{"nodes": [{"key": "CecepLagi", "attributes": {"label": "CecepLagi", "x": 623.0894339562445, "y": 163.41244039728065, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.2474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067128593713689036", "id": "CecepLagi", "source": "tweet-000004", "content": "Plus katanya harga minyak mentah dunia langsung anjlok dan Pertamina bakal tetap enggan untuk menurunkan harga BBM karena nilai tukar rupiah terhadap dolar masih rendah.", "post_id": "2067128593713689036"}}, {"key": "mhuseinali", "attributes": {"label": "mhuseinali", "x": 539.4790723799301, "y": 344.8822805270405, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 31.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067128593713689036", "id": "mhuseinali", "source": "tweet-000004", "content": "Plus katanya harga minyak mentah dunia langsung anjlok dan Pertamina bakal tetap enggan untuk menurunkan harga BBM karena nilai tukar rupiah terhadap dolar masih rendah.", "post_id": "2067128593713689036"}}, {"key": "Parlecoid", "attributes": {"label": "Parlecoid", "x": 707.2184505718159, "y": 72.03248257810945, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.2474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067480701948375330", "id": "Parlecoid", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah Kamis pagi ini melemah hingga Rp17.856 per dolar AS setelah The Fed mempertahankan suku bunga tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik.  https://t.co/8hIWEaNQWB via  Biz ID https://t.co/aKxjpu4flr", "post_id": "2067480701948375330"}}, {"key": "asatunews", "attributes": {"label": "asatunews", "x": 341.241032822621, "y": 687.9967831022165, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 31.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067480701948375330", "id": "asatunews", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah Kamis pagi ini melemah hingga Rp17.856 per dolar AS setelah The Fed mempertahankan suku bunga tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik.  https://t.co/8hIWEaNQWB via  Biz ID https://t.co/aKxjpu4flr", "post_id": "2067480701948375330"}}, {"key": "pocongtampann", "attributes": {"label": "pocongtampann", "x": 784.4332096685952, "y": 762.0624454802975, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.2474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "2067143526958383223", "id": "pocongtampann", "source": "tweet-000004", "content": "contoh hari ini minyak mentah 75 dolar / barel, Indonesia beli nya sekarang dengan kurs rupiah di ±17.500, tapi Indonesia beli nya di minggu depan yang mungkin harga minyak turun lagi tapi rupiah melemah imbas dari the fed, apakah pertamina turunkan harga atau engga ya?", "post_id": "2067143526958383223"}}, {"key": "JanuasJoo_", "attributes": {"label": "JanuasJoo_", "x": 738.4432672826597, "y": 756.2907245179985, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.9124, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2067143526958383223", "id": "JanuasJoo_", "source": "tweet-000004", "content": "contoh hari ini minyak mentah 75 dolar / barel, Indonesia beli nya sekarang dengan kurs rupiah di ±17.500, tapi Indonesia beli nya di minggu depan yang mungkin harga minyak turun lagi tapi rupiah melemah imbas dari the fed, apakah pertamina turunkan harga atau engga ya?", "post_id": "2067143526958383223"}}, {"key": "TxtdariHI", "attributes": {"label": "TxtdariHI", "x": 749.9647133628168, "y": 526.4615841623494, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.9124, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2067143526958383223", "id": "TxtdariHI", "source": "tweet-000004", "content": "contoh hari ini minyak mentah 75 dolar / barel, Indonesia beli nya sekarang dengan kurs rupiah di ±17.500, tapi Indonesia beli nya di minggu depan yang mungkin harga minyak turun lagi tapi rupiah melemah imbas dari the fed, apakah pertamina turunkan harga atau engga ya?", "post_id": "2067143526958383223"}}, {"key": "erer_r12040", "attributes": {"label": "erer_r12040", "x": 50.97655841895221, "y": 50.51315499113318, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.2474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067144868842058020", "id": "erer_r12040", "source": "tweet-000004", "content": "dari berita yang beredar , cadangan listrik jawa dan bali semakin menipis, faktor rupiah anjlok. dan masalah iran vs amrik. jadi bersiaplah", "post_id": "2067144868842058020"}}, {"key": "artdecogirl12", "attributes": {"label": "artdecogirl12", "x": 918.1327022697764, "y": 550.2499915657438, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 31.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067144868842058020", "id": "artdecogirl12", "source": "tweet-000004", "content": "dari berita yang beredar , cadangan listrik jawa dan bali semakin menipis, faktor rupiah anjlok. dan masalah iran vs amrik. jadi bersiaplah", "post_id": "2067144868842058020"}}, {"key": "MalauSion_", "attributes": {"label": "MalauSion_", "x": 793.2615088703986, "y": 999.1509517671404, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.2474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067514096141140064", "id": "MalauSion_", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau harga minyak dunia turun tetapi rupiah melemah atau biaya operasional naik, belum tentu harga BBM bisa turun dalam proporsi yang sama. Hubungannya tidak sesederhana satu faktor.", "post_id": "2067514096141140064"}}, {"key": "ardisatriawan", "attributes": {"label": "ardisatriawan", "x": 243.7740808959016, "y": 611.83673179362, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 31.