{"nodes": [{"key": "GrabID", "attributes": {"label": "GrabID", "x": 203.39181204629065, "y": 297.9253849274156, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 32.5028, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068262252902555713", "id": "GrabID", "source": "tweet-000004", "content": "Hai Kak, aku dari akun Grab Official. Mohon maaf ya, untuk hal ini tergantung dari ketersediaan mitra pengemudi kami di lokasi yaa. Agar aku bantu Kakak bisa hubungi aku di DM dgn ketik agent agar terhubung dgn kami yaa.🙏-Tono", "post_id": "2068262252902555713"}}, {"key": "firzaGyu", "attributes": {"label": "firzaGyu", "x": 918.9232355526143, "y": 551.0953510372691, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 60.1302, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068262252902555713", "id": "firzaGyu", "source": "tweet-000004", "content": "Hai Kak, aku dari akun Grab Official. Mohon maaf ya, untuk hal ini tergantung dari ketersediaan mitra pengemudi kami di lokasi yaa. Agar aku bantu Kakak bisa hubungi aku di DM dgn ketik agent agar terhubung dgn kami yaa.🙏-Tono", "post_id": "2068262252902555713"}}, {"key": "samarindasosmed", "attributes": {"label": "samarindasosmed", "x": 553.1494715093263, "y": 624.8310344489237, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.5028, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922750768599647457_49800427471", "id": "samarindasosmed", "source": "instagram-000001", "content": "Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Jembatan Mahakam I, Samarinda, Kamis (18/6), tak hanya menyebabkan kemacetan panjang, tetapi juga berdampak pada para pengemudi ojek online yang menggantungkan penghasilan dari kecepatan dan ketepatan waktu. Penutupan jalur utama membuat mereka harus memutar lebih jauh, sehingga biaya operasional meningkat di tengah harga BBM yang masih tinggi.\n\nKondisi tersebut membuat banyak pengemudi terancam kehilangan pesanan dan pendapatan. Bahkan, sebagian terpaksa beralih dari Pertamax ke Pertalite demi menghemat pengeluaran, meski harus menghabiskan waktu lebih lama mengantre di SPBU. Bagi para “pejuang keluarga” ini, setiap menit di jalan sangat berarti demi memenuhi kebutuhan anak dan istri di rumah.\n\nPesan moral: Dalam setiap peristiwa, penting untuk tetap memperhatikan hak dan kepentingan masyarakat lain. Di balik helm dan jaket para pengemudi ojek online, ada perjuangan besar dan tanggung jawab terhadap keluarga yang harus dihargai bersama.\n\nVideo Repost ;  \n\n#kalimantantimur \n#samarinda\n#viralreels \n#sorotan\n#samarindasosmed", "post_id": "3922750768599647457_49800427471"}}, {"key": "herdinhdyt", "attributes": {"label": "herdinhdyt", "x": 977.6560132793479, "y": 861.5828544656756, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 101.5713, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3922750768599647457_49800427471", "id": "herdinhdyt", "source": "instagram-000001", "content": "Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Jembatan Mahakam I, Samarinda, Kamis (18/6), tak hanya menyebabkan kemacetan panjang, tetapi juga berdampak pada para pengemudi ojek online yang menggantungkan penghasilan dari kecepatan dan ketepatan waktu. Penutupan jalur utama membuat mereka harus memutar lebih jauh, sehingga biaya operasional meningkat di tengah harga BBM yang masih tinggi.\n\nKondisi tersebut membuat banyak pengemudi terancam kehilangan pesanan dan pendapatan. Bahkan, sebagian terpaksa beralih dari Pertamax ke Pertalite demi menghemat pengeluaran, meski harus menghabiskan waktu lebih lama mengantre di SPBU. Bagi para “pejuang keluarga” ini, setiap menit di jalan sangat berarti demi memenuhi kebutuhan anak dan istri di rumah.\n\nPesan moral: Dalam setiap peristiwa, penting untuk tetap memperhatikan hak dan kepentingan masyarakat lain. Di balik helm dan jaket para pengemudi ojek online, ada perjuangan besar dan tanggung jawab terhadap keluarga yang harus dihargai bersama.\n\nVideo Repost ;  \n\n#kalimantantimur \n#samarinda\n#viralreels \n#sorotan\n#samarindasosmed", "post_id": "3922750768599647457_49800427471"}}, {"key": "rembangupdates", "attributes": {"label": "rembangupdates", "x": 975.4019774726178, "y": 331.63182111209534, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 216.6826, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3923401525652604362_11137334381", "id": "rembangupdates", "source": "instagram-000001", "content": "Sebuah video yang memperlihatkan pengemudi ojek online (ojol) memohon kepada petugas Dinas Perhubungan (Dishub) agar motornya tidak diangkut menjadi viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Jakarta Timur saat pengemudi sedang mengambil pesanan makanan.