{"nodes": [{"key": "Firmansyahlepi", "attributes": {"label": "Firmansyahlepi", "x": 905.0779234028238, "y": 957.7748585693026, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067583999346950265", "id": "Firmansyahlepi", "source": "retweet-000002", "content": "Siang ini (18/06/2026) F-PKB DPR RI menggelar Diskusi Publik bertajuk Rupiah Melemah Ancam Stabilitas Ekonomi dan Perbankan,…", "post_id": "2067583999346950265"}}, {"key": "FraksiPKB", "attributes": {"label": "FraksiPKB", "x": 911.739919659324, "y": 544.262994365497, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 10.317, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2067583999346950265", "id": "FraksiPKB", "source": "retweet-000002", "content": "Siang ini (18/06/2026) F-PKB DPR RI menggelar Diskusi Publik bertajuk Rupiah Melemah Ancam Stabilitas Ekonomi dan Perbankan,…", "post_id": "2067583999346950265"}}, {"key": "Parlecoid", "attributes": {"label": "Parlecoid", "x": 45.19286647670317, "y": 91.67741174398391, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067480701948375330", "id": "Parlecoid", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah Kamis pagi ini melemah hingga Rp17.856 per dolar AS setelah The Fed mempertahankan suku bunga tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik.  https://t.co/8hIWEaNQWB via  Biz ID https://t.co/aKxjpu4flr", "post_id": "2067480701948375330"}}, {"key": "asatunews", "attributes": {"label": "asatunews", "x": 778.039739796542, "y": 827.8244175621904, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.394, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067480701948375330", "id": "asatunews", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah Kamis pagi ini melemah hingga Rp17.856 per dolar AS setelah The Fed mempertahankan suku bunga tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik.  https://t.co/8hIWEaNQWB via  Biz ID https://t.co/aKxjpu4flr", "post_id": "2067480701948375330"}}, {"key": "AlhamadKim37129", "attributes": {"label": "AlhamadKim37129", "x": 520.9658379022552, "y": 739.3934302279425, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068186380409422087", "id": "AlhamadKim37129", "source": "tweet-000004", "content": "Kenaikan BI rate ini adalah langkah antisipatif dan berani yang sangat diperlukan pemerintah demi menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian global.", "post_id": "2068186380409422087"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 249.5034371009146, "y": 22.855205762573828, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.394, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068186380409422087", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "Kenaikan BI rate ini adalah langkah antisipatif dan berani yang sangat diperlukan pemerintah demi menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian global.", "post_id": "2068186380409422087"}}, {"key": "sinau2024", "attributes": {"label": "sinau2024", "x": 115.13824425068498, "y": 573.1774111817825, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068193698723344667", "id": "sinau2024", "source": "tweet-000004", "content": "Mengatasi Rupiah melemah tak bisa terus-terusan mengandalkan kenaikan suku bunga. Beban cicilan warga & operasional usaha adalah taruhannya.\n\nSolusi jangka panjang:\n✅ Efisiensi anggaran (program harus tepat guna).\n✅ Stabilitas fiskal.\n✅ Kepastian kebijakan.\n\nKetika risiko", "post_id": "2068193698723344667"}}, {"key": "bmartawardaya", "attributes": {"label": "bmartawardaya", "x": 458.4955587640641, "y": 515.1420152595629, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.394, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068193698723344667", "id": "bmartawardaya", "source": "tweet-000004", "content": "Mengatasi Rupiah melemah tak bisa terus-terusan mengandalkan kenaikan suku bunga. Beban cicilan warga & operasional usaha adalah taruhannya.\n\nSolusi jangka panjang:\n✅ Efisiensi anggaran (program harus tepat guna).\n✅ Stabilitas fiskal.\n✅ Kepastian kebijakan.\n\nKetika risiko", "post_id": "2068193698723344667"}}, {"key": "anonimman137997", "attributes": {"label": "anonimman137997", "x": 2.6647120033872485, "y": 948.3778508834453, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068763058932179299", "id": "anonimman137997", "source": "tweet-000004", "content": "Good.Semoga bisa awet perdamaian AS Iran tanpa diusik Israel>Komisi I DPR Sebut Perdamaian AS-Iran Berdampak ke Nilai Tukar Rupiah\nhttps://t.co/lr6kfBN9FL\n\nBaca berita terkini dengan mudah dan nyaman, download aplikasi Inilahcom di iOS dan Android\n#inilahcom  https://t.co/jxZwrLSx3g", "post_id": "2068763058932179299"}}, {"key": "inilahdotcom", "attributes": {"label": "inilahdotcom", "x": 625.5804690508643, "y": 956.7193936103938, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.394, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068763058932179299", "id": "inilahdotcom", "source": "tweet-000004", "content": "Good.Semoga bisa awet perdamaian AS Iran tanpa diusik Israel>Komisi I DPR Sebut Perdamaian AS-Iran Berdampak ke Nilai Tukar Rupiah\nhttps://t.co/lr6kfBN9FL\n\nBaca berita terkini dengan mudah dan nyaman, download aplikasi Inilahcom di iOS dan Android\n#inilahcom  https://t.co/jxZwrLSx3g", "post_id": "2068763058932179299"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 980.6892524957589, "y": 115.0017438209372, "size": 7.33, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6046, "eigenvector": 56.5816, "in_degree": 6, "out_degree": 6, "degree": 12}, "_id": "3922830059119589555_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) telah menggulirkan sejumlah bauran kebijakan untuk memitigasi dampak ketidakpastian global, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta mengendalikan laju inflasi. \n\nLangkah strategis ini ditempuh lewat kombinasi pengetatan suku bunga acuan, intervensi agresif di pasar valuta asing (valas) dengan volume besar, penguatan likuiditas pasar, penjagaan kecukupan cadangan devisa, hingga perluasan jaringan kerja sama internasional.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa rangkaian bauran kebijakan tersebut telah membuahkan hasil yang positif bagi penguatan dan resiliensi mata uang Garuda.\n\n\"Bank Indonesia terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi dalam rangka memitigasi dampak gejolak global. Kami juga sudah menyampaikan beberapa kali terkait strategi tujuh langkah BI,\" kata Perry dalam konferensi pers RDG BI Bulanan di Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/gubernur-bi-optimistis-bauran-kebijakan-dorong-penguatan-rupiah-ke-depan\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #stabilitasnilaitukar #rupiah #BankIndonesia", "post_id": "3922830059119589555_3310659452"}}, {"key": "bank_indonesia_papua", "attributes": {"label": "bank_indonesia_papua", "x": 797.3673479114309, "y": 556.6818524251039, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3922897557250322959_3283486457", "id": "bank_indonesia_papua", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia all out jaga stabilitas nilai tukar Rupiah 🇮🇩\n\n#SobatRupiah, di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian kenaikan BI-Rate 25 bps menjadi 5,75% di #RDGBI bulanan bulan Juni 2026 merupakan langkah lanjutan untuk semakin memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1%.\n\nSelain itu, BI juga terus memperkuat sinergi dengan kebijakan fiskal Pemerintah untuk memitigasi dampak ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah terhadap perekonomian domestik sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga baik.\n\nYuk, Sobat #BeriMakna dengan simak informasi selengkapnya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\nRepost:", "post_id": "3922897557250322959_3283486457"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 49.3942120564107, "y": 178.24811050701038, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 21.5993, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "3922897557250322959_3283486457", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia all out jaga stabilitas nilai tukar Rupiah 🇮🇩\n\n#SobatRupiah, di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian kenaikan BI-Rate 25 bps menjadi 5,75% di #RDGBI bulanan bulan Juni 2026 merupakan langkah lanjutan untuk semakin memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1%.\n\nSelain itu, BI juga terus memperkuat sinergi dengan kebijakan fiskal Pemerintah untuk memitigasi dampak ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah terhadap perekonomian domestik sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga baik.\n\nYuk, Sobat #BeriMakna dengan simak informasi selengkapnya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\nRepost:", "post_id": "3922897557250322959_3283486457"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 965.3640478560827, "y": 514.6358230702638, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1373, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 5, "degree": 11}, "_id": "3921534746644236370_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah dibuka melemah ke Rp17.728 per dolar AS pada perdagangan Rabu (17/6) dan sempat menyentuh Rp17.750 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi karena investor masih bersikap wait and see menjelang hasil rapat FOMC The Fed serta menanti kepastian kesepakatan damai AS-Iran.\n\nAnalis memperkirakan pergerakan rupiah akan tetap terbatas di kisaran Rp17.700–Rp17.800 per dolar AS. Sentimen positif dari meredanya ketegangan geopolitik dan turunnya harga minyak berpotensi menopang penguatan rupiah dalam jangka pendek. 📉\n\nSumber: katadata.co.id, 17 Juni 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp). 🚀\n\n#Rupiah #DollarAS #NilaiTukar #FOMC #TheFed #ASIran #IHSG #PasarModal #Investasi #SahamIndonesia #mancingsaham", "post_id": "3921534746644236370_52512310886"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 669.3975258601328, "y": 107.3667051747923, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3922939060343644589_297782118", "id": "kompascom", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen berpotensi meningkatkan beban cicilan masyarakat dan dunia usaha. \n\nKondisi tersebut dapat memicu kenaikan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) perbankan karena debitur menghadapi biaya pinjaman yang lebih tinggi.\n\nDi sisi lain, langkah tersebut dinilai tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menahan tekanan eksternal yang berasal dari kebijakan moneter global.\n\nMana nih suaranya yang cicilannya naik? Komen ya! \n\nContent Creator: Dian Reinis  \nProduser: Akhdi Martin\n\n#BIrate #cicilan #ekonomi #sketch", "post_id": "3922939060343644589_297782118"}}, {"key": "rerekumampung", "attributes": {"label": "rerekumampung", "x": 635.9874138822609, "y": 422.61738078956, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.317, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922939060343644589_297782118", "id": "rerekumampung", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen berpotensi meningkatkan beban cicilan masyarakat dan dunia usaha. \n\nKondisi tersebut dapat memicu kenaikan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) perbankan karena debitur menghadapi biaya pinjaman yang lebih tinggi.\n\nDi sisi lain, langkah tersebut dinilai tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menahan tekanan eksternal yang berasal dari kebijakan moneter global.\n\nMana nih suaranya yang cicilannya naik? Komen ya! \n\nContent Creator: Dian Reinis  \nProduser: Akhdi Martin\n\n#BIrate #cicilan #ekonomi #sketch", "post_id": "3922939060343644589_297782118"}}, {"key": "infotibanjaran.id", "attributes": {"label": "infotibanjaran.id", "x": 872.8958493665974, "y": 730.5749113220676, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922805836196036079_45016844333", "id": "infotibanjaran.id", "source": "instagram-000001", "content": "Suku bunga acuan atau rate kembali menyita perhatian publik seiring langkah Bank Indonesia (BI) menaikkannya di tengah tren pelemahan rupiah, ketidakpastian ekonomi global, dan upaya menjaga stabilitas nasional\n\nPada Selasa (9/6/2026), BI rate naik sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Pada saat yang sama, suku bunga deposit facility naik 25 basis poin menjadi 4,50% dan suku bunga lending facility meningkat 25 basis poin menjadi 6,25%.\n\nBank Indonesia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya gejolak global akibat konflik di Timur Tengah.\n\nSelain itu, kebijakan ini juga bersifat preemptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1%.\n\nKenaikan suku bunga juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil aset keuangan domestik sehingga dapat menarik kembali aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.\n\nLangkah tersebut dilakukan hanya beberapa minggu setelah Bank Indonesia sebelumnya menaikkan rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Mei 2026.\n\nKebijakan yang relatif agresif ini menunjukkan keseriusan bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah yang mengalami tekanan cukup besar sepanjang tahun berjalan.\n\nKenaikan BI rate selalu berimbas pada dompet masyarakat, mulai dari membengkaknya tagihan cicilan kredit dan bunga kredit pemilikan rumah (KPR), hingga potensi kenaikan bunga deposito. Perubahan-perubahan ini secara akumulatif langsung memengaruhi stabilitas kondisi keuangan rumah tangga.\n-", "post_id": "3922805836196036079_45016844333"}}, {"key": "voktis.id", "attributes": {"label": "voktis.id", "x": 365.12616398782393, "y": 709.8569144280567, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.394, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922805836196036079_45016844333", "id": "voktis.id", "source": "instagram-000001", "content": "Suku bunga acuan atau rate kembali menyita perhatian publik seiring langkah Bank Indonesia (BI) menaikkannya di tengah tren pelemahan rupiah, ketidakpastian ekonomi global, dan upaya menjaga stabilitas nasional\n\nPada Selasa (9/6/2026), BI rate naik sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Pada saat yang sama, suku bunga deposit facility naik 25 basis poin menjadi 4,50% dan suku bunga lending facility meningkat 25 basis poin menjadi 6,25%.\n\nBank Indonesia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya gejolak global akibat konflik di Timur Tengah.\n\nSelain itu, kebijakan ini juga bersifat preemptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1%.\n\nKenaikan suku bunga juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil aset keuangan domestik sehingga dapat menarik kembali aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.\n\nLangkah tersebut dilakukan hanya beberapa minggu setelah Bank Indonesia sebelumnya menaikkan rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Mei 2026.\n\nKebijakan yang relatif agresif ini menunjukkan keseriusan bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah yang mengalami tekanan cukup besar sepanjang tahun berjalan.\n\nKenaikan BI rate selalu berimbas pada dompet masyarakat, mulai dari membengkaknya tagihan cicilan kredit dan bunga kredit pemilikan rumah (KPR), hingga potensi kenaikan bunga deposito. Perubahan-perubahan ini secara akumulatif langsung memengaruhi stabilitas kondisi keuangan rumah tangga.\n-", "post_id": "3922805836196036079_45016844333"}}, {"key": "bank_indonesia_kpwntb", "attributes": {"label": "bank_indonesia_kpwntb", "x": 536.5761163981603, "y": 991.4645624089687, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.5913, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3920473760076057985_56680948475", "id": "bank_indonesia_kpwntb", "source": "instagram-000001", "content": "QUBIK hadir lagi dengan tantangan seru! 🤩🎉\n\nDalam upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, Bank Indonesia terus memperkuat berbagai kebijakan moneter dan pasar keuangan. Kira-kira, langkah apa saja yang dilakukan untuk menjaga rupiah tetap stabil? 🤔💡\n\nYuk uji pemahaman #SemetonRupiah lewat QUBIK kali ini!\n\nCara ikutannya gampang banget!\n\n✅ Pastikan Semeton follow media sosial Bank Indonesia Provinsi NTB di:\nIG , TikTok , atau Facebook Bank Indonesia KPw NTB.\n✅ Like & share (repost) postingan QUBIK ini ke IG Story/Facebook Semeton!\n✅ Tulis jawaban di kolom komentar dan mention 5 teman Semeton.\n✅ Jangan lupa sertakan hashtag #QUBIKNTB ya!\n\n🗓️ Periode: 15 – 26 Juni 2026\n\n🎁 Berhadiah untuk 5 orang pemenang!\n\nYuk, langsung ikutan dan menangkan hadiahnya! ✨🔥\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n#QUBIK2026", "post_id": "3920473760076057985_56680948475"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 145.79552090118864, "y": 595.0201180189109, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.5913, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3921208426765018475_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah melemah 0,25% ke Rp17.747/US$ pada Rabu pagi (17/6/2026), mengakhiri penguatan lima hari beruntun dipicu aksi profit taking menjelang keputusan suku bunga The Fed dan BI pekan ini.\n\nSementara itu, IHSG dibuka menguat 1,41% ke level 6.343 dan menjadi bursa dengan kenaikan tertinggi di Asia pagi ini. Penguatan didorong oleh meredanya risiko geopolitik, penurunan harga minyak, serta ekspektasi suku bunga acuan yang tetap stabil.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#rupiah #dolar #ihsg #saham #bloombergtechnoz", "post_id": "3921208426765018475_51748745734"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "attributes": {"label": "bank_indonesia_malut", "x": 472.90164029837234, "y": 248.09885326727667, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922106471702636101_3117095536", "id": "bank_indonesia_malut", "source": "instagram-000001", "content": "Suba jou #SobRuMalut\n.\n.\n.\nHalo SobRu Malut !\nRapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%. \n.\nKenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah. \n.\nSementara itu, kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan (“pro-growth”). Kebijakan makroprudensial longgar terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan. \n.\nKebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendukung kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.\n.\nSelain itu, Bank Indonesia juga terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, termasuk sinergi yang erat antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal untuk memitigasi dampak ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah terhadap perekonomian domestik sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga baik. Sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga dipererat untuk turut menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pembiayaan bagi program Asta Cita Pemerintah.\n.\nDengan BI-Rate yang dinaikkan menjadi 5,75% pada #RDGBI Juni 2026, yuk dukung upaya BI dalam #BeriMakna memperkuat stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional!\n#repostfrom \n.