{"nodes": [{"key": "deddyhariadi", "attributes": {"label": "deddyhariadi", "x": 57.31316166586697, "y": 882.0106378733957, "size": 3.02, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.924, "eigenvector": 0.1109, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068204589409857890", "id": "deddyhariadi", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia (BI) mempertebal stimulus makroprudensial guna memacu laju pertumbuhan kredit perbankan domestik di tengah…", "post_id": "2068204589409857890"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 767.7644536663821, "y": 756.6648534450569, "size": 3.04, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 214.6319, "eigenvector": 0.2553, "in_degree": 6, "out_degree": 1, "degree": 7}, "_id": "2068204589409857890", "id": "idx_channel", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia (BI) mempertebal stimulus makroprudensial guna memacu laju pertumbuhan kredit perbankan domestik di tengah…", "post_id": "2068204589409857890"}}, {"key": "isari68", "attributes": {"label": "isari68", "x": 925.9777898469666, "y": 8.21728700428903, "size": 3.02, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.924, "eigenvector": 0.1109, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068207203178418648", "id": "isari68", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia (BI) mempertebal stimulus makroprudensial guna memacu laju pertumbuhan kredit perbankan domestik di tengah…", "post_id": "2068207203178418648"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "aldotjahjadi8", "x": 937.7996382976422, "y": 339.9622351759034, "size": 6.78, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.924, "eigenvector": 26.3435, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067508459646705914", "id": "aldotjahjadi8", "source": "retweet-000002", "content": "Pertumbuhan kredit perbankan tetap kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.\n\n➡️ Kredit perbankan pada Mei…", "post_id": "2067508459646705914"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 93.94159650727075, "y": 328.37630297230925, "size": 14.83, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 22.9041, "eigenvector": 82.3799, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "2067508459646705914", "id": "bank_indonesia", "source": "retweet-000002", "content": "Pertumbuhan kredit perbankan tetap kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.\n\n➡️ Kredit perbankan pada Mei…", "post_id": "2067508459646705914"}}, {"key": "Jembret_002", "attributes": {"label": "Jembret_002", "x": 502.2638857655686, "y": 871.2378485584086, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.924, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068998177865470096", "id": "Jembret_002", "source": "retweet-000002", "content": "BI Rate berdampak kepada Suku Bunga baik Tabungan/Deposito ataupun Suku Bunga Kredit Perbankan dan Inflasi, sementara Su…", "post_id": "2068998177865470096"}}, {"key": "asboediono_id", "attributes": {"label": "asboediono_id", "x": 12.911810835097848, "y": 552.1916093853946, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 16.9918, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2068998177865470096", "id": "asboediono_id", "source": "retweet-000002", "content": "BI Rate berdampak kepada Suku Bunga baik Tabungan/Deposito ataupun Suku Bunga Kredit Perbankan dan Inflasi, sementara Su…", "post_id": "2068998177865470096"}}, {"key": "keuangan_", "attributes": {"label": "keuangan_", "x": 863.8152401459018, "y": 152.05206767582857, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.924, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067597476027306142", "id": "keuangan_", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan kredit perbankan nasional masih menunjukkan tren yang kuat dan tetap menjadi salah satu motor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026.\n\nhttps://t.co/nBpmQ6eq38", "post_id": "2067597476027306142"}}, {"key": "AidilAKBAR", "attributes": {"label": "AidilAKBAR", "x": 369.3912878678572, "y": 650.6029888149775, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.0595, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067597476027306142", "id": "AidilAKBAR", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan kredit perbankan nasional masih menunjukkan tren yang kuat dan tetap menjadi salah satu motor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026.\n\nhttps://t.co/nBpmQ6eq38", "post_id": "2067597476027306142"}}, {"key": "Maikel_USMC", "attributes": {"label": "Maikel_USMC", "x": 313.7896542918971, "y": 35.61493847810981, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.924, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067928728785899910", "id": "Maikel_USMC", "source": "tweet-000004", "content": "Bukan lising saja perbankan yang biasa ngasih pinjaman kredit ke pengusaha besar dan UMKM pasti terdampak sepi permintaan kredit juga akibat suku bunga kredit ikut naik orang pada nahan dulu untuk ajukan pinjaman.", "post_id": "2067928728785899910"}}, {"key": "syueb2011", "attributes": {"label": "syueb2011", "x": 376.4197159500513, "y": 751.5006624269297, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.9918, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067928728785899910", "id": "syueb2011", "source": "tweet-000004", "content": "Bukan lising saja perbankan yang biasa ngasih pinjaman kredit ke pengusaha besar dan UMKM pasti terdampak sepi permintaan kredit juga akibat suku bunga kredit ikut naik orang pada nahan dulu untuk ajukan pinjaman.", "post_id": "2067928728785899910"}}, {"key": "steve_hanke", "attributes": {"label": "steve_hanke", "x": 247.58146446546337, "y": 247.46844340028406, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.0595, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2067928728785899910", "id": "steve_hanke", "source": "tweet-000004", "content": "Bukan lising saja perbankan yang biasa ngasih pinjaman kredit ke pengusaha besar dan UMKM pasti terdampak sepi permintaan kredit juga akibat suku bunga kredit ikut naik orang pada nahan dulu untuk ajukan pinjaman.", "post_id": "2067928728785899910"}}, {"key": "fsaidhamzah", "attributes": {"label": "fsaidhamzah", "x": 160.85230228951775, "y": 679.3358845610384, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.924, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068973324206543346", "id": "fsaidhamzah", "source": "tweet-000004", "content": "Tindakan BI menaikan suku Bunga, adalah contoh nyata keTIDAK BERPIHAK nya pada Rakyat, dengan naiknya suku bunga, akan memicu kenaikan suku bunga kredit (Biaya pinjaman naik: Suku bunga kredit perbankan akan ikut naik → cicilan KPR, modal usaha).