{"nodes": [{"key": "urrhoneybby", "attributes": {"label": "urrhoneybby", "x": 742.5494542144326, "y": 248.7741032797446, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 29.1121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068041664342761734", "id": "urrhoneybby", "source": "tweet-000004", "content": "Apa salah nya pdip, asbun nya megawati gk bikin ihsg anjlok, rupiah inflasi parah dlm 1,5thn. Dibanding kabinet wowo ya mending pdip kemana”", "post_id": "2068041664342761734"}}, {"key": "harianTXT", "attributes": {"label": "harianTXT", "x": 724.1027050296188, "y": 236.39456027024474, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 53.8574, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068041664342761734", "id": "harianTXT", "source": "tweet-000004", "content": "Apa salah nya pdip, asbun nya megawati gk bikin ihsg anjlok, rupiah inflasi parah dlm 1,5thn. Dibanding kabinet wowo ya mending pdip kemana”", "post_id": "2068041664342761734"}}, {"key": "ahliCINTA", "attributes": {"label": "ahliCINTA", "x": 713.1454197644018, "y": 664.3440885092866, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 29.1121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068554716364079453", "id": "ahliCINTA", "source": "tweet-000004", "content": "Orang kalo dah jadi bagian dari rezim, suka kehilangan jati diri dan pemikiran kritisnya. Rupiah anjlok terus malah daya beli masyarakat sendiri jadi merosot, jangka panjangnya sektor pariwisata makin banyak yg bangkrut. Faldo kalo saya yg jadi dosen, nilai E aja sekalian biar", "post_id": "2068554716364079453"}}, {"key": "direktoridosen", "attributes": {"label": "direktoridosen", "x": 277.5333051066002, "y": 488.71343960458955, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 53.8574, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068554716364079453", "id": "direktoridosen", "source": "tweet-000004", "content": "Orang kalo dah jadi bagian dari rezim, suka kehilangan jati diri dan pemikiran kritisnya. Rupiah anjlok terus malah daya beli masyarakat sendiri jadi merosot, jangka panjangnya sektor pariwisata makin banyak yg bangkrut. Faldo kalo saya yg jadi dosen, nilai E aja sekalian biar", "post_id": "2068554716364079453"}}, {"key": "yogiadiprasetya", "attributes": {"label": "yogiadiprasetya", "x": 794.2203302505031, "y": 979.526203060951, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 29.1121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068273762785788248", "id": "yogiadiprasetya", "source": "tweet-000004", "content": "harga barang semua naik ga terkendali, IHSG anjlok, rupiah lebih melemah lagi, IMF bisa masuk, dll. Makannya yg merasa indonesia mau bubar ini mikirnya kejauhan.", "post_id": "2068273762785788248"}}, {"key": "tanyakanrl", "attributes": {"label": "tanyakanrl", "x": 336.251447606393, "y": 983.7451836388425, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 53.8574, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068273762785788248", "id": "tanyakanrl", "source": "tweet-000004", "content": "harga barang semua naik ga terkendali, IHSG anjlok, rupiah lebih melemah lagi, IMF bisa masuk, dll. Makannya yg merasa indonesia mau bubar ini mikirnya kejauhan.", "post_id": "2068273762785788248"}}, {"key": "dyazincahya", "attributes": {"label": "dyazincahya", "x": 681.5982893785998, "y": 251.83430704892774, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 29.1121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068602111303332127", "id": "dyazincahya", "source": "tweet-000004", "content": "Klaim ekonomi tumbuh 5,61% & lampaui G20 itu cuma ilusi makro. \n\nRealita mikronya: \n- Rupiah anjlok ke 17-18rb\n- BBM meroket, dan;\n- UMR jalan di tempat. \n\nPercuma pamer PDB naik kalo daya beli kelas menengah ancur. Jadi mahluk bernama \"ekonomi\" ini tumbuh buat siapa?