{"nodes": [{"key": "strike653811", "attributes": {"label": "strike653811", "x": 266.46978223980733, "y": 201.99253631242976, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067096325754384481", "id": "strike653811", "source": "retweet-000002", "content": "sedang menghadapi tekanan berupa pelemahan rupiah, volatilitas IHSG, dan meningkatnya kekhawatiran fiskal.\n💰 Hasil Penerbit…", "post_id": "2067096325754384481"}}, {"key": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "Rahadi0816", "x": 226.62977685125418, "y": 643.8201754939278, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 15.5601, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "2067096325754384481", "id": "Rahadi0816", "source": "retweet-000002", "content": "sedang menghadapi tekanan berupa pelemahan rupiah, volatilitas IHSG, dan meningkatnya kekhawatiran fiskal.\n💰 Hasil Penerbit…", "post_id": "2067096325754384481"}}, {"key": "Rahadi240987455", "attributes": {"label": "Rahadi240987455", "x": 472.080977729026, "y": 842.2186207712296, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067096790915326049", "id": "Rahadi240987455", "source": "retweet-000002", "content": "sedang menghadapi tekanan berupa pelemahan rupiah, volatilitas IHSG, dan meningkatnya kekhawatiran fiskal.\n💰 Hasil Penerbit…", "post_id": "2067096790915326049"}}, {"key": "satunusa185593", "attributes": {"label": "satunusa185593", "x": 909.4632959035754, "y": 711.2558993042121, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067097155798777926", "id": "satunusa185593", "source": "retweet-000002", "content": "sedang menghadapi tekanan berupa pelemahan rupiah, volatilitas IHSG, dan meningkatnya kekhawatiran fiskal.\n💰 Hasil Penerbit…", "post_id": "2067097155798777926"}}, {"key": "2y2o2u2n2g", "attributes": {"label": "2y2o2u2n2g", "x": 658.5283612255635, "y": 165.89798349495155, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067135699061792827", "id": "2y2o2u2n2g", "source": "tweet-000004", "content": "Yh bagus ini nama nya jdi kuat lagi rupiah nanti🗿Rupiah Menguat: Penambahan likuiditas valuta asing ini memberikan ruang bagi Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah dari tekanan eksternal.", "post_id": "2067135699061792827"}}, {"key": "PutraMataSatu", "attributes": {"label": "PutraMataSatu", "x": 700.0917793518148, "y": 495.87480734233026, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.4669, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2067135699061792827", "id": "PutraMataSatu", "source": "tweet-000004", "content": "Yh bagus ini nama nya jdi kuat lagi rupiah nanti🗿Rupiah Menguat: Penambahan likuiditas valuta asing ini memberikan ruang bagi Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah dari tekanan eksternal.", "post_id": "2067135699061792827"}}, {"key": "RadioSmartFM", "attributes": {"label": "RadioSmartFM", "x": 845.3579378574161, "y": 314.75079903855266, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067849865497899237", "id": "RadioSmartFM", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonom Hosianna Evalita Situmorang menilai keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen pada Juni 2026 untuk memperkuat nilai tukar rupiah sekaligus meredam tekanan inflasi impor di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.\n\n#SmartNews  https://t.co/9sdg8Moea0", "post_id": "2067849865497899237"}}, {"key": "antaranews", "attributes": {"label": "antaranews", "x": 327.06755559033616, "y": 909.8986102187949, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.6533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067849865497899237", "id": "antaranews", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonom Hosianna Evalita Situmorang menilai keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen pada Juni 2026 untuk memperkuat nilai tukar rupiah sekaligus meredam tekanan inflasi impor di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.\n\n#SmartNews  https://t.co/9sdg8Moea0", "post_id": "2067849865497899237"}}, {"key": "dh4nds", "attributes": {"label": "dh4nds", "x": 559.4158737895418, "y": 844.4556734420286, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067421266051809787", "id": "dh4nds", "source": "tweet-000004", "content": "Sepertinya masih ada tekanan jual rupiah, nunggu kebijakan pemerintah lain yang memperkuat fiskal, dan market friendly. Semoga perjuangan para guru di MK dan mahasiswa serta netizen yang BERISIK demi kemajuan bangsa, bisa berhasil . aminnn", "post_id": "2067421266051809787"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 730.8296411898547, "y": 122.08338973848743, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.6533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067421266051809787", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Sepertinya masih ada tekanan jual rupiah, nunggu kebijakan pemerintah lain yang memperkuat fiskal, dan market friendly. Semoga perjuangan para guru di MK dan mahasiswa serta netizen yang BERISIK demi kemajuan bangsa, bisa berhasil . aminnn", "post_id": "2067421266051809787"}}, {"key": "Ombahku", "attributes": {"label": "Ombahku", "x": 999.5407917407281, "y": 197.1314104354326, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067974985562685592", "id": "Ombahku", "source": "tweet-000004", "content": "Belum selesai pemerintah menghadapi berbagai tekanan ekonomi yang ada saat ini, mulai dari pelemahan rupiah, menurunnya daya beli masyarakat, dampak kenaikan harga BBM, gelombang PHK di sejumlah sektor, hingga tantangan menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.", "post_id": "2067974985562685592"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 443.0337811542494, "y": 880.4898627484802, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.6533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "2067974985562685592", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Belum selesai pemerintah menghadapi berbagai tekanan ekonomi yang ada saat ini, mulai dari pelemahan rupiah, menurunnya daya beli masyarakat, dampak kenaikan harga BBM, gelombang PHK di sejumlah sektor, hingga tantangan menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.", "post_id": "2067974985562685592"}}, {"key": "Primitive930124", "attributes": {"label": "Primitive930124", "x": 302.05675362881715, "y": 146.90640203538086, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068163178144628959", "id": "Primitive930124", "source": "tweet-000004", "content": "Kmrn rupiah menguat krn aksi tekanan dri BI Rate, dan aksi ambil untung spekulan, skrg cara itu malah bkin investor kabur krena bunga kredit yg tinggi, tapi bisanya nyalahin Hormutz, Soroz, Singapura, pdhl yg ga dipercaya itu tata kelola MBG, KDMP dan kebijakan hukum yg ga jelas", "post_id": "2068163178144628959"}}, {"key": "_kembangJukut", "attributes": {"label": "_kembangJukut", "x": 532.5125724566536, "y": 61.11358494743768, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068924246877933840", "id": "_kembangJukut", "source": "tweet-000004", "content": "Tp klo pariwisata ancur krn sistem mempersulit turis, dan turis lebih milih ke tailand or vietnam akan makin banyak pengangguran dan tekanan fiskal makin tinggi akhirnya rupiah makin anjlok.", "post_id": "2068924246877933840"}}, {"key": "wafinapp", "attributes": {"label": "wafinapp", "x": 813.2115735840202, "y": 646.561780253707, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.7464, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068924246877933840", "id": "wafinapp", "source": "tweet-000004", "content": "Tp klo pariwisata ancur krn sistem mempersulit turis, dan turis lebih milih ke tailand or vietnam akan makin banyak pengangguran dan tekanan fiskal makin tinggi akhirnya rupiah makin anjlok.", "post_id": "2068924246877933840"}}, {"key": "steve_hanke", "attributes": {"label": "steve_hanke", "x": 495.39111384448506, "y": 650.848097312539, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.7464, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068924246877933840", "id": "steve_hanke", "source": "tweet-000004", "content": "Tp klo pariwisata ancur krn sistem mempersulit turis, dan turis lebih milih ke tailand or vietnam akan makin banyak pengangguran dan tekanan fiskal makin tinggi akhirnya rupiah makin anjlok.", "post_id": "2068924246877933840"}}, {"key": "infobanyumas", "attributes": {"label": "infobanyumas", "x": 209.1217469889528, "y": 423.86915521719584, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 45.5968, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3921971520374918681_3164205044", "id": "infobanyumas", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar dolar Amerika Serikat (US Dollar) terhadap Rupiah hari ini, Kamis, 18 Juni 2026, berada di kisaran Rp17.827 hingga Rp17.849 per dolar AS pada perdagangan spot internasional.\n\n Nilai ini mencerminkan pergerakan Rupiah yang kembali mengalami tekanan. Pelaku pasar saat ini tengah bersikap wait and see atau menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) terkait kebijakan suku bunga dalam negeri untuk menstabilkan nilai tukar. \n\nPriwe lur??? Iso 16 ewu maning ora ya???\n\n~~~\n📷 : google finance\n~~~\nUntuk share info di   kirim melalui DM / mention story atau WA, no bisa cek di Bio\n\n#infobanyumas #purwokerto #banyumas #dolaramerika", "post_id": "3921971520374918681_3164205044"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 679.2633052375596, "y": 296.82008415800664, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5436, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 3, "degree": 6}, "_id": "3923027569910497111_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah dibuka melemah 43 poin ke level Rp17.837 per dolar AS pada perdagangan hari ini. 📊\n\nPelemahan rupiah terjadi meski Bank Indonesia telah menaikkan BI-Rate menjadi 5,75%. Tekanan datang dari penguatan dolar AS seiring meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pasca-FOMC. \n\nSelain itu, kekhawatiran pasar terhadap belum pulihnya pasokan minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah turut menopang penguatan dolar AS. ⛽\n\nAnalis memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.800–Rp17.900 per dolar AS. 📈\n\nSumber: katadata.co.id, 19 Juni 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp). 🤝\n\n#mancingsaham #Rupiah #DolarAS #TheFed #BIRate #BankIndonesia #FOMC #IHSG #Investasi #MarketUpdate", "post_id": "3923027569910497111_52512310886"}}, {"key": "rerekumampung", "attributes": {"label": "rerekumampung", "x": 129.69921636413494, "y": 389.44515546757066, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.2172, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922939060343644589_297782118", "id": "rerekumampung", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen berpotensi meningkatkan beban cicilan masyarakat dan dunia usaha. \n\nKondisi tersebut dapat memicu kenaikan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) perbankan karena debitur menghadapi biaya pinjaman yang lebih tinggi.\n\nDi sisi lain, langkah tersebut dinilai tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menahan tekanan eksternal yang berasal dari kebijakan moneter global.\n\nMana nih suaranya yang cicilannya naik? Komen ya! \n\nContent Creator: Dian Reinis  \nProduser: Akhdi Martin\n\n#BIrate #cicilan #ekonomi #sketch", "post_id": "3922939060343644589_297782118"}}, {"key": "ciparay.id", "attributes": {"label": "ciparay.id", "x": 991.425863135201, "y": 598.1822285906865, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3916818897072366681_4031482764", "id": "ciparay.id", "source": "instagram-000001", "content": "Dalam 11 hari belakangan, Indonesia diwarnai berbagai perkembangan besar yang menyita perhatian publik.\nMulai dari utang negara yang terus meningkat, dorongan DPR untuk mengoptimalkan penerimaan pajak, pelemahan rupiah terhadap dolar AS, hingga anjloknya IHSG ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir.\nRentetan peristiwa yang terjadi hampir bersamaan tersebut memicu kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama terkait kondisi ekonomi, daya beli, dan tekanan biaya hidup yang dirasakan semakin berat.\nDi tengah situasi ini, banyak masyarakat mulai bertanya: ke mana arah perekonomian Indonesia akan bergerak dalam waktu dekat? Apakah berbagai dinamika ini hanya gejolak sementara, atau menjadi sinyal yang perlu mendapat perhatian lebih serius?\n\nsourch :", "post_id": "3916818897072366681_4031482764"}}, {"key": "ahquote", "attributes": {"label": "ahquote", "x": 424.61393487287825, "y": 776.4631508420454, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916818897072366681_4031482764", "id": "ahquote", "source": "instagram-000001", "content": "Dalam 11 hari belakangan, Indonesia diwarnai berbagai perkembangan besar yang menyita perhatian publik.\nMulai dari utang negara yang terus meningkat, dorongan DPR untuk mengoptimalkan penerimaan pajak, pelemahan rupiah terhadap dolar AS, hingga anjloknya IHSG ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir.\nRentetan peristiwa yang terjadi hampir bersamaan tersebut memicu kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama terkait kondisi ekonomi, daya beli, dan tekanan biaya hidup yang dirasakan semakin berat.\nDi tengah situasi ini, banyak masyarakat mulai bertanya: ke mana arah perekonomian Indonesia akan bergerak dalam waktu dekat? Apakah berbagai dinamika ini hanya gejolak sementara, atau menjadi sinyal yang perlu mendapat perhatian lebih serius?\n\nsourch :", "post_id": "3916818897072366681_4031482764"}}, {"key": "infotibanjaran.id", "attributes": {"label": "infotibanjaran.id", "x": 273.3592180953585, "y": 586.3330065532557, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922805836196036079_45016844333", "id": "infotibanjaran.id", "source": "instagram-000001", "content": "Suku bunga acuan atau rate kembali menyita perhatian publik seiring langkah Bank Indonesia (BI) menaikkannya di tengah tren pelemahan rupiah, ketidakpastian ekonomi global, dan upaya menjaga stabilitas nasional\n\nPada Selasa (9/6/2026), BI rate naik sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Pada saat yang sama, suku bunga deposit facility naik 25 basis poin menjadi 4,50% dan suku bunga lending facility meningkat 25 basis poin menjadi 6,25%.\n\nBank Indonesia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya gejolak global akibat konflik di Timur Tengah.\n\nSelain itu, kebijakan ini juga bersifat preemptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1%.\n\nKenaikan suku bunga juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil aset keuangan domestik sehingga dapat menarik kembali aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.\n\nLangkah tersebut dilakukan hanya beberapa minggu setelah Bank Indonesia sebelumnya menaikkan rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Mei 2026.\n\nKebijakan yang relatif agresif ini menunjukkan keseriusan bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah yang mengalami tekanan cukup besar sepanjang tahun berjalan.\n\nKenaikan BI rate selalu berimbas pada dompet masyarakat, mulai dari membengkaknya tagihan cicilan kredit dan bunga kredit pemilikan rumah (KPR), hingga potensi kenaikan bunga deposito. Perubahan-perubahan ini secara akumulatif langsung memengaruhi stabilitas kondisi keuangan rumah tangga.