{"nodes": [{"key": "yusufgunawan", "attributes": {"label": "yusufgunawan", "x": 698.3227143045822, "y": 804.5680893077671, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 53.5475, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068276349941481883", "id": "yusufgunawan", "source": "tweet-000004", "content": "Sepakat kalau ruang fiskal harus dijaga ketat. Tapi biar berimbang, porsi subsidi dan kompensasi energi di APBN kita sebenarnya masih sangat besar. \n\nData Kemenkeu menunjukkan realisasi subsidi energi melonjak karena faktor kurs Rupiah dan harga minyak dunia.\n\nAPBN kita itu", "post_id": "2068276349941481883"}}, {"key": "Dospemz", "attributes": {"label": "Dospemz", "x": 396.3432674449298, "y": 833.3308894265672, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 99.0629, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068276349941481883", "id": "Dospemz", "source": "tweet-000004", "content": "Sepakat kalau ruang fiskal harus dijaga ketat. Tapi biar berimbang, porsi subsidi dan kompensasi energi di APBN kita sebenarnya masih sangat besar. \n\nData Kemenkeu menunjukkan realisasi subsidi energi melonjak karena faktor kurs Rupiah dan harga minyak dunia.\n\nAPBN kita itu", "post_id": "2068276349941481883"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 289.1265696731934, "y": 669.3618209097775, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 53.5475, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "coJPPSyyerM", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Bakal Turun?! Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai!\n\nBBM Bakal Turun? Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai! Apakah perdamaian permanen antara Iran dan Amerika Serikat benar-benar bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia dari ancaman krisis energi dan lonjakan inflasi? \n\nDalam video analisis ekonomi global ini, kita akan membedah dampak masif dari pembukaan kembali Selat Hormuz jika resolusi damai antara Iran dan AS terealisasi secara permanen. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak bumi global. Konflik geopolitik di wilayah ini selalu berhasil membuat harga minyak mentah dunia meroket dan mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri.\n\nNamun, apa yang terjadi jika kedua negara ini mendadak damai? Bagi masyarakat Indonesia, keuntungan utamanya sangat nyata: stabilitas harga BBM dan tarif listrik, keamanan armada kapal tanker nasional seperti milik Pertamina, hingga pengurangan subsidi energi pada APBN kita. Dampak domonino ini tidak hanya memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, tetapi juga menekan biaya impor bahan baku yang membuat harga bahan pokok di pasar tradisional tetap murah dan terjangkau.\n\nSaksikan juga analisis kritis mengenai sektor industri Indonesia mana yang paling cepat merasakan dampak positif ini. Mulai dari sektor logistik, sektor transportasi, hingga sektor manufaktur dan industri barang konsumsi (FMCG) yang siap melakukan ekspansi pasar ekspor secara masif karena penurunan biaya operasional.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai masa depan perdamaian Timur Tengah ini? Apakah stabilitas ekonomi Indonesia akan sepenuhnya aman? Tuliskan analisis kritis Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #IranASDamai #hargabbm  #ekonomiindonesia  #selathormuz  #SubsidiEnergi #geopolitik  #analisisekonomi  #beritahariini  #logistikindonesia  #pertamina  #RupiahMenguat #youtubenews \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "coJPPSyyerM"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 393.0658307742284, "y": 502.85509260338614, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 76.3052, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "coJPPSyyerM", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Bakal Turun?! Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai!\n\nBBM Bakal Turun? Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai! Apakah perdamaian permanen antara Iran dan Amerika Serikat benar-benar bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia dari ancaman krisis energi dan lonjakan inflasi? \n\nDalam video analisis ekonomi global ini, kita akan membedah dampak masif dari pembukaan kembali Selat Hormuz jika resolusi damai antara Iran dan AS terealisasi secara permanen. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak bumi global. Konflik geopolitik di wilayah ini selalu berhasil membuat harga minyak mentah dunia meroket dan mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri.\n\nNamun, apa yang terjadi jika kedua negara ini mendadak damai? Bagi masyarakat Indonesia, keuntungan utamanya sangat nyata: stabilitas harga BBM dan tarif listrik, keamanan armada kapal tanker nasional seperti milik Pertamina, hingga pengurangan subsidi energi pada APBN kita. Dampak domonino ini tidak hanya memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, tetapi juga menekan biaya impor bahan baku yang membuat harga bahan pokok di pasar tradisional tetap murah dan terjangkau.\n\nSaksikan juga analisis kritis mengenai sektor industri Indonesia mana yang paling cepat merasakan dampak positif ini. Mulai dari sektor logistik, sektor transportasi, hingga sektor manufaktur dan industri barang konsumsi (FMCG) yang siap melakukan ekspansi pasar ekspor secara masif karena penurunan biaya operasional.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai masa depan perdamaian Timur Tengah ini? Apakah stabilitas ekonomi Indonesia akan sepenuhnya aman? Tuliskan analisis kritis Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #IranASDamai #hargabbm  #ekonomiindonesia  #selathormuz  #SubsidiEnergi #geopolitik  #analisisekonomi  #beritahariini  #logistikindonesia  #pertamina  #RupiahMenguat #youtubenews \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "coJPPSyyerM"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 731.0897178239763, "y": 772.6158454516975, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 53.5475, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "FgUfq3Nt7IQ", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "China Dukung Indonesia! panda Bonds Siap Dirilis, IMF & World Bank Ditolak? Ini Fakta Besarnya!\n\n🔥 CHINA DUKUNG INDONESIA! PANDA BOND SIAP DIRILIS, IMF & BANK DUNIA DITOLAK? INI FAKTA BESARNYA! 🔥\n\nApakah Indonesia sedang memasuki babak baru dalam strategi pembiayaan negara? Mengapa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru mendapatkan dukungan penuh dari People's Bank of China (PBOC) untuk penerbitan Panda Bond, sementara di sisi lain Indonesia menolak tawaran pinjaman hingga US$30 miliar dari IMF dan Bank Dunia?\n\n🤔 Apa sebenarnya Panda Bond?\n🤔 Mengapa China begitu mendukung Indonesia?\n🤔 Apakah ini bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS?\n🤔 Seberapa kuat kondisi fiskal dan ekonomi Indonesia saat ini?\n🤔 Apa dampaknya terhadap APBN, investasi, nilai tukar rupiah, dan masa depan ekonomi Indonesia?\n\nDalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, mendalam, dan mudah dipahami mengenai perkembangan terbaru yang sedang menjadi sorotan dunia keuangan internasional.\n\n✅ Dukungan People's Bank of China (PBOC) terhadap Indonesia\n✅ Rencana penerbitan Panda Bond Indonesia\n✅ Pertemuan strategis Purbaya Yudhi Sadewa di Beijing\n✅ Dukungan investor China terhadap ekonomi Indonesia\n✅ Penolakan pinjaman IMF dan Bank Dunia\n✅ Kondisi fiskal Indonesia di tengah ketidakpastian global\n✅ Perdebatan Indonesia dengan IMF dan World Bank\n✅ Strategi diversifikasi sumber pembiayaan nasional\n✅ Hubungan Panda Bond dengan Yuan dan dedolarisasi\n✅ Peluang dan risiko Panda Bond bagi Indonesia\n✅ Analisis ekonomi dan geopolitik terbaru\n✅ Masa depan investasi dan pembangunan Indonesia\n\n🌏 Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia, perang di Timur Tengah, ketidakpastian ekonomi global, inflasi, dan perubahan arah kebijakan moneter dunia, Indonesia berusaha memperkuat ketahanan ekonominya dengan membuka akses ke berbagai sumber pendanaan internasional.