{"nodes": [{"key": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "aldotjahjadi8", "x": 406.4804070758364, "y": 427.01380401413115, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.0979, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067508459646705914", "id": "aldotjahjadi8", "source": "retweet-000002", "content": "Pertumbuhan kredit perbankan tetap kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.\n\n➡️ Kredit perbankan pada Mei…", "post_id": "2067508459646705914"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 210.25470250715605, "y": 307.7785746444102, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 15.8144, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2067508459646705914", "id": "bank_indonesia", "source": "retweet-000002", "content": "Pertumbuhan kredit perbankan tetap kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.\n\n➡️ Kredit perbankan pada Mei…", "post_id": "2067508459646705914"}}, {"key": "deddyhariadi", "attributes": {"label": "deddyhariadi", "x": 843.8512348158799, "y": 268.6963854684381, "size": 3.02, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.0979, "eigenvector": 0.1894, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068204589409857890", "id": "deddyhariadi", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia (BI) mempertebal stimulus makroprudensial guna memacu laju pertumbuhan kredit perbankan domestik di tengah…", "post_id": "2068204589409857890"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 477.92641700956216, "y": 158.65767364632188, "size": 3.04, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 199.7603, "eigenvector": 0.4361, "in_degree": 6, "out_degree": 1, "degree": 7}, "_id": "2068204589409857890", "id": "idx_channel", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia (BI) mempertebal stimulus makroprudensial guna memacu laju pertumbuhan kredit perbankan domestik di tengah…", "post_id": "2068204589409857890"}}, {"key": "isari68", "attributes": {"label": "isari68", "x": 746.0272162660752, "y": 304.1600322741146, "size": 3.02, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.0979, "eigenvector": 0.1894, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068207203178418648", "id": "isari68", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia (BI) mempertebal stimulus makroprudensial guna memacu laju pertumbuhan kredit perbankan domestik di tengah…", "post_id": "2068207203178418648"}}, {"key": "keuangan_", "attributes": {"label": "keuangan_", "x": 38.926119879070576, "y": 571.5947767124788, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.0979, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067597476027306142", "id": "keuangan_", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan kredit perbankan nasional masih menunjukkan tren yang kuat dan tetap menjadi salah satu motor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026.\n\nhttps://t.co/nBpmQ6eq38", "post_id": "2067597476027306142"}}, {"key": "AidilAKBAR", "attributes": {"label": "AidilAKBAR", "x": 46.84302211036906, "y": 707.5520495388112, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.531, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067597476027306142", "id": "AidilAKBAR", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan kredit perbankan nasional masih menunjukkan tren yang kuat dan tetap menjadi salah satu motor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026.\n\nhttps://t.co/nBpmQ6eq38", "post_id": "2067597476027306142"}}, {"key": "sumbarkita.id", "attributes": {"label": "sumbarkita.id", "x": 377.4900835456041, "y": 922.6634015757027, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 73.9853, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3922100524515416551_39289871539", "id": "sumbarkita.id", "source": "instagram-000001", "content": "Setelah berstatus buronan selama beberapa bulan, tersangka dugaan tindak pidana korupsi Kredit Modal Kerja (KMK) dan Bank Garansi (BG), Beny Saswin Nasrun (BSN), akhirnya berhasil dibekuk oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang. Tersangka yang merupakan anggota DPRD Sumatera Barat tersebut ditangkap atas dugaan korupsi yang merugikan negara sebesar Rp34 miliar.\n\nPenangkapan dilakukan oleh tim Kejari Padang yang didampingi oleh Tim Satuan Tugas Intelijen Reformasi dan Inovasi (SIRI) Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (17/6/2026) malam di kawasan Jakarta Selatan.\n\nKepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menjelaskan bahwa BSN diamankan di Jalan Pakubuwono, Jakarta Selatan.\n\n\"Saat diamankan, tersangka bersikap kooperatif sehingga prosesnya berjalan dengan lancar,\" ujar Anang dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (17/6/2026).\n\nMenurut Anang, perkara ini berkaitan dengan penyidikan dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit modal kerja dan bank garansi distribusi semen oleh bank BUMN kepada PT Benal Ichsan Persada.\n\nRencananya, tersangka BSN dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Kamis (18/6/2026) pukul 16.00 WIB untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.\n\nPenangkapan ini menandai babak baru dalam penanganan perkara tersebut. Kejari Padang kini akan segera merampungkan berkas perkara agar dapat segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Kelas IA Padang.\n\nKasus dugaan korupsi ini menjadi sorotan publik di Sumatera Barat. Selain menyeret BSN, penyidik sebelumnya telah menetapkan sejumlah tersangka lain dari unsur perusahaan dan perbankan terkait.\n\nSebelumnya, BSN sempat ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh penyidik. Status tersebut dikeluarkan setelah yang bersangkutan mangkir sebanyak tiga kali dari panggilan resmi penyidik, sehingga upaya penangkapan paksa dilakukan.\n.\n\n.\n\nBaca berita dan informasi menarik lainnya seputar Sumatera Barat hanya di www.sumbarkita.id atau sanak bisa klik link di bio.\n\nJangan lupa tag  jika ada informasi menarik dan peristiwa penting dan terkini.\n=================================\n#Sumbar #Padang #SumbarKita", "post_id": "3922100524515416551_39289871539"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 79.30946897955671, "y": 69.85716093928296, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 73.9853, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3922878326779876066_297782118", "id": "kompascom", "source": "instagram-000001", "content": "(Berita selengkapnya cek IG Stories )\n\nMenteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan Presiden Prabowo Subianto tidak meminta bank-bank Himbara menahan suku bunga kredit di tengah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate).\n\n“Tidak ada. Tidak ada ya (arahan dari Presiden untuk Himbara menahan kenaikan bunga),” ujar Rosan usai menghadiri pertemuan Presiden dengan jajaran direksi dan komisaris bank-bank Himbara di Istana Negara, Kamis (19/6/2026).\n\nMeski demikian, Prabowo mengingatkan agar kenaikan bunga kredit tidak mengurangi penyaluran kredit kepada masyarakat dan dunia usaha, terutama pelaku UMKM.\n\nMenurut Rosan, Presiden menekankan perlunya peningkatan efisiensi perbankan agar akses pembiayaan tetap terjaga meski suku bunga mengalami kenaikan.\n\n“Walaupun ada kenaikan suku bunga, tetapi lending-nya ke masyarakat, kepada dunia usaha terutama UMKM, itu tetap bisa terjaga di level yang baik,” kata Rosan.\n\nPenulis: Isna Rifka Sri Rahayu\nEditor: Erlangga Djumena \n\n~J #Prabowo #Kredit #Ekonomi", "post_id": "3922878326779876066_297782118"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 454.4299119560827, "y": 27.135455918551376, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 73.9853, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3921534156681798507_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "DBS Group Research menilai BBCA masih menjadi bank besar paling defensif di Indonesia berkat rasio CASA yang tinggi, sehingga mampu menjaga biaya dana tetap rendah dan profitabilitas tetap kuat. 💰\n\nMeski pertumbuhan kredit melambat, kinerja BBCA tetap ditopang oleh peningkatan pendapatan berbasis komisi, terutama dari aktivitas valas dan perdagangan. DBS pun mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga Rp8.000 per saham. 🎯\n\nPer 17 Juni 2026, saham BBCA menguat 3,98% ke Rp6.525 dan telah naik 26,7% dalam sepekan seiring kembalinya minat investor ke saham-saham perbankan berfundamental kuat. 🚀\n\nSumber: IDX Channel, 17 Juni 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp). 