{"nodes": [{"key": "MalauSion_", "attributes": {"label": "MalauSion_", "x": 886.9810335571874, "y": 948.092164250153, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.2915, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067514096141140064", "id": "MalauSion_", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau harga minyak dunia turun tetapi rupiah melemah atau biaya operasional naik, belum tentu harga BBM bisa turun dalam proporsi yang sama. Hubungannya tidak sesederhana satu faktor.", "post_id": "2067514096141140064"}}, {"key": "ardisatriawan", "attributes": {"label": "ardisatriawan", "x": 433.36327475655435, "y": 121.85128436039483, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 44.9394, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067514096141140064", "id": "ardisatriawan", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau harga minyak dunia turun tetapi rupiah melemah atau biaya operasional naik, belum tentu harga BBM bisa turun dalam proporsi yang sama. Hubungannya tidak sesederhana satu faktor.", "post_id": "2067514096141140064"}}, {"key": "ferizandra", "attributes": {"label": "ferizandra", "x": 297.8838868384054, "y": 332.8916225281837, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.2915, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068947296755339684", "id": "ferizandra", "source": "tweet-000004", "content": "Daya beli masyarakat juga turun akibat rupiah melemah... 😓", "post_id": "2068947296755339684"}}, {"key": "me_pipin", "attributes": {"label": "me_pipin", "x": 10.942252141837194, "y": 109.98870769989222, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 44.9394, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068947296755339684", "id": "me_pipin", "source": "tweet-000004", "content": "Daya beli masyarakat juga turun akibat rupiah melemah... 😓", "post_id": "2068947296755339684"}}, {"key": "fakta_banten", "attributes": {"label": "fakta_banten", "x": 858.4609611900677, "y": 687.6709314434054, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 161.9415, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3922024150386802081_4851899515", "id": "fakta_banten", "source": "instagram-000001", "content": "SERANG – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Simpang Ciceri, Kota Serang, Rabu (17/6/2026).\n\nDalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah kritik terhadap kebijakan pemerintah pusat. Isu yang disoroti meliputi kondisi perekonomian nasional, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga persoalan demokrasi dan kebebasan sipil.\n\nKoordinator aksi, Muhammad Syahid, mengatakan mahasiswa merasa perlu menyuarakan berbagai persoalan yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.\n\nMenurutnya, kondisi ekonomi saat ini masih memberikan tekanan bagi masyarakat meski pemerintah kerap menyampaikan narasi positif terkait pertumbuhan ekonomi nasional.\n\n“Kami hadir untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Banyak persoalan ekonomi dan sosial yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah,” ujar Syahid saat berorasi.\n\nDalam aksinya, mahasiswa menyinggung pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang dinilai dapat memengaruhi harga barang impor dan meningkatkan biaya produksi di berbagai sektor.\n\nMereka menilai kondisi tersebut berpotensi berdampak pada daya beli masyarakat yang hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi.\n\nBaca selengkapnya di faktabanten.co.id\natau klik link yang ada di IGstory\n\nYuk bagikan kejadian menarik di sekitar Kawan Fakta dengan cara tag IG \n\n#fakta #faktabanten #beritacilegon #cilegon #banten", "post_id": "3922024150386802081_4851899515"}}, {"key": "wiseclipperr", "attributes": {"label": "wiseclipperr", "x": 104.44573113948185, "y": 385.37006107815387, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.2915, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7654718265104583954", "id": "wiseclipperr", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah melemah mengakibatkan daya beli masyarakat menurun?  Sekuritas  Setya Ananda Wijaya #sucorsekuritas #bexpertwithsucor #sahamindonesia #bernardwijaya17  #bernardxgcpk3", "post_id": "7654718265104583954"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 455.1741871742737, "y": 572.4487829811477, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 34.6155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654718265104583954", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah melemah mengakibatkan daya beli masyarakat menurun?  Sekuritas  Setya Ananda Wijaya #sucorsekuritas #bexpertwithsucor #sahamindonesia #bernardwijaya17  #bernardxgcpk3", "post_id": "7654718265104583954"}}, {"key": "Bernadus", "attributes": {"label": "Bernadus", "x": 965.3632399182599, "y": 556.7306309704974, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 34.6155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654718265104583954", "id": "Bernadus", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah melemah mengakibatkan daya beli masyarakat menurun?  