\nPara rezim Koeching tidak peduli", "post_id": "2068973324206543346"}}, {"key": "Opposite6888", "attributes": {"label": "Opposite6888", "x": 197.65855420934997, "y": 505.7498856264277, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.9918, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068973324206543346", "id": "Opposite6888", "source": "tweet-000004", "content": "Tindakan BI menaikan suku Bunga, adalah contoh nyata keTIDAK BERPIHAK nya pada Rakyat, dengan naiknya suku bunga, akan memicu kenaikan suku bunga kredit (Biaya pinjaman naik: Suku bunga kredit perbankan akan ikut naik → cicilan KPR, modal usaha).\nPara rezim Koeching tidak peduli", "post_id": "2068973324206543346"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 304.0930673647875, "y": 618.0534809709137, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 79.4933, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3922878326779876066_297782118", "id": "kompascom", "source": "instagram-000001", "content": "(Berita selengkapnya cek IG Stories )\n\nMenteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan Presiden Prabowo Subianto tidak meminta bank-bank Himbara menahan suku bunga kredit di tengah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate).\n\n“Tidak ada. Tidak ada ya (arahan dari Presiden untuk Himbara menahan kenaikan bunga),” ujar Rosan usai menghadiri pertemuan Presiden dengan jajaran direksi dan komisaris bank-bank Himbara di Istana Negara, Kamis (19/6/2026).\n\nMeski demikian, Prabowo mengingatkan agar kenaikan bunga kredit tidak mengurangi penyaluran kredit kepada masyarakat dan dunia usaha, terutama pelaku UMKM.\n\nMenurut Rosan, Presiden menekankan perlunya peningkatan efisiensi perbankan agar akses pembiayaan tetap terjaga meski suku bunga mengalami kenaikan.\n\n“Walaupun ada kenaikan suku bunga, tetapi lending-nya ke masyarakat, kepada dunia usaha terutama UMKM, itu tetap bisa terjaga di level yang baik,” kata Rosan.\n\nPenulis: Isna Rifka Sri Rahayu\nEditor: Erlangga Djumena \n\n~J #Prabowo #Kredit #Ekonomi", "post_id": "3922878326779876066_297782118"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 543.1185237987476, "y": 479.1752540263386, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 79.4933, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3921534156681798507_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "DBS Group Research menilai BBCA masih menjadi bank besar paling defensif di Indonesia berkat rasio CASA yang tinggi, sehingga mampu menjaga biaya dana tetap rendah dan profitabilitas tetap kuat. 💰\n\nMeski pertumbuhan kredit melambat, kinerja BBCA tetap ditopang oleh peningkatan pendapatan berbasis komisi, terutama dari aktivitas valas dan perdagangan. DBS pun mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga Rp8.000 per saham. 🎯\n\nPer 17 Juni 2026, saham BBCA menguat 3,98% ke Rp6.525 dan telah naik 26,7% dalam sepekan seiring kembalinya minat investor ke saham-saham perbankan berfundamental kuat. 🚀\n\nSumber: IDX Channel, 17 Juni 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp). 🚀\n\n#BBCA #BCA #SahamBBCA #Perbankan #IHSG #Investasi #SahamIndonesia #BlueChip #ValueInvesting #mancingsaham", "post_id": "3921534156681798507_52512310886"}}, {"key": "clipperfinance05", "attributes": {"label": "clipperfinance05", "x": 695.1307418199, "y": 528.2065277475759, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.924, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7653091789263572244", "id": "clipperfinance05", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur yang digelar pada 17–18 Juni 2026. Kenaikan ini merupakan yang ketiga secara beruntun sejak Mei 2026, dan ditujukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah yang sempat melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS, sekaligus sebagai langkah pre-emptive menjaga inflasi tetap dalam kisaran sasaran pemerintah. Sehari setelah keputusan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran direksi dan komisaris bank-bank Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN, dan BSI) di Istana Kepresidenan. Pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar 4,5 jam itu turut dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta CEO Danantara Rosan Roeslani, untuk membahas pandangan dan arahan terkait arah perekonomian Indonesia ke depan. Menurut Rosan Roeslani, Presiden tidak memberikan arahan khusus untuk menahan suku bunga kredit meski acuan naik, melainkan meminta Himbara meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dengan begitu, perbankan BUMN diharapkan tetap mampu menjaga penyaluran kredit ke sektor riil, khususnya UMKM, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sambil menjaga stabilitas sektor keuangan. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7653091789263572244"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 919.1560436039421, "y": 42.159873306156335, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 22.0595, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653091789263572244", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur yang digelar pada 17–18 Juni 2026. Kenaikan ini merupakan yang ketiga secara beruntun sejak Mei 2026, dan ditujukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah yang sempat melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS, sekaligus sebagai langkah pre-emptive menjaga inflasi tetap dalam kisaran sasaran pemerintah. Sehari setelah keputusan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran direksi dan komisaris bank-bank Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN, dan BSI) di Istana Kepresidenan. Pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar 4,5 jam itu turut dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta CEO Danantara Rosan Roeslani, untuk membahas pandangan dan arahan terkait arah perekonomian Indonesia ke depan. Menurut Rosan Roeslani, Presiden tidak memberikan arahan khusus untuk menahan suku bunga kredit meski acuan naik, melainkan meminta Himbara meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dengan begitu, perbankan BUMN diharapkan tetap mampu menjaga penyaluran kredit ke sektor riil, khususnya UMKM, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sambil menjaga stabilitas sektor keuangan. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7653091789263572244"}}, {"key": "myterminal.id", "attributes": {"label": "myterminal.id", "x": 938.4949213606044, "y": 877.2959971479738, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 79.4933, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7650469763021376788", "id": "myterminal.