{"nodes": [{"key": "gusrully", "attributes": {"label": "gusrully", "x": 384.832621404809, "y": 596.715225210121, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.5536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067439239344832631", "id": "gusrully", "source": "retweet-000002", "content": "Konflik geopolitik dunia menekan rupiah dan menaikkan harga energi, tetapi ekonomi Indonesia tidak boleh goyah! Kelola penge…", "post_id": "2067439239344832631"}}, {"key": "ldii_news", "attributes": {"label": "ldii_news", "x": 235.63151253279756, "y": 886.6927230738727, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 16.4639, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2067439239344832631", "id": "ldii_news", "source": "retweet-000002", "content": "Konflik geopolitik dunia menekan rupiah dan menaikkan harga energi, tetapi ekonomi Indonesia tidak boleh goyah! Kelola penge…", "post_id": "2067439239344832631"}}, {"key": "newsabangsa", "attributes": {"label": "newsabangsa", "x": 308.91201961859383, "y": 639.0200497949573, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 20.0932, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "2069268430897959218", "id": "newsabangsa", "source": "retweet-000002", "content": "Tekanan terhadap rupiah dipicu sejumlah sentimen eksternal, mulai dari penguatan dolar AS, dinamika geopolitik global, hin…", "post_id": "2069268430897959218"}}, {"key": "Parlecoid", "attributes": {"label": "Parlecoid", "x": 678.2196491461439, "y": 42.42994057656813, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.5536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067480701948375330", "id": "Parlecoid", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah Kamis pagi ini melemah hingga Rp17.856 per dolar AS setelah The Fed mempertahankan suku bunga tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik.  https://t.co/8hIWEaNQWB via  Biz ID https://t.co/aKxjpu4flr", "post_id": "2067480701948375330"}}, {"key": "asatunews", "attributes": {"label": "asatunews", "x": 303.8363609526951, "y": 796.7405279328499, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.3741, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067480701948375330", "id": "asatunews", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah Kamis pagi ini melemah hingga Rp17.856 per dolar AS setelah The Fed mempertahankan suku bunga tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik.  https://t.co/8hIWEaNQWB via  Biz ID https://t.co/aKxjpu4flr", "post_id": "2067480701948375330"}}, {"key": "rudolphmcfarla2", "attributes": {"label": "rudolphmcfarla2", "x": 605.4426683782862, "y": 364.71743033508955, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.5536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2068715797888082331", "id": "rudolphmcfarla2", "source": "tweet-000004", "content": "Menurut analisis Lembaga Penyelidikan Ekonomi & Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), pelemahan rupiah disebabkan oleh kombinasi sentimen internal eksternal. Faktor domestik saat ini pengaruh besar di samping ketidakpastian geopolitik global", "post_id": "2068715797888082331"}}, {"key": "icy_freezey", "attributes": {"label": "icy_freezey", "x": 938.313692243381, "y": 267.04005127821296, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.8271, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068715797888082331", "id": "icy_freezey", "source": "tweet-000004", "content": "Menurut analisis Lembaga Penyelidikan Ekonomi & Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), pelemahan rupiah disebabkan oleh kombinasi sentimen internal eksternal. Faktor domestik saat ini pengaruh besar di samping ketidakpastian geopolitik global", "post_id": "2068715797888082331"}}, {"key": "mldyrfn_", "attributes": {"label": "mldyrfn_", "x": 527.379877939552, "y": 279.1683068711025, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.8271, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068715797888082331", "id": "mldyrfn_", "source": "tweet-000004", "content": "Menurut analisis Lembaga Penyelidikan Ekonomi & Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), pelemahan rupiah disebabkan oleh kombinasi sentimen internal eksternal. Faktor domestik saat ini pengaruh besar di samping ketidakpastian geopolitik global", "post_id": "2068715797888082331"}}, {"key": "Aslipriok1973", "attributes": {"label": "Aslipriok1973", "x": 174.81720655825893, "y": 2.7017627479017925, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.8271, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068715797888082331", "id": "Aslipriok1973", "source": "tweet-000004", "content": "Menurut analisis Lembaga Penyelidikan Ekonomi & Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), pelemahan rupiah disebabkan oleh kombinasi sentimen internal eksternal. Faktor domestik saat ini pengaruh besar di samping ketidakpastian geopolitik global", "post_id": "2068715797888082331"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 239.43583385428636, "y": 585.2749407074577, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 77.0232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3925174845948851927_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah menguat 0,03% ke level 17.799 per dolar AS pada perdagangan Senin (22/6) pagi, di tengah pelemahan mayoritas mata uang Asia. Sempat dibuka melemah di 17.805, rupiah kemudian bergerak menguat hingga kisaran 17.799 per dolar AS pada pukul 10.00 WIB.\n\nSebagian besar mata uang regional justru melemah terhadap dolar AS, termasuk yen Jepang, dolar Singapura, ringgit Malaysia, dan won Korea Selatan. Pengamat menilai rupiah masih akan bergerak konsolidatif di tengah sentimen global dan sikap wait and see investor terhadap isu geopolitik serta klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI, dengan perkiraan rentang 17.750–17.850 per dolar AS. 📊\n\nSumber: katadata.co.id, 22 Juni 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#Rupiah #Kurs #USDIDR #Forex #PasarUang #IHSG #EkonomiIndonesia #Investasi #mancingsaham", "post_id": "3925174845948851927_52512310886"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 429.1812254356443, "y": 121.3849102032637, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 77.0232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3924832264409941756_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah melemah 0,12% ke Rp17.812/US$ pada Senin pagi (22/6/2026), seiring penguatan dolar AS dan pelemahan mayoritas mata uang Asia di tengah kembali meningkatnya tensi geopolitik AS–Iran yang mendorong penguatan aset safe haven.\n\nSementara itu, IHSG dibuka menguat 0,65% ke level 6.217, lebih baik dari bursa Asia yang cenderung mixed, ditopang sentimen MSCI dan penguatan teknikal, meski pasar masih mencermati risiko global dan harga minyak.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#rupiah #dolar #ihsg #saham #bloombergtechnoz", "post_id": "3924832264409941756_51748745734"}}, {"key": "19585064872", "attributes": {"label": "19585064872", "x": 566.5979803437384, "y": 100.47791074887691, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "19585064872", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "visualiterasi", "attributes": {"label": "visualiterasi", "x": 668.4843665950629, "y": 147.5584731122822, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3741, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "visualiterasi", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 429.47331995593, "y": 198.68385268752343, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 77.0232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3924840277559419648_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai memiliki peluang untuk kembali menguat hingga mencapai level 8.000 pada akhir 2026.\n\nRiset analis DBS William Simadiputra yang terbit pada 17 Juni 2026 menyebutkan, penurunan valuasi saham belakangan ini telah menciptakan peluang risiko dan imbal hasil yang lebih menarik bagi investor.\n\nTarget IHSG tersebut mencerminkan berbagai tantangan yang masih membayangi pasar, mulai dari pelemahan rupiah, ketidakpastian regulasi, hingga risiko geopolitik.\n\nDengan target 8.000, valuasi IHSG diperkirakan berada pada 12,6 kali price to earnings (P/E) tahun buku 2026, atau sekitar satu standar deviasi di bawah rata-rata 10 tahun sebesar 15 kali.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/valuasi-saham-mulai-menarik-ihsg-diproyeksi-capai-8000-pada-akhir-2026\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #valuasisaham #ihsg", "post_id": "3924840277559419648_3310659452"}}, {"key": "karirgram", "attributes": {"label": "karirgram", "x": 816.4343583243499, "y": 306.1459798405521, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3923502738870572748_4375881195", "id": "karirgram", "source": "instagram-000001", "content": "Kementerian Perdagangan (Kemendag) wanti-wanti pedagang yang menjual Minyakita di atas harga eceran tertinggi (HET) bisa terjerat sanksi. Sanksi tersebut berupa kurungan penjara hingga denda miliaran rupiah.\n\nPeringatan ini muncul usai munculnya kabar yang beredar mengenai adanya dugaan penjualan Minyakita di atas HET yang mencapai Rp22.000/liter. Saat ini, HET Minyakita dipatok Rp 15.700/liter di tingkat pengecer ke konsumen akhir.\n\nBerdasarkan pantauan langsung di lapangan, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Moga Simatupang menegaskan bahwa hasil pengawasan di Pasar Palmerah tidak ditemukan harga Minyakita sebesar Rp20.000-22.000/liter. Pengecekan ini dilakukan bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri, Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, dan Perum Bulog pada Kamis (18/6) kemarin.\n\n\"Kenyataan di lapangan, harga Minyakita di beberapa toko yang kami kunjungi di pasar ini rata-rata menjual sesuai HET yang telah ditetapkan dari pengecer ke konsumen, yaitu Rp 15.700 per liter,\" ujar Moga dalam keterangan, dikutip Jumat (19/6/2026).\n\nMoga juga mengingatkan bahwa pelaku usaha wajib mematuhi aturan pelabelan dan harga yang telah ditetapkan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, pelaku usaha dilarang memperdagangkan atau mendistribusikan barang atau jasa yang tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan pada label.\n\nTata niaga dan harga Minyakita yang telah diatur secara jelas dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 2396 Tahun 2025 mengenai Domestic Price Obligation (DPO). Berdasarkan aturan tersebut, skema harga Minyakita disepakati yaitu harga Rp 13.500/liter dari produsen ke distributor 1 (D1) atau BUMN Pangan; harga Rp 14.000/liter dari D1 ke Distributor 2 (D2); harga Rp 14.500/liter dari D2 ke pengecer; dan HET Rp 15.700/liter dari pengecer ke konsumen akhir.