\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3922106471702636101_3117095536"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 997.2012574758164, "y": 510.53025807922626, "size": 12.84, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.8047, "eigenvector": 128.5925, "in_degree": 14, "out_degree": 0, "degree": 14}, "_id": "3922943296234439778_3310659452", "id": "prast_ulrich", "source": "instagram-000001", "content": "Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan kenaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin, menjadi 5,75%. Rapat Dewan Gubernur BI juga menaikkan suku bunga deposit facility 25 basis poins menjadi 4,75% dan suku bunga lending facility menjadi 6,50%. \n\nKeputusan untuk menaikan BI Rate yang kedua kalinya di bulan Juni ini untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global, serta menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran 2,5 plus minus 1% pada 2026 dan 2027.\n\nDisisi lain, struktur Suku Bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tenor 6, 9 dan 12 bulan juga akan disesuaikan dengan kenaikan BI Rate agar tetap menarik bagi investor asing. BI juga melanjutkan pemberian insentif penurunan tingkat swap lindung nilai sebesar 10% bagi investor asing, untuk meningkatkan daya tarik investasi portofolio ke aset keuangan domestik.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Jumat 19 Juni 2026, pukul 21.00 - 21.30 WIB. LIVE di IDX Channel (Indihome Ch 119, MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketereview", "post_id": "3922943296234439778_3310659452"}}, {"key": "19585064872", "attributes": {"label": "19585064872", "x": 411.6829624379763, "y": 836.0996108197794, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "19585064872", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "visualiterasi", "attributes": {"label": "visualiterasi", "x": 896.1771461357538, "y": 275.1491133310162, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.394, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "visualiterasi", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "vinelsapri_", "attributes": {"label": "vinelsapri_", "x": 332.2025098653768, "y": 159.88120382141645, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654399835172343058", "id": "vinelsapri_", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski rupiah sempat melemah. APBN disebut terus mendukung program prioritas dan stabilitas ekonomi nasional. Sumber:  #PRI #PartaiRakyatIndonesia #TumbuhBersamaRakyat #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7654399835172343058"}}, {"key": "cnbcindonesia", "attributes": {"label": "cnbcindonesia", "x": 67.71109991828384, "y": 294.5028066933909, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.394, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654399835172343058", "id": "cnbcindonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski rupiah sempat melemah. APBN disebut terus mendukung program prioritas dan stabilitas ekonomi nasional. Sumber:  #PRI #PartaiRakyatIndonesia #TumbuhBersamaRakyat #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7654399835172343058"}}, {"key": "jelajahnews.id", "attributes": {"label": "jelajahnews.id", "x": 729.4880327238726, "y": 99.59461902991717, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7641505604950838536", "id": "jelajahnews.id", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "harristurino", "attributes": {"label": "harristurino", "x": 562.9815479046958, "y": 59.13974044922787, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2913, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641505604950838536", "id": "harristurino", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "DPR", "attributes": {"label": "DPR", "x": 948.5291233601318, "y": 710.3392489696547, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2913, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641505604950838536", "id": "DPR", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "the.indonesia.post", "attributes": {"label": "the.indonesia.post", "x": 877.4516857122378, "y": 153.38889154739044, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7653727519434116373", "id": "the.indonesia.post", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "kemenkeuri", "x": 693.7996724815282, "y": 17.295737124886635, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653727519434116373", "id": "kemenkeuri", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "belajar.saham8", "attributes": {"label": "belajar.saham8", "x": 322.3962471841205, "y": 29.657138990097476, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654451402223275272", "id": "belajar.saham8", "source": "tiktok-000001", "content": "MASYARAKAT INDO HARUS TAU!!!! CAMPUR TANGAN SINGAPURA KE RUPIAH: SELURUH ASET KITA DIJUAL DAN DITAMPUNG DI SINGAPURA!!!! 🚨🇸🇬🇲🇨💸🔥 Jagad finansial tanah air mendadak diguncang isu panas mengenai dugaan adanya aliran dana raksasa dan aset-aset berharga domestik yang sengaja dilepas untuk kemudian ditampung di pusat keuangan Singapura, hingga memicu kekhawatiran besar terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah. Fenomena perpindahan likuiditas lintas negara ini sering kali dikaitkan dengan strategi *asset sheltering*, pelarian modal (*capital outflow*) saat pasar global bergejolak, hingga pemanfaatan insentif pajak internasional yang membuat dana-dana jumbo milik konglomerat betah parkir di negeri singa. Di video ini, kita bakal bongkar habis secara kritis fakta di balik layar mengenai dinamika aliran modal keluar ini—mulai dari modus penempatan aset, dampaknya terhadap cadangan devisa Bank Indonesia, hingga upaya taktis pemerintah dalam memperkuat benteng ekonomi domestik—jadi tonton sampai habis tanpa di-skip agar lu paham peta perputaran uang yang sebenarnya, dan menurut analisis kritis lu sendiri nih Bro, apakah fenomena ini murni urusan bisnis dan likuiditas global atau ada permainan kotor yang merugikan negara? Tulis opini berani lu di kolom komentar! 👇 #Sucorsekuritas  #Sahamindonesia #BeXpertWIthSucor #bernardwijaya17 #BernardXcliplab2  Sekuritas", "post_id": "7654451402223275272"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 221.4872821048116, "y": 371.08250103657616, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.394, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654451402223275272", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "MASYARAKAT INDO HARUS TAU!!!! CAMPUR TANGAN SINGAPURA KE RUPIAH: SELURUH ASET KITA DIJUAL DAN DITAMPUNG DI SINGAPURA!!!! 🚨🇸🇬🇲🇨💸🔥 Jagad finansial tanah air mendadak diguncang isu panas mengenai dugaan adanya aliran dana raksasa dan aset-aset berharga domestik yang sengaja dilepas untuk kemudian ditampung di pusat keuangan Singapura, hingga memicu kekhawatiran besar terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah. Fenomena perpindahan likuiditas lintas negara ini sering kali dikaitkan dengan strategi *asset sheltering*, pelarian modal (*capital outflow*) saat pasar global bergejolak, hingga pemanfaatan insentif pajak internasional yang membuat dana-dana jumbo milik konglomerat betah parkir di negeri singa. Di video ini, kita bakal bongkar habis secara kritis fakta di balik layar mengenai dinamika aliran modal keluar ini—mulai dari modus penempatan aset, dampaknya terhadap cadangan devisa Bank Indonesia, hingga upaya taktis pemerintah dalam memperkuat benteng ekonomi domestik—jadi tonton sampai habis tanpa di-skip agar lu paham peta perputaran uang yang sebenarnya, dan menurut analisis kritis lu sendiri nih Bro, apakah fenomena ini murni urusan bisnis dan likuiditas global atau ada permainan kotor yang merugikan negara? Tulis opini berani lu di kolom komentar! 👇 #Sucorsekuritas  #Sahamindonesia #BeXpertWIthSucor #bernardwijaya17 #BernardXcliplab2  Sekuritas", "post_id": "7654451402223275272"}}, {"key": "buzzart_af", "attributes": {"label": "buzzart_af", "x": 412.89848257539785, "y": 319.8434434941336, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7652722117317905672", "id": "buzzart_af", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengantisipasi tekanan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, Bl memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. \"Rapat Dewan Gubernur Bl pada 17-18 Juni 2026, memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,\" ujar Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (18/6). Selain BI-Rate, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga fasilitas simpanan (Deposit Facility) sebesar 25 bps menjadi 4,75%. Sementara itu, suku bunga fasilitas pinjaman (Lending Facility) turut naik 25 bps menjadi 6,50%. Sumber:  #fyp #news  #gabrielrey #cryptowave", "post_id": "7652722117317905672"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 404.92839899822485, "y": 459.8158049062452, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.548, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7652722117317905672", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengantisipasi tekanan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, Bl memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. \"Rapat Dewan Gubernur Bl pada 17-18 Juni 2026, memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,\" ujar Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (18/6). Selain BI-Rate, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga fasilitas simpanan (Deposit Facility) sebesar 25 bps menjadi 4,75%. Sementara itu, suku bunga fasilitas pinjaman (Lending Facility) turut naik 25 bps menjadi 6,50%. Sumber:  #fyp #news  #gabrielrey #cryptowave", "post_id": "7652722117317905672"}}, {"key": "wartapriangan.id", "attributes": {"label": "wartapriangan.id", "x": 352.79969090580954, "y": 66.32508537957737, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649683262553558279", "id": "wartapriangan.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Wartapriangan.id - Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,50 persen sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta mengantisipasi ketidakpastian ekonomi global.   Penulis: Kurnia W.  Desain: Luthfi #bankindonesia #sukubunga #birate #ekonomiindonesia #infokeuangan", "post_id": "7649683262553558279"}}, {"key": "menkeuri", "attributes": {"label": "menkeuri", "x": 301.67190364462925, "y": 45.5928884609651, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.394, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7649683262553558279", "id": "menkeuri", "source": "tiktok-000001", "content": "Wartapriangan.id - Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,50 persen sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta mengantisipasi ketidakpastian ekonomi global.   Penulis: Kurnia W.  Desain: Luthfi #bankindonesia #sukubunga #birate #ekonomiindonesia #infokeuangan", "post_id": "7649683262553558279"}}, {"key": "folknomic", "attributes": {"label": "folknomic", "x": 591.4883251636786, "y": 439.87983492527746, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomic", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "folknomics", "attributes": {"label": "folknomics", "x": 158.82801307625417, "y": 99.58491584267593, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.394, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomics", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "clipperfinance05", "attributes": {"label": "clipperfinance05", "x": 569.0795832215381, "y": 438.89467915542014, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7653091789263572244", "id": "clipperfinance05", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur yang digelar pada 17–18 Juni 2026. Kenaikan ini merupakan yang ketiga secara beruntun sejak Mei 2026, dan ditujukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah yang sempat melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS, sekaligus sebagai langkah pre-emptive menjaga inflasi tetap dalam kisaran sasaran pemerintah. Sehari setelah keputusan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran direksi dan komisaris bank-bank Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN, dan BSI) di Istana Kepresidenan. Pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar 4,5 jam itu turut dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta CEO Danantara Rosan Roeslani, untuk membahas pandangan dan arahan terkait arah perekonomian Indonesia ke depan. Menurut Rosan Roeslani, Presiden tidak memberikan arahan khusus untuk menahan suku bunga kredit meski acuan naik, melainkan meminta Himbara meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dengan begitu, perbankan BUMN diharapkan tetap mampu menjaga penyaluran kredit ke sektor riil, khususnya UMKM, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sambil menjaga stabilitas sektor keuangan. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7653091789263572244"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 262.2643910529189, "y": 880.8521980603454, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.548, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7653091789263572244", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur yang digelar pada 17–18 Juni 2026. Kenaikan ini merupakan yang ketiga secara beruntun sejak Mei 2026, dan ditujukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah yang sempat melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS, sekaligus sebagai langkah pre-emptive menjaga inflasi tetap dalam kisaran sasaran pemerintah. Sehari setelah keputusan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran direksi dan komisaris bank-bank Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN, dan BSI) di Istana Kepresidenan. Pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar 4,5 jam itu turut dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta CEO Danantara Rosan Roeslani, untuk membahas pandangan dan arahan terkait arah perekonomian Indonesia ke depan. Menurut Rosan Roeslani, Presiden tidak memberikan arahan khusus untuk menahan suku bunga kredit meski acuan naik, melainkan meminta Himbara meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dengan begitu, perbankan BUMN diharapkan tetap mampu menjaga penyaluran kredit ke sektor riil, khususnya UMKM, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sambil menjaga stabilitas sektor keuangan. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7653091789263572244"}}, {"key": "reredipalmerah", "attributes": {"label": "reredipalmerah", "x": 834.6588876083227, "y": 920.5170172486386, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.317, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653077419787619592", "id": "reredipalmerah", "source": "tiktok-000001", "content": "Kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen berpotensi meningkatkan beban cicilan masyarakat dan dunia usaha.  Kondisi tersebut dapat memicu kenaikan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) perbankan karena debitur menghadapi biaya pinjaman yang lebih tinggi. Di sisi lain, langkah tersebut dinilai tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menahan tekanan eksternal yang berasal dari kebijakan moneter global. Mana nih suaranya yang cicilannya naik? Komen ya!  Content Creator: Dian Reinis   Produser: Akhdi Martin #BIrate #cicilan #ekonomi #sketch", "post_id": "7653077419787619592"}}, {"key": "mancingsaham.id", "attributes": {"label": "mancingsaham.id", "x": 12.736812634570382, "y": 96.12173972274141, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7650542958080494868", "id": "mancingsaham.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menyebut investor asing mulai kembali menempatkan dana di Indonesia setelah BI menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50%. Kenaikan imbal hasil SRBI dan SBN dinilai berhasil meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik bagi investor global. 📈 Masuknya kembali modal asing turut mendukung penguatan rupiah yang kini kembali berada di bawah level Rp18.000 per dolar AS. BI juga menegaskan akan terus menjaga stabilitas rupiah dan daya tarik pasar keuangan domestik melalui berbagai langkah kebijakan.  Sumber: katadata.co.id, 12 Juni 2026 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📊 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp). #saham #sahamindonesia #investasi #fyp #mancingsaham", "post_id": "7650542958080494868"}}, {"key": "buterflywave", "attributes": {"label": "buterflywave", "x": 340.72757064108515, "y": 977.4333546528026, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7652703574056635656", "id": "buterflywave", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengantisipasi tekanan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, BI memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. “Rapat Dewan Gubernur BI pada 17-18 Juni 2026, memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,” ujar Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (18/6). Selain BI-Rate, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga fasilitas simpanan (Deposit Facility) sebesar 25 bps menjadi 4,75%. Sementara itu, suku bunga fasilitas pinjaman (Lending Facility) turut naik 25 bps menjadi 6,50%. sumber :   #cryptowave #bankindonesia #bi #buyindonesia #sellsingapura", "post_id": "7652703574056635656"}}, {"key": "baramaros_", "attributes": {"label": "baramaros_", "x": 475.1385549459942, "y": 56.61770454028836, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649245512423525639", "id": "baramaros_", "source": "tiktok-000001", "content": "Di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang menjadi sorotan akibat pelemahan rupiah dan tekanan di pasar keuangan, sejumlah tokoh nasional turut menyampaikan pandangannya. Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Jusuf Kalla sama-sama menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik sebagai salah satu kunci untuk mendukung stabilitas ekonomi. Anies Baswedan lebih dulu menyampaikan pandangannya pada 20 Mei 2026. Menurutnya, yang dibutuhkan publik dan pelaku pasar saat ini adalah kepastian, transparansi, serta arah kebijakan yang jelas dari pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Selanjutnya, pada 4 Juni 2026, Ganjar Pranowo menyoroti kabar nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp18.040 per dolar AS. Ia meminta pemerintah segera mengembalikan kepercayaan publik, sekaligus memperkuat fungsi lembaga negara dan birokrasi agar berjalan lebih efektif. Pada hari yang sama, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa kepemimpinan yang kuat tidak hanya diukur dari kemampuan menghadapi krisis. Menurutnya, menjaga kepercayaan masyarakat dan menciptakan peluang di tengah ketidakpastian juga menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi ekonomi yang menantang. Sementara itu, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menilai kondisi ekonomi, baik di tingkat global maupun domestik, sedang menghadapi tekanan. Ia mengingatkan bahwa pelemahan rupiah dan kondisi pasar keuangan dapat berdampak pada masyarakat, sehingga diperlukan kerja keras untuk menghadapi situasi tersebut. Meski disampaikan dalam waktu dan kesempatan yang berbeda, keempat tokoh tersebut memiliki benang merah yang sama, yakni pentingnya membangun dan menjaga kepercayaan publik di tengah tantangan ekonomi yang sedang dihadapi Indonesia. 