{"nodes": [{"key": "seruanhl", "attributes": {"label": "seruanhl", "x": 891.1726886756446, "y": 421.55040941345834, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 10.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2068234783499620811", "id": "seruanhl", "source": "retweet-000002", "content": "Sinergi yang semakin erat didorong oleh Wakil Ketua DPR  Ahmad saat ini rupiah sedikit menguat dari 18.200…", "post_id": "2068234783499620811"}}, {"key": "WagimanDeep212_", "attributes": {"label": "WagimanDeep212_", "x": 393.50027366618076, "y": 926.7602563816347, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 13.46, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 1, "degree": 3}, "_id": "2068234783499620811", "id": "WagimanDeep212_", "source": "retweet-000002", "content": "Sinergi yang semakin erat didorong oleh Wakil Ketua DPR  Ahmad saat ini rupiah sedikit menguat dari 18.200…", "post_id": "2068234783499620811"}}, {"key": "bang_dasco", "attributes": {"label": "bang_dasco", "x": 559.6973071421047, "y": 77.91358914637658, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 24.901, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2068234783499620811", "id": "bang_dasco", "source": "retweet-000002", "content": "Sinergi yang semakin erat didorong oleh Wakil Ketua DPR  Ahmad saat ini rupiah sedikit menguat dari 18.200…", "post_id": "2068234783499620811"}}, {"key": "thijs_adiwira", "attributes": {"label": "thijs_adiwira", "x": 39.381582055099564, "y": 829.332843498964, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 10.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069137150365618227", "id": "thijs_adiwira", "source": "retweet-000002", "content": "Investasi di hilirisasi ngebut, pertumbuhan ekonomi kenceng, semua karena sinergi erat koordinasi fiskal moneter berjalan…", "post_id": "2069137150365618227"}}, {"key": "timo_larkena", "attributes": {"label": "timo_larkena", "x": 629.6611057854216, "y": 77.09172525283282, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 23.8609, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "2069137150365618227", "id": "timo_larkena", "source": "retweet-000002", "content": "Investasi di hilirisasi ngebut, pertumbuhan ekonomi kenceng, semua karena sinergi erat koordinasi fiskal moneter berjalan…", "post_id": "2069137150365618227"}}, {"key": "Perisialinaa_", "attributes": {"label": "Perisialinaa_", "x": 447.7600113460951, "y": 167.94703013081514, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 10.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069098575750164719", "id": "Perisialinaa_", "source": "retweet-000002", "content": "Investasi di hilirisasi ngebut, pertumbuhan ekonomi kenceng, semua karena sinergi erat koordinasi fiskal moneter berjalan…", "post_id": "2069098575750164719"}}, {"key": "ulfa_dwi54", "attributes": {"label": "ulfa_dwi54", "x": 986.326216982907, "y": 413.12715185091855, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 10.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069162535014879575", "id": "ulfa_dwi54", "source": "retweet-000002", "content": "Investasi di hilirisasi ngebut, pertumbuhan ekonomi kenceng, semua karena sinergi erat koordinasi fiskal moneter berjalan…", "post_id": "2069162535014879575"}}, {"key": "LembagaKERIS", "attributes": {"label": "LembagaKERIS", "x": 506.1953411165374, "y": 739.7273238050242, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 10.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069471473757270474", "id": "LembagaKERIS", "source": "retweet-000002", "content": "Danguspurla Koarmada II Perkuat Sinergi Antar Lembaga dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026\n\nTNI AL. Koarmada II. 23 Juni…", "post_id": "2069471473757270474"}}, {"key": "Koarmada2SBY", "attributes": {"label": "Koarmada2SBY", "x": 832.5533902859272, "y": 834.4562323214583, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 14.9458, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069471473757270474", "id": "Koarmada2SBY", "source": "retweet-000002", "content": "Danguspurla Koarmada II Perkuat Sinergi Antar Lembaga dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026\n\nTNI AL. Koarmada II. 23 Juni…", "post_id": "2069471473757270474"}}, {"key": "SandieChecks", "attributes": {"label": "SandieChecks", "x": 362.4827929991395, "y": 738.312483149957, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068601048005239134", "id": "SandieChecks", "source": "tweet-000004", "content": "Sinergi antara kebijakan fiskal dan pengawasan anggaran terus diperketat demi memastikan setiap rupiah APBN kembali untuk kesejahteraan rakyat.", "post_id": "2068601048005239134"}}, {"key": "LuckyLaki24", "attributes": {"label": "LuckyLaki24", "x": 896.0137829050649, "y": 342.03188333018943, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.9458, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068601048005239134", "id": "LuckyLaki24", "source": "tweet-000004", "content": "Sinergi antara kebijakan fiskal dan pengawasan anggaran terus diperketat demi memastikan setiap rupiah APBN kembali untuk kesejahteraan rakyat.", "post_id": "2068601048005239134"}}, {"key": "creeping5ilence", "attributes": {"label": "creeping5ilence", "x": 991.685390786517, "y": 533.6232386132622, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.9458, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068599332501348513", "id": "creeping5ilence", "source": "tweet-000004", "content": "Sinergi antara kebijakan fiskal dan pengawasan anggaran terus diperketat demi memastikan setiap rupiah APBN kembali untuk kesejahteraan rakyat.", "post_id": "2068599332501348513"}}, {"key": "ariefrohman838", "attributes": {"label": "ariefrohman838", "x": 944.0196470713447, "y": 405.82426856956124, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3925931467637743000_2637751884", "id": "ariefrohman838", "source": "instagram-000001", "content": "Petarung…!! \nSinergi dengan Gubernur, Sekda Jateng, Balai Bina Marga Kementerian PU, dan para Kepala Daerah penerima bantuan pembangunan jalan skema IJD (Instruksi Presiden/ Inpres Jalan Daerah). Semoga tahun selanjutnya IJD terus dilanjutkan Pak Presiden  \n\nAdanya IJD sangat membantu percepatan pembangunan jalan di tengah keterbatasan fiskal daerah. Hari ini Pak Presiden meresmikan jalan sepanjang total 1131 km hasil pembangunan serentak IJD 2025.\n\n#pembangunan #blora #ariefrohman #inpresjalandaerah #infrastruktur", "post_id": "3925931467637743000_2637751884"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 563.5485510211344, "y": 767.7525596903224, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.4034, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3925931467637743000_2637751884", "id": "prabowo", "source": "instagram-000001", "content": "Petarung…!! \nSinergi dengan Gubernur, Sekda Jateng, Balai Bina Marga Kementerian PU, dan para Kepala Daerah penerima bantuan pembangunan jalan skema IJD (Instruksi Presiden/ Inpres Jalan Daerah). Semoga tahun selanjutnya IJD terus dilanjutkan Pak Presiden  \n\nAdanya IJD sangat membantu percepatan pembangunan jalan di tengah keterbatasan fiskal daerah. Hari ini Pak Presiden meresmikan jalan sepanjang total 1131 km hasil pembangunan serentak IJD 2025.\n\n#pembangunan #blora #ariefrohman #inpresjalandaerah #infrastruktur", "post_id": "3925931467637743000_2637751884"}}, {"key": "bank_indonesia_papua", "attributes": {"label": "bank_indonesia_papua", "x": 203.12357921272317, "y": 919.3458879066407, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3922897557250322959_3283486457", "id": "bank_indonesia_papua", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia all out jaga stabilitas nilai tukar Rupiah 🇮🇩\n\n#SobatRupiah, di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian kenaikan BI-Rate 25 bps menjadi 5,75% di #RDGBI bulanan bulan Juni 2026 merupakan langkah lanjutan untuk semakin memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1%.\n\nSelain itu, BI juga terus memperkuat sinergi dengan kebijakan fiskal Pemerintah untuk memitigasi dampak ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah terhadap perekonomian domestik sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga baik.\n\nYuk, Sobat #BeriMakna dengan simak informasi selengkapnya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\nRepost:", "post_id": "3922897557250322959_3283486457"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 232.3440699667224, "y": 388.4707015616082, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 20.8892, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "3922897557250322959_3283486457", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia all out jaga stabilitas nilai tukar Rupiah 🇮🇩\n\n#SobatRupiah, di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian kenaikan BI-Rate 25 bps menjadi 5,75% di #RDGBI bulanan bulan Juni 2026 merupakan langkah lanjutan untuk semakin memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1%.\n\nSelain itu, BI juga terus memperkuat sinergi dengan kebijakan fiskal Pemerintah untuk memitigasi dampak ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah terhadap perekonomian domestik sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga baik.\n\nYuk, Sobat #BeriMakna dengan simak informasi selengkapnya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\nRepost:", "post_id": "3922897557250322959_3283486457"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "attributes": {"label": "bank_indonesia_malut", "x": 145.2141716204034, "y": 698.6708579987753, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3922106471702636101_3117095536", "id": "bank_indonesia_malut", "source": "instagram-000001", "content": "Suba jou #SobRuMalut\n.\n.\n.\nHalo SobRu Malut !\nRapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%. \n.\nKenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah. \n.\nSementara itu, kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan (“pro-growth”). Kebijakan makroprudensial longgar terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan. \n.\nKebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendukung kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.\n.\nSelain itu, Bank Indonesia juga terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, termasuk sinergi yang erat antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal untuk memitigasi dampak ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah terhadap perekonomian domestik sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga baik. Sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga dipererat untuk turut menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pembiayaan bagi program Asta Cita Pemerintah.\n.\nDengan BI-Rate yang dinaikkan menjadi 5,75% pada #RDGBI Juni 2026, yuk dukung upaya BI dalam #BeriMakna memperkuat stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional!\n#repostfrom \n.\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3922106471702636101_3117095536"}}, {"key": "s_tjo", "attributes": {"label": "s_tjo", "x": 316.3089289755699, "y": 807.0287925275782, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.46, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3921440625585034647_3117095536", "id": "s_tjo", "source": "instagram-000001", "content": "Suba jou #SobRuMalut\n.\n.\n.\nHalo SobRu Malut !\n🌙 Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Maluku Utara 2026! 🚢✨\n.\nSobrumalut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara kembali bersinergi dengan TNI Angkatan Laut dalam mengarungi samudra Bumi Moloku Kie Raha melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026.\n.\nMisi mulia yang berlangsung pada 19–25 Mei 2026 menggunakan KRI Belati-622 ini menempuh jarak 1.235 NM untuk memastikan ketersediaan uang layak edar serta menggaungkan edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah di wilayah 3T. Perjalanan kali ini menjangkau 5 pulau terluar: Pulau Morotai, Batangdua, Taliabu, Sanana, dan Obi  dengan membawa modal kerja penukaran sebesar Rp5 Miliar.\n.\nKami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:\n- Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Ibu Gubernur Sherly Tjoanda  dan Bapak Sarbin Sehe  atas Sinergi, dukungan moril, dan koordinasi luar biasa yang telah diberikan.\n- Pemerintah Kota Ternate & Kantor KSOP Kelas II Kota Ternate atas fasilitas dan dukungan penuh dalam menyukseskan seremoni pelepasan tim ekspedisi. \n- Lanal Ternate atas bantuan personel pengamanan yang memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif.\n- Pimpinan KRI Belati-622 beserta seluruh Crew on Board yang bertugas dengan dedikasi tinggi menerjang ombak demi tegaknya kedaulatan Rupiah di pelosok negeri. \n.\nKarena di setiap lembar Rupiah yang kita rawat, ada martabat bangsa yang kita jaga. Mari bersama kita Cinta, Banga, dan Pahami Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa Indonesia❤️\n.\n.\n.\n#DiSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3921440625585034647_3117095536"}}, {"key": "sarbinsehee", "attributes": {"label": "sarbinsehee", "x": 516.2600603103901, "y": 569.0830581166448, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.46, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3921440625585034647_3117095536", "id": "sarbinsehee", "source": "instagram-000001", "content": "Suba jou #SobRuMalut\n.\n.\n.\nHalo SobRu Malut !\n🌙 Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Maluku Utara 2026! 🚢✨\n.\nSobrumalut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara kembali bersinergi dengan TNI Angkatan Laut dalam mengarungi samudra Bumi Moloku Kie Raha melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026.\n.\nMisi mulia yang berlangsung pada 19–25 Mei 2026 menggunakan KRI Belati-622 ini menempuh jarak 1.235 NM untuk memastikan ketersediaan uang layak edar serta menggaungkan edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah di wilayah 3T. Perjalanan kali ini menjangkau 5 pulau terluar: Pulau Morotai, Batangdua, Taliabu, Sanana, dan Obi  dengan membawa modal kerja penukaran sebesar Rp5 Miliar.