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067514096141140064", "id": "ardisatriawan", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau harga minyak dunia turun tetapi rupiah melemah atau biaya operasional naik, belum tentu harga BBM bisa turun dalam proporsi yang sama. Hubungannya tidak sesederhana satu faktor.", "post_id": "2067514096141140064"}}, {"key": "bickysianzu", "attributes": {"label": "bickysianzu", "x": 848.3380808317206, "y": 149.65284228610687, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.2474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067437100862263707", "id": "bickysianzu", "source": "tweet-000004", "content": "Deket deket pemilu bakalan naik suku bunga.. Trump di khianati.. Ini bakalan jadi kombinasi sempurna\nSuku bunga naik- perang eskalasi ke ba-el mandeb, minyak 120-150$- rupiah anjlok- demo masal- wug gumi e", "post_id": "2067437100862263707"}}, {"key": "hoteliercrypto", "attributes": {"label": "hoteliercrypto", "x": 504.3109119111602, "y": 890.0581039372049, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 31.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067437100862263707", "id": "hoteliercrypto", "source": "tweet-000004", "content": "Deket deket pemilu bakalan naik suku bunga.. Trump di khianati.. Ini bakalan jadi kombinasi sempurna\nSuku bunga naik- perang eskalasi ke ba-el mandeb, minyak 120-150$- rupiah anjlok- demo masal- wug gumi e", "post_id": "2067437100862263707"}}, {"key": "Capitalisborju", "attributes": {"label": "Capitalisborju", "x": 397.4811790541073, "y": 360.5847180095907, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.2474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068162587674714443", "id": "Capitalisborju", "source": "tweet-000004", "content": "Sesat info ini sih,  investasi terbesar di sini itu dari Singapura,  kemarin dikuras sebagian dibawa pulang,  IHSG & Rupiah anjlok mumpung kmrin ada isu perang & minyak naik... Singapura baik2 saja. Ga perlu nyenengin hati negeri kita baik2 saja.", "post_id": "2068162587674714443"}}, {"key": "PutraMataSatu", "attributes": {"label": "PutraMataSatu", "x": 90.54223729621347, "y": 976.4028169553088, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 31.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068162587674714443", "id": "PutraMataSatu", "source": "tweet-000004", "content": "Sesat info ini sih,  investasi terbesar di sini itu dari Singapura,  kemarin dikuras sebagian dibawa pulang,  IHSG & Rupiah anjlok mumpung kmrin ada isu perang & minyak naik... Singapura baik2 saja. Ga perlu nyenengin hati negeri kita baik2 saja.", "post_id": "2068162587674714443"}}, {"key": "RadioSmartFM", "attributes": {"label": "RadioSmartFM", "x": 239.10545205954813, "y": 221.95511576737158, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.2474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068937027630801055", "id": "RadioSmartFM", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah pada Senin pagi bergerak melemah 0,05 persen menjadi Rp17.813 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya Rp17.804 per dolar AS.\n\nAnalis Bank Woori Saudara Rully Nova menyatakan pelemahan rupiah dipicu meningkatnya harga minyak dunia.\n\n#SmartNews  https://t.co/i078Lopzin", "post_id": "2068937027630801055"}}, {"key": "antaranews", "attributes": {"label": "antaranews", "x": 78.0984084530998, "y": 487.5421983766929, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 31.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068937027630801055", "id": "antaranews", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah pada Senin pagi bergerak melemah 0,05 persen menjadi Rp17.813 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya Rp17.804 per dolar AS.\n\nAnalis Bank Woori Saudara Rully Nova menyatakan pelemahan rupiah dipicu meningkatnya harga minyak dunia.\n\n#SmartNews  https://t.co/i078Lopzin", "post_id": "2068937027630801055"}}, {"key": "ahmadfaisal86", "attributes": {"label": "ahmadfaisal86", "x": 958.9849651218858, "y": 526.101220226608, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.2474, "eigenvector": 199.9999, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "2069369702363906346", "id": "ahmadfaisal86", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoh. Emang rupiah melemah disengaja pemerintah utk menindas rakyat? 🤣\n\nKalau pajak naik dianggap menisdas iya. Tp mana buktinya pemerintah Prabowo menaikan pajak? 