📷  #baramaros #beritaseputarindonesia", "post_id": "7649245512423525639"}}, {"key": "hypekabar", "attributes": {"label": "hypekabar", "x": 50.41867050774573, "y": 534.3561900497095, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.394, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7649245512423525639", "id": "hypekabar", "source": "tiktok-000001", "content": "Di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang menjadi sorotan akibat pelemahan rupiah dan tekanan di pasar keuangan, sejumlah tokoh nasional turut menyampaikan pandangannya. Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Jusuf Kalla sama-sama menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik sebagai salah satu kunci untuk mendukung stabilitas ekonomi. Anies Baswedan lebih dulu menyampaikan pandangannya pada 20 Mei 2026. Menurutnya, yang dibutuhkan publik dan pelaku pasar saat ini adalah kepastian, transparansi, serta arah kebijakan yang jelas dari pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Selanjutnya, pada 4 Juni 2026, Ganjar Pranowo menyoroti kabar nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp18.040 per dolar AS. Ia meminta pemerintah segera mengembalikan kepercayaan publik, sekaligus memperkuat fungsi lembaga negara dan birokrasi agar berjalan lebih efektif. Pada hari yang sama, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa kepemimpinan yang kuat tidak hanya diukur dari kemampuan menghadapi krisis. Menurutnya, menjaga kepercayaan masyarakat dan menciptakan peluang di tengah ketidakpastian juga menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi ekonomi yang menantang. Sementara itu, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menilai kondisi ekonomi, baik di tingkat global maupun domestik, sedang menghadapi tekanan. Ia mengingatkan bahwa pelemahan rupiah dan kondisi pasar keuangan dapat berdampak pada masyarakat, sehingga diperlukan kerja keras untuk menghadapi situasi tersebut. Meski disampaikan dalam waktu dan kesempatan yang berbeda, keempat tokoh tersebut memiliki benang merah yang sama, yakni pentingnya membangun dan menjaga kepercayaan publik di tengah tantangan ekonomi yang sedang dihadapi Indonesia. 📷  #baramaros #beritaseputarindonesia", "post_id": "7649245512423525639"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 675.2815920274057, "y": 339.77352147021145, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653050172796144917", "id": "ojkindonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Analisis Fiskal : Isu Purbaya Tolak Pinjaman IMF-World Bank dan Kaitannya dengan Fluktuasi Rupiah Serta IHSG ⚖️ Pernyataan tegas Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa terkait komitmen menjaga kemandirian moneter tanpa bergantung pada pinjaman lembaga donor internasional memicu perdebatan sengit mengenai penyebab koreksi teknis nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan, sebuah analisis makroekonomi yang dinilai berimbang guna memetakan sentimen pasar riil dari faktor eksternal global. 📄 Berdasarkan data manifes perdagangan Bursa Efek Indonesia dan nilai kurs JISDOR, pelemahan instrumen keuangan domestik pada Juni 2026 ini faktualnya lebih dipengaruhi oleh sentimen tingginya suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta outflow modal asing jangka pendek. 📋 Otoritas  bersama  menegaskan bahwa kebijakan penolakan utang baru dari IMF maupun World Bank merupakan keputusan fungsional untuk menjaga rasio utang jangka panjang, sementara fluktuasi IHSG saat ini adalah siklus penyesuaian portofolio rutin investor makro yang tidak berkorelasi langsung dengan kebijakan penolakan pinjaman modal asing tersebut. 🔍 Langkah menjaga kedaulatan fiskal yang konsisten digaungkan oleh jajaran komisioner keuangan ini berdampak pada tingginya kepercayaan fundamental ekonomi bagi masyarakat bawah di tengah gejolak geopolitik. ✨  Ketegasan membatasi utang luar negeri patut didukung demi kedaulatan moneter nasional secara obyektif, namun di sisi lain, pemerintah dituntut bergerak taktis menciptakan stimulus investasi domestik yang ramah pasar agar volatilitas pasar modal tidak terus menekan kinerja korporasi lokal di ruang siber komersial. 🎯 Menurut analisis ekonomi Anda, apakah keputusan menolak pinjaman lembaga internasional sudah tepat bagi ketahanan jangka panjang Rupiah?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiahIHSG #PurbayaYudhiSadewa #KemandirianFiskal #EkonomiNasional", "post_id": "7653050172796144917"}}, {"key": "klipnewss", "attributes": {"label": "klipnewss", "x": 502.4304559768872, "y": 713.678128435311, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648681763572665620", "id": "klipnewss", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank sentral terbesar dunia di Asia kembali pertegas posisinya sebagai pembeli emas paling aktif. Bloomberg Technoz melaporkan pada Minggu (7/6/2026) bahwa People's Bank of China (PBOC) lanjut aksi borong emas di Mei 2026, dengan penambahan 320.000 troy ons yang memperpanjang rekor pembelian beruntun menjadi 19 bulan, terpanjang setidaknya sejak 2015. Yang menarik, aksi borong ini dilakukan justru saat harga emas global lagi tertekan dan mencatat penurunan bulanan 3 bulan berturut-turut, imbas kekhawatiran inflasi plus ekspektasi Fed hawkish akibat perang Timur Tengah. Goldman Sachs bahkan proyeksikan pembelian emas bank sentral global bakal makin intensif, dipicu dorongan de-dolarisasi dan diversifikasi cadangan devisa di tengah ketidakpastian geopolitik. Buat investor Indonesia, sinyal ini penting dibaca secara kritis. Aksi borong sistematis oleh bank sentral besar seperti PBOC adalah indikator struktural soal arah sistem moneter global, bukan sekadar sentimen sesaat. Jangka pendek, tekanan dari Fed hawkish dan dolar kuat masih bisa tekan harga emas. Tapi support jangka panjang dari demand bank sentral tetap kuat. Di tengah rupiah Rp18.033/USD dan ketidakpastian global, emas (Antam Rp2,8 juta/gram) tetap relevan sebagai aset diversifikasi. Strategi umum: alokasi 5-15% portofolio ke emas secara bertahap, bisa lewat logam mulia fisik, emas digital, atau saham mining ANTM dan MDKA. Pantau data cadangan emas bank sentral lain (Polandia, Turki, India, Singapura), keputusan Fed bulan ini, plus perkembangan AS-Iran sebagai katalis utama. Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648681763572665620"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 396.7034348894448, "y": 131.89192649384128, "size": 4.44, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 18.7535, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1497537732170043", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) mencatat lonjakan pertumbuhan yang sangat signifikan pada pemanfaatan skema Local Currency Transaction (LCT) atau penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal antara Indonesia dan China. Hanya dalam kurun waktu empat bulan pertama atau hingga akhir April 2026, nilai transaksi bilateral menggunakan rupiah dan renminbi (yuan) telah menembus angka USD13 miliar atau setara Rp233,75 triliun (kurs Rp17.981 per USD).\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa capaian ini mencerminkan akselerasi yang sangat pesat. Sebagai perbandingan, realisasi penggunaan mata uang lokal sepanjang tahun lalu secara keseluruhan berada di angka USD18 miliar.\n\n“Alhamdulillah, Puji Tuhan, bahwa local currency transaction antara Indonesia dengan China sangat besar. Tahun lalu secara keseluruhan USD18 miliar, tahun ini 4 bulan saja telah mencapai USD13 miliar,” kata Perry dalam konferensi pers RDG BI Bulanan di Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nMenurut Perry, implementasi mata uang lokal dalam aktivitas perdagangan serta investasi ini memberikan keuntungan besar bagi para pelaku usaha di kedua negara, khususnya dalam memangkas ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Strategi diversifikasi transaksi internasional ini akan terus diperkuat sebagai bagian dari benteng stabilitas moneter domestik.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/banking/tinggalkan-dolar-as-transaksi-mata-uang-lokal-ri-china-tembus-rp2337-triliun-dalam-4-bulan\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Istimewa \n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #LCT #BankIndonesia #Yuan", "post_id": "432781620563594_1497537732170043"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "attributes": {"label": "@TribunMedanTV", "x": 86.47117668238403, "y": 86.6012615173487, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7B6xetaksmQ", "id": "@TribunMedanTV", "source": "youtube-000001", "content": "Jika Rupiah Tembus Rp 25.000 Apa yang Terjadi❓\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM - Nilai tukar Rupiah kembali melemah di tengah penguatan dollar AS dan meningkatnya ketidakpastian global.\n\nSejumlah analis memperkirakan Rupiah masih berpotensi bergerak di kisaran Rp 18.000 per dollar AS dalam waktu dekat.\n\nKekhawatiran publik juga meningkat setelah muncul prediksi Rupiah bisa menyentuh Rp 25.000 per dollar AS.\n\nEkonom mengingatkan kondisi tersebut dapat memicu lonjakan inflasi, tekanan terhadap APBN, hingga gangguan ekonomi nasional.\n\nDi sisi lain, Bank Indonesia menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar. \n\nEditor Video: M Andimaz Kahfi\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan #rupiah #dollar #kurs", "post_id": "7B6xetaksmQ"}}, {"key": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "tribunmedantv", "x": 297.31587027438957, "y": 41.351664863895856, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.394, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7B6xetaksmQ", "id": "tribunmedantv", "source": "youtube-000001", "content": "Jika Rupiah Tembus Rp 25.000 Apa yang Terjadi❓\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM - Nilai tukar Rupiah kembali melemah di tengah penguatan dollar AS dan meningkatnya ketidakpastian global.\n\nSejumlah analis memperkirakan Rupiah masih berpotensi bergerak di kisaran Rp 18.000 per dollar AS dalam waktu dekat.\n\nKekhawatiran publik juga meningkat setelah muncul prediksi Rupiah bisa menyentuh Rp 25.000 per dollar AS.\n\nEkonom mengingatkan kondisi tersebut dapat memicu lonjakan inflasi, tekanan terhadap APBN, hingga gangguan ekonomi nasional.\n\nDi sisi lain, Bank Indonesia menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar. \n\nEditor Video: M Andimaz Kahfi\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan #rupiah #dollar #kurs", "post_id": "7B6xetaksmQ"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 135.51414427009811, "y": 471.6318054465628, "size": 13.9, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 142.3845, "in_degree": 0, "out_degree": 24, "degree": 24}, "_id": "83y5TX8AnXQ", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Jelang Akhir Pekan Rupiah Kembali Melemah, Kini Rp17.840 per USD | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan menjelang akhir pekan seiring menguatnya indeks dolar Amerika Serikat di atas level 100. Penguatan dolar terjadi setelah Federal Reserve memberikan sinyal kebijakan moneter yang masih cenderung hawkish, sehingga meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga AS dalam beberapa waktu ke depan.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Jumat siang rupiah melemah tipis ke level Rp17.840 per dolar AS. Meski demikian, pelaku pasar juga mencermati langkah Bank Indonesia yang kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih kuat akibat dominasi dolar Amerika Serikat di pasar global.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "83y5TX8AnXQ"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 393.7344726541582, "y": 390.8012380566588, "size": 11.41, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5941, "eigenvector": 109.839, "in_degree": 13, "out_degree": 0, "degree": 13}, "_id": "83y5TX8AnXQ", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Jelang Akhir Pekan Rupiah Kembali Melemah, Kini Rp17.840 per USD | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan menjelang akhir pekan seiring menguatnya indeks dolar Amerika Serikat di atas level 100. Penguatan dolar terjadi setelah Federal Reserve memberikan sinyal kebijakan moneter yang masih cenderung hawkish, sehingga meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga AS dalam beberapa waktu ke depan.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Jumat siang rupiah melemah tipis ke level Rp17.840 per dolar AS. Meski demikian, pelaku pasar juga mencermati langkah Bank Indonesia yang kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih kuat akibat dominasi dolar Amerika Serikat di pasar global.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "83y5TX8AnXQ"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 436.07438544223277, "y": 119.07146280095549, "size": 11.41, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5941, "eigenvector": 109.839, "in_degree": 26, "out_degree": 0, "degree": 26}, "_id": "83y5TX8AnXQ", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Jelang Akhir Pekan Rupiah Kembali Melemah, Kini Rp17.840 per USD | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan menjelang akhir pekan seiring menguatnya indeks dolar Amerika Serikat di atas level 100. Penguatan dolar terjadi setelah Federal Reserve memberikan sinyal kebijakan moneter yang masih cenderung hawkish, sehingga meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga AS dalam beberapa waktu ke depan.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Jumat siang rupiah melemah tipis ke level Rp17.840 per dolar AS. Meski demikian, pelaku pasar juga mencermati langkah Bank Indonesia yang kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih kuat akibat dominasi dolar Amerika Serikat di pasar global.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "83y5TX8AnXQ"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 537.9000966182007, "y": 449.0325290638827, "size": 11.41, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5941, "eigenvector": 109.839, "in_degree": 13, "out_degree": 0, "degree": 13}, "_id": "83y5TX8AnXQ", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Jelang Akhir Pekan Rupiah Kembali Melemah, Kini Rp17.840 per USD | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan menjelang akhir pekan seiring menguatnya indeks dolar Amerika Serikat di atas level 100. Penguatan dolar terjadi setelah Federal Reserve memberikan sinyal kebijakan moneter yang masih cenderung hawkish, sehingga meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga AS dalam beberapa waktu ke depan.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Jumat siang rupiah melemah tipis ke level Rp17.840 per dolar AS. Meski demikian, pelaku pasar juga mencermati langkah Bank Indonesia yang kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih kuat akibat dominasi dolar Amerika Serikat di pasar global.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "83y5TX8AnXQ"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 590.7918414758061, "y": 835.0966270648031, "size": 11.41, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5941, "eigenvector": 109.839, "in_degree": 13, "out_degree": 0, "degree": 13}, "_id": "83y5TX8AnXQ", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Jelang Akhir Pekan Rupiah Kembali Melemah, Kini Rp17.840 per USD | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan menjelang akhir pekan seiring menguatnya indeks dolar Amerika Serikat di atas level 100. Penguatan dolar terjadi setelah Federal Reserve memberikan sinyal kebijakan moneter yang masih cenderung hawkish, sehingga meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga AS dalam beberapa waktu ke depan.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Jumat siang rupiah melemah tipis ke level Rp17.840 per dolar AS. Meski demikian, pelaku pasar juga mencermati langkah Bank Indonesia yang kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih kuat akibat dominasi dolar Amerika Serikat di pasar global.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "83y5TX8AnXQ"}}, {"key": "@JCCNetwork", "attributes": {"label": "@JCCNetwork", "x": 125.27987258467033, "y": 774.0523349829912, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "oszbmfq3yck", "id": "@JCCNetwork", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Beberkan Faktor Penguat Rupiah, Target 2027 di Kisaran Rp16.800–Rp17.500\n\n‪‬ Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya ekonomi global, kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar valas, BI juga memperkirakan inflasi 2027 tetap terkendali di kisaran 2,5% ±1%, seiring pertumbuhan ekonomi yang solid dan masuknya lebih banyak modal asing ke Indonesia.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "oszbmfq3yck"}}, {"key": "JCCNetwork", "attributes": {"label": "JCCNetwork", "x": 280.93979967775454, "y": 705.9672532771133, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oszbmfq3yck", "id": "JCCNetwork", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Beberkan Faktor Penguat Rupiah, Target 2027 di Kisaran Rp16.800–Rp17.500\n\n‪‬ Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya ekonomi global, kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar valas, BI juga memperkirakan inflasi 2027 tetap terkendali di kisaran 2,5% ±1%, seiring pertumbuhan ekonomi yang solid dan masuknya lebih banyak modal asing ke Indonesia.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "oszbmfq3yck"}}, {"key": "jccbetwork.id", "attributes": {"label": "jccbetwork.id", "x": 561.7900507865708, "y": 511.14637347695424, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oszbmfq3yck", "id": "jccbetwork.id", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Beberkan Faktor Penguat Rupiah, Target 2027 di Kisaran Rp16.800–Rp17.500\n\n‪‬ Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya ekonomi global, kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar valas, BI juga memperkirakan inflasi 2027 tetap terkendali di kisaran 2,5% ±1%, seiring pertumbuhan ekonomi yang solid dan masuknya lebih banyak modal asing ke Indonesia.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "oszbmfq3yck"}}, {"key": "jcc_network", "attributes": {"label": "jcc_network", "x": 101.38949907884276, "y": 957.1351021537239, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oszbmfq3yck", "id": "jcc_network", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Beberkan Faktor Penguat Rupiah, Target 2027 di Kisaran Rp16.800–Rp17.500\n\n‪‬ Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya ekonomi global, kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar valas, BI juga memperkirakan inflasi 2027 tetap terkendali di kisaran 2,5% ±1%, seiring pertumbuhan ekonomi yang solid dan masuknya lebih banyak modal asing ke Indonesia.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "oszbmfq3yck"}}, {"key": "jccnetwork.id", "attributes": {"label": "jccnetwork.id", "x": 685.6644007679618, "y": 547.0745665881154, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oszbmfq3yck", "id": "jccnetwork.id", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Beberkan Faktor Penguat Rupiah, Target 2027 di Kisaran Rp16.800–Rp17.500\n\n‪‬ Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya ekonomi global, kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar valas, BI juga memperkirakan inflasi 2027 tetap terkendali di kisaran 2,5% ±1%, seiring pertumbuhan ekonomi yang solid dan masuknya lebih banyak modal asing ke Indonesia.