\n.\nKami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:\n- Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Ibu Gubernur Sherly Tjoanda  dan Bapak Sarbin Sehe  atas Sinergi, dukungan moril, dan koordinasi luar biasa yang telah diberikan.\n- Pemerintah Kota Ternate & Kantor KSOP Kelas II Kota Ternate atas fasilitas dan dukungan penuh dalam menyukseskan seremoni pelepasan tim ekspedisi. \n- Lanal Ternate atas bantuan personel pengamanan yang memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif.\n- Pimpinan KRI Belati-622 beserta seluruh Crew on Board yang bertugas dengan dedikasi tinggi menerjang ombak demi tegaknya kedaulatan Rupiah di pelosok negeri. \n.\nKarena di setiap lembar Rupiah yang kita rawat, ada martabat bangsa yang kita jaga. Mari bersama kita Cinta, Banga, dan Pahami Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa Indonesia❤️\n.\n.\n.\n#DiSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3921440625585034647_3117095536"}}, {"key": "bank_indonesia_purwokerto", "attributes": {"label": "bank_indonesia_purwokerto", "x": 864.9439217450353, "y": 146.7226769118477, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 69.921, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3923541728804199986_3077101271", "id": "bank_indonesia_purwokerto", "source": "instagram-000001", "content": "✨ Karya Kreatif Serayu x Banyumas Digifest 2026 ✨\n\nHalo, Sobat Rupiah! Festival yang paling dinantikan di Banyumas Raya akhirnya kembali hadir. Sudah siap untuk menjadi bagian dari kemeriahan tahun ini? 🙌\n\nMengusung semangat sinergi dan digitalisasi, acara ini menghadirkan kolaborasi luar biasa mulai dari Fashion Show “Kemilau Wastra Serayu”, Kenthongan Festival, berbagai talkshow edukatif, Mini Hackathon, hingga QRIS Purwokerto Run! 🏃‍♂️💨\n\nTidak ketinggalan, Anda juga bisa menjelajahi showcase produk unggulan dari ratusan UMKM terbaik se-Banyumas Raya.\n\nMari bersama-sama dukung UMKM lokal untuk naik kelas dan akselerasi transformasi digital daerah! Catat agendanya:\n\n📍 Menara Teratai Purwokerto\n🗓 Sabtu–Minggu, 20–21 Juni 2026\n\nPantau terus akun  untuk informasi dan pembaruan agenda selanjutnya.\n\n#KKSxBanyumasDigifest2026 #BankIndonesiaPurwokerto", "post_id": "3923541728804199986_3077101271"}}, {"key": "kominfopalembang", "attributes": {"label": "kominfopalembang", "x": 195.29169163282, "y": 453.1673732837301, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "3922669074300555412_3954472584", "id": "kominfopalembang", "source": "instagram-000001", "content": "Perkuat Sinergi Nasional, Sekda Palembang Aprizal Hasyim Buka Temu Nasional dan FGD Perencanaan Keuangan Se-Indonesia\n\nPALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang resmi membuka acara Temu Nasional dan Focus Group Discussion (FGD) Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Se-Indonesia. Acara strategis ini dihadiri oleh para pejabat perencana dan keuangan dari berbagai daerah guna memperkuat sinergi serta kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.\n\nSekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menegaskan bahwa forum ini merupakan momentum krusial untuk membangun pengelolaan keuangan daerah yang lebih akuntabel, transparan, dan berorientasi pada hasil. Terlebih, tantangan penyelenggaraan pemerintahan saat ini dinilai semakin kompleks seiring tingginya tuntutan masyarakat akan pelayanan publik yang cepat dan berintegritas.\n\n\"Perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah tidak lagi dapat dilakukan secara parsial. Semuanya harus terintegrasi, sinkron, dan berkesinambungan dengan kebijakan nasional,\" ujar Aprizal Hasyim dalam sambutannya.\n\nTahun ini, forum tersebut mengangkat tema “Transformasi Pengelolaan Keuangan Daerah di Era Efisiensi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota”. Menanggapi tema tersebut, Aprizal menjelaskan bahwa transformasi tidak boleh hanya dimaknai sebatas digitalisasi atau pemanfaatan teknologi informasi saja.\n\nLebih dari itu, transformasi esensial harus menyentuh perubahan pola pikir (mindset), budaya kerja, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang adaptif dan inovatif.\n\"Dengan demikian, setiap rupiah yang dikelola dapat memberikan manfaat yang optimal dan berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,\" tambahnya.\n\nSelanjutnya di kolom komentar...\n\nFoto : Wijaya\n\nCc.\n\n\n\n\n\n\n\n\n#062026KOMINFOPALEMBANG", "post_id": "3922669074300555412_3954472584"}}, {"key": "ratudewa", "attributes": {"label": "ratudewa", "x": 994.241909237445, "y": 576.7619300376211, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7619, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922669074300555412_3954472584", "id": "ratudewa", "source": "instagram-000001", "content": "Perkuat Sinergi Nasional, Sekda Palembang Aprizal Hasyim Buka Temu Nasional dan FGD Perencanaan Keuangan Se-Indonesia\n\nPALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang resmi membuka acara Temu Nasional dan Focus Group Discussion (FGD) Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Se-Indonesia. Acara strategis ini dihadiri oleh para pejabat perencana dan keuangan dari berbagai daerah guna memperkuat sinergi serta kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.\n\nSekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menegaskan bahwa forum ini merupakan momentum krusial untuk membangun pengelolaan keuangan daerah yang lebih akuntabel, transparan, dan berorientasi pada hasil. Terlebih, tantangan penyelenggaraan pemerintahan saat ini dinilai semakin kompleks seiring tingginya tuntutan masyarakat akan pelayanan publik yang cepat dan berintegritas.\n\n\"Perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah tidak lagi dapat dilakukan secara parsial. Semuanya harus terintegrasi, sinkron, dan berkesinambungan dengan kebijakan nasional,\" ujar Aprizal Hasyim dalam sambutannya.\n\nTahun ini, forum tersebut mengangkat tema “Transformasi Pengelolaan Keuangan Daerah di Era Efisiensi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota”. Menanggapi tema tersebut, Aprizal menjelaskan bahwa transformasi tidak boleh hanya dimaknai sebatas digitalisasi atau pemanfaatan teknologi informasi saja.\n\nLebih dari itu, transformasi esensial harus menyentuh perubahan pola pikir (mindset), budaya kerja, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang adaptif dan inovatif.\n\"Dengan demikian, setiap rupiah yang dikelola dapat memberikan manfaat yang optimal dan berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,\" tambahnya.\n\nSelanjutnya di kolom komentar...\n\nFoto : Wijaya\n\nCc.\n\n\n\n\n\n\n\n\n#062026KOMINFOPALEMBANG", "post_id": "3922669074300555412_3954472584"}}, {"key": "primasalam", "attributes": {"label": "primasalam", "x": 559.8689660042761, "y": 875.9850376521193, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7619, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922669074300555412_3954472584", "id": "primasalam", "source": "instagram-000001", "content": "Perkuat Sinergi Nasional, Sekda Palembang Aprizal Hasyim Buka Temu Nasional dan FGD Perencanaan Keuangan Se-Indonesia\n\nPALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang resmi membuka acara Temu Nasional dan Focus Group Discussion (FGD) Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Se-Indonesia. Acara strategis ini dihadiri oleh para pejabat perencana dan keuangan dari berbagai daerah guna memperkuat sinergi serta kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.\n\nSekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menegaskan bahwa forum ini merupakan momentum krusial untuk membangun pengelolaan keuangan daerah yang lebih akuntabel, transparan, dan berorientasi pada hasil. Terlebih, tantangan penyelenggaraan pemerintahan saat ini dinilai semakin kompleks seiring tingginya tuntutan masyarakat akan pelayanan publik yang cepat dan berintegritas.\n\n\"Perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah tidak lagi dapat dilakukan secara parsial. Semuanya harus terintegrasi, sinkron, dan berkesinambungan dengan kebijakan nasional,\" ujar Aprizal Hasyim dalam sambutannya.\n\nTahun ini, forum tersebut mengangkat tema “Transformasi Pengelolaan Keuangan Daerah di Era Efisiensi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota”. Menanggapi tema tersebut, Aprizal menjelaskan bahwa transformasi tidak boleh hanya dimaknai sebatas digitalisasi atau pemanfaatan teknologi informasi saja.\n\nLebih dari itu, transformasi esensial harus menyentuh perubahan pola pikir (mindset), budaya kerja, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang adaptif dan inovatif.\n\"Dengan demikian, setiap rupiah yang dikelola dapat memberikan manfaat yang optimal dan berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,\" tambahnya.\n\nSelanjutnya di kolom komentar...\n\nFoto : Wijaya\n\nCc.\n\n\n\n\n\n\n\n\n#062026KOMINFOPALEMBANG", "post_id": "3922669074300555412_3954472584"}}, {"key": "aprizal1645", "attributes": {"label": "aprizal1645", "x": 445.36465572275506, "y": 891.2308660396442, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7619, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922669074300555412_3954472584", "id": "aprizal1645", "source": "instagram-000001", "content": "Perkuat Sinergi Nasional, Sekda Palembang Aprizal Hasyim Buka Temu Nasional dan FGD Perencanaan Keuangan Se-Indonesia\n\nPALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang resmi membuka acara Temu Nasional dan Focus Group Discussion (FGD) Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Se-Indonesia. Acara strategis ini dihadiri oleh para pejabat perencana dan keuangan dari berbagai daerah guna memperkuat sinergi serta kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.\n\nSekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menegaskan bahwa forum ini merupakan momentum krusial untuk membangun pengelolaan keuangan daerah yang lebih akuntabel, transparan, dan berorientasi pada hasil. Terlebih, tantangan penyelenggaraan pemerintahan saat ini dinilai semakin kompleks seiring tingginya tuntutan masyarakat akan pelayanan publik yang cepat dan berintegritas.\n\n\"Perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah tidak lagi dapat dilakukan secara parsial. Semuanya harus terintegrasi, sinkron, dan berkesinambungan dengan kebijakan nasional,\" ujar Aprizal Hasyim dalam sambutannya.\n\nTahun ini, forum tersebut mengangkat tema “Transformasi Pengelolaan Keuangan Daerah di Era Efisiensi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota”. Menanggapi tema tersebut, Aprizal menjelaskan bahwa transformasi tidak boleh hanya dimaknai sebatas digitalisasi atau pemanfaatan teknologi informasi saja.\n\nLebih dari itu, transformasi esensial harus menyentuh perubahan pola pikir (mindset), budaya kerja, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang adaptif dan inovatif.\n\"Dengan demikian, setiap rupiah yang dikelola dapat memberikan manfaat yang optimal dan berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,\" tambahnya.\n\nSelanjutnya di kolom komentar...\n\nFoto : Wijaya\n\nCc.\n\n\n\n\n\n\n\n\n#062026KOMINFOPALEMBANG", "post_id": "3922669074300555412_3954472584"}}, {"key": "adhy8328", "attributes": {"label": "adhy8328", "x": 134.3533468545176, "y": 166.20421845119736, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7619, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922669074300555412_3954472584", "id": "adhy8328", "source": "instagram-000001", "content": "Perkuat Sinergi Nasional, Sekda Palembang Aprizal Hasyim Buka Temu Nasional dan FGD Perencanaan Keuangan Se-Indonesia\n\nPALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang resmi membuka acara Temu Nasional dan Focus Group Discussion (FGD) Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Se-Indonesia. Acara strategis ini dihadiri oleh para pejabat perencana dan keuangan dari berbagai daerah guna memperkuat sinergi serta kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.\n\nSekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menegaskan bahwa forum ini merupakan momentum krusial untuk membangun pengelolaan keuangan daerah yang lebih akuntabel, transparan, dan berorientasi pada hasil. Terlebih, tantangan penyelenggaraan pemerintahan saat ini dinilai semakin kompleks seiring tingginya tuntutan masyarakat akan pelayanan publik yang cepat dan berintegritas.\n\n\"Perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah tidak lagi dapat dilakukan secara parsial. Semuanya harus terintegrasi, sinkron, dan berkesinambungan dengan kebijakan nasional,\" ujar Aprizal Hasyim dalam sambutannya.\n\nTahun ini, forum tersebut mengangkat tema “Transformasi Pengelolaan Keuangan Daerah di Era Efisiensi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota”. Menanggapi tema tersebut, Aprizal menjelaskan bahwa transformasi tidak boleh hanya dimaknai sebatas digitalisasi atau pemanfaatan teknologi informasi saja.\n\nLebih dari itu, transformasi esensial harus menyentuh perubahan pola pikir (mindset), budaya kerja, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang adaptif dan inovatif.\n\"Dengan demikian, setiap rupiah yang dikelola dapat memberikan manfaat yang optimal dan berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,\" tambahnya.\n\nSelanjutnya di kolom komentar...\n\nFoto : Wijaya\n\nCc.\n\n\n\n\n\n\n\n\n#062026KOMINFOPALEMBANG", "post_id": "3922669074300555412_3954472584"}}, {"key": "rheeta71", "attributes": {"label": "rheeta71", "x": 999.9087525312148, "y": 693.9023216749341, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7619, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922669074300555412_3954472584", "id": "rheeta71", "source": "instagram-000001", "content": "Perkuat Sinergi Nasional, Sekda Palembang Aprizal Hasyim Buka Temu Nasional dan FGD Perencanaan Keuangan Se-Indonesia\n\nPALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang resmi membuka acara Temu Nasional dan Focus Group Discussion (FGD) Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Se-Indonesia. Acara strategis ini dihadiri oleh para pejabat perencana dan keuangan dari berbagai daerah guna memperkuat sinergi serta kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.