{"nodes": [{"key": "AlhamadKim37129", "attributes": {"label": "AlhamadKim37129", "x": 640.1604580439257, "y": 268.43528927890014, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068186341234638997", "id": "AlhamadKim37129", "source": "tweet-000004", "content": "Kebijakan ini justru membuktikan komitmen kuat Bank Indonesia dan pemerintah dalam menekan inflasi agar harga barang pokok di pasar tetap stabil dan terjangkau bagi rakyat kecil", "post_id": "2068186341234638997"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 296.69498518084094, "y": 995.3767601566562, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.0474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068186341234638997", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "Kebijakan ini justru membuktikan komitmen kuat Bank Indonesia dan pemerintah dalam menekan inflasi agar harga barang pokok di pasar tetap stabil dan terjangkau bagi rakyat kecil", "post_id": "2068186341234638997"}}, {"key": "RadioSmartFM", "attributes": {"label": "RadioSmartFM", "x": 61.123115538161635, "y": 524.3567520795433, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067849865497899237", "id": "RadioSmartFM", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonom Hosianna Evalita Situmorang menilai keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen pada Juni 2026 untuk memperkuat nilai tukar rupiah sekaligus meredam tekanan inflasi impor di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.\n\n#SmartNews  https://t.co/9sdg8Moea0", "post_id": "2067849865497899237"}}, {"key": "antaranews", "attributes": {"label": "antaranews", "x": 176.12878103489604, "y": 369.63870661361955, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.0474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067849865497899237", "id": "antaranews", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonom Hosianna Evalita Situmorang menilai keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen pada Juni 2026 untuk memperkuat nilai tukar rupiah sekaligus meredam tekanan inflasi impor di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.\n\n#SmartNews  https://t.co/9sdg8Moea0", "post_id": "2067849865497899237"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 425.02089372115495, "y": 423.7817627411362, "size": 6.72, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.1022, "eigenvector": 48.8945, "in_degree": 4, "out_degree": 5, "degree": 9}, "_id": "3924355340913449714_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar serangkaian sosialisasi terkait kebijakan pasar modal kepada beragam pemangku kepentingan (stakeholders) dalam sepekan. Langkah ini dilakukan untuk memperluas edukasi dan akses pasar modal kepada masyarakat.\n\nPada Senin (15/6/2026), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) meluncurkan temuan awal Census on Women in Executive Leadership Team (ELT) in IDX200 Companies (2022–2025) di Main Hall BEI, Jakarta. \n\nAcara bertema “From Disclosure to Impact: Advancing Women's Leadership in IDX200 Companies” ini dihadiri lebih dari 200 pemimpin perusahaan, regulator, dan pembuat kebijakan untuk membahas penguatan kesetaraan gender dalam kepemimpinan korporasi sebagai bagian dari agenda ESG. Seiring penguatan penerapan standar ESG oleh BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sensus ini diharapkan menjadi masukan bagi pengembangan kebijakan guna meningkatkan penerapan dan keterbukaan informasi terkait kesetaraan gender.\n\nKemudian pada Rabu (17/6/2026), BEI bersama OJK, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyelenggarakan dua forum strategis, yaitu “Diskusi Sinergi dalam Menjaga Stabilitas dan Resiliensi Pasar Modal Indonesia” dan “Capital Market Insight: Pengaturan Buyback dan Market Update” untuk membahas reformasi pasar modal, stabilitas pasar, dan pembaruan kebijakan buyback saham. \n\nBaca selengkapnya di \nhttps://www.idxchannel.com/market-news/bei-gelar-rangkaian-sosialisasi-kebijakan-pasar-modal-dari-jakarta-hingga-babel\n\nAtau klik link di Bio  \n\nFoto : dok BEI\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #BEI #pasarmodal", "post_id": "3924355340913449714_3310659452"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 668.6331147673633, "y": 403.3549479106171, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7014, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 4, "degree": 8}, "_id": "3922309271753379004_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "OJK menetapkan Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama BEI periode 2026–2030 setelah lulus uji kelayakan dan kepatutan. Pengesahan akan dilakukan dalam RUPST pada 29 Juni 2026.\n\nSebelumnya, Jeffrey menjabat sebagai Pjs Direktur Utama BEI sejak Februari 2026 dan Direktur Pengembangan sejak 2022. Mantan CEO Phintraco Sekuritas ini dikenal mendorong reformasi pasar modal melalui peningkatan transparansi, penguatan free float, serta dialog aktif dengan MSCI dan FTSE. 📈\n\nKe depan, Jeffrey akan fokus meningkatkan jumlah IPO, diversifikasi instrumen investasi, dan memperkuat daya saing pasar modal Indonesia. 🚀\n\nSumber: kabarbursa.com, 18 Juni 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp). 🚀\n\n#BEI #BursaEfekIndonesia #OJK #JeffreyHendrik #PasarModal #IPO #Investasi #SahamIndonesia #IHSG #MSCI #FTSE #mancingsaham", "post_id": "3922309271753379004_52512310886"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 496.82959254389027, "y": 165.5511178716337, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 61.4314, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3922088103973008997_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia kembali menaikkan BI Rate sesuai ekspektasi pasar, kali ini 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur bulanan tanggal 17-18 Juni 2026.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kenaikan suku bunga bertujuan menjaga stabilitas rupiah dan inflasi agar tetap sesuai sasaran pemerintah. BI juga tetap menerapkan kebijakan makroprudensial yang diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#BankIndonesia #BIRate #BloombergTechnoz", "post_id": "3922088103973008997_51748745734"}}, {"key": "bank_indonesia_papua", "attributes": {"label": "bank_indonesia_papua", "x": 210.76465904027663, "y": 956.3766102670619, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922897557250322959_3283486457", "id": "bank_indonesia_papua", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia all out jaga stabilitas nilai tukar Rupiah 🇮🇩\n\n#SobatRupiah, di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian kenaikan BI-Rate 25 bps menjadi 5,75% di #RDGBI bulanan bulan Juni 2026 merupakan langkah lanjutan untuk semakin memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1%.\n\nSelain itu, BI juga terus memperkuat sinergi dengan kebijakan fiskal Pemerintah untuk memitigasi dampak ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah terhadap perekonomian domestik sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga baik.\n\nYuk, Sobat #BeriMakna dengan simak informasi selengkapnya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\nRepost:", "post_id": "3922897557250322959_3283486457"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 607.7817144499047, "y": 926.7756768141268, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 26.8382, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "3922897557250322959_3283486457", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia all out jaga stabilitas nilai tukar Rupiah 🇮🇩\n\n#SobatRupiah, di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian kenaikan BI-Rate 25 bps menjadi 5,75% di #RDGBI bulanan bulan Juni 2026 merupakan langkah lanjutan untuk semakin memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1%.\n\nSelain itu, BI juga terus memperkuat sinergi dengan kebijakan fiskal Pemerintah untuk memitigasi dampak ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah terhadap perekonomian domestik sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga baik.\n\nYuk, Sobat #BeriMakna dengan simak informasi selengkapnya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\nRepost:", "post_id": "3922897557250322959_3283486457"}}, {"key": "infotibanjaran.id", "attributes": {"label": "infotibanjaran.id", "x": 712.0748063116414, "y": 630.0266952805677, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922805836196036079_45016844333", "id": "infotibanjaran.id", "source": "instagram-000001", "content": "Suku bunga acuan atau rate kembali menyita perhatian publik seiring langkah Bank Indonesia (BI) menaikkannya di tengah tren pelemahan rupiah, ketidakpastian ekonomi global, dan upaya menjaga stabilitas nasional\n\nPada Selasa (9/6/2026), BI rate naik sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Pada saat yang sama, suku bunga deposit facility naik 25 basis poin menjadi 4,50% dan suku bunga lending facility meningkat 25 basis poin menjadi 6,25%.\n\nBank Indonesia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya gejolak global akibat konflik di Timur Tengah.\n\nSelain itu, kebijakan ini juga bersifat preemptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1%.\n\nKenaikan suku bunga juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil aset keuangan domestik sehingga dapat menarik kembali aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.\n\nLangkah tersebut dilakukan hanya beberapa minggu setelah Bank Indonesia sebelumnya menaikkan rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Mei 2026.\n\nKebijakan yang relatif agresif ini menunjukkan keseriusan bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah yang mengalami tekanan cukup besar sepanjang tahun berjalan.\n\nKenaikan BI rate selalu berimbas pada dompet masyarakat, mulai dari membengkaknya tagihan cicilan kredit dan bunga kredit pemilikan rumah (KPR), hingga potensi kenaikan bunga deposito. Perubahan-perubahan ini secara akumulatif langsung memengaruhi stabilitas kondisi keuangan rumah tangga.\n-", "post_id": "3922805836196036079_45016844333"}}, {"key": "voktis.id", "attributes": {"label": "voktis.id", "x": 697.6359432067817, "y": 877.401133578908, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 17.0474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922805836196036079_45016844333", "id": "voktis.id", "source": "instagram-000001", "content": "Suku bunga acuan atau rate kembali menyita perhatian publik seiring langkah Bank Indonesia (BI) menaikkannya di tengah tren pelemahan rupiah, ketidakpastian ekonomi global, dan upaya menjaga stabilitas nasional\n\nPada Selasa (9/6/2026), BI rate naik sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Pada saat yang sama, suku bunga deposit facility naik 25 basis poin menjadi 4,50% dan suku bunga lending facility meningkat 25 basis poin menjadi 6,25%.\n\nBank Indonesia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya gejolak global akibat konflik di Timur Tengah.\n\nSelain itu, kebijakan ini juga bersifat preemptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1%.\n\nKenaikan suku bunga juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil aset keuangan domestik sehingga dapat menarik kembali aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.\n\nLangkah tersebut dilakukan hanya beberapa minggu setelah Bank Indonesia sebelumnya menaikkan rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Mei 2026.\n\nKebijakan yang relatif agresif ini menunjukkan keseriusan bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah yang mengalami tekanan cukup besar sepanjang tahun berjalan.\n\nKenaikan BI rate selalu berimbas pada dompet masyarakat, mulai dari membengkaknya tagihan cicilan kredit dan bunga kredit pemilikan rumah (KPR), hingga potensi kenaikan bunga deposito. Perubahan-perubahan ini secara akumulatif langsung memengaruhi stabilitas kondisi keuangan rumah tangga.\n-", "post_id": "3922805836196036079_45016844333"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 149.91816841939897, "y": 104.59148663646911, "size": 12.99, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5529, "eigenvector": 131.3251, "in_degree": 14, "out_degree": 0, "degree": 14}, "_id": "3922943296234439778_3310659452", "id": "prast_ulrich", "source": "instagram-000001", "content": "Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan kenaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin, menjadi 5,75%. Rapat Dewan Gubernur BI juga menaikkan suku bunga deposit facility 25 basis poins menjadi 4,75% dan suku bunga lending facility menjadi 6,50%. \n\nKeputusan untuk menaikan BI Rate yang kedua kalinya di bulan Juni ini untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global, serta menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran 2,5 plus minus 1% pada 2026 dan 2027.\n\nDisisi lain, struktur Suku Bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tenor 6, 9 dan 12 bulan juga akan disesuaikan dengan kenaikan BI Rate agar tetap menarik bagi investor asing. BI juga melanjutkan pemberian insentif penurunan tingkat swap lindung nilai sebesar 10% bagi investor asing, untuk meningkatkan daya tarik investasi portofolio ke aset keuangan domestik.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Jumat 19 Juni 2026, pukul 21.00 - 21.30 WIB. LIVE di IDX Channel (Indihome Ch 119, MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketereview", "post_id": "3922943296234439778_3310659452"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "attributes": {"label": "bank_indonesia_malut", "x": 422.6241146504849, "y": 242.57813324609546, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922106471702636101_3117095536", "id": "bank_indonesia_malut", "source": "instagram-000001", "content": "Suba jou #SobRuMalut\n.\n.\n.\nHalo SobRu Malut !\nRapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%. \n.\nKenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah. \n.\nSementara itu, kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan (“pro-growth”). Kebijakan makroprudensial longgar terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan. \n.\nKebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendukung kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.\n.