Sekuritas  Setya Ananda Wijaya #sucorsekuritas #bexpertwithsucor #sahamindonesia #bernardwijaya17  #bernardxgcpk3", "post_id": "7654718265104583954"}}, {"key": "rominofrian", "attributes": {"label": "rominofrian", "x": 927.8774480473584, "y": 10.346254382062048, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.2915, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648691307921050901", "id": "rominofrian", "source": "tiktok-000001", "content": "Pelemahan rupiah bukan cuma angka di grafik. Dampaknya sudah terasa langsung di pasar tradisional. Pedagang di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, mengaku omzet mereka turun drastis. Daya beli masyarakat merosot, kios sepi, dan harga barang naik tajam. Salah satu pedagang sembako mengungkapkan harga plastik saja sudah naik hingga 40%, dari Rp10.000 per pack menjadi Rp16.000-18.000 per pack. \"Dolar naik, barang-barang di sini pada naik semua,\" ujarnya. Ini bukan kasus satu toko. Ini sinyal bahwa kurs rupiah yang kini melemah ke kisaran Rp18.000/USD sudah merambat ke ekonomi akar rumput. Ketika pedagang pasar sudah merasakan sesak, artinya tekanan inflasi impor sudah nyata, bukan sekadar wacana makro.  TWS News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648691307921050901"}}, {"key": "Sumber", "attributes": {"label": "Sumber", "x": 270.45223186540346, "y": 914.9238874396317, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 44.9394, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648691307921050901", "id": "Sumber", "source": "tiktok-000001", "content": "Pelemahan rupiah bukan cuma angka di grafik. Dampaknya sudah terasa langsung di pasar tradisional. Pedagang di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, mengaku omzet mereka turun drastis. Daya beli masyarakat merosot, kios sepi, dan harga barang naik tajam. Salah satu pedagang sembako mengungkapkan harga plastik saja sudah naik hingga 40%, dari Rp10.000 per pack menjadi Rp16.000-18.000 per pack. \"Dolar naik, barang-barang di sini pada naik semua,\" ujarnya. Ini bukan kasus satu toko. Ini sinyal bahwa kurs rupiah yang kini melemah ke kisaran Rp18.000/USD sudah merambat ke ekonomi akar rumput. Ketika pedagang pasar sudah merasakan sesak, artinya tekanan inflasi impor sudah nyata, bukan sekadar wacana makro.  TWS News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648691307921050901"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 246.7816997847071, "y": 839.2640979173501, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.2915, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "bGKMKgI443k", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nRUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nFenomena menarik terjadi di Asia Tenggara ketika jutaan warga Malaysia berbondong-bondong datang ke Indonesia di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap ringgit Malaysia. Banyak pihak menilai perbedaan kurs yang semakin lebar membuat Indonesia menjadi destinasi wisata, belanja, kuliner, hingga hiburan yang jauh lebih murah bagi wisatawan asal Malaysia. Benarkah hingga 2 juta warga Malaysia menyerbu Indonesia? Apa dampaknya bagi ekonomi Indonesia, sektor pariwisata, UMKM, hotel, pusat perbelanjaan, dan masyarakat lokal?\n\nDalam video ini kita akan membahas fakta di balik ramainya kedatangan wisatawan Malaysia ke Indonesia, pengaruh nilai tukar rupiah terhadap daya beli warga Malaysia, serta mengapa kota-kota seperti Batam, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali menjadi tujuan favorit wisatawan dari negeri jiran. Kita juga akan melihat bagaimana pelemahan rupiah dapat menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus tantangan bagi Indonesia di tengah persaingan ekonomi kawasan ASEAN.\n\nSelain itu, video ini mengulas hubungan ekonomi Indonesia dan Malaysia, perkembangan kurs rupiah terhadap ringgit, tren pariwisata lintas negara, serta dampak yang dirasakan oleh pelaku usaha lokal. Apakah fenomena ini menjadi bukti Indonesia semakin murah bagi wisatawan asing? Ataukah justru menjadi sinyal adanya persoalan ekonomi yang lebih besar? Simak pembahasannya sampai selesai.\n\nJangan lupa subscribe, like, dan bagikan video ini agar semakin banyak masyarakat yang memahami perkembangan ekonomi Indonesia, nilai tukar rupiah, hubungan ekonomi Indonesia-Malaysia, serta dinamika pariwisata dan perdagangan di Asia Tenggara.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "bGKMKgI443k"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 536.6610451851171, "y": 752.0384228324482, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.8725, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "bGKMKgI443k", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nRUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nFenomena menarik terjadi di Asia Tenggara ketika jutaan warga Malaysia berbondong-bondong datang ke Indonesia di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap ringgit Malaysia. Banyak pihak menilai perbedaan kurs yang semakin lebar membuat Indonesia menjadi destinasi wisata, belanja, kuliner, hingga hiburan yang jauh lebih murah bagi wisatawan asal Malaysia. Benarkah hingga 2 juta warga Malaysia menyerbu Indonesia? Apa dampaknya bagi ekonomi Indonesia, sektor pariwisata, UMKM, hotel, pusat perbelanjaan, dan masyarakat lokal?