\n\nDalam video yang beredar, terlihat sejumlah kendaraan ditertibkan oleh petugas Dishub, termasuk sepeda motor milik pengemudi ojol tersebut. Pengemudi tampak berusaha meminta keringanan karena motor yang digunakan merupakan sarana utama untuk mencari nafkah. Ia bahkan terlihat memanjat kendaraan operasional Dishub yang mengangkut motornya.\n\nMeski demikian, petugas tetap menjalankan penindakan karena kendaraan tersebut diketahui parkir di lokasi yang melanggar aturan dan berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.\n\nDipublikasikan detikcom pada Sabtu, 20 Jun 2026 07:32 WIB. Stay updated with us. Follow  \n\n#rembangupdate #rembang #news #ojol", "post_id": "3923401525652604362_11137334381"}}, {"key": "idntimes.video", "attributes": {"label": "idntimes.video", "x": 358.6172067196638, "y": 748.0741886640877, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.5028, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "idntimes.video", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes", "attributes": {"label": "IDNTimes", "x": 574.8562941628237, "y": 852.0413438484254, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 35.5725, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "IDNTimes", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "IDNTimes.Korea", "x": 22.613898535561283, "y": 552.9979763570967, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 35.5725, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "IDNTimes.Korea", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "IDNTimes.Community", "x": 234.94575281575848, "y": 243.37459579315868, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 35.5725, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "IDNTimes.Community", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "IDNTimes.Hype", "x": 641.5289520556191, "y": 401.46675052827993, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 35.5725, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "IDNTimes.Hype", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "Duniaku_com", "x": 94.26949408148622, "y": 369.78542724745256, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 35.5725, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "Duniaku_com", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "Popbela_com", "attributes": {"label": "Popbela_com", "x": 182.68146527558181, "y": 474.6370581946289, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 35.5725, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "Popbela_com", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "Popbela.Beauty", "x": 110.3702055297735, "y": 501.50675849959805, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 35.5725, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "Popbela.Beauty", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "Popmama_com", "attributes": {"label": "Popmama_com", "x": 89.10855257700545, "y": 789.9664483751811, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 35.5725, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "Popmama_com", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "Yummy.idn", "x": 610.9194934648699, "y": 491.55565329489815, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 35.5725, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "Yummy.idn", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "info_samarinda_", "attributes": {"label": "info_samarinda_", "x": 35.765814306649716, "y": 4.6900267557875575, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.5028, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922221570275578472_12117539850", "id": "info_samarinda_", "source": "instagram-000001", "content": "Aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis malam (18/6/2026), diwarnai adu mulut antara seorang pengemudi ojek online dan peserta aksi.\n\nInsiden tersebut terjadi saat arus lalu lintas mengalami kemacetan panjang akibat penutupan sebagian akses jalan selama aksi berlangsung. Driver ojol yang merasa aktivitas kerjanya terganggu menyampaikan protes karena sulit mendapatkan penumpang dan harus mengeluarkan biaya operasional tambahan.\n\n\"Saya demi Rp10 ribu, jalan ditutup, bensin habis,\" keluh pengemudi tersebut dalam video yang beredar di media sosial.\n\nSementara itu, salah satu peserta aksi menjelaskan bahwa demonstrasi dilakukan sebagai bentuk aspirasi masyarakat terkait isu kenaikan harga BBM dan kondisi ekonomi yang dinilai berdampak langsung pada kehidupan masyarakat luas.