{"nodes": [{"key": "wiiidiiy", "attributes": {"label": "wiiidiiy", "x": 597.785930473047, "y": 777.7136334895278, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 14.2583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067524277256307110", "id": "wiiidiiy", "source": "retweet-000002", "content": "BI baru saja menaikkan BI Rate sebesar 25 bps ke level 5,75% di RDG hari ini. \nTapi sebenarnya apa sih BI Rate itu, dan ap…", "post_id": "2067524277256307110"}}, {"key": "iamretardio", "attributes": {"label": "iamretardio", "x": 397.56490874863704, "y": 408.1230874192273, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 32.4375, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "2067524277256307110", "id": "iamretardio", "source": "retweet-000002", "content": "BI baru saja menaikkan BI Rate sebesar 25 bps ke level 5,75% di RDG hari ini. \nTapi sebenarnya apa sih BI Rate itu, dan ap…", "post_id": "2067524277256307110"}}, {"key": "rejal_ajib", "attributes": {"label": "rejal_ajib", "x": 806.053489754678, "y": 713.1033033688278, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 14.2583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067563876112367741", "id": "rejal_ajib", "source": "retweet-000002", "content": "BI baru saja menaikkan BI Rate sebesar 25 bps ke level 5,75% di RDG hari ini. \nTapi sebenarnya apa sih BI Rate itu, dan ap…", "post_id": "2067563876112367741"}}, {"key": "JyunNin93", "attributes": {"label": "JyunNin93", "x": 403.6382004325023, "y": 287.1882984123809, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 14.2583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067577666233041231", "id": "JyunNin93", "source": "retweet-000002", "content": "BI baru saja menaikkan BI Rate sebesar 25 bps ke level 5,75% di RDG hari ini. \nTapi sebenarnya apa sih BI Rate itu, dan ap…", "post_id": "2067577666233041231"}}, {"key": "EvaMalca", "attributes": {"label": "EvaMalca", "x": 726.2249491957333, "y": 859.08312745291, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.2583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067515448082522255", "id": "EvaMalca", "source": "tweet-000004", "content": "LOTS Trading Club | https://t.co/arLjFaXrVU\nFollow ig  | YJ\nNews Update\n\n18 Juni 2026\n\n*BI Rate Naik 25 Bps Jadi 5,75%*\n\nRapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%.", "post_id": "2067515448082522255"}}, {"key": "lotus_sekuritas", "attributes": {"label": "lotus_sekuritas", "x": 290.9960648977565, "y": 160.41019150357582, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 26.3778, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067515448082522255", "id": "lotus_sekuritas", "source": "tweet-000004", "content": "LOTS Trading Club | https://t.co/arLjFaXrVU\nFollow ig  | YJ\nNews Update\n\n18 Juni 2026\n\n*BI Rate Naik 25 Bps Jadi 5,75%*\n\nRapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%.", "post_id": "2067515448082522255"}}, {"key": "potatomax_", "attributes": {"label": "potatomax_", "x": 254.9608370705152, "y": 180.67164725696395, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.2583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068641602151883006", "id": "potatomax_", "source": "tweet-000004", "content": "prabowo minta himbara jgn naikin bunga kredit katanya beban rakyat. pdhal BI naikin suku bunga acuan 100bps dlm sebulan. stabilitas rupiah penting tp ongkosnya jgn ditimpain ke kelas menengah mulu.", "post_id": "2068641602151883006"}}, {"key": "direktoridosen", "attributes": {"label": "direktoridosen", "x": 708.3664120276477, "y": 215.04427220125933, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 26.3778, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068641602151883006", "id": "direktoridosen", "source": "tweet-000004", "content": "prabowo minta himbara jgn naikin bunga kredit katanya beban rakyat. pdhal BI naikin suku bunga acuan 100bps dlm sebulan. stabilitas rupiah penting tp ongkosnya jgn ditimpain ke kelas menengah mulu.", "post_id": "2068641602151883006"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 233.8535404315335, "y": 284.1389351788468, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 95.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3922088103973008997_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia kembali menaikkan BI Rate sesuai ekspektasi pasar, kali ini 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur bulanan tanggal 17-18 Juni 2026.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kenaikan suku bunga bertujuan menjaga stabilitas rupiah dan inflasi agar tetap sesuai sasaran pemerintah. BI juga tetap menerapkan kebijakan makroprudensial yang diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#BankIndonesia #BIRate #BloombergTechnoz", "post_id": "3922088103973008997_51748745734"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 510.4365031700482, "y": 127.75215462594247, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 3, "degree": 6}, "_id": "3922111357470890635_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang berlangsung pada 17 dan 18 Juni 2026.\n\nBI juga menahan suku bunga Deposit Facility naik sebesar 25 basis poin menjadi 4,75 persen dan suku bunga Lending Facility naik sebesar 25 basis poin menjadi 6,50 persen.\n\n\"Berdasarkan asesmen menyeluruh tersebut, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 17 dan 18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen,\" kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers RDG BI Bulanan di Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nKeputusan ini, menurut Perry, sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah preemptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran 12,5 plus minus 1 persen yang ditetapkan pemerintah.