{"nodes": [{"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 132.29777094331908, "y": 345.72773227011197, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 57.2378, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3922755728394447205_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🚀 BI-Rate Naik Jadi 5,75%, BI Perkuat Pertahanan Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global\nby  Academy\n\nHalo Sobat Cuan!\nBank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah tegas dengan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18 Juni 2026.\n\n📌 Detail Kebijakan BI\n✅ BI-Rate naik dari 5,50% menjadi 5,75%\n✅ Deposit Facility naik menjadi 4,75%\n✅ Lending Facility naik menjadi 6,25%\n✅ Fokus utama menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi\n\nBI menegaskan langkah ini bersifat antisipatif untuk menghadapi berbagai risiko global yang masih membayangi pasar keuangan.\n\n📊 Kondisi Rupiah Masih Menjadi Perhatian\nHingga pertengahan Juni 2026, rupiah masih berada di kisaran Rp17.873 per dolar AS.\n\nSecara year-to-date, nilai tukar rupiah tercatat melemah sekitar 6,61%, sehingga stabilisasi kurs menjadi salah satu prioritas utama Bank Indonesia.\n\nDi sisi lain, BI tetap optimistis pertumbuhan ekonomi nasional masih berada dalam kisaran 4,9%–5,7% sepanjang 2026.\n\n🏦 Pandangan Para Ekonom\nBeberapa ekonom menilai keputusan BI cukup tepat dalam kondisi saat ini:\n▪️ Ekonom BCA menilai BI perlu menjaga daya saing instrumen keuangan domestik di tengah kenaikan imbal hasil global.\n▪️ Ekonom Bank Danamon melihat kenaikan suku bunga dapat meningkatkan minat investor asing terhadap aset Indonesia.\n▪️ Permata Bank menilai peluang kenaikan lanjutan masih terbuka apabila tekanan eksternal dan kebijakan The Fed tetap ketat.\n\n📈 Sektor yang Berpotensi Diuntungkan\nDalam lingkungan suku bunga yang lebih tinggi, beberapa sektor berpotensi memperoleh manfaat:\n✅ Perbankan besar (BBCA, BMRI, BBRI, BBNI)\n✅ Emiten yang memiliki likuiditas kuat\n✅ Saham blue chip yang menjadi tujuan utama dana asing\n\n📌 Gabung di  Community untuk mendapatkan update market, analisis saham pilihan, edukasi investasi, dan diskusi eksklusif bersama investor serta trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#BIRate #BankIndonesia #SukuBunga #Rupiah #IHSG", "post_id": "3922755728394447205_52512310886"}}, {"key": "myterminal.id", "attributes": {"label": "myterminal.id", "x": 243.8241509877379, "y": 258.6313555382389, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 219.4095, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7650469763021376788", "id": "myterminal.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami lonjakan signifikan sebesar 19% dalam tiga hari terakhir, mencapai Rp 5.825, yang menarik perhatian investor asing dengan catatan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 387,96 miliar. Dalam periode perdagangan Kamis (11/6), saham BBCA menjadi yang paling banyak diburu investor asing dan menyumbang 14,25% dari total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia, mencapai Rp 3,12 triliun. BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBCA dengan target harga Rp 10.900, menilai valuasi saham ini masih undervalued pada kisaran -2 SD P/BV dan menjadikannya pilihan utama di sektor perbankan. BBCA berencana untuk membagikan dividen sebanyak tiga kali dalam tahun ini, dengan dividen interim pertama sebesar Rp 20 per saham yang akan dibagikan pada 26 Juni 2026. Selain pembagian dividen, BBCA juga akan melaksanakan program pembelian kembali saham (buyback) hingga maksimal Rp 5 triliun selama periode 12 bulan, sebagai bentuk optimisme terhadap pasar modal Indonesia. Manajemen BBCA menyatakan bahwa aksi korporasi seperti pembagian dividen dan buyback tidak akan memberikan dampak material pada kondisi keuangan atau operasional perusahaan, serta tetap mematuhi prinsip GCG dan regulasi yang berlaku. Menanggapi kenaikan suku bunga acuan BI menjadi 5,50%, BBCA terus mencermati perkembangan makroekonomi dan menjaga keseimbangan antara likuiditas dan pertumbuhan kredit yang sehat, serta menyesuaikan suku bunga kredit agar tetap kompetitif. Follow instagram", "post_id": "7650469763021376788"}}, {"key": "investora.idn", "attributes": {"label": "investora.idn", "x": 522.8538166368398, "y": 540.6924113202655, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 32.9117, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7652251529851784469", "id": "investora.idn", "source": "tiktok-000001", "content": "PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi salah satu saham yang terus diburu investor asing. Sepanjang periode 18 Mei hingga 15 Juni 2026, saham GOTO mencatat net buy asing sebesar Rp238,64 miliar. Menariknya, harga saham masih bertahan di level Rp50 sejak 5 Mei 2026. Mandiri Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga Rp100. Di tengah minat asing tersebut, MSCI mengumumkan pembekuan perubahan number of shares (NOS) dan foreign inclusion factor (FIF) GOTO akibat isu likuiditas, serta akan melakukan evaluasi kembali pada Agustus 2026. Sementara FTSE Russell mengumumkan penghapusan GOTO dari FTSE Global Equity Index Series Mid Cap Index efektif 22 Juni 2026. Perseroan juga akan menggelar RUPS pada 18 Juni 2026 dengan agenda pengangkatan kembali sejumlah komisaris serta usulan buyback saham hingga Rp3,5 triliun sebagai bagian dari strategi pengelolaan modal. Follow  untuk info lainnya.", "post_id": "7652251529851784469"}}, {"key": "Investora.Idn", "attributes": {"label": "Investora.Idn", "x": 23.350244158153455, "y": 824.8745812395108, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 60.8867, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7652251529851784469", "id": "Investora.Idn", "source": "tiktok-000001", "content": "PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi salah satu saham yang terus diburu investor asing. Sepanjang periode 18 Mei hingga 15 Juni 2026, saham GOTO mencatat net buy asing sebesar Rp238,64 miliar. Menariknya, harga saham masih bertahan di level Rp50 sejak 5 Mei 2026. Mandiri Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga Rp100. Di tengah minat asing tersebut, MSCI