\n-", "post_id": "3922805836196036079_45016844333"}}, {"key": "voktis.id", "attributes": {"label": "voktis.id", "x": 472.79330705111175, "y": 688.7679045282243, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922805836196036079_45016844333", "id": "voktis.id", "source": "instagram-000001", "content": "Suku bunga acuan atau rate kembali menyita perhatian publik seiring langkah Bank Indonesia (BI) menaikkannya di tengah tren pelemahan rupiah, ketidakpastian ekonomi global, dan upaya menjaga stabilitas nasional\n\nPada Selasa (9/6/2026), BI rate naik sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Pada saat yang sama, suku bunga deposit facility naik 25 basis poin menjadi 4,50% dan suku bunga lending facility meningkat 25 basis poin menjadi 6,25%.\n\nBank Indonesia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya gejolak global akibat konflik di Timur Tengah.\n\nSelain itu, kebijakan ini juga bersifat preemptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1%.\n\nKenaikan suku bunga juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil aset keuangan domestik sehingga dapat menarik kembali aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.\n\nLangkah tersebut dilakukan hanya beberapa minggu setelah Bank Indonesia sebelumnya menaikkan rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Mei 2026.\n\nKebijakan yang relatif agresif ini menunjukkan keseriusan bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah yang mengalami tekanan cukup besar sepanjang tahun berjalan.\n\nKenaikan BI rate selalu berimbas pada dompet masyarakat, mulai dari membengkaknya tagihan cicilan kredit dan bunga kredit pemilikan rumah (KPR), hingga potensi kenaikan bunga deposito. Perubahan-perubahan ini secara akumulatif langsung memengaruhi stabilitas kondisi keuangan rumah tangga.\n-", "post_id": "3922805836196036079_45016844333"}}, {"key": "bangsaonline", "attributes": {"label": "bangsaonline", "x": 538.5091742261206, "y": 890.3212594040056, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.895, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3923027348047276635_6049672621", "id": "bangsaonline", "source": "instagram-000001", "content": "Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Melihat Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Jombang, Jumat (19/6/2026), untuk mendesak pemerintah daerah dan DPRD memitigasi dampak pelemahan rupiah serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap masyarakat.\n\nAksi tersebut merupakan respons atas kekhawatiran mahasiswa terhadap kondisi ekonomi yang dinilai semakin menekan masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.\n\nMassa aksi yang memadati halaman gedung dewan berasal dari gabungan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jombang dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Darul Ulum (Undar).\n\nKetua DPC GMNI Jombang, Daffa Raihananta, mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai semakin berat akibat berbagai tekanan ekonomi.\n\nIa meminta DPRD Jombang segera melakukan pemetaan dan audit terhadap tingkat kerentanan ekonomi masyarakat sebagai langkah awal untuk merumuskan kebijakan yang tepat.\n\n\"Kami menuntut DPRD Kabupaten Jombang segera mengaudit kerentanan ekonomi di masyarakat. Efek isu global seperti pelemahan rupiah dan kenaikan harga BBM harus dipetakan dampaknya secara nyata pada kehidupan warga Jombang,\" tutur Daffa di sela-sela aksi.\n\nDaffa juga menyoroti peran DPRD Jombang yang dinilai belum maksimal dalam mengawal berbagai persoalan nasional agar memperoleh tindak lanjut yang jelas hingga ke tingkat pusat.\n\n\"Kami meminta perwakilan dari seluruh fraksi hadir menemui kami. Jika tuntutan dialog ini diabaikan, kami akan mengerahkan massa dalam jumlah yang lebih besar,\" tegasnya.\n\nKekecewaan terhadap respons legislatif juga disampaikan pengurus DPC GMNI Jombang, Ahmad Nuha. Menurutnya, hingga kini belum terlihat langkah konkret yang ditawarkan wakil rakyat untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.\n\nS...\n\nSupport kami dengan cara Like, Share dan Follow \n\n#bangsaonline #reels #viral", "post_id": "3923027348047276635_6049672621"}}, {"key": "fakta_banten", "attributes": {"label": "fakta_banten", "x": 527.9025336571242, "y": 572.3166517669972, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 45.5968, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3922024150386802081_4851899515", "id": "fakta_banten", "source": "instagram-000001", "content": "SERANG – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Simpang Ciceri, Kota Serang, Rabu (17/6/2026).\n\nDalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah kritik terhadap kebijakan pemerintah pusat. Isu yang disoroti meliputi kondisi perekonomian nasional, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga persoalan demokrasi dan kebebasan sipil.\n\nKoordinator aksi, Muhammad Syahid, mengatakan mahasiswa merasa perlu menyuarakan berbagai persoalan yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.\n\nMenurutnya, kondisi ekonomi saat ini masih memberikan tekanan bagi masyarakat meski pemerintah kerap menyampaikan narasi positif terkait pertumbuhan ekonomi nasional.\n\n“Kami hadir untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Banyak persoalan ekonomi dan sosial yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah,” ujar Syahid saat berorasi.\n\nDalam aksinya, mahasiswa menyinggung pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang dinilai dapat memengaruhi harga barang impor dan meningkatkan biaya produksi di berbagai sektor.\n\nMereka menilai kondisi tersebut berpotensi berdampak pada daya beli masyarakat yang hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi.\n\nBaca selengkapnya di faktabanten.co.id\natau klik link yang ada di IGstory\n\nYuk bagikan kejadian menarik di sekitar Kawan Fakta dengan cara tag IG \n\n#fakta #faktabanten #beritacilegon #cilegon #banten", "post_id": "3922024150386802081_4851899515"}}, {"key": "radarcirebon", "attributes": {"label": "radarcirebon", "x": 896.0145163625988, "y": 636.842493712868, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 45.5968, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3921392528213284601_1718355346", "id": "radarcirebon", "source": "instagram-000001", "content": "Demo mahasiswa di Kuningan kembali menjadi sorotan publik. \n\nRatusan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan turun ke jalan dan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Kuningan, Rabu, 17 Juni 2026.\n\nAksi tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai organisasi, di antaranya HMI, PMII, GMNI, IMM, KAHMI, serta sejumlah elemen mahasiswa lainnya. \n\nMereka menyampaikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi nasional, pelaksanaan program pemerintah, persoalan lingkungan hidup, hingga upaya pemberantasan korupsi.\n.\nSejak pagi, massa aksi mulai memadati kawasan Gedung DPRD Kabupaten Kuningan. Di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian, mahasiswa secara bergantian menyampaikan orasi yang berisi kritik dan tuntutan kepada pemerintah.\n\nKoordinator lapangan aksi menyampaikan bahwa kondisi ekonomi nasional saat ini menjadi salah satu perhatian utama mahasiswa. \n\nMereka menilai masyarakat masih menghadapi tekanan ekonomi yang cukup berat, mulai dari daya beli yang belum pulih sepenuhnya hingga dampak fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.\n\nSelain itu, mahasiswa juga menyoroti tata kelola ekonomi nasional yang dinilai perlu diperbaiki agar mampu memberikan kepastian dan kesejahteraan bagi masyarakat. \n.\nMereka meminta pemerintah lebih responsif terhadap berbagai persoalan ekonomi yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat di berbagai daerah.\n\nProgram MBG Jadi Sorotan\n\nSalah satu isu yang paling banyak mendapat perhatian dalam aksi tersebut adalah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). \n\n.\n.\nBerita selengkapnya kunjungi Instastory  lalu KLIK TAUTAN!! \n.\n.\n#radarcirebon", "post_id": "3921392528213284601_1718355346"}}, {"key": "surabayakabarmetro", "attributes": {"label": "surabayakabarmetro", "x": 848.9781564837588, "y": 969.58271013782, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3920722215590254598_9286751720", "id": "surabayakabarmetro", "source": "instagram-000001", "content": "Sekilas Info! \n\nFollow  \n.\n.\nBadan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Timur bersiap menggelar aksi demonstrasi di Surabaya pada Rabu (17/6/2026). \n\nSejumlah kampus yang tergabung dalam BEM SI dijadwalkan turun ke jalan membawa lima tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah.\n\nKoordinator Wilayah BEM SI Jawa Timur Muhammad Aqomaddin mengatakan persiapan aksi masih terus dimatangkan. Pembahasan mengenai teknis lapangan maupun keterlibatan kampus peserta aksi masih dilakukan melalui konsolidasi lanjutan.\n\n“Kami rencana aksi hari Rabu. Terkait kampus mana saja yang akan turun aksi, masih kita follow up,” kata Aqomaddin, Selasa (16/6/2026).\n\nIa menambahkan, penentuan titik aksi juga masih menunggu hasil rapat teknis lapangan yang akan digelar menjelang demonstrasi.\n\nSementara itu, Presiden BEM Universitas Airlangga (Unair), Rizki Senja memastikan mahasiswa Unair akan ikut turun dalam aksi tersebut. Menurutnya, BEM Unair yang merupakan bagian dari BEM SI akan menginisiasi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya.\n\n“Insyaallah kami akan aksi tanggal 17 Juni di Grahadi. BEM Unair akan menginisiasi aksi demonstrasi dan mengajak elemen lainnya,” ujar Rizki.\n\nDalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan utama. Mereka mendesak pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), mencabut Undang-Undang Polri dan Undang-Undang TNI, serta menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM).\n\nSelain itu, mahasiswa juga menolak praktik militerisme dan meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk memperkuat nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat. (Tribunnews) \n.\n.\n#surabayakabarmetro", "post_id": "3920722215590254598_9286751720"}}, {"key": "gresik_bercerita", "attributes": {"label": "gresik_bercerita", "x": 649.3158057476651, "y": 236.81779966136963, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3920722215590254598_9286751720", "id": "gresik_bercerita", "source": "instagram-000001", "content": "Sekilas Info! \n\nFollow  \n.\n.\nBadan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Timur bersiap menggelar aksi demonstrasi di Surabaya pada Rabu (17/6/2026). \n\nSejumlah kampus yang tergabung dalam BEM SI dijadwalkan turun ke jalan membawa lima tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah.\n\nKoordinator Wilayah BEM SI Jawa Timur Muhammad Aqomaddin mengatakan persiapan aksi masih terus dimatangkan. Pembahasan mengenai teknis lapangan maupun keterlibatan kampus peserta aksi masih dilakukan melalui konsolidasi lanjutan.\n\n“Kami rencana aksi hari Rabu. Terkait kampus mana saja yang akan turun aksi, masih kita follow up,” kata Aqomaddin, Selasa (16/6/2026).\n\nIa menambahkan, penentuan titik aksi juga masih menunggu hasil rapat teknis lapangan yang akan digelar menjelang demonstrasi.\n\nSementara itu, Presiden BEM Universitas Airlangga (Unair), Rizki Senja memastikan mahasiswa Unair akan ikut turun dalam aksi tersebut. Menurutnya, BEM Unair yang merupakan bagian dari BEM SI akan menginisiasi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya.\n\n“Insyaallah kami akan aksi tanggal 17 Juni di Grahadi. BEM Unair akan menginisiasi aksi demonstrasi dan mengajak elemen lainnya,” ujar Rizki.\n\nDalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan utama. Mereka mendesak pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), mencabut Undang-Undang Polri dan Undang-Undang TNI, serta menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM).\n\nSelain itu, mahasiswa juga menolak praktik militerisme dan meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk memperkuat nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat. (Tribunnews) \n.\n.\n#surabayakabarmetro", "post_id": "3920722215590254598_9286751720"}}, {"key": "19585064872", "attributes": {"label": "19585064872", "x": 182.67859595008872, "y": 292.6185866128523, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "19585064872", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "visualiterasi", "attributes": {"label": "visualiterasi", "x": 554.9499746246316, "y": 659.7597635074458, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "visualiterasi", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "folknomic", "attributes": {"label": "folknomic", "x": 632.9914441563785, "y": 947.523767473707, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomic", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "folknomics", "attributes": {"label": "folknomics", "x": 252.7011639940957, "y": 945.2801821767401, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomics", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "go_clipnews", "attributes": {"label": "go_clipnews", "x": 537.8938003475553, "y": 262.0005500303428, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7650544629074677000", "id": "go_clipnews", "source": "tiktok-000001", "content": "PT Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026, sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Ini kenaikan terbesar dalam sejarah BBM nonsubsidi Indonesia, dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia akibat perang Iran dan pelemahan rupiah yang sudah menembus Rp18.000. Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet menilai kenaikan ini cukup efektif mengurangi tekanan fiskal, namun mengingatkan bahwa peningkatan konsumsi Pertalite akan menambah beban kompensasi pemerintah. Dengan asumsi kompensasi sekitar Rp5.400 per liter, tambahan beban fiskal diperkirakan berkisar antara Rp4 triliun hingga Rp17 triliun, dengan skenario moderat mendekati Rp10 triliun. Di sisi lain, tanpa kenaikan ini pemerintah harus menanggung tambahan beban fiskal hingga Rp27,7 triliun per tahun. Kenaikan Pertamax diperkirakan menghemat anggaran negara sekitar Rp11,4 triliun per tahun sekaligus menghemat devisa US$0,6 miliar di tengah tekanan terhadap rupiah. Tapi skenario ini hanya berlaku jika konsumen tetap pakai Pertamax, bukan berduyun-duyun pindah ke Pertalite.  #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7650544629074677000"}}, {"key": "Konten.Com", "attributes": {"label": "Konten.Com", "x": 384.31005753670354, "y": 561.6235914655996, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7650544629074677000", "id": "Konten.Com", "source": "tiktok-000001", "content": "PT Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026, sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Ini kenaikan terbesar dalam sejarah BBM nonsubsidi Indonesia, dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia akibat perang Iran dan pelemahan rupiah yang sudah menembus Rp18.000. Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet menilai kenaikan ini cukup efektif mengurangi tekanan fiskal, namun mengingatkan bahwa peningkatan konsumsi Pertalite akan menambah beban kompensasi pemerintah. Dengan asumsi kompensasi sekitar Rp5.400 per liter, tambahan beban fiskal diperkirakan berkisar antara Rp4 triliun hingga Rp17 triliun, dengan skenario moderat mendekati Rp10 triliun. Di sisi lain, tanpa kenaikan ini pemerintah harus menanggung tambahan beban fiskal hingga Rp27,7 triliun per tahun. Kenaikan Pertamax diperkirakan menghemat anggaran negara sekitar Rp11,4 triliun per tahun sekaligus menghemat devisa US$0,6 miliar di tengah tekanan terhadap rupiah. Tapi skenario ini hanya berlaku jika konsumen tetap pakai Pertamax, bukan berduyun-duyun pindah ke Pertalite.  #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7650544629074677000"}}, {"key": "rominofrian", "attributes": {"label": "rominofrian", "x": 493.1482131195485, "y": 35.37620712997702, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648691307921050901", "id": "rominofrian", "source": "tiktok-000001", "content": "Pelemahan rupiah bukan cuma angka di grafik. Dampaknya sudah terasa langsung di pasar tradisional. Pedagang di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, mengaku omzet mereka turun drastis. Daya beli masyarakat merosot, kios sepi, dan harga barang naik tajam. Salah satu pedagang sembako mengungkapkan harga plastik saja sudah naik hingga 40%, dari Rp10.000 per pack menjadi Rp16.000-18.000 per pack. \"Dolar naik, barang-barang di sini pada naik semua,\" ujarnya. Ini bukan kasus satu toko. Ini sinyal bahwa kurs rupiah yang kini melemah ke kisaran Rp18.000/USD sudah merambat ke ekonomi akar rumput. Ketika pedagang pasar sudah merasakan sesak, artinya tekanan inflasi impor sudah nyata, bukan sekadar wacana makro.  TWS News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648691307921050901"}}, {"key": "Sumber", "attributes": {"label": "Sumber", "x": 610.616447242847, "y": 408.6874864099918, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648691307921050901", "id": "Sumber", "source": "tiktok-000001", "content": "Pelemahan rupiah bukan cuma angka di grafik. Dampaknya sudah terasa langsung di pasar tradisional. Pedagang di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, mengaku omzet mereka turun drastis. Daya beli masyarakat merosot, kios sepi, dan harga barang naik tajam. Salah satu pedagang sembako mengungkapkan harga plastik saja sudah naik hingga 40%, dari Rp10.000 per pack menjadi Rp16.000-18.000 per pack. \"Dolar naik, barang-barang di sini pada naik semua,\" ujarnya. Ini bukan kasus satu toko. Ini sinyal bahwa kurs rupiah yang kini melemah ke kisaran Rp18.000/USD sudah merambat ke ekonomi akar rumput. Ketika pedagang pasar sudah merasakan sesak, artinya tekanan inflasi impor sudah nyata, bukan sekadar wacana makro.  TWS News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648691307921050901"}}, {"key": "reredipalmerah", "attributes": {"label": "reredipalmerah", "x": 988.2417499290283, "y": 822.2775241463419, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.2172, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653077419787619592", "id": "reredipalmerah", "source": "tiktok-000001", "content": "Kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen berpotensi meningkatkan beban cicilan masyarakat dan dunia usaha.  Kondisi tersebut dapat memicu kenaikan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) perbankan karena debitur menghadapi biaya pinjaman yang lebih tinggi. Di sisi lain, langkah tersebut dinilai tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menahan tekanan eksternal yang berasal dari kebijakan moneter global. Mana nih suaranya yang cicilannya naik? Komen ya!  Content Creator: Dian Reinis   Produser: Akhdi Martin #BIrate #cicilan #ekonomi #sketch", "post_id": "7653077419787619592"}}, {"key": "baramaros_", "attributes": {"label": "baramaros_", "x": 706.8248999861563, "y": 329.77414894805435, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649245512423525639", "id": "baramaros_", "source": "tiktok-000001", "content": "Di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang menjadi sorotan akibat pelemahan rupiah dan tekanan di pasar keuangan, sejumlah tokoh nasional turut menyampaikan pandangannya. Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Jusuf Kalla sama-sama menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik sebagai salah satu kunci untuk mendukung stabilitas ekonomi. Anies Baswedan lebih dulu menyampaikan pandangannya pada 20 Mei 2026. Menurutnya, yang dibutuhkan publik dan pelaku pasar saat ini adalah kepastian, transparansi, serta arah kebijakan yang jelas dari pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Selanjutnya, pada 4 Juni 2026, Ganjar Pranowo menyoroti kabar nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp18.040 per dolar AS. Ia meminta pemerintah segera mengembalikan kepercayaan publik, sekaligus memperkuat fungsi lembaga negara dan birokrasi agar berjalan lebih efektif. Pada hari yang sama, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa kepemimpinan yang kuat tidak hanya diukur dari kemampuan menghadapi krisis. Menurutnya, menjaga kepercayaan masyarakat dan menciptakan peluang di tengah ketidakpastian juga menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi ekonomi yang menantang. Sementara itu, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menilai kondisi ekonomi, baik di tingkat global maupun domestik, sedang menghadapi tekanan. Ia mengingatkan bahwa pelemahan rupiah dan kondisi pasar keuangan dapat berdampak pada masyarakat, sehingga diperlukan kerja keras untuk menghadapi situasi tersebut. Meski disampaikan dalam waktu dan kesempatan yang berbeda, keempat tokoh tersebut memiliki benang merah yang sama, yakni pentingnya membangun dan menjaga kepercayaan publik di tengah tantangan ekonomi yang sedang dihadapi Indonesia. 📷  #baramaros #beritaseputarindonesia", "post_id": "7649245512423525639"}}, {"key": "hypekabar", "attributes": {"label": "hypekabar", "x": 721.6953590184211, "y": 995.2030020002264, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7649245512423525639", "id": "hypekabar", "source": "tiktok-000001", "content": "Di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang menjadi sorotan akibat pelemahan rupiah dan tekanan di pasar keuangan, sejumlah tokoh nasional turut menyampaikan pandangannya. Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Jusuf Kalla sama-sama menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik sebagai salah satu kunci untuk mendukung stabilitas ekonomi. Anies Baswedan lebih dulu menyampaikan pandangannya pada 20 Mei 2026. Menurutnya, yang dibutuhkan publik dan pelaku pasar saat ini adalah kepastian, transparansi, serta arah kebijakan yang jelas dari pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Selanjutnya, pada 4 Juni 2026, Ganjar Pranowo menyoroti kabar nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp18.040 per dolar AS. Ia meminta pemerintah segera mengembalikan kepercayaan publik, sekaligus memperkuat fungsi lembaga negara dan birokrasi agar berjalan lebih efektif. Pada hari yang sama, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa kepemimpinan yang kuat tidak hanya diukur dari kemampuan menghadapi krisis. Menurutnya, menjaga kepercayaan masyarakat dan menciptakan peluang di tengah ketidakpastian juga menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi ekonomi yang menantang. Sementara itu, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menilai kondisi ekonomi, baik di tingkat global maupun domestik, sedang menghadapi tekanan. Ia mengingatkan bahwa pelemahan rupiah dan kondisi pasar keuangan dapat berdampak pada masyarakat, sehingga diperlukan kerja keras untuk menghadapi situasi tersebut. Meski disampaikan dalam waktu dan kesempatan yang berbeda, keempat tokoh tersebut memiliki benang merah yang sama, yakni pentingnya membangun dan menjaga kepercayaan publik di tengah tantangan ekonomi yang sedang dihadapi Indonesia. 📷  #baramaros #beritaseputarindonesia", "post_id": "7649245512423525639"}}, {"key": "buterflywave", "attributes": {"label": "buterflywave", "x": 179.0363891846135, "y": 255.4627741641664, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7652703574056635656", "id": "buterflywave", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengantisipasi tekanan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, BI memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. “Rapat Dewan Gubernur BI pada 17-18 Juni 2026, memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,” ujar Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (18/6). Selain BI-Rate, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga fasilitas simpanan (Deposit Facility) sebesar 25 bps menjadi 4,75%. Sementara itu, suku bunga fasilitas pinjaman (Lending Facility) turut naik 25 bps menjadi 6,50%. sumber :   #cryptowave #bankindonesia #bi #buyindonesia #sellsingapura", "post_id": "7652703574056635656"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 540.4080340971349, "y": 733.5106180436218, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4669, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7652703574056635656", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengantisipasi tekanan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, BI memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. “Rapat Dewan Gubernur BI pada 17-18 Juni 2026, memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,” ujar Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (18/6). Selain BI-Rate, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga fasilitas simpanan (Deposit Facility) sebesar 25 bps menjadi 4,75%. Sementara itu, suku bunga fasilitas pinjaman (Lending Facility) turut naik 25 bps menjadi 6,50%. sumber :   #cryptowave #bankindonesia #bi #buyindonesia #sellsingapura", "post_id": "7652703574056635656"}}, {"key": "tribunpriangan.com", "attributes": {"label": "tribunpriangan.com", "x": 512.2798087318861, "y": 121.09303399588367, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.895, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "7652272827906805010", "id": "tribunpriangan.com", "source": "tiktok-000001", "content": "KM ITB TURUN DEMO! Ungkap Sejumlah Tuntutan Sebelum Geruduk DPRD Jawa Barat TRIBUNPRIANGAN.COM - Puluhan mahasiswa dari Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB) berkumpul di Monumen Kubus, tepatnya berada di sebrang kampus ITB Ganesa menyuarakan pernyataan sikap mereka terkait kondisi bangsa terkini. Spanduk bertuliskan “Rakyat Sengsara”,  “Evaluasi, Stop Ugal-Ugalan”, “Bangun Ulang Negara Usang” tampak dibentangkan oleh para mahasiswa yang ikut dalam pernyataan sikap tersebut. Perwakilan KM ITB, Fatur menilai berbagai persoalan yang tengah dihadapi Indonesia saat ini berakar dari tata kelola pemerintahan yang belum berjalan optimal.  Mulai dari tekanan ekonomi akibat pelemahan nilai rupiah, berkurangnya subsidi bagi masyarakat, hingga minimnya lapangan kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri dinilai merupakan dampak dari kebijakan yang belum memprioritaskan sektor-sektor strategis. Fatur mengatakan pihaknya turut prihatin terhadap kondisi bangsa yang belakangan menjadi sorotan publik.  Menurutnya, sejumlah persoalan yang muncul tidak dapat dilepaskan dari arah kebijakan pemerintah dalam mengelola anggaran negara dan menentukan prioritas pembangunan. “Kalau dari penilaian kami, akar masalahnya terletak pada tata kelola pemerintahan yang buruk. Misalnya terkait alokasi APBN yang menurut kami belum memprioritaskan hal-hal strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan industrialisasi,” ujar Fatur saat ditemui, Rabu (17/6/2026). (*) Reporter: Putri Puspita Prod. Video: Aldi M Perdana Ikuti juga informasi melalui akun media sosial dan website kami: - Website: https://priangan.tribunnews.com - Instagram: https://www.instagram.com/tribunpriangan - Tiktok: https://www.tiktok.com/ - Youtube: https://www.youtube.com/ #KMITB #ITBGanesa #MahasiswaBandung #RupiahMelemah #SubsidiBBM #TracerStudyITB #Industrialisasi #BandungUpdate #InfoBandung #SeputarBandung #JawaBarat #TribunJabar #TribunPriangan #BaladPriangan", "post_id": "7652272827906805010"}}, {"key": "tribunpriangan", "attributes": {"label": "tribunpriangan", "x": 60.98969872292581, "y": 832.8361999248663, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.7086, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7652272827906805010", "id": "tribunpriangan", "source": "tiktok-000001", "content": "KM ITB TURUN DEMO! Ungkap Sejumlah Tuntutan Sebelum Geruduk DPRD Jawa Barat TRIBUNPRIANGAN.COM - Puluhan mahasiswa dari Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB) berkumpul di Monumen Kubus, tepatnya berada di sebrang kampus ITB Ganesa menyuarakan pernyataan sikap mereka terkait kondisi bangsa terkini. Spanduk bertuliskan “Rakyat Sengsara”,  “Evaluasi, Stop Ugal-Ugalan”, “Bangun Ulang Negara Usang” tampak dibentangkan oleh para mahasiswa yang ikut dalam pernyataan sikap tersebut. Perwakilan KM ITB, Fatur menilai berbagai persoalan yang tengah dihadapi Indonesia saat ini berakar dari tata kelola pemerintahan yang belum berjalan optimal.  Mulai dari tekanan ekonomi akibat pelemahan nilai rupiah, berkurangnya subsidi bagi masyarakat, hingga minimnya lapangan kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri dinilai merupakan dampak dari kebijakan yang belum memprioritaskan sektor-sektor strategis. Fatur mengatakan pihaknya turut prihatin terhadap kondisi bangsa yang belakangan menjadi sorotan publik.  Menurutnya, sejumlah persoalan yang muncul tidak dapat dilepaskan dari arah kebijakan pemerintah dalam mengelola anggaran negara dan menentukan prioritas pembangunan. “Kalau dari penilaian kami, akar masalahnya terletak pada tata kelola pemerintahan yang buruk. Misalnya terkait alokasi APBN yang menurut kami belum memprioritaskan hal-hal strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan industrialisasi,” ujar Fatur saat ditemui, Rabu (17/6/2026). (*) Reporter: Putri Puspita Prod. Video: Aldi M Perdana Ikuti juga informasi melalui akun media sosial dan website kami: - Website: https://priangan.tribunnews.com - Instagram: https://www.instagram.com/tribunpriangan - Tiktok: https://www.tiktok.com/ - Youtube: https://www.youtube.com/ #KMITB #ITBGanesa #MahasiswaBandung #RupiahMelemah #SubsidiBBM #TracerStudyITB #Industrialisasi #BandungUpdate #InfoBandung #SeputarBandung #JawaBarat #TribunJabar #TribunPriangan #BaladPriangan", "post_id": "7652272827906805010"}}, {"key": "klipnewss", "attributes": {"label": "klipnewss", "x": 168.97916418238336, "y": 77.32369566708041, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648681763572665620", "id": "klipnewss", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank sentral terbesar dunia di Asia kembali pertegas posisinya sebagai pembeli emas paling aktif. Bloomberg Technoz melaporkan pada Minggu (7/6/2026) bahwa People's Bank of China (PBOC) lanjut aksi borong emas di Mei 2026, dengan penambahan 320.000 troy ons yang memperpanjang rekor pembelian beruntun menjadi 19 bulan, terpanjang setidaknya sejak 2015. Yang menarik, aksi borong ini dilakukan justru saat harga emas global lagi tertekan dan mencatat penurunan bulanan 3 bulan berturut-turut, imbas kekhawatiran inflasi plus ekspektasi Fed hawkish akibat perang Timur Tengah. Goldman Sachs bahkan proyeksikan pembelian emas bank sentral global bakal makin intensif, dipicu dorongan de-dolarisasi dan diversifikasi cadangan devisa di tengah ketidakpastian geopolitik. Buat investor Indonesia, sinyal ini penting dibaca secara kritis. Aksi borong sistematis oleh bank sentral besar seperti PBOC adalah indikator struktural soal arah sistem moneter global, bukan sekadar sentimen sesaat. Jangka pendek, tekanan dari Fed hawkish dan dolar kuat masih bisa tekan harga emas. Tapi support jangka panjang dari demand bank sentral tetap kuat. Di tengah rupiah Rp18.033/USD dan ketidakpastian global, emas (Antam Rp2,8 juta/gram) tetap relevan sebagai aset diversifikasi. Strategi umum: alokasi 5-15% portofolio ke emas secara bertahap, bisa lewat logam mulia fisik, emas digital, atau saham mining ANTM dan MDKA. Pantau data cadangan emas bank sentral lain (Polandia, Turki, India, Singapura), keputusan Fed bulan ini, plus perkembangan AS-Iran sebagai katalis utama. Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648681763572665620"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 115.9161109651754, "y": 310.8925080292186, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4669, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7648681763572665620", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank sentral terbesar dunia di Asia kembali pertegas posisinya sebagai pembeli emas paling aktif. Bloomberg Technoz melaporkan pada Minggu (7/6/2026) bahwa People's Bank of China (PBOC) lanjut aksi borong emas di Mei 2026, dengan penambahan 320.000 troy ons yang memperpanjang rekor pembelian beruntun menjadi 19 bulan, terpanjang setidaknya sejak 2015. Yang menarik, aksi borong ini dilakukan justru saat harga emas global lagi tertekan dan mencatat penurunan bulanan 3 bulan berturut-turut, imbas kekhawatiran inflasi plus ekspektasi Fed hawkish akibat perang Timur Tengah. Goldman Sachs bahkan proyeksikan pembelian emas bank sentral global bakal makin intensif, dipicu dorongan de-dolarisasi dan diversifikasi cadangan devisa di tengah ketidakpastian geopolitik. Buat investor Indonesia, sinyal ini penting dibaca secara kritis. Aksi borong sistematis oleh bank sentral besar seperti PBOC adalah indikator struktural soal arah sistem moneter global, bukan sekadar sentimen sesaat. Jangka pendek, tekanan dari Fed hawkish dan dolar kuat masih bisa tekan harga emas. Tapi support jangka panjang dari demand bank sentral tetap kuat. Di tengah rupiah Rp18.033/USD dan ketidakpastian global, emas (Antam Rp2,8 juta/gram) tetap relevan sebagai aset diversifikasi. Strategi umum: alokasi 5-15% portofolio ke emas secara bertahap, bisa lewat logam mulia fisik, emas digital, atau saham mining ANTM dan MDKA. Pantau data cadangan emas bank sentral lain (Polandia, Turki, India, Singapura), keputusan Fed bulan ini, plus perkembangan AS-Iran sebagai katalis utama. Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648681763572665620"}}, {"key": "hotclip244", "attributes": {"label": "hotclip244", "x": 789.3651860485314, "y": 578.7940674027011, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7652384280571645204", "id": "hotclip244", "source": "tiktok-000001", "content": "Pubaya Terbang Ke China! Ini Misi Yang Dibawa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu Menteri Keuangan Republik Rakyat China Lan Fo’an di Kantor Kementerian Keuangan China di Beijing, Rabu (17/6/2026). Pertemuan bilateral ini punya 3 misi utama: memperkuat akses pembiayaan pembangunan, memperluas basis investor, serta memperdalam kemitraan ekonomi dengan negara mitra strategis. “Indonesia tidak menunggu. Kami bergerak lebih awal dengan membangun fondasi pembiayaan yang kuat dan berkelanjutan agar pembangunan dapat terus berjalan di tengah berbagai tantangan global,” kata Purbaya. Roadshow ke China ini bukan kunjungan dadakan. Purbaya tegaskan kunjungannya adalah bagian dari strategi pembiayaan jangka panjang yang sudah direncanakan secara matang. “Ini adalah bagian dari perencanaan yang telah disusun jauh sebelumnya. Pemerintah terus menjalankan strategi pembiayaan secara terukur, disiplin, dan berorientasi jangka panjang,” jelas Purbaya. Konteksnya, kunjungan ini terjadi di tengah situasi: cadangan devisa RI turun ke US$ 144,9 miliar di Mei 2026 (terendah hampir 2 tahun), Rupiah baru pulih dari ATH Rp 18.200 ke kisaran Rp 17.890, plus tekanan fiskal yang membuat ruang pembiayaan domestik semakin sempit. Buat audiens Indonesia, ada beberapa hal yang patut dicermati. Pertama, kemitraan dengan China bisa buka akses dana via Panda Bond (obligasi RI yang diterbitkan di pasar China dalam mata uang Yuan), yang biaya bunganya bisa lebih kompetitif daripada obligasi dolar AS. Kedua, ada risiko ketergantungan tambahan ke China dan paparan ke Yuan. Ketiga, kebijakan ini connect ke strategi diversifikasi mata uang transaksi RI (Local Currency Transaction/LCT) yang sebelumnya diperluas. Pantau katalis utama: kesepakatan konkret dari pertemuan ini, plus implementasi rencana Panda Bond Indonesia ke depan. Sumber: TWS News   #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7652384280571645204"}}, {"key": "jelajahnews.id", "attributes": {"label": "jelajahnews.id", "x": 10.216739603299052, "y": 801.8353683656974, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7641505604950838536", "id": "jelajahnews.id", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "harristurino", "attributes": {"label": "harristurino", "x": 315.70368937682593, "y": 800.239886358682, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7775, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641505604950838536", "id": "harristurino", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "DPR", "attributes": {"label": "DPR", "x": 859.7352152489843, "y": 875.228637028933, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7775, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641505604950838536", "id": "DPR", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 782.317437155874, "y": 218.09476840231667, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.6843, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7641505604950838536", "id": "bank_indonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "buzzart_af", "attributes": {"label": "buzzart_af", "x": 417.4057365077759, "y": 116.72568932200711, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7652722117317905672", "id": "buzzart_af", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengantisipasi tekanan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, Bl memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. \"Rapat Dewan Gubernur Bl pada 17-18 Juni 2026, memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,\" ujar Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (18/6). Selain BI-Rate, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga fasilitas simpanan (Deposit Facility) sebesar 25 bps menjadi 4,75%. Sementara itu, suku bunga fasilitas pinjaman (Lending Facility) turut naik 25 bps menjadi 6,50%. Sumber:  #fyp #news  #gabrielrey #cryptowave", "post_id": "7652722117317905672"}}, {"key": "the.indonesia.post", "attributes": {"label": "the.indonesia.post", "x": 982.5870591061991, "y": 389.7139422254321, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7653727519434116373", "id": "the.indonesia.post", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "kemenkeuri", "x": 891.414646447176, "y": 652.9988907344608, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7464, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653727519434116373", "id": "kemenkeuri", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "attributes": {"label": "@TribunMedanTV", "x": 580.2323255458555, "y": 690.8100776225631, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7B6xetaksmQ", "id": "@TribunMedanTV", "source": "youtube-000001", "content": "Jika Rupiah Tembus Rp 25.000 Apa yang Terjadi❓\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM - Nilai tukar Rupiah kembali melemah di tengah penguatan dollar AS dan meningkatnya ketidakpastian global.\n\nSejumlah analis memperkirakan Rupiah masih berpotensi bergerak di kisaran Rp 18.000 per dollar AS dalam waktu dekat.\n\nKekhawatiran publik juga meningkat setelah muncul prediksi Rupiah bisa menyentuh Rp 25.000 per dollar AS.\n\nEkonom mengingatkan kondisi tersebut dapat memicu lonjakan inflasi, tekanan terhadap APBN, hingga gangguan ekonomi nasional.\n\nDi sisi lain, Bank Indonesia menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar. \n\nEditor Video: M Andimaz Kahfi\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan #rupiah #dollar #kurs", "post_id": "7B6xetaksmQ"}}, {"key": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "tribunmedantv", "x": 85.82530958261958, "y": 820.3148528174228, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7B6xetaksmQ", "id": "tribunmedantv", "source": "youtube-000001", "content": "Jika Rupiah Tembus Rp 25.000 Apa yang Terjadi❓\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM - Nilai tukar Rupiah kembali melemah di tengah penguatan dollar AS dan meningkatnya ketidakpastian global.\n\nSejumlah analis memperkirakan Rupiah masih berpotensi bergerak di kisaran Rp 18.000 per dollar AS dalam waktu dekat.\n\nKekhawatiran publik juga meningkat setelah muncul prediksi Rupiah bisa menyentuh Rp 25.000 per dollar AS.\n\nEkonom mengingatkan kondisi tersebut dapat memicu lonjakan inflasi, tekanan terhadap APBN, hingga gangguan ekonomi nasional.\n\nDi sisi lain, Bank Indonesia menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar. \n\nEditor Video: M Andimaz Kahfi\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan #rupiah #dollar #kurs", "post_id": "7B6xetaksmQ"}}, {"key": "@trijayafm", "attributes": {"label": "@trijayafm", "x": 662.7337910738075, "y": 378.530977736961, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "dYtkPOzbaik", "id": "@trijayafm", "source": "youtube-000001", "content": "Badai PHK Ancam Industri Padat Karya, Ini Kata Pimpinan Buruh!| THT Pagi\n\nPresiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia, Elly Rosita Silaban, mengakui banyak pabrik dalam tekanan akibat tekanan nilai tukar rupiah. Namun menurut Elly, kabar akan datangnya badai PHK dalam beberapa waktu ke depan, masih perlu dikonfirmasi.\n\nBagaimana menurut Anda? \nYuk komen / live chat ya \n\nCek juga\nInstagram   / mnctrijayafm   \nTiktok   / mnctrijaya  \nAudio streaming https://www.mnctrijaya.com/ \nSelengkapnya di https://www.inews.id/news\nBoleh bantu subscribe ya  ⁨\n\n#buruh #phk #rupiah #dollar #purbaya #prabowo #news #trijayafm", "post_id": "dYtkPOzbaik"}}, {"key": "trijaya", "attributes": {"label": "trijaya", "x": 848.8446626668547, "y": 69.99844453197046, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "dYtkPOzbaik", "id": "trijaya", "source": "youtube-000001", "content": "Badai PHK Ancam Industri Padat Karya, Ini Kata Pimpinan Buruh!| THT Pagi\n\nPresiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia, Elly Rosita Silaban, mengakui banyak pabrik dalam tekanan akibat tekanan nilai tukar rupiah. Namun menurut Elly, kabar akan datangnya badai PHK dalam beberapa waktu ke depan, masih perlu dikonfirmasi.\n\nBagaimana menurut Anda? \nYuk komen / live chat ya \n\nCek juga\nInstagram   / mnctrijayafm   \nTiktok   / mnctrijaya  \nAudio streaming https://www.mnctrijaya.com/ \nSelengkapnya di https://www.inews.id/news\nBoleh bantu subscribe ya  ⁨\n\n#buruh #phk #rupiah #dollar #purbaya #prabowo #news #trijayafm", "post_id": "dYtkPOzbaik"}}, {"key": "@SindoPodcast", "attributes": {"label": "@SindoPodcast", "x": 976.5616241081407, "y": 671.2732581296842, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "pHWFD-E2vvI", "id": "@SindoPodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Diagnosa Penyakit Rupiah, Ekonom: Presepsi Buruk, Ditambah Kebanyakan Impor | To The Point Aja\n\nPelemahan rupiah dinilai bukan hanya akibat tekanan dolar AS, tetapi juga karena rapuhnya struktur pasar keuangan Indonesia yang masih bergantung pada dana asing. Ekonom menilai arus modal asing di pasar modal bisa menjadi pisau bermata dua: saat masuk, IHSG terlihat kuat dan rupiah terbantu, tetapi ketika keluar, pasar langsung terguncang dan kebutuhan dolar meningkat. Ketergantungan pada dana asing jangka pendek membuat rupiah rentan terhadap gejolak global, kenaikan suku bunga AS, serta kepanikan investor.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 11 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#rupiah #ekonomi #ekonomiindonesia", "post_id": "pHWFD-E2vvI"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 858.2681465194187, "y": 139.96990722975244, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7775, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "pHWFD-E2vvI", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "Diagnosa Penyakit Rupiah, Ekonom: Presepsi Buruk, Ditambah Kebanyakan Impor | To The Point Aja\n\nPelemahan rupiah dinilai bukan hanya akibat tekanan dolar AS, tetapi juga karena rapuhnya struktur pasar keuangan Indonesia yang masih bergantung pada dana asing. Ekonom menilai arus modal asing di pasar modal bisa menjadi pisau bermata dua: saat masuk, IHSG terlihat kuat dan rupiah terbantu, tetapi ketika keluar, pasar langsung terguncang dan kebutuhan dolar meningkat. Ketergantungan pada dana asing jangka pendek membuat rupiah rentan terhadap gejolak global, kenaikan suku bunga AS, serta kepanikan investor.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 11 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#rupiah #ekonomi #ekonomiindonesia", "post_id": "pHWFD-E2vvI"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 858.494844999029, "y": 9.618223707746898, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7775, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "pHWFD-E2vvI", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Diagnosa Penyakit Rupiah, Ekonom: Presepsi Buruk, Ditambah Kebanyakan Impor | To The Point Aja\n\nPelemahan rupiah dinilai bukan hanya akibat tekanan dolar AS, tetapi juga karena rapuhnya struktur pasar keuangan Indonesia yang masih bergantung pada dana asing. Ekonom menilai arus modal asing di pasar modal bisa menjadi pisau bermata dua: saat masuk, IHSG terlihat kuat dan rupiah terbantu, tetapi ketika keluar, pasar langsung terguncang dan kebutuhan dolar meningkat. Ketergantungan pada dana asing jangka pendek membuat rupiah rentan terhadap gejolak global, kenaikan suku bunga AS, serta kepanikan investor.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 11 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#rupiah #ekonomi #ekonomiindonesia", "post_id": "pHWFD-E2vvI"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 376.4728113436153, "y": 454.1361891138017, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7775, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "pHWFD-E2vvI", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "Diagnosa Penyakit Rupiah, Ekonom: Presepsi Buruk, Ditambah Kebanyakan Impor | To The Point Aja\n\nPelemahan rupiah dinilai bukan hanya akibat tekanan dolar AS, tetapi juga karena rapuhnya struktur pasar keuangan Indonesia yang masih bergantung pada dana asing. Ekonom menilai arus modal asing di pasar modal bisa menjadi pisau bermata dua: saat masuk, IHSG terlihat kuat dan rupiah terbantu, tetapi ketika keluar, pasar langsung terguncang dan kebutuhan dolar meningkat. Ketergantungan pada dana asing jangka pendek membuat rupiah rentan terhadap gejolak global, kenaikan suku bunga AS, serta kepanikan investor.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 11 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#rupiah #ekonomi #ekonomiindonesia", "post_id": "pHWFD-E2vvI"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 591.9282545822355, "y": 152.4222785468482, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 19, "degree": 19}, "_id": "83y5TX8AnXQ", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Jelang Akhir Pekan Rupiah Kembali Melemah, Kini Rp17.840 per USD | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan menjelang akhir pekan seiring menguatnya indeks dolar Amerika Serikat di atas level 100. Penguatan dolar terjadi setelah Federal Reserve memberikan sinyal kebijakan moneter yang masih cenderung hawkish, sehingga meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga AS dalam beberapa waktu ke depan.