🤣\n\nSembako naik krn hrg dr petani yg naik, Petani senang \n\npertamax naik utk org kaya krn Minyak dunia yg naik", "post_id": "2069369702363906346"}}, {"key": "8_FERRY_8", "attributes": {"label": "8_FERRY_8", "x": 826.2310962192483, "y": 225.2674600490563, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.9124, "eigenvector": 199.9999, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069369702363906346", "id": "8_FERRY_8", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoh. Emang rupiah melemah disengaja pemerintah utk menindas rakyat? 🤣\n\nKalau pajak naik dianggap menisdas iya. Tp mana buktinya pemerintah Prabowo menaikan pajak? 🤣\n\nSembako naik krn hrg dr petani yg naik, Petani senang \n\npertamax naik utk org kaya krn Minyak dunia yg naik", "post_id": "2069369702363906346"}}, {"key": "BANGSAygSUJUD", "attributes": {"label": "BANGSAygSUJUD", "x": 511.27764006287146, "y": 105.04830219699402, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.9124, "eigenvector": 199.9999, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069369702363906346", "id": "BANGSAygSUJUD", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoh. Emang rupiah melemah disengaja pemerintah utk menindas rakyat? 🤣\n\nKalau pajak naik dianggap menisdas iya. Tp mana buktinya pemerintah Prabowo menaikan pajak? 🤣\n\nSembako naik krn hrg dr petani yg naik, Petani senang \n\npertamax naik utk org kaya krn Minyak dunia yg naik", "post_id": "2069369702363906346"}}, {"key": "Kaum__Jelata", "attributes": {"label": "Kaum__Jelata", "x": 542.3908581506266, "y": 0.9656862923012044, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.9124, "eigenvector": 199.9999, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069369702363906346", "id": "Kaum__Jelata", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoh. Emang rupiah melemah disengaja pemerintah utk menindas rakyat? 🤣\n\nKalau pajak naik dianggap menisdas iya. Tp mana buktinya pemerintah Prabowo menaikan pajak? 🤣\n\nSembako naik krn hrg dr petani yg naik, Petani senang \n\npertamax naik utk org kaya krn Minyak dunia yg naik", "post_id": "2069369702363906346"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 177.36216152518136, "y": 279.7242539590686, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.9124, "eigenvector": 199.9999, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069369702363906346", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoh. Emang rupiah melemah disengaja pemerintah utk menindas rakyat? 🤣\n\nKalau pajak naik dianggap menisdas iya. Tp mana buktinya pemerintah Prabowo menaikan pajak? 🤣\n\nSembako naik krn hrg dr petani yg naik, Petani senang \n\npertamax naik utk org kaya krn Minyak dunia yg naik", "post_id": "2069369702363906346"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 824.2903264398047, "y": 973.8548522735548, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 29.9955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3924832264409941756_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah melemah 0,12% ke Rp17.812/US$ pada Senin pagi (22/6/2026), seiring penguatan dolar AS dan pelemahan mayoritas mata uang Asia di tengah kembali meningkatnya tensi geopolitik AS–Iran yang mendorong penguatan aset safe haven.\n\nSementara itu, IHSG dibuka menguat 0,65% ke level 6.217, lebih baik dari bursa Asia yang cenderung mixed, ditopang sentimen MSCI dan penguatan teknikal, meski pasar masih mencermati risiko global dan harga minyak.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#rupiah #dolar #ihsg #saham #bloombergtechnoz", "post_id": "3924832264409941756_51748745734"}}, {"key": "19585064872", "attributes": {"label": "19585064872", "x": 717.901167097482, "y": 666.7656947711097, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 17.2474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "19585064872", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "visualiterasi", "attributes": {"label": "visualiterasi", "x": 434.1445940679025, "y": 584.5479629235823, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 31.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "visualiterasi", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 840.472136630453, "y": 213.9588703359996, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.0661, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 3, "degree": 6}, "_id": "3925060171311831787_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,22 persen atau 32 poin ke level Rp17.843 per USD pada perdagangan Senin (22/6/2026).\n\nAnalis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang memperingatkan Iran mengenai kemungkinan aksi militer lanjutan.\n\nMenurut Ibrahim, pernyataan tersebut muncul di tengah upaya diplomatik yang kembali dibuka antara AS dan Iran. Wakil Presiden AS JD Vance diketahui memimpin pembicaraan dengan perwakilan Iran di Swiss guna meredakan ketegangan yang sebelumnya meningkat di kawasan Timur Tengah.\n\n“Komentar tersebut muncul ketika Wakil Presiden ASD JD Vance membuka babak baru pembicaraan diplomatik dengan perwakilan Iran di Swiss,” tulis Ibrahim dalam risetnya Senin (22/6/2026).