{"nodes": [{"key": "infotibanjaran.id", "attributes": {"label": "infotibanjaran.id", "x": 704.0740124933297, "y": 966.626348612401, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.87, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922805836196036079_45016844333", "id": "infotibanjaran.id", "source": "instagram-000001", "content": "Suku bunga acuan atau rate kembali menyita perhatian publik seiring langkah Bank Indonesia (BI) menaikkannya di tengah tren pelemahan rupiah, ketidakpastian ekonomi global, dan upaya menjaga stabilitas nasional\n\nPada Selasa (9/6/2026), BI rate naik sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Pada saat yang sama, suku bunga deposit facility naik 25 basis poin menjadi 4,50% dan suku bunga lending facility meningkat 25 basis poin menjadi 6,25%.\n\nBank Indonesia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya gejolak global akibat konflik di Timur Tengah.\n\nSelain itu, kebijakan ini juga bersifat preemptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1%.\n\nKenaikan suku bunga juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil aset keuangan domestik sehingga dapat menarik kembali aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.\n\nLangkah tersebut dilakukan hanya beberapa minggu setelah Bank Indonesia sebelumnya menaikkan rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Mei 2026.\n\nKebijakan yang relatif agresif ini menunjukkan keseriusan bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah yang mengalami tekanan cukup besar sepanjang tahun berjalan.\n\nKenaikan BI rate selalu berimbas pada dompet masyarakat, mulai dari membengkaknya tagihan cicilan kredit dan bunga kredit pemilikan rumah (KPR), hingga potensi kenaikan bunga deposito. Perubahan-perubahan ini secara akumulatif langsung memengaruhi stabilitas kondisi keuangan rumah tangga.\n-", "post_id": "3922805836196036079_45016844333"}}, {"key": "voktis.id", "attributes": {"label": "voktis.id", "x": 213.72599037418004, "y": 125.31192458953488, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 29.3596, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922805836196036079_45016844333", "id": "voktis.id", "source": "instagram-000001", "content": "Suku bunga acuan atau rate kembali menyita perhatian publik seiring langkah Bank Indonesia (BI) menaikkannya di tengah tren pelemahan rupiah, ketidakpastian ekonomi global, dan upaya menjaga stabilitas nasional\n\nPada Selasa (9/6/2026), BI rate naik sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Pada saat yang sama, suku bunga deposit facility naik 25 basis poin menjadi 4,50% dan suku bunga lending facility meningkat 25 basis poin menjadi 6,25%.\n\nBank Indonesia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya gejolak global akibat konflik di Timur Tengah.\n\nSelain itu, kebijakan ini juga bersifat preemptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1%.\n\nKenaikan suku bunga juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil aset keuangan domestik sehingga dapat menarik kembali aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.\n\nLangkah tersebut dilakukan hanya beberapa minggu setelah Bank Indonesia sebelumnya menaikkan rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Mei 2026.\n\nKebijakan yang relatif agresif ini menunjukkan keseriusan bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah yang mengalami tekanan cukup besar sepanjang tahun berjalan.\n\nKenaikan BI rate selalu berimbas pada dompet masyarakat, mulai dari membengkaknya tagihan cicilan kredit dan bunga kredit pemilikan rumah (KPR), hingga potensi kenaikan bunga deposito. Perubahan-perubahan ini secara akumulatif langsung memengaruhi stabilitas kondisi keuangan rumah tangga.\n-", "post_id": "3922805836196036079_45016844333"}}, {"key": "19585064872", "attributes": {"label": "19585064872", "x": 855.236177132845, "y": 701.3976544896612, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.87, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "19585064872", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "visualiterasi", "attributes": {"label": "visualiterasi", "x": 25.496568164324994, "y": 652.9447235763357, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 29.3596, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "visualiterasi", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "wartapriangan.id", "attributes": {"label": "wartapriangan.id", "x": 724.5359319102806, "y": 178.6593481712412, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.87, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649683262553558279", "id": "wartapriangan.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Wartapriangan.id - Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,50 persen sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta mengantisipasi ketidakpastian ekonomi global.   Penulis: Kurnia W.  Desain: Luthfi #bankindonesia #sukubunga #birate #ekonomiindonesia #infokeuangan", "post_id": "7649683262553558279"}}, {"key": "menkeuri", "attributes": {"label": "menkeuri", "x": 143.13187869764187, "y": 735.3862336148435, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 29.3596, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7649683262553558279", "id": "menkeuri", "source": "tiktok-000001", "content": "Wartapriangan.id - Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,50 persen sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta mengantisipasi ketidakpastian ekonomi global.   Penulis: Kurnia W.  Desain: Luthfi #bankindonesia #sukubunga #birate #ekonomiindonesia #infokeuangan", "post_id": "7649683262553558279"}}, {"key": "folknomic", "attributes": {"label": "folknomic", "x": 499.4455301921682, "y": 364.26089599737986, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.87, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomic", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "folknomics", "attributes": {"label": "folknomics", "x": 489.7810534496574, "y": 721.3908948980846, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 29.3596, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomics", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "buterflywave", "attributes": {"label": "buterflywave", "x": 81.94167025267684, "y": 150.58204984981504, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.87, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7652703574056635656", "id": "buterflywave", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengantisipasi tekanan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, BI memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. “Rapat Dewan Gubernur BI pada 17-18 Juni 2026, memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,” ujar Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (18/6). Selain BI-Rate, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga fasilitas simpanan (Deposit Facility) sebesar 25 bps menjadi 4,75%. Sementara itu, suku bunga fasilitas pinjaman (Lending Facility) turut naik 25 bps menjadi 6,50%. sumber :   #cryptowave #bankindonesia #bi #buyindonesia #sellsingapura", "post_id": "7652703574056635656"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 764.7426686604005, "y": 239.02093788166712, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 42.8491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7652703574056635656", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengantisipasi tekanan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, BI memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. “Rapat Dewan Gubernur BI pada 