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "oszbmfq3yck"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 511.1357572687062, "y": 838.9951365573803, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "fCnmhnkeR9E", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Perry Warjiyo dan Purbaya Sepakat Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter Hadapi Ketidakpastian Global\n\nGaruda Tv - Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.\n\nPenguatan koordinasi tersebut dibahas dalam rapat bersama yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas makroekonomi serta meningkatkan kepercayaan pasar.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah langkah strategis yang telah disepakati bersama untuk memperkuat sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal. Koordinasi yang erat dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.\n\nMenurut Perry, kerja sama yang solid antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan perekonomian nasional tetap tumbuh secara berkelanjutan.\n\nSementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter. Ia menilai sinergi antarlembaga akan membuat berbagai kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah menjadi lebih efektif dan memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat.\n\nPurbaya juga menekankan bahwa koordinasi yang kuat diperlukan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, memperkuat daya tahan ekonomi nasional, dan merespons dinamika pasar global secara cepat dan terukur.\n\nPemerintah dan Bank Indonesia berharap penguatan koordinasi ini dapat meningkatkan kepercayaan publik maupun pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, sinergi yang semakin erat diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.\n\nLangkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dan Bank Indonesia untuk terus menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan yang terkoordinasi, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#bankindonesia  #BI #kementeriankeuangan  #kemenkeu  #PerryWarjiyo #purbayayudhisadewa  #rupiah  #StabilitasRupiah #kebijakanmoneter  #kebijakanfiskal  #ekonomi  #stabilitasekonomi #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "fCnmhnkeR9E"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 907.7614801578445, "y": 748.2586943117687, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2913, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "fCnmhnkeR9E", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Perry Warjiyo dan Purbaya Sepakat Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter Hadapi Ketidakpastian Global\n\nGaruda Tv - Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.\n\nPenguatan koordinasi tersebut dibahas dalam rapat bersama yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas makroekonomi serta meningkatkan kepercayaan pasar.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah langkah strategis yang telah disepakati bersama untuk memperkuat sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal. Koordinasi yang erat dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.\n\nMenurut Perry, kerja sama yang solid antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan perekonomian nasional tetap tumbuh secara berkelanjutan.\n\nSementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter. Ia menilai sinergi antarlembaga akan membuat berbagai kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah menjadi lebih efektif dan memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat.\n\nPurbaya juga menekankan bahwa koordinasi yang kuat diperlukan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, memperkuat daya tahan ekonomi nasional, dan merespons dinamika pasar global secara cepat dan terukur.\n\nPemerintah dan Bank Indonesia berharap penguatan koordinasi ini dapat meningkatkan kepercayaan publik maupun pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, sinergi yang semakin erat diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.\n\nLangkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dan Bank Indonesia untuk terus menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan yang terkoordinasi, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#bankindonesia  #BI #kementeriankeuangan  #kemenkeu  #PerryWarjiyo #purbayayudhisadewa  #rupiah  #StabilitasRupiah #kebijakanmoneter  #kebijakanfiskal  #ekonomi  #stabilitasekonomi #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "fCnmhnkeR9E"}}, {"key": "@HippoAcademy", "attributes": {"label": "@HippoAcademy", "x": 928.0719127389019, "y": 139.20216738369163, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "won5ClMP_uU", "id": "@HippoAcademy", "source": "youtube-000001", "content": "PRABOWO BIKIN MALAYSIA PANIK! RUPIAH IHSG MELONJAK PESAT, SINGAPURA-MALAYSIA AUTO KETAR-KETIR!\n\nAkselerasi performa instrumen keuangan domestik dan penataan ketahanan sektor riil menjadi pilar utama Pemerintah Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi di kawasan Asia Tenggara. Pada perdagangan pertengahan Juni 2026, pasar modal nasional mencatatkan pertumbuhan impresif di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju positif hingga 5% pada sesi pertama. Lonjakan ini didorong oleh aksi korporasi penguatan aset serta konsolidasi strategis komitmen perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang berjalan selaras dengan meredanya tensi geopolitik global antara Amerika Serikat dan Iran sehingga memicu kembalinya kepercayaan investor global ke pasar berkembang (*emerging markets*).\n\nResiliensi finansial ini diperkuat oleh penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, yang memicu penyesuaian portofolio para pelaku pasar valuta asing demi memitigasi risiko spekulatif. Di sisi lain, lompatan besar di sektor hulu ditunjukkan oleh capaian swasembada pangan terintegrasi dengan volume cadangan beras nasional yang stabil. Langkah kemandirian pangan dan energi ini secara langsung mengubah peta ketergantungan logistik regional, sekaligus mendorong analisis komparatif dan evaluasi rantai pasok dari negara-negara mitra dagang seperti Singapura dan Malaysia terkait pergeseran pusat gravitasi ekonomi di kawasan. Simak ulasan mendalam mengenai analisis pergerakan IHSG, strategi pengelolaan cadangan pangan nasional, serta dampaknya bagi ketahanan ekonomi makro Indonesia di Asia Tenggara dalam video ini sampai selesai!\n\n#PasarModal #PertumbuhanIHSG #SwasembadaPangan #KetahananEkonomi #IndonesiaMaju\n\nFollow Sosial Media Hippo Academy 👇👇\n🔴 TikTok : https://www.tiktok.com/\n🔴 Instagram : https://www.instagram.com/hippoacademy.id/\n🔴 Facebook : https://www.facebook.com/share/1CnW57ATMR/\n\n© Copyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act of 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing.", "post_id": "won5ClMP_uU"}}, {"key": "hippoacademy.id/", "attributes": {"label": "hippoacademy.id/", "x": 967.0769256709353, "y": 554.0665854034839, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.394, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "won5ClMP_uU", "id": "hippoacademy.id/", "source": "youtube-000001", "content": "PRABOWO BIKIN MALAYSIA PANIK! RUPIAH IHSG MELONJAK PESAT, SINGAPURA-MALAYSIA AUTO KETAR-KETIR!\n\nAkselerasi performa instrumen keuangan domestik dan penataan ketahanan sektor riil menjadi pilar utama Pemerintah Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi di kawasan Asia Tenggara. Pada perdagangan pertengahan Juni 2026, pasar modal nasional mencatatkan pertumbuhan impresif di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju positif hingga 5% pada sesi pertama. Lonjakan ini didorong oleh aksi korporasi penguatan aset serta konsolidasi strategis komitmen perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang berjalan selaras dengan meredanya tensi geopolitik global antara Amerika Serikat dan Iran sehingga memicu kembalinya kepercayaan investor global ke pasar berkembang (*emerging markets*).\n\nResiliensi finansial ini diperkuat oleh penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, yang memicu penyesuaian portofolio para pelaku pasar valuta asing demi memitigasi risiko spekulatif. Di sisi lain, lompatan besar di sektor hulu ditunjukkan oleh capaian swasembada pangan terintegrasi dengan volume cadangan beras nasional yang stabil. Langkah kemandirian pangan dan energi ini secara langsung mengubah peta ketergantungan logistik regional, sekaligus mendorong analisis komparatif dan evaluasi rantai pasok dari negara-negara mitra dagang seperti Singapura dan Malaysia terkait pergeseran pusat gravitasi ekonomi di kawasan. Simak ulasan mendalam mengenai analisis pergerakan IHSG, strategi pengelolaan cadangan pangan nasional, serta dampaknya bagi ketahanan ekonomi makro Indonesia di Asia Tenggara dalam video ini sampai selesai!\n\n#PasarModal #PertumbuhanIHSG #SwasembadaPangan #KetahananEkonomi #IndonesiaMaju\n\nFollow Sosial Media Hippo Academy 👇👇\n🔴 TikTok : https://www.tiktok.com/\n🔴 Instagram : https://www.instagram.com/hippoacademy.id/\n🔴 Facebook : https://www.facebook.com/share/1CnW57ATMR/\n\n© Copyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act of 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing.", "post_id": "won5ClMP_uU"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 304.9920594581995, "y": 687.6846552476225, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "1bhGIJWwZo8", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonom Respons Kenaikan BI Rate jadi 5,75 Persen, Demi Rupiah atau Bersiap Cicilan Naik?\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Rapat dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.\n\nBI bilang kenaikan BI rate untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.\n\nKenaikan BI rate dilakukan sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global.\n\nSelain itu, kenaikan BI Rate juga dilakukan untuk menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen.\n\nBagaimana persepsi masyarakat atau level akar rumput terhadap kebijakan ini?\n\nApakah bank akan menaikkan bunga cicilan dan simpanan? Kompas Bisnis tanya Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede.\n\n#birate #rupiah #bankindonesia #ekonomi #bisnis\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "1bhGIJWwZo8"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 339.8720156494104, "y": 23.934042401895674, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2913, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "1bhGIJWwZo8", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonom Respons Kenaikan BI Rate jadi 5,75 Persen, Demi Rupiah atau Bersiap Cicilan Naik?\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Rapat dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.\n\nBI bilang kenaikan BI rate untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.\n\nKenaikan BI rate dilakukan sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global.\n\nSelain itu, kenaikan BI Rate juga dilakukan untuk menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen.\n\nBagaimana persepsi masyarakat atau level akar rumput terhadap kebijakan ini?\n\nApakah bank akan menaikkan bunga cicilan dan simpanan? Kompas Bisnis tanya Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede.\n\n#birate #rupiah #bankindonesia #ekonomi #bisnis\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "1bhGIJWwZo8"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 540.3770343106147, "y": 801.1269397656864, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "JForYpZ_rV4", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] BI Rate 5,75 Persen, Demi Rupiah atau Bersiap Cicilan Naik? Ini Kata Ekonom\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Rapat dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.\n\nBI bilang kenaikan BI rate untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.\n\nKenaikan BI rate dilakukan sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global.\n\nSelain itu, kenaikan BI Rate juga dilakukan untuk menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen.\n\nBagaimana persepsi masyarakat atau level akar rumput terhadap kebijakan ini?\n\nApakah bank akan menaikkan bunga cicilan dan simpanan? Kompas Bisnis tanya Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede.\n\nVideo Editor: Joshua\nProduser: Theo Reza\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "JForYpZ_rV4"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 249.62607671208093, "y": 212.22117238431326, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2913, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "JForYpZ_rV4", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] BI Rate 5,75 Persen, Demi Rupiah atau Bersiap Cicilan Naik? Ini Kata Ekonom\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Rapat dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.\n\nBI bilang kenaikan BI rate untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.\n\nKenaikan BI rate dilakukan sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global.\n\nSelain itu, kenaikan BI Rate juga dilakukan untuk menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen.\n\nBagaimana persepsi masyarakat atau level akar rumput terhadap kebijakan ini?\n\nApakah bank akan menaikkan bunga cicilan dan simpanan? Kompas Bisnis tanya Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede.\n\nVideo Editor: Joshua\nProduser: Theo Reza\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "JForYpZ_rV4"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 858.1452695154929, "y": 531.6317569561024, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "0apVHpnfQUs", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "DOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDalam video ini kita akan membahas fenomena yang jarang disadari oleh masyarakat Indonesia, yaitu bagaimana Indonesia perlahan berubah menjadi \"Republik Tepung\". Ketergantungan masyarakat terhadap makanan berbasis tepung dan gandum impor terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara Indonesia bukanlah negara penghasil gandum. Akibatnya, puluhan triliun rupiah devisa harus keluar setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan impor gandum yang terus melonjak. Apakah kondisi ini hanya sekadar perubahan pola konsumsi, atau ada faktor ekonomi global yang lebih besar di baliknya?\n\nVideo ini mengulas sejarah masuknya gandum ke Indonesia, perubahan pola makan masyarakat, menjamurnya makanan berbasis tepung di berbagai daerah, hingga dampaknya terhadap neraca perdagangan dan cadangan devisa negara. Kita juga akan membahas mengapa Indonesia yang kaya akan sumber karbohidrat lokal seperti singkong, ubi, sagu, dan jagung justru semakin bergantung pada gandum impor. Benarkah ketergantungan ini menjadi salah satu faktor yang membuat devisa terus mengalir ke luar negeri? Apakah konsumsi gandum yang terus meningkat dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional dan nilai tukar rupiah dalam jangka panjang?\n\nSelain itu, video ini juga mengulas perkembangan industri pangan Indonesia, impor gandum Indonesia, konsumsi tepung terigu nasional, kondisi petani lokal, strategi ketahanan pangan, kedaulatan pangan Indonesia, serta tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia di tengah persaingan global. Dengan data, fakta, dan analisis ekonomi yang menarik, video ini akan membantu Anda memahami bagaimana kebiasaan konsumsi masyarakat dapat berdampak pada perekonomian negara secara keseluruhan.\n\nTonton sampai selesai dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Apakah Indonesia sudah terlalu bergantung pada gandum impor? Apakah pangan lokal bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan tersebut? Jangan lupa subscribe, nyalakan lonceng notifikasi, dan dukung channel ini agar terus menghadirkan analisis ekonomi, geopolitik, perdagangan internasional, dan isu strategis Indonesia yang jarang dibahas media arus utama.\n\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "0apVHpnfQUs"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 451.3715251300111, "y": 488.64582697375636, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0apVHpnfQUs", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "DOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDalam video ini kita akan membahas fenomena yang jarang disadari oleh masyarakat Indonesia, yaitu bagaimana Indonesia perlahan berubah menjadi \"Republik Tepung\". Ketergantungan masyarakat terhadap makanan berbasis tepung dan gandum impor terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara Indonesia bukanlah negara penghasil gandum. Akibatnya, puluhan triliun rupiah devisa harus keluar setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan impor gandum yang terus melonjak. Apakah kondisi ini hanya sekadar perubahan pola konsumsi, atau ada faktor ekonomi global yang lebih besar di baliknya?\n\nVideo ini mengulas sejarah masuknya gandum ke Indonesia, perubahan pola makan masyarakat, menjamurnya makanan berbasis tepung di berbagai daerah, hingga dampaknya terhadap neraca perdagangan dan cadangan devisa negara. Kita juga akan membahas mengapa Indonesia yang kaya akan sumber karbohidrat lokal seperti singkong, ubi, sagu, dan jagung justru semakin bergantung pada gandum impor. Benarkah ketergantungan ini menjadi salah satu faktor yang membuat devisa terus mengalir ke luar negeri? Apakah konsumsi gandum yang terus meningkat dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional dan nilai tukar rupiah dalam jangka panjang?\n\nSelain itu, video ini juga mengulas perkembangan industri pangan Indonesia, impor gandum Indonesia, konsumsi tepung terigu nasional, kondisi petani lokal, strategi ketahanan pangan, kedaulatan pangan Indonesia, serta tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia di tengah persaingan global. Dengan data, fakta, dan analisis ekonomi yang menarik, video ini akan membantu Anda memahami bagaimana kebiasaan konsumsi masyarakat dapat berdampak pada perekonomian negara secara keseluruhan.\n\nTonton sampai selesai dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Apakah Indonesia sudah terlalu bergantung pada gandum impor? Apakah pangan lokal bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan tersebut? Jangan lupa subscribe, nyalakan lonceng notifikasi, dan dukung channel ini agar terus menghadirkan analisis ekonomi, geopolitik, perdagangan internasional, dan isu strategis Indonesia yang jarang dibahas media arus utama.\n\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "0apVHpnfQUs"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 92.11113676093518, "y": 5.596785907487467, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0apVHpnfQUs", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "DOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDalam video ini kita akan membahas fenomena yang jarang disadari oleh masyarakat Indonesia, yaitu bagaimana Indonesia perlahan berubah menjadi \"Republik Tepung\". Ketergantungan masyarakat terhadap makanan berbasis tepung dan gandum impor terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara Indonesia bukanlah negara penghasil gandum. Akibatnya, puluhan triliun rupiah devisa harus keluar setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan impor gandum yang terus melonjak. Apakah kondisi ini hanya sekadar perubahan pola konsumsi, atau ada faktor ekonomi global yang lebih besar di baliknya?