\n\nLangkah ini bukan hanya soal mencari dana pembangunan, tetapi juga tentang bagaimana Indonesia membangun posisi tawar yang lebih kuat di tengah persaingan ekonomi global yang semakin kompleks.\n\nVideo ini sangat cocok untuk Anda yang ingin memahami:\n\n📌 Ekonomi Indonesia\n📌 APBN Indonesia\n📌 Investasi dan pasar keuangan\n📌 Hubungan Indonesia dan China\n📌 IMF dan Bank Dunia\n📌 Utang negara\n📌 Panda Bond\n📌 Yuan China\n📌 Dolar Amerika Serikat\n📌 Geopolitik dunia\n📌 Kebijakan fiskal Indonesia\n📌 Masa depan ekonomi nasional\n\n💡 Jika Anda menyukai pembahasan ekonomi, keuangan, investasi, pengembangan diri, bisnis, dan isu global yang memengaruhi kehidupan kita sehari-hari, jangan lupa dukung channel Inner Boost dengan:\n\n👍 Like\n💬 Comment\n📢 Share\n🔔 Subscribe\n\nKarena dukungan Anda membantu channel ini terus menghadirkan konten berkualitas, informatif, dan bermanfaat untuk semua.\n\n👇 Tulis pendapat Anda di kolom komentar!\n\nMenurut Anda, apakah langkah Indonesia menerbitkan Panda Bond di China merupakan keputusan yang tepat?\n\nApakah Indonesia perlu terus mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS?\n\nDan apakah penolakan pinjaman IMF serta Bank Dunia menunjukkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini memang semakin kuat?\n\nKami ingin mendengar pandangan Anda!\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🚀 INNER BOOST\nMotivasi • Ekonomi • Keuangan • Pengembangan Diri • Pengetahuan Global\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n\n\n\n\n#PandaBond #IndonesiaChina #PBOC #PurbayaYudhiSadewa #EkonomiIndonesia #BeritaEkonomi #IMF #BankDunia #WorldBank #Investasi #UtangNegara #APBN #YuanChina #DolarAS #Dedolarisasi  #KeuanganGlobal #Geopolitik #EkonomiDunia #China #Indonesia #InnerBoost\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "FgUfq3Nt7IQ"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 308.7074237344598, "y": 491.2053967344716, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 99.0629, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FgUfq3Nt7IQ", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "China Dukung Indonesia! panda Bonds Siap Dirilis, IMF & World Bank Ditolak? Ini Fakta Besarnya!\n\n🔥 CHINA DUKUNG INDONESIA! PANDA BOND SIAP DIRILIS, IMF & BANK DUNIA DITOLAK? INI FAKTA BESARNYA! 🔥\n\nApakah Indonesia sedang memasuki babak baru dalam strategi pembiayaan negara? Mengapa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru mendapatkan dukungan penuh dari People's Bank of China (PBOC) untuk penerbitan Panda Bond, sementara di sisi lain Indonesia menolak tawaran pinjaman hingga US$30 miliar dari IMF dan Bank Dunia?\n\n🤔 Apa sebenarnya Panda Bond?\n🤔 Mengapa China begitu mendukung Indonesia?\n🤔 Apakah ini bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS?\n🤔 Seberapa kuat kondisi fiskal dan ekonomi Indonesia saat ini?\n🤔 Apa dampaknya terhadap APBN, investasi, nilai tukar rupiah, dan masa depan ekonomi Indonesia?\n\nDalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, mendalam, dan mudah dipahami mengenai perkembangan terbaru yang sedang menjadi sorotan dunia keuangan internasional.\n\n✅ Dukungan People's Bank of China (PBOC) terhadap Indonesia\n✅ Rencana penerbitan Panda Bond Indonesia\n✅ Pertemuan strategis Purbaya Yudhi Sadewa di Beijing\n✅ Dukungan investor China terhadap ekonomi Indonesia\n✅ Penolakan pinjaman IMF dan Bank Dunia\n✅ Kondisi fiskal Indonesia di tengah ketidakpastian global\n✅ Perdebatan Indonesia dengan IMF dan World Bank\n✅ Strategi diversifikasi sumber pembiayaan nasional\n✅ Hubungan Panda Bond dengan Yuan dan dedolarisasi\n✅ Peluang dan risiko Panda Bond bagi Indonesia\n✅ Analisis ekonomi dan geopolitik terbaru\n✅ Masa depan investasi dan pembangunan Indonesia\n\n🌏 Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia, perang di Timur Tengah, ketidakpastian ekonomi global, inflasi, dan perubahan arah kebijakan moneter dunia, Indonesia berusaha memperkuat ketahanan ekonominya dengan membuka akses ke berbagai sumber pendanaan internasional.\n\nLangkah ini bukan hanya soal mencari dana pembangunan, tetapi juga tentang bagaimana Indonesia membangun posisi tawar yang lebih kuat di tengah persaingan ekonomi global yang semakin kompleks.