\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/gejolak-timur-tengah-dan-risiko-inflasi-domestik-seret-rupiah-ke-rp17843\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #rupiah #timurtengah #inflasi", "post_id": "3925060171311831787_3310659452"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 668.158335931999, "y": 999.4525215743503, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.0661, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 3, "degree": 6}, "_id": "3925174845948851927_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah menguat 0,03% ke level 17.799 per dolar AS pada perdagangan Senin (22/6) pagi, di tengah pelemahan mayoritas mata uang Asia. Sempat dibuka melemah di 17.805, rupiah kemudian bergerak menguat hingga kisaran 17.799 per dolar AS pada pukul 10.00 WIB.\n\nSebagian besar mata uang regional justru melemah terhadap dolar AS, termasuk yen Jepang, dolar Singapura, ringgit Malaysia, dan won Korea Selatan. Pengamat menilai rupiah masih akan bergerak konsolidatif di tengah sentimen global dan sikap wait and see investor terhadap isu geopolitik serta klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI, dengan perkiraan rentang 17.750–17.850 per dolar AS. 📊\n\nSumber: katadata.co.id, 22 Juni 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#Rupiah #Kurs #USDIDR #Forex #PasarUang #IHSG #EkonomiIndonesia #Investasi #mancingsaham", "post_id": "3925174845948851927_52512310886"}}, {"key": "folknomic", "attributes": {"label": "folknomic", "x": 283.30593319139217, "y": 177.40120482593923, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.2474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomic", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "folknomics", "attributes": {"label": "folknomics", "x": 50.03562554190888, "y": 187.13519309898018, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 31.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomics", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "@rajkazh", "attributes": {"label": "@rajkazh", "x": 895.4280173465055, "y": 506.8649229556975, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.2474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "sOPcP61F9IY", "id": "@rajkazh", "source": "youtube-000001", "content": "Hari Keputusan The Fed, Kesepakatan AS-Iran Ditandatangani, Minyak di Bawah $80, Rupiah Menguat, ...\n\n\nPasar global memasuki Hari Keputusan Fed dengan harga minyak turun di bawah $80, dolar melemah, dan investor mencerna perjanjian AS-Iran yang ditandatangani secara elektronik sebelum upacara formalnya di Swiss. India terus diuntungkan dari penurunan harga minyak mentah karena rupee menguat untuk sesi ketiga berturut-turut, imbal hasil obligasi menurun, dan Nifty mendekati angka 24.000. Sementara itu, Bank of Japan memberikan suku bunga kebijakan 1% pertamanya sejak 1995, data terbaru China menyoroti permintaan konsumen yang lemah meskipun manufaktur tetap tangguh, dan indikator sentimen Eropa mengejutkan dengan peningkatan. Dengan Kevin Warsh menyampaikan keputusan kebijakan Federal Reserve pertamanya, pasar kurang fokus pada suku bunga dan lebih pada pesan yang disampaikan. Setelah seminggu di mana geopolitik mencuri perhatian, para bankir sentral akhirnya mendapat giliran mereka—dengan asumsi berita utama mendukung.\n\n#FederalReserve #FOMC #KevinWarsh #KesepakatanASIran #HargaMinyak #PasarIndia #Rupee #Nifty50 #BOJ #BankOfJapan #IndeksDolar #EkonomiChina #MakroGlobal #ProspekEkonomi #Kazedge", "post_id": "sOPcP61F9IY"}}, {"key": "AlgoTradingChampionsCommunity", "attributes": {"label": "AlgoTradingChampionsCommunity", "x": 581.9948861574574, "y": 970.1361371445256, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sOPcP61F9IY", "id": "AlgoTradingChampionsCommunity", "source": "youtube-000001", "content": "Hari Keputusan The Fed, Kesepakatan AS-Iran Ditandatangani, Minyak di Bawah $80, Rupiah Menguat, ...\n\n\nPasar global memasuki Hari Keputusan Fed dengan harga minyak turun di bawah $80, dolar melemah, dan investor mencerna perjanjian AS-Iran yang ditandatangani secara elektronik sebelum upacara formalnya di Swiss. India terus diuntungkan dari penurunan harga minyak mentah karena rupee menguat untuk sesi ketiga berturut-turut, imbal hasil obligasi menurun, dan Nifty mendekati angka 24.000. Sementara itu, Bank of Japan memberikan suku bunga kebijakan 1% pertamanya sejak 1995, data terbaru China menyoroti permintaan konsumen yang lemah meskipun manufaktur tetap tangguh, dan indikator sentimen Eropa mengejutkan dengan peningkatan. Dengan Kevin Warsh menyampaikan keputusan kebijakan Federal Reserve pertamanya, pasar kurang fokus pada suku bunga dan lebih pada pesan yang disampaikan. Setelah seminggu di mana geopolitik mencuri perhatian, para bankir sentral akhirnya mendapat giliran mereka—dengan asumsi berita utama mendukung.\n\n#FederalReserve #FOMC #KevinWarsh #KesepakatanASIran #HargaMinyak #PasarIndia #Rupee #Nifty50 #BOJ #BankOfJapan #IndeksDolar #EkonomiChina #MakroGlobal #ProspekEkonomi #Kazedge", "post_id": "sOPcP61F9IY"}}, {"key": "@suryamalangcom", "attributes": {"label": "@suryamalangcom", "x": 603.8176372428071, "y": 962.8428776080758, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.2474, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "rT6lbJGN7SQ", "id": "@suryamalangcom", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah dan BBM Naik, Mahasiswa Desak DPRD Jombang Membuka Data Kondisi Ekonomi Masyarakat\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nHost : Septyana Eka\nVP : Reza P\nReporter : Anggit Widodo\n\nJOMBANG - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Melihat Indonesia, menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Jombang pada Jumat (19/6/2026).