mengumumkan pembekuan perubahan number of shares (NOS) dan foreign inclusion factor (FIF) GOTO akibat isu likuiditas, serta akan melakukan evaluasi kembali pada Agustus 2026. Sementara FTSE Russell mengumumkan penghapusan GOTO dari FTSE Global Equity Index Series Mid Cap Index efektif 22 Juni 2026. Perseroan juga akan menggelar RUPS pada 18 Juni 2026 dengan agenda pengangkatan kembali sejumlah komisaris serta usulan buyback saham hingga Rp3,5 triliun sebagai bagian dari strategi pengelolaan modal. Follow  untuk info lainnya.", "post_id": "7652251529851784469"}}, {"key": "chenelpasarmodal", "attributes": {"label": "chenelpasarmodal", "x": 833.3623939504512, "y": 985.1275673707713, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 32.9117, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7653734154332376341", "id": "chenelpasarmodal", "source": "tiktok-000001", "content": "Membalas  by ; #INVESTOR.ID JAKARTA, investor.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih betah di posisi Rp 50 alias gocap sejak perdagangan 5 Mei 2026 sampai dengan 12 Juni 2026 kemarin. Tapi, diam-diam, saham emiten teknologi GOTO diserok investor asing dalam lima pekan terakhir pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada pekan ini, 8-12 Juni 2026, saham GOTO membukukan net buy investor asing Rp 60,39 miliar. Di 2-5 Juni, net buy asing di GOTO Rp 22,38 miliar. Pada 25-29 Mei, GOTO mencetak net buy investor asing Rp 103,37 miliar. Tanggal 18-22 Mei, net buy asing di GOTO Rp 48,61 miliar. Dan di 11-13 Mei, investor asing mencetak net buy Rp 14,33 miliar. Secara akumulasi dalam periode 11 Mei sampai dengan 8 Juni, saham GoTo Gojek Tokopedia meraup net buy dari investor asing sebesar Rp 249,08 miliar Sebelumnya, MSCI telah mengumumkan pembekukan perubahan, termasuk number of shares (NOS) dan foreign inclusion factor (FIF), untuk saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) seiring potensi isu dalam index replicability akibat likuiditas saham yang sangat rendah. “MSCI akan kembali me-review likuiditas GOTO pada index review Agustus 2026 dan akan menghapus GOTO apabila likuiditas saham gagal memenuhi persyaratan,” tulis Stockbit Sekuritas dalam catatannya, mengutip MSCI, Jumat (29/5/2026). Selain itu, FTSE Russell mengumumkan amandemen untuk hasil tinjauan indeks FTSE Global Equity periode Juni 2026. Dalam pengumuman itu, FTSE menyatakan bahwa salah satunya GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) akan dihapus dari FTSE Global Equity Index Series Mid Cap Index efektif 22 Juni 2026. Saham GOTO didepak karena efek tersebut terdaftar di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia, yang merupakan segmen pasar yang tidak memenuhi syarat untuk GEIS, dan sesuai dengan Indonesia – Index Treatment for the June 2026 Index Review.", "post_id": "7653734154332376341"}}, {"key": "akunwakwak", "attributes": {"label": "akunwakwak", "x": 609.9071181188956, "y": 13.25912029793297, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 60.8867, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653734154332376341", "id": "akunwakwak", "source": "tiktok-000001", "content": "Membalas  by ; #INVESTOR.ID JAKARTA, investor.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih betah di posisi Rp 50 alias gocap sejak perdagangan 5 Mei 2026 sampai dengan 12 Juni 2026 kemarin. Tapi, diam-diam, saham emiten teknologi GOTO diserok investor asing dalam lima pekan terakhir pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada pekan ini, 8-12 Juni 2026, saham GOTO membukukan net buy investor asing Rp 60,39 miliar. Di 2-5 Juni, net buy asing di GOTO Rp 22,38 miliar. Pada 25-29 Mei, GOTO mencetak net buy investor asing Rp 103,37 miliar. Tanggal 18-22 Mei, net buy asing di GOTO Rp 48,61 miliar. Dan di 11-13 Mei, investor asing mencetak net buy Rp 14,33 miliar. Secara akumulasi dalam periode 11 Mei sampai dengan 8 Juni, saham GoTo Gojek Tokopedia meraup net buy dari investor asing sebesar Rp 249,08 miliar Sebelumnya, MSCI telah mengumumkan pembekukan perubahan, termasuk number of shares (NOS) dan foreign inclusion factor (FIF), untuk saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) seiring potensi isu dalam index replicability akibat likuiditas saham yang sangat rendah. “MSCI akan kembali me-review likuiditas GOTO pada index review Agustus 2026 dan akan menghapus GOTO apabila likuiditas saham gagal memenuhi persyaratan,” tulis Stockbit Sekuritas dalam catatannya, mengutip MSCI, Jumat (29/5/2026). Selain itu, FTSE Russell mengumumkan amandemen untuk hasil tinjauan indeks FTSE Global Equity periode Juni 2026. Dalam pengumuman itu, FTSE menyatakan bahwa salah satunya GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) akan dihapus dari FTSE Global Equity Index Series Mid Cap Index efektif 22 Juni 2026. Saham GOTO didepak karena efek tersebut terdaftar di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia, yang merupakan segmen pasar yang tidak memenuhi syarat untuk GEIS, dan sesuai dengan Indonesia – Index Treatment for the June 2026 Index Review.", "post_id": "7653734154332376341"}}, {"key": "@tradingsahamfirman", "attributes": {"label": "@tradingsahamfirman", "x": 378.7456704017489, "y": 890.6753083212765, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.9117, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "fKN_QmBYur0", "id": "@tradingsahamfirman", "source": "youtube-000001", "content": "TERBONGKAR.!! Asing Masuk Rp2 Triliun ke 2 Saham Ini! Borong Sekarang atau Telat? GINI STRATEGINYA!\n\nPada perdagangan saham kemarin, Rabu 17 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan kehilangan 0,55% di posisi 6.220. Investor asing diam–diam borong saham BBRI, dan saham BBCA.\nEnggan sejalan dengan IHSG, investor asing justru gencar melangsungkan beli bersih (net buy) mencapai Rp2,51 triliun pada perdagangan saham seluruh pasar. Berbeda halnya, pada pasar reguler investor asing net sell Rp328 miliar.\nAdapun investor asing net buy terbesar pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencapai Rp456,07 miliar. Terdorong tren pembelian, saham BBRI berhasil menguat 3% hingga berada di posisi Rp3.080/saham.