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/bi-rate-kembali-naik-25-bps-ke-level-575-persen\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Istimewa\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #BankIndonesia #BPS #sukubunga", "post_id": "3922111357470890635_3310659452"}}, {"key": "infotibanjaran.id", "attributes": {"label": "infotibanjaran.id", "x": 405.8453898690758, "y": 475.70420330857434, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922805836196036079_45016844333", "id": "infotibanjaran.id", "source": "instagram-000001", "content": "Suku bunga acuan atau rate kembali menyita perhatian publik seiring langkah Bank Indonesia (BI) menaikkannya di tengah tren pelemahan rupiah, ketidakpastian ekonomi global, dan upaya menjaga stabilitas nasional\n\nPada Selasa (9/6/2026), BI rate naik sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Pada saat yang sama, suku bunga deposit facility naik 25 basis poin menjadi 4,50% dan suku bunga lending facility meningkat 25 basis poin menjadi 6,25%.\n\nBank Indonesia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya gejolak global akibat konflik di Timur Tengah.\n\nSelain itu, kebijakan ini juga bersifat preemptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1%.\n\nKenaikan suku bunga juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil aset keuangan domestik sehingga dapat menarik kembali aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.\n\nLangkah tersebut dilakukan hanya beberapa minggu setelah Bank Indonesia sebelumnya menaikkan rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Mei 2026.\n\nKebijakan yang relatif agresif ini menunjukkan keseriusan bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah yang mengalami tekanan cukup besar sepanjang tahun berjalan.\n\nKenaikan BI rate selalu berimbas pada dompet masyarakat, mulai dari membengkaknya tagihan cicilan kredit dan bunga kredit pemilikan rumah (KPR), hingga potensi kenaikan bunga deposito. Perubahan-perubahan ini secara akumulatif langsung memengaruhi stabilitas kondisi keuangan rumah tangga.\n-", "post_id": "3922805836196036079_45016844333"}}, {"key": "voktis.id", "attributes": {"label": "voktis.id", "x": 947.4667254271204, "y": 96.385721926467, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 26.3778, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922805836196036079_45016844333", "id": "voktis.id", "source": "instagram-000001", "content": "Suku bunga acuan atau rate kembali menyita perhatian publik seiring langkah Bank Indonesia (BI) menaikkannya di tengah tren pelemahan rupiah, ketidakpastian ekonomi global, dan upaya menjaga stabilitas nasional\n\nPada Selasa (9/6/2026), BI rate naik sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Pada saat yang sama, suku bunga deposit facility naik 25 basis poin menjadi 4,50% dan suku bunga lending facility meningkat 25 basis poin menjadi 6,25%.\n\nBank Indonesia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya gejolak global akibat konflik di Timur Tengah.\n\nSelain itu, kebijakan ini juga bersifat preemptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1%.\n\nKenaikan suku bunga juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil aset keuangan domestik sehingga dapat menarik kembali aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.\n\nLangkah tersebut dilakukan hanya beberapa minggu setelah Bank Indonesia sebelumnya menaikkan rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Mei 2026.\n\nKebijakan yang relatif agresif ini menunjukkan keseriusan bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah yang mengalami tekanan cukup besar sepanjang tahun berjalan.\n\nKenaikan BI rate selalu berimbas pada dompet masyarakat, mulai dari membengkaknya tagihan cicilan kredit dan bunga kredit pemilikan rumah (KPR), hingga potensi kenaikan bunga deposito. Perubahan-perubahan ini secara akumulatif langsung memengaruhi stabilitas kondisi keuangan rumah tangga.\n-", "post_id": "3922805836196036079_45016844333"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 331.1726192571858, "y": 372.8954155337675, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 28.3507, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 3, "degree": 8}, "_id": "3922308635460680294_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75% pada RDG 18 Juni 2026. Suku bunga Deposit Facility naik menjadi 4,75%, sementara Lending Facility menjadi 6,25%.\n\nLangkah ini diambil untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global, mengendalikan inflasi agar tetap di kisaran 2,5±1%, serta meningkatkan daya tarik aset domestik. Hingga 18 Juni 2026, rupiah tercatat melemah 6,61% secara year-to-date ke level Rp17.873 per dolar AS. 💵\n\nSumber: katadata.co.id, 18 Juni 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp). 🚀\n\n#BIRate #BankIndonesia #Rupiah #SukuBunga #TheFed #Inflasi #EkonomiIndonesia #PasarModal #mancingsaham", "post_id": "3922308635460680294_52512310886"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "attributes": {"label": "bank_indonesia_malut", "x": 258.4573065416935, "y": 356.5415349872346, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922106471702636101_3117095536", "id": "bank_indonesia_malut", "source": "instagram-000001", "content": "Suba jou #SobRuMalut\n.\n.\n.\nHalo SobRu Malut !\nRapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%. \n.\nKenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah. \n.\nSementara itu, kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan (“pro-growth”). Kebijakan makroprudensial longgar terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan. \n.\nKebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendukung kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.\n.