\n\nSumber: detikFinance \n\n•• \n\nUntuk informasi motivasi dan Lowongan Kerja lainnya Follow    \n\n#KarirGram #berita #Kerja #Pedagang", "post_id": "3923502738870572748_4375881195"}}, {"key": "KarirGram", "attributes": {"label": "KarirGram", "x": 141.46972271493928, "y": 970.6249206129162, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3741, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923502738870572748_4375881195", "id": "KarirGram", "source": "instagram-000001", "content": "Kementerian Perdagangan (Kemendag) wanti-wanti pedagang yang menjual Minyakita di atas harga eceran tertinggi (HET) bisa terjerat sanksi. Sanksi tersebut berupa kurungan penjara hingga denda miliaran rupiah.\n\nPeringatan ini muncul usai munculnya kabar yang beredar mengenai adanya dugaan penjualan Minyakita di atas HET yang mencapai Rp22.000/liter. Saat ini, HET Minyakita dipatok Rp 15.700/liter di tingkat pengecer ke konsumen akhir.\n\nBerdasarkan pantauan langsung di lapangan, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Moga Simatupang menegaskan bahwa hasil pengawasan di Pasar Palmerah tidak ditemukan harga Minyakita sebesar Rp20.000-22.000/liter. Pengecekan ini dilakukan bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri, Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, dan Perum Bulog pada Kamis (18/6) kemarin.\n\n\"Kenyataan di lapangan, harga Minyakita di beberapa toko yang kami kunjungi di pasar ini rata-rata menjual sesuai HET yang telah ditetapkan dari pengecer ke konsumen, yaitu Rp 15.700 per liter,\" ujar Moga dalam keterangan, dikutip Jumat (19/6/2026).\n\nMoga juga mengingatkan bahwa pelaku usaha wajib mematuhi aturan pelabelan dan harga yang telah ditetapkan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, pelaku usaha dilarang memperdagangkan atau mendistribusikan barang atau jasa yang tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan pada label.\n\nTata niaga dan harga Minyakita yang telah diatur secara jelas dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 2396 Tahun 2025 mengenai Domestic Price Obligation (DPO). Berdasarkan aturan tersebut, skema harga Minyakita disepakati yaitu harga Rp 13.500/liter dari produsen ke distributor 1 (D1) atau BUMN Pangan; harga Rp 14.000/liter dari D1 ke Distributor 2 (D2); harga Rp 14.500/liter dari D2 ke pengecer; dan HET Rp 15.700/liter dari pengecer ke konsumen akhir.\n\nSumber: detikFinance \n\n•• \n\nUntuk informasi motivasi dan Lowongan Kerja lainnya Follow    \n\n#KarirGram #berita #Kerja #Pedagang", "post_id": "3923502738870572748_4375881195"}}, {"key": "the.indonesia.post", "attributes": {"label": "the.indonesia.post", "x": 614.545744210644, "y": 162.5910710467191, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7653050172796144917", "id": "the.indonesia.post", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Analisis Fiskal : Isu Purbaya Tolak Pinjaman IMF-World Bank dan Kaitannya dengan Fluktuasi Rupiah Serta IHSG ⚖️ Pernyataan tegas Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa terkait komitmen menjaga kemandirian moneter tanpa bergantung pada pinjaman lembaga donor internasional memicu perdebatan sengit mengenai penyebab koreksi teknis nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan, sebuah analisis makroekonomi yang dinilai berimbang guna memetakan sentimen pasar riil dari faktor eksternal global. 📄 Berdasarkan data manifes perdagangan Bursa Efek Indonesia dan nilai kurs JISDOR, pelemahan instrumen keuangan domestik pada Juni 2026 ini faktualnya lebih dipengaruhi oleh sentimen tingginya suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta outflow modal asing jangka pendek. 📋 Otoritas  bersama  menegaskan bahwa kebijakan penolakan utang baru dari IMF maupun World Bank merupakan keputusan fungsional untuk menjaga rasio utang jangka panjang, sementara fluktuasi IHSG saat ini adalah siklus penyesuaian portofolio rutin investor makro yang tidak berkorelasi langsung dengan kebijakan penolakan pinjaman modal asing tersebut. 🔍 Langkah menjaga kedaulatan fiskal yang konsisten digaungkan oleh jajaran komisioner keuangan ini berdampak pada tingginya kepercayaan fundamental ekonomi bagi masyarakat bawah di tengah gejolak geopolitik. ✨  Ketegasan membatasi utang luar negeri patut didukung demi kedaulatan moneter nasional secara obyektif, namun di sisi lain, pemerintah dituntut bergerak taktis menciptakan stimulus investasi domestik yang ramah pasar agar volatilitas pasar modal tidak terus menekan kinerja korporasi lokal di ruang siber komersial. 🎯 Menurut analisis ekonomi Anda, apakah keputusan menolak pinjaman lembaga internasional sudah tepat bagi ketahanan jangka panjang Rupiah?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiahIHSG #PurbayaYudhiSadewa #KemandirianFiskal #EkonomiNasional", "post_id": "7653050172796144917"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 468.6847872131954, "y": 932.8085184024271, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.4639, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653050172796144917", "id": "bank_indonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Analisis Fiskal : Isu Purbaya Tolak Pinjaman IMF-World Bank dan Kaitannya dengan Fluktuasi Rupiah Serta IHSG ⚖️ Pernyataan tegas Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa terkait komitmen menjaga kemandirian moneter tanpa bergantung pada pinjaman lembaga donor internasional memicu perdebatan sengit mengenai penyebab koreksi teknis nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan, sebuah analisis makroekonomi yang dinilai berimbang guna memetakan sentimen pasar riil dari faktor eksternal global. 📄 Berdasarkan data manifes perdagangan Bursa Efek Indonesia dan nilai kurs JISDOR, pelemahan instrumen keuangan domestik pada Juni 2026 ini faktualnya lebih dipengaruhi oleh sentimen tingginya suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta outflow modal asing jangka pendek. 📋 Otoritas  bersama  menegaskan bahwa kebijakan penolakan utang baru dari IMF maupun World Bank merupakan keputusan fungsional untuk menjaga rasio utang jangka panjang, sementara fluktuasi IHSG saat ini adalah siklus penyesuaian portofolio rutin investor makro yang tidak berkorelasi langsung dengan kebijakan penolakan pinjaman modal asing tersebut. 🔍 Langkah menjaga kedaulatan fiskal yang konsisten digaungkan oleh jajaran komisioner keuangan ini berdampak pada tingginya kepercayaan fundamental ekonomi bagi masyarakat bawah di tengah gejolak geopolitik. ✨  Ketegasan membatasi utang luar negeri patut didukung demi kedaulatan moneter nasional secara obyektif, namun di sisi lain, pemerintah dituntut bergerak taktis menciptakan stimulus investasi domestik yang ramah pasar agar volatilitas pasar modal tidak terus menekan kinerja korporasi lokal di ruang siber komersial. 🎯 Menurut analisis ekonomi Anda, apakah keputusan menolak pinjaman lembaga internasional sudah tepat bagi ketahanan jangka panjang Rupiah?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiahIHSG #PurbayaYudhiSadewa #KemandirianFiskal #EkonomiNasional", "post_id": "7653050172796144917"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 924.8302844101654, "y": 380.4847351075269, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.4639, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653050172796144917", "id": "ojkindonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Analisis Fiskal : Isu Purbaya Tolak Pinjaman IMF-World Bank dan Kaitannya dengan Fluktuasi Rupiah Serta IHSG ⚖️ Pernyataan tegas Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa terkait komitmen menjaga kemandirian moneter tanpa bergantung pada pinjaman lembaga donor internasional memicu perdebatan sengit mengenai penyebab koreksi teknis nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan, sebuah analisis makroekonomi yang dinilai berimbang guna memetakan sentimen pasar riil dari faktor eksternal global. 📄 Berdasarkan data manifes perdagangan Bursa Efek Indonesia dan nilai kurs JISDOR, pelemahan instrumen keuangan domestik pada Juni 2026 ini faktualnya lebih dipengaruhi oleh sentimen tingginya suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta outflow modal asing jangka pendek. 📋 Otoritas  bersama  menegaskan bahwa kebijakan penolakan utang baru dari IMF maupun World Bank merupakan keputusan fungsional untuk menjaga rasio utang jangka panjang, sementara fluktuasi IHSG saat ini adalah siklus penyesuaian portofolio rutin investor makro yang tidak berkorelasi langsung dengan kebijakan penolakan pinjaman modal asing tersebut. 🔍 Langkah menjaga kedaulatan fiskal yang konsisten digaungkan oleh jajaran komisioner keuangan ini berdampak pada tingginya kepercayaan fundamental ekonomi bagi masyarakat bawah di tengah gejolak geopolitik. ✨  Ketegasan membatasi utang luar negeri patut didukung demi kedaulatan moneter nasional secara obyektif, namun di sisi lain, pemerintah dituntut bergerak taktis menciptakan stimulus investasi domestik yang ramah pasar agar volatilitas pasar modal tidak terus menekan kinerja korporasi lokal di ruang siber komersial. 🎯 Menurut analisis ekonomi Anda, apakah keputusan menolak pinjaman lembaga internasional sudah tepat bagi ketahanan jangka panjang Rupiah?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiahIHSG #PurbayaYudhiSadewa #KemandirianFiskal #EkonomiNasional", "post_id": "7653050172796144917"}}, {"key": "folknomic", "attributes": {"label": "folknomic", "x": 277.70072777683487, "y": 925.1204646803911, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomic", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "folknomics", "attributes": {"label": "folknomics", "x": 675.1612668647665, "y": 312.77736632007503, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3741, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomics", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "klipnewss", "attributes": {"label": "klipnewss", "x": 112.44627745852142, "y": 64.7798436858742, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648681763572665620", "id": "klipnewss", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank sentral terbesar dunia di Asia kembali pertegas posisinya sebagai pembeli emas paling aktif. Bloomberg Technoz melaporkan pada Minggu (7/6/2026) bahwa People's Bank of China (PBOC) lanjut aksi borong emas di Mei 2026, dengan penambahan 320.000 troy ons yang memperpanjang rekor pembelian beruntun menjadi 19 bulan, terpanjang setidaknya sejak 2015. Yang menarik, aksi borong ini dilakukan justru saat harga emas global lagi tertekan dan mencatat penurunan bulanan 3 bulan berturut-turut, imbas kekhawatiran inflasi plus ekspektasi Fed hawkish akibat perang Timur Tengah. Goldman Sachs bahkan proyeksikan pembelian emas bank sentral global bakal makin intensif, dipicu dorongan de-dolarisasi dan diversifikasi cadangan devisa di tengah ketidakpastian geopolitik. Buat investor Indonesia, sinyal ini penting dibaca secara kritis. Aksi borong sistematis oleh bank sentral besar seperti PBOC adalah indikator struktural soal arah sistem moneter global, bukan sekadar sentimen sesaat. Jangka pendek, tekanan dari Fed hawkish dan dolar kuat masih bisa tekan harga emas. Tapi support jangka panjang dari demand bank sentral tetap kuat. Di tengah rupiah Rp18.033/USD dan ketidakpastian global, emas (Antam Rp2,8 juta/gram) tetap relevan sebagai aset diversifikasi. Strategi umum: alokasi 5-15% portofolio ke emas secara bertahap, bisa lewat logam mulia fisik, emas digital, atau saham mining ANTM dan MDKA. Pantau data cadangan emas bank sentral lain (Polandia, Turki, India, Singapura), keputusan Fed bulan ini, plus perkembangan AS-Iran sebagai katalis utama. Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648681763572665620"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 743.1700412482769, "y": 488.87234123931387, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3741, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648681763572665620", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank sentral terbesar dunia di Asia kembali pertegas posisinya sebagai pembeli emas paling aktif. Bloomberg Technoz melaporkan pada Minggu (7/6/2026) bahwa People's Bank of China (PBOC) lanjut aksi borong emas di Mei 2026, dengan penambahan 320.000 troy ons yang memperpanjang rekor pembelian beruntun menjadi 19 bulan, terpanjang setidaknya sejak 2015. Yang menarik, aksi borong ini dilakukan justru saat harga emas global lagi tertekan dan mencatat penurunan bulanan 3 bulan berturut-turut, imbas kekhawatiran inflasi plus ekspektasi Fed hawkish akibat perang Timur Tengah. Goldman Sachs bahkan proyeksikan pembelian emas bank sentral global bakal makin intensif, dipicu dorongan de-dolarisasi dan diversifikasi cadangan devisa di tengah ketidakpastian geopolitik. Buat investor Indonesia, sinyal ini penting dibaca secara kritis. Aksi borong sistematis oleh bank sentral besar seperti PBOC adalah indikator struktural soal arah sistem moneter global, bukan sekadar sentimen sesaat. Jangka pendek, tekanan dari Fed hawkish dan dolar kuat masih bisa tekan harga emas. Tapi support jangka panjang dari demand bank sentral tetap kuat. Di tengah rupiah Rp18.033/USD dan ketidakpastian global, emas (Antam Rp2,8 juta/gram) tetap relevan sebagai aset diversifikasi. Strategi umum: alokasi 5-15% portofolio ke emas secara bertahap, bisa lewat logam mulia fisik, emas digital, atau saham mining ANTM dan MDKA. Pantau data cadangan emas bank sentral lain (Polandia, Turki, India, Singapura), keputusan Fed bulan ini, plus perkembangan AS-Iran sebagai katalis utama. Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648681763572665620"}}, {"key": "a17cha", "attributes": {"label": "a17cha", "x": 945.0623493385443, "y": 218.46401071387876, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7641154699827088658", "id": "a17cha", "source": "tiktok-000001", "content": "Bahtra Banong: Pidato Presiden Prabowo di Nganjuk Dipotong dan Keluar dari Konteks, Pesan Utamanya Adalah Optimisme dan Kemandirian Ekonomi Nasional Jakarta - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bahtra Banong, menegaskan bahwa polemik terkait pidato Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk soal pernyataan “orang desa tidak pakai dolar” muncul karena adanya potongan video yang tidak menampilkan konteks pidato secara utuh. Menurut Bahtra, narasi yang berkembang di media sosial cenderung menggiring opini seolah-olah Presiden Prabowo menganggap nilai tukar dolar tidak penting bagi ekonomi nasional. Padahal, jika pidato tersebut didengar secara lengkap, Presiden justru sedang menyampaikan pesan optimisme, dan kepercayaan terhadap kekuatan ekonomi Indonesia di tengah situasi global yang penuh tekanan. “Pidato Presiden dipotong hanya pada satu kalimat, lalu dibangun framing seolah Presiden tidak memahami dampak dolar terhadap ekonomi. Itu jelas keliru dan tidak fair. Kalau didengar utuh, Presiden sedang mengajak rakyat untuk tidak usah panik karena fundamental ekonomi Indonesia kuat,”  Bahtra menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memahami betul dinamika ekonomi global, termasuk dampak perang dagang, ketidakpastian geopolitik, serta tekanan terhadap mata uang negara-negara berkembang. Namun sebagai kepala negara, Presiden memiliki tanggung jawab untuk menjaga psikologi publik dan membangun optimisme nasional. “Presiden tidak ingin rakyat dibebani rasa takut berlebihan. Pesan beliau sederhana yakni jangan mudah panik, jangan mudah merasa Indonesia akan colaps hanya karena tekanan global. Kita punya kekuatan ekonomi domestik yang besar,” tegas jubir partai Gerindra tersebut. Ia menambahkan bahwa pernyataan “orang desa tidak pakai dolar” merupakan cara komunikasi sederhana untuk menggambarkan bahwa ekonomi rakyat di tingkat bawah tetap bergerak dan bertahan karena ditopang sektor riil domestik. “Artinya ekonomi rakyat kita punya daya tahan karena bertumpu pada produksi dan konsumsi dalam negeri,” jelas Bahtra. Bahtra juga menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo saat ini sedang menjalankan agenda besar kemandirian ekonomi nasional, di antaranya melalui program hilirisasi industri, swasembada pangan, ketahanan energi, penguatan koperasi desa merah putih. industrialisasi nasional, serta peningkatan kapasitas produksi dalam negeri. “Justru inti pidato Presiden adalah bahwa Indonesia sedang bergerak menuju kemandirian ekonomi. Kita memperkuat hilirisasi, memperbesar ekspor, mengurangi ketergantungan impor, dan membangun kekuatan produksi nasional. Banyak program prioritas pemerintah yang basisnya kekuatan domestik, bukan ketergantungan terhadap dolar,” lanjutnya. Menurut Bahtra, narasi pesimisme yang terus dibangun oleh pihak tertentu terhadap kondisi ekonomi nasional justru berpotensi melemahkan kepercayaan publik dan psikologi pasar. “Dalam situasi global yang sulit, bangsa ini membutuhkan optimisme dan kepercayaan diri. Presiden Prabowo sedang membangun semangat itu. Jangan setiap pernyataan dipotong lalu dijadikan bahan propaganda politik,” katanya. Bahtra pun mengajak masyarakat untuk melihat pidato Presiden secara utuh, objektif, dan substansial, bukan melalui potongan narasi yang menyesatkan. “Presiden Prabowo sedang menyampaikan pesan besar bahwa Indonesia harus percaya pada kekuatan sendiri, berdiri di atas kaki sendiri, dan terus melangkah menuju kemandirian ekonomi nasional,” tutup Bahtra Banong jubir partai Gerindra#bahtra #fraksigerindra #dapilsultra  Ahmad Muzani  Dasco", "post_id": "7641154699827088658"}}, {"key": "H.", "attributes": {"label": "H.", "x": 679.8847957279341, "y": 876.1948114241197, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8271, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641154699827088658", "id": "H.", "source": "tiktok-000001", "content": "Bahtra Banong: Pidato Presiden Prabowo di Nganjuk Dipotong dan Keluar dari Konteks, Pesan Utamanya Adalah Optimisme dan Kemandirian Ekonomi Nasional Jakarta - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bahtra Banong, menegaskan bahwa polemik terkait pidato Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk soal pernyataan “orang desa tidak pakai dolar” muncul karena adanya potongan video yang tidak menampilkan konteks pidato secara utuh. Menurut Bahtra, narasi yang berkembang di media sosial cenderung menggiring opini seolah-olah Presiden Prabowo menganggap nilai tukar dolar tidak penting bagi ekonomi nasional. Padahal, jika pidato tersebut didengar secara lengkap, Presiden justru sedang menyampaikan pesan optimisme, dan kepercayaan terhadap kekuatan ekonomi Indonesia di tengah situasi global yang penuh tekanan. “Pidato Presiden dipotong hanya pada satu kalimat, lalu dibangun framing seolah Presiden tidak memahami dampak dolar terhadap ekonomi. Itu jelas keliru dan tidak fair. Kalau didengar utuh, Presiden sedang mengajak rakyat untuk tidak usah panik karena fundamental ekonomi Indonesia kuat,”  Bahtra menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memahami betul dinamika ekonomi global, termasuk dampak perang dagang, ketidakpastian geopolitik, serta tekanan terhadap mata uang negara-negara berkembang. Namun sebagai kepala negara, Presiden memiliki tanggung jawab untuk menjaga psikologi publik dan membangun optimisme nasional. “Presiden tidak ingin rakyat dibebani rasa takut berlebihan. Pesan beliau sederhana yakni jangan mudah panik, jangan mudah merasa Indonesia akan colaps hanya karena tekanan global. Kita punya kekuatan ekonomi domestik yang besar,” tegas jubir partai Gerindra tersebut. Ia menambahkan bahwa pernyataan “orang desa tidak pakai dolar” merupakan cara komunikasi sederhana untuk menggambarkan bahwa ekonomi rakyat di tingkat bawah tetap bergerak dan bertahan karena ditopang sektor riil domestik. “Artinya ekonomi rakyat kita punya daya tahan karena bertumpu pada produksi dan konsumsi dalam negeri,” jelas Bahtra. Bahtra juga menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo saat ini sedang menjalankan agenda besar kemandirian ekonomi nasional, di antaranya melalui program hilirisasi industri, swasembada pangan, ketahanan energi, penguatan koperasi desa merah putih. industrialisasi nasional, serta peningkatan kapasitas produksi dalam negeri. “Justru inti pidato Presiden adalah bahwa Indonesia sedang bergerak menuju kemandirian ekonomi. Kita memperkuat hilirisasi, memperbesar ekspor, mengurangi ketergantungan impor, dan membangun kekuatan produksi nasional. Banyak program prioritas pemerintah yang basisnya kekuatan domestik, bukan ketergantungan terhadap dolar,” lanjutnya. Menurut Bahtra, narasi pesimisme yang terus dibangun oleh pihak tertentu terhadap kondisi ekonomi nasional justru berpotensi melemahkan kepercayaan publik dan psikologi pasar. “Dalam situasi global yang sulit, bangsa ini membutuhkan optimisme dan kepercayaan diri. Presiden Prabowo sedang membangun semangat itu. Jangan setiap pernyataan dipotong lalu dijadikan bahan propaganda politik,” katanya. Bahtra pun mengajak masyarakat untuk melihat pidato Presiden secara utuh, objektif, dan substansial, bukan melalui potongan narasi yang menyesatkan. “Presiden Prabowo sedang menyampaikan pesan besar bahwa Indonesia harus percaya pada kekuatan sendiri, berdiri di atas kaki sendiri, dan terus melangkah menuju kemandirian ekonomi nasional,” tutup Bahtra Banong jubir partai Gerindra#bahtra #fraksigerindra #dapilsultra  Ahmad Muzani  Dasco", "post_id": "7641154699827088658"}}, {"key": "Sufmi", "attributes": {"label": "Sufmi", "x": 839.6355359431401, "y": 497.8573686269914, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8271, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641154699827088658", "id": "Sufmi", "source": "tiktok-000001", "content": "Bahtra Banong: Pidato Presiden Prabowo di Nganjuk Dipotong dan Keluar dari Konteks, Pesan Utamanya Adalah Optimisme dan Kemandirian Ekonomi Nasional Jakarta - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bahtra Banong, menegaskan bahwa polemik terkait pidato Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk soal pernyataan “orang desa tidak pakai dolar” muncul karena adanya potongan video yang tidak menampilkan konteks pidato secara utuh. Menurut Bahtra, narasi yang berkembang di media sosial cenderung menggiring opini seolah-olah Presiden Prabowo menganggap nilai tukar dolar tidak penting