{"nodes": [{"key": "newsabangsa", "attributes": {"label": "newsabangsa", "x": 868.8821075626578, "y": 45.70057989322018, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 13.5849, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "2069268430897959218", "id": "newsabangsa", "source": "retweet-000002", "content": "Tekanan terhadap rupiah dipicu sejumlah sentimen eksternal, mulai dari penguatan dolar AS, dinamika geopolitik global, hin…", "post_id": "2069268430897959218"}}, {"key": "Parlecoid", "attributes": {"label": "Parlecoid", "x": 232.04599851538455, "y": 948.3457723935284, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067480701948375330", "id": "Parlecoid", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah Kamis pagi ini melemah hingga Rp17.856 per dolar AS setelah The Fed mempertahankan suku bunga tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik.  https://t.co/8hIWEaNQWB via  Biz ID https://t.co/aKxjpu4flr", "post_id": "2067480701948375330"}}, {"key": "asatunews", "attributes": {"label": "asatunews", "x": 531.5728460443607, "y": 143.4969486484753, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.451, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067480701948375330", "id": "asatunews", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah Kamis pagi ini melemah hingga Rp17.856 per dolar AS setelah The Fed mempertahankan suku bunga tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik.  https://t.co/8hIWEaNQWB via  Biz ID https://t.co/aKxjpu4flr", "post_id": "2067480701948375330"}}, {"key": "RadioSmartFM", "attributes": {"label": "RadioSmartFM", "x": 722.8745052113993, "y": 172.00161145711002, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068937027630801055", "id": "RadioSmartFM", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah pada Senin pagi bergerak melemah 0,05 persen menjadi Rp17.813 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya Rp17.804 per dolar AS.\n\nAnalis Bank Woori Saudara Rully Nova menyatakan pelemahan rupiah dipicu meningkatnya harga minyak dunia.\n\n#SmartNews  https://t.co/i078Lopzin", "post_id": "2068937027630801055"}}, {"key": "antaranews", "attributes": {"label": "antaranews", "x": 451.17697864442863, "y": 508.7939359363557, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.451, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068937027630801055", "id": "antaranews", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah pada Senin pagi bergerak melemah 0,05 persen menjadi Rp17.813 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya Rp17.804 per dolar AS.\n\nAnalis Bank Woori Saudara Rully Nova menyatakan pelemahan rupiah dipicu meningkatnya harga minyak dunia.\n\n#SmartNews  https://t.co/i078Lopzin", "post_id": "2068937027630801055"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 624.2199055524807, "y": 906.1267365325245, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.5849, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3923027569910497111_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah dibuka melemah 43 poin ke level Rp17.837 per dolar AS pada perdagangan hari ini. 📊\n\nPelemahan rupiah terjadi meski Bank Indonesia telah menaikkan BI-Rate menjadi 5,75%. Tekanan datang dari penguatan dolar AS seiring meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pasca-FOMC. \n\nSelain itu, kekhawatiran pasar terhadap belum pulihnya pasokan minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah turut menopang penguatan dolar AS. ⛽\n\nAnalis memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.800–Rp17.900 per dolar AS. 📈\n\nSumber: katadata.co.id, 19 Juni 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp). 🤝\n\n#mancingsaham #Rupiah #DolarAS #TheFed #BIRate #BankIndonesia #FOMC #IHSG #Investasi #MarketUpdate", "post_id": "3923027569910497111_52512310886"}}, {"key": "idntimes.video", "attributes": {"label": "idntimes.video", "x": 795.322045192648, "y": 51.32921716562788, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "3922676528285760436_2089700769", "id": "idntimes.video", "source": "instagram-000001", "content": "Mentan Ditelepon Prabowo Imbas Harga TBS Sawit Anjlok\n\nJakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan penurunan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang terjadi di tengah kenaikan harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dunia.\n\nMenteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut kondisi tersebut sebagai anomali karena tidak sejalan dengan pergerakan harga komoditas sawit global.\n\n\"Nah, ini menarik TBS, ini TBS kami atas arahan Bapak Presiden, kami ditelepon Beliau, disampaikan 'Pak Mentan, kenapa terjadi penurunan?'. Saya katakan kepada Beliau ini anomali,\" kata Amran kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nAmran menilai penurunan harga TBS tidak sejalan dengan kondisi pasar. Pasalnya, harga CPO dunia sedang naik dan nilai tukar dolar AS juga menguat sekitar 10 persen. Namun, harga TBS yang diterima petani justru mengalami penurunan.\n\nAmran meyakini dalam satu pekan ke depan, harga TBS dapat kembali pulih dan lebih baik dengan penerapan mekanisme satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Trio Hamdani\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Prabowo #Sawit", "post_id": "3922676528285760436_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes", "attributes": {"label": "IDNTimes", "x": 465.3580141046808, "y": 88.39579173223689, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2868, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3922676528285760436_2089700769", "id": "IDNTimes", "source": "instagram-000001", "content": "Mentan Ditelepon Prabowo Imbas Harga TBS Sawit Anjlok\n\nJakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan penurunan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang terjadi di tengah kenaikan harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dunia.\n\nMenteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut kondisi tersebut sebagai anomali karena tidak sejalan dengan pergerakan harga komoditas sawit global.\n\n\"Nah, ini menarik TBS, ini TBS kami atas arahan Bapak Presiden, kami ditelepon Beliau, disampaikan 'Pak Mentan, kenapa terjadi penurunan?'. Saya katakan kepada Beliau ini anomali,\" kata Amran kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nAmran menilai penurunan harga TBS tidak sejalan dengan kondisi pasar. Pasalnya, harga CPO dunia sedang naik dan nilai tukar dolar AS juga menguat sekitar 10 persen. Namun, harga TBS yang diterima petani justru mengalami penurunan.\n\nAmran meyakini dalam satu pekan ke depan, harga TBS dapat kembali pulih dan lebih baik dengan penerapan mekanisme satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Trio Hamdani\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Prabowo #Sawit", "post_id": "3922676528285760436_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "IDNTimes.Korea", "x": 713.2368989466279, "y": 586.2200344119948, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2868, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3922676528285760436_2089700769", "id": "IDNTimes.Korea", "source": "instagram-000001", "content": "Mentan Ditelepon Prabowo Imbas Harga TBS Sawit Anjlok\n\nJakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan penurunan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang terjadi di tengah kenaikan harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dunia.\n\nMenteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut kondisi tersebut sebagai anomali karena tidak sejalan dengan pergerakan harga komoditas sawit global.\n\n\"Nah, ini menarik TBS, ini TBS kami atas arahan Bapak Presiden, kami ditelepon Beliau, disampaikan 'Pak Mentan, kenapa terjadi penurunan?'. Saya katakan kepada Beliau ini anomali,\" kata Amran kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nAmran menilai penurunan harga TBS tidak sejalan dengan kondisi pasar. Pasalnya, harga CPO dunia sedang naik dan nilai tukar dolar AS juga menguat sekitar 10 persen. Namun, harga TBS yang diterima petani justru mengalami penurunan.\n\nAmran meyakini dalam satu pekan ke depan, harga TBS dapat kembali pulih dan lebih baik dengan penerapan mekanisme satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Trio Hamdani\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Prabowo #Sawit", "post_id": "3922676528285760436_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "IDNTimes.Community", "x": 566.4383834534533, "y": 55.192371239279446, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2868, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3922676528285760436_2089700769", "id": "IDNTimes.Community", "source": "instagram-000001", "content": "Mentan Ditelepon Prabowo Imbas Harga TBS Sawit Anjlok\n\nJakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan penurunan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang terjadi di tengah kenaikan harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dunia.\n\nMenteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut kondisi tersebut sebagai anomali karena tidak sejalan dengan pergerakan harga komoditas sawit global.\n\n\"Nah, ini menarik TBS, ini TBS kami atas arahan Bapak Presiden, kami ditelepon Beliau, disampaikan 'Pak Mentan, kenapa terjadi penurunan?'. Saya katakan kepada Beliau ini anomali,\" kata Amran kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nAmran menilai penurunan harga TBS tidak sejalan dengan kondisi pasar. Pasalnya, harga CPO dunia sedang naik dan nilai tukar dolar AS juga menguat sekitar 10 persen. Namun, harga TBS yang diterima petani justru mengalami penurunan.\n\nAmran meyakini dalam satu pekan ke depan, harga TBS dapat kembali pulih dan lebih baik dengan penerapan mekanisme satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Trio Hamdani\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Prabowo #Sawit", "post_id": "3922676528285760436_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "IDNTimes.Hype", "x": 584.2375098267212, "y": 701.4253551023323, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2868, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3922676528285760436_2089700769", "id": "IDNTimes.Hype", "source": "instagram-000001", "content": "Mentan Ditelepon Prabowo Imbas Harga TBS Sawit Anjlok\n\nJakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan penurunan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang terjadi di tengah kenaikan harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dunia.\n\nMenteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut kondisi tersebut sebagai anomali karena tidak sejalan dengan pergerakan harga komoditas sawit global.\n\n\"Nah, ini menarik TBS, ini TBS kami atas arahan Bapak Presiden, kami ditelepon Beliau, disampaikan 'Pak Mentan, kenapa terjadi penurunan?'. Saya katakan kepada Beliau ini anomali,\" kata Amran kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nAmran menilai penurunan harga TBS tidak sejalan dengan kondisi pasar. Pasalnya, harga CPO dunia sedang naik dan nilai tukar dolar AS juga menguat sekitar 10 persen. Namun, harga TBS yang diterima petani justru mengalami penurunan.\n\nAmran meyakini dalam satu pekan ke depan, harga TBS dapat kembali pulih dan lebih baik dengan penerapan mekanisme satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Trio Hamdani\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Prabowo #Sawit", "post_id": "3922676528285760436_2089700769"}}, {"key": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "Duniaku_com", "x": 598.6730416411676, "y": 459.3825567361045, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2868, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3922676528285760436_2089700769", "id": "Duniaku_com", "source": "instagram-000001", "content": "Mentan Ditelepon Prabowo Imbas Harga TBS Sawit Anjlok\n\nJakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan penurunan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang terjadi di tengah kenaikan harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dunia.\n\nMenteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut kondisi tersebut sebagai anomali karena tidak sejalan dengan pergerakan harga komoditas sawit global.\n\n\"Nah, ini menarik TBS, ini TBS kami atas arahan Bapak Presiden, kami ditelepon Beliau, disampaikan 'Pak Mentan, kenapa terjadi penurunan?'. Saya katakan kepada Beliau ini anomali,\" kata Amran kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nAmran menilai penurunan harga TBS tidak sejalan dengan kondisi pasar. Pasalnya, harga CPO dunia sedang naik dan nilai tukar dolar AS juga menguat sekitar 10 persen. Namun, harga TBS yang diterima petani justru mengalami penurunan.\n\nAmran meyakini dalam satu pekan ke depan, harga TBS dapat kembali pulih dan lebih baik dengan penerapan mekanisme satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Trio Hamdani\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Prabowo #Sawit", "post_id": "3922676528285760436_2089700769"}}, {"key": "Popbela_com", "attributes": {"label": "Popbela_com", "x": 1.5003137728483162, "y": 188.25239883450496, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2868, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3922676528285760436_2089700769", "id": "Popbela_com", "source": "instagram-000001", "content": "Mentan Ditelepon Prabowo Imbas Harga TBS Sawit Anjlok\n\nJakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan penurunan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang terjadi di tengah kenaikan harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dunia.\n\nMenteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut kondisi tersebut sebagai anomali karena tidak sejalan dengan pergerakan harga komoditas sawit global.\n\n\"Nah, ini menarik TBS, ini TBS kami atas arahan Bapak Presiden, kami ditelepon Beliau, disampaikan 'Pak Mentan, kenapa terjadi penurunan?'. Saya katakan kepada Beliau ini anomali,\" kata Amran kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nAmran menilai penurunan harga TBS tidak sejalan dengan kondisi pasar. Pasalnya, harga CPO dunia sedang naik dan nilai tukar dolar AS juga menguat sekitar 10 persen. Namun, harga TBS yang diterima petani justru mengalami penurunan.\n\nAmran meyakini dalam satu pekan ke depan, harga TBS dapat kembali pulih dan lebih baik dengan penerapan mekanisme satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Trio Hamdani\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Prabowo #Sawit", "post_id": "3922676528285760436_2089700769"}}, {"key": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "Popbela.Beauty", "x": 750.7398429873285, "y": 118.98235093746656, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2868, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3922676528285760436_2089700769", "id": "Popbela.Beauty", "source": "instagram-000001", "content": "Mentan Ditelepon Prabowo Imbas Harga TBS Sawit Anjlok\n\nJakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan penurunan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang terjadi di tengah kenaikan harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dunia.\n\nMenteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut kondisi tersebut sebagai anomali karena tidak sejalan dengan pergerakan harga komoditas sawit global.\n\n\"Nah, ini menarik TBS, ini TBS kami atas arahan Bapak Presiden, kami ditelepon Beliau, disampaikan 'Pak Mentan, kenapa terjadi penurunan?'. Saya katakan kepada Beliau ini anomali,\" kata Amran kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nAmran menilai penurunan harga TBS tidak sejalan dengan kondisi pasar. Pasalnya, harga CPO dunia sedang naik dan nilai tukar dolar AS juga menguat sekitar 10 persen. Namun, harga TBS yang diterima petani justru mengalami penurunan.\n\nAmran meyakini dalam satu pekan ke depan, harga TBS dapat kembali pulih dan lebih baik dengan penerapan mekanisme satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Trio Hamdani\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Prabowo #Sawit", "post_id": "3922676528285760436_2089700769"}}, {"key": "Popmama_com", "attributes": {"label": "Popmama_com", "x": 938.6728260515491, "y": 399.47135364785635, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2868, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3922676528285760436_2089700769", "id": "Popmama_com", "source": "instagram-000001", "content": "Mentan Ditelepon Prabowo Imbas Harga TBS Sawit Anjlok\n\nJakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan penurunan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang terjadi di tengah kenaikan harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dunia.\n\nMenteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut kondisi tersebut sebagai anomali karena tidak sejalan dengan pergerakan harga komoditas sawit global.\n\n\"Nah, ini menarik TBS, ini TBS kami atas arahan Bapak Presiden, kami ditelepon Beliau, disampaikan 'Pak Mentan, kenapa terjadi penurunan?'. Saya katakan kepada Beliau ini anomali,\" kata Amran kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nAmran menilai penurunan harga TBS tidak sejalan dengan kondisi pasar. Pasalnya, harga CPO dunia sedang naik dan nilai tukar dolar AS juga menguat sekitar 10 persen. Namun, harga TBS yang diterima petani justru mengalami penurunan.\n\nAmran meyakini dalam satu pekan ke depan, harga TBS dapat kembali pulih dan lebih baik dengan penerapan mekanisme satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Trio Hamdani\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Prabowo #Sawit", "post_id": "3922676528285760436_2089700769"}}, {"key": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "Yummy.idn", "x": 15.059362768543249, "y": 168.61681022116727, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2868, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3922676528285760436_2089700769", "id": "Yummy.idn", "source": "instagram-000001", "content": "Mentan Ditelepon Prabowo Imbas Harga TBS Sawit Anjlok\n\nJakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan penurunan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang terjadi di tengah kenaikan harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dunia.\n\nMenteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut kondisi tersebut sebagai anomali karena tidak sejalan dengan pergerakan harga komoditas sawit global.\n\n\"Nah, ini menarik TBS, ini TBS kami atas arahan Bapak Presiden, kami ditelepon Beliau, disampaikan 'Pak Mentan, kenapa terjadi penurunan?'. Saya katakan kepada Beliau ini anomali,\" kata Amran kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nAmran menilai penurunan harga TBS tidak sejalan dengan kondisi pasar. Pasalnya, harga CPO dunia sedang naik dan nilai tukar dolar AS juga menguat sekitar 10 persen. Namun, harga TBS yang diterima petani justru mengalami penurunan.\n\nAmran meyakini dalam satu pekan ke depan, harga TBS dapat kembali pulih dan lebih baik dengan penerapan mekanisme satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Trio Hamdani\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Prabowo #Sawit", "post_id": "3922676528285760436_2089700769"}}, {"key": "media_kaba12", "attributes": {"label": "media_kaba12", "x": 935.8029784294964, "y": 116.83221699061829, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3921330485787449052_3734950122", "id": "media_kaba12", "source": "instagram-000001", "content": "Bukittinggi, KABA12.- Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) dan unsur masyarakat sipil, gelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kota Bukittinggi, Senin (15/06). \n\nMereka menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk penghapusan program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga mendorong pemerintah untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.\n\nPeserta demo memulai aksi mereka dengan longmarch dari Lapangan Wirabraja menuju Gedung DPRD Kota Bukittinggi.  Aksi tersebut diikuti mahasiswa dari UIN Bukittinggi, UFDK, ITB-HAS, Universitas Mohammad Natsir dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bukittinggi serta PMII, IMM dan GMNI dari unsur OKP.\n\nKetua Aliansi Mahasiswa Bukittinggi, Keni Savina, menjelaskan, mereka menyoroti sejumlah persoalan nasional yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat, mulai dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, hingga pengesahan Undang -Undang Polri. Persoalan tersebut menjadi fokus utama tuntutan yang dibawa massa aksi dalam demonstrasi yang disanbut sejumlah pimpinan dan Anggota DPRD Bukittinggi itu.\n\n\"Dari isu yang kami bawakan hari ini mengenai isu-isu nasional, yang pertama yaitu adanya kenaikan BBM nonsubsidi, yang kedua terkait problematika mengenai Makan Bergizi Gratis (MBG), yang ketiga terkait rendahnya nilai tukar rupiah pada dolar AS dan masalah pengesahan Undang -Undang Polri,\" katanya.\n\nSejumlah tuntutan tertulis, juga disampaikan kepada DPRD Kota Bukittinggi untuk diteruskan kepada pemerintah dan lembaga terkait di tingkat yang lebih tinggi.\n\nDalam dokumen tuntutan yang dibacakan saat aksi, mahasiswa meminta penghapusan Program Makan Bergizi Gratis karena dinilai berpotensi membebani kondisi fiskal negara serta harus dipastikan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.