\nBerikut 10 saham dengan angka net buy tertinggi yang paling jadi incaran oleh investor asing sepanjang perdagangan Rabu (17/6/2026):\nPT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp456,07 miliar\nPT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp375,28 miliar\nPT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp67,55 miliar\nPT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp38,7 miliar\nPT Timah Tbk (TINS) Rp33,55 miliar\nPT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp17,13 miliar\nPT XLSMATelecom Sejahtera Tbk (EXCL) Rp14,23 miliar\nPT AKR Corporindo Tbk (AKRA) Rp13,7 miliar\nPT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp13,36 miliar\nPT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) Rp12,42 miliar\nSementara itu, investor asing net sell terbesar pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencapai Rp358 miliar. Tertekan aksi jual, saham TPIA melemah 5% di posisi Rp1.995/saham.\nsource\nhttps://www.bloombergtechnoz.com/deta...\ntag\n#IHSG\n#SahamHariIni\n#RekomendasiSaham\n#SahamIndonesia\n#InvestasiSaham\n#BBRI\n#BBCA\n#SahamBBRI\n#SahamBBCA\n#IncaranAsing\n#InvestorAsing\n\n\n\nSURPORT\nISTAGRAM                        \n  / tradingsahamfirman  \nTIKTOK                               \n  / tradingsaham03  \nFACEBOOK        \nhttps://www.facebook.com/profile.php?...\nTELEGRAM                        \nt.me/tradingsahamfirman\nSNACKVIDEO                    \nhttps://s.snackvideo.com/u/\n\n\nINFO PENTING !!!!\nKAMI TIDAK MENGADAKAN TITIP DANA APAPUN\nSaya hanya memakai Sosmed dan kontak diatas, selain kontak diatas berarti Bukan saya, karena banyak yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY untuk penipuan titip dana, sekali lagi saya tekankan saya ( FIRMAN HAPPY ) tidak pernah membuka jasa titip dana trading,  TERIMA KASIH !!\nSegala jenis Pembayaran untuk keperluan channel dan Group saya,UNTUK SAAT INI HANYA DI GRUP YUOTUBE ADAPUN GRUP TELEGRAM MASIH DALAM PENGEMBANGAN TEAM KAMI( selain itu berarti penipuan ) \n\nDisclaimer ON : Semua rekomendasi hanya untuk edukasi & Hiburan, tidak untuk menyarankan Beli atau Jual saham ( silahkan analisa sendiri masing2 ), kerugian dan keuntungan semua ditanggung oleh kalian masing2, dan Kami tidak pernah membuat program titip dana untuk trading atau investasi, semua kerugian yang diakibatkan oleh investasi bodong yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY adalah bukan tanggung jawab kami. \n\n\n\nsaham,investasi saham,analisa saham,belajar saham,saham pemula,rekomendasi saham,nabung saham,trading saham,bursa saham,saham hari ini,saham profit,beli saham,tips saham,saham untuk pemula,analisa saham hari ini,cara main saham,tutorial saham,indikator saham,saham isat,saham asii,saham bbri,saham bmri,saham inkp,saham admr,saham goto,saham fren,ilmu saham,saham medc,saham sido,bandarmologi saham,analisa saham besok,saham ajaib", "post_id": "fKN_QmBYur0"}}, {"key": "tradingsa...", "attributes": {"label": "tradingsa...", "x": 357.92886170450777, "y": 658.79851147975, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 60.8867, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fKN_QmBYur0", "id": "tradingsa...", "source": "youtube-000001", "content": "TERBONGKAR.!! Asing Masuk Rp2 Triliun ke 2 Saham Ini! Borong Sekarang atau Telat? GINI STRATEGINYA!\n\nPada perdagangan saham kemarin, Rabu 17 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan kehilangan 0,55% di posisi 6.220. Investor asing diam–diam borong saham BBRI, dan saham BBCA.\nEnggan sejalan dengan IHSG, investor asing justru gencar melangsungkan beli bersih (net buy) mencapai Rp2,51 triliun pada perdagangan saham seluruh pasar. Berbeda halnya, pada pasar reguler investor asing net sell Rp328 miliar.\nAdapun investor asing net buy terbesar pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencapai Rp456,07 miliar. Terdorong tren pembelian, saham BBRI berhasil menguat 3% hingga berada di posisi Rp3.080/saham.\nBerikut 10 saham dengan angka net buy tertinggi yang paling jadi incaran oleh investor asing sepanjang perdagangan Rabu (17/6/2026):\nPT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp456,07 miliar\nPT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp375,28 miliar\nPT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp67,55 miliar\nPT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp38,7 miliar\nPT Timah Tbk (TINS) Rp33,55 miliar\nPT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp17,13 miliar\nPT XLSMATelecom Sejahtera Tbk (EXCL) Rp14,23 miliar\nPT AKR Corporindo Tbk (AKRA) Rp13,7 miliar\nPT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp13,36 miliar\nPT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) Rp12,42 miliar\nSementara itu, investor asing net sell terbesar pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencapai Rp358 miliar. Tertekan aksi jual, saham TPIA melemah 5% di posisi Rp1.995/saham.\nsource\nhttps://www.bloombergtechnoz.com/deta...\ntag\n#IHSG\n#SahamHariIni\n#RekomendasiSaham\n#SahamIndonesia\n#InvestasiSaham\n#BBRI\n#BBCA\n#SahamBBRI\n#SahamBBCA\n#IncaranAsing\n#InvestorAsing\n\n\n\nSURPORT\nISTAGRAM                        \n  / tradingsahamfirman  \nTIKTOK                               \n  / tradingsaham03  \nFACEBOOK        \nhttps://www.facebook.com/profile.php?...\nTELEGRAM                        \nt.me/tradingsahamfirman\nSNACKVIDEO                    \nhttps://s.snackvideo.com/u/\n\n\nINFO PENTING !!!!\nKAMI TIDAK MENGADAKAN TITIP DANA APAPUN\nSaya hanya memakai Sosmed dan kontak diatas, selain kontak diatas berarti Bukan saya, karena banyak yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY untuk penipuan titip dana, sekali lagi saya tekankan saya ( FIRMAN HAPPY ) tidak pernah membuka jasa titip dana trading,  TERIMA KASIH !!