\nSelain itu, Bank Indonesia juga terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, termasuk sinergi yang erat antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal untuk memitigasi dampak ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah terhadap perekonomian domestik sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga baik. Sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga dipererat untuk turut menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pembiayaan bagi program Asta Cita Pemerintah.\n.\nDengan BI-Rate yang dinaikkan menjadi 5,75% pada #RDGBI Juni 2026, yuk dukung upaya BI dalam #BeriMakna memperkuat stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional!\n#repostfrom \n.\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3922106471702636101_3117095536"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 305.5053232545132, "y": 78.78453974725252, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 38.4973, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3922106471702636101_3117095536", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Suba jou #SobRuMalut\n.\n.\n.\nHalo SobRu Malut !\nRapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%. \n.\nKenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah. \n.\nSementara itu, kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan (“pro-growth”). Kebijakan makroprudensial longgar terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan. \n.\nKebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendukung kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.\n.\nSelain itu, Bank Indonesia juga terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, termasuk sinergi yang erat antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal untuk memitigasi dampak ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah terhadap perekonomian domestik sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga baik. Sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga dipererat untuk turut menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pembiayaan bagi program Asta Cita Pemerintah.\n.\nDengan BI-Rate yang dinaikkan menjadi 5,75% pada #RDGBI Juni 2026, yuk dukung upaya BI dalam #BeriMakna memperkuat stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional!\n#repostfrom \n.\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3922106471702636101_3117095536"}}, {"key": "infobanyumas", "attributes": {"label": "infobanyumas", "x": 870.4555979292181, "y": 222.0227489388774, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 95.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3921971520374918681_3164205044", "id": "infobanyumas", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar dolar Amerika Serikat (US Dollar) terhadap Rupiah hari ini, Kamis, 18 Juni 2026, berada di kisaran Rp17.827 hingga Rp17.849 per dolar AS pada perdagangan spot internasional.\n\n Nilai ini mencerminkan pergerakan Rupiah yang kembali mengalami tekanan. Pelaku pasar saat ini tengah bersikap wait and see atau menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) terkait kebijakan suku bunga dalam negeri untuk menstabilkan nilai tukar. \n\nPriwe lur??? Iso 16 ewu maning ora ya???\n\n~~~\n📷 : google finance\n~~~\nUntuk share info di   kirim melalui DM / mention story atau WA, no bisa cek di Bio\n\n#infobanyumas #purwokerto #banyumas #dolaramerika", "post_id": "3921971520374918681_3164205044"}}, {"key": "buzzart_af", "attributes": {"label": "buzzart_af", "x": 880.2893310926637, "y": 206.05372326346117, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7652722117317905672", "id": "buzzart_af", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengantisipasi tekanan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, Bl memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. \"Rapat Dewan Gubernur Bl pada 17-18 Juni 2026, memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,\" ujar Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (18/6). Selain BI-Rate, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga fasilitas simpanan (Deposit Facility) sebesar 25 bps menjadi 4,75%. Sementara itu, suku bunga fasilitas pinjaman (Lending Facility) turut naik 25 bps menjadi 6,50%. Sumber:  #fyp #news  #gabrielrey #cryptowave", "post_id": "7652722117317905672"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 858.9309576230062, "y": 382.7657639348286, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 38.4973, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7652722117317905672", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengantisipasi tekanan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, Bl memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. \"Rapat Dewan Gubernur Bl pada 17-18 Juni 2026, memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,\" ujar Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (18/6). Selain BI-Rate, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga fasilitas simpanan (Deposit Facility) sebesar 25 bps menjadi 4,75%. Sementara itu, suku bunga fasilitas pinjaman (Lending Facility) turut naik 25 bps menjadi 6,50%. Sumber:  #fyp #news  #gabrielrey #cryptowave", "post_id": "7652722117317905672"}}, {"key": "mancingsaham.id", "attributes": {"label": "mancingsaham.id", "x": 197.7301676034461, "y": 565.6213123349361, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7651629058450672916", "id": "mancingsaham.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia menyebut kenaikan BI Rate menjadi 5,5% mulai mendorong kembalinya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik. Pada 10-11 Juni 2026, investor asing mencatatkan pembelian instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp15,11 triliun dan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp3,91 triliun. 