🤡\n\nCMIIW🫣", "post_id": "2068602111303332127"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 13.715146275078194, "y": 975.4205258038334, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 53.8574, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068602111303332127", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Klaim ekonomi tumbuh 5,61% & lampaui G20 itu cuma ilusi makro. \n\nRealita mikronya: \n- Rupiah anjlok ke 17-18rb\n- BBM meroket, dan;\n- UMR jalan di tempat. \n\nPercuma pamer PDB naik kalo daya beli kelas menengah ancur. Jadi mahluk bernama \"ekonomi\" ini tumbuh buat siapa?🤡\n\nCMIIW🫣", "post_id": "2068602111303332127"}}, {"key": "adrierochimi", "attributes": {"label": "adrierochimi", "x": 213.29753446363364, "y": 101.19858877467702, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 29.1121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069679876001476629", "id": "adrierochimi", "source": "tweet-000004", "content": "Dan kondisi ini sdh dirasakan sejak 2017 pak . Daya beli masyarakat menurun. Rupiah seperti TDK ada nilanua . Bayangin aja uang 100K dibelanjakan 1 hari habis. Sementara cari uang 100K sulit sekali. Artinya nilai rupiah anjlok . Dan saya rasakan sejak 2017 lalu", "post_id": "2069679876001476629"}}, {"key": "ekowboy2", "attributes": {"label": "ekowboy2", "x": 416.5779098113794, "y": 722.3055181085025, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 53.8574, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069679876001476629", "id": "ekowboy2", "source": "tweet-000004", "content": "Dan kondisi ini sdh dirasakan sejak 2017 pak . Daya beli masyarakat menurun. Rupiah seperti TDK ada nilanua . Bayangin aja uang 100K dibelanjakan 1 hari habis. Sementara cari uang 100K sulit sekali. Artinya nilai rupiah anjlok . Dan saya rasakan sejak 2017 lalu", "post_id": "2069679876001476629"}}, {"key": "williamg1808", "attributes": {"label": "williamg1808", "x": 971.136556080441, "y": 685.0856986844533, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 29.1121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069003796169297951", "id": "williamg1808", "source": "tweet-000004", "content": "Banyak mikir, itu gunanya biar rupiah ga terus terusan anjlok, inflasi double digit uda mulai, mau ga mau segala cara dilakuin biar rupiah ga terus terusan melemah\nSesimpel itu", "post_id": "2069003796169297951"}}, {"key": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "txtdaritaxpayer", "x": 455.4915625254078, "y": 971.3768238054491, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 53.8574, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069003796169297951", "id": "txtdaritaxpayer", "source": "tweet-000004", "content": "Banyak mikir, itu gunanya biar rupiah ga terus terusan anjlok, inflasi double digit uda mulai, mau ga mau segala cara dilakuin biar rupiah ga terus terusan melemah\nSesimpel itu", "post_id": "2069003796169297951"}}, {"key": "erinasyafiaalmahyra", "attributes": {"label": "erinasyafiaalmahyra", "x": 247.98343988505923, "y": 310.2245056517067, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 29.1121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7651267859301076231", "id": "erinasyafiaalmahyra", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH ANJLOK! APA YANG SEBENARNYA TERJADI? 🚨 Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat banyak masyarakat khawatir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. � Reuters + 1 📉 Ketika rupiah melemah, harga barang impor berpotensi naik karena biaya pembelian dari luar negeri menjadi lebih mahal. Selain itu, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan sehingga membuat investor semakin waspada. � Maybank Trade + 2 🏦 Untuk membantu menstabilkan keadaan, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. � Reuters + 2 ❓ Apakah Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Belum tentu. Naik turunnya nilai mata uang merupakan hal yang bisa terjadi karena berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi harga barang, investasi, dan perekonomian secara umum. � Reuters + 1 🔥 Fakta yang jarang dibahas: • Rupiah sempat mendekati Rp18.200 per dolar AS. � • Bank Indonesia melakukan kenaikan suku buna di luar jadwal normal. � • Investor global sedang mencermati kondisi ekonomi Indonesia dengan sangat ketat. � Reuters + 1 Reuters + 1 Reuters + 1 👇 Menurut kamu, apakah rupiah akan kembali menguat?  