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Jumat siang rupiah melemah tipis ke level Rp17.840 per dolar AS. Meski demikian, pelaku pasar juga mencermati langkah Bank Indonesia yang kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih kuat akibat dominasi dolar Amerika Serikat di pasar global.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "83y5TX8AnXQ"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 435.8661655017285, "y": 536.3590467498251, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3117, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "83y5TX8AnXQ", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Jelang Akhir Pekan Rupiah Kembali Melemah, Kini Rp17.840 per USD | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan menjelang akhir pekan seiring menguatnya indeks dolar Amerika Serikat di atas level 100. Penguatan dolar terjadi setelah Federal Reserve memberikan sinyal kebijakan moneter yang masih cenderung hawkish, sehingga meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga AS dalam beberapa waktu ke depan.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Jumat siang rupiah melemah tipis ke level Rp17.840 per dolar AS. Meski demikian, pelaku pasar juga mencermati langkah Bank Indonesia yang kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih kuat akibat dominasi dolar Amerika Serikat di pasar global.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "83y5TX8AnXQ"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 749.4717981103785, "y": 129.68593046972242, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3117, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 16, "out_degree": 0, "degree": 16}, "_id": "83y5TX8AnXQ", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Jelang Akhir Pekan Rupiah Kembali Melemah, Kini Rp17.840 per USD | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan menjelang akhir pekan seiring menguatnya indeks dolar Amerika Serikat di atas level 100. Penguatan dolar terjadi setelah Federal Reserve memberikan sinyal kebijakan moneter yang masih cenderung hawkish, sehingga meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga AS dalam beberapa waktu ke depan.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Jumat siang rupiah melemah tipis ke level Rp17.840 per dolar AS. Meski demikian, pelaku pasar juga mencermati langkah Bank Indonesia yang kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih kuat akibat dominasi dolar Amerika Serikat di pasar global.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "83y5TX8AnXQ"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 527.2030522126701, "y": 717.0653633533901, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3117, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "83y5TX8AnXQ", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Jelang Akhir Pekan Rupiah Kembali Melemah, Kini Rp17.840 per USD | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan menjelang akhir pekan seiring menguatnya indeks dolar Amerika Serikat di atas level 100. Penguatan dolar terjadi setelah Federal Reserve memberikan sinyal kebijakan moneter yang masih cenderung hawkish, sehingga meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga AS dalam beberapa waktu ke depan.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Jumat siang rupiah melemah tipis ke level Rp17.840 per dolar AS. Meski demikian, pelaku pasar juga mencermati langkah Bank Indonesia yang kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih kuat akibat dominasi dolar Amerika Serikat di pasar global.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "83y5TX8AnXQ"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 371.2322730189719, "y": 665.8965370598893, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3117, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "83y5TX8AnXQ", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Jelang Akhir Pekan Rupiah Kembali Melemah, Kini Rp17.840 per USD | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan menjelang akhir pekan seiring menguatnya indeks dolar Amerika Serikat di atas level 100. Penguatan dolar terjadi setelah Federal Reserve memberikan sinyal kebijakan moneter yang masih cenderung hawkish, sehingga meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga AS dalam beberapa waktu ke depan.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Jumat siang rupiah melemah tipis ke level Rp17.840 per dolar AS. Meski demikian, pelaku pasar juga mencermati langkah Bank Indonesia yang kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih kuat akibat dominasi dolar Amerika Serikat di pasar global.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "83y5TX8AnXQ"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 435.20053688753603, "y": 253.23495250232452, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3117, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "83y5TX8AnXQ", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Jelang Akhir Pekan Rupiah Kembali Melemah, Kini Rp17.840 per USD | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan menjelang akhir pekan seiring menguatnya indeks dolar Amerika Serikat di atas level 100. Penguatan dolar terjadi setelah Federal Reserve memberikan sinyal kebijakan moneter yang masih cenderung hawkish, sehingga meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga AS dalam beberapa waktu ke depan.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Jumat siang rupiah melemah tipis ke level Rp17.840 per dolar AS. Meski demikian, pelaku pasar juga mencermati langkah Bank Indonesia yang kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih kuat akibat dominasi dolar Amerika Serikat di pasar global.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "83y5TX8AnXQ"}}, {"key": "@POIN45", "attributes": {"label": "@POIN45", "x": 195.79454641704797, "y": 821.6419462608659, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "kjKx_-KdOKg", "id": "@POIN45", "source": "youtube-000001", "content": "GEGER❗GAGAL \"KANGKANGI\" INDONESIA, EKONOMI SINGAPURA TERANCAM. CUAN 15000 T OTW INDONESIA⁉️\n\nKeputusan menaikkan harga Pertamax kembali menjadi perbincangan publik. Banyak masyarakat bertanya-tanya, mengapa harga bahan bakar bisa naik di tengah berbagai upaya pemulihan ekonomi?\n\nNamun di balik isu kenaikan Pertamax, ada cerita yang lebih besar yang sedang menarik perhatian pelaku pasar di kawasan Asia Tenggara.\n\nBeberapa waktu lalu, pasar diramaikan oleh narasi pesimistis terhadap Indonesia, “sell Indonesia”. Rupiah melemah, IHSG mengalami tekanan, dan sejumlah investor asing terlihat mengurangi eksposurnya terhadap aset Indonesia. Narasi tersebut seolah menggambarkan bahwa ekonomi Indonesia sedang menghadapi tekanan besar.\n\nNamun kini situasinya mulai berubah.\n\nYang justru menjadi sorotan adalah munculnya tekanan di Singapura. Sebagai salah satu pusat perputaran modal terbesar di dunia, setiap pergerakan dana dalam jumlah besar dari Singapura selalu menjadi perhatian investor global. Ketika sebagian pelaku pasar mulai melakukan aksi jual atau memindahkan dananya ke tujuan lain, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Singapura, tetapi juga dapat mengubah arah aliran modal internasional.\n\nLalu apa yang sebenarnya terjadi?\n\n#sellsingapura #saham #indonesia #RUPIAH #PRABOWOSUBIANTO #SINGAPURA \n\nFollow more Information on SOCIAL MEDIA:\n🔳  Instagram --   / poin45official  \n🔳  TikTok --   / poin.45  \n🔳  Twitter --   / poin45official  \n\n\n   \n\n———————————————————————————————————————\n\nCopyright Disclaimer :\nUnder section 107 of the Copyright Act of 1976\nEvery Video, Audio, Footage, Image etc in this content under terms of Fair Use, Permitted by Copyright Statute.\nEvery Content in this Channel for purpose such as Education, News Report, interpretation etc.", "post_id": "kjKx_-KdOKg"}}, {"key": "SekretariatPresiden", "attributes": {"label": "SekretariatPresiden", "x": 728.168382277242, "y": 439.7919400719067, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "kjKx_-KdOKg", "id": "SekretariatPresiden", "source": "youtube-000001", "content": "GEGER❗GAGAL \"KANGKANGI\" INDONESIA, EKONOMI SINGAPURA TERANCAM. CUAN 15000 T OTW INDONESIA⁉️\n\nKeputusan menaikkan harga Pertamax kembali menjadi perbincangan publik. Banyak masyarakat bertanya-tanya, mengapa harga bahan bakar bisa naik di tengah berbagai upaya pemulihan ekonomi?\n\nNamun di balik isu kenaikan Pertamax, ada cerita yang lebih besar yang sedang menarik perhatian pelaku pasar di kawasan Asia Tenggara.\n\nBeberapa waktu lalu, pasar diramaikan oleh narasi pesimistis terhadap Indonesia, “sell Indonesia”. Rupiah melemah, IHSG mengalami tekanan, dan sejumlah investor asing terlihat mengurangi eksposurnya terhadap aset Indonesia. Narasi tersebut seolah menggambarkan bahwa ekonomi Indonesia sedang menghadapi tekanan besar.\n\nNamun kini situasinya mulai berubah.\n\nYang justru menjadi sorotan adalah munculnya tekanan di Singapura. Sebagai salah satu pusat perputaran modal terbesar di dunia, setiap pergerakan dana dalam jumlah besar dari Singapura selalu menjadi perhatian investor global. Ketika sebagian pelaku pasar mulai melakukan aksi jual atau memindahkan dananya ke tujuan lain, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Singapura, tetapi juga dapat mengubah arah aliran modal internasional.\n\nLalu apa yang sebenarnya terjadi?\n\n#sellsingapura #saham #indonesia #RUPIAH #PRABOWOSUBIANTO #SINGAPURA \n\nFollow more Information on SOCIAL MEDIA:\n🔳  Instagram --   / poin45official  \n🔳  TikTok --   / poin.45  \n🔳  Twitter --   / poin45official  \n\n\n   \n\n———————————————————————————————————————\n\nCopyright Disclaimer :\nUnder section 107 of the Copyright Act of 1976\nEvery Video, Audio, Footage, Image etc in this content under terms of Fair Use, Permitted by Copyright Statute.\nEvery Content in this Channel for purpose such as Education, News Report, interpretation etc.", "post_id": "kjKx_-KdOKg"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 121.11513845164711, "y": 764.589588128672, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "RHk_WVSDy3M", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Peneliti FEB UI Analisis Penyebab Indeks Keyakinan Konsumen Turun\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Hasil survei konsumen Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen pada Mei 2026 turun dibanding bulan April. Penurunan ini menjadi level terendah sejak September 2025.\n\nSejumlah ekonom menilai penurunan indeks kepercayaan konsumen ini terutama disebabkan oleh melemahnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini. Pelemahan kepercayaan konsumen terjadi seiring meningkatnya volatilitas harga pangan dan melemahnya rupiah.\n\nMelemahnya sentimen juga didorong oleh persepsi yang lebih rendah terhadap kondisi pendapatan saat ini. Meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan nilai tukar rupiah dapat membebani daya beli, sentimen, dan aktivitas pengeluaran konsumen.\n\nMengapa penurunan ini secara konsisten terus terjadi hampir setiap bulannya, kita bahas bersama Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan di LPEM FEB UI, Teuku Riefky.\n\n#indeks #keyakinan #konsumen #ekonomi #bisnis \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "RHk_WVSDy3M"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 654.4697690117173, "y": 460.67726982963444, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "RHk_WVSDy3M", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Peneliti FEB UI Analisis Penyebab Indeks Keyakinan Konsumen Turun\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Hasil survei konsumen Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen pada Mei 2026 turun dibanding bulan April. Penurunan ini menjadi level terendah sejak September 2025.\n\nSejumlah ekonom menilai penurunan indeks kepercayaan konsumen ini terutama disebabkan oleh melemahnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini. Pelemahan kepercayaan konsumen terjadi seiring meningkatnya volatilitas harga pangan dan melemahnya rupiah.\n\nMelemahnya sentimen juga didorong oleh persepsi yang lebih rendah terhadap kondisi pendapatan saat ini. Meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan nilai tukar rupiah dapat membebani daya beli, sentimen, dan aktivitas pengeluaran konsumen.\n\nMengapa penurunan ini secara konsisten terus terjadi hampir setiap bulannya, kita bahas bersama Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan di LPEM FEB UI, Teuku Riefky.\n\n#indeks #keyakinan #konsumen #ekonomi #bisnis \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "RHk_WVSDy3M"}}, {"key": "@IndefEconomics", "attributes": {"label": "@IndefEconomics", "x": 96.14785187745245, "y": 69.22892026820637, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "opi7VO91haQ", "id": "@IndefEconomics", "source": "youtube-000001", "content": "Ngobrolin Nasib Rupiah, BBM Naik, dan Teka-Teki Lembaga Baru PT DSI | WOE Ep. 49\n\nDi tengah tekanan perekonomian global, nilai tukar rupiah sempat mengalami pelemahan yang signifikan hingga menyentuh angka Rp18.000-an. Namun anehnya, di saat yang sama, neraca perdagangan Indonesia justru mencatat surplus. Mengapa anomali makroekonomi ini bisa terjadi di Indonesia?\n\nGuna merespons berbagai dinamika dan melindungi devisa negara, pemerintah meluncurkan institusi baru: PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) yang akan menerapkan sistem ekspor satu pintu untuk komoditas strategis seperti kelapa sawit, batubara, dan besi ferroalloy. Apakah kebijakan ini benar-benar bisa memperkuat tata kelola komoditas kita, atau justru memicu risiko disinsentif bagi pelaku usaha dan eksportir?\n\nDi episode What's on Economy ke-49 ini, kami hadirkan Ahmad Heri Firdaus (Peneliti Center of Industry, Trade, and Investment INDEF) untuk mengupas tantangan struktur industri hulu-hilir di Indonesia, masalah standardisasi pangan, hingga analisis mendalam mengenai dampak operasional PT DSI bagi masa depan perdagangan nasional.\n\nSimak perbincangan lengkapnya sampai akhir sekarang juga.\n\nDukung Terus Konten INDEF:\nJangan lupa klik LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan update seputar isu ekonomi terkini.\n\n📌 Follow Instagram kami:  🌐 Website: www.indef.or.id\n\n#PodcastINDEF #WhatsonEconomy #Rupiah #DSI #NeracaPerdagangan", "post_id": "opi7VO91haQ"}}, {"key": "indef_official", "attributes": {"label": "indef_official", "x": 607.8120518664657, "y": 894.8963965880795, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "opi7VO91haQ", "id": "indef_official", "source": "youtube-000001", "content": "Ngobrolin Nasib Rupiah, BBM Naik, dan Teka-Teki Lembaga Baru PT DSI | WOE Ep. 49\n\nDi tengah tekanan perekonomian global, nilai tukar rupiah sempat mengalami pelemahan yang signifikan hingga menyentuh angka Rp18.000-an. Namun anehnya, di saat yang sama, neraca perdagangan Indonesia justru mencatat surplus. Mengapa anomali makroekonomi ini bisa terjadi di Indonesia?\n\nGuna merespons berbagai dinamika dan melindungi devisa negara, pemerintah meluncurkan institusi baru: PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) yang akan menerapkan sistem ekspor satu pintu untuk komoditas strategis seperti kelapa sawit, batubara, dan besi ferroalloy. Apakah kebijakan ini benar-benar bisa memperkuat tata kelola komoditas kita, atau justru memicu risiko disinsentif bagi pelaku usaha dan eksportir?