\n\nDalam video ini kita akan membahas fakta di balik ramainya kedatangan wisatawan Malaysia ke Indonesia, pengaruh nilai tukar rupiah terhadap daya beli warga Malaysia, serta mengapa kota-kota seperti Batam, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali menjadi tujuan favorit wisatawan dari negeri jiran. Kita juga akan melihat bagaimana pelemahan rupiah dapat menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus tantangan bagi Indonesia di tengah persaingan ekonomi kawasan ASEAN.\n\nSelain itu, video ini mengulas hubungan ekonomi Indonesia dan Malaysia, perkembangan kurs rupiah terhadap ringgit, tren pariwisata lintas negara, serta dampak yang dirasakan oleh pelaku usaha lokal. Apakah fenomena ini menjadi bukti Indonesia semakin murah bagi wisatawan asing? Ataukah justru menjadi sinyal adanya persoalan ekonomi yang lebih besar? Simak pembahasannya sampai selesai.\n\nJangan lupa subscribe, like, dan bagikan video ini agar semakin banyak masyarakat yang memahami perkembangan ekonomi Indonesia, nilai tukar rupiah, hubungan ekonomi Indonesia-Malaysia, serta dinamika pariwisata dan perdagangan di Asia Tenggara.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "bGKMKgI443k"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 846.9069376849353, "y": 759.1130841161763, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.8725, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "bGKMKgI443k", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nRUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nFenomena menarik terjadi di Asia Tenggara ketika jutaan warga Malaysia berbondong-bondong datang ke Indonesia di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap ringgit Malaysia. Banyak pihak menilai perbedaan kurs yang semakin lebar membuat Indonesia menjadi destinasi wisata, belanja, kuliner, hingga hiburan yang jauh lebih murah bagi wisatawan asal Malaysia. Benarkah hingga 2 juta warga Malaysia menyerbu Indonesia? Apa dampaknya bagi ekonomi Indonesia, sektor pariwisata, UMKM, hotel, pusat perbelanjaan, dan masyarakat lokal?\n\nDalam video ini kita akan membahas fakta di balik ramainya kedatangan wisatawan Malaysia ke Indonesia, pengaruh nilai tukar rupiah terhadap daya beli warga Malaysia, serta mengapa kota-kota seperti Batam, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali menjadi tujuan favorit wisatawan dari negeri jiran. Kita juga akan melihat bagaimana pelemahan rupiah dapat menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus tantangan bagi Indonesia di tengah persaingan ekonomi kawasan ASEAN.\n\nSelain itu, video ini mengulas hubungan ekonomi Indonesia dan Malaysia, perkembangan kurs rupiah terhadap ringgit, tren pariwisata lintas negara, serta dampak yang dirasakan oleh pelaku usaha lokal. Apakah fenomena ini menjadi bukti Indonesia semakin murah bagi wisatawan asing? Ataukah justru menjadi sinyal adanya persoalan ekonomi yang lebih besar? Simak pembahasannya sampai selesai.\n\nJangan lupa subscribe, like, dan bagikan video ini agar semakin banyak masyarakat yang memahami perkembangan ekonomi Indonesia, nilai tukar rupiah, hubungan ekonomi Indonesia-Malaysia, serta dinamika pariwisata dan perdagangan di Asia Tenggara.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "bGKMKgI443k"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 244.51454463763312, "y": 269.8466564074395, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.8725, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "bGKMKgI443k", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nRUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nFenomena menarik terjadi di Asia Tenggara ketika jutaan warga Malaysia berbondong-bondong datang ke Indonesia di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap ringgit Malaysia. Banyak pihak menilai perbedaan kurs yang semakin lebar membuat Indonesia menjadi destinasi wisata, belanja, kuliner, hingga hiburan yang jauh lebih murah bagi wisatawan asal Malaysia. Benarkah hingga 2 juta warga Malaysia menyerbu Indonesia? Apa dampaknya bagi ekonomi Indonesia, sektor pariwisata, UMKM, hotel, pusat perbelanjaan, dan masyarakat lokal?\n\nDalam video ini kita akan membahas fakta di balik ramainya kedatangan wisatawan Malaysia ke Indonesia, pengaruh nilai tukar rupiah terhadap daya beli warga Malaysia, serta mengapa kota-kota seperti Batam, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali menjadi tujuan favorit wisatawan dari negeri jiran. Kita juga akan melihat bagaimana pelemahan rupiah dapat menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus tantangan bagi Indonesia di tengah persaingan ekonomi kawasan ASEAN.