bagi ekonomi nasional. Padahal, jika pidato tersebut didengar secara lengkap, Presiden justru sedang menyampaikan pesan optimisme, dan kepercayaan terhadap kekuatan ekonomi Indonesia di tengah situasi global yang penuh tekanan. “Pidato Presiden dipotong hanya pada satu kalimat, lalu dibangun framing seolah Presiden tidak memahami dampak dolar terhadap ekonomi. Itu jelas keliru dan tidak fair. Kalau didengar utuh, Presiden sedang mengajak rakyat untuk tidak usah panik karena fundamental ekonomi Indonesia kuat,”  Bahtra menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memahami betul dinamika ekonomi global, termasuk dampak perang dagang, ketidakpastian geopolitik, serta tekanan terhadap mata uang negara-negara berkembang. Namun sebagai kepala negara, Presiden memiliki tanggung jawab untuk menjaga psikologi publik dan membangun optimisme nasional. “Presiden tidak ingin rakyat dibebani rasa takut berlebihan. Pesan beliau sederhana yakni jangan mudah panik, jangan mudah merasa Indonesia akan colaps hanya karena tekanan global. Kita punya kekuatan ekonomi domestik yang besar,” tegas jubir partai Gerindra tersebut. Ia menambahkan bahwa pernyataan “orang desa tidak pakai dolar” merupakan cara komunikasi sederhana untuk menggambarkan bahwa ekonomi rakyat di tingkat bawah tetap bergerak dan bertahan karena ditopang sektor riil domestik. “Artinya ekonomi rakyat kita punya daya tahan karena bertumpu pada produksi dan konsumsi dalam negeri,” jelas Bahtra. Bahtra juga menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo saat ini sedang menjalankan agenda besar kemandirian ekonomi nasional, di antaranya melalui program hilirisasi industri, swasembada pangan, ketahanan energi, penguatan koperasi desa merah putih. industrialisasi nasional, serta peningkatan kapasitas produksi dalam negeri. “Justru inti pidato Presiden adalah bahwa Indonesia sedang bergerak menuju kemandirian ekonomi. Kita memperkuat hilirisasi, memperbesar ekspor, mengurangi ketergantungan impor, dan membangun kekuatan produksi nasional. Banyak program prioritas pemerintah yang basisnya kekuatan domestik, bukan ketergantungan terhadap dolar,” lanjutnya. Menurut Bahtra, narasi pesimisme yang terus dibangun oleh pihak tertentu terhadap kondisi ekonomi nasional justru berpotensi melemahkan kepercayaan publik dan psikologi pasar. “Dalam situasi global yang sulit, bangsa ini membutuhkan optimisme dan kepercayaan diri. Presiden Prabowo sedang membangun semangat itu. Jangan setiap pernyataan dipotong lalu dijadikan bahan propaganda politik,” katanya. Bahtra pun mengajak masyarakat untuk melihat pidato Presiden secara utuh, objektif, dan substansial, bukan melalui potongan narasi yang menyesatkan. “Presiden Prabowo sedang menyampaikan pesan besar bahwa Indonesia harus percaya pada kekuatan sendiri, berdiri di atas kaki sendiri, dan terus melangkah menuju kemandirian ekonomi nasional,” tutup Bahtra Banong jubir partai Gerindra#bahtra #fraksigerindra #dapilsultra  Ahmad Muzani  Dasco", "post_id": "7641154699827088658"}}, {"key": "gerindra", "attributes": {"label": "gerindra", "x": 24.515132265998886, "y": 847.089826652495, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8271, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641154699827088658", "id": "gerindra", "source": "tiktok-000001", "content": "Bahtra Banong: Pidato Presiden Prabowo di Nganjuk Dipotong dan Keluar dari Konteks, Pesan Utamanya Adalah Optimisme dan Kemandirian Ekonomi Nasional Jakarta - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bahtra Banong, menegaskan bahwa polemik terkait pidato Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk soal pernyataan “orang desa tidak pakai dolar” muncul karena adanya potongan video yang tidak menampilkan konteks pidato secara utuh. Menurut Bahtra, narasi yang berkembang di media sosial cenderung menggiring opini seolah-olah Presiden Prabowo menganggap nilai tukar dolar tidak penting bagi ekonomi nasional. Padahal, jika pidato tersebut didengar secara lengkap, Presiden justru sedang menyampaikan pesan optimisme, dan kepercayaan terhadap kekuatan ekonomi Indonesia di tengah situasi global yang penuh tekanan. “Pidato Presiden dipotong hanya pada satu kalimat, lalu dibangun framing seolah Presiden tidak memahami dampak dolar terhadap ekonomi. Itu jelas keliru dan tidak fair. Kalau didengar utuh, Presiden sedang mengajak rakyat untuk tidak usah panik karena fundamental ekonomi Indonesia kuat,”  Bahtra menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memahami betul dinamika ekonomi global, termasuk dampak perang dagang, ketidakpastian geopolitik, serta tekanan terhadap mata uang negara-negara berkembang. Namun sebagai kepala negara, Presiden memiliki tanggung jawab untuk menjaga psikologi publik dan membangun optimisme nasional. “Presiden tidak ingin rakyat dibebani rasa takut berlebihan. Pesan beliau sederhana yakni jangan mudah panik, jangan mudah merasa Indonesia akan colaps hanya karena tekanan global. Kita punya kekuatan ekonomi domestik yang besar,” tegas jubir partai Gerindra tersebut. Ia menambahkan bahwa pernyataan “orang desa tidak pakai dolar” merupakan cara komunikasi sederhana untuk menggambarkan bahwa ekonomi rakyat di tingkat bawah tetap bergerak dan bertahan karena ditopang sektor riil domestik. “Artinya ekonomi rakyat kita punya daya tahan karena bertumpu pada produksi dan konsumsi dalam negeri,” jelas Bahtra. Bahtra juga menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo saat ini sedang menjalankan agenda besar kemandirian ekonomi nasional, di antaranya melalui program hilirisasi industri, swasembada pangan, ketahanan energi, penguatan koperasi desa merah putih. industrialisasi nasional, serta peningkatan kapasitas produksi dalam negeri. “Justru inti pidato Presiden adalah bahwa Indonesia sedang bergerak menuju kemandirian ekonomi. Kita memperkuat hilirisasi, memperbesar ekspor, mengurangi ketergantungan impor, dan membangun kekuatan produksi nasional. Banyak program prioritas pemerintah yang basisnya kekuatan domestik, bukan ketergantungan terhadap dolar,” lanjutnya. Menurut Bahtra, narasi pesimisme yang terus dibangun oleh pihak tertentu terhadap kondisi ekonomi nasional justru berpotensi melemahkan kepercayaan publik dan psikologi pasar. “Dalam situasi global yang sulit, bangsa ini membutuhkan optimisme dan kepercayaan diri. Presiden Prabowo sedang membangun semangat itu. Jangan setiap pernyataan dipotong lalu dijadikan bahan propaganda politik,” katanya. Bahtra pun mengajak masyarakat untuk melihat pidato Presiden secara utuh, objektif, dan substansial, bukan melalui potongan narasi yang menyesatkan. “Presiden Prabowo sedang menyampaikan pesan besar bahwa Indonesia harus percaya pada kekuatan sendiri, berdiri di atas kaki sendiri, dan terus melangkah menuju kemandirian ekonomi nasional,” tutup Bahtra Banong jubir partai Gerindra#bahtra #fraksigerindra #dapilsultra  Ahmad Muzani  Dasco", "post_id": "7641154699827088658"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 332.00840377195675, "y": 100.10450697531614, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "om3h7hWu_og", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Yakin Harga Pertamax Segera Turun! Rupiah Menguat, Minyak Dunia Jadi Kunci Penurunan BBM\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa harga Pertamax berpotensi segera turun seiring membaiknya kondisi ekonomi global.\n\nPenguatan nilai tukar rupiah, rebound pasar saham, penurunan yield, serta masuknya arus modal dinilai menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar.\n\nKondisi ini diperkuat oleh peluang stabilisasi geopolitik yang dapat menurunkan harga minyak dunia.\n\nPurbaya menjelaskan bahwa sebelumnya kenaikan harga minyak sempat menekan harga BBM non-subsidi dan menimbulkan dinamika di masyarakat.\n\nNamun dengan tren penurunan tekanan global, termasuk harga minyak yang mulai terkendali, pemerintah optimistis biaya energi akan ikut turun.\n\nHal ini diharapkan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas daya beli masyarakat ke depan.\n\nProduser: Prayogi Haro\nEditor: Joshua\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "om3h7hWu_og"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 439.7192357338252, "y": 229.462482256643, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3741, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "om3h7hWu_og", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Yakin Harga Pertamax Segera Turun! Rupiah Menguat, Minyak Dunia Jadi Kunci Penurunan BBM\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa harga Pertamax berpotensi segera turun seiring membaiknya kondisi ekonomi global.\n\nPenguatan nilai tukar rupiah, rebound pasar saham, penurunan yield, serta masuknya arus modal dinilai menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar.\n\nKondisi ini diperkuat oleh peluang stabilisasi geopolitik yang dapat menurunkan harga minyak dunia.\n\nPurbaya menjelaskan bahwa sebelumnya kenaikan harga minyak sempat menekan harga BBM non-subsidi dan menimbulkan dinamika di masyarakat.\n\nNamun dengan tren penurunan tekanan global, termasuk harga minyak yang mulai terkendali, pemerintah optimistis biaya energi akan ikut turun.\n\nHal ini diharapkan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas daya beli masyarakat ke depan.\n\nProduser: Prayogi Haro\nEditor: Joshua\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "om3h7hWu_og"}}, {"key": "@salamsuksesid", "attributes": {"label": "@salamsuksesid", "x": 884.4781505742716, "y": 552.1459435579363, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "QR1SdvzTsQg", "id": "@salamsuksesid", "source": "youtube-000001", "content": "Kemana Arah Rupiah Tahun Ini? Apakah Akan ke Rp20.000/USD?\n\nMenurut kamu Rupiah akan kemana?\n\n\nSpeaker: Gema Goeyardi & Gabriel Rey\nYoutube: \nOriginal Video:    • Kupas Tuntas Market IHSG, Rupiah, Sampai A...  \n\n=======================================\nBudget Tracker 2026\nSimple, praktis, cocok untuk karyawan & pemula\nhttps://lynk.id/salamsukses.id/k8z848...\n\n=======================================\n🔥Kode Promo Akademi Crypto (Limited Promo)🔥\n6546010E16F0F\n\nATAU \n\n🔥Gunakan Link ini Untuk Dapatkan Diskon🔥\nhttps://desty.page/akademicrypto\n\n=======================================\n💸 Beli Crypto Disini Dapatkan Bitcoin GRATIS💸\nBinance: https://bit.ly/registrasi_binancee\nBybit: https://bit.ly/registrasi_bybit\nOKX: https://www.okx.com/join/74421872\nAjaib: https://ajaibcoin.onelink.me/HFZR/sal...\n\n\n📊Aplikasi Investasi📊\nSeabank: 5LZXGB (Dapatkan 10k GRATIS)\nNeobank: QB4RT2 (Dapatkan 15k GRATIS)\nBibit: salamsuksesid (Dapatkan 25k GRATIS)\n\n📧 Business Inquiries📧\nEmail: salamsukses.official\n\n📺 Social Media📺\nTiktok:   / salamsukses.id  \nIG:   / salamsuksesid  \n\n=======================================\nDISCLAIMER\nKami tidak memiliki hak atas semua konten. Sesuai dengan penggunaan wajar, mereka telah digunakan kembali dengan tujuan untuk mendidik dan menginspirasi orang lain.