\n\nDi episode What's on Economy ke-49 ini, kami hadirkan Ahmad Heri Firdaus (Peneliti Center of Industry, Trade, and Investment INDEF) untuk mengupas tantangan struktur industri hulu-hilir di Indonesia, masalah standardisasi pangan, hingga analisis mendalam mengenai dampak operasional PT DSI bagi masa depan perdagangan nasional.\n\nSimak perbincangan lengkapnya sampai akhir sekarang juga.\n\nDukung Terus Konten INDEF:\nJangan lupa klik LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan update seputar isu ekonomi terkini.\n\n📌 Follow Instagram kami:  🌐 Website: www.indef.or.id\n\n#PodcastINDEF #WhatsonEconomy #Rupiah #DSI #NeracaPerdagangan", "post_id": "opi7VO91haQ"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 446.241770546044, "y": 311.23548761259855, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "qMyW229NVcc", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Indeks Keyakinan Konsumen Turun, Terendah Sejak September 2025! Ini Kata Peneliti FEB UI\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Hasil survei konsumen Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen pada Mei 2026 turun dibanding bulan April. Penurunan ini menjadi level terendah sejak September 2025.\n\nSejumlah ekonom menilai penurunan indeks kepercayaan konsumen ini terutama disebabkan oleh melemahnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini. Pelemahan kepercayaan konsumen terjadi seiring meningkatnya volatilitas harga pangan dan melemahnya rupiah.\n\nMelemahnya sentimen juga didorong oleh persepsi yang lebih rendah terhadap kondisi pendapatan saat ini. Meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan nilai tukar rupiah dapat membebani daya beli, sentimen, dan aktivitas pengeluaran konsumen.\n\nMengapa penurunan ini secara konsisten terus terjadi hampir setiap bulannya, kita bahas bersama Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan di LPEM FEB UI, Teuku Riefky.\n\nProduser: Theo Reza\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "qMyW229NVcc"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 171.27411387159276, "y": 490.24533839658056, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7464, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "qMyW229NVcc", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Indeks Keyakinan Konsumen Turun, Terendah Sejak September 2025! Ini Kata Peneliti FEB UI\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Hasil survei konsumen Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen pada Mei 2026 turun dibanding bulan April. Penurunan ini menjadi level terendah sejak September 2025.\n\nSejumlah ekonom menilai penurunan indeks kepercayaan konsumen ini terutama disebabkan oleh melemahnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini. Pelemahan kepercayaan konsumen terjadi seiring meningkatnya volatilitas harga pangan dan melemahnya rupiah.\n\nMelemahnya sentimen juga didorong oleh persepsi yang lebih rendah terhadap kondisi pendapatan saat ini. Meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan nilai tukar rupiah dapat membebani daya beli, sentimen, dan aktivitas pengeluaran konsumen.\n\nMengapa penurunan ini secara konsisten terus terjadi hampir setiap bulannya, kita bahas bersama Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan di LPEM FEB UI, Teuku Riefky.\n\nProduser: Theo Reza\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "qMyW229NVcc"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 595.8928980635865, "y": 730.5713507660769, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "QOEV4usWclA", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "GILA! Duit APBN Dikorupsi, Investor Asing Kabur dari Indonesia?!\n\nGila! Duit APBN dikorupsi, investor asing kabur dari Indonesia?! Bagaimana kondisi perekonomian Indonesia terkini setelah pasar keuangan dan nilai tukar rupiah mengalami tekanan berat?\n\nDalam beberapa pekan terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi yang sangat tajam. Mengapa hal ini bisa terjadi? Sejumlah ekonom senior menilai bahwa kepercayaan investor terhadap arah kebijakan dan kredibilitas ekonomi pemerintah saat ini belum kondusif. Ketidakpastian regulasi dan pengelolaan anggaran negara menjadi pemicu utamanya.\n\nLebih parah lagi, alokasi anggaran APBN jumbo untuk program prioritas pemerintah kini tengah diterpa isu miring. Kasus korupsi di program prioritas diduga kuat menjadi penyebab utama yang menggerus kepercayaan pelaku pasar. Hal ini memicu distrust atau ketidakpercayaan mendalam dari para penanam modal asing yang membuat mereka enggan masuk secara agresif ke pasar saham Indonesia.\n\nSimak analisis lengkapnya sampai habis untuk tahu ke mana arah ekonomi kita ke depan! Jangan lupa untuk klik LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE channel ini agar tidak ketinggalan berita ekonomi dan finansial terupdate lainnya.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai kebijakan pemerintah saat ini? Tulis opini kritis Anda di kolom komentar di bawah!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #ekonomiindonesia  #rupiahhariini  #IHSG #KorupsiAPBN #beritaekonomi  #investasi  #pasarmodal  #beritaterkini  #KredibilitasPemerintah #kebijakanekonomi \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "QOEV4usWclA"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 590.085050655957, "y": 254.66789367956477, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7775, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "QOEV4usWclA", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "GILA! Duit APBN Dikorupsi, Investor Asing Kabur dari Indonesia?!\n\nGila! Duit APBN dikorupsi, investor asing kabur dari Indonesia?! Bagaimana kondisi perekonomian Indonesia terkini setelah pasar keuangan dan nilai tukar rupiah mengalami tekanan berat?\n\nDalam beberapa pekan terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi yang sangat tajam. Mengapa hal ini bisa terjadi? Sejumlah ekonom senior menilai bahwa kepercayaan investor terhadap arah kebijakan dan kredibilitas ekonomi pemerintah saat ini belum kondusif. Ketidakpastian regulasi dan pengelolaan anggaran negara menjadi pemicu utamanya.\n\nLebih parah lagi, alokasi anggaran APBN jumbo untuk program prioritas pemerintah kini tengah diterpa isu miring. Kasus korupsi di program prioritas diduga kuat menjadi penyebab utama yang menggerus kepercayaan pelaku pasar. Hal ini memicu distrust atau ketidakpercayaan mendalam dari para penanam modal asing yang membuat mereka enggan masuk secara agresif ke pasar saham Indonesia.\n\nSimak analisis lengkapnya sampai habis untuk tahu ke mana arah ekonomi kita ke depan! Jangan lupa untuk klik LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE channel ini agar tidak ketinggalan berita ekonomi dan finansial terupdate lainnya.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai kebijakan pemerintah saat ini? Tulis opini kritis Anda di kolom komentar di bawah!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #ekonomiindonesia  #rupiahhariini  #IHSG #KorupsiAPBN #beritaekonomi  #investasi  #pasarmodal  #beritaterkini  #KredibilitasPemerintah #kebijakanekonomi \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "QOEV4usWclA"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 318.84208334022213, "y": 627.2230751494517, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 35, "degree": 35}, "_id": "i6BgmfTwKYs", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah Nyaris 1 Persen Terhadap USD dalam Sepekan, Ini Penyebab Utamanya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan ini bergerak kurang menggembirakan. Berdasarkan data perdagangan pada Jumat (29/5/2026), mata uang Garuda terus merosot akibat tekanan sentimen pengetatan fiskal di dalam negeri serta tingginya ketidakpastian moneter di Amerika.\n\nMengutip data dari Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20 persen secara harian dan mendarat di level Rp17.881 per dolar AS. Jika dikalkulasi dalam kurun waktu sepekan, mata uang domestik telah terdepresiasi sebesar 0,91 persen dibandingkan posisi Jumat (22/5/2026) pekan lalu yang berada di level Rp17.717 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "i6BgmfTwKYs"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 860.1911040129589, "y": 725.5259074161426, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3117, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "i6BgmfTwKYs", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah Nyaris 1 Persen Terhadap USD dalam Sepekan, Ini Penyebab Utamanya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan ini bergerak kurang menggembirakan. Berdasarkan data perdagangan pada Jumat (29/5/2026), mata uang Garuda terus merosot akibat tekanan sentimen pengetatan fiskal di dalam negeri serta tingginya ketidakpastian moneter di Amerika.\n\nMengutip data dari Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20 persen secara harian dan mendarat di level Rp17.881 per dolar AS. Jika dikalkulasi dalam kurun waktu sepekan, mata uang domestik telah terdepresiasi sebesar 0,91 persen dibandingkan posisi Jumat (22/5/2026) pekan lalu yang berada di level Rp17.717 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "i6BgmfTwKYs"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 893.125789119014, "y": 391.3696918805679, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "BZGg8QsOgjo", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Pertahanan Rupiah oleh RBI Menghadapi Risiko yang Lebih Besar | Cara Kerja Ekonomi India | The Core\n\nUpaya pertahanan rupee oleh RBI menghadapi risiko yang lebih besar karena India menghadapi tekanan dari depresiasi rupee, cadangan devisa, arus keluar modal asing, dan perubahan ekonomi global.\n\nDalam episode How India’s Economy Works di The Core ini, Jurnalis Puja Mehra berbicara dengan ekonom Renu Kohli (mantan karyawan Bank Sentral India dan IMF dan saat ini sebagai peneliti senior di Centre for Social and Economic Progress (CSEP)) tentang mengapa rupee India melemah meskipun cadangan devisa India cukup besar. Diskusi ini membahas intervensi RBI, batasan cadangan devisa, penurunan FDI, arus keluar portofolio, guncangan harga minyak, dan mengapa neraca pembayaran India mungkin berada di bawah tekanan yang lebih besar daripada yang ditunjukkan oleh angka-angka utama.\n\nRenu Kohli menjelaskan mengapa cadangan devisa India tidak sama dengan cadangan yang diperoleh, bagaimana \"cadangan pinjaman\" bergantung pada arus masuk modal, dan mengapa tidak ada jumlah cadangan yang dapat sepenuhnya melindungi rupee jika investor asing berhenti membawa uang masuk. Ia juga membandingkan tekanan rupee saat ini dengan episode masa lalu seperti tahun 1991, 2008, dan 2013, sambil menjelaskan mengapa momen ini berbeda.\n\nPercakapan ini juga membahas apakah RBI membiarkan rupee tetap terlalu kuat terlalu lama, mengapa langkah-langkah jangka pendek hanya dapat mengulur waktu, dan apa yang perlu dilakukan India untuk menarik modal asing yang lebih berkelanjutan. Dari FDI dan defisit transaksi berjalan hingga impor minyak, arus modal yang dipimpin AI, dan ketidakpastian global, episode ini menguraikan risiko yang lebih dalam yang dihadapi ekonomi India.\n\nPertahanan rupee oleh RBI menghadapi risiko yang lebih besar karena depresiasi rupee, cadangan devisa, arus keluar modal asing, penurunan FDI, impor minyak, dan neraca pembayaran India berada di bawah tekanan. Saksikan Bagaimana Ekonomi India Bekerja di The Core untuk memahami apa arti rupee yang lebih lemah bagi kebijakan RBI, investor, dan ekonomi India.\n\n#RBI #Rupee #EkonomiIndia #CadanganValutaAsing #CaraKerjaEkonomiIndia #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran WhatsApp kami (https://tinyurl.com/The-Core-WhatsApp...)\n\nBerlangganan Newsletter kami (https://www.thecore.in/newsletters/th...)\n\nIkuti Kami di Media Sosial untuk Pembaruan Lebih Lanjut:\nTwitter (  / the_core_in  )\nInstagram (  / the.core.in  )\nFacebook (  / thecore.biz  )\nLinkedIn (  / thecore-in  )\nYouTube (   /   )", "post_id": "BZGg8QsOgjo"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 820.9920626604178, "y": 117.69895574087552, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7464, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "BZGg8QsOgjo", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Pertahanan Rupiah oleh RBI Menghadapi Risiko yang Lebih Besar | Cara Kerja Ekonomi India | The Core\n\nUpaya pertahanan rupee oleh RBI menghadapi risiko yang lebih besar karena India menghadapi tekanan dari depresiasi rupee, cadangan devisa, arus keluar modal asing, dan perubahan ekonomi global.\n\nDalam episode How India’s Economy Works di The Core ini, Jurnalis Puja Mehra berbicara dengan ekonom Renu Kohli (mantan karyawan Bank Sentral India dan IMF dan saat ini sebagai peneliti senior di Centre for Social and Economic Progress (CSEP)) tentang mengapa rupee India melemah meskipun cadangan devisa India cukup besar. Diskusi ini membahas intervensi RBI, batasan cadangan devisa, penurunan FDI, arus keluar portofolio, guncangan harga minyak, dan mengapa neraca pembayaran India mungkin berada di bawah tekanan yang lebih besar daripada yang ditunjukkan oleh angka-angka utama.\n\nRenu Kohli menjelaskan mengapa cadangan devisa India tidak sama dengan cadangan yang diperoleh, bagaimana \"cadangan pinjaman\" bergantung pada arus masuk modal, dan mengapa tidak ada jumlah cadangan yang dapat sepenuhnya melindungi rupee jika investor asing berhenti membawa uang masuk. Ia juga membandingkan tekanan rupee saat ini dengan episode masa lalu seperti tahun 1991, 2008, dan 2013, sambil menjelaskan mengapa momen ini berbeda.\n\nPercakapan ini juga membahas apakah RBI membiarkan rupee tetap terlalu kuat terlalu lama, mengapa langkah-langkah jangka pendek hanya dapat mengulur waktu, dan apa yang perlu dilakukan India untuk menarik modal asing yang lebih berkelanjutan. Dari FDI dan defisit transaksi berjalan hingga impor minyak, arus modal yang dipimpin AI, dan ketidakpastian global, episode ini menguraikan risiko yang lebih dalam yang dihadapi ekonomi India.\n\nPertahanan rupee oleh RBI menghadapi risiko yang lebih besar karena depresiasi rupee, cadangan devisa, arus keluar modal asing, penurunan FDI, impor minyak, dan neraca pembayaran India berada di bawah tekanan. Saksikan Bagaimana Ekonomi India Bekerja di The Core untuk memahami apa arti rupee yang lebih lemah bagi kebijakan RBI, investor, dan ekonomi India.\n\n#RBI #Rupee #EkonomiIndia #CadanganValutaAsing #CaraKerjaEkonomiIndia #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran WhatsApp kami (https://tinyurl.com/The-Core-WhatsApp...)\n\nBerlangganan Newsletter kami (https://www.thecore.in/newsletters/th...)