🚀\n\n#BBCA #BCA #SahamBBCA #Perbankan #IHSG #Investasi #SahamIndonesia #BlueChip #ValueInvesting #mancingsaham", "post_id": "3921534156681798507_52512310886"}}, {"key": "samarinda_borneo_", "attributes": {"label": "samarinda_borneo_", "x": 692.3621376119963, "y": 880.5415407246651, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0979, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3921886492746177474_49293850542", "id": "samarinda_borneo_", "source": "instagram-000001", "content": "Samarinda, Kaltimetam.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda resmi menetapkan delapan orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Unit Temindung dan Unit Sei Pinang Dalam, Kantor Cabang Samarinda Gajah Mada. Kasus ini diduga melibatkan rekayasa data nasabah dan penyimpangan prosedur kredit yang menyebabkan kerugian keuangan negara dalam jumlah signifikan.\n\nPenetapan tersangka dilakukan oleh Tim Penyidik Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Samarinda pada Rabu, (17/06/2026), setelah penyidik melakukan pemeriksaan saksi, analisis dokumen, serta hasil audit investigatif dari internal perbankan dan ahli akuntan publik.\n\nKepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Samarinda, Mochamad Arifianto, dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa penetapan tersangka dilakukan berdasarkan alat bukti yang dinilai telah memenuhi unsur permulaan yang cukup untuk peningkatan status hukum para pihak.\n\n“Penetapan tersangka ini merupakan hasil dari proses penyidikan yang dilakukan secara profesional, hati-hati, dan berdasarkan alat bukti yang sah. Kami memastikan seluruh pihak yang diduga terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.\n\nSelengkapnya https://kaltimetam.id/modus-rekayasa-domisili-dan-usaha-terbongkar-8-orang-jadi-tersangka-korupsi-kur-bri-di-samarinda/?amp=1\n.\n.\n\nMau cari HP Baru atau Second Gak Perlu Mikir, Gak Perlu Pusing, Solusi Nya Ada Di OG STORE SAMARINDA 💯\n\nPantengin terus Story, Feed IG  untuk dapatkan gadget impian kamu dengan harga paling affordable dan berbagai pilihan payment sesuai budget kalian...", "post_id": "3921886492746177474_49293850542"}}, {"key": "ogstore.samarinda", "attributes": {"label": "ogstore.samarinda", "x": 508.39121320762104, "y": 181.87925071907728, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 20.531, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3921886492746177474_49293850542", "id": "ogstore.samarinda", "source": "instagram-000001", "content": "Samarinda, Kaltimetam.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda resmi menetapkan delapan orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Unit Temindung dan Unit Sei Pinang Dalam, Kantor Cabang Samarinda Gajah Mada. Kasus ini diduga melibatkan rekayasa data nasabah dan penyimpangan prosedur kredit yang menyebabkan kerugian keuangan negara dalam jumlah signifikan.\n\nPenetapan tersangka dilakukan oleh Tim Penyidik Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Samarinda pada Rabu, (17/06/2026), setelah penyidik melakukan pemeriksaan saksi, analisis dokumen, serta hasil audit investigatif dari internal perbankan dan ahli akuntan publik.\n\nKepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Samarinda, Mochamad Arifianto, dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa penetapan tersangka dilakukan berdasarkan alat bukti yang dinilai telah memenuhi unsur permulaan yang cukup untuk peningkatan status hukum para pihak.\n\n“Penetapan tersangka ini merupakan hasil dari proses penyidikan yang dilakukan secara profesional, hati-hati, dan berdasarkan alat bukti yang sah. Kami memastikan seluruh pihak yang diduga terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.\n\nSelengkapnya https://kaltimetam.id/modus-rekayasa-domisili-dan-usaha-terbongkar-8-orang-jadi-tersangka-korupsi-kur-bri-di-samarinda/?amp=1\n.\n.\n\nMau cari HP Baru atau Second Gak Perlu Mikir, Gak Perlu Pusing, Solusi Nya Ada Di OG STORE SAMARINDA 💯\n\nPantengin terus Story, Feed IG  untuk dapatkan gadget impian kamu dengan harga paling affordable dan berbagai pilihan payment sesuai budget kalian...", "post_id": "3921886492746177474_49293850542"}}, {"key": "koalisipemudaantikorupsi", "attributes": {"label": "koalisipemudaantikorupsi", "x": 135.97277152615618, "y": 957.408219165026, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0979, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7492397393682517303", "id": "koalisipemudaantikorupsi", "source": "tiktok-000001", "content": "DPRD JATIM KOMISI C!!! Segera membentuk Panitia Khusus (PANSUS) dalam Kasus Agunan Kredit Fiktif di Bank JATIM. Tersangka Bun Sentoso dan Agus Dianto Mulia diduga berkolusi dengan Benny untuk mencairkan 65 kredit utang dan 4 kredit kontraktor. Total kredit yang telah dicairkan mencapai Rp 569,4 miliar. Dana tersebut seharusnya digunakan untuk mendukung proyek-proyek yang didanai melalui kredit modal kerja, tetapi pada kenyataannya, proyek-proyek tersebut tidak pernah ada. Penyidik Kejati Jakarta menduga bahwa seluruh dana tersebut berasal dari kredit fiktif yang tidak sesuai dengan prosedur perbankan yang berlaku.   Indar Parawansa  ______________ #bankjatim #khofifahindahparawansa #korupsi #jatim #PANSUS #SURABAYA #dprd #dprdjatim", "post_id": "7492397393682517303"}}, {"key": "bankjatim", "attributes": {"label": "bankjatim", "x": 280.9777600079545, "y": 471.43980020806697, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.8144, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7492397393682517303", "id": "bankjatim", "source": "tiktok-000001", "content": "DPRD JATIM KOMISI C!!! Segera membentuk Panitia Khusus (PANSUS) dalam Kasus Agunan Kredit Fiktif di Bank JATIM. Tersangka Bun Sentoso dan Agus Dianto Mulia diduga berkolusi dengan Benny untuk mencairkan 65 kredit utang dan 4 kredit kontraktor. Total kredit yang telah dicairkan mencapai Rp 569,4 miliar. Dana tersebut seharusnya digunakan untuk mendukung proyek-proyek yang didanai melalui kredit modal kerja, tetapi pada kenyataannya, proyek-proyek tersebut tidak pernah ada. Penyidik Kejati Jakarta menduga bahwa seluruh dana tersebut berasal dari kredit fiktif yang tidak sesuai dengan prosedur perbankan yang berlaku.   Indar Parawansa  ______________ #bankjatim #khofifahindahparawansa #korupsi #jatim #PANSUS #SURABAYA #dprd #dprdjatim", "post_id": "7492397393682517303"}}, {"key": "Khofifah", "attributes": {"label": "Khofifah", "x": 18.47944916013322, "y": 700.0215520393791, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.8144, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7492397393682517303", "id": "Khofifah", "source": "tiktok-000001", "content": "DPRD JATIM KOMISI C!!! Segera membentuk Panitia Khusus (PANSUS) dalam Kasus Agunan Kredit Fiktif di Bank JATIM. Tersangka Bun Sentoso dan Agus Dianto Mulia diduga berkolusi dengan Benny untuk mencairkan 65 kredit utang dan 4 kredit kontraktor. Total kredit yang telah dicairkan mencapai Rp 569,4 miliar. Dana tersebut seharusnya digunakan untuk mendukung proyek-proyek yang didanai melalui kredit modal kerja, tetapi pada kenyataannya, proyek-proyek tersebut tidak pernah ada. Penyidik Kejati Jakarta menduga bahwa seluruh dana tersebut berasal dari kredit fiktif yang tidak sesuai dengan prosedur perbankan yang berlaku.   Indar Parawansa  ______________ #bankjatim #khofifahindahparawansa #korupsi #jatim #PANSUS #SURABAYA #dprd #dprdjatim", "post_id": "7492397393682517303"}}, {"key": "clipperfinance05", "attributes": {"label": "clipperfinance05", "x": 852.4962887282358, "y": 883.6087092521078, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0979, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7653091789263572244", "id": "clipperfinance05", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur yang digelar pada 17–18 Juni 2026. Kenaikan ini merupakan yang ketiga secara beruntun sejak Mei 2026, dan ditujukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah yang sempat melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS, sekaligus sebagai langkah pre-emptive menjaga inflasi tetap dalam kisaran sasaran pemerintah. Sehari setelah keputusan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran direksi dan komisaris bank-bank Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN, dan BSI) di Istana Kepresidenan. Pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar 4,5 jam itu turut dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta CEO Danantara Rosan Roeslani, untuk membahas pandangan dan arahan terkait arah perekonomian Indonesia ke depan. Menurut Rosan Roeslani, Presiden tidak memberikan arahan khusus untuk menahan suku bunga kredit meski acuan naik, melainkan meminta Himbara meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dengan begitu, perbankan BUMN diharapkan tetap mampu menjaga penyaluran kredit ke sektor riil, khususnya UMKM, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sambil menjaga stabilitas sektor keuangan. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7653091789263572244"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 270.16412170291323, "y": 912.1053853740382, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.531, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653091789263572244", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur yang digelar pada 17–18 Juni 2026. Kenaikan ini merupakan yang ketiga secara beruntun sejak Mei 2026, dan ditujukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah yang sempat melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS, sekaligus sebagai langkah pre-emptive menjaga inflasi tetap dalam kisaran sasaran pemerintah. Sehari setelah keputusan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran direksi dan komisaris bank-bank Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN, dan BSI) di Istana Kepresidenan. Pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar 4,5 jam itu turut dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta CEO Danantara Rosan Roeslani, untuk membahas pandangan dan arahan terkait arah perekonomian Indonesia ke depan. Menurut Rosan Roeslani, Presiden tidak memberikan arahan khusus untuk menahan suku bunga kredit meski acuan naik, melainkan meminta Himbara meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dengan begitu, perbankan BUMN diharapkan tetap mampu menjaga penyaluran kredit ke sektor riil, khususnya UMKM, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sambil menjaga stabilitas sektor keuangan. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7653091789263572244"}}, {"key": "myterminal.id", "attributes": {"label": "myterminal.id", "x": 282.16347012468054, "y": 803.6236038046031, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 73.9853, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7650469763021376788", "id": "myterminal.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami lonjakan signifikan sebesar 19% dalam tiga hari terakhir, mencapai Rp 5.825, yang menarik perhatian investor asing dengan catatan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 387,96 miliar. Dalam periode perdagangan Kamis (11/6), saham BBCA menjadi yang paling banyak diburu investor asing dan menyumbang 14,25% dari total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia, mencapai Rp 3,12 triliun. BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBCA dengan target harga Rp 10.900, menilai valuasi saham ini masih undervalued pada kisaran -2 SD P/BV dan menjadikannya pilihan utama di sektor perbankan. BBCA berencana untuk membagikan dividen sebanyak tiga kali dalam tahun ini, dengan dividen interim pertama sebesar Rp 20 per saham yang akan dibagikan pada 26 Juni 2026. Selain pembagian dividen, BBCA juga akan melaksanakan program pembelian kembali saham (buyback) hingga maksimal Rp 5 triliun selama periode 12 bulan, sebagai bentuk optimisme terhadap pasar modal Indonesia. Manajemen BBCA menyatakan bahwa aksi korporasi seperti pembagian dividen dan buyback tidak akan memberikan dampak material pada kondisi keuangan atau operasional perusahaan, serta tetap mematuhi prinsip GCG dan regulasi yang berlaku. Menanggapi kenaikan suku bunga acuan BI menjadi 5,50%, BBCA terus mencermati perkembangan makroekonomi dan menjaga keseimbangan antara likuiditas dan pertumbuhan kredit yang sehat, serta menyesuaikan suku bunga kredit agar tetap kompetitif. Follow instagram", "post_id": "7650469763021376788"}}, {"key": "maswoko46", "attributes": {"label": "maswoko46", "x": 402.102714541672, "y": 699.3777652900654, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0979, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7634717160039828744", "id": "maswoko46", "source": "tiktok-000001", "content": "APA-APA SEMUA UNTUK MBG *Pusat Pusaran Menjaring Pundi-Pundi Uang *Loket Raksasa Di media sosial, ramai ajakan secara tidak langsung agar masyarakat menarik uang tabungan dari bank BUMN atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) gegara program Makan Bergizi Gratis (MBG). Disebutkan dalam narasinya bahwa kas negara sisa Rp 120 triliun. \"Sisa kas negara tinggal Rp 120 triliun. Yang nabung duit di bank Himbara perlu waspada, jangan sampe tabungan kita dipake buat MBG!\" tulis unggahan di Instagram , dikutip Jumat (24/4/2026). Hingga pukul 12.10 WIB, unggahan itu dipenuhi 1.922 komentar dan diposting ulang sebanyak 4.785. Tidak sedikit dari mereka yang percaya dan mengajak untuk menarik uang di bank. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat agar tidak percaya dengan informasi yang tidak jelas keasliannya. Pemerintah dan OJK disebut tidak akan memaksa bank untuk menyalurkan kredit ke program-program prioritas termasuk MBG. \"Masyarakat jangan terpancing dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Nggak mungkin pemerintah maupun OJK akan memaksa bank untuk menyalurkan kredit ke program-program prioritas pemerintah,\" kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae kepada detikcom. OJK menyadari bahwa uang di bank termasuk Himbara dominan milik masyarakat. Oleh karena itu, penyaluran kredit ke program-program pemerintah disebut tidak ada pemaksaan dan sudah menjadi keputusan bisnis bank yang tunduk kepada aturan OJK. Menurutnya, keputusan untuk menyalurkan kredit tetap merupakan prinsip hukum dari bank yang dilakukan berdasarkan prospek usaha, kinerja debitur dan kemampuan membayar. Adapun dalam proses persetujuan kredit, bank harus memiliki keyakinan atas kelayakan debitur berdasarkan analisis (character, capacity, capital, collateral dan condition of economy), disertai dengan pembentukan pencadangan sesuai dengan standar akutansi keuangan yang berlaku. Sb : Detik", "post_id": "7634717160039828744"}}, {"key": "kementrianbakuhantam", "attributes": {"label": "kementrianbakuhantam", "x": 196.58667813427044, "y": 141.06125639654, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.531, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634717160039828744", "id": "kementrianbakuhantam", "source": "tiktok-000001", "content": "APA-APA SEMUA UNTUK MBG *Pusat Pusaran Menjaring Pundi-Pundi Uang *Loket Raksasa Di media sosial, ramai ajakan secara tidak langsung agar masyarakat menarik uang tabungan dari bank BUMN atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) gegara program Makan Bergizi Gratis (MBG). Disebutkan dalam narasinya bahwa kas negara sisa Rp 120 triliun. \"Sisa kas negara tinggal Rp 120 triliun. Yang nabung duit di bank Himbara perlu waspada, jangan sampe tabungan kita dipake buat MBG!\" tulis unggahan di Instagram , dikutip Jumat (24/4/2026). Hingga pukul 12.10 WIB, unggahan itu dipenuhi 1.922 komentar dan diposting ulang sebanyak 4.785. Tidak sedikit dari mereka yang percaya dan mengajak untuk menarik uang di bank. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat agar tidak percaya dengan informasi yang tidak jelas keasliannya. Pemerintah dan OJK disebut tidak akan memaksa bank untuk menyalurkan kredit ke program-program prioritas termasuk MBG. \"Masyarakat jangan terpancing dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Nggak mungkin pemerintah maupun OJK akan memaksa bank untuk menyalurkan kredit ke program-program prioritas pemerintah,\" kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae kepada detikcom. OJK menyadari bahwa uang di bank termasuk Himbara dominan milik masyarakat. Oleh karena itu, penyaluran kredit ke program-program pemerintah disebut tidak ada pemaksaan dan sudah menjadi keputusan bisnis bank yang tunduk kepada aturan OJK. Menurutnya, keputusan untuk menyalurkan kredit tetap merupakan prinsip hukum dari bank yang dilakukan berdasarkan prospek usaha, kinerja debitur dan kemampuan membayar. Adapun dalam proses persetujuan kredit, bank harus memiliki keyakinan atas kelayakan debitur berdasarkan analisis (character, capacity, capital, collateral dan condition of economy), disertai dengan pembentukan pencadangan sesuai dengan standar akutansi keuangan yang berlaku. Sb : Detik", "post_id": "7634717160039828744"}}, {"key": "karawangbercerita", "attributes": {"label": "karawangbercerita", "x": 425.1864542839452, "y": 534.5396113556766, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0979, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7643410308039593236", "id": "karawangbercerita", "source": "tiktok-000001", "content": "JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas praktik kecurangan di sektor pembiayaan perumahan.  