan_xv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "source": "pariwisata.palembang", "target": "irul_bae", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "source": "pariwisata.palembang", "target": "maulidianinik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "source": "pariwisata.palembang", "target": "indahrizkyariani_mujyaer", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "source": "pariwisata.palembang", "target": "charming.palembang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "koranbaliexpress", "source": "koranbaliexpress", "target": "roffipiuddd", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "cuap_cuan", "source": "cuap_cuan", "target": "cuap_cuan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "harristurino", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "DPR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "korantimes", "source": "korantimes", "target": "KEJAKSAAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "korantimes", "source": "korantimes", "target": "Inthe_gank", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipperahmaddrisal7", "source": "clipperahmaddrisal7", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipperahmaddrisal7", "source": "clipperahmaddrisal7", "target": "Kontencom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "klapklipsaham6", "source": "klapklipsaham6", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "klapklipsaham6", "source": "klapklipsaham6", "target": "Bernadus", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arahatas.market", "source": "arahatas.market", "target": "bernardwijaya17", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "baramaros_", "source": "baramaros_", "target": "hypekabar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tradingcampchannel", "source": "tradingcampchannel", "target": "tradingcampchannel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "klipnewss", "source": "klipnewss", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "horizontv62", "source": "horizontv62", "target": "mirzajihan_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "horizontv62", "source": "horizontv62", "target": "KPK_RI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "horizontv62", "source": "horizontv62", "target": "LamtengBersama", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "horizontv62", "source": "horizontv62", "target": "PrabowoForNation", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "horizontv62", "source": "horizontv62", "target": "Rahmat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "horizontv62", "source": "horizontv62", "target": "DPD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "horizontv62", "source": "horizontv62", "target": "DPP", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "horizontv62", "source": "horizontv62", "target": "Edo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arahjakarta", "source": "arahjakarta", "target": "arahjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@HippoAcademy", "source": "@HippoAcademy", "target": "hippoacademy.id/", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sb30official", "source": "@sb30official", "target": "sb30official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TRIBUNWOWOFFICIAL", "source": "@TRIBUNWOWOFFICIAL", "target": "kantorstafpresidenri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TrendLabID", "source": "@TrendLabID", "target": "TrendLabID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@rajkazh", "source": "@rajkazh", "target": "AlgoTradingChampionsCommunity", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}