\n\nVideo ini sangat cocok untuk Anda yang ingin memahami:\n\n📌 Ekonomi Indonesia\n📌 APBN Indonesia\n📌 Investasi dan pasar keuangan\n📌 Hubungan Indonesia dan China\n📌 IMF dan Bank Dunia\n📌 Utang negara\n📌 Panda Bond\n📌 Yuan China\n📌 Dolar Amerika Serikat\n📌 Geopolitik dunia\n📌 Kebijakan fiskal Indonesia\n📌 Masa depan ekonomi nasional\n\n💡 Jika Anda menyukai pembahasan ekonomi, keuangan, investasi, pengembangan diri, bisnis, dan isu global yang memengaruhi kehidupan kita sehari-hari, jangan lupa dukung channel Inner Boost dengan:\n\n👍 Like\n💬 Comment\n📢 Share\n🔔 Subscribe\n\nKarena dukungan Anda membantu channel ini terus menghadirkan konten berkualitas, informatif, dan bermanfaat untuk semua.\n\n👇 Tulis pendapat Anda di kolom komentar!\n\nMenurut Anda, apakah langkah Indonesia menerbitkan Panda Bond di China merupakan keputusan yang tepat?\n\nApakah Indonesia perlu terus mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS?\n\nDan apakah penolakan pinjaman IMF serta Bank Dunia menunjukkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini memang semakin kuat?\n\nKami ingin mendengar pandangan Anda!\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🚀 INNER BOOST\nMotivasi • Ekonomi • Keuangan • Pengembangan Diri • Pengetahuan Global\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n\n\n\n\n#PandaBond #IndonesiaChina #PBOC #PurbayaYudhiSadewa #EkonomiIndonesia #BeritaEkonomi #IMF #BankDunia #WorldBank #Investasi #UtangNegara #APBN #YuanChina #DolarAS #Dedolarisasi  #KeuanganGlobal #Geopolitik #EkonomiDunia #China #Indonesia #InnerBoost\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "FgUfq3Nt7IQ"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "attributes": {"label": "@KompasTVDewata", "x": 517.4748988477497, "y": 954.1440743786123, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 53.5475, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "xwkBKge8OyI", "id": "@KompasTVDewata", "source": "youtube-000001", "content": "Pakar Bivitri Susanti Kritisi Program MBG Tetap Lanjut Meski Didemo Mahasiswa, Ini Respons DPR\n\nKOMPAS.TV - Mahasiswa dari BEM SI Jawa Barat tiba di Gedung DPRD Jawa Barat pukul 15.30 WIB. \n\nMereka melakukan long march dari Monumen Perjuangan sejauh satu kilometer.\n\nAda 7 tuntutan di antaranya, turunkan harga BBM non subsidi, hingga selamatkan APBN dari pemborosan anggaran.\n\nUnjuk rasa kembali digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Makassar atau BEM UNM, menuntutan kebijakan pemerintah dan kondisi sosial ekonomi.\n\nDemo digelar di depan Kampus UNM Gunung Sari, Makassar. Terdapat tujuh poin tuntutan. \n\nDi antaranya pendidikan gratis dan peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, stabilitas nilai tukar rupiah serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak.\n\nMahasiswa juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan negara dan penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.\n\nPengguna jalan yang melintasi kawasan Jalan AP Pettarani diimbau untuk berhati-hati dan menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas.\n\nTuntutan demo mahasiswa yang sudah berlangsung berhari-hari, salah satunya mendesak pemerintah menghentikan program MBG. \n\nNamun hari ini, Kepala Bakom M. Qodari kembali tegaskan, program MBG tetap dilanjutkan. \n\nLantas apa yang bisa menjadi titik temu, antara aspirasi mahasiswa dengan keputusan pemerintah? \n\nKita bahas bersama Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti. Dan juga ada Politisi Gerindra, Kamrussamad.\n\n#mbg #demo #demomahasiswa \n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "xwkBKge8OyI"}}, {"key": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "kompastvdewata", "x": 23.39344386791553, "y": 493.7913131341746, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 76.3052, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "xwkBKge8OyI", "id": "kompastvdewata", "source": "youtube-000001", "content": "Pakar Bivitri Susanti Kritisi Program MBG Tetap Lanjut Meski Didemo Mahasiswa, Ini Respons DPR\n\nKOMPAS.TV - Mahasiswa dari BEM SI Jawa Barat tiba di Gedung DPRD Jawa Barat pukul 15.30 WIB. \n\nMereka melakukan long march dari Monumen Perjuangan sejauh satu kilometer.