\n\nPeristiwa ini pun memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Di satu sisi, masyarakat menghormati hak menyampaikan pendapat di muka umum. Namun di sisi lain, banyak yang berharap setiap aksi dapat dilakukan tanpa mengganggu aktivitas dan mata pencaharian warga yang bergantung pada kelancaran mobilitas sehari-hari.\n\n📍 Bagaimana menurut Anda? Apakah aksi penyampaian aspirasi seharusnya tetap mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat pengguna jalan?\n\nSource ; \n#infosamarinda", "post_id": "3922221570275578472_12117539850"}}, {"key": "gerbangsamarinda", "attributes": {"label": "gerbangsamarinda", "x": 830.719921845279, "y": 400.43776285498177, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 60.1302, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922221570275578472_12117539850", "id": "gerbangsamarinda", "source": "instagram-000001", "content": "Aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis malam (18/6/2026), diwarnai adu mulut antara seorang pengemudi ojek online dan peserta aksi.\n\nInsiden tersebut terjadi saat arus lalu lintas mengalami kemacetan panjang akibat penutupan sebagian akses jalan selama aksi berlangsung. Driver ojol yang merasa aktivitas kerjanya terganggu menyampaikan protes karena sulit mendapatkan penumpang dan harus mengeluarkan biaya operasional tambahan.\n\n\"Saya demi Rp10 ribu, jalan ditutup, bensin habis,\" keluh pengemudi tersebut dalam video yang beredar di media sosial.\n\nSementara itu, salah satu peserta aksi menjelaskan bahwa demonstrasi dilakukan sebagai bentuk aspirasi masyarakat terkait isu kenaikan harga BBM dan kondisi ekonomi yang dinilai berdampak langsung pada kehidupan masyarakat luas.\n\nPeristiwa ini pun memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Di satu sisi, masyarakat menghormati hak menyampaikan pendapat di muka umum. Namun di sisi lain, banyak yang berharap setiap aksi dapat dilakukan tanpa mengganggu aktivitas dan mata pencaharian warga yang bergantung pada kelancaran mobilitas sehari-hari.\n\n📍 Bagaimana menurut Anda? Apakah aksi penyampaian aspirasi seharusnya tetap mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat pengguna jalan?\n\nSource ; \n#infosamarinda", "post_id": "3922221570275578472_12117539850"}}, {"key": "habar_hanyar_nusantara", "attributes": {"label": "habar_hanyar_nusantara", "x": 6.033254133738786, "y": 961.0502113534797, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.5028, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922639806138480067_65378288960", "id": "habar_hanyar_nusantara", "source": "instagram-000001", "content": "gimana tanggapan pian wall?\n\nSAMARINDA – Aksi unjuk rasa yang berlangsung di kawasan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis (18/6), tidak hanya menyebabkan kemacetan lalu lintas, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas para pengemudi ojek online (ojol). Penutupan dan pengalihan arus kendaraan membuat para pengemudi harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh untuk tetap dapat melayani pelanggan.\n\nBagi pengemudi ojol, gangguan lalu lintas bukan sekadar persoalan kemacetan. Setiap keterlambatan berpotensi menyebabkan hilangnya pesanan dan berkurangnya pendapatan harian. Di tengah tuntutan pekerjaan yang mengharuskan mereka cepat dan tepat waktu, kondisi jalan yang tersendat menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan profesi mereka.\n\nSituasi tersebut semakin berat karena biaya operasional yang masih tinggi. Harga bahan bakar minyak (BBM) yang belum sepenuhnya stabil membuat sebagian pengemudi memilih menggunakan Pertalite untuk menekan pengeluaran. Namun, pilihan itu juga memiliki konsekuensi berupa waktu antre yang lebih lama di sejumlah SPBU, sehingga mengurangi waktu produktif mereka di jalan.\n\nKetika jalur utama seperti kawasan Jembatan Mahakam mengalami penutupan atau pembatasan akses, pengemudi terpaksa memutar melalui rute alternatif yang lebih jauh. Akibatnya, konsumsi BBM meningkat dan biaya operasional harian bertambah. Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para pengemudi yang menggantungkan penghasilan dari jumlah perjalanan yang dapat mereka selesaikan setiap hari.\n\nDi tengah situasi itu, sejumlah pengemudi berharap berbagai kegiatan yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas dapat mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat yang bekerja di jalan. Bagi para pengemudi ojol, waktu adalah sumber penghasilan. Di balik helm dan jaket yang mereka kenakan, terdapat tanggung jawab besar untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang bergantung pada hasil kerja mereka setiap hari.