\nSegala jenis Pembayaran untuk keperluan channel dan Group saya,UNTUK SAAT INI HANYA DI GRUP YUOTUBE ADAPUN GRUP TELEGRAM MASIH DALAM PENGEMBANGAN TEAM KAMI( selain itu berarti penipuan ) \n\nDisclaimer ON : Semua rekomendasi hanya untuk edukasi & Hiburan, tidak untuk menyarankan Beli atau Jual saham ( silahkan analisa sendiri masing2 ), kerugian dan keuntungan semua ditanggung oleh kalian masing2, dan Kami tidak pernah membuat program titip dana untuk trading atau investasi, semua kerugian yang diakibatkan oleh investasi bodong yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY adalah bukan tanggung jawab kami. \n\n\n\nsaham,investasi saham,analisa saham,belajar saham,saham pemula,rekomendasi saham,nabung saham,trading saham,bursa saham,saham hari ini,saham profit,beli saham,tips saham,saham untuk pemula,analisa saham hari ini,cara main saham,tutorial saham,indikator saham,saham isat,saham asii,saham bbri,saham bmri,saham inkp,saham admr,saham goto,saham fren,ilmu saham,saham medc,saham sido,bandarmologi saham,analisa saham besok,saham ajaib", "post_id": "fKN_QmBYur0"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 223.99756424556983, "y": 806.1510911086463, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.9117, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "LPAHq0Cjhgk", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Ledakan Obligasi India Sinyalkan Kepercayaan Baru di Pasar | Govindraj Ethiraj | The Core Report\n\nPada Episode 903 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbicara dengan Pratik Shah, Partner dan Pemimpin Nasional, Layanan Keuangan di EY India, dalam cuplikan dari Edisi Khusus kami.\n\nCATATAN ACARA:\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:09) Lebih Banyak Pengembalian Modal Asing Karena Dana Global Membeli Obligasi India Seiring Sinyal Makro Melunak\n(04:41) India Mengekspor Lebih Banyak ke Negara Lain daripada AS Dibandingkan Periode Pra-Tarif\n(06:57) Raksasa Baja Mengatakan India Adalah Peluang Investasi Besar Berikutnya\n(08:18) India Bisa Menghadapi Masalah Kelebihan Simpanan NRI\n(11:31) Kerugian Kumulatif pada Bensin, Solar, dan LPG Selama Maret hingga Mei 2026 Diperkirakan Sekitar Rs 1 Lakh Crore, Kata Crisil\n(12:31) Mengapa Hanya 25% Pengguna India yang Menilai Pengalaman Perbankan Mereka Baik\n\nPasar, Minyak, Rupee, dan Emas:\n\nDana global kembali membeli obligasi India karena pengembalian modal asing dan sinyal makro mereda. Sebuah laporan Bloomberg menyatakan bahwa investor asing membeli obligasi India yang memenuhi syarat indeks senilai lebih dari $1,5 miliar dalam satu hari, pembelian satu hari terbesar yang pernah ada. Penurunan harga minyak mentah, penguatan rupee, dan kepercayaan pasar yang pulih membentuk prospek ekonomi India, sementara emas, perak, dan ekspor tetap menjadi fokus. Diversifikasi ekspor India juga tetap menjadi kunci.\n\nAkankah Perusahaan Baja Besar Berinvestasi Lebih Banyak di India daripada di China?\n\nRaksasa pertambangan global BHP dan Rio Tinto melihat India sebagai pasar pertumbuhan baja besar berikutnya. Seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi China, dorongan infrastruktur India, urbanisasi, dan target produksi baja sebesar 500 juta ton pada tahun 2047 dapat menjadikannya peluang investasi utama. Bagi pemasok bijih besi global, permintaan baja India kini menjadi tema jangka panjang yang penting.\n\nApa Saja Pandangan Terbaru tentang Skema FCNR Baru?\n\nLangkah-langkah FCNR baru RBI untuk menarik deposito dolar NRI dapat membawa arus masuk mata uang asing yang besar ke India. Axis Bank memperkirakan arus masuk antara $50 miliar dan $190 miliar, sementara para ekonom memperingatkan tentang biaya lindung nilai, risiko moral, dan tekanan pada neraca RBI. Perdebatan yang muncul adalah apakah ini manajemen likuiditas yang cerdas atau solusi jangka pendek untuk kecemasan valuta asing.\n\nBerapa Kerugian Pendapatan India untuk Bensin, Solar, dan LNG dari Maret hingga Mei?\n\nCrisil memperkirakan kerugian pendapatan kumulatif untuk bensin, solar, dan LPG selama Maret hingga Mei 2026 sekitar Rs 1 lakh crore. Harga minyak mentah yang lebih rendah dapat mengurangi tekanan pada margin pemasaran bahan bakar India, inflasi, dan tagihan impor energi. Namun, pasar minyak mentah dan LNG mungkin masih membutuhkan waktu untuk sepenuhnya normal.\n\nApa Temuan Laporan EY Terbaru tentang Layanan Pelanggan Perbankan?\n\nLaporan EY menyatakan bahwa hanya satu dari empat pelanggan perbankan India yang menilai pengalaman keseluruhan mereka sebagai sangat baik. Govindraj Ethiraj berbicara dengan Pratik Shah tentang mengapa bank-bank India masih kesulitan dengan pengalaman pelanggan, penyelesaian sengketa, empati, chatbot, layanan berbasis AI, dan perbankan yang dipersonalisasi. Aplikasi perbankan mungkin lebih cepat, tetapi kepercayaan dan layanan tetap menentukan apakah pelanggan akan tetap setia. Percakapan ini juga membahas mengapa bank perlu beralih dari penjualan produk ke nilai seumur hidup pelanggan.\n\nBagaimana Foxcorp Memperluas Kehadiran Streaming-nya?\n\nFoxcorp membeli Roku dalam langkah besar di bidang streaming, memberikannya posisi yang lebih kuat di smart TV, streaming yang didukung iklan, dan media digital global. Kesepakatan ini dapat membantu Fox bersaing lebih keras di bidang streaming, TV terhubung, berita, olahraga, dan periklanan digital.\n\nMengapa Inggris Melarang Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun?\n\nPemerintah Inggris telah mengumumkan larangan media sosial untuk anak di bawah 16 tahun, yang mencakup platform seperti TikTok, Instagram, YouTube, Snapchat, Facebook, dan X. Langkah ini bertujuan untuk keselamatan anak secara online dan dapat membentuk kembali cara pemerintah mengatur media sosial dan perusahaan teknologi besar seiring meningkatnya pengawasan global.\n\nSaksikan The Core Report bersama Govindraj Ethiraj untuk mendapatkan informasi terkini tentang obligasi India, kepercayaan pasar yang baru, modal asing, ekonomi India, minyak mentah, rupee, emas, ekspor, investasi baja, deposito NRI, FCNR, pengalaman pelanggan perbankan & bisnis global. Ikuti sinyal-sinyal yang membentuk pasar, kebijakan & kisah pertumbuhan India.\n\n#IndiaBonds #IndianEconomy #StockMarketNews #GovindrajEthiraj #TheCoreReport\n\nGabung dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan...", "post_id": "LPAHq0Cjhgk"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 355.8189929300656, "y": 173.0095196926521, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 60.8867, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LPAHq0Cjhgk", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Ledakan Obligasi India Sinyalkan Kepercayaan Baru di Pasar | Govindraj Ethiraj | The Core Report\n\nPada Episode 903 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbicara dengan Pratik Shah, Partner dan Pemimpin Nasional, Layanan Keuangan di EY India, dalam cuplikan dari Edisi Khusus kami.