\n\nMereka mendesak DPRD dan Pemerintah Kabupaten Jombang, untuk mengambil langkah konkret dalam mengantisipasi dampak gejolak ekonomi global yang mulai dirasakan oleh masyarakat.\n\nAksi tersebut diikuti oleh kader DPC GMNI Jombang dan BEM Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang. \n\nMassa aksi menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah, serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), yang dinilai berpotensi meningkatkan beban ekonomi masyarakat, khususnya kelompok rentan.\n\nKetua DPC GMNI Jombang, Daffa Raihananta, menyatakan bahwa kondisi ekonomi nasional dan global perlu segera dipetakan dampaknya di tingkat daerah. \n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA\nWEBSITE: \nhttp://suryamalang.com/ \n\nINSTAGRAM:\n  / suryamalang  \n\nFACEBOOK:\n  / suryamalang.tribun  \n\n#suryamalang\n#malang\n#ngalam", "post_id": "rT6lbJGN7SQ"}}, {"key": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "tribunnewssurya", "x": 474.5081753239614, "y": 876.5903535053544, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 61.2282, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "rT6lbJGN7SQ", "id": "tribunnewssurya", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah dan BBM Naik, Mahasiswa Desak DPRD Jombang Membuka Data Kondisi Ekonomi Masyarakat\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nHost : Septyana Eka\nVP : Reza P\nReporter : Anggit Widodo\n\nJOMBANG - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Melihat Indonesia, menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Jombang pada Jumat (19/6/2026).\n\nMereka mendesak DPRD dan Pemerintah Kabupaten Jombang, untuk mengambil langkah konkret dalam mengantisipasi dampak gejolak ekonomi global yang mulai dirasakan oleh masyarakat.\n\nAksi tersebut diikuti oleh kader DPC GMNI Jombang dan BEM Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang. \n\nMassa aksi menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah, serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), yang dinilai berpotensi meningkatkan beban ekonomi masyarakat, khususnya kelompok rentan.\n\nKetua DPC GMNI Jombang, Daffa Raihananta, menyatakan bahwa kondisi ekonomi nasional dan global perlu segera dipetakan dampaknya di tingkat daerah. \n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA\nWEBSITE: \nhttp://suryamalang.com/ \n\nINSTAGRAM:\n  / suryamalang  \n\nFACEBOOK:\n  / suryamalang.tribun  \n\n#suryamalang\n#malang\n#ngalam", "post_id": "rT6lbJGN7SQ"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 391.5267472182348, "y": 383.75129542863317, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.2474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "BZGg8QsOgjo", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Pertahanan Rupiah oleh RBI Menghadapi Risiko yang Lebih Besar | Cara Kerja Ekonomi India | The Core\n\nUpaya pertahanan rupee oleh RBI menghadapi risiko yang lebih besar karena India menghadapi tekanan dari depresiasi rupee, cadangan devisa, arus keluar modal asing, dan perubahan ekonomi global.\n\nDalam episode How India’s Economy Works di The Core ini, Jurnalis Puja Mehra berbicara dengan ekonom Renu Kohli (mantan karyawan Bank Sentral India dan IMF dan saat ini sebagai peneliti senior di Centre for Social and Economic Progress (CSEP)) tentang mengapa rupee India melemah meskipun cadangan devisa India cukup besar. Diskusi ini membahas intervensi RBI, batasan cadangan devisa, penurunan FDI, arus keluar portofolio, guncangan harga minyak, dan mengapa neraca pembayaran India mungkin berada di bawah tekanan yang lebih besar daripada yang ditunjukkan oleh angka-angka utama.\n\nRenu Kohli menjelaskan mengapa cadangan devisa India tidak sama dengan cadangan yang diperoleh, bagaimana \"cadangan pinjaman\" bergantung pada arus masuk modal, dan mengapa tidak ada jumlah cadangan yang dapat sepenuhnya melindungi rupee jika investor asing berhenti membawa uang masuk. Ia juga membandingkan tekanan rupee saat ini dengan episode masa lalu seperti tahun 1991, 2008, dan 2013, sambil menjelaskan mengapa momen ini berbeda.\n\nPercakapan ini juga membahas apakah RBI membiarkan rupee tetap terlalu kuat terlalu lama, mengapa langkah-langkah jangka pendek hanya dapat mengulur waktu, dan apa yang perlu dilakukan India untuk menarik modal asing yang lebih berkelanjutan. Dari FDI dan defisit transaksi berjalan hingga impor minyak, arus modal yang dipimpin AI, dan ketidakpastian global, episode ini menguraikan risiko yang lebih dalam yang dihadapi ekonomi India.\n\nPertahanan rupee oleh RBI menghadapi risiko yang lebih besar karena depresiasi rupee, cadangan devisa, arus keluar modal asing, penurunan FDI, impor minyak, dan neraca pembayaran India berada di bawah tekanan. Saksikan Bagaimana Ekonomi India Bekerja di The Core untuk memahami apa arti rupee yang lebih lemah bagi kebijakan RBI, investor, dan ekonomi India.