\n\nSekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menegaskan bahwa forum ini merupakan momentum krusial untuk membangun pengelolaan keuangan daerah yang lebih akuntabel, transparan, dan berorientasi pada hasil. Terlebih, tantangan penyelenggaraan pemerintahan saat ini dinilai semakin kompleks seiring tingginya tuntutan masyarakat akan pelayanan publik yang cepat dan berintegritas.\n\n\"Perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah tidak lagi dapat dilakukan secara parsial. Semuanya harus terintegrasi, sinkron, dan berkesinambungan dengan kebijakan nasional,\" ujar Aprizal Hasyim dalam sambutannya.\n\nTahun ini, forum tersebut mengangkat tema “Transformasi Pengelolaan Keuangan Daerah di Era Efisiensi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota”. Menanggapi tema tersebut, Aprizal menjelaskan bahwa transformasi tidak boleh hanya dimaknai sebatas digitalisasi atau pemanfaatan teknologi informasi saja.\n\nLebih dari itu, transformasi esensial harus menyentuh perubahan pola pikir (mindset), budaya kerja, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang adaptif dan inovatif.\n\"Dengan demikian, setiap rupiah yang dikelola dapat memberikan manfaat yang optimal dan berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,\" tambahnya.\n\nSelanjutnya di kolom komentar...\n\nFoto : Wijaya\n\nCc.\n\n\n\n\n\n\n\n\n#062026KOMINFOPALEMBANG", "post_id": "3922669074300555412_3954472584"}}, {"key": "haryadialfat", "attributes": {"label": "haryadialfat", "x": 571.650477176237, "y": 263.064046295103, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7619, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922669074300555412_3954472584", "id": "haryadialfat", "source": "instagram-000001", "content": "Perkuat Sinergi Nasional, Sekda Palembang Aprizal Hasyim Buka Temu Nasional dan FGD Perencanaan Keuangan Se-Indonesia\n\nPALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang resmi membuka acara Temu Nasional dan Focus Group Discussion (FGD) Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Se-Indonesia. Acara strategis ini dihadiri oleh para pejabat perencana dan keuangan dari berbagai daerah guna memperkuat sinergi serta kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.\n\nSekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menegaskan bahwa forum ini merupakan momentum krusial untuk membangun pengelolaan keuangan daerah yang lebih akuntabel, transparan, dan berorientasi pada hasil. Terlebih, tantangan penyelenggaraan pemerintahan saat ini dinilai semakin kompleks seiring tingginya tuntutan masyarakat akan pelayanan publik yang cepat dan berintegritas.\n\n\"Perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah tidak lagi dapat dilakukan secara parsial. Semuanya harus terintegrasi, sinkron, dan berkesinambungan dengan kebijakan nasional,\" ujar Aprizal Hasyim dalam sambutannya.\n\nTahun ini, forum tersebut mengangkat tema “Transformasi Pengelolaan Keuangan Daerah di Era Efisiensi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota”. Menanggapi tema tersebut, Aprizal menjelaskan bahwa transformasi tidak boleh hanya dimaknai sebatas digitalisasi atau pemanfaatan teknologi informasi saja.\n\nLebih dari itu, transformasi esensial harus menyentuh perubahan pola pikir (mindset), budaya kerja, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang adaptif dan inovatif.\n\"Dengan demikian, setiap rupiah yang dikelola dapat memberikan manfaat yang optimal dan berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,\" tambahnya.\n\nSelanjutnya di kolom komentar...\n\nFoto : Wijaya\n\nCc.\n\n\n\n\n\n\n\n\n#062026KOMINFOPALEMBANG", "post_id": "3922669074300555412_3954472584"}}, {"key": "fahmypay", "attributes": {"label": "fahmypay", "x": 362.5344716796244, "y": 652.1314884688614, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7619, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922669074300555412_3954472584", "id": "fahmypay", "source": "instagram-000001", "content": "Perkuat Sinergi Nasional, Sekda Palembang Aprizal Hasyim Buka Temu Nasional dan FGD Perencanaan Keuangan Se-Indonesia\n\nPALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang resmi membuka acara Temu Nasional dan Focus Group Discussion (FGD) Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Se-Indonesia. Acara strategis ini dihadiri oleh para pejabat perencana dan keuangan dari berbagai daerah guna memperkuat sinergi serta kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.\n\nSekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menegaskan bahwa forum ini merupakan momentum krusial untuk membangun pengelolaan keuangan daerah yang lebih akuntabel, transparan, dan berorientasi pada hasil. Terlebih, tantangan penyelenggaraan pemerintahan saat ini dinilai semakin kompleks seiring tingginya tuntutan masyarakat akan pelayanan publik yang cepat dan berintegritas.\n\n\"Perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah tidak lagi dapat dilakukan secara parsial. Semuanya harus terintegrasi, sinkron, dan berkesinambungan dengan kebijakan nasional,\" ujar Aprizal Hasyim dalam sambutannya.\n\nTahun ini, forum tersebut mengangkat tema “Transformasi Pengelolaan Keuangan Daerah di Era Efisiensi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota”. Menanggapi tema tersebut, Aprizal menjelaskan bahwa transformasi tidak boleh hanya dimaknai sebatas digitalisasi atau pemanfaatan teknologi informasi saja.\n\nLebih dari itu, transformasi esensial harus menyentuh perubahan pola pikir (mindset), budaya kerja, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang adaptif dan inovatif.\n\"Dengan demikian, setiap rupiah yang dikelola dapat memberikan manfaat yang optimal dan berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,\" tambahnya.\n\nSelanjutnya di kolom komentar...\n\nFoto : Wijaya\n\nCc.\n\n\n\n\n\n\n\n\n#062026KOMINFOPALEMBANG", "post_id": "3922669074300555412_3954472584"}}, {"key": "dpr.pedia", "attributes": {"label": "dpr.pedia", "x": 844.3412818342307, "y": 529.6626786197525, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645679255401106708", "id": "dpr.pedia", "source": "tiktok-000001", "content": "Penguatan kapasitas daerah menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Ketua Komisi II DPR RI M. Rifqinizamy Karsayuda menegaskan pentingnya membangun kerja sama internasional yang mampu memberikan manfaat nyata bagi pemerintah daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan pendidikan vokasi, hingga penguatan kemandirian fiskal daerah. Penunjukan dirinya sebagai Penasihat Khusus bagi Pembangunan dan Kerja Sama Pendidikan Tinggi Vokasi China-Indonesia menjadi langkah strategis untuk memperluas peluang kolaborasi yang mendukung kemajuan daerah di seluruh Indonesia. Melalui peran tersebut, M. Rifqinizamy Karsayuda berkomitmen menjembatani kebutuhan daerah dengan berbagai potensi kerja sama yang tersedia, tanpa mengesampingkan prinsip kedaulatan dan kemandirian bangsa. Sejalan dengan komitmen Komisi II DPR RI, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat daya saing daerah, menghadirkan inovasi pembangunan, serta menciptakan SDM yang semakin unggul dan siap menghadapi tantangan global. Menurut Anda, sektor apa yang paling perlu diperkuat agar pemerintah daerah semakin mandiri dan kompetitif di masa depan? Follow  untuk mendapatkan informasi seputar peran dan kinerja DPR RI dalam mendukung kemajuan Indonesia. #dprpedia #dprri #dpr #viralditiktok #viraltiktok", "post_id": "7645679255401106708"}}, {"key": "dpr_pedia", "attributes": {"label": "dpr_pedia", "x": 395.78509246850047, "y": 661.1042535867111, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.4034, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7645679255401106708", "id": "dpr_pedia", "source": "tiktok-000001", "content": "Penguatan kapasitas daerah menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Ketua Komisi II DPR RI M. Rifqinizamy Karsayuda menegaskan pentingnya membangun kerja sama internasional yang mampu memberikan manfaat nyata bagi pemerintah daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan pendidikan vokasi, hingga penguatan kemandirian fiskal daerah. Penunjukan dirinya sebagai Penasihat Khusus bagi Pembangunan dan Kerja Sama Pendidikan Tinggi Vokasi China-Indonesia menjadi langkah strategis untuk memperluas peluang kolaborasi yang mendukung kemajuan daerah di seluruh Indonesia. Melalui peran tersebut, M. Rifqinizamy Karsayuda berkomitmen menjembatani kebutuhan daerah dengan berbagai potensi kerja sama yang tersedia, tanpa mengesampingkan prinsip kedaulatan dan kemandirian bangsa. Sejalan dengan komitmen Komisi II DPR RI, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat daya saing daerah, menghadirkan inovasi pembangunan, serta menciptakan SDM yang semakin unggul dan siap menghadapi tantangan global. Menurut Anda, sektor apa yang paling perlu diperkuat agar pemerintah daerah semakin mandiri dan kompetitif di masa depan? Follow  untuk mendapatkan informasi seputar peran dan kinerja DPR RI dalam mendukung kemajuan Indonesia. #dprpedia #dprri #dpr #viralditiktok #viraltiktok", "post_id": "7645679255401106708"}}, {"key": "pontianaknews.com", "attributes": {"label": "pontianaknews.com", "x": 212.25606684215603, "y": 154.94838190753478, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7652586949844192520", "id": "pontianaknews.com", "source": "tiktok-000001", "content": "Tim dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menilai Kabupaten Kubu Raya memiliki potensi besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan kolaborasi lintas sektor dan berbagai inovasi agar dapat dioptimalkan secara maksimal. Hal itu disampaikan saat tim IPDN melakukan penelitian di Kabupaten Kubu Raya terkait strategi peningkatan PAD. Penelitian tersebut melibatkan diskusi bersama Bupati Kubu Raya Sujiwo, perangkat daerah, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Perwakilan tim IPDN menjelaskan bahwa peningkatan PAD tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah, melainkan membutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, perbankan, dan berbagai pihak terkait. \"Potensi PAD Kubu Raya sangat besar. Yang dibutuhkan adalah komitmen bersama, kolaborasi, dan inovasi untuk menggali potensi tersebut menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan,\" ujarnya. IPDN berharap hasil penelitian yang nantinya dituangkan dalam bentuk rekomendasi dapat menjadi bahan masukan bagi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam merumuskan kebijakan peningkatan PAD serta memperkuat kemandirian fiskal daerah. Melalui kolaborasi yang kuat, Kubu Raya diyakini mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki guna mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. #ipdn #pendidikan #penelitian #foryoupage  Kubu Raya", "post_id": "7652586949844192520"}}, {"key": "Bupati", "attributes": {"label": "Bupati", "x": 294.8332198286323, "y": 413.1151568976743, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.4034, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7652586949844192520", "id": "Bupati", "source": "tiktok-000001", "content": "Tim dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menilai Kabupaten Kubu Raya memiliki potensi besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan kolaborasi lintas sektor dan berbagai inovasi agar dapat dioptimalkan secara maksimal. Hal itu disampaikan saat tim IPDN melakukan penelitian di Kabupaten Kubu Raya terkait strategi peningkatan PAD. Penelitian tersebut melibatkan diskusi bersama Bupati Kubu Raya Sujiwo, perangkat daerah, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Perwakilan tim IPDN menjelaskan bahwa peningkatan PAD tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah, melainkan membutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, perbankan, dan berbagai pihak terkait. \"Potensi PAD Kubu Raya sangat besar. Yang dibutuhkan adalah komitmen bersama, kolaborasi, dan inovasi untuk menggali potensi tersebut menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan,\" ujarnya. IPDN berharap hasil penelitian yang nantinya dituangkan dalam bentuk rekomendasi dapat menjadi bahan masukan bagi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam merumuskan kebijakan peningkatan PAD serta memperkuat kemandirian fiskal daerah. Melalui kolaborasi yang kuat, Kubu Raya diyakini mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki guna mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. #ipdn #pendidikan #penelitian #foryoupage  Kubu Raya", "post_id": "7652586949844192520"}}, {"key": "cminews", "attributes": {"label": "cminews", "x": 724.5716608829451, "y": 697.9584893111675, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7643821211675397384", "id": "cminews", "source": "tiktok-000001", "content": "Pekalongan, CMI News – Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rizal Bawazier, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kabupaten Pekalongan pada Minggu (24/05/2026) sore. Kehadiran legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah X ini diterima langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, di Rumah Dinas Wakil Bupati Pekalongan. ​Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program prioritas pemerintah pusat dengan kebutuhan rill masyarakat di daerah, khususnya dalam upaya mendongkrak kesejahteraan warga melalui pembenahan infrastruktur dan penanggulangan bencana. ​Dalam diskusi tersebut, Rizal Bawazier menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bagian dari komitmen untuk mengawal aspirasi konstituen di wilayah Pekalongan, Batang, dan Pemalang. Sebagai anggota Komisi VI yang membidangi perdagangan, investasi, koperasi, UKM, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ia