{"nodes": [{"key": "sbjunnie", "attributes": {"label": "sbjunnie", "x": 648.8171646804738, "y": 918.3328918721235, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 22.8237, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067076563116720630", "id": "sbjunnie", "source": "retweet-000002", "content": "Prabowo & Buna Teddy liburan ke Paris\nBahlil & Dadan naik haji\nSedangkan Purbaya stress mikirin rupiah sampe batal haji we…", "post_id": "2067076563116720630"}}, {"key": "sosmedkeras", "attributes": {"label": "sosmedkeras", "x": 906.0713956746781, "y": 606.3966276097376, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 42.2238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "2067076563116720630", "id": "sosmedkeras", "source": "retweet-000002", "content": "Prabowo & Buna Teddy liburan ke Paris\nBahlil & Dadan naik haji\nSedangkan Purbaya stress mikirin rupiah sampe batal haji we…", "post_id": "2067076563116720630"}}, {"key": "yujinaoshikoo", "attributes": {"label": "yujinaoshikoo", "x": 896.5915082648648, "y": 96.33340598991535, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 22.8237, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067382111699611716", "id": "yujinaoshikoo", "source": "retweet-000002", "content": "Prabowo & Buna Teddy liburan ke Paris\nBahlil & Dadan naik haji\nSedangkan Purbaya stress mikirin rupiah sampe batal haji we…", "post_id": "2067382111699611716"}}, {"key": "RifqyMAz295", "attributes": {"label": "RifqyMAz295", "x": 565.2664936795715, "y": 896.3914698145758, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.8237, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067912144117772355", "id": "RifqyMAz295", "source": "tweet-000004", "content": "Pengalihan isu apa lagi ini, pasti soal harga BBM naik, rupiah melemah, atau mati listrik akibat kekurangan batu bara akibat kebijakan gblk Bahlil", "post_id": "2067912144117772355"}}, {"key": "catchmeupco", "attributes": {"label": "catchmeupco", "x": 56.92392701051163, "y": 452.4579755878554, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 42.2238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067912144117772355", "id": "catchmeupco", "source": "tweet-000004", "content": "Pengalihan isu apa lagi ini, pasti soal harga BBM naik, rupiah melemah, atau mati listrik akibat kekurangan batu bara akibat kebijakan gblk Bahlil", "post_id": "2067912144117772355"}}, {"key": "cangporcang1", "attributes": {"label": "cangporcang1", "x": 253.2552626359078, "y": 741.6214329683003, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.8237, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067361559912005758", "id": "cangporcang1", "source": "tweet-000004", "content": "Ada kisah sejarah Pertamax itu ternyata  Pertalite oleh pertamina, pejuang rupiah berbondong2 pindah ke Shell, Shell-pun diberangus Bahlil.., yakin itu Pertamax bukannnya Pertalite, sekali dibohongi pantang percaya lagi", "post_id": "2067361559912005758"}}, {"key": "boxxtoc", "attributes": {"label": "boxxtoc", "x": 872.426356799249, "y": 447.48287465494207, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 42.2238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067361559912005758", "id": "boxxtoc", "source": "tweet-000004", "content": "Ada kisah sejarah Pertamax itu ternyata  Pertalite oleh pertamina, pejuang rupiah berbondong2 pindah ke Shell, Shell-pun diberangus Bahlil.., yakin itu Pertamax bukannnya Pertalite, sekali dibohongi pantang percaya lagi", "post_id": "2067361559912005758"}}, {"key": "hajimoohidin", "attributes": {"label": "hajimoohidin", "x": 955.6731971059088, "y": 536.4480203894551, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.8237, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067435133599412443", "id": "hajimoohidin", "source": "tweet-000004", "content": "Padahal ga guna, udah anggaran gede masih malak rakyat pula. Lu ikutan demo anjir makanya BBM Naik, rupiah lemah, padahal keluhannya sama tapi malah nyerang rakyat. Bahlil lu", "post_id": "2067435133599412443"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 860.1004025350649, "y": 477.6178619827658, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 42.2238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067435133599412443", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Padahal ga guna, udah anggaran gede masih malak rakyat pula. Lu ikutan demo anjir makanya BBM Naik, rupiah lemah, padahal keluhannya sama tapi malah nyerang rakyat. Bahlil lu", "post_id": "2067435133599412443"}}, {"key": "liaasister", "attributes": {"label": "liaasister", "x": 83.34538879347319, "y": 471.7945314737544, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.8237, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067888358697930807", "id": "liaasister", "source": "tweet-000004", "content": "Kan Bahlil sudah ngaku kalau sering mati lampu itu akibat kekurangan Batu Bara .\nKarena rupiah anjlok , para eksportir lebih tertarik ekspor Batu Bara daripada di gunakan di dalam negri . Akibatnya rakyat yg jadi korban pemadaman bergilir .", "post_id": "2067888358697930807"}}, {"key": "zalkad", "attributes": {"label": "zalkad", "x": 311.42681095066484, "y": 985.9588810806754, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 42.2238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067888358697930807", "id": "zalkad", "source": "tweet-000004", "content": "Kan Bahlil sudah ngaku kalau sering mati lampu itu akibat kekurangan Batu Bara .\nKarena rupiah anjlok , para eksportir lebih tertarik ekspor Batu Bara daripada di gunakan di dalam negri . Akibatnya rakyat yg jadi korban pemadaman bergilir .", "post_id": "2067888358697930807"}}, {"key": "HabibiFuad", "attributes": {"label": "HabibiFuad", "x": 171.63018724358992, "y": 211.3455236665871, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.8237, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068482339152547921", "id": "HabibiFuad", "source": "tweet-000004", "content": "Udah, 4 kali.\n\nBahlil keparat emang, kok bisa kekurangan batu bara gak ngomong jauh hari, mana sengaja nggak beli batu bara buat MBG. Semua aja buat MBG. Listrik mati? MBG, Harga minyak mahal? MBG, Rupiah melempem? MBG, Prabowo Gay? MBG, Gibran tolol? MBG, Bahlil goblog? MBG", "post_id": "2068482339152547921"}}, {"key": "tanyakanrl", "attributes": {"label": "tanyakanrl", "x": 819.1298682568702, "y": 361.67911043294697, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 42.2238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068482339152547921", "id": "tanyakanrl", "source": "tweet-000004", "content": "Udah, 4 kali.\n\nBahlil keparat emang, kok bisa kekurangan batu bara gak ngomong jauh hari, mana sengaja nggak beli batu bara buat MBG. Semua aja buat MBG. Listrik mati? MBG, Harga minyak mahal? MBG, Rupiah melempem? MBG, Prabowo Gay? MBG, Gibran tolol? MBG, Bahlil goblog? MBG", "post_id": "2068482339152547921"}}, {"key": "idntimes.video", "attributes": {"label": "idntimes.video", "x": 504.4907551885863, "y": 908.9015764812137, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 22.8237, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "3922902385768207384_2089700769", "id": "idntimes.video", "source": "instagram-000001", "content": "Demo Mahasiswa Bawa Spanduk Sentil Bahlil: BBM Naik, Mood Turun\n\nJakarta, IDN Times - Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026) sore. Mereka turut menyuarakan kekesalan terhadap keputusan pemerintah yang menaikkan harga BBM.