\nSelain itu, Bank Indonesia juga terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, termasuk sinergi yang erat antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal untuk memitigasi dampak ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah terhadap perekonomian domestik sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga baik. Sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga dipererat untuk turut menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pembiayaan bagi program Asta Cita Pemerintah.\n.\nDengan BI-Rate yang dinaikkan menjadi 5,75% pada #RDGBI Juni 2026, yuk dukung upaya BI dalam #BeriMakna memperkuat stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional!\n#repostfrom \n.\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3922106471702636101_3117095536"}}, {"key": "wartapriangan.id", "attributes": {"label": "wartapriangan.id", "x": 845.3855759098287, "y": 123.29027219933064, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649683262553558279", "id": "wartapriangan.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Wartapriangan.id - Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,50 persen sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta mengantisipasi ketidakpastian ekonomi global.   Penulis: Kurnia W.  Desain: Luthfi #bankindonesia #sukubunga #birate #ekonomiindonesia #infokeuangan", "post_id": "7649683262553558279"}}, {"key": "menkeuri", "attributes": {"label": "menkeuri", "x": 859.6074560930429, "y": 347.16716074928445, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.0474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7649683262553558279", "id": "menkeuri", "source": "tiktok-000001", "content": "Wartapriangan.id - Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,50 persen sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta mengantisipasi ketidakpastian ekonomi global.   Penulis: Kurnia W.  Desain: Luthfi #bankindonesia #sukubunga #birate #ekonomiindonesia #infokeuangan", "post_id": "7649683262553558279"}}, {"key": "buterflywave", "attributes": {"label": "buterflywave", "x": 18.90632032159467, "y": 241.86520837792858, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7652703574056635656", "id": "buterflywave", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengantisipasi tekanan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, BI memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. “Rapat Dewan Gubernur BI pada 17-18 Juni 2026, memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,” ujar Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (18/6). Selain BI-Rate, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga fasilitas simpanan (Deposit Facility) sebesar 25 bps menjadi 4,75%. Sementara itu, suku bunga fasilitas pinjaman (Lending Facility) turut naik 25 bps menjadi 6,50%. sumber :   #cryptowave #bankindonesia #bi #buyindonesia #sellsingapura", "post_id": "7652703574056635656"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 736.2702398978322, "y": 404.85696003627567, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.8801, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7652703574056635656", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengantisipasi tekanan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, BI memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. “Rapat Dewan Gubernur BI pada 17-18 Juni 2026, memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,” ujar Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (18/6). Selain BI-Rate, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga fasilitas simpanan (Deposit Facility) sebesar 25 bps menjadi 4,75%. Sementara itu, suku bunga fasilitas pinjaman (Lending Facility) turut naik 25 bps menjadi 6,50%. sumber :   #cryptowave #bankindonesia #bi #buyindonesia #sellsingapura", "post_id": "7652703574056635656"}}, {"key": "clipperfinance05", "attributes": {"label": "clipperfinance05", "x": 867.9929113300989, "y": 191.4610694292883, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7653091789263572244", "id": "clipperfinance05", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur yang digelar pada 17–18 Juni 2026. Kenaikan ini merupakan yang ketiga secara beruntun sejak Mei 2026, dan ditujukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah yang sempat melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS, sekaligus sebagai langkah pre-emptive menjaga inflasi tetap dalam kisaran sasaran pemerintah. Sehari setelah keputusan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran direksi dan komisaris bank-bank Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN, dan BSI) di Istana Kepresidenan. Pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar 4,5 jam itu turut dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta CEO Danantara Rosan Roeslani, untuk membahas pandangan dan arahan terkait arah perekonomian Indonesia ke depan. Menurut Rosan Roeslani, Presiden tidak memberikan arahan khusus untuk menahan suku bunga kredit meski acuan naik, melainkan meminta Himbara meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dengan begitu, perbankan BUMN diharapkan tetap mampu menjaga penyaluran kredit ke sektor riil, khususnya UMKM, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sambil menjaga stabilitas sektor keuangan. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7653091789263572244"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 276.54658623430385, "y": 551.333158212109, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.0474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653091789263572244", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur yang digelar pada 17–18 Juni 2026. Kenaikan ini merupakan yang ketiga secara beruntun sejak Mei 2026, dan ditujukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah yang sempat melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS, sekaligus sebagai langkah pre-emptive menjaga inflasi tetap dalam kisaran sasaran pemerintah. Sehari setelah keputusan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran direksi dan komisaris bank-bank Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN, dan BSI) di Istana Kepresidenan. Pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar 4,5 jam itu turut dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta CEO Danantara Rosan Roeslani, untuk membahas pandangan dan arahan terkait arah perekonomian Indonesia ke depan. Menurut Rosan Roeslani, Presiden tidak memberikan arahan khusus untuk menahan suku bunga kredit meski acuan naik, melainkan meminta Himbara meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dengan begitu, perbankan BUMN diharapkan tetap mampu menjaga penyaluran kredit ke sektor riil, khususnya UMKM, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sambil menjaga stabilitas sektor keuangan. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7653091789263572244"}}, {"key": "arahjakarta", "attributes": {"label": "arahjakarta", "x": 371.25227995709554, "y": 53.32590967943662, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 61.4314, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7641305557936426261", "id": "arahjakarta", "source": "tiktok-000001", "content": "Presiden Prabowo Subianto melempar kebijakan populis baru dengan memerintahkan bank-bank pelat merah (Himbara) untuk memangkas bunga kredit bagi rakyat kecil menjadi maksimal 5% per tahun. Langkah ekstrem ini diambil setelah Presiden menyoroti jeratan bunga pinjaman di lapangan yang diklaimnya bisa mencekik hingga 70% setahun. Merespons titah istana, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Dian Ediana Rae, angkat bicara (17/5).  Meski mengapresiasi niat baik pemerintah untuk membantu kelompok unbankable, OJK langsung mengingatkan perbankan untuk memperketat tata kelola dan manajemen risiko. Otoritas mendorong bank melakukan stress test berkala serta menyiapkan pencadangan yang memadai guna mengantisipasi potensi ledakan kredit macet di tengah skenario ekonomi global yang sedang bergejolak. Perintah penurunan bunga hingga di bawah tingkat inflasi riil atau biaya dana (cost of fund) perbankan saat ini adalah kebijakan yang berisiko tinggi. Di tengah situasi makro ekonomi yang sensitif—di mana Rupiah sempat tersungkur ke level Rp17.500—memaksa bank BUMN menyalurkan kredit murah tanpa kalkulasi matang bisa mengikis ketahanan modal perbankan nasional.  Jika tidak disubsidi penuh oleh APBN melalui skema Subsidi Bunga, kebijakan ini akan mengorbankan tingkat kesehatan bank-bank negara demi pemenuhan syahwat politik jangka pendek. Publik patut waspada: tanpa pengawasan ketat, pemaksaan kredit murah berisiko menciptakan gelombang Non-Performing Loan (NPL) baru, di mana dana masyarakat justru habis menguap akibat penyaluran yang tidak kredibel dan salah sasaran. Niat baik memberi modal murah bagi rakyat jangan sampai mengorbankan kesehatan bank negara, karena merawat kepercayaan pasar jauh lebih mahal ketimbang meramu retorika di panggung pidato. Menurut lo, bunga kredit 5% ini bakal beneran bikin UMKM kita maju, atau justru bakal bikin bank-bank BUMN kita yang kolaps akibat kredit macet? Follow  untuk memantau stabilitas perbankan dan kebijakan ekonomi nasional. Tetap kritis, kawal uang negara, jangan biarkan sistem keuangan kita rapuh akibat kebijakan yang dipaksakan tanpa mitigasi risiko yang matang!", "post_id": "7641305557936426261"}}, {"key": "folknomic", "attributes": {"label": "folknomic", "x": 199.16093604830166, "y": 222.34086778319494, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomic", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "folknomics", "attributes": {"label": "folknomics", "x": 292.997327672096, "y": 947.5761787931516, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.0474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomics", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "dewayudistira14", "attributes": {"label": "dewayudistira14", "x": 881.6049634462324, "y": 356.3051570631355, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 0.0117, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "7610681425301343506", "id": "dewayudistira14", "source": "tiktok-000001", "content": "Kegiatan Bantuan Teknis Hilirisasi Produk Komoditas Cabai di Kelompok Wanita Tani Sri Uma, Kecamatan Sidemen, menjadi langkah nyata memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah. Acara dibuka secara resmi oleh perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali yang menegaskan bahwa cabai bukan sekadar komoditas dapur, tetapi komoditas strategis yang berpengaruh terhadap stabilitas harga. Sinergi kemudian diperkuat melalui sambutan dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karangasem, yang mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian melalui hilirisasi. Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Sidemen turut memberikan dukungan pendampingan, memastikan proses pelatihan berjalan aplikatif dan berkelanjutan. Kepala Lingkungan dan Ketua KWT Sri Uma menyampaikan komitmen kelompok dalam mengembangkan produk olahan cabai agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Puncak kegiatan menghadirkan Chef Manik, peserta MasterChef Indonesia Season 12, yang mendemonstrasikan langsung teknik pengolahan dan inovasi produk sambal bernilai jual tinggi. Tiga produk unggulan diperagakan secara detail: Sambal Chili Oil dengan karakter aroma kuat dan tahan simpan, Sambal Tuna Asap yang memadukan cita rasa laut dan pedas yang seimbang, serta Sambal Belut dengan tekstur khas dan potensi pasar premium. Peserta tidak hanya menyaksikan, tetapi terlibat langsung dalam praktik, mulai dari persiapan bahan, teknik memasak, hingga pengemasan. Diskusi interaktif memperkaya pemahaman tentang standar rasa, kualitas produk, dan peluang branding. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan memasak. Ini adalah transformasi cara pandang—bahwa cabai tidak berhenti di lahan, tetapi bisa menjadi produk bernilai tambah, memperkuat ekonomi keluarga, dan membuka peluang pasar baru bagi petani perempuan di Sidemen. Hilirisasi bukan teori. Hari ini, ia dipraktikkan. #bankindonesia #manikmci12 #sidemen #hilirisasipertanian #kementerianpertanian 🦒", "post_id": "7610681425301343506"}}, {"key": "Nafisgf", "attributes": {"label": "Nafisgf", "x": 67.75877274826702, "y": 918.4362162702914, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0851, "eigenvector": 0.0117, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7610681425301343506", "id": "Nafisgf", "source": "tiktok-000001", "content": "Kegiatan Bantuan Teknis Hilirisasi Produk Komoditas Cabai di Kelompok Wanita Tani Sri Uma, Kecamatan Sidemen, menjadi langkah nyata memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah. Acara dibuka secara resmi oleh perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali yang menegaskan bahwa cabai bukan sekadar komoditas dapur, tetapi komoditas strategis yang berpengaruh terhadap stabilitas harga. Sinergi kemudian diperkuat melalui sambutan dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karangasem, yang mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian melalui hilirisasi. Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Sidemen turut memberikan dukungan pendampingan, memastikan proses pelatihan berjalan aplikatif dan berkelanjutan. Kepala Lingkungan dan Ketua KWT Sri Uma menyampaikan komitmen kelompok dalam mengembangkan produk olahan cabai agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Puncak kegiatan menghadirkan Chef Manik, peserta MasterChef Indonesia Season 12, yang mendemonstrasikan langsung teknik pengolahan dan inovasi produk sambal bernilai jual tinggi. Tiga produk unggulan diperagakan secara detail: Sambal Chili Oil dengan karakter aroma kuat dan tahan simpan, Sambal Tuna Asap yang memadukan cita rasa laut dan pedas yang seimbang, serta Sambal Belut dengan tekstur khas dan potensi pasar premium. Peserta tidak hanya menyaksikan, tetapi terlibat langsung dalam praktik, mulai dari persiapan bahan, teknik memasak, hingga pengemasan. Diskusi interaktif memperkaya pemahaman tentang standar rasa, kualitas produk, dan peluang branding. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan memasak. Ini adalah transformasi cara pandang—bahwa cabai tidak berhenti di lahan, tetapi bisa menjadi produk bernilai tambah, memperkuat ekonomi keluarga, dan membuka peluang pasar baru bagi petani perempuan di Sidemen. Hilirisasi bukan teori. Hari ini, ia dipraktikkan. #bankindonesia #manikmci12 #sidemen #hilirisasipertanian #kementerianpertanian 🦒", "post_id": "7610681425301343506"}}, {"key": "tu.bawa.ppl", "attributes": {"label": "tu.bawa.ppl", "x": 355.89852703962964, "y": 337.6881287177207, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0851, "eigenvector": 0.0117, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7610681425301343506", "id": "tu.bawa.ppl", "source": "tiktok-000001", "content": "Kegiatan Bantuan Teknis Hilirisasi Produk Komoditas Cabai di Kelompok Wanita Tani Sri Uma, Kecamatan Sidemen, menjadi langkah nyata memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah. Acara dibuka secara resmi oleh perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali yang menegaskan bahwa cabai bukan sekadar komoditas dapur, tetapi komoditas strategis yang berpengaruh terhadap stabilitas harga. Sinergi kemudian diperkuat melalui sambutan dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karangasem, yang mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian melalui hilirisasi. Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Sidemen turut memberikan dukungan pendampingan, memastikan proses pelatihan berjalan aplikatif dan berkelanjutan. Kepala Lingkungan dan Ketua KWT Sri Uma menyampaikan komitmen kelompok dalam mengembangkan produk olahan cabai agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Puncak kegiatan menghadirkan Chef Manik, peserta MasterChef Indonesia Season 12, yang mendemonstrasikan langsung teknik pengolahan dan inovasi produk sambal bernilai jual tinggi. Tiga produk unggulan diperagakan secara detail: Sambal Chili Oil dengan karakter aroma kuat dan tahan simpan, Sambal Tuna Asap yang memadukan cita rasa laut dan pedas yang seimbang, serta Sambal Belut dengan tekstur khas dan potensi pasar premium. Peserta tidak hanya menyaksikan, tetapi terlibat langsung dalam praktik, mulai dari persiapan bahan, teknik memasak, hingga pengemasan. Diskusi interaktif memperkaya pemahaman tentang standar rasa, kualitas produk, dan peluang branding. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan memasak. Ini adalah transformasi cara pandang—bahwa cabai tidak berhenti di lahan, tetapi bisa menjadi produk bernilai tambah, memperkuat ekonomi keluarga, dan membuka peluang pasar baru bagi petani perempuan di Sidemen. Hilirisasi bukan teori. Hari ini, ia dipraktikkan. #bankindonesia #manikmci12 #sidemen #hilirisasipertanian #kementerianpertanian 🦒", "post_id": "7610681425301343506"}}, {"key": "nananae24", "attributes": {"label": "nananae24", "x": 408.4789362757839, "y": 226.70403692246933, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0851, "eigenvector": 0.0117, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7610681425301343506", "id": "nananae24", "source": "tiktok-000001", "content": "Kegiatan Bantuan Teknis Hilirisasi Produk Komoditas Cabai di Kelompok Wanita Tani Sri Uma, Kecamatan Sidemen, menjadi langkah nyata memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah. Acara dibuka secara resmi oleh perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali yang menegaskan bahwa cabai bukan sekadar komoditas dapur, tetapi komoditas strategis yang berpengaruh terhadap stabilitas harga. Sinergi kemudian diperkuat melalui sambutan dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karangasem, yang mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian melalui hilirisasi. Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Sidemen turut memberikan dukungan pendampingan, memastikan proses pelatihan berjalan aplikatif dan berkelanjutan. Kepala Lingkungan dan Ketua KWT Sri Uma menyampaikan komitmen kelompok dalam mengembangkan produk olahan cabai agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Puncak kegiatan menghadirkan Chef Manik, peserta MasterChef Indonesia Season 12, yang mendemonstrasikan langsung teknik pengolahan dan inovasi produk sambal bernilai jual tinggi. Tiga produk unggulan diperagakan secara detail: Sambal Chili Oil dengan karakter aroma kuat dan tahan simpan, Sambal Tuna Asap yang memadukan cita rasa laut dan pedas yang seimbang, serta Sambal Belut dengan tekstur khas dan potensi pasar premium. Peserta tidak hanya menyaksikan, tetapi terlibat langsung dalam praktik, mulai dari persiapan bahan, teknik memasak, hingga pengemasan. Diskusi interaktif memperkaya pemahaman tentang standar rasa, kualitas produk, dan peluang branding. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan memasak. Ini adalah transformasi cara pandang—bahwa cabai tidak berhenti di lahan, tetapi bisa menjadi produk bernilai tambah, memperkuat ekonomi keluarga, dan membuka peluang pasar baru bagi petani perempuan di Sidemen. Hilirisasi bukan teori. Hari ini, ia dipraktikkan. #bankindonesia #manikmci12 #sidemen #hilirisasipertanian #kementerianpertanian 🦒", "post_id": "7610681425301343506"}}, {"key": "dah.lya9", "attributes": {"label": "dah.lya9", "x": 967.8030646704213, "y": 143.37507673644333, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0851, "eigenvector": 0.0117, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7610681425301343506", "id": "dah.lya9", "source": "tiktok-000001", "content": "Kegiatan Bantuan Teknis Hilirisasi Produk Komoditas Cabai di Kelompok Wanita Tani Sri Uma, Kecamatan Sidemen, menjadi langkah nyata memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah. Acara dibuka secara resmi oleh perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali yang menegaskan bahwa cabai bukan sekadar komoditas dapur, tetapi komoditas strategis yang berpengaruh terhadap stabilitas harga. Sinergi kemudian diperkuat melalui sambutan dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karangasem, yang mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian melalui hilirisasi. Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Sidemen turut memberikan dukungan pendampingan, memastikan proses pelatihan berjalan aplikatif dan berkelanjutan. Kepala Lingkungan dan Ketua KWT Sri Uma menyampaikan komitmen kelompok dalam mengembangkan produk olahan cabai agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Puncak kegiatan menghadirkan Chef Manik, peserta MasterChef Indonesia Season 12, yang mendemonstrasikan langsung teknik pengolahan dan inovasi produk sambal bernilai jual tinggi. Tiga produk unggulan diperagakan secara detail: Sambal Chili Oil dengan karakter aroma kuat dan tahan simpan, Sambal Tuna Asap yang memadukan cita rasa laut dan pedas yang seimbang, serta Sambal Belut dengan tekstur khas dan potensi pasar premium. Peserta tidak hanya menyaksikan, tetapi terlibat langsung dalam praktik, mulai dari persiapan bahan, teknik memasak, hingga pengemasan. Diskusi interaktif memperkaya pemahaman tentang standar rasa, kualitas produk, dan peluang branding. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan memasak. Ini adalah transformasi cara pandang—bahwa cabai tidak berhenti di lahan, tetapi bisa menjadi produk bernilai tambah, memperkuat ekonomi keluarga, dan membuka peluang pasar baru bagi petani perempuan di Sidemen. Hilirisasi bukan teori. Hari ini, ia dipraktikkan. #bankindonesia #manikmci12 #sidemen #hilirisasipertanian #kementerianpertanian 🦒", "post_id": "7610681425301343506"}}, {"key": "poetoezest", "attributes": {"label": "poetoezest", "x": 671.3750396298327, "y": 220.4675380002197, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0851, "eigenvector": 0.0117, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7610681425301343506", "id": "poetoezest", "source": "tiktok-000001", "content": "Kegiatan Bantuan Teknis Hilirisasi Produk Komoditas Cabai di Kelompok Wanita Tani Sri Uma, Kecamatan Sidemen, menjadi langkah nyata memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah. Acara dibuka secara resmi oleh perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali yang menegaskan bahwa cabai bukan sekadar komoditas dapur, tetapi komoditas strategis yang berpengaruh terhadap stabilitas harga. Sinergi kemudian diperkuat melalui sambutan dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karangasem, yang mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian melalui hilirisasi. Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Sidemen turut memberikan dukungan pendampingan, memastikan proses pelatihan berjalan aplikatif dan berkelanjutan. Kepala Lingkungan dan Ketua KWT Sri Uma menyampaikan komitmen kelompok dalam mengembangkan produk olahan cabai agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Puncak kegiatan menghadirkan Chef Manik, peserta MasterChef Indonesia Season 12, yang mendemonstrasikan langsung teknik pengolahan dan inovasi produk sambal bernilai jual tinggi. Tiga produk unggulan diperagakan secara detail: Sambal Chili Oil dengan karakter aroma kuat dan tahan simpan, Sambal Tuna Asap yang memadukan cita rasa laut dan pedas yang seimbang, serta Sambal Belut dengan tekstur khas dan potensi pasar premium. Peserta tidak hanya menyaksikan, tetapi terlibat langsung dalam praktik, mulai dari persiapan bahan, teknik memasak, hingga pengemasan. Diskusi interaktif memperkaya pemahaman tentang standar rasa, kualitas produk, dan peluang branding. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan memasak. Ini adalah transformasi cara pandang—bahwa cabai tidak berhenti di lahan, tetapi bisa menjadi produk bernilai tambah, memperkuat ekonomi keluarga, dan membuka peluang pasar baru bagi petani perempuan di Sidemen. Hilirisasi bukan teori. Hari ini, ia dipraktikkan. #bankindonesia #manikmci12 #sidemen #hilirisasipertanian #kementerianpertanian 🦒", "post_id": "7610681425301343506"}}, {"key": "manik.mci12", "attributes": {"label": "manik.mci12", "x": 880.7873211400844, "y": 740.846699176549, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0851, "eigenvector": 0.0117, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7610681425301343506", "id": "manik.mci12", "source": "tiktok-000001", "content": "Kegiatan Bantuan Teknis Hilirisasi Produk Komoditas Cabai di Kelompok Wanita Tani Sri Uma, Kecamatan Sidemen, menjadi langkah nyata memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah. Acara dibuka secara resmi oleh perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali yang menegaskan bahwa cabai bukan sekadar komoditas dapur, tetapi komoditas strategis yang berpengaruh terhadap stabilitas harga. Sinergi kemudian diperkuat melalui sambutan dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karangasem, yang mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian melalui hilirisasi. Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Sidemen turut memberikan dukungan pendampingan, memastikan proses pelatihan berjalan aplikatif dan berkelanjutan. Kepala Lingkungan dan Ketua KWT Sri Uma menyampaikan komitmen kelompok dalam mengembangkan produk olahan cabai agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Puncak kegiatan menghadirkan Chef Manik, peserta MasterChef Indonesia Season 12, yang mendemonstrasikan langsung teknik pengolahan dan inovasi produk sambal bernilai jual tinggi. Tiga produk unggulan diperagakan secara detail: Sambal Chili Oil dengan karakter aroma kuat dan tahan simpan, Sambal Tuna Asap yang memadukan cita rasa laut dan pedas yang seimbang, serta Sambal Belut dengan tekstur khas dan potensi pasar premium. Peserta tidak hanya menyaksikan, tetapi terlibat langsung dalam praktik, mulai dari persiapan bahan, teknik memasak, hingga pengemasan. Diskusi interaktif memperkaya pemahaman tentang standar rasa, kualitas produk, dan peluang branding. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan memasak. Ini adalah transformasi cara pandang—bahwa cabai tidak berhenti di lahan, tetapi bisa menjadi produk bernilai tambah, memperkuat ekonomi keluarga, dan membuka peluang pasar baru bagi petani perempuan di Sidemen. Hilirisasi bukan teori. Hari ini, ia dipraktikkan. #bankindonesia #manikmci12 #sidemen #hilirisasipertanian #kementerianpertanian 🦒", "post_id": "7610681425301343506"}}, {"key": "pusluhtanri", "attributes": {"label": "pusluhtanri", "x": 309.83989021021864, "y": 545.8749089236104, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0851, "eigenvector": 0.0117, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7610681425301343506", "id": "pusluhtanri", "source": "tiktok-000001", "content": "Kegiatan Bantuan Teknis Hilirisasi Produk Komoditas Cabai di Kelompok Wanita Tani Sri Uma, Kecamatan Sidemen, menjadi langkah nyata memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah. Acara dibuka secara resmi oleh perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali yang menegaskan bahwa cabai bukan sekadar komoditas dapur, tetapi komoditas strategis yang berpengaruh terhadap stabilitas harga. Sinergi kemudian diperkuat melalui sambutan dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karangasem, yang mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian melalui hilirisasi. Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Sidemen turut memberikan dukungan pendampingan, memastikan proses pelatihan berjalan aplikatif dan berkelanjutan. Kepala Lingkungan dan Ketua KWT Sri Uma menyampaikan komitmen kelompok dalam mengembangkan produk olahan cabai agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Puncak kegiatan menghadirkan Chef Manik, peserta MasterChef Indonesia Season 12, yang mendemonstrasikan langsung teknik pengolahan dan inovasi produk sambal bernilai jual tinggi. Tiga produk unggulan diperagakan secara detail: Sambal Chili Oil dengan karakter aroma kuat dan tahan simpan, Sambal Tuna Asap yang memadukan cita rasa laut dan pedas yang seimbang, serta Sambal Belut dengan tekstur khas dan potensi pasar premium. Peserta tidak hanya menyaksikan, tetapi terlibat langsung dalam praktik, mulai dari persiapan bahan, teknik memasak, hingga pengemasan. Diskusi interaktif memperkaya pemahaman tentang standar rasa, kualitas produk, dan peluang branding. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan memasak. Ini adalah transformasi cara pandang—bahwa cabai tidak berhenti di lahan, tetapi bisa menjadi produk bernilai tambah, memperkuat ekonomi keluarga, dan membuka peluang pasar baru bagi petani perempuan di Sidemen. Hilirisasi bukan teori. Hari ini, ia dipraktikkan. #bankindonesia #manikmci12 #sidemen #hilirisasipertanian #kementerianpertanian 🦒", "post_id": "7610681425301343506"}}, {"key": "kementanri", "attributes": {"label": "kementanri", "x": 848.2301683890006, "y": 120.19210680369052, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0851, "eigenvector": 0.0117, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7610681425301343506", "id": "kementanri", "source": "tiktok-000001", "content": "Kegiatan Bantuan Teknis Hilirisasi Produk Komoditas Cabai di Kelompok Wanita Tani Sri Uma, Kecamatan Sidemen, menjadi langkah nyata memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah. Acara dibuka secara resmi oleh perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali yang menegaskan bahwa cabai bukan sekadar komoditas dapur, tetapi komoditas strategis yang berpengaruh terhadap stabilitas harga. Sinergi kemudian diperkuat melalui sambutan dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karangasem, yang mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian melalui hilirisasi. Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Sidemen turut memberikan dukungan pendampingan, memastikan proses pelatihan berjalan aplikatif dan berkelanjutan. Kepala Lingkungan dan Ketua KWT Sri Uma menyampaikan komitmen kelompok dalam mengembangkan produk olahan cabai agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Puncak kegiatan menghadirkan Chef Manik, peserta MasterChef Indonesia Season 12, yang mendemonstrasikan langsung teknik pengolahan dan inovasi produk sambal bernilai jual tinggi. Tiga produk unggulan diperagakan secara detail: Sambal Chili Oil dengan karakter aroma kuat dan tahan simpan, Sambal Tuna Asap yang memadukan cita rasa laut dan pedas yang seimbang, serta Sambal Belut dengan tekstur khas dan potensi pasar premium. Peserta tidak hanya menyaksikan, tetapi terlibat langsung dalam praktik, mulai dari persiapan bahan, teknik memasak, hingga pengemasan. Diskusi interaktif memperkaya pemahaman tentang standar rasa, kualitas produk, dan peluang branding. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan memasak. Ini adalah transformasi cara pandang—bahwa cabai tidak berhenti di lahan, tetapi bisa menjadi produk bernilai tambah, memperkuat ekonomi keluarga, dan membuka peluang pasar baru bagi petani perempuan di Sidemen. Hilirisasi bukan teori. Hari ini, ia dipraktikkan. #bankindonesia #manikmci12 #sidemen #hilirisasipertanian #kementerianpertanian 🦒", "post_id": "7610681425301343506"}}, {"key": "bppsdmp", "attributes": {"label": "bppsdmp", "x": 959.432720338682, "y": 480.0944378571903, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0851, "eigenvector": 0.0117, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7610681425301343506", "id": "bppsdmp", "source": "tiktok-000001", "content": "Kegiatan Bantuan Teknis Hilirisasi Produk Komoditas Cabai di Kelompok Wanita Tani Sri Uma, Kecamatan Sidemen, menjadi langkah nyata memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah. Acara dibuka secara resmi oleh perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali yang menegaskan bahwa cabai bukan sekadar komoditas dapur, tetapi komoditas strategis yang berpengaruh terhadap stabilitas harga. Sinergi kemudian diperkuat melalui sambutan dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karangasem, yang mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian melalui hilirisasi. Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Sidemen turut memberikan dukungan pendampingan, memastikan proses pelatihan berjalan aplikatif dan berkelanjutan. Kepala Lingkungan dan Ketua KWT Sri Uma menyampaikan komitmen kelompok dalam mengembangkan produk olahan cabai agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Puncak kegiatan menghadirkan Chef Manik, peserta MasterChef Indonesia Season 12, yang mendemonstrasikan langsung teknik pengolahan dan inovasi produk sambal bernilai jual tinggi. Tiga produk unggulan diperagakan secara detail: Sambal Chili Oil dengan karakter aroma kuat dan tahan simpan, Sambal Tuna Asap yang memadukan cita rasa laut dan pedas yang seimbang, serta Sambal Belut dengan tekstur khas dan potensi pasar premium. Peserta tidak hanya menyaksikan, tetapi terlibat langsung dalam praktik, mulai dari persiapan bahan, teknik memasak, hingga pengemasan. Diskusi interaktif memperkaya pemahaman tentang standar rasa, kualitas produk, dan peluang branding. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan memasak. Ini adalah transformasi cara pandang—bahwa cabai tidak berhenti di lahan, tetapi bisa menjadi produk bernilai tambah, memperkuat ekonomi keluarga, dan membuka peluang pasar baru bagi petani perempuan di Sidemen. Hilirisasi bukan teori. Hari ini, ia dipraktikkan. #bankindonesia #manikmci12 #sidemen #hilirisasipertanian #kementerianpertanian 🦒", "post_id": "7610681425301343506"}}, {"key": "buzzart_af", "attributes": {"label": "buzzart_af", "x": 692.2347646827869, "y": 764.9290115871114, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7652722117317905672", "id": "buzzart_af", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengantisipasi tekanan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, Bl memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. \"Rapat Dewan Gubernur Bl pada 17-18 Juni 2026, memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,\" ujar Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (18/6). Selain BI-Rate, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga fasilitas simpanan (Deposit Facility) sebesar 25 bps menjadi 4,75%. Sementara itu, suku bunga fasilitas pinjaman (Lending Facility) turut naik 25 bps menjadi 6,50%. Sumber:  #fyp #news  #gabrielrey #cryptowave", "post_id": "7652722117317905672"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 360.8305777664083, "y": 510.1983458828041, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "PJjB9kZcG2k", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Direktur Utama BEI Terpilih Beberkan Misi Besar: Reformasi Pasar Modal & Wujudkan Bursa Kelas Dunia\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026-2030, Jeffrey Hendrik yang telah ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan reformasi pasar modal yang telah berjalan dalam beberapa bulan terakhir.\n\nHal tersebut disampaikan usai pertemuan dengan pimpinan DPR menjelang pengesahan resmi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 29 Juni 2026.\n\nDirektur Utama BEI terpilih, Jeffri Hendrik, menegaskan fokus utama kepengurusan baru adalah memperkuat transparansi, integritas, dan tata kelola pasar modal Indonesia.\n\nSelain itu, BEI juga akan melakukan pendalaman pasar dari sisi investor maupun emiten dengan target jangka panjang menjadikan Bursa Efek Indonesia sebagai bursa kelas dunia yang mampu bersaing dengan bursa-bursa besar internasional.\n\nProduser: Prayogi\nEditor: Novaltri\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "PJjB9kZcG2k"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 749.8998659524174, "y": 477.62137035123243, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.1311, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "PJjB9kZcG2k", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Direktur Utama BEI Terpilih Beberkan Misi Besar: Reformasi Pasar Modal & Wujudkan Bursa Kelas Dunia\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026-2030, Jeffrey Hendrik yang telah ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan reformasi pasar modal yang telah berjalan dalam beberapa bulan terakhir.\n\nHal tersebut disampaikan usai pertemuan dengan pimpinan DPR menjelang pengesahan resmi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 29 Juni 2026.\n\nDirektur Utama BEI terpilih, Jeffri Hendrik, menegaskan fokus utama kepengurusan baru adalah memperkuat transparansi, integritas, dan tata kelola pasar modal Indonesia.\n\nSelain itu, BEI juga akan melakukan pendalaman pasar dari sisi investor maupun emiten dengan target jangka panjang menjadikan Bursa Efek Indonesia sebagai bursa kelas dunia yang mampu bersaing dengan bursa-bursa besar internasional.\n\nProduser: Prayogi\nEditor: Novaltri\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "PJjB9kZcG2k"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "attributes": {"label": "@KanalBankIndonesia", "x": 8.111314316144757, "y": 118.979338990989, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "HrNt8dgje4A", "id": "@KanalBankIndonesia", "source": "youtube-000001", "content": "BI-Rate Naik 25 bps Menjadi 5,75%: Memperkuat Stabilitas, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi\n\nBI-Rate naik 25 bps menjadi 5,75%!\n\n#SobatRupiah, dalam #RDGBI Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan BI-Rate menjadi 5,75%.\n\nKenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%.\n\nLalu, apa lagi langkah kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia?\n\nMari simak rangkuman RDG Juni 2026 untuk #BeriMakna menambah pemahaman Sobat terkait kebijakan Bank Indonesia untuk perekonomian kita!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "HrNt8dgje4A"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "BankIndonesiaOfficial", "x": 24.820488953773534, "y": 952.7320454788987, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.173, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "HrNt8dgje4A", "id": "BankIndonesiaOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "BI-Rate Naik 25 bps Menjadi 5,75%: Memperkuat Stabilitas, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi\n\nBI-Rate naik 25 bps menjadi 5,75%!\n\n#SobatRupiah, dalam #RDGBI Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan BI-Rate menjadi 5,75%.\n\nKenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%.\n\nLalu, apa lagi langkah kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia?\n\nMari simak rangkuman RDG Juni 2026 untuk #BeriMakna menambah pemahaman Sobat terkait kebijakan Bank Indonesia untuk perekonomian kita!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "HrNt8dgje4A"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 240.65209250240173, "y": 433.57832892452655, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 157.6978, "in_degree": 0, "out_degree": 63, "degree": 63}, "_id": "NdP9NDon_so", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Jabat Dirut BEI, Jeffrey Hendrik Janji Tingkatkan Transparansi dan Tata Kelola Bursa Efek Indonesia\n\nDi bawah kepemimpinan Direktur Utama baru Jeffrey Hendrik, Bursa Efek Indonesia menegaskan komitmennya melanjutkan reformasi pasar modal dengan fokus pada penguatan transparansi, integritas, dan tata kelola. Didukung jajaran direksi baru hasil seleksi OJK, BEI membidik pendalaman pasar dan berambisi membawa pasar modal Indonesia naik kelas menjadi bursa berstandar dunia yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional.\n#idxcupdate #bursaefekindonesia #ojk \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "NdP9NDon_so"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 4.7445528078469135, "y": 697.2072963212738, "size": 7.57, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.3392, "eigenvector": 60.1153, "in_degree": 9, "out_degree": 0, "degree": 9}, "_id": "NdP9NDon_so", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Jabat Dirut BEI, Jeffrey Hendrik Janji Tingkatkan Transparansi dan Tata Kelola Bursa Efek Indonesia\n\nDi bawah kepemimpinan Direktur Utama baru Jeffrey Hendrik, Bursa Efek Indonesia menegaskan komitmennya melanjutkan reformasi pasar modal dengan fokus pada penguatan transparansi, integritas, dan tata kelola. Didukung jajaran direksi baru hasil seleksi OJK, BEI membidik pendalaman pasar dan berambisi membawa pasar modal Indonesia naik kelas menjadi bursa berstandar dunia yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional.\n#idxcupdate #bursaefekindonesia #ojk \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "NdP9NDon_so"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 814.7060316849207, "y": 488.3203846883737, "size": 11.73, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6655, "eigenvector": 114.6718, "in_degree": 13, "out_degree": 0, "degree": 13}, "_id": "NdP9NDon_so", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Jabat Dirut BEI, Jeffrey Hendrik Janji Tingkatkan Transparansi dan Tata Kelola Bursa Efek Indonesia\n\nDi bawah kepemimpinan Direktur Utama baru Jeffrey Hendrik, Bursa Efek Indonesia menegaskan komitmennya melanjutkan reformasi pasar modal dengan fokus pada penguatan transparansi, integritas, dan tata kelola. Didukung jajaran direksi baru hasil seleksi OJK, BEI membidik pendalaman pasar dan berambisi membawa pasar modal Indonesia naik kelas menjadi bursa berstandar dunia yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional.\n#idxcupdate #bursaefekindonesia #ojk \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "NdP9NDon_so"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 776.9280952874649, "y": 157.75672520597993, "size": 11.73, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6655, "eigenvector": 114.6718, "in_degree": 26, "out_degree": 0, "degree": 26}, "_id": "NdP9NDon_so", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Jabat Dirut BEI, Jeffrey Hendrik Janji Tingkatkan Transparansi dan Tata Kelola Bursa Efek Indonesia\n\nDi bawah kepemimpinan Direktur Utama baru Jeffrey Hendrik, Bursa Efek Indonesia menegaskan komitmennya melanjutkan reformasi pasar modal dengan fokus pada penguatan transparansi, integritas, dan tata kelola. Didukung jajaran direksi baru hasil seleksi OJK, BEI membidik pendalaman pasar dan berambisi membawa pasar modal Indonesia naik kelas menjadi bursa berstandar dunia yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional.\n#idxcupdate #bursaefekindonesia #ojk \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "NdP9NDon_so"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 354.61996265345954, "y": 902.9700872935166, "size": 11.73, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6655, "eigenvector": 114.6718, "in_degree": 13, "out_degree": 0, "degree": 13}, "_id": "NdP9NDon_so", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Jabat Dirut BEI, Jeffrey Hendrik Janji Tingkatkan Transparansi dan Tata Kelola Bursa Efek Indonesia\n\nDi bawah kepemimpinan Direktur Utama baru Jeffrey Hendrik, Bursa Efek Indonesia menegaskan komitmennya melanjutkan reformasi pasar modal dengan fokus pada penguatan transparansi, integritas, dan tata kelola. Didukung jajaran direksi baru hasil seleksi OJK, BEI membidik pendalaman pasar dan berambisi membawa pasar modal Indonesia naik kelas menjadi bursa berstandar dunia yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional.\n#idxcupdate #bursaefekindonesia #ojk \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "NdP9NDon_so"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 501.6314032790208, "y": 251.84739228637443, "size": 11.73, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6655, "eigenvector": 114.6718, "in_degree": 13, "out_degree": 0, "degree": 13}, "_id": "NdP9NDon_so", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Jabat Dirut BEI, Jeffrey Hendrik Janji Tingkatkan Transparansi dan Tata Kelola Bursa Efek Indonesia\n\nDi bawah kepemimpinan Direktur Utama baru Jeffrey Hendrik, Bursa Efek Indonesia menegaskan komitmennya melanjutkan reformasi pasar modal dengan fokus pada penguatan transparansi, integritas, dan tata kelola. Didukung jajaran direksi baru hasil seleksi OJK, BEI membidik pendalaman pasar dan berambisi membawa pasar modal Indonesia naik kelas menjadi bursa berstandar dunia yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional.\n#idxcupdate #bursaefekindonesia #ojk \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "NdP9NDon_so"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 339.24348701400174, "y": 582.6980588692053, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "eKxXvWFEXoE", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] RDG Bank Indonesia Juni 2026: Strategi BI Hadapi Gejolak Global dan Rupiah\n\nKABARBURSA.COM — Bank Indonesia mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan Juni 2026 di tengah tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah. Bank Indonesia terus mengupayakan berbagai kebijakan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap dalam sasaran 2,5±1%, serta meningkatkan daya tarik aliran masuk investasi portofolio asing ke Indonesia.\n\nMelalui hasil RDG ini, publik dapat mengetahui arah kebijakan moneter dan respons Bank Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global ke depan. Saksikan pembahasannya dan tuliskan pendapat Anda di kolom komentar, serta jangan lupa subscribe untuk mendapatkan informasi ekonomi dan pasar terkini.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#bankindonesia #perrywarjiyo #rupiah #rdgbi  #inflasi #ekonomiindonesia #kebijakanmoneter #investasi #pasarmodal #timurtengah #portofolioasing #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "eKxXvWFEXoE"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 977.3276158132483, "y": 58.58924377890451, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.0474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "eKxXvWFEXoE", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] RDG Bank Indonesia Juni 2026: Strategi BI Hadapi Gejolak Global dan Rupiah\n\nKABARBURSA.COM — Bank Indonesia mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan Juni 2026 di tengah tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah. Bank Indonesia terus mengupayakan berbagai kebijakan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap dalam sasaran 2,5±1%, serta meningkatkan daya tarik aliran masuk investasi portofolio asing ke Indonesia.\n\nMelalui hasil RDG ini, publik dapat mengetahui arah kebijakan moneter dan respons Bank Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global ke depan. Saksikan pembahasannya dan tuliskan pendapat Anda di kolom komentar, serta jangan lupa subscribe untuk mendapatkan informasi ekonomi dan pasar terkini.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#bankindonesia #perrywarjiyo #rupiah #rdgbi  #inflasi #ekonomiindonesia #kebijakanmoneter #investasi #pasarmodal #timurtengah #portofolioasing #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "eKxXvWFEXoE"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 964.4514525121776, "y": 167.2612594804651, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "zJ4y07unrfY", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "[BREAKING NEWS] Jaga Stabilitas Rupia, Bank Indonesia Kembali Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75%\n\nTUTUR.co.id -  Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 17-18 Juni 2026. Keputusan ini melanjutkan langkah pengetatan moneter yang sebelumnya dilakukan BI, sekaligus sejalan dengan ekspektasi mayoritas analis yang memperkirakan kenaikan suku bunga di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kenaikan BI Rate dilakukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak global yang masih tinggi. Selain itu, BI juga menaikkan suku bunga deposit facility menjadi 4,75 persen dan lending facility menjadi 6,50 persen sebagai bagian dari upaya menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen.\n\n#BankIndonesia #BI #RDGBI #PerryWarjiyo #SukuBungaBI #Rupiah #Inflasi #EkonomiIndonesia #KebijakanMoneter #BeritaEkonomi #breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "zJ4y07unrfY"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 494.4678776041629, "y": 24.369767894512062, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.0474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zJ4y07unrfY", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "[BREAKING NEWS] Jaga Stabilitas Rupia, Bank Indonesia Kembali Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75%\n\nTUTUR.co.id -  Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 17-18 Juni 2026. Keputusan ini melanjutkan langkah pengetatan moneter yang sebelumnya dilakukan BI, sekaligus sejalan dengan ekspektasi mayoritas analis yang memperkirakan kenaikan suku bunga di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kenaikan BI Rate dilakukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak global yang masih tinggi. Selain itu, BI juga menaikkan suku bunga deposit facility menjadi 4,75 persen dan lending facility menjadi 6,50 persen sebagai bagian dari upaya menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen.\n\n#BankIndonesia #BI #RDGBI #PerryWarjiyo #SukuBungaBI #Rupiah #Inflasi #EkonomiIndonesia #KebijakanMoneter #BeritaEkonomi #breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "zJ4y07unrfY"}}, {"key": "@kompascom", "attributes": {"label": "@kompascom", "x": 481.10708301220296, "y": 965.214736856767, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "P5OuVFSmprM", "id": "@kompascom", "source": "youtube-000001", "content": "BREAKING NEWS - Pengumuman Suku Bunga BI Rate, Naik Jadi 5,75 Persen\n\nBank Indonesia (BI) mengadakan konferensi pers untuk menyampaikan hasil dan keputusan rapat dewan gubernur BI bulan Juni tahun 2026 pada Kamis (18/6/2026).\n\nDalam kesempatan ini, Gubernur BI, Perry Warjiyomenjelaskan bahwa hasil rapat dewan gubernur BI telah memutuskan untuk menaikan suku bunga atau BI rate menjadi 5,75 persen.\n\nLangkah ini diambil untuk memperkuat stabilisasi nilai rupiah dari dampak tingginya gejolak global dan menjaga inflasi agar tetap berada di kisaran 2,5 persen.\n\nSimak keterangan selengkapnya dalam tayangan berikut!\n\nVideo: Bank Indonesia Channel\nStreamer: Yonathan Niko Aditama\n\nBergabunglah sebagai channel member kami untuk mendapatkan video-video eksklusif. Klik link berikut ini:\n   /   \n\nAgar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari seluruh Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas.com. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas.com. \n\nFollow kami di media sosial: \nFacebook:   / kompascom  \nInstagram:   / kompascom  \nTwitter:   / kompascom  \nTiktok:   / kompascom", "post_id": "P5OuVFSmprM"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 869.705624531905, "y": 715.326826880893, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.0474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "P5OuVFSmprM", "id": "kompascom", "source": "youtube-000001", "content": "BREAKING NEWS - Pengumuman Suku Bunga BI Rate, Naik Jadi 5,75 Persen\n\nBank Indonesia (BI) mengadakan konferensi pers untuk menyampaikan hasil dan keputusan rapat dewan gubernur BI bulan Juni tahun 2026 pada Kamis (18/6/2026).\n\nDalam kesempatan ini, Gubernur BI, Perry Warjiyomenjelaskan bahwa hasil rapat dewan gubernur BI telah memutuskan untuk menaikan suku bunga atau BI rate menjadi 5,75 persen.\n\nLangkah ini diambil untuk memperkuat stabilisasi nilai rupiah dari dampak tingginya gejolak global dan menjaga inflasi agar tetap berada di kisaran 2,5 persen.\n\nSimak keterangan selengkapnya dalam tayangan berikut!\n\nVideo: Bank Indonesia Channel\nStreamer: Yonathan Niko Aditama\n\nBergabunglah sebagai channel member kami untuk mendapatkan video-video eksklusif. Klik link berikut ini:\n   /   \n\nAgar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari seluruh Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas.com. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas.com. \n\nFollow kami di media sosial: \nFacebook:   / kompascom  \nInstagram:   / kompascom  \nTwitter:   / kompascom  \nTiktok:   / kompascom", "post_id": "P5OuVFSmprM"}}, {"key": "@PolemikNPolitik", "attributes": {"label": "@PolemikNPolitik", "x": 387.7822845328427, "y": 233.83699079125188, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "CsfUC-fSsL8", "id": "@PolemikNPolitik", "source": "youtube-000001", "content": "Bicara Inflasi & Kenaikan Dollar‼️Kang Dedi Mulyadi: Hentikan Bansos, Jangan Jadi Bangsa Pengemis!\n\nBicara Inflasi & Kenaikan Dollar! Kang Dedi Mulyadi: Hentikan Bansos, Jangan Jadi Bangsa Pengemis!\n\nSource ‪‬ \n\nDalam forum West Java Economic Society (WJES) 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyampaikan pandangan tegas mengenai arah pembangunan ekonomi Indonesia, khususnya Jawa Barat.\n\nMenurut KDM, kemakmuran tidak lahir dari ketergantungan terhadap bantuan sosial, melainkan dari kemampuan rakyat untuk memproduksi, bekerja, dan mandiri secara ekonomi. Ia menyoroti bahaya budaya konsumtif, inflasi, kenaikan nilai dolar, hingga praktik rentenir yang masih membebani masyarakat kecil.\n\nDalam pemaparannya, KDM juga menawarkan konsep ekonomi berbasis kearifan lokal Sunda yang menempatkan produksi pangan, gotong royong, dan pembangunan desa sebagai fondasi utama kesejahteraan masyarakat.\n\n📌 Poin-poin penting yang dibahas dalam video ini: ✅ Dampak inflasi dan kenaikan dolar terhadap masyarakat\n✅ Kritik terhadap budaya konsumtif dan ketergantungan bansos\n✅ Filosofi ekonomi Sunda: Reaketan-Reaketon & Buncir Leuit\n✅ Pentingnya produksi pangan dan kemandirian ekonomi rakyat\n✅ Solusi menghadapi rentenir dan jeratan utang masyarakat\n✅ Realokasi anggaran untuk sektor produktif dan lapangan kerja\n✅ Program kesehatan gratis dan rumah singgah bagi rakyat kecil\n✅ Kolaborasi pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk pembangunan\n\nApakah Indonesia perlu mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial dan lebih fokus membangun ekonomi produktif? Tulis pendapat Anda di kolom komentar.\n\n👍 Jangan lupa Like, Comment, Share, dan Subscribe untuk mendapatkan informasi serta diskusi terbaru seputar politik, ekonomi, dan kebijakan publik Indonesia.\n\n#prabowo #KangDediMulyadi #DediMulyadi #KDM #Inflasi #DollarNaik #EkonomiIndonesia #JawaBarat #Bansos #BankIndonesia #WJES2026 #PolitikIndonesia #EkonomiRakyat #PembangunanDesa #IndonesiaMaju #BeritaTerkini #mahfudmd #purbaya #gibran #demokrasi", "post_id": "CsfUC-fSsL8"}}, {"key": "LEMBURPAKUANCHANNEL", "attributes": {"label": "LEMBURPAKUANCHANNEL", "x": 634.7531525319072, "y": 563.8068685373213, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.0474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CsfUC-fSsL8", "id": "LEMBURPAKUANCHANNEL", "source": "youtube-000001", "content": "Bicara Inflasi & Kenaikan Dollar‼️Kang Dedi Mulyadi: Hentikan Bansos, Jangan Jadi Bangsa Pengemis!\n\nBicara Inflasi & Kenaikan Dollar! Kang Dedi Mulyadi: Hentikan Bansos, Jangan Jadi Bangsa Pengemis!\n\nSource ‪‬ \n\nDalam forum West Java Economic Society (WJES) 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyampaikan pandangan tegas mengenai arah pembangunan ekonomi Indonesia, khususnya Jawa Barat.\n\nMenurut KDM, kemakmuran tidak lahir dari ketergantungan terhadap bantuan sosial, melainkan dari kemampuan rakyat untuk memproduksi, bekerja, dan mandiri secara ekonomi. Ia menyoroti bahaya budaya konsumtif, inflasi, kenaikan nilai dolar, hingga praktik rentenir yang masih membebani masyarakat kecil.\n\nDalam pemaparannya, KDM juga menawarkan konsep ekonomi berbasis kearifan lokal Sunda yang menempatkan produksi pangan, gotong royong, dan pembangunan desa sebagai fondasi utama kesejahteraan masyarakat.\n\n📌 Poin-poin penting yang dibahas dalam video ini: ✅ Dampak inflasi dan kenaikan dolar terhadap masyarakat\n✅ Kritik terhadap budaya konsumtif dan ketergantungan bansos\n✅ Filosofi ekonomi Sunda: Reaketan-Reaketon & Buncir Leuit\n✅ Pentingnya produksi pangan dan kemandirian ekonomi rakyat\n✅ Solusi menghadapi rentenir dan jeratan utang masyarakat\n✅ Realokasi anggaran untuk sektor produktif dan lapangan kerja\n✅ Program kesehatan gratis dan rumah singgah bagi rakyat kecil\n✅ Kolaborasi pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk pembangunan\n\nApakah Indonesia perlu mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial dan lebih fokus membangun ekonomi produktif? Tulis pendapat Anda di kolom komentar.\n\n👍 Jangan lupa Like, Comment, Share, dan Subscribe untuk mendapatkan informasi serta diskusi terbaru seputar politik, ekonomi, dan kebijakan publik Indonesia.\n\n#prabowo #KangDediMulyadi #DediMulyadi #KDM #Inflasi #DollarNaik #EkonomiIndonesia #JawaBarat #Bansos #BankIndonesia #WJES2026 #PolitikIndonesia #EkonomiRakyat #PembangunanDesa #IndonesiaMaju #BeritaTerkini #mahfudmd #purbaya #gibran #demokrasi", "post_id": "CsfUC-fSsL8"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "attributes": {"label": "@TribunMedanTV", "x": 224.23932351096488, "y": 141.01094553429917, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7B6xetaksmQ", "id": "@TribunMedanTV", "source": "youtube-000001", "content": "Jika Rupiah Tembus Rp 25.000 Apa yang Terjadi❓\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM - Nilai tukar Rupiah kembali melemah di tengah penguatan dollar AS dan meningkatnya ketidakpastian global.