\n\nAda 7 tuntutan di antaranya, turunkan harga BBM non subsidi, hingga selamatkan APBN dari pemborosan anggaran.\n\nUnjuk rasa kembali digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Makassar atau BEM UNM, menuntutan kebijakan pemerintah dan kondisi sosial ekonomi.\n\nDemo digelar di depan Kampus UNM Gunung Sari, Makassar. Terdapat tujuh poin tuntutan. \n\nDi antaranya pendidikan gratis dan peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, stabilitas nilai tukar rupiah serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak.\n\nMahasiswa juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan negara dan penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.\n\nPengguna jalan yang melintasi kawasan Jalan AP Pettarani diimbau untuk berhati-hati dan menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas.\n\nTuntutan demo mahasiswa yang sudah berlangsung berhari-hari, salah satunya mendesak pemerintah menghentikan program MBG. \n\nNamun hari ini, Kepala Bakom M. Qodari kembali tegaskan, program MBG tetap dilanjutkan. \n\nLantas apa yang bisa menjadi titik temu, antara aspirasi mahasiswa dengan keputusan pemerintah? \n\nKita bahas bersama Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti. Dan juga ada Politisi Gerindra, Kamrussamad.\n\n#mbg #demo #demomahasiswa \n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "xwkBKge8OyI"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 683.5614290771796, "y": 122.14719902119143, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 53.5475, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "piDomlQw3oc", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "MBG Tetap Lanjut Meski Didemo Mahasiswa: Bivitri Sebut Pemerintah Tak Responsif, DPR Respons Begini\n\nKOMPAS.TV - Mahasiswa dari BEM SI Jawa Barat tiba di Gedung DPRD Jawa Barat pukul 15.30 WIB. \n\nMereka melakukan long march dari Monumen Perjuangan sejauh satu kilometer.\n\nAda 7 tuntutan di antaranya, turunkan harga BBM non subsidi, hingga selamatkan APBN dari pemborosan anggaran.\n\nUnjuk rasa kembali digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Makassar atau BEM UNM, menuntutan kebijakan pemerintah dan kondisi sosial ekonomi.\n\nDemo digelar di depan Kampus UNM Gunung Sari, Makassar. Terdapat tujuh poin tuntutan. \n\nDi antaranya pendidikan gratis dan peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, stabilitas nilai tukar rupiah serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak.\n\nMahasiswa juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan negara dan penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.\n\nPengguna jalan yang melintasi kawasan Jalan AP Pettarani diimbau untuk berhati-hati dan menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas.\n\nTuntutan demo mahasiswa yang sudah berlangsung berhari-hari, salah satunya mendesak pemerintah menghentikan program MBG. \n\nNamun hari ini, Kepala Bakom M. Qodari kembali tegaskan, program MBG tetap dilanjutkan. \n\nLantas apa yang bisa menjadi titik temu, antara aspirasi mahasiswa dengan keputusan pemerintah? \n\nKita bahas bersama Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti. Dan juga ada Politisi Gerindra, Kamrussamad.\n\n#mbg #demo #demomahasiswa #makanbergizigratis #bivitrisusanti\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "piDomlQw3oc"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 945.0862052795972, "y": 191.4844117187876, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 99.0629, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "piDomlQw3oc", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "MBG Tetap Lanjut Meski Didemo Mahasiswa: Bivitri Sebut Pemerintah Tak Responsif, DPR Respons Begini\n\nKOMPAS.TV - Mahasiswa dari BEM SI Jawa Barat tiba di Gedung DPRD Jawa Barat pukul 15.30 WIB. \n\nMereka melakukan long march dari Monumen Perjuangan sejauh satu kilometer.