{"nodes": [{"key": "2Herdev", "attributes": {"label": "2Herdev", "x": 768.2059207408053, "y": 518.8241463985055, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 46.6021, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067793117638729894", "id": "2Herdev", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp418,1 triliun hingga awal Juni 2026, dengan porsi…", "post_id": "2067793117638729894"}}, {"key": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "BloombergTZ", "x": 566.1299119432972, "y": 415.8790790727982, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 106.0198, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "2067793117638729894", "id": "BloombergTZ", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp418,1 triliun hingga awal Juni 2026, dengan porsi…", "post_id": "2067793117638729894"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "aldotjahjadi8", "x": 333.15793579540764, "y": 421.1616319407857, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 46.6021, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067766691673821544", "id": "aldotjahjadi8", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp418,1 triliun hingga awal Juni 2026, dengan porsi…", "post_id": "2067766691673821544"}}, {"key": "KejuBiskuit", "attributes": {"label": "KejuBiskuit", "x": 527.1122939249103, "y": 904.2830183748327, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 46.6021, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067858954617860514", "id": "KejuBiskuit", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp418,1 triliun hingga awal Juni 2026, dengan porsi…", "post_id": "2067858954617860514"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 375.70453993823895, "y": 960.5864472634754, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 310.6791, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3922597106336194157_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp418,1 triliun hingga awal Juni 2026, dengan porsi terbesar dialokasikan kepada bank-bank BUMN untuk mendorong penyaluran kredit.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kebijakan ini bertujuan memperkuat pembiayaan ke sektor prioritas serta menjaga penyaluran kredit agar tetap mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#bankindonesia #bank #bumn #bloombergtechnoz", "post_id": "3922597106336194157_51748745734"}}, {"key": "myterminal.id", "attributes": {"label": "myterminal.id", "x": 60.66715707647718, "y": 397.51295955981357, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 310.6791, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7650469763021376788", "id": "myterminal.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami lonjakan signifikan sebesar 19% dalam tiga hari terakhir, mencapai Rp 5.825, yang menarik perhatian investor asing dengan catatan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 387,96 miliar. Dalam periode perdagangan Kamis (11/6), saham BBCA menjadi yang paling banyak diburu investor asing dan menyumbang 14,25% dari total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia, mencapai Rp 3,12 triliun. BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBCA dengan target harga Rp 10.900, menilai valuasi saham ini masih undervalued pada kisaran -2 SD P/BV dan menjadikannya pilihan utama di sektor perbankan. BBCA berencana untuk membagikan dividen sebanyak tiga kali dalam tahun ini, dengan dividen interim pertama sebesar Rp 20 per saham yang akan dibagikan pada 26 Juni 2026. Selain pembagian dividen, BBCA juga akan melaksanakan program pembelian kembali saham (buyback) hingga maksimal Rp 5 triliun selama periode 12 bulan, sebagai bentuk optimisme terhadap pasar modal Indonesia. Manajemen BBCA menyatakan bahwa aksi korporasi seperti pembagian dividen dan buyback tidak akan memberikan dampak material pada kondisi keuangan atau operasional perusahaan, serta tetap mematuhi prinsip GCG dan regulasi yang berlaku. Menanggapi kenaikan suku bunga acuan BI menjadi 5,50%, BBCA terus mencermati perkembangan makroekonomi dan menjaga keseimbangan antara likuiditas dan pertumbuhan kredit yang sehat, serta menyesuaikan suku bunga kredit agar tetap kompetitif. Follow instagram", "post_id": "7650469763021376788"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 701.2528832729905, "y": 585.1699569053277, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 46.6021, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1497517512172065", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) mempertebal stimulus makroprudensial guna memacu laju pertumbuhan kredit perbankan domestik di tengah kepungan ketidakpastian ekonomi global. Salah satu langkah terobosan yang diambil oleh bank sentral adalah dengan mendongkrak batas maksimal Rasio Pendanaan Luar Negeri Bank (RPLN) dari rentang lama sebesar 35 persen menjadi 40 persen dari total modal bersih bank.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengumumkan pelonggaran keran likuiditas valas ini akan mulai diimplementasikan secara resmi pada 1 Juli 2026. Penyesuaian ini dirancang agar perbankan Tanah Air memiliki ruang gerak yang lebih luang dalam menghimpun dana segar dari pasar internasional, yang kemudian dapat dialirkan kembali untuk membiayai sektor riil di dalam negeri.\n\n“Peningkatan rasio RPLN ditujukan untuk memperluas sumber pendanaan perbankan, khususnya dari luar negeri, guna mendukung penyaluran kredit dan pembiayaan bagi perekonomian dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian,” kata Perry dalam konferensi pers RDG BI Bulanan di Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nBukan hanya melonggarkan batas pinjaman luar negeri, BI juga mempererat jalinan sinergi bersama pemerintah serta otoritas terkait lewat peluncuran Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI). Program taktis ini ditargetkan mampu memotong sumbat birokrasi dalam penyaluran pembiayaan.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/banking/bi-naikkan-batas-pendanaan-luar-negeri-bank-jadi-40-persen-mulai-juli-2026\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Istimewa \n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #RPLM #BankIndonesia #pendanaanluarnegeri", "post_id": "432781620563594_1497517512172065"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 13.29104005195003, "y": 872.7324808557426, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 86.2139, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1497517512172065", "id": "idx_channel", "source": "facebook-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) mempertebal stimulus makroprudensial guna memacu laju pertumbuhan kredit perbankan domestik di tengah kepungan ketidakpastian ekonomi global. Salah satu langkah terobosan yang diambil oleh bank sentral adalah dengan mendongkrak batas maksimal Rasio Pendanaan Luar Negeri Bank (RPLN) dari rentang lama sebesar 35 persen menjadi 40 persen dari total modal bersih bank.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengumumkan pelonggaran keran likuiditas valas ini akan mulai diimplementasikan secara resmi pada 1 Juli 2026. Penyesuaian ini dirancang agar perbankan Tanah Air memiliki ruang gerak yang lebih luang dalam menghimpun dana segar dari pasar internasional, yang kemudian dapat dialirkan kembali untuk membiayai sektor riil di dalam negeri.\n\n“Peningkatan rasio RPLN ditujukan untuk memperluas sumber pendanaan perbankan, khususnya dari luar negeri, guna mendukung penyaluran kredit dan pembiayaan bagi perekonomian dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian,” kata Perry dalam konferensi pers RDG BI Bulanan di Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nBukan hanya melonggarkan batas pinjaman luar negeri, BI juga mempererat jalinan sinergi bersama pemerintah serta otoritas terkait lewat peluncuran Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI). Program taktis ini ditargetkan mampu memotong sumbat birokrasi dalam penyaluran pembiayaan.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/banking/bi-naikkan-batas-pendanaan-luar-negeri-bank-jadi-40-persen-mulai-juli-2026\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Istimewa \n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #RPLM #BankIndonesia #pendanaanluarnegeri", "post_id": "432781620563594_1497517512172065"}}], "edges": [{"key": "2Herdev", "source": "2Herdev", "target": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "2Herdev", "source": "2Herdev", "target": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "KejuBiskuit", "source": "KejuBiskuit", "target": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "KejuBiskuit", "source": "KejuBiskuit", "target": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "myterminal.id", "source": "myterminal.id", "target": "myterminal.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}]}