\n\nVideo ini mengulas sejarah masuknya gandum ke Indonesia, perubahan pola makan masyarakat, menjamurnya makanan berbasis tepung di berbagai daerah, hingga dampaknya terhadap neraca perdagangan dan cadangan devisa negara. Kita juga akan membahas mengapa Indonesia yang kaya akan sumber karbohidrat lokal seperti singkong, ubi, sagu, dan jagung justru semakin bergantung pada gandum impor. Benarkah ketergantungan ini menjadi salah satu faktor yang membuat devisa terus mengalir ke luar negeri? Apakah konsumsi gandum yang terus meningkat dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional dan nilai tukar rupiah dalam jangka panjang?\n\nSelain itu, video ini juga mengulas perkembangan industri pangan Indonesia, impor gandum Indonesia, konsumsi tepung terigu nasional, kondisi petani lokal, strategi ketahanan pangan, kedaulatan pangan Indonesia, serta tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia di tengah persaingan global. Dengan data, fakta, dan analisis ekonomi yang menarik, video ini akan membantu Anda memahami bagaimana kebiasaan konsumsi masyarakat dapat berdampak pada perekonomian negara secara keseluruhan.\n\nTonton sampai selesai dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Apakah Indonesia sudah terlalu bergantung pada gandum impor? Apakah pangan lokal bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan tersebut? Jangan lupa subscribe, nyalakan lonceng notifikasi, dan dukung channel ini agar terus menghadirkan analisis ekonomi, geopolitik, perdagangan internasional, dan isu strategis Indonesia yang jarang dibahas media arus utama.\n\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "0apVHpnfQUs"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 390.05137327211094, "y": 684.1271051567461, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0apVHpnfQUs", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "DOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDalam video ini kita akan membahas fenomena yang jarang disadari oleh masyarakat Indonesia, yaitu bagaimana Indonesia perlahan berubah menjadi \"Republik Tepung\". Ketergantungan masyarakat terhadap makanan berbasis tepung dan gandum impor terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara Indonesia bukanlah negara penghasil gandum. Akibatnya, puluhan triliun rupiah devisa harus keluar setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan impor gandum yang terus melonjak. Apakah kondisi ini hanya sekadar perubahan pola konsumsi, atau ada faktor ekonomi global yang lebih besar di baliknya?\n\nVideo ini mengulas sejarah masuknya gandum ke Indonesia, perubahan pola makan masyarakat, menjamurnya makanan berbasis tepung di berbagai daerah, hingga dampaknya terhadap neraca perdagangan dan cadangan devisa negara. Kita juga akan membahas mengapa Indonesia yang kaya akan sumber karbohidrat lokal seperti singkong, ubi, sagu, dan jagung justru semakin bergantung pada gandum impor. Benarkah ketergantungan ini menjadi salah satu faktor yang membuat devisa terus mengalir ke luar negeri? Apakah konsumsi gandum yang terus meningkat dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional dan nilai tukar rupiah dalam jangka panjang?\n\nSelain itu, video ini juga mengulas perkembangan industri pangan Indonesia, impor gandum Indonesia, konsumsi tepung terigu nasional, kondisi petani lokal, strategi ketahanan pangan, kedaulatan pangan Indonesia, serta tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia di tengah persaingan global. Dengan data, fakta, dan analisis ekonomi yang menarik, video ini akan membantu Anda memahami bagaimana kebiasaan konsumsi masyarakat dapat berdampak pada perekonomian negara secara keseluruhan.\n\nTonton sampai selesai dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Apakah Indonesia sudah terlalu bergantung pada gandum impor? Apakah pangan lokal bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan tersebut? Jangan lupa subscribe, nyalakan lonceng notifikasi, dan dukung channel ini agar terus menghadirkan analisis ekonomi, geopolitik, perdagangan internasional, dan isu strategis Indonesia yang jarang dibahas media arus utama.\n\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "0apVHpnfQUs"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 59.20480008529416, "y": 34.69103970975529, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0apVHpnfQUs", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "DOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDalam video ini kita akan membahas fenomena yang jarang disadari oleh masyarakat Indonesia, yaitu bagaimana Indonesia perlahan berubah menjadi \"Republik Tepung\". Ketergantungan masyarakat terhadap makanan berbasis tepung dan gandum impor terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara Indonesia bukanlah negara penghasil gandum. Akibatnya, puluhan triliun rupiah devisa harus keluar setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan impor gandum yang terus melonjak. Apakah kondisi ini hanya sekadar perubahan pola konsumsi, atau ada faktor ekonomi global yang lebih besar di baliknya?\n\nVideo ini mengulas sejarah masuknya gandum ke Indonesia, perubahan pola makan masyarakat, menjamurnya makanan berbasis tepung di berbagai daerah, hingga dampaknya terhadap neraca perdagangan dan cadangan devisa negara. Kita juga akan membahas mengapa Indonesia yang kaya akan sumber karbohidrat lokal seperti singkong, ubi, sagu, dan jagung justru semakin bergantung pada gandum impor. Benarkah ketergantungan ini menjadi salah satu faktor yang membuat devisa terus mengalir ke luar negeri? Apakah konsumsi gandum yang terus meningkat dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional dan nilai tukar rupiah dalam jangka panjang?\n\nSelain itu, video ini juga mengulas perkembangan industri pangan Indonesia, impor gandum Indonesia, konsumsi tepung terigu nasional, kondisi petani lokal, strategi ketahanan pangan, kedaulatan pangan Indonesia, serta tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia di tengah persaingan global. Dengan data, fakta, dan analisis ekonomi yang menarik, video ini akan membantu Anda memahami bagaimana kebiasaan konsumsi masyarakat dapat berdampak pada perekonomian negara secara keseluruhan.\n\nTonton sampai selesai dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Apakah Indonesia sudah terlalu bergantung pada gandum impor? Apakah pangan lokal bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan tersebut? Jangan lupa subscribe, nyalakan lonceng notifikasi, dan dukung channel ini agar terus menghadirkan analisis ekonomi, geopolitik, perdagangan internasional, dan isu strategis Indonesia yang jarang dibahas media arus utama.\n\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "0apVHpnfQUs"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 721.1692993716802, "y": 203.9161833674644, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "Yj94XU0L944", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] KLBF Diuji Kurs Rupiah dan Peluang Growth Engine Baru | INSIGHT EMITEN\n\nKABARBURSA.COM — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencetak all-time high di Rp18.190 per USD pada 8 Juni 2026, menekan biaya bahan baku impor industri farmasi nasional. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) tetap membuktikan ketahanannya dengan membukukan penjualan neto kuartal I 2026 tumbuh 10,13 persen menjadi Rp9,68 triliun, ditopang lini Distribusi dan Logistik senilai Rp3,49 triliun.Perseroan juga menjalankan buyback saham senilai Rp500 miliar untuk mengerek proforma EPS ke Rp81,19, sembari menyiapkan pabrik bahan baku obat PT Livzon Pharma Indonesia guna memangkas ketergantungan impor.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut stabilitas industri farmasi nasional di tengah gejolak kurs yang berdampak luas pada harga obat dan layanan kesehatan masyarakat. Saksikan analisis lengkapnya bersama Tasya Natalia, Researcher Mikirduit — jangan lupa subscribe dan bagikan pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#klbf #kalbefarma #kursrupiah #rupiahmelemah #sahamfarmasi #buybacksaham #ihsg #emitenfarmasi #livzonpharma #dividensaham #bisniskesehatan #investasisaham #ekonomiindonesia #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "Yj94XU0L944"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 301.11424416763566, "y": 134.60158517686315, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2913, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Yj94XU0L944", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] KLBF Diuji Kurs Rupiah dan Peluang Growth Engine Baru | INSIGHT EMITEN\n\nKABARBURSA.COM — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencetak all-time high di Rp18.190 per USD pada 8 Juni 2026, menekan biaya bahan baku impor industri farmasi nasional. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) tetap membuktikan ketahanannya dengan membukukan penjualan neto kuartal I 2026 tumbuh 10,13 persen menjadi Rp9,68 triliun, ditopang lini Distribusi dan Logistik senilai Rp3,49 triliun.Perseroan juga menjalankan buyback saham senilai Rp500 miliar untuk mengerek proforma EPS ke Rp81,19, sembari menyiapkan pabrik bahan baku obat PT Livzon Pharma Indonesia guna memangkas ketergantungan impor.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut stabilitas industri farmasi nasional di tengah gejolak kurs yang berdampak luas pada harga obat dan layanan kesehatan masyarakat. Saksikan analisis lengkapnya bersama Tasya Natalia, Researcher Mikirduit — jangan lupa subscribe dan bagikan pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#klbf #kalbefarma #kursrupiah #rupiahmelemah #sahamfarmasi #buybacksaham #ihsg #emitenfarmasi #livzonpharma #dividensaham #bisniskesehatan #investasisaham #ekonomiindonesia #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "Yj94XU0L944"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 668.8480668823438, "y": 427.1968926780957, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "PrguqERnpUQ", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "EKONOMI RI DALAM BAHAYA? Surplus Dagang Nyaris Habis, Rupiah Siap-Siap Goyang!\n\nAlarm bahaya bagi stabilitas ekonomi Indonesia! Neraca perdagangan Indonesia mengalami guncangan hebat di awal tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus perdagangan April 2026 ambles drastis menjadi hanya 89,1 juta dollar AS, jatuh dari angka 3,32 miliar dollar AS di bulan sebelumnya. Ke mana perginya devisa kita?\n\nLonjakan impor migas yang meroket lebih dari 80% akibat konflik geopolitik di Timur Tengah dan tingginya harga energi global menjadi biang kerok utama. Kondisi ini membuat sektor non-migas kehabisan tenaga untuk menopang ketahanan eksternal kita. Para ekonom, termasuk Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Fakhrul Fulvian dan Guru Besar UAJY Aloysius Gunadi Brata, memperingatkan potensi pelebaran defisit neraca transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) pada Kuartal II-2026.\n\nDampak perang kini mulai merambat ke dompet masyarakat lewat inflasi sektor transportasi (bensin, solar, hingga tarif angkutan udara). Bagaimana nasib nilai tukar Rupiah ke depan? Apakah bauran kebijakan makroekonomi pemerintah mampu menahan sentimen negatif pasar keuangan dan menjaga kepercayaan investor? Simak analisis kritis dan data lengkapnya di video ini!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #ekonomiindonesia  #SurplusDagang #ImporMigas #rupiah  #krisisenergi  #beritaekonomi  #macroeconomics  #youtubeindonesia \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "PrguqERnpUQ"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 433.60488273795386, "y": 626.8134340859143, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2913, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "PrguqERnpUQ", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "EKONOMI RI DALAM BAHAYA? Surplus Dagang Nyaris Habis, Rupiah Siap-Siap Goyang!\n\nAlarm bahaya bagi stabilitas ekonomi Indonesia! Neraca perdagangan Indonesia mengalami guncangan hebat di awal tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus perdagangan April 2026 ambles drastis menjadi hanya 89,1 juta dollar AS, jatuh dari angka 3,32 miliar dollar AS di bulan sebelumnya. Ke mana perginya devisa kita?\n\nLonjakan impor migas yang meroket lebih dari 80% akibat konflik geopolitik di Timur Tengah dan tingginya harga energi global menjadi biang kerok utama. Kondisi ini membuat sektor non-migas kehabisan tenaga untuk menopang ketahanan eksternal kita. Para ekonom, termasuk Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Fakhrul Fulvian dan Guru Besar UAJY Aloysius Gunadi Brata, memperingatkan potensi pelebaran defisit neraca transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) pada Kuartal II-2026.\n\nDampak perang kini mulai merambat ke dompet masyarakat lewat inflasi sektor transportasi (bensin, solar, hingga tarif angkutan udara). Bagaimana nasib nilai tukar Rupiah ke depan? Apakah bauran kebijakan makroekonomi pemerintah mampu menahan sentimen negatif pasar keuangan dan menjaga kepercayaan investor? Simak analisis kritis dan data lengkapnya di video ini!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #ekonomiindonesia  #SurplusDagang #ImporMigas #rupiah  #krisisenergi  #beritaekonomi  #macroeconomics  #youtubeindonesia \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "PrguqERnpUQ"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 744.4471084184147, "y": 576.8528809201489, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "zJ4y07unrfY", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "[BREAKING NEWS] Jaga Stabilitas Rupia, Bank Indonesia Kembali Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75%\n\nTUTUR.co.id -  Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 17-18 Juni 2026. Keputusan ini melanjutkan langkah pengetatan moneter yang sebelumnya dilakukan BI, sekaligus sejalan dengan ekspektasi mayoritas analis yang memperkirakan kenaikan suku bunga di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kenaikan BI Rate dilakukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak global yang masih tinggi. Selain itu, BI juga menaikkan suku bunga deposit facility menjadi 4,75 persen dan lending facility menjadi 6,50 persen sebagai bagian dari upaya menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen.\n\n#BankIndonesia #BI #RDGBI #PerryWarjiyo #SukuBungaBI #Rupiah #Inflasi #EkonomiIndonesia #KebijakanMoneter #BeritaEkonomi #breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "zJ4y07unrfY"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 600.2304134973544, "y": 955.3313764734523, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.394, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zJ4y07unrfY", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "[BREAKING NEWS] Jaga Stabilitas Rupia, Bank Indonesia Kembali Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75%\n\nTUTUR.co.id -  Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 17-18 Juni 2026. Keputusan ini melanjutkan langkah pengetatan moneter yang sebelumnya dilakukan BI, sekaligus sejalan dengan ekspektasi mayoritas analis yang memperkirakan kenaikan suku bunga di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kenaikan BI Rate dilakukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak global yang masih tinggi. Selain itu, BI juga menaikkan suku bunga deposit facility menjadi 4,75 persen dan lending facility menjadi 6,50 persen sebagai bagian dari upaya menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen.\n\n#BankIndonesia #BI #RDGBI #PerryWarjiyo #SukuBungaBI #Rupiah #Inflasi #EkonomiIndonesia #KebijakanMoneter #BeritaEkonomi #breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "zJ4y07unrfY"}}, {"key": "@tribunjakarta", "attributes": {"label": "@tribunjakarta", "x": 615.1744912001891, "y": 34.3063397331339, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "o0_YXoDakxU", "id": "@tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "BEM SI Ancam Gelar Demo Reformasi Jilid II, BIN Buka Suara Ingatkan Stabilitas Keamanan Negara\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - epala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra merespons ultimatum mahasiswa terkait akan digelarnya aksi demo reformasi jilid II.\n\nHerindra menyerukan pentingnya menjaga stabilitas sosial dan persatuan bangsa, terkait aksi tersebut.\n\nSebelumya, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Tengah memberikan ultimatum kepada pemerintah.\n\nMahasiswa mendesak pemerintah untuk memperbaiki nilai tukar rupiah dan kondisi ekonomi nasional dalam waktu 18 hari.\n\nJika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, maka mahasiswa akan melakukan aksi demo besar-besaran yang diberi nama Reformasi Jilid II.\n\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/nasional/7...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader : Wening Cahya Mahardika\n\n#ReaksiBIN, #BEMSI, #ReformasiJilidII, #DemoMahasiswa, #JagaPersatuan, #BadanIntelijenNegara, #AksiMahasiswa, #UltimatumBEMSI, #StabilitasNasional, #BreakingNews, #InfoNasional, #PolitikIndonesia, #BeritaViral, #Kamtibmas, #TrendingTopic, #KabarViral, #HotNews, #BeritaTerbaru\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "o0_YXoDakxU"}}, {"key": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "tribunjakarta", "x": 825.7190432339896, "y": 659.8905082343659, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.317, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "o0_YXoDakxU", "id": "tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "BEM SI Ancam Gelar Demo Reformasi Jilid II, BIN Buka Suara Ingatkan Stabilitas Keamanan Negara\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - epala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra merespons ultimatum mahasiswa terkait akan digelarnya aksi demo reformasi jilid II.\n\nHerindra menyerukan pentingnya menjaga stabilitas sosial dan persatuan bangsa, terkait aksi tersebut.\n\nSebelumya, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Tengah memberikan ultimatum kepada pemerintah.\n\nMahasiswa mendesak pemerintah untuk memperbaiki nilai tukar rupiah dan kondisi ekonomi nasional dalam waktu 18 hari.\n\nJika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, maka mahasiswa akan melakukan aksi demo besar-besaran yang diberi nama Reformasi Jilid II.\n\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/nasional/7...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader : Wening Cahya Mahardika\n\n#ReaksiBIN, #BEMSI, #ReformasiJilidII, #DemoMahasiswa, #JagaPersatuan, #BadanIntelijenNegara, #AksiMahasiswa, #UltimatumBEMSI, #StabilitasNasional, #BreakingNews, #InfoNasional, #PolitikIndonesia, #BeritaViral, #Kamtibmas, #TrendingTopic, #KabarViral, #HotNews, #BeritaTerbaru\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "o0_YXoDakxU"}}, {"key": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "tribun.jakart...", "x": 682.3945353759133, "y": 438.01085303538446, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.317, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "o0_YXoDakxU", "id": "tribun.jakart...", "source": "youtube-000001", "content": "BEM SI Ancam Gelar Demo Reformasi Jilid II, BIN Buka Suara Ingatkan Stabilitas Keamanan Negara\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - epala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra merespons ultimatum mahasiswa terkait akan digelarnya aksi demo reformasi jilid II.