\n\n#RBI #Rupee #EkonomiIndia #CadanganValutaAsing #CaraKerjaEkonomiIndia #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran WhatsApp kami (https://tinyurl.com/The-Core-WhatsApp...)\n\nBerlangganan Newsletter kami (https://www.thecore.in/newsletters/th...)\n\nIkuti Kami di Media Sosial untuk Pembaruan Lebih Lanjut:\nTwitter (  / the_core_in  )\nInstagram (  / the.core.in  )\nFacebook (  / thecore.biz  )\nLinkedIn (  / thecore-in  )\nYouTube (   /   )", "post_id": "BZGg8QsOgjo"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 804.5519984294921, "y": 636.1600258555637, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5775, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "BZGg8QsOgjo", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Pertahanan Rupiah oleh RBI Menghadapi Risiko yang Lebih Besar | Cara Kerja Ekonomi India | The Core\n\nUpaya pertahanan rupee oleh RBI menghadapi risiko yang lebih besar karena India menghadapi tekanan dari depresiasi rupee, cadangan devisa, arus keluar modal asing, dan perubahan ekonomi global.\n\nDalam episode How India’s Economy Works di The Core ini, Jurnalis Puja Mehra berbicara dengan ekonom Renu Kohli (mantan karyawan Bank Sentral India dan IMF dan saat ini sebagai peneliti senior di Centre for Social and Economic Progress (CSEP)) tentang mengapa rupee India melemah meskipun cadangan devisa India cukup besar. Diskusi ini membahas intervensi RBI, batasan cadangan devisa, penurunan FDI, arus keluar portofolio, guncangan harga minyak, dan mengapa neraca pembayaran India mungkin berada di bawah tekanan yang lebih besar daripada yang ditunjukkan oleh angka-angka utama.\n\nRenu Kohli menjelaskan mengapa cadangan devisa India tidak sama dengan cadangan yang diperoleh, bagaimana \"cadangan pinjaman\" bergantung pada arus masuk modal, dan mengapa tidak ada jumlah cadangan yang dapat sepenuhnya melindungi rupee jika investor asing berhenti membawa uang masuk. Ia juga membandingkan tekanan rupee saat ini dengan episode masa lalu seperti tahun 1991, 2008, dan 2013, sambil menjelaskan mengapa momen ini berbeda.\n\nPercakapan ini juga membahas apakah RBI membiarkan rupee tetap terlalu kuat terlalu lama, mengapa langkah-langkah jangka pendek hanya dapat mengulur waktu, dan apa yang perlu dilakukan India untuk menarik modal asing yang lebih berkelanjutan. Dari FDI dan defisit transaksi berjalan hingga impor minyak, arus modal yang dipimpin AI, dan ketidakpastian global, episode ini menguraikan risiko yang lebih dalam yang dihadapi ekonomi India.\n\nPertahanan rupee oleh RBI menghadapi risiko yang lebih besar karena depresiasi rupee, cadangan devisa, arus keluar modal asing, penurunan FDI, impor minyak, dan neraca pembayaran India berada di bawah tekanan. Saksikan Bagaimana Ekonomi India Bekerja di The Core untuk memahami apa arti rupee yang lebih lemah bagi kebijakan RBI, investor, dan ekonomi India.\n\n#RBI #Rupee #EkonomiIndia #CadanganValutaAsing #CaraKerjaEkonomiIndia #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran WhatsApp kami (https://tinyurl.com/The-Core-WhatsApp...)\n\nBerlangganan Newsletter kami (https://www.thecore.in/newsletters/th...)\n\nIkuti Kami di Media Sosial untuk Pembaruan Lebih Lanjut:\nTwitter (  / the_core_in  )\nInstagram (  / the.core.in  )\nFacebook (  / thecore.biz  )\nLinkedIn (  / thecore-in  )\nYouTube (   /   )", "post_id": "BZGg8QsOgjo"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 523.0936996645203, "y": 791.1906366571054, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.2474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "thCSiEpdLE4", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Polri Minta Tambahan Anggaran Rp 66,1 Triliun di 2027, Singgung BBM Naik & Rupiah Melemah\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV – Kepolisian Negara Republik Indonesia mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 66,1 triliun untuk tahun anggaran 2027.\n\nHal ini disampaikan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan pada Rabu (17/6/2026).\n\n\"Pagu indikatif Polri tahun anggaran 2027 telah ditetapkan sebesar Rp118 triliun rupiah. Jika dibandingkan usulan kebutuhan ideal Polri tahun anggaran 2027 sebesar Rp178 triliun rupiah, baru terpenuhi 66,4 persen,\" kata Dedi.\n\nDedi menyampaikan bahwa pihaknya juga telah melakukan penyesuaian terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, sehingga kebutuhan ideal anggaran Polri kembali meningkat.\n\n\"Setelah dilakukan rasionalisasi dengan perhitungan kenaikan harga BBM dan kurs rupiah terhadap dollar AS saat ini, maka kebutuhan ideal anggaran Polri untuk tahun anggaran 2027 naik sebesar Rp 184 triliun rupiah,\" ujar Dedi.\n\nProduser: Theo Reza\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "thCSiEpdLE4"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 351.5141590736357, "y": 962.3951597077516, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "thCSiEpdLE4", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Polri Minta Tambahan Anggaran Rp 66,1 Triliun di 2027, Singgung BBM Naik & Rupiah Melemah\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV – Kepolisian Negara Republik Indonesia mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 66,1 triliun untuk tahun anggaran 2027.