💰 BI menilai peningkatan arus modal ini mencerminkan pulihnya kepercayaan investor terhadap aset domestik, didukung penguatan instrumen moneter, insentif hedging, serta kerja sama dengan bank sentral Tiongkok dan Hong Kong untuk memperluas penggunaan mata uang lokal. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas rupiah dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. 💹🌏 Sumber: katadata.co.id, 15 Juni 2026 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp). #saham #sahamindonesia #investasi #fyp #mancingsaham", "post_id": "7651629058450672916"}}, {"key": "the.indonesia.post", "attributes": {"label": "the.indonesia.post", "x": 454.8174845164348, "y": 661.1212383770797, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7653727519434116373", "id": "the.indonesia.post", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "kemenkeuri", "x": 0.0004357810565736031, "y": 525.5703934295263, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.318, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653727519434116373", "id": "kemenkeuri", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "buterflywave", "attributes": {"label": "buterflywave", "x": 724.3165734266544, "y": 103.86856769537633, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7652703574056635656", "id": "buterflywave", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengantisipasi tekanan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, BI memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. “Rapat Dewan Gubernur BI pada 17-18 Juni 2026, memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,” ujar Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (18/6). Selain BI-Rate, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga fasilitas simpanan (Deposit Facility) sebesar 25 bps menjadi 4,75%. Sementara itu, suku bunga fasilitas pinjaman (Lending Facility) turut naik 25 bps menjadi 6,50%. sumber :   #cryptowave #bankindonesia #bi #buyindonesia #sellsingapura", "post_id": "7652703574056635656"}}, {"key": "folknomic", "attributes": {"label": "folknomic", "x": 572.4340233947999, "y": 895.9199627515098, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomic", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "folknomics", "attributes": {"label": "folknomics", "x": 687.5491042615643, "y": 27.354259219526277, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.3778, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomics", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "@trijayafm", "attributes": {"label": "@trijayafm", "x": 73.81607255742384, "y": 486.0005358203432, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Dh9dxRyLwSo", "id": "@trijayafm", "source": "youtube-000001", "content": "🔴LIVE  Trijaya BI RATE NAIK, DEBITUR MENANGIS, PROPERTI MENJERIT? | Hot Topic Pagi\n\nBank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 17-18 Juni 2026. Begitu juga dengan suku bunga deposit facility dinaikkan sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen dan suku bunga lending facility naik sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.\n\"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17 dan 18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen,\" ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo\nMenurut Perry, kenaikan ini sebagai langkah stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global, serta sebagai langkah preemptive untuk menjaga inflasi 2026-2027 tetap berada di kisaran 2,5 plus minus 1 persen yang ditetapkan pemerintah.\n\n\nBagaimana menurut Anda? \nYuk komen / live chat ya \n\nCek juga\nInstagram   / mnctrijayafm  \nFollow us Tiktok   / mnctrijaya  \nAudio streaming https://www.mnctrijaya.com/ \nBerita selengkapnya https://www.inews.id/\n\nBoleh bantu subscribe ya  ⁨⁩\n\n#bankindonesia #rate #naik #rupiah  #sukubunga #pemerintah  #prabowo  #news #trijayafm", "post_id": "Dh9dxRyLwSo"}}, {"key": "trijayafm", "attributes": {"label": "trijayafm", "x": 772.3910057703848, "y": 282.42986799084105, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.318, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Dh9dxRyLwSo", "id": "trijayafm", "source": "youtube-000001", "content": "🔴LIVE  Trijaya BI RATE NAIK, DEBITUR MENANGIS, PROPERTI MENJERIT? | Hot Topic Pagi\n\nBank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 17-18 Juni 2026. Begitu juga dengan suku bunga deposit facility dinaikkan sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen dan suku bunga lending facility naik sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.\n\"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17 dan 18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen,\" ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo\nMenurut Perry, kenaikan ini sebagai langkah stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global, serta sebagai langkah preemptive untuk menjaga inflasi 2026-2027 tetap berada di kisaran 2,5 plus minus 1 persen yang ditetapkan pemerintah.\n\n\nBagaimana menurut Anda? \nYuk komen / live chat ya \n\nCek juga\nInstagram   / mnctrijayafm  \nFollow us Tiktok   / mnctrijaya  \nAudio streaming https://www.mnctrijaya.com/ \nBerita selengkapnya https://www.inews.id/\n\nBoleh bantu subscribe ya  ⁨⁩\n\n#bankindonesia #rate #naik #rupiah  #sukubunga #pemerintah  #prabowo  #news #trijayafm", "post_id": "Dh9dxRyLwSo"}}, {"key": "trijaya", "attributes": {"label": "trijaya", "x": 147.21058912125685, "y": 139.6479203471458, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.318, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vCHXuoI2pJs", "id": "trijaya", "source": "youtube-000001", "content": "BI Rate Naik Lagi, Ekonom Unair: Keputusan Sulit, Tapi Harus Diambil!\n\nEra suku bunga tinggi belum berakhir. Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) pekan lalu, membuat suku bunga acuan sudah terdongkrak 100 basis point dalam sebulan terakhir.\n\nLangkah pengetatan BI menegaskan bahwa stabilitas makroekonomi kini menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya tekanan eksternal dan domestik. \n\nBagaimana menurut Anda? \nYuk komen / live chat ya \n\nCek juga\nInstagram   / mnctrijayafm   \nTiktok   / mnctrijaya  \nAudio streaming https://www.mnctrijaya.com/ \nSelengkapnya di https://www.inews.id/news\nBoleh bantu subscribe ya  ⁨\n\n#birate #bunga #kredit #news #Prabowo #trijayafm", "post_id": "vCHXuoI2pJs"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 691.2548560266682, "y": 312.3314477964398, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Ey4G6EyK7kI", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "BEBAN UTANG?! Alasan BI Naikkan Suku Bunga Tembus 5,75% Saat Inflasi Rendah\n\nEkonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) hingga tembus ke level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan terbaru Juni 2026. Keputusan menaikkan suku bunga BI Rate ini terbilang agresif karena dalam kurun waktu sebulan terakhir, Bank Indonesia sudah mengerek suku bunga total 100 bps atau 1 persen dari level 4,75 persen.\n\nPadahal, inflasi Indonesia saat ini relatif rendah dan terkendali pada kisaran sasaran 2,5±1%. Mengapa terjadi paradoks di mana BI justru mengetatkan kebijakan moneter secara gila-gilaan saat inflasi aman? Apakah stabilitas moneter dan nilai tukar Rupiah kita sudah sangat rapuh terhadap gejolak ekonomi global?\n\nVideo ini mengupas tuntas analisis kritis dari pengamat kebijakan publik Fitra dan ekonom STIE YKPN terkait dampak ngeri kenaikan suku bunga bagi masyarakat dan negara. Mulai dari ancaman membengkaknya biaya pengelolaan utang pemerintah yang kini menembus stok Rp 9.658,1 triliun, potensi tersanderanya anggaran APBN, hingga dampak langsung ke dompet masyarakat berupa lonjakan biaya investasi, kredit macet, dan melambatnya ekspansi usaha yang menghambat penciptaan lapangan kerja.\n\nMengapa kebijakan pre-emptive Bank Indonesia dinilai terlambat merespons tekanan global? Bagaimana pula dampak anggaran besar proyek strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan PSN terhadap sentimen pasar modal dan pelemahan Rupiah terhadap Dolar? Tonton sampai habis untuk memahami arah bauran kebijakan fiskal dan moneter Indonesia ke depan!\nTulis pendapat Anda di kolom komentar: Apakah kenaikan BI Rate ini solusi tepat atau justru mencekik ekonomi rakyat?\n\nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n\n#koranjakarta #news #SIRate #BankIndonesia #SukuBungaNaik #EkonomiIndonesia #UtangNegara #RupiahAnjlok #Inflasi #KebijakanMoneter #BeritaEkonomi #APBN #PerryWarjiyo #GejolakGlobal #HardNews #YouTubeSEO\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "Ey4G6EyK7kI"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 589.5950541188788, "y": 46.6639817098754, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.3778, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Ey4G6EyK7kI", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "BEBAN UTANG?! Alasan BI Naikkan Suku Bunga Tembus 5,75% Saat Inflasi Rendah\n\nEkonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) hingga tembus ke level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan terbaru Juni 2026. Keputusan menaikkan suku bunga BI Rate ini terbilang agresif karena dalam kurun waktu sebulan terakhir, Bank Indonesia sudah mengerek suku bunga total 100 bps atau 1 persen dari level 4,75 persen.\n\nPadahal, inflasi Indonesia saat ini relatif rendah dan terkendali pada kisaran sasaran 2,5±1%. Mengapa terjadi paradoks di mana BI justru mengetatkan kebijakan moneter secara gila-gilaan saat inflasi aman? Apakah stabilitas moneter dan nilai tukar Rupiah kita sudah sangat rapuh terhadap gejolak ekonomi global?\n\nVideo ini mengupas tuntas analisis kritis dari pengamat kebijakan publik Fitra dan ekonom STIE YKPN terkait dampak ngeri kenaikan suku bunga bagi masyarakat dan negara. Mulai dari ancaman membengkaknya biaya pengelolaan utang pemerintah yang kini menembus stok Rp 9.658,1 triliun, potensi tersanderanya anggaran APBN, hingga dampak langsung ke dompet masyarakat berupa lonjakan biaya investasi, kredit macet, dan melambatnya ekspansi usaha yang menghambat penciptaan lapangan kerja.\n\nMengapa kebijakan pre-emptive Bank Indonesia dinilai terlambat merespons tekanan global? Bagaimana pula dampak anggaran besar proyek strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan PSN terhadap sentimen pasar modal dan pelemahan Rupiah terhadap Dolar? Tonton sampai habis untuk memahami arah bauran kebijakan fiskal dan moneter Indonesia ke depan!\nTulis pendapat Anda di kolom komentar: Apakah kenaikan BI Rate ini solusi tepat atau justru mencekik ekonomi rakyat?\n\nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n\n#koranjakarta #news #SIRate #BankIndonesia #SukuBungaNaik #EkonomiIndonesia #UtangNegara #RupiahAnjlok #Inflasi #KebijakanMoneter #BeritaEkonomi #APBN #PerryWarjiyo #GejolakGlobal #HardNews #YouTubeSEO\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "Ey4G6EyK7kI"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 822.3424995832415, "y": 417.8505116316713, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "zJ4y07unrfY", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "[BREAKING NEWS] Jaga Stabilitas Rupia, Bank Indonesia Kembali Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75%\n\nTUTUR.co.id -  Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 17-18 Juni 2026. Keputusan ini melanjutkan langkah pengetatan moneter yang sebelumnya dilakukan BI, sekaligus sejalan dengan ekspektasi mayoritas analis yang memperkirakan kenaikan suku bunga di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kenaikan BI Rate dilakukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak global yang masih tinggi. Selain itu, BI juga menaikkan suku bunga deposit facility menjadi 4,75 persen dan lending facility menjadi 6,50 persen sebagai bagian dari upaya menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen.\n\n#BankIndonesia #BI #RDGBI #PerryWarjiyo #SukuBungaBI #Rupiah #Inflasi #EkonomiIndonesia #KebijakanMoneter #BeritaEkonomi #breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "zJ4y07unrfY"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 73.27614469193733, "y": 143.02139092331967, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.3778, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zJ4y07unrfY", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "[BREAKING NEWS] Jaga Stabilitas Rupia, Bank Indonesia Kembali Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75%\n\nTUTUR.co.id -  Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 17-18 Juni 2026. Keputusan ini melanjutkan langkah pengetatan moneter yang sebelumnya dilakukan BI, sekaligus sejalan dengan ekspektasi mayoritas analis yang memperkirakan kenaikan suku bunga di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kenaikan BI Rate dilakukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak global yang masih tinggi. Selain itu, BI juga menaikkan suku bunga deposit facility menjadi 4,75 persen dan lending facility menjadi 6,50 persen sebagai bagian dari upaya menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen.\n\n#BankIndonesia #BI #RDGBI #PerryWarjiyo #SukuBungaBI #Rupiah #Inflasi #EkonomiIndonesia #KebijakanMoneter #BeritaEkonomi #breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "zJ4y07unrfY"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 72.10494068788032, "y": 588.5507714736575, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "YndnNW-VJ_w", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75 %, Ini Alasannya\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Bank Indonesia memutuskan kembali untuk menaikkan BI-Rate atau suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.\n\nHal itu diumumkan Gubernur Bank Indonesia Perry warjiyo sesuai Rapat Dewan Gubernur (RDG), Kamis (18/6/2026). \n\n\"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate 25 basis poin menjadi 5,75%,\" ujar Perry dalam konferensi pers, Kamis (18/6/2026).\n\nPerry mengatakan kebijakan menaikkan suku bunga acuan guna menjaga nilai tukar rupiah.\n\n\"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah,\" jelasnya.\n\n#breakingnews #bankindonesia #sukubunga \n\nProduser: Ikbal Maulana\nThumbnail: Galih\n\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "YndnNW-VJ_w"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 897.2783043348894, "y": 79.66043569394753, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.3778, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YndnNW-VJ_w", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75 %, Ini Alasannya\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Bank Indonesia memutuskan kembali untuk menaikkan BI-Rate atau suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.\n\nHal itu diumumkan Gubernur Bank Indonesia Perry warjiyo sesuai Rapat Dewan Gubernur (RDG), Kamis (18/6/2026). \n\n\"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate 25 basis poin menjadi 5,75%,\" ujar Perry dalam konferensi pers, Kamis (18/6/2026).\n\nPerry mengatakan kebijakan menaikkan suku bunga acuan guna menjaga nilai tukar rupiah.\n\n\"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah,\" jelasnya.\n\n#breakingnews #bankindonesia #sukubunga \n\nProduser: Ikbal Maulana\nThumbnail: Galih\n\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "YndnNW-VJ_w"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 580.1034616510266, "y": 69.36511587380411, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2583, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 21, "degree": 21}, "_id": "O9O9chLoglA", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Berani, Bank Indonesia Naikkan Lagi Suku Bunga Acuan 5,75% | MARKET REVIEW\n\nBank Indonesia kembali membuat langkah berani dengan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global serta memastikan inflasi tetap terkendali pada sasaran yang ditetapkan. Di saat yang sama, BI juga menyesuaikan imbal hasil SRBI dan memperkuat insentif bagi investor asing demi menjaga daya tarik aset keuangan domestik. Mampukah langkah ini menjadi penopang stabilitas ekonomi nasional?\n\nPembicara:\nAjib Hamdani - Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)\nHosianna E. Situmorang - Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk\n#marketreview #bankindonesia #sukubunga \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "O9O9chLoglA"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 521.2305456085393, "y": 627.8517948937712, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8354, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "O9O9chLoglA", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Berani, Bank Indonesia Naikkan Lagi Suku Bunga Acuan 5,75% | MARKET REVIEW\n\nBank Indonesia kembali membuat langkah berani dengan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global serta memastikan inflasi tetap terkendali pada sasaran yang ditetapkan. Di saat yang sama, BI juga menyesuaikan imbal hasil SRBI dan memperkuat insentif bagi investor asing demi menjaga daya tarik aset keuangan domestik. Mampukah langkah ini menjadi penopang stabilitas ekonomi nasional?