melihat ada banyak peluang program pusat yang bisa dibawa ke daerah. ​\"Kami hadir untuk bersilaturahmi sekaligus berkoordinasi secara langsung dengan Pak Sukirman. Sebagai wakil rakyat di DPR RI, tugas saya adalah menginformasikan kemitraan strategis apa saja yang bisa kita kerjasamakan untuk membantu pembangunan di Kabupaten Pekalongan,\" ujar Rizal Bawazier di sela-sela pertemuan. ​Rizal menjelaskan, salah satu instrumen konkret yang akan ia dorong adalah optimalisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai BUMN yang menjadi mitra kerja Komisi VI. ​\"Sudah pasti, aspirasi dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan, khususnya dari desa-desa, akan kami tampung dan dorong melalui skema CSR BUMN untuk mempercepat pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,\" tambahnya. ​Beberapa persoalan krusial yang menjadi poin pembahasan utama dalam pertemuan tersebut meliputi perbaikan infrastruktur jalan desa serta penanganan komprehensif terhadap ancaman banjir dan rob yang kerap melanda wilayah Pekalongan. ​Rizal Bawazier secara khusus menyoroti pentingnya penanganan banjir Sungai Bremi-Meduri secara terpadu. Menurutnya, masalah ini tidak bisa diselesaikan secara parsial melainkan harus melalui kolaborasi lintas wilayah. ​\"Secara prinsip, banyak hal yang kita pertimbangkan, termasuk pembangunan tanggul untuk menangani banjir Bremi-Meduri. Karena sungainya mengalir dari sini, maka harus ada kerja sama yang solid antara Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan,\" urai Rizal. ​Selain itu, program jangka panjang berupa pembangunan tanggul raksasa serta pengadaan pompa air portabel di titik-titik rawan genangan juga menjadi agenda yang siap dikawal oleh sang legislator di tingkat pusat. ​Merespons komitmen kuat tersebut, Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas perhatian besar yang ditunjukkan oleh Rizal Bawazier terhadap nasib warga Pekalongan. ​“Tentu saja saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pak Rizal Bawazier. Beliau selaku legislator kita di Dapil 10 bersedia hadir langsung mendengarkan kebutuhan daerah,\" kata Sukirman. ​Sukirman menyatakan, dukungan dari anggota DPR RI sangat berarti bagi kemampuan fiskal daerah dalam menyelesaikan proyek-proyek strategis. Pemerintah Kabupaten Pekalongan pun menyatakan siap memberikan dukungan penuh secara administratif dan teknis di lapangan agar program penanganan banjir dan perbaikan jalan desa ini bisa segera terealisasi. ​\"Alhamdulillah, kami di pemkab siap mendukung penuh. Sinergi ini insya Allah akan sangat membantu mengatasi persoalan banjir yang selama ini meresahkan masyarakat, sekaligus membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan warga Pekalongan,\" pungkas Sukirman.  RI #pekalongan #rizalbawazier #cminews", "post_id": "7643821211675397384"}}, {"key": "DPR", "attributes": {"label": "DPR", "x": 422.48188501154635, "y": 788.3241293495265, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 22.3751, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7643821211675397384", "id": "DPR", "source": "tiktok-000001", "content": "Pekalongan, CMI News – Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rizal Bawazier, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kabupaten Pekalongan pada Minggu (24/05/2026) sore. Kehadiran legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah X ini diterima langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, di Rumah Dinas Wakil Bupati Pekalongan. ​Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program prioritas pemerintah pusat dengan kebutuhan rill masyarakat di daerah, khususnya dalam upaya mendongkrak kesejahteraan warga melalui pembenahan infrastruktur dan penanggulangan bencana. ​Dalam diskusi tersebut, Rizal Bawazier menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bagian dari komitmen untuk mengawal aspirasi konstituen di wilayah Pekalongan, Batang, dan Pemalang. Sebagai anggota Komisi VI yang membidangi perdagangan, investasi, koperasi, UKM, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ia melihat ada banyak peluang program pusat yang bisa dibawa ke daerah. ​\"Kami hadir untuk bersilaturahmi sekaligus berkoordinasi secara langsung dengan Pak Sukirman. Sebagai wakil rakyat di DPR RI, tugas saya adalah menginformasikan kemitraan strategis apa saja yang bisa kita kerjasamakan untuk membantu pembangunan di Kabupaten Pekalongan,\" ujar Rizal Bawazier di sela-sela pertemuan. ​Rizal menjelaskan, salah satu instrumen konkret yang akan ia dorong adalah optimalisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai BUMN yang menjadi mitra kerja Komisi VI. ​\"Sudah pasti, aspirasi dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan, khususnya dari desa-desa, akan kami tampung dan dorong melalui skema CSR BUMN untuk mempercepat pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,\" tambahnya. ​Beberapa persoalan krusial yang menjadi poin pembahasan utama dalam pertemuan tersebut meliputi perbaikan infrastruktur jalan desa serta penanganan komprehensif terhadap ancaman banjir dan rob yang kerap melanda wilayah Pekalongan. ​Rizal Bawazier secara khusus menyoroti pentingnya penanganan banjir Sungai Bremi-Meduri secara terpadu. Menurutnya, masalah ini tidak bisa diselesaikan secara parsial melainkan harus melalui kolaborasi lintas wilayah. ​\"Secara prinsip, banyak hal yang kita pertimbangkan, termasuk pembangunan tanggul untuk menangani banjir Bremi-Meduri. Karena sungainya mengalir dari sini, maka harus ada kerja sama yang solid antara Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan,\" urai Rizal. ​Selain itu, program jangka panjang berupa pembangunan tanggul raksasa serta pengadaan pompa air portabel di titik-titik rawan genangan juga menjadi agenda yang siap dikawal oleh sang legislator di tingkat pusat. ​Merespons komitmen kuat tersebut, Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas perhatian besar yang ditunjukkan oleh Rizal Bawazier terhadap nasib warga Pekalongan. ​“Tentu saja saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pak Rizal Bawazier. Beliau selaku legislator kita di Dapil 10 bersedia hadir langsung mendengarkan kebutuhan daerah,\" kata Sukirman. ​Sukirman menyatakan, dukungan dari anggota DPR RI sangat berarti bagi kemampuan fiskal daerah dalam menyelesaikan proyek-proyek strategis. Pemerintah Kabupaten Pekalongan pun menyatakan siap memberikan dukungan penuh secara administratif dan teknis di lapangan agar program penanganan banjir dan perbaikan jalan desa ini bisa segera terealisasi. ​\"Alhamdulillah, kami di pemkab siap mendukung penuh. Sinergi ini insya Allah akan sangat membantu mengatasi persoalan banjir yang selama ini meresahkan masyarakat, sekaligus membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan warga Pekalongan,\" pungkas Sukirman.  RI #pekalongan #rizalbawazier #cminews", "post_id": "7643821211675397384"}}, {"key": "jelajahnews.id", "attributes": {"label": "jelajahnews.id", "x": 192.4238369232951, "y": 388.1111282804507, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7641505604950838536", "id": "jelajahnews.id", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "harristurino", "attributes": {"label": "harristurino", "x": 346.37526709642566, "y": 290.55452171439134, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.46, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641505604950838536", "id": "harristurino", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "dunsanakpiaman", "attributes": {"label": "dunsanakpiaman", "x": 180.99128026067913, "y": 237.94082431591755, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654211021090983176", "id": "dunsanakpiaman", "source": "tiktok-000001", "content": "Cerint, Senator Sumbar, Desak Purbaya Beri Kewenangan Pengelolaan Keuangan ke Kepala Daerah. ​JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumatera Barat,  , mendesak Purbaya untuk memberikan kepercayaan dan kewenangan yang lebih besar kepada pemerintah daerah dalam mengelola keuangan wilayah. Langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput. ​Menurut Cerint, pengelolaan keuangan yang saat ini masih cenderung terpusat sering kali menciptakan hambatan birokrasi yang panjang. Hal tersebut berdampak pada lambatnya eksekusi program di daerah, terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik dan infrastruktur mendesak. ​\"Sebagai representasi daerah, kami melihat bahwa kepala daerah adalah pihak yang paling memahami kondisi riil di wilayahnya masing-masing, termasuk Sumatera Barat. Memberikan kepercayaan dalam pengelolaan anggaran adalah langkah strategis agar pembangunan lebih responsif, inovatif, dan tepat sasaran,\" ujar Cerint di Kompleks Parlemen, Jakarta. ​Lebih lanjut, senator asal Sumbar ini menekankan bahwa otonomi fiskal yang lebih luas akan memacu semangat kepala daerah untuk lebih kreatif dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, ia tetap berkomitmen bahwa pemberian kewenangan tersebut harus dibarengi dengan sistem pengawasan yang transparan dan akuntabel dari pemerintah pusat. ​Cerient berharap tuntutan ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi Purbaya agar kebijakan fiskal ke depan lebih mampu menyerap aspirasi daerah, sehingga sinergi antara pusat dan daerah dapat terwujud demi pemerataan pembangunan nasional.", "post_id": "7654211021090983176"}}, {"key": "cerinttasya", "attributes": {"label": "cerinttasya", "x": 139.1957777929791, "y": 941.4908797871909, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.4034, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654211021090983176", "id": "cerinttasya", "source": "tiktok-000001", "content": "Cerint, Senator Sumbar, Desak Purbaya Beri Kewenangan Pengelolaan Keuangan ke Kepala Daerah. ​JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumatera Barat,  , mendesak Purbaya untuk memberikan kepercayaan dan kewenangan yang lebih besar kepada pemerintah daerah dalam mengelola keuangan wilayah. Langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput. ​Menurut Cerint, pengelolaan keuangan yang saat ini masih cenderung terpusat sering kali menciptakan hambatan birokrasi yang panjang. Hal tersebut berdampak pada lambatnya eksekusi program di daerah, terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik dan infrastruktur mendesak. ​\"Sebagai representasi daerah, kami melihat bahwa kepala daerah adalah pihak yang paling memahami kondisi riil di wilayahnya masing-masing, termasuk Sumatera Barat. Memberikan kepercayaan dalam pengelolaan anggaran adalah langkah strategis agar pembangunan lebih responsif, inovatif, dan tepat sasaran,\" ujar Cerint di Kompleks Parlemen, Jakarta. ​Lebih lanjut, senator asal Sumbar ini menekankan bahwa otonomi fiskal yang lebih luas akan memacu semangat kepala daerah untuk lebih kreatif dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, ia tetap berkomitmen bahwa pemberian kewenangan tersebut harus dibarengi dengan sistem pengawasan yang transparan dan akuntabel dari pemerintah pusat. ​Cerient berharap tuntutan ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi Purbaya agar kebijakan fiskal ke depan lebih mampu menyerap aspirasi daerah, sehingga sinergi antara pusat dan daerah dapat terwujud demi pemerataan pembangunan nasional.", "post_id": "7654211021090983176"}}, {"key": "z.clip45", "attributes": {"label": "z.clip45", "x": 717.2374084832202, "y": 485.828496833329, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7561827591976471825", "id": "z.clip45", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi santai kritik dari Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, yang memintanya berhenti terlalu sering mengomentari kebijakan kementerian lain. Purbaya menegaskan dirinya tidak asal berbicara, melainkan hanya ingin mendorong percepatan penyerapan anggaran kementerian dan lembaga. “Saya nggak komentari kementerian lain, saya bodoh amat. Tapi saya berkepentingan anggaran saya terserap. Kalau nggak diserap, saya ambil uangnya,” ujar Purbaya di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Rabu (15/10). Ia menambahkan, fokusnya hanyalah memastikan penggunaan APBN berjalan efisien, bukan mengomentari cara kerja instansi lain. Sebelumnya, Misbakhun menilai komunikasi politik Purbaya perlu diperbaiki agar kebijakan ekonomi pemerintah berjalan selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto. Ia menyoroti pernyataan Purbaya terkait pemotongan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kenaikan defisit anggaran dari 2,48 persen menjadi 2,68 persen tanpa koordinasi dengan DPR. Menurutnya, langkah-langkah tersebut seharusnya dibahas bersama agar kebijakan ekonomi tidak terkesan sepihak. Misbakhun menegaskan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam menjaga stabilitas serta transparansi kebijakan fiskal nasional. #viral #viral #indonesia🇮🇩 #purbaya #kemenkeu", "post_id": "7561827591976471825"}}, {"key": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "kemenkeuri", "x": 77.46169720221152, "y": 79.31040087822971, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9458, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7561827591976471825", "id": "kemenkeuri", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi santai kritik dari Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, yang memintanya berhenti terlalu sering mengomentari kebijakan kementerian lain. Purbaya menegaskan dirinya tidak asal berbicara, melainkan hanya ingin mendorong percepatan penyerapan anggaran kementerian dan lembaga. “Saya nggak komentari kementerian lain, saya bodoh amat. Tapi saya berkepentingan anggaran saya terserap. Kalau nggak diserap, saya ambil uangnya,” ujar Purbaya di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Rabu (15/10). Ia menambahkan, fokusnya hanyalah memastikan penggunaan APBN berjalan efisien, bukan mengomentari cara kerja instansi lain. Sebelumnya, Misbakhun menilai komunikasi politik Purbaya perlu diperbaiki agar kebijakan ekonomi