Klip  #rupiah #EkonomiIndonesia #BeritaViral #FaktaMenarik #TikTokNews", "post_id": "7651267859301076231"}}, {"key": "Ternak", "attributes": {"label": "Ternak", "x": 792.4433679605636, "y": 482.66118278207557, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 53.8574, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7651267859301076231", "id": "Ternak", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH ANJLOK! APA YANG SEBENARNYA TERJADI? 🚨 Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat banyak masyarakat khawatir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. � Reuters + 1 📉 Ketika rupiah melemah, harga barang impor berpotensi naik karena biaya pembelian dari luar negeri menjadi lebih mahal. Selain itu, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan sehingga membuat investor semakin waspada. � Maybank Trade + 2 🏦 Untuk membantu menstabilkan keadaan, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. � Reuters + 2 ❓ Apakah Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Belum tentu. Naik turunnya nilai mata uang merupakan hal yang bisa terjadi karena berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi harga barang, investasi, dan perekonomian secara umum. � Reuters + 1 🔥 Fakta yang jarang dibahas: • Rupiah sempat mendekati Rp18.200 per dolar AS. � • Bank Indonesia melakukan kenaikan suku buna di luar jadwal normal. � • Investor global sedang mencermati kondisi ekonomi Indonesia dengan sangat ketat. � Reuters + 1 Reuters + 1 Reuters + 1 👇 Menurut kamu, apakah rupiah akan kembali menguat?  Klip  #rupiah #EkonomiIndonesia #BeritaViral #FaktaMenarik #TikTokNews", "post_id": "7651267859301076231"}}, {"key": "kyroclp", "attributes": {"label": "kyroclp", "x": 30.4491129443073, "y": 573.5630127267808, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 29.1121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654453841185754389", "id": "kyroclp", "source": "tiktok-000001", "content": "KAMU MASIH BANGGA JADI NASABAH PRIORITAS? INI KESALAHAN FATAL! ​Banyak orang pamer kartu prioritas, padahal saldo Rp1 Miliar mereka pelan-pelan digerus inflasi. ​Ini yang banyak orang tidak sadar: fasilitas mewah di bank itu cuma umpan agar uangmu tetap mengendap dan mati. ​Berikut 3 realita pahit yang sengaja disembunyikan: 1. ​Magnet Pajak: Begitu saldo menyentuh Rp1 Miliar, rekeningmu otomatis masuk radar pantauan pemerintah. 2. ​Rupiah Melemah: Menyimpan uang tunai dalam Rupiah membuat daya belimu anjlok akibat pelemahan nilai mata uang. 3. ​Ilusi Kaya: Fasilitas lounge gratis tidak sebanding dengan potensi cuan yang hilang jika uang itu diputar di instrumen lain. ​Jangan mau ditukar kenyamanan semu, sementara asetmu terus menyusut setiap detiknya. ​Menurutmu, mending simpan Rp1 Miliar di bank atau putar di tempat lain? Tulis di kolom komentar! 👇 speak of: A | Cryptopreneur 🚀💰  #stevenanderson #andersonnsteven #cryptoclass #andersonnstevenxgcpk1", "post_id": "7654453841185754389"}}, {"key": "Steven", "attributes": {"label": "Steven", "x": 15.618407723174688, "y": 642.9230316030477, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 53.8574, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654453841185754389", "id": "Steven", "source": "tiktok-000001", "content": "KAMU MASIH BANGGA JADI NASABAH PRIORITAS? INI KESALAHAN FATAL! ​Banyak orang pamer kartu prioritas, padahal saldo Rp1 Miliar mereka pelan-pelan digerus inflasi. ​Ini yang banyak orang tidak sadar: fasilitas mewah di bank itu cuma umpan agar uangmu tetap mengendap dan mati. ​Berikut 3 realita pahit yang sengaja disembunyikan: 1. ​Magnet Pajak: Begitu saldo menyentuh Rp1 Miliar, rekeningmu otomatis masuk radar pantauan pemerintah. 2. ​Rupiah Melemah: Menyimpan uang tunai dalam Rupiah membuat daya belimu anjlok akibat pelemahan nilai mata uang. 3. ​Ilusi Kaya: Fasilitas lounge gratis tidak sebanding dengan potensi cuan yang hilang jika uang itu diputar di instrumen lain. ​Jangan mau ditukar kenyamanan semu, sementara asetmu terus menyusut setiap detiknya. ​Menurutmu, mending simpan Rp1 Miliar di bank atau putar di tempat lain? Tulis di kolom komentar! 