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami lonjakan signifikan sebesar 19% dalam tiga hari terakhir, mencapai Rp 5.825, yang menarik perhatian investor asing dengan catatan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 387,96 miliar. Dalam periode perdagangan Kamis (11/6), saham BBCA menjadi yang paling banyak diburu investor asing dan menyumbang 14,25% dari total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia, mencapai Rp 3,12 triliun. BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBCA dengan target harga Rp 10.900, menilai valuasi saham ini masih undervalued pada kisaran -2 SD P/BV dan menjadikannya pilihan utama di sektor perbankan. BBCA berencana untuk membagikan dividen sebanyak tiga kali dalam tahun ini, dengan dividen interim pertama sebesar Rp 20 per saham yang akan dibagikan pada 26 Juni 2026. Selain pembagian dividen, BBCA juga akan melaksanakan program pembelian kembali saham (buyback) hingga maksimal Rp 5 triliun selama periode 12 bulan, sebagai bentuk optimisme terhadap pasar modal Indonesia. Manajemen BBCA menyatakan bahwa aksi korporasi seperti pembagian dividen dan buyback tidak akan memberikan dampak material pada kondisi keuangan atau operasional perusahaan, serta tetap mematuhi prinsip GCG dan regulasi yang berlaku. Menanggapi kenaikan suku bunga acuan BI menjadi 5,50%, BBCA terus mencermati perkembangan makroekonomi dan menjaga keseimbangan antara likuiditas dan pertumbuhan kredit yang sehat, serta menyesuaikan suku bunga kredit agar tetap kompetitif. Follow instagram", "post_id": "7650469763021376788"}}, {"key": "blokberita.com", "attributes": {"label": "blokberita.com", "x": 75.63650790026021, "y": 77.31602339934496, "size": 11.33, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.924, "eigenvector": 57.9989, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7641499948718001416", "id": "blokberita.com", "source": "tiktok-000001", "content": "BLOKBERITA.COM - Capaian kinerja Bank Indonesia (BI) sebesar 109,31 persen pada 2025 dinilai sebagai prestasi yang membanggakan. Namun, Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menekankan bahwa keberhasilan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Marwan saat menghadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026), yang membahas Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025. Menurutnya, capaian BI tahun ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, keberhasilan lembaga bank sentral tidak cukup hanya diukur dari tingginya angka capaian kinerja, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan yang diambil mampu memperkuat sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Marwan menegaskan bahwa UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia. Selain menyumbang lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sektor tersebut juga menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja nasional. “Kinerja yang baik harus punya makna bagi masyarakat. Salah satunya adalah bagaimana UMKM kita benar-benar bisa tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” ujarnya. Ia menilai, apabila UMKM berhasil berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga sektor ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, peningkatan kelas UMKM akan mendorong transformasi tenaga kerja informal menjadi tenaga kerja formal yang lebih produktif. “Kalau UMKM naik kelas, maka tenaga kerja informal akan bertransformasi menjadi tenaga kerja formal. Ini akan menjadi energi baru bagi pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara,” kata politisi Partai Demokrat dari Dapil Lampung II tersebut. Marwan juga menyoroti masih terbatasnya akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Meski sektor ini dikenal tangguh menghadapi berbagai tekanan ekonomi, banyak pelaku usaha kecil yang masih menghadapi suku bunga kredit relatif tinggi dan keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Karena itu, ia meminta Bank Indonesia menyiapkan langkah konkret pada 2026 guna memperkuat program inklusi keuangan. Menurutnya, program tersebut harus mampu menjawab kebutuhan riil pelaku UMKM di daerah, bukan sekadar memenuhi target administratif. Ia menambahkan, Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan telah memberikan mandat kepada Bank Indonesia untuk memperluas inklusi keuangan dan memperkuat sektor produktif nasional. Komisi XI DPR RI, lanjut Marwan, akan terus mengawasi arah kebijakan moneter dan sistem keuangan nasional agar mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(bb/**) #marwancikasan #bankindonesia #dorong #umkm #naikkelas", "post_id": "7641499948718001416"}}, {"key": "marwancikasanofficial", "attributes": {"label": "marwancikasanofficial", "x": 574.5454448187456, "y": 220.08364950362213, "size": 12.85, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8364, "eigenvector": 68.5563, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7641499948718001416", "id": "marwancikasanofficial", "source": "tiktok-000001", "content": "BLOKBERITA.COM - Capaian kinerja Bank Indonesia (BI) sebesar 109,31 persen pada 2025 dinilai sebagai prestasi yang membanggakan. Namun, Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menekankan bahwa keberhasilan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Marwan saat menghadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026), yang membahas Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025. Menurutnya, capaian BI tahun ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, keberhasilan lembaga bank sentral tidak cukup hanya diukur dari tingginya angka capaian kinerja, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan yang diambil mampu memperkuat sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Marwan menegaskan bahwa UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia. Selain menyumbang lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sektor tersebut juga menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja nasional. “Kinerja yang baik harus punya makna bagi masyarakat. Salah satunya adalah bagaimana UMKM kita benar-benar bisa tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” ujarnya. Ia menilai, apabila UMKM berhasil berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga sektor ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, peningkatan kelas UMKM akan mendorong transformasi tenaga kerja informal menjadi tenaga kerja formal yang lebih produktif. “Kalau UMKM naik kelas, maka tenaga kerja informal akan bertransformasi menjadi tenaga kerja formal. Ini akan menjadi energi baru bagi pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara,” kata politisi Partai Demokrat dari Dapil Lampung II tersebut. Marwan juga menyoroti masih terbatasnya akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Meski sektor ini dikenal tangguh menghadapi berbagai tekanan ekonomi, banyak pelaku usaha kecil yang masih menghadapi suku bunga kredit relatif tinggi dan keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Karena itu, ia meminta Bank Indonesia menyiapkan langkah konkret pada 2026 guna memperkuat program inklusi keuangan. Menurutnya, program tersebut harus mampu menjawab kebutuhan riil pelaku UMKM di daerah, bukan sekadar memenuhi target administratif. Ia menambahkan, Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan telah memberikan mandat kepada Bank Indonesia untuk memperluas inklusi keuangan dan memperkuat sektor produktif nasional. Komisi XI DPR RI, lanjut Marwan, akan terus mengawasi arah kebijakan moneter dan sistem keuangan nasional agar mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(bb/**) #marwancikasan #bankindonesia #dorong #umkm #naikkelas", "post_id": "7641499948718001416"}}, {"key": "dpr_ri", "attributes": {"label": "dpr_ri", "x": 231.35181729722865, "y": 674.4723481916709, "size": 7.37, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.3025, "eigenvector": 30.4347, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641499948718001416", "id": "dpr_ri", "source": "tiktok-000001", "content": "BLOKBERITA.COM - Capaian kinerja Bank Indonesia (BI) sebesar 109,31 persen pada 2025 dinilai sebagai prestasi yang membanggakan. Namun, Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menekankan bahwa keberhasilan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Marwan saat menghadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026), yang membahas Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025. Menurutnya, capaian BI tahun ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, keberhasilan lembaga bank sentral tidak cukup hanya diukur dari tingginya angka capaian kinerja, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan yang diambil mampu memperkuat sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Marwan menegaskan bahwa UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia. Selain menyumbang lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sektor tersebut juga menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja nasional. “Kinerja yang baik harus punya makna bagi masyarakat. Salah satunya adalah bagaimana UMKM kita benar-benar bisa tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” ujarnya. Ia menilai, apabila UMKM berhasil berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga sektor ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, peningkatan kelas UMKM akan mendorong transformasi tenaga kerja informal menjadi tenaga kerja formal yang lebih produktif. “Kalau UMKM naik kelas, maka tenaga kerja informal akan bertransformasi menjadi tenaga kerja formal. Ini akan menjadi energi baru bagi pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara,” kata politisi Partai Demokrat dari Dapil Lampung II tersebut. Marwan juga menyoroti masih terbatasnya akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Meski sektor ini dikenal tangguh menghadapi berbagai tekanan ekonomi, banyak pelaku usaha kecil yang masih menghadapi suku bunga kredit relatif tinggi dan keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Karena itu, ia meminta Bank Indonesia menyiapkan langkah konkret pada 2026 guna memperkuat program inklusi keuangan. Menurutnya, program tersebut harus mampu menjawab kebutuhan riil pelaku UMKM di daerah, bukan sekadar memenuhi target administratif. Ia menambahkan, Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan telah memberikan mandat kepada Bank Indonesia untuk memperluas inklusi keuangan dan memperkuat sektor produktif nasional. Komisi XI DPR RI, lanjut Marwan, akan terus mengawasi arah kebijakan moneter dan sistem keuangan nasional agar mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(bb/**) #marwancikasan #bankindonesia #dorong #umkm #naikkelas", "post_id": "7641499948718001416"}}, {"key": "tapanuli.online", "attributes": {"label": "tapanuli.online", "x": 619.3288226099851, "y": 496.89950984167507, "size": 13.43, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.924, "eigenvector": 72.6475, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7641499307668999442", "id": "tapanuli.online", "source": "tiktok-000001", "content": "Tapanuli.online - Capaian kinerja Bank Indonesia (BI) sebesar 109,31 persen pada 2025 dinilai sebagai prestasi yang membanggakan. Namun, Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menekankan bahwa keberhasilan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Marwan saat menghadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026), yang membahas Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025. Menurutnya, capaian BI tahun ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, keberhasilan lembaga bank sentral tidak cukup hanya diukur dari tingginya angka capaian kinerja, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan yang diambil mampu memperkuat sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Marwan menegaskan bahwa UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia. Selain menyumbang lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sektor tersebut juga menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja nasional. “Kinerja yang baik harus punya makna bagi masyarakat. Salah satunya adalah bagaimana UMKM kita benar-benar bisa tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” ujarnya. Ia menilai, apabila UMKM berhasil berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga sektor ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, peningkatan kelas UMKM akan mendorong transformasi tenaga kerja informal menjadi tenaga kerja formal yang lebih produktif. “Kalau UMKM naik kelas, maka tenaga kerja informal akan bertransformasi menjadi tenaga kerja formal. Ini akan menjadi energi baru bagi pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara,” kata politisi Partai Demokrat dari Dapil Lampung II tersebut. Marwan juga menyoroti masih terbatasnya akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Meski sektor ini dikenal tangguh menghadapi berbagai tekanan ekonomi, banyak pelaku usaha kecil yang masih menghadapi suku bunga kredit relatif tinggi dan keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Karena itu, ia meminta Bank Indonesia menyiapkan langkah konkret pada 2026 guna memperkuat program inklusi keuangan. Menurutnya, program tersebut harus mampu menjawab kebutuhan riil pelaku UMKM di daerah, bukan sekadar memenuhi target administratif. Ia menambahkan, Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan telah memberikan mandat kepada Bank Indonesia untuk memperluas inklusi keuangan dan memperkuat sektor produktif nasional. Komisi XI DPR RI, lanjut Marwan, akan terus mengawasi arah kebijakan moneter dan sistem keuangan nasional agar mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(bb/**) #marwancikasan #bankindonesia #dorong #umkm #naikkelas", "post_id": "7641499307668999442"}}, {"key": "bank_indonesia_sulut", "attributes": {"label": "bank_indonesia_sulut", "x": 966.9534219108972, "y": 758.2913124727381, "size": 8.48, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4579, "eigenvector": 38.1215, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641499307668999442", "id": "bank_indonesia_sulut", "source": "tiktok-000001", "content": "Tapanuli.online - Capaian kinerja Bank Indonesia (BI) sebesar 109,31 persen pada 2025 dinilai sebagai prestasi yang membanggakan. Namun, Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menekankan bahwa keberhasilan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Marwan saat menghadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026), yang