17-18 Juni 2026, memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,” ujar Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (18/6). Selain BI-Rate, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga fasilitas simpanan (Deposit Facility) sebesar 25 bps menjadi 4,75%. Sementara itu, suku bunga fasilitas pinjaman (Lending Facility) turut naik 25 bps menjadi 6,50%. sumber :   #cryptowave #bankindonesia #bi #buyindonesia #sellsingapura", "post_id": "7652703574056635656"}}, {"key": "arahjakarta", "attributes": {"label": "arahjakarta", "x": 372.0165614920362, "y": 325.5522943920115, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 105.7986, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7641305557936426261", "id": "arahjakarta", "source": "tiktok-000001", "content": "Presiden Prabowo Subianto melempar kebijakan populis baru dengan memerintahkan bank-bank pelat merah (Himbara) untuk memangkas bunga kredit bagi rakyat kecil menjadi maksimal 5% per tahun. Langkah ekstrem ini diambil setelah Presiden menyoroti jeratan bunga pinjaman di lapangan yang diklaimnya bisa mencekik hingga 70% setahun. Merespons titah istana, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Dian Ediana Rae, angkat bicara (17/5).  Meski mengapresiasi niat baik pemerintah untuk membantu kelompok unbankable, OJK langsung mengingatkan perbankan untuk memperketat tata kelola dan manajemen risiko. Otoritas mendorong bank melakukan stress test berkala serta menyiapkan pencadangan yang memadai guna mengantisipasi potensi ledakan kredit macet di tengah skenario ekonomi global yang sedang bergejolak. Perintah penurunan bunga hingga di bawah tingkat inflasi riil atau biaya dana (cost of fund) perbankan saat ini adalah kebijakan yang berisiko tinggi. Di tengah situasi makro ekonomi yang sensitif—di mana Rupiah sempat tersungkur ke level Rp17.500—memaksa bank BUMN menyalurkan kredit murah tanpa kalkulasi matang bisa mengikis ketahanan modal perbankan nasional.  Jika tidak disubsidi penuh oleh APBN melalui skema Subsidi Bunga, kebijakan ini akan mengorbankan tingkat kesehatan bank-bank negara demi pemenuhan syahwat politik jangka pendek. Publik patut waspada: tanpa pengawasan ketat, pemaksaan kredit murah berisiko menciptakan gelombang Non-Performing Loan (NPL) baru, di mana dana masyarakat justru habis menguap akibat penyaluran yang tidak kredibel dan salah sasaran. Niat baik memberi modal murah bagi rakyat jangan sampai mengorbankan kesehatan bank negara, karena merawat kepercayaan pasar jauh lebih mahal ketimbang meramu retorika di panggung pidato. Menurut lo, bunga kredit 5% ini bakal beneran bikin UMKM kita maju, atau justru bakal bikin bank-bank BUMN kita yang kolaps akibat kredit macet? Follow  untuk memantau stabilitas perbankan dan kebijakan ekonomi nasional. Tetap kritis, kawal uang negara, jangan biarkan sistem keuangan kita rapuh akibat kebijakan yang dipaksakan tanpa mitigasi risiko yang matang!", "post_id": "7641305557936426261"}}, {"key": "jelajahnews.id", "attributes": {"label": "jelajahnews.id", "x": 744.9671879691468, "y": 895.2959940465853, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.87, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7641505604950838536", "id": "jelajahnews.id", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "harristurino", "attributes": {"label": "harristurino", "x": 892.0880535025308, "y": 287.334187707998, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.3666, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641505604950838536", "id": "harristurino", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "DPR", "attributes": {"label": "DPR", "x": 93.00460548998069, "y": 874.4135495804155, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.3666, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641505604950838536", "id": "DPR", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 728.7094185427692, "y": 729.3732843952855, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.3666, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641505604950838536", "id": "bank_indonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "buzzart_af", "attributes": {"label": "buzzart_af", "x": 633.6673976614236, "y": 376.7577573145158, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.87, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7652722117317905672", "id": "buzzart_af", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengantisipasi tekanan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, Bl memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. \"Rapat Dewan Gubernur Bl pada 17-18 Juni 2026, memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,\" ujar Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (18/6). Selain BI-Rate, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga fasilitas simpanan (Deposit Facility) sebesar 25 bps menjadi 4,75%. Sementara itu, suku bunga fasilitas pinjaman (Lending Facility) turut naik 25 bps menjadi 6,50%. Sumber:  #fyp #news  #gabrielrey #cryptowave", "post_id": "7652722117317905672"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 407.7673833184278, "y": 741.6833925743425, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.87, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "fCnmhnkeR9E", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Perry Warjiyo dan Purbaya Sepakat Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter Hadapi Ketidakpastian Global\n\nGaruda Tv - Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.\n\nPenguatan koordinasi tersebut dibahas dalam rapat bersama yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas makroekonomi serta meningkatkan kepercayaan pasar.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah langkah strategis yang telah disepakati bersama untuk memperkuat sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal. Koordinasi yang erat dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.\n\nMenurut Perry, kerja sama yang solid antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan perekonomian nasional tetap tumbuh secara berkelanjutan.\n\nSementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter. Ia menilai sinergi antarlembaga akan membuat berbagai kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah menjadi lebih efektif dan memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat.\n\nPurbaya juga menekankan bahwa koordinasi yang kuat diperlukan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, memperkuat daya tahan ekonomi nasional, dan merespons dinamika pasar global secara cepat dan terukur.\n\nPemerintah dan Bank Indonesia berharap penguatan koordinasi ini dapat meningkatkan kepercayaan publik maupun pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, sinergi yang semakin erat diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.\n\nLangkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dan Bank Indonesia untuk terus menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan yang terkoordinasi, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#bankindonesia  #BI #kementeriankeuangan  #kemenkeu  #PerryWarjiyo #purbayayudhisadewa  #rupiah  #StabilitasRupiah #kebijakanmoneter  #kebijakanfiskal  #ekonomi  #stabilitasekonomi #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "fCnmhnkeR9E"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 193.93889659853693, "y": 539.8075376095048, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.3666, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "fCnmhnkeR9E", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Perry Warjiyo dan Purbaya Sepakat Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter Hadapi Ketidakpastian Global\n\nGaruda Tv - Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.