\n\nHal ini disampaikan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan pada Rabu (17/6/2026).\n\n\"Pagu indikatif Polri tahun anggaran 2027 telah ditetapkan sebesar Rp118 triliun rupiah. Jika dibandingkan usulan kebutuhan ideal Polri tahun anggaran 2027 sebesar Rp178 triliun rupiah, baru terpenuhi 66,4 persen,\" kata Dedi.\n\nDedi menyampaikan bahwa pihaknya juga telah melakukan penyesuaian terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, sehingga kebutuhan ideal anggaran Polri kembali meningkat.\n\n\"Setelah dilakukan rasionalisasi dengan perhitungan kenaikan harga BBM dan kurs rupiah terhadap dollar AS saat ini, maka kebutuhan ideal anggaran Polri untuk tahun anggaran 2027 naik sebesar Rp 184 triliun rupiah,\" ujar Dedi.\n\nProduser: Theo Reza\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "thCSiEpdLE4"}}, {"key": "@genpico", "attributes": {"label": "@genpico", "x": 91.10204882112217, "y": 113.10110696188147, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.2474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "5ZP8vjOojlk", "id": "@genpico", "source": "youtube-000001", "content": "Gantikan Luhut, AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Whoosh\n\nStruktur kepemimpinan Kereta Cepat Jakarta-Bandung resmi dirombak. Melalui Perpres Nomor 29 Tahun 2026, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi ditunjuk sebagai Ketua Komite Whoosh menggantikan posisi Luhut Binsar Pandjaitan. ?Penyesuaian di bawah Kabinet Merah Putih ini memberikan tanggung jawab besar kepada Menko AHY. Bersama jajaran menteri anggota komite, tugas utamanya adalah merumuskan langkah strategis dan mengatasi masalah pembengkakan biaya (cost overrun) proyek Whoosh.\n\n \n\nSimak video selengkapnya di sini! \n\n \n\n#AgusHarimurtiYudhoyono #AHY #LuhutBinsarPandjaitan #Whoosh \n\n \n\nBACA JUGA: Rupiah Melemah Rp 17.881 per Dolar AS, Dipicu Gejolak Harga Minyak dan The Fed\n\n \n\nBaca selengkapnya:\n\nhttps://www.genpi.co/ekonomi/281512/r...\n\n \n\nFOLLOW US:\n\nInstagram :  \n\nFanpage Facebook : GenPIco\n\nTikTok:", "post_id": "5ZP8vjOojlk"}}, {"key": "Genpicomedia", "attributes": {"label": "Genpicomedia", "x": 953.8129928246946, "y": 597.2546557237259, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5775, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5ZP8vjOojlk", "id": "Genpicomedia", "source": "youtube-000001", "content": "Gantikan Luhut, AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Whoosh\n\nStruktur kepemimpinan Kereta Cepat Jakarta-Bandung resmi dirombak. Melalui Perpres Nomor 29 Tahun 2026, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi ditunjuk sebagai Ketua Komite Whoosh menggantikan posisi Luhut Binsar Pandjaitan. ?Penyesuaian di bawah Kabinet Merah Putih ini memberikan tanggung jawab besar kepada Menko AHY. Bersama jajaran menteri anggota komite, tugas utamanya adalah merumuskan langkah strategis dan mengatasi masalah pembengkakan biaya (cost overrun) proyek Whoosh.\n\n \n\nSimak video selengkapnya di sini! \n\n \n\n#AgusHarimurtiYudhoyono #AHY #LuhutBinsarPandjaitan #Whoosh \n\n \n\nBACA JUGA: Rupiah Melemah Rp 17.881 per Dolar AS, Dipicu Gejolak Harga Minyak dan The Fed\n\n \n\nBaca selengkapnya:\n\nhttps://www.genpi.co/ekonomi/281512/r...\n\n \n\nFOLLOW US:\n\nInstagram :  \n\nFanpage Facebook : GenPIco\n\nTikTok:", "post_id": "5ZP8vjOojlk"}}, {"key": "genpicomedia", "attributes": {"label": "genpicomedia", "x": 623.536535842713, "y": 150.98755724465042, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5775, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5ZP8vjOojlk", "id": "genpicomedia", "source": "youtube-000001", "content": "Gantikan Luhut, AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Whoosh\n\nStruktur kepemimpinan Kereta Cepat Jakarta-Bandung resmi dirombak. Melalui Perpres Nomor 29 Tahun 2026, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi ditunjuk sebagai Ketua Komite Whoosh menggantikan posisi Luhut Binsar Pandjaitan. ?Penyesuaian di bawah Kabinet Merah Putih ini memberikan tanggung jawab besar kepada Menko AHY. Bersama jajaran menteri anggota komite, tugas utamanya adalah merumuskan langkah strategis dan mengatasi masalah pembengkakan biaya (cost overrun) proyek Whoosh.\n\n \n\nSimak video selengkapnya di sini! \n\n \n\n#AgusHarimurtiYudhoyono #AHY #LuhutBinsarPandjaitan #Whoosh \n\n \n\nBACA JUGA: Rupiah Melemah Rp 17.881 per Dolar AS, Dipicu Gejolak Harga Minyak dan The Fed\n\n \n\nBaca selengkapnya:\n\nhttps://www.genpi.co/ekonomi/281512/r...