\n•\nPewarta : \n•\nBaca selengkapnya di kaba12.com\n•\n#kaba12 #mediainspirasimasakini", "post_id": "3921330485787449052_3734950122"}}, {"key": "opik_rajobungsu", "attributes": {"label": "opik_rajobungsu", "x": 524.6038601874803, "y": 723.3968029585236, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.451, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3921330485787449052_3734950122", "id": "opik_rajobungsu", "source": "instagram-000001", "content": "Bukittinggi, KABA12.- Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) dan unsur masyarakat sipil, gelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kota Bukittinggi, Senin (15/06). \n\nMereka menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk penghapusan program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga mendorong pemerintah untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.\n\nPeserta demo memulai aksi mereka dengan longmarch dari Lapangan Wirabraja menuju Gedung DPRD Kota Bukittinggi.  Aksi tersebut diikuti mahasiswa dari UIN Bukittinggi, UFDK, ITB-HAS, Universitas Mohammad Natsir dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bukittinggi serta PMII, IMM dan GMNI dari unsur OKP.\n\nKetua Aliansi Mahasiswa Bukittinggi, Keni Savina, menjelaskan, mereka menyoroti sejumlah persoalan nasional yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat, mulai dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, hingga pengesahan Undang -Undang Polri. Persoalan tersebut menjadi fokus utama tuntutan yang dibawa massa aksi dalam demonstrasi yang disanbut sejumlah pimpinan dan Anggota DPRD Bukittinggi itu.\n\n\"Dari isu yang kami bawakan hari ini mengenai isu-isu nasional, yang pertama yaitu adanya kenaikan BBM nonsubsidi, yang kedua terkait problematika mengenai Makan Bergizi Gratis (MBG), yang ketiga terkait rendahnya nilai tukar rupiah pada dolar AS dan masalah pengesahan Undang -Undang Polri,\" katanya.\n\nSejumlah tuntutan tertulis, juga disampaikan kepada DPRD Kota Bukittinggi untuk diteruskan kepada pemerintah dan lembaga terkait di tingkat yang lebih tinggi.\n\nDalam dokumen tuntutan yang dibacakan saat aksi, mahasiswa meminta penghapusan Program Makan Bergizi Gratis karena dinilai berpotensi membebani kondisi fiskal negara serta harus dipastikan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.\n•\nPewarta : \n•\nBaca selengkapnya di kaba12.com\n•\n#kaba12 #mediainspirasimasakini", "post_id": "3921330485787449052_3734950122"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 937.1281207232173, "y": 310.408896578238, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 52.0746, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3924832264409941756_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah melemah 0,12% ke Rp17.812/US$ pada Senin pagi (22/6/2026), seiring penguatan dolar AS dan pelemahan mayoritas mata uang Asia di tengah kembali meningkatnya tensi geopolitik AS–Iran yang mendorong penguatan aset safe haven.\n\nSementara itu, IHSG dibuka menguat 0,65% ke level 6.217, lebih baik dari bursa Asia yang cenderung mixed, ditopang sentimen MSCI dan penguatan teknikal, meski pasar masih mencermati risiko global dan harga minyak.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#rupiah #dolar #ihsg #saham #bloombergtechnoz", "post_id": "3924832264409941756_51748745734"}}, {"key": "19585064872", "attributes": {"label": "19585064872", "x": 95.70908573646331, "y": 670.7068385168639, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "19585064872", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "visualiterasi", "attributes": {"label": "visualiterasi", "x": 621.6676418600962, "y": 305.1274409293401, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.451, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "visualiterasi", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "66320242220", "attributes": {"label": "66320242220", "x": 777.0727722023412, "y": 450.1282471145126, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3925188914029089351_66320242220", "id": "66320242220", "source": "instagram-000001", "content": "Ekonom Steve Hanke mengklaim rupiah bisa memiliki nilai setara dolar Amerika Serikat (AS) jika International Monetary Fund (IMF) dan Presiden ke-42 AS Bill Clinton tidak menghalangi rencana yang ia susun bersama Presiden Soeharto pada masa krisis 1998.\n\n“Jika IMF tidak menyabotase dewan mata uang yang akan saya dan Suharto terapkan pada tahun 1998, rupiah tidak akan bermasalah saat ini. Rupiah akan sama baiknya dengan dolar AS,” tulis Hanke melalui akun X pribadinya, Senin (22/06).\n\nMenurut Hanke, sistem tersebut akan mematok nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sehingga dapat mencegah pelemahan tajam saat Krisis Keuangan Asia. Ia bahkan mengklaim rupiah sempat menguat sekitar 28% setelah wacana kebijakan itu diumumkan, di tengah kejatuhan nilai tukar dari sekitar Rp2.700 ke Rp16.000 per dolar .\n\nNamun, rencana tersebut akhirnya tidak pernah diterapkan. Hanke menuding IMF dan pemerintahan Bill Clinton saat itu menolak kebijakan tersebut serta mengancam penghentian bantuan internasional senilai US$43 miliar apabila Indonesia tetap melanjutkannya.\n\nFollow  untuk dapatkan informasi dan menambahkan wawasan", "post_id": "3925188914029089351_66320242220"}}, {"key": "ruangpikirr.id", "attributes": {"label": "ruangpikirr.id", "x": 512.863793689893, "y": 386.9182020095935, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.451, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3925188914029089351_66320242220", "id": "ruangpikirr.id", "source": "instagram-000001", "content": "Ekonom Steve Hanke mengklaim rupiah bisa memiliki nilai setara dolar Amerika Serikat (AS) jika International Monetary Fund (IMF) dan Presiden ke-42 AS Bill Clinton tidak menghalangi rencana yang ia susun bersama Presiden Soeharto pada masa krisis 1998.\n\n“Jika IMF tidak menyabotase dewan mata uang yang akan saya dan Suharto terapkan pada tahun 1998, rupiah tidak akan bermasalah saat ini. Rupiah akan sama baiknya dengan dolar AS,” tulis Hanke melalui akun X pribadinya, Senin (22/06).\n\nMenurut Hanke, sistem tersebut akan mematok nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sehingga dapat mencegah pelemahan tajam saat Krisis Keuangan Asia. Ia bahkan mengklaim rupiah sempat menguat sekitar 28% setelah wacana kebijakan itu diumumkan, di tengah kejatuhan nilai tukar dari sekitar Rp2.700 ke Rp16.000 per dolar .\n\nNamun, rencana tersebut akhirnya tidak pernah diterapkan. Hanke menuding IMF dan pemerintahan Bill Clinton saat itu menolak kebijakan tersebut serta mengancam penghentian bantuan internasional senilai US$43 miliar apabila Indonesia tetap melanjutkannya.\n\nFollow  untuk dapatkan informasi dan menambahkan wawasan", "post_id": "3925188914029089351_66320242220"}}, {"key": "folknomic", "attributes": {"label": "folknomic", "x": 444.5724097262602, "y": 721.6675771060579, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomic", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "folknomics", "attributes": {"label": "folknomics", "x": 984.0779020692579, "y": 806.8039309965628, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.451, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomics", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "go_clipnews", "attributes": {"label": "go_clipnews", "x": 401.7921710387946, "y": 695.2583034970328, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7650544629074677000", "id": "go_clipnews", "source": "tiktok-000001", "content": "PT Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026, sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Ini kenaikan terbesar dalam sejarah BBM nonsubsidi Indonesia, dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia akibat perang Iran dan pelemahan rupiah yang sudah menembus Rp18.000. Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet menilai kenaikan ini cukup efektif mengurangi tekanan fiskal, namun mengingatkan bahwa peningkatan konsumsi Pertalite akan menambah beban kompensasi pemerintah. Dengan asumsi kompensasi sekitar Rp5.400 per liter, tambahan beban fiskal diperkirakan berkisar antara Rp4 triliun hingga Rp17 triliun, dengan skenario moderat mendekati Rp10 triliun. Di sisi lain, tanpa kenaikan ini pemerintah harus menanggung tambahan beban fiskal hingga Rp27,7 triliun per tahun. Kenaikan Pertamax diperkirakan menghemat anggaran negara sekitar Rp11,4 triliun per tahun sekaligus menghemat devisa US$0,6 miliar di tengah tekanan terhadap rupiah. Tapi skenario ini hanya berlaku jika konsumen tetap pakai Pertamax, bukan berduyun-duyun pindah ke Pertalite.  #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7650544629074677000"}}, {"key": "Konten.Com", "attributes": {"label": "Konten.Com", "x": 379.3328656685869, "y": 376.27187659556625, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.451, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7650544629074677000", "id": "Konten.Com", "source": "tiktok-000001", "content": "PT Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026, sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Ini kenaikan terbesar dalam sejarah BBM nonsubsidi Indonesia, dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia akibat perang Iran dan pelemahan rupiah yang sudah menembus Rp18.000. Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet menilai kenaikan ini cukup efektif mengurangi tekanan fiskal, namun mengingatkan bahwa peningkatan konsumsi Pertalite akan menambah beban kompensasi pemerintah. Dengan asumsi kompensasi sekitar Rp5.400 per liter, tambahan beban fiskal diperkirakan berkisar antara Rp4 triliun hingga Rp17 triliun, dengan skenario moderat mendekati Rp10 triliun. Di sisi lain, tanpa kenaikan ini pemerintah harus menanggung tambahan beban fiskal hingga Rp27,7 triliun per tahun. Kenaikan Pertamax diperkirakan menghemat anggaran negara sekitar Rp11,4 triliun per tahun sekaligus menghemat devisa US$0,6 miliar di tengah tekanan terhadap rupiah. Tapi skenario ini hanya berlaku jika konsumen tetap pakai Pertamax, bukan berduyun-duyun pindah ke Pertalite.  #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7650544629074677000"}}, {"key": "baramaros_", "attributes": {"label": "baramaros_", "x": 891.1699311419685, "y": 563.5963360003901, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649245512423525639", "id": "baramaros_", "source": "tiktok-000001", "content": "Di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang menjadi sorotan akibat pelemahan rupiah dan tekanan di pasar keuangan, sejumlah tokoh nasional turut menyampaikan pandangannya. Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Jusuf Kalla sama-sama menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik sebagai salah satu kunci untuk mendukung stabilitas ekonomi. Anies Baswedan lebih dulu menyampaikan pandangannya pada 20 Mei 2026. Menurutnya, yang dibutuhkan publik dan pelaku pasar saat ini adalah kepastian, transparansi, serta arah kebijakan yang jelas dari pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Selanjutnya, pada 4 Juni 2026, Ganjar Pranowo menyoroti kabar nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp18.040 per dolar AS. Ia meminta pemerintah segera mengembalikan kepercayaan publik, sekaligus memperkuat fungsi lembaga negara dan birokrasi agar berjalan lebih efektif. Pada hari yang sama, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa kepemimpinan yang kuat tidak hanya diukur dari kemampuan menghadapi krisis. Menurutnya, menjaga kepercayaan masyarakat dan menciptakan peluang di tengah ketidakpastian juga menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi ekonomi yang menantang. Sementara itu, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menilai kondisi ekonomi, baik di tingkat global maupun domestik, sedang menghadapi tekanan. Ia mengingatkan bahwa pelemahan rupiah dan kondisi pasar keuangan dapat berdampak pada masyarakat, sehingga diperlukan kerja keras untuk menghadapi situasi tersebut. Meski disampaikan dalam waktu dan kesempatan yang berbeda, keempat tokoh tersebut memiliki benang merah yang sama, yakni pentingnya membangun dan menjaga kepercayaan publik di tengah tantangan ekonomi yang sedang dihadapi Indonesia. 📷  #baramaros #beritaseputarindonesia", "post_id": "7649245512423525639"}}, {"key": "hypekabar", "attributes": {"label": "hypekabar", "x": 318.55081166301227, "y": 528.3791341320398, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.451, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7649245512423525639", "id": "hypekabar", "source": "tiktok-000001", "content": "Di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang menjadi sorotan akibat pelemahan rupiah dan tekanan di pasar keuangan, sejumlah tokoh nasional turut menyampaikan pandangannya. Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Jusuf Kalla sama-sama menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik sebagai salah satu kunci untuk mendukung stabilitas ekonomi. Anies Baswedan lebih dulu menyampaikan pandangannya pada 20 Mei 2026. Menurutnya, yang dibutuhkan publik dan pelaku pasar saat ini adalah kepastian, transparansi, serta arah kebijakan yang jelas dari pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Selanjutnya, pada 4 Juni 2026, Ganjar Pranowo menyoroti kabar nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp18.040 per dolar AS. Ia meminta pemerintah segera mengembalikan kepercayaan publik, sekaligus memperkuat fungsi lembaga negara dan birokrasi agar berjalan lebih efektif. Pada hari yang sama, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa kepemimpinan yang kuat tidak hanya diukur dari kemampuan menghadapi krisis. Menurutnya, menjaga kepercayaan masyarakat dan menciptakan peluang di tengah ketidakpastian juga menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi ekonomi yang menantang. Sementara itu, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menilai kondisi ekonomi, baik di tingkat global maupun domestik, sedang menghadapi tekanan. Ia mengingatkan bahwa pelemahan rupiah dan kondisi pasar keuangan dapat berdampak pada masyarakat, sehingga diperlukan kerja keras untuk menghadapi situasi tersebut. Meski disampaikan dalam waktu dan kesempatan yang berbeda, keempat tokoh tersebut memiliki benang merah yang sama, yakni pentingnya membangun dan menjaga kepercayaan publik di tengah tantangan ekonomi yang sedang dihadapi Indonesia. 📷  #baramaros #beritaseputarindonesia", "post_id": "7649245512423525639"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 469.63127366140077, "y": 722.9382663025726, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1501448518445631", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Harga emas dunia melemah pada perdagangan Selasa (23/6/2026) karena dolar Amerika Serikat (AS) menguat ke level tertinggi dalam satu tahun terakhir seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).\n\nPenguatan dolar tersebut mengalahkan dukungan bagi emas dari penurunan harga minyak mentah di tengah kemajuan pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.\n\nHarga emas spot turun 1,93 persen menjadi USD4.110,74 per troy ons.\n\nDolar AS menguat ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun pada Selasa, sehingga membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.\n\n\"Untuk saat ini, emas dan perak tidak terlalu memperhatikan situasi di Timur Tengah. Saya pikir pasar lebih mencermati pernyataan Federal Reserve pekan lalu,\" kata Ahli Strategi Pasar Senior StoneX, Bob Haberkorn, dikutip Reuters.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/harga-emas-jatuh-saat-dolar-as-tembus-level-tertinggi-setahun\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Istimewa\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #emas #dolarAS #hargaemas", "post_id": "432781620563594_1501448518445631"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 667.317352967223, "y": 372.9516910902454, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 14.451, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1501448518445631", "id": "idx_channel", "source": "facebook-000001", "content": "Harga emas dunia melemah pada perdagangan Selasa (23/6/2026) karena dolar Amerika Serikat (AS) menguat ke level tertinggi dalam satu tahun terakhir seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).\n\nPenguatan dolar tersebut mengalahkan dukungan bagi emas dari penurunan harga minyak mentah di tengah kemajuan pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.\n\nHarga emas spot turun 1,93 persen menjadi USD4.110,74 per troy ons.\n\nDolar AS menguat ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun pada Selasa, sehingga membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.\n\n\"Untuk saat ini, emas dan perak tidak terlalu memperhatikan situasi di Timur Tengah. Saya pikir pasar lebih mencermati pernyataan Federal Reserve pekan lalu,\" kata Ahli Strategi Pasar Senior StoneX, Bob Haberkorn, dikutip Reuters.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/harga-emas-jatuh-saat-dolar-as-tembus-level-tertinggi-setahun\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Istimewa\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #emas #dolarAS #hargaemas", "post_id": "432781620563594_1501448518445631"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "attributes": {"label": "suaramuslimahjabar", "x": 912.4391463557363, "y": 543.2847320137297, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "100064283155685_1447083657444392", "id": "suaramuslimahjabar", "source": "facebook-000001", "content": "#Fokus\n\nKrisis Kedelai, Tahu dan Tempe Masihkah Murah?\n\nHarga kedelai di Indonesia naik sebagai imbas kenaikan pada tingkat global. Harga kedelai dunia pada 21 Mei 2026 sebesar USD11,94/bushel, naik 18,3% dari awal tahun. Harga ini diprediksi akan naik lagi hingga USD13—14 (Rp230.308—248.024) per bushel setelah adanya kesepakatan pembelian kedelai AS dalam jumlah besar oleh Cina baru-baru ini. (Farm Progress, 18-5-2026). Di Indonesia, Data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa harga kedelai impor di tingkat nasional pada 26 Mei 2026 adalah Rp13.679 per kg, naik 1,12% dibandingkan pada awal tahun.\n\nSelain karena kenaikan harga kedelai dunia, kenaikan harga kedelai di Indonesia juga disebabkan pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Nilai tukar rupiah terus melemah sejak awal tahun hingga menyentuh angka Rp17.906 per dolar AS pada Kamis (28-5-2026).\n\nKenaikan harga tahu dan tempe merupakan sebuah ironi. Pada saat harga ayam, daging, dan ikan tidak terjangkau oleh sebagian masyarakat, kini tahu dan tempe pun tidak murah lagi. Alhasil, asupan protein untuk masyarakat makin minim, kualitas gizi masyarakat pun makin menurun.\n\nAlih-alih menyelesaikan masalah produksi dalam negeri, pemerintah justru menggenjot impor kedelai. Pemerintah membuat regulasi yang memasukkan kedelai sebagai komoditas impor non-larangan terbatas (non-lartas) sehingga perusahaan pengimpor bebas memasukkan kedelai ke Indonesia seberapa pun banyaknya. Kebijakan negara untuk melegalkan dominasi impor kedelai merupakan cerminan kuatnya liberalisasi pangan. Indonesia sebagai negara pengikut dalam konstelasi global berada dalam dominasi negara kapitalis (AS) sehingga Indonesia menjadi pasar bagi produk pertanian AS. Dominasi ini tampak dalam keputusan impor pangan yang masif dari negara adikuasa tersebut.\n\nIni adalah konsekuensi adopsi sistem kapitalisme oleh Indonesia dan dunia. Kapitalisme memandang pangan hanya sebagai komoditas yang diperlakukan berbasis prinsip ekonomi, yaitu meraih keuntungan sebesar-besarnya. Impor lebih menguntungkan bagi para pejabat karena berpotensi mendatangkan keuntungan pribadi bagi dirinya dan pengusaha yang mendukungnya dalam kontestasi politik.\n\nNegara akhirnya menjadi seperti pedagang yang membuat keputusan berdasarkan untung rugi personal, bukan demi kemaslahatan rakyat. Sebaliknya, negara lepas tangan dari urusan pangan rakyat dan menyerahkan pada mekanisme pasar.\n\nBerbeda dengan kapitalisme, Islam memandang persoalan pangan bukan sebaga komoditas semata, tetapi kebutuhan dasar rakyat yang harus dipenuhi negara. Rasulullah saw. bersabda, “Siapa di antara kalian ketika pagi merasakan sehat jasmaninya, menemukan rasa aman pada dirinya, dan memiliki makanan pokok hari itu, maka seakan-akan seluruh dunia ini telah diberikan kepadanya.” (HR Tirmizi dan Ibnu Majah).\n\nKetersediaan pangan akan mewujudkan salah satu maqashidu syariah, yaitu hifzhu nafs (penjagaan jiwa). Hal ini menjadi tanggung jawab penguasa yang akan ia pertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. Rasulullah saw. bersabda,\n\nأَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْإِمَامُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ\n\n“Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpin. Penguasa yang memimpin rakyat banyak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR Bukhari).\n\nKhalifah mengurus rakyat dengan prinsip “tasharruful imam ‘alar ra’iyyah manuthun bil maslahah” (kebijakan imam untuk mengurusi rakyat bergantung pada kemaslahatan), yaitu bahwa setiap kebijakan harus berorientasi pada kemaslahatan rakyat, bukan untuk keuntungan pribadi penguasa dan kroninya.\n\nPolitik ekonomi Islam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan individu per individu. Komoditas pangan strategis (seperti kedelai dan tempe sebagai sumber protein nabati) harus tersedia dalam jumlah cukup, yaitu mampu memenuhi kebutuhan seluruh rakyat, tanpa ada yang kekurangan atau kesulitan mengakses. Negara tidak hanya mengejar swasembada pangan, tetapi juga kedaulatan pangan. Harga komoditas pangan strategis juga harus terjangkau oleh seluruh rakyat.