{"nodes": [{"key": "DSelvaraj15440", "attributes": {"label": "DSelvaraj15440", "x": 247.02027441969875, "y": 895.8582081665622, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 51.2012, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067293463843090733", "id": "DSelvaraj15440", "source": "retweet-000002", "content": "Informasi kurs JISDOR (referensi kurs/nilai tukar spot USD/IDR) terhadap Rupiah hari ini (17/06/2026) Rp17.753,00 kurs…", "post_id": "2067293463843090733"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 305.06251968812023, "y": 735.1743726209543, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 94.7223, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2067293463843090733", "id": "bank_indonesia", "source": "retweet-000002", "content": "Informasi kurs JISDOR (referensi kurs/nilai tukar spot USD/IDR) terhadap Rupiah hari ini (17/06/2026) Rp17.753,00 kurs…", "post_id": "2067293463843090733"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 840.5997321687993, "y": 297.6900935643212, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 89.0457, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3922755728394447205_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🚀 BI-Rate Naik Jadi 5,75%, BI Perkuat Pertahanan Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global\nby  Academy\n\nHalo Sobat Cuan!\nBank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah tegas dengan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18 Juni 2026.\n\n📌 Detail Kebijakan BI\n✅ BI-Rate naik dari 5,50% menjadi 5,75%\n✅ Deposit Facility naik menjadi 4,75%\n✅ Lending Facility naik menjadi 6,25%\n✅ Fokus utama menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi\n\nBI menegaskan langkah ini bersifat antisipatif untuk menghadapi berbagai risiko global yang masih membayangi pasar keuangan.\n\n📊 Kondisi Rupiah Masih Menjadi Perhatian\nHingga pertengahan Juni 2026, rupiah masih berada di kisaran Rp17.873 per dolar AS.\n\nSecara year-to-date, nilai tukar rupiah tercatat melemah sekitar 6,61%, sehingga stabilisasi kurs menjadi salah satu prioritas utama Bank Indonesia.\n\nDi sisi lain, BI tetap optimistis pertumbuhan ekonomi nasional masih berada dalam kisaran 4,9%–5,7% sepanjang 2026.\n\n🏦 Pandangan Para Ekonom\nBeberapa ekonom menilai keputusan BI cukup tepat dalam kondisi saat ini:\n▪️ Ekonom BCA menilai BI perlu menjaga daya saing instrumen keuangan domestik di tengah kenaikan imbal hasil global.\n▪️ Ekonom Bank Danamon melihat kenaikan suku bunga dapat meningkatkan minat investor asing terhadap aset Indonesia.\n▪️ Permata Bank menilai peluang kenaikan lanjutan masih terbuka apabila tekanan eksternal dan kebijakan The Fed tetap ketat.\n\n📈 Sektor yang Berpotensi Diuntungkan\nDalam lingkungan suku bunga yang lebih tinggi, beberapa sektor berpotensi memperoleh manfaat:\n✅ Perbankan besar (BBCA, BMRI, BBRI, BBNI)\n✅ Emiten yang memiliki likuiditas kuat\n✅ Saham blue chip yang menjadi tujuan utama dana asing\n\n📌 Gabung di  Community untuk mendapatkan update market, analisis saham pilihan, edukasi investasi, dan diskusi eksklusif bersama investor serta trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#BIRate #BankIndonesia #SukuBunga #Rupiah #IHSG", "post_id": "3922755728394447205_52512310886"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 692.0571535101863, "y": 837.7780070970656, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 341.3403, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3924415922559874263_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak stabil dalam sepekan terakhir. Namun, ancaman masih datang dari greenback yang tercermin dari menguatnya indeks dolar AS (DXY).\n\nMelansir data perdagangan pasar spot pada Jumat (19/6/2026), kurs rupiah ditutup melemah tipis 0,06 persen ke level Rp17.804 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya. Jika dihitung dalam satu pekan, rupiah spot masih menguat 0,31 persen dari posisi Rp17.860 per dolar AS pada Jumat (12/6/2026) lalu.