membahas Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025. Menurutnya, capaian BI tahun ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, keberhasilan lembaga bank sentral tidak cukup hanya diukur dari tingginya angka capaian kinerja, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan yang diambil mampu memperkuat sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Marwan menegaskan bahwa UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia. Selain menyumbang lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sektor tersebut juga menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja nasional. “Kinerja yang baik harus punya makna bagi masyarakat. Salah satunya adalah bagaimana UMKM kita benar-benar bisa tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” ujarnya. Ia menilai, apabila UMKM berhasil berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga sektor ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, peningkatan kelas UMKM akan mendorong transformasi tenaga kerja informal menjadi tenaga kerja formal yang lebih produktif. “Kalau UMKM naik kelas, maka tenaga kerja informal akan bertransformasi menjadi tenaga kerja formal. Ini akan menjadi energi baru bagi pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara,” kata politisi Partai Demokrat dari Dapil Lampung II tersebut. Marwan juga menyoroti masih terbatasnya akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Meski sektor ini dikenal tangguh menghadapi berbagai tekanan ekonomi, banyak pelaku usaha kecil yang masih menghadapi suku bunga kredit relatif tinggi dan keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Karena itu, ia meminta Bank Indonesia menyiapkan langkah konkret pada 2026 guna memperkuat program inklusi keuangan. Menurutnya, program tersebut harus mampu menjawab kebutuhan riil pelaku UMKM di daerah, bukan sekadar memenuhi target administratif. Ia menambahkan, Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan telah memberikan mandat kepada Bank Indonesia untuk memperluas inklusi keuangan dan memperkuat sektor produktif nasional. Komisi XI DPR RI, lanjut Marwan, akan terus mengawasi arah kebijakan moneter dan sistem keuangan nasional agar mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(bb/**) #marwancikasan #bankindonesia #dorong #umkm #naikkelas", "post_id": "7641499307668999442"}}, {"key": "bank_indonesia_sumut_", "attributes": {"label": "bank_indonesia_sumut_", "x": 927.4926257827861, "y": 585.7058560115931, "size": 8.48, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4579, "eigenvector": 38.1215, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641499307668999442", "id": "bank_indonesia_sumut_", "source": "tiktok-000001", "content": "Tapanuli.online - Capaian kinerja Bank Indonesia (BI) sebesar 109,31 persen pada 2025 dinilai sebagai prestasi yang membanggakan. Namun, Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menekankan bahwa keberhasilan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Marwan saat menghadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026), yang membahas Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025. Menurutnya, capaian BI tahun ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, keberhasilan lembaga bank sentral tidak cukup hanya diukur dari tingginya angka capaian kinerja, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan yang diambil mampu memperkuat sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Marwan menegaskan bahwa UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia. Selain menyumbang lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sektor tersebut juga menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja nasional. “Kinerja yang baik harus punya makna bagi masyarakat. Salah satunya adalah bagaimana UMKM kita benar-benar bisa tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” ujarnya. Ia menilai, apabila UMKM berhasil berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga sektor ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, peningkatan kelas UMKM akan mendorong transformasi tenaga kerja informal menjadi tenaga kerja formal yang lebih produktif. “Kalau UMKM naik kelas, maka tenaga kerja informal akan bertransformasi menjadi tenaga kerja formal. Ini akan menjadi energi baru bagi pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara,” kata politisi Partai Demokrat dari Dapil Lampung II tersebut. Marwan juga menyoroti masih terbatasnya akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Meski sektor ini dikenal tangguh menghadapi berbagai tekanan ekonomi, banyak pelaku usaha kecil yang masih menghadapi suku bunga kredit relatif tinggi dan keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Karena itu, ia meminta Bank Indonesia menyiapkan langkah konkret pada 2026 guna memperkuat program inklusi keuangan. Menurutnya, program tersebut harus mampu menjawab kebutuhan riil pelaku UMKM di daerah, bukan sekadar memenuhi target administratif. Ia menambahkan, Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan telah memberikan mandat kepada Bank Indonesia untuk memperluas inklusi keuangan dan memperkuat sektor produktif nasional. Komisi XI DPR RI, lanjut Marwan, akan terus mengawasi arah kebijakan moneter dan sistem keuangan nasional agar mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(bb/**) #marwancikasan #bankindonesia #dorong #umkm #naikkelas", "post_id": "7641499307668999442"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 242.0581402517602, "y": 586.123729378804, "size": 3.02, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 11.924, "eigenvector": 0.1109, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1497517512172065", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) mempertebal stimulus makroprudensial guna memacu laju pertumbuhan kredit perbankan domestik di tengah kepungan ketidakpastian ekonomi global. Salah satu langkah terobosan yang diambil oleh bank sentral adalah dengan mendongkrak batas maksimal Rasio Pendanaan Luar Negeri Bank (RPLN) dari rentang lama sebesar 35 persen menjadi 40 persen dari total modal bersih bank.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengumumkan pelonggaran keran likuiditas valas ini akan mulai diimplementasikan secara resmi pada 1 Juli 2026. Penyesuaian ini dirancang agar perbankan Tanah Air memiliki ruang gerak yang lebih luang dalam menghimpun dana segar dari pasar internasional, yang kemudian dapat dialirkan kembali untuk membiayai sektor riil di dalam negeri.\n\n“Peningkatan rasio RPLN ditujukan untuk memperluas sumber pendanaan perbankan, khususnya dari luar negeri, guna mendukung penyaluran kredit dan pembiayaan bagi perekonomian dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian,” kata Perry dalam konferensi pers RDG BI Bulanan di Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nBukan hanya melonggarkan batas pinjaman luar negeri, BI juga mempererat jalinan sinergi bersama pemerintah serta otoritas terkait lewat peluncuran Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI). Program taktis ini ditargetkan mampu memotong sumbat birokrasi dalam penyaluran pembiayaan.