\n\nNegara harus memperhatikan aspek produksi dan distribusi pangan. Pada aspek produksi, negara memastikan ketersediaan lahan cukup sehingga secara kuantitas bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.\n\nIslam memiliki solusi untuk permasalahan lahan, yaitu pertama, dengan pemberian lahan produktif dari negara pada rakyat (iqtha’). Yang kedua adalah kebolehan menghidupkan tanah mati (ihyaul mawat), yaitu tanah yang ditelantarkan selama tiga tahun berturut-turut terkategori tanah mati dan negara boleh mengambilnya untuk diberikan pada orang yang membutuhkan lahan dan bersedia menggarapnya. Dengan dua solusi ini, problem kekurangan lahan bisa teratasi.\n\nNegara Khilafah juga akan meningkatkan produksi pangan dengan penggunaan bibit unggul sehingga hasilnya lebih banyak dan kualitasnya terjamin. Negara juga akan memfasilitasi petani dengan menyediakan bibit dan pupuk, air irigasi, pestisida, penyuluh pertanian, dan semua alat dan mesin pertanian (alsintan) serta sarana produksi pertanian (saprotan).\n\nPembangunan infrastruktur dilakukan untuk mendukung logistik dari petani ke pasar maupun konsumen. Teknologi pascapanen akan dikembangkan sehingga hasil panen tidak mudah mengalami susut (penurunan nilai ekonomi). Khilafah juga akan membiayai riset untuk mengembangkan varietas unggul sehingga membantu petani dalam produksi.\n\nNegara memberantas pelaku monopoli dan penimbunan yang bisa merusak harga alami pasar. Infrastruktur antarwilayah dipastikan tersedia dengan baik sehingga distribusi berjalan lancar.\n\nHarga bahan bakar dalam Khilafah akan dijaga agar murah dan stabil sehingga rakyat mudah mengaksesnya. Hal ini bisa terwujud dengan pengelolaan sumber daya alam milik umum (tambang migas) oleh negara, tidak diserahkan pada swasta, apalagi asing.\n\nKesatuan kaum muslim sedunia akan menjamin rantai pasok tetap aman. Jika ada wilayah yang kekurangan pangan strategis tertentu, baik karena paceklik atau hal lainnya, khalifah akan mendatangkan pasokan dari wilayah lain di dalam negara Khilafah. Demikian pula dalam hal penyediaan bahan bakar. Dengan demikian, negara tidak perlu melakukan impor terhadap komoditas strategis. Hal ini akan mencegah negara berada dalam dominasi negara asing.\n\nAllah Taala berfirman,\n\nوَلَنْ يَّجْعَلَ اللّٰهُ لِلْكٰفِرِيْنَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ سَبِيْلًا\n\n“Allah tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk mengalahkan orang-orang mukmin.” (QS An-Nisa’ [4]: 141).\n\nAdapun perdagangan luar negeri diatur bukan dengan orientasi keuntungan semata, melainkan berdasarkan prinsip kewarganegaraan dan kepentingan dakwah dan jihad. Syekh Taqiyuddin an-Nabhani menjelaskan dalam Kitab Muqaddimah ad-Dustûr Pasal 161, “Perdagangan luar negeri berlaku menurut kewarganegaraan pedagang, bukan berdasarkan tempat asal barang dagangan. Pedagang yang berasal dari negara yang sedang berperang dilarang mengadakan aktivitas perdagangan di negeri kita, kecuali dengan izin khusus untuk pedagangnya ataupun barang dagangannya. Pedagang yang berasal dari negara yang terikat perjanjian diperlakukan sesuai dengan teks perjanjian antara kita dan mereka. Para pedagang yang berasal dari warga negara (Khilafah) dilarang mengekspor bahan-bahan yang diperlukan negara (Khilafah), termasuk bahan-bahan yang akan memperkuat militer, industri, dan perekonomian musuh. Para pedagang yang berasal dari warga negara (Khilafah) tidak dilarang mengimpor barang yang hendak mereka miliki. Dikecualikan dari hukum-hukum ini, negara yang antara kita dan penduduknya terjadi peperangan secara langsung, seperti entitas Zion*s maka ia diperlakukan sebagai negara kafir harbi fi’lan pada semua hubungan dengan negara tersebut, baik hubungan perdagangan maupun nonperdagangan.”\n\nBerdasarkan pasal tersebut, Khilafah haram melakukan kerja sama dagang dengan negara kafir harbi fi’lan, seperti AS. Hanya ada hubungan perang dengan mereka. Dengan demikian, AS tidak akan bisa mendikte Khilafah, termasuk dalam aspek perdagangan (ekspor impor). Wallahualam bissawab.\n\n=================\n\nRaih amal shalih dengan menyebarkan status ini. \n\n\"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.\" (HR. Muslim)\n\n====================\nSUARA MUSLIMAH JABAR\n\"Ungkapan Pemikiran Cemerlang Muslimah\"\n\nFollow kami di:\nFP : Suara Muslimah Jabar\nIG : \nThread: \nTiktok:", "post_id": "100064283155685_1447083657444392"}}, {"key": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "zilenialdutaislam", "x": 890.2585699773725, "y": 645.777621515096, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0245, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "100064283155685_1447083657444392", "id": "zilenialdutaislam", "source": "facebook-000001", "content": "#Fokus\n\nKrisis Kedelai, Tahu dan Tempe Masihkah Murah?\n\nHarga kedelai di Indonesia naik sebagai imbas kenaikan pada tingkat global. Harga kedelai dunia pada 21 Mei 2026 sebesar USD11,94/bushel, naik 18,3% dari awal tahun. Harga ini diprediksi akan naik lagi hingga USD13—14 (Rp230.308—248.024) per bushel setelah adanya kesepakatan pembelian kedelai AS dalam jumlah besar oleh Cina baru-baru ini. (Farm Progress, 18-5-2026). Di Indonesia, Data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa harga kedelai impor di tingkat nasional pada 26 Mei 2026 adalah Rp13.679 per kg, naik 1,12% dibandingkan pada awal tahun.\n\nSelain karena kenaikan harga kedelai dunia, kenaikan harga kedelai di Indonesia juga disebabkan pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Nilai tukar rupiah terus melemah sejak awal tahun hingga menyentuh angka Rp17.906 per dolar AS pada Kamis (28-5-2026).\n\nKenaikan harga tahu dan tempe merupakan sebuah ironi. Pada saat harga ayam, daging, dan ikan tidak terjangkau oleh sebagian masyarakat, kini tahu dan tempe pun tidak murah lagi. Alhasil, asupan protein untuk masyarakat makin minim, kualitas gizi masyarakat pun makin menurun.\n\nAlih-alih menyelesaikan masalah produksi dalam negeri, pemerintah justru menggenjot impor kedelai. Pemerintah membuat regulasi yang memasukkan kedelai sebagai komoditas impor non-larangan terbatas (non-lartas) sehingga perusahaan pengimpor bebas memasukkan kedelai ke Indonesia seberapa pun banyaknya. Kebijakan negara untuk melegalkan dominasi impor kedelai merupakan cerminan kuatnya liberalisasi pangan. Indonesia sebagai negara pengikut dalam konstelasi global berada dalam dominasi negara kapitalis (AS) sehingga Indonesia menjadi pasar bagi produk pertanian AS. Dominasi ini tampak dalam keputusan impor pangan yang masif dari negara adikuasa tersebut.\n\nIni adalah konsekuensi adopsi sistem kapitalisme oleh Indonesia dan dunia. Kapitalisme memandang pangan hanya sebagai komoditas yang diperlakukan berbasis prinsip ekonomi, yaitu meraih keuntungan sebesar-besarnya. Impor lebih menguntungkan bagi para pejabat karena berpotensi mendatangkan keuntungan pribadi bagi dirinya dan pengusaha yang mendukungnya dalam kontestasi politik.\n\nNegara akhirnya menjadi seperti pedagang yang membuat keputusan berdasarkan untung rugi personal, bukan demi kemaslahatan rakyat. Sebaliknya, negara lepas tangan dari urusan pangan rakyat dan menyerahkan pada mekanisme pasar.\n\nBerbeda dengan kapitalisme, Islam memandang persoalan pangan bukan sebaga komoditas semata, tetapi kebutuhan dasar rakyat yang harus dipenuhi negara. Rasulullah saw. bersabda, “Siapa di antara kalian ketika pagi merasakan sehat jasmaninya, menemukan rasa aman pada dirinya, dan memiliki makanan pokok hari itu, maka seakan-akan seluruh dunia ini telah diberikan kepadanya.” (HR Tirmizi dan Ibnu Majah).\n\nKetersediaan pangan akan mewujudkan salah satu maqashidu syariah, yaitu hifzhu nafs (penjagaan jiwa). Hal ini menjadi tanggung jawab penguasa yang akan ia pertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. Rasulullah saw. bersabda,\n\nأَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْإِمَامُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ\n\n“Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpin. Penguasa yang memimpin rakyat banyak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR Bukhari).\n\nKhalifah mengurus rakyat dengan prinsip “tasharruful imam ‘alar ra’iyyah manuthun bil maslahah” (kebijakan imam untuk mengurusi rakyat bergantung pada kemaslahatan), yaitu bahwa setiap kebijakan harus berorientasi pada kemaslahatan rakyat, bukan untuk keuntungan pribadi penguasa dan kroninya.\n\nPolitik ekonomi Islam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan individu per individu. Komoditas pangan strategis (seperti kedelai dan tempe sebagai sumber protein nabati) harus tersedia dalam jumlah cukup, yaitu mampu memenuhi kebutuhan seluruh rakyat, tanpa ada yang kekurangan atau kesulitan mengakses. Negara tidak hanya mengejar swasembada pangan, tetapi juga kedaulatan pangan. Harga komoditas pangan strategis juga harus terjangkau oleh seluruh rakyat.\n\nNegara harus memperhatikan aspek produksi dan distribusi pangan. Pada aspek produksi, negara memastikan ketersediaan lahan cukup sehingga secara kuantitas bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.\n\nIslam memiliki solusi untuk permasalahan lahan, yaitu pertama, dengan pemberian lahan produktif dari negara pada rakyat (iqtha’). Yang kedua adalah kebolehan menghidupkan tanah mati (ihyaul mawat), yaitu tanah yang ditelantarkan selama tiga tahun berturut-turut terkategori tanah mati dan negara boleh mengambilnya untuk diberikan pada orang yang membutuhkan lahan dan bersedia menggarapnya. Dengan dua solusi ini, problem kekurangan lahan bisa teratasi.\n\nNegara Khilafah juga akan meningkatkan produksi pangan dengan penggunaan bibit unggul sehingga hasilnya lebih banyak dan kualitasnya terjamin. Negara juga akan memfasilitasi petani dengan menyediakan bibit dan pupuk, air irigasi, pestisida, penyuluh pertanian, dan semua alat dan mesin pertanian (alsintan) serta sarana produksi pertanian (saprotan).\n\nPembangunan infrastruktur dilakukan untuk mendukung logistik dari petani ke pasar maupun konsumen. Teknologi pascapanen akan dikembangkan sehingga hasil panen tidak mudah mengalami susut (penurunan nilai ekonomi). Khilafah juga akan membiayai riset untuk mengembangkan varietas unggul sehingga membantu petani dalam produksi.\n\nNegara memberantas pelaku monopoli dan penimbunan yang bisa merusak harga alami pasar. Infrastruktur antarwilayah dipastikan tersedia dengan baik sehingga distribusi berjalan lancar.\n\nHarga bahan bakar dalam Khilafah akan dijaga agar murah dan stabil sehingga rakyat mudah mengaksesnya. Hal ini bisa terwujud dengan pengelolaan sumber daya alam milik umum (tambang migas) oleh negara, tidak diserahkan pada swasta, apalagi asing.\n\nKesatuan kaum muslim sedunia akan menjamin rantai pasok tetap aman. Jika ada wilayah yang kekurangan pangan strategis tertentu, baik karena paceklik atau hal lainnya, khalifah akan mendatangkan pasokan dari wilayah lain di dalam negara Khilafah. Demikian pula dalam hal penyediaan bahan bakar. Dengan demikian, negara tidak perlu melakukan impor terhadap komoditas strategis. Hal ini akan mencegah negara berada dalam dominasi negara asing.\n\nAllah Taala berfirman,\n\nوَلَنْ يَّجْعَلَ اللّٰهُ لِلْكٰفِرِيْنَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ سَبِيْلًا\n\n“Allah tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk mengalahkan orang-orang mukmin.” (QS An-Nisa’ [4]: 141).\n\nAdapun perdagangan luar negeri diatur bukan dengan orientasi keuntungan semata, melainkan berdasarkan prinsip kewarganegaraan dan kepentingan dakwah dan jihad. Syekh Taqiyuddin an-Nabhani menjelaskan dalam Kitab Muqaddimah ad-Dustûr Pasal 161, “Perdagangan luar negeri berlaku menurut kewarganegaraan pedagang, bukan berdasarkan tempat asal barang dagangan. Pedagang yang berasal dari negara yang sedang berperang dilarang mengadakan aktivitas perdagangan di negeri kita, kecuali dengan izin khusus untuk pedagangnya ataupun barang dagangannya. Pedagang yang berasal dari negara yang terikat perjanjian diperlakukan sesuai dengan teks perjanjian antara kita dan mereka. Para pedagang yang berasal dari warga negara (Khilafah) dilarang mengekspor bahan-bahan yang diperlukan negara (Khilafah), termasuk bahan-bahan yang akan memperkuat militer, industri, dan perekonomian musuh. Para pedagang yang berasal dari warga negara (Khilafah) tidak dilarang mengimpor barang yang hendak mereka miliki. Dikecualikan dari hukum-hukum ini, negara yang antara kita dan penduduknya terjadi peperangan secara langsung, seperti entitas Zion*s maka ia diperlakukan sebagai negara kafir harbi fi’lan pada semua hubungan dengan negara tersebut, baik hubungan perdagangan maupun nonperdagangan.”\n\nBerdasarkan pasal tersebut, Khilafah haram melakukan kerja sama dagang dengan negara kafir harbi fi’lan, seperti AS. Hanya ada hubungan perang dengan mereka. Dengan demikian, AS tidak akan bisa mendikte Khilafah, termasuk dalam aspek perdagangan (ekspor impor). Wallahualam bissawab.\n\n=================\n\nRaih amal shalih dengan menyebarkan status ini. \n\n\"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.\" (HR. Muslim)\n\n====================\nSUARA MUSLIMAH JABAR\n\"Ungkapan Pemikiran Cemerlang Muslimah\"\n\nFollow kami di:\nFP : Suara Muslimah Jabar\nIG : \nThread: \nTiktok:", "post_id": "100064283155685_1447083657444392"}}, {"key": "videoidntimes", "attributes": {"label": "videoidntimes", "x": 777.5241556130195, "y": 537.9064321817064, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "2455419431584062", "id": "videoidntimes", "source": "facebook-000001", "content": "Purbaya: Pemerintah Siap Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026\nJakarta, IDN Times – Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026. Kepastian ini disampaikan di tengah kenaikan harga energi global.\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario untuk meredam dampak kenaikan harga minyak dunia.\n“Kami siap tidak menaikkan harga BBM bersubsidi, jadi sampai akhir tahun aman. Masyarakat tidak perlu khawatir karena semuanya sudah kami perhitungkan,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2026).\nIa membeberkan pemerintah telah menyusun simulasi untuk berbagai tingkat harga minyak, yakni pada kisaran 80 hingga 100 dolar AS per barel. Setiap skenario disertai langkah mitigasi guna menjaga stabilitas APBN.\n“Kami sudah menyiapkan berbagai skenario, termasuk dengan asumsi harga minyak 100 dolar AS per barel. Jadi, langkah antisipasi sudah disiapkan secara berlapis,” lanjutnya.\nPurbaya Yudhi Sadewa menegaskan defisit anggaran tetap terjaga di kisaran 2,92 persen PDB dan masih di bawah batas maksimal Undang-Undang sebesar 3 persen.\nPurbaya juga menyinggung beredarnya spekulasi kuota BBM bersubsidi akan cepat habis dan harga akan naik pada pertengahan tahun. Ia membantah hal tersebut.\n“Yang saya khawatir itu ada isu yang menyebut dua bulan habis, dua minggu habis, lalu Juli naik. Bahkan disebut akan ada huru-hara. Padahal kita sudah siapkan sampai akhir tahun,” jelasnya.\nPemerintah menyiapkan langkah mitigasi berlapis untuk menghadapi potensi kenaikan harga minyak dunia di atas 100 dolar AS per barel agar stabilitas APBN tetap aman.\nReporter: Triyan Pangastuti\nEditor : Manggar Tirta Alamsyah\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes#SuaraMillenial#Purbaya#BBMSubsidi#MinyakBumi", "post_id": "2455419431584062"}}, {"key": "rri.jember.2025", "attributes": {"label": "rri.jember.2025", "x": 783.9147087897439, "y": 562.4574207762216, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2149408312502576", "id": "rri.jember.2025", "source": "facebook-000001", "content": "Harga minyak goreng di pasaran mengalami kenaikan dan diikuti naiknya sejumlah kebutuhan pokok lain. Kondisi ini dikeluhkan pedagang maupun masyarakat karena semakin menekan pengeluaran harian.\nPenjaga toko Sumber Pangan Pasar Tanjung Jember Daniel, mengatakan hampir semua jenis minyak goreng mengalami kenaikan harga. Minyak merek Sunco naik dari Rp21.500 menjadi Rp23.500 per liter. Untuk kemasan dua liter, harga naik dari Rp41.000 menjadi Rp45.500. Sementara minyak Fitri juga mengalami kenaikan dari Rp10.000 menjadi Rp11.000.\n“Kalau minyak subsidi ‘Minyak Kita’ dijual sesuai HET jadi Rp15.700. Tapi pembelian dibatasi satu kali untuk satu pembeli,” ujar Daniel, Kamis, 16 April 2026.\nSelain itu, minyak merek Rose Brand dijual Rp43.500 untuk kemasan dua liter. Kenaikan harga minyak goreng ini turut diikuti oleh bahan pokok lain seperti tepung terigu yang naik dari Rp8.000 menjadi Rp8.500 per kilogram, serta gula dari Rp17.000 menjadi Rp18.000.\nHarga mie instan juga ikut naik, seperti mie Sedap dari Rp14.500 menjadi Rp15.500 per 5 bungkus, dan Indomie goreng dari Rp15.000 menjadi Rp16.000. Sementara beras premium naik dari Rp75.000 menjadi Rp76.500 per kemasan, dan telur berada di kisaran Rp27.000 per kilogram.\nSalah satu warga, Ibu Suyitno, mengaku kenaikan harga ini membuat kondisi ekonomi semakin sulit.\n“Ya agak susah kalau terus-terusan begini. Biasanya minyak Rp41.000 sekarang jadi Rp45.000. Mudah-mudahan harga bisa turun lagi supaya masyarakat tidak kesulitan,” katanya.\nKenaikan harga minyak goreng dinilai menjadi pemicu utama naiknya sejumlah kebutuhan pokok, sehingga berdampak pada daya beli masyarakat dan keberlangsungan usaha kecil.\nReporter: \n#KitaIndonesiaRRI#kitaindonesiarri", "post_id": "2149408312502576"}}, {"key": "gea_debora", "attributes": {"label": "gea_debora", "x": 791.6124908284618, "y": 769.0070370305436, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 14.451, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2149408312502576", "id": "gea_debora", "source": "facebook-000001", "content": "Harga minyak goreng di pasaran mengalami kenaikan dan diikuti naiknya sejumlah kebutuhan pokok lain. Kondisi ini dikeluhkan pedagang maupun masyarakat karena semakin menekan pengeluaran harian.\nPenjaga toko Sumber Pangan Pasar Tanjung Jember Daniel, mengatakan hampir semua jenis minyak goreng mengalami kenaikan harga. Minyak merek Sunco naik dari Rp21.500 menjadi Rp23.500 per liter. Untuk kemasan dua liter, harga naik dari Rp41.000 menjadi Rp45.500. Sementara minyak Fitri juga mengalami kenaikan dari Rp10.000 menjadi Rp11.000.\n“Kalau minyak subsidi ‘Minyak Kita’ dijual sesuai HET jadi Rp15.700. Tapi pembelian dibatasi satu kali untuk satu pembeli,” ujar Daniel, Kamis, 16 April 2026.\nSelain itu, minyak merek Rose Brand dijual Rp43.500 untuk kemasan dua liter. Kenaikan harga minyak goreng ini turut diikuti oleh bahan pokok lain seperti tepung terigu yang naik dari Rp8.000 menjadi Rp8.500 per kilogram, serta gula dari Rp17.000 menjadi Rp18.000.\nHarga mie instan juga ikut naik, seperti mie Sedap dari Rp14.500 menjadi Rp15.500 per 5 bungkus, dan Indomie goreng dari Rp15.000 menjadi Rp16.000. Sementara beras premium naik dari Rp75.000 menjadi Rp76.500 per kemasan, dan telur berada di kisaran Rp27.000 per kilogram.\nSalah satu warga, Ibu Suyitno, mengaku kenaikan harga ini membuat kondisi ekonomi semakin sulit.\n“Ya agak susah kalau terus-terusan begini. Biasanya minyak Rp41.000 sekarang jadi Rp45.000. Mudah-mudahan harga bisa turun lagi supaya masyarakat tidak kesulitan,” katanya.\nKenaikan harga minyak goreng dinilai menjadi pemicu utama naiknya sejumlah kebutuhan pokok, sehingga berdampak pada daya beli masyarakat dan keberlangsungan usaha kecil.\nReporter: \n#KitaIndonesiaRRI#kitaindonesiarri", "post_id": "2149408312502576"}}, {"key": "@genpico", "attributes": {"label": "@genpico", "x": 183.9018178292766, "y": 834.2119811277396, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "5ZP8vjOojlk", "id": "@genpico", "source": "youtube-000001", "content": "Gantikan Luhut, AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Whoosh\n\nStruktur kepemimpinan Kereta Cepat Jakarta-Bandung resmi dirombak. Melalui Perpres Nomor 29 Tahun 2026, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi ditunjuk sebagai Ketua Komite Whoosh menggantikan posisi Luhut Binsar Pandjaitan. ?Penyesuaian di bawah Kabinet Merah Putih ini memberikan tanggung jawab besar kepada Menko AHY. Bersama jajaran menteri anggota komite, tugas utamanya adalah merumuskan langkah strategis dan mengatasi masalah pembengkakan biaya (cost overrun) proyek Whoosh.\n\n \n\nSimak video selengkapnya di sini! \n\n \n\n#AgusHarimurtiYudhoyono #AHY #LuhutBinsarPandjaitan #Whoosh \n\n \n\nBACA JUGA: Rupiah Melemah Rp 17.881 per Dolar AS, Dipicu Gejolak Harga Minyak dan The Fed\n\n \n\nBaca selengkapnya:\n\nhttps://www.genpi.co/ekonomi/281512/r...\n\n \n\nFOLLOW US:\n\nInstagram :  \n\nFanpage Facebook : GenPIco\n\nTikTok:", "post_id": "5ZP8vjOojlk"}}, {"key": "Genpicomedia", "attributes": {"label": "Genpicomedia", "x": 117.88320842476973, "y": 590.6600986142553, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.1311, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5ZP8vjOojlk", "id": "Genpicomedia", "source": "youtube-000001", "content": "Gantikan Luhut, AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Whoosh\n\nStruktur kepemimpinan Kereta Cepat Jakarta-Bandung resmi dirombak. Melalui Perpres Nomor 29 Tahun 2026, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi ditunjuk sebagai Ketua Komite Whoosh menggantikan posisi Luhut Binsar Pandjaitan. ?Penyesuaian di bawah Kabinet Merah Putih ini memberikan tanggung jawab besar kepada Menko AHY. Bersama jajaran menteri anggota komite, tugas utamanya adalah merumuskan langkah strategis dan mengatasi masalah pembengkakan biaya (cost overrun) proyek Whoosh.