\n\nPembicara:\nAjib Hamdani - Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)\nHosianna E. Situmorang - Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk\n#marketreview #bankindonesia #sukubunga \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "O9O9chLoglA"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 434.75480202621196, "y": 217.27199892919137, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8354, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "O9O9chLoglA", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Berani, Bank Indonesia Naikkan Lagi Suku Bunga Acuan 5,75% | MARKET REVIEW\n\nBank Indonesia kembali membuat langkah berani dengan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global serta memastikan inflasi tetap terkendali pada sasaran yang ditetapkan. Di saat yang sama, BI juga menyesuaikan imbal hasil SRBI dan memperkuat insentif bagi investor asing demi menjaga daya tarik aset keuangan domestik. Mampukah langkah ini menjadi penopang stabilitas ekonomi nasional?\n\nPembicara:\nAjib Hamdani - Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)\nHosianna E. Situmorang - Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk\n#marketreview #bankindonesia #sukubunga \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "O9O9chLoglA"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 844.3831678300409, "y": 731.4477080392834, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8354, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "O9O9chLoglA", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Berani, Bank Indonesia Naikkan Lagi Suku Bunga Acuan 5,75% | MARKET REVIEW\n\nBank Indonesia kembali membuat langkah berani dengan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global serta memastikan inflasi tetap terkendali pada sasaran yang ditetapkan. Di saat yang sama, BI juga menyesuaikan imbal hasil SRBI dan memperkuat insentif bagi investor asing demi menjaga daya tarik aset keuangan domestik. Mampukah langkah ini menjadi penopang stabilitas ekonomi nasional?\n\nPembicara:\nAjib Hamdani - Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)\nHosianna E. Situmorang - Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk\n#marketreview #bankindonesia #sukubunga \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "O9O9chLoglA"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 43.48868540428607, "y": 63.880498442754565, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8354, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "O9O9chLoglA", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Berani, Bank Indonesia Naikkan Lagi Suku Bunga Acuan 5,75% | MARKET REVIEW\n\nBank Indonesia kembali membuat langkah berani dengan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global serta memastikan inflasi tetap terkendali pada sasaran yang ditetapkan. Di saat yang sama, BI juga menyesuaikan imbal hasil SRBI dan memperkuat insentif bagi investor asing demi menjaga daya tarik aset keuangan domestik. Mampukah langkah ini menjadi penopang stabilitas ekonomi nasional?\n\nPembicara:\nAjib Hamdani - Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)\nHosianna E. Situmorang - Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk\n#marketreview #bankindonesia #sukubunga \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "O9O9chLoglA"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 466.90644627322007, "y": 650.026679367884, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8354, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "O9O9chLoglA", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Berani, Bank Indonesia Naikkan Lagi Suku Bunga Acuan 5,75% | MARKET REVIEW\n\nBank Indonesia kembali membuat langkah berani dengan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global serta memastikan inflasi tetap terkendali pada sasaran yang ditetapkan. Di saat yang sama, BI juga menyesuaikan imbal hasil SRBI dan memperkuat insentif bagi investor asing demi menjaga daya tarik aset keuangan domestik. Mampukah langkah ini menjadi penopang stabilitas ekonomi nasional?\n\nPembicara:\nAjib Hamdani - Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)\nHosianna E. Situmorang - Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk\n#marketreview #bankindonesia #sukubunga \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "O9O9chLoglA"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 300.6100225294293, "y": 465.41821381951064, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8354, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "O9O9chLoglA", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Berani, Bank Indonesia Naikkan Lagi Suku Bunga Acuan 5,75% | MARKET REVIEW\n\nBank Indonesia kembali membuat langkah berani dengan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global serta memastikan inflasi tetap terkendali pada sasaran yang ditetapkan. Di saat yang sama, BI juga menyesuaikan imbal hasil SRBI dan memperkuat insentif bagi investor asing demi menjaga daya tarik aset keuangan domestik. Mampukah langkah ini menjadi penopang stabilitas ekonomi nasional?\n\nPembicara:\nAjib Hamdani - Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)\nHosianna E. Situmorang - Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk\n#marketreview #bankindonesia #sukubunga \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "O9O9chLoglA"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 630.6477927503831, "y": 982.574796020804, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "eKxXvWFEXoE", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] RDG Bank Indonesia Juni 2026: Strategi BI Hadapi Gejolak Global dan Rupiah\n\nKABARBURSA.COM — Bank Indonesia mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan Juni 2026 di tengah tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah. Bank Indonesia terus mengupayakan berbagai kebijakan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap dalam sasaran 2,5±1%, serta meningkatkan daya tarik aliran masuk investasi portofolio asing ke Indonesia.