👇 speak of: A | Cryptopreneur 🚀💰  #stevenanderson #andersonnsteven #cryptoclass #andersonnstevenxgcpk1", "post_id": "7654453841185754389"}}, {"key": "@sb30official", "attributes": {"label": "@sb30official", "x": 220.77766037553104, "y": 865.256199765043, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.1121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "uPmPqZfR5q4", "id": "@sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "INDONESIA GELAP: Negara Kaya Batu Bara, Kok Mati Terus Merugikan Pengusaha UMKM?\n\n00:00 Hook: Jeritan UMKM di Bandung Hingga Isu Konspirasi \"Blackout 7 Hari\" di Tahun 2026\n\n00:51 Realita Makro: Kerugian Sektor Manufaktur Tembus Miliaran Rupiah Per Jam Akibat Pemadaman\n\n01:55 Ironi Sistem Jamali: Cadangan Daya 32% yang Tetap Jebol Akibat Krisis di Sektor Hulu\n\n02:35 Ketimpangan Modal: Mengapa UMKM Menjadi Korban Paling Rentan dari Kegagalan Sistem Terpusat\n\n03:29 Kronologi Krisis Kelistrikan 2026: Membaca Manipulasi Data Keamanan Stok Batubara PLN\n\n04:39 4 Faktor Utama Meledaknya Krisis: Kebijakan Kuota Produksi Hingga Kontrak Finansial Kaku\n\n05:28 Faktor 1 & 2—Disparitas Harga: Mengapa Pengusaha Tambang Lebih Memilih Ekspor Senilai $120 Per Ton\n\n06:38 Faktor 3—Psikologi Kuota Beras: Logika Pengusaha Mengamankan Margin di Tengah Pemotongan Kuota\n\n07:19 Transisi Satu Pintu Danantara (DSI): Benarkah Ada Aksi \"Jual Massal\" Sebelum Regulasi 2027?\n\n08:24 Faktor 4—Jeratan Finansial Kontrak Swasta: Menguliti Beban Biaya PLN yang Mengikat Arus Kas\n\n09:05 Hambatan Likuiditas PLN: Kapal Eskpor Terus Berlayar Saat Pembangkit Domestik Kehabisan Bahan Bakar\n\n09:44 Dampak Berantai Krisis Air: Kelumpuhan Rumah Pompa PDAM di Surabaya, Kediri, Hingga Medan\n\n10:40 Ironi Negara Raksasa Energi: Ketika Adonan Roti Rusak & Omset Fotokopi Anjlok Kena Sektor Hulu\n\n11:26 Target Pajak 2026 Terancam: Bagaimana Matinya Listrik Menggerogoti Basis Konsumsi Domestik\n\n12:14 Gelombang Protes Mahasiswa: Mempertanyakan Transparansi dan Lingkaran Elite di Samping Pak Prabowo\n\n13:08 Klaim Meleset Pemerintah: Janji Stok Aman Menteri Bahlil Versus Analisis Skeptis Lembaga Independen (IESR)\n\n14:18 Solusi Jangka Pendek vs Masalah Struktural: Kebiasaan Penambalan Permukaan yang Terus Berulang\n\n15:14 Bahaya Monopoli Energi: Ketiadaan Alternatif \"Plan B\" Bagi Konsumen Ketika Sistem Utama Gagal\n\n16:41 Refleksi Ketahanan Energi: Ketergantungan 75% Batubara & Hak Rakyat Atas Transparansi Informasi\n\n18:20 Closing: Suarakan Aspirasi di Kolom Komentar, Mari Selamatkan Ekonomi Keluarga! Salam Hebat Luar Biasa!\n\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "uPmPqZfR5q4"}}, {"key": "sb30official", "attributes": {"label": "sb30official", "x": 131.88434834500094, "y": 33.019827164820214, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 53.8574, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uPmPqZfR5q4", "id": "sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "INDONESIA GELAP: Negara Kaya Batu Bara, Kok Mati Terus Merugikan Pengusaha UMKM?\n\n00:00 Hook: Jeritan UMKM di Bandung Hingga Isu Konspirasi \"Blackout 7 Hari\" di Tahun 2026\n\n00:51 Realita Makro: Kerugian Sektor Manufaktur Tembus Miliaran Rupiah Per Jam Akibat Pemadaman\n\n01:55 Ironi Sistem Jamali: Cadangan Daya 32% yang Tetap Jebol Akibat Krisis di Sektor Hulu\n\n02:35 Ketimpangan Modal: Mengapa UMKM Menjadi Korban Paling Rentan dari Kegagalan Sistem Terpusat\n\n03:29 Kronologi Krisis Kelistrikan 2026: Membaca Manipulasi Data Keamanan Stok Batubara PLN\n\n04:39 4 Faktor Utama Meledaknya Krisis: Kebijakan Kuota Produksi Hingga Kontrak Finansial Kaku\n\n05:28 Faktor 1 & 2—Disparitas Harga: Mengapa Pengusaha Tambang Lebih Memilih Ekspor Senilai $120 Per Ton\n\n06:38 Faktor 3—Psikologi Kuota Beras: Logika Pengusaha Mengamankan Margin di Tengah Pemotongan Kuota\n\n07:19 Transisi Satu Pintu Danantara (DSI): Benarkah Ada Aksi \"Jual Massal\" Sebelum Regulasi 2027?