\n\n \n\nSimak video selengkapnya di sini! \n\n \n\n#AgusHarimurtiYudhoyono #AHY #LuhutBinsarPandjaitan #Whoosh \n\n \n\nBACA JUGA: Rupiah Melemah Rp 17.881 per Dolar AS, Dipicu Gejolak Harga Minyak dan The Fed\n\n \n\nBaca selengkapnya:\n\nhttps://www.genpi.co/ekonomi/281512/r...\n\n \n\nFOLLOW US:\n\nInstagram :  \n\nFanpage Facebook : GenPIco\n\nTikTok:", "post_id": "5ZP8vjOojlk"}}, {"key": "genpicomedia", "attributes": {"label": "genpicomedia", "x": 945.8918663070002, "y": 39.693173948687985, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.1311, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5ZP8vjOojlk", "id": "genpicomedia", "source": "youtube-000001", "content": "Gantikan Luhut, AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Whoosh\n\nStruktur kepemimpinan Kereta Cepat Jakarta-Bandung resmi dirombak. Melalui Perpres Nomor 29 Tahun 2026, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi ditunjuk sebagai Ketua Komite Whoosh menggantikan posisi Luhut Binsar Pandjaitan. ?Penyesuaian di bawah Kabinet Merah Putih ini memberikan tanggung jawab besar kepada Menko AHY. Bersama jajaran menteri anggota komite, tugas utamanya adalah merumuskan langkah strategis dan mengatasi masalah pembengkakan biaya (cost overrun) proyek Whoosh.\n\n \n\nSimak video selengkapnya di sini! \n\n \n\n#AgusHarimurtiYudhoyono #AHY #LuhutBinsarPandjaitan #Whoosh \n\n \n\nBACA JUGA: Rupiah Melemah Rp 17.881 per Dolar AS, Dipicu Gejolak Harga Minyak dan The Fed\n\n \n\nBaca selengkapnya:\n\nhttps://www.genpi.co/ekonomi/281512/r...\n\n \n\nFOLLOW US:\n\nInstagram :  \n\nFanpage Facebook : GenPIco\n\nTikTok:", "post_id": "5ZP8vjOojlk"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 90.6381451686763, "y": 434.3545043896082, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "thCSiEpdLE4", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Polri Minta Tambahan Anggaran Rp 66,1 Triliun di 2027, Singgung BBM Naik & Rupiah Melemah\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV – Kepolisian Negara Republik Indonesia mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 66,1 triliun untuk tahun anggaran 2027.\n\nHal ini disampaikan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan pada Rabu (17/6/2026).\n\n\"Pagu indikatif Polri tahun anggaran 2027 telah ditetapkan sebesar Rp118 triliun rupiah. Jika dibandingkan usulan kebutuhan ideal Polri tahun anggaran 2027 sebesar Rp178 triliun rupiah, baru terpenuhi 66,4 persen,\" kata Dedi.\n\nDedi menyampaikan bahwa pihaknya juga telah melakukan penyesuaian terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, sehingga kebutuhan ideal anggaran Polri kembali meningkat.\n\n\"Setelah dilakukan rasionalisasi dengan perhitungan kenaikan harga BBM dan kurs rupiah terhadap dollar AS saat ini, maka kebutuhan ideal anggaran Polri untuk tahun anggaran 2027 naik sebesar Rp 184 triliun rupiah,\" ujar Dedi.\n\nProduser: Theo Reza\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "thCSiEpdLE4"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 820.2013001980067, "y": 31.193600870913496, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.451, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "thCSiEpdLE4", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Polri Minta Tambahan Anggaran Rp 66,1 Triliun di 2027, Singgung BBM Naik & Rupiah Melemah\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV – Kepolisian Negara Republik Indonesia mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 66,1 triliun untuk tahun anggaran 2027.\n\nHal ini disampaikan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan pada Rabu (17/6/2026).\n\n\"Pagu indikatif Polri tahun anggaran 2027 telah ditetapkan sebesar Rp118 triliun rupiah. Jika dibandingkan usulan kebutuhan ideal Polri tahun anggaran 2027 sebesar Rp178 triliun rupiah, baru terpenuhi 66,4 persen,\" kata Dedi.\n\nDedi menyampaikan bahwa pihaknya juga telah melakukan penyesuaian terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, sehingga kebutuhan ideal anggaran Polri kembali meningkat.\n\n\"Setelah dilakukan rasionalisasi dengan perhitungan kenaikan harga BBM dan kurs rupiah terhadap dollar AS saat ini, maka kebutuhan ideal anggaran Polri untuk tahun anggaran 2027 naik sebesar Rp 184 triliun rupiah,\" ujar Dedi.\n\nProduser: Theo Reza\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "thCSiEpdLE4"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 821.9660424957893, "y": 325.8904974386461, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "UD-fA9oi51c", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Gencatan Senjata dan Selat Hormuz Dibuka, Ekonomi Global Diprediksi Lebih Stabil | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMeredanya tensi geopolitik di Timur Tengah seiring gencatan senjata dan rencana dibukanya Selat Hormuz diperkirakan membawa dampak positif bagi ekonomi global. Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah dapat menguat ke kisaran Rp17.000 per USD, didukung penurunan harga minyak mentah dunia dan potensi kenaikan harga emas global.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UD-fA9oi51c"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 595.7655942501663, "y": 427.6502702937136, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7598, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "UD-fA9oi51c", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Gencatan Senjata dan Selat Hormuz Dibuka, Ekonomi Global Diprediksi Lebih Stabil | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMeredanya tensi geopolitik di Timur Tengah seiring gencatan senjata dan rencana dibukanya Selat Hormuz diperkirakan membawa dampak positif bagi ekonomi global. Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah dapat menguat ke kisaran Rp17.000 per USD, didukung penurunan harga minyak mentah dunia dan potensi kenaikan harga emas global.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UD-fA9oi51c"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 578.3476048717115, "y": 290.8270081726998, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7598, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "UD-fA9oi51c", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Gencatan Senjata dan Selat Hormuz Dibuka, Ekonomi Global Diprediksi Lebih Stabil | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMeredanya tensi geopolitik di Timur Tengah seiring gencatan senjata dan rencana dibukanya Selat Hormuz diperkirakan membawa dampak positif bagi ekonomi global. Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah dapat menguat ke kisaran Rp17.000 per USD, didukung penurunan harga minyak mentah dunia dan potensi kenaikan harga emas global.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UD-fA9oi51c"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 284.9112592183095, "y": 133.72245621279188, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7598, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "UD-fA9oi51c", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Gencatan Senjata dan Selat Hormuz Dibuka, Ekonomi Global Diprediksi Lebih Stabil | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMeredanya tensi geopolitik di Timur Tengah seiring gencatan senjata dan rencana dibukanya Selat Hormuz diperkirakan membawa dampak positif bagi ekonomi global. Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah dapat menguat ke kisaran Rp17.000 per USD, didukung penurunan harga minyak mentah dunia dan potensi kenaikan harga emas global.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UD-fA9oi51c"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 989.4732455179236, "y": 958.7070832480271, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7598, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "UD-fA9oi51c", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Gencatan Senjata dan Selat Hormuz Dibuka, Ekonomi Global Diprediksi Lebih Stabil | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMeredanya tensi geopolitik di Timur Tengah seiring gencatan senjata dan rencana dibukanya Selat Hormuz diperkirakan membawa dampak positif bagi ekonomi global. Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah dapat menguat ke kisaran Rp17.000 per USD, didukung penurunan harga minyak mentah dunia dan potensi kenaikan harga emas global.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UD-fA9oi51c"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 180.45461458570776, "y": 40.540370353772005, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7598, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "UD-fA9oi51c", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Gencatan Senjata dan Selat Hormuz Dibuka, Ekonomi Global Diprediksi Lebih Stabil | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMeredanya tensi geopolitik di Timur Tengah seiring gencatan senjata dan rencana dibukanya Selat Hormuz diperkirakan membawa dampak positif bagi ekonomi global. Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah dapat menguat ke kisaran Rp17.000 per USD, didukung penurunan harga minyak mentah dunia dan potensi kenaikan harga emas global.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UD-fA9oi51c"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 914.3665520727694, "y": 6.861638577638662, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7598, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "UD-fA9oi51c", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Gencatan Senjata dan Selat Hormuz Dibuka, Ekonomi Global Diprediksi Lebih Stabil | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMeredanya tensi geopolitik di Timur Tengah seiring gencatan senjata dan rencana dibukanya Selat Hormuz diperkirakan membawa dampak positif bagi ekonomi global. Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah dapat menguat ke kisaran Rp17.000 per USD, didukung penurunan harga minyak mentah dunia dan potensi kenaikan harga emas global.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UD-fA9oi51c"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 107.91464068606548, "y": 826.9642207804152, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "sdSI-CtXu9o", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Pertamax Tembus Rp16.250/Liter, Pengendara Mulai Beralih ke Pertalite\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter, mulai berlaku Rabu, 10 Juni 2026.\n\nMulai pukul 00.00 WIB, Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga menaikkan harga Pertamax RON 92 dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 naik menjadi Rp17.000 per liter dari sebelumnya Rp12.900.\n\nKenaikan harga ini membuat sejumlah pengendara, khususnya sepeda motor, beralih menggunakan BBM subsidi seperti Pertalite yang dibanderol Rp10.000 per liter.\n\nDi Karawang, Jawa Barat, warga mengaku terkejut dengan kenaikan harga yang dinilai cukup memberatkan karena terjadi cukup signifikan dalam satu waktu.\n\nBerdasarkan data Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax Turbo tetap di Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, sementara beberapa jenis BBM non-subsidi lainnya tidak mengalami perubahan harga.\n\nPertamina menyatakan penyesuaian harga dilakukan setelah evaluasi sesuai formula yang telah ditetapkan pemerintah, serta untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "sdSI-CtXu9o"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 140.21555565335842, "y": 177.6129955017588, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.451, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sdSI-CtXu9o", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Pertamax Tembus Rp16.250/Liter, Pengendara Mulai Beralih ke Pertalite\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter, mulai berlaku Rabu, 10 Juni 2026.\n\nMulai pukul 00.00 WIB, Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga menaikkan harga Pertamax RON 92 dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 naik menjadi Rp17.000 per liter dari sebelumnya Rp12.900.\n\nKenaikan harga ini membuat sejumlah pengendara, khususnya sepeda motor, beralih menggunakan BBM subsidi seperti Pertalite yang dibanderol Rp10.000 per liter.\n\nDi Karawang, Jawa Barat, warga mengaku terkejut dengan kenaikan harga yang dinilai cukup memberatkan karena terjadi cukup signifikan dalam satu waktu.\n\nBerdasarkan data Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax Turbo tetap di Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, sementara beberapa jenis BBM non-subsidi lainnya tidak mengalami perubahan harga.\n\nPertamina menyatakan penyesuaian harga dilakukan setelah evaluasi sesuai formula yang telah ditetapkan pemerintah, serta untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "sdSI-CtXu9o"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 955.3743656598923, "y": 427.8143949359834, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "br1ZDnC9tpI", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "UBS Pangkas Ramalan Harga Emas Dunia 2026, Apa Sebabnya??\n\n🔥 UBS Bikin Geger! Harga Emas 2026 Diramal Cuma Segini… Era Kejayaan Emas Mulai Berakhir?? 🔥\n\nHarga emas kembali jadi sorotan dunia setelah raksasa perbankan asal Swiss, UBS, memangkas proyeksi harga emas akhir tahun 2026 😱\n\nYang sebelumnya diprediksi bisa mencapai US$ 5.900 per ons troi… kini diturunkan menjadi hanya US$ 5.500 per ons troi 📉\n\nLalu muncul pertanyaan besar…\n\n❓ Kenapa harga emas mulai melemah?\n❓ Kenapa dolar AS dan suku bunga jadi ancaman besar bagi emas?\n❓ Apakah sekarang masih aman investasi emas?\n❓ Apakah emas akan bangkit lagi di tahun 2027?\n❓ Dan kenapa bank sentral dunia diam-diam masih terus membeli emas?\n\nDi video Inner Boost kali ini, kita akan membahas semuanya secara lengkap, mendalam, detail, dan mudah dipahami 🔍\n\nMulai dari:\n✅ Prediksi terbaru UBS tentang harga emas\n✅ Penyebab emas kehilangan momentum\n✅ Dampak suku bunga Federal Reserve terhadap emas\n✅ Pengaruh dolar AS terhadap pasar emas dunia\n✅ Apa itu opportunity cost dalam investasi emas\n✅ Kenapa ETF emas mulai melemah\n✅ Konflik Iran, geopolitik Timur Tengah & pengaruhnya terhadap emas\n✅ Strategi bank sentral dunia membeli emas\n✅ Ancaman utang global terhadap ekonomi dunia\n✅ Potensi kebangkitan harga emas di tahun 2027\n\nVideo ini sangat penting ditonton bagi:\n📌 Investor emas\n📌 Pemula investasi\n📌 Trader\n📌 Pengamat ekonomi\n📌 Pencari safe haven asset\n📌 Dan siapa saja yang ingin memahami arah ekonomi global saat ini\n\nKarena dunia sedang berubah…\n\nKetika suku bunga tinggi, dolar menguat, dan ketidakpastian global terus meningkat… emas kembali berada di persimpangan besar 🌍\n\nApakah emas akan kembali terbang tinggi?\nAtau justru mulai kehilangan pamornya?\n\nTonton video ini sampai habis karena ada banyak fakta penting yang jarang dibahas media lain ⚠️\n\n💬 Tulis pendapat kalian di kolom komentar:\nMenurut kalian, lebih aman pegang:\n🥇 Emas\n💵 Dolar\n🏦 Deposito\n📈 Saham\n🪙 Atau aset lainnya?\n\n👇 Jangan lupa juga:\n👍 LIKE video ini\n🔔 SUBSCRIBE channel Inner Boost\n📢 SHARE ke teman dan keluarga\n💬 COMMENT pendapat kalian\n\nKarena dukungan kalian sangat membantu channel ini terus berkembang ❤️\n\n━━━━━━━━━━━━━━━\n\n\n\n━━━━━━━━━━━━━━━\n\n\n#prediksihargaemas2026 #hargaemas2026 #emas2026 #hargaemashariini #ubsgold  #hargaemasdunia #hargaemasantam #hargaemaspegadaian #hargaemasnaik #hargaemasturun #hargaemasterbaru #emas\n#hargaemas #nabungemas #investasiemas\n#emasdunia #prediksihargaemas #ubs\n#federalreserve #prediksiemas #dolaras\n#krisisglobal #safehaven #ekonomidunia #ekonomiglobal #ekonomi2026 #prediksihargaemashariini #investasi #innerboost #beritaekonomi #emasantam\n#goldprice #inflasi #resesi #bankSentral\n\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "br1ZDnC9tpI"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 571.8424313775384, "y": 966.4070606945431, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.4712, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "br1ZDnC9tpI", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "UBS Pangkas Ramalan Harga Emas Dunia 2026, Apa Sebabnya??\n\n🔥 UBS Bikin Geger! Harga Emas 2026 Diramal Cuma Segini… Era Kejayaan Emas Mulai Berakhir?? 🔥\n\nHarga emas kembali jadi sorotan dunia setelah raksasa perbankan asal Swiss, UBS, memangkas proyeksi harga emas akhir tahun 2026 😱\n\nYang sebelumnya diprediksi bisa mencapai US$ 5.900 per ons troi… kini diturunkan menjadi hanya US$ 5.500 per ons troi 📉\n\nLalu muncul pertanyaan besar…\n\n❓ Kenapa harga emas mulai melemah?\n❓ Kenapa dolar AS dan suku bunga jadi ancaman besar bagi emas?\n❓ Apakah sekarang masih aman investasi emas?\n❓ Apakah emas akan bangkit lagi di tahun 2027?\n❓ Dan kenapa bank sentral dunia diam-diam masih terus membeli emas?\n\nDi video Inner Boost kali ini, kita akan membahas semuanya secara lengkap, mendalam, detail, dan mudah dipahami 🔍\n\nMulai dari:\n✅ Prediksi terbaru UBS tentang harga emas\n✅ Penyebab emas kehilangan momentum\n✅ Dampak suku bunga Federal Reserve terhadap emas\n✅ Pengaruh dolar AS terhadap pasar emas dunia\n✅ Apa itu opportunity cost dalam investasi emas\n✅ Kenapa ETF emas mulai melemah\n✅ Konflik Iran, geopolitik Timur Tengah & pengaruhnya terhadap emas\n✅ Strategi bank sentral dunia membeli emas\n✅ Ancaman utang global terhadap ekonomi dunia\n✅ Potensi kebangkitan harga emas di tahun 2027\n\nVideo ini sangat penting ditonton bagi:\n📌 Investor emas\n📌 Pemula investasi\n📌 Trader\n📌 Pengamat ekonomi\n📌 Pencari safe haven asset\n📌 Dan siapa saja yang ingin memahami arah ekonomi global saat ini\n\nKarena dunia sedang berubah…\n\nKetika suku bunga tinggi, dolar menguat, dan ketidakpastian global terus meningkat… emas kembali berada di persimpangan besar 🌍\n\nApakah emas akan kembali terbang tinggi?\nAtau justru mulai kehilangan pamornya?\n\nTonton video ini sampai habis karena ada banyak fakta penting yang jarang dibahas media lain ⚠️\n\n💬 Tulis pendapat kalian di kolom komentar:\nMenurut kalian, lebih aman pegang:\n🥇 Emas\n💵 Dolar\n🏦 Deposito\n📈 Saham\n🪙 Atau aset lainnya?\n\n👇 Jangan lupa juga:\n👍 LIKE video ini\n🔔 SUBSCRIBE channel Inner Boost\n📢 SHARE ke teman dan keluarga\n💬 COMMENT pendapat kalian\n\nKarena dukungan kalian sangat membantu channel ini terus berkembang ❤️\n\n━━━━━━━━━━━━━━━\n\n\n\n━━━━━━━━━━━━━━━\n\n\n#prediksihargaemas2026 #hargaemas2026 #emas2026 #hargaemashariini #ubsgold  #hargaemasdunia #hargaemasantam #hargaemaspegadaian #hargaemasnaik #hargaemasturun #hargaemasterbaru #emas\n#hargaemas #nabungemas #investasiemas\n#emasdunia #prediksihargaemas #ubs\n#federalreserve #prediksiemas #dolaras\n#krisisglobal #safehaven #ekonomidunia #ekonomiglobal #ekonomi2026 #prediksihargaemashariini #investasi #innerboost #beritaekonomi #emasantam\n#goldprice #inflasi #resesi #bankSentral\n\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "br1ZDnC9tpI"}}, {"key": "@CMCMarketsPLC", "attributes": {"label": "@CMCMarketsPLC", "x": 52.79703614629594, "y": 343.43181053078797, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "YTeNqldwXGE", "id": "@CMCMarketsPLC", "source": "youtube-000001", "content": "Ide trading tengah pekan: Akankah keputusan The Fed menggerakkan pasar?\n\nPara pedagang bersiap menghadapi beberapa hari yang sibuk, dengan keputusan suku bunga pertama Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve AS yang akan diumumkan hari ini pukul 7 malam (waktu Inggris), dan pengumuman suku bunga Bank of England yang dijadwalkan pada tengah hari Kamis. Meskipun para pembuat kebijakan di kedua bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, pasar akan mengamati petunjuk tentang arah kebijakan moneter di masa depan. Para pedagang telah mengurangi ekspektasi mereka terhadap penurunan suku bunga pada tahun 2026 karena angka inflasi yang lebih rendah dari perkiraan telah meningkatkan prospek kebijakan yang lebih lunak. Dengan latar belakang ini, euro sedang menguji level teknis kunci terhadap dolar AS, sementara harga minyak mentah Brent telah jatuh tajam di tengah harapan akan kesepakatan perdamaian di Timur Tengah.\n\nSitus web: http://www.cmcmarkets.com/en-gb/\n\n📺 Dapatkan analisis harian terbaru tentang pasar utama seperti US 30, UK 100, Germany 30, Japan 225, USD/JPY, EUR/USD, GBP/USD, Minyak Mentah Brent dan West Texas, serta Emas melalui daftar putar CMC TV kami.\n\nCMC Markets adalah pemimpin global dalam perdagangan online, menawarkan spread betting dan kontrak untuk perbedaan (CFD). Pelajari cara melakukan spread betting dan trading CFD dengan video strategi trading kami.\n\nCMC Markets menawarkan trading di ribuan pasar keuangan termasuk forex, indeks, komoditas, saham, dan obligasi pemerintah.\n\n➡️ Berlangganan dan jangan lewatkan pembaruan lainnya!    /   \n\nIkuti kami:\nX (Twitter):   / cmcmarkets  \nLinkedIn:   / cmc-markets  \nFacebook:   / cmcmarkets.uk  \n\nIkuti Michael Kramer:\nX (Twitter): \nYouTube: \n\nVideo ini hanya untuk informasi umum dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran perdagangan atau investasi atau rekomendasi pribadi. Informasi apa pun yang berkaitan dengan kinerja investasi di masa lalu tidak selalu menjamin kinerja di masa mendatang. CMC tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang Anda alami, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang timbul dari investasi apa pun berdasarkan informasi apa pun dalam video ini. Harap diingat bahwa spread betting dan perdagangan CFD membawa risiko yang signifikan dan mungkin tidak cocok untuk semua investor.", "post_id": "YTeNqldwXGE"}}, {"key": "cmcmarketsplc", "attributes": {"label": "cmcmarketsplc", "x": 167.98217677137328, "y": 47.84556085918401, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0245, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YTeNqldwXGE", "id": "cmcmarketsplc", "source": "youtube-000001", "content": "Ide trading tengah pekan: Akankah keputusan The Fed menggerakkan pasar?