\n\nCATATAN ACARA:\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:09) Lebih Banyak Pengembalian Modal Asing Karena Dana Global Membeli Obligasi India Seiring Sinyal Makro Melunak\n(04:41) India Mengekspor Lebih Banyak ke Negara Lain daripada AS Dibandingkan Periode Pra-Tarif\n(06:57) Raksasa Baja Mengatakan India Adalah Peluang Investasi Besar Berikutnya\n(08:18) India Bisa Menghadapi Masalah Kelebihan Simpanan NRI\n(11:31) Kerugian Kumulatif pada Bensin, Solar, dan LPG Selama Maret hingga Mei 2026 Diperkirakan Sekitar Rs 1 Lakh Crore, Kata Crisil\n(12:31) Mengapa Hanya 25% Pengguna India yang Menilai Pengalaman Perbankan Mereka Baik\n\nPasar, Minyak, Rupee, dan Emas:\n\nDana global kembali membeli obligasi India karena pengembalian modal asing dan sinyal makro mereda. Sebuah laporan Bloomberg menyatakan bahwa investor asing membeli obligasi India yang memenuhi syarat indeks senilai lebih dari $1,5 miliar dalam satu hari, pembelian satu hari terbesar yang pernah ada. Penurunan harga minyak mentah, penguatan rupee, dan kepercayaan pasar yang pulih membentuk prospek ekonomi India, sementara emas, perak, dan ekspor tetap menjadi fokus. Diversifikasi ekspor India juga tetap menjadi kunci.\n\nAkankah Perusahaan Baja Besar Berinvestasi Lebih Banyak di India daripada di China?\n\nRaksasa pertambangan global BHP dan Rio Tinto melihat India sebagai pasar pertumbuhan baja besar berikutnya. Seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi China, dorongan infrastruktur India, urbanisasi, dan target produksi baja sebesar 500 juta ton pada tahun 2047 dapat menjadikannya peluang investasi utama. Bagi pemasok bijih besi global, permintaan baja India kini menjadi tema jangka panjang yang penting.\n\nApa Saja Pandangan Terbaru tentang Skema FCNR Baru?\n\nLangkah-langkah FCNR baru RBI untuk menarik deposito dolar NRI dapat membawa arus masuk mata uang asing yang besar ke India. Axis Bank memperkirakan arus masuk antara $50 miliar dan $190 miliar, sementara para ekonom memperingatkan tentang biaya lindung nilai, risiko moral, dan tekanan pada neraca RBI. Perdebatan yang muncul adalah apakah ini manajemen likuiditas yang cerdas atau solusi jangka pendek untuk kecemasan valuta asing.\n\nBerapa Kerugian Pendapatan India untuk Bensin, Solar, dan LNG dari Maret hingga Mei?\n\nCrisil memperkirakan kerugian pendapatan kumulatif untuk bensin, solar, dan LPG selama Maret hingga Mei 2026 sekitar Rs 1 lakh crore. Harga minyak mentah yang lebih rendah dapat mengurangi tekanan pada margin pemasaran bahan bakar India, inflasi, dan tagihan impor energi. Namun, pasar minyak mentah dan LNG mungkin masih membutuhkan waktu untuk sepenuhnya normal.\n\nApa Temuan Laporan EY Terbaru tentang Layanan Pelanggan Perbankan?\n\nLaporan EY menyatakan bahwa hanya satu dari empat pelanggan perbankan India yang menilai pengalaman keseluruhan mereka sebagai sangat baik. Govindraj Ethiraj berbicara dengan Pratik Shah tentang mengapa bank-bank India masih kesulitan dengan pengalaman pelanggan, penyelesaian sengketa, empati, chatbot, layanan berbasis AI, dan perbankan yang dipersonalisasi. Aplikasi perbankan mungkin lebih cepat, tetapi kepercayaan dan layanan tetap menentukan apakah pelanggan akan tetap setia. Percakapan ini juga membahas mengapa bank perlu beralih dari penjualan produk ke nilai seumur hidup pelanggan.\n\nBagaimana Foxcorp Memperluas Kehadiran Streaming-nya?\n\nFoxcorp membeli Roku dalam langkah besar di bidang streaming, memberikannya posisi yang lebih kuat di smart TV, streaming yang didukung iklan, dan media digital global. Kesepakatan ini dapat membantu Fox bersaing lebih keras di bidang streaming, TV terhubung, berita, olahraga, dan periklanan digital.\n\nMengapa Inggris Melarang Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun?\n\nPemerintah Inggris telah mengumumkan larangan media sosial untuk anak di bawah 16 tahun, yang mencakup platform seperti TikTok, Instagram, YouTube, Snapchat, Facebook, dan X. Langkah ini bertujuan untuk keselamatan anak secara online dan dapat membentuk kembali cara pemerintah mengatur media sosial dan perusahaan teknologi besar seiring meningkatnya pengawasan global.\n\nSaksikan The Core Report bersama Govindraj Ethiraj untuk mendapatkan informasi terkini tentang obligasi India, kepercayaan pasar yang baru, modal asing, ekonomi India, minyak mentah, rupee, emas, ekspor, investasi baja, deposito NRI, FCNR, pengalaman pelanggan perbankan & bisnis global. Ikuti sinyal-sinyal yang membentuk pasar, kebijakan & kisah pertumbuhan India.\n\n#IndiaBonds #IndianEconomy #StockMarketNews #GovindrajEthiraj #TheCoreReport\n\nGabung dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan...", "post_id": "LPAHq0Cjhgk"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 631.561551665337, "y": 798.2181665304454, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.9117, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "RxOLIuFMpEo", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "LARIS MANIS! Investor Asing Ramai-Ramai Borong Surat Utang AS | IDXC UPDATE\n\nDi tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga dan meningkatnya kekhawatiran terhadap pembiayaan pemerintah Amerika Serikat, investor asing justru kembali meningkatkan eksposur mereka terhadap aset keuangan Negeri Paman Sam. Arus modal global masih mengalir deras ke pasar surat utang AS karena dinilai menawarkan tingkat keamanan dan likuiditas yang tinggi di tengah dinamika ekonomi dunia.\n\nBerdasarkan data Treasury International Capital (TIC), arus masuk modal asing ke instrumen surat utang Amerika Serikat ditopang oleh aksi beli besar-besaran dari institusi resmi global, termasuk bank-bank sentral berbagai negara. Kondisi ini menunjukkan bahwa obligasi pemerintah AS masih menjadi salah satu aset pilihan utama investor global, meskipun pasar terus mencermati prospek suku bunga dan kondisi fiskal Amerika Serikat ke depan.