\n\nSelain itu, video ini mengulas hubungan ekonomi Indonesia dan Malaysia, perkembangan kurs rupiah terhadap ringgit, tren pariwisata lintas negara, serta dampak yang dirasakan oleh pelaku usaha lokal. Apakah fenomena ini menjadi bukti Indonesia semakin murah bagi wisatawan asing? Ataukah justru menjadi sinyal adanya persoalan ekonomi yang lebih besar? Simak pembahasannya sampai selesai.\n\nJangan lupa subscribe, like, dan bagikan video ini agar semakin banyak masyarakat yang memahami perkembangan ekonomi Indonesia, nilai tukar rupiah, hubungan ekonomi Indonesia-Malaysia, serta dinamika pariwisata dan perdagangan di Asia Tenggara.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "bGKMKgI443k"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 759.360136792492, "y": 103.58223410937728, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.8725, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "bGKMKgI443k", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nRUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nFenomena menarik terjadi di Asia Tenggara ketika jutaan warga Malaysia berbondong-bondong datang ke Indonesia di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap ringgit Malaysia. Banyak pihak menilai perbedaan kurs yang semakin lebar membuat Indonesia menjadi destinasi wisata, belanja, kuliner, hingga hiburan yang jauh lebih murah bagi wisatawan asal Malaysia. Benarkah hingga 2 juta warga Malaysia menyerbu Indonesia? Apa dampaknya bagi ekonomi Indonesia, sektor pariwisata, UMKM, hotel, pusat perbelanjaan, dan masyarakat lokal?\n\nDalam video ini kita akan membahas fakta di balik ramainya kedatangan wisatawan Malaysia ke Indonesia, pengaruh nilai tukar rupiah terhadap daya beli warga Malaysia, serta mengapa kota-kota seperti Batam, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali menjadi tujuan favorit wisatawan dari negeri jiran. Kita juga akan melihat bagaimana pelemahan rupiah dapat menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus tantangan bagi Indonesia di tengah persaingan ekonomi kawasan ASEAN.\n\nSelain itu, video ini mengulas hubungan ekonomi Indonesia dan Malaysia, perkembangan kurs rupiah terhadap ringgit, tren pariwisata lintas negara, serta dampak yang dirasakan oleh pelaku usaha lokal. Apakah fenomena ini menjadi bukti Indonesia semakin murah bagi wisatawan asing? Ataukah justru menjadi sinyal adanya persoalan ekonomi yang lebih besar? Simak pembahasannya sampai selesai.\n\nJangan lupa subscribe, like, dan bagikan video ini agar semakin banyak masyarakat yang memahami perkembangan ekonomi Indonesia, nilai tukar rupiah, hubungan ekonomi Indonesia-Malaysia, serta dinamika pariwisata dan perdagangan di Asia Tenggara.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "bGKMKgI443k"}}, {"key": "@dosecreativechannel", "attributes": {"label": "@dosecreativechannel", "x": 397.7117408320856, "y": 412.91176611639366, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.2915, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "bNAZ0HcfsTw", "id": "@dosecreativechannel", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH ANJLOK, BISNIS KREATIF HARUS GIMANA? - MARIO UTAMA\n\nRupiah melemah, IHSG jeblok, dan biaya operasional software makin melambung tinggi. Apakah ini akhir bagi para pelaku industri kreatif lokal, atau justru peluang emas untuk jemput cuan dolar?\n\nDi episode Level Up kali ini, Natasha Liotania mengupas tuntas dampak melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap ekosistem dunia kreatif bersama Mario Utama. Mulai dari statement kontroversial pejabat publik, naiknya biaya subscription tools harian (Adobe, Figma, Canva), hingga rahasia bagaimana agensi kreatif bisa memutar otak agar tidak sekadar bertahan, tapi tetap fleksibel menghadapi badai ekonomi.\n\nMario juga membagikan insight mahal tentang pentingnya klausul kontrak kerja, shifting target market ke industri upper class, hingga tips esensial bagi desainer dan kreator lokal agar bisa sukses outsourcing ke pasar luar negeri (Singapura & Amerika) demi mendapatkan dolar pertama mereka!\n\nTonton video ini sampai habis untuk tahu cara mengubah krisis menjadi peluang nyata!\n\n#dosecreative #podcastindonesia #creativeindustry #rupiahmelemah #dollarnaik #industrikreatif \n\n--\n\n⚠️ DISCLAIMER:\nPembahasan dan analisis brand dalam video ini bertujuan murni untuk kebutuhan edukasi, berbagi wawasan (sharing), serta pembelajaran strategi branding dan bisnis. Sama sekali tidak ada niat atau maksud untuk menjelek-jelekkan ataupun menjatuhkan brand tertentu yang disebutkan di dalam video.\n\n--\n\n🚀 DOSE CREATIVE CHANNEL\nA space where creativity meets business. DOSE Creative Channel explores how ideas, design, and branding shape the way we build and grow in the creative industry.