\n\nPara pedagang bersiap menghadapi beberapa hari yang sibuk, dengan keputusan suku bunga pertama Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve AS yang akan diumumkan hari ini pukul 7 malam (waktu Inggris), dan pengumuman suku bunga Bank of England yang dijadwalkan pada tengah hari Kamis. Meskipun para pembuat kebijakan di kedua bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, pasar akan mengamati petunjuk tentang arah kebijakan moneter di masa depan. Para pedagang telah mengurangi ekspektasi mereka terhadap penurunan suku bunga pada tahun 2026 karena angka inflasi yang lebih rendah dari perkiraan telah meningkatkan prospek kebijakan yang lebih lunak. Dengan latar belakang ini, euro sedang menguji level teknis kunci terhadap dolar AS, sementara harga minyak mentah Brent telah jatuh tajam di tengah harapan akan kesepakatan perdamaian di Timur Tengah.\n\nSitus web: http://www.cmcmarkets.com/en-gb/\n\n📺 Dapatkan analisis harian terbaru tentang pasar utama seperti US 30, UK 100, Germany 30, Japan 225, USD/JPY, EUR/USD, GBP/USD, Minyak Mentah Brent dan West Texas, serta Emas melalui daftar putar CMC TV kami.\n\nCMC Markets adalah pemimpin global dalam perdagangan online, menawarkan spread betting dan kontrak untuk perbedaan (CFD). Pelajari cara melakukan spread betting dan trading CFD dengan video strategi trading kami.\n\nCMC Markets menawarkan trading di ribuan pasar keuangan termasuk forex, indeks, komoditas, saham, dan obligasi pemerintah.\n\n➡️ Berlangganan dan jangan lewatkan pembaruan lainnya!    /   \n\nIkuti kami:\nX (Twitter):   / cmcmarkets  \nLinkedIn:   / cmc-markets  \nFacebook:   / cmcmarkets.uk  \n\nIkuti Michael Kramer:\nX (Twitter): \nYouTube: \n\nVideo ini hanya untuk informasi umum dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran perdagangan atau investasi atau rekomendasi pribadi. Informasi apa pun yang berkaitan dengan kinerja investasi di masa lalu tidak selalu menjamin kinerja di masa mendatang. CMC tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang Anda alami, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang timbul dari investasi apa pun berdasarkan informasi apa pun dalam video ini. Harap diingat bahwa spread betting dan perdagangan CFD membawa risiko yang signifikan dan mungkin tidak cocok untuk semua investor.", "post_id": "YTeNqldwXGE"}}, {"key": "MichaelMOTTCM", "attributes": {"label": "MichaelMOTTCM", "x": 979.446420291177, "y": 713.9210042641166, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0245, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YTeNqldwXGE", "id": "MichaelMOTTCM", "source": "youtube-000001", "content": "Ide trading tengah pekan: Akankah keputusan The Fed menggerakkan pasar?\n\nPara pedagang bersiap menghadapi beberapa hari yang sibuk, dengan keputusan suku bunga pertama Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve AS yang akan diumumkan hari ini pukul 7 malam (waktu Inggris), dan pengumuman suku bunga Bank of England yang dijadwalkan pada tengah hari Kamis. Meskipun para pembuat kebijakan di kedua bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, pasar akan mengamati petunjuk tentang arah kebijakan moneter di masa depan. Para pedagang telah mengurangi ekspektasi mereka terhadap penurunan suku bunga pada tahun 2026 karena angka inflasi yang lebih rendah dari perkiraan telah meningkatkan prospek kebijakan yang lebih lunak. Dengan latar belakang ini, euro sedang menguji level teknis kunci terhadap dolar AS, sementara harga minyak mentah Brent telah jatuh tajam di tengah harapan akan kesepakatan perdamaian di Timur Tengah.\n\nSitus web: http://www.cmcmarkets.com/en-gb/\n\n📺 Dapatkan analisis harian terbaru tentang pasar utama seperti US 30, UK 100, Germany 30, Japan 225, USD/JPY, EUR/USD, GBP/USD, Minyak Mentah Brent dan West Texas, serta Emas melalui daftar putar CMC TV kami.\n\nCMC Markets adalah pemimpin global dalam perdagangan online, menawarkan spread betting dan kontrak untuk perbedaan (CFD). Pelajari cara melakukan spread betting dan trading CFD dengan video strategi trading kami.\n\nCMC Markets menawarkan trading di ribuan pasar keuangan termasuk forex, indeks, komoditas, saham, dan obligasi pemerintah.\n\n➡️ Berlangganan dan jangan lewatkan pembaruan lainnya!    /   \n\nIkuti kami:\nX (Twitter):   / cmcmarkets  \nLinkedIn:   / cmc-markets  \nFacebook:   / cmcmarkets.uk  \n\nIkuti Michael Kramer:\nX (Twitter): \nYouTube: \n\nVideo ini hanya untuk informasi umum dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran perdagangan atau investasi atau rekomendasi pribadi. Informasi apa pun yang berkaitan dengan kinerja investasi di masa lalu tidak selalu menjamin kinerja di masa mendatang. CMC tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang Anda alami, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang timbul dari investasi apa pun berdasarkan informasi apa pun dalam video ini. Harap diingat bahwa spread betting dan perdagangan CFD membawa risiko yang signifikan dan mungkin tidak cocok untuk semua investor.", "post_id": "YTeNqldwXGE"}}, {"key": "Themarketchronicles", "attributes": {"label": "Themarketchronicles", "x": 558.8213116836139, "y": 140.38108309384967, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0245, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YTeNqldwXGE", "id": "Themarketchronicles", "source": "youtube-000001", "content": "Ide trading tengah pekan: Akankah keputusan The Fed menggerakkan pasar?\n\nPara pedagang bersiap menghadapi beberapa hari yang sibuk, dengan keputusan suku bunga pertama Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve AS yang akan diumumkan hari ini pukul 7 malam (waktu Inggris), dan pengumuman suku bunga Bank of England yang dijadwalkan pada tengah hari Kamis. Meskipun para pembuat kebijakan di kedua bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, pasar akan mengamati petunjuk tentang arah kebijakan moneter di masa depan. Para pedagang telah mengurangi ekspektasi mereka terhadap penurunan suku bunga pada tahun 2026 karena angka inflasi yang lebih rendah dari perkiraan telah meningkatkan prospek kebijakan yang lebih lunak. Dengan latar belakang ini, euro sedang menguji level teknis kunci terhadap dolar AS, sementara harga minyak mentah Brent telah jatuh tajam di tengah harapan akan kesepakatan perdamaian di Timur Tengah.\n\nSitus web: http://www.cmcmarkets.com/en-gb/\n\n📺 Dapatkan analisis harian terbaru tentang pasar utama seperti US 30, UK 100, Germany 30, Japan 225, USD/JPY, EUR/USD, GBP/USD, Minyak Mentah Brent dan West Texas, serta Emas melalui daftar putar CMC TV kami.\n\nCMC Markets adalah pemimpin global dalam perdagangan online, menawarkan spread betting dan kontrak untuk perbedaan (CFD). Pelajari cara melakukan spread betting dan trading CFD dengan video strategi trading kami.\n\nCMC Markets menawarkan trading di ribuan pasar keuangan termasuk forex, indeks, komoditas, saham, dan obligasi pemerintah.\n\n➡️ Berlangganan dan jangan lewatkan pembaruan lainnya!    /   \n\nIkuti kami:\nX (Twitter):   / cmcmarkets  \nLinkedIn:   / cmc-markets  \nFacebook:   / cmcmarkets.uk  \n\nIkuti Michael Kramer:\nX (Twitter): \nYouTube: \n\nVideo ini hanya untuk informasi umum dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran perdagangan atau investasi atau rekomendasi pribadi. Informasi apa pun yang berkaitan dengan kinerja investasi di masa lalu tidak selalu menjamin kinerja di masa mendatang. CMC tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang Anda alami, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang timbul dari investasi apa pun berdasarkan informasi apa pun dalam video ini. Harap diingat bahwa spread betting dan perdagangan CFD membawa risiko yang signifikan dan mungkin tidak cocok untuk semua investor.", "post_id": "YTeNqldwXGE"}}, {"key": "@GeopoliticsEmpire", "attributes": {"label": "@GeopoliticsEmpire", "x": 401.91721169323205, "y": 878.7816278185808, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "hPBCpEJMnDw", "id": "@GeopoliticsEmpire", "source": "youtube-000001", "content": "Adam Taggart: Ekonomi Neofeodal Berbentuk-K AI, Dolarisasi, & Amerika 2.0\n\nPakar keuangan Adam Taggart menganalisis kondisi ekonomi global saat ini, menekankan pemulihan berbentuk K di mana sekelompok kecil pemilik aset berkembang pesat sementara kelas pekerja berjuang melawan inflasi dan penurunan daya beli. Ia mengungkapkan kekhawatiran yang signifikan mengenai meningkatnya AI dan robotika, mencatat bahwa teknologi ini dapat secara permanen mengikis daya tawar buruh dan meningkatkan ketidakstabilan sosial. Terlepas dari risiko internal ini, Taggart tetap optimis terhadap Amerika Serikat, dengan alasan bahwa keunggulan geografisnya dan dominasi global dolar AS yang abadi menjadikannya pemain terkuat dalam geopolitik modern. Untuk melindungi diri dari penurunan nilai mata uang dan kerentanan sistemik, ia menganjurkan untuk membangun ketahanan pribadi melalui akuisisi logam mulia dan aset berharga. Pada akhirnya, diskusi ini menyoroti transisi menuju dunia multipolar di mana kekuatan-kekuatan besar semakin fokus pada pengamanan lingkup pengaruh regional mereka sendiri.\n\n*Dukung Geopolitics & Empire!\n\nBergabunglah sebagai Anggota https://geopoliticsandempire.substack...\nDonasi https://geopoliticsandempire.com/dona...\nKonsultasi https://geopoliticsandempire.com/cons...\n\n**Dengarkan Tanpa Iklan seharga $4,99 per Bulan atau $49,99 per Tahun!\n\nLangganan Apple https://podcasts.apple.com/us/podcast...\nSupercast https://geopoliticsandempire.supercas...\n\n***Kunjungi Afiliasi & Sponsor Kami!\n\nAbove Phone https://abovephone.com/?above=geopoli...\nAmerican Gold Exchange https://www.amergold.com/geopolitics\nEscape The Technocracy (Diskon 15% dengan GEOPOLITICS!) https://escapethetechnocracy.com/geop...\nExpat Money (Laporan \"Rencana B\" GRATIS!) https://expatmoney.com/geopolitics\nPassVult https://passvult.com\nSociatates Civis https://societates-civis.com\nStartMail https://www.startmail.com/partner/?re...\nWise Wolf Gold https://www.wolfpack.gold/?ref=geopol...\n\nSitus Web\nSitus Web https://thoughtfulmoney.com\nYouTube    /   \n \nX https://x.com/adamtaggart\nSubstack https://adamtaggart.substack.com\n\nTentang Adam Taggart\nAdam Taggart adalah pendiri Thoughtful Money®, di mana kekayaan Anda = fokus utama kami. Thoughtful Money diciptakan untuk mendidik & memberdayakan investor biasa seperti Anda untuk membangun kekayaan guna membiayai tujuan hidup mereka. Kami melakukan ini dengan mewawancarai para ahli terkemuka di bidang keuangan & pasar untuk memberi Anda saran yang dapat ditindaklanjuti tentang cara melindungi & mengembangkan kekayaan Anda. Mengapa? Karena lingkungan saat ini adalah salah satu yang paling menantang bagi investor \"biasa\": inflasi, suku bunga tinggi, risiko resesi, utang & defisit yang tak terkendali, pasar keuangan yang bergejolak, bank yang tidak stabil & ancaman geopolitik — hanya untuk menyebutkan beberapa. Bagaimana kinerja aset seperti saham, obligasi, real estat, komoditas, emas, polis asuransi Bitcoin, rencana warisan di lingkungan mendatang? Apakah Anda hanya mencoba mencari cara untuk melindungi masa depan keuangan keluarga Anda dari risiko-risiko ini — dan semoga juga mengembangkan kekayaan Anda — tanpa menjadi korban dari peristiwa pasar? Kami yakin itu seharusnya menjadi fokus Anda. Tentu saja itu juga fokus kami.\n\n*Musik intro podcast yang digunakan dengan izin berasal dari lagu \"The Queens Jig\" oleh grup fantastis \"Musicke & Mirth\" dari album mereka \"Music for Two Lyra Viols\": http://musicke-mirth.de/en/recordings... (tersedia di iTunes atau Amazon)", "post_id": "hPBCpEJMnDw"}}, {"key": "adam.taggart", "attributes": {"label": "adam.taggart", "x": 344.92376418256475, "y": 326.2436030290875, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.1311, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "hPBCpEJMnDw", "id": "adam.taggart", "source": "youtube-000001", "content": "Adam Taggart: Ekonomi Neofeodal Berbentuk-K AI, Dolarisasi, & Amerika 2.0\n\nPakar keuangan Adam Taggart menganalisis kondisi ekonomi global saat ini, menekankan pemulihan berbentuk K di mana sekelompok kecil pemilik aset berkembang pesat sementara kelas pekerja berjuang melawan inflasi dan penurunan daya beli. Ia mengungkapkan kekhawatiran yang signifikan mengenai meningkatnya AI dan robotika, mencatat bahwa teknologi ini dapat secara permanen mengikis daya tawar buruh dan meningkatkan ketidakstabilan sosial. Terlepas dari risiko internal ini, Taggart tetap optimis terhadap Amerika Serikat, dengan alasan bahwa keunggulan geografisnya dan dominasi global dolar AS yang abadi menjadikannya pemain terkuat dalam geopolitik modern. Untuk melindungi diri dari penurunan nilai mata uang dan kerentanan sistemik, ia menganjurkan untuk membangun ketahanan pribadi melalui akuisisi logam mulia dan aset berharga. Pada akhirnya, diskusi ini menyoroti transisi menuju dunia multipolar di mana kekuatan-kekuatan besar semakin fokus pada pengamanan lingkup pengaruh regional mereka sendiri.\n\n*Dukung Geopolitics & Empire!\n\nBergabunglah sebagai Anggota https://geopoliticsandempire.substack...\nDonasi https://geopoliticsandempire.com/dona...\nKonsultasi https://geopoliticsandempire.com/cons...\n\n**Dengarkan Tanpa Iklan seharga $4,99 per Bulan atau $49,99 per Tahun!\n\nLangganan Apple https://podcasts.apple.com/us/podcast...\nSupercast https://geopoliticsandempire.supercas...\n\n***Kunjungi Afiliasi & Sponsor Kami!\n\nAbove Phone https://abovephone.com/?above=geopoli...\nAmerican Gold Exchange https://www.amergold.com/geopolitics\nEscape The Technocracy (Diskon 15% dengan GEOPOLITICS!) https://escapethetechnocracy.com/geop...\nExpat Money (Laporan \"Rencana B\" GRATIS!) https://expatmoney.com/geopolitics\nPassVult https://passvult.com\nSociatates Civis https://societates-civis.com\nStartMail https://www.startmail.com/partner/?re...\nWise Wolf Gold https://www.wolfpack.gold/?ref=geopol...\n\nSitus Web\nSitus Web https://thoughtfulmoney.com\nYouTube    /   \n \nX https://x.com/adamtaggart\nSubstack https://adamtaggart.substack.com\n\nTentang Adam Taggart\nAdam Taggart adalah pendiri Thoughtful Money®, di mana kekayaan Anda = fokus utama kami. Thoughtful Money diciptakan untuk mendidik & memberdayakan investor biasa seperti Anda untuk membangun kekayaan guna membiayai tujuan hidup mereka. Kami melakukan ini dengan mewawancarai para ahli terkemuka di bidang keuangan & pasar untuk memberi Anda saran yang dapat ditindaklanjuti tentang cara melindungi & mengembangkan kekayaan Anda. Mengapa? Karena lingkungan saat ini adalah salah satu yang paling menantang bagi investor \"biasa\": inflasi, suku bunga tinggi, risiko resesi, utang & defisit yang tak terkendali, pasar keuangan yang bergejolak, bank yang tidak stabil & ancaman geopolitik — hanya untuk menyebutkan beberapa. Bagaimana kinerja aset seperti saham, obligasi, real estat, komoditas, emas, polis asuransi Bitcoin, rencana warisan di lingkungan mendatang? Apakah Anda hanya mencoba mencari cara untuk melindungi masa depan keuangan keluarga Anda dari risiko-risiko ini — dan semoga juga mengembangkan kekayaan Anda — tanpa menjadi korban dari peristiwa pasar? Kami yakin itu seharusnya menjadi fokus Anda. Tentu saja itu juga fokus kami.\n\n*Musik intro podcast yang digunakan dengan izin berasal dari lagu \"The Queens Jig\" oleh grup fantastis \"Musicke & Mirth\" dari album mereka \"Music for Two Lyra Viols\": http://musicke-mirth.de/en/recordings... (tersedia di iTunes atau Amazon)", "post_id": "hPBCpEJMnDw"}}, {"key": "@sbcgold", "attributes": {"label": "@sbcgold", "x": 111.01266709851376, "y": 482.37187465908835, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "HycRjfbdp4g", "id": "@sbcgold", "source": "youtube-000001", "content": "Emas Mengungguli Dolar & Euro: Era Baru bagi Logam Mulia? | The Gold Spot\n\nKonsolidasi harga emas baru-baru ini mungkin menarik perhatian media, tetapi kisah yang lebih besar sedang terjadi di balik layar. Bank Sentral Eropa (ECB) baru-baru ini mengungkapkan bahwa emas telah melampaui dolar AS dan euro dalam cadangan devisa resmi berdasarkan nilai pasar, yang menggarisbawahi peran logam mulia ini yang semakin penting dalam sistem keuangan global.\n\nBank sentral tetap menjadi pembeli utama, melanjutkan tren akumulasi selama bertahun-tahun yang didorong oleh de-dolarisasi dan ketidakpastian geopolitik. Sementara itu, kelas pembeli baru muncul, dengan perusahaan kripto seperti Tether dan PAX Gold mengumpulkan kepemilikan emas batangan yang signifikan. Pada saat yang sama, reklasifikasi emas Basel III sebagai aset Tier 1 telah memperkuat posisinya di sektor perbankan.\n\nPergeseran ini memengaruhi bagaimana lembaga dan investor memandang konstruksi portofolio, dengan beberapa perusahaan besar merekomendasikan alokasi emas yang lebih besar daripada sebelumnya. Dikombinasikan dengan perkiraan yang semakin optimis dari bank-bank besar, tren ini menunjukkan pentingnya emas dalam ekonomi global mungkin akan terus meningkat.\n\nSaksikan The Gold Spot minggu ini untuk mendengarkan pendiri Scottsdale Bullion & Coin, Eric Sepanek, dan penasihat logam mulia, Todd Graf, membahas perubahan-perubahan penting ini, membahas prediksi dan perkiraan harga emas yang baru terungkap, serta mengungkapkan berapa banyak emas yang sebaiknya dipegang investor untuk kinerja optimal.\n\n👉 BACA LEBIH LANJUT DI SINI: https://www.sbcgold.com/blog/gold-ove...\n\n⭐ PANDUAN, LAPORAN, & ARTIKEL TERKAIT:\n\n👉 Minta SALINAN GRATIS Panduan Kesalahan Pemula kami di sini: https://www.sbcgold.com/free-investme...\n\n👉 Minta SALINAN GRATIS Laporan Investor Perak Terbaru kami di sini: https://www.sbcgold.com/free-silver-i...\n\n🔗 Harga Emas & Perak Real-Time: https://www.sbcgold.com/charts/?utm_s...\n\n---- \n\n⭐ Penasihat Logam Mulia  dalam video The Gold Spot ini: \n\n👤 Todd Graf: https://www.sbcgold.com/about/todd-gr...\n\n👤 Eric Sepanek\n\n#emas #hargaemas #prediksihargaemas #logammulia #investasi #perak\n\nLangsung ke:\n0:00 - Selamat datang di The Gold Spot\n0:35 - Emas Melampaui Obligasi AS dalam Cadangan Devisa\n1:33 - Bank Sentral Terus Membeli Emas\n2:20 - Munculnya Kelas Pembeli Emas Baru\n3:02 - Mengapa Status Aset Tier 1 Emas Sangat Penting\n5:00 - Emas Seharga $8.000 per Ons?\n\n6:41 - Berapa Banyak Emas yang Harus Anda Miliki?\n\n7:49 - Jangan Abaikan Perak\n8:40 - Laporan Investor Perak Terbaru\n9:23 - Terima kasih telah menonton The Gold Spot", "post_id": "HycRjfbdp4g"}}, {"key": "sbcgold", "attributes": {"label": "sbcgold", "x": 895.0639492929524, "y": 771.8323652230016, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.451, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "HycRjfbdp4g", "id": "sbcgold", "source": "youtube-000001", "content": "Emas Mengungguli Dolar & Euro: Era Baru bagi Logam Mulia? | The Gold Spot\n\nKonsolidasi harga emas baru-baru ini mungkin menarik perhatian media, tetapi kisah yang lebih besar sedang terjadi di balik layar. Bank Sentral Eropa (ECB) baru-baru ini mengungkapkan bahwa emas telah melampaui dolar AS dan euro dalam cadangan devisa resmi berdasarkan nilai pasar, yang menggarisbawahi peran logam mulia ini yang semakin penting dalam sistem keuangan global.\n\nBank sentral tetap menjadi pembeli utama, melanjutkan tren akumulasi selama bertahun-tahun yang didorong oleh de-dolarisasi dan ketidakpastian geopolitik. Sementara itu, kelas pembeli baru muncul, dengan perusahaan kripto seperti Tether dan PAX Gold mengumpulkan kepemilikan emas batangan yang signifikan. Pada saat yang sama, reklasifikasi emas Basel III sebagai aset Tier 1 telah memperkuat posisinya di sektor perbankan.\n\nPergeseran ini memengaruhi bagaimana lembaga dan investor memandang konstruksi portofolio, dengan beberapa perusahaan besar merekomendasikan alokasi emas yang lebih besar daripada sebelumnya. Dikombinasikan dengan perkiraan yang semakin optimis dari bank-bank besar, tren ini menunjukkan pentingnya emas dalam ekonomi global mungkin akan terus meningkat.\n\nSaksikan The Gold Spot minggu ini untuk mendengarkan pendiri Scottsdale Bullion & Coin, Eric Sepanek, dan penasihat logam mulia, Todd Graf, membahas perubahan-perubahan penting ini, membahas prediksi dan perkiraan harga emas yang baru terungkap, serta mengungkapkan berapa banyak emas yang sebaiknya dipegang investor untuk kinerja optimal.\n\n👉 BACA LEBIH LANJUT DI SINI: https://www.sbcgold.com/blog/gold-ove...\n\n⭐ PANDUAN, LAPORAN, & ARTIKEL TERKAIT:\n\n👉 Minta SALINAN GRATIS Panduan Kesalahan Pemula kami di sini: https://www.sbcgold.com/free-investme...\n\n👉 Minta SALINAN GRATIS Laporan Investor Perak Terbaru kami di sini: https://www.sbcgold.com/free-silver-i...\n\n🔗 Harga Emas & Perak Real-Time: https://www.sbcgold.com/charts/?utm_s...\n\n---- \n\n⭐ Penasihat Logam Mulia  dalam video The Gold Spot ini: \n\n👤 Todd Graf: https://www.sbcgold.com/about/todd-gr...