\n\nKondisi serupa tecermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia yang berada di angka Rp17.826 per dolar AS pada akhir pekan. Secara akumulatif mingguan, rupiah Jisdor mencatatkan penguatan 0,53 persen dari posisi Jumat pekan lalu yang sempat terdampar di level Rp17.921 per dolar AS.\n\nMeskipun sentimen positif mulai muncul, rupiah diproyeksikan kembali menghadapi tantangan dari menguatnya dolar AS dan berpotensi tertekan pada pekan depan.\n\nBaca selengkapnya di \nhttps://www.idxchannel.com/market-news/penguatan-dolar-as-masih-jadi-ancaman-bagi-rupiah-pada-pekan-depan\n\nAtau klik link di Bio  \n\nFoto : Istimewa\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #rupiah #dolarAS", "post_id": "3924415922559874263_3310659452"}}, {"key": "the.indonesia.post", "attributes": {"label": "the.indonesia.post", "x": 201.54040333526157, "y": 295.78276178212536, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 51.2012, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7653727519434116373", "id": "the.indonesia.post", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "kemenkeuri", "x": 941.5877782013371, "y": 967.2114824508342, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 72.9618, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653727519434116373", "id": "kemenkeuri", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 465.73414787728376, "y": 932.2761200791882, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 51.2012, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "bGKMKgI443k", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nRUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nFenomena menarik terjadi di Asia Tenggara ketika jutaan warga Malaysia berbondong-bondong datang ke Indonesia di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap ringgit Malaysia. Banyak pihak menilai perbedaan kurs yang semakin lebar membuat Indonesia menjadi destinasi wisata, belanja, kuliner, hingga hiburan yang jauh lebih murah bagi wisatawan asal Malaysia. Benarkah hingga 2 juta warga Malaysia menyerbu Indonesia? Apa dampaknya bagi ekonomi Indonesia, sektor pariwisata, UMKM, hotel, pusat perbelanjaan, dan masyarakat lokal?\n\nDalam video ini kita akan membahas fakta di balik ramainya kedatangan wisatawan Malaysia ke Indonesia, pengaruh nilai tukar rupiah terhadap daya beli warga Malaysia, serta mengapa kota-kota seperti Batam, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali menjadi tujuan favorit wisatawan dari negeri jiran. Kita juga akan melihat bagaimana pelemahan rupiah dapat menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus tantangan bagi Indonesia di tengah persaingan ekonomi kawasan ASEAN.\n\nSelain itu, video ini mengulas hubungan ekonomi Indonesia dan Malaysia, perkembangan kurs rupiah terhadap ringgit, tren pariwisata lintas negara, serta dampak yang dirasakan oleh pelaku usaha lokal. Apakah fenomena ini menjadi bukti Indonesia semakin murah bagi wisatawan asing? Ataukah justru menjadi sinyal adanya persoalan ekonomi yang lebih besar? Simak pembahasannya sampai selesai.\n\nJangan lupa subscribe, like, dan bagikan video ini agar semakin banyak masyarakat yang memahami perkembangan ekonomi Indonesia, nilai tukar rupiah, hubungan ekonomi Indonesia-Malaysia, serta dinamika pariwisata dan perdagangan di Asia Tenggara.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "bGKMKgI443k"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 818.3015010533845, "y": 757.8838087782905, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 62.0815, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bGKMKgI443k", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nRUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nFenomena menarik terjadi di Asia Tenggara ketika jutaan warga Malaysia berbondong-bondong datang ke Indonesia di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap ringgit Malaysia. Banyak pihak menilai perbedaan kurs yang semakin lebar membuat Indonesia menjadi destinasi wisata, belanja, kuliner, hingga hiburan yang jauh lebih murah bagi wisatawan asal Malaysia. Benarkah hingga 2 juta warga Malaysia menyerbu Indonesia? Apa dampaknya bagi ekonomi Indonesia, sektor pariwisata, UMKM, hotel, pusat perbelanjaan, dan masyarakat lokal?