{"nodes": [{"key": "tribunmedan", "attributes": {"label": "tribunmedan", "x": 423.8803148899164, "y": 451.768864079321, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 29.4306, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067560528327897360", "id": "tribunmedan", "source": "tweet-000004", "content": "Ojol Demo Kenaikan Harga BBM dan Antrean Panjang, Anggota DPRD Sumut: Tidak Sampai Berhari-Hari\n \nhttps://t.co/xxPrNW4HEp lewat", "post_id": "2067560528327897360"}}, {"key": "tribunnews", "attributes": {"label": "tribunnews", "x": 443.5211066535352, "y": 448.4429827050311, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 54.4466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067560528327897360", "id": "tribunnews", "source": "tweet-000004", "content": "Ojol Demo Kenaikan Harga BBM dan Antrean Panjang, Anggota DPRD Sumut: Tidak Sampai Berhari-Hari\n \nhttps://t.co/xxPrNW4HEp lewat", "post_id": "2067560528327897360"}}, {"key": "info_samarinda_", "attributes": {"label": "info_samarinda_", "x": 830.2574862415572, "y": 792.6372699165354, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 29.4306, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922221570275578472_12117539850", "id": "info_samarinda_", "source": "instagram-000001", "content": "Aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis malam (18/6/2026), diwarnai adu mulut antara seorang pengemudi ojek online dan peserta aksi.\n\nInsiden tersebut terjadi saat arus lalu lintas mengalami kemacetan panjang akibat penutupan sebagian akses jalan selama aksi berlangsung. Driver ojol yang merasa aktivitas kerjanya terganggu menyampaikan protes karena sulit mendapatkan penumpang dan harus mengeluarkan biaya operasional tambahan.\n\n\"Saya demi Rp10 ribu, jalan ditutup, bensin habis,\" keluh pengemudi tersebut dalam video yang beredar di media sosial.\n\nSementara itu, salah satu peserta aksi menjelaskan bahwa demonstrasi dilakukan sebagai bentuk aspirasi masyarakat terkait isu kenaikan harga BBM dan kondisi ekonomi yang dinilai berdampak langsung pada kehidupan masyarakat luas.\n\nPeristiwa ini pun memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Di satu sisi, masyarakat menghormati hak menyampaikan pendapat di muka umum. Namun di sisi lain, banyak yang berharap setiap aksi dapat dilakukan tanpa mengganggu aktivitas dan mata pencaharian warga yang bergantung pada kelancaran mobilitas sehari-hari.\n\n📍 Bagaimana menurut Anda? Apakah aksi penyampaian aspirasi seharusnya tetap mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat pengguna jalan?\n\nSource ; \n#infosamarinda", "post_id": "3922221570275578472_12117539850"}}, {"key": "gerbangsamarinda", "attributes": {"label": "gerbangsamarinda", "x": 712.0883909374448, "y": 170.4260473214829, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 54.4466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922221570275578472_12117539850", "id": "gerbangsamarinda", "source": "instagram-000001", "content": "Aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis malam (18/6/2026), diwarnai adu mulut antara seorang pengemudi ojek online dan peserta aksi.\n\nInsiden tersebut terjadi saat arus lalu lintas mengalami kemacetan panjang akibat penutupan sebagian akses jalan selama aksi berlangsung. Driver ojol yang merasa aktivitas kerjanya terganggu menyampaikan protes karena sulit mendapatkan penumpang dan harus mengeluarkan biaya operasional tambahan.\n\n\"Saya demi Rp10 ribu, jalan ditutup, bensin habis,\" keluh pengemudi tersebut dalam video yang beredar di media sosial.\n\nSementara itu, salah satu peserta aksi menjelaskan bahwa demonstrasi dilakukan sebagai bentuk aspirasi masyarakat terkait isu kenaikan harga BBM dan kondisi ekonomi yang dinilai berdampak langsung pada kehidupan masyarakat luas.\n\nPeristiwa ini pun memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Di satu sisi, masyarakat menghormati hak menyampaikan pendapat di muka umum. Namun di sisi lain, banyak yang berharap setiap aksi dapat dilakukan tanpa mengganggu aktivitas dan mata pencaharian warga yang bergantung pada kelancaran mobilitas sehari-hari.\n\n📍 Bagaimana menurut Anda? Apakah aksi penyampaian aspirasi seharusnya tetap mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat pengguna jalan?\n\nSource ; \n#infosamarinda", "post_id": "3922221570275578472_12117539850"}}, {"key": "tribunpapuaofficial", "attributes": {"label": "tribunpapuaofficial", "x": 688.6325933376121, "y": 271.7538822979281, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 51.1836, "eigenvector": 618.0312, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3922800612472289085_45261924157", "id": "tribunpapuaofficial", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya melalui bidang perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memastikan ketersediaan dan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di wilayah tersebut masih dalam kondisi stabil meskipun nilai tukar rupiah mengalami pelemahan dan terjadi penyesuaian harga pada beberapa jenis BBM non-subsidi.\n\nPelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jayawijaya, Yosep Tatogo, mengatakan bahwa hingga saat ini tidak ada perubahan harga pada BBM subsidi yang disalurkan melalui Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS).\n\n“Untuk BBM subsidi yang ada di APMS tidak ada perubahan. Yang mengalami kenaikan hanya Pertamax, sekarang menjadi Rp16.500 per liter,” kata Yosep kepada Tribun-Papua.com, saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (19/6/2026).\n\nMenurutnya, penyesuaian harga hanya terjadi pada BBM non-subsidi, khususnya Pertamax. Sementara untuk BBM industri yang dipasarkan di luar skema subsidi, harga ditentukan langsung oleh masing-masing distributor sehingga bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah.\n\nYosep menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan harga BBM industri adalah meningkatnya biaya transportasi udara dari Jayapura menuju Wamena. Biaya angkut yang sebelumnya berkisar Rp9.500 per kilogram kini naik menjadi Rp12.500 per kilogram.\n\n“Kenaikan biaya transportasi tentu berpengaruh terhadap harga jual BBM industri. Namun, untuk harga yang mereka tetapkan, itu merupakan kewenangan pihak distributor,” ujarnya.\n\nBACA SELENGKAPNYA\nhttps://papua.tribunnews.com/papua/126959/pertamax-di-jayawijaya-naik-rp16500-bbm-subsidi-tetap-aman\n\nFollow us on Social Media\n\nInstagram: \nTikTok: \nFacebook: Tribun Papua\nYoutube: Tribun Papua\n\n#Wamena #Jayawijaya #InfoBBM #subsidiBBM", "post_id": "3922800612472289085_45261924157"}}, {"key": "tribunpapua", "attributes": {"label": "tribunpapua", "x": 920.1238874780367, "y": 111.50507839839375, "size": 10.42, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 51.1836, "eigenvector": 381.9643, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922800612472289085_45261924157", "id": "tribunpapua", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya melalui bidang perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memastikan ketersediaan dan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di wilayah tersebut masih dalam kondisi stabil meskipun nilai tukar rupiah mengalami pelemahan dan terjadi penyesuaian harga pada beberapa jenis BBM non-subsidi.\n\nPelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jayawijaya, Yosep Tatogo, mengatakan bahwa hingga saat ini tidak ada perubahan harga pada BBM subsidi yang disalurkan melalui Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS).\n\n“Untuk BBM subsidi yang ada di APMS tidak ada perubahan. Yang mengalami kenaikan hanya Pertamax, sekarang menjadi Rp16.500 per liter,” kata Yosep kepada Tribun-Papua.com, saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (19/6/2026).\n\nMenurutnya, penyesuaian harga hanya terjadi pada BBM non-subsidi, khususnya Pertamax. Sementara untuk BBM industri yang dipasarkan di luar skema subsidi, harga ditentukan langsung oleh masing-masing distributor sehingga bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah.\n\nYosep menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan harga BBM industri adalah meningkatnya biaya transportasi udara dari Jayapura menuju Wamena. Biaya angkut yang sebelumnya berkisar Rp9.500 per kilogram kini naik menjadi Rp12.500 per kilogram.\n\n“Kenaikan biaya transportasi tentu berpengaruh terhadap harga jual BBM industri. Namun, untuk harga yang mereka tetapkan, itu merupakan kewenangan pihak distributor,” ujarnya.\n\nBACA SELENGKAPNYA\nhttps://papua.tribunnews.com/papua/126959/pertamax-di-jayawijaya-naik-rp16500-bbm-subsidi-tetap-aman\n\nFollow us on Social Media\n\nInstagram: \nTikTok: \nFacebook: Tribun Papua\nYoutube: Tribun Papua\n\n#Wamena #Jayawijaya #InfoBBM #subsidiBBM", "post_id": "3922800612472289085_45261924157"}}, {"key": "pmiikabtasik.official", "attributes": {"label": "pmiikabtasik.official", "x": 668.7379076651695, "y": 983.8859708009704, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 29.4306, "eigenvector": 0.0008, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7653498292789153044", "id": "pmiikabtasik.official", "source": "tiktok-000001", "content": "aksi demonstrasi yang dilakukan PMII Kabupaten Tasikmalaya tidak hanya berfokus pada penolakan kenaikan harga BBM non-subsidi, tetapi juga menjadi bentuk evaluasi terhadap kinerja DPRD Kabupaten Tasikmalaya yang dinilai belum maksimal dalam menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan. 1. Pemberian “Rapor Merah” kepada DPRD Pemberian rapor merah merupakan simbol kritik terhadap kinerja DPRD yang dianggap belum mampu merealisasikan berbagai agenda dan janji politik yang telah disampaikan kepada masyarakat. Dalam konteks ini, PMII menilai bahwa DPRD tidak cukup hanya menjadi tempat menampung aspirasi rakyat, tetapi harus mampu memastikan aspirasi tersebut diwujudkan melalui kebijakan yang nyata dan terukur. 2. Penolakan Kenaikan BBM Non-Subsidi PMII menilai kenaikan BBM memiliki dampak berantai terhadap kehidupan masyarakat, antara lain: * Meningkatnya biaya transportasi. * Naiknya harga kebutuhan pokok. * Bertambahnya biaya produksi UMKM. * Menurunnya daya beli masyarakat. * Potensi meningkatnya angka kemiskinan. Walaupun yang mengalami kenaikan adalah BBM non-subsidi, secara ekonomi dampaknya tetap dapat memengaruhi harga barang dan jasa secara umum karena sektor distribusi masih sangat bergantung pada bahan bakar. 3. Mendesak DPRD Menyatakan Sikap Resmi Salah satu tuntutan penting adalah agar DPRD Kabupaten Tasikmalaya secara kelembagaan menyampaikan penolakan atau keberatan atas kebijakan kenaikan BBM kepada pemerintah pusat. PMII ingin DPRD tidak bersikap pasif, tetapi menjalankan fungsi representasi rakyat dengan menyuarakan aspirasi masyarakat Tasikmalaya kepada pemerintah pusat.PMII juga menyoroti belum tuntasnya pembahasan regulasi yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Hal ini menjadi penting karena Kabupaten Tasikmalaya menghadapi berbagai persoalan seperti: * Pengelolaan sampah. * Kerusakan lingkungan. * Tata ruang wilayah. * Perlindungan sumber daya alam. Menurut PMII, keterlambatan pembahasan perda dapat menghambat upaya perlindungan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. 