\n\n👤 Eric Sepanek\n\n#emas #hargaemas #prediksihargaemas #logammulia #investasi #perak\n\nLangsung ke:\n0:00 - Selamat datang di The Gold Spot\n0:35 - Emas Melampaui Obligasi AS dalam Cadangan Devisa\n1:33 - Bank Sentral Terus Membeli Emas\n2:20 - Munculnya Kelas Pembeli Emas Baru\n3:02 - Mengapa Status Aset Tier 1 Emas Sangat Penting\n5:00 - Emas Seharga $8.000 per Ons?\n\n6:41 - Berapa Banyak Emas yang Harus Anda Miliki?\n\n7:49 - Jangan Abaikan Perak\n8:40 - Laporan Investor Perak Terbaru\n9:23 - Terima kasih telah menonton The Gold Spot", "post_id": "HycRjfbdp4g"}}, {"key": "@verifiedinvesting", "attributes": {"label": "@verifiedinvesting", "x": 539.1452911584247, "y": 582.8153136894482, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Z4p4y5wmebg", "id": "@verifiedinvesting", "source": "youtube-000001", "content": "Saat Ini Jebol, Pasar Bakal Panik\n\n🔗 Berdaganglah bersama Gareth dan tim di Ruang Perdagangan Harian Langsung Apex: https://verifiedinvesting.com/product...\n\n📅 Saksikan Ringkasan Mingguan setiap Jumat!\n\nSelamat datang di Ringkasan Mingguan. Kepala Strategi Pasar Gareth Soloway membahas secara mendalam aksi pasar minggu ini — grafik dan data, tanpa sensasi. Minggu ini semuanya tentang narasi: aksi jual tajam setelah pernyataan FOMC dan konferensi pers pertama Kevin Warsh, penandatanganan kesepakatan Iran yang dimajukan ke Rabu malam, dan kesepakatan chip Intel-Apple yang menggerakkan pasar — ​​serangkaian berita utama yang terus menyelamatkan pasar hingga akhir pekan tiga hari. Gareth menjelaskan mengapa pasar yang sangat bergantung pada berita utama ini membangun gelembung, dan grafik serta level yang tepat yang penting menjelang hari Senin.\n\n📊 YANG DILIPUT MINGGU INI:\n🔵 S&P 500 - Titik terendah pertama telah tercapai; Gareth enggan menyebutkan titik tertinggi yang lebih rendah tanpa tiga hari penurunan. Mari kita perhatikan minggu depan.\n🔵 NASDAQ - Pada grafik logaritma, menghubungkan titik tertinggi ke titik tertinggi menyisakan ruang untuk kenaikan 7-8% lagi (menuju ~28.500), sementara pergerakan korektif mengarah ke penurunan ~32% - tepat sesuai dengan rata-rata pasca-2008.\n🔵 Imbal Hasil Obligasi 10 Tahun - Kembali ke support setelah breakout, membentuk pola wedge/flag bullish di puncaknya. Breakout buruk untuk saham; breakdown baik dalam jangka pendek kecuali jika beriringan dengan ekonomi yang lebih lemah.\n🔵 Dolar AS (DXY) - Berjuang melawan resistensi dan lemah sampai terbukti sebaliknya; penembusan di atas $101,50 akan membalikkannya ke wilayah breakout.\n🔴 Emas - Bertindak lemah bahkan ketika dolar mengalami penurunan. Dukungan di dekat $4.000, dengan penembusan di atas level $4.400\n🔴 USD/JPY - Pola double top yang sempurna - level yang sama yang mendahului penurunan S&P sekitar 10% dalam tiga minggu pada tahun 2024. Penembusan di sini (pelemahan yen) adalah tanda peringatan carry-trade yang perlu diperhatikan\n🔵 Imbal Hasil Obligasi Jepang 10 Tahun - Pola bullish flag; penembusan menuju 3% akan menyebabkan lebih banyak masalah bagi pasar global\n🟢 Perangkat Lunak (IGV, MSFT, ADBE, TTD) - Pembelian institusional di support utama; Gareth optimistis terhadap grup ini, dengan The Trade Desk sebagai kandidat squeeze potensial di atas $21\n🟢 Minyak - Sedikit kenaikan; Gareth membeli beberapa saham di bawah $75 (pengisian ulang cadangan strategis), mengincar $80, mungkin $84\n🔵 Gas Alam - Potensi pola cup-and-handle yang terlihat lebih baik untuk breakout bullish - ada dalam radar, belum masuk\n🔴 Bitcoin - Menembus di bawah area kunci $63.300-$63.500, menunjukkan kelemahan relatif; mengamati kemungkinan pemulihan\n\n🔑 POIN UTAMA: Pasar yang semakin didukung oleh berita utama berada di antara potensi kenaikan NASDAQ sekitar 7-8% dan penurunan sekitar 32%. Menjelang minggu depan, Gareth mengamati pertanyaan tentang level terendah-tertinggi S&P, pola double top dolar-yen, dan imbal hasil obligasi Jepang.\n\n⏱ CAP WAKTU (perkiraan)\n0:00 - Pendahuluan: Pasar yang Dijalankan oleh Berita Utama\n1:30 - Permainan Naratif: FOMC, Kesepakatan Iran & Intel-Apple\n5:00 - S&P 500: Titik Terendah & Pertanyaan Titik Tertinggi\n6:30 - NASDAQ: Potensi Kenaikan 7-8% vs. Penurunan 32%\n9:30 - Imbal Hasil 10 Tahun: Pola Bullish Wedge di Puncaknya\n11:30 - Dolar AS & Emas: Lemah Sampai Terbukti Sebaliknya\n13:30 - Pola Double Top Dolar-Yen & Peringatan Carry Trade\n16:00 - Imbal Hasil 10 Tahun Jepang: Pola Bullish Flag yang Perlu Diperhatikan\n18:00 - Saham Perusahaan Perangkat Lunak: IGV, Microsoft, Adobe & The Trade Desk\n21:00 - Emas, Perak, Minyak & Gas Alam\n23:30 - Bitcoin & Hal yang Perlu Diperhatikan Senin\n\n✅ BERLANGGANAN untuk Ringkasan Mingguan dan analisis harian dari Gareth Soloway dan tim Verified Investing\n🔔 Aktifkan notifikasi agar Anda tidak pernah melewatkan Ringkasan Jumat\n👍 SUKAI jika ini memberi Anda keuntungan untuk minggu depan\n💬 Komentar: apakah NASDAQ akan mencapai level tertinggi baru, atau malah turun?\n\n👤 IKUTI\n\n\n⚠️ PENTING: Informasi yang disajikan dalam video ini hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi dan TIDAK boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, pajak, atau hukum. Gareth Soloway dan Verified Investing bukanlah penasihat investasi terdaftar. Semua perdagangan dan investasi melibatkan risiko kerugian yang substansial, dan Anda harus berkonsultasi dengan profesional keuangan yang berkualifikasi sebelum membuat keputusan investasi apa pun. Kinerja masa lalu tidak menunjukkan hasil di masa mendatang.\n\n🚨 PERINGATAN PENIPUAN\nGareth Soloway dan tim Verified Investing TIDAK AKAN PERNAH menghubungi Anda secara langsung melalui komentar YouTube, Telegram, WhatsApp, atau platform pesan lainnya untuk meminta Anda berinvestasi, mengirim uang, atau bergabung dengan grup perdagangan pribadi. Jika ada yang mengaku sebagai Gareth atau anggota timnya dan menghubungi Anda di luar saluran resmi Verifie...", "post_id": "Z4p4y5wmebg"}}, {"key": "garethsolowayprotrader", "attributes": {"label": "garethsolowayprotrader", "x": 745.9168239554027, "y": 792.940671807065, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.1311, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Z4p4y5wmebg", "id": "garethsolowayprotrader", "source": "youtube-000001", "content": "Saat Ini Jebol, Pasar Bakal Panik\n\n🔗 Berdaganglah bersama Gareth dan tim di Ruang Perdagangan Harian Langsung Apex: https://verifiedinvesting.com/product...\n\n📅 Saksikan Ringkasan Mingguan setiap Jumat!\n\nSelamat datang di Ringkasan Mingguan. Kepala Strategi Pasar Gareth Soloway membahas secara mendalam aksi pasar minggu ini — grafik dan data, tanpa sensasi. Minggu ini semuanya tentang narasi: aksi jual tajam setelah pernyataan FOMC dan konferensi pers pertama Kevin Warsh, penandatanganan kesepakatan Iran yang dimajukan ke Rabu malam, dan kesepakatan chip Intel-Apple yang menggerakkan pasar — ​​serangkaian berita utama yang terus menyelamatkan pasar hingga akhir pekan tiga hari. Gareth menjelaskan mengapa pasar yang sangat bergantung pada berita utama ini membangun gelembung, dan grafik serta level yang tepat yang penting menjelang hari Senin.\n\n📊 YANG DILIPUT MINGGU INI:\n🔵 S&P 500 - Titik terendah pertama telah tercapai; Gareth enggan menyebutkan titik tertinggi yang lebih rendah tanpa tiga hari penurunan. Mari kita perhatikan minggu depan.\n🔵 NASDAQ - Pada grafik logaritma, menghubungkan titik tertinggi ke titik tertinggi menyisakan ruang untuk kenaikan 7-8% lagi (menuju ~28.500), sementara pergerakan korektif mengarah ke penurunan ~32% - tepat sesuai dengan rata-rata pasca-2008.\n🔵 Imbal Hasil Obligasi 10 Tahun - Kembali ke support setelah breakout, membentuk pola wedge/flag bullish di puncaknya. Breakout buruk untuk saham; breakdown baik dalam jangka pendek kecuali jika beriringan dengan ekonomi yang lebih lemah.\n🔵 Dolar AS (DXY) - Berjuang melawan resistensi dan lemah sampai terbukti sebaliknya; penembusan di atas $101,50 akan membalikkannya ke wilayah breakout.\n🔴 Emas - Bertindak lemah bahkan ketika dolar mengalami penurunan. Dukungan di dekat $4.000, dengan penembusan di atas level $4.400\n🔴 USD/JPY - Pola double top yang sempurna - level yang sama yang mendahului penurunan S&P sekitar 10% dalam tiga minggu pada tahun 2024. Penembusan di sini (pelemahan yen) adalah tanda peringatan carry-trade yang perlu diperhatikan\n🔵 Imbal Hasil Obligasi Jepang 10 Tahun - Pola bullish flag; penembusan menuju 3% akan menyebabkan lebih banyak masalah bagi pasar global\n🟢 Perangkat Lunak (IGV, MSFT, ADBE, TTD) - Pembelian institusional di support utama; Gareth optimistis terhadap grup ini, dengan The Trade Desk sebagai kandidat squeeze potensial di atas $21\n🟢 Minyak - Sedikit kenaikan; Gareth membeli beberapa saham di bawah $75 (pengisian ulang cadangan strategis), mengincar $80, mungkin $84\n🔵 Gas Alam - Potensi pola cup-and-handle yang terlihat lebih baik untuk breakout bullish - ada dalam radar, belum masuk\n🔴 Bitcoin - Menembus di bawah area kunci $63.300-$63.500, menunjukkan kelemahan relatif; mengamati kemungkinan pemulihan\n\n🔑 POIN UTAMA: Pasar yang semakin didukung oleh berita utama berada di antara potensi kenaikan NASDAQ sekitar 7-8% dan penurunan sekitar 32%. Menjelang minggu depan, Gareth mengamati pertanyaan tentang level terendah-tertinggi S&P, pola double top dolar-yen, dan imbal hasil obligasi Jepang.\n\n⏱ CAP WAKTU (perkiraan)\n0:00 - Pendahuluan: Pasar yang Dijalankan oleh Berita Utama\n1:30 - Permainan Naratif: FOMC, Kesepakatan Iran & Intel-Apple\n5:00 - S&P 500: Titik Terendah & Pertanyaan Titik Tertinggi\n6:30 - NASDAQ: Potensi Kenaikan 7-8% vs. Penurunan 32%\n9:30 - Imbal Hasil 10 Tahun: Pola Bullish Wedge di Puncaknya\n11:30 - Dolar AS & Emas: Lemah Sampai Terbukti Sebaliknya\n13:30 - Pola Double Top Dolar-Yen & Peringatan Carry Trade\n16:00 - Imbal Hasil 10 Tahun Jepang: Pola Bullish Flag yang Perlu Diperhatikan\n18:00 - Saham Perusahaan Perangkat Lunak: IGV, Microsoft, Adobe & The Trade Desk\n21:00 - Emas, Perak, Minyak & Gas Alam\n23:30 - Bitcoin & Hal yang Perlu Diperhatikan Senin\n\n✅ BERLANGGANAN untuk Ringkasan Mingguan dan analisis harian dari Gareth Soloway dan tim Verified Investing\n🔔 Aktifkan notifikasi agar Anda tidak pernah melewatkan Ringkasan Jumat\n👍 SUKAI jika ini memberi Anda keuntungan untuk minggu depan\n💬 Komentar: apakah NASDAQ akan mencapai level tertinggi baru, atau malah turun?\n\n👤 IKUTI\n\n\n⚠️ PENTING: Informasi yang disajikan dalam video ini hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi dan TIDAK boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, pajak, atau hukum. Gareth Soloway dan Verified Investing bukanlah penasihat investasi terdaftar. Semua perdagangan dan investasi melibatkan risiko kerugian yang substansial, dan Anda harus berkonsultasi dengan profesional keuangan yang berkualifikasi sebelum membuat keputusan investasi apa pun. Kinerja masa lalu tidak menunjukkan hasil di masa mendatang.\n\n🚨 PERINGATAN PENIPUAN\nGareth Soloway dan tim Verified Investing TIDAK AKAN PERNAH menghubungi Anda secara langsung melalui komentar YouTube, Telegram, WhatsApp, atau platform pesan lainnya untuk meminta Anda berinvestasi, mengirim uang, atau bergabung dengan grup perdagangan pribadi. Jika ada yang mengaku sebagai Gareth atau anggota timnya dan menghubungi Anda di luar saluran resmi Verifie...", "post_id": "Z4p4y5wmebg"}}, {"key": "@SoarFinancially", "attributes": {"label": "@SoarFinancially", "x": 771.0022719714618, "y": 111.32037950620565, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "D52mVpNt_QE", "id": "@SoarFinancially", "source": "youtube-000001", "content": "Krisis Dolar Menjadi Digital, EMAS Menang | Peter Schiff\n\nPeter Schiff memperingatkan bahwa investor salah menilai harga emas, perak, dan seluruh situasi utang AS. Dengan utang AS mendekati $40 triliun, inflasi masih di atas target, dan suku bunga riil yang anjlok, Schiff berpendapat bahwa krisis besar berikutnya bukan lagi tentang peminjam subprime. Kali ini, katanya, pemerintah AS-lah yang tidak mampu membayar.\n\nKami membahas mengapa emas terkonsolidasi di sekitar $4.500, mengapa Schiff percaya pergerakan selanjutnya pada emas dan perak akan lebih tinggi, apa yang akhirnya dapat memicu terobosan, dan mengapa pasar mungkin sepenuhnya salah memahami dampak inflasi dan kebijakan Fed.\n\nPeter Schiff juga memberikan peringatan keras tentang dolar AS, pasar obligasi, Tiongkok, de-dolarisasi, dan stablecoin. Ia berpendapat bahwa stablecoin yang terikat pada dolar tidak memiliki stabilitas nyata, karena dolar itu sendiri tidak memiliki stabilitas. Menurutnya, masa depan stablecoin dan kripto bukanlah Bitcoin, tetapi emas yang di tokenisasi.\n\n#emas #stablecoin #dolar\n---------------------\nTerima kasih kepada sponsor kami: Money Metals\nPastikan untuk mengunjungi mereka: https://www.moneymetals.com\n---------------------\n👨‍💼 Tamu: Peter Schiff\n🏢 Perusahaan: Euro Pacific Asset Management / Schiff Gold\n🌎 https://europac.com/\n🌎 https://schiffgold.com/\n𝕏 \n📅 Tanggal perekaman: 26 Mei 2026\n---------------------\n\n📰 Harga Komoditas & Komentar Terkini 📰\n👉 Clear Commodity Network 👈\n🌎 https://clearcommodity.net/ 🌎\n\n►► Ikuti Kami! ◄◄\nTwitter: / soarfinancial \nSitus web: http://www.soarfinancial.com/\n---------------------\n00:00 Masalah Utang AS\n00:28 Stablecoin dan Emas yang Ditokenisasi\n00:54 Pendahuluan\n01:59 Konsolidasi Emas\n03:10 Pergerakan Selanjutnya pada Emas dan Perak\n03:34 Penurunan Suku Bunga Riil\n04:15 Pasar Salah Menetapkan Harga Emas\n05:10 Krisis Utang Negara\n05:57 Inflasi dan Kebijakan Fed\n07:27 Apa yang Memicu Lonjakan Harga Emas?\n08:56 Utang AS Mendekati $40 Triliun\n11:31 Apakah Kevin Warsh Sudah Terjebak?\n\n13:18 QE Berikutnya Bisa Gagal\n14:18 Status Cadangan Dolar\n15:29 Perlahan, Lalu Sekaligus\n16:04 Timur Tengah dan Dolar\n17:20 Efek Bola Salju De-Dolarisasi\n18:41 Mengapa Bank Sentral Membeli Emas\n19:47 Trump, Xi, dan China\n21:19 Apakah AS Melemahkan Posisinya?\n23:15 China, Konsumsi, dan Inflasi\n24:03 Apakah Stablecoin Penyelamat atau Jebakan?\n\n24:35 Bitcoin, Fiat, dan Penyimpanan Nilai\n24:59 Mengapa Emas yang Ditokenisasi Menang\n25:58 Masa Depan Stablecoin\n27:42 Apakah Stablecoin Membantu Dolar?\n\n28:27 Mengapa Menggunakan Stablecoin Dolar?\n\n29:40 Siapa yang Mengatur Stablecoin Emas?\n\n30:49 Berapa Banyak Token Emas yang Dapat Bertahan?\n\n32:03 Di Mana Mengikuti Peter Schiff\n33:01 Kesimpulan\n---------------------\n\n*Penafian:*\n\nBeberapa tautan yang disajikan mungkin merupakan tautan afiliasi. Kami mungkin menerima komisi jika pembelian dilakukan melalui tautan tersebut!\n\nKecuali dinyatakan secara khusus, semua informasi yang tersedia di Soar Financial dan afiliasinya atau mitranya harus dianggap bersifat non-komersial. Tidak satu pun konten yang diproduksi oleh Soar Financial yang boleh dianggap sebagai dukungan, penawaran, atau rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Soar Financial tidak terdaftar di otoritas pengatur keuangan atau sekuritas mana pun di Kanada, AS, Eropa, atau Inggris, dan tidak menyediakan, atau mengklaim menyediakan, nasihat atau rekomendasi investasi kepada konsumen mana pun dari konten yang diproduksi dan dipublikasikan oleh Soar Financial. Selalu lakukan uji tuntas Anda sendiri dan/atau konsultasikan dengan profesional hukum, pajak, atau investasi yang berkualifikasi jika nasihat pribadi dianggap perlu.\n\nSoar Financial dan perusahaan terkaitnya, termasuk direktur, karyawan, dan perwakilannya, atau orang yang terkait mungkin memegang posisi ekuitas dalam sekuritas yang dirinci dalam komunikasi. Ketika hal ini terjadi, pengungkapan akan dilakukan. Pengungkapan di media sosial akan dilakukan dengan menggunakan tagar #coi, singkatan dari konflik kepentingan.\n\nSoar Financial, afiliasinya, dan masing-masing direktur, pejabat, karyawan, atau agennya secara tegas menolak segala tanggung jawab atas kerugian atau kerusakan, baik langsung, tidak langsung, khusus, atau konsekuensial, atau konsekuensi lainnya, apa pun penyebabnya, yang timbul dari penggunaan atau reproduksi situs ini atau keputusan apa pun yang dibuat atau tindakan yang diambil berdasarkan konten yang dihasilkan oleh Soar Financial, baik yang diizinkan maupun tidak. Dengan mengakses konten Soar Financial, setiap konsumen konten Soar Financial membebaskan Soar Financial, afiliasinya, dan masing-masing pejabat, direktur, agen, dan karyawannya dari semua klaim dan proses hukum atas kerugian, kerusakan, atau konsekuensi tersebut.\n\n#emas #peterschiff #stablecoin #emasbertokenisasi #dolar #dolarAS #federalreserve #utang #inflasi #pasarobligasi #perak #hargaemas #bitcoin #kripto #dedolarisasi #cina #ekonomi #keuangan #investasi #pasar #makro #resesi #qe #banksentral", "post_id": "D52mVpNt_QE"}}, {"key": "PeterSchiff", "attributes": {"label": "PeterSchiff", "x": 742.9147933079822, "y": 174.1625166696744, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.451, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "D52mVpNt_QE", "id": "PeterSchiff", "source": "youtube-000001", "content": "Krisis Dolar Menjadi Digital, EMAS Menang | Peter Schiff\n\nPeter Schiff memperingatkan bahwa investor salah menilai harga emas, perak, dan seluruh situasi utang AS. Dengan utang AS mendekati $40 triliun, inflasi masih di atas target, dan suku bunga riil yang anjlok, Schiff berpendapat bahwa krisis besar berikutnya bukan lagi tentang peminjam subprime. Kali ini, katanya, pemerintah AS-lah yang tidak mampu membayar.\n\nKami membahas mengapa emas terkonsolidasi di sekitar $4.500, mengapa Schiff percaya pergerakan selanjutnya pada emas dan perak akan lebih tinggi, apa yang akhirnya dapat memicu terobosan, dan mengapa pasar mungkin sepenuhnya salah memahami dampak inflasi dan kebijakan Fed.\n\nPeter Schiff juga memberikan peringatan keras tentang dolar AS, pasar obligasi, Tiongkok, de-dolarisasi, dan stablecoin. Ia berpendapat bahwa stablecoin yang terikat pada dolar tidak memiliki stabilitas nyata, karena dolar itu sendiri tidak memiliki stabilitas. Menurutnya, masa depan stablecoin dan kripto bukanlah Bitcoin, tetapi emas yang di tokenisasi.\n\n#emas #stablecoin #dolar\n---------------------\nTerima kasih kepada sponsor kami: Money Metals\nPastikan untuk mengunjungi mereka: https://www.moneymetals.com\n---------------------\n👨‍💼 Tamu: Peter Schiff\n🏢 Perusahaan: Euro Pacific Asset Management / Schiff Gold\n🌎 https://europac.com/\n🌎 https://schiffgold.com/\n𝕏 \n📅 Tanggal perekaman: 26 Mei 2026\n---------------------\n\n📰 Harga Komoditas & Komentar Terkini 📰\n👉 Clear Commodity Network 👈\n🌎 https://clearcommodity.net/ 🌎\n\n►► Ikuti Kami! ◄◄\nTwitter: / soarfinancial \nSitus web: http://www.soarfinancial.com/\n---------------------\n00:00 Masalah Utang AS\n00:28 Stablecoin dan Emas yang Ditokenisasi\n00:54 Pendahuluan\n01:59 Konsolidasi Emas\n03:10 Pergerakan Selanjutnya pada Emas dan Perak\n03:34 Penurunan Suku Bunga Riil\n04:15 Pasar Salah Menetapkan Harga Emas\n05:10 Krisis Utang Negara\n05:57 Inflasi dan Kebijakan Fed\n07:27 Apa yang Memicu Lonjakan Harga Emas?\n08:56 Utang AS Mendekati $40 Triliun\n11:31 Apakah Kevin Warsh Sudah Terjebak?\n\n13:18 QE Berikutnya Bisa Gagal\n14:18 Status Cadangan Dolar\n15:29 Perlahan, Lalu Sekaligus\n16:04 Timur Tengah dan Dolar\n17:20 Efek Bola Salju De-Dolarisasi\n18:41 Mengapa Bank Sentral Membeli Emas\n19:47 Trump, Xi, dan China\n21:19 Apakah AS Melemahkan Posisinya?\n23:15 China, Konsumsi, dan Inflasi\n24:03 Apakah Stablecoin Penyelamat atau Jebakan?\n\n24:35 Bitcoin, Fiat, dan Penyimpanan Nilai\n24:59 Mengapa Emas yang Ditokenisasi Menang\n25:58 Masa Depan Stablecoin\n27:42 Apakah Stablecoin Membantu Dolar?\n\n28:27 Mengapa Menggunakan Stablecoin Dolar?\n\n29:40 Siapa yang Mengatur Stablecoin Emas?\n\n30:49 Berapa Banyak Token Emas yang Dapat Bertahan?\n\n32:03 Di Mana Mengikuti Peter Schiff\n33:01 Kesimpulan\n---------------------\n\n*Penafian:*\n\nBeberapa tautan yang disajikan mungkin merupakan tautan afiliasi. Kami mungkin menerima komisi jika pembelian dilakukan melalui tautan tersebut!\n\nKecuali dinyatakan secara khusus, semua informasi yang tersedia di Soar Financial dan afiliasinya atau mitranya harus dianggap bersifat non-komersial. Tidak satu pun konten yang diproduksi oleh Soar Financial yang boleh dianggap sebagai dukungan, penawaran, atau rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Soar Financial tidak terdaftar di otoritas pengatur keuangan atau sekuritas mana pun di Kanada, AS, Eropa, atau Inggris, dan tidak menyediakan, atau mengklaim menyediakan, nasihat atau rekomendasi investasi kepada konsumen mana pun dari konten yang diproduksi dan dipublikasikan oleh Soar Financial. Selalu lakukan uji tuntas Anda sendiri dan/atau konsultasikan dengan profesional hukum, pajak, atau investasi yang berkualifikasi jika nasihat pribadi dianggap perlu.\n\nSoar Financial dan perusahaan terkaitnya, termasuk direktur, karyawan, dan perwakilannya, atau orang yang terkait mungkin memegang posisi ekuitas dalam sekuritas yang dirinci dalam komunikasi. Ketika hal ini terjadi, pengungkapan akan dilakukan. Pengungkapan di media sosial akan dilakukan dengan menggunakan tagar #coi, singkatan dari konflik kepentingan.\n\nSoar Financial, afiliasinya, dan masing-masing direktur, pejabat, karyawan, atau agennya secara tegas menolak segala tanggung jawab atas kerugian atau kerusakan, baik langsung, tidak langsung, khusus, atau konsekuensial, atau konsekuensi lainnya, apa pun penyebabnya, yang timbul dari penggunaan atau reproduksi situs ini atau keputusan apa pun yang dibuat atau tindakan yang diambil berdasarkan konten yang dihasilkan oleh Soar Financial, baik yang diizinkan maupun tidak. Dengan mengakses konten Soar Financial, setiap konsumen konten Soar Financial membebaskan Soar Financial, afiliasinya, dan masing-masing pejabat, direktur, agen, dan karyawannya dari semua klaim dan proses hukum atas kerugian, kerusakan, atau konsekuensi tersebut.