\nKami harus menyatakan bahwa kami sama sekali tidak bermaksud melanggar hak pemegang hak cipta. Konten yang digunakan hanya untuk penelitian dan pendidikan, semuanya berdasarkan hukum Penggunaan Wajar.\nJika ada pemilik yang ingin kita menghapus videonya, kami tidak punya masalah dengan itu, kirimkan saja kita email: salamsukses.official\n\n#timothyronald #investasi #crypto #bitcoin #bbri", "post_id": "QR1SdvzTsQg"}}, {"key": "Gabrey99", "attributes": {"label": "Gabrey99", "x": 419.8273939925922, "y": 65.31640013296425, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3741, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "QR1SdvzTsQg", "id": "Gabrey99", "source": "youtube-000001", "content": "Kemana Arah Rupiah Tahun Ini? Apakah Akan ke Rp20.000/USD?\n\nMenurut kamu Rupiah akan kemana?\n\n\nSpeaker: Gema Goeyardi & Gabriel Rey\nYoutube: \nOriginal Video:    • Kupas Tuntas Market IHSG, Rupiah, Sampai A...  \n\n=======================================\nBudget Tracker 2026\nSimple, praktis, cocok untuk karyawan & pemula\nhttps://lynk.id/salamsukses.id/k8z848...\n\n=======================================\n🔥Kode Promo Akademi Crypto (Limited Promo)🔥\n6546010E16F0F\n\nATAU \n\n🔥Gunakan Link ini Untuk Dapatkan Diskon🔥\nhttps://desty.page/akademicrypto\n\n=======================================\n💸 Beli Crypto Disini Dapatkan Bitcoin GRATIS💸\nBinance: https://bit.ly/registrasi_binancee\nBybit: https://bit.ly/registrasi_bybit\nOKX: https://www.okx.com/join/74421872\nAjaib: https://ajaibcoin.onelink.me/HFZR/sal...\n\n\n📊Aplikasi Investasi📊\nSeabank: 5LZXGB (Dapatkan 10k GRATIS)\nNeobank: QB4RT2 (Dapatkan 15k GRATIS)\nBibit: salamsuksesid (Dapatkan 25k GRATIS)\n\n📧 Business Inquiries📧\nEmail: salamsukses.official\n\n📺 Social Media📺\nTiktok:   / salamsukses.id  \nIG:   / salamsuksesid  \n\n=======================================\nDISCLAIMER\nKami tidak memiliki hak atas semua konten. Sesuai dengan penggunaan wajar, mereka telah digunakan kembali dengan tujuan untuk mendidik dan menginspirasi orang lain.\nKami harus menyatakan bahwa kami sama sekali tidak bermaksud melanggar hak pemegang hak cipta. Konten yang digunakan hanya untuk penelitian dan pendidikan, semuanya berdasarkan hukum Penggunaan Wajar.\nJika ada pemilik yang ingin kita menghapus videonya, kami tidak punya masalah dengan itu, kirimkan saja kita email: salamsukses.official\n\n#timothyronald #investasi #crypto #bitcoin #bbri", "post_id": "QR1SdvzTsQg"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 638.8567366675512, "y": 953.4751389450241, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "coJPPSyyerM", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Bakal Turun?! Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai!\n\nBBM Bakal Turun? Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai! Apakah perdamaian permanen antara Iran dan Amerika Serikat benar-benar bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia dari ancaman krisis energi dan lonjakan inflasi? \n\nDalam video analisis ekonomi global ini, kita akan membedah dampak masif dari pembukaan kembali Selat Hormuz jika resolusi damai antara Iran dan AS terealisasi secara permanen. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak bumi global. Konflik geopolitik di wilayah ini selalu berhasil membuat harga minyak mentah dunia meroket dan mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri.\n\nNamun, apa yang terjadi jika kedua negara ini mendadak damai? Bagi masyarakat Indonesia, keuntungan utamanya sangat nyata: stabilitas harga BBM dan tarif listrik, keamanan armada kapal tanker nasional seperti milik Pertamina, hingga pengurangan subsidi energi pada APBN kita. Dampak domonino ini tidak hanya memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, tetapi juga menekan biaya impor bahan baku yang membuat harga bahan pokok di pasar tradisional tetap murah dan terjangkau.\n\nSaksikan juga analisis kritis mengenai sektor industri Indonesia mana yang paling cepat merasakan dampak positif ini. Mulai dari sektor logistik, sektor transportasi, hingga sektor manufaktur dan industri barang konsumsi (FMCG) yang siap melakukan ekspansi pasar ekspor secara masif karena penurunan biaya operasional.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai masa depan perdamaian Timur Tengah ini? Apakah stabilitas ekonomi Indonesia akan sepenuhnya aman? Tuliskan analisis kritis Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #IranASDamai #hargabbm  #ekonomiindonesia  #selathormuz  #SubsidiEnergi #geopolitik  #analisisekonomi  #beritahariini  #logistikindonesia  #pertamina  #RupiahMenguat #youtubenews \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "coJPPSyyerM"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 680.7258890137508, "y": 945.5215098014056, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.4639, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "coJPPSyyerM", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Bakal Turun?! Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai!\n\nBBM Bakal Turun? Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai! Apakah perdamaian permanen antara Iran dan Amerika Serikat benar-benar bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia dari ancaman krisis energi dan lonjakan inflasi? \n\nDalam video analisis ekonomi global ini, kita akan membedah dampak masif dari pembukaan kembali Selat Hormuz jika resolusi damai antara Iran dan AS terealisasi secara permanen. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak bumi global. Konflik geopolitik di wilayah ini selalu berhasil membuat harga minyak mentah dunia meroket dan mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri.\n\nNamun, apa yang terjadi jika kedua negara ini mendadak damai? Bagi masyarakat Indonesia, keuntungan utamanya sangat nyata: stabilitas harga BBM dan tarif listrik, keamanan armada kapal tanker nasional seperti milik Pertamina, hingga pengurangan subsidi energi pada APBN kita. Dampak domonino ini tidak hanya memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, tetapi juga menekan biaya impor bahan baku yang membuat harga bahan pokok di pasar tradisional tetap murah dan terjangkau.\n\nSaksikan juga analisis kritis mengenai sektor industri Indonesia mana yang paling cepat merasakan dampak positif ini. Mulai dari sektor logistik, sektor transportasi, hingga sektor manufaktur dan industri barang konsumsi (FMCG) yang siap melakukan ekspansi pasar ekspor secara masif karena penurunan biaya operasional.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai masa depan perdamaian Timur Tengah ini? Apakah stabilitas ekonomi Indonesia akan sepenuhnya aman? Tuliskan analisis kritis Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #IranASDamai #hargabbm  #ekonomiindonesia  #selathormuz  #SubsidiEnergi #geopolitik  #analisisekonomi  #beritahariini  #logistikindonesia  #pertamina  #RupiahMenguat #youtubenews \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "coJPPSyyerM"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 779.7010163574923, "y": 93.01769684450167, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "FgUfq3Nt7IQ", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "China Dukung Indonesia! panda Bonds Siap Dirilis, IMF & World Bank Ditolak? Ini Fakta Besarnya!\n\n🔥 CHINA DUKUNG INDONESIA! PANDA BOND SIAP DIRILIS, IMF & BANK DUNIA DITOLAK? INI FAKTA BESARNYA! 🔥\n\nApakah Indonesia sedang memasuki babak baru dalam strategi pembiayaan negara? Mengapa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru mendapatkan dukungan penuh dari People's Bank of China (PBOC) untuk penerbitan Panda Bond, sementara di sisi lain Indonesia menolak tawaran pinjaman hingga US$30 miliar dari IMF dan Bank Dunia?\n\n🤔 Apa sebenarnya Panda Bond?\n🤔 Mengapa China begitu mendukung Indonesia?\n🤔 Apakah ini bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS?\n🤔 Seberapa kuat kondisi fiskal dan ekonomi Indonesia saat ini?\n🤔 Apa dampaknya terhadap APBN, investasi, nilai tukar rupiah, dan masa depan ekonomi Indonesia?\n\nDalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, mendalam, dan mudah dipahami mengenai perkembangan terbaru yang sedang menjadi sorotan dunia keuangan internasional.\n\n✅ Dukungan People's Bank of China (PBOC) terhadap Indonesia\n✅ Rencana penerbitan Panda Bond Indonesia\n✅ Pertemuan strategis Purbaya Yudhi Sadewa di Beijing\n✅ Dukungan investor China terhadap ekonomi Indonesia\n✅ Penolakan pinjaman IMF dan Bank Dunia\n✅ Kondisi fiskal Indonesia di tengah ketidakpastian global\n✅ Perdebatan Indonesia dengan IMF dan World Bank\n✅ Strategi diversifikasi sumber pembiayaan nasional\n✅ Hubungan Panda Bond dengan Yuan dan dedolarisasi\n✅ Peluang dan risiko Panda Bond bagi Indonesia\n✅ Analisis ekonomi dan geopolitik terbaru\n✅ Masa depan investasi dan pembangunan Indonesia\n\n🌏 Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia, perang di Timur Tengah, ketidakpastian ekonomi global, inflasi, dan perubahan arah kebijakan moneter dunia, Indonesia berusaha memperkuat ketahanan ekonominya dengan membuka akses ke berbagai sumber pendanaan internasional.\n\nLangkah ini bukan hanya soal mencari dana pembangunan, tetapi juga tentang bagaimana Indonesia membangun posisi tawar yang lebih kuat di tengah persaingan ekonomi global yang semakin kompleks.\n\nVideo ini sangat cocok untuk Anda yang ingin memahami:\n\n📌 Ekonomi Indonesia\n📌 APBN Indonesia\n📌 Investasi dan pasar keuangan\n📌 Hubungan Indonesia dan China\n📌 IMF dan Bank Dunia\n📌 Utang negara\n📌 Panda Bond\n📌 Yuan China\n📌 Dolar Amerika Serikat\n📌 Geopolitik dunia\n📌 Kebijakan fiskal Indonesia\n📌 Masa depan ekonomi nasional\n\n💡 Jika Anda menyukai pembahasan ekonomi, keuangan, investasi, pengembangan diri, bisnis, dan isu global yang memengaruhi kehidupan kita sehari-hari, jangan lupa dukung channel Inner Boost dengan:\n\n👍 Like\n💬 Comment\n📢 Share\n🔔 Subscribe\n\nKarena dukungan Anda membantu channel ini terus menghadirkan konten berkualitas, informatif, dan bermanfaat untuk semua.\n\n👇 Tulis pendapat Anda di kolom komentar!\n\nMenurut Anda, apakah langkah Indonesia menerbitkan Panda Bond di China merupakan keputusan yang tepat?\n\nApakah Indonesia perlu terus mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS?\n\nDan apakah penolakan pinjaman IMF serta Bank Dunia menunjukkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini memang semakin kuat?\n\nKami ingin mendengar pandangan Anda!\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🚀 INNER BOOST\nMotivasi • Ekonomi • Keuangan • Pengembangan Diri • Pengetahuan Global\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n\n\n\n\n#PandaBond #IndonesiaChina #PBOC #PurbayaYudhiSadewa #EkonomiIndonesia #BeritaEkonomi #IMF #BankDunia #WorldBank #Investasi #UtangNegara #APBN #YuanChina #DolarAS #Dedolarisasi  #KeuanganGlobal #Geopolitik #EkonomiDunia #China #Indonesia #InnerBoost\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "FgUfq3Nt7IQ"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 957.5923360566367, "y": 943.817124457476, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.4639, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "FgUfq3Nt7IQ", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "China Dukung Indonesia! panda Bonds Siap Dirilis, IMF & World Bank Ditolak? Ini Fakta Besarnya!