\n\nIkuti Kami di Media Sosial untuk Pembaruan Lebih Lanjut:\nTwitter (  / the_core_in  )\nInstagram (  / the.core.in  )\nFacebook (  / thecore.biz  )\nLinkedIn (  / thecore-in  )\nYouTube (   /   )", "post_id": "BZGg8QsOgjo"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 921.9738179191831, "y": 133.26619972570276, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "BwDJtn4m97Q", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] Daya Beli Kelas Menengah Tergerus: Ancaman Nyata bagi Ekonomi Nasional\n\nKABARBURSA.COM — Kelas menengah Indonesia dinilai menghadapi tekanan yang semakin berat akibat kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, bunga kredit, dan pelemahan nilai tukar rupiah. Data BPS mencatat jumlah kelas menengah menyusut dari 57 juta menjadi 47 juta orang dalam lima tahun terakhir, padahal kelompok ini menyumbang lebih dari 81 persen total konsumsi nasional. Ekonom dan pakar kebijakan publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, mengingatkan bahwa pelemahan daya beli kelas menengah berpotensi memicu efek domino: menekan UMKM, meningkatkan kredit bermasalah, hingga mengurangi penerimaan pajak negara. Kondisi ini menjadi pengingat penting bagi publik dan pembuat kebijakan bahwa stabilitas konsumsi kelas menengah adalah fondasi ketahanan ekonomi Indonesia. Jangan lewatkan analisis lengkapnya — subscribe dan tinggalkan pendapat Anda di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#kelasmenegah #dayabeli #ekonomiindonesia #bps #upnveteranjakarta #konsumsinasional #pertumbuhanekonomi #umkm #kreditbermasalah #kebijakan ekonomi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "BwDJtn4m97Q"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 120.78152735929216, "y": 480.33217548564687, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "BwDJtn4m97Q", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] Daya Beli Kelas Menengah Tergerus: Ancaman Nyata bagi Ekonomi Nasional\n\nKABARBURSA.COM — Kelas menengah Indonesia dinilai menghadapi tekanan yang semakin berat akibat kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, bunga kredit, dan pelemahan nilai tukar rupiah. Data BPS mencatat jumlah kelas menengah menyusut dari 57 juta menjadi 47 juta orang dalam lima tahun terakhir, padahal kelompok ini menyumbang lebih dari 81 persen total konsumsi nasional. Ekonom dan pakar kebijakan publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, mengingatkan bahwa pelemahan daya beli kelas menengah berpotensi memicu efek domino: menekan UMKM, meningkatkan kredit bermasalah, hingga mengurangi penerimaan pajak negara. Kondisi ini menjadi pengingat penting bagi publik dan pembuat kebijakan bahwa stabilitas konsumsi kelas menengah adalah fondasi ketahanan ekonomi Indonesia. Jangan lewatkan analisis lengkapnya — subscribe dan tinggalkan pendapat Anda di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#kelasmenegah #dayabeli #ekonomiindonesia #bps #upnveteranjakarta #konsumsinasional #pertumbuhanekonomi #umkm #kreditbermasalah #kebijakan ekonomi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "BwDJtn4m97Q"}}, {"key": "@sb30official", "attributes": {"label": "@sb30official", "x": 739.587713286426, "y": 688.1619550992057, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ApRy5EwmjPw", "id": "@sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 18.000 & Badai Pajak UMKM: 6 Alasan Mengapa Ekonomi Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja\n\n00:00 Hook: Dolar Melejit ke 18.000 & 6 Kebijakan \"Aneh\" Pemerintahan Baru yang Saling Mengunci\n\n00:51 Sisi Lain Ekonomi: Ini Bukan Kejadian Terpisah, Melainkan Satu Benang Merah Tekanan APBN\n\n01:49 Kebijakan 1—Bom Waktu Subsidi BBM: Efek Domino Harga Minyak Dunia (ICP) Tembus 91,8 Dolar\n\n03:29 Analogi Pinjol Rumah Tangga: Mengkritisi Retorika Politik \"Rakyat Desa Gak Butuh Dolar\"\n\n05:23 Kebijakan 2—Bom Waktu Pajak UMKM: Batas Waktu PPH Final 0,5% Habis, CV & PT Otomatis Kena 22%\n\n07:08 Aturan Firm Splitting: Ditjen Pajak Mengunci Celah Pengusaha yang Memecah Entitas Bisnis\n\n08:26 Kebijakan 3—Moneter Agresif: BI Rate Naik ke 5,5% Demi Menahan Modal Asing Keluar (Capital Outflow)\n\n09:55 Dampak Suku Bunga Mengambang (Floating): Sektor Properti, KPR, Otomatif, & UMKM Mulai Megap-Megap\n\n11:19 Kebijakan 4—Ekspor Satu Pintu DSI: Regulasi Danantara yang Memicu Ketidakpastian Investor Global\n\n12:38 Prediksi Ekstrim 2027: Risiko Nyata Aliran Devisa Macet yang Bisa Menyeret Rupiah ke 25.000\n\n13:17 Kebijakan 5—Lingkaran Setan PHK Massal: Kontraksi Daya Beli dan Penurunan Setoran PPN Negara\n\n14:37 Kebijakan 6—Krisis Kepercayaan Publik: Mempertanyakan Gurita Entitas Baru DSI, Danantara, & Kopdes\n\n15:40 Ironi Kopdes Merah Putih: Niat Menyaingi Alfamart-Indomaret tapi Ambil Stok di Gudang yang Sama\n\n16:27 Isu Transparansi Proyek Politik: Potensi Kebocoran Anggaran Tanpa Sistem Pengawasan yang Ketat\n\n17:01 Kesimpulan 6 Pilar Masalah: Rangkuman Siklus Benang Kusut Makro Ekonomi Indonesia 2026\n\n17:37 Strategi Survival Pengusaha: Audit Biaya, Cek Status Pajak Badan, & Antisipasi Kredit Mengambang\n\n17:52 Strategi Survival Karyawan: Keluar dari Sektor Rentan & Cara Membangun Sumber Income Tambahan\n\n18:36 Closing: Berhenti Mengutuk Pemerintah, Selamatkan Ekonomi Keluarga Anda! Salam Hebat Luar Biasa!\n\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "ApRy5EwmjPw"}}, {"key": "sb30official", "attributes": {"label": "sb30official", "x": 247.42080785088007, "y": 722.9622681945336, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ApRy5EwmjPw", "id": "sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 18.000 & Badai Pajak UMKM: 6 Alasan Mengapa Ekonomi Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja\n\n00:00 Hook: Dolar Melejit ke 18.000 & 6 Kebijakan \"Aneh\" Pemerintahan Baru yang Saling Mengunci\n\n00:51 Sisi Lain Ekonomi: Ini Bukan Kejadian Terpisah, Melainkan Satu Benang Merah Tekanan APBN\n\n01:49 Kebijakan 1—Bom Waktu Subsidi BBM: Efek Domino Harga Minyak Dunia (ICP) Tembus 91,8 Dolar\n\n03:29 Analogi Pinjol Rumah Tangga: Mengkritisi Retorika Politik \"Rakyat Desa Gak Butuh Dolar\"\n\n05:23 Kebijakan 2—Bom Waktu Pajak UMKM: Batas Waktu PPH Final 0,5% Habis, CV & PT Otomatis Kena 22%\n\n07:08 Aturan Firm Splitting: Ditjen Pajak Mengunci Celah Pengusaha yang Memecah Entitas Bisnis\n\n08:26 Kebijakan 3—Moneter Agresif: BI Rate Naik ke 5,5% Demi Menahan Modal Asing Keluar (Capital Outflow)\n\n09:55 Dampak Suku Bunga Mengambang (Floating): Sektor Properti, KPR, Otomatif, & UMKM Mulai Megap-Megap\n\n11:19 Kebijakan 4—Ekspor Satu Pintu DSI: Regulasi Danantara yang Memicu Ketidakpastian Investor Global\n\n12:38 Prediksi Ekstrim 2027: Risiko Nyata Aliran Devisa Macet yang Bisa Menyeret Rupiah ke 25.000\n\n13:17 Kebijakan 5—Lingkaran Setan PHK Massal: Kontraksi Daya Beli dan Penurunan Setoran PPN Negara\n\n14:37 Kebijakan 6—Krisis Kepercayaan Publik: Mempertanyakan Gurita Entitas Baru DSI, Danantara, & Kopdes\n\n15:40 Ironi Kopdes Merah Putih: Niat Menyaingi Alfamart-Indomaret tapi Ambil Stok di Gudang yang Sama\n\n16:27 Isu Transparansi Proyek Politik: Potensi Kebocoran Anggaran Tanpa Sistem Pengawasan yang Ketat\n\n17:01 Kesimpulan 6 Pilar Masalah: Rangkuman Siklus Benang Kusut Makro Ekonomi Indonesia 2026\n\n17:37 Strategi Survival Pengusaha: Audit Biaya, Cek Status Pajak Badan, & Antisipasi Kredit Mengambang\n\n17:52 Strategi Survival Karyawan: Keluar dari Sektor Rentan & Cara Membangun Sumber Income Tambahan\n\n18:36 Closing: Berhenti Mengutuk Pemerintah, Selamatkan Ekonomi Keluarga Anda! Salam Hebat Luar Biasa!\n\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "ApRy5EwmjPw"}}, {"key": "@tribunpriangan", "attributes": {"label": "@tribunpriangan", "x": 509.66206615020883, "y": 733.6071660893865, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "vocyI9gFGcU", "id": "@tribunpriangan", "source": "youtube-000001", "content": "KM ITB TURUN DEMO! Ungkap Sejumlah Tuntutan Sebelum Geruduk DPRD Jawa Barat\n\nTRIBUNPRIANGAN.COM - Puluhan mahasiswa dari Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB) berkumpul di Monumen Kubus, tepatnya berada di sebrang kampus ITB Ganesa menyuarakan pernyataan sikap mereka terkait kondisi bangsa terkini.\n\nSpanduk bertuliskan “Rakyat Sengsara”,  “Evaluasi, Stop Ugal-Ugalan”, “Bangun Ulang Negara Usang” tampak dibentangkan oleh para mahasiswa yang ikut dalam pernyataan sikap tersebut.\n\nPerwakilan KM ITB, Fatur menilai berbagai persoalan yang tengah dihadapi Indonesia saat ini berakar dari tata kelola pemerintahan yang belum berjalan optimal. \n\nMulai dari tekanan ekonomi akibat pelemahan nilai rupiah, berkurangnya subsidi bagi masyarakat, hingga minimnya lapangan kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri dinilai merupakan dampak dari kebijakan yang belum memprioritaskan sektor-sektor strategis.\n\nFatur mengatakan pihaknya turut prihatin terhadap kondisi bangsa yang belakangan menjadi sorotan publik. \n\nMenurutnya, sejumlah persoalan yang muncul tidak dapat dilepaskan dari arah kebijakan pemerintah dalam mengelola anggaran negara dan menentukan prioritas pembangunan.\n\n“Kalau dari penilaian kami, akar masalahnya terletak pada tata kelola pemerintahan yang buruk. Misalnya terkait alokasi APBN yang menurut kami belum memprioritaskan hal-hal strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan industrialisasi,” ujar Fatur saat ditemui, Rabu (17/6/2026). (*)\n\nReporter: Putri Puspita\nProd. Video: Aldi M Perdana\n\nIkuti juga informasi melalui akun media sosial dan website kami:\nWebsite: https://priangan.tribunnews.com\nInstagram:   / tribunpriangan  \nTiktok:   / tribunpriangan.com  \nYoutube:    /   \n\n#KMITB #ITBGanesa #MahasiswaBandung #RupiahMelemah #SubsidiBBM #TracerStudyITB #Industrialisasi #BandungUpdate #InfoBandung #SeputarBandung #JawaBarat #TribunJabar #TribunPriangan #BaladPriangan", "post_id": "vocyI9gFGcU"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 248.68705370907097, "y": 509.4398882125065, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "99uEfTWgMVE", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT TRADER?! Wacana Trading Dianggap Omzet Pajak & Dunia Lagi Mode Hawkish! | WAWASAN CERDAS\n\n00:06 Wacana Trading Saham Dianggap Omzet Pajak\n09:37 Dunia Lagi Mode Hawkish\n17:33 The Fed Tetap Hold Rate\n25:59 Australia Paling Semangat Naikkan Rate, Indonesia Nomor Dua\n32:46 Bursa Indonesia vs Australia vs Singapura\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Di episode kali ini, kita akan membongkar tuntas sebuah \"Perfect Storm\" atau badai mematikan yang sedang menghantui pasar modal Indonesia. Ada dua ancaman raksasa yang siap menggerus portofolio Anda: wacana mengerikan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait trading saham, dan kondisi makroekonomi global yang sedang berada dalam mode hawkish ekstrem!\n\n🚨 Bencana Pajak Saham: Jual Rugi Tetap Dianggap Omzet? Pernahkah Anda membayangkan transaksi saham Anda disamakan dengan jualan warung kelontong? Kegaduhan luar biasa sedang melanda komunitas trader ritel setelah munculnya wacana dari penyuluhan DJP di YouTube yang mengindikasikan bahwa aktivitas trading saham aktif dapat dikategorikan sebagai kegiatan usaha. Artinya, seluruh nilai transaksi jual saham Anda berpotensi dianggap sebagai peredaran bruto atau omzet!\n\nAturan ini sangat absurd karena dalam dunia saham, menjual senilai Rp1 miliar belum tentu berarti untung. Anda bisa saja menjual karena cut loss (rugi), namun di mata wacana pajak ini, nilai jual tersebut tetap memperbesar angka \"omzet\" Anda. Bahaya terbesarnya ada pada investor ritel yang juga memiliki usaha UMKM. Jika total nilai jual saham digabung dengan omzet usaha dan menembus batas Rp4,8 miliar per tahun, Anda bisa tiba-tiba kehilangan hak istimewa fasilitas PPh Final UMKM 0,5%! Padahal, selama ini setiap penjualan saham sudah otomatis dipotong PPh Final 0,1% oleh broker. Jika ritel ketakutan dan berhenti transaksi, likuiditas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kering kerontang, bid-offer merenggang, dan IHSG bisa rontok.\n\n🌍 Dunia Mode Hawkish: Suku Bunga Mencekik & Rupiah Terkapar Seolah masalah pajak belum cukup, kita sedang dihantam tsunami dari luar negeri. Nampaknya seluruh dunia saat ini sedang kompak dalam mode hawkish, di mana era uang murah telah berakhir. Amerika Serikat memimpin ketegangan ini. Meskipun The Fed menahan suku bunga di level 3,50% - 3,75%, proyeksi inflasi PCE mereka untuk tahun 2026 justru dinaikkan menjadi 3,6% (jauh di atas target 2%). Sinyal dari The Fed ini sangat keras: suku bunga tinggi akan ditahan lebih lama!\n\nKepanikan menyebar ke seluruh dunia. Bank of Japan (BoJ) yang biasanya menjadi sumber dana murah global secara mengejutkan menaikkan suku bunga ke 1%, tertinggi dalam 31 tahun terakhir. European Central Bank (ECB) juga ikut menaikkan tiga suku bunga utamanya sebesar 25 bps. Dampaknya? Dolar AS mengamuk dan yield (imbal hasil) obligasi global terbang tinggi.\n\n📉 Apa Kabar Indonesia? Untuk membentengi nilai tukar Rupiah dari pelarian modal asing (capital outflow), Bank Indonesia (BI) terpaksa harus bertindak galak dengan menaikkan BI-Rate menjadi 5,50%. Pasar obligasi kita merespons dengan panik; yield SBN tenor 2 tahun melonjak tajam nyaris 200 bps secara year-to-date menyentuh 7,095%. Kondisi suku bunga tinggi dan dolar kuat ini menjadi racun bagi IHSG. Kombinasi yield tinggi dan potensi keluarnya investor asing membuat saham-saham growth (pertumbuhan), teknologi, properti, dan perusahaan dengan utang dolar yang besar menjadi sangat rentan dan berdarah-darah. Sebaliknya, saham bank besar dan eksportir mungkin sedikit lebih defensif, namun tetap berisiko jika asing jualan massal.\n\nBagaimana kita sebagai investor dan trader harus bersikap di tengah ancaman pajak yang tidak masuk akal dan tekanan suku bunga global ini? Temukan analisis strategis selengkapnya hanya di video ini agar Anda tidak salah mengambil keputusan finansial!\n\nDisclaimer: Video ini dibuat murni untuk tujuan edukasi, diskusi, dan informasi. Ini bukan rekomendasi atau ajakan dari penasihat investasi untuk melakukan jual atau beli saham. Segala keputusan, keuntungan, dan risiko investasi sepenuhnya berada di tangan dan tanggung jawab masing-masing investor.\n\nDukung terus Wawasan Cerdas untuk memajukan literasi finansial Indonesia! Klik tombol LIKE jika video ini membuka wawasan Anda, SUBSCRIBE sekarang juga, dan aktifkan LONCENG notifikasi supaya tidak ketinggalan update paling krusial seputar ekonomi, IHSG, dan strategi investasi.\n\nAyo suarakan pendapat Anda di kolom komentar: Apakah Anda setuju jika nilai trading saham dianggap omzet dan digabung dengan perhitungan pajak UMKM Anda? Mari kita berdiskusi dengan cerdas!\n\n\n#WawasanCerdas #IHSG #PajakSaham #TradingSaham #PajakUMKM #TheFed #SukuBungaBI #Rupiah #MarketCrash #BursaEfekIndonesia #InvestasiSaham #SahamPemula #MakroEkonomi #SahamAnjlok #KrisisEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "99uEfTWgMVE"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 320.91317667047656, "y": 794.7789222148107, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "99uEfTWgMVE", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT TRADER?! Wacana Trading Dianggap Omzet Pajak & Dunia Lagi Mode Hawkish! | WAWASAN CERDAS\n\n00:06 Wacana Trading Saham Dianggap Omzet Pajak\n09:37 Dunia Lagi Mode Hawkish\n17:33 The Fed Tetap Hold Rate\n25:59 Australia Paling Semangat Naikkan Rate, Indonesia Nomor Dua\n32:46 Bursa Indonesia vs Australia vs Singapura\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Di episode kali ini, kita akan membongkar tuntas sebuah \"Perfect Storm\" atau badai mematikan yang sedang menghantui pasar modal Indonesia. Ada dua ancaman raksasa yang siap menggerus portofolio Anda: wacana mengerikan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait trading saham, dan kondisi makroekonomi global yang sedang berada dalam mode hawkish ekstrem!\n\n🚨 Bencana Pajak Saham: Jual Rugi Tetap Dianggap Omzet? Pernahkah Anda membayangkan transaksi saham Anda disamakan dengan jualan warung kelontong? Kegaduhan luar biasa sedang melanda komunitas trader ritel setelah munculnya wacana dari penyuluhan DJP di YouTube yang mengindikasikan bahwa aktivitas trading saham aktif dapat dikategorikan sebagai kegiatan usaha. Artinya, seluruh nilai transaksi jual saham Anda berpotensi dianggap sebagai peredaran bruto atau omzet!