\n\n#emas #peterschiff #stablecoin #emasbertokenisasi #dolar #dolarAS #federalreserve #utang #inflasi #pasarobligasi #perak #hargaemas #bitcoin #kripto #dedolarisasi #cina #ekonomi #keuangan #investasi #pasar #makro #resesi #qe #banksentral", "post_id": "D52mVpNt_QE"}}, {"key": "@PikiranRakyatKuningan", "attributes": {"label": "@PikiranRakyatKuningan", "x": 853.1039460708528, "y": 564.8744603880886, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "OP1EhHi9J_g", "id": "@PikiranRakyatKuningan", "source": "youtube-000001", "content": "Membangun Ketahanan dalam Goncangan Keuangan Bersama DPRD Jabar: Bijak Berutang & Pengelolaan Uang\n\nPR KUNINGAN — Naik-turunnya dolar kerap memicu kekhawatiran masyarakat. Harga kebutuhan pokok bisa terdampak, biaya produksi ikut bergerak, sementara daya beli belum sepenuhnya pulih. Namun bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Tina Wiryawati, SH., MM., persoalan ekonomi rakyat tidak bisa hanya dilihat dari fluktuasi kurs mata uang. Yang lebih penting adalah membangun keberanian berusaha, memperkuat literasi keuangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap utang konsumtif.\nDi beranda Villa De La Tina, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu 17 Juni 2026, obrolan soal ekonomi rakyat mengalir dari isu dolar AS (Amerika Serikat), daya beli masyarakat, hingga cara warga desa menghadapi tekanan keuangan yang kerap datang tanpa aba-aba.\nAnggota Komisi III DPRD Jabar, Tina Wiryawati menilai meningkatnya daya beli hingga kesejahteraan masyarakat selalu berawal dari pendapatan yang stabil, sedangkan pendapatan hanya bisa tumbuh jika masyarakat memiliki pekerjaan atau usaha yang produktif.\nMenurut politisi perempuan Gerindra ini, menyatakan bahwa tantangan terbesar masyarakat bukan semata kekurangan modal, melainkan keberanian untuk memulai. Ia menyebut semangat kewirausahaan harus dibangun lebih dulu sebelum berbicara tentang akses pembiayaan.\nKarena itu, selama beberapa tahun terakhir ia aktif menggelar pelatihan di desa-desa, terutama bagi kelompok perempuan dan Kelompok Wanita Tani (KWT), agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.\nAlih-alih hanya fokus pada makanan ringan yang sudah banyak diproduksi masyarakat, Tina mendorong warga membuat kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci piring, pasta gigi, minyak telon, dan produk rumah tangga lainnya yang memiliki pasar lebih luas.\nIa mencontohkan pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang pernah dilakukan di sejumlah desa. Saat ini, produk tersebut bahkan memiliki peluang pasar yang lebih besar karena dibutuhkan oleh restoran, hotel, rumah makan hingga dapur program makan bergizi gratis (MBG).\nTina Wiryawati meyakini satu desa seharusnya mampu memenuhi sebagian kebutuhan produknya sendiri sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi warga setempat.\nNamun ia mengingatkan, usaha tidak cukup hanya berhenti pada produksi. Pelaku UMKM juga harus memahami apa itu arus kas, pencatatan keuangan agar usahanya dianggap layak oleh lembaga perbankan.\n“Bank pada dasarnya ingin melihat kemampuan pengembalian pinjaman. Karena itu usaha harus berjalan dan keuangannya tercatat dengan baik. NPL atau Non-Performing Loan, ini akan menjadi catatan bagi bank-bank dalam menentukan layak tidaknya terhadap pengusaha untuk diberi kredit permodalan—yang gagal bayar tentunya gak mungkin dikasih pinjaman modal bank,” ujar Tina.\nJangan Hanya Jadi Konsumen\nTina Wiryawati juga mengajak masyarakat melihat peluang ekonomi dari sektor pertanian dan tanaman herbal yang selama ini sering dianggap biasa.\nMenurutnya, komoditas seperti kunyit, jahe, kopi hingga berbagai tanaman herbal memiliki peluang pasar yang besar jika diolah dan diarahkan ke pasar ekspor.\nIa menilai pembahasan soal kurs dolar AS sering kali hanya dipandang dari sisi negatif, padahal petani dan pelaku usaha yang produknya berorientasi ekspor justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar ketika nilai dolar menguat.\nKarena itu, desa-desa perlu didorong untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memahami mekanisme pemasaran ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen produk luar negeri.\nBank Emok Masih Jadi Tantangan\nDalam kesempatan itu, Anggota Komisi 3 DPRD Jabar ini juga menyoroti masih maraknya praktik pinjaman informal yang dikenal masyarakat sebagai “Bank Emok Ilegal” hingga pinjaman online (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\nMenurutnya, layanan semacam itu sering dipilih karena prosesnya cepat dan langsung mendatangi masyarakat, sementara sebagian warga masih merasa kesulitan mengakses layanan perbankan formal.\nIa menilai persoalan utama bukan hanya soal akses, tetapi juga rendahnya literasi keuangan. Banyak masyarakat belum memahami bahwa dana pinjaman harus dikelola secara produktif dan memiliki kewajiban untuk dikembalikan.\n“Sebagai solusi, baik dalam giat reses maupun kunjungan kerja kepada konstituen, kami dari Komisi 3 DPRD Jabar senantiasa mendorong penguatan kredit usaha rakyat (KUR), pola pembiayaan kelompok, serta pendampingan usaha agar masyarakat memiliki rekam usaha yang lebih baik dan lebih mudah memperoleh akses pembiayaan resmi,” tukasnya.\n.\nBaca berita selengkapnya di Pikiran Rakyat Kuningan klik link: https://kuningan.pikiran-rakyat.com/e...\n#pikiranrakyat #prkuningan #dutaliterasikeuangan #erixexvrayanto #ojk #tinawiryawati #dprdjabar \n‪‬ ‪‬   ‪‬", "post_id": "OP1EhHi9J_g"}}, {"key": "ojkindonesia306", "attributes": {"label": "ojkindonesia306", "x": 148.6316018018269, "y": 660.9476261499678, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1393, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OP1EhHi9J_g", "id": "ojkindonesia306", "source": "youtube-000001", "content": "Membangun Ketahanan dalam Goncangan Keuangan Bersama DPRD Jabar: Bijak Berutang & Pengelolaan Uang\n\nPR KUNINGAN — Naik-turunnya dolar kerap memicu kekhawatiran masyarakat. Harga kebutuhan pokok bisa terdampak, biaya produksi ikut bergerak, sementara daya beli belum sepenuhnya pulih. Namun bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Tina Wiryawati, SH., MM., persoalan ekonomi rakyat tidak bisa hanya dilihat dari fluktuasi kurs mata uang. Yang lebih penting adalah membangun keberanian berusaha, memperkuat literasi keuangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap utang konsumtif.\nDi beranda Villa De La Tina, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu 17 Juni 2026, obrolan soal ekonomi rakyat mengalir dari isu dolar AS (Amerika Serikat), daya beli masyarakat, hingga cara warga desa menghadapi tekanan keuangan yang kerap datang tanpa aba-aba.\nAnggota Komisi III DPRD Jabar, Tina Wiryawati menilai meningkatnya daya beli hingga kesejahteraan masyarakat selalu berawal dari pendapatan yang stabil, sedangkan pendapatan hanya bisa tumbuh jika masyarakat memiliki pekerjaan atau usaha yang produktif.\nMenurut politisi perempuan Gerindra ini, menyatakan bahwa tantangan terbesar masyarakat bukan semata kekurangan modal, melainkan keberanian untuk memulai. Ia menyebut semangat kewirausahaan harus dibangun lebih dulu sebelum berbicara tentang akses pembiayaan.\nKarena itu, selama beberapa tahun terakhir ia aktif menggelar pelatihan di desa-desa, terutama bagi kelompok perempuan dan Kelompok Wanita Tani (KWT), agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.\nAlih-alih hanya fokus pada makanan ringan yang sudah banyak diproduksi masyarakat, Tina mendorong warga membuat kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci piring, pasta gigi, minyak telon, dan produk rumah tangga lainnya yang memiliki pasar lebih luas.\nIa mencontohkan pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang pernah dilakukan di sejumlah desa. Saat ini, produk tersebut bahkan memiliki peluang pasar yang lebih besar karena dibutuhkan oleh restoran, hotel, rumah makan hingga dapur program makan bergizi gratis (MBG).\nTina Wiryawati meyakini satu desa seharusnya mampu memenuhi sebagian kebutuhan produknya sendiri sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi warga setempat.\nNamun ia mengingatkan, usaha tidak cukup hanya berhenti pada produksi. Pelaku UMKM juga harus memahami apa itu arus kas, pencatatan keuangan agar usahanya dianggap layak oleh lembaga perbankan.\n“Bank pada dasarnya ingin melihat kemampuan pengembalian pinjaman. Karena itu usaha harus berjalan dan keuangannya tercatat dengan baik. NPL atau Non-Performing Loan, ini akan menjadi catatan bagi bank-bank dalam menentukan layak tidaknya terhadap pengusaha untuk diberi kredit permodalan—yang gagal bayar tentunya gak mungkin dikasih pinjaman modal bank,” ujar Tina.\nJangan Hanya Jadi Konsumen\nTina Wiryawati juga mengajak masyarakat melihat peluang ekonomi dari sektor pertanian dan tanaman herbal yang selama ini sering dianggap biasa.\nMenurutnya, komoditas seperti kunyit, jahe, kopi hingga berbagai tanaman herbal memiliki peluang pasar yang besar jika diolah dan diarahkan ke pasar ekspor.\nIa menilai pembahasan soal kurs dolar AS sering kali hanya dipandang dari sisi negatif, padahal petani dan pelaku usaha yang produknya berorientasi ekspor justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar ketika nilai dolar menguat.\nKarena itu, desa-desa perlu didorong untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memahami mekanisme pemasaran ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen produk luar negeri.\nBank Emok Masih Jadi Tantangan\nDalam kesempatan itu, Anggota Komisi 3 DPRD Jabar ini juga menyoroti masih maraknya praktik pinjaman informal yang dikenal masyarakat sebagai “Bank Emok Ilegal” hingga pinjaman online (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\nMenurutnya, layanan semacam itu sering dipilih karena prosesnya cepat dan langsung mendatangi masyarakat, sementara sebagian warga masih merasa kesulitan mengakses layanan perbankan formal.\nIa menilai persoalan utama bukan hanya soal akses, tetapi juga rendahnya literasi keuangan. Banyak masyarakat belum memahami bahwa dana pinjaman harus dikelola secara produktif dan memiliki kewajiban untuk dikembalikan.\n“Sebagai solusi, baik dalam giat reses maupun kunjungan kerja kepada konstituen, kami dari Komisi 3 DPRD Jabar senantiasa mendorong penguatan kredit usaha rakyat (KUR), pola pembiayaan kelompok, serta pendampingan usaha agar masyarakat memiliki rekam usaha yang lebih baik dan lebih mudah memperoleh akses pembiayaan resmi,” tukasnya.\n.\nBaca berita selengkapnya di Pikiran Rakyat Kuningan klik link: https://kuningan.pikiran-rakyat.com/e...\n#pikiranrakyat #prkuningan #dutaliterasikeuangan #erixexvrayanto #ojk #tinawiryawati #dprdjabar \n‪‬ ‪‬   ‪‬", "post_id": "OP1EhHi9J_g"}}, {"key": "OtoritasJasaKeuangan", "attributes": {"label": "OtoritasJasaKeuangan", "x": 744.9178082357315, "y": 697.2710593457473, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1393, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OP1EhHi9J_g", "id": "OtoritasJasaKeuangan", "source": "youtube-000001", "content": "Membangun Ketahanan dalam Goncangan Keuangan Bersama DPRD Jabar: Bijak Berutang & Pengelolaan Uang\n\nPR KUNINGAN — Naik-turunnya dolar kerap memicu kekhawatiran masyarakat. Harga kebutuhan pokok bisa terdampak, biaya produksi ikut bergerak, sementara daya beli belum sepenuhnya pulih. Namun bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Tina Wiryawati, SH., MM., persoalan ekonomi rakyat tidak bisa hanya dilihat dari fluktuasi kurs mata uang. Yang lebih penting adalah membangun keberanian berusaha, memperkuat literasi keuangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap utang konsumtif.\nDi beranda Villa De La Tina, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu 17 Juni 2026, obrolan soal ekonomi rakyat mengalir dari isu dolar AS (Amerika Serikat), daya beli masyarakat, hingga cara warga desa menghadapi tekanan keuangan yang kerap datang tanpa aba-aba.\nAnggota Komisi III DPRD Jabar, Tina Wiryawati menilai meningkatnya daya beli hingga kesejahteraan masyarakat selalu berawal dari pendapatan yang stabil, sedangkan pendapatan hanya bisa tumbuh jika masyarakat memiliki pekerjaan atau usaha yang produktif.\nMenurut politisi perempuan Gerindra ini, menyatakan bahwa tantangan terbesar masyarakat bukan semata kekurangan modal, melainkan keberanian untuk memulai. Ia menyebut semangat kewirausahaan harus dibangun lebih dulu sebelum berbicara tentang akses pembiayaan.\nKarena itu, selama beberapa tahun terakhir ia aktif menggelar pelatihan di desa-desa, terutama bagi kelompok perempuan dan Kelompok Wanita Tani (KWT), agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.\nAlih-alih hanya fokus pada makanan ringan yang sudah banyak diproduksi masyarakat, Tina mendorong warga membuat kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci piring, pasta gigi, minyak telon, dan produk rumah tangga lainnya yang memiliki pasar lebih luas.\nIa mencontohkan pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang pernah dilakukan di sejumlah desa. Saat ini, produk tersebut bahkan memiliki peluang pasar yang lebih besar karena dibutuhkan oleh restoran, hotel, rumah makan hingga dapur program makan bergizi gratis (MBG).\nTina Wiryawati meyakini satu desa seharusnya mampu memenuhi sebagian kebutuhan produknya sendiri sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi warga setempat.\nNamun ia mengingatkan, usaha tidak cukup hanya berhenti pada produksi. Pelaku UMKM juga harus memahami apa itu arus kas, pencatatan keuangan agar usahanya dianggap layak oleh lembaga perbankan.\n“Bank pada dasarnya ingin melihat kemampuan pengembalian pinjaman. Karena itu usaha harus berjalan dan keuangannya tercatat dengan baik. NPL atau Non-Performing Loan, ini akan menjadi catatan bagi bank-bank dalam menentukan layak tidaknya terhadap pengusaha untuk diberi kredit permodalan—yang gagal bayar tentunya gak mungkin dikasih pinjaman modal bank,” ujar Tina.\nJangan Hanya Jadi Konsumen\nTina Wiryawati juga mengajak masyarakat melihat peluang ekonomi dari sektor pertanian dan tanaman herbal yang selama ini sering dianggap biasa.\nMenurutnya, komoditas seperti kunyit, jahe, kopi hingga berbagai tanaman herbal memiliki peluang pasar yang besar jika diolah dan diarahkan ke pasar ekspor.\nIa menilai pembahasan soal kurs dolar AS sering kali hanya dipandang dari sisi negatif, padahal petani dan pelaku usaha yang produknya berorientasi ekspor justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar ketika nilai dolar menguat.\nKarena itu, desa-desa perlu didorong untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memahami mekanisme pemasaran ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen produk luar negeri.\nBank Emok Masih Jadi Tantangan\nDalam kesempatan itu, Anggota Komisi 3 DPRD Jabar ini juga menyoroti masih maraknya praktik pinjaman informal yang dikenal masyarakat sebagai “Bank Emok Ilegal” hingga pinjaman online (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\nMenurutnya, layanan semacam itu sering dipilih karena prosesnya cepat dan langsung mendatangi masyarakat, sementara sebagian warga masih merasa kesulitan mengakses layanan perbankan formal.\nIa menilai persoalan utama bukan hanya soal akses, tetapi juga rendahnya literasi keuangan. Banyak masyarakat belum memahami bahwa dana pinjaman harus dikelola secara produktif dan memiliki kewajiban untuk dikembalikan.\n“Sebagai solusi, baik dalam giat reses maupun kunjungan kerja kepada konstituen, kami dari Komisi 3 DPRD Jabar senantiasa mendorong penguatan kredit usaha rakyat (KUR), pola pembiayaan kelompok, serta pendampingan usaha agar masyarakat memiliki rekam usaha yang lebih baik dan lebih mudah memperoleh akses pembiayaan resmi,” tukasnya.\n.\nBaca berita selengkapnya di Pikiran Rakyat Kuningan klik link: https://kuningan.pikiran-rakyat.com/e...\n#pikiranrakyat #prkuningan #dutaliterasikeuangan #erixexvrayanto #ojk #tinawiryawati #dprdjabar \n‪‬ ‪‬   ‪‬", "post_id": "OP1EhHi9J_g"}}, {"key": "dutaliterasikeuanganojk", "attributes": {"label": "dutaliterasikeuanganojk", "x": 997.512454867301, "y": 606.1725426928256, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1393, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OP1EhHi9J_g", "id": "dutaliterasikeuanganojk", "source": "youtube-000001", "content": "Membangun Ketahanan dalam Goncangan Keuangan Bersama DPRD Jabar: Bijak Berutang & Pengelolaan Uang\n\nPR KUNINGAN — Naik-turunnya dolar kerap memicu kekhawatiran masyarakat. Harga kebutuhan pokok bisa terdampak, biaya produksi ikut bergerak, sementara daya beli belum sepenuhnya pulih. Namun bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Tina Wiryawati, SH., MM., persoalan ekonomi rakyat tidak bisa hanya dilihat dari fluktuasi kurs mata uang. Yang lebih penting adalah membangun keberanian berusaha, memperkuat literasi keuangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap utang konsumtif.\nDi beranda Villa De La Tina, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu 17 Juni 2026, obrolan soal ekonomi rakyat mengalir dari isu dolar AS (Amerika Serikat), daya beli masyarakat, hingga cara warga desa menghadapi tekanan keuangan yang kerap datang tanpa aba-aba.\nAnggota Komisi III DPRD Jabar, Tina Wiryawati menilai meningkatnya daya beli hingga kesejahteraan masyarakat selalu berawal dari pendapatan yang stabil, sedangkan pendapatan hanya bisa tumbuh jika masyarakat memiliki pekerjaan atau usaha yang produktif.\nMenurut politisi perempuan Gerindra ini, menyatakan bahwa tantangan terbesar masyarakat bukan semata kekurangan modal, melainkan keberanian untuk memulai. Ia menyebut semangat kewirausahaan harus dibangun lebih dulu sebelum berbicara tentang akses pembiayaan.\nKarena itu, selama beberapa tahun terakhir ia aktif menggelar pelatihan di desa-desa, terutama bagi kelompok perempuan dan Kelompok Wanita Tani (KWT), agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.\nAlih-alih hanya fokus pada makanan ringan yang sudah banyak diproduksi masyarakat, Tina mendorong warga membuat kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci piring, pasta gigi, minyak telon, dan produk rumah tangga lainnya yang memiliki pasar lebih luas.\nIa mencontohkan pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang pernah dilakukan di sejumlah desa. Saat ini, produk tersebut bahkan memiliki peluang pasar yang lebih besar karena dibutuhkan oleh restoran, hotel, rumah makan hingga dapur program makan bergizi gratis (MBG).\nTina Wiryawati meyakini satu desa seharusnya mampu memenuhi sebagian kebutuhan produknya sendiri sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi warga setempat.\nNamun ia mengingatkan, usaha tidak cukup hanya berhenti pada produksi. Pelaku UMKM juga harus memahami apa itu arus kas, pencatatan keuangan agar usahanya dianggap layak oleh lembaga perbankan.\n“Bank pada dasarnya ingin melihat kemampuan pengembalian pinjaman. Karena itu usaha harus berjalan dan keuangannya tercatat dengan baik. NPL atau Non-Performing Loan, ini akan menjadi catatan bagi bank-bank dalam menentukan layak tidaknya terhadap pengusaha untuk diberi kredit permodalan—yang gagal bayar tentunya gak mungkin dikasih pinjaman modal bank,” ujar Tina.\nJangan Hanya Jadi Konsumen\nTina Wiryawati juga mengajak masyarakat melihat peluang ekonomi dari sektor pertanian dan tanaman herbal yang selama ini sering dianggap biasa.\nMenurutnya, komoditas seperti kunyit, jahe, kopi hingga berbagai tanaman herbal memiliki peluang pasar yang besar jika diolah dan diarahkan ke pasar ekspor.\nIa menilai pembahasan soal kurs dolar AS sering kali hanya dipandang dari sisi negatif, padahal petani dan pelaku usaha yang produknya berorientasi ekspor justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar ketika nilai dolar menguat.\nKarena itu, desa-desa perlu didorong untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memahami mekanisme pemasaran ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen produk luar negeri.\nBank Emok Masih Jadi Tantangan\nDalam kesempatan itu, Anggota Komisi 3 DPRD Jabar ini juga menyoroti masih maraknya praktik pinjaman informal yang dikenal masyarakat sebagai “Bank Emok Ilegal” hingga pinjaman online (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\nMenurutnya, layanan semacam itu sering dipilih karena prosesnya cepat dan langsung mendatangi masyarakat, sementara sebagian warga masih merasa kesulitan mengakses layanan perbankan formal.\nIa menilai persoalan utama bukan hanya soal akses, tetapi juga rendahnya literasi keuangan. Banyak masyarakat belum memahami bahwa dana pinjaman harus dikelola secara produktif dan memiliki kewajiban untuk dikembalikan.\n“Sebagai solusi, baik dalam giat reses maupun kunjungan kerja kepada konstituen, kami dari Komisi 3 DPRD Jabar senantiasa mendorong penguatan kredit usaha rakyat (KUR), pola pembiayaan kelompok, serta pendampingan usaha agar masyarakat memiliki rekam usaha yang lebih baik dan lebih mudah memperoleh akses pembiayaan resmi,” tukasnya.\n.\nBaca berita selengkapnya di Pikiran Rakyat Kuningan klik link: https://kuningan.pikiran-rakyat.com/e...