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "RxOLIuFMpEo"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 948.48057856574, "y": 628.1400623796193, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.9081, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "RxOLIuFMpEo", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "LARIS MANIS! Investor Asing Ramai-Ramai Borong Surat Utang AS | IDXC UPDATE\n\nDi tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga dan meningkatnya kekhawatiran terhadap pembiayaan pemerintah Amerika Serikat, investor asing justru kembali meningkatkan eksposur mereka terhadap aset keuangan Negeri Paman Sam. Arus modal global masih mengalir deras ke pasar surat utang AS karena dinilai menawarkan tingkat keamanan dan likuiditas yang tinggi di tengah dinamika ekonomi dunia.\n\nBerdasarkan data Treasury International Capital (TIC), arus masuk modal asing ke instrumen surat utang Amerika Serikat ditopang oleh aksi beli besar-besaran dari institusi resmi global, termasuk bank-bank sentral berbagai negara. Kondisi ini menunjukkan bahwa obligasi pemerintah AS masih menjadi salah satu aset pilihan utama investor global, meskipun pasar terus mencermati prospek suku bunga dan kondisi fiskal Amerika Serikat ke depan.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "RxOLIuFMpEo"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 595.745999373315, "y": 50.76977570703522, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.9081, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "RxOLIuFMpEo", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "LARIS MANIS! Investor Asing Ramai-Ramai Borong Surat Utang AS | IDXC UPDATE\n\nDi tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga dan meningkatnya kekhawatiran terhadap pembiayaan pemerintah Amerika Serikat, investor asing justru kembali meningkatkan eksposur mereka terhadap aset keuangan Negeri Paman Sam. Arus modal global masih mengalir deras ke pasar surat utang AS karena dinilai menawarkan tingkat keamanan dan likuiditas yang tinggi di tengah dinamika ekonomi dunia.\n\nBerdasarkan data Treasury International Capital (TIC), arus masuk modal asing ke instrumen surat utang Amerika Serikat ditopang oleh aksi beli besar-besaran dari institusi resmi global, termasuk bank-bank sentral berbagai negara. Kondisi ini menunjukkan bahwa obligasi pemerintah AS masih menjadi salah satu aset pilihan utama investor global, meskipun pasar terus mencermati prospek suku bunga dan kondisi fiskal Amerika Serikat ke depan.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "RxOLIuFMpEo"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 249.07409625112885, "y": 519.339397371363, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.9081, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "RxOLIuFMpEo", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "LARIS MANIS! Investor Asing Ramai-Ramai Borong Surat Utang AS | IDXC UPDATE\n\nDi tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga dan meningkatnya kekhawatiran terhadap pembiayaan pemerintah Amerika Serikat, investor asing justru kembali meningkatkan eksposur mereka terhadap aset keuangan Negeri Paman Sam. Arus modal global masih mengalir deras ke pasar surat utang AS karena dinilai menawarkan tingkat keamanan dan likuiditas yang tinggi di tengah dinamika ekonomi dunia.\n\nBerdasarkan data Treasury International Capital (TIC), arus masuk modal asing ke instrumen surat utang Amerika Serikat ditopang oleh aksi beli besar-besaran dari institusi resmi global, termasuk bank-bank sentral berbagai negara. Kondisi ini menunjukkan bahwa obligasi pemerintah AS masih menjadi salah satu aset pilihan utama investor global, meskipun pasar terus mencermati prospek suku bunga dan kondisi fiskal Amerika Serikat ke depan.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "RxOLIuFMpEo"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 885.9634223038976, "y": 178.8057939155402, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.9081, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "RxOLIuFMpEo", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "LARIS MANIS! Investor Asing Ramai-Ramai Borong Surat Utang AS | IDXC UPDATE\n\nDi tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga dan meningkatnya kekhawatiran terhadap pembiayaan pemerintah Amerika Serikat, investor asing justru kembali meningkatkan eksposur mereka terhadap aset keuangan Negeri Paman Sam. Arus modal global masih mengalir deras ke pasar surat utang AS karena dinilai menawarkan tingkat keamanan dan likuiditas yang tinggi di tengah dinamika ekonomi dunia.\n\nBerdasarkan data Treasury International Capital (TIC), arus masuk modal asing ke instrumen surat utang Amerika Serikat ditopang oleh aksi beli besar-besaran dari institusi resmi global, termasuk bank-bank sentral berbagai negara. Kondisi ini menunjukkan bahwa obligasi pemerintah AS masih menjadi salah satu aset pilihan utama investor global, meskipun pasar terus mencermati prospek suku bunga dan kondisi fiskal Amerika Serikat ke depan.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "RxOLIuFMpEo"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 788.4689030694697, "y": 395.2325286156786, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.9081, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "RxOLIuFMpEo", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "LARIS MANIS! Investor Asing Ramai-Ramai Borong Surat Utang AS | IDXC UPDATE\n\nDi tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga dan meningkatnya kekhawatiran terhadap pembiayaan pemerintah Amerika Serikat, investor asing justru kembali meningkatkan eksposur mereka terhadap aset keuangan Negeri Paman Sam. Arus modal global masih mengalir deras ke pasar surat utang AS karena dinilai menawarkan tingkat keamanan dan likuiditas yang tinggi di tengah dinamika ekonomi dunia.\n\nBerdasarkan data Treasury International Capital (TIC), arus masuk modal asing ke instrumen surat utang Amerika Serikat ditopang oleh aksi beli besar-besaran dari institusi resmi global, termasuk bank-bank sentral berbagai negara. Kondisi ini menunjukkan bahwa obligasi pemerintah AS masih menjadi salah satu aset pilihan utama investor global, meskipun pasar terus mencermati prospek suku bunga dan kondisi fiskal Amerika Serikat ke depan.