\n\n08:24 Faktor 4—Jeratan Finansial Kontrak Swasta: Menguliti Beban Biaya PLN yang Mengikat Arus Kas\n\n09:05 Hambatan Likuiditas PLN: Kapal Eskpor Terus Berlayar Saat Pembangkit Domestik Kehabisan Bahan Bakar\n\n09:44 Dampak Berantai Krisis Air: Kelumpuhan Rumah Pompa PDAM di Surabaya, Kediri, Hingga Medan\n\n10:40 Ironi Negara Raksasa Energi: Ketika Adonan Roti Rusak & Omset Fotokopi Anjlok Kena Sektor Hulu\n\n11:26 Target Pajak 2026 Terancam: Bagaimana Matinya Listrik Menggerogoti Basis Konsumsi Domestik\n\n12:14 Gelombang Protes Mahasiswa: Mempertanyakan Transparansi dan Lingkaran Elite di Samping Pak Prabowo\n\n13:08 Klaim Meleset Pemerintah: Janji Stok Aman Menteri Bahlil Versus Analisis Skeptis Lembaga Independen (IESR)\n\n14:18 Solusi Jangka Pendek vs Masalah Struktural: Kebiasaan Penambalan Permukaan yang Terus Berulang\n\n15:14 Bahaya Monopoli Energi: Ketiadaan Alternatif \"Plan B\" Bagi Konsumen Ketika Sistem Utama Gagal\n\n16:41 Refleksi Ketahanan Energi: Ketergantungan 75% Batubara & Hak Rakyat Atas Transparansi Informasi\n\n18:20 Closing: Suarakan Aspirasi di Kolom Komentar, Mari Selamatkan Ekonomi Keluarga! Salam Hebat Luar Biasa!\n\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "uPmPqZfR5q4"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 850.0283850276273, "y": 200.94949698095797, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.1121, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 102.33609460749493, "y": 382.2130178362568, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.2984, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 588.4601645820856, "y": 235.70921920284948, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.2984, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 564.8360242122897, "y": 218.67779850895118, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.2984, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 405.1613796436903, "y": 512.0745879748572, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.2984, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "@dosecreativechannel", "attributes": {"label": "@dosecreativechannel", "x": 623.150381622001, "y": 150.37027952943282, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.1121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "bNAZ0HcfsTw", "id": "@dosecreativechannel", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH ANJLOK, BISNIS KREATIF HARUS GIMANA? - MARIO UTAMA\n\nRupiah melemah, IHSG jeblok, dan biaya operasional software makin melambung tinggi. Apakah ini akhir bagi para pelaku industri kreatif lokal, atau justru peluang emas untuk jemput cuan dolar?\n\nDi episode Level Up kali ini, Natasha Liotania mengupas tuntas dampak melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap ekosistem dunia kreatif bersama Mario Utama. Mulai dari statement kontroversial pejabat publik, naiknya biaya subscription tools harian (Adobe, Figma, Canva), hingga rahasia bagaimana agensi kreatif bisa memutar otak agar tidak sekadar bertahan, tapi tetap fleksibel menghadapi badai ekonomi.\n\nMario juga membagikan insight mahal tentang pentingnya klausul kontrak kerja, shifting target market ke industri upper class, hingga tips esensial bagi desainer dan kreator lokal agar bisa sukses outsourcing ke pasar luar negeri (Singapura & Amerika) demi mendapatkan dolar pertama mereka!\n\nTonton video ini sampai habis untuk tahu cara mengubah krisis menjadi peluang nyata!\n\n#dosecreative #podcastindonesia #creativeindustry #rupiahmelemah #dollarnaik #industrikreatif \n\n--\n\n⚠️ DISCLAIMER:\nPembahasan dan analisis brand dalam video ini bertujuan murni untuk kebutuhan edukasi, berbagi wawasan (sharing), serta pembelajaran strategi branding dan bisnis. Sama sekali tidak ada niat atau maksud untuk menjelek-jelekkan ataupun menjatuhkan brand tertentu yang disebutkan di dalam video.\n\n--\n\n🚀 DOSE CREATIVE CHANNEL\nA space where creativity meets business. DOSE Creative Channel explores how ideas, design, and branding shape the way we build and grow in the creative industry.