\n\nSejumlah mahasiswa membawa spanduk yang isinya menyentil sosok Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Mereka menilai, Bahlil jadi sosok yang paling bertanggung jawab terhadap kenaikan harga BBM hingga berujung melonjaknya harga bahan pokok.\n\n\"Bensin naik, bahan pokok naik, kesabaran turun,\" bunyi tulisan dalam poster yang dibawa salah seorang mahasiswa.\n\"BBM naik, mood turun,\" tulis pada poster lainnya.\n\nKedua poster ini turut menampilkan wajah Bahlil dengan ekspresi tak biasa.\n\nDalam orasinya di atas mobil komando, mahasiswa mengeluhkan ketidakpedulian pemerintah. Mereka menyoroti naiknya harga BBM jenis Pertamax dan menipisnya stok Pertalite di berbagai daerah. Mahasiswa juga menyayangkan pemerintah lebih peduli program Makan Bergizi Gratis (MBG).\n\nMahasiswa lainnya menyuarakan janji palsu Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, terkait 19 juta lapangan kerja dengan nada sindiran.\n\n\"Bukan penuhi 19 juta lapangan kerja, tapi malah satu dolar hampir 19.000 rupiah,\" celetuk mahasiswa.\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Yosafat Diva Bayu Wisesa\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Demo #Mahasiswa", "post_id": "3922902385768207384_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes", "attributes": {"label": "IDNTimes", "x": 483.9728223229349, "y": 250.22434748059163, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.9793, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922902385768207384_2089700769", "id": "IDNTimes", "source": "instagram-000001", "content": "Demo Mahasiswa Bawa Spanduk Sentil Bahlil: BBM Naik, Mood Turun\n\nJakarta, IDN Times - Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026) sore. Mereka turut menyuarakan kekesalan terhadap keputusan pemerintah yang menaikkan harga BBM.\n\nSejumlah mahasiswa membawa spanduk yang isinya menyentil sosok Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Mereka menilai, Bahlil jadi sosok yang paling bertanggung jawab terhadap kenaikan harga BBM hingga berujung melonjaknya harga bahan pokok.\n\n\"Bensin naik, bahan pokok naik, kesabaran turun,\" bunyi tulisan dalam poster yang dibawa salah seorang mahasiswa.\n\"BBM naik, mood turun,\" tulis pada poster lainnya.\n\nKedua poster ini turut menampilkan wajah Bahlil dengan ekspresi tak biasa.\n\nDalam orasinya di atas mobil komando, mahasiswa mengeluhkan ketidakpedulian pemerintah. Mereka menyoroti naiknya harga BBM jenis Pertamax dan menipisnya stok Pertalite di berbagai daerah. Mahasiswa juga menyayangkan pemerintah lebih peduli program Makan Bergizi Gratis (MBG).\n\nMahasiswa lainnya menyuarakan janji palsu Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, terkait 19 juta lapangan kerja dengan nada sindiran.\n\n\"Bukan penuhi 19 juta lapangan kerja, tapi malah satu dolar hampir 19.000 rupiah,\" celetuk mahasiswa.\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Yosafat Diva Bayu Wisesa\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Demo #Mahasiswa", "post_id": "3922902385768207384_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "IDNTimes.Korea", "x": 424.39073994509715, "y": 931.3349898058101, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.9793, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922902385768207384_2089700769", "id": "IDNTimes.Korea", "source": "instagram-000001", "content": "Demo Mahasiswa Bawa Spanduk Sentil Bahlil: BBM Naik, Mood Turun\n\nJakarta, IDN Times - Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026) sore. Mereka turut menyuarakan kekesalan terhadap keputusan pemerintah yang menaikkan harga BBM.\n\nSejumlah mahasiswa membawa spanduk yang isinya menyentil sosok Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Mereka menilai, Bahlil jadi sosok yang paling bertanggung jawab terhadap kenaikan harga BBM hingga berujung melonjaknya harga bahan pokok.\n\n\"Bensin naik, bahan pokok naik, kesabaran turun,\" bunyi tulisan dalam poster yang dibawa salah seorang mahasiswa.\n\"BBM naik, mood turun,\" tulis pada poster lainnya.\n\nKedua poster ini turut menampilkan wajah Bahlil dengan ekspresi tak biasa.\n\nDalam orasinya di atas mobil komando, mahasiswa mengeluhkan ketidakpedulian pemerintah. Mereka menyoroti naiknya harga BBM jenis Pertamax dan menipisnya stok Pertalite di berbagai daerah. Mahasiswa juga menyayangkan pemerintah lebih peduli program Makan Bergizi Gratis (MBG).\n\nMahasiswa lainnya menyuarakan janji palsu Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, terkait 19 juta lapangan kerja dengan nada sindiran.\n\n\"Bukan penuhi 19 juta lapangan kerja, tapi malah satu dolar hampir 19.000 rupiah,\" celetuk mahasiswa.\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Yosafat Diva Bayu Wisesa\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Demo #Mahasiswa", "post_id": "3922902385768207384_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "IDNTimes.Community", "x": 162.3815573396823, "y": 465.341710805969, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.9793, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922902385768207384_2089700769", "id": "IDNTimes.Community", "source": "instagram-000001", "content": "Demo Mahasiswa Bawa Spanduk Sentil Bahlil: BBM Naik, Mood Turun\n\nJakarta, IDN Times - Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026) sore. Mereka turut menyuarakan kekesalan terhadap keputusan pemerintah yang menaikkan harga BBM.\n\nSejumlah mahasiswa membawa spanduk yang isinya menyentil sosok Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Mereka menilai, Bahlil jadi sosok yang paling bertanggung jawab terhadap kenaikan harga BBM hingga berujung melonjaknya harga bahan pokok.\n\n\"Bensin naik, bahan pokok naik, kesabaran turun,\" bunyi tulisan dalam poster yang dibawa salah seorang mahasiswa.\n\"BBM naik, mood turun,\" tulis pada poster lainnya.\n\nKedua poster ini turut menampilkan wajah Bahlil dengan ekspresi tak biasa.\n\nDalam orasinya di atas mobil komando, mahasiswa mengeluhkan ketidakpedulian pemerintah. Mereka menyoroti naiknya harga BBM jenis Pertamax dan menipisnya stok Pertalite di berbagai daerah. Mahasiswa juga menyayangkan pemerintah lebih peduli program Makan Bergizi Gratis (MBG).\n\nMahasiswa lainnya menyuarakan janji palsu Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, terkait 19 juta lapangan kerja dengan nada sindiran.\n\n\"Bukan penuhi 19 juta lapangan kerja, tapi malah satu dolar hampir 19.000 rupiah,\" celetuk mahasiswa.\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Yosafat Diva Bayu Wisesa\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Demo #Mahasiswa", "post_id": "3922902385768207384_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "IDNTimes.Hype", "x": 32.11274009107734, "y": 639.1313056054612, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.9793, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922902385768207384_2089700769", "id": "IDNTimes.Hype", "source": "instagram-000001", "content": "Demo Mahasiswa Bawa Spanduk Sentil Bahlil: BBM Naik, Mood Turun\n\nJakarta, IDN Times - Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026) sore. Mereka turut menyuarakan kekesalan terhadap keputusan pemerintah yang menaikkan harga BBM.\n\nSejumlah mahasiswa membawa spanduk yang isinya menyentil sosok Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Mereka menilai, Bahlil jadi sosok yang paling bertanggung jawab terhadap kenaikan harga BBM hingga berujung melonjaknya harga bahan pokok.\n\n\"Bensin naik, bahan pokok naik, kesabaran turun,\" bunyi tulisan dalam poster yang dibawa salah seorang mahasiswa.