\n👉 Subscribe for insights, stories, and inspiration:\n   /   \n\nMario Utama — founder of DOSE Creative Channel and Rubicube\n📸 Follow Mario:\n  / marioutama  \n\nNatasha Lyotania — Public Figure & Host DOSE Creative Channel\n📸 Follow Natasha:\n  / chacanatashaa  \n\nFollow our Instagram\n  / dose.creative.network  \n—\nPowered by Mario Utama and DOSE CREATIVE CHANNEL\nManaged by Creadix   / crea.dix", "post_id": "bNAZ0HcfsTw"}}, {"key": "dosecreativechannel", "attributes": {"label": "dosecreativechannel", "x": 233.2364207655433, "y": 205.97438313748796, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.9394, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bNAZ0HcfsTw", "id": "dosecreativechannel", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH ANJLOK, BISNIS KREATIF HARUS GIMANA? - MARIO UTAMA\n\nRupiah melemah, IHSG jeblok, dan biaya operasional software makin melambung tinggi. Apakah ini akhir bagi para pelaku industri kreatif lokal, atau justru peluang emas untuk jemput cuan dolar?\n\nDi episode Level Up kali ini, Natasha Liotania mengupas tuntas dampak melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap ekosistem dunia kreatif bersama Mario Utama. Mulai dari statement kontroversial pejabat publik, naiknya biaya subscription tools harian (Adobe, Figma, Canva), hingga rahasia bagaimana agensi kreatif bisa memutar otak agar tidak sekadar bertahan, tapi tetap fleksibel menghadapi badai ekonomi.\n\nMario juga membagikan insight mahal tentang pentingnya klausul kontrak kerja, shifting target market ke industri upper class, hingga tips esensial bagi desainer dan kreator lokal agar bisa sukses outsourcing ke pasar luar negeri (Singapura & Amerika) demi mendapatkan dolar pertama mereka!\n\nTonton video ini sampai habis untuk tahu cara mengubah krisis menjadi peluang nyata!\n\n#dosecreative #podcastindonesia #creativeindustry #rupiahmelemah #dollarnaik #industrikreatif \n\n--\n\n⚠️ DISCLAIMER:\nPembahasan dan analisis brand dalam video ini bertujuan murni untuk kebutuhan edukasi, berbagi wawasan (sharing), serta pembelajaran strategi branding dan bisnis. Sama sekali tidak ada niat atau maksud untuk menjelek-jelekkan ataupun menjatuhkan brand tertentu yang disebutkan di dalam video.\n\n--\n\n🚀 DOSE CREATIVE CHANNEL\nA space where creativity meets business. DOSE Creative Channel explores how ideas, design, and branding shape the way we build and grow in the creative industry.\n👉 Subscribe for insights, stories, and inspiration:\n   /   \n\nMario Utama — founder of DOSE Creative Channel and Rubicube\n📸 Follow Mario:\n  / marioutama  \n\nNatasha Lyotania — Public Figure & Host DOSE Creative Channel\n📸 Follow Natasha:\n  / chacanatashaa  \n\nFollow our Instagram\n  / dose.creative.network  \n—\nPowered by Mario Utama and DOSE CREATIVE CHANNEL\nManaged by Creadix   / crea.dix", "post_id": "bNAZ0HcfsTw"}}, {"key": "@gotvnewsofficial", "attributes": {"label": "@gotvnewsofficial", "x": 826.0512369424529, "y": 953.4832272551431, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.2915, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "0nwYnhvMcfc", "id": "@gotvnewsofficial", "source": "youtube-000001", "content": "🚨 Rupiah Tembus Rp18.000/USD: Apa Dampaknya bagi Kita?\n\nPelemahan nilai tukar Rupiah yang cukup tajam ini membawa efek domino bagi perekonomian nasional. Mulai dari harga barang impor yang semakin mahal, potensi kenaikan inflasi bahan pangan, hingga beban berat bagi industri yang bergantung pada bahan baku luar negeri.\n\nDi sisi lain, para pelaku ekspor justru berpotensi meraup untung lebih dan wisatawan asing datang untuk borong barang dalam negeri. \n\nLalu, bagaimana kondisi ini memengaruhi bisnis atau keuangan pribadi Anda? \n\nYuk, mulai tinjau ulang strategi keuangan kita demi menjaga daya beli!\n\n#rupiah #ekonomiindonesia #infoekonomi #nilaitukar #ekonomimakro #krisisekonomi #dolarnaik #keuangan #rupiahmelemah \n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\n------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKunjungi kami untuk mendapatkan konten dan berita menarik lainnya\n\nWebsite GO TV NEWS  https://gotvnews.co.id/\n\nFacebook GO TV NEWS   / redaksigotvnews.co.id  \n\nInstagram GO TV NEWS https:   / redaksigotv  \n\nTiktok GOTVNEW :   / gotv.id  \n\n#gotvnews #beritaviral #beritaterkini #livestreaming #breakingnews #news  #kepri #terbaru #terupdate #terpercaya #tanjungpinang #batam #karimun #lingga #bintan #natuna #anambas #beritaterbaru #beritakepri #keprisehat #kabarkepri #keprihariini #nasional #jakarta \n\nJangan lupa saksikan terus kami di Official Youtube GO TV NEWS dan Website Berita resmi kami di gotvnews.co.id\n--------------------------------------------------------------------------------------------------\nCopyright© GOTVNEWS\n--------------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "0nwYnhvMcfc"}}, {"key": "gotvnewsofficial", "attributes": {"label": "gotvnewsofficial", "x": 56.563899287908285, "y": 37.18090081792425, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.9394, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0nwYnhvMcfc", "id": "gotvnewsofficial", "source": "youtube-000001", "content": "🚨 Rupiah Tembus Rp18.000/USD: Apa Dampaknya bagi Kita?\n\nPelemahan nilai tukar Rupiah yang cukup tajam ini membawa efek domino bagi perekonomian nasional. Mulai dari harga barang impor yang semakin mahal, potensi kenaikan inflasi bahan pangan, hingga beban berat bagi industri yang bergantung pada bahan baku luar negeri.