\n👉 Subscribe for insights, stories, and inspiration:\n   /   \n\nMario Utama — founder of DOSE Creative Channel and Rubicube\n📸 Follow Mario:\n  / marioutama  \n\nNatasha Lyotania — Public Figure & Host DOSE Creative Channel\n📸 Follow Natasha:\n  / chacanatashaa  \n\nFollow our Instagram\n  / dose.creative.network  \n—\nPowered by Mario Utama and DOSE CREATIVE CHANNEL\nManaged by Creadix   / crea.dix", "post_id": "bNAZ0HcfsTw"}}, {"key": "dosecreativechannel", "attributes": {"label": "dosecreativechannel", "x": 547.0397817874469, "y": 627.3598843855472, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 53.8574, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bNAZ0HcfsTw", "id": "dosecreativechannel", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH ANJLOK, BISNIS KREATIF HARUS GIMANA? - MARIO UTAMA\n\nRupiah melemah, IHSG jeblok, dan biaya operasional software makin melambung tinggi. Apakah ini akhir bagi para pelaku industri kreatif lokal, atau justru peluang emas untuk jemput cuan dolar?\n\nDi episode Level Up kali ini, Natasha Liotania mengupas tuntas dampak melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap ekosistem dunia kreatif bersama Mario Utama. Mulai dari statement kontroversial pejabat publik, naiknya biaya subscription tools harian (Adobe, Figma, Canva), hingga rahasia bagaimana agensi kreatif bisa memutar otak agar tidak sekadar bertahan, tapi tetap fleksibel menghadapi badai ekonomi.\n\nMario juga membagikan insight mahal tentang pentingnya klausul kontrak kerja, shifting target market ke industri upper class, hingga tips esensial bagi desainer dan kreator lokal agar bisa sukses outsourcing ke pasar luar negeri (Singapura & Amerika) demi mendapatkan dolar pertama mereka!\n\nTonton video ini sampai habis untuk tahu cara mengubah krisis menjadi peluang nyata!\n\n#dosecreative #podcastindonesia #creativeindustry #rupiahmelemah #dollarnaik #industrikreatif \n\n--\n\n⚠️ DISCLAIMER:\nPembahasan dan analisis brand dalam video ini bertujuan murni untuk kebutuhan edukasi, berbagi wawasan (sharing), serta pembelajaran strategi branding dan bisnis. Sama sekali tidak ada niat atau maksud untuk menjelek-jelekkan ataupun menjatuhkan brand tertentu yang disebutkan di dalam video.\n\n--\n\n🚀 DOSE CREATIVE CHANNEL\nA space where creativity meets business. DOSE Creative Channel explores how ideas, design, and branding shape the way we build and grow in the creative industry.\n👉 Subscribe for insights, stories, and inspiration:\n   /   \n\nMario Utama — founder of DOSE Creative Channel and Rubicube\n📸 Follow Mario:\n  / marioutama  \n\nNatasha Lyotania — Public Figure & Host DOSE Creative Channel\n📸 Follow Natasha:\n  / chacanatashaa  \n\nFollow our Instagram\n  / dose.creative.network  \n—\nPowered by Mario Utama and DOSE CREATIVE CHANNEL\nManaged by Creadix   / crea.dix", "post_id": "bNAZ0HcfsTw"}}], "edges": [{"key": "urrhoneybby", "source": "urrhoneybby", "target": "harianTXT", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ahliCINTA", "source": "ahliCINTA", "target": "direktoridosen", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "yogiadiprasetya", "source": "yogiadiprasetya", "target": "tanyakanrl", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dyazincahya", "source": "dyazincahya", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "adrierochimi", "source": "adrierochimi", "target": "ekowboy2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "williamg1808", "source": "williamg1808", "target": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "erinasyafiaalmahyra", "source": "erinasyafiaalmahyra", "target": "Ternak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "kyroclp", "source": "kyroclp", "target": "Steven", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@sb30official", "source": "@sb30official", "target": "sb30official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@dosecreativechannel", "source": "@dosecreativechannel", "target": "dosecreativechannel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}