\n\nMelalui hasil RDG ini, publik dapat mengetahui arah kebijakan moneter dan respons Bank Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global ke depan. Saksikan pembahasannya dan tuliskan pendapat Anda di kolom komentar, serta jangan lupa subscribe untuk mendapatkan informasi ekonomi dan pasar terkini.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#bankindonesia #perrywarjiyo #rupiah #rdgbi  #inflasi #ekonomiindonesia #kebijakanmoneter #investasi #pasarmodal #timurtengah #portofolioasing #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "eKxXvWFEXoE"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 28.972548649373376, "y": 147.71925230516635, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.3778, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "eKxXvWFEXoE", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] RDG Bank Indonesia Juni 2026: Strategi BI Hadapi Gejolak Global dan Rupiah\n\nKABARBURSA.COM — Bank Indonesia mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan Juni 2026 di tengah tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah. Bank Indonesia terus mengupayakan berbagai kebijakan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap dalam sasaran 2,5±1%, serta meningkatkan daya tarik aliran masuk investasi portofolio asing ke Indonesia.\n\nMelalui hasil RDG ini, publik dapat mengetahui arah kebijakan moneter dan respons Bank Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global ke depan. Saksikan pembahasannya dan tuliskan pendapat Anda di kolom komentar, serta jangan lupa subscribe untuk mendapatkan informasi ekonomi dan pasar terkini.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#bankindonesia #perrywarjiyo #rupiah #rdgbi  #inflasi #ekonomiindonesia #kebijakanmoneter #investasi #pasarmodal #timurtengah #portofolioasing #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "eKxXvWFEXoE"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "attributes": {"label": "@KanalBankIndonesia", "x": 625.0721733952488, "y": 868.5357811294022, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "HrNt8dgje4A", "id": "@KanalBankIndonesia", "source": "youtube-000001", "content": "BI-Rate Naik 25 bps Menjadi 5,75%: Memperkuat Stabilitas, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi\n\nBI-Rate naik 25 bps menjadi 5,75%!\n\n#SobatRupiah, dalam #RDGBI Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan BI-Rate menjadi 5,75%.\n\nKenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%.\n\nLalu, apa lagi langkah kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia?\n\nMari simak rangkuman RDG Juni 2026 untuk #BeriMakna menambah pemahaman Sobat terkait kebijakan Bank Indonesia untuk perekonomian kita!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "HrNt8dgje4A"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "BankIndonesiaOfficial", "x": 419.7064047996667, "y": 21.047147702493163, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.318, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "HrNt8dgje4A", "id": "BankIndonesiaOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "BI-Rate Naik 25 bps Menjadi 5,75%: Memperkuat Stabilitas, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi\n\nBI-Rate naik 25 bps menjadi 5,75%!\n\n#SobatRupiah, dalam #RDGBI Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan BI-Rate menjadi 5,75%.\n\nKenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%.\n\nLalu, apa lagi langkah kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia?\n\nMari simak rangkuman RDG Juni 2026 untuk #BeriMakna menambah pemahaman Sobat terkait kebijakan Bank Indonesia untuk perekonomian kita!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "HrNt8dgje4A"}}], "edges": [{"key": "wiiidiiy", "source": "wiiidiiy", "target": "iamretardio", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "wiiidiiy", "source": "wiiidiiy", "target": "iamretardio", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "rejal_ajib", "source": "rejal_ajib", "target": "iamretardio", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "rejal_ajib", "source": "rejal_ajib", "target": "iamretardio", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "JyunNin93", "source": "JyunNin93", "target": "iamretardio", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "JyunNin93", "source": "JyunNin93", "target": "iamretardio", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "EvaMalca", "source": "EvaMalca", "target": "lotus_sekuritas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "potatomax_", "source": "potatomax_", "target": "direktoridosen", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibanjaran.id", "source": "infotibanjaran.id", "target": "voktis.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "source": "bank_indonesia_malut", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infobanyumas", "source": "infobanyumas", "target": "infobanyumas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "buzzart_af", "source": "buzzart_af", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mancingsaham.id", "source": "mancingsaham.id", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "buterflywave", "source": "buterflywave", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "folknomic", "source": "folknomic", "target": "folknomics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mancingsaham.id", "source": "mancingsaham.id", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@trijayafm", "source": "@trijayafm", "target": "trijayafm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@trijayafm", "source": "@trijayafm", "target": "trijaya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}