\n\nDi sisi lain, para pelaku ekspor justru berpotensi meraup untung lebih dan wisatawan asing datang untuk borong barang dalam negeri. \n\nLalu, bagaimana kondisi ini memengaruhi bisnis atau keuangan pribadi Anda? \n\nYuk, mulai tinjau ulang strategi keuangan kita demi menjaga daya beli!\n\n#rupiah #ekonomiindonesia #infoekonomi #nilaitukar #ekonomimakro #krisisekonomi #dolarnaik #keuangan #rupiahmelemah \n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\n------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKunjungi kami untuk mendapatkan konten dan berita menarik lainnya\n\nWebsite GO TV NEWS  https://gotvnews.co.id/\n\nFacebook GO TV NEWS   / redaksigotvnews.co.id  \n\nInstagram GO TV NEWS https:   / redaksigotv  \n\nTiktok GOTVNEW :   / gotv.id  \n\n#gotvnews #beritaviral #beritaterkini #livestreaming #breakingnews #news  #kepri #terbaru #terupdate #terpercaya #tanjungpinang #batam #karimun #lingga #bintan #natuna #anambas #beritaterbaru #beritakepri #keprisehat #kabarkepri #keprihariini #nasional #jakarta \n\nJangan lupa saksikan terus kami di Official Youtube GO TV NEWS dan Website Berita resmi kami di gotvnews.co.id\n--------------------------------------------------------------------------------------------------\nCopyright© GOTVNEWS\n--------------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "0nwYnhvMcfc"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 262.8302660725913, "y": 169.06952856143477, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.2915, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "RHk_WVSDy3M", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Peneliti FEB UI Analisis Penyebab Indeks Keyakinan Konsumen Turun\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Hasil survei konsumen Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen pada Mei 2026 turun dibanding bulan April. Penurunan ini menjadi level terendah sejak September 2025.\n\nSejumlah ekonom menilai penurunan indeks kepercayaan konsumen ini terutama disebabkan oleh melemahnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini. Pelemahan kepercayaan konsumen terjadi seiring meningkatnya volatilitas harga pangan dan melemahnya rupiah.\n\nMelemahnya sentimen juga didorong oleh persepsi yang lebih rendah terhadap kondisi pendapatan saat ini. Meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan nilai tukar rupiah dapat membebani daya beli, sentimen, dan aktivitas pengeluaran konsumen.\n\nMengapa penurunan ini secara konsisten terus terjadi hampir setiap bulannya, kita bahas bersama Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan di LPEM FEB UI, Teuku Riefky.\n\n#indeks #keyakinan #konsumen #ekonomi #bisnis \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "RHk_WVSDy3M"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 132.43414071548565, "y": 275.8625249589802, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.9394, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "RHk_WVSDy3M", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Peneliti FEB UI Analisis Penyebab Indeks Keyakinan Konsumen Turun\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Hasil survei konsumen Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen pada Mei 2026 turun dibanding bulan April. Penurunan ini menjadi level terendah sejak September 2025.\n\nSejumlah ekonom menilai penurunan indeks kepercayaan konsumen ini terutama disebabkan oleh melemahnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini. Pelemahan kepercayaan konsumen terjadi seiring meningkatnya volatilitas harga pangan dan melemahnya rupiah.\n\nMelemahnya sentimen juga didorong oleh persepsi yang lebih rendah terhadap kondisi pendapatan saat ini. Meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan nilai tukar rupiah dapat membebani daya beli, sentimen, dan aktivitas pengeluaran konsumen.\n\nMengapa penurunan ini secara konsisten terus terjadi hampir setiap bulannya, kita bahas bersama Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan di LPEM FEB UI, Teuku Riefky.\n\n#indeks #keyakinan #konsumen #ekonomi #bisnis \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "RHk_WVSDy3M"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 717.955357884878, "y": 84.0451023132761, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.2915, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "qMyW229NVcc", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Indeks Keyakinan Konsumen Turun, Terendah Sejak September 2025! Ini Kata Peneliti FEB UI\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Hasil survei konsumen Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen pada Mei 2026 turun dibanding bulan April. Penurunan ini menjadi level terendah sejak September 2025.\n\nSejumlah ekonom menilai penurunan indeks kepercayaan konsumen ini terutama disebabkan oleh melemahnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini. Pelemahan kepercayaan konsumen terjadi seiring meningkatnya volatilitas harga pangan dan melemahnya rupiah.