\n\nPenguatan koordinasi tersebut dibahas dalam rapat bersama yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas makroekonomi serta meningkatkan kepercayaan pasar.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah langkah strategis yang telah disepakati bersama untuk memperkuat sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal. Koordinasi yang erat dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.\n\nMenurut Perry, kerja sama yang solid antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan perekonomian nasional tetap tumbuh secara berkelanjutan.\n\nSementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter. Ia menilai sinergi antarlembaga akan membuat berbagai kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah menjadi lebih efektif dan memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat.\n\nPurbaya juga menekankan bahwa koordinasi yang kuat diperlukan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, memperkuat daya tahan ekonomi nasional, dan merespons dinamika pasar global secara cepat dan terukur.\n\nPemerintah dan Bank Indonesia berharap penguatan koordinasi ini dapat meningkatkan kepercayaan publik maupun pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, sinergi yang semakin erat diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.\n\nLangkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dan Bank Indonesia untuk terus menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan yang terkoordinasi, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#bankindonesia  #BI #kementeriankeuangan  #kemenkeu  #PerryWarjiyo #purbayayudhisadewa  #rupiah  #StabilitasRupiah #kebijakanmoneter  #kebijakanfiskal  #ekonomi  #stabilitasekonomi #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "fCnmhnkeR9E"}}, {"key": "@HippoAcademy", "attributes": {"label": "@HippoAcademy", "x": 883.1044214503698, "y": 842.1538428572616, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.87, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "won5ClMP_uU", "id": "@HippoAcademy", "source": "youtube-000001", "content": "PRABOWO BIKIN MALAYSIA PANIK! RUPIAH IHSG MELONJAK PESAT, SINGAPURA-MALAYSIA AUTO KETAR-KETIR!\n\nAkselerasi performa instrumen keuangan domestik dan penataan ketahanan sektor riil menjadi pilar utama Pemerintah Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi di kawasan Asia Tenggara. Pada perdagangan pertengahan Juni 2026, pasar modal nasional mencatatkan pertumbuhan impresif di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju positif hingga 5% pada sesi pertama. Lonjakan ini didorong oleh aksi korporasi penguatan aset serta konsolidasi strategis komitmen perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang berjalan selaras dengan meredanya tensi geopolitik global antara Amerika Serikat dan Iran sehingga memicu kembalinya kepercayaan investor global ke pasar berkembang (*emerging markets*).\n\nResiliensi finansial ini diperkuat oleh penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, yang memicu penyesuaian portofolio para pelaku pasar valuta asing demi memitigasi risiko spekulatif. Di sisi lain, lompatan besar di sektor hulu ditunjukkan oleh capaian swasembada pangan terintegrasi dengan volume cadangan beras nasional yang stabil. Langkah kemandirian pangan dan energi ini secara langsung mengubah peta ketergantungan logistik regional, sekaligus mendorong analisis komparatif dan evaluasi rantai pasok dari negara-negara mitra dagang seperti Singapura dan Malaysia terkait pergeseran pusat gravitasi ekonomi di kawasan. Simak ulasan mendalam mengenai analisis pergerakan IHSG, strategi pengelolaan cadangan pangan nasional, serta dampaknya bagi ketahanan ekonomi makro Indonesia di Asia Tenggara dalam video ini sampai selesai!\n\n#PasarModal #PertumbuhanIHSG #SwasembadaPangan #KetahananEkonomi #IndonesiaMaju\n\nFollow Sosial Media Hippo Academy 👇👇\n🔴 TikTok : https://www.tiktok.com/\n🔴 Instagram : https://www.instagram.com/hippoacademy.id/\n🔴 Facebook : https://www.facebook.com/share/1CnW57ATMR/\n\n© Copyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act of 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing.", "post_id": "won5ClMP_uU"}}, {"key": "hippoacademy.id/", "attributes": {"label": "hippoacademy.id/", "x": 903.4399005033597, "y": 25.077509981380807, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.3596, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "won5ClMP_uU", "id": "hippoacademy.id/", "source": "youtube-000001", "content": "PRABOWO BIKIN MALAYSIA PANIK! RUPIAH IHSG MELONJAK PESAT, SINGAPURA-MALAYSIA AUTO KETAR-KETIR!\n\nAkselerasi performa instrumen keuangan domestik dan penataan ketahanan sektor riil menjadi pilar utama Pemerintah Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi di kawasan Asia Tenggara. Pada perdagangan pertengahan Juni 2026, pasar modal nasional mencatatkan pertumbuhan impresif di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju positif hingga 5% pada sesi pertama. Lonjakan ini didorong oleh aksi korporasi penguatan aset serta konsolidasi strategis komitmen perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang berjalan selaras dengan meredanya tensi geopolitik global antara Amerika Serikat dan Iran sehingga memicu kembalinya kepercayaan investor global ke pasar berkembang (*emerging markets*).\n\nResiliensi finansial ini diperkuat oleh penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, yang memicu penyesuaian portofolio para pelaku pasar valuta asing demi memitigasi risiko spekulatif. Di sisi lain, lompatan besar di sektor hulu ditunjukkan oleh capaian swasembada pangan terintegrasi dengan volume cadangan beras nasional yang stabil. Langkah kemandirian pangan dan energi ini secara langsung mengubah peta ketergantungan logistik regional, sekaligus mendorong analisis komparatif dan evaluasi rantai pasok dari negara-negara mitra dagang seperti Singapura dan Malaysia terkait pergeseran pusat gravitasi ekonomi di kawasan. Simak ulasan mendalam mengenai analisis pergerakan IHSG, strategi pengelolaan cadangan pangan nasional, serta dampaknya bagi ketahanan ekonomi makro Indonesia di Asia Tenggara dalam video ini sampai selesai!\n\n#PasarModal #PertumbuhanIHSG #SwasembadaPangan #KetahananEkonomi #IndonesiaMaju\n\nFollow Sosial Media Hippo Academy 👇👇\n🔴 TikTok : https://www.tiktok.com/\n🔴 Instagram : https://www.instagram.com/hippoacademy.id/\n🔴 Facebook : https://www.facebook.com/share/1CnW57ATMR/\n\n© Copyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act of 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing.", "post_id": "won5ClMP_uU"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 815.0717753120208, "y": 896.5933832890139, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.87, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "zJ4y07unrfY", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "[BREAKING NEWS] Jaga Stabilitas Rupia, Bank Indonesia Kembali Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75%\n\nTUTUR.co.id -  Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 17-18 Juni 2026. Keputusan ini melanjutkan langkah pengetatan moneter yang sebelumnya dilakukan BI, sekaligus sejalan dengan ekspektasi mayoritas analis yang memperkirakan kenaikan suku bunga di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kenaikan BI Rate dilakukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak global yang masih tinggi. Selain itu, BI juga menaikkan suku bunga deposit facility menjadi 4,75 persen dan lending facility menjadi 6,50 persen sebagai bagian dari upaya menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen.\n\n#BankIndonesia #BI #RDGBI #PerryWarjiyo #SukuBungaBI #Rupiah #Inflasi #EkonomiIndonesia #KebijakanMoneter #BeritaEkonomi #breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "zJ4y07unrfY"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 626.702661641153, "y": 703.7143653298098, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.3596, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zJ4y07unrfY", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "[BREAKING NEWS] Jaga Stabilitas Rupia, Bank Indonesia Kembali Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75%\n\nTUTUR.co.id -  Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 17-18 Juni 2026. Keputusan ini melanjutkan langkah pengetatan moneter yang sebelumnya dilakukan BI, sekaligus sejalan dengan ekspektasi mayoritas analis yang memperkirakan kenaikan suku bunga di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kenaikan BI Rate dilakukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak global yang masih tinggi. Selain itu, BI juga menaikkan suku bunga deposit facility menjadi 4,75 persen dan lending facility menjadi 6,50 persen sebagai bagian dari upaya menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen.\n\n#BankIndonesia #BI #RDGBI #PerryWarjiyo #SukuBungaBI #Rupiah #Inflasi #EkonomiIndonesia #KebijakanMoneter #BeritaEkonomi #breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "zJ4y07unrfY"}}, {"key": "@JCCNetwork", "attributes": {"label": "@JCCNetwork", "x": 714.6283368508588, "y": 194.36515872454473, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.87, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "oszbmfq3yck", "id": "@JCCNetwork", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Beberkan Faktor Penguat Rupiah, Target 2027 di Kisaran Rp16.800–Rp17.500\n\n‪‬ Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya ekonomi global, kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar valas, BI juga memperkirakan inflasi 2027 tetap terkendali di kisaran 2,5% ±1%, seiring pertumbuhan ekonomi yang solid dan masuknya lebih banyak modal asing ke Indonesia.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "oszbmfq3yck"}}, {"key": "JCCNetwork", "attributes": {"label": "JCCNetwork", "x": 984.5193048614431, "y": 679.9388038896255, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.2424, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oszbmfq3yck", "id": "JCCNetwork", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Beberkan Faktor Penguat Rupiah, Target 2027 di Kisaran Rp16.800–Rp17.500\n\n‪‬ Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya ekonomi global, kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar valas, BI juga memperkirakan inflasi 2027 tetap terkendali di kisaran 2,5% ±1%, seiring pertumbuhan ekonomi yang solid dan masuknya lebih banyak modal asing ke Indonesia.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "oszbmfq3yck"}}, {"key": "jccbetwork.id", "attributes": {"label": "jccbetwork.id", "x": 717.4096284993857, "y": 240.1472352465148, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.2424, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oszbmfq3yck", "id": "jccbetwork.id", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Beberkan Faktor Penguat Rupiah, Target 2027 di Kisaran Rp16.800–Rp17.500\n\n‪‬ Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya ekonomi global, kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar valas, BI juga memperkirakan inflasi 2027 tetap terkendali di kisaran 2,5% ±1%, seiring pertumbuhan ekonomi yang solid dan masuknya lebih banyak modal asing ke Indonesia.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "oszbmfq3yck"}}, {"key": "jcc_network", "attributes": {"label": "jcc_network", "x": 236.6870232651902, "y": 401.6699714697303, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.2424, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oszbmfq3yck", "id": "jcc_network", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Beberkan Faktor Penguat Rupiah, Target 2027 di Kisaran Rp16.800–Rp17.500\n\n‪‬ Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya ekonomi global, kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar valas, BI juga memperkirakan inflasi 2027 tetap terkendali di kisaran 2,5% ±1%, seiring pertumbuhan ekonomi yang solid dan masuknya lebih banyak modal asing ke Indonesia.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "oszbmfq3yck"}}, {"key": "jccnetwork.id", "attributes": {"label": "jccnetwork.id", "x": 256.28758024808616, "y": 90.69838739854718, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.2424, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oszbmfq3yck", "id": "jccnetwork.id", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Beberkan Faktor Penguat Rupiah, Target 2027 di Kisaran Rp16.800–Rp17.500\n\n‪‬ Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya ekonomi global, kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar valas, BI juga memperkirakan inflasi 2027 tetap terkendali di kisaran 2,5% ±1%, seiring pertumbuhan ekonomi yang solid dan masuknya lebih banyak modal asing ke Indonesia.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "oszbmfq3yck"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 38.691941447589365, "y": 199.90509591425365, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.87, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "eKxXvWFEXoE", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] RDG Bank Indonesia Juni 2026: Strategi BI Hadapi Gejolak Global dan Rupiah\n\nKABARBURSA.COM — Bank Indonesia mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan Juni 2026 di tengah tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah. Bank Indonesia terus mengupayakan berbagai kebijakan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap dalam sasaran 2,5±1%, serta meningkatkan daya tarik aliran masuk investasi portofolio asing ke Indonesia.\n\nMelalui hasil RDG ini, publik dapat mengetahui arah kebijakan moneter dan respons Bank Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global ke depan. Saksikan pembahasannya dan tuliskan pendapat Anda di kolom komentar, serta jangan lupa subscribe untuk mendapatkan informasi ekonomi dan pasar terkini.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#bankindonesia #perrywarjiyo #rupiah #rdgbi  #inflasi #ekonomiindonesia #kebijakanmoneter #investasi #pasarmodal #timurtengah #portofolioasing #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "eKxXvWFEXoE"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 263.27508165389634, "y": 928.6282648968056, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.3596, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "eKxXvWFEXoE", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] RDG Bank Indonesia Juni 2026: Strategi BI Hadapi Gejolak Global dan Rupiah\n\nKABARBURSA.COM — Bank Indonesia mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan Juni 2026 di tengah tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah. Bank Indonesia terus mengupayakan berbagai kebijakan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap dalam sasaran 2,5±1%, serta meningkatkan daya tarik aliran masuk investasi portofolio asing ke Indonesia.