Sebagai bentuk penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan prinsip kehati-hatian perbankan (prudential banking), BTN menyatakan dukungan penuh kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang untuk mengusut tuntas kasus dugaan rekayasa data penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dilakukan oleh pengembang perumahan, PT BAS. ​Kasus yang sedang disidik ini berkaitan dengan manipulasi data pada proyek perumahan Citra Swarna Grande dan Kartika Residence yang dikembangkan oleh PT BAS sepanjang tahun 2021 hingga 2024. ​ ​Corporate Secretary BTN, Ramon Armando, menegaskan bahwa posisi BTN dalam kasus ini adalah sebagai pihak yang proaktif mendorong penegakan hukum demi melindungi nasabah dan industri perbankan dari oknum pengembang yang tidak bertanggung jawab. ​\"BTN menempatkan perlindungan nasabah dan kepastian hukum kepemilikan rumah sebagai prioritas utama. Begitu ditemukan indikasi penyimpangan yang dilakukan pihak pengembang, kami langsung mengambil langkah proaktif dengan mendukung penuh aparat penegak hukum,\" ujar Ramon dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/5). ​ Sebagai lembaga keuangan yang menjunjung tinggi integritas, BTN bergerak cepat memperkuat benteng pertahanan internalnya agar modus operandi fraud dari pihak eksternal seperti ini tidak terulang kembali. Langkah mitigasi yang dilakukan meliputi memperketat validasi data calon debitur secara berlapis, meningkatkan pengawasan dokumen kredit agar celah manipulasi tertutup serta memperketat pengawasan dan seleksi terhadap developer yang menjadi mitra kerja sama. ​ ​Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat luas dalam memahami alur pengajuan KPR. Seringkali, saat terjadi kredit bermasalah atau fraud, masyarakat cenderung langsung menyalahkan pihak perbankan. Namun, fakta persidangan dan penyidikan seringkali menunjukkan bahwa bank justru menjadi korban dari konspirasi dan manipulasi data sistematis yang dirancang oleh oknum pengembang. ​Kepala Kejari Karawang, Dedi Irwan Virantama, mengungkapkan bahwa PT BAS diduga kuat membentuk \"tim KPR khusus\" yang bertugas memalsukan dokumen, mengedit data tanpa sepengetahuan debitur, hingga merekrut joki (pinjam nama) dari berbagai kalangan seperti oknum ojek, juru parkir, hingga pengangguran dengan imbalan tertentu. ​Bahkan, oknum developer ini bekerja sama dengan pihak luar untuk memalsukan Surat Keterangan Kerja (SKK) dan kartu identitas demi mengelabui sistem analisis kredit perbankan. ​\"PT BAS membentuk tim KPR khusus yang bertugas mengedit dan membuat dokumen palsu. Ada juga kerja sama dengan oknum HRD perusahaan tertentu untuk membuat surat keterangan kerja palsu guna mendukung pengajuan KPR,\" jelas Dedi di Kantor Kejari Karawang, Rabu (20/5). ​Kejari juga menemukan keanehan di lapangan di mana proses akad kredit dipaksakan berjalan oleh pengembang meskipun bangunan fisik rumah belum selesai atau bahkan belum terbangun. ​Komitmen Bersih-Bersih BUMN ​Dukungan penuh BTN terhadap Kejari Karawang sejalan dengan semangat \"bersih-bersih BUMN\" dari segala bentuk praktik korupsi dan kecurangan. Hingga saat ini, penyidik Kejari Karawang telah bergerak melakukan penggeledahan di berbagai lokasi dan memeriksa 91 orang saksi—termasuk di antaranya 15 orang dari pihak bank yang kooperatif membantu memberikan keterangan, 51 debitur, dan 26 orang dari pihak developer. ​Penyidikan yang didasarkan pada Surat Perintah Penyidikan tertanggal 30 Maret 2026 dan dilanjutkan pada 13 Mei 2026 ini diharapkan dapat segera mengungkap aktor intelektual di balik rekayasa dokumen ini. ​Melalui sikap transparan dan kooperatif ini, Bank BTN membuktikan posisinya sebagai bank tepercaya yang tidak mentoleransi segala bentuk kejahatan perbankan, sekaligus memastikan hak-hak nasabah sejati tetap terlindungi dengan aman. #btnkarawang  #btn   Negeri Karawang  #perumahankarawang", "post_id": "7643410308039593236"}}, {"key": "Kejaksaan", "attributes": {"label": "Kejaksaan", "x": 806.684412650451, "y": 7.888256453084219, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.8144, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7643410308039593236", "id": "Kejaksaan", "source": "tiktok-000001", "content": "JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas praktik kecurangan di sektor pembiayaan perumahan.  Sebagai bentuk penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan prinsip kehati-hatian perbankan (prudential banking), BTN menyatakan dukungan penuh kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang untuk mengusut tuntas kasus dugaan rekayasa data penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dilakukan oleh pengembang perumahan, PT BAS. ​Kasus yang sedang disidik ini berkaitan dengan manipulasi data pada proyek perumahan Citra Swarna Grande dan Kartika Residence yang dikembangkan oleh PT BAS sepanjang tahun 2021 hingga 2024. ​ ​Corporate Secretary BTN, Ramon Armando, menegaskan bahwa posisi BTN dalam kasus ini adalah sebagai pihak yang proaktif mendorong penegakan hukum demi melindungi nasabah dan industri perbankan dari oknum pengembang yang tidak bertanggung jawab. ​\"BTN menempatkan perlindungan nasabah dan kepastian hukum kepemilikan rumah sebagai prioritas utama. Begitu ditemukan indikasi penyimpangan yang dilakukan pihak pengembang, kami langsung mengambil langkah proaktif dengan mendukung penuh aparat penegak hukum,\" ujar Ramon dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/5). ​ Sebagai lembaga keuangan yang menjunjung tinggi integritas, BTN bergerak cepat memperkuat benteng pertahanan internalnya agar modus operandi fraud dari pihak eksternal seperti ini tidak terulang kembali. Langkah mitigasi yang dilakukan meliputi memperketat validasi data calon debitur secara berlapis, meningkatkan pengawasan dokumen kredit agar celah manipulasi tertutup serta memperketat pengawasan dan seleksi terhadap developer yang menjadi mitra kerja sama. ​ ​Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat luas dalam memahami alur pengajuan KPR. Seringkali, saat terjadi kredit bermasalah atau fraud, masyarakat cenderung langsung menyalahkan pihak perbankan. Namun, fakta persidangan dan penyidikan seringkali menunjukkan bahwa bank justru menjadi korban dari konspirasi dan manipulasi data sistematis yang dirancang oleh oknum pengembang. ​Kepala Kejari Karawang, Dedi Irwan Virantama, mengungkapkan bahwa PT BAS diduga kuat membentuk \"tim KPR khusus\" yang bertugas memalsukan dokumen, mengedit data tanpa sepengetahuan debitur, hingga merekrut joki (pinjam nama) dari berbagai kalangan seperti oknum ojek, juru parkir, hingga pengangguran dengan imbalan tertentu. ​Bahkan, oknum developer ini bekerja sama dengan pihak luar untuk memalsukan Surat Keterangan Kerja (SKK) dan kartu identitas demi mengelabui sistem analisis kredit perbankan. ​\"PT BAS membentuk tim KPR khusus yang bertugas mengedit dan membuat dokumen palsu. Ada juga kerja sama dengan oknum HRD perusahaan tertentu untuk membuat surat keterangan kerja palsu guna mendukung pengajuan KPR,\" jelas Dedi di Kantor Kejari Karawang, Rabu (20/5). ​Kejari juga menemukan keanehan di lapangan di mana proses akad kredit dipaksakan berjalan oleh pengembang meskipun bangunan fisik rumah belum selesai atau bahkan belum terbangun. ​Komitmen Bersih-Bersih BUMN ​Dukungan penuh BTN terhadap Kejari Karawang sejalan dengan semangat \"bersih-bersih BUMN\" dari segala bentuk praktik korupsi dan kecurangan. Hingga saat ini, penyidik Kejari Karawang telah bergerak melakukan penggeledahan di berbagai lokasi dan memeriksa 91 orang saksi—termasuk di antaranya 15 orang dari pihak bank yang kooperatif membantu memberikan keterangan, 51 debitur, dan 26 orang dari pihak developer. ​Penyidikan yang didasarkan pada Surat Perintah Penyidikan tertanggal 30 Maret 2026 dan dilanjutkan pada 13 Mei 2026 ini diharapkan dapat segera mengungkap aktor intelektual di balik rekayasa dokumen ini. ​Melalui sikap transparan dan kooperatif ini, Bank BTN membuktikan posisinya sebagai bank tepercaya yang tidak mentoleransi segala bentuk kejahatan perbankan, sekaligus memastikan hak-hak nasabah sejati tetap terlindungi dengan aman. #btnkarawang  #btn   Negeri Karawang  #perumahankarawang", "post_id": "7643410308039593236"}}, {"key": "btn", "attributes": {"label": "btn", "x": 184.0258013091105, "y": 643.3233841820726, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.8144, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7643410308039593236", "id": "btn", "source": "tiktok-000001", "content": "JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas praktik kecurangan di sektor pembiayaan perumahan.  