{"nodes": [{"key": "Maikel_USMC", "attributes": {"label": "Maikel_USMC", "x": 413.9596732400743, "y": 90.867836077558, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 86.5801, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069366669504614678", "id": "Maikel_USMC", "source": "tweet-000004", "content": "Setelah kenaikan BI Rate kemarin saya melihat nilai tukar rupiah terhadap USD msh melemah & saham2 perbankan jg melemah. Klu dipertahankan kenaikan BI rate bs membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat & kredit macet alangkah baiknya mending diturunkan keawal cari solusi lain", "post_id": "2069366669504614678"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 523.8004210108165, "y": 665.9645713693961, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 160.1732, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069366669504614678", "id": "bank_indonesia", "source": "tweet-000004", "content": "Setelah kenaikan BI Rate kemarin saya melihat nilai tukar rupiah terhadap USD msh melemah & saham2 perbankan jg melemah. Klu dipertahankan kenaikan BI rate bs membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat & kredit macet alangkah baiknya mending diturunkan keawal cari solusi lain", "post_id": "2069366669504614678"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 698.0651964787476, "y": 833.1358808463771, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 86.5801, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Zn-d1MlVNSo", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "DPR Respons Survei Litbang Kompas soal Kondisi Ekonomi Indonesia: 56% Warga Menilai Buruk\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Dalam beberapa hari terakhir, mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di sejumlah daerah dengan tuntutan perbaikan kondisi ekonomi.\n\nDi Jakarta, aksi demonstrasi dimulai dengan long march mahasiswa dari berbagai titik menuju Bundaran Hotel Indonesia.\n\nDalam aksi ini, massa mahasiswa menuntut perbaikan kondisi ekonomi. Mahasiswa juga meminta pemerintah menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.\n\nAda lima tuntutan mahasiswa dalam aksi kali ini, di antaranya menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan Program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, serta mendesak Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah.\n\nKepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, memastikan pemerintah terbuka terhadap pendapat dan kritik.\n\nNamun, Dudung menekankan bahwa kritik berbeda dengan provokasi, adu domba, dan fitnah.\nDudung menegaskan Presiden Prabowo Subianto tengah bekerja untuk membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, dan bermartabat.\n\nDemonstrasi mahasiswa yang mengkritisi kondisi bangsa di sejumlah kota mengindikasikan adanya keresahan yang dirasakan masyarakat luas. Persoalan ekonomi menjadi salah satu isu yang paling banyak disuarakan dalam orasi para demonstran.\n\nSeruan mahasiswa tersebut hampir serupa dengan temuan Survei Litbang Kompas yang dilakukan secara nasional pada 16 hingga 22 April 2026 terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia.\n\nHasilnya, sekitar 56 persen responden menilai kondisi perekonomian bangsa saat ini sedang buruk. Bahkan, jika dibandingkan dengan survei serupa pada awal tahun ini, kondisinya dinilai semakin memburuk.\n\nSementara itu, jumlah masyarakat yang menyatakan penghasilannya menurun meningkat menjadi 32,5 persen. Rinciannya, hampir 2 persen karena terkena PHK dan sekitar 30 persen lainnya karena usaha yang dijalankan lesu atau melambat.\n\nHal ini mengindikasikan kondisi perekonomian yang relatif melambat sehingga turut berdampak pada usaha-usaha yang dijalankan masyarakat secara luas.\n\nSituasi tersebut tentu berdampak pada stabilitas ekonomi keluarga di Indonesia. Pada kondisi terkini, mayoritas responden menyatakan ekonomi keluarganya berada dalam fase yang tidak stabil.\n\nHampir 48 persen responden mengaku kondisi ekonomi keluarganya tidak menentu, sekitar 4 persen berada dalam situasi bergejolak, dan hampir 4 persen lainnya berada dalam kondisi kritis.\n\nPada saat bersamaan, terjadi fenomena kenaikan harga-harga secara umum akibat krisis geopolitik hingga alokasi anggaran kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran. \n\nKondisi tersebut membuat perekonomian nasional dipenuhi ketidakpastian.\n\nMasyarakat dibayangi sejumlah kekhawatiran yang berpotensi semakin memberatkan beban hidup. Salah satu yang paling banyak diutarakan responden adalah kenaikan harga bahan pokok.\n\nDalam survei Litbang Kompas pada April lalu, jumlah responden yang mengkhawatirkan kenaikan harga bahan pokok hampir menyentuh 40 persen. Sementara itu, 12,9 persen responden mengkhawatirkan penurunan pendapatan usaha atau gaji, dan sekitar 10 persen mengkhawatirkan kehilangan atau kesulitan mendapatkan pekerjaan.\n\nDari sejumlah data tersebut terlihat bahwa seruan mahasiswa yang berdemonstrasi saat ini merupakan salah satu respons terhadap berbagai keluhan yang dirasakan masyarakat.\n\nUntuk membahas hal tersebut, KompasTV menghadirkan Peneliti Litbang Kompas Budiawan Sidik serta Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Harris Turino. KompasTV juga telah mengundang Badan Komunikasi RI, namun hingga dialog berlangsung belum ada respons untuk bergabung.