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "RxOLIuFMpEo"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 294.51765835389944, "y": 205.40607292618597, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.9081, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "RxOLIuFMpEo", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "LARIS MANIS! Investor Asing Ramai-Ramai Borong Surat Utang AS | IDXC UPDATE\n\nDi tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga dan meningkatnya kekhawatiran terhadap pembiayaan pemerintah Amerika Serikat, investor asing justru kembali meningkatkan eksposur mereka terhadap aset keuangan Negeri Paman Sam. Arus modal global masih mengalir deras ke pasar surat utang AS karena dinilai menawarkan tingkat keamanan dan likuiditas yang tinggi di tengah dinamika ekonomi dunia.\n\nBerdasarkan data Treasury International Capital (TIC), arus masuk modal asing ke instrumen surat utang Amerika Serikat ditopang oleh aksi beli besar-besaran dari institusi resmi global, termasuk bank-bank sentral berbagai negara. Kondisi ini menunjukkan bahwa obligasi pemerintah AS masih menjadi salah satu aset pilihan utama investor global, meskipun pasar terus mencermati prospek suku bunga dan kondisi fiskal Amerika Serikat ke depan.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "RxOLIuFMpEo"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 556.4700753490334, "y": 931.1314296190681, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.9117, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "99uEfTWgMVE", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT TRADER?! Wacana Trading Dianggap Omzet Pajak & Dunia Lagi Mode Hawkish! | WAWASAN CERDAS\n\n00:06 Wacana Trading Saham Dianggap Omzet Pajak\n09:37 Dunia Lagi Mode Hawkish\n17:33 The Fed Tetap Hold Rate\n25:59 Australia Paling Semangat Naikkan Rate, Indonesia Nomor Dua\n32:46 Bursa Indonesia vs Australia vs Singapura\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Di episode kali ini, kita akan membongkar tuntas sebuah \"Perfect Storm\" atau badai mematikan yang sedang menghantui pasar modal Indonesia. Ada dua ancaman raksasa yang siap menggerus portofolio Anda: wacana mengerikan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait trading saham, dan kondisi makroekonomi global yang sedang berada dalam mode hawkish ekstrem!\n\n🚨 Bencana Pajak Saham: Jual Rugi Tetap Dianggap Omzet? Pernahkah Anda membayangkan transaksi saham Anda disamakan dengan jualan warung kelontong? Kegaduhan luar biasa sedang melanda komunitas trader ritel setelah munculnya wacana dari penyuluhan DJP di YouTube yang mengindikasikan bahwa aktivitas trading saham aktif dapat dikategorikan sebagai kegiatan usaha. Artinya, seluruh nilai transaksi jual saham Anda berpotensi dianggap sebagai peredaran bruto atau omzet!\n\nAturan ini sangat absurd karena dalam dunia saham, menjual senilai Rp1 miliar belum tentu berarti untung. Anda bisa saja menjual karena cut loss (rugi), namun di mata wacana pajak ini, nilai jual tersebut tetap memperbesar angka \"omzet\" Anda. Bahaya terbesarnya ada pada investor ritel yang juga memiliki usaha UMKM. Jika total nilai jual saham digabung dengan omzet usaha dan menembus batas Rp4,8 miliar per tahun, Anda bisa tiba-tiba kehilangan hak istimewa fasilitas PPh Final UMKM 0,5%! Padahal, selama ini setiap penjualan saham sudah otomatis dipotong PPh Final 0,1% oleh broker. Jika ritel ketakutan dan berhenti transaksi, likuiditas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kering kerontang, bid-offer merenggang, dan IHSG bisa rontok.\n\n🌍 Dunia Mode Hawkish: Suku Bunga Mencekik & Rupiah Terkapar Seolah masalah pajak belum cukup, kita sedang dihantam tsunami dari luar negeri. Nampaknya seluruh dunia saat ini sedang kompak dalam mode hawkish, di mana era uang murah telah berakhir. Amerika Serikat memimpin ketegangan ini. Meskipun The Fed menahan suku bunga di level 3,50% - 3,75%, proyeksi inflasi PCE mereka untuk tahun 2026 justru dinaikkan menjadi 3,6% (jauh di atas target 2%). Sinyal dari The Fed ini sangat keras: suku bunga tinggi akan ditahan lebih lama!\n\nKepanikan menyebar ke seluruh dunia. Bank of Japan (BoJ) yang biasanya menjadi sumber dana murah global secara mengejutkan menaikkan suku bunga ke 1%, tertinggi dalam 31 tahun terakhir. European Central Bank (ECB) juga ikut menaikkan tiga suku bunga utamanya sebesar 25 bps. Dampaknya? Dolar AS mengamuk dan yield (imbal hasil) obligasi global terbang tinggi.\n\n📉 Apa Kabar Indonesia? Untuk membentengi nilai tukar Rupiah dari pelarian modal asing (capital outflow), Bank Indonesia (BI) terpaksa harus bertindak galak dengan menaikkan BI-Rate menjadi 5,50%. Pasar obligasi kita merespons dengan panik; yield SBN tenor 2 tahun melonjak tajam nyaris 200 bps secara year-to-date menyentuh 7,095%. Kondisi suku bunga tinggi dan dolar kuat ini menjadi racun bagi IHSG. Kombinasi yield tinggi dan potensi keluarnya investor asing membuat saham-saham growth (pertumbuhan), teknologi, properti, dan perusahaan dengan utang dolar yang besar menjadi sangat rentan dan berdarah-darah. Sebaliknya, saham bank besar dan eksportir mungkin sedikit lebih defensif, namun tetap berisiko jika asing jualan massal.\n\nBagaimana kita sebagai investor dan trader harus bersikap di tengah ancaman pajak yang tidak masuk akal dan tekanan suku bunga global ini? Temukan analisis strategis selengkapnya hanya di video ini agar Anda tidak salah mengambil keputusan finansial!\n\nDisclaimer: Video ini dibuat murni untuk tujuan edukasi, diskusi, dan informasi. Ini bukan rekomendasi atau ajakan dari penasihat investasi untuk melakukan jual atau beli saham. Segala keputusan, keuntungan, dan risiko investasi sepenuhnya berada di tangan dan tanggung jawab masing-masing investor.\n\nDukung terus Wawasan Cerdas untuk memajukan literasi finansial Indonesia! Klik tombol LIKE jika video ini membuka wawasan Anda, SUBSCRIBE sekarang juga, dan aktifkan LONCENG notifikasi supaya tidak ketinggalan update paling krusial seputar ekonomi, IHSG, dan strategi investasi.