\n\nAda 7 tuntutan di antaranya, turunkan harga BBM non subsidi, hingga selamatkan APBN dari pemborosan anggaran.\n\nUnjuk rasa kembali digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Makassar atau BEM UNM, menuntutan kebijakan pemerintah dan kondisi sosial ekonomi.\n\nDemo digelar di depan Kampus UNM Gunung Sari, Makassar. Terdapat tujuh poin tuntutan. \n\nDi antaranya pendidikan gratis dan peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, stabilitas nilai tukar rupiah serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak.\n\nMahasiswa juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan negara dan penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.\n\nPengguna jalan yang melintasi kawasan Jalan AP Pettarani diimbau untuk berhati-hati dan menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas.\n\nTuntutan demo mahasiswa yang sudah berlangsung berhari-hari, salah satunya mendesak pemerintah menghentikan program MBG. \n\nNamun hari ini, Kepala Bakom M. Qodari kembali tegaskan, program MBG tetap dilanjutkan. \n\nLantas apa yang bisa menjadi titik temu, antara aspirasi mahasiswa dengan keputusan pemerintah? \n\nKita bahas bersama Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti. Dan juga ada Politisi Gerindra, Kamrussamad.\n\n#mbg #demo #demomahasiswa #makanbergizigratis #bivitrisusanti\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "piDomlQw3oc"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 168.15803159167686, "y": 156.75527546268773, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 53.5475, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "BZGg8QsOgjo", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Pertahanan Rupiah oleh RBI Menghadapi Risiko yang Lebih Besar | Cara Kerja Ekonomi India | The Core\n\nUpaya pertahanan rupee oleh RBI menghadapi risiko yang lebih besar karena India menghadapi tekanan dari depresiasi rupee, cadangan devisa, arus keluar modal asing, dan perubahan ekonomi global.\n\nDalam episode How India’s Economy Works di The Core ini, Jurnalis Puja Mehra berbicara dengan ekonom Renu Kohli (mantan karyawan Bank Sentral India dan IMF dan saat ini sebagai peneliti senior di Centre for Social and Economic Progress (CSEP)) tentang mengapa rupee India melemah meskipun cadangan devisa India cukup besar. Diskusi ini membahas intervensi RBI, batasan cadangan devisa, penurunan FDI, arus keluar portofolio, guncangan harga minyak, dan mengapa neraca pembayaran India mungkin berada di bawah tekanan yang lebih besar daripada yang ditunjukkan oleh angka-angka utama.\n\nRenu Kohli menjelaskan mengapa cadangan devisa India tidak sama dengan cadangan yang diperoleh, bagaimana \"cadangan pinjaman\" bergantung pada arus masuk modal, dan mengapa tidak ada jumlah cadangan yang dapat sepenuhnya melindungi rupee jika investor asing berhenti membawa uang masuk. Ia juga membandingkan tekanan rupee saat ini dengan episode masa lalu seperti tahun 1991, 2008, dan 2013, sambil menjelaskan mengapa momen ini berbeda.\n\nPercakapan ini juga membahas apakah RBI membiarkan rupee tetap terlalu kuat terlalu lama, mengapa langkah-langkah jangka pendek hanya dapat mengulur waktu, dan apa yang perlu dilakukan India untuk menarik modal asing yang lebih berkelanjutan. Dari FDI dan defisit transaksi berjalan hingga impor minyak, arus modal yang dipimpin AI, dan ketidakpastian global, episode ini menguraikan risiko yang lebih dalam yang dihadapi ekonomi India.\n\nPertahanan rupee oleh RBI menghadapi risiko yang lebih besar karena depresiasi rupee, cadangan devisa, arus keluar modal asing, penurunan FDI, impor minyak, dan neraca pembayaran India berada di bawah tekanan. Saksikan Bagaimana Ekonomi India Bekerja di The Core untuk memahami apa arti rupee yang lebih lemah bagi kebijakan RBI, investor, dan ekonomi India.\n\n#RBI #Rupee #EkonomiIndia #CadanganValutaAsing #CaraKerjaEkonomiIndia #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran WhatsApp kami (https://tinyurl.com/The-Core-WhatsApp...)