\n\n🔥 CHINA DUKUNG INDONESIA! PANDA BOND SIAP DIRILIS, IMF & BANK DUNIA DITOLAK? INI FAKTA BESARNYA! 🔥\n\nApakah Indonesia sedang memasuki babak baru dalam strategi pembiayaan negara? Mengapa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru mendapatkan dukungan penuh dari People's Bank of China (PBOC) untuk penerbitan Panda Bond, sementara di sisi lain Indonesia menolak tawaran pinjaman hingga US$30 miliar dari IMF dan Bank Dunia?\n\n🤔 Apa sebenarnya Panda Bond?\n🤔 Mengapa China begitu mendukung Indonesia?\n🤔 Apakah ini bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS?\n🤔 Seberapa kuat kondisi fiskal dan ekonomi Indonesia saat ini?\n🤔 Apa dampaknya terhadap APBN, investasi, nilai tukar rupiah, dan masa depan ekonomi Indonesia?\n\nDalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, mendalam, dan mudah dipahami mengenai perkembangan terbaru yang sedang menjadi sorotan dunia keuangan internasional.\n\n✅ Dukungan People's Bank of China (PBOC) terhadap Indonesia\n✅ Rencana penerbitan Panda Bond Indonesia\n✅ Pertemuan strategis Purbaya Yudhi Sadewa di Beijing\n✅ Dukungan investor China terhadap ekonomi Indonesia\n✅ Penolakan pinjaman IMF dan Bank Dunia\n✅ Kondisi fiskal Indonesia di tengah ketidakpastian global\n✅ Perdebatan Indonesia dengan IMF dan World Bank\n✅ Strategi diversifikasi sumber pembiayaan nasional\n✅ Hubungan Panda Bond dengan Yuan dan dedolarisasi\n✅ Peluang dan risiko Panda Bond bagi Indonesia\n✅ Analisis ekonomi dan geopolitik terbaru\n✅ Masa depan investasi dan pembangunan Indonesia\n\n🌏 Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia, perang di Timur Tengah, ketidakpastian ekonomi global, inflasi, dan perubahan arah kebijakan moneter dunia, Indonesia berusaha memperkuat ketahanan ekonominya dengan membuka akses ke berbagai sumber pendanaan internasional.\n\nLangkah ini bukan hanya soal mencari dana pembangunan, tetapi juga tentang bagaimana Indonesia membangun posisi tawar yang lebih kuat di tengah persaingan ekonomi global yang semakin kompleks.\n\nVideo ini sangat cocok untuk Anda yang ingin memahami:\n\n📌 Ekonomi Indonesia\n📌 APBN Indonesia\n📌 Investasi dan pasar keuangan\n📌 Hubungan Indonesia dan China\n📌 IMF dan Bank Dunia\n📌 Utang negara\n📌 Panda Bond\n📌 Yuan China\n📌 Dolar Amerika Serikat\n📌 Geopolitik dunia\n📌 Kebijakan fiskal Indonesia\n📌 Masa depan ekonomi nasional\n\n💡 Jika Anda menyukai pembahasan ekonomi, keuangan, investasi, pengembangan diri, bisnis, dan isu global yang memengaruhi kehidupan kita sehari-hari, jangan lupa dukung channel Inner Boost dengan:\n\n👍 Like\n💬 Comment\n📢 Share\n🔔 Subscribe\n\nKarena dukungan Anda membantu channel ini terus menghadirkan konten berkualitas, informatif, dan bermanfaat untuk semua.\n\n👇 Tulis pendapat Anda di kolom komentar!\n\nMenurut Anda, apakah langkah Indonesia menerbitkan Panda Bond di China merupakan keputusan yang tepat?\n\nApakah Indonesia perlu terus mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS?\n\nDan apakah penolakan pinjaman IMF serta Bank Dunia menunjukkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini memang semakin kuat?\n\nKami ingin mendengar pandangan Anda!\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🚀 INNER BOOST\nMotivasi • Ekonomi • Keuangan • Pengembangan Diri • Pengetahuan Global\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n\n\n\n\n#PandaBond #IndonesiaChina #PBOC #PurbayaYudhiSadewa #EkonomiIndonesia #BeritaEkonomi #IMF #BankDunia #WorldBank #Investasi #UtangNegara #APBN #YuanChina #DolarAS #Dedolarisasi  #KeuanganGlobal #Geopolitik #EkonomiDunia #China #Indonesia #InnerBoost\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "FgUfq3Nt7IQ"}}, {"key": "@platinumPulse-p6y", "attributes": {"label": "@platinumPulse-p6y", "x": 489.91292603191863, "y": 578.7945529991384, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "z8oGqluuLcw", "id": "@platinumPulse-p6y", "source": "youtube-000001", "content": "10 Hal yang Pertama Kali Disadari Orang Amerika Saat Berkunjung ke Jamaika\n\nSetiap tahun, jutaan warga Amerika terbang ke Jamaika dengan harapan liburan pantai yang sederhana. Namun, yang mereka temukan justru salah satu negara dengan kekayaan budaya paling tinggi di dunia — tempat di mana jalanan berada di sisi yang salah, uangnya tampak seperti uang kertas Monopoli, hidangan nasionalnya terbuat dari buah yang secara harfiah dilarang di Amerika Serikat, dan kurang dari satu persen penduduknya mengidentifikasi diri sebagai Rastafarian meskipun setiap turis Amerika berasumsi sebaliknya sebelum mereka mendarat.\n\nVideo ini membahas 10 hal yang benar-benar mengejutkan warga Amerika ketika mereka mengunjungi Jamaika untuk pertama kalinya. Mulai dari cabai Scotch bonnet yang membuat jalapeño terasa seperti air, hingga Patois Jamaika yang membuat warga Amerika berbahasa Inggris tidak dapat mengikuti satu percakapan pun, hingga kesenjangan besar antara pengalaman resor all-inclusive yang terencana dan Jamaika yang sebenarnya yang ada di luar gerbang — ini adalah detail yang tidak dipersiapkan oleh blog perjalanan mana pun.\n\nJamaika memiliki luas sekitar Connecticut, dengan populasi sekitar 2,8 juta jiwa, namun telah menghasilkan jejak budaya yang jauh lebih besar daripada negara-negara yang lima puluh kali lebih besar. Musiknya dilindungi oleh UNESCO. Pegunungannya merupakan Situs Warisan Dunia. Masakan, bahasa, dan cara hidupnya tidak seperti apa pun yang ditemui orang Amerika di rumah. Dan saat pertama kali mereka mengalaminya secara langsung, kesenjangan antara apa yang mereka harapkan dan apa yang sebenarnya mereka temukan sangat besar.\n\nIni bukan panduan wisata. Inilah yang sebenarnya terjadi ketika orang Amerika bertemu dengan Jamaika.\n\n\n🔔 Berlangganan untuk lebih banyak sejarah, geopolitik, dan budaya Karibia:\nhttps://youtube.com/-p6...\n\n📩 Pertanyaan Bisnis: platinumdairycontact\n\n📌 Topik yang Dibahas:\nMengemudi di sebelah kiri di Jamaika, nilai tukar dolar Jamaika, makanan Jamaika dan ackee serta ikan asin, reggae dan UNESCO, bahasa Patois Jamaika, waktu Jamaika dan budaya \"soon come\", Pegunungan Biru dan geografinya, kesalahpahaman tentang Rastafari, budaya pedagang kaki lima, perbedaan resor di dua Jamaika, statistik pariwisata Jamaika, dampak Badai Melissa\n\n🌍 Sumber:\n• Organisasi Kesehatan Dunia — Laporan Status Global tentang Keselamatan Jalan\n• Otoritas Lalu Lintas Pulau Jamaika — Data Kematian di Jalan Raya (2020–2025)\n• UNESCO — Warisan Budaya Tak Benda: Musik Reggae (2018)\n• UNESCO — Dunia Pegunungan Biru dan John Crow Situs Warisan (2015)\n• Dewan Pariwisata Jamaika / Kementerian Pariwisata — Statistik Kedatangan Pengunjung (2019–2025)\n• Institut Statistik Jamaika — Sensus Penduduk (2011)\n• Bank Sentral Jamaika — Data Historis Kurs Valuta Asing\n• Undang-Undang Narkoba Berbahaya (Amandemen), 2015 — Parlemen Jamaika\n\n#Jamaika #OrangAmerikaDiJamaika #PerjalananJamaika #Karibia #MakananJamaika #BudayaJamaika #Reggae #AckeeDanIkanAsap #PerjalananJamaika #KehidupanKaribia #VlogJamaika #KunjungiJamaika #TelukMontego #Negril #BobMarley\n\n---\n\n⚠️ PENAFIAN:\nVideo ini diproduksi hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi. Semua fakta, statistik, dan klaim yang disajikan didasarkan pada data yang tersedia untuk umum dari sumber resmi, catatan pemerintah, dan organisasi yang diakui secara internasional seperti yang disebutkan di atas. Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratan, beberapa angka mungkin telah diperbarui sejak saat penelitian. Konten ini bukan merupakan nasihat perjalanan, hukum, atau keuangan profesional.\nSemua pendapat yang diungkapkan adalah pendapat narator dan tidak mewakili pandangan pemerintah, organisasi, atau lembaga mana pun yang disebutkan. Tidak ada pelanggaran hak cipta yang dimaksudkan. Semua elemen visual dan audio digunakan sesuai dengan prinsip penggunaan wajar untuk tujuan komentar, pendidikan, dan analisis.\n\n© Platinum Dairy. Semua hak dilindungi undang-undang.", "post_id": "z8oGqluuLcw"}}, {"key": "platinumPulse", "attributes": {"label": "platinumPulse", "x": 599.6600267507619, "y": 303.3466100408646, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3741, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "z8oGqluuLcw", "id": "platinumPulse", "source": "youtube-000001", "content": "10 Hal yang Pertama Kali Disadari Orang Amerika Saat Berkunjung ke Jamaika\n\nSetiap tahun, jutaan warga Amerika terbang ke Jamaika dengan harapan liburan pantai yang sederhana. Namun, yang mereka temukan justru salah satu negara dengan kekayaan budaya paling tinggi di dunia — tempat di mana jalanan berada di sisi yang salah, uangnya tampak seperti uang kertas Monopoli, hidangan nasionalnya terbuat dari buah yang secara harfiah dilarang di Amerika Serikat, dan kurang dari satu persen penduduknya mengidentifikasi diri sebagai Rastafarian meskipun setiap turis Amerika berasumsi sebaliknya sebelum mereka mendarat.\n\nVideo ini membahas 10 hal yang benar-benar mengejutkan warga Amerika ketika mereka mengunjungi Jamaika untuk pertama kalinya. Mulai dari cabai Scotch bonnet yang membuat jalapeño terasa seperti air, hingga Patois Jamaika yang membuat warga Amerika berbahasa Inggris tidak dapat mengikuti satu percakapan pun, hingga kesenjangan besar antara pengalaman resor all-inclusive yang terencana dan Jamaika yang sebenarnya yang ada di luar gerbang — ini adalah detail yang tidak dipersiapkan oleh blog perjalanan mana pun.\n\nJamaika memiliki luas sekitar Connecticut, dengan populasi sekitar 2,8 juta jiwa, namun telah menghasilkan jejak budaya yang jauh lebih besar daripada negara-negara yang lima puluh kali lebih besar. Musiknya dilindungi oleh UNESCO. Pegunungannya merupakan Situs Warisan Dunia. Masakan, bahasa, dan cara hidupnya tidak seperti apa pun yang ditemui orang Amerika di rumah. Dan saat pertama kali mereka mengalaminya secara langsung, kesenjangan antara apa yang mereka harapkan dan apa yang sebenarnya mereka temukan sangat besar.\n\nIni bukan panduan wisata. Inilah yang sebenarnya terjadi ketika orang Amerika bertemu dengan Jamaika.\n\n\n🔔 Berlangganan untuk lebih banyak sejarah, geopolitik, dan budaya Karibia:\nhttps://youtube.com/-p6...