5. Mandeknya Perda Fiber Optik Selain lingkungan hidup, PMII menyoroti lambannya pembahasan Perda Fiber Optik. Regulasi ini dinilai penting karena berkaitan dengan: * Penataan jaringan kabel telekomunikasi. * Infrastruktur digital daerah. * Pemerataan akses internet. * Modernisasi pelayanan publik. Ketua Cabang : Magfur Korlap :  Afv  Editor/Penulis : komarudin #pmii #pcpmiikabtasikmalaya #aksimahasiswa #kenaikanbbm #aksidemonstrasi", "post_id": "7653498292789153044"}}, {"key": "Agis", "attributes": {"label": "Agis", "x": 945.055602302716, "y": 25.92825585723002, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 41.9386, "eigenvector": 0.0008, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653498292789153044", "id": "Agis", "source": "tiktok-000001", "content": "aksi demonstrasi yang dilakukan PMII Kabupaten Tasikmalaya tidak hanya berfokus pada penolakan kenaikan harga BBM non-subsidi, tetapi juga menjadi bentuk evaluasi terhadap kinerja DPRD Kabupaten Tasikmalaya yang dinilai belum maksimal dalam menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan. 1. Pemberian “Rapor Merah” kepada DPRD Pemberian rapor merah merupakan simbol kritik terhadap kinerja DPRD yang dianggap belum mampu merealisasikan berbagai agenda dan janji politik yang telah disampaikan kepada masyarakat. Dalam konteks ini, PMII menilai bahwa DPRD tidak cukup hanya menjadi tempat menampung aspirasi rakyat, tetapi harus mampu memastikan aspirasi tersebut diwujudkan melalui kebijakan yang nyata dan terukur. 2. Penolakan Kenaikan BBM Non-Subsidi PMII menilai kenaikan BBM memiliki dampak berantai terhadap kehidupan masyarakat, antara lain: * Meningkatnya biaya transportasi. * Naiknya harga kebutuhan pokok. * Bertambahnya biaya produksi UMKM. * Menurunnya daya beli masyarakat. * Potensi meningkatnya angka kemiskinan. Walaupun yang mengalami kenaikan adalah BBM non-subsidi, secara ekonomi dampaknya tetap dapat memengaruhi harga barang dan jasa secara umum karena sektor distribusi masih sangat bergantung pada bahan bakar. 3. Mendesak DPRD Menyatakan Sikap Resmi Salah satu tuntutan penting adalah agar DPRD Kabupaten Tasikmalaya secara kelembagaan menyampaikan penolakan atau keberatan atas kebijakan kenaikan BBM kepada pemerintah pusat. PMII ingin DPRD tidak bersikap pasif, tetapi menjalankan fungsi representasi rakyat dengan menyuarakan aspirasi masyarakat Tasikmalaya kepada pemerintah pusat.PMII juga menyoroti belum tuntasnya pembahasan regulasi yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Hal ini menjadi penting karena Kabupaten Tasikmalaya menghadapi berbagai persoalan seperti: * Pengelolaan sampah. * Kerusakan lingkungan. * Tata ruang wilayah. * Perlindungan sumber daya alam. Menurut PMII, keterlambatan pembahasan perda dapat menghambat upaya perlindungan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. 5. Mandeknya Perda Fiber Optik Selain lingkungan hidup, PMII menyoroti lambannya pembahasan Perda Fiber Optik. Regulasi ini dinilai penting karena berkaitan dengan: * Penataan jaringan kabel telekomunikasi. * Infrastruktur digital daerah. * Pemerataan akses internet. * Modernisasi pelayanan publik. Ketua Cabang : Magfur Korlap :  Afv  Editor/Penulis : komarudin #pmii #pcpmiikabtasikmalaya #aksimahasiswa #kenaikanbbm #aksidemonstrasi", "post_id": "7653498292789153044"}}, {"key": "Farid", "attributes": {"label": "Farid", "x": 563.8572898346678, "y": 882.7872982135486, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 41.9386, "eigenvector": 0.0008, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653498292789153044", "id": "Farid", "source": "tiktok-000001", "content": "aksi demonstrasi yang dilakukan PMII Kabupaten Tasikmalaya tidak hanya berfokus pada penolakan kenaikan harga BBM non-subsidi, tetapi juga menjadi bentuk evaluasi terhadap kinerja DPRD Kabupaten Tasikmalaya yang dinilai belum maksimal dalam menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan. 1. Pemberian “Rapor Merah” kepada DPRD Pemberian rapor merah merupakan simbol kritik terhadap kinerja DPRD yang dianggap belum mampu merealisasikan berbagai agenda dan janji politik yang telah disampaikan kepada masyarakat. Dalam konteks ini, PMII menilai bahwa DPRD tidak cukup hanya menjadi tempat menampung aspirasi rakyat, tetapi harus mampu memastikan aspirasi tersebut diwujudkan melalui kebijakan yang nyata dan terukur. 2. Penolakan Kenaikan BBM Non-Subsidi PMII menilai kenaikan BBM memiliki dampak berantai terhadap kehidupan masyarakat, antara lain: * Meningkatnya biaya transportasi. * Naiknya harga kebutuhan pokok. * Bertambahnya biaya produksi UMKM. * Menurunnya daya beli masyarakat. * Potensi meningkatnya angka kemiskinan. Walaupun yang mengalami kenaikan adalah BBM non-subsidi, secara ekonomi dampaknya tetap dapat memengaruhi harga barang dan jasa secara umum karena sektor distribusi masih sangat bergantung pada bahan bakar. 3. Mendesak DPRD Menyatakan Sikap Resmi Salah satu tuntutan penting adalah agar DPRD Kabupaten Tasikmalaya secara kelembagaan menyampaikan penolakan atau keberatan atas kebijakan kenaikan BBM kepada pemerintah pusat. PMII ingin DPRD tidak bersikap pasif, tetapi menjalankan fungsi representasi rakyat dengan menyuarakan aspirasi masyarakat Tasikmalaya kepada pemerintah pusat.PMII juga menyoroti belum tuntasnya pembahasan regulasi yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Hal ini menjadi penting karena Kabupaten Tasikmalaya menghadapi berbagai persoalan seperti: * Pengelolaan sampah. * Kerusakan lingkungan. * Tata ruang wilayah. * Perlindungan sumber daya alam. Menurut PMII, keterlambatan pembahasan perda dapat menghambat upaya perlindungan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. 