\n\nBerlangganan Newsletter kami (https://www.thecore.in/newsletters/th...)\n\nIkuti Kami di Media Sosial untuk Pembaruan Lebih Lanjut:\nTwitter (  / the_core_in  )\nInstagram (  / the.core.in  )\nFacebook (  / thecore.biz  )\nLinkedIn (  / thecore-in  )\nYouTube (   /   )", "post_id": "BZGg8QsOgjo"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 249.84754717471412, "y": 867.2084981505308, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 76.3052, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "BZGg8QsOgjo", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Pertahanan Rupiah oleh RBI Menghadapi Risiko yang Lebih Besar | Cara Kerja Ekonomi India | The Core\n\nUpaya pertahanan rupee oleh RBI menghadapi risiko yang lebih besar karena India menghadapi tekanan dari depresiasi rupee, cadangan devisa, arus keluar modal asing, dan perubahan ekonomi global.\n\nDalam episode How India’s Economy Works di The Core ini, Jurnalis Puja Mehra berbicara dengan ekonom Renu Kohli (mantan karyawan Bank Sentral India dan IMF dan saat ini sebagai peneliti senior di Centre for Social and Economic Progress (CSEP)) tentang mengapa rupee India melemah meskipun cadangan devisa India cukup besar. Diskusi ini membahas intervensi RBI, batasan cadangan devisa, penurunan FDI, arus keluar portofolio, guncangan harga minyak, dan mengapa neraca pembayaran India mungkin berada di bawah tekanan yang lebih besar daripada yang ditunjukkan oleh angka-angka utama.\n\nRenu Kohli menjelaskan mengapa cadangan devisa India tidak sama dengan cadangan yang diperoleh, bagaimana \"cadangan pinjaman\" bergantung pada arus masuk modal, dan mengapa tidak ada jumlah cadangan yang dapat sepenuhnya melindungi rupee jika investor asing berhenti membawa uang masuk. Ia juga membandingkan tekanan rupee saat ini dengan episode masa lalu seperti tahun 1991, 2008, dan 2013, sambil menjelaskan mengapa momen ini berbeda.\n\nPercakapan ini juga membahas apakah RBI membiarkan rupee tetap terlalu kuat terlalu lama, mengapa langkah-langkah jangka pendek hanya dapat mengulur waktu, dan apa yang perlu dilakukan India untuk menarik modal asing yang lebih berkelanjutan. Dari FDI dan defisit transaksi berjalan hingga impor minyak, arus modal yang dipimpin AI, dan ketidakpastian global, episode ini menguraikan risiko yang lebih dalam yang dihadapi ekonomi India.\n\nPertahanan rupee oleh RBI menghadapi risiko yang lebih besar karena depresiasi rupee, cadangan devisa, arus keluar modal asing, penurunan FDI, impor minyak, dan neraca pembayaran India berada di bawah tekanan. Saksikan Bagaimana Ekonomi India Bekerja di The Core untuk memahami apa arti rupee yang lebih lemah bagi kebijakan RBI, investor, dan ekonomi India.\n\n#RBI #Rupee #EkonomiIndia #CadanganValutaAsing #CaraKerjaEkonomiIndia #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran WhatsApp kami (https://tinyurl.com/The-Core-WhatsApp...)\n\nBerlangganan Newsletter kami (https://www.thecore.in/newsletters/th...)\n\nIkuti Kami di Media Sosial untuk Pembaruan Lebih Lanjut:\nTwitter (  / the_core_in  )\nInstagram (  / the.core.in  )\nFacebook (  / thecore.biz  )\nLinkedIn (  / thecore-in  )\nYouTube (   /   )", "post_id": "BZGg8QsOgjo"}}, {"key": "@sb30official", "attributes": {"label": "@sb30official", "x": 494.0916095989939, "y": 299.7730278371912, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 53.5475, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ApRy5EwmjPw", "id": "@sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 18.000 & Badai Pajak UMKM: 6 Alasan Mengapa Ekonomi Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja\n\n00:00 Hook: Dolar Melejit ke 18.000 & 6 Kebijakan \"Aneh\" Pemerintahan Baru yang Saling Mengunci\n\n00:51 Sisi Lain Ekonomi: Ini Bukan Kejadian Terpisah, Melainkan Satu Benang Merah Tekanan APBN\n\n01:49 Kebijakan 1—Bom Waktu Subsidi BBM: Efek Domino Harga Minyak Dunia (ICP) Tembus 91,8 Dolar\n\n03:29 Analogi Pinjol Rumah Tangga: Mengkritisi Retorika Politik \"Rakyat Desa Gak Butuh Dolar\"\n\n05:23 Kebijakan 2—Bom Waktu Pajak UMKM: Batas