\n\nMelalui hasil RDG ini, publik dapat mengetahui arah kebijakan moneter dan respons Bank Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global ke depan. Saksikan pembahasannya dan tuliskan pendapat Anda di kolom komentar, serta jangan lupa subscribe untuk mendapatkan informasi ekonomi dan pasar terkini.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#bankindonesia #perrywarjiyo #rupiah #rdgbi  #inflasi #ekonomiindonesia #kebijakanmoneter #investasi #pasarmodal #timurtengah #portofolioasing #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "eKxXvWFEXoE"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 177.81804217412534, "y": 300.3866791504524, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.87, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "4073LDTf4oU", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Kejar Target Ekspor 30%, Bisakah Stabilitas Rupiah Dipertahankan? | MARKET REVIEW\n\nDi tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia menghadapi dua tantangan besar sekaligus: mengejar target peningkatan ekspor manufaktur hingga 30% dan menjaga stabilitas ekonomi di tengah kenaikan utang luar negeri yang telah mencapai USD439,8 miliar atau sekitar Rp7.784,5 triliun per April 2026. Di satu sisi, sektor industri pengolahan menjadi tulang punggung ekspor nasional dengan kontribusi lebih dari 82%, sementara di sisi lain, derasnya arus modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) mencerminkan masih terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Mampukah Indonesia memanfaatkan momentum penguatan ekspor untuk memperkuat ketahanan industri sekaligus menjaga keseimbangan utang, stabilitas rupiah, dan daya tahan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang?                                                                                      #marketreview  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "4073LDTf4oU"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 153.44368371101592, "y": 441.2255639366409, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.7971, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "4073LDTf4oU", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Kejar Target Ekspor 30%, Bisakah Stabilitas Rupiah Dipertahankan? | MARKET REVIEW\n\nDi tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia menghadapi dua tantangan besar sekaligus: mengejar target peningkatan ekspor manufaktur hingga 30% dan menjaga stabilitas ekonomi di tengah kenaikan utang luar negeri yang telah mencapai USD439,8 miliar atau sekitar Rp7.784,5 triliun per April 2026. Di satu sisi, sektor industri pengolahan menjadi tulang punggung ekspor nasional dengan kontribusi lebih dari 82%, sementara di sisi lain, derasnya arus modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) mencerminkan masih terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Mampukah Indonesia memanfaatkan momentum penguatan ekspor untuk memperkuat ketahanan industri sekaligus menjaga keseimbangan utang, stabilitas rupiah, dan daya tahan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang?                                                                                      #marketreview  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "4073LDTf4oU"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 378.4628220711272, "y": 317.7457617347349, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.7971, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "4073LDTf4oU", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Kejar Target Ekspor 30%, Bisakah Stabilitas Rupiah Dipertahankan? | MARKET REVIEW\n\nDi tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia menghadapi dua tantangan besar sekaligus: mengejar target peningkatan ekspor manufaktur hingga 30% dan menjaga stabilitas ekonomi di tengah kenaikan utang luar negeri yang telah mencapai USD439,8 miliar atau sekitar Rp7.784,5 triliun per April 2026. Di satu sisi, sektor industri pengolahan menjadi tulang punggung ekspor nasional dengan kontribusi lebih dari 82%, sementara di sisi lain, derasnya arus modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) mencerminkan masih terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Mampukah Indonesia memanfaatkan momentum penguatan ekspor untuk memperkuat ketahanan industri sekaligus menjaga keseimbangan utang, stabilitas rupiah, dan daya tahan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang?                                                                                      #marketreview  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "4073LDTf4oU"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 113.57522618670824, "y": 337.8918705392211, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.7971, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "4073LDTf4oU", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Kejar Target Ekspor 30%, Bisakah Stabilitas Rupiah Dipertahankan? | MARKET REVIEW\n\nDi tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia menghadapi dua tantangan besar sekaligus: mengejar target peningkatan ekspor manufaktur hingga 30% dan menjaga stabilitas ekonomi di tengah kenaikan utang luar negeri yang telah mencapai USD439,8 miliar atau sekitar Rp7.784,5 triliun per April 2026. Di satu sisi, sektor industri pengolahan menjadi tulang punggung ekspor nasional dengan kontribusi lebih dari 82%, sementara di sisi lain, derasnya arus modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) mencerminkan masih terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Mampukah Indonesia memanfaatkan momentum penguatan ekspor untuk memperkuat ketahanan industri sekaligus menjaga keseimbangan utang, stabilitas rupiah, dan daya tahan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang?                                                                                      #marketreview  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "4073LDTf4oU"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 102.17361858958395, "y": 660.7663323640453, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.7971, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "4073LDTf4oU", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Kejar Target Ekspor 30%, Bisakah Stabilitas Rupiah Dipertahankan? | MARKET REVIEW\n\nDi tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia menghadapi dua tantangan besar sekaligus: mengejar target peningkatan ekspor manufaktur hingga 30% dan menjaga stabilitas ekonomi di tengah kenaikan utang luar negeri yang telah mencapai USD439,8 miliar atau sekitar Rp7.784,5 triliun per April 2026. Di satu sisi, sektor industri pengolahan menjadi tulang punggung ekspor nasional dengan kontribusi lebih dari 82%, sementara di sisi lain, derasnya arus modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) mencerminkan masih terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Mampukah Indonesia memanfaatkan momentum penguatan ekspor untuk memperkuat ketahanan industri sekaligus menjaga keseimbangan utang, stabilitas rupiah, dan daya tahan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang?                                                                                      #marketreview  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "4073LDTf4oU"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 948.8661273299108, "y": 70.6622442174073, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.7971, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "4073LDTf4oU", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Kejar Target Ekspor 30%, Bisakah Stabilitas Rupiah Dipertahankan? | MARKET REVIEW\n\nDi tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia menghadapi dua tantangan besar sekaligus: mengejar target peningkatan ekspor manufaktur hingga 30% dan menjaga stabilitas ekonomi di tengah kenaikan utang luar negeri yang telah mencapai USD439,8 miliar atau sekitar Rp7.784,5 triliun per April 2026. Di satu sisi, sektor industri pengolahan menjadi tulang punggung ekspor nasional dengan kontribusi lebih dari 82%, sementara di sisi lain, derasnya arus modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) mencerminkan masih terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Mampukah Indonesia memanfaatkan momentum penguatan ekspor untuk memperkuat ketahanan industri sekaligus menjaga keseimbangan utang, stabilitas rupiah, dan daya tahan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang?                                                                                      #marketreview  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "4073LDTf4oU"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 257.5677355940301, "y": 565.3581880703969, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.7971, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "4073LDTf4oU", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Kejar Target Ekspor 30%, Bisakah Stabilitas Rupiah Dipertahankan? | MARKET REVIEW\n\nDi tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia menghadapi dua tantangan besar sekaligus: mengejar target peningkatan ekspor manufaktur hingga 30% dan menjaga stabilitas ekonomi di tengah kenaikan utang luar negeri yang telah mencapai USD439,8 miliar atau sekitar Rp7.784,5 triliun per April 2026. Di satu sisi, sektor industri pengolahan menjadi tulang punggung ekspor nasional dengan kontribusi lebih dari 82%, sementara di sisi lain, derasnya arus modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) mencerminkan masih terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Mampukah Indonesia memanfaatkan momentum penguatan ekspor untuk memperkuat ketahanan industri sekaligus menjaga keseimbangan utang, stabilitas rupiah, dan daya tahan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang?                                                                                      #marketreview  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "4073LDTf4oU"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 221.91671546229287, "y": 647.9013887037316, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.87, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "0apVHpnfQUs", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "DOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDalam video ini kita akan membahas fenomena yang jarang disadari oleh masyarakat Indonesia, yaitu bagaimana Indonesia perlahan berubah menjadi \"Republik Tepung\". Ketergantungan masyarakat terhadap makanan berbasis tepung dan gandum impor terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara Indonesia bukanlah negara penghasil gandum. Akibatnya, puluhan triliun rupiah devisa harus keluar setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan impor gandum yang terus melonjak. Apakah kondisi ini hanya sekadar perubahan pola konsumsi, atau ada faktor ekonomi global yang lebih besar di baliknya?\n\nVideo ini mengulas sejarah masuknya gandum ke Indonesia, perubahan pola makan masyarakat, menjamurnya makanan berbasis tepung di berbagai daerah, hingga dampaknya terhadap neraca perdagangan dan cadangan devisa negara. Kita juga akan membahas mengapa Indonesia yang kaya akan sumber karbohidrat lokal seperti singkong, ubi, sagu, dan jagung justru semakin bergantung pada gandum impor. Benarkah ketergantungan ini menjadi salah satu faktor yang membuat devisa terus mengalir ke luar negeri? Apakah konsumsi gandum yang terus meningkat dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional dan nilai tukar rupiah dalam jangka panjang?\n\nSelain itu, video ini juga mengulas perkembangan industri pangan Indonesia, impor gandum Indonesia, konsumsi tepung terigu nasional, kondisi petani lokal, strategi ketahanan pangan, kedaulatan pangan Indonesia, serta tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia di tengah persaingan global. Dengan data, fakta, dan analisis ekonomi yang menarik, video ini akan membantu Anda memahami bagaimana kebiasaan konsumsi masyarakat dapat berdampak pada perekonomian negara secara keseluruhan.\n\nTonton sampai selesai dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Apakah Indonesia sudah terlalu bergantung pada gandum impor? Apakah pangan lokal bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan tersebut? Jangan lupa subscribe, nyalakan lonceng notifikasi, dan dukung channel ini agar terus menghadirkan analisis ekonomi, geopolitik, perdagangan internasional, dan isu strategis Indonesia yang jarang dibahas media arus utama.\n\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "0apVHpnfQUs"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 336.381733139306, "y": 940.2917399203197, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.2424, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0apVHpnfQUs", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "DOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDalam video ini kita akan membahas fenomena yang jarang disadari oleh masyarakat Indonesia, yaitu bagaimana Indonesia perlahan berubah menjadi \"Republik Tepung\". Ketergantungan masyarakat terhadap makanan berbasis tepung dan gandum impor terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara Indonesia bukanlah negara penghasil gandum. Akibatnya, puluhan triliun rupiah devisa harus keluar setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan impor gandum yang terus melonjak. Apakah kondisi ini hanya sekadar perubahan pola konsumsi, atau ada faktor ekonomi global yang lebih besar di baliknya?\n\nVideo ini mengulas sejarah masuknya gandum ke Indonesia, perubahan pola makan masyarakat, menjamurnya makanan berbasis tepung di berbagai daerah, hingga dampaknya terhadap neraca perdagangan dan cadangan devisa negara. Kita juga akan membahas mengapa Indonesia yang kaya akan sumber karbohidrat lokal seperti singkong, ubi, sagu, dan jagung justru semakin bergantung pada gandum impor. Benarkah ketergantungan ini menjadi salah satu faktor yang membuat devisa terus mengalir ke luar negeri? Apakah konsumsi gandum yang terus meningkat dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional dan nilai tukar rupiah dalam jangka panjang?\n\nSelain itu, video ini juga mengulas perkembangan industri pangan Indonesia, impor gandum Indonesia, konsumsi tepung terigu nasional, kondisi petani lokal, strategi ketahanan pangan, kedaulatan pangan Indonesia, serta tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia di tengah persaingan global. Dengan data, fakta, dan analisis ekonomi yang menarik, video ini akan membantu Anda memahami bagaimana kebiasaan konsumsi masyarakat dapat berdampak pada perekonomian negara secara keseluruhan.\n\nTonton sampai selesai dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Apakah Indonesia sudah terlalu bergantung pada gandum impor? Apakah pangan lokal bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan tersebut? Jangan lupa subscribe, nyalakan lonceng notifikasi, dan dukung channel ini agar terus menghadirkan analisis ekonomi, geopolitik, perdagangan internasional, dan isu strategis Indonesia yang jarang dibahas media arus utama.