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/banking/bi-naikkan-batas-pendanaan-luar-negeri-bank-jadi-40-persen-mulai-juli-2026\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Istimewa \n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #RPLM #BankIndonesia #pendanaanluarnegeri", "post_id": "432781620563594_1497517512172065"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 798.6661723258608, "y": 716.3037553300351, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.924, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "evzKklGfjwU", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "BI RATE NAIK 5,75%! Pemerintah Minta Bank Himbara Tahan Suku Bunga Kredit! | Sindo Sore | 19/06\n\nPemerintah meminta kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 5,75 persen tidak langsung diikuti oleh kenaikan suku bunga kredit di Perbankan Himbara. Pemerintah berharap akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha bisa tetap terpelihara di tengah kenaikan suku bunga acuan.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 19 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: hERLINA\n\n#bankindonesia #Sukubunga #SindoSore #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "evzKklGfjwU"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 9.336985137532782, "y": 223.47155183662005, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.3025, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "evzKklGfjwU", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "BI RATE NAIK 5,75%! Pemerintah Minta Bank Himbara Tahan Suku Bunga Kredit! | Sindo Sore | 19/06\n\nPemerintah meminta kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 5,75 persen tidak langsung diikuti oleh kenaikan suku bunga kredit di Perbankan Himbara. Pemerintah berharap akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha bisa tetap terpelihara di tengah kenaikan suku bunga acuan.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 19 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: hERLINA\n\n#bankindonesia #Sukubunga #SindoSore #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "evzKklGfjwU"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 198.18738225195963, "y": 246.02107043586085, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.3025, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "evzKklGfjwU", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "BI RATE NAIK 5,75%! Pemerintah Minta Bank Himbara Tahan Suku Bunga Kredit! | Sindo Sore | 19/06\n\nPemerintah meminta kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 5,75 persen tidak langsung diikuti oleh kenaikan suku bunga kredit di Perbankan Himbara. Pemerintah berharap akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha bisa tetap terpelihara di tengah kenaikan suku bunga acuan.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 19 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: hERLINA\n\n#bankindonesia #Sukubunga #SindoSore #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "evzKklGfjwU"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 749.7496183116735, "y": 346.6636993448535, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.3025, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "evzKklGfjwU", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "BI RATE NAIK 5,75%! Pemerintah Minta Bank Himbara Tahan Suku Bunga Kredit! | Sindo Sore | 19/06\n\nPemerintah meminta kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 5,75 persen tidak langsung diikuti oleh kenaikan suku bunga kredit di Perbankan Himbara. Pemerintah berharap akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha bisa tetap terpelihara di tengah kenaikan suku bunga acuan.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 19 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: hERLINA\n\n#bankindonesia #Sukubunga #SindoSore #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "evzKklGfjwU"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 509.4858677379861, "y": 258.73047254449966, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.924, "eigenvector": 83.544, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "jtSh3lBOA88", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Saat Suku Bunga Naik, Kredit Perbankan Justru Melesat 11,5& di Mei 2026! | MARKET HIGHLIGHTS\n\nDi tengah kebijakan moneter yang semakin ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, pertumbuhan kredit perbankan Indonesia justru menunjukkan kinerja yang semakin kuat. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 9,98 persen.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit yang tetap solid diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi nasional ke depan. Dari sisi penggunaan, kredit investasi menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan mencapai 21,95 persen. Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap terjaga dalam kisaran 8 hingga 12 persen, mencerminkan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional.\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jtSh3lBOA88"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 439.96569819414, "y": 972.0958615661506, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.648, "eigenvector": 83.544, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "jtSh3lBOA88", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Saat Suku Bunga Naik, Kredit Perbankan Justru Melesat 11,5& di Mei 2026! | MARKET HIGHLIGHTS\n\nDi tengah kebijakan moneter yang semakin ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, pertumbuhan kredit perbankan Indonesia justru menunjukkan kinerja yang semakin kuat. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 9,98 persen.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit yang tetap solid diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi nasional ke depan. Dari sisi penggunaan, kredit investasi menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan mencapai 21,95 persen. Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap terjaga dalam kisaran 8 hingga 12 persen, mencerminkan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional.\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jtSh3lBOA88"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 458.4239279701083, "y": 293.7650038811602, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.648, "eigenvector": 83.544, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "jtSh3lBOA88", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Saat Suku Bunga Naik, Kredit Perbankan Justru Melesat 11,5& di Mei 2026! | MARKET HIGHLIGHTS\n\nDi tengah kebijakan moneter yang semakin ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, pertumbuhan kredit perbankan Indonesia justru menunjukkan kinerja yang semakin kuat. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 9,98 persen.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit yang tetap solid diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi nasional ke depan. Dari sisi penggunaan, kredit investasi menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan mencapai 21,95 persen. Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap terjaga dalam kisaran 8 hingga 12 persen, mencerminkan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional.\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jtSh3lBOA88"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 908.6253380871228, "y": 839.3733905032366, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.648, "eigenvector": 83.544, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "jtSh3lBOA88", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Saat Suku Bunga Naik, Kredit Perbankan Justru Melesat 11,5& di Mei 2026! | MARKET HIGHLIGHTS\n\nDi tengah kebijakan moneter yang semakin ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, pertumbuhan kredit perbankan Indonesia justru menunjukkan kinerja yang semakin kuat. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 9,98 persen.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit yang tetap solid diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi nasional ke depan. Dari sisi penggunaan, kredit investasi menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan mencapai 21,95 persen. Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap terjaga dalam kisaran 8 hingga 12 persen, mencerminkan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional.\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jtSh3lBOA88"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 789.147919652187, "y": 101.07164714615891, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.648, "eigenvector": 83.544, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "jtSh3lBOA88", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Saat Suku Bunga Naik, Kredit Perbankan Justru Melesat 11,5& di Mei 2026! | MARKET HIGHLIGHTS\n\nDi tengah kebijakan moneter yang semakin ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, pertumbuhan kredit perbankan Indonesia justru menunjukkan kinerja yang semakin kuat. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 9,98 persen.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit yang tetap solid diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi nasional ke depan. Dari sisi penggunaan, kredit investasi menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan mencapai 21,95 persen. Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap terjaga dalam kisaran 8 hingga 12 persen, mencerminkan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional.\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jtSh3lBOA88"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 352.21897516052326, "y": 998.6946056643701, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.648, "eigenvector": 83.544, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "jtSh3lBOA88", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Saat Suku Bunga Naik, Kredit Perbankan Justru Melesat 11,5& di Mei 2026! | MARKET HIGHLIGHTS\n\nDi tengah kebijakan moneter yang semakin ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, pertumbuhan kredit perbankan Indonesia justru menunjukkan kinerja yang semakin kuat. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 9,98 persen.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit yang tetap solid diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi nasional ke depan. Dari sisi penggunaan, kredit investasi menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan mencapai 21,95 persen. Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap terjaga dalam kisaran 8 hingga 12 persen, mencerminkan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional.\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jtSh3lBOA88"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 454.2705778371189, "y": 430.6485051140777, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.648, "eigenvector": 83.544, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "jtSh3lBOA88", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Saat Suku Bunga Naik, Kredit Perbankan Justru Melesat 11,5& di Mei 2026! | MARKET HIGHLIGHTS\n\nDi tengah kebijakan moneter yang semakin ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, pertumbuhan kredit perbankan Indonesia justru menunjukkan kinerja yang semakin kuat. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 9,98 persen.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit yang tetap solid diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi nasional ke depan. Dari sisi penggunaan, kredit investasi menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan mencapai 21,95 persen. Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap terjaga dalam kisaran 8 hingga 12 persen, mencerminkan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional.\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jtSh3lBOA88"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 692.2038488769467, "y": 25.32451689195936, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.924, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "iMysZBzQksU", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Pimpinan DPR dan Himpunan Bank Milik Negara Bertemu, Bahas Kondisi Perbankan dan Pasar Keuangan\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, melakukan pertemuan dengan jajaran Himpunan Bank Milik Negara untuk membahas kondisi sektor perbankan nasional serta perkembangan pasar keuangan.\n\nDalam pertemuan tersebut, dibahas kinerja fundamental bank-bank anggota Himbara yang dinilai berada dalam kondisi sangat baik. Pertumbuhan kredit tercatat berada di kisaran 20 persen dan disebut sebagai salah satu capaian kinerja terbaik yang berhasil dibukukan Himbara dalam beberapa waktu terakhir.\n\nSelain sektor perbankan, pembahasan juga menyentuh perkembangan pasar modal. Dasco mengungkapkan pihaknya turut berdiskusi dengan BPJS dan Taspen mengenai kondisi saham-saham yang dinilai memiliki fundamental baik dan berpotensi untuk kembali diakumulasi atau dibeli.\n\nSecara umum, pertemuan ini membahas penguatan sektor keuangan nasional, mulai dari kinerja perbankan BUMN, pertumbuhan kredit, hingga strategi menjaga stabilitas dan optimisme di pasar modal melalui pengelolaan investasi yang berbasis pada fundamental ekonomi yang kuat.\n\n#SufmiDascoAhmad #DPRRI #Himbara #dpr #bankmandiri #bni #bri #btn \n\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "iMysZBzQksU"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 194.7029767592725, "y": 394.48130861889285, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.0595, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "iMysZBzQksU", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Pimpinan DPR dan Himpunan Bank Milik Negara Bertemu, Bahas Kondisi Perbankan dan Pasar Keuangan\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, melakukan pertemuan dengan jajaran Himpunan Bank Milik Negara untuk membahas kondisi sektor perbankan nasional serta perkembangan pasar keuangan.