\n\nSejumlah analis memperkirakan Rupiah masih berpotensi bergerak di kisaran Rp 18.000 per dollar AS dalam waktu dekat.\n\nKekhawatiran publik juga meningkat setelah muncul prediksi Rupiah bisa menyentuh Rp 25.000 per dollar AS.\n\nEkonom mengingatkan kondisi tersebut dapat memicu lonjakan inflasi, tekanan terhadap APBN, hingga gangguan ekonomi nasional.\n\nDi sisi lain, Bank Indonesia menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar. \n\nEditor Video: M Andimaz Kahfi\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan #rupiah #dollar #kurs", "post_id": "7B6xetaksmQ"}}, {"key": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "tribunmedantv", "x": 205.67653990135892, "y": 284.4871782114622, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.0474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7B6xetaksmQ", "id": "tribunmedantv", "source": "youtube-000001", "content": "Jika Rupiah Tembus Rp 25.000 Apa yang Terjadi❓\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM - Nilai tukar Rupiah kembali melemah di tengah penguatan dollar AS dan meningkatnya ketidakpastian global.\n\nSejumlah analis memperkirakan Rupiah masih berpotensi bergerak di kisaran Rp 18.000 per dollar AS dalam waktu dekat.\n\nKekhawatiran publik juga meningkat setelah muncul prediksi Rupiah bisa menyentuh Rp 25.000 per dollar AS.\n\nEkonom mengingatkan kondisi tersebut dapat memicu lonjakan inflasi, tekanan terhadap APBN, hingga gangguan ekonomi nasional.\n\nDi sisi lain, Bank Indonesia menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar. \n\nEditor Video: M Andimaz Kahfi\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan #rupiah #dollar #kurs", "post_id": "7B6xetaksmQ"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 513.3169630023214, "y": 785.967943160015, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "57cks7q0PDY", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Indonesia Kembali Menaikkan SBI | Liputan 6\n\nDalam rapat dewan gubernur bulanan Bank Indonesia memutuskan menaikkan kembali BI rate  menjadi 5,75 % meningkat 25 basis point. Kenaikan BI rate diyakini untuk menjaga rupiah terus stabil dan tingkat inflasi yang terkendali.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "57cks7q0PDY"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 705.8550331401335, "y": 926.4793647163954, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.8257, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "57cks7q0PDY", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Indonesia Kembali Menaikkan SBI | Liputan 6\n\nDalam rapat dewan gubernur bulanan Bank Indonesia memutuskan menaikkan kembali BI rate  menjadi 5,75 % meningkat 25 basis point. Kenaikan BI rate diyakini untuk menjaga rupiah terus stabil dan tingkat inflasi yang terkendali.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "57cks7q0PDY"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 47.45787624316189, "y": 415.15597144298545, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.8257, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "57cks7q0PDY", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Indonesia Kembali Menaikkan SBI | Liputan 6\n\nDalam rapat dewan gubernur bulanan Bank Indonesia memutuskan menaikkan kembali BI rate  menjadi 5,75 % meningkat 25 basis point. Kenaikan BI rate diyakini untuk menjaga rupiah terus stabil dan tingkat inflasi yang terkendali.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "57cks7q0PDY"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 293.1243560303313, "y": 181.87524680018785, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.8257, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "57cks7q0PDY", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Indonesia Kembali Menaikkan SBI | Liputan 6\n\nDalam rapat dewan gubernur bulanan Bank Indonesia memutuskan menaikkan kembali BI rate  menjadi 5,75 % meningkat 25 basis point. Kenaikan BI rate diyakini untuk menjaga rupiah terus stabil dan tingkat inflasi yang terkendali.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "57cks7q0PDY"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 159.75452265675548, "y": 394.92276502332703, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "fCnmhnkeR9E", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Perry Warjiyo dan Purbaya Sepakat Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter Hadapi Ketidakpastian Global\n\nGaruda Tv - Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.\n\nPenguatan koordinasi tersebut dibahas dalam rapat bersama yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas makroekonomi serta meningkatkan kepercayaan pasar.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah langkah strategis yang telah disepakati bersama untuk memperkuat sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal. Koordinasi yang erat dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.\n\nMenurut Perry, kerja sama yang solid antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan perekonomian nasional tetap tumbuh secara berkelanjutan.\n\nSementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter. Ia menilai sinergi antarlembaga akan membuat berbagai kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah menjadi lebih efektif dan memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat.\n\nPurbaya juga menekankan bahwa koordinasi yang kuat diperlukan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, memperkuat daya tahan ekonomi nasional, dan merespons dinamika pasar global secara cepat dan terukur.\n\nPemerintah dan Bank Indonesia berharap penguatan koordinasi ini dapat meningkatkan kepercayaan publik maupun pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, sinergi yang semakin erat diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.\n\nLangkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dan Bank Indonesia untuk terus menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan yang terkoordinasi, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#bankindonesia  #BI #kementeriankeuangan  #kemenkeu  #PerryWarjiyo #purbayayudhisadewa  #rupiah  #StabilitasRupiah #kebijakanmoneter  #kebijakanfiskal  #ekonomi  #stabilitasekonomi #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "fCnmhnkeR9E"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 522.1598730125285, "y": 789.6720187633974, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.0474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fCnmhnkeR9E", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Perry Warjiyo dan Purbaya Sepakat Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter Hadapi Ketidakpastian Global\n\nGaruda Tv - Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.\n\nPenguatan koordinasi tersebut dibahas dalam rapat bersama yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas makroekonomi serta meningkatkan kepercayaan pasar.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah langkah strategis yang telah disepakati bersama untuk memperkuat sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal. Koordinasi yang erat dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.\n\nMenurut Perry, kerja sama yang solid antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan perekonomian nasional tetap tumbuh secara berkelanjutan.\n\nSementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter. Ia menilai sinergi antarlembaga akan membuat berbagai kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah menjadi lebih efektif dan memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat.\n\nPurbaya juga menekankan bahwa koordinasi yang kuat diperlukan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, memperkuat daya tahan ekonomi nasional, dan merespons dinamika pasar global secara cepat dan terukur.\n\nPemerintah dan Bank Indonesia berharap penguatan koordinasi ini dapat meningkatkan kepercayaan publik maupun pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, sinergi yang semakin erat diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.\n\nLangkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dan Bank Indonesia untuk terus menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan yang terkoordinasi, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#bankindonesia  #BI #kementeriankeuangan  #kemenkeu  #PerryWarjiyo #purbayayudhisadewa  #rupiah  #StabilitasRupiah #kebijakanmoneter  #kebijakanfiskal  #ekonomi  #stabilitasekonomi #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "fCnmhnkeR9E"}}, {"key": "@JCCNetwork", "attributes": {"label": "@JCCNetwork", "x": 748.9618053271369, "y": 427.56914904764574, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "oszbmfq3yck", "id": "@JCCNetwork", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Beberkan Faktor Penguat Rupiah, Target 2027 di Kisaran Rp16.800–Rp17.500\n\n‪‬ Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya ekonomi global, kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar valas, BI juga memperkirakan inflasi 2027 tetap terkendali di kisaran 2,5% ±1%, seiring pertumbuhan ekonomi yang solid dan masuknya lebih banyak modal asing ke Indonesia.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "oszbmfq3yck"}}, {"key": "JCCNetwork", "attributes": {"label": "JCCNetwork", "x": 700.4674312587103, "y": 972.6755678470025, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.173, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oszbmfq3yck", "id": "JCCNetwork", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Beberkan Faktor Penguat Rupiah, Target 2027 di Kisaran Rp16.800–Rp17.500\n\n‪‬ Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya ekonomi global, kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar valas, BI juga memperkirakan inflasi 2027 tetap terkendali di kisaran 2,5% ±1%, seiring pertumbuhan ekonomi yang solid dan masuknya lebih banyak modal asing ke Indonesia.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "oszbmfq3yck"}}, {"key": "jccbetwork.id", "attributes": {"label": "jccbetwork.id", "x": 911.7304376974174, "y": 872.1587306019637, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.173, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oszbmfq3yck", "id": "jccbetwork.id", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Beberkan Faktor Penguat Rupiah, Target 2027 di Kisaran Rp16.800–Rp17.500\n\n‪‬ Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya ekonomi global, kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar valas, BI juga memperkirakan inflasi 2027 tetap terkendali di kisaran 2,5% ±1%, seiring pertumbuhan ekonomi yang solid dan masuknya lebih banyak modal asing ke Indonesia.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "oszbmfq3yck"}}, {"key": "jcc_network", "attributes": {"label": "jcc_network", "x": 574.4583651987892, "y": 191.76690474813617, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.173, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oszbmfq3yck", "id": "jcc_network", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Beberkan Faktor Penguat Rupiah, Target 2027 di Kisaran Rp16.800–Rp17.500\n\n‪‬ Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya ekonomi global, kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar valas, BI juga memperkirakan inflasi 2027 tetap terkendali di kisaran 2,5% ±1%, seiring pertumbuhan ekonomi yang solid dan masuknya lebih banyak modal asing ke Indonesia.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "oszbmfq3yck"}}, {"key": "jccnetwork.id", "attributes": {"label": "jccnetwork.id", "x": 592.274634724083, "y": 242.17091836905, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.173, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oszbmfq3yck", "id": "jccnetwork.id", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Beberkan Faktor Penguat Rupiah, Target 2027 di Kisaran Rp16.800–Rp17.500\n\n‪‬ Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya ekonomi global, kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar valas, BI juga memperkirakan inflasi 2027 tetap terkendali di kisaran 2,5% ±1%, seiring pertumbuhan ekonomi yang solid dan masuknya lebih banyak modal asing ke Indonesia.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "oszbmfq3yck"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 545.8668848604082, "y": 218.7055488008889, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "1bhGIJWwZo8", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonom Respons Kenaikan BI Rate jadi 5,75 Persen, Demi Rupiah atau Bersiap Cicilan Naik?\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Rapat dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.\n\nBI bilang kenaikan BI rate untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.\n\nKenaikan BI rate dilakukan sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global.\n\nSelain itu, kenaikan BI Rate juga dilakukan untuk menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen.\n\nBagaimana persepsi masyarakat atau level akar rumput terhadap kebijakan ini?\n\nApakah bank akan menaikkan bunga cicilan dan simpanan? Kompas Bisnis tanya Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede.\n\n#birate #rupiah #bankindonesia #ekonomi #bisnis\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "1bhGIJWwZo8"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 293.1536619295382, "y": 324.8845543684997, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.0474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1bhGIJWwZo8", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonom Respons Kenaikan BI Rate jadi 5,75 Persen, Demi Rupiah atau Bersiap Cicilan Naik?\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Rapat dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.\n\nBI bilang kenaikan BI rate untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.\n\nKenaikan BI rate dilakukan sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global.\n\nSelain itu, kenaikan BI Rate juga dilakukan untuk menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen.\n\nBagaimana persepsi masyarakat atau level akar rumput terhadap kebijakan ini?\n\nApakah bank akan menaikkan bunga cicilan dan simpanan? Kompas Bisnis tanya Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede.\n\n#birate #rupiah #bankindonesia #ekonomi #bisnis\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "1bhGIJWwZo8"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 788.8612541965207, "y": 476.96235158534614, "size": 13.89, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 143.1627, "in_degree": 0, "out_degree": 24, "degree": 24}, "_id": "Fl5faMK6mpA", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Dunia Diperkirakan Tumbuh 3 Persen pada 2026 | MILENOMICS\n\nBank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2026 tetap terbatas di level 3,0 persen, di tengah meningkatnya tekanan inflasi yang diproyeksikan mencapai sekitar 4,4 persen. Kondisi tersebut mendorong sejumlah bank sentral, termasuk Amerika Serikat, mempertahankan kebijakan moneter ketat dengan peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut seiring prospek inflasi yang masih tinggi. Di saat yang sama, tingginya imbal hasil US Treasury dan kuatnya dolar AS membuat aliran modal ke negara berkembang belum optimal karena investor global cenderung memilih aset safe haven di negara maju. BI juga mengingatkan bahwa dinamika negosiasi antara AS dan Iran terkait penyelesaian konflik Timur Tengah masih perlu dicermati karena berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global dan pasar keuangan.\n\n\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Fl5faMK6mpA"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 95.37998531576119, "y": 536.4939843382524, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "99uEfTWgMVE", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT TRADER?! Wacana Trading Dianggap Omzet Pajak & Dunia Lagi Mode Hawkish! | WAWASAN CERDAS\n\n00:06 Wacana Trading Saham Dianggap Omzet Pajak\n09:37 Dunia Lagi Mode Hawkish\n17:33 The Fed Tetap Hold Rate\n25:59 Australia Paling Semangat Naikkan Rate, Indonesia Nomor Dua\n32:46 Bursa Indonesia vs Australia vs Singapura\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Di episode kali ini, kita akan membongkar tuntas sebuah \"Perfect Storm\" atau badai mematikan yang sedang menghantui pasar modal Indonesia. Ada dua ancaman raksasa yang siap menggerus portofolio Anda: wacana mengerikan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait trading saham, dan kondisi makroekonomi global yang sedang berada dalam mode hawkish ekstrem!\n\n🚨 Bencana Pajak Saham: Jual Rugi Tetap Dianggap Omzet? Pernahkah Anda membayangkan transaksi saham Anda disamakan dengan jualan warung kelontong? Kegaduhan luar biasa sedang melanda komunitas trader ritel setelah munculnya wacana dari penyuluhan DJP di YouTube yang mengindikasikan bahwa aktivitas trading saham aktif dapat dikategorikan sebagai kegiatan usaha. Artinya, seluruh nilai transaksi jual saham Anda berpotensi dianggap sebagai peredaran bruto atau omzet!\n\nAturan ini sangat absurd karena dalam dunia saham, menjual senilai Rp1 miliar belum tentu berarti untung. Anda bisa saja menjual karena cut loss (rugi), namun di mata wacana pajak ini, nilai jual tersebut tetap memperbesar angka \"omzet\" Anda. Bahaya terbesarnya ada pada investor ritel yang juga memiliki usaha UMKM. Jika total nilai jual saham digabung dengan omzet usaha dan menembus batas Rp4,8 miliar per tahun, Anda bisa tiba-tiba kehilangan hak istimewa fasilitas PPh Final UMKM 0,5%! Padahal, selama ini setiap penjualan saham sudah otomatis dipotong PPh Final 0,1% oleh broker. Jika ritel ketakutan dan berhenti transaksi, likuiditas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kering kerontang, bid-offer merenggang, dan IHSG bisa rontok.\n\n🌍 Dunia Mode Hawkish: Suku Bunga Mencekik & Rupiah Terkapar Seolah masalah pajak belum cukup, kita sedang dihantam tsunami dari luar negeri. Nampaknya seluruh dunia saat ini sedang kompak dalam mode hawkish, di mana era uang murah telah berakhir. Amerika Serikat memimpin ketegangan ini. Meskipun The Fed menahan suku bunga di level 3,50% - 3,75%, proyeksi inflasi PCE mereka untuk tahun 2026 justru dinaikkan menjadi 3,6% (jauh di atas target 2%). Sinyal dari The Fed ini sangat keras: suku bunga tinggi akan ditahan lebih lama!\n\nKepanikan menyebar ke seluruh dunia. Bank of Japan (BoJ) yang biasanya menjadi sumber dana murah global secara mengejutkan menaikkan suku bunga ke 1%, tertinggi dalam 31 tahun terakhir. European Central Bank (ECB) juga ikut menaikkan tiga suku bunga utamanya sebesar 25 bps. Dampaknya? Dolar AS mengamuk dan yield (imbal hasil) obligasi global terbang tinggi.\n\n📉 Apa Kabar Indonesia? Untuk membentengi nilai tukar Rupiah dari pelarian modal asing (capital outflow), Bank Indonesia (BI) terpaksa harus bertindak galak dengan menaikkan BI-Rate menjadi 5,50%. Pasar obligasi kita merespons dengan panik; yield SBN tenor 2 tahun melonjak tajam nyaris 200 bps secara year-to-date menyentuh 7,095%. Kondisi suku bunga tinggi dan dolar kuat ini menjadi racun bagi IHSG. Kombinasi yield tinggi dan potensi keluarnya investor asing membuat saham-saham growth (pertumbuhan), teknologi, properti, dan perusahaan dengan utang dolar yang besar menjadi sangat rentan dan berdarah-darah. Sebaliknya, saham bank besar dan eksportir mungkin sedikit lebih defensif, namun tetap berisiko jika asing jualan massal.\n\nBagaimana kita sebagai investor dan trader harus bersikap di tengah ancaman pajak yang tidak masuk akal dan tekanan suku bunga global ini? Temukan analisis strategis selengkapnya hanya di video ini agar Anda tidak salah mengambil keputusan finansial!\n\nDisclaimer: Video ini dibuat murni untuk tujuan edukasi, diskusi, dan informasi. Ini bukan rekomendasi atau ajakan dari penasihat investasi untuk melakukan jual atau beli saham. Segala keputusan, keuntungan, dan risiko investasi sepenuhnya berada di tangan dan tanggung jawab masing-masing investor.\n\nDukung terus Wawasan Cerdas untuk memajukan literasi finansial Indonesia! Klik tombol LIKE jika video ini membuka wawasan Anda, SUBSCRIBE sekarang juga, dan aktifkan LONCENG notifikasi supaya tidak ketinggalan update paling krusial seputar ekonomi, IHSG, dan strategi investasi.\n\nAyo suarakan pendapat Anda di kolom komentar: Apakah Anda setuju jika nilai trading saham dianggap omzet dan digabung dengan perhitungan pajak UMKM Anda? Mari kita berdiskusi dengan cerdas!\n\n\n#WawasanCerdas #IHSG #PajakSaham #TradingSaham #PajakUMKM #TheFed #SukuBungaBI #Rupiah #MarketCrash #BursaEfekIndonesia #InvestasiSaham #SahamPemula #MakroEkonomi #SahamAnjlok #KrisisEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "99uEfTWgMVE"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 439.7328851735386, "y": 716.477651197117, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.0474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "99uEfTWgMVE", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT TRADER?! Wacana Trading Dianggap Omzet Pajak & Dunia Lagi Mode Hawkish! | WAWASAN CERDAS\n\n00:06 Wacana Trading Saham Dianggap Omzet Pajak\n09:37 Dunia Lagi Mode Hawkish\n17:33 The Fed Tetap Hold Rate\n25:59 Australia Paling Semangat Naikkan Rate, Indonesia Nomor Dua\n32:46 Bursa Indonesia vs Australia vs Singapura\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Di episode kali ini, kita akan membongkar tuntas sebuah \"Perfect Storm\" atau badai mematikan yang sedang menghantui pasar modal Indonesia. Ada dua ancaman raksasa yang siap menggerus portofolio Anda: wacana mengerikan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait trading saham, dan kondisi makroekonomi global yang sedang berada dalam mode hawkish ekstrem!\n\n🚨 Bencana Pajak Saham: Jual Rugi Tetap Dianggap Omzet? Pernahkah Anda membayangkan transaksi saham Anda disamakan dengan jualan warung kelontong? Kegaduhan luar biasa sedang melanda komunitas trader ritel setelah munculnya wacana dari penyuluhan DJP di YouTube yang mengindikasikan bahwa aktivitas trading saham aktif dapat dikategorikan sebagai kegiatan usaha. Artinya, seluruh nilai transaksi jual saham Anda berpotensi dianggap sebagai peredaran bruto atau omzet!\n\nAturan ini sangat absurd karena dalam dunia saham, menjual senilai Rp1 miliar belum tentu berarti untung. Anda bisa saja menjual karena cut loss (rugi), namun di mata wacana pajak ini, nilai jual tersebut tetap memperbesar angka \"omzet\" Anda. Bahaya terbesarnya ada pada investor ritel yang juga memiliki usaha UMKM. Jika total nilai jual saham digabung dengan omzet usaha dan menembus batas Rp4,8 miliar per tahun, Anda bisa tiba-tiba kehilangan hak istimewa fasilitas PPh Final UMKM 0,5%! Padahal, selama ini setiap penjualan saham sudah otomatis dipotong PPh Final 0,1% oleh broker. Jika ritel ketakutan dan berhenti transaksi, likuiditas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kering kerontang, bid-offer merenggang, dan IHSG bisa rontok.\n\n🌍 Dunia Mode Hawkish: Suku Bunga Mencekik & Rupiah Terkapar Seolah masalah pajak belum cukup, kita sedang dihantam tsunami dari luar negeri. Nampaknya seluruh dunia saat ini sedang kompak dalam mode hawkish, di mana era uang murah telah berakhir. Amerika Serikat memimpin ketegangan ini. Meskipun The Fed menahan suku bunga di level 3,50% - 3,75%, proyeksi inflasi PCE mereka untuk tahun 2026 justru dinaikkan menjadi 3,6% (jauh di atas target 2%). Sinyal dari The Fed ini sangat keras: suku bunga tinggi akan ditahan lebih lama!\n\nKepanikan menyebar ke seluruh dunia. Bank of Japan (BoJ) yang biasanya menjadi sumber dana murah global secara mengejutkan menaikkan suku bunga ke 1%, tertinggi dalam 31 tahun terakhir. European Central Bank (ECB) juga ikut menaikkan tiga suku bunga utamanya sebesar 25 bps. Dampaknya? Dolar AS mengamuk dan yield (imbal hasil) obligasi global terbang tinggi.\n\n📉 Apa Kabar Indonesia? Untuk membentengi nilai tukar Rupiah dari pelarian modal asing (capital outflow), Bank Indonesia (BI) terpaksa harus bertindak galak dengan menaikkan BI-Rate menjadi 5,50%. Pasar obligasi kita merespons dengan panik; yield SBN tenor 2 tahun melonjak tajam nyaris 200 bps secara year-to-date menyentuh 7,095%. Kondisi suku bunga tinggi dan dolar kuat ini menjadi racun bagi IHSG. Kombinasi yield tinggi dan potensi keluarnya investor asing membuat saham-saham growth (pertumbuhan), teknologi, properti, dan perusahaan dengan utang dolar yang besar menjadi sangat rentan dan berdarah-darah. Sebaliknya, saham bank besar dan eksportir mungkin sedikit lebih defensif, namun tetap berisiko jika asing jualan massal.\n\nBagaimana kita sebagai investor dan trader harus bersikap di tengah ancaman pajak yang tidak masuk akal dan tekanan suku bunga global ini? Temukan analisis strategis selengkapnya hanya di video ini agar Anda tidak salah mengambil keputusan finansial!\n\nDisclaimer: Video ini dibuat murni untuk tujuan edukasi, diskusi, dan informasi. Ini bukan rekomendasi atau ajakan dari penasihat investasi untuk melakukan jual atau beli saham. Segala keputusan, keuntungan, dan risiko investasi sepenuhnya berada di tangan dan tanggung jawab masing-masing investor.\n\nDukung terus Wawasan Cerdas untuk memajukan literasi finansial Indonesia! Klik tombol LIKE jika video ini membuka wawasan Anda, SUBSCRIBE sekarang juga, dan aktifkan LONCENG notifikasi supaya tidak ketinggalan update paling krusial seputar ekonomi, IHSG, dan strategi investasi.\n\nAyo suarakan pendapat Anda di kolom komentar: Apakah Anda setuju jika nilai trading saham dianggap omzet dan digabung dengan perhitungan pajak UMKM Anda? Mari kita berdiskusi dengan cerdas!\n\n\n#WawasanCerdas #IHSG #PajakSaham #TradingSaham #PajakUMKM #TheFed #SukuBungaBI #Rupiah #MarketCrash #BursaEfekIndonesia #InvestasiSaham #SahamPemula #MakroEkonomi #SahamAnjlok #KrisisEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "99uEfTWgMVE"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 201.88366288013037, "y": 871.0704108133982, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Ey4G6EyK7kI", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "BEBAN UTANG?! Alasan BI Naikkan Suku Bunga Tembus 5,75% Saat Inflasi Rendah\n\nEkonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) hingga tembus ke level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan terbaru Juni 2026. Keputusan menaikkan suku bunga BI Rate ini terbilang agresif karena dalam kurun waktu sebulan terakhir, Bank Indonesia sudah mengerek suku bunga total 100 bps atau 1 persen dari level 4,75 persen.\n\nPadahal, inflasi Indonesia saat ini relatif rendah dan terkendali pada kisaran sasaran 2,5±1%. Mengapa terjadi paradoks di mana BI justru mengetatkan kebijakan moneter secara gila-gilaan saat inflasi aman? Apakah stabilitas moneter dan nilai tukar Rupiah kita sudah sangat rapuh terhadap gejolak ekonomi global?\n\nVideo ini mengupas tuntas analisis kritis dari pengamat kebijakan publik Fitra dan ekonom STIE YKPN terkait dampak ngeri kenaikan suku bunga bagi masyarakat dan negara. Mulai dari ancaman membengkaknya biaya pengelolaan utang pemerintah yang kini menembus stok Rp 9.658,1 triliun, potensi tersanderanya anggaran APBN, hingga dampak langsung ke dompet masyarakat berupa lonjakan biaya investasi, kredit macet, dan melambatnya ekspansi usaha yang menghambat penciptaan lapangan kerja.\n\nMengapa kebijakan pre-emptive Bank Indonesia dinilai terlambat merespons tekanan global? Bagaimana pula dampak anggaran besar proyek strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan PSN terhadap sentimen pasar modal dan pelemahan Rupiah terhadap Dolar? Tonton sampai habis untuk memahami arah bauran kebijakan fiskal dan moneter Indonesia ke depan!\nTulis pendapat Anda di kolom komentar: Apakah kenaikan BI Rate ini solusi tepat atau justru mencekik ekonomi rakyat?\n\nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n\n#koranjakarta #news #SIRate #BankIndonesia #SukuBungaNaik #EkonomiIndonesia #UtangNegara #RupiahAnjlok #Inflasi #KebijakanMoneter #BeritaEkonomi #APBN #PerryWarjiyo #GejolakGlobal #HardNews #YouTubeSEO\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "Ey4G6EyK7kI"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 335.16238358362193, "y": 912.2097768996896, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.0474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Ey4G6EyK7kI", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "BEBAN UTANG?! Alasan BI Naikkan Suku Bunga Tembus 5,75% Saat Inflasi Rendah\n\nEkonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) hingga tembus ke level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan terbaru Juni 2026. Keputusan menaikkan suku bunga BI Rate ini terbilang agresif karena dalam kurun waktu sebulan terakhir, Bank Indonesia sudah mengerek suku bunga total 100 bps atau 1 persen dari level 4,75 persen.