\n\nMelemahnya sentimen juga didorong oleh persepsi yang lebih rendah terhadap kondisi pendapatan saat ini. Meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan nilai tukar rupiah dapat membebani daya beli, sentimen, dan aktivitas pengeluaran konsumen.\n\nMengapa penurunan ini secara konsisten terus terjadi hampir setiap bulannya, kita bahas bersama Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan di LPEM FEB UI, Teuku Riefky.\n\nProduser: Theo Reza\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "qMyW229NVcc"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 559.2800475120954, "y": 857.7768489445698, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.6155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "qMyW229NVcc", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Indeks Keyakinan Konsumen Turun, Terendah Sejak September 2025! Ini Kata Peneliti FEB UI\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Hasil survei konsumen Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen pada Mei 2026 turun dibanding bulan April. Penurunan ini menjadi level terendah sejak September 2025.\n\nSejumlah ekonom menilai penurunan indeks kepercayaan konsumen ini terutama disebabkan oleh melemahnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini. Pelemahan kepercayaan konsumen terjadi seiring meningkatnya volatilitas harga pangan dan melemahnya rupiah.\n\nMelemahnya sentimen juga didorong oleh persepsi yang lebih rendah terhadap kondisi pendapatan saat ini. Meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan nilai tukar rupiah dapat membebani daya beli, sentimen, dan aktivitas pengeluaran konsumen.\n\nMengapa penurunan ini secara konsisten terus terjadi hampir setiap bulannya, kita bahas bersama Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan di LPEM FEB UI, Teuku Riefky.\n\nProduser: Theo Reza\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "qMyW229NVcc"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 170.1241801968326, "y": 227.76048053597964, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.2915, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NQMO4fZyl70", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Sampai Kapan Subsidi BBM Bisa Bertahan di Tengah Naiknya Harga BBM dan Rupiah Melemah?\n\nKABARBURSA.COM — Menjelang pembahasan RAPBN 2027, pemerintah kembali dihadapkan pada dilema subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap rupiah. Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,6 triliun, angka yang menjaga daya beli masyarakat namun juga mempersempit ruang fiskal untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan. Ketergantungan Indonesia pada impor energi membuat beban subsidi otomatis membesar setiap kali harga minyak dunia naik dan rupiah melemah.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut langsung biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, dan kesehatan APBN jangka panjang. Saksikan ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#subsidibbm #rapbn2027 #subsidienergi #hargabbm #apbn #fiskalindonesia #kementeriankeuangan #ekonomiindonesia #rupiah #hargaminyakdunia #kebijakanenergi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "NQMO4fZyl70"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 33.29345920339954, "y": 416.71070546462295, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.9394, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NQMO4fZyl70", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Sampai Kapan Subsidi BBM Bisa Bertahan di Tengah Naiknya Harga BBM dan Rupiah Melemah?\n\nKABARBURSA.COM — Menjelang pembahasan RAPBN 2027, pemerintah kembali dihadapkan pada dilema subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap rupiah. Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,6 triliun, angka yang menjaga daya beli masyarakat namun juga mempersempit ruang fiskal untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan. Ketergantungan Indonesia pada impor energi membuat beban subsidi otomatis membesar setiap kali harga minyak dunia naik dan rupiah melemah.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut langsung biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, dan kesehatan APBN jangka panjang. Saksikan ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#subsidibbm #rapbn2027 #subsidienergi #hargabbm #apbn #fiskalindonesia #kementeriankeuangan #ekonomiindonesia #rupiah #hargaminyakdunia #kebijakanenergi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "NQMO4fZyl70"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 653.0880322295912, "y": 439.93736219392696, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.2915, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "coJPPSyyerM", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Bakal Turun?! Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai!\n\nBBM Bakal Turun? Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai! Apakah perdamaian permanen antara Iran dan Amerika Serikat benar-benar bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia dari ancaman krisis energi dan lonjakan inflasi? \n\nDalam video analisis ekonomi global ini, kita akan membedah dampak masif dari pembukaan kembali Selat Hormuz jika resolusi damai antara Iran dan AS terealisasi secara permanen. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak bumi global. Konflik geopolitik di wilayah ini selalu berhasil membuat harga minyak mentah dunia meroket dan mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri.\n\nNamun, apa yang terjadi jika kedua negara ini mendadak damai? Bagi masyarakat Indonesia, keuntungan utamanya sangat nyata: stabilitas harga BBM dan tarif listrik, keamanan armada kapal tanker nasional seperti milik Pertamina, hingga pengurangan subsidi energi pada APBN kita. Dampak domonino ini tidak hanya memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, tetapi juga menekan biaya impor bahan baku yang membuat harga bahan pokok di pasar tradisional tetap murah dan terjangkau.\n\nSaksikan juga analisis kritis mengenai sektor industri Indonesia mana yang paling cepat merasakan dampak positif ini. Mulai dari sektor logistik, sektor transportasi, hingga sektor manufaktur dan industri barang konsumsi (FMCG) yang siap melakukan ekspansi pasar ekspor secara masif karena penurunan biaya operasional.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai masa depan perdamaian Timur Tengah ini? Apakah stabilitas ekonomi Indonesia akan sepenuhnya aman? Tuliskan analisis kritis Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #IranASDamai #hargabbm  #ekonomiindonesia  #selathormuz  #SubsidiEnergi #geopolitik  #analisisekonomi  #beritahariini  #logistikindonesia  #pertamina  #RupiahMenguat #youtubenews \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "coJPPSyyerM"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 273.2541643624872, "y": 192.9244197418617, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.9394, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "coJPPSyyerM", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Bakal Turun?! Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai!\n\nBBM Bakal Turun? Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai! Apakah perdamaian permanen antara Iran dan Amerika Serikat benar-benar bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia dari ancaman krisis energi dan lonjakan inflasi? \n\nDalam video analisis ekonomi global ini, kita akan membedah dampak masif dari pembukaan kembali Selat Hormuz jika resolusi damai antara Iran dan AS terealisasi secara permanen. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak bumi global. Konflik geopolitik di wilayah ini selalu berhasil membuat harga minyak mentah dunia meroket dan mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri.\n\nNamun, apa yang terjadi jika kedua negara ini mendadak damai? Bagi masyarakat Indonesia, keuntungan utamanya sangat nyata: stabilitas harga BBM dan tarif listrik, keamanan armada kapal tanker nasional seperti milik Pertamina, hingga pengurangan subsidi energi pada APBN kita. Dampak domonino ini tidak hanya memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, tetapi juga menekan biaya impor bahan baku yang membuat harga bahan pokok di pasar tradisional tetap murah dan terjangkau.\n\nSaksikan juga analisis kritis mengenai sektor industri Indonesia mana yang paling cepat merasakan dampak positif ini. Mulai dari sektor logistik, sektor transportasi, hingga sektor manufaktur dan industri barang konsumsi (FMCG) yang siap melakukan ekspansi pasar ekspor secara masif karena penurunan biaya operasional.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai masa depan perdamaian Timur Tengah ini? Apakah stabilitas ekonomi Indonesia akan sepenuhnya aman? Tuliskan analisis kritis Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #IranASDamai #hargabbm  #ekonomiindonesia  #selathormuz  #SubsidiEnergi #geopolitik  #analisisekonomi  #beritahariini  #logistikindonesia  #pertamina  #RupiahMenguat #youtubenews \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "coJPPSyyerM"}}], "edges": [{"key": "MalauSion_", "source": "MalauSion_", "target": "ardisatriawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ferizandra", "source": "ferizandra", "target": "me_pipin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "fakta_banten", "source": "fakta_banten", "target": "fakta_banten", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "wiseclipperr", "source": "wiseclipperr", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "wiseclipperr", "source": "wiseclipperr", "target": "Bernadus", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "rominofrian", "source": "rominofrian", "target": "Sumber", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@dosecreativechannel", "source": "@dosecreativechannel", "target": "dosecreativechannel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@gotvnewsofficial", "source": "@gotvnewsofficial", "target": "gotvnewsofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}