\n\nProducer: Shinta Millenia\n#ekonomi #demo #demomahasiswa #bbm #mbg \n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "Zn-d1MlVNSo"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 417.9298975944664, "y": 336.9274124037118, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 160.1732, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Zn-d1MlVNSo", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "DPR Respons Survei Litbang Kompas soal Kondisi Ekonomi Indonesia: 56% Warga Menilai Buruk\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Dalam beberapa hari terakhir, mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di sejumlah daerah dengan tuntutan perbaikan kondisi ekonomi.\n\nDi Jakarta, aksi demonstrasi dimulai dengan long march mahasiswa dari berbagai titik menuju Bundaran Hotel Indonesia.\n\nDalam aksi ini, massa mahasiswa menuntut perbaikan kondisi ekonomi. Mahasiswa juga meminta pemerintah menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.\n\nAda lima tuntutan mahasiswa dalam aksi kali ini, di antaranya menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan Program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, serta mendesak Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah.\n\nKepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, memastikan pemerintah terbuka terhadap pendapat dan kritik.\n\nNamun, Dudung menekankan bahwa kritik berbeda dengan provokasi, adu domba, dan fitnah.\nDudung menegaskan Presiden Prabowo Subianto tengah bekerja untuk membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, dan bermartabat.\n\nDemonstrasi mahasiswa yang mengkritisi kondisi bangsa di sejumlah kota mengindikasikan adanya keresahan yang dirasakan masyarakat luas. Persoalan ekonomi menjadi salah satu isu yang paling banyak disuarakan dalam orasi para demonstran.\n\nSeruan mahasiswa tersebut hampir serupa dengan temuan Survei Litbang Kompas yang dilakukan secara nasional pada 16 hingga 22 April 2026 terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia.\n\nHasilnya, sekitar 56 persen responden menilai kondisi perekonomian bangsa saat ini sedang buruk. Bahkan, jika dibandingkan dengan survei serupa pada awal tahun ini, kondisinya dinilai semakin memburuk.\n\nSementara itu, jumlah masyarakat yang menyatakan penghasilannya menurun meningkat menjadi 32,5 persen. Rinciannya, hampir 2 persen karena terkena PHK dan sekitar 30 persen lainnya karena usaha yang dijalankan lesu atau melambat.\n\nHal ini mengindikasikan kondisi perekonomian yang relatif melambat sehingga turut berdampak pada usaha-usaha yang dijalankan masyarakat secara luas.\n\nSituasi tersebut tentu berdampak pada stabilitas ekonomi keluarga di Indonesia. Pada kondisi terkini, mayoritas responden menyatakan ekonomi keluarganya berada dalam fase yang tidak stabil.\n\nHampir 48 persen responden mengaku kondisi ekonomi keluarganya tidak menentu, sekitar 4 persen berada dalam situasi bergejolak, dan hampir 4 persen lainnya berada dalam kondisi kritis.\n\nPada saat bersamaan, terjadi fenomena kenaikan harga-harga secara umum akibat krisis geopolitik hingga alokasi anggaran kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran. \n\nKondisi tersebut membuat perekonomian nasional dipenuhi ketidakpastian.\n\nMasyarakat dibayangi sejumlah kekhawatiran yang berpotensi semakin memberatkan beban hidup. Salah satu yang paling banyak diutarakan responden adalah kenaikan harga bahan pokok.\n\nDalam survei Litbang Kompas pada April lalu, jumlah responden yang mengkhawatirkan kenaikan harga bahan pokok hampir menyentuh 40 persen. Sementara itu, 12,9 persen responden mengkhawatirkan penurunan pendapatan usaha atau gaji, dan sekitar 10 persen mengkhawatirkan kehilangan atau kesulitan mendapatkan pekerjaan.\n\nDari sejumlah data tersebut terlihat bahwa seruan mahasiswa yang berdemonstrasi saat ini merupakan salah satu respons terhadap berbagai keluhan yang dirasakan masyarakat.\n\nUntuk membahas hal tersebut, KompasTV menghadirkan Peneliti Litbang Kompas Budiawan Sidik serta Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Harris Turino. KompasTV juga telah mengundang Badan Komunikasi RI, namun hingga dialog berlangsung belum ada respons untuk bergabung.\n\nProducer: Shinta Millenia\n#ekonomi #demo #demomahasiswa #bbm #mbg \n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "Zn-d1MlVNSo"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 921.1348474785565, "y": 192.60678368210927, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 86.5801, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 574.7376304588025, "y": 905.2911508663844, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 104.9783, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 405.704109424125, "y": 919.3303222376046, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 104.9783, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 695.0620657287317, "y": 564.2707568564734, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 104.9783, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 780.4722997600223, "y": 31.664937929823722, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 104.9783, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}], "edges": [{"key": "Maikel_USMC", "source": "Maikel_USMC", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}