\n\nDalam video ini kita akan membahas fakta di balik ramainya kedatangan wisatawan Malaysia ke Indonesia, pengaruh nilai tukar rupiah terhadap daya beli warga Malaysia, serta mengapa kota-kota seperti Batam, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali menjadi tujuan favorit wisatawan dari negeri jiran. Kita juga akan melihat bagaimana pelemahan rupiah dapat menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus tantangan bagi Indonesia di tengah persaingan ekonomi kawasan ASEAN.\n\nSelain itu, video ini mengulas hubungan ekonomi Indonesia dan Malaysia, perkembangan kurs rupiah terhadap ringgit, tren pariwisata lintas negara, serta dampak yang dirasakan oleh pelaku usaha lokal. Apakah fenomena ini menjadi bukti Indonesia semakin murah bagi wisatawan asing? Ataukah justru menjadi sinyal adanya persoalan ekonomi yang lebih besar? Simak pembahasannya sampai selesai.\n\nJangan lupa subscribe, like, dan bagikan video ini agar semakin banyak masyarakat yang memahami perkembangan ekonomi Indonesia, nilai tukar rupiah, hubungan ekonomi Indonesia-Malaysia, serta dinamika pariwisata dan perdagangan di Asia Tenggara.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "bGKMKgI443k"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 614.1015358238659, "y": 451.53704324506947, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 62.0815, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bGKMKgI443k", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nRUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nFenomena menarik terjadi di Asia Tenggara ketika jutaan warga Malaysia berbondong-bondong datang ke Indonesia di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap ringgit Malaysia. Banyak pihak menilai perbedaan kurs yang semakin lebar membuat Indonesia menjadi destinasi wisata, belanja, kuliner, hingga hiburan yang jauh lebih murah bagi wisatawan asal Malaysia. Benarkah hingga 2 juta warga Malaysia menyerbu Indonesia? Apa dampaknya bagi ekonomi Indonesia, sektor pariwisata, UMKM, hotel, pusat perbelanjaan, dan masyarakat lokal?\n\nDalam video ini kita akan membahas fakta di balik ramainya kedatangan wisatawan Malaysia ke Indonesia, pengaruh nilai tukar rupiah terhadap daya beli warga Malaysia, serta mengapa kota-kota seperti Batam, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali menjadi tujuan favorit wisatawan dari negeri jiran. Kita juga akan melihat bagaimana pelemahan rupiah dapat menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus tantangan bagi Indonesia di tengah persaingan ekonomi kawasan ASEAN.\n\nSelain itu, video ini mengulas hubungan ekonomi Indonesia dan Malaysia, perkembangan kurs rupiah terhadap ringgit, tren pariwisata lintas negara, serta dampak yang dirasakan oleh pelaku usaha lokal. Apakah fenomena ini menjadi bukti Indonesia semakin murah bagi wisatawan asing? Ataukah justru menjadi sinyal adanya persoalan ekonomi yang lebih besar? Simak pembahasannya sampai selesai.\n\nJangan lupa subscribe, like, dan bagikan video ini agar semakin banyak masyarakat yang memahami perkembangan ekonomi Indonesia, nilai tukar rupiah, hubungan ekonomi Indonesia-Malaysia, serta dinamika pariwisata dan perdagangan di Asia Tenggara.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "bGKMKgI443k"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 704.9586549488524, "y": 458.3704892689068, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 62.0815, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bGKMKgI443k", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nRUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nFenomena menarik terjadi di Asia Tenggara ketika jutaan warga Malaysia berbondong-bondong datang ke Indonesia di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap ringgit Malaysia. Banyak pihak menilai perbedaan kurs yang semakin lebar membuat Indonesia menjadi destinasi wisata, belanja, kuliner, hingga hiburan yang jauh lebih murah bagi wisatawan asal Malaysia. Benarkah hingga 2 juta warga Malaysia menyerbu Indonesia? Apa dampaknya bagi ekonomi Indonesia, sektor pariwisata, UMKM, hotel, pusat perbelanjaan, dan masyarakat lokal?\n\nDalam video ini kita akan membahas fakta di balik ramainya kedatangan wisatawan Malaysia ke Indonesia, pengaruh nilai tukar rupiah terhadap daya beli warga Malaysia, serta mengapa kota-kota seperti Batam, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali menjadi tujuan favorit wisatawan dari negeri jiran. Kita juga akan melihat bagaimana pelemahan rupiah dapat menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus tantangan bagi Indonesia di tengah persaingan ekonomi kawasan ASEAN.\n\nSelain itu, video ini mengulas hubungan ekonomi Indonesia dan Malaysia, perkembangan kurs rupiah terhadap ringgit, tren pariwisata lintas negara, serta dampak yang dirasakan oleh pelaku usaha lokal. Apakah fenomena ini menjadi bukti Indonesia semakin murah bagi wisatawan asing? Ataukah justru menjadi sinyal adanya persoalan ekonomi yang lebih besar? Simak pembahasannya sampai selesai.\n\nJangan lupa subscribe, like, dan bagikan video ini agar semakin banyak masyarakat yang memahami perkembangan ekonomi Indonesia, nilai tukar rupiah, hubungan ekonomi Indonesia-Malaysia, serta dinamika pariwisata dan perdagangan di Asia Tenggara.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "bGKMKgI443k"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 203.25610491923163, "y": 609.8861697541912, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 62.0815, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bGKMKgI443k", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nRUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nFenomena menarik terjadi di Asia Tenggara ketika jutaan warga Malaysia berbondong-bondong datang ke Indonesia di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap ringgit Malaysia. Banyak pihak menilai perbedaan kurs yang semakin lebar membuat Indonesia menjadi destinasi wisata, belanja, kuliner, hingga hiburan yang jauh lebih murah bagi wisatawan asal Malaysia. Benarkah hingga 2 juta warga Malaysia menyerbu Indonesia? Apa dampaknya bagi ekonomi Indonesia, sektor pariwisata, UMKM, hotel, pusat perbelanjaan, dan masyarakat lokal?\n\nDalam video ini kita akan membahas fakta di balik ramainya kedatangan wisatawan Malaysia ke Indonesia, pengaruh nilai tukar rupiah terhadap daya beli warga Malaysia, serta mengapa kota-kota seperti Batam, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali menjadi tujuan favorit wisatawan dari negeri jiran. Kita juga akan melihat bagaimana pelemahan rupiah dapat menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus tantangan bagi Indonesia di tengah persaingan ekonomi kawasan ASEAN.\n\nSelain itu, video ini mengulas hubungan ekonomi Indonesia dan Malaysia, perkembangan kurs rupiah terhadap ringgit, tren pariwisata lintas negara, serta dampak yang dirasakan oleh pelaku usaha lokal. Apakah fenomena ini menjadi bukti Indonesia semakin murah bagi wisatawan asing? Ataukah justru menjadi sinyal adanya persoalan ekonomi yang lebih besar? Simak pembahasannya sampai selesai.\n\nJangan lupa subscribe, like, dan bagikan video ini agar semakin banyak masyarakat yang memahami perkembangan ekonomi Indonesia, nilai tukar rupiah, hubungan ekonomi Indonesia-Malaysia, serta dinamika pariwisata dan perdagangan di Asia Tenggara.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "bGKMKgI443k"}}], "edges": [{"key": "DSelvaraj15440", "source": "DSelvaraj15440", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "DSelvaraj15440", "source": "DSelvaraj15440", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}