\n\nHerindra menyerukan pentingnya menjaga stabilitas sosial dan persatuan bangsa, terkait aksi tersebut.\n\nSebelumya, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Tengah memberikan ultimatum kepada pemerintah.\n\nMahasiswa mendesak pemerintah untuk memperbaiki nilai tukar rupiah dan kondisi ekonomi nasional dalam waktu 18 hari.\n\nJika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, maka mahasiswa akan melakukan aksi demo besar-besaran yang diberi nama Reformasi Jilid II.\n\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/nasional/7...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader : Wening Cahya Mahardika\n\n#ReaksiBIN, #BEMSI, #ReformasiJilidII, #DemoMahasiswa, #JagaPersatuan, #BadanIntelijenNegara, #AksiMahasiswa, #UltimatumBEMSI, #StabilitasNasional, #BreakingNews, #InfoNasional, #PolitikIndonesia, #BeritaViral, #Kamtibmas, #TrendingTopic, #KabarViral, #HotNews, #BeritaTerbaru\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "o0_YXoDakxU"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "attributes": {"label": "@KanalBankIndonesia", "x": 440.30968435959784, "y": 453.38648871644824, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "HrNt8dgje4A", "id": "@KanalBankIndonesia", "source": "youtube-000001", "content": "BI-Rate Naik 25 bps Menjadi 5,75%: Memperkuat Stabilitas, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi\n\nBI-Rate naik 25 bps menjadi 5,75%!\n\n#SobatRupiah, dalam #RDGBI Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan BI-Rate menjadi 5,75%.\n\nKenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%.\n\nLalu, apa lagi langkah kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia?\n\nMari simak rangkuman RDG Juni 2026 untuk #BeriMakna menambah pemahaman Sobat terkait kebijakan Bank Indonesia untuk perekonomian kita!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "HrNt8dgje4A"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "BankIndonesiaOfficial", "x": 764.44038312653, "y": 411.435546129745, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "HrNt8dgje4A", "id": "BankIndonesiaOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "BI-Rate Naik 25 bps Menjadi 5,75%: Memperkuat Stabilitas, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi\n\nBI-Rate naik 25 bps menjadi 5,75%!\n\n#SobatRupiah, dalam #RDGBI Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan BI-Rate menjadi 5,75%.\n\nKenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%.\n\nLalu, apa lagi langkah kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia?\n\nMari simak rangkuman RDG Juni 2026 untuk #BeriMakna menambah pemahaman Sobat terkait kebijakan Bank Indonesia untuk perekonomian kita!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "HrNt8dgje4A"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 521.6542004838592, "y": 284.38269120143786, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "ylDsVESDHNw", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Aksi Borong Emas Berlanjut Lagi! Nilainya Fantastis, Apa Yang Sebenarnya Terjadi?\n\n🔥 AKSI BORONG EMAS BERLANJUT LAGI! NILAINYA FANTASTIS, APA YANG SEBENARNYA TERJADI? 🔥\n\nKetika banyak investor sibuk memperhatikan naik turunnya harga emas setiap hari, justru bank sentral kembali melakukan aksi yang mengejutkan dunia. Kali ini, Bank Nasional Georgia (NBG) mengumumkan pembelian emas fisik senilai US$100 juta atau sekitar Rp1,79 triliun!\n\n🏆 Mengapa sebuah negara rela menggelontorkan dana hingga triliunan rupiah untuk membeli emas?\n\n🏆 Apa yang sebenarnya mereka lihat dari kondisi ekonomi global saat ini?\n\n🏆 Mengapa bank sentral di berbagai negara terus menambah cadangan emas mereka?\n\n🏆 Apakah ini pertanda bahwa dunia sedang bersiap menghadapi risiko ekonomi yang lebih besar?\n\nDalam video Inner Boost kali ini, kita akan membahas secara mendalam dan mudah dipahami mengenai aksi borong emas terbaru yang kembali dilakukan oleh bank sentral. Kita akan mengupas alasan di balik keputusan tersebut, strategi diversifikasi cadangan devisa, ancaman inflasi global, konflik geopolitik, hingga alasan mengapa emas masih dianggap sebagai aset safe haven paling penting di dunia.\n\n✅ Pembelian emas US$100 juta oleh Bank Nasional Georgia (NBG)\n\n✅ Cadangan emas Georgia meningkat menjadi 15,5%\n\n✅ Rekor cadangan internasional Georgia mencapai US$7 miliar\n\n✅ Penjelasan lengkap mengenai metrik ARA IMF\n\n✅ Data World Gold Council tentang pembelian emas Georgia\n\n✅ Strategi bank sentral menghadapi inflasi dan krisis global\n\n✅ Dampak konflik Ukraina terhadap pasar emas\n\n✅ Ketegangan Timur Tengah dan pengaruhnya terhadap ekonomi dunia\n\n✅ Gesekan perdagangan Amerika Serikat dan Tiongkok\n\n✅ Konflik AS-Iran yang meningkatkan ketidakpastian global\n\n✅ Mengapa emas tetap menjadi aset perlindungan utama\n\n✅ Bagaimana aksi bank sentral dapat menopang harga emas dunia\n\nVideo ini sangat penting ditonton bagi siapa saja yang tertarik dengan:\n\n📈 Investasi emas\n\n📈 Ekonomi global\n\n📈 Keuangan dan finansial\n\n📈 Inflasi dan krisis ekonomi\n\n📈 Cadangan devisa negara\n\n📈 Kebijakan bank sentral\n\n📈 Geopolitik dunia\n\n📈 Safe haven asset\n\n📈 World Gold Council\n\n📈 IMF dan ekonomi internasional\n\nKarena sering kali sinyal terbesar tentang masa depan ekonomi dunia tidak datang dari berita utama, melainkan dari tindakan para pengambil kebijakan yang memiliki akses terhadap data dan informasi paling lengkap.\n\n💡 Apakah aksi borong emas ini merupakan pertanda bahwa ketidakpastian global masih akan berlanjut?\n\n💡 Apakah harga emas masih memiliki potensi di masa depan?\n\n💡 Dan pelajaran apa yang bisa kita ambil dari strategi yang digunakan bank-bank sentral dunia?\n\nTonton video ini sampai selesai agar tidak melewatkan informasi penting yang bisa membantu Anda memahami arah ekonomi global saat ini.\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n\n🌟 Selamat datang di Inner Boost 🌟\n\nChannel yang membahas:\n✔ Ekonomi Global\n✔ Geopolitik Dunia\n✔ Investasi dan Keuangan\n✔ Pengembangan Diri\n✔ Psikologi\n✔ Kesehatan Mental\n✔ Fakta dan Analisis Mendalam\n\nJika Anda menyukai konten seperti ini, jangan lupa:\n\n👍 LIKE\n💬 COMMENT\n🔔 SUBSCRIBE\n📢 SHARE\n\nDukungan Anda sangat membantu perkembangan channel Inner Boost agar terus menghadirkan konten berkualitas dan bermanfaat.\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n\n\n#hargaemashariini #hargaemas2026 #prediksihargaemas2026 #hargaemasdunia #hargaemas #prediksihargaemas #prediksiemas #emas2026 #Emas #HargaEmas #nabungemas #InvestasiEmas #BankSentral #Goldb#WorldGoldCouncil #CadanganEmasn#EkonomiGlobal #KrisisEkonomi #Inflasi #SafeHaven #Investasi #Keuangan #Geopolitik #DolarAS #IMF #Resesi #BeritaEkonomi #AnalisisEkonomi #InnerBoost\n#hargaemasnaik #hargaemasturun #EmasDunia #GoldPrice #CentralBank\n#WorldEconomy #FinancialCrisis #EconomicAnalysis #GlobalEconomy #Investasi2026\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "ylDsVESDHNw"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 414.23222141269787, "y": 191.90263366742877, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.317, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "ylDsVESDHNw", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Aksi Borong Emas Berlanjut Lagi! Nilainya Fantastis, Apa Yang Sebenarnya Terjadi?\n\n🔥 AKSI BORONG EMAS BERLANJUT LAGI! NILAINYA FANTASTIS, APA YANG SEBENARNYA TERJADI? 🔥\n\nKetika banyak investor sibuk memperhatikan naik turunnya harga emas setiap hari, justru bank sentral kembali melakukan aksi yang mengejutkan dunia. Kali ini, Bank Nasional Georgia (NBG) mengumumkan pembelian emas fisik senilai US$100 juta atau sekitar Rp1,79 triliun!\n\n🏆 Mengapa sebuah negara rela menggelontorkan dana hingga triliunan rupiah untuk membeli emas?\n\n🏆 Apa yang sebenarnya mereka lihat dari kondisi ekonomi global saat ini?\n\n🏆 Mengapa bank sentral di berbagai negara terus menambah cadangan emas mereka?\n\n🏆 Apakah ini pertanda bahwa dunia sedang bersiap menghadapi risiko ekonomi yang lebih besar?\n\nDalam video Inner Boost kali ini, kita akan membahas secara mendalam dan mudah dipahami mengenai aksi borong emas terbaru yang kembali dilakukan oleh bank sentral. Kita akan mengupas alasan di balik keputusan tersebut, strategi diversifikasi cadangan devisa, ancaman inflasi global, konflik geopolitik, hingga alasan mengapa emas masih dianggap sebagai aset safe haven paling penting di dunia.\n\n✅ Pembelian emas US$100 juta oleh Bank Nasional Georgia (NBG)\n\n✅ Cadangan emas Georgia meningkat menjadi 15,5%\n\n✅ Rekor cadangan internasional Georgia mencapai US$7 miliar\n\n✅ Penjelasan lengkap mengenai metrik ARA IMF\n\n✅ Data World Gold Council tentang pembelian emas Georgia\n\n✅ Strategi bank sentral menghadapi inflasi dan krisis global\n\n✅ Dampak konflik Ukraina terhadap pasar emas\n\n✅ Ketegangan Timur Tengah dan pengaruhnya terhadap ekonomi dunia\n\n✅ Gesekan perdagangan Amerika Serikat dan Tiongkok\n\n✅ Konflik AS-Iran yang meningkatkan ketidakpastian global\n\n✅ Mengapa emas tetap menjadi aset perlindungan utama\n\n✅ Bagaimana aksi bank sentral dapat menopang harga emas dunia\n\nVideo ini sangat penting ditonton bagi siapa saja yang tertarik dengan:\n\n📈 Investasi emas\n\n📈 Ekonomi global\n\n📈 Keuangan dan finansial\n\n📈 Inflasi dan krisis ekonomi\n\n📈 Cadangan devisa negara\n\n📈 Kebijakan bank sentral\n\n📈 Geopolitik dunia\n\n📈 Safe haven asset\n\n📈 World Gold Council\n\n📈 IMF dan ekonomi internasional\n\nKarena sering kali sinyal terbesar tentang masa depan ekonomi dunia tidak datang dari berita utama, melainkan dari tindakan para pengambil kebijakan yang memiliki akses terhadap data dan informasi paling lengkap.\n\n💡 Apakah aksi borong emas ini merupakan pertanda bahwa ketidakpastian global masih akan berlanjut?\n\n💡 Apakah harga emas masih memiliki potensi di masa depan?\n\n💡 Dan pelajaran apa yang bisa kita ambil dari strategi yang digunakan bank-bank sentral dunia?\n\nTonton video ini sampai selesai agar tidak melewatkan informasi penting yang bisa membantu Anda memahami arah ekonomi global saat ini.\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n\n🌟 Selamat datang di Inner Boost 🌟\n\nChannel yang membahas:\n✔ Ekonomi Global\n✔ Geopolitik Dunia\n✔ Investasi dan Keuangan\n✔ Pengembangan Diri\n✔ Psikologi\n✔ Kesehatan Mental\n✔ Fakta dan Analisis Mendalam\n\nJika Anda menyukai konten seperti ini, jangan lupa:\n\n👍 LIKE\n💬 COMMENT\n🔔 SUBSCRIBE\n📢 SHARE\n\nDukungan Anda sangat membantu perkembangan channel Inner Boost agar terus menghadirkan konten berkualitas dan bermanfaat.\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n\n\n#hargaemashariini #hargaemas2026 #prediksihargaemas2026 #hargaemasdunia #hargaemas #prediksihargaemas #prediksiemas #emas2026 #Emas #HargaEmas #nabungemas #InvestasiEmas #BankSentral #Goldb#WorldGoldCouncil #CadanganEmasn#EkonomiGlobal #KrisisEkonomi #Inflasi #SafeHaven #Investasi #Keuangan #Geopolitik #DolarAS #IMF #Resesi #BeritaEkonomi #AnalisisEkonomi #InnerBoost\n#hargaemasnaik #hargaemasturun #EmasDunia #GoldPrice #CentralBank\n#WorldEconomy #FinancialCrisis #EconomicAnalysis #GlobalEconomy #Investasi2026\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "ylDsVESDHNw"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 793.9385559209961, "y": 301.83050693295075, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 156.7628, "in_degree": 0, "out_degree": 63, "degree": 63}, "_id": "YlOUJRdBrwU", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Menjaga Keseimbangan Utang Luar Negeri, Cadangan Devisa dan Rupiah | MARKET REVIEW\n\nKenaikan utang luar negeri Indonesia kembali menjadi sorotan. Per April 2026, nilainya mencapai USD439,8 miliar atau setara Rp7.784,5 triliun, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional masih terjaga, tercermin dari arus modal asing yang tetap masuk ke Surat Berharga Negara (SBN). Di tengah meningkatnya beban utang dan ketidakpastian global, mampukah Indonesia menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan, stabilitas rupiah, dan ketahanan ekonomi nasional?                                                 #marketreview  #utangnegara \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "YlOUJRdBrwU"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 279.9719159643108, "y": 544.9480823371904, "size": 7.41, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3377, "eigenvector": 57.5687, "in_degree": 9, "out_degree": 0, "degree": 9}, "_id": "YlOUJRdBrwU", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Menjaga Keseimbangan Utang Luar Negeri, Cadangan Devisa dan Rupiah | MARKET REVIEW\n\nKenaikan utang luar negeri Indonesia kembali menjadi sorotan. Per April 2026, nilainya mencapai USD439,8 miliar atau setara Rp7.784,5 triliun, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional masih terjaga, tercermin dari arus modal asing yang tetap masuk ke Surat Berharga Negara (SBN). Di tengah meningkatnya beban utang dan ketidakpastian global, mampukah Indonesia menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan, stabilitas rupiah, dan ketahanan ekonomi nasional?                                                 #marketreview  #utangnegara \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "YlOUJRdBrwU"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "attributes": {"label": "@KompasTVDewata", "x": 184.0256692886437, "y": 146.37801436343634, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "xwkBKge8OyI", "id": "@KompasTVDewata", "source": "youtube-000001", "content": "Pakar Bivitri Susanti Kritisi Program MBG Tetap Lanjut Meski Didemo Mahasiswa, Ini Respons DPR\n\nKOMPAS.TV - Mahasiswa dari BEM SI Jawa Barat tiba di Gedung DPRD Jawa Barat pukul 15.30 WIB. \n\nMereka melakukan long march dari Monumen Perjuangan sejauh satu kilometer.\n\nAda 7 tuntutan di antaranya, turunkan harga BBM non subsidi, hingga selamatkan APBN dari pemborosan anggaran.\n\nUnjuk rasa kembali digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Makassar atau BEM UNM, menuntutan kebijakan pemerintah dan kondisi sosial ekonomi.\n\nDemo digelar di depan Kampus UNM Gunung Sari, Makassar. Terdapat tujuh poin tuntutan. \n\nDi antaranya pendidikan gratis dan peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, stabilitas nilai tukar rupiah serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak.\n\nMahasiswa juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan negara dan penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.\n\nPengguna jalan yang melintasi kawasan Jalan AP Pettarani diimbau untuk berhati-hati dan menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas.\n\nTuntutan demo mahasiswa yang sudah berlangsung berhari-hari, salah satunya mendesak pemerintah menghentikan program MBG. \n\nNamun hari ini, Kepala Bakom M. Qodari kembali tegaskan, program MBG tetap dilanjutkan. \n\nLantas apa yang bisa menjadi titik temu, antara aspirasi mahasiswa dengan keputusan pemerintah? \n\nKita bahas bersama Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti. Dan juga ada Politisi Gerindra, Kamrussamad.\n\n#mbg #demo #demomahasiswa \n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "xwkBKge8OyI"}}, {"key": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "kompastvdewata", "x": 467.21368663780015, "y": 302.5696130679537, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.317, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "xwkBKge8OyI", "id": "kompastvdewata", "source": "youtube-000001", "content": "Pakar Bivitri Susanti Kritisi Program MBG Tetap Lanjut Meski Didemo Mahasiswa, Ini Respons DPR\n\nKOMPAS.TV - Mahasiswa dari BEM SI Jawa Barat tiba di Gedung DPRD Jawa Barat pukul 15.30 WIB. \n\nMereka melakukan long march dari Monumen Perjuangan sejauh satu kilometer.\n\nAda 7 tuntutan di antaranya, turunkan harga BBM non subsidi, hingga selamatkan APBN dari pemborosan anggaran.\n\nUnjuk rasa kembali digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Makassar atau BEM UNM, menuntutan kebijakan pemerintah dan kondisi sosial ekonomi.\n\nDemo digelar di depan Kampus UNM Gunung Sari, Makassar. Terdapat tujuh poin tuntutan. \n\nDi antaranya pendidikan gratis dan peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, stabilitas nilai tukar rupiah serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak.\n\nMahasiswa juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan negara dan penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.\n\nPengguna jalan yang melintasi kawasan Jalan AP Pettarani diimbau untuk berhati-hati dan menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas.\n\nTuntutan demo mahasiswa yang sudah berlangsung berhari-hari, salah satunya mendesak pemerintah menghentikan program MBG. \n\nNamun hari ini, Kepala Bakom M. Qodari kembali tegaskan, program MBG tetap dilanjutkan. \n\nLantas apa yang bisa menjadi titik temu, antara aspirasi mahasiswa dengan keputusan pemerintah? \n\nKita bahas bersama Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti. Dan juga ada Politisi Gerindra, Kamrussamad.\n\n#mbg #demo #demomahasiswa \n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "xwkBKge8OyI"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "attributes": {"label": "@TheIndonesiaPost", "x": 553.2622866856408, "y": 317.4806365946389, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "Gx007qoezxA", "id": "@TheIndonesiaPost", "source": "youtube-000001", "content": "Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia\n\n⚡ Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mampu Jadi Penyelamat? 🌋⛽\n\nDi tengah guncangan beruntun berupa kelangkaan pasokan batu bara domestik, gangguan interkoneksi listrik di sejumlah wilayah, dan penyesuaian harga BBM non-subsidi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi merilis paket kebijakan darurat guna mengamankan pasokan energi nasional. 📊\n\nLangkah taktis diambil oleh  menyusul laporan defisit pasokan batu bara untuk pembangkit listrik (PLTU) akibat melonjaknya harga komoditas di pasar internasional yang memicu pelanggaran kuota Domestic Market Obligation (DMO) oleh sejumlah perusahaan tambang. 🏗️\n\nMenteri ESDM  secara tegas menyatakan akan membekukan izin ekspor bagi korporasi yang memprioritaskan pasar global ketimbang kebutuhan energi dalam negeri yang kini mengancam stabilitas pasokan  🔌\n\nKritikan tajam dari pengamat ekonomi energi mengingatkan bahwa ego sektoral pengusaha tambang harus diredam dengan sanksi finansial yang rigid, agar gangguan interkoneksi listrik yang sempat terjadi di beberapa pulau besar tidak meluas menjadi krisis pemadaman massal yang merugikan sektor industri dan rumah tangga. 📉\n\nDi sisi lain, tantangan kian pelik dengan adanya penyesuaian harga BBM komersial yang didorong oleh tingginya biaya logistik hulu serta volatilitas nilai tukar rupiah. 💸\n\nRespons Bahlil menekankan bahwa kementeriannya tengah berkoordinasi ketat bersama  dan  untuk memperketat sistem pengawasan digital di SPBU agar kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak bocor ke sektor industri besar. 