pemerintah berjalan selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto. Ia menyoroti pernyataan Purbaya terkait pemotongan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kenaikan defisit anggaran dari 2,48 persen menjadi 2,68 persen tanpa koordinasi dengan DPR. Menurutnya, langkah-langkah tersebut seharusnya dibahas bersama agar kebijakan ekonomi tidak terkesan sepihak. Misbakhun menegaskan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam menjaga stabilitas serta transparansi kebijakan fiskal nasional. #viral #viral #indonesia🇮🇩 #purbaya #kemenkeu", "post_id": "7561827591976471825"}}, {"key": "purbayayudhis", "attributes": {"label": "purbayayudhis", "x": 684.059664900055, "y": 562.1135643384476, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9458, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7561827591976471825", "id": "purbayayudhis", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi santai kritik dari Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, yang memintanya berhenti terlalu sering mengomentari kebijakan kementerian lain. Purbaya menegaskan dirinya tidak asal berbicara, melainkan hanya ingin mendorong percepatan penyerapan anggaran kementerian dan lembaga. “Saya nggak komentari kementerian lain, saya bodoh amat. Tapi saya berkepentingan anggaran saya terserap. Kalau nggak diserap, saya ambil uangnya,” ujar Purbaya di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Rabu (15/10). Ia menambahkan, fokusnya hanyalah memastikan penggunaan APBN berjalan efisien, bukan mengomentari cara kerja instansi lain. Sebelumnya, Misbakhun menilai komunikasi politik Purbaya perlu diperbaiki agar kebijakan ekonomi pemerintah berjalan selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto. Ia menyoroti pernyataan Purbaya terkait pemotongan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kenaikan defisit anggaran dari 2,48 persen menjadi 2,68 persen tanpa koordinasi dengan DPR. Menurutnya, langkah-langkah tersebut seharusnya dibahas bersama agar kebijakan ekonomi tidak terkesan sepihak. Misbakhun menegaskan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam menjaga stabilitas serta transparansi kebijakan fiskal nasional. #viral #viral #indonesia🇮🇩 #purbaya #kemenkeu", "post_id": "7561827591976471825"}}, {"key": "taufanpawestory", "attributes": {"label": "taufanpawestory", "x": 670.4321303315511, "y": 595.8955699379824, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7543613499616890118", "id": "taufanpawestory", "source": "tiktok-000001", "content": "Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI di Sulawesi Selatan, Fokus Pengawasan BUMD dan BLUD Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar Kunjungan Kerja Spesifik di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan pada Rabu, 27 Agustus 2025. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, dan dihadiri oleh sejumlah anggota komisi lainnya. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di wilayah Sulawesi Selatan. Dalam acara tersebut, Komisi II DPR RI berdialog dengan para pimpinan BUMD, serta sejumlah kepala daerah atau perwakilan mereka dari seluruh Sulawesi Selatan. Beberapa anggota Komisi II yang hadir termasuk Taufan Pawe, Deddy Yefri Hanteru, Kamaruddin Watubun, Romy Sukarno, Agustina Mangande, Ahmad Wazir, Heri Gunawan, Longki Djanggola, Iwan Kurniawan, Ujang Bey, Muhammad Habibur Rochman, Muhammad Toha, Eka Widodo, Aus Hidayat Nur, Wahyudi Noor Aly, dan Zulkifli Anwar. Dalam sambutannya, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, menegaskan bahwa kunjungan ini bukan hanya rutinitas kelembagaan, melainkan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI. Ia menekankan pentingnya mengambil keputusan yang cepat dan tepat, terutama dengan melibatkan langsung para kepala daerah yang memiliki kewenangan penuh. “Kami hadir sebagai institusi untuk melakukan koreksi dan memastikan sinkronisasi antara kebijakan pusat dan daerah,” ujar Aria Bima. “Jika ada kebijakan yang diputuskan tidak logis di lapangan, kami dapat melakukan koreksi di sini.”paparnya. Senada dengan Aria Bima, anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menyoroti kondisi fiskal di daerah yang memprihatinkan. Ia mengungkapkan bahwa saat ini hanya ada sekitar 10 provinsi di Indonesia yang memiliki kondisi fiskal kuat. “Kami ingin membangun sinergi yang baik dengan daerah dan melihat bagaimana daerah dapat berinovasi,” kata Taufan Pawe.     #komisi2dprri #taufanpawe", "post_id": "7543613499616890118"}}, {"key": "taufanpawe", "attributes": {"label": "taufanpawe", "x": 254.36029496514746, "y": 984.960128663226, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.46, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7543613499616890118", "id": "taufanpawe", "source": "tiktok-000001", "content": "Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI di Sulawesi Selatan, Fokus Pengawasan BUMD dan BLUD Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar Kunjungan Kerja Spesifik di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan pada Rabu, 27 Agustus 2025. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, dan dihadiri oleh sejumlah anggota komisi lainnya. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di wilayah Sulawesi Selatan. Dalam acara tersebut, Komisi II DPR RI berdialog dengan para pimpinan BUMD, serta sejumlah kepala daerah atau perwakilan mereka dari seluruh Sulawesi Selatan. Beberapa anggota Komisi II yang hadir termasuk Taufan Pawe, Deddy Yefri Hanteru, Kamaruddin Watubun, Romy Sukarno, Agustina Mangande, Ahmad Wazir, Heri Gunawan, Longki Djanggola, Iwan Kurniawan, Ujang Bey, Muhammad Habibur Rochman, Muhammad Toha, Eka Widodo, Aus Hidayat Nur, Wahyudi Noor Aly, dan Zulkifli Anwar. Dalam sambutannya, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, menegaskan bahwa kunjungan ini bukan hanya rutinitas kelembagaan, melainkan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI. Ia menekankan pentingnya mengambil keputusan yang cepat dan tepat, terutama dengan melibatkan langsung para kepala daerah yang memiliki kewenangan penuh. “Kami hadir sebagai institusi untuk melakukan koreksi dan memastikan sinkronisasi antara kebijakan pusat dan daerah,” ujar Aria Bima. “Jika ada kebijakan yang diputuskan tidak logis di lapangan, kami dapat melakukan koreksi di sini.”paparnya. Senada dengan Aria Bima, anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menyoroti kondisi fiskal di daerah yang memprihatinkan. Ia mengungkapkan bahwa saat ini hanya ada sekitar 10 provinsi di Indonesia yang memiliki kondisi fiskal kuat. “Kami ingin membangun sinergi yang baik dengan daerah dan melihat bagaimana daerah dapat berinovasi,” kata Taufan Pawe.     #komisi2dprri #taufanpawe", "post_id": "7543613499616890118"}}, {"key": "dpr_ri", "attributes": {"label": "dpr_ri", "x": 825.1432279585764, "y": 329.6962719026879, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.46, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7543613499616890118", "id": "dpr_ri", "source": "tiktok-000001", "content": "Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI di Sulawesi Selatan, Fokus Pengawasan BUMD dan BLUD Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar Kunjungan Kerja Spesifik di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan pada Rabu, 27 Agustus 2025. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, dan dihadiri oleh sejumlah anggota komisi lainnya. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di wilayah Sulawesi Selatan. Dalam acara tersebut, Komisi II DPR RI berdialog dengan para pimpinan BUMD, serta sejumlah kepala daerah atau perwakilan mereka dari seluruh Sulawesi Selatan. Beberapa anggota Komisi II yang hadir termasuk Taufan Pawe, Deddy Yefri Hanteru, Kamaruddin Watubun, Romy Sukarno, Agustina Mangande, Ahmad Wazir, Heri Gunawan, Longki Djanggola, Iwan Kurniawan, Ujang Bey, Muhammad Habibur Rochman, Muhammad Toha, Eka Widodo, Aus Hidayat Nur, Wahyudi Noor Aly, dan Zulkifli Anwar. Dalam sambutannya, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, menegaskan bahwa kunjungan ini bukan hanya rutinitas kelembagaan, melainkan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI. Ia menekankan pentingnya mengambil keputusan yang cepat dan tepat, terutama dengan melibatkan langsung para kepala daerah yang memiliki kewenangan penuh. “Kami hadir sebagai institusi untuk melakukan koreksi dan memastikan sinkronisasi antara kebijakan pusat dan daerah,” ujar Aria Bima. “Jika ada kebijakan yang diputuskan tidak logis di lapangan, kami dapat melakukan koreksi di sini.”paparnya. Senada dengan Aria Bima, anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menyoroti kondisi fiskal di daerah yang memprihatinkan. Ia mengungkapkan bahwa saat ini hanya ada sekitar 10 provinsi di Indonesia yang memiliki kondisi fiskal kuat. “Kami ingin membangun sinergi yang baik dengan daerah dan melihat bagaimana daerah dapat berinovasi,” kata Taufan Pawe.     #komisi2dprri #taufanpawe", "post_id": "7543613499616890118"}}, {"key": "komisi2_dpr", "attributes": {"label": "komisi2_dpr", "x": 520.900907671678, "y": 43.880542283544656, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.46, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7543613499616890118", "id": "komisi2_dpr", "source": "tiktok-000001", "content": "Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI di Sulawesi Selatan, Fokus Pengawasan BUMD dan BLUD Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar Kunjungan Kerja Spesifik di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan pada Rabu, 27 Agustus 2025. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, dan dihadiri oleh sejumlah anggota komisi lainnya. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di wilayah Sulawesi Selatan. Dalam acara tersebut, Komisi II DPR RI berdialog dengan para pimpinan BUMD, serta sejumlah kepala daerah atau perwakilan mereka dari seluruh Sulawesi Selatan. Beberapa anggota Komisi II yang hadir termasuk Taufan Pawe, Deddy Yefri Hanteru, Kamaruddin Watubun, Romy Sukarno, Agustina Mangande, Ahmad Wazir, Heri Gunawan, Longki Djanggola, Iwan Kurniawan, Ujang Bey, Muhammad Habibur Rochman, Muhammad Toha, Eka Widodo, Aus Hidayat Nur, Wahyudi Noor Aly, dan Zulkifli Anwar. Dalam sambutannya, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, menegaskan bahwa kunjungan ini bukan hanya rutinitas kelembagaan, melainkan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI. Ia menekankan pentingnya mengambil keputusan yang cepat dan tepat, terutama dengan melibatkan langsung para kepala daerah yang memiliki kewenangan penuh. “Kami hadir sebagai institusi untuk melakukan koreksi dan memastikan sinkronisasi antara kebijakan pusat dan daerah,” ujar Aria Bima. “Jika ada kebijakan yang diputuskan tidak logis di lapangan, kami dapat melakukan koreksi di sini.”paparnya. Senada dengan Aria Bima, anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menyoroti kondisi fiskal di daerah yang memprihatinkan. Ia mengungkapkan bahwa saat ini hanya ada sekitar 10 provinsi di Indonesia yang memiliki kondisi fiskal kuat. “Kami ingin membangun sinergi yang baik dengan daerah dan melihat bagaimana daerah dapat berinovasi,” kata Taufan Pawe.     #komisi2dprri #taufanpawe", "post_id": "7543613499616890118"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 321.5126607394344, "y": 55.74254472680629, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "oxhsWzfRCdw", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "FULL! Menkeu Purbaya Paparkan Kondisi Ekonomi Terkini: RI Tumbuh 5,61%, Inflasi di Bawah 3% PDB\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya memaparkan kondisi ekonomi dan fiskal Indonesia terkini di hadapan Komite IV DPD RI.\n\nIa menegaskan bahwa ekonomi nasional tetap resilien di tengah ketidakpastian global, dengan pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi terkendali di 3,08%, serta neraca perdagangan surplus selama 72 bulan berturut-turut hingga April 2026.\n\nSelain itu, cadangan devisa dan penyaluran kredit juga disebut tetap kuat dengan tren positif di berbagai indikator domestik.\n\nDalam paparannya, Menkeu menekankan bahwa disiplin fiskal tetap dijaga dengan defisit di bawah 3% PDB serta rasio utang yang terkendali.\n\nIa juga memaparkan strategi ekonomi 2027 yang menargetkan pertumbuhan lebih tinggi melalui sinergi fiskal, moneter, sektor keuangan, dan investasi.\n\nAPBN diarahkan sebagai katalis pembangunan, sementara kebijakan fiskal difokuskan pada program prioritas nasional untuk mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan secara berkelanjutan. TC 00:59 & 24:02 \n\nProduser: Prayogi Haro\nEditor: Joshua\n\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "oxhsWzfRCdw"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 789.1876297010296, "y": 745.0288942109196, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.4034, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oxhsWzfRCdw", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "FULL! Menkeu Purbaya Paparkan Kondisi Ekonomi Terkini: RI Tumbuh 5,61%, Inflasi di Bawah 3% PDB\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya memaparkan kondisi ekonomi dan fiskal Indonesia terkini di hadapan Komite IV DPD RI.\n\nIa menegaskan bahwa ekonomi nasional tetap resilien di tengah ketidakpastian global, dengan pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi terkendali di 3,08%, serta neraca perdagangan surplus selama 72 bulan berturut-turut hingga April 2026.\n\nSelain itu, cadangan devisa dan penyaluran kredit juga disebut tetap kuat dengan tren positif di berbagai indikator domestik.\n\nDalam paparannya, Menkeu menekankan bahwa disiplin fiskal tetap dijaga dengan defisit di bawah 3% PDB serta rasio utang yang terkendali.\n\nIa juga memaparkan strategi ekonomi 2027 yang menargetkan pertumbuhan lebih tinggi melalui sinergi fiskal, moneter, sektor keuangan, dan investasi.