5. Mandeknya Perda Fiber Optik Selain lingkungan hidup, PMII menyoroti lambannya pembahasan Perda Fiber Optik. Regulasi ini dinilai penting karena berkaitan dengan: * Penataan jaringan kabel telekomunikasi. * Infrastruktur digital daerah. * Pemerataan akses internet. * Modernisasi pelayanan publik. Ketua Cabang : Magfur Korlap :  Afv  Editor/Penulis : komarudin #pmii #pcpmiikabtasikmalaya #aksimahasiswa #kenaikanbbm #aksidemonstrasi", "post_id": "7653498292789153044"}}, {"key": "btvidofficial", "attributes": {"label": "btvidofficial", "x": 694.7690534269993, "y": 627.0650293216969, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 29.4306, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "518373321558562_1440264434802417", "id": "btvidofficial", "source": "facebook-000001", "content": "Plot Twist Data Transportasi: Pengguna Transjakarta Tembus 414 Juta | Meja Redaksi Eps.77: Di balik wacana penyesuaian tarif yang sedang bergulir, meja redaksi mengungkap sebuah data mencengangkan yang menjadi prestasi besar bagi Pemprov DKI Jakarta. Data tahun 2025 menunjukkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta sukses menembus angka 414 juta penumpang, melampaui pengguna KRL Commuter Line yang berada di angka 365 juta.\n\nFaktor utama di balik meroketnya peminat Transjakarta tidak lain adalah tarif flat Rp3.500 yang sangat terjangkau jika dibandingkan dengan tarif KRL atau Mlintas wilayah.\n\nSimak pembahasan selengkapnya di Episode ‘Tarif Transjakarta Naik: Solusi Subsidi atau Beban Baru bagi Warga?’ hanya di YouTube channel BeritaSatu.\n\n#transjakarta \n#krlcommuterline \n#transportasipublik \n#PrestasiJakarta\n#Beritasatu\n#SaatnyaMajuBersama\n\nPastikan kamu subscribe dan aktifkan juga tombol lonceng untuk mendapatkan notifikasi video terbaru dari BeritaSatu.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKunjungi juga social media channel kami :\n\nOfficial Website: https://www.beritasatu.com\nWhatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029Vb2lVmJJJhzSSEkLN30K\nTwitter : https://twitter.com/Beritasatu\nFacebook : https://www.facebook.com/beritasatu/\nInstagram : https://www.instagram.com/beritasatu/\nTiktok : https://www.tiktok.com/\n\n__________________________________________________________________________________", "post_id": "518373321558562_1440264434802417"}}, {"key": "beritasatuofficial", "attributes": {"label": "beritasatuofficial", "x": 200.02959712699052, "y": 377.5550210156645, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 54.4466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "518373321558562_1440264434802417", "id": "beritasatuofficial", "source": "facebook-000001", "content": "Plot Twist Data Transportasi: Pengguna Transjakarta Tembus 414 Juta | Meja Redaksi Eps.77: Di balik wacana penyesuaian tarif yang sedang bergulir, meja redaksi mengungkap sebuah data mencengangkan yang menjadi prestasi besar bagi Pemprov DKI Jakarta. Data tahun 2025 menunjukkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta sukses menembus angka 414 juta penumpang, melampaui pengguna KRL Commuter Line yang berada di angka 365 juta.\n\nFaktor utama di balik meroketnya peminat Transjakarta tidak lain adalah tarif flat Rp3.500 yang sangat terjangkau jika dibandingkan dengan tarif KRL atau Mlintas wilayah.\n\nSimak pembahasan selengkapnya di Episode ‘Tarif Transjakarta Naik: Solusi Subsidi atau Beban Baru bagi Warga?’ hanya di YouTube channel BeritaSatu.\n\n#transjakarta \n#krlcommuterline \n#transportasipublik \n#PrestasiJakarta\n#Beritasatu\n#SaatnyaMajuBersama\n\nPastikan kamu subscribe dan aktifkan juga tombol lonceng untuk mendapatkan notifikasi video terbaru dari BeritaSatu.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKunjungi juga social media channel kami :\n\nOfficial Website: https://www.beritasatu.com\nWhatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029Vb2lVmJJJhzSSEkLN30K\nTwitter : https://twitter.com/Beritasatu\nFacebook : https://www.facebook.com/beritasatu/\nInstagram : https://www.instagram.com/beritasatu/\nTiktok : https://www.tiktok.com/\n\n__________________________________________________________________________________", "post_id": "518373321558562_1440264434802417"}}, {"key": "@mistartvonline", "attributes": {"label": "@mistartvonline", "x": 324.09709828996756, "y": 410.18939948516174, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.4306, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "GKTf7chq92o", "id": "@mistartvonline", "source": "youtube-000001", "content": "Ratusan Ojol Geruduk Pertamina, Keluhkan Sulitnya Pertalite Pascakenaikan BBM Nonsubsidi\n\nMedan, MISTAR.ID\n\nRatusan pengemudi ojek online menggeruduk Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk meminta penjelasan terkait sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang diduga merupakan dampak dari kenaikan harga BBM nonsubsidi, Kamis (18/6/2026).\n\nRatusan pengemudi ojek online yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Driver Medan menggelar aksi di Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Jalan Kolonel Yos Sudarso, Kota Medan, Sumatera Utara.\n\nDalam aksinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kenaikan harga BBM nonsubsidi yang dinilai berdampak pada meningkatnya penggunaan BBM subsidi jenis Pertalite. Kondisi tersebut memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Medan.\n\nPara pengemudi ojek online mengaku turut terdampak. Sebagian dari mereka terpaksa beralih menggunakan BBM nonsubsidi untuk menghindari antrean panjang agar tetap dapat menjalankan aktivitasnya.\n\nSection Head Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Romi Bachtiar menjelaskan, hal tersebut terjadi karena perubahan pola konsumsi masyarakat. Konsumen yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi beralih ke BBM subsidi, sehingga menyebabkan peningkatan antrean di sejumlah SPBU.