🛡️\n\nMelalui penguatan regulasi di bawah arahan Presiden , pemerintah dituntut bekerja ekstra keras memastikan bahwa roda perekonomian di tingkat akar rumput tidak lumpuh akibat inflasi transportasi, seraya mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang ketahanan energi nasional. 🇮🇩\n\nDampaknya, keberhasilan menteri ESDM dalam menegakkan sanksi DMO batu bara dan pengetatan digitalisasi BBM minggu ini akan menentukan apakah Indonesia mampu lolos dari jerat krisis energi multi-sektor atau justru masuk ke fase stagflasi. ⚠️\n\nMelihat tiga tantangan energi yang terjadi bersamaan ini, menurut analisis kritis Anda, apakah kebijakan tegas Menteri Bahlil memblokir ekspor batu bara sudah cukup kuat untuk menjamin pasokan listrik kita, ataukah tata kelola hulu energi kita yang perlu dibongkar total? Tuliskan argumen logis dan pandangan cerdas Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#KrisisEnergi\n#BahlilLahadalia\n#BatuBaraLangka\n#ListrikBermasalah\n#BBMNaik\n#KementerianESDM\n#KetahananEnergi\n#PLN\n#KebijakanPublik\n#beritaterkini", "post_id": "Gx007qoezxA"}}, {"key": "KementerianESDM", "attributes": {"label": "KementerianESDM", "x": 483.7328187437633, "y": 410.07448953997294, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.7528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Gx007qoezxA", "id": "KementerianESDM", "source": "youtube-000001", "content": "Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia\n\n⚡ Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mampu Jadi Penyelamat? 🌋⛽\n\nDi tengah guncangan beruntun berupa kelangkaan pasokan batu bara domestik, gangguan interkoneksi listrik di sejumlah wilayah, dan penyesuaian harga BBM non-subsidi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi merilis paket kebijakan darurat guna mengamankan pasokan energi nasional. 📊\n\nLangkah taktis diambil oleh  menyusul laporan defisit pasokan batu bara untuk pembangkit listrik (PLTU) akibat melonjaknya harga komoditas di pasar internasional yang memicu pelanggaran kuota Domestic Market Obligation (DMO) oleh sejumlah perusahaan tambang. 🏗️\n\nMenteri ESDM  secara tegas menyatakan akan membekukan izin ekspor bagi korporasi yang memprioritaskan pasar global ketimbang kebutuhan energi dalam negeri yang kini mengancam stabilitas pasokan  🔌\n\nKritikan tajam dari pengamat ekonomi energi mengingatkan bahwa ego sektoral pengusaha tambang harus diredam dengan sanksi finansial yang rigid, agar gangguan interkoneksi listrik yang sempat terjadi di beberapa pulau besar tidak meluas menjadi krisis pemadaman massal yang merugikan sektor industri dan rumah tangga. 📉\n\nDi sisi lain, tantangan kian pelik dengan adanya penyesuaian harga BBM komersial yang didorong oleh tingginya biaya logistik hulu serta volatilitas nilai tukar rupiah. 💸\n\nRespons Bahlil menekankan bahwa kementeriannya tengah berkoordinasi ketat bersama  dan  untuk memperketat sistem pengawasan digital di SPBU agar kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak bocor ke sektor industri besar. 🛡️\n\nMelalui penguatan regulasi di bawah arahan Presiden , pemerintah dituntut bekerja ekstra keras memastikan bahwa roda perekonomian di tingkat akar rumput tidak lumpuh akibat inflasi transportasi, seraya mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang ketahanan energi nasional. 🇮🇩\n\nDampaknya, keberhasilan menteri ESDM dalam menegakkan sanksi DMO batu bara dan pengetatan digitalisasi BBM minggu ini akan menentukan apakah Indonesia mampu lolos dari jerat krisis energi multi-sektor atau justru masuk ke fase stagflasi. ⚠️\n\nMelihat tiga tantangan energi yang terjadi bersamaan ini, menurut analisis kritis Anda, apakah kebijakan tegas Menteri Bahlil memblokir ekspor batu bara sudah cukup kuat untuk menjamin pasokan listrik kita, ataukah tata kelola hulu energi kita yang perlu dibongkar total? Tuliskan argumen logis dan pandangan cerdas Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#KrisisEnergi\n#BahlilLahadalia\n#BatuBaraLangka\n#ListrikBermasalah\n#BBMNaik\n#KementerianESDM\n#KetahananEnergi\n#PLN\n#KebijakanPublik\n#beritaterkini", "post_id": "Gx007qoezxA"}}, {"key": "bahlillahadalia", "attributes": {"label": "bahlillahadalia", "x": 979.342030042036, "y": 521.3680473427219, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.7528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gx007qoezxA", "id": "bahlillahadalia", "source": "youtube-000001", "content": "Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia\n\n⚡ Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mampu Jadi Penyelamat? 🌋⛽\n\nDi tengah guncangan beruntun berupa kelangkaan pasokan batu bara domestik, gangguan interkoneksi listrik di sejumlah wilayah, dan penyesuaian harga BBM non-subsidi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi merilis paket kebijakan darurat guna mengamankan pasokan energi nasional. 📊\n\nLangkah taktis diambil oleh  menyusul laporan defisit pasokan batu bara untuk pembangkit listrik (PLTU) akibat melonjaknya harga komoditas di pasar internasional yang memicu pelanggaran kuota Domestic Market Obligation (DMO) oleh sejumlah perusahaan tambang. 🏗️\n\nMenteri ESDM  secara tegas menyatakan akan membekukan izin ekspor bagi korporasi yang memprioritaskan pasar global ketimbang kebutuhan energi dalam negeri yang kini mengancam stabilitas pasokan  🔌\n\nKritikan tajam dari pengamat ekonomi energi mengingatkan bahwa ego sektoral pengusaha tambang harus diredam dengan sanksi finansial yang rigid, agar gangguan interkoneksi listrik yang sempat terjadi di beberapa pulau besar tidak meluas menjadi krisis pemadaman massal yang merugikan sektor industri dan rumah tangga. 📉\n\nDi sisi lain, tantangan kian pelik dengan adanya penyesuaian harga BBM komersial yang didorong oleh tingginya biaya logistik hulu serta volatilitas nilai tukar rupiah. 💸\n\nRespons Bahlil menekankan bahwa kementeriannya tengah berkoordinasi ketat bersama  dan  untuk memperketat sistem pengawasan digital di SPBU agar kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak bocor ke sektor industri besar. 🛡️\n\nMelalui penguatan regulasi di bawah arahan Presiden , pemerintah dituntut bekerja ekstra keras memastikan bahwa roda perekonomian di tingkat akar rumput tidak lumpuh akibat inflasi transportasi, seraya mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang ketahanan energi nasional. 🇮🇩\n\nDampaknya, keberhasilan menteri ESDM dalam menegakkan sanksi DMO batu bara dan pengetatan digitalisasi BBM minggu ini akan menentukan apakah Indonesia mampu lolos dari jerat krisis energi multi-sektor atau justru masuk ke fase stagflasi. ⚠️\n\nMelihat tiga tantangan energi yang terjadi bersamaan ini, menurut analisis kritis Anda, apakah kebijakan tegas Menteri Bahlil memblokir ekspor batu bara sudah cukup kuat untuk menjamin pasokan listrik kita, ataukah tata kelola hulu energi kita yang perlu dibongkar total? Tuliskan argumen logis dan pandangan cerdas Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#KrisisEnergi\n#BahlilLahadalia\n#BatuBaraLangka\n#ListrikBermasalah\n#BBMNaik\n#KementerianESDM\n#KetahananEnergi\n#PLN\n#KebijakanPublik\n#beritaterkini", "post_id": "Gx007qoezxA"}}, {"key": "pln_id.", "attributes": {"label": "pln_id.", "x": 339.72604646975515, "y": 201.26906787994258, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.7528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gx007qoezxA", "id": "pln_id.", "source": "youtube-000001", "content": "Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia\n\n⚡ Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mampu Jadi Penyelamat? 🌋⛽\n\nDi tengah guncangan beruntun berupa kelangkaan pasokan batu bara domestik, gangguan interkoneksi listrik di sejumlah wilayah, dan penyesuaian harga BBM non-subsidi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi merilis paket kebijakan darurat guna mengamankan pasokan energi nasional. 📊\n\nLangkah taktis diambil oleh  menyusul laporan defisit pasokan batu bara untuk pembangkit listrik (PLTU) akibat melonjaknya harga komoditas di pasar internasional yang memicu pelanggaran kuota Domestic Market Obligation (DMO) oleh sejumlah perusahaan tambang. 🏗️\n\nMenteri ESDM  secara tegas menyatakan akan membekukan izin ekspor bagi korporasi yang memprioritaskan pasar global ketimbang kebutuhan energi dalam negeri yang kini mengancam stabilitas pasokan  🔌\n\nKritikan tajam dari pengamat ekonomi energi mengingatkan bahwa ego sektoral pengusaha tambang harus diredam dengan sanksi finansial yang rigid, agar gangguan interkoneksi listrik yang sempat terjadi di beberapa pulau besar tidak meluas menjadi krisis pemadaman massal yang merugikan sektor industri dan rumah tangga. 📉\n\nDi sisi lain, tantangan kian pelik dengan adanya penyesuaian harga BBM komersial yang didorong oleh tingginya biaya logistik hulu serta volatilitas nilai tukar rupiah. 💸\n\nRespons Bahlil menekankan bahwa kementeriannya tengah berkoordinasi ketat bersama  dan  untuk memperketat sistem pengawasan digital di SPBU agar kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak bocor ke sektor industri besar. 🛡️\n\nMelalui penguatan regulasi di bawah arahan Presiden , pemerintah dituntut bekerja ekstra keras memastikan bahwa roda perekonomian di tingkat akar rumput tidak lumpuh akibat inflasi transportasi, seraya mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang ketahanan energi nasional. 🇮🇩\n\nDampaknya, keberhasilan menteri ESDM dalam menegakkan sanksi DMO batu bara dan pengetatan digitalisasi BBM minggu ini akan menentukan apakah Indonesia mampu lolos dari jerat krisis energi multi-sektor atau justru masuk ke fase stagflasi. ⚠️\n\nMelihat tiga tantangan energi yang terjadi bersamaan ini, menurut analisis kritis Anda, apakah kebijakan tegas Menteri Bahlil memblokir ekspor batu bara sudah cukup kuat untuk menjamin pasokan listrik kita, ataukah tata kelola hulu energi kita yang perlu dibongkar total? Tuliskan argumen logis dan pandangan cerdas Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#KrisisEnergi\n#BahlilLahadalia\n#BatuBaraLangka\n#ListrikBermasalah\n#BBMNaik\n#KementerianESDM\n#KetahananEnergi\n#PLN\n#KebijakanPublik\n#beritaterkini", "post_id": "Gx007qoezxA"}}, {"key": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "KemenkeuRI", "x": 985.8430388464415, "y": 994.4611384721294, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.7528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Gx007qoezxA", "id": "KemenkeuRI", "source": "youtube-000001", "content": "Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia\n\n⚡ Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mampu Jadi Penyelamat? 🌋⛽\n\nDi tengah guncangan beruntun berupa kelangkaan pasokan batu bara domestik, gangguan interkoneksi listrik di sejumlah wilayah, dan penyesuaian harga BBM non-subsidi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi merilis paket kebijakan darurat guna mengamankan pasokan energi nasional. 📊\n\nLangkah taktis diambil oleh  menyusul laporan defisit pasokan batu bara untuk pembangkit listrik (PLTU) akibat melonjaknya harga komoditas di pasar internasional yang memicu pelanggaran kuota Domestic Market Obligation (DMO) oleh sejumlah perusahaan tambang. 🏗️\n\nMenteri ESDM  secara tegas menyatakan akan membekukan izin ekspor bagi korporasi yang memprioritaskan pasar global ketimbang kebutuhan energi dalam negeri yang kini mengancam stabilitas pasokan  🔌\n\nKritikan tajam dari pengamat ekonomi energi mengingatkan bahwa ego sektoral pengusaha tambang harus diredam dengan sanksi finansial yang rigid, agar gangguan interkoneksi listrik yang sempat terjadi di beberapa pulau besar tidak meluas menjadi krisis pemadaman massal yang merugikan sektor industri dan rumah tangga. 📉\n\nDi sisi lain, tantangan kian pelik dengan adanya penyesuaian harga BBM komersial yang didorong oleh tingginya biaya logistik hulu serta volatilitas nilai tukar rupiah. 💸\n\nRespons Bahlil menekankan bahwa kementeriannya tengah berkoordinasi ketat bersama  dan  untuk memperketat sistem pengawasan digital di SPBU agar kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak bocor ke sektor industri besar. 🛡️\n\nMelalui penguatan regulasi di bawah arahan Presiden , pemerintah dituntut bekerja ekstra keras memastikan bahwa roda perekonomian di tingkat akar rumput tidak lumpuh akibat inflasi transportasi, seraya mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang ketahanan energi nasional. 🇮🇩\n\nDampaknya, keberhasilan menteri ESDM dalam menegakkan sanksi DMO batu bara dan pengetatan digitalisasi BBM minggu ini akan menentukan apakah Indonesia mampu lolos dari jerat krisis energi multi-sektor atau justru masuk ke fase stagflasi. ⚠️\n\nMelihat tiga tantangan energi yang terjadi bersamaan ini, menurut analisis kritis Anda, apakah kebijakan tegas Menteri Bahlil memblokir ekspor batu bara sudah cukup kuat untuk menjamin pasokan listrik kita, ataukah tata kelola hulu energi kita yang perlu dibongkar total? Tuliskan argumen logis dan pandangan cerdas Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#KrisisEnergi\n#BahlilLahadalia\n#BatuBaraLangka\n#ListrikBermasalah\n#BBMNaik\n#KementerianESDM\n#KetahananEnergi\n#PLN\n#KebijakanPublik\n#beritaterkini", "post_id": "Gx007qoezxA"}}, {"key": "BPHMigas_RI", "attributes": {"label": "BPHMigas_RI", "x": 303.5708376454874, "y": 412.0720725913816, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.7528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Gx007qoezxA", "id": "BPHMigas_RI", "source": "youtube-000001", "content": "Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia\n\n⚡ Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mampu Jadi Penyelamat? 🌋⛽\n\nDi tengah guncangan beruntun berupa kelangkaan pasokan batu bara domestik, gangguan interkoneksi listrik di sejumlah wilayah, dan penyesuaian harga BBM non-subsidi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi merilis paket kebijakan darurat guna mengamankan pasokan energi nasional. 📊\n\nLangkah taktis diambil oleh  menyusul laporan defisit pasokan batu bara untuk pembangkit listrik (PLTU) akibat melonjaknya harga komoditas di pasar internasional yang memicu pelanggaran kuota Domestic Market Obligation (DMO) oleh sejumlah perusahaan tambang. 🏗️\n\nMenteri ESDM  secara tegas menyatakan akan membekukan izin ekspor bagi korporasi yang memprioritaskan pasar global ketimbang kebutuhan energi dalam negeri yang kini mengancam stabilitas pasokan  🔌\n\nKritikan tajam dari pengamat ekonomi energi mengingatkan bahwa ego sektoral pengusaha tambang harus diredam dengan sanksi finansial yang rigid, agar gangguan interkoneksi listrik yang sempat terjadi di beberapa pulau besar tidak meluas menjadi krisis pemadaman massal yang merugikan sektor industri dan rumah tangga. 📉\n\nDi sisi lain, tantangan kian pelik dengan adanya penyesuaian harga BBM komersial yang didorong oleh tingginya biaya logistik hulu serta volatilitas nilai tukar rupiah. 💸\n\nRespons Bahlil menekankan bahwa kementeriannya tengah berkoordinasi ketat bersama  dan  untuk memperketat sistem pengawasan digital di SPBU agar kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak bocor ke sektor industri besar. 🛡️\n\nMelalui penguatan regulasi di bawah arahan Presiden , pemerintah dituntut bekerja ekstra keras memastikan bahwa roda perekonomian di tingkat akar rumput tidak lumpuh akibat inflasi transportasi, seraya mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang ketahanan energi nasional. 🇮🇩\n\nDampaknya, keberhasilan menteri ESDM dalam menegakkan sanksi DMO batu bara dan pengetatan digitalisasi BBM minggu ini akan menentukan apakah Indonesia mampu lolos dari jerat krisis energi multi-sektor atau justru masuk ke fase stagflasi. ⚠️\n\nMelihat tiga tantangan energi yang terjadi bersamaan ini, menurut analisis kritis Anda, apakah kebijakan tegas Menteri Bahlil memblokir ekspor batu bara sudah cukup kuat untuk menjamin pasokan listrik kita, ataukah tata kelola hulu energi kita yang perlu dibongkar total? Tuliskan argumen logis dan pandangan cerdas Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#KrisisEnergi\n#BahlilLahadalia\n#BatuBaraLangka\n#ListrikBermasalah\n#BBMNaik\n#KementerianESDM\n#KetahananEnergi\n#PLN\n#KebijakanPublik\n#beritaterkini", "post_id": "Gx007qoezxA"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 340.7178222869287, "y": 704.7763793483721, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.7528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Gx007qoezxA", "id": "prabowo", "source": "youtube-000001", "content": "Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia\n\n⚡ Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mampu Jadi Penyelamat? 🌋⛽\n\nDi tengah guncangan beruntun berupa kelangkaan pasokan batu bara domestik, gangguan interkoneksi listrik di sejumlah wilayah, dan penyesuaian harga BBM non-subsidi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi merilis paket kebijakan darurat guna mengamankan pasokan energi nasional. 📊\n\nLangkah taktis diambil oleh  menyusul laporan defisit pasokan batu bara untuk pembangkit listrik (PLTU) akibat melonjaknya harga komoditas di pasar internasional yang memicu pelanggaran kuota Domestic Market Obligation (DMO) oleh sejumlah perusahaan tambang. 🏗️\n\nMenteri ESDM  secara tegas menyatakan akan membekukan izin ekspor bagi korporasi yang memprioritaskan pasar global ketimbang kebutuhan energi dalam negeri yang kini mengancam stabilitas pasokan  🔌\n\nKritikan tajam dari pengamat ekonomi energi mengingatkan bahwa ego sektoral pengusaha tambang harus diredam dengan sanksi finansial yang rigid, agar gangguan interkoneksi listrik yang sempat terjadi di beberapa pulau besar tidak meluas menjadi krisis pemadaman massal yang merugikan sektor industri dan rumah tangga. 📉\n\nDi sisi lain, tantangan kian pelik dengan adanya penyesuaian harga BBM komersial yang didorong oleh tingginya biaya logistik hulu serta volatilitas nilai tukar rupiah. 💸\n\nRespons Bahlil menekankan bahwa kementeriannya tengah berkoordinasi ketat bersama  dan  untuk memperketat sistem pengawasan digital di SPBU agar kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak bocor ke sektor industri besar. 🛡️\n\nMelalui penguatan regulasi di bawah arahan Presiden , pemerintah dituntut bekerja ekstra keras memastikan bahwa roda perekonomian di tingkat akar rumput tidak lumpuh akibat inflasi transportasi, seraya mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang ketahanan energi nasional. 🇮🇩\n\nDampaknya, keberhasilan menteri ESDM dalam menegakkan sanksi DMO batu bara dan pengetatan digitalisasi BBM minggu ini akan menentukan apakah Indonesia mampu lolos dari jerat krisis energi multi-sektor atau justru masuk ke fase stagflasi. ⚠️\n\nMelihat tiga tantangan energi yang terjadi bersamaan ini, menurut analisis kritis Anda, apakah kebijakan tegas Menteri Bahlil memblokir ekspor batu bara sudah cukup kuat untuk menjamin pasokan listrik kita, ataukah tata kelola hulu energi kita yang perlu dibongkar total? Tuliskan argumen logis dan pandangan cerdas Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#KrisisEnergi\n#BahlilLahadalia\n#BatuBaraLangka\n#ListrikBermasalah\n#BBMNaik\n#KementerianESDM\n#KetahananEnergi\n#PLN\n#KebijakanPublik\n#beritaterkini", "post_id": "Gx007qoezxA"}}, {"key": "pertamina", "attributes": {"label": "pertamina", "x": 131.59753521048344, "y": 317.4843431118596, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.7528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "hX5hLixLjfI", "id": "pertamina", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\n⛽ Benarkah Murni Karena Tren Dunia? Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\nKlarifikasi resmi dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero) mengenai urgensi penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax menjadi sorotan tajam publik, mengingat kebijakan ini diambil di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah yang dinamis. 📊\n\nDalam pemaparan komprehensifnya, jajaran direksi  menegaskan bahwa langkah evaluasi berkala terhadap harga Pertamax didasarkan pada pergerakan Mean of Platts Singapore (MOPS) yang menjadi acuan harga pasar global. 🌏\n\nPertamina secara kritis memaparkan data bahwa sebagai badan usaha milik negara, penetapan harga BBM non-subsidi tetap dijaga agar berada dalam koridor regulasi  demi menjaga ketahanan finansial perseroan serta kelancaran pasokan energi nasional. 🏢 \n\nKebijakan penyesuaian ini dipastikan tidak mengambil keuntungan di luar batas kewajaran, melainkan bentuk respons logis agar beban operasional hulu ke hilir tidak menekan neraca keuangan BUMN yang pada akhirnya bisa berdampak pada stabilitas distribusi ke daerah-daerah terpencil. 🚢\n\nPengamat ekonomi mengingatkan bahwa penyesuaian harga BBM komersial seperti Pertamax berpotensi memicu efek domino berupa migrasi konsumsi pengguna ke BBM bersubsidi jenis Pertalite jika selisih harganya terlampau jauh. 📈\n\nMenanggapi kekhawatiran tersebut, koordinasi ketat bersama  dan  diperketat untuk memastikan bahwa kuota Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) tetap aman dan tepat sasaran bagi masyarakat rentan. 🛡️\n\nMelalui pengawasan digital terpadu, pemerintah di bawah arahan Presiden  dan Wakil Presiden  berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara kesehatan fiskal korporasi negara dan kemampuan daya beli riil masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. 🇮🇩\n\nDampaknya, transparansi formulasi harga oleh Pertamina ini akan memaksa pelaku pasar untuk lebih adaptif terhadap volatilitas harga energi global sekaligus menuntut pemerintah mempercepat program digitalisasi pembatasan BBM subsidi. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah penyesuaian harga BBM non-subsidi secara berkala mengikuti pasar global ini sudah ideal bagi iklim ekonomi kita, ataukah Pertamina perlu memiliki instrumen dana bantalan (buffer fund) yang lebih kuat untuk meredam lonjakan harga? Tuliskan opini cerdas Anda di kolom komentar! 👇🤔\n\nSocial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#HargaBBM\n#Pertamina\n#PertamaxNaik\n#EnergiNasional\n#MinyakDunia\n#KlarifikasiPertamina\n#BUMNIndonesia\n#KebijakanPublik\n#EkonomiMakro\n#beritaterkini", "post_id": "hX5hLixLjfI"}}, {"key": "gibran_rakabuming", "attributes": {"label": "gibran_rakabuming", "x": 835.5521625220283, "y": 45.44126499978329, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.7528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "hX5hLixLjfI", "id": "gibran_rakabuming", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\n⛽ Benarkah Murni Karena Tren Dunia? Ini Alasan Tersembunyi di Balik Keputusan Pertamina Naikkan Harga Pertamax! Silang Pendapat Fiskal 📉\n\nKlarifikasi resmi dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero) mengenai urgensi penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax menjadi sorotan tajam publik, mengingat kebijakan ini diambil di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah yang dinamis. 📊\n\nDalam pemaparan komprehensifnya, jajaran direksi  menegaskan bahwa langkah evaluasi berkala terhadap harga Pertamax didasarkan pada pergerakan Mean of Platts Singapore (MOPS) yang menjadi acuan harga pasar global. 🌏\n\nPertamina secara kritis memaparkan data bahwa sebagai badan usaha milik negara, penetapan harga BBM non-subsidi tetap dijaga agar berada dalam koridor regulasi  demi menjaga ketahanan finansial perseroan serta kelancaran pasokan energi nasional. 🏢 \n\nKebijakan penyesuaian ini dipastikan tidak mengambil keuntungan di luar batas kewajaran, melainkan bentuk respons logis agar beban operasional hulu ke hilir tidak menekan neraca keuangan BUMN yang pada akhirnya bisa berdampak pada stabilitas distribusi ke daerah-daerah terpencil. 🚢\n\nPengamat ekonomi mengingatkan bahwa penyesuaian harga BBM komersial seperti Pertamax berpotensi memicu efek domino berupa migrasi konsumsi pengguna ke BBM bersubsidi jenis Pertalite jika selisih harganya terlampau jauh. 📈\n\nMenanggapi kekhawatiran tersebut, koordinasi ketat bersama  dan  diperketat untuk memastikan bahwa kuota Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) tetap aman dan tepat sasaran bagi masyarakat rentan. 🛡️\n\nMelalui pengawasan digital terpadu, pemerintah di bawah arahan Presiden  dan Wakil Presiden  berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara kesehatan fiskal korporasi negara dan kemampuan daya beli riil masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. 🇮🇩\n\nDampaknya, transparansi formulasi harga oleh Pertamina ini akan memaksa pelaku pasar untuk lebih adaptif terhadap volatilitas harga energi global sekaligus menuntut pemerintah mempercepat program digitalisasi pembatasan BBM subsidi. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah penyesuaian harga BBM non-subsidi secara berkala mengikuti pasar global ini sudah ideal bagi iklim ekonomi kita, ataukah Pertamina perlu memiliki instrumen dana bantalan (buffer fund) yang lebih kuat untuk meredam lonjakan harga? Tuliskan opini cerdas Anda di kolom komentar! 👇🤔\n\nSocial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#HargaBBM\n#Pertamina\n#PertamaxNaik\n#EnergiNasional\n#MinyakDunia\n#KlarifikasiPertamina\n#BUMNIndonesia\n#KebijakanPublik\n#EkonomiMakro\n#beritaterkini", "post_id": "hX5hLixLjfI"}}, {"key": "@rajkazh", "attributes": {"label": "@rajkazh", "x": 979.2942344750319, "y": 340.0117014221946, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "sOPcP61F9IY", "id": "@rajkazh", "source": "youtube-000001", "content": "Hari Keputusan The Fed, Kesepakatan AS-Iran Ditandatangani, Minyak di Bawah $80, Rupiah Menguat, ...\n\n\nPasar global memasuki Hari Keputusan Fed dengan harga minyak turun di bawah $80, dolar melemah, dan investor mencerna perjanjian AS-Iran yang ditandatangani secara elektronik sebelum upacara formalnya di Swiss. India terus diuntungkan dari penurunan harga minyak mentah karena rupee menguat untuk sesi ketiga berturut-turut, imbal hasil obligasi menurun, dan Nifty mendekati angka 24.000. Sementara itu, Bank of Japan memberikan suku bunga kebijakan 1% pertamanya sejak 1995, data terbaru China menyoroti permintaan konsumen yang lemah meskipun manufaktur tetap tangguh, dan indikator sentimen Eropa mengejutkan dengan peningkatan. Dengan Kevin Warsh menyampaikan keputusan kebijakan Federal Reserve pertamanya, pasar kurang fokus pada suku bunga dan lebih pada pesan yang disampaikan. Setelah seminggu di mana geopolitik mencuri perhatian, para bankir sentral akhirnya mendapat giliran mereka—dengan asumsi berita utama mendukung.\n\n#FederalReserve #FOMC #KevinWarsh #KesepakatanASIran #HargaMinyak #PasarIndia #Rupee #Nifty50 #BOJ #BankOfJapan #IndeksDolar #EkonomiChina #MakroGlobal #ProspekEkonomi #Kazedge", "post_id": "sOPcP61F9IY"}}, {"key": "AlgoTradingChampionsCommunity", "attributes": {"label": "AlgoTradingChampionsCommunity", "x": 913.3981949363908, "y": 63.613803204964455, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.394, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sOPcP61F9IY", "id": "AlgoTradingChampionsCommunity", "source": "youtube-000001", "content": "Hari Keputusan The Fed, Kesepakatan AS-Iran Ditandatangani, Minyak di Bawah $80, Rupiah Menguat, ...\n\n\nPasar global memasuki Hari Keputusan Fed dengan harga minyak turun di bawah $80, dolar melemah, dan investor mencerna perjanjian AS-Iran yang ditandatangani secara elektronik sebelum upacara formalnya di Swiss. India terus diuntungkan dari penurunan harga minyak mentah karena rupee menguat untuk sesi ketiga berturut-turut, imbal hasil obligasi menurun, dan Nifty mendekati angka 24.000. Sementara itu, Bank of Japan memberikan suku bunga kebijakan 1% pertamanya sejak 1995, data terbaru China menyoroti permintaan konsumen yang lemah meskipun manufaktur tetap tangguh, dan indikator sentimen Eropa mengejutkan dengan peningkatan. Dengan Kevin Warsh menyampaikan keputusan kebijakan Federal Reserve pertamanya, pasar kurang fokus pada suku bunga dan lebih pada pesan yang disampaikan. Setelah seminggu di mana geopolitik mencuri perhatian, para bankir sentral akhirnya mendapat giliran mereka—dengan asumsi berita utama mendukung.\n\n#FederalReserve #FOMC #KevinWarsh #KesepakatanASIran #HargaMinyak #PasarIndia #Rupee #Nifty50 #BOJ #BankOfJapan #IndeksDolar #EkonomiChina #MakroGlobal #ProspekEkonomi #Kazedge", "post_id": "sOPcP61F9IY"}}, {"key": "@trijayafm", "attributes": {"label": "@trijayafm", "x": 328.57461785792464, "y": 772.67397062215, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Dh9dxRyLwSo", "id": "@trijayafm", "source": "youtube-000001", "content": "🔴LIVE  Trijaya BI RATE NAIK, DEBITUR MENANGIS, PROPERTI MENJERIT? | Hot Topic Pagi\n\nBank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 17-18 Juni 2026. Begitu juga dengan suku bunga deposit facility dinaikkan sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen dan suku bunga lending facility naik sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.\n\"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17 dan 18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen,\" ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo\nMenurut Perry, kenaikan ini sebagai langkah stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global, serta sebagai langkah preemptive untuk menjaga inflasi 2026-2027 tetap berada di kisaran 2,5 plus minus 1 persen yang ditetapkan pemerintah.\n\n\nBagaimana menurut Anda? \nYuk komen / live chat ya \n\nCek juga\nInstagram   / mnctrijayafm  \nFollow us Tiktok   / mnctrijaya  \nAudio streaming https://www.mnctrijaya.com/ \nBerita selengkapnya https://www.inews.id/\n\nBoleh bantu subscribe ya  ⁨⁩\n\n#bankindonesia #rate #naik #rupiah  #sukubunga #pemerintah  #prabowo  #news #trijayafm", "post_id": "Dh9dxRyLwSo"}}, {"key": "trijayafm", "attributes": {"label": "trijayafm", "x": 886.4151886299117, "y": 145.81394115149627, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.394, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Dh9dxRyLwSo", "id": "trijayafm", "source": "youtube-000001", "content": "🔴LIVE  Trijaya BI RATE NAIK, DEBITUR MENANGIS, PROPERTI MENJERIT? | Hot Topic Pagi\n\nBank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 17-18 Juni 2026. Begitu juga dengan suku bunga deposit facility dinaikkan sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen dan suku bunga lending facility naik sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.\n\"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17 dan 18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen,\" ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo\nMenurut Perry, kenaikan ini sebagai langkah stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global, serta sebagai langkah preemptive untuk menjaga inflasi 2026-2027 tetap berada di kisaran 2,5 plus minus 1 persen yang ditetapkan pemerintah.\n\n\nBagaimana menurut Anda? \nYuk komen / live chat ya \n\nCek juga\nInstagram   / mnctrijayafm  \nFollow us Tiktok   / mnctrijaya  \nAudio streaming https://www.mnctrijaya.com/ \nBerita selengkapnya https://www.inews.id/\n\nBoleh bantu subscribe ya  ⁨⁩\n\n#bankindonesia #rate #naik #rupiah  #sukubunga #pemerintah  #prabowo  #news #trijayafm", "post_id": "Dh9dxRyLwSo"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "attributes": {"label": "@VideoTribunPontianak", "x": 833.1355468338431, "y": 447.8894301969777, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "pg12vMIXU7s", "id": "@VideoTribunPontianak", "source": "youtube-000001", "content": "RIBUAN BURUH PABRIK TERANCAM PHK DI JATIM & JABAR❗ SAID IQBAL MINTA PRABOWO TAK NAIKKAN BBM SUBSIDI\n\nPenasihat Khusus Presiden Republik Indonesia bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal menemukan potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal ribuan buruh di Jawa Timur dan Jawa Barat. Untuk mencegah gelombang PHK yang semakin luas, Said Iqbal bakal meminta Presiden Prabowo Subianto untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.\n\nPernyataan itu disampaikan Said Iqbal dalam konferensi pers secara daring pada Minggu (21/6). Said Iqbal mengatakan sebanyak 2.500 karyawan pabrik di Jawa Timur terancam PHK. Sementara di Jawa Barat terdapat 4.000 buruh yang juga terancam PHK oleh perusahaannya.\n\nFenomena tersebut muncul akibat fluktuasi kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan perang antara Amerika Serikat, dengan Iran di Timur Tengah. Menurut Said kondisi tersebut mempengaruhi produksi dari perusahaan yang berorientasi ekspor maupun perusahaan yang membeli bahan baku impor.\n\n#saidiqbal #prabowo #bbm #subsidi #buruh #phk #jatim #jabar #viral #beritaterkini \n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: -\nHost: -\nEditor Video: Heru\nUploader: -\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "pg12vMIXU7s"}}, {"key": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "tribunpontianak", "x": 867.6419299469093, "y": 814.7691440230328, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.394, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "pg12vMIXU7s", "id": "tribunpontianak", "source": "youtube-000001", "content": "RIBUAN BURUH PABRIK TERANCAM PHK DI JATIM & JABAR❗ SAID IQBAL MINTA PRABOWO TAK NAIKKAN BBM SUBSIDI\n\nPenasihat Khusus Presiden Republik Indonesia bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal menemukan potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal ribuan buruh di Jawa Timur dan Jawa Barat. Untuk mencegah gelombang PHK yang semakin luas, Said Iqbal bakal meminta Presiden Prabowo Subianto untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.\n\nPernyataan itu disampaikan Said Iqbal dalam konferensi pers secara daring pada Minggu (21/6). Said Iqbal mengatakan sebanyak 2.500 karyawan pabrik di Jawa Timur terancam PHK. Sementara di Jawa Barat terdapat 4.000 buruh yang juga terancam PHK oleh perusahaannya.\n\nFenomena tersebut muncul akibat fluktuasi kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan perang antara Amerika Serikat, dengan Iran di Timur Tengah. Menurut Said kondisi tersebut mempengaruhi produksi dari perusahaan yang berorientasi ekspor maupun perusahaan yang membeli bahan baku impor.\n\n#saidiqbal #prabowo #bbm #subsidi #buruh #phk #jatim #jabar #viral #beritaterkini \n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: -\nHost: -\nEditor Video: Heru\nUploader: -\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "pg12vMIXU7s"}}], "edges": [{"key": "Firmansyahlepi", "source": "Firmansyahlepi", "target": "FraksiPKB", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Firmansyahlepi", "source": "Firmansyahlepi", "target": "FraksiPKB", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Parlecoid", "source": "Parlecoid", "target": "asatunews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "AlhamadKim37129", "source": "AlhamadKim37129", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sinau2024", "source": "sinau2024", "target": "bmartawardaya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "anonimman137997", "source": "anonimman137997", "target": "inilahdotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_papua", "source": "bank_indonesia_papua", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kompascom", "source": "kompascom", "target": "rerekumampung", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_papua", "source": "bank_indonesia_papua", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibanjaran.id", "source": "infotibanjaran.id", "target": "voktis.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_kpwntb", "source": "bank_indonesia_kpwntb", "target": "bank_indonesia_kpwntb", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_kpwntb", "source": "bank_indonesia_kpwntb", "target": "bank_indonesia_kpwntb", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "source": "bank_indonesia_malut", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "19585064872", "source": "19585064872", "target": "visualiterasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "vinelsapri_", "source": "vinelsapri_", "target": "cnbcindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "harristurino", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "DPR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "belajar.saham8", "source": "belajar.saham8", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "buzzart_af", "source": "buzzart_af", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "wartapriangan.id", "source": "wartapriangan.id", "target": "menkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "folknomic", "source": "folknomic", "target": "folknomics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipperfinance05", "source": "clipperfinance05", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "kompascom", "source": "kompascom", "target": "reredipalmerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mancingsaham.id", "source": "mancingsaham.id", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "buterflywave", "source": "buterflywave", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "baramaros_", "source": "baramaros_", "target": "hypekabar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "klipnewss", "source": "klipnewss", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "source": "@TribunMedanTV", "target": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "JCCNetwork", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "jccbetwork.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "jcc_network", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "jccnetwork.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@HippoAcademy", "source": "@HippoAcademy", "target": "hippoacademy.id/", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "KementerianESDM", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "bahlillahadalia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "pln_id.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "BPHMigas_RI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "pertamina", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "KementerianESDM", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "BPHMigas_RI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "gibran_rakabuming", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@rajkazh", "source": "@rajkazh", "target": "AlgoTradingChampionsCommunity", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@trijayafm", "source": "@trijayafm", "target": "trijayafm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "source": "@VideoTribunPontianak", "target": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}