\n\"BBM naik, mood turun,\" tulis pada poster lainnya.\n\nKedua poster ini turut menampilkan wajah Bahlil dengan ekspresi tak biasa.\n\nDalam orasinya di atas mobil komando, mahasiswa mengeluhkan ketidakpedulian pemerintah. Mereka menyoroti naiknya harga BBM jenis Pertamax dan menipisnya stok Pertalite di berbagai daerah. Mahasiswa juga menyayangkan pemerintah lebih peduli program Makan Bergizi Gratis (MBG).\n\nMahasiswa lainnya menyuarakan janji palsu Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, terkait 19 juta lapangan kerja dengan nada sindiran.\n\n\"Bukan penuhi 19 juta lapangan kerja, tapi malah satu dolar hampir 19.000 rupiah,\" celetuk mahasiswa.\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Yosafat Diva Bayu Wisesa\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Demo #Mahasiswa", "post_id": "3922902385768207384_2089700769"}}, {"key": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "Duniaku_com", "x": 821.3032666112235, "y": 768.6852448079693, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.9793, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922902385768207384_2089700769", "id": "Duniaku_com", "source": "instagram-000001", "content": "Demo Mahasiswa Bawa Spanduk Sentil Bahlil: BBM Naik, Mood Turun\n\nJakarta, IDN Times - Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026) sore. Mereka turut menyuarakan kekesalan terhadap keputusan pemerintah yang menaikkan harga BBM.\n\nSejumlah mahasiswa membawa spanduk yang isinya menyentil sosok Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Mereka menilai, Bahlil jadi sosok yang paling bertanggung jawab terhadap kenaikan harga BBM hingga berujung melonjaknya harga bahan pokok.\n\n\"Bensin naik, bahan pokok naik, kesabaran turun,\" bunyi tulisan dalam poster yang dibawa salah seorang mahasiswa.\n\"BBM naik, mood turun,\" tulis pada poster lainnya.\n\nKedua poster ini turut menampilkan wajah Bahlil dengan ekspresi tak biasa.\n\nDalam orasinya di atas mobil komando, mahasiswa mengeluhkan ketidakpedulian pemerintah. Mereka menyoroti naiknya harga BBM jenis Pertamax dan menipisnya stok Pertalite di berbagai daerah. Mahasiswa juga menyayangkan pemerintah lebih peduli program Makan Bergizi Gratis (MBG).\n\nMahasiswa lainnya menyuarakan janji palsu Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, terkait 19 juta lapangan kerja dengan nada sindiran.\n\n\"Bukan penuhi 19 juta lapangan kerja, tapi malah satu dolar hampir 19.000 rupiah,\" celetuk mahasiswa.\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Yosafat Diva Bayu Wisesa\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Demo #Mahasiswa", "post_id": "3922902385768207384_2089700769"}}, {"key": "Popbela_com", "attributes": {"label": "Popbela_com", "x": 456.2208360997807, "y": 254.17075490404483, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.9793, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922902385768207384_2089700769", "id": "Popbela_com", "source": "instagram-000001", "content": "Demo Mahasiswa Bawa Spanduk Sentil Bahlil: BBM Naik, Mood Turun\n\nJakarta, IDN Times - Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026) sore. Mereka turut menyuarakan kekesalan terhadap keputusan pemerintah yang menaikkan harga BBM.\n\nSejumlah mahasiswa membawa spanduk yang isinya menyentil sosok Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Mereka menilai, Bahlil jadi sosok yang paling bertanggung jawab terhadap kenaikan harga BBM hingga berujung melonjaknya harga bahan pokok.\n\n\"Bensin naik, bahan pokok naik, kesabaran turun,\" bunyi tulisan dalam poster yang dibawa salah seorang mahasiswa.\n\"BBM naik, mood turun,\" tulis pada poster lainnya.\n\nKedua poster ini turut menampilkan wajah Bahlil dengan ekspresi tak biasa.\n\nDalam orasinya di atas mobil komando, mahasiswa mengeluhkan ketidakpedulian pemerintah. Mereka menyoroti naiknya harga BBM jenis Pertamax dan menipisnya stok Pertalite di berbagai daerah. Mahasiswa juga menyayangkan pemerintah lebih peduli program Makan Bergizi Gratis (MBG).\n\nMahasiswa lainnya menyuarakan janji palsu Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, terkait 19 juta lapangan kerja dengan nada sindiran.\n\n\"Bukan penuhi 19 juta lapangan kerja, tapi malah satu dolar hampir 19.000 rupiah,\" celetuk mahasiswa.\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Yosafat Diva Bayu Wisesa\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Demo #Mahasiswa", "post_id": "3922902385768207384_2089700769"}}, {"key": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "Popbela.Beauty", "x": 783.8799133078088, "y": 784.4048910657392, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.9793, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922902385768207384_2089700769", "id": "Popbela.Beauty", "source": "instagram-000001", "content": "Demo Mahasiswa Bawa Spanduk Sentil Bahlil: BBM Naik, Mood Turun\n\nJakarta, IDN Times - Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026) sore. Mereka turut menyuarakan kekesalan terhadap keputusan pemerintah yang menaikkan harga BBM.\n\nSejumlah mahasiswa membawa spanduk yang isinya menyentil sosok Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Mereka menilai, Bahlil jadi sosok yang paling bertanggung jawab terhadap kenaikan harga BBM hingga berujung melonjaknya harga bahan pokok.\n\n\"Bensin naik, bahan pokok naik, kesabaran turun,\" bunyi tulisan dalam poster yang dibawa salah seorang mahasiswa.\n\"BBM naik, mood turun,\" tulis pada poster lainnya.\n\nKedua poster ini turut menampilkan wajah Bahlil dengan ekspresi tak biasa.\n\nDalam orasinya di atas mobil komando, mahasiswa mengeluhkan ketidakpedulian pemerintah. Mereka menyoroti naiknya harga BBM jenis Pertamax dan menipisnya stok Pertalite di berbagai daerah. Mahasiswa juga menyayangkan pemerintah lebih peduli program Makan Bergizi Gratis (MBG).\n\nMahasiswa lainnya menyuarakan janji palsu Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, terkait 19 juta lapangan kerja dengan nada sindiran.\n\n\"Bukan penuhi 19 juta lapangan kerja, tapi malah satu dolar hampir 19.000 rupiah,\" celetuk mahasiswa.\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Yosafat Diva Bayu Wisesa\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Demo #Mahasiswa", "post_id": "3922902385768207384_2089700769"}}, {"key": "Popmama_com", "attributes": {"label": "Popmama_com", "x": 841.5255263985345, "y": 688.3727470395695, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.9793, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922902385768207384_2089700769", "id": "Popmama_com", "source": "instagram-000001", "content": "Demo Mahasiswa Bawa Spanduk Sentil Bahlil: BBM Naik, Mood Turun\n\nJakarta, IDN Times - Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026) sore. Mereka turut menyuarakan kekesalan terhadap keputusan pemerintah yang menaikkan harga BBM.\n\nSejumlah mahasiswa membawa spanduk yang isinya menyentil sosok Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Mereka menilai, Bahlil jadi sosok yang paling bertanggung jawab terhadap kenaikan harga BBM hingga berujung melonjaknya harga bahan pokok.\n\n\"Bensin naik, bahan pokok naik, kesabaran turun,\" bunyi tulisan dalam poster yang dibawa salah seorang mahasiswa.\n\"BBM naik, mood turun,\" tulis pada poster lainnya.\n\nKedua poster ini turut menampilkan wajah Bahlil dengan ekspresi tak biasa.\n\nDalam orasinya di atas mobil komando, mahasiswa mengeluhkan ketidakpedulian pemerintah. Mereka menyoroti naiknya harga BBM jenis Pertamax dan menipisnya stok Pertalite di berbagai daerah. Mahasiswa juga menyayangkan pemerintah lebih peduli program Makan Bergizi Gratis (MBG).