\n\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "0apVHpnfQUs"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 342.9191519776694, "y": 681.9683620767332, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.2424, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0apVHpnfQUs", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "DOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDalam video ini kita akan membahas fenomena yang jarang disadari oleh masyarakat Indonesia, yaitu bagaimana Indonesia perlahan berubah menjadi \"Republik Tepung\". Ketergantungan masyarakat terhadap makanan berbasis tepung dan gandum impor terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara Indonesia bukanlah negara penghasil gandum. Akibatnya, puluhan triliun rupiah devisa harus keluar setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan impor gandum yang terus melonjak. Apakah kondisi ini hanya sekadar perubahan pola konsumsi, atau ada faktor ekonomi global yang lebih besar di baliknya?\n\nVideo ini mengulas sejarah masuknya gandum ke Indonesia, perubahan pola makan masyarakat, menjamurnya makanan berbasis tepung di berbagai daerah, hingga dampaknya terhadap neraca perdagangan dan cadangan devisa negara. Kita juga akan membahas mengapa Indonesia yang kaya akan sumber karbohidrat lokal seperti singkong, ubi, sagu, dan jagung justru semakin bergantung pada gandum impor. Benarkah ketergantungan ini menjadi salah satu faktor yang membuat devisa terus mengalir ke luar negeri? Apakah konsumsi gandum yang terus meningkat dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional dan nilai tukar rupiah dalam jangka panjang?\n\nSelain itu, video ini juga mengulas perkembangan industri pangan Indonesia, impor gandum Indonesia, konsumsi tepung terigu nasional, kondisi petani lokal, strategi ketahanan pangan, kedaulatan pangan Indonesia, serta tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia di tengah persaingan global. Dengan data, fakta, dan analisis ekonomi yang menarik, video ini akan membantu Anda memahami bagaimana kebiasaan konsumsi masyarakat dapat berdampak pada perekonomian negara secara keseluruhan.\n\nTonton sampai selesai dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Apakah Indonesia sudah terlalu bergantung pada gandum impor? Apakah pangan lokal bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan tersebut? Jangan lupa subscribe, nyalakan lonceng notifikasi, dan dukung channel ini agar terus menghadirkan analisis ekonomi, geopolitik, perdagangan internasional, dan isu strategis Indonesia yang jarang dibahas media arus utama.\n\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "0apVHpnfQUs"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 345.06001514836635, "y": 94.25071173480227, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.2424, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0apVHpnfQUs", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "DOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDalam video ini kita akan membahas fenomena yang jarang disadari oleh masyarakat Indonesia, yaitu bagaimana Indonesia perlahan berubah menjadi \"Republik Tepung\". Ketergantungan masyarakat terhadap makanan berbasis tepung dan gandum impor terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara Indonesia bukanlah negara penghasil gandum. Akibatnya, puluhan triliun rupiah devisa harus keluar setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan impor gandum yang terus melonjak. Apakah kondisi ini hanya sekadar perubahan pola konsumsi, atau ada faktor ekonomi global yang lebih besar di baliknya?\n\nVideo ini mengulas sejarah masuknya gandum ke Indonesia, perubahan pola makan masyarakat, menjamurnya makanan berbasis tepung di berbagai daerah, hingga dampaknya terhadap neraca perdagangan dan cadangan devisa negara. Kita juga akan membahas mengapa Indonesia yang kaya akan sumber karbohidrat lokal seperti singkong, ubi, sagu, dan jagung justru semakin bergantung pada gandum impor. Benarkah ketergantungan ini menjadi salah satu faktor yang membuat devisa terus mengalir ke luar negeri? Apakah konsumsi gandum yang terus meningkat dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional dan nilai tukar rupiah dalam jangka panjang?\n\nSelain itu, video ini juga mengulas perkembangan industri pangan Indonesia, impor gandum Indonesia, konsumsi tepung terigu nasional, kondisi petani lokal, strategi ketahanan pangan, kedaulatan pangan Indonesia, serta tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia di tengah persaingan global. Dengan data, fakta, dan analisis ekonomi yang menarik, video ini akan membantu Anda memahami bagaimana kebiasaan konsumsi masyarakat dapat berdampak pada perekonomian negara secara keseluruhan.\n\nTonton sampai selesai dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Apakah Indonesia sudah terlalu bergantung pada gandum impor? Apakah pangan lokal bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan tersebut? Jangan lupa subscribe, nyalakan lonceng notifikasi, dan dukung channel ini agar terus menghadirkan analisis ekonomi, geopolitik, perdagangan internasional, dan isu strategis Indonesia yang jarang dibahas media arus utama.\n\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "0apVHpnfQUs"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 559.4498071556799, "y": 652.2989437556645, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.2424, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0apVHpnfQUs", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "DOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDalam video ini kita akan membahas fenomena yang jarang disadari oleh masyarakat Indonesia, yaitu bagaimana Indonesia perlahan berubah menjadi \"Republik Tepung\". Ketergantungan masyarakat terhadap makanan berbasis tepung dan gandum impor terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara Indonesia bukanlah negara penghasil gandum. Akibatnya, puluhan triliun rupiah devisa harus keluar setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan impor gandum yang terus melonjak. Apakah kondisi ini hanya sekadar perubahan pola konsumsi, atau ada faktor ekonomi global yang lebih besar di baliknya?\n\nVideo ini mengulas sejarah masuknya gandum ke Indonesia, perubahan pola makan masyarakat, menjamurnya makanan berbasis tepung di berbagai daerah, hingga dampaknya terhadap neraca perdagangan dan cadangan devisa negara. Kita juga akan membahas mengapa Indonesia yang kaya akan sumber karbohidrat lokal seperti singkong, ubi, sagu, dan jagung justru semakin bergantung pada gandum impor. Benarkah ketergantungan ini menjadi salah satu faktor yang membuat devisa terus mengalir ke luar negeri? Apakah konsumsi gandum yang terus meningkat dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional dan nilai tukar rupiah dalam jangka panjang?\n\nSelain itu, video ini juga mengulas perkembangan industri pangan Indonesia, impor gandum Indonesia, konsumsi tepung terigu nasional, kondisi petani lokal, strategi ketahanan pangan, kedaulatan pangan Indonesia, serta tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia di tengah persaingan global. Dengan data, fakta, dan analisis ekonomi yang menarik, video ini akan membantu Anda memahami bagaimana kebiasaan konsumsi masyarakat dapat berdampak pada perekonomian negara secara keseluruhan.\n\nTonton sampai selesai dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Apakah Indonesia sudah terlalu bergantung pada gandum impor? Apakah pangan lokal bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan tersebut? Jangan lupa subscribe, nyalakan lonceng notifikasi, dan dukung channel ini agar terus menghadirkan analisis ekonomi, geopolitik, perdagangan internasional, dan isu strategis Indonesia yang jarang dibahas media arus utama.