\n\nMeski demikian, pihaknya memastikan stok BBM dalam kondisi aman dan tetap tersedia.\n\nSalah seorang perwakilan pengemudi ojek online, Budi, meminta adanya kompensasi dari Pertamina atas kerugian yang dialami para pengemudi akibat dampak kenaikan harga BBM tersebut.\n\nUsai menyampaikan aspirasi di Kantor Pertamina, massa melanjutkan aksi ke Kantor Ombudsman. Sebelumnya, mereka juga telah menggelar aksi di Kantor Gubernur Sumatera Utara dan Kantor DPRD Sumatera Utara.(Fiqih/hm21).\n\nBaca selengkapnya : \n\nhttps://mistar.id/\n\n#RatusanOjol #Ojol #OjekOnline #GerudukPertamina #Pertamina #BBM #Pertalite #Medan\n\n______________________________________________________________________\n \n\nJangan lupa subscribe,  tinggalkan komentar dan share video ini.\n\nTonton konten video-video lainnya di    /   \n\nBaca berita menarik lainnya di https://mistar.id/\n\nFollow:\n\n  / mistartv  \n  / profile.php  \n  / mistar.tv", "post_id": "GKTf7chq92o"}}, {"key": "mistartv706", "attributes": {"label": "mistartv706", "x": 139.89196036273265, "y": 725.0393118734911, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 54.4466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "GKTf7chq92o", "id": "mistartv706", "source": "youtube-000001", "content": "Ratusan Ojol Geruduk Pertamina, Keluhkan Sulitnya Pertalite Pascakenaikan BBM Nonsubsidi\n\nMedan, MISTAR.ID\n\nRatusan pengemudi ojek online menggeruduk Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk meminta penjelasan terkait sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang diduga merupakan dampak dari kenaikan harga BBM nonsubsidi, Kamis (18/6/2026).\n\nRatusan pengemudi ojek online yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Driver Medan menggelar aksi di Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Jalan Kolonel Yos Sudarso, Kota Medan, Sumatera Utara.\n\nDalam aksinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kenaikan harga BBM nonsubsidi yang dinilai berdampak pada meningkatnya penggunaan BBM subsidi jenis Pertalite. Kondisi tersebut memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Medan.\n\nPara pengemudi ojek online mengaku turut terdampak. Sebagian dari mereka terpaksa beralih menggunakan BBM nonsubsidi untuk menghindari antrean panjang agar tetap dapat menjalankan aktivitasnya.\n\nSection Head Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Romi Bachtiar menjelaskan, hal tersebut terjadi karena perubahan pola konsumsi masyarakat. Konsumen yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi beralih ke BBM subsidi, sehingga menyebabkan peningkatan antrean di sejumlah SPBU.\n\nMeski demikian, pihaknya memastikan stok BBM dalam kondisi aman dan tetap tersedia.\n\nSalah seorang perwakilan pengemudi ojek online, Budi, meminta adanya kompensasi dari Pertamina atas kerugian yang dialami para pengemudi akibat dampak kenaikan harga BBM tersebut.\n\nUsai menyampaikan aspirasi di Kantor Pertamina, massa melanjutkan aksi ke Kantor Ombudsman. Sebelumnya, mereka juga telah menggelar aksi di Kantor Gubernur Sumatera Utara dan Kantor DPRD Sumatera Utara.(Fiqih/hm21).\n\nBaca selengkapnya : \n\nhttps://mistar.id/\n\n#RatusanOjol #Ojol #OjekOnline #GerudukPertamina #Pertamina #BBM #Pertalite #Medan\n\n______________________________________________________________________\n \n\nJangan lupa subscribe,  tinggalkan komentar dan share video ini.\n\nTonton konten video-video lainnya di    /   \n\nBaca berita menarik lainnya di https://mistar.id/\n\nFollow:\n\n  / mistartv  \n  / profile.php  \n  / mistar.tv", "post_id": "GKTf7chq92o"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 485.0879412404041, "y": 486.0570453493135, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.4306, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "iQSu4zdwfsw", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Tarif Transjabodetabek Berpotensi Naik, Gubernur Pramono Anung Jamin Subsidi Tetap Ada\n\nKabar penting untuk warga pelaju Jabodetabek! Pemprov DKI Jakarta tengah menggodok penyesuaian tarif layanan bus Transjabodetabek. 🚌💳 \n\nGubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebutkan bahwa pihak pemerintah daerah saat ini masih mematangkan rencana penyesuaian tarif Transjabodetabek. Kendati demikian, masyarakat diimbau tidak panik karena Gubernur memastikan bahwa tidak semua rute layanan Transjabodetabek akan mengalami kenaikan tarif.\n\nPramono Anung juga menegaskan bahwa penyesuaian ini bukan berarti subsidi transportasi publik akan dihapus. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk tetap memberikan subsidi, namun dengan skema baru yang disesuaikan. Salah satu faktor makro yang memengaruhi besaran subsidi saat ini adalah tingginya biaya perawatan halte-halte Transjabodetabek yang lokasinya berada di luar wilayah administrasi Jakarta. Simak laporan selengkapnya hanya di Garuda TV!\n\nBagaimana pendapat kalian mengenai rencana penyesuaian tarif komuter ini? Tulis aspirasi kalian di kolom komentar! 👇\n\n#Transjabodetabek #PramonoAnung #TarifTransjakarta #TransportasiPublik #GarudaTV\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "iQSu4zdwfsw"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 787.4551879647585, "y": 76.99880490797916, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 54.4466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "iQSu4zdwfsw", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Tarif Transjabodetabek Berpotensi Naik, Gubernur Pramono Anung Jamin Subsidi Tetap Ada\n\nKabar penting untuk warga pelaju Jabodetabek! Pemprov DKI Jakarta tengah menggodok penyesuaian tarif layanan bus Transjabodetabek. 