\n\n📩 Pertanyaan Bisnis: platinumdairycontact\n\n📌 Topik yang Dibahas:\nMengemudi di sebelah kiri di Jamaika, nilai tukar dolar Jamaika, makanan Jamaika dan ackee serta ikan asin, reggae dan UNESCO, bahasa Patois Jamaika, waktu Jamaika dan budaya \"soon come\", Pegunungan Biru dan geografinya, kesalahpahaman tentang Rastafari, budaya pedagang kaki lima, perbedaan resor di dua Jamaika, statistik pariwisata Jamaika, dampak Badai Melissa\n\n🌍 Sumber:\n• Organisasi Kesehatan Dunia — Laporan Status Global tentang Keselamatan Jalan\n• Otoritas Lalu Lintas Pulau Jamaika — Data Kematian di Jalan Raya (2020–2025)\n• UNESCO — Warisan Budaya Tak Benda: Musik Reggae (2018)\n• UNESCO — Dunia Pegunungan Biru dan John Crow Situs Warisan (2015)\n• Dewan Pariwisata Jamaika / Kementerian Pariwisata — Statistik Kedatangan Pengunjung (2019–2025)\n• Institut Statistik Jamaika — Sensus Penduduk (2011)\n• Bank Sentral Jamaika — Data Historis Kurs Valuta Asing\n• Undang-Undang Narkoba Berbahaya (Amandemen), 2015 — Parlemen Jamaika\n\n#Jamaika #OrangAmerikaDiJamaika #PerjalananJamaika #Karibia #MakananJamaika #BudayaJamaika #Reggae #AckeeDanIkanAsap #PerjalananJamaika #KehidupanKaribia #VlogJamaika #KunjungiJamaika #TelukMontego #Negril #BobMarley\n\n---\n\n⚠️ PENAFIAN:\nVideo ini diproduksi hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi. Semua fakta, statistik, dan klaim yang disajikan didasarkan pada data yang tersedia untuk umum dari sumber resmi, catatan pemerintah, dan organisasi yang diakui secara internasional seperti yang disebutkan di atas. Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratan, beberapa angka mungkin telah diperbarui sejak saat penelitian. Konten ini bukan merupakan nasihat perjalanan, hukum, atau keuangan profesional.\nSemua pendapat yang diungkapkan adalah pendapat narator dan tidak mewakili pandangan pemerintah, organisasi, atau lembaga mana pun yang disebutkan. Tidak ada pelanggaran hak cipta yang dimaksudkan. Semua elemen visual dan audio digunakan sesuai dengan prinsip penggunaan wajar untuk tujuan komentar, pendidikan, dan analisis.\n\n© Platinum Dairy. Semua hak dilindungi undang-undang.", "post_id": "z8oGqluuLcw"}}, {"key": "@metrotvjatim", "attributes": {"label": "@metrotvjatim", "x": 471.65527953071984, "y": 368.50710359398073, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "@metrotvjatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "metrotv_jatim", "x": 574.7596875878912, "y": 879.8559931603038, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8271, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metrotv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "metro_tv_jatim", "x": 586.486222009098, "y": 942.9282909975939, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8271, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metro_tv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 143.13370818472103, "y": 540.0332840031849, "size": 13.86, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5536, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "25hJS2PF1vQ", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Valuasi Saham Mulai Menarik, IHSG Diproyeksi Capai 8.000 pada Akhir 2026 | MILENOMICS\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai memiliki peluang untuk kembali menguat hingga mencapai level 8.000 pada akhir 2026.\n\nRiset analis DBS William Simadiputra yang terbit pada 17 Juni 2026 menyebutkan, penurunan valuasi saham belakangan ini telah menciptakan peluang risiko dan imbal hasil yang lebih menarik bagi investor.\n\nTarget IHSG tersebut mencerminkan berbagai tantangan yang masih membayangi pasar, mulai dari pelemahan rupiah, ketidakpastian regulasi, hingga risiko geopolitik.\n\nDengan target 8.000, valuasi IHSG diperkirakan berada pada 12,6 kali price to earnings (P/E) tahun buku 2026, atau sekitar satu standar deviasi di bawah rata-rata 10 tahun sebesar 15 kali.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "25hJS2PF1vQ"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 615.5721747025789, "y": 671.4413926342573, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8918, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "25hJS2PF1vQ", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Valuasi Saham Mulai Menarik, IHSG Diproyeksi Capai 8.000 pada Akhir 2026 | MILENOMICS\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai memiliki peluang untuk kembali menguat hingga mencapai level 8.000 pada akhir 2026.\n\nRiset analis DBS William Simadiputra yang terbit pada 17 Juni 2026 menyebutkan, penurunan valuasi saham belakangan ini telah menciptakan peluang risiko dan imbal hasil yang lebih menarik bagi investor.\n\nTarget IHSG tersebut mencerminkan berbagai tantangan yang masih membayangi pasar, mulai dari pelemahan rupiah, ketidakpastian regulasi, hingga risiko geopolitik.\n\nDengan target 8.000, valuasi IHSG diperkirakan berada pada 12,6 kali price to earnings (P/E) tahun buku 2026, atau sekitar satu standar deviasi di bawah rata-rata 10 tahun sebesar 15 kali.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "25hJS2PF1vQ"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 19.96680693946329, "y": 70.33236149393784, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8918, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "25hJS2PF1vQ", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Valuasi Saham Mulai Menarik, IHSG Diproyeksi Capai 8.000 pada Akhir 2026 | MILENOMICS\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai memiliki peluang untuk kembali menguat hingga mencapai level 8.000 pada akhir 2026.\n\nRiset analis DBS William Simadiputra yang terbit pada 17 Juni 2026 menyebutkan, penurunan valuasi saham belakangan ini telah menciptakan peluang risiko dan imbal hasil yang lebih menarik bagi investor.\n\nTarget IHSG tersebut mencerminkan berbagai tantangan yang masih membayangi pasar, mulai dari pelemahan rupiah, ketidakpastian regulasi, hingga risiko geopolitik.\n\nDengan target 8.000, valuasi IHSG diperkirakan berada pada 12,6 kali price to earnings (P/E) tahun buku 2026, atau sekitar satu standar deviasi di bawah rata-rata 10 tahun sebesar 15 kali.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "25hJS2PF1vQ"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 160.10772386226313, "y": 465.7555957603534, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8918, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "25hJS2PF1vQ", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Valuasi Saham Mulai Menarik, IHSG Diproyeksi Capai 8.000 pada Akhir 2026 | MILENOMICS\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai memiliki peluang untuk kembali menguat hingga mencapai level 8.000 pada akhir 2026.\n\nRiset analis DBS William Simadiputra yang terbit pada 17 Juni 2026 menyebutkan, penurunan valuasi saham belakangan ini telah menciptakan peluang risiko dan imbal hasil yang lebih menarik bagi investor.\n\nTarget IHSG tersebut mencerminkan berbagai tantangan yang masih membayangi pasar, mulai dari pelemahan rupiah, ketidakpastian regulasi, hingga risiko geopolitik.\n\nDengan target 8.000, valuasi IHSG diperkirakan berada pada 12,6 kali price to earnings (P/E) tahun buku 2026, atau sekitar satu standar deviasi di bawah rata-rata 10 tahun sebesar 15 kali.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "25hJS2PF1vQ"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 314.4720284656567, "y": 393.98440136704716, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8918, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "25hJS2PF1vQ", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Valuasi Saham Mulai Menarik, IHSG Diproyeksi Capai 8.000 pada Akhir 2026 | MILENOMICS\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai memiliki peluang untuk kembali menguat hingga mencapai level 8.000 pada akhir 2026.\n\nRiset analis DBS William Simadiputra yang terbit pada 17 Juni 2026 menyebutkan, penurunan valuasi saham belakangan ini telah menciptakan peluang risiko dan imbal hasil yang lebih menarik bagi investor.\n\nTarget IHSG tersebut mencerminkan berbagai tantangan yang masih membayangi pasar, mulai dari pelemahan rupiah, ketidakpastian regulasi, hingga risiko geopolitik.\n\nDengan target 8.000, valuasi IHSG diperkirakan berada pada 12,6 kali price to earnings (P/E) tahun buku 2026, atau sekitar satu standar deviasi di bawah rata-rata 10 tahun sebesar 15 kali.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "25hJS2PF1vQ"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 295.3482616188928, "y": 846.2072744354585, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8918, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "25hJS2PF1vQ", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Valuasi Saham Mulai Menarik, IHSG Diproyeksi Capai 8.000 pada Akhir 2026 | MILENOMICS\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai memiliki peluang untuk kembali menguat hingga mencapai level 8.000 pada akhir 2026.\n\nRiset analis DBS William Simadiputra yang terbit pada 17 Juni 2026 menyebutkan, penurunan valuasi saham belakangan ini telah menciptakan peluang risiko dan imbal hasil yang lebih menarik bagi investor.\n\nTarget IHSG tersebut mencerminkan berbagai tantangan yang masih membayangi pasar, mulai dari pelemahan rupiah, ketidakpastian regulasi, hingga risiko geopolitik.\n\nDengan target 8.000, valuasi IHSG diperkirakan berada pada 12,6 kali price to earnings (P/E) tahun buku 2026, atau sekitar satu standar deviasi di bawah rata-rata 10 tahun sebesar 15 kali.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "25hJS2PF1vQ"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 992.3658118934674, "y": 588.9476082041353, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5536, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "nAkcIGI8PRE", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Valuasi Saham Mulai Menarik, IHSG Diproyeksi Capai 8.000 pada Akhir 2026 | IDXC UPDATE\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai memiliki peluang untuk kembali menguat hingga mencapai level 8.000 pada akhir 2026.\n\nRiset analis DBS William Simadiputra yang terbit pada 17 Juni 2026 menyebutkan, penurunan valuasi saham belakangan ini telah menciptakan peluang risiko dan imbal hasil yang lebih menarik bagi investor.\n\nTarget IHSG tersebut mencerminkan berbagai tantangan yang masih membayangi pasar, mulai dari pelemahan rupiah, ketidakpastian regulasi, hingga risiko geopolitik.\n\nDengan target 8.000, valuasi IHSG diperkirakan berada pada 12,6 kali price to earnings (P/E) tahun buku 2026, atau sekitar satu standar deviasi di bawah rata-rata 10 tahun sebesar 15 kali.\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "nAkcIGI8PRE"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 324.5011690352069, "y": 402.6628968960493, "size": 9.3, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.255, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "nAkcIGI8PRE", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Valuasi Saham Mulai Menarik, IHSG Diproyeksi Capai 8.000 pada Akhir 2026 | IDXC UPDATE\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai memiliki peluang untuk kembali menguat hingga mencapai level 8.000 pada akhir 2026.\n\nRiset analis DBS William Simadiputra yang terbit pada 17 Juni 2026 menyebutkan, penurunan valuasi saham belakangan ini telah menciptakan peluang risiko dan imbal hasil yang lebih menarik bagi investor.\n\nTarget IHSG tersebut mencerminkan berbagai tantangan yang masih membayangi pasar, mulai dari pelemahan rupiah, ketidakpastian regulasi, hingga risiko geopolitik.