\n#pikiranrakyat #prkuningan #dutaliterasikeuangan #erixexvrayanto #ojk #tinawiryawati #dprdjabar \n‪‬ ‪‬   ‪‬", "post_id": "OP1EhHi9J_g"}}, {"key": "ojkjabar", "attributes": {"label": "ojkjabar", "x": 304.65793525995133, "y": 655.6451125613252, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1393, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OP1EhHi9J_g", "id": "ojkjabar", "source": "youtube-000001", "content": "Membangun Ketahanan dalam Goncangan Keuangan Bersama DPRD Jabar: Bijak Berutang & Pengelolaan Uang\n\nPR KUNINGAN — Naik-turunnya dolar kerap memicu kekhawatiran masyarakat. Harga kebutuhan pokok bisa terdampak, biaya produksi ikut bergerak, sementara daya beli belum sepenuhnya pulih. Namun bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Tina Wiryawati, SH., MM., persoalan ekonomi rakyat tidak bisa hanya dilihat dari fluktuasi kurs mata uang. Yang lebih penting adalah membangun keberanian berusaha, memperkuat literasi keuangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap utang konsumtif.\nDi beranda Villa De La Tina, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu 17 Juni 2026, obrolan soal ekonomi rakyat mengalir dari isu dolar AS (Amerika Serikat), daya beli masyarakat, hingga cara warga desa menghadapi tekanan keuangan yang kerap datang tanpa aba-aba.\nAnggota Komisi III DPRD Jabar, Tina Wiryawati menilai meningkatnya daya beli hingga kesejahteraan masyarakat selalu berawal dari pendapatan yang stabil, sedangkan pendapatan hanya bisa tumbuh jika masyarakat memiliki pekerjaan atau usaha yang produktif.\nMenurut politisi perempuan Gerindra ini, menyatakan bahwa tantangan terbesar masyarakat bukan semata kekurangan modal, melainkan keberanian untuk memulai. Ia menyebut semangat kewirausahaan harus dibangun lebih dulu sebelum berbicara tentang akses pembiayaan.\nKarena itu, selama beberapa tahun terakhir ia aktif menggelar pelatihan di desa-desa, terutama bagi kelompok perempuan dan Kelompok Wanita Tani (KWT), agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.\nAlih-alih hanya fokus pada makanan ringan yang sudah banyak diproduksi masyarakat, Tina mendorong warga membuat kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci piring, pasta gigi, minyak telon, dan produk rumah tangga lainnya yang memiliki pasar lebih luas.\nIa mencontohkan pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang pernah dilakukan di sejumlah desa. Saat ini, produk tersebut bahkan memiliki peluang pasar yang lebih besar karena dibutuhkan oleh restoran, hotel, rumah makan hingga dapur program makan bergizi gratis (MBG).\nTina Wiryawati meyakini satu desa seharusnya mampu memenuhi sebagian kebutuhan produknya sendiri sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi warga setempat.\nNamun ia mengingatkan, usaha tidak cukup hanya berhenti pada produksi. Pelaku UMKM juga harus memahami apa itu arus kas, pencatatan keuangan agar usahanya dianggap layak oleh lembaga perbankan.\n“Bank pada dasarnya ingin melihat kemampuan pengembalian pinjaman. Karena itu usaha harus berjalan dan keuangannya tercatat dengan baik. NPL atau Non-Performing Loan, ini akan menjadi catatan bagi bank-bank dalam menentukan layak tidaknya terhadap pengusaha untuk diberi kredit permodalan—yang gagal bayar tentunya gak mungkin dikasih pinjaman modal bank,” ujar Tina.\nJangan Hanya Jadi Konsumen\nTina Wiryawati juga mengajak masyarakat melihat peluang ekonomi dari sektor pertanian dan tanaman herbal yang selama ini sering dianggap biasa.\nMenurutnya, komoditas seperti kunyit, jahe, kopi hingga berbagai tanaman herbal memiliki peluang pasar yang besar jika diolah dan diarahkan ke pasar ekspor.\nIa menilai pembahasan soal kurs dolar AS sering kali hanya dipandang dari sisi negatif, padahal petani dan pelaku usaha yang produknya berorientasi ekspor justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar ketika nilai dolar menguat.\nKarena itu, desa-desa perlu didorong untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memahami mekanisme pemasaran ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen produk luar negeri.\nBank Emok Masih Jadi Tantangan\nDalam kesempatan itu, Anggota Komisi 3 DPRD Jabar ini juga menyoroti masih maraknya praktik pinjaman informal yang dikenal masyarakat sebagai “Bank Emok Ilegal” hingga pinjaman online (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\nMenurutnya, layanan semacam itu sering dipilih karena prosesnya cepat dan langsung mendatangi masyarakat, sementara sebagian warga masih merasa kesulitan mengakses layanan perbankan formal.\nIa menilai persoalan utama bukan hanya soal akses, tetapi juga rendahnya literasi keuangan. Banyak masyarakat belum memahami bahwa dana pinjaman harus dikelola secara produktif dan memiliki kewajiban untuk dikembalikan.\n“Sebagai solusi, baik dalam giat reses maupun kunjungan kerja kepada konstituen, kami dari Komisi 3 DPRD Jabar senantiasa mendorong penguatan kredit usaha rakyat (KUR), pola pembiayaan kelompok, serta pendampingan usaha agar masyarakat memiliki rekam usaha yang lebih baik dan lebih mudah memperoleh akses pembiayaan resmi,” tukasnya.\n.\nBaca berita selengkapnya di Pikiran Rakyat Kuningan klik link: https://kuningan.pikiran-rakyat.com/e...\n#pikiranrakyat #prkuningan #dutaliterasikeuangan #erixexvrayanto #ojk #tinawiryawati #dprdjabar \n‪‬ ‪‬   ‪‬", "post_id": "OP1EhHi9J_g"}}, {"key": "ojkcirebon4902", "attributes": {"label": "ojkcirebon4902", "x": 537.7034513564581, "y": 820.9935298464036, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1393, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OP1EhHi9J_g", "id": "ojkcirebon4902", "source": "youtube-000001", "content": "Membangun Ketahanan dalam Goncangan Keuangan Bersama DPRD Jabar: Bijak Berutang & Pengelolaan Uang\n\nPR KUNINGAN — Naik-turunnya dolar kerap memicu kekhawatiran masyarakat. Harga kebutuhan pokok bisa terdampak, biaya produksi ikut bergerak, sementara daya beli belum sepenuhnya pulih. Namun bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Tina Wiryawati, SH., MM., persoalan ekonomi rakyat tidak bisa hanya dilihat dari fluktuasi kurs mata uang. Yang lebih penting adalah membangun keberanian berusaha, memperkuat literasi keuangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap utang konsumtif.\nDi beranda Villa De La Tina, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu 17 Juni 2026, obrolan soal ekonomi rakyat mengalir dari isu dolar AS (Amerika Serikat), daya beli masyarakat, hingga cara warga desa menghadapi tekanan keuangan yang kerap datang tanpa aba-aba.\nAnggota Komisi III DPRD Jabar, Tina Wiryawati menilai meningkatnya daya beli hingga kesejahteraan masyarakat selalu berawal dari pendapatan yang stabil, sedangkan pendapatan hanya bisa tumbuh jika masyarakat memiliki pekerjaan atau usaha yang produktif.\nMenurut politisi perempuan Gerindra ini, menyatakan bahwa tantangan terbesar masyarakat bukan semata kekurangan modal, melainkan keberanian untuk memulai. Ia menyebut semangat kewirausahaan harus dibangun lebih dulu sebelum berbicara tentang akses pembiayaan.\nKarena itu, selama beberapa tahun terakhir ia aktif menggelar pelatihan di desa-desa, terutama bagi kelompok perempuan dan Kelompok Wanita Tani (KWT), agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.\nAlih-alih hanya fokus pada makanan ringan yang sudah banyak diproduksi masyarakat, Tina mendorong warga membuat kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci piring, pasta gigi, minyak telon, dan produk rumah tangga lainnya yang memiliki pasar lebih luas.\nIa mencontohkan pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang pernah dilakukan di sejumlah desa. Saat ini, produk tersebut bahkan memiliki peluang pasar yang lebih besar karena dibutuhkan oleh restoran, hotel, rumah makan hingga dapur program makan bergizi gratis (MBG).\nTina Wiryawati meyakini satu desa seharusnya mampu memenuhi sebagian kebutuhan produknya sendiri sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi warga setempat.\nNamun ia mengingatkan, usaha tidak cukup hanya berhenti pada produksi. Pelaku UMKM juga harus memahami apa itu arus kas, pencatatan keuangan agar usahanya dianggap layak oleh lembaga perbankan.\n“Bank pada dasarnya ingin melihat kemampuan pengembalian pinjaman. Karena itu usaha harus berjalan dan keuangannya tercatat dengan baik. NPL atau Non-Performing Loan, ini akan menjadi catatan bagi bank-bank dalam menentukan layak tidaknya terhadap pengusaha untuk diberi kredit permodalan—yang gagal bayar tentunya gak mungkin dikasih pinjaman modal bank,” ujar Tina.\nJangan Hanya Jadi Konsumen\nTina Wiryawati juga mengajak masyarakat melihat peluang ekonomi dari sektor pertanian dan tanaman herbal yang selama ini sering dianggap biasa.\nMenurutnya, komoditas seperti kunyit, jahe, kopi hingga berbagai tanaman herbal memiliki peluang pasar yang besar jika diolah dan diarahkan ke pasar ekspor.\nIa menilai pembahasan soal kurs dolar AS sering kali hanya dipandang dari sisi negatif, padahal petani dan pelaku usaha yang produknya berorientasi ekspor justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar ketika nilai dolar menguat.\nKarena itu, desa-desa perlu didorong untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memahami mekanisme pemasaran ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen produk luar negeri.\nBank Emok Masih Jadi Tantangan\nDalam kesempatan itu, Anggota Komisi 3 DPRD Jabar ini juga menyoroti masih maraknya praktik pinjaman informal yang dikenal masyarakat sebagai “Bank Emok Ilegal” hingga pinjaman online (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\nMenurutnya, layanan semacam itu sering dipilih karena prosesnya cepat dan langsung mendatangi masyarakat, sementara sebagian warga masih merasa kesulitan mengakses layanan perbankan formal.\nIa menilai persoalan utama bukan hanya soal akses, tetapi juga rendahnya literasi keuangan. Banyak masyarakat belum memahami bahwa dana pinjaman harus dikelola secara produktif dan memiliki kewajiban untuk dikembalikan.\n“Sebagai solusi, baik dalam giat reses maupun kunjungan kerja kepada konstituen, kami dari Komisi 3 DPRD Jabar senantiasa mendorong penguatan kredit usaha rakyat (KUR), pola pembiayaan kelompok, serta pendampingan usaha agar masyarakat memiliki rekam usaha yang lebih baik dan lebih mudah memperoleh akses pembiayaan resmi,” tukasnya.\n.\nBaca berita selengkapnya di Pikiran Rakyat Kuningan klik link: https://kuningan.pikiran-rakyat.com/e...\n#pikiranrakyat #prkuningan #dutaliterasikeuangan #erixexvrayanto #ojk #tinawiryawati #dprdjabar \n‪‬ ‪‬   ‪‬", "post_id": "OP1EhHi9J_g"}}, {"key": "@tribunjakarta", "attributes": {"label": "@tribunjakarta", "x": 723.2366472437136, "y": 154.8024109707672, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "qPX5KFQPlDM", "id": "@tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "SAH DAMAI! AS Setuju Bayar Rp5,3 Kuadriliun ke Iran, Teheran Langsung Kebanjiran Dana Rekonstruksi\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Amerika Serikat (AS) bersedia membayar ganti rugi 300 miliar dolar atas kerusakan perang Iran. \n\nGanti rugi 300 miliar dolar AS itu termuat dalam satu dari 14 poin perjanjian damai Iran dan AS yang disahkan di Versaille, Prancis pada Rabu (17/6/2026) waktu setempat.\n\nPenandatanganan perdamaian itu dilakukan terpisah antara Iran dan AS. Di mana Presiden Iran Masoud Pazeshkian menandatangani berkas perdamaian tersebut di Iran. \n\nDisebutkan perjanjian ini berlaku selama 60 hari sampai kesepakatan akhir perdamaian dicapai. \n\nSalah satu perjanjian tersebut memuat soal dibukanya Selat Hormuz secara bebas dan gratis bagi seluruh kapal komersial sampai 60 hari ke depan. \n\nSelain itu AS juga bersedia membayar ganti rugi 300 miliar dolar ke Iran atas kerusakan perang atau setara dengan Rp5,3 kuadraliun (1 kuadriliun sama dengan 1.000 triliun).\n\nBerikut isi poin perjanjian perdamaian Iran dan AS yang berlaku selama 60 hari:\n\n1. AS, Iran, dan sekutunya sepakat untuk segera dan secara permanen mengakhiri operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon\n\n2. AS dan Iran sepakat untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial masing-masing serta tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri masing-masing\n\n3. AS dan Iran berkomitmen untuk bernegosiasi dan mencapai kesepakatan akhir dalam waktu 60 hari, kecuali diperpanjang secara bersama\n\n4. AS akan segera memulai penghapusan blokade angkatan lautnya dan sepenuhnya mengakhiri blokade tersebut dalam waktu 30 hari\n\n5. Iran akan menggunakan upaya terbaiknya untuk memastikan pelayaran aman bagi kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz selama 60 hari tanpa biaya\n\n6. AS dan mitra regional akan mengembangkan rencana yang disepakati bersama setidaknya sebesar $300 miliar untuk rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran\n\n7. AS akan bekerja menuju penghentian semua jenis sanksi terhadap Iran, termasuk sanksi PBB, IAEA, sanksi primer, dan sanksi sekunder\n\n8. Iran menegaskan kembali bahwa ia tidak akan memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir dan setuju untuk menangani cadangan bahan pengayaannya di bawah pengawasan IAEA\n\n9. Hingga kesepakatan akhir tercapai, Iran akan mempertahankan status quo saat ini dari program nuklirnya, sementara AS tidak akan memberlakukan sanksi baru dan tidak akan mengerahkan pasukan tambahan\n\n10. Departemen Keuangan AS akan menerbitkan pengecualian untuk minyak mentah Iran, produk petroleum, derivatif, serta layanan perbankan, asuransi, dan transportasi terkait\n\n11. AS akan membuat dana dan aset Iran yang dibekukan atau dibatasi sepenuhnya tersedia untuk digunakan\n\n12. AS dan Iran akan membentuk mekanisme eksekutif untuk memantau pelaksanaan MOU dan kepatuhan masa depan terhadap kesepakatan akhir\n\n13. Setelah penandatanganan MOU dan pelaksanaan ketentuan gencatan senjata kunci, blokade, pelayaran, pengecualian minyak, dan pembebasan aset, AS dan Iran akan memulai negosiasi kesepakatan akhir\n\n14. Kesepakatan akhir akan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengikat\n\n\n\nArtikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Sah Damai! AS Sepakat Bayar Ganti Rugi Rp5,3 Kuadriliun ke Iran, https://wartakota.tribunnews.com/news....\n\nEditor Video : Ilham Bintang Anugerah\nUploader: Erwin Joko Prasetyo\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta  \n\n#viory \n#iran  #amerikaserikat  #asiran  #donaldtrumpnews  #MasoudPazeshkian #selathormuz  #DamaiASIran #perangiranisrael  #TimurTengah #BeritaDunia #Geopolitik #MinyakDunia #EkonomiIran #GencatanSenjata #PerdamaianDunia #BreakingNews #BeritaInternasional #KonflikTimurTengah #Trump #IranTerbaru", "post_id": "qPX5KFQPlDM"}}, {"key": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "tribunjakarta", "x": 113.57119382392578, "y": 271.7940191325322, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.1311, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qPX5KFQPlDM", "id": "tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "SAH DAMAI! AS Setuju Bayar Rp5,3 Kuadriliun ke Iran, Teheran Langsung Kebanjiran Dana Rekonstruksi\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Amerika Serikat (AS) bersedia membayar ganti rugi 300 miliar dolar atas kerusakan perang Iran. \n\nGanti rugi 300 miliar dolar AS itu termuat dalam satu dari 14 poin perjanjian damai Iran dan AS yang disahkan di Versaille, Prancis pada Rabu (17/6/2026) waktu setempat.\n\nPenandatanganan perdamaian itu dilakukan terpisah antara Iran dan AS. Di mana Presiden Iran Masoud Pazeshkian menandatangani berkas perdamaian tersebut di Iran. \n\nDisebutkan perjanjian ini berlaku selama 60 hari sampai kesepakatan akhir perdamaian dicapai. \n\nSalah satu perjanjian tersebut memuat soal dibukanya Selat Hormuz secara bebas dan gratis bagi seluruh kapal komersial sampai 60 hari ke depan. \n\nSelain itu AS juga bersedia membayar ganti rugi 300 miliar dolar ke Iran atas kerusakan perang atau setara dengan Rp5,3 kuadraliun (1 kuadriliun sama dengan 1.000 triliun).\n\nBerikut isi poin perjanjian perdamaian Iran dan AS yang berlaku selama 60 hari:\n\n1. AS, Iran, dan sekutunya sepakat untuk segera dan secara permanen mengakhiri operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon\n\n2. AS dan Iran sepakat untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial masing-masing serta tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri masing-masing\n\n3. AS dan Iran berkomitmen untuk bernegosiasi dan mencapai kesepakatan akhir dalam waktu 60 hari, kecuali diperpanjang secara bersama\n\n4. AS akan segera memulai penghapusan blokade angkatan lautnya dan sepenuhnya mengakhiri blokade tersebut dalam waktu 30 hari\n\n5. Iran akan menggunakan upaya terbaiknya untuk memastikan pelayaran aman bagi kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz selama 60 hari tanpa biaya\n\n6. AS dan mitra regional akan mengembangkan rencana yang disepakati bersama setidaknya sebesar $300 miliar untuk rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran\n\n7. AS akan bekerja menuju penghentian semua jenis sanksi terhadap Iran, termasuk sanksi PBB, IAEA, sanksi primer, dan sanksi sekunder\n\n8. Iran menegaskan kembali bahwa ia tidak akan memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir dan setuju untuk menangani cadangan bahan pengayaannya di bawah pengawasan IAEA\n\n9. Hingga kesepakatan akhir tercapai, Iran akan mempertahankan status quo saat ini dari program nuklirnya, sementara AS tidak akan memberlakukan sanksi baru dan tidak akan mengerahkan pasukan tambahan\n\n10. Departemen Keuangan AS akan menerbitkan pengecualian untuk minyak mentah Iran, produk petroleum, derivatif, serta layanan perbankan, asuransi, dan transportasi terkait\n\n11. AS akan membuat dana dan aset Iran yang dibekukan atau dibatasi sepenuhnya tersedia untuk digunakan\n\n12. AS dan Iran akan membentuk mekanisme eksekutif untuk memantau pelaksanaan MOU dan kepatuhan masa depan terhadap kesepakatan akhir\n\n13. Setelah penandatanganan MOU dan pelaksanaan ketentuan gencatan senjata kunci, blokade, pelayaran, pengecualian minyak, dan pembebasan aset, AS dan Iran akan memulai negosiasi kesepakatan akhir\n\n14. Kesepakatan akhir akan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengikat\n\n\n\nArtikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Sah Damai! AS Sepakat Bayar Ganti Rugi Rp5,3 Kuadriliun ke Iran, https://wartakota.tribunnews.com/news....\n\nEditor Video : Ilham Bintang Anugerah\nUploader: Erwin Joko Prasetyo\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta  \n\n#viory \n#iran  #amerikaserikat  #asiran  #donaldtrumpnews  #MasoudPazeshkian #selathormuz  #DamaiASIran #perangiranisrael  #TimurTengah #BeritaDunia #Geopolitik #MinyakDunia #EkonomiIran #GencatanSenjata #PerdamaianDunia #BreakingNews #BeritaInternasional #KonflikTimurTengah #Trump #IranTerbaru", "post_id": "qPX5KFQPlDM"}}, {"key": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "tribun.jakart...", "x": 590.6912850073743, "y": 204.20987803954372, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.1311, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qPX5KFQPlDM", "id": "tribun.jakart...", "source": "youtube-000001", "content": "SAH DAMAI! AS Setuju Bayar Rp5,3 Kuadriliun ke Iran, Teheran Langsung Kebanjiran Dana Rekonstruksi\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Amerika Serikat (AS) bersedia membayar ganti rugi 300 miliar dolar atas kerusakan perang Iran. \n\nGanti rugi 300 miliar dolar AS itu termuat dalam satu dari 14 poin perjanjian damai Iran dan AS yang disahkan di Versaille, Prancis pada Rabu (17/6/2026) waktu setempat.\n\nPenandatanganan perdamaian itu dilakukan terpisah antara Iran dan AS. Di mana Presiden Iran Masoud Pazeshkian menandatangani berkas perdamaian tersebut di Iran. \n\nDisebutkan perjanjian ini berlaku selama 60 hari sampai kesepakatan akhir perdamaian dicapai. \n\nSalah satu perjanjian tersebut memuat soal dibukanya Selat Hormuz secara bebas dan gratis bagi seluruh kapal komersial sampai 60 hari ke depan. \n\nSelain itu AS juga bersedia membayar ganti rugi 300 miliar dolar ke Iran atas kerusakan perang atau setara dengan Rp5,3 kuadraliun (1 kuadriliun sama dengan 1.000 triliun).\n\nBerikut isi poin perjanjian perdamaian Iran dan AS yang berlaku selama 60 hari:\n\n1. AS, Iran, dan sekutunya sepakat untuk segera dan secara permanen mengakhiri operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon\n\n2. AS dan Iran sepakat untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial masing-masing serta tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri masing-masing\n\n3. AS dan Iran berkomitmen untuk bernegosiasi dan mencapai kesepakatan akhir dalam waktu 60 hari, kecuali diperpanjang secara bersama\n\n4. AS akan segera memulai penghapusan blokade angkatan lautnya dan sepenuhnya mengakhiri blokade tersebut dalam waktu 30 hari\n\n5. Iran akan menggunakan upaya terbaiknya untuk memastikan pelayaran aman bagi kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz selama 60 hari tanpa biaya\n\n6. AS dan mitra regional akan mengembangkan rencana yang disepakati bersama setidaknya sebesar $300 miliar untuk rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran\n\n7. AS akan bekerja menuju penghentian semua jenis sanksi terhadap Iran, termasuk sanksi PBB, IAEA, sanksi primer, dan sanksi sekunder\n\n8. Iran menegaskan kembali bahwa ia tidak akan memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir dan setuju untuk menangani cadangan bahan pengayaannya di bawah pengawasan IAEA\n\n9. Hingga kesepakatan