\n\nAPBN diarahkan sebagai katalis pembangunan, sementara kebijakan fiskal difokuskan pada program prioritas nasional untuk mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan secara berkelanjutan. TC 00:59 & 24:02 \n\nProduser: Prayogi Haro\nEditor: Joshua\n\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "oxhsWzfRCdw"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 407.0268549014178, "y": 650.4212005360026, "size": 13.86, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.4883, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "SloaddGDMcc", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "SloaddGDMcc"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 959.415627791552, "y": 903.7858021767635, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.2477, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "SloaddGDMcc", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "SloaddGDMcc"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 733.4113531352385, "y": 827.3781898066843, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.2477, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "SloaddGDMcc", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "SloaddGDMcc"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 269.08359996666206, "y": 722.8490865533222, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.2477, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "SloaddGDMcc", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "SloaddGDMcc"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 935.3130575721233, "y": 272.06948953507236, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.2477, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "SloaddGDMcc", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "SloaddGDMcc"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 500.73077885973936, "y": 877.1144685039776, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.2477, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "SloaddGDMcc", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "SloaddGDMcc"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 936.3836825130478, "y": 418.0218660249888, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.4883, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "Srzu3rGlPsg", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | 1ST SESSION CLOSING\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Srzu3rGlPsg"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 469.9090289927488, "y": 618.3106939294833, "size": 9.3, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7619, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Srzu3rGlPsg", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | 1ST SESSION CLOSING\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Srzu3rGlPsg"}}, {"key": "@tribunjakarta", "attributes": {"label": "@tribunjakarta", "x": 666.2137695300803, "y": 985.7324976123097, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "deN5ZJDZKeA", "id": "@tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "BREAKING! Iran Tutup Lagi Selat Hormuz seusai Serangan Israel di Lebanon, Perdamaian Terancam\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Iran menyatakan menutup Selat Hormuz setelah gelombang serangan Israel di Lebanon, lapor The Guardian.\n\nPenutupan Selat Hormuz turut berdampak besar bagi Indonesia karena memicu lonjakan harga minyak dunia, menambah beban subsidi energi, melemahkan rupiah, dan meningkatkan inflasi.\n\nDitutupnya Selat Hormuz juga mengancam menggagalkan kesepakatan perdamaian sementara antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang baru saja ditandatangani beberapa hari lalu.\n\nKorps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan kapal-kapal agar tidak mendekati jalur pelayaran strategis tersebut dengan alasan adanya pelanggaran AS terhadap komitmen untuk menetapkan gencatan senjata di kawasan itu.\n\nBelum jelas apakah ancaman tersebut telah dilaksanakan atau apakah langkah itu akan membahayakan pembicaraan lanjutan di Swiss yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (21/6/2026).\n\nDi sisi lain, Komando Pusat AS membantah bahwa Selat Hormuz telah ditutup.\n\n\"Iran tidak mengendalikan Selat Hormuz,\" kata juru bicara Angkatan Laut AS, Kapten Tim Hawkins, kepada Reuters.\n\n\"Lalu lintas terus berjalan dan pasukan AS memantau situasi untuk memastikan kondisi tersebut tetap terjaga.\"\n\nMedia Iran Diminta Menggambarkan Penutupan Hormuz sebagai Bentuk Dukungan terhadap Diplomasi\nMenurut laporan yang diperoleh Iran International, media Iran diinstruksikan untuk menghindari penggambaran penutupan Selat Hormuz dan partisipasi Iran dalam pembicaraan dengan AS sebagai bentuk perpecahan antara angkatan bersenjata dan para negosiator, menurut arahan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.\n\nArahan yang ditujukan kepada manajer dan editor media tersebut menyebutkan bahwa penutupan kembali Selat Hormuz dilakukan sebagai respons pelanggaran gencatan senjata yang berkelanjutan serta tindakan Israel di Lebanon selatan, sementara tim negosiasi Iran sedang menuju Swiss.\n\nDisebutkan bahwa Republik Islam Iran sedang menjalankan \"strategi tunggal\" yang menggabungkan pencegahan dan pengaruh militer dengan diplomasi untuk memaksa pihak lain melaksanakan komitmennya serta melindungi kepentingan nasional Iran.\n\nArahan tersebut mendesak media untuk membingkai tindakan militer bukan sebagai pengganti diplomasi, melainkan sebagai pendukungnya, serta menghindari penyajian negosiasi sebagai tanda kemunduran.\n\nArahan itu juga menyerukan media untuk menekankan sinergi antara kekuatan militer dan diplomasi dalam mengamankan kepentingan nasional.\n\n\n\nArtikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Iran Dilaporkan Tutup Selat Hormuz Buntut Serangan Israel di Lebanon, https://www.tribunnews.com/internasio....\nPenulis: Tiara Shelavie\nEditor: Endra Kurniawan\n\nEditor Video : Ilham Bintang Anugerah\nUploader: Fitriana SekarAyu\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta  \n\n#viory \n#iran  #selathormuz  #israel  #lebanon  #iranisraelwar  #perangtimurtengah  #HargaMinyak #KrisisEnergi #TimurTengah #AmerikaSerikat #DonaldTrump #BreakingNews #BeritaDunia #Geopolitik #hormuz", "post_id": "deN5ZJDZKeA"}}, {"key": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "tribunjakarta", "x": 653.2546248008587, "y": 819.3313807598806, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.7171, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "deN5ZJDZKeA", "id": "tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "BREAKING! Iran Tutup Lagi Selat Hormuz seusai Serangan Israel di Lebanon, Perdamaian Terancam\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Iran menyatakan menutup Selat Hormuz setelah gelombang serangan Israel di Lebanon, lapor The Guardian.\n\nPenutupan Selat Hormuz turut berdampak besar bagi Indonesia karena memicu lonjakan harga minyak dunia, menambah beban subsidi energi, melemahkan rupiah, dan meningkatkan inflasi.\n\nDitutupnya Selat Hormuz juga mengancam menggagalkan kesepakatan perdamaian sementara antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang baru saja ditandatangani beberapa hari lalu.\n\nKorps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan kapal-kapal agar tidak mendekati jalur pelayaran strategis tersebut dengan alasan adanya pelanggaran AS terhadap komitmen untuk menetapkan gencatan senjata di kawasan itu.\n\nBelum jelas apakah ancaman tersebut telah dilaksanakan atau apakah langkah itu akan membahayakan pembicaraan lanjutan di Swiss yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (21/6/2026).\n\nDi sisi lain, Komando Pusat AS membantah bahwa Selat Hormuz telah ditutup.\n\n\"Iran tidak mengendalikan Selat Hormuz,\" kata juru bicara Angkatan Laut AS, Kapten Tim Hawkins, kepada Reuters.\n\n\"Lalu lintas terus berjalan dan pasukan AS memantau situasi untuk memastikan kondisi tersebut tetap terjaga.\"\n\nMedia Iran Diminta Menggambarkan Penutupan Hormuz sebagai Bentuk Dukungan terhadap Diplomasi\nMenurut laporan yang diperoleh Iran International, media Iran diinstruksikan untuk menghindari penggambaran penutupan Selat Hormuz dan partisipasi Iran dalam pembicaraan dengan AS sebagai bentuk perpecahan antara angkatan bersenjata dan para negosiator, menurut arahan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.\n\nArahan yang ditujukan kepada manajer dan editor media tersebut menyebutkan bahwa penutupan kembali Selat Hormuz dilakukan sebagai respons pelanggaran gencatan senjata yang berkelanjutan serta tindakan Israel di Lebanon selatan, sementara tim negosiasi Iran sedang menuju Swiss.\n\nDisebutkan bahwa Republik Islam Iran sedang menjalankan \"strategi tunggal\" yang menggabungkan pencegahan dan pengaruh militer dengan diplomasi untuk memaksa pihak lain melaksanakan komitmennya serta melindungi kepentingan nasional Iran.\n\nArahan tersebut mendesak media untuk membingkai tindakan militer bukan sebagai pengganti diplomasi, melainkan sebagai pendukungnya, serta menghindari penyajian negosiasi sebagai tanda kemunduran.\n\nArahan itu juga menyerukan media untuk menekankan sinergi antara kekuatan militer dan diplomasi dalam mengamankan kepentingan nasional.\n\n\n\nArtikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Iran Dilaporkan Tutup Selat Hormuz Buntut Serangan Israel di Lebanon, https://www.tribunnews.com/internasio....\nPenulis: Tiara Shelavie\nEditor: Endra Kurniawan\n\nEditor Video : Ilham Bintang Anugerah\nUploader: Fitriana SekarAyu\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta  \n\n#viory \n#iran  #selathormuz  #israel  #lebanon  #iranisraelwar  #perangtimurtengah  #HargaMinyak #KrisisEnergi #TimurTengah #AmerikaSerikat #DonaldTrump #BreakingNews #BeritaDunia #Geopolitik #hormuz", "post_id": "deN5ZJDZKeA"}}, {"key": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "tribun.jakart...", "x": 450.29985337990377, "y": 107.47999816528564, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.7171, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "deN5ZJDZKeA", "id": "tribun.jakart...", "source": "youtube-000001", "content": "BREAKING! Iran Tutup Lagi Selat Hormuz seusai Serangan Israel di Lebanon, Perdamaian Terancam\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Iran menyatakan menutup Selat Hormuz setelah gelombang serangan Israel di Lebanon, lapor The Guardian.\n\nPenutupan Selat Hormuz turut berdampak besar bagi Indonesia karena memicu lonjakan harga minyak dunia, menambah beban subsidi energi, melemahkan rupiah, dan meningkatkan inflasi.\n\nDitutupnya Selat Hormuz juga mengancam menggagalkan kesepakatan perdamaian sementara antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang baru saja ditandatangani beberapa hari lalu.\n\nKorps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan kapal-kapal agar tidak mendekati jalur pelayaran strategis tersebut dengan alasan adanya pelanggaran AS terhadap komitmen untuk menetapkan gencatan senjata di kawasan itu.\n\nBelum jelas apakah ancaman tersebut telah dilaksanakan atau apakah langkah itu akan membahayakan pembicaraan lanjutan di Swiss yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (21/6/2026).\n\nDi sisi lain, Komando Pusat AS membantah bahwa Selat Hormuz telah ditutup.\n\n\"Iran tidak mengendalikan Selat Hormuz,\" kata juru bicara Angkatan Laut AS, Kapten Tim Hawkins, kepada Reuters.\n\n\"Lalu lintas terus berjalan dan pasukan AS memantau situasi untuk memastikan kondisi tersebut tetap terjaga.\"\n\nMedia Iran Diminta Menggambarkan Penutupan Hormuz sebagai Bentuk Dukungan terhadap Diplomasi\nMenurut laporan yang diperoleh Iran International, media Iran diinstruksikan untuk menghindari penggambaran penutupan Selat Hormuz dan partisipasi Iran dalam pembicaraan dengan AS sebagai bentuk perpecahan antara angkatan bersenjata dan para negosiator, menurut arahan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.\n\nArahan yang ditujukan kepada manajer dan editor media tersebut menyebutkan bahwa penutupan kembali Selat Hormuz dilakukan sebagai respons pelanggaran gencatan senjata yang berkelanjutan serta tindakan Israel di Lebanon selatan, sementara tim negosiasi Iran sedang menuju Swiss.\n\nDisebutkan bahwa Republik Islam Iran sedang menjalankan \"strategi tunggal\" yang menggabungkan pencegahan dan pengaruh militer dengan diplomasi untuk memaksa pihak lain melaksanakan komitmennya serta melindungi kepentingan nasional Iran.\n\nArahan tersebut mendesak media untuk membingkai tindakan militer bukan sebagai pengganti diplomasi, melainkan sebagai pendukungnya, serta menghindari penyajian negosiasi sebagai tanda kemunduran.\n\nArahan itu juga menyerukan media untuk menekankan sinergi antara kekuatan militer dan diplomasi dalam mengamankan kepentingan nasional.\n\n\n\nArtikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Iran Dilaporkan Tutup Selat Hormuz Buntut Serangan Israel di Lebanon, https://www.tribunnews.com/internasio....\nPenulis: Tiara Shelavie\nEditor: Endra Kurniawan\n\nEditor Video : Ilham Bintang Anugerah\nUploader: Fitriana SekarAyu\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta  \n\n#viory \n#iran  #selathormuz  #israel  #lebanon  #iranisraelwar  #perangtimurtengah  #HargaMinyak #KrisisEnergi #TimurTengah #AmerikaSerikat #DonaldTrump #BreakingNews #BeritaDunia #Geopolitik #hormuz", "post_id": "deN5ZJDZKeA"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 970.5720295786139, "y": 250.1119144788907, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "fCnmhnkeR9E", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Perry Warjiyo dan Purbaya Sepakat Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter Hadapi Ketidakpastian Global\n\nGaruda Tv - Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.\n\nPenguatan koordinasi tersebut dibahas dalam rapat bersama yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas makroekonomi serta meningkatkan kepercayaan pasar.