\n\n \n\nFOLLOW US:\n\nInstagram :  \n\nFanpage Facebook : GenPIco\n\nTikTok:", "post_id": "5ZP8vjOojlk"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "attributes": {"label": "@TribunnewsSurya", "x": 338.8102098301492, "y": 454.38172359410055, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.2474, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "IGj-TnGOKOk", "id": "@TribunnewsSurya", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah dan BBM Naik, Mahasiswa Desak DPRD Jombang Membuka Data Kondisi Ekonomi Masyarakat\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nHost : Septyana Eka\nVP : Reza P\nReporter : Anggit Widodo\n\nJOMBANG - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Melihat Indonesia, menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Jombang pada Jumat (19/6/2026).\n\nMereka mendesak DPRD dan Pemerintah Kabupaten Jombang, untuk mengambil langkah konkret dalam mengantisipasi dampak gejolak ekonomi global yang mulai dirasakan oleh masyarakat.\n\nAksi tersebut diikuti oleh kader DPC GMNI Jombang dan BEM Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang. \n\nMassa aksi menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah, serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), yang dinilai berpotensi meningkatkan beban ekonomi masyarakat, khususnya kelompok rentan.\n\nKetua DPC GMNI Jombang, Daffa Raihananta, menyatakan bahwa kondisi ekonomi nasional dan global perlu segera dipetakan dampaknya di tingkat daerah. \n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "IGj-TnGOKOk"}}, {"key": "@tribunmaduraofficial", "attributes": {"label": "@tribunmaduraofficial", "x": 556.5098257453147, "y": 384.3420099486765, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.2474, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NpsGCOjerBs", "id": "@tribunmaduraofficial", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah dan BBM Naik, Mahasiswa Desak DPRD Jombang Membuka Data Kondisi Ekonomi Masyarakat\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nHost : Septyana Eka\nVP : Reza P\nReporter : Anggit Widodo\n\nJOMBANG - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Melihat Indonesia, menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Jombang pada Jumat (19/6/2026).\n\nMereka mendesak DPRD dan Pemerintah Kabupaten Jombang, untuk mengambil langkah konkret dalam mengantisipasi dampak gejolak ekonomi global yang mulai dirasakan oleh masyarakat.\n\nAksi tersebut diikuti oleh kader DPC GMNI Jombang dan BEM Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang. \n\nMassa aksi menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah, serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), yang dinilai berpotensi meningkatkan beban ekonomi masyarakat, khususnya kelompok rentan.\n\nKetua DPC GMNI Jombang, Daffa Raihananta, menyatakan bahwa kondisi ekonomi nasional dan global perlu segera dipetakan dampaknya di tingkat daerah. \n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "NpsGCOjerBs"}}], "edges": [{"key": "CecepLagi", "source": "CecepLagi", "target": "mhuseinali", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Parlecoid", "source": "Parlecoid", "target": "asatunews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "pocongtampann", "source": "pocongtampann", "target": "JanuasJoo_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "pocongtampann", "source": "pocongtampann", "target": "TxtdariHI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "erer_r12040", "source": "erer_r12040", "target": "artdecogirl12", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "MalauSion_", "source": "MalauSion_", "target": "ardisatriawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bickysianzu", "source": "bickysianzu", "target": "hoteliercrypto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Capitalisborju", "source": "Capitalisborju", "target": "PutraMataSatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "pocongtampann", "source": "pocongtampann", "target": "JanuasJoo_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "pocongtampann", "source": "pocongtampann", "target": "TxtdariHI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RadioSmartFM", "source": "RadioSmartFM", "target": "antaranews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ahmadfaisal86", "source": "ahmadfaisal86", "target": "8_FERRY_8", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ahmadfaisal86", "source": "ahmadfaisal86", "target": "BANGSAygSUJUD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ahmadfaisal86", "source": "ahmadfaisal86", "target": "Kaum__Jelata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ahmadfaisal86", "source": "ahmadfaisal86", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "19585064872", "source": "19585064872", "target": "visualiterasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "folknomic", "source": "folknomic", "target": "folknomics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@rajkazh", "source": "@rajkazh", "target": "AlgoTradingChampionsCommunity", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@suryamalangcom", "source": "@suryamalangcom", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@genpico", "source": "@genpico", "target": "Genpicomedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@genpico", "source": "@genpico", "target": "genpicomedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunmaduraofficial", "source": "@tribunmaduraofficial", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}