\n\nMahasiswa lainnya menyuarakan janji palsu Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, terkait 19 juta lapangan kerja dengan nada sindiran.\n\n\"Bukan penuhi 19 juta lapangan kerja, tapi malah satu dolar hampir 19.000 rupiah,\" celetuk mahasiswa.\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Yosafat Diva Bayu Wisesa\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Demo #Mahasiswa", "post_id": "3922902385768207384_2089700769"}}, {"key": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "Yummy.idn", "x": 153.90666512790463, "y": 924.7779078049203, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.9793, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922902385768207384_2089700769", "id": "Yummy.idn", "source": "instagram-000001", "content": "Demo Mahasiswa Bawa Spanduk Sentil Bahlil: BBM Naik, Mood Turun\n\nJakarta, IDN Times - Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026) sore. Mereka turut menyuarakan kekesalan terhadap keputusan pemerintah yang menaikkan harga BBM.\n\nSejumlah mahasiswa membawa spanduk yang isinya menyentil sosok Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Mereka menilai, Bahlil jadi sosok yang paling bertanggung jawab terhadap kenaikan harga BBM hingga berujung melonjaknya harga bahan pokok.\n\n\"Bensin naik, bahan pokok naik, kesabaran turun,\" bunyi tulisan dalam poster yang dibawa salah seorang mahasiswa.\n\"BBM naik, mood turun,\" tulis pada poster lainnya.\n\nKedua poster ini turut menampilkan wajah Bahlil dengan ekspresi tak biasa.\n\nDalam orasinya di atas mobil komando, mahasiswa mengeluhkan ketidakpedulian pemerintah. Mereka menyoroti naiknya harga BBM jenis Pertamax dan menipisnya stok Pertalite di berbagai daerah. Mahasiswa juga menyayangkan pemerintah lebih peduli program Makan Bergizi Gratis (MBG).\n\nMahasiswa lainnya menyuarakan janji palsu Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, terkait 19 juta lapangan kerja dengan nada sindiran.\n\n\"Bukan penuhi 19 juta lapangan kerja, tapi malah satu dolar hampir 19.000 rupiah,\" celetuk mahasiswa.\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Yosafat Diva Bayu Wisesa\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Demo #Mahasiswa", "post_id": "3922902385768207384_2089700769"}}, {"key": "arahjakarta", "attributes": {"label": "arahjakarta", "x": 339.8995895311624, "y": 917.9257229736487, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 39.6934, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3923712749984635101_18409028813", "id": "arahjakarta", "source": "instagram-000001", "content": "Pucuk otoritas energi nasional akhirnya angkat bicara di tengah gelombang protes warga akibat pemadaman listrik berkepanjangan yang melumpuhkan produktivitas daerah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menampik tudingan bahwa krisis listrik yang terjadi di berbagai wilayah disebabkan oleh kelangkaan stok batu bara nasional. Bahlil mengeklaim bahwa secara makro kuantitas cadangan batu bara untuk ketenagalistrikan berada dalam kondisi aman. \n\nNamun, ia membongkar akar masalah yang sebenarnya: terjadinya sumbatan pasokan pada jenis batu bara kalori menengah dengan spesifikasi sekitar 5.200 kalori yang dibutuhkan oleh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) domestik, serta adanya akumulasi kendala teknis operasional dan pemeliharaan (maintenance) infrastruktur.\n\nPembelaan Menteri ESDM ini justru menunjukkan adanya Ketidaksesuaian Spesifikasi Pasokan (supply-specification mismatch) dan rapuhnya pengawasan atas komitmen pemenuhan pasar domestik (Domestic Market Obligation / DMO). Mengatakan stok nasional \"aman\" di saat pabrik air minum di Bangkalan rugi puluhan juta dan upah buruh borongan disunat setengahnya adalah paradoks tata kelola yang bebal. \n\nMasalahnya bukan pada ada atau tidaknya batu bara di bumi nusantara, melainkan pada ketidakmampuan kementerian mengunci kepatuhan para pengusaha tambang untuk memasok batu bara kalori menengah ke PLN tepat waktu. \n\nPara cukong pertambangan diduga lebih memilih memprioritaskan ekspor kalori tinggi ke pasar internasional demi meraup margin keuntungan dolar yang berlipat ganda di tengah depresiasi Rupiah, sementara PLTU lokal dibiarkan megap-megap kekurangan bahan bakar spesifik hingga terpaksa melakukan pemadaman bergilir.\n\nMelihat Menteri ESDM Bahlil beralasan pemadaman listrik terjadi karena masalah spek 5.200 kalori dan maintenance dan bukan karena kurang batu bara nasional, menurut lo ini penjelasan teknis yang jujur atau sekadar apologia birokrasi buat lindungi kelalaian PLN dan pengusaha tambang nakal? \n\nFollow  untuk terus mengawal akuntabilitas pengelolaan energi nasional, transparansi pemenuhan kuota DMO batu bara, dan perlindungan hak konsumen kelistrikan daerah.", "post_id": "3923712749984635101_18409028813"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "attributes": {"label": "@KompasTVDewata", "x": 664.3198020512328, "y": 258.36300297327296, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.8237, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "CH6D8qEmbW4", "id": "@KompasTVDewata", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Fabby Tumiwa Sebut Pemadaman Listrik Dipicu 70 Persen PLTU Kekurangan Batu Bara\n\nKOMPAS.TV  Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah memicu keluhan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Banyak pelaku usaha mengaku mengalami penurunan omzet hingga jutaan rupiah akibat terganggunya aktivitas produksi dan layanan kepada pelanggan.\n\nDi tengah kondisi tersebut, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyatakan telah meminta PLN mempercepat langkah mitigasi untuk mencegah pemadaman listrik berkepanjangan. Bahlil juga menegaskan tidak ada kendala pasokan batu bara dari sisi pemerintah, namun distribusi ke pembangkit listrik PLN dan mitra perlu dipastikan berjalan lancar.\n\nLalu, apa sebenarnya penyebab utama pemadaman bergilir yang meluas di Pulau Jawa? Benarkah gangguan teknis pada sejumlah pembangkit menjadi faktor utama, atau justru persoalan stok batu bara yang berada di bawah batas aman?\n\nMenurut CEO Institute for Essential Services Reform (IESR) sekaligus pengamat energi, Fabby Tumiwa, kondisi ini diduga dipicu kombinasi beberapa faktor. Namun, faktor dominan disebut berasal dari ketersediaan batu bara di sejumlah PLTU yang berada di bawah level aman sehingga pembangkit tidak dapat beroperasi pada kapasitas maksimal. Fabby memperkirakan sekitar 60 hingga 70 persen PLTU di sistem Jawa-Bali mengalami kondisi pasokan batu bara yang tidak ideal, sehingga pasokan daya harus dikurangi sambil menunggu kedatangan stok baru.\n\nLalu, seberapa besar dampak pemadaman ini terhadap masyarakat dan pelaku UMKM? Mengapa pemadaman bisa terjadi di tengah sistem kelistrikan Jawa yang selama ini disebut memiliki cadangan daya cukup? Dan apakah peristiwa ini menjadi alarm bagi pemerintah untuk mempercepat transisi menuju energi baru terbarukan yang lebih andal?\n\nPembahasan selengkapnya akan menghadirkan CEO IESR sekaligus pengamat dan ahli transisi energi, Fabby Tumiwa.