Waktu PPH Final 0,5% Habis, CV & PT Otomatis Kena 22%\n\n07:08 Aturan Firm Splitting: Ditjen Pajak Mengunci Celah Pengusaha yang Memecah Entitas Bisnis\n\n08:26 Kebijakan 3—Moneter Agresif: BI Rate Naik ke 5,5% Demi Menahan Modal Asing Keluar (Capital Outflow)\n\n09:55 Dampak Suku Bunga Mengambang (Floating): Sektor Properti, KPR, Otomatif, & UMKM Mulai Megap-Megap\n\n11:19 Kebijakan 4—Ekspor Satu Pintu DSI: Regulasi Danantara yang Memicu Ketidakpastian Investor Global\n\n12:38 Prediksi Ekstrim 2027: Risiko Nyata Aliran Devisa Macet yang Bisa Menyeret Rupiah ke 25.000\n\n13:17 Kebijakan 5—Lingkaran Setan PHK Massal: Kontraksi Daya Beli dan Penurunan Setoran PPN Negara\n\n14:37 Kebijakan 6—Krisis Kepercayaan Publik: Mempertanyakan Gurita Entitas Baru DSI, Danantara, & Kopdes\n\n15:40 Ironi Kopdes Merah Putih: Niat Menyaingi Alfamart-Indomaret tapi Ambil Stok di Gudang yang Sama\n\n16:27 Isu Transparansi Proyek Politik: Potensi Kebocoran Anggaran Tanpa Sistem Pengawasan yang Ketat\n\n17:01 Kesimpulan 6 Pilar Masalah: Rangkuman Siklus Benang Kusut Makro Ekonomi Indonesia 2026\n\n17:37 Strategi Survival Pengusaha: Audit Biaya, Cek Status Pajak Badan, & Antisipasi Kredit Mengambang\n\n17:52 Strategi Survival Karyawan: Keluar dari Sektor Rentan & Cara Membangun Sumber Income Tambahan\n\n18:36 Closing: Berhenti Mengutuk Pemerintah, Selamatkan Ekonomi Keluarga Anda! Salam Hebat Luar Biasa!\n\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "ApRy5EwmjPw"}}, {"key": "sb30official", "attributes": {"label": "sb30official", "x": 638.4280351196946, "y": 755.5040780264452, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 99.0629, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ApRy5EwmjPw", "id": "sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 18.000 & Badai Pajak UMKM: 6 Alasan Mengapa Ekonomi Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja\n\n00:00 Hook: Dolar Melejit ke 18.000 & 6 Kebijakan \"Aneh\" Pemerintahan Baru yang Saling Mengunci\n\n00:51 Sisi Lain Ekonomi: Ini Bukan Kejadian Terpisah, Melainkan Satu Benang Merah Tekanan APBN\n\n01:49 Kebijakan 1—Bom Waktu Subsidi BBM: Efek Domino Harga Minyak Dunia (ICP) Tembus 91,8 Dolar\n\n03:29 Analogi Pinjol Rumah Tangga: Mengkritisi Retorika Politik \"Rakyat Desa Gak Butuh Dolar\"\n\n05:23 Kebijakan 2—Bom Waktu Pajak UMKM: Batas Waktu PPH Final 0,5% Habis, CV & PT Otomatis Kena 22%\n\n07:08 Aturan Firm Splitting: Ditjen Pajak Mengunci Celah Pengusaha yang Memecah Entitas Bisnis\n\n08:26 Kebijakan 3—Moneter Agresif: BI Rate Naik ke 5,5% Demi Menahan Modal Asing Keluar (Capital Outflow)\n\n09:55 Dampak Suku Bunga Mengambang (Floating): Sektor Properti, KPR, Otomatif, & UMKM Mulai Megap-Megap\n\n11:19 Kebijakan 4—Ekspor Satu Pintu DSI: Regulasi Danantara yang Memicu Ketidakpastian Investor Global\n\n12:38 Prediksi Ekstrim 2027: Risiko Nyata Aliran Devisa Macet yang Bisa Menyeret Rupiah ke 25.000\n\n13:17 Kebijakan 5—Lingkaran Setan PHK Massal: Kontraksi Daya Beli dan Penurunan Setoran PPN Negara\n\n14:37 Kebijakan 6—Krisis Kepercayaan Publik: Mempertanyakan Gurita Entitas Baru DSI, Danantara, & Kopdes\n\n15:40 Ironi Kopdes Merah Putih: Niat Menyaingi Alfamart-Indomaret tapi Ambil Stok di Gudang yang Sama\n\n16:27 Isu Transparansi Proyek Politik: Potensi Kebocoran Anggaran Tanpa Sistem Pengawasan yang Ketat\n\n17:01 Kesimpulan 6 Pilar Masalah: Rangkuman Siklus Benang Kusut Makro Ekonomi Indonesia 2026\n\n17:37 Strategi Survival Pengusaha: Audit Biaya, Cek Status Pajak Badan, & Antisipasi Kredit Mengambang\n\n17:52 Strategi Survival Karyawan: Keluar dari Sektor Rentan & Cara Membangun Sumber Income Tambahan\n\n18:36 Closing: Berhenti Mengutuk Pemerintah, Selamatkan Ekonomi Keluarga Anda! Salam Hebat Luar Biasa!\n\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "ApRy5EwmjPw"}}], "edges": [{"key": "yusufgunawan", "source": "yusufgunawan", "target": "Dospemz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sb30official", "source": "@sb30official", "target": "sb30official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}