\n\nPadahal, inflasi Indonesia saat ini relatif rendah dan terkendali pada kisaran sasaran 2,5±1%. Mengapa terjadi paradoks di mana BI justru mengetatkan kebijakan moneter secara gila-gilaan saat inflasi aman? Apakah stabilitas moneter dan nilai tukar Rupiah kita sudah sangat rapuh terhadap gejolak ekonomi global?\n\nVideo ini mengupas tuntas analisis kritis dari pengamat kebijakan publik Fitra dan ekonom STIE YKPN terkait dampak ngeri kenaikan suku bunga bagi masyarakat dan negara. Mulai dari ancaman membengkaknya biaya pengelolaan utang pemerintah yang kini menembus stok Rp 9.658,1 triliun, potensi tersanderanya anggaran APBN, hingga dampak langsung ke dompet masyarakat berupa lonjakan biaya investasi, kredit macet, dan melambatnya ekspansi usaha yang menghambat penciptaan lapangan kerja.\n\nMengapa kebijakan pre-emptive Bank Indonesia dinilai terlambat merespons tekanan global? Bagaimana pula dampak anggaran besar proyek strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan PSN terhadap sentimen pasar modal dan pelemahan Rupiah terhadap Dolar? Tonton sampai habis untuk memahami arah bauran kebijakan fiskal dan moneter Indonesia ke depan!\nTulis pendapat Anda di kolom komentar: Apakah kenaikan BI Rate ini solusi tepat atau justru mencekik ekonomi rakyat?\n\nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n\n#koranjakarta #news #SIRate #BankIndonesia #SukuBungaNaik #EkonomiIndonesia #UtangNegara #RupiahAnjlok #Inflasi #KebijakanMoneter #BeritaEkonomi #APBN #PerryWarjiyo #GejolakGlobal #HardNews #YouTubeSEO\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "Ey4G6EyK7kI"}}, {"key": "@trijayafm", "attributes": {"label": "@trijayafm", "x": 839.4959259795257, "y": 297.48142812817093, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Dh9dxRyLwSo", "id": "@trijayafm", "source": "youtube-000001", "content": "🔴LIVE  Trijaya BI RATE NAIK, DEBITUR MENANGIS, PROPERTI MENJERIT? | Hot Topic Pagi\n\nBank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 17-18 Juni 2026. Begitu juga dengan suku bunga deposit facility dinaikkan sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen dan suku bunga lending facility naik sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.\n\"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17 dan 18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen,\" ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo\nMenurut Perry, kenaikan ini sebagai langkah stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global, serta sebagai langkah preemptive untuk menjaga inflasi 2026-2027 tetap berada di kisaran 2,5 plus minus 1 persen yang ditetapkan pemerintah.\n\n\nBagaimana menurut Anda? \nYuk komen / live chat ya \n\nCek juga\nInstagram   / mnctrijayafm  \nFollow us Tiktok   / mnctrijaya  \nAudio streaming https://www.mnctrijaya.com/ \nBerita selengkapnya https://www.inews.id/\n\nBoleh bantu subscribe ya  ⁨⁩\n\n#bankindonesia #rate #naik #rupiah  #sukubunga #pemerintah  #prabowo  #news #trijayafm", "post_id": "Dh9dxRyLwSo"}}, {"key": "trijayafm", "attributes": {"label": "trijayafm", "x": 961.0624070404963, "y": 475.71463662149927, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.0474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Dh9dxRyLwSo", "id": "trijayafm", "source": "youtube-000001", "content": "🔴LIVE  Trijaya BI RATE NAIK, DEBITUR MENANGIS, PROPERTI MENJERIT? | Hot Topic Pagi\n\nBank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 17-18 Juni 2026. Begitu juga dengan suku bunga deposit facility dinaikkan sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen dan suku bunga lending facility naik sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.\n\"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17 dan 18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen,\" ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo\nMenurut Perry, kenaikan ini sebagai langkah stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global, serta sebagai langkah preemptive untuk menjaga inflasi 2026-2027 tetap berada di kisaran 2,5 plus minus 1 persen yang ditetapkan pemerintah.\n\n\nBagaimana menurut Anda? \nYuk komen / live chat ya \n\nCek juga\nInstagram   / mnctrijayafm  \nFollow us Tiktok   / mnctrijaya  \nAudio streaming https://www.mnctrijaya.com/ \nBerita selengkapnya https://www.inews.id/\n\nBoleh bantu subscribe ya  ⁨⁩\n\n#bankindonesia #rate #naik #rupiah  #sukubunga #pemerintah  #prabowo  #news #trijayafm", "post_id": "Dh9dxRyLwSo"}}, {"key": "@OBS뉴스", "attributes": {"label": "@OBS뉴스", "x": 965.3952017087727, "y": 789.1166766420318, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "fAq8ISUM1_I", "id": "@OBS뉴스", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Indonesia Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga Lagi, Tapi Menepis Kemungkinan Kenaikan Drastis\n\n【Judul Berita】\nMeskipun perang di Timur Tengah akan segera berakhir, harga diperkirakan akan terus naik untuk beberapa waktu.\n\nGubernur Bank Sentral Korea, Shin Hyun-song, telah berulang kali mengisyaratkan kenaikan suku bunga, tetapi ia menolak \"langkah besar\" yang melibatkan kenaikan suku bunga secara tajam.\n\nLaporan oleh Reporter Yoo Sook-yeol.\n\n【Reporter】\n\nGubernur Bank Sentral Korea, Shin Hyun-song, memperkirakan bahwa harga konsumen akan terus naik pada tingkat yang tinggi untuk jangka waktu yang cukup lama.\n\nIa memperkirakan bahwa akan membutuhkan waktu lama bagi rantai pasokan energi untuk kembali normal ke tingkat sebelum perang di Timur Tengah dan bagi harga minyak internasional untuk stabil.\n\nIa juga menilai bahwa tekanan inflasi dari sisi upah dan permintaan telah meningkat.\n\nIa menyebutkan kenaikan upah yang berpusat pada perusahaan ekspor semikonduktor dan peningkatan permintaan sebagai faktor tekanan.\n\n[Shin Hyun-song / Gubernur Bank Sentral Korea: Mengenai fakta bahwa hal ini dapat menyebabkan siklus buruk di mana harga naik lagi dengan merangsang ekspektasi inflasi di kalangan konsumen dan meningkatkan kemungkinan kenaikan harga oleh perusahaan… .]\n\nIa berulang kali mengisyaratkan kenaikan suku bunga, menyatakan bahwa tekanan inflasi telah meningkat sejak pertemuan arah kebijakan moneter bulan lalu.\n\nIa menolak kemungkinan \"langkah besar\"—kenaikan suku bunga yang signifikan.\n\nIa menjelaskan bahwa meskipun pembicaraan tentang \"langkah besar\" muncul ketika pasar berada dalam situasi sulit, situasi saat ini berbeda.\n\n[Shin Hyun-song / Gubernur Bank Sentral Korea: Ketika menerapkan kebijakan moneter, bank sentral tidak pernah terpengaruh oleh kondisi pasar harian; sebaliknya, kami selalu melihat tren mendasar yang sangat penting.]\n\nTingkat inflasi harga konsumen hingga bulan lalu berada di angka 2,4%, melebihi target stabilitas harga.\n\nBank Sentral Korea memproyeksikan bahwa tingkat inflasi pada paruh kedua tahun ini juga akan tetap berada pada tingkat tinggi sekitar 3%.\n\n[Kim Young-joo / Kepala Departemen Harga dan Ketenagakerjaan, Bank Sentral Korea: Pertama, dari sisi penawaran, ada kemungkinan besar bahwa tekanan inflasi biaya yang terakumulasi akibat harga minyak yang tinggi dan nilai tukar yang tinggi akan secara bertahap menyebar ke barang-barang lain.]\n\nGubernur Shin menekankan bahwa bank sentral akan secara aktif menanggapi beban ekonomi yang ditanggung masyarakat, termasuk kelompok berpenghasilan rendah, yang disebabkan oleh kenaikan harga. Ini adalah Yoo Sook-yeol dari OBS News.\n\n#BankofKorea #ShinHyunSong #KenaikanSukuBunga #LangkahBesar #Harga\n\n▶ Berlangganan Saluran Berita OBS\n\nhttps://youtube.com/?sub_conf...\n\n▶ Baca artikel berita OBS lainnya\n\nPC: http://www.obsnews.co.kr\n\nMobile: http://m.obs.co.kr\n\n▶ Laporkan ke Berita OBS\n\nEmail: jebo\n\nTelepon: 032-670-5555", "post_id": "fAq8ISUM1_I"}}, {"key": "obs3660", "attributes": {"label": "obs3660", "x": 702.3537986622163, "y": 93.47655220707529, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.0474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fAq8ISUM1_I", "id": "obs3660", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Indonesia Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga Lagi, Tapi Menepis Kemungkinan Kenaikan Drastis\n\n【Judul Berita】\nMeskipun perang di Timur Tengah akan segera berakhir, harga diperkirakan akan terus naik untuk beberapa waktu.\n\nGubernur Bank Sentral Korea, Shin Hyun-song, telah berulang kali mengisyaratkan kenaikan suku bunga, tetapi ia menolak \"langkah besar\" yang melibatkan kenaikan suku bunga secara tajam.\n\nLaporan oleh Reporter Yoo Sook-yeol.\n\n【Reporter】\n\nGubernur Bank Sentral Korea, Shin Hyun-song, memperkirakan bahwa harga konsumen akan terus naik pada tingkat yang tinggi untuk jangka waktu yang cukup lama.\n\nIa memperkirakan bahwa akan membutuhkan waktu lama bagi rantai pasokan energi untuk kembali normal ke tingkat sebelum perang di Timur Tengah dan bagi harga minyak internasional untuk stabil.\n\nIa juga menilai bahwa tekanan inflasi dari sisi upah dan permintaan telah meningkat.\n\nIa menyebutkan kenaikan upah yang berpusat pada perusahaan ekspor semikonduktor dan peningkatan permintaan sebagai faktor tekanan.\n\n[Shin Hyun-song / Gubernur Bank Sentral Korea: Mengenai fakta bahwa hal ini dapat menyebabkan siklus buruk di mana harga naik lagi dengan merangsang ekspektasi inflasi di kalangan konsumen dan meningkatkan kemungkinan kenaikan harga oleh perusahaan… .]\n\nIa berulang kali mengisyaratkan kenaikan suku bunga, menyatakan bahwa tekanan inflasi telah meningkat sejak pertemuan arah kebijakan moneter bulan lalu.\n\nIa menolak kemungkinan \"langkah besar\"—kenaikan suku bunga yang signifikan.\n\nIa menjelaskan bahwa meskipun pembicaraan tentang \"langkah besar\" muncul ketika pasar berada dalam situasi sulit, situasi saat ini berbeda.\n\n[Shin Hyun-song / Gubernur Bank Sentral Korea: Ketika menerapkan kebijakan moneter, bank sentral tidak pernah terpengaruh oleh kondisi pasar harian; sebaliknya, kami selalu melihat tren mendasar yang sangat penting.]\n\nTingkat inflasi harga konsumen hingga bulan lalu berada di angka 2,4%, melebihi target stabilitas harga.\n\nBank Sentral Korea memproyeksikan bahwa tingkat inflasi pada paruh kedua tahun ini juga akan tetap berada pada tingkat tinggi sekitar 3%.\n\n[Kim Young-joo / Kepala Departemen Harga dan Ketenagakerjaan, Bank Sentral Korea: Pertama, dari sisi penawaran, ada kemungkinan besar bahwa tekanan inflasi biaya yang terakumulasi akibat harga minyak yang tinggi dan nilai tukar yang tinggi akan secara bertahap menyebar ke barang-barang lain.]\n\nGubernur Shin menekankan bahwa bank sentral akan secara aktif menanggapi beban ekonomi yang ditanggung masyarakat, termasuk kelompok berpenghasilan rendah, yang disebabkan oleh kenaikan harga. Ini adalah Yoo Sook-yeol dari OBS News.\n\n#BankofKorea #ShinHyunSong #KenaikanSukuBunga #LangkahBesar #Harga\n\n▶ Berlangganan Saluran Berita OBS\n\nhttps://youtube.com/?sub_conf...\n\n▶ Baca artikel berita OBS lainnya\n\nPC: http://www.obsnews.co.kr\n\nMobile: http://m.obs.co.kr\n\n▶ Laporkan ke Berita OBS\n\nEmail: jebo\n\nTelepon: 032-670-5555", "post_id": "fAq8ISUM1_I"}}], "edges": [{"key": "AlhamadKim37129", "source": "AlhamadKim37129", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RadioSmartFM", "source": "RadioSmartFM", "target": "antaranews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_papua", "source": "bank_indonesia_papua", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibanjaran.id", "source": "infotibanjaran.id", "target": "voktis.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "source": "bank_indonesia_malut", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "wartapriangan.id", "source": "wartapriangan.id", "target": "menkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "buterflywave", "source": "buterflywave", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipperfinance05", "source": "clipperfinance05", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arahjakarta", "source": "arahjakarta", "target": "arahjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "folknomic", "source": "folknomic", "target": "folknomics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dewayudistira14", "source": "dewayudistira14", "target": "Nafisgf", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dewayudistira14", "source": "dewayudistira14", "target": "tu.bawa.ppl", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dewayudistira14", "source": "dewayudistira14", "target": "nananae24", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dewayudistira14", "source": "dewayudistira14", "target": "dah.lya9", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dewayudistira14", "source": "dewayudistira14", "target": "poetoezest", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dewayudistira14", "source": "dewayudistira14", "target": "manik.mci12", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dewayudistira14", "source": "dewayudistira14", "target": "pusluhtanri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dewayudistira14", "source": "dewayudistira14", "target": "kementanri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dewayudistira14", "source": "dewayudistira14", "target": "bppsdmp", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "buzzart_af", "source": "buzzart_af", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompascom", "source": "@kompascom", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PolemikNPolitik", "source": "@PolemikNPolitik", "target": "LEMBURPAKUANCHANNEL", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "source": "@TribunMedanTV", "target": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "JCCNetwork", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "jccbetwork.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "jcc_network", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "jccnetwork.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@trijayafm", "source": "@trijayafm", "target": "trijayafm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OBS뉴스", "source": "@OBS뉴스", "target": "obs3660", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}