\n\n#PemadamanListrik #PLN #BahlilLahadalia #FabbyTumiwa #ESDM\n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "CH6D8qEmbW4"}}, {"key": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "kompastvdewata", "x": 884.3270794119073, "y": 267.1610345632418, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.5238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "CH6D8qEmbW4", "id": "kompastvdewata", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Fabby Tumiwa Sebut Pemadaman Listrik Dipicu 70 Persen PLTU Kekurangan Batu Bara\n\nKOMPAS.TV  Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah memicu keluhan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Banyak pelaku usaha mengaku mengalami penurunan omzet hingga jutaan rupiah akibat terganggunya aktivitas produksi dan layanan kepada pelanggan.\n\nDi tengah kondisi tersebut, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyatakan telah meminta PLN mempercepat langkah mitigasi untuk mencegah pemadaman listrik berkepanjangan. Bahlil juga menegaskan tidak ada kendala pasokan batu bara dari sisi pemerintah, namun distribusi ke pembangkit listrik PLN dan mitra perlu dipastikan berjalan lancar.\n\nLalu, apa sebenarnya penyebab utama pemadaman bergilir yang meluas di Pulau Jawa? Benarkah gangguan teknis pada sejumlah pembangkit menjadi faktor utama, atau justru persoalan stok batu bara yang berada di bawah batas aman?\n\nMenurut CEO Institute for Essential Services Reform (IESR) sekaligus pengamat energi, Fabby Tumiwa, kondisi ini diduga dipicu kombinasi beberapa faktor. Namun, faktor dominan disebut berasal dari ketersediaan batu bara di sejumlah PLTU yang berada di bawah level aman sehingga pembangkit tidak dapat beroperasi pada kapasitas maksimal. Fabby memperkirakan sekitar 60 hingga 70 persen PLTU di sistem Jawa-Bali mengalami kondisi pasokan batu bara yang tidak ideal, sehingga pasokan daya harus dikurangi sambil menunggu kedatangan stok baru.\n\nLalu, seberapa besar dampak pemadaman ini terhadap masyarakat dan pelaku UMKM? Mengapa pemadaman bisa terjadi di tengah sistem kelistrikan Jawa yang selama ini disebut memiliki cadangan daya cukup? Dan apakah peristiwa ini menjadi alarm bagi pemerintah untuk mempercepat transisi menuju energi baru terbarukan yang lebih andal?\n\nPembahasan selengkapnya akan menghadirkan CEO IESR sekaligus pengamat dan ahli transisi energi, Fabby Tumiwa.\n\n#PemadamanListrik #PLN #BahlilLahadalia #FabbyTumiwa #ESDM\n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "CH6D8qEmbW4"}}, {"key": "@sb30official", "attributes": {"label": "@sb30official", "x": 171.92920975131653, "y": 101.9596358153313, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.8237, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "uPmPqZfR5q4", "id": "@sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "INDONESIA GELAP: Negara Kaya Batu Bara, Kok Mati Terus Merugikan Pengusaha UMKM?\n\n00:00 Hook: Jeritan UMKM di Bandung Hingga Isu Konspirasi \"Blackout 7 Hari\" di Tahun 2026\n\n00:51 Realita Makro: Kerugian Sektor Manufaktur Tembus Miliaran Rupiah Per Jam Akibat Pemadaman\n\n01:55 Ironi Sistem Jamali: Cadangan Daya 32% yang Tetap Jebol Akibat Krisis di Sektor Hulu\n\n02:35 Ketimpangan Modal: Mengapa UMKM Menjadi Korban Paling Rentan dari Kegagalan Sistem Terpusat\n\n03:29 Kronologi Krisis Kelistrikan 2026: Membaca Manipulasi Data Keamanan Stok Batubara PLN\n\n04:39 4 Faktor Utama Meledaknya Krisis: Kebijakan Kuota Produksi Hingga Kontrak Finansial Kaku\n\n05:28 Faktor 1 & 2—Disparitas Harga: Mengapa Pengusaha Tambang Lebih Memilih Ekspor Senilai $120 Per Ton\n\n06:38 Faktor 3—Psikologi Kuota Beras: Logika Pengusaha Mengamankan Margin di Tengah Pemotongan Kuota\n\n07:19 Transisi Satu Pintu Danantara (DSI): Benarkah Ada Aksi \"Jual Massal\" Sebelum Regulasi 2027?\n\n08:24 Faktor 4—Jeratan Finansial Kontrak Swasta: Menguliti Beban Biaya PLN yang Mengikat Arus Kas\n\n09:05 Hambatan Likuiditas PLN: Kapal Eskpor Terus Berlayar Saat Pembangkit Domestik Kehabisan Bahan Bakar\n\n09:44 Dampak Berantai Krisis Air: Kelumpuhan Rumah Pompa PDAM di Surabaya, Kediri, Hingga Medan\n\n10:40 Ironi Negara Raksasa Energi: Ketika Adonan Roti Rusak & Omset Fotokopi Anjlok Kena Sektor Hulu\n\n11:26 Target Pajak 2026 Terancam: Bagaimana Matinya Listrik Menggerogoti Basis Konsumsi Domestik\n\n12:14 Gelombang Protes Mahasiswa: Mempertanyakan Transparansi dan Lingkaran Elite di Samping Pak Prabowo\n\n13:08 Klaim Meleset Pemerintah: Janji Stok Aman Menteri Bahlil Versus Analisis Skeptis Lembaga Independen (IESR)\n\n14:18 Solusi Jangka Pendek vs Masalah Struktural: Kebiasaan Penambalan Permukaan yang Terus Berulang\n\n15:14 Bahaya Monopoli Energi: Ketiadaan Alternatif \"Plan B\" Bagi Konsumen Ketika Sistem Utama Gagal\n\n16:41 Refleksi Ketahanan Energi: Ketergantungan 75% Batubara & Hak Rakyat Atas Transparansi Informasi\n\n18:20 Closing: Suarakan Aspirasi di Kolom Komentar, Mari Selamatkan Ekonomi Keluarga! Salam Hebat Luar Biasa!\n\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "uPmPqZfR5q4"}}, {"key": "sb30official", "attributes": {"label": "sb30official", "x": 498.6765498693514, "y": 446.06183954805147, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uPmPqZfR5q4", "id": "sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "INDONESIA GELAP: Negara Kaya Batu Bara, Kok Mati Terus Merugikan Pengusaha UMKM?\n\n00:00 Hook: Jeritan UMKM di Bandung Hingga Isu Konspirasi \"Blackout 7 Hari\" di Tahun 2026\n\n00:51 Realita Makro: Kerugian Sektor Manufaktur Tembus Miliaran Rupiah Per Jam Akibat Pemadaman\n\n01:55 Ironi Sistem Jamali: Cadangan Daya 32% yang Tetap Jebol Akibat Krisis di Sektor Hulu\n\n02:35 Ketimpangan Modal: Mengapa UMKM Menjadi Korban Paling Rentan dari Kegagalan Sistem Terpusat\n\n03:29 Kronologi Krisis Kelistrikan 2026: Membaca Manipulasi Data Keamanan Stok Batubara PLN\n\n04:39 4 Faktor Utama Meledaknya Krisis: Kebijakan Kuota Produksi Hingga Kontrak Finansial Kaku\n\n05:28 Faktor 1 & 2—Disparitas Harga: Mengapa Pengusaha Tambang Lebih Memilih Ekspor Senilai $120 Per Ton\n\n06:38 Faktor 3—Psikologi Kuota Beras: Logika Pengusaha Mengamankan Margin di Tengah Pemotongan Kuota\n\n07:19 Transisi Satu Pintu Danantara (DSI): Benarkah Ada Aksi \"Jual Massal\" Sebelum Regulasi 2027?\n\n08:24 Faktor 4—Jeratan Finansial Kontrak Swasta: Menguliti Beban Biaya PLN yang Mengikat Arus Kas\n\n09:05 Hambatan Likuiditas PLN: Kapal Eskpor Terus Berlayar Saat Pembangkit Domestik Kehabisan Bahan Bakar\n\n09:44 Dampak Berantai Krisis Air: Kelumpuhan Rumah Pompa PDAM di Surabaya, Kediri, Hingga Medan\n\n10:40 Ironi Negara Raksasa Energi: Ketika Adonan Roti Rusak & Omset Fotokopi Anjlok Kena Sektor Hulu\n\n11:26 Target Pajak 2026 Terancam: Bagaimana Matinya Listrik Menggerogoti Basis Konsumsi Domestik\n\n12:14 Gelombang Protes Mahasiswa: Mempertanyakan Transparansi dan Lingkaran Elite di Samping Pak Prabowo\n\n13:08 Klaim Meleset Pemerintah: Janji Stok Aman Menteri Bahlil Versus Analisis Skeptis Lembaga Independen (IESR)\n\n14:18 Solusi Jangka Pendek vs Masalah Struktural: Kebiasaan Penambalan Permukaan yang Terus Berulang\n\n15:14 Bahaya Monopoli Energi: Ketiadaan Alternatif \"Plan B\" Bagi Konsumen Ketika Sistem Utama Gagal\n\n16:41 Refleksi Ketahanan Energi: Ketergantungan 75% Batubara & Hak Rakyat Atas Transparansi Informasi\n\n18:20 Closing: Suarakan Aspirasi di Kolom Komentar, Mari Selamatkan Ekonomi Keluarga! Salam Hebat Luar Biasa!\n\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "uPmPqZfR5q4"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "attributes": {"label": "@TheIndonesiaPost", "x": 467.9467616420352, "y": 446.76137763872214, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.8237, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "Gx007qoezxA", "id": "@TheIndonesiaPost", "source": "youtube-000001", "content": "Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia\n\n⚡ Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mampu Jadi Penyelamat? 🌋⛽\n\nDi tengah guncangan beruntun berupa kelangkaan pasokan batu bara domestik, gangguan interkoneksi listrik di sejumlah wilayah, dan penyesuaian harga BBM non-subsidi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi merilis paket kebijakan darurat guna mengamankan pasokan energi nasional. 📊\n\nLangkah taktis diambil oleh  menyusul laporan defisit pasokan batu bara untuk pembangkit listrik (PLTU) akibat melonjaknya harga komoditas di pasar internasional yang memicu pelanggaran kuota Domestic Market Obligation (DMO) oleh sejumlah perusahaan tambang. 🏗️\n\nMenteri ESDM  secara tegas menyatakan akan membekukan izin ekspor bagi korporasi yang memprioritaskan pasar global ketimbang kebutuhan energi dalam negeri yang kini mengancam stabilitas pasokan  🔌\n\nKritikan tajam dari pengamat ekonomi energi mengingatkan bahwa ego sektoral pengusaha tambang harus diredam dengan sanksi finansial yang rigid, agar gangguan interkoneksi listrik yang sempat terjadi di beberapa pulau besar tidak meluas menjadi krisis pemadaman massal yang merugikan sektor industri dan rumah tangga. 📉\n\nDi sisi lain, tantangan kian pelik dengan adanya penyesuaian harga BBM komersial yang didorong oleh tingginya biaya logistik hulu serta volatilitas nilai tukar rupiah. 💸\n\nRespons Bahlil menekankan bahwa kementeriannya tengah berkoordinasi ketat bersama  dan  untuk memperketat sistem pengawasan digital di SPBU agar kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak bocor ke sektor industri besar. 🛡️\n\nMelalui penguatan regulasi di bawah arahan Presiden , pemerintah dituntut bekerja ekstra keras memastikan bahwa roda perekonomian di tingkat akar rumput tidak lumpuh akibat inflasi transportasi, seraya mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang ketahanan energi nasional. 🇮🇩\n\nDampaknya, keberhasilan menteri ESDM dalam menegakkan sanksi DMO batu bara dan pengetatan digitalisasi BBM minggu ini akan menentukan apakah Indonesia mampu lolos dari jerat krisis energi multi-sektor atau justru masuk ke fase stagflasi. ⚠️\n\nMelihat tiga tantangan energi yang terjadi bersamaan ini, menurut analisis kritis Anda, apakah kebijakan tegas Menteri Bahlil memblokir ekspor batu bara sudah cukup kuat untuk menjamin pasokan listrik kita, ataukah tata kelola hulu energi kita yang perlu dibongkar total? Tuliskan argumen logis dan pandangan cerdas Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#KrisisEnergi\n#BahlilLahadalia\n#BatuBaraLangka\n#ListrikBermasalah\n#BBMNaik\n#KementerianESDM\n#KetahananEnergi\n#PLN\n#KebijakanPublik\n#beritaterkini", "post_id": "Gx007qoezxA"}}, {"key": "KementerianESDM", "attributes": {"label": "KementerianESDM", "x": 986.5122456363582, "y": 635.7801302517112, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.057, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gx007qoezxA", "id": "KementerianESDM", "source": "youtube-000001", "content": "Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia\n\n⚡ Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mampu Jadi Penyelamat? 🌋⛽\n\nDi tengah guncangan beruntun berupa kelangkaan pasokan batu bara domestik, gangguan interkoneksi listrik di sejumlah wilayah, dan penyesuaian harga BBM non-subsidi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi merilis paket kebijakan darurat guna mengamankan pasokan energi nasional. 📊\n\nLangkah taktis diambil oleh  menyusul laporan defisit pasokan batu bara untuk pembangkit listrik (PLTU) akibat melonjaknya harga komoditas di pasar internasional yang memicu pelanggaran kuota Domestic Market Obligation (DMO) oleh sejumlah perusahaan tambang. 🏗️\n\nMenteri ESDM  secara tegas menyatakan akan membekukan izin ekspor bagi korporasi yang memprioritaskan pasar global ketimbang kebutuhan energi dalam negeri yang kini mengancam stabilitas pasokan  🔌\n\nKritikan tajam dari pengamat ekonomi energi mengingatkan bahwa ego sektoral pengusaha tambang harus diredam dengan sanksi finansial yang rigid, agar gangguan interkoneksi listrik yang sempat terjadi di beberapa pulau besar tidak meluas menjadi krisis pemadaman massal yang merugikan sektor industri dan rumah tangga. 📉\n\nDi sisi lain, tantangan kian pelik dengan adanya penyesuaian harga BBM komersial yang didorong oleh tingginya biaya logistik hulu serta volatilitas nilai tukar rupiah. 💸\n\nRespons Bahlil menekankan bahwa kementeriannya tengah berkoordinasi ketat bersama  dan  untuk memperketat sistem pengawasan digital di SPBU agar kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak bocor ke sektor industri besar. 🛡️\n\nMelalui penguatan regulasi di bawah arahan Presiden , pemerintah dituntut bekerja ekstra keras memastikan bahwa roda perekonomian di tingkat akar rumput tidak lumpuh akibat inflasi transportasi, seraya mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang ketahanan energi nasional. 🇮🇩\n\nDampaknya, keberhasilan menteri ESDM dalam menegakkan sanksi DMO batu bara dan pengetatan digitalisasi BBM minggu ini akan menentukan apakah Indonesia mampu lolos dari jerat krisis energi multi-sektor atau justru masuk ke fase stagflasi. ⚠️\n\nMelihat tiga tantangan energi yang terjadi bersamaan ini, menurut analisis kritis Anda, apakah kebijakan tegas Menteri Bahlil memblokir ekspor batu bara sudah cukup kuat untuk menjamin pasokan listrik kita, ataukah tata kelola hulu energi kita yang perlu dibongkar total? Tuliskan argumen logis dan pandangan cerdas Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#KrisisEnergi\n#BahlilLahadalia\n#BatuBaraLangka\n#ListrikBermasalah\n#BBMNaik\n#KementerianESDM\n#KetahananEnergi\n#PLN\n#KebijakanPublik\n#beritaterkini", "post_id": "Gx007qoezxA"}}, {"key": "bahlillahadalia", "attributes": {"label": "bahlillahadalia", "x": 423.8564678332833, "y": 85.24181383335927, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.057, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gx007qoezxA", "id": "bahlillahadalia", "source": "youtube-000001", "content": "Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia\n\n⚡ Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mampu Jadi Penyelamat? 🌋⛽\n\nDi tengah guncangan beruntun berupa kelangkaan pasokan batu bara domestik, gangguan interkoneksi listrik di sejumlah wilayah, dan penyesuaian harga BBM non-subsidi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi merilis paket kebijakan darurat guna mengamankan pasokan energi nasional. 📊\n\nLangkah taktis diambil oleh  menyusul laporan defisit pasokan batu bara untuk pembangkit listrik (PLTU) akibat melonjaknya harga komoditas di pasar internasional yang memicu pelanggaran kuota Domestic Market Obligation (DMO) oleh sejumlah perusahaan tambang. 🏗️\n\nMenteri ESDM  secara tegas menyatakan akan membekukan izin ekspor bagi korporasi yang memprioritaskan pasar global ketimbang kebutuhan energi dalam negeri yang kini mengancam stabilitas pasokan  🔌\n\nKritikan tajam dari pengamat ekonomi energi mengingatkan bahwa ego sektoral pengusaha tambang harus diredam dengan sanksi finansial yang rigid, agar gangguan interkoneksi listrik yang sempat terjadi di beberapa pulau besar tidak meluas menjadi krisis pemadaman massal yang merugikan sektor industri dan rumah tangga. 📉\n\nDi sisi lain, tantangan kian pelik dengan adanya penyesuaian harga BBM komersial yang didorong oleh tingginya biaya logistik hulu serta volatilitas nilai tukar rupiah. 💸\n\nRespons Bahlil menekankan bahwa kementeriannya tengah berkoordinasi ketat bersama  dan  untuk memperketat sistem pengawasan digital di SPBU agar kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak bocor ke sektor industri besar. 🛡️\n\nMelalui penguatan regulasi di bawah arahan Presiden , pemerintah dituntut bekerja ekstra keras memastikan bahwa roda perekonomian di tingkat akar rumput tidak lumpuh akibat inflasi transportasi, seraya mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang ketahanan energi nasional. 🇮🇩\n\nDampaknya, keberhasilan menteri ESDM dalam menegakkan sanksi DMO batu bara dan pengetatan digitalisasi BBM minggu ini akan menentukan apakah Indonesia mampu lolos dari jerat krisis energi multi-sektor atau justru masuk ke fase stagflasi. ⚠️\n\nMelihat tiga tantangan energi yang terjadi bersamaan ini, menurut analisis kritis Anda, apakah kebijakan tegas Menteri Bahlil memblokir ekspor batu bara sudah cukup kuat untuk menjamin pasokan listrik kita, ataukah tata kelola hulu energi kita yang perlu dibongkar total? Tuliskan argumen logis dan pandangan cerdas Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#KrisisEnergi\n#BahlilLahadalia\n#BatuBaraLangka\n#ListrikBermasalah\n#BBMNaik\n#KementerianESDM\n#KetahananEnergi\n#PLN\n#KebijakanPublik\n#beritaterkini", "post_id": "Gx007qoezxA"}}, {"key": "pln_id.", "attributes": {"label": "pln_id.", "x": 906.5916341250107, "y": 761.3196881361715, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.057, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gx007qoezxA", "id": "pln_id.", "source": "youtube-000001", "content": "Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia\n\n⚡ Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mampu Jadi Penyelamat? 🌋⛽\n\nDi tengah guncangan beruntun berupa kelangkaan pasokan batu bara domestik, gangguan interkoneksi listrik di sejumlah wilayah, dan penyesuaian harga BBM non-subsidi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi merilis paket kebijakan darurat guna mengamankan pasokan energi nasional. 📊\n\nLangkah taktis diambil oleh  menyusul laporan defisit pasokan batu bara untuk pembangkit listrik (PLTU) akibat melonjaknya harga komoditas di pasar internasional yang memicu pelanggaran kuota Domestic Market Obligation (DMO) oleh sejumlah perusahaan tambang. 🏗️\n\nMenteri ESDM  secara tegas menyatakan akan membekukan izin ekspor bagi korporasi yang memprioritaskan pasar global ketimbang kebutuhan energi dalam negeri yang kini mengancam stabilitas pasokan  🔌\n\nKritikan tajam dari pengamat ekonomi energi mengingatkan bahwa ego sektoral pengusaha tambang harus diredam dengan sanksi finansial yang rigid, agar gangguan interkoneksi listrik yang sempat terjadi di beberapa pulau besar tidak meluas menjadi krisis pemadaman massal yang merugikan sektor industri dan rumah tangga. 📉\n\nDi sisi lain, tantangan kian pelik dengan adanya penyesuaian harga BBM komersial yang didorong oleh tingginya biaya logistik hulu serta volatilitas nilai tukar rupiah. 💸\n\nRespons Bahlil menekankan bahwa kementeriannya tengah berkoordinasi ketat bersama  dan  untuk memperketat sistem pengawasan digital di SPBU agar kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak bocor ke sektor industri besar. 🛡️\n\nMelalui penguatan regulasi di bawah arahan Presiden , pemerintah dituntut bekerja ekstra keras memastikan bahwa roda perekonomian di tingkat akar rumput tidak lumpuh akibat inflasi transportasi, seraya mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang ketahanan energi nasional. 🇮🇩\n\nDampaknya, keberhasilan menteri ESDM dalam menegakkan sanksi DMO batu bara dan pengetatan digitalisasi BBM minggu ini akan menentukan apakah Indonesia mampu lolos dari jerat krisis energi multi-sektor atau justru masuk ke fase stagflasi. ⚠️\n\nMelihat tiga tantangan energi yang terjadi bersamaan ini, menurut analisis kritis Anda, apakah kebijakan tegas Menteri Bahlil memblokir ekspor batu bara sudah cukup kuat untuk menjamin pasokan listrik kita, ataukah tata kelola hulu energi kita yang perlu dibongkar total? Tuliskan argumen logis dan pandangan cerdas Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#KrisisEnergi\n#BahlilLahadalia\n#BatuBaraLangka\n#ListrikBermasalah\n#BBMNaik\n#KementerianESDM\n#KetahananEnergi\n#PLN\n#KebijakanPublik\n#beritaterkini", "post_id": "Gx007qoezxA"}}, {"key": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "KemenkeuRI", "x": 118.53623827969339, "y": 624.9207733774354, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.057, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gx007qoezxA", "id": "KemenkeuRI", "source": "youtube-000001", "content": "Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia\n\n⚡ Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mampu Jadi Penyelamat? 🌋⛽\n\nDi tengah guncangan beruntun berupa kelangkaan pasokan batu bara domestik, gangguan interkoneksi listrik di sejumlah wilayah, dan penyesuaian harga BBM non-subsidi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi merilis paket kebijakan darurat guna mengamankan pasokan energi nasional. 📊\n\nLangkah taktis diambil oleh  menyusul laporan defisit pasokan batu bara untuk pembangkit listrik (PLTU) akibat melonjaknya harga komoditas di pasar internasional yang memicu pelanggaran kuota Domestic Market Obligation (DMO) oleh sejumlah perusahaan tambang. 🏗️\n\nMenteri ESDM  secara tegas menyatakan akan membekukan izin ekspor bagi korporasi yang memprioritaskan pasar global ketimbang kebutuhan energi dalam negeri yang kini mengancam stabilitas pasokan  🔌\n\nKritikan tajam dari pengamat ekonomi energi mengingatkan bahwa ego sektoral pengusaha tambang harus diredam dengan sanksi finansial yang rigid, agar gangguan interkoneksi listrik yang sempat terjadi di beberapa pulau besar tidak meluas menjadi krisis pemadaman massal yang merugikan sektor industri dan rumah tangga. 📉\n\nDi sisi lain, tantangan kian pelik dengan adanya penyesuaian harga BBM komersial yang didorong oleh tingginya biaya logistik hulu serta volatilitas nilai tukar rupiah. 💸\n\nRespons Bahlil menekankan bahwa kementeriannya tengah berkoordinasi ketat bersama  dan  untuk memperketat sistem pengawasan digital di SPBU agar kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak bocor ke sektor industri besar. 🛡️\n\nMelalui penguatan regulasi di bawah arahan Presiden , pemerintah dituntut bekerja ekstra keras memastikan bahwa roda perekonomian di tingkat akar rumput tidak lumpuh akibat inflasi transportasi, seraya mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang ketahanan energi nasional. 🇮🇩\n\nDampaknya, keberhasilan menteri ESDM dalam menegakkan sanksi DMO batu bara dan pengetatan digitalisasi BBM minggu ini akan menentukan apakah Indonesia mampu lolos dari jerat krisis energi multi-sektor atau justru masuk ke fase stagflasi. ⚠️\n\nMelihat tiga tantangan energi yang terjadi bersamaan ini, menurut analisis kritis Anda, apakah kebijakan tegas Menteri Bahlil memblokir ekspor batu bara sudah cukup kuat untuk menjamin pasokan listrik kita, ataukah tata kelola hulu energi kita yang perlu dibongkar total? Tuliskan argumen logis dan pandangan cerdas Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#KrisisEnergi\n#BahlilLahadalia\n#BatuBaraLangka\n#ListrikBermasalah\n#BBMNaik\n#KementerianESDM\n#KetahananEnergi\n#PLN\n#KebijakanPublik\n#beritaterkini", "post_id": "Gx007qoezxA"}}, {"key": "BPHMigas_RI", "attributes": {"label": "BPHMigas_RI", "x": 504.3270798042635, "y": 889.3056390345741, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.057, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gx007qoezxA", "id": "BPHMigas_RI", "source": "youtube-000001", "content": "Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia\n\n⚡ Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mampu Jadi Penyelamat? 🌋⛽\n\nDi tengah guncangan beruntun berupa kelangkaan pasokan batu bara domestik, gangguan interkoneksi listrik di sejumlah wilayah, dan penyesuaian harga BBM non-subsidi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi merilis paket kebijakan darurat guna mengamankan pasokan energi nasional. 📊\n\nLangkah taktis diambil oleh  menyusul laporan defisit pasokan batu bara untuk pembangkit listrik (PLTU) akibat melonjaknya harga komoditas di pasar internasional yang memicu pelanggaran kuota Domestic Market Obligation (DMO) oleh sejumlah perusahaan tambang. 🏗️\n\nMenteri ESDM  secara tegas menyatakan akan membekukan izin ekspor bagi korporasi yang memprioritaskan pasar global ketimbang kebutuhan energi dalam negeri yang kini mengancam stabilitas pasokan  🔌\n\nKritikan tajam dari pengamat ekonomi energi mengingatkan bahwa ego sektoral pengusaha tambang harus diredam dengan sanksi finansial yang rigid, agar gangguan interkoneksi listrik yang sempat terjadi di beberapa pulau besar tidak meluas menjadi krisis pemadaman massal yang merugikan sektor industri dan rumah tangga. 📉\n\nDi sisi lain, tantangan kian pelik dengan adanya penyesuaian harga BBM komersial yang didorong oleh tingginya biaya logistik hulu serta volatilitas nilai tukar rupiah. 💸\n\nRespons Bahlil menekankan bahwa kementeriannya tengah berkoordinasi ketat bersama  dan  untuk memperketat sistem pengawasan digital di SPBU agar kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak bocor ke sektor industri besar. 🛡️\n\nMelalui penguatan regulasi di bawah arahan Presiden , pemerintah dituntut bekerja ekstra keras memastikan bahwa roda perekonomian di tingkat akar rumput tidak lumpuh akibat inflasi transportasi, seraya mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang ketahanan energi nasional. 🇮🇩\n\nDampaknya, keberhasilan menteri ESDM dalam menegakkan sanksi DMO batu bara dan pengetatan digitalisasi BBM minggu ini akan menentukan apakah Indonesia mampu lolos dari jerat krisis energi multi-sektor atau justru masuk ke fase stagflasi. ⚠️\n\nMelihat tiga tantangan energi yang terjadi bersamaan ini, menurut analisis kritis Anda, apakah kebijakan tegas Menteri Bahlil memblokir ekspor batu bara sudah cukup kuat untuk menjamin pasokan listrik kita, ataukah tata kelola hulu energi kita yang perlu dibongkar total? Tuliskan argumen logis dan pandangan cerdas Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#KrisisEnergi\n#BahlilLahadalia\n#BatuBaraLangka\n#ListrikBermasalah\n#BBMNaik\n#KementerianESDM\n#KetahananEnergi\n#PLN\n#KebijakanPublik\n#beritaterkini", "post_id": "Gx007qoezxA"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 943.1310503621089, "y": 708.0091089931731, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.057, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gx007qoezxA", "id": "prabowo", "source": "youtube-000001", "content": "Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia\n\n⚡ Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mampu Jadi Penyelamat? 🌋⛽\n\nDi tengah guncangan beruntun berupa kelangkaan pasokan batu bara domestik, gangguan interkoneksi listrik di sejumlah wilayah, dan penyesuaian harga BBM non-subsidi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi merilis paket kebijakan darurat guna mengamankan pasokan energi nasional. 📊\n\nLangkah taktis diambil oleh  menyusul laporan defisit pasokan batu bara untuk pembangkit listrik (PLTU) akibat melonjaknya harga komoditas di pasar internasional yang memicu pelanggaran kuota Domestic Market Obligation (DMO) oleh sejumlah perusahaan tambang. 🏗️\n\nMenteri ESDM  secara tegas menyatakan akan membekukan izin ekspor bagi korporasi yang memprioritaskan pasar global ketimbang kebutuhan energi dalam negeri yang kini mengancam stabilitas pasokan  🔌\n\nKritikan tajam dari pengamat ekonomi energi mengingatkan bahwa ego sektoral pengusaha tambang harus diredam dengan sanksi finansial yang rigid, agar gangguan interkoneksi listrik yang sempat terjadi di beberapa pulau besar tidak meluas menjadi krisis pemadaman massal yang merugikan sektor industri dan rumah tangga. 📉\n\nDi sisi lain, tantangan kian pelik dengan adanya penyesuaian harga BBM komersial yang didorong oleh tingginya biaya logistik hulu serta volatilitas nilai tukar rupiah. 💸\n\nRespons Bahlil menekankan bahwa kementeriannya tengah berkoordinasi ketat bersama  dan  untuk memperketat sistem pengawasan digital di SPBU agar kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak bocor ke sektor industri besar. 🛡️\n\nMelalui penguatan regulasi di bawah arahan Presiden , pemerintah dituntut bekerja ekstra keras memastikan bahwa roda perekonomian di tingkat akar rumput tidak lumpuh akibat inflasi transportasi, seraya mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang ketahanan energi nasional. 🇮🇩\n\nDampaknya, keberhasilan menteri ESDM dalam menegakkan sanksi DMO batu bara dan pengetatan digitalisasi BBM minggu ini akan menentukan apakah Indonesia mampu lolos dari jerat krisis energi multi-sektor atau justru masuk ke fase stagflasi. ⚠️\n\nMelihat tiga tantangan energi yang terjadi bersamaan ini, menurut analisis kritis Anda, apakah kebijakan tegas Menteri Bahlil memblokir ekspor batu bara sudah cukup kuat untuk menjamin pasokan listrik kita, ataukah tata kelola hulu energi kita yang perlu dibongkar total? Tuliskan argumen logis dan pandangan cerdas Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#KrisisEnergi\n#BahlilLahadalia\n#BatuBaraLangka\n#ListrikBermasalah\n#BBMNaik\n#KementerianESDM\n#KetahananEnergi\n#PLN\n#KebijakanPublik\n#beritaterkini", "post_id": "Gx007qoezxA"}}], "edges": [{"key": "sbjunnie", "source": "sbjunnie", "target": "sosmedkeras", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "sbjunnie", "source": "sbjunnie", "target": "sosmedkeras", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "yujinaoshikoo", "source": "yujinaoshikoo", "target": "sosmedkeras", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "yujinaoshikoo", "source": "yujinaoshikoo", "target": "sosmedkeras", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "RifqyMAz295", "source": "RifqyMAz295", "target": "catchmeupco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "cangporcang1", "source": "cangporcang1", "target": "boxxtoc", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hajimoohidin", "source": "hajimoohidin", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "liaasister", "source": "liaasister", "target": "zalkad", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "HabibiFuad", "source": "HabibiFuad", "target": "tanyakanrl", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popmama_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "arahjakarta", "source": "arahjakarta", "target": "arahjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "arahjakarta", "source": "arahjakarta", "target": "arahjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sb30official", "source": "@sb30official", "target": "sb30official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "KementerianESDM", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "bahlillahadalia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "pln_id.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "BPHMigas_RI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}