\n\nAyo suarakan pendapat Anda di kolom komentar: Apakah Anda setuju jika nilai trading saham dianggap omzet dan digabung dengan perhitungan pajak UMKM Anda? Mari kita berdiskusi dengan cerdas!\n\n\n#WawasanCerdas #IHSG #PajakSaham #TradingSaham #PajakUMKM #TheFed #SukuBungaBI #Rupiah #MarketCrash #BursaEfekIndonesia #InvestasiSaham #SahamPemula #MakroEkonomi #SahamAnjlok #KrisisEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "99uEfTWgMVE"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 259.21503366455323, "y": 448.8170132076308, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 60.8867, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "99uEfTWgMVE", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT TRADER?! Wacana Trading Dianggap Omzet Pajak & Dunia Lagi Mode Hawkish! | WAWASAN CERDAS\n\n00:06 Wacana Trading Saham Dianggap Omzet Pajak\n09:37 Dunia Lagi Mode Hawkish\n17:33 The Fed Tetap Hold Rate\n25:59 Australia Paling Semangat Naikkan Rate, Indonesia Nomor Dua\n32:46 Bursa Indonesia vs Australia vs Singapura\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Di episode kali ini, kita akan membongkar tuntas sebuah \"Perfect Storm\" atau badai mematikan yang sedang menghantui pasar modal Indonesia. Ada dua ancaman raksasa yang siap menggerus portofolio Anda: wacana mengerikan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait trading saham, dan kondisi makroekonomi global yang sedang berada dalam mode hawkish ekstrem!\n\n🚨 Bencana Pajak Saham: Jual Rugi Tetap Dianggap Omzet? Pernahkah Anda membayangkan transaksi saham Anda disamakan dengan jualan warung kelontong? Kegaduhan luar biasa sedang melanda komunitas trader ritel setelah munculnya wacana dari penyuluhan DJP di YouTube yang mengindikasikan bahwa aktivitas trading saham aktif dapat dikategorikan sebagai kegiatan usaha. Artinya, seluruh nilai transaksi jual saham Anda berpotensi dianggap sebagai peredaran bruto atau omzet!\n\nAturan ini sangat absurd karena dalam dunia saham, menjual senilai Rp1 miliar belum tentu berarti untung. Anda bisa saja menjual karena cut loss (rugi), namun di mata wacana pajak ini, nilai jual tersebut tetap memperbesar angka \"omzet\" Anda. Bahaya terbesarnya ada pada investor ritel yang juga memiliki usaha UMKM. Jika total nilai jual saham digabung dengan omzet usaha dan menembus batas Rp4,8 miliar per tahun, Anda bisa tiba-tiba kehilangan hak istimewa fasilitas PPh Final UMKM 0,5%! Padahal, selama ini setiap penjualan saham sudah otomatis dipotong PPh Final 0,1% oleh broker. Jika ritel ketakutan dan berhenti transaksi, likuiditas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kering kerontang, bid-offer merenggang, dan IHSG bisa rontok.\n\n🌍 Dunia Mode Hawkish: Suku Bunga Mencekik & Rupiah Terkapar Seolah masalah pajak belum cukup, kita sedang dihantam tsunami dari luar negeri. Nampaknya seluruh dunia saat ini sedang kompak dalam mode hawkish, di mana era uang murah telah berakhir. Amerika Serikat memimpin ketegangan ini. Meskipun The Fed menahan suku bunga di level 3,50% - 3,75%, proyeksi inflasi PCE mereka untuk tahun 2026 justru dinaikkan menjadi 3,6% (jauh di atas target 2%). Sinyal dari The Fed ini sangat keras: suku bunga tinggi akan ditahan lebih lama!\n\nKepanikan menyebar ke seluruh dunia. Bank of Japan (BoJ) yang biasanya menjadi sumber dana murah global secara mengejutkan menaikkan suku bunga ke 1%, tertinggi dalam 31 tahun terakhir. European Central Bank (ECB) juga ikut menaikkan tiga suku bunga utamanya sebesar 25 bps. Dampaknya? Dolar AS mengamuk dan yield (imbal hasil) obligasi global terbang tinggi.\n\n📉 Apa Kabar Indonesia? Untuk membentengi nilai tukar Rupiah dari pelarian modal asing (capital outflow), Bank Indonesia (BI) terpaksa harus bertindak galak dengan menaikkan BI-Rate menjadi 5,50%. Pasar obligasi kita merespons dengan panik; yield SBN tenor 2 tahun melonjak tajam nyaris 200 bps secara year-to-date menyentuh 7,095%. Kondisi suku bunga tinggi dan dolar kuat ini menjadi racun bagi IHSG. Kombinasi yield tinggi dan potensi keluarnya investor asing membuat saham-saham growth (pertumbuhan), teknologi, properti, dan perusahaan dengan utang dolar yang besar menjadi sangat rentan dan berdarah-darah. Sebaliknya, saham bank besar dan eksportir mungkin sedikit lebih defensif, namun tetap berisiko jika asing jualan massal.\n\nBagaimana kita sebagai investor dan trader harus bersikap di tengah ancaman pajak yang tidak masuk akal dan tekanan suku bunga global ini? Temukan analisis strategis selengkapnya hanya di video ini agar Anda tidak salah mengambil keputusan finansial!\n\nDisclaimer: Video ini dibuat murni untuk tujuan edukasi, diskusi, dan informasi. Ini bukan rekomendasi atau ajakan dari penasihat investasi untuk melakukan jual atau beli saham. Segala keputusan, keuntungan, dan risiko investasi sepenuhnya berada di tangan dan tanggung jawab masing-masing investor.\n\nDukung terus Wawasan Cerdas untuk memajukan literasi finansial Indonesia! Klik tombol LIKE jika video ini membuka wawasan Anda, SUBSCRIBE sekarang juga, dan aktifkan LONCENG notifikasi supaya tidak ketinggalan update paling krusial seputar ekonomi, IHSG, dan strategi investasi.\n\nAyo suarakan pendapat Anda di kolom komentar: Apakah Anda setuju jika nilai trading saham dianggap omzet dan digabung dengan perhitungan pajak UMKM Anda? Mari kita berdiskusi dengan cerdas!\n\n\n#WawasanCerdas #IHSG #PajakSaham #TradingSaham #PajakUMKM #TheFed #SukuBungaBI #Rupiah #MarketCrash #BursaEfekIndonesia #InvestasiSaham #SahamPemula #MakroEkonomi #SahamAnjlok #KrisisEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "99uEfTWgMVE"}}], "edges": [{"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "myterminal.id", "source": "myterminal.id", "target": "myterminal.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "investora.idn", "source": "investora.idn", "target": "Investora.Idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "chenelpasarmodal", "source": "chenelpasarmodal", "target": "akunwakwak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@tradingsahamfirman", "source": "@tradingsahamfirman", "target": "tradingsa...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}