\n\nSc:", "post_id": "3922639806138480067_65378288960"}}, {"key": "samarinda.reels", "attributes": {"label": "samarinda.reels", "x": 497.5041953321304, "y": 179.15768003144484, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.5028, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3922595287612103997_10355815151", "id": "samarinda.reels", "source": "instagram-000001", "content": "Samarinda - Aksi unjuk rasa yang digelar di depan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis (18/6), tidak hanya menimbulkan kemacetan, tetapi juga memukul aktivitas para pengemudi ojek online yang menggantungkan hidup dari kecepatan dan ketepatan waktu.\n\nBagi pengemudi ojol, gangguan arus lalu lintas bukan sekadar soal memutar mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan. Setiap menit keterlambatan berarti potensi hilangnya pesanan dan pendapatan. Pekerjaan mereka dituntut kedisiplinan tinggi karena kecepatan dan ketepatan waktu adalah kewajiban utama dalam melayani pelanggan.\n\nSituasi ini diperparah kondisi harga Bahan Bakar Minyak yang masih tinggi. Banyak pengemudi ojol terpaksa beralih dari Pertamax ke Pertalite demi menekan biaya operasional. Namun konsekuensinya, mereka harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mengantre di SPBU.\n\nKetika jalur utama ditutup dan harus mencari rute memutar yang jauh, konsumsi BBM otomatis meningkat. Beban ini langsung dirasakan oleh para “pejuang keluarga” yang sehari-hari mengaspal demi menghidupi anak istri.\n\nWajar jika mereka akhirnya bersuara. Di balik helm dan jaket ojol, ada tanggung jawab besar yang mereka pikul setiap hari di jalanan Samarinda.\n\nSc :  \n\nMau cari HP Baru atau Second Gak Perlu Mikir, Gak Perlu Pusing, Solusi Nya Ada Di OG STORE SAMARINDA 💯\n\nPantengin terus Story, Feed IG  untuk dapatkan gadget impian kamu dengan harga paling affordable dan berbagai pilihan payment sesuai budget kalian", "post_id": "3922595287612103997_10355815151"}}, {"key": "ogstore.samarinda", "attributes": {"label": "ogstore.samarinda", "x": 68.01619014464055, "y": 918.3699289804301, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 46.3165, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922595287612103997_10355815151", "id": "ogstore.samarinda", "source": "instagram-000001", "content": "Samarinda - Aksi unjuk rasa yang digelar di depan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis (18/6), tidak hanya menimbulkan kemacetan, tetapi juga memukul aktivitas para pengemudi ojek online yang menggantungkan hidup dari kecepatan dan ketepatan waktu.\n\nBagi pengemudi ojol, gangguan arus lalu lintas bukan sekadar soal memutar mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan. Setiap menit keterlambatan berarti potensi hilangnya pesanan dan pendapatan. Pekerjaan mereka dituntut kedisiplinan tinggi karena kecepatan dan ketepatan waktu adalah kewajiban utama dalam melayani pelanggan.\n\nSituasi ini diperparah kondisi harga Bahan Bakar Minyak yang masih tinggi. Banyak pengemudi ojol terpaksa beralih dari Pertamax ke Pertalite demi menekan biaya operasional. Namun konsekuensinya, mereka harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mengantre di SPBU.\n\nKetika jalur utama ditutup dan harus mencari rute memutar yang jauh, konsumsi BBM otomatis meningkat. Beban ini langsung dirasakan oleh para “pejuang keluarga” yang sehari-hari mengaspal demi menghidupi anak istri.\n\nWajar jika mereka akhirnya bersuara. Di balik helm dan jaket ojol, ada tanggung jawab besar yang mereka pikul setiap hari di jalanan Samarinda.\n\nSc :  \n\nMau cari HP Baru atau Second Gak Perlu Mikir, Gak Perlu Pusing, Solusi Nya Ada Di OG STORE SAMARINDA 💯\n\nPantengin terus Story, Feed IG  untuk dapatkan gadget impian kamu dengan harga paling affordable dan berbagai pilihan payment sesuai budget kalian", "post_id": "3922595287612103997_10355815151"}}], "edges": [{"key": "GrabID", "source": "GrabID", "target": "firzaGyu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "samarindasosmed", "source": "samarindasosmed", "target": "herdinhdyt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "rembangupdates", "source": "rembangupdates", "target": "rembangupdates", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popmama_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "info_samarinda_", "source": "info_samarinda_", "target": "gerbangsamarinda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "habar_hanyar_nusantara", "source": "habar_hanyar_nusantara", "target": "herdinhdyt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "samarinda.reels", "source": "samarinda.reels", "target": "herdinhdyt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "samarinda.reels", "source": "samarinda.reels", "target": "ogstore.samarinda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}]}