\n\nAturan ini sangat absurd karena dalam dunia saham, menjual senilai Rp1 miliar belum tentu berarti untung. Anda bisa saja menjual karena cut loss (rugi), namun di mata wacana pajak ini, nilai jual tersebut tetap memperbesar angka \"omzet\" Anda. Bahaya terbesarnya ada pada investor ritel yang juga memiliki usaha UMKM. Jika total nilai jual saham digabung dengan omzet usaha dan menembus batas Rp4,8 miliar per tahun, Anda bisa tiba-tiba kehilangan hak istimewa fasilitas PPh Final UMKM 0,5%! Padahal, selama ini setiap penjualan saham sudah otomatis dipotong PPh Final 0,1% oleh broker. Jika ritel ketakutan dan berhenti transaksi, likuiditas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kering kerontang, bid-offer merenggang, dan IHSG bisa rontok.\n\n🌍 Dunia Mode Hawkish: Suku Bunga Mencekik & Rupiah Terkapar Seolah masalah pajak belum cukup, kita sedang dihantam tsunami dari luar negeri. Nampaknya seluruh dunia saat ini sedang kompak dalam mode hawkish, di mana era uang murah telah berakhir. Amerika Serikat memimpin ketegangan ini. Meskipun The Fed menahan suku bunga di level 3,50% - 3,75%, proyeksi inflasi PCE mereka untuk tahun 2026 justru dinaikkan menjadi 3,6% (jauh di atas target 2%). Sinyal dari The Fed ini sangat keras: suku bunga tinggi akan ditahan lebih lama!\n\nKepanikan menyebar ke seluruh dunia. Bank of Japan (BoJ) yang biasanya menjadi sumber dana murah global secara mengejutkan menaikkan suku bunga ke 1%, tertinggi dalam 31 tahun terakhir. European Central Bank (ECB) juga ikut menaikkan tiga suku bunga utamanya sebesar 25 bps. Dampaknya? Dolar AS mengamuk dan yield (imbal hasil) obligasi global terbang tinggi.\n\n📉 Apa Kabar Indonesia? Untuk membentengi nilai tukar Rupiah dari pelarian modal asing (capital outflow), Bank Indonesia (BI) terpaksa harus bertindak galak dengan menaikkan BI-Rate menjadi 5,50%. Pasar obligasi kita merespons dengan panik; yield SBN tenor 2 tahun melonjak tajam nyaris 200 bps secara year-to-date menyentuh 7,095%. Kondisi suku bunga tinggi dan dolar kuat ini menjadi racun bagi IHSG. Kombinasi yield tinggi dan potensi keluarnya investor asing membuat saham-saham growth (pertumbuhan), teknologi, properti, dan perusahaan dengan utang dolar yang besar menjadi sangat rentan dan berdarah-darah. Sebaliknya, saham bank besar dan eksportir mungkin sedikit lebih defensif, namun tetap berisiko jika asing jualan massal.\n\nBagaimana kita sebagai investor dan trader harus bersikap di tengah ancaman pajak yang tidak masuk akal dan tekanan suku bunga global ini? Temukan analisis strategis selengkapnya hanya di video ini agar Anda tidak salah mengambil keputusan finansial!\n\nDisclaimer: Video ini dibuat murni untuk tujuan edukasi, diskusi, dan informasi. Ini bukan rekomendasi atau ajakan dari penasihat investasi untuk melakukan jual atau beli saham. Segala keputusan, keuntungan, dan risiko investasi sepenuhnya berada di tangan dan tanggung jawab masing-masing investor.\n\nDukung terus Wawasan Cerdas untuk memajukan literasi finansial Indonesia! Klik tombol LIKE jika video ini membuka wawasan Anda, SUBSCRIBE sekarang juga, dan aktifkan LONCENG notifikasi supaya tidak ketinggalan update paling krusial seputar ekonomi, IHSG, dan strategi investasi.\n\nAyo suarakan pendapat Anda di kolom komentar: Apakah Anda setuju jika nilai trading saham dianggap omzet dan digabung dengan perhitungan pajak UMKM Anda? Mari kita berdiskusi dengan cerdas!\n\n\n#WawasanCerdas #IHSG #PajakSaham #TradingSaham #PajakUMKM #TheFed #SukuBungaBI #Rupiah #MarketCrash #BursaEfekIndonesia #InvestasiSaham #SahamPemula #MakroEkonomi #SahamAnjlok #KrisisEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "99uEfTWgMVE"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 56.29466672380201, "y": 470.08356606209645, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 944.7031608652135, "y": 971.5773111043236, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.293, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 994.1046341293801, "y": 139.1864006406941, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.293, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 7.912010522393431, "y": 721.7797640617041, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.293, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 325.3170782036635, "y": 960.5001048841916, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.293, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "@ViviShortDrama", "attributes": {"label": "@ViviShortDrama", "x": 565.7652082521156, "y": 584.3728111917355, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8396, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "6hf7zwtBc98", "id": "@ViviShortDrama", "source": "youtube-000001", "content": "Baru Menikah Kilat, Bos CEO Langsung Memberikan Mobil Mewah dan Rumah Megah! [INDO DUB]😭\n\nMenikah Kilat dengan Bos CEO: Mahar Miliaran dari Kekasih Kaya! [Drama Full Movie]\n\n\"Aku hanyalah seorang gadis dari keluarga biasa. Setelah dipaksa pergi ke kencan buta sebanyak 58 kali, aku memutuskan untuk mengambil keputusan gila: menikah kilat dengan bos besarku sendiri?! Mahar fantastis senilai miliaran rupiah, mobil mewah, dan rumah megah langsung dipindahkan atas namaku dalam sekejap. Apakah ini sebuah penyelamatan yang indah dalam hidupku, atau aku baru saja masuk ke dalam konspirasi besar yang tersembunyi?\" 😡\nSeorang gadis muda dari latar belakang keluarga biasa yang sederhana harus menghadapi tekanan hidup yang berat dari keluarganya yang terus memaksanya melakukan kencan buta hingga 58 kali. Karena merasa lelah dan putus asa, dia akhirnya memilih jalan keluar yang tak terduga dengan melakukan pernikahan kilat bersama atasannya langsung di tempat kerja, yang ternyata adalah seorang CEO dari perusahaan raksasa.\n\nKehidupan lamanya yang sederhana berubah total secara mengejutkan ketika sang bos memberikan mahar pernikahan yang luar biasa fantastis, serta memindahkan kepemilikan mobil-mobil mewah dan rumah-rumah megah atas namanya dalam hitungan detik. Dari hubungan pernikahan kontrak yang awalnya penuh dengan tanda tanya dan kecurigaan akan adanya sebuah konspirasi besar yang tersembunyi, mereka berdua mulai menjalani hari-hari bersama hingga perlahan-lahan menumbuhkan benih cinta yang tulus dan manis. Kisah manis tentang pernikahan dulu cinta kemudian, perjuangan wanita tangguh, romansa perkotaan, serangan balik dari kemiskinan menjadi ratu kaya, dan perlindungan penuh dari pria idaman! 😭💔\n\nSaksikan drama fiksi penuh emosi, gadis biasa menikah kilat, CEO kaya raya, mahar pernikahan fantastis, kencan buta berulang kali, romansa perkotaan, cinta manis setelah pernikahan, membalikkan nasib hidup, tamparan drama kepada orang yang meremehkan, dan takdir cinta yang indah ini sampai habis! Nikmati drama penuh dengan Indo Dub (Sulih Suara Indonesia) dan Eng Sub (English Subtitles) kualitas premium hanya di ViviShortDrama!\n\n👇 Langganan dan Tonton Drama Pendek Viral Lainnya di Sini:\n   /   \n\n📌 Tags / Kata Kunci:\n#IndoDub #DramaFull #EngSub #RomansaPerkotaan #BalasDendam #CEO #CintaManis #WanitaTegar #ViviShortDrama #DramaTerbaru #KisahTragis #Wanita #SinetronIndo #DramaRomantis #MenikahDuluCintaKemudian #TamparanDrama #MenikahKilat #MaharFantastis #KencanButa #GadisBiasa #PembalikanNasib #KeluargaToxic #SuksesBesar\n\nPenolakan Tanggung Jawab: Karakter dan peristiwa dalam drama ini adalah fiktif.", "post_id": "6hf7zwtBc98"}}, {"key": "vivishortdrama", "attributes": {"label": "vivishortdrama", "x": 451.54145218823527, "y": 850.4636906471136, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "6hf7zwtBc98", "id": "vivishortdrama", "source": "youtube-000001", "content": "Baru Menikah Kilat, Bos CEO Langsung Memberikan Mobil Mewah dan Rumah Megah! [INDO DUB]😭\n\nMenikah Kilat dengan Bos CEO: Mahar Miliaran dari Kekasih Kaya! [Drama Full Movie]\n\n\"Aku hanyalah seorang gadis dari keluarga biasa. Setelah dipaksa pergi ke kencan buta sebanyak 58 kali, aku memutuskan untuk mengambil keputusan gila: menikah kilat dengan bos besarku sendiri?! Mahar fantastis senilai miliaran rupiah, mobil mewah, dan rumah megah langsung dipindahkan atas namaku dalam sekejap. Apakah ini sebuah penyelamatan yang indah dalam hidupku, atau aku baru saja masuk ke dalam konspirasi besar yang tersembunyi?\" 😡\nSeorang gadis muda dari latar belakang keluarga biasa yang sederhana harus menghadapi tekanan hidup yang berat dari keluarganya yang terus memaksanya melakukan kencan buta hingga 58 kali. Karena merasa lelah dan putus asa, dia akhirnya memilih jalan keluar yang tak terduga dengan melakukan pernikahan kilat bersama atasannya langsung di tempat kerja, yang ternyata adalah seorang CEO dari perusahaan raksasa.\n\nKehidupan lamanya yang sederhana berubah total secara mengejutkan ketika sang bos memberikan mahar pernikahan yang luar biasa fantastis, serta memindahkan kepemilikan mobil-mobil mewah dan rumah-rumah megah atas namanya dalam hitungan detik. Dari hubungan pernikahan kontrak yang awalnya penuh dengan tanda tanya dan kecurigaan akan adanya sebuah konspirasi besar yang tersembunyi, mereka berdua mulai menjalani hari-hari bersama hingga perlahan-lahan menumbuhkan benih cinta yang tulus dan manis. Kisah manis tentang pernikahan dulu cinta kemudian, perjuangan wanita tangguh, romansa perkotaan, serangan balik dari kemiskinan menjadi ratu kaya, dan perlindungan penuh dari pria idaman! 😭💔\n\nSaksikan drama fiksi penuh emosi, gadis biasa menikah kilat, CEO kaya raya, mahar pernikahan fantastis, kencan buta berulang kali, romansa perkotaan, cinta manis setelah pernikahan, membalikkan nasib hidup, tamparan drama kepada orang yang meremehkan, dan takdir cinta yang indah ini sampai habis! Nikmati drama penuh dengan Indo Dub (Sulih Suara Indonesia) dan Eng Sub (English Subtitles) kualitas premium hanya di ViviShortDrama!\n\n👇 Langganan dan Tonton Drama Pendek Viral Lainnya di Sini:\n   /   \n\n📌 Tags / Kata Kunci:\n#IndoDub #DramaFull #EngSub #RomansaPerkotaan #BalasDendam #CEO #CintaManis #WanitaTegar #ViviShortDrama #DramaTerbaru #KisahTragis #Wanita #SinetronIndo #DramaRomantis #MenikahDuluCintaKemudian #TamparanDrama #MenikahKilat #MaharFantastis #KencanButa #GadisBiasa #PembalikanNasib #KeluargaToxic #SuksesBesar\n\nPenolakan Tanggung Jawab: Karakter dan peristiwa dalam drama ini adalah fiktif.", "post_id": "6hf7zwtBc98"}}], "edges": [{"key": "strike653811", "source": "strike653811", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "strike653811", "source": "strike653811", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Rahadi240987455", "source": "Rahadi240987455", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Rahadi240987455", "source": "Rahadi240987455", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "satunusa185593", "source": "satunusa185593", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "satunusa185593", "source": "satunusa185593", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "2y2o2u2n2g", "source": "2y2o2u2n2g", "target": "PutraMataSatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RadioSmartFM", "source": "RadioSmartFM", "target": "antaranews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dh4nds", "source": "dh4nds", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Ombahku", "source": "Ombahku", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Primitive930124", "source": "Primitive930124", "target": "PutraMataSatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "_kembangJukut", "source": "_kembangJukut", "target": "wafinapp", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "_kembangJukut", "source": "_kembangJukut", "target": "steve_hanke", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "infobanyumas", "source": "infobanyumas", "target": "infobanyumas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kompascom", "source": "kompascom", "target": "rerekumampung", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ciparay.id", "source": "ciparay.id", "target": "ahquote", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibanjaran.id", "source": "infotibanjaran.id", "target": "voktis.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bangsaonline", "source": "bangsaonline", "target": "bangsaonline", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "fakta_banten", "source": "fakta_banten", "target": "fakta_banten", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "radarcirebon", "source": "radarcirebon", "target": "radarcirebon", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "surabayakabarmetro", "source": "surabayakabarmetro", "target": "gresik_bercerita", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "19585064872", "source": "19585064872", "target": "visualiterasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "folknomic", "source": "folknomic", "target": "folknomics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "go_clipnews", "source": "go_clipnews", "target": "Konten.Com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "rominofrian", "source": "rominofrian", "target": "Sumber", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "kompascom", "source": "kompascom", "target": "reredipalmerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "baramaros_", "source": "baramaros_", "target": "hypekabar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "buterflywave", "source": "buterflywave", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tribunpriangan.com", "source": "tribunpriangan.com", "target": "tribunpriangan.com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tribunpriangan.com", "source": "tribunpriangan.com", "target": "tribunpriangan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "klipnewss", "source": "klipnewss", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hotclip244", "source": "hotclip244", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "harristurino", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "DPR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "buzzart_af", "source": "buzzart_af", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bangsaonline", "source": "bangsaonline", "target": "bangsaonline", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "source": "@TribunMedanTV", "target": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@trijayafm", "source": "@trijayafm", "target": "trijaya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SindoPodcast", "source": "@SindoPodcast", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SindoPodcast", "source": "@SindoPodcast", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SindoPodcast", "source": "@SindoPodcast", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@POIN45", "source": "@POIN45", "target": "SekretariatPresiden", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IndefEconomics", "source": "@IndefEconomics", "target": "indef_official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sb30official", "source": "@sb30official", "target": "sb30official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpriangan", "source": "@tribunpriangan", "target": "tribunpriangan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ViviShortDrama", "source": "@ViviShortDrama", "target": "vivishortdrama", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}