🚌💳 \n\nGubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebutkan bahwa pihak pemerintah daerah saat ini masih mematangkan rencana penyesuaian tarif Transjabodetabek. Kendati demikian, masyarakat diimbau tidak panik karena Gubernur memastikan bahwa tidak semua rute layanan Transjabodetabek akan mengalami kenaikan tarif.\n\nPramono Anung juga menegaskan bahwa penyesuaian ini bukan berarti subsidi transportasi publik akan dihapus. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk tetap memberikan subsidi, namun dengan skema baru yang disesuaikan. Salah satu faktor makro yang memengaruhi besaran subsidi saat ini adalah tingginya biaya perawatan halte-halte Transjabodetabek yang lokasinya berada di luar wilayah administrasi Jakarta. Simak laporan selengkapnya hanya di Garuda TV!\n\nBagaimana pendapat kalian mengenai rencana penyesuaian tarif komuter ini? Tulis aspirasi kalian di kolom komentar! 👇\n\n#Transjabodetabek #PramonoAnung #TarifTransjakarta #TransportasiPublik #GarudaTV\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "iQSu4zdwfsw"}}, {"key": "@tribunjakarta", "attributes": {"label": "@tribunjakarta", "x": 270.80903384470724, "y": 90.7017085020757, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.4306, "eigenvector": 0.0008, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "u8qQXTMMBFY", "id": "@tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Rencana Kenaikan Tarif Transjabodetabek, Komisi B : Jangan Sampai Masyarakat Dirugikan\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto merespons wacana penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek yang tengah dikaji Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. \n\nWahyu mengatakan, usulan kenaikan tarif tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan final. \n\nMenurut dia, DPRD DKI Jakarta akan terlebih dahulu mengkaji alasan di balik usulan tersebut, termasuk terkait beban subsidi yang selama ini ditanggung pemerintah daerah. \n\nPolitikus Gerindra itu menegaskan pihaknya pada prinsipnya tetap mendukung kebijakan subsidi transportasi publik yang selama ini berjalan. \n\nWahyu menambahkan, DPRD juga ingin mengetahui secara rinci persoalan yang dihadapi Transjakarta maupun Pemprov DKI sehingga muncul usulan penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek. \n\nNamun demikian, ia berharap tarif yang saat ini berlaku tetap dapat dipertahankan karena kenaikan tarif berpotensi menambah beban masyarakat. \n\nReporter: Yusuf Bachtiar \nVideografer: Yusuf Bachtiar \nEditor: Yusuf Bachtiar\nUploader: Ilham Bintang Anugerah\nSumber: TribunJakarta.com \n\nhttps://jakarta.tribunnews.com/jakart... \n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunjakartaofficial  \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\nInstagram:   / http:", "post_id": "u8qQXTMMBFY"}}, {"key": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "tribunjakarta", "x": 39.493731902089046, "y": 598.8270744057855, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 41.9386, "eigenvector": 0.0008, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "u8qQXTMMBFY", "id": "tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Rencana Kenaikan Tarif Transjabodetabek, Komisi B : Jangan Sampai Masyarakat Dirugikan\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto merespons wacana penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek yang tengah dikaji Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. \n\nWahyu mengatakan, usulan kenaikan tarif tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan final. \n\nMenurut dia, DPRD DKI Jakarta akan terlebih dahulu mengkaji alasan di balik usulan tersebut, termasuk terkait beban subsidi yang selama ini ditanggung pemerintah daerah. \n\nPolitikus Gerindra itu menegaskan pihaknya pada prinsipnya tetap mendukung kebijakan subsidi transportasi publik yang selama ini berjalan. \n\nWahyu menambahkan, DPRD juga ingin mengetahui secara rinci persoalan yang dihadapi Transjakarta maupun Pemprov DKI sehingga muncul usulan penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek. \n\nNamun demikian, ia berharap tarif yang saat ini berlaku tetap dapat dipertahankan karena kenaikan tarif berpotensi menambah beban masyarakat. \n\nReporter: Yusuf Bachtiar \nVideografer: Yusuf Bachtiar \nEditor: Yusuf Bachtiar\nUploader: Ilham Bintang Anugerah\nSumber: TribunJakarta.com \n\nhttps://jakarta.tribunnews.com/jakart... \n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunjakartaofficial  \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\nInstagram:   / http:", "post_id": "u8qQXTMMBFY"}}, {"key": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "tribun.jakart...", "x": 192.37539157989158, "y": 552.9249319070937, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 41.9386, "eigenvector": 0.0008, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "u8qQXTMMBFY", "id": "tribun.jakart...", "source": "youtube-000001", "content": "Rencana Kenaikan Tarif Transjabodetabek, Komisi B : Jangan Sampai Masyarakat Dirugikan\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto merespons wacana penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek yang tengah dikaji Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. \n\nWahyu mengatakan, usulan kenaikan tarif tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan final. \n\nMenurut dia, DPRD DKI Jakarta akan terlebih dahulu mengkaji alasan di balik usulan tersebut, termasuk terkait beban subsidi yang selama ini ditanggung pemerintah daerah. \n\nPolitikus Gerindra itu menegaskan pihaknya pada prinsipnya tetap mendukung kebijakan subsidi