\n\nDengan target 8.000, valuasi IHSG diperkirakan berada pada 12,6 kali price to earnings (P/E) tahun buku 2026, atau sekitar satu standar deviasi di bawah rata-rata 10 tahun sebesar 15 kali.\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "nAkcIGI8PRE"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 480.2540875293535, "y": 689.5365410630017, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "h9W2FoBhszI", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Efek Hormuz & BI Rate, ke Mana Arah Rupiah? I F TO F\n\nEfek Selat Hormuz dan BI Rate, Ke Mana Arah Rupiah?\n\nKetegangan geopolitik di Selat Hormuz dan arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia menjadi dua faktor yang berpotensi memengaruhi pergerakan ekonomi nasional. Bagaimana dampaknya terhadap nilai tukar rupiah, stabilitas pasar, dan kondisi ekonomi ke depan?\n\nSimak ulasan mendalam dan berbagai perspektif mengenai arah ekonomi di tengah dinamika global yang terus bergerak.\n\n#FtoFGarudaTV #SelatHormuz #BIRate #Rupiah #EkonomiIndonesia\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "h9W2FoBhszI"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 649.6944104604369, "y": 873.2655424622267, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3741, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "h9W2FoBhszI", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Efek Hormuz & BI Rate, ke Mana Arah Rupiah? I F TO F\n\nEfek Selat Hormuz dan BI Rate, Ke Mana Arah Rupiah?\n\nKetegangan geopolitik di Selat Hormuz dan arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia menjadi dua faktor yang berpotensi memengaruhi pergerakan ekonomi nasional. Bagaimana dampaknya terhadap nilai tukar rupiah, stabilitas pasar, dan kondisi ekonomi ke depan?\n\nSimak ulasan mendalam dan berbagai perspektif mengenai arah ekonomi di tengah dinamika global yang terus bergerak.\n\n#FtoFGarudaTV #SelatHormuz #BIRate #Rupiah #EkonomiIndonesia\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "h9W2FoBhszI"}}, {"key": "@kompascom", "attributes": {"label": "@kompascom", "x": 832.9120438910516, "y": 587.1719395899717, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ePTRhEoq_ho", "id": "@kompascom", "source": "youtube-000001", "content": "Anis Matta: Tatanan Dunia Lama sudah Mati, Peran Indonesia Strategis\n\nBergabunglah sebagai channel member kami untuk mendapatkan video-video eksklusif. Klik link berikut ini:\n   /   \n\nKesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran membuka harapan bagi stabilitas dunia pasca tutupnya Selat Hormuz.\n\nWakil Menteri Luar Negeri RI Khusus Bidang Urusan Dunia Islam, Anis Matta, membeberkan lanskap geopolitik yang menuju perubahan. Konflik yang terjadi antara Amerika Serikat-Israel dan Iran bukan lagi bersifat regional. Anis Matta juga berpendapat bahwa ini adalah bagian dari proses perubahan tatanan dunia yang dampaknya sudah terasa hari ini. \n\nSituasi di Timur Tengah memberi dampak besar hingga Asia Pasifik, mulai harga minyak dan kurs mata uang.\n\nDi tengah ketegangan, kesepakatan AS-Iran yang terjalin, bak menanti langit cerah dalam awan kelam konflik geopolitik. \n\nKemudian, bagaimana posisi Indonesia?\n\n#Naratama #AmirSodikin #AnisMatta #PerjanjianDamai #KonflikAmerikaIran #AmerikaIran\n \nEksekutif Produser: Oky Ivans\nProduser: Rima Rismania\nAsisten Produser: Putri Aulia\nKreatif: Adam Aulia Manzal Khan\nPenata Kamera: M. Rizki Fauzan, Frederikus Tuto K. Soromaking, Putri Dewi Nawang Wulan\nPenyunting Gambar: Bagus Wahyudi\n\n*****\n\nAgar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari seluruh Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas.com. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas.com. \n\nFollow kami di media sosial: \nFacebook:   / kompascom  \nInstagram:   / kompascom  \nTwitter:   / kompascom  \nTiktok:   / kompascom", "post_id": "ePTRhEoq_ho"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 308.9006262850903, "y": 825.7465325614496, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3741, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ePTRhEoq_ho", "id": "kompascom", "source": "youtube-000001", "content": "Anis Matta: Tatanan Dunia Lama sudah Mati, Peran Indonesia Strategis\n\nBergabunglah sebagai channel member kami untuk mendapatkan video-video eksklusif. Klik link berikut ini:\n   /   \n\nKesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran membuka harapan bagi stabilitas dunia pasca tutupnya Selat Hormuz.\n\nWakil Menteri Luar Negeri RI Khusus Bidang Urusan Dunia Islam, Anis Matta, membeberkan lanskap geopolitik yang menuju perubahan. Konflik yang terjadi antara Amerika Serikat-Israel dan Iran bukan lagi bersifat regional. Anis Matta juga berpendapat bahwa ini adalah bagian dari proses perubahan tatanan dunia yang dampaknya sudah terasa hari ini. \n\nSituasi di Timur Tengah memberi dampak besar hingga Asia Pasifik, mulai harga minyak dan kurs mata uang.\n\nDi tengah ketegangan, kesepakatan AS-Iran yang terjalin, bak menanti langit cerah dalam awan kelam konflik geopolitik. \n\nKemudian, bagaimana posisi Indonesia?\n\n#Naratama #AmirSodikin #AnisMatta #PerjanjianDamai #KonflikAmerikaIran #AmerikaIran\n \nEksekutif Produser: Oky Ivans\nProduser: Rima Rismania\nAsisten Produser: Putri Aulia\nKreatif: Adam Aulia Manzal Khan\nPenata Kamera: M. Rizki Fauzan, Frederikus Tuto K. Soromaking, Putri Dewi Nawang Wulan\nPenyunting Gambar: Bagus Wahyudi\n\n*****\n\nAgar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari seluruh Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas.com. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas.com. \n\nFollow kami di media sosial: \nFacebook:   / kompascom  \nInstagram:   / kompascom  \nTwitter:   / kompascom  \nTiktok:   / kompascom", "post_id": "ePTRhEoq_ho"}}, {"key": "@rajkazh", "attributes": {"label": "@rajkazh", "x": 42.25020899794663, "y": 772.7135704908023, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "sOPcP61F9IY", "id": "@rajkazh", "source": "youtube-000001", "content": "Hari Keputusan The Fed, Kesepakatan AS-Iran Ditandatangani, Minyak di Bawah $80, Rupiah Menguat, ...\n\n\nPasar global memasuki Hari Keputusan Fed dengan harga minyak turun di bawah $80, dolar melemah, dan investor mencerna perjanjian AS-Iran yang ditandatangani secara elektronik sebelum upacara formalnya di Swiss. India terus diuntungkan dari penurunan harga minyak mentah karena rupee menguat untuk sesi ketiga berturut-turut, imbal hasil obligasi menurun, dan Nifty mendekati angka 24.000. Sementara itu, Bank of Japan memberikan suku bunga kebijakan 1% pertamanya sejak 1995, data terbaru China menyoroti permintaan konsumen yang lemah meskipun manufaktur tetap tangguh, dan indikator sentimen Eropa mengejutkan dengan peningkatan. Dengan Kevin Warsh menyampaikan keputusan kebijakan Federal Reserve pertamanya, pasar kurang fokus pada suku bunga dan lebih pada pesan yang disampaikan. Setelah seminggu di mana geopolitik mencuri perhatian, para bankir sentral akhirnya mendapat giliran mereka—dengan asumsi berita utama mendukung.\n\n#FederalReserve #FOMC #KevinWarsh #KesepakatanASIran #HargaMinyak #PasarIndia #Rupee #Nifty50 #BOJ #BankOfJapan #IndeksDolar #EkonomiChina #MakroGlobal #ProspekEkonomi #Kazedge", "post_id": "sOPcP61F9IY"}}, {"key": "AlgoTradingChampionsCommunity", "attributes": {"label": "AlgoTradingChampionsCommunity", "x": 41.453593469487075, "y": 317.3041704647054, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3741, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sOPcP61F9IY", "id": "AlgoTradingChampionsCommunity", "source": "youtube-000001", "content": "Hari Keputusan The Fed, Kesepakatan AS-Iran Ditandatangani, Minyak di Bawah $80, Rupiah Menguat, ...\n\n\nPasar global memasuki Hari Keputusan Fed dengan harga minyak turun di bawah $80, dolar melemah, dan investor mencerna perjanjian AS-Iran yang ditandatangani secara elektronik sebelum upacara formalnya di Swiss. India terus diuntungkan dari penurunan harga minyak mentah karena rupee menguat untuk sesi ketiga berturut-turut, imbal hasil obligasi menurun, dan Nifty mendekati angka 24.000. Sementara itu, Bank of Japan memberikan suku bunga kebijakan 1% pertamanya sejak 1995, data terbaru China menyoroti permintaan konsumen yang lemah meskipun manufaktur tetap tangguh, dan indikator sentimen Eropa mengejutkan dengan peningkatan. Dengan Kevin Warsh menyampaikan keputusan kebijakan Federal Reserve pertamanya, pasar kurang fokus pada suku bunga dan lebih pada pesan yang disampaikan. Setelah seminggu di mana geopolitik mencuri perhatian, para bankir sentral akhirnya mendapat giliran mereka—dengan asumsi berita utama mendukung.\n\n#FederalReserve #FOMC #KevinWarsh #KesepakatanASIran #HargaMinyak #PasarIndia #Rupee #Nifty50 #BOJ #BankOfJapan #IndeksDolar #EkonomiChina #MakroGlobal #ProspekEkonomi #Kazedge", "post_id": "sOPcP61F9IY"}}], "edges": [{"key": "gusrully", "source": "gusrully", "target": "ldii_news", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "gusrully", "source": "gusrully", "target": "ldii_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "newsabangsa", "source": "newsabangsa", "target": "newsabangsa", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "newsabangsa", "source": "newsabangsa", "target": "newsabangsa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Parlecoid", "source": "Parlecoid", "target": "asatunews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "rudolphmcfarla2", "source": "rudolphmcfarla2", "target": "icy_freezey", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "rudolphmcfarla2", "source": "rudolphmcfarla2", "target": "mldyrfn_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "rudolphmcfarla2", "source": "rudolphmcfarla2", "target": "Aslipriok1973", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "19585064872", "source": "19585064872", "target": "visualiterasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "karirgram", "source": "karirgram", "target": "KarirGram", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "folknomic", "source": "folknomic", "target": "folknomics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "klipnewss", "source": "klipnewss", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "a17cha", "source": "a17cha", "target": "H.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "a17cha", "source": "a17cha", "target": "Sufmi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "a17cha", "source": "a17cha", "target": "gerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@salamsuksesid", "source": "@salamsuksesid", "target": "Gabrey99", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@platinumPulse-p6y", "source": "@platinumPulse-p6y", "target": "platinumPulse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompascom", "source": "@kompascom", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@rajkazh", "source": "@rajkazh", "target": "AlgoTradingChampionsCommunity", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}