\n\nDalam pertemuan tersebut, dibahas kinerja fundamental bank-bank anggota Himbara yang dinilai berada dalam kondisi sangat baik. Pertumbuhan kredit tercatat berada di kisaran 20 persen dan disebut sebagai salah satu capaian kinerja terbaik yang berhasil dibukukan Himbara dalam beberapa waktu terakhir.\n\nSelain sektor perbankan, pembahasan juga menyentuh perkembangan pasar modal. Dasco mengungkapkan pihaknya turut berdiskusi dengan BPJS dan Taspen mengenai kondisi saham-saham yang dinilai memiliki fundamental baik dan berpotensi untuk kembali diakumulasi atau dibeli.\n\nSecara umum, pertemuan ini membahas penguatan sektor keuangan nasional, mulai dari kinerja perbankan BUMN, pertumbuhan kredit, hingga strategi menjaga stabilitas dan optimisme di pasar modal melalui pengelolaan investasi yang berbasis pada fundamental ekonomi yang kuat.\n\n#SufmiDascoAhmad #DPRRI #Himbara #dpr #bankmandiri #bni #bri #btn \n\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "iMysZBzQksU"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 923.6581317316057, "y": 180.06783397929195, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.924, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "uhYE9K6vFpI", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "MIRIS! Rahasia Pahit UMKM Sulit Naik Kelas: Modal Sendiri vs Kredit Bank\n\nKenapa jutaan pelaku usaha di Indonesia masih jalan di tempat? Benarkah akses modal usaha menjadi dinding pembatas terbesar?\n\nVideo ini membongkar fakta mengejutkan dari riset Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas) yang mencatat bahwa sebanyak 88 persen pelaku UMKM sektor informal lebih memilih menggunakan dana pribadi untuk modal usaha, ketimbang mengajukan kredit perbankan. Fenomena ini memicu perlambatan pertumbuhan kredit UMKM dan membuat sektor usaha mikro kesulitan untuk ekspansi bisnis.\n\nMengapa para pemilik usaha enggan meminjam uang ke bank? Apa saja hambatan utama dari sisi pelaku usaha dan bagaimana ketatnya seleksi perbankan dalam menyetujui pinjaman modal? Kami mengulas pandangan kritis dari para ahli ekonomi terkait dilema keterbatasan agunan, pelemahan daya beli konsumen, kenaikan suku bunga, hingga pentingnya insentif kredit serta pendampingan manajemen agar UMKM Indonesia bisa benar-benar naik kelas.\n\nSimak analisis mendalam seputar dunia usaha, tantangan pembiayaan perbankan, dan solusi konkret melalui platform kolaborasi seperti UMKM Center dalam video ini sampai habis!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #umkm  #modalusaha  #KreditBank #ekonomiindonesia  #Perbanas #bisnisumkm  #finansial \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "uhYE9K6vFpI"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 69.19410452931717, "y": 775.9232322336179, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.0595, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uhYE9K6vFpI", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "MIRIS! Rahasia Pahit UMKM Sulit Naik Kelas: Modal Sendiri vs Kredit Bank\n\nKenapa jutaan pelaku usaha di Indonesia masih jalan di tempat? Benarkah akses modal usaha menjadi dinding pembatas terbesar?\n\nVideo ini membongkar fakta mengejutkan dari riset Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas) yang mencatat bahwa sebanyak 88 persen pelaku UMKM sektor informal lebih memilih menggunakan dana pribadi untuk modal usaha, ketimbang mengajukan kredit perbankan. Fenomena ini memicu perlambatan pertumbuhan kredit UMKM dan membuat sektor usaha mikro kesulitan untuk ekspansi bisnis.\n\nMengapa para pemilik usaha enggan meminjam uang ke bank? Apa saja hambatan utama dari sisi pelaku usaha dan bagaimana ketatnya seleksi perbankan dalam menyetujui pinjaman modal? Kami mengulas pandangan kritis dari para ahli ekonomi terkait dilema keterbatasan agunan, pelemahan daya beli konsumen, kenaikan suku bunga, hingga pentingnya insentif kredit serta pendampingan manajemen agar UMKM Indonesia bisa benar-benar naik kelas.\n\nSimak analisis mendalam seputar dunia usaha, tantangan pembiayaan perbankan, dan solusi konkret melalui platform kolaborasi seperti UMKM Center dalam video ini sampai habis!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #umkm  #modalusaha  #KreditBank #ekonomiindonesia  #Perbanas #bisnisumkm  #finansial \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "uhYE9K6vFpI"}}], "edges": [{"key": "deddyhariadi", "source": "deddyhariadi", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "deddyhariadi", "source": "deddyhariadi", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "isari68", "source": "isari68", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "isari68", "source": "isari68", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Jembret_002", "source": "Jembret_002", "target": "asboediono_id", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Jembret_002", "source": "Jembret_002", "target": "asboediono_id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "keuangan_", "source": "keuangan_", "target": "AidilAKBAR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Maikel_USMC", "source": "Maikel_USMC", "target": "syueb2011", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Maikel_USMC", "source": "Maikel_USMC", "target": "steve_hanke", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "fsaidhamzah", "source": "fsaidhamzah", "target": "Opposite6888", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "fsaidhamzah", "source": "fsaidhamzah", "target": "steve_hanke", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kompascom", "source": "kompascom", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "clipperfinance05", "source": "clipperfinance05", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "myterminal.id", "source": "myterminal.id", "target": "myterminal.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "blokberita.com", "source": "blokberita.com", "target": "marwancikasanofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "blokberita.com", "source": "blokberita.com", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "blokberita.com", "source": "blokberita.com", "target": "dpr_ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tapanuli.online", "source": "tapanuli.online", "target": "bank_indonesia_sulut", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tapanuli.online", "source": "tapanuli.online", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tapanuli.online", "source": "tapanuli.online", "target": "bank_indonesia_sumut_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tapanuli.online", "source": "tapanuli.online", "target": "marwancikasanofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}