Sebagai bentuk penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan prinsip kehati-hatian perbankan (prudential banking), BTN menyatakan dukungan penuh kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang untuk mengusut tuntas kasus dugaan rekayasa data penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dilakukan oleh pengembang perumahan, PT BAS. ​Kasus yang sedang disidik ini berkaitan dengan manipulasi data pada proyek perumahan Citra Swarna Grande dan Kartika Residence yang dikembangkan oleh PT BAS sepanjang tahun 2021 hingga 2024. ​ ​Corporate Secretary BTN, Ramon Armando, menegaskan bahwa posisi BTN dalam kasus ini adalah sebagai pihak yang proaktif mendorong penegakan hukum demi melindungi nasabah dan industri perbankan dari oknum pengembang yang tidak bertanggung jawab. ​\"BTN menempatkan perlindungan nasabah dan kepastian hukum kepemilikan rumah sebagai prioritas utama. Begitu ditemukan indikasi penyimpangan yang dilakukan pihak pengembang, kami langsung mengambil langkah proaktif dengan mendukung penuh aparat penegak hukum,\" ujar Ramon dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/5). ​ Sebagai lembaga keuangan yang menjunjung tinggi integritas, BTN bergerak cepat memperkuat benteng pertahanan internalnya agar modus operandi fraud dari pihak eksternal seperti ini tidak terulang kembali. Langkah mitigasi yang dilakukan meliputi memperketat validasi data calon debitur secara berlapis, meningkatkan pengawasan dokumen kredit agar celah manipulasi tertutup serta memperketat pengawasan dan seleksi terhadap developer yang menjadi mitra kerja sama. ​ ​Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat luas dalam memahami alur pengajuan KPR. Seringkali, saat terjadi kredit bermasalah atau fraud, masyarakat cenderung langsung menyalahkan pihak perbankan. Namun, fakta persidangan dan penyidikan seringkali menunjukkan bahwa bank justru menjadi korban dari konspirasi dan manipulasi data sistematis yang dirancang oleh oknum pengembang. ​Kepala Kejari Karawang, Dedi Irwan Virantama, mengungkapkan bahwa PT BAS diduga kuat membentuk \"tim KPR khusus\" yang bertugas memalsukan dokumen, mengedit data tanpa sepengetahuan debitur, hingga merekrut joki (pinjam nama) dari berbagai kalangan seperti oknum ojek, juru parkir, hingga pengangguran dengan imbalan tertentu. ​Bahkan, oknum developer ini bekerja sama dengan pihak luar untuk memalsukan Surat Keterangan Kerja (SKK) dan kartu identitas demi mengelabui sistem analisis kredit perbankan. ​\"PT BAS membentuk tim KPR khusus yang bertugas mengedit dan membuat dokumen palsu. Ada juga kerja sama dengan oknum HRD perusahaan tertentu untuk membuat surat keterangan kerja palsu guna mendukung pengajuan KPR,\" jelas Dedi di Kantor Kejari Karawang, Rabu (20/5). ​Kejari juga menemukan keanehan di lapangan di mana proses akad kredit dipaksakan berjalan oleh pengembang meskipun bangunan fisik rumah belum selesai atau bahkan belum terbangun. ​Komitmen Bersih-Bersih BUMN ​Dukungan penuh BTN terhadap Kejari Karawang sejalan dengan semangat \"bersih-bersih BUMN\" dari segala bentuk praktik korupsi dan kecurangan. Hingga saat ini, penyidik Kejari Karawang telah bergerak melakukan penggeledahan di berbagai lokasi dan memeriksa 91 orang saksi—termasuk di antaranya 15 orang dari pihak bank yang kooperatif membantu memberikan keterangan, 51 debitur, dan 26 orang dari pihak developer. ​Penyidikan yang didasarkan pada Surat Perintah Penyidikan tertanggal 30 Maret 2026 dan dilanjutkan pada 13 Mei 2026 ini diharapkan dapat segera mengungkap aktor intelektual di balik rekayasa dokumen ini. ​Melalui sikap transparan dan kooperatif ini, Bank BTN membuktikan posisinya sebagai bank tepercaya yang tidak mentoleransi segala bentuk kejahatan perbankan, sekaligus memastikan hak-hak nasabah sejati tetap terlindungi dengan aman. #btnkarawang  #btn   Negeri Karawang  #perumahankarawang", "post_id": "7643410308039593236"}}, {"key": "media.suaradermayu", "attributes": {"label": "media.suaradermayu", "x": 359.98756110386233, "y": 204.77735617163174, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0979, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7594526364938620168", "id": "media.suaradermayu", "source": "tiktok-000001", "content": "Suaradermayu.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ghazanfar mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat agar segera menetapkan 16 koordinator debitur sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi di Bank Perkreditan Rakyat Karya Remaja (BPR KR) Indramayu. Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua LBH Ghazanfar, Pahmi Alamsah, yang menilai peran para koordinator debitur itu sudah terang benderang dan layak dinaikkan status hukumnya. “Kami mendesak penyidik Pidana Khusus Kejati Jabar segera menetapkan DH, YS, RLW, NHY, AL, KSW, AA, KST, SRJ, MS, MAA, ANH, MC, ATS, dan HLM sebagai tersangka dugaan korupsi di BPR Karya Remaja,” tegas Pahmi kepada Suaradermayu.com, Senin (12/1/2026). Peran Sentral Koordinator Debitur Pahmi mengungkapkan, ke-16 orang tersebut diduga memiliki peran sentral sebagai koordinator debitur yang bekerja sama dengan oknum pegawai serta jajaran direksi BPR Karya Remaja dalam praktik penyaluran kredit bermasalah. Menurutnya, pola yang digunakan bukan bersifat insidental, melainkan dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan berlangsung bertahun-tahun, sejak BPR Karya Remaja Indramayu masih aktif beroperasi. “Mereka menggunakan nama orang lain sebagai debitur, dengan agunan yang tidak sesuai plafon kredit, bahkan ada yang menggunakan agunan fiktif. Ini jelas merugikan keuangan negara,” ungkap Pahmi Lebih lanjut, Pahmi membeberkan bahwa ketika debitur mengalami kredit macet dan tidak mampu melanjutkan angsuran hingga melewati batas waktu, para koordinator debitur bersama oknum pegawai—dengan persetujuan direksi—diduga menawarkan solusi yang menyimpang dari ketentuan perbankan. Alih-alih dilakukan penyelamatan kredit sesuai prosedur, debitur justru diarahkan untuk mengajukan kredit baru dengan menggunakan nama orang lain. “Debitur yang macet tidak diselesaikan secara prosedural. Justru diberikan jalan untuk mengajukan kredit kembali dengan menggunakan nama orang lain,” jelasnya. Dalam praktiknya, LBH Ghazanfar menemukan bahwa pengajuan kredit tersebut kerap menggunakan agunan yang nilainya jauh di bawah plafon kredit, bahkan diduga terdapat penggunaan agunan fiktif.  #kejagung #kejatijabar #kejagungri  AGUNG RI  AGUNG 2025-2025   Jabar", "post_id": "7594526364938620168"}}, {"key": "KEJAKSAAN", "attributes": {"label": "KEJAKSAAN", "x": 348.70332080724506, "y": 503.7988521566379, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7594526364938620168", "id": "KEJAKSAAN", "source": "tiktok-000001", "content": "Suaradermayu.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ghazanfar mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat agar segera menetapkan 16 koordinator debitur sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi di Bank Perkreditan Rakyat Karya Remaja (BPR KR) Indramayu. Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua LBH Ghazanfar, Pahmi Alamsah, yang menilai peran para koordinator debitur itu sudah terang benderang dan layak dinaikkan status hukumnya. “Kami mendesak penyidik Pidana Khusus Kejati Jabar segera menetapkan DH, YS, RLW, NHY, AL, KSW, AA, KST, SRJ, MS, MAA, ANH, MC, ATS, dan HLM sebagai tersangka dugaan korupsi di BPR Karya Remaja,” tegas Pahmi kepada Suaradermayu.com, Senin (12/1/2026). Peran Sentral Koordinator Debitur Pahmi mengungkapkan, ke-16 orang tersebut diduga memiliki peran sentral sebagai koordinator debitur yang bekerja sama dengan oknum pegawai serta jajaran direksi BPR Karya Remaja dalam praktik penyaluran kredit bermasalah. Menurutnya, pola yang digunakan bukan bersifat insidental, melainkan dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan berlangsung bertahun-tahun, sejak BPR Karya Remaja Indramayu masih aktif beroperasi. “Mereka menggunakan nama orang lain sebagai debitur, dengan agunan yang tidak sesuai plafon kredit, bahkan ada yang menggunakan agunan fiktif. Ini jelas merugikan keuangan negara,” ungkap Pahmi Lebih lanjut, Pahmi membeberkan bahwa ketika debitur mengalami kredit macet dan tidak mampu melanjutkan angsuran hingga melewati batas waktu, para koordinator debitur bersama oknum pegawai—dengan persetujuan direksi—diduga menawarkan solusi yang menyimpang dari ketentuan perbankan. Alih-alih dilakukan penyelamatan kredit sesuai prosedur, debitur justru diarahkan untuk mengajukan kredit baru dengan menggunakan nama orang lain. “Debitur yang macet tidak diselesaikan secara prosedural. Justru diberikan jalan untuk mengajukan kredit kembali dengan menggunakan nama orang lain,” jelasnya. Dalam praktiknya, LBH Ghazanfar menemukan bahwa pengajuan kredit tersebut kerap menggunakan agunan yang nilainya jauh di bawah plafon kredit, bahkan diduga terdapat penggunaan agunan fiktif.  #kejagung #kejatijabar #kejagungri  AGUNG RI  AGUNG 2025-2025   Jabar", "post_id": "7594526364938620168"}}, {"key": "GERINDRA", "attributes": {"label": "GERINDRA", "x": 653.884892642, "y": 495.90352511724655, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7594526364938620168", "id": "GERINDRA", "source": "tiktok-000001", "content": "Suaradermayu.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ghazanfar mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat agar segera menetapkan 16 koordinator debitur sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi di Bank Perkreditan Rakyat Karya Remaja (BPR KR) Indramayu. Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua LBH Ghazanfar, Pahmi Alamsah, yang menilai peran para koordinator debitur itu sudah terang benderang dan layak dinaikkan status hukumnya. “Kami mendesak penyidik Pidana Khusus Kejati Jabar segera menetapkan DH, YS, RLW, NHY, AL, KSW, AA, KST, SRJ, MS, MAA, ANH, MC, ATS, dan HLM sebagai tersangka dugaan korupsi di BPR Karya Remaja,” tegas Pahmi kepada Suaradermayu.com, Senin (12/1/2026). Peran Sentral Koordinator Debitur Pahmi mengungkapkan, ke-16 orang tersebut diduga memiliki peran sentral sebagai koordinator debitur yang bekerja sama dengan oknum pegawai serta jajaran direksi BPR Karya Remaja dalam praktik penyaluran kredit bermasalah. Menurutnya, pola yang digunakan bukan bersifat insidental, melainkan dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan berlangsung bertahun-tahun, sejak BPR Karya Remaja Indramayu masih aktif beroperasi. “Mereka menggunakan nama orang lain sebagai debitur, dengan agunan yang tidak sesuai plafon kredit, bahkan ada yang menggunakan agunan fiktif. Ini jelas merugikan keuangan negara,” ungkap Pahmi Lebih lanjut, Pahmi membeberkan bahwa ketika debitur mengalami kredit macet dan tidak mampu melanjutkan angsuran hingga melewati batas waktu, para koordinator debitur bersama oknum pegawai—dengan persetujuan direksi—diduga menawarkan solusi yang menyimpang dari ketentuan perbankan. Alih-alih dilakukan penyelamatan kredit sesuai prosedur, debitur justru diarahkan untuk mengajukan kredit baru dengan menggunakan nama orang lain. “Debitur yang macet tidak diselesaikan secara prosedural. Justru diberikan jalan untuk mengajukan kredit kembali dengan menggunakan nama orang lain,” jelasnya. Dalam praktiknya, LBH Ghazanfar menemukan bahwa pengajuan kredit tersebut kerap menggunakan agunan yang nilainya jauh di bawah plafon kredit, bahkan diduga terdapat penggunaan agunan fiktif.  #kejagung #kejatijabar #kejagungri  AGUNG RI  AGUNG 2025-2025   Jabar", "post_id": "7594526364938620168"}}, {"key": "Kejati", "attributes": {"label": "Kejati", "x": 615.0151596873786, "y": 673.1142559455874, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7594526364938620168", "id": "Kejati", "source": "tiktok-000001", "content": "Suaradermayu.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ghazanfar mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat agar segera menetapkan 16 koordinator debitur sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi di Bank Perkreditan Rakyat Karya Remaja (BPR KR) Indramayu. Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua LBH Ghazanfar, Pahmi Alamsah, yang menilai peran para koordinator debitur itu sudah terang benderang dan layak dinaikkan status hukumnya. “Kami mendesak penyidik Pidana Khusus Kejati Jabar segera menetapkan DH, YS, RLW, NHY, AL, KSW, AA, KST, SRJ, MS, MAA, ANH, MC, ATS, dan HLM sebagai tersangka dugaan korupsi di BPR Karya Remaja,” tegas Pahmi kepada Suaradermayu.com, Senin (12/1/2026). Peran Sentral Koordinator Debitur Pahmi mengungkapkan, ke-16 orang tersebut diduga memiliki peran sentral sebagai koordinator debitur yang bekerja sama dengan oknum pegawai serta jajaran direksi BPR Karya Remaja dalam praktik penyaluran kredit bermasalah. Menurutnya, pola yang digunakan bukan bersifat insidental, melainkan dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan berlangsung bertahun-tahun, sejak BPR Karya Remaja Indramayu masih aktif beroperasi. “Mereka menggunakan nama orang lain sebagai debitur, dengan agunan yang tidak sesuai plafon kredit, bahkan ada yang menggunakan agunan fiktif. Ini jelas merugikan keuangan negara,” ungkap Pahmi Lebih lanjut, Pahmi membeberkan bahwa ketika debitur mengalami kredit macet dan tidak mampu melanjutkan angsuran hingga melewati batas waktu, para koordinator debitur bersama oknum pegawai—dengan persetujuan direksi—diduga menawarkan solusi yang menyimpang dari ketentuan perbankan. Alih-alih dilakukan penyelamatan kredit sesuai prosedur, debitur justru diarahkan untuk mengajukan kredit baru dengan menggunakan nama orang lain. “Debitur yang macet tidak diselesaikan secara prosedural. Justru diberikan jalan untuk mengajukan kredit kembali dengan menggunakan nama orang lain,” jelasnya. Dalam praktiknya, LBH Ghazanfar menemukan bahwa pengajuan kredit tersebut kerap menggunakan agunan yang nilainya jauh di bawah plafon kredit, bahkan diduga terdapat penggunaan agunan fiktif.  #kejagung #kejatijabar #kejagungri  AGUNG RI  AGUNG 2025-2025   Jabar", "post_id": "7594526364938620168"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 168.58850787181368, "y": 274.38087229333075, "size": 3.02, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0979, "eigenvector": 0.1894, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1497517512172065", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) mempertebal stimulus makroprudensial guna memacu laju pertumbuhan kredit perbankan domestik di tengah kepungan ketidakpastian ekonomi global. Salah satu langkah terobosan yang diambil oleh bank sentral adalah dengan mendongkrak batas maksimal Rasio Pendanaan Luar Negeri Bank (RPLN) dari rentang lama sebesar 35 persen menjadi 40 persen dari total modal bersih bank.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengumumkan pelonggaran keran likuiditas valas ini akan mulai diimplementasikan secara resmi pada 1 Juli 2026. Penyesuaian ini dirancang agar perbankan Tanah Air memiliki ruang gerak yang lebih luang dalam menghimpun dana segar dari pasar internasional, yang kemudian dapat dialirkan kembali untuk membiayai sektor riil di dalam negeri.\n\n“Peningkatan rasio RPLN ditujukan untuk memperluas sumber pendanaan perbankan, khususnya dari luar negeri, guna mendukung penyaluran kredit dan pembiayaan bagi perekonomian dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian,” kata Perry dalam konferensi pers RDG BI Bulanan di Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nBukan hanya melonggarkan batas pinjaman luar negeri, BI juga mempererat jalinan sinergi bersama pemerintah serta otoritas terkait lewat peluncuran Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI). Program taktis ini ditargetkan mampu memotong sumbat birokrasi dalam penyaluran pembiayaan.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/banking/bi-naikkan-batas-pendanaan-luar-negeri-bank-jadi-40-persen-mulai-juli-2026\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Istimewa \n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #RPLM #BankIndonesia #pendanaanluarnegeri", "post_id": "432781620563594_1497517512172065"}}, {"key": "@tv9newsroom", "attributes": {"label": "@tv9newsroom", "x": 0.12228199798791639, "y": 345.9462440024353, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0979, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "EKR5jv9Ghms", "id": "@tv9newsroom", "source": "youtube-000001", "content": "PENYALURAN KREDIT PERBANKAN DI JATIM TEMBUS 628 TRILIUN RUPIAH\n\nKinerja industri perbankan di Jawa Timur menunjukkan performa positif hingga kuartal kedua tahun 2026. Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan total penyaluran kredit perbankan di wilayah ini telah menembus angka Rp628,02 triliun sampai April 2026. Angka tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,87 persen secara tahunan.‪‬ #tv9 #tv9news #jurnal9 #kredit #perbankan #jatim", "post_id": "EKR5jv9Ghms"}}, {"key": "tv9nusantara", "attributes": {"label": "tv9nusantara", "x": 753.219152256749, "y": 239.00188777045872, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.531, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EKR5jv9Ghms", "id": "tv9nusantara", "source": "youtube-000001", "content": "PENYALURAN KREDIT PERBANKAN DI JATIM TEMBUS 628 TRILIUN RUPIAH\n\nKinerja industri perbankan di Jawa Timur menunjukkan performa positif hingga kuartal kedua tahun 2026. Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan total penyaluran kredit perbankan di wilayah ini telah menembus angka Rp628,02 triliun sampai April 2026. Angka tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,87 persen secara tahunan.‪‬ #tv9 #tv9news #jurnal9 #kredit #perbankan #jatim", "post_id": "EKR5jv9Ghms"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 8.705086774206228, "y": 444.85443813814686, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0979, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "uhYE9K6vFpI", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "MIRIS! Rahasia Pahit UMKM Sulit Naik Kelas: Modal Sendiri vs Kredit Bank\n\nKenapa jutaan pelaku usaha di Indonesia masih jalan di tempat? Benarkah akses modal usaha menjadi dinding pembatas terbesar?\n\nVideo ini membongkar fakta mengejutkan dari riset Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas) yang mencatat bahwa sebanyak 88 persen pelaku UMKM sektor informal lebih memilih menggunakan dana pribadi untuk modal usaha, ketimbang mengajukan kredit perbankan. Fenomena ini memicu perlambatan pertumbuhan kredit UMKM dan membuat sektor usaha mikro kesulitan untuk ekspansi bisnis.\n\nMengapa para pemilik usaha enggan meminjam uang ke bank? Apa saja hambatan utama dari sisi pelaku usaha dan bagaimana ketatnya seleksi perbankan dalam menyetujui pinjaman modal? Kami mengulas pandangan kritis dari para ahli ekonomi terkait dilema keterbatasan agunan, pelemahan daya beli konsumen, kenaikan suku bunga, hingga pentingnya insentif kredit serta pendampingan manajemen agar UMKM Indonesia bisa benar-benar naik kelas.\n\nSimak analisis mendalam seputar dunia usaha, tantangan pembiayaan perbankan, dan solusi konkret melalui platform kolaborasi seperti UMKM Center dalam video ini sampai habis!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #umkm  #modalusaha  #KreditBank #ekonomiindonesia  #Perbanas #bisnisumkm  #finansial \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "uhYE9K6vFpI"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 10.561709579565925, "y": 302.79093041060736, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.531, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uhYE9K6vFpI", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "MIRIS! Rahasia Pahit UMKM Sulit Naik Kelas: Modal Sendiri vs Kredit Bank\n\nKenapa jutaan pelaku usaha di Indonesia masih jalan di tempat? Benarkah akses modal usaha menjadi dinding pembatas terbesar?\n\nVideo ini membongkar fakta mengejutkan dari riset Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas) yang mencatat bahwa sebanyak 88 persen pelaku UMKM sektor informal lebih memilih menggunakan dana pribadi untuk modal usaha, ketimbang mengajukan kredit perbankan. Fenomena ini memicu perlambatan pertumbuhan kredit UMKM dan membuat sektor usaha mikro kesulitan untuk ekspansi bisnis.\n\nMengapa para pemilik usaha enggan meminjam uang ke bank? Apa saja hambatan utama dari sisi pelaku usaha dan bagaimana ketatnya seleksi perbankan dalam menyetujui pinjaman modal? Kami mengulas pandangan kritis dari para ahli ekonomi terkait dilema keterbatasan agunan, pelemahan daya beli konsumen, kenaikan suku bunga, hingga pentingnya insentif kredit serta pendampingan manajemen agar UMKM Indonesia bisa benar-benar naik kelas.\n\nSimak analisis mendalam seputar dunia usaha, tantangan pembiayaan perbankan, dan solusi konkret melalui platform kolaborasi seperti UMKM Center dalam video ini sampai habis!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #umkm  #modalusaha  #KreditBank #ekonomiindonesia  #Perbanas #bisnisumkm  #finansial \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "uhYE9K6vFpI"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 959.9438401228687, "y": 828.8607890485694, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0979, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "iMysZBzQksU", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Pimpinan DPR dan Himpunan Bank Milik Negara Bertemu, Bahas Kondisi Perbankan dan Pasar Keuangan\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, melakukan pertemuan dengan jajaran Himpunan Bank Milik Negara untuk membahas kondisi sektor perbankan nasional serta perkembangan pasar keuangan.\n\nDalam pertemuan tersebut, dibahas kinerja fundamental bank-bank anggota Himbara yang dinilai berada dalam kondisi sangat baik. Pertumbuhan kredit tercatat berada di kisaran 20 persen dan disebut sebagai salah satu capaian kinerja terbaik yang berhasil dibukukan Himbara dalam beberapa waktu terakhir.\n\nSelain sektor perbankan, pembahasan juga menyentuh perkembangan pasar modal. Dasco mengungkapkan pihaknya turut berdiskusi dengan BPJS dan Taspen mengenai kondisi saham-saham yang dinilai memiliki fundamental baik dan berpotensi untuk kembali diakumulasi atau dibeli.\n\nSecara umum, pertemuan ini membahas penguatan sektor keuangan nasional, mulai dari kinerja perbankan BUMN, pertumbuhan kredit, hingga strategi menjaga stabilitas dan optimisme di pasar modal melalui pengelolaan investasi yang berbasis pada fundamental ekonomi yang kuat.\n\n#SufmiDascoAhmad #DPRRI #Himbara #dpr #bankmandiri #bni #bri #btn \n\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "iMysZBzQksU"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 440.3897997853177, "y": 299.87139976945986, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.531, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "iMysZBzQksU", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Pimpinan DPR dan Himpunan Bank Milik Negara Bertemu, Bahas Kondisi Perbankan dan Pasar Keuangan\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, melakukan pertemuan dengan jajaran Himpunan Bank Milik Negara untuk membahas kondisi sektor perbankan nasional serta perkembangan pasar keuangan.\n\nDalam pertemuan tersebut, dibahas kinerja fundamental bank-bank anggota Himbara yang dinilai berada dalam kondisi sangat baik. Pertumbuhan kredit tercatat berada di kisaran 20 persen dan disebut sebagai salah satu capaian kinerja terbaik yang berhasil dibukukan Himbara dalam beberapa waktu terakhir.\n\nSelain sektor perbankan, pembahasan juga menyentuh perkembangan pasar modal. Dasco mengungkapkan pihaknya turut berdiskusi dengan BPJS dan Taspen mengenai kondisi saham-saham yang dinilai memiliki fundamental baik dan berpotensi untuk kembali diakumulasi atau dibeli.\n\nSecara umum, pertemuan ini membahas penguatan sektor keuangan nasional, mulai dari kinerja perbankan BUMN, pertumbuhan kredit, hingga strategi menjaga stabilitas dan optimisme di pasar modal melalui pengelolaan investasi yang berbasis pada fundamental ekonomi yang kuat.\n\n#SufmiDascoAhmad #DPRRI #Himbara #dpr #bankmandiri #bni #bri #btn \n\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "iMysZBzQksU"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 485.2381434830664, "y": 397.9803384002922, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0979, "eigenvector": 142.7137, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "jtSh3lBOA88", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Saat Suku Bunga Naik, Kredit Perbankan Justru Melesat 11,5& di Mei 2026! | MARKET HIGHLIGHTS\n\nDi tengah kebijakan moneter yang semakin ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, pertumbuhan kredit perbankan Indonesia justru menunjukkan kinerja yang semakin kuat. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 9,98 persen.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit yang tetap solid diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi nasional ke depan. Dari sisi penggunaan, kredit investasi menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan mencapai 21,95 persen. Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap terjaga dalam kisaran 8 hingga 12 persen, mencerminkan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional.\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jtSh3lBOA88"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 622.4487164441072, "y": 783.6642465060073, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4455, "eigenvector": 142.7137, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "jtSh3lBOA88", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Saat Suku Bunga Naik, Kredit Perbankan Justru Melesat 11,5& di Mei 2026! | MARKET HIGHLIGHTS\n\nDi tengah kebijakan moneter yang semakin ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, pertumbuhan kredit perbankan Indonesia justru menunjukkan kinerja yang semakin kuat. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 9,98 persen.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit yang tetap solid diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi nasional ke depan. Dari sisi penggunaan, kredit investasi menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan mencapai 21,95 persen. Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap terjaga dalam kisaran 8 hingga 12 persen, mencerminkan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional.\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jtSh3lBOA88"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 462.5736913585438, "y": 675.1898653168411, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4455, "eigenvector": 142.7137, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "jtSh3lBOA88", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Saat Suku Bunga Naik, Kredit Perbankan Justru Melesat 11,5& di Mei 2026! | MARKET HIGHLIGHTS\n\nDi tengah kebijakan moneter yang semakin ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, pertumbuhan kredit perbankan Indonesia justru menunjukkan kinerja yang semakin kuat. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 9,98 persen.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit yang tetap solid diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi nasional ke depan. Dari sisi penggunaan, kredit investasi menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan mencapai 21,95 persen. Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap terjaga dalam kisaran 8 hingga 12 persen, mencerminkan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional.\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jtSh3lBOA88"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 365.51668358952514, "y": 222.54125399368561, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4455, "eigenvector": 142.7137, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "jtSh3lBOA88", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Saat Suku Bunga Naik, Kredit Perbankan Justru Melesat 11,5& di Mei 2026! | MARKET HIGHLIGHTS\n\nDi tengah kebijakan moneter yang semakin ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, pertumbuhan kredit perbankan Indonesia justru menunjukkan kinerja yang semakin kuat. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 9,98 persen.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit yang tetap solid diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi nasional ke depan. Dari sisi penggunaan, kredit investasi menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan mencapai 21,95 persen. Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap terjaga dalam kisaran 8 hingga 12 persen, mencerminkan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional.\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jtSh3lBOA88"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 567.1033783312364, "y": 924.2265326498211, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4455, "eigenvector": 142.7137, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "jtSh3lBOA88", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Saat Suku Bunga Naik, Kredit Perbankan Justru Melesat 11,5& di Mei 2026! | MARKET HIGHLIGHTS\n\nDi tengah kebijakan moneter yang semakin ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, pertumbuhan kredit perbankan Indonesia justru menunjukkan kinerja yang semakin kuat. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 9,98 persen.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit yang tetap solid diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi nasional ke depan. Dari sisi penggunaan, kredit investasi menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan mencapai 21,95 persen. Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap terjaga dalam kisaran 8 hingga 12 persen, mencerminkan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional.\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jtSh3lBOA88"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 837.9431716765324, "y": 682.4305612822194, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4455, "eigenvector": 142.7137, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "jtSh3lBOA88", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Saat Suku Bunga Naik, Kredit Perbankan Justru Melesat 11,5& di Mei 2026! | MARKET HIGHLIGHTS\n\nDi tengah kebijakan moneter yang semakin ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, pertumbuhan kredit perbankan Indonesia justru menunjukkan kinerja yang semakin kuat. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 9,98 persen.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit yang tetap solid diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi nasional ke depan. Dari sisi penggunaan, kredit investasi menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan mencapai 21,95 persen. Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap terjaga dalam kisaran 8 hingga 12 persen, mencerminkan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional.\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jtSh3lBOA88"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 886.6968254536737, "y": 622.7138188599192, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4455, "eigenvector": 142.7137, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "jtSh3lBOA88", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Saat Suku Bunga Naik, Kredit Perbankan Justru Melesat 11,5& di Mei 2026! | MARKET HIGHLIGHTS\n\nDi tengah kebijakan moneter yang semakin ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, pertumbuhan kredit perbankan Indonesia justru menunjukkan kinerja yang semakin kuat. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 9,98 persen.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit yang tetap solid diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi nasional ke depan. Dari sisi penggunaan, kredit investasi menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan mencapai 21,95 persen. Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap terjaga dalam kisaran 8 hingga 12 persen, mencerminkan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional.\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jtSh3lBOA88"}}], "edges": [{"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "deddyhariadi", "source": "deddyhariadi", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "deddyhariadi", "source": "deddyhariadi", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "isari68", "source": "isari68", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "isari68", "source": "isari68", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "keuangan_", "source": "keuangan_", "target": "AidilAKBAR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sumbarkita.id", "source": "sumbarkita.id", "target": "sumbarkita.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kompascom", "source": "kompascom", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "samarinda_borneo_", "source": "samarinda_borneo_", "target": "ogstore.samarinda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "koalisipemudaantikorupsi", "source": "koalisipemudaantikorupsi", "target": "bankjatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "koalisipemudaantikorupsi", "source": "koalisipemudaantikorupsi", "target": "Khofifah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipperfinance05", "source": "clipperfinance05", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "myterminal.id", "source": "myterminal.id", "target": "myterminal.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "maswoko46", "source": "maswoko46", "target": "kementrianbakuhantam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "karawangbercerita", "source": "karawangbercerita", "target": "Kejaksaan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "karawangbercerita", "source": "karawangbercerita", "target": "btn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "media.suaradermayu", "source": "media.suaradermayu", "target": "KEJAKSAAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "media.suaradermayu", "source": "media.suaradermayu", "target": "KEJAKSAAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "media.suaradermayu", "source": "media.suaradermayu", "target": "GERINDRA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "media.suaradermayu", "source": "media.suaradermayu", "target": "Kejati", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@tv9newsroom", "source": "@tv9newsroom", "target": "tv9nusantara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}