\n\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "0apVHpnfQUs"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 741.4171026396847, "y": 997.4852463538105, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.87, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "PrguqERnpUQ", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "EKONOMI RI DALAM BAHAYA? Surplus Dagang Nyaris Habis, Rupiah Siap-Siap Goyang!\n\nAlarm bahaya bagi stabilitas ekonomi Indonesia! Neraca perdagangan Indonesia mengalami guncangan hebat di awal tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus perdagangan April 2026 ambles drastis menjadi hanya 89,1 juta dollar AS, jatuh dari angka 3,32 miliar dollar AS di bulan sebelumnya. Ke mana perginya devisa kita?\n\nLonjakan impor migas yang meroket lebih dari 80% akibat konflik geopolitik di Timur Tengah dan tingginya harga energi global menjadi biang kerok utama. Kondisi ini membuat sektor non-migas kehabisan tenaga untuk menopang ketahanan eksternal kita. Para ekonom, termasuk Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Fakhrul Fulvian dan Guru Besar UAJY Aloysius Gunadi Brata, memperingatkan potensi pelebaran defisit neraca transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) pada Kuartal II-2026.\n\nDampak perang kini mulai merambat ke dompet masyarakat lewat inflasi sektor transportasi (bensin, solar, hingga tarif angkutan udara). Bagaimana nasib nilai tukar Rupiah ke depan? Apakah bauran kebijakan makroekonomi pemerintah mampu menahan sentimen negatif pasar keuangan dan menjaga kepercayaan investor? Simak analisis kritis dan data lengkapnya di video ini!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #ekonomiindonesia  #SurplusDagang #ImporMigas #rupiah  #krisisenergi  #beritaekonomi  #macroeconomics  #youtubeindonesia \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "PrguqERnpUQ"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 692.7206149860858, "y": 461.5991338088856, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.3666, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "PrguqERnpUQ", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "EKONOMI RI DALAM BAHAYA? Surplus Dagang Nyaris Habis, Rupiah Siap-Siap Goyang!\n\nAlarm bahaya bagi stabilitas ekonomi Indonesia! Neraca perdagangan Indonesia mengalami guncangan hebat di awal tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus perdagangan April 2026 ambles drastis menjadi hanya 89,1 juta dollar AS, jatuh dari angka 3,32 miliar dollar AS di bulan sebelumnya. Ke mana perginya devisa kita?\n\nLonjakan impor migas yang meroket lebih dari 80% akibat konflik geopolitik di Timur Tengah dan tingginya harga energi global menjadi biang kerok utama. Kondisi ini membuat sektor non-migas kehabisan tenaga untuk menopang ketahanan eksternal kita. Para ekonom, termasuk Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Fakhrul Fulvian dan Guru Besar UAJY Aloysius Gunadi Brata, memperingatkan potensi pelebaran defisit neraca transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) pada Kuartal II-2026.\n\nDampak perang kini mulai merambat ke dompet masyarakat lewat inflasi sektor transportasi (bensin, solar, hingga tarif angkutan udara). Bagaimana nasib nilai tukar Rupiah ke depan? Apakah bauran kebijakan makroekonomi pemerintah mampu menahan sentimen negatif pasar keuangan dan menjaga kepercayaan investor? Simak analisis kritis dan data lengkapnya di video ini!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #ekonomiindonesia  #SurplusDagang #ImporMigas #rupiah  #krisisenergi  #beritaekonomi  #macroeconomics  #youtubeindonesia \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "PrguqERnpUQ"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 351.54218603623923, "y": 941.318438571237, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.87, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "om3h7hWu_og", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Yakin Harga Pertamax Segera Turun! Rupiah Menguat, Minyak Dunia Jadi Kunci Penurunan BBM\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa harga Pertamax berpotensi segera turun seiring membaiknya kondisi ekonomi global.\n\nPenguatan nilai tukar rupiah, rebound pasar saham, penurunan yield, serta masuknya arus modal dinilai menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar.\n\nKondisi ini diperkuat oleh peluang stabilisasi geopolitik yang dapat menurunkan harga minyak dunia.\n\nPurbaya menjelaskan bahwa sebelumnya kenaikan harga minyak sempat menekan harga BBM non-subsidi dan menimbulkan dinamika di masyarakat.\n\nNamun dengan tren penurunan tekanan global, termasuk harga minyak yang mulai terkendali, pemerintah optimistis biaya energi akan ikut turun.\n\nHal ini diharapkan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas daya beli masyarakat ke depan.\n\nProduser: Prayogi Haro\nEditor: Joshua\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "om3h7hWu_og"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 801.2001278982931, "y": 413.8878392962951, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.3596, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "om3h7hWu_og", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Yakin Harga Pertamax Segera Turun! Rupiah Menguat, Minyak Dunia Jadi Kunci Penurunan BBM\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa harga Pertamax berpotensi segera turun seiring membaiknya kondisi ekonomi global.\n\nPenguatan nilai tukar rupiah, rebound pasar saham, penurunan yield, serta masuknya arus modal dinilai menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar.\n\nKondisi ini diperkuat oleh peluang stabilisasi geopolitik yang dapat menurunkan harga minyak dunia.\n\nPurbaya menjelaskan bahwa sebelumnya kenaikan harga minyak sempat menekan harga BBM non-subsidi dan menimbulkan dinamika di masyarakat.\n\nNamun dengan tren penurunan tekanan global, termasuk harga minyak yang mulai terkendali, pemerintah optimistis biaya energi akan ikut turun.\n\nHal ini diharapkan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas daya beli masyarakat ke depan.\n\nProduser: Prayogi Haro\nEditor: Joshua\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "om3h7hWu_og"}}], "edges": [{"key": "infotibanjaran.id", "source": "infotibanjaran.id", "target": "voktis.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "19585064872", "source": "19585064872", "target": "visualiterasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "wartapriangan.id", "source": "wartapriangan.id", "target": "menkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "folknomic", "source": "folknomic", "target": "folknomics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "buterflywave", "source": "buterflywave", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arahjakarta", "source": "arahjakarta", "target": "arahjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "harristurino", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "DPR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "buzzart_af", "source": "buzzart_af", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@HippoAcademy", "source": "@HippoAcademy", "target": "hippoacademy.id/", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "JCCNetwork", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "jccbetwork.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "jcc_network", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "jccnetwork.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}