transportasi publik yang selama ini berjalan. \n\nWahyu menambahkan, DPRD juga ingin mengetahui secara rinci persoalan yang dihadapi Transjakarta maupun Pemprov DKI sehingga muncul usulan penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek. \n\nNamun demikian, ia berharap tarif yang saat ini berlaku tetap dapat dipertahankan karena kenaikan tarif berpotensi menambah beban masyarakat. \n\nReporter: Yusuf Bachtiar \nVideografer: Yusuf Bachtiar \nEditor: Yusuf Bachtiar\nUploader: Ilham Bintang Anugerah\nSumber: TribunJakarta.com \n\nhttps://jakarta.tribunnews.com/jakart... \n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunjakartaofficial  \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\nInstagram:   / http:", "post_id": "u8qQXTMMBFY"}}, {"key": "@wartaekonomiid", "attributes": {"label": "@wartaekonomiid", "x": 636.3212241249317, "y": 464.2057826828824, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.4306, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "x-FUWwDWjps", "id": "@wartaekonomiid", "source": "youtube-000001", "content": "Resmi Berlaku 1 Juli! Gojek dan Grab Sepakati Potongan Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen\n\nPT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Grab Indonesia resmi mengumumkan penyesuaian tarif potongan komisi aplikator menjadi maksimal 8 persen yang akan mulai efektif berjalan pada 1 Juli 2026. \n\nDengan berlakunya aturan ini per 1 Juli mendatang, para mitra pengemudi ojek online roda dua (GoRide dan GrabBike) akan menerima bagian pendapatan minimal sebesar 92 persen dari setiap transaksi. Ketetapan ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem transportasi online yang lebih berkeadilan serta meningkatkan kesejahteraan para mitra pengemudi di seluruh Indonesia.\n====================================================================\nWebsite Resmi: https://wartaekonomi.co.id/\nSubscribe YouTube:    /     \nInstagram:   / wartaekonomi  \nTikTok:   / warta_ekonomi", "post_id": "x-FUWwDWjps"}}, {"key": "wartaekonomiid", "attributes": {"label": "wartaekonomiid", "x": 400.74786169979905, "y": 806.7327891711133, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 54.4466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "x-FUWwDWjps", "id": "wartaekonomiid", "source": "youtube-000001", "content": "Resmi Berlaku 1 Juli! Gojek dan Grab Sepakati Potongan Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen\n\nPT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Grab Indonesia resmi mengumumkan penyesuaian tarif potongan komisi aplikator menjadi maksimal 8 persen yang akan mulai efektif berjalan pada 1 Juli 2026. \n\nDengan berlakunya aturan ini per 1 Juli mendatang, para mitra pengemudi ojek online roda dua (GoRide dan GrabBike) akan menerima bagian pendapatan minimal sebesar 92 persen dari setiap transaksi. Ketetapan ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem transportasi online yang lebih berkeadilan serta meningkatkan kesejahteraan para mitra pengemudi di seluruh Indonesia.\n====================================================================\nWebsite Resmi: https://wartaekonomi.co.id/\nSubscribe YouTube:    /     \nInstagram:   / wartaekonomi  \nTikTok:   / warta_ekonomi", "post_id": "x-FUWwDWjps"}}, {"key": "@LintasiNews", "attributes": {"label": "@LintasiNews", "x": 943.2952701883407, "y": 758.9033760910569, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.4306, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "1r32274aVPQ", "id": "@LintasiNews", "source": "youtube-000001", "content": "500 Kupon BBM Pertamax Gratis Dibagikan Perindo di Kendari, Ojol Langsung Serbu SPBU |LIS (23/6)\n\nPartai Perindo Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi sosial bertajuk Jumat Berkah dengan membagikan 500 kupon BBM Pertamax gratis kepada driver ojek online (ojol) dan masyarakat di Kota Kendari.\n\nAksi ini dilakukan di SPBU Tapal Kuda sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM. Setiap kupon bernilai sekitar Rp40.000 dan langsung dapat digunakan untuk pengisian BBM Pertamax.\n\nProgram ini disambut antusias oleh para driver ojol yang merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Partai Perindo untuk hadir langsung di tengah masyarakat.\n\n#PartaiPerindo #BBMGratis #Pertamax #OjolKendari #Kendari #Sultra #JumatBerkah #PerindoSultra #BeritaViral #BeritaTerkini #BBM #SPBU #OjekOnline #IndonesiaNews #iNews\n\nYuk Subscribe    /   \n\nBaca Juga: https://www.inews.id/news\n\nFollow Our Official Twitter:   / lintas_mnctv  \nCheck Our Official Website: https://www.inews.id\nLike Our Official Facebook:   / mnctvnews  \nFollow Our Official Instagram:   / mnctvnews  \n\nDapatkan sajian berita dan liputan langsung peristiwa terkini secara cepat dan akurat di:\nhttps://www.inews.id/ untuk berita dari daerah-daerah di seluruh Indonesia\nhttps://www.okezone.com/ untuk berita-berita sports dan gaya hidup\nhttps://www.sindonews.com/ untuk berita-berita politik dalam dan luar negeri\nhttps://www.idxchannel.com/ untuk berita-berita pasar saham dan ekonomi\n\n#LintasiNewsSiang", "post_id": "1r32274aVPQ"}}, {"key": "lintasinews", "attributes": {"label": "lintasinews", "x": 990.5155752051895, "y": 709.7415892628267, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 54.4466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1r32274aVPQ", "id": "lintasinews", "source": "youtube-000001", "content": "500 Kupon BBM Pertamax Gratis Dibagikan Perindo di Kendari, Ojol Langsung Serbu SPBU |LIS (23/6)\n\nPartai Perindo Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi sosial bertajuk Jumat Berkah dengan membagikan 500 kupon BBM Pertamax gratis kepada driver ojek online (ojol) dan masyarakat di Kota Kendari.