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah langkah strategis yang telah disepakati bersama untuk memperkuat sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal. Koordinasi yang erat dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.\n\nMenurut Perry, kerja sama yang solid antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan perekonomian nasional tetap tumbuh secara berkelanjutan.\n\nSementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter. Ia menilai sinergi antarlembaga akan membuat berbagai kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah menjadi lebih efektif dan memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat.\n\nPurbaya juga menekankan bahwa koordinasi yang kuat diperlukan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, memperkuat daya tahan ekonomi nasional, dan merespons dinamika pasar global secara cepat dan terukur.\n\nPemerintah dan Bank Indonesia berharap penguatan koordinasi ini dapat meningkatkan kepercayaan publik maupun pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, sinergi yang semakin erat diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.\n\nLangkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dan Bank Indonesia untuk terus menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan yang terkoordinasi, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#bankindonesia  #BI #kementeriankeuangan  #kemenkeu  #PerryWarjiyo #purbayayudhisadewa  #rupiah  #StabilitasRupiah #kebijakanmoneter  #kebijakanfiskal  #ekonomi  #stabilitasekonomi #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "fCnmhnkeR9E"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 449.1157026202625, "y": 46.004252743725104, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.46, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "fCnmhnkeR9E", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Perry Warjiyo dan Purbaya Sepakat Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter Hadapi Ketidakpastian Global\n\nGaruda Tv - Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.\n\nPenguatan koordinasi tersebut dibahas dalam rapat bersama yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas makroekonomi serta meningkatkan kepercayaan pasar.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah langkah strategis yang telah disepakati bersama untuk memperkuat sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal. Koordinasi yang erat dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.\n\nMenurut Perry, kerja sama yang solid antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan perekonomian nasional tetap tumbuh secara berkelanjutan.\n\nSementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter. Ia menilai sinergi antarlembaga akan membuat berbagai kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah menjadi lebih efektif dan memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat.\n\nPurbaya juga menekankan bahwa koordinasi yang kuat diperlukan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, memperkuat daya tahan ekonomi nasional, dan merespons dinamika pasar global secara cepat dan terukur.\n\nPemerintah dan Bank Indonesia berharap penguatan koordinasi ini dapat meningkatkan kepercayaan publik maupun pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, sinergi yang semakin erat diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.\n\nLangkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dan Bank Indonesia untuk terus menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan yang terkoordinasi, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#bankindonesia  #BI #kementeriankeuangan  #kemenkeu  #PerryWarjiyo #purbayayudhisadewa  #rupiah  #StabilitasRupiah #kebijakanmoneter  #kebijakanfiskal  #ekonomi  #stabilitasekonomi #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "fCnmhnkeR9E"}}, {"key": "@JCCNetwork", "attributes": {"label": "@JCCNetwork", "x": 228.39283809045975, "y": 143.81477923167384, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "oszbmfq3yck", "id": "@JCCNetwork", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Beberkan Faktor Penguat Rupiah, Target 2027 di Kisaran Rp16.800–Rp17.500\n\n‪‬ Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya ekonomi global, kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar valas, BI juga memperkirakan inflasi 2027 tetap terkendali di kisaran 2,5% ±1%, seiring pertumbuhan ekonomi yang solid dan masuknya lebih banyak modal asing ke Indonesia.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "oszbmfq3yck"}}, {"key": "JCCNetwork", "attributes": {"label": "JCCNetwork", "x": 263.79372713964887, "y": 279.79675881273437, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.7171, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oszbmfq3yck", "id": "JCCNetwork", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Beberkan Faktor Penguat Rupiah, Target 2027 di Kisaran Rp16.800–Rp17.500\n\n‪‬ Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya ekonomi global, kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar valas, BI juga memperkirakan inflasi 2027 tetap terkendali di kisaran 2,5% ±1%, seiring pertumbuhan ekonomi yang solid dan masuknya lebih banyak modal asing ke Indonesia.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "oszbmfq3yck"}}, {"key": "jccbetwork.id", "attributes": {"label": "jccbetwork.id", "x": 984.4696128094963, "y": 791.851917820111, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.7171, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oszbmfq3yck", "id": "jccbetwork.id", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Beberkan Faktor Penguat Rupiah, Target 2027 di Kisaran Rp16.800–Rp17.500\n\n‪‬ Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya ekonomi global, kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar valas, BI juga memperkirakan inflasi 2027 tetap terkendali di kisaran 2,5% ±1%, seiring pertumbuhan ekonomi yang solid dan masuknya lebih banyak modal asing ke Indonesia.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "oszbmfq3yck"}}, {"key": "jcc_network", "attributes": {"label": "jcc_network", "x": 844.2534119849598, "y": 913.3717135030143, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.7171, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oszbmfq3yck", "id": "jcc_network", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Beberkan Faktor Penguat Rupiah, Target 2027 di Kisaran Rp16.800–Rp17.500\n\n‪‬ Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya ekonomi global, kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar valas, BI juga memperkirakan inflasi 2027 tetap terkendali di kisaran 2,5% ±1%, seiring pertumbuhan ekonomi yang solid dan masuknya lebih banyak modal asing ke Indonesia.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "oszbmfq3yck"}}, {"key": "jccnetwork.id", "attributes": {"label": "jccnetwork.id", "x": 59.06292032113558, "y": 104.4607256371406, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.7171, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oszbmfq3yck", "id": "jccnetwork.id", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Beberkan Faktor Penguat Rupiah, Target 2027 di Kisaran Rp16.800–Rp17.500\n\n‪‬ Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya ekonomi global, kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar valas, BI juga memperkirakan inflasi 2027 tetap terkendali di kisaran 2,5% ±1%, seiring pertumbuhan ekonomi yang solid dan masuknya lebih banyak modal asing ke Indonesia.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "oszbmfq3yck"}}, {"key": "@pujatvacehofficial", "attributes": {"label": "@pujatvacehofficial", "x": 850.6848384915852, "y": 384.3074122579832, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "wX-AQ8ZX95g", "id": "@pujatvacehofficial", "source": "youtube-000001", "content": "BI dan TNI AL Edarkan Rp5 Miliar ke Pulau Terluar Aceh\n\nBank Indonesia Aceh bersama TNI Angkatan Laut menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat dengan mengedarkan uang layak edar senilai Rp5 miliar ke sejumlah wilayah 3T di Aceh, seperti Sabang, Pulau Nasi, Pulau Breueh, Pulau Banyak, dan Simeulue. Selain menyalurkan uang rupiah, tim juga menarik uang tidak layak edar serta memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga dan mencintai rupiah. Kegiatan yang berlangsung hingga 24 Juni 2026 ini menjadi wujud sinergi BI dan TNI AL dalam menghadirkan layanan negara bagi masyarakat di wilayah kepulauan terluar.\n----------------------------\n.\n. \n.\nYoutube :\nPuja TV Aceh Official :    /   \nPuja TV News :    /   \n.\n.\nInstagram & Tiktok :\n\n.\n.\nKunjungi dan klik berita ini di website kami www.pujatvaceh.com\n.\n.\n.\n----------------------------\n#kabaraceh #aceh #acehhariini #kabarterkini #acehterkini #faktaterkini #beritaviral #informasi #infoupdate #infoterkini #beritaupdate #beritaterbaru #pujatvaceh #pujatv #infoaceh", "post_id": "wX-AQ8ZX95g"}}, {"key": "pujatvacehofficial", "attributes": {"label": "pujatvacehofficial", "x": 758.2301721523244, "y": 114.44033389450514, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.46, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wX-AQ8ZX95g", "id": "pujatvacehofficial", "source": "youtube-000001", "content": "BI dan TNI AL Edarkan Rp5 Miliar ke Pulau Terluar Aceh\n\nBank Indonesia Aceh bersama TNI Angkatan Laut menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat dengan mengedarkan uang layak edar senilai Rp5 miliar ke sejumlah wilayah 3T di Aceh, seperti Sabang, Pulau Nasi, Pulau Breueh, Pulau Banyak, dan Simeulue. Selain menyalurkan uang rupiah, tim juga menarik uang tidak layak edar serta memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga dan mencintai rupiah. Kegiatan yang berlangsung hingga 24 Juni 2026 ini menjadi wujud sinergi BI dan TNI AL dalam menghadirkan layanan negara bagi masyarakat di wilayah kepulauan terluar.\n----------------------------\n.\n. \n.\nYoutube :\nPuja TV Aceh Official :    /   \nPuja TV News :    /   \n.\n.\nInstagram & Tiktok :\n\n.\n.\nKunjungi dan klik berita ini di website kami www.pujatvaceh.com\n.\n.\n.\n----------------------------\n#kabaraceh #aceh #acehhariini #kabarterkini #acehterkini #faktaterkini #beritaviral #informasi #infoupdate #infoterkini #beritaupdate #beritaterbaru #pujatvaceh #pujatv #infoaceh", "post_id": "wX-AQ8ZX95g"}}, {"key": "pujatvnews4743", "attributes": {"label": "pujatvnews4743", "x": 752.0250184705186, "y": 824.7953432714796, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.46, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wX-AQ8ZX95g", "id": "pujatvnews4743", "source": "youtube-000001", "content": "BI dan TNI AL Edarkan Rp5 Miliar ke Pulau Terluar Aceh\n\nBank Indonesia Aceh bersama TNI Angkatan Laut menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat dengan mengedarkan uang layak edar senilai Rp5 miliar ke sejumlah wilayah 3T di Aceh, seperti Sabang, Pulau Nasi, Pulau Breueh, Pulau Banyak, dan Simeulue. Selain menyalurkan uang rupiah, tim juga menarik uang tidak layak edar serta memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga dan mencintai rupiah. Kegiatan yang berlangsung hingga 24 Juni 2026 ini menjadi wujud sinergi BI dan TNI AL dalam menghadirkan layanan negara bagi masyarakat di wilayah kepulauan terluar.\n----------------------------\n.\n. \n.\nYoutube :\nPuja TV Aceh Official :    /   \nPuja TV News :    /   \n.\n.\nInstagram & Tiktok :\n\n.\n.\nKunjungi dan klik berita ini di website kami www.pujatvaceh.com\n.\n.\n.\n----------------------------\n#kabaraceh #aceh #acehhariini #kabarterkini #acehterkini #faktaterkini #beritaviral #informasi #infoupdate #infoterkini #beritaupdate #beritaterbaru #pujatvaceh #pujatv #infoaceh", "post_id": "wX-AQ8ZX95g"}}, {"key": "pujatvaceh.", "attributes": {"label": "pujatvaceh.", "x": 651.5028319716711, "y": 467.6142767367163, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.46, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wX-AQ8ZX95g", "id": "pujatvaceh.", "source": "youtube-000001", "content": "BI dan TNI AL Edarkan Rp5 Miliar ke Pulau Terluar Aceh\n\nBank Indonesia Aceh bersama TNI Angkatan Laut menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat dengan mengedarkan uang layak edar senilai Rp5 miliar ke sejumlah wilayah 3T di Aceh, seperti Sabang, Pulau Nasi, Pulau Breueh, Pulau Banyak, dan Simeulue. Selain menyalurkan uang rupiah, tim juga menarik uang tidak layak edar serta memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga dan mencintai rupiah. Kegiatan yang berlangsung hingga 24 Juni 2026 ini menjadi wujud sinergi BI dan TNI AL dalam menghadirkan layanan negara bagi masyarakat di wilayah kepulauan terluar.\n----------------------------\n.\n. \n.\nYoutube :\nPuja TV Aceh Official :    /   \nPuja TV News :    /   \n.\n.\nInstagram & Tiktok :\n\n.\n.\nKunjungi dan klik berita ini di website kami www.pujatvaceh.com\n.\n.\n.\n----------------------------\n#kabaraceh #aceh #acehhariini #kabarterkini #acehterkini #faktaterkini #beritaviral #informasi #infoupdate #infoterkini #beritaupdate #beritaterbaru #pujatvaceh #pujatv #infoaceh", "post_id": "wX-AQ8ZX95g"}}, {"key": "@TrendLabID", "attributes": {"label": "@TrendLabID", "x": 531.5324760741315, "y": 577.1297417935815, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "rolPKkebd4M", "id": "@TrendLabID", "source": "youtube-000001", "content": "Proyek KDM 2029: Mengapa Tender Jatuh ke Tangan Sama?\n\nProyek KDM 2029: Mengapa Tender Jatuh ke Tangan Sama? | Laporan Intelijen Data ‪‬ \nPerkembangan infrastruktur strategis menuju tahun 2029 menuntut pemahaman mendalam mengenai manajemen aset dan kebijakan anggaran publik. Ketika alokasi dana daerah digulirkan, pola distribusi proyek sering kali memperlihatkan kecenderungan yang seragam. Ini bukan sekadar masalah teknis pengadaan barang dan jasa, melainkan cerminan dari dinamika konsolidasi kapital di tingkat elite. Analisis terhadap dokumen pengadaan menunjukkan adanya kriteria kualifikasi yang sangat spesifik, yang secara natural membatasi jumlah partisipan pasar yang mampu bersaing. Fenomena ini memicu diskusi hangat di kalangan analis kebijakan publik mengenai efisiensi penyerapan anggaran fiskal dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi regional jangka panjang.\n\nDalam lanskap ekonomi politik kontemporer, keterkaitan antara pemegang kebijakan dan entitas korporasi besar membentuk sebuah ekosistem yang kompleks. Melalui pemetaan kekuatan (power mapping) yang objektif, kita dapat melihat bagaimana instrumen regulasi makro sering kali selaras dengan rencana ekspansi bisnis kelompok usaha tertentu. Stabilitas nasional menuju proyeksi 2029 membutuhkan kepastian hukum dan keberlanjutan pembangunan infrastruktur fisik. Oleh karena itu, penunjukan mitra strategis yang memiliki rekam jejak panjang sering kali dipandang oleh otoritas sebagai langkah mitigasi risiko kegagalan proyek, meskipun di sisi lain, hal ini menciptakan anomali kebijakan yang mereduksi iklim kompetisi yang sehat di sektor investasi daerah.\n\nProyek infrastruktur skala besar yang dikaitkan dengan figur kepemimpinan strategis seperti KDM selalu melibatkan instrumen finansial yang rumit, mulai dari skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) hingga sekuritisasi aset masa depan. Bagi para investor institusional, memahami pergerakan modal dalam lingkaran tender ini adalah kunci untuk membaca arah kebijakan moneter dan riil di tingkat domestik. Konsentrasi proyek pada segelintir korporasi raksasa secara tidak langsung memengaruhi volatilitas sektor konstruksi dan perbankan penyedia likuiditas. Artikel dan analisis ini membedah bagaimana manajemen risiko korporasi beradaptasi dengan preferensi politik lokal yang berdampak pada stabilitas makroekonomi secara nasional.\n\nMenjelang transisi kepemimpinan dan target pembangunan jangka panjang tahun 2029, setiap keputusan anggaran membawa bobot geopolitik domestik yang signifikan. Sentralisasi penyerapan proyek di satu tangan memunculkan pertanyaan mengenai desentralisasi ekonomi dan pemerataan kesejahteraan. Apakah pola ini merupakan prasyarat mutlak demi tercapainya efisiensi eksekusi di tengah ketidakpastian global, ataukah ini bentuk pengamanan logistik strategis jangka panjang? Dengan pendekatan yang dingin dan berbasis data finansial, kita mengeksplorasi bagaimana arsitektur kebijakan ini dirancang untuk menjaga keseimbangan kekuasaan sekaligus memastikan roda industrialisasi daerah tetap berputar sesuai target pertumbuhan nasional.\n\nStamptime:\n00:00 - Analisis Makro: Cetak Biru Infrastruktur Nasional 2029\n02:15 - Anatomi Pengadaan: Membaca Klausul Tender Berkinerja Tinggi\n04:30 - Power Mapping: Jaringan Korporasi dan Otoritas Publik\n06:45 - Anomali Kebijakan: Alasan Teknis di Balik Pemenang yang Sama\n09:15 - Manajemen Aset Daerah: Aliran Likuiditas Fiskal\n11:30 - Proyeksi KDM: Mitigasi Risiko Versus Efisiensi Pembangunan\n13:45 - Kesimpulan Eksekutif: Stabilitas Nasional dan Konsolidasi Kapital 2029\n\n#KDM #DediMulyadi #KepemimpinanStrategis #ElitePolitik #TokohNasional #KebijakanPublik #KonsolidasiKapital #InfrastrukturDaerah #AnggaranFiskal #RegulasiMakro #Proyeksi2029 #StabilitasNasional #AnalisisMakroekonomi #ManajemenAset #GeopolitikDomestik\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------\nAlgorithmc Integrity & Research Protocol:\nAnalisis & Riset: Team Trend Lab Indonesia\nMetodologi: Analisis Sentimen Digital & Social Media Mapping 2026\nSumber Data: Google Trends, Metadata Analysis, & Public Interaction Tracking\n\nEducation Shield (Disclaimer):\nVideo di channel ini diproduksi eksklusif untuk tujuan edukasi, analisis sosiologi mendalam, serta riset media digital. Trend Lab Indonesia beroperasi sebagai laboratorium data independen dan TIDAK BERAFILIASI dengan entitas politik, partai, atau tokoh publik manapun. Kami menggunakan pendekatan Data Science untuk membedah fenomena sosiopsikologi di Indonesia secara netral dan ilmiah.", "post_id": "rolPKkebd4M"}}, {"key": "TrendLabID", "attributes": {"label": "TrendLabID", "x": 321.3776820411435, "y": 804.3569272321155, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.4034, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "rolPKkebd4M", "id": "TrendLabID", "source": "youtube-000001", "content": "Proyek KDM 2029: Mengapa Tender Jatuh ke Tangan Sama?\n\nProyek KDM 2029: Mengapa Tender Jatuh ke Tangan Sama? | Laporan Intelijen Data ‪‬ \nPerkembangan infrastruktur strategis menuju tahun 2029 menuntut pemahaman mendalam mengenai manajemen aset dan kebijakan anggaran publik. Ketika alokasi dana daerah digulirkan, pola distribusi proyek sering kali memperlihatkan kecenderungan yang seragam. Ini bukan sekadar masalah teknis pengadaan barang dan jasa, melainkan cerminan dari dinamika konsolidasi kapital di tingkat elite. Analisis terhadap dokumen pengadaan menunjukkan adanya kriteria kualifikasi yang sangat spesifik, yang secara natural membatasi jumlah partisipan pasar yang mampu bersaing. Fenomena ini memicu diskusi hangat di kalangan analis kebijakan publik mengenai efisiensi penyerapan anggaran fiskal dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi regional jangka panjang.\n\nDalam lanskap ekonomi politik kontemporer, keterkaitan antara pemegang kebijakan dan entitas korporasi besar membentuk sebuah ekosistem yang kompleks. Melalui pemetaan kekuatan (power mapping) yang objektif, kita dapat melihat bagaimana instrumen regulasi makro sering kali selaras dengan rencana ekspansi bisnis kelompok usaha tertentu. Stabilitas nasional menuju proyeksi 2029 membutuhkan kepastian hukum dan keberlanjutan pembangunan infrastruktur fisik. Oleh karena itu, penunjukan mitra strategis yang memiliki rekam jejak panjang sering kali dipandang oleh otoritas sebagai langkah mitigasi risiko kegagalan proyek, meskipun di sisi lain, hal ini menciptakan anomali kebijakan yang mereduksi iklim kompetisi yang sehat di sektor investasi daerah.\n\nProyek infrastruktur skala besar yang dikaitkan dengan figur kepemimpinan strategis seperti KDM selalu melibatkan instrumen finansial yang rumit, mulai dari skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) hingga sekuritisasi aset masa depan. Bagi para investor institusional, memahami pergerakan modal dalam lingkaran tender ini adalah kunci untuk membaca arah kebijakan moneter dan riil di tingkat domestik. Konsentrasi proyek pada segelintir korporasi raksasa secara tidak langsung memengaruhi volatilitas sektor konstruksi dan perbankan penyedia likuiditas. Artikel dan analisis ini membedah bagaimana manajemen risiko korporasi beradaptasi dengan preferensi politik lokal yang berdampak pada stabilitas makroekonomi secara nasional.\n\nMenjelang transisi kepemimpinan dan target pembangunan jangka panjang tahun 2029, setiap keputusan anggaran membawa bobot geopolitik domestik yang signifikan. Sentralisasi penyerapan proyek di satu tangan memunculkan pertanyaan mengenai desentralisasi ekonomi dan pemerataan kesejahteraan. Apakah pola ini merupakan prasyarat mutlak demi tercapainya efisiensi eksekusi di tengah ketidakpastian global, ataukah ini bentuk pengamanan logistik strategis jangka panjang? Dengan pendekatan yang dingin dan berbasis data finansial, kita mengeksplorasi bagaimana arsitektur kebijakan ini dirancang untuk menjaga keseimbangan kekuasaan sekaligus memastikan roda industrialisasi daerah tetap berputar sesuai target pertumbuhan nasional.\n\nStamptime:\n00:00 - Analisis Makro: Cetak Biru Infrastruktur Nasional 2029\n02:15 - Anatomi Pengadaan: Membaca Klausul Tender Berkinerja Tinggi\n04:30 - Power Mapping: Jaringan Korporasi dan Otoritas Publik\n06:45 - Anomali Kebijakan: Alasan Teknis di Balik Pemenang yang Sama\n09:15 - Manajemen Aset Daerah: Aliran Likuiditas Fiskal\n11:30 - Proyeksi KDM: Mitigasi Risiko Versus Efisiensi Pembangunan\n13:45 - Kesimpulan Eksekutif: Stabilitas Nasional dan Konsolidasi Kapital 2029\n\n#KDM #DediMulyadi #KepemimpinanStrategis #ElitePolitik #TokohNasional #KebijakanPublik #KonsolidasiKapital #InfrastrukturDaerah #AnggaranFiskal #RegulasiMakro #Proyeksi2029 #StabilitasNasional #AnalisisMakroekonomi #ManajemenAset #GeopolitikDomestik\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------\nAlgorithmc Integrity & Research Protocol:\nAnalisis & Riset: Team Trend Lab Indonesia\nMetodologi: Analisis Sentimen Digital & Social Media Mapping 2026\nSumber Data: Google Trends, Metadata Analysis, & Public Interaction Tracking\n\nEducation Shield (Disclaimer):\nVideo di channel ini diproduksi eksklusif untuk tujuan edukasi, analisis sosiologi mendalam, serta riset media digital. Trend Lab Indonesia beroperasi sebagai laboratorium data independen dan TIDAK BERAFILIASI dengan entitas politik, partai, atau tokoh publik manapun. Kami menggunakan pendekatan Data Science untuk membedah fenomena sosiopsikologi di Indonesia secara netral dan ilmiah.", "post_id": "rolPKkebd4M"}}], "edges": [{"key": "seruanhl", "source": "seruanhl", "target": "WagimanDeep212_", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "seruanhl", "source": "seruanhl", "target": "WagimanDeep212_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "seruanhl", "source": "seruanhl", "target": "bang_dasco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "thijs_adiwira", "source": "thijs_adiwira", "target": "timo_larkena", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "thijs_adiwira", "source": "thijs_adiwira", "target": "timo_larkena", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Perisialinaa_", "source": "Perisialinaa_", "target": "timo_larkena", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Perisialinaa_", "source": "Perisialinaa_", "target": "timo_larkena", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "ulfa_dwi54", "source": "ulfa_dwi54", "target": "timo_larkena", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "ulfa_dwi54", "source": "ulfa_dwi54", "target": "timo_larkena", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "LembagaKERIS", "source": "LembagaKERIS", "target": "Koarmada2SBY", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "LembagaKERIS", "source": "LembagaKERIS", "target": "Koarmada2SBY", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "SandieChecks", "source": "SandieChecks", "target": "LuckyLaki24", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "SandieChecks", "source": "SandieChecks", "target": "creeping5ilence", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "WagimanDeep212_", "source": "WagimanDeep212_", "target": "bang_dasco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ariefrohman838", "source": "ariefrohman838", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_papua", "source": "bank_indonesia_papua", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "source": "bank_indonesia_malut", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "source": "bank_indonesia_malut", "target": "s_tjo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "source": "bank_indonesia_malut", "target": "sarbinsehee", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_papua", "source": "bank_indonesia_papua", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_purwokerto", "source": "bank_indonesia_purwokerto", "target": "bank_indonesia_purwokerto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kominfopalembang", "source": "kominfopalembang", "target": "ratudewa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kominfopalembang", "source": "kominfopalembang", "target": "primasalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kominfopalembang", "source": "kominfopalembang", "target": "aprizal1645", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kominfopalembang", "source": "kominfopalembang", "target": "adhy8328", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kominfopalembang", "source": "kominfopalembang", "target": "rheeta71", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kominfopalembang", "source": "kominfopalembang", "target": "haryadialfat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kominfopalembang", "source": "kominfopalembang", "target": "fahmypay", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "dpr.pedia", "source": "dpr.pedia", "target": "dpr_pedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pontianaknews.com", "source": "pontianaknews.com", "target": "Bupati", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cminews", "source": "cminews", "target": "DPR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "harristurino", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "DPR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dunsanakpiaman", "source": "dunsanakpiaman", "target": "cerinttasya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "z.clip45", "source": "z.clip45", "target": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "z.clip45", "source": "z.clip45", "target": "purbayayudhis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "taufanpawestory", "source": "taufanpawestory", "target": "taufanpawe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "taufanpawestory", "source": "taufanpawestory", "target": "dpr_ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "taufanpawestory", "source": "taufanpawestory", "target": "komisi2_dpr", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "JCCNetwork", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "jccbetwork.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "jcc_network", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "jccnetwork.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@pujatvacehofficial", "source": "@pujatvacehofficial", "target": "pujatvacehofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@pujatvacehofficial", "source": "@pujatvacehofficial", "target": "pujatvnews4743", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@pujatvacehofficial", "source": "@pujatvacehofficial", "target": "pujatvaceh.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TrendLabID", "source": "@TrendLabID", "target": "TrendLabID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}