\n\nAksi ini dilakukan di SPBU Tapal Kuda sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM. Setiap kupon bernilai sekitar Rp40.000 dan langsung dapat digunakan untuk pengisian BBM Pertamax.\n\nProgram ini disambut antusias oleh para driver ojol yang merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Partai Perindo untuk hadir langsung di tengah masyarakat.\n\n#PartaiPerindo #BBMGratis #Pertamax #OjolKendari #Kendari #Sultra #JumatBerkah #PerindoSultra #BeritaViral #BeritaTerkini #BBM #SPBU #OjekOnline #IndonesiaNews #iNews\n\nYuk Subscribe    /   \n\nBaca Juga: https://www.inews.id/news\n\nFollow Our Official Twitter:   / lintas_mnctv  \nCheck Our Official Website: https://www.inews.id\nLike Our Official Facebook:   / mnctvnews  \nFollow Our Official Instagram:   / mnctvnews  \n\nDapatkan sajian berita dan liputan langsung peristiwa terkini secara cepat dan akurat di:\nhttps://www.inews.id/ untuk berita dari daerah-daerah di seluruh Indonesia\nhttps://www.okezone.com/ untuk berita-berita sports dan gaya hidup\nhttps://www.sindonews.com/ untuk berita-berita politik dalam dan luar negeri\nhttps://www.idxchannel.com/ untuk berita-berita pasar saham dan ekonomi\n\n#LintasiNewsSiang", "post_id": "1r32274aVPQ"}}, {"key": "@unhastv.official", "attributes": {"label": "@unhastv.official", "x": 275.94816852356996, "y": 847.586895349037, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.4306, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "YMHZqasC83k", "id": "@unhastv.official", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Non Subsidi Naik  Apa Dampaknya bagi Ekonomi dan Masyarakat\n\nUNHAS TV - Kenaikan harga BBM non-subsidi kembali menjadi perhatian masyarakat karena berpotensi memengaruhi biaya transportasi, distribusi barang, hingga harga kebutuhan sehari-hari. Lalu, sejauh mana dampaknya terhadap perekonomian dan daya beli masyarakat?\n\nSimak pembahasan bersama Dr. Nur Dwiana Sari Saudi, S.E., M.Si., CWM, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, yang mengulas dampak kenaikan BBM non-subsidi dari perspektif ekonomi serta implikasinya bagi masyarakat dan dunia usaha.\n\nJangan lupa like, comment, share, dan subscribe untuk mendapatkan informasi dan edukasi terkini dari Universitas Hasanuddin.\n\nFollow Us: \nYOUTUBE:    /   \nIG:   / unhastvofficial  \nFB:   / unhastvofficial  \nX (twitter):   / unhastvofficial  \n\n#UnhasTV #Universitashasanuddin #BBMNonSubsidi #HargaBBM #EkonomiIndonesia #DayaBeliMasyarakat #Inflasi #Transportasi #DistribusiBarang #KebijakanEnergi #FEBUnhas #UniversitasHasanuddin #Unhas #Ekonomi #EdukasiEkonomi #TalkshowUnhas #KabarUnhas\n\nUNHAS TV - © Copyright 2026. PT. Hadin Media Nusantara (HMN) Indonesia.", "post_id": "YMHZqasC83k"}}, {"key": "unhastv.official", "attributes": {"label": "unhastv.official", "x": 788.1996083143142, "y": 86.99139727565542, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 54.4466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YMHZqasC83k", "id": "unhastv.official", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Non Subsidi Naik  Apa Dampaknya bagi Ekonomi dan Masyarakat\n\nUNHAS TV - Kenaikan harga BBM non-subsidi kembali menjadi perhatian masyarakat karena berpotensi memengaruhi biaya transportasi, distribusi barang, hingga harga kebutuhan sehari-hari. Lalu, sejauh mana dampaknya terhadap perekonomian dan daya beli masyarakat?\n\nSimak pembahasan bersama Dr. Nur Dwiana Sari Saudi, S.E., M.Si., CWM, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, yang mengulas dampak kenaikan BBM non-subsidi dari perspektif ekonomi serta implikasinya bagi masyarakat dan dunia usaha.\n\nJangan lupa like, comment, share, dan subscribe untuk mendapatkan informasi dan edukasi terkini dari Universitas Hasanuddin.\n\nFollow Us: \nYOUTUBE:    /   \nIG:   / unhastvofficial  \nFB:   / unhastvofficial  \nX (twitter):   / unhastvofficial  \n\n#UnhasTV #Universitashasanuddin #BBMNonSubsidi #HargaBBM #EkonomiIndonesia #DayaBeliMasyarakat #Inflasi #Transportasi #DistribusiBarang #KebijakanEnergi #FEBUnhas #UniversitasHasanuddin #Unhas #Ekonomi #EdukasiEkonomi #TalkshowUnhas #KabarUnhas\n\nUNHAS TV - © Copyright 2026. PT. Hadin Media Nusantara (HMN) Indonesia.", "post_id": "YMHZqasC83k"}}], "edges": [{"key": "tribunmedan", "source": "tribunmedan", "target": "tribunnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "info_samarinda_", "source": "info_samarinda_", "target": "gerbangsamarinda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "tribunpapuaofficial", "source": "tribunpapuaofficial", "target": "tribunpapuaofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "tribunpapuaofficial", "source": "tribunpapuaofficial", "target": "tribunpapua", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pmiikabtasik.official", "source": "pmiikabtasik.official", "target": "Agis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pmiikabtasik.official", "source": "pmiikabtasik.official", "target": "Farid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "btvidofficial", "source": "btvidofficial", "target": "beritasatuofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@mistartvonline", "source": "@mistartvonline", "target": "mistartv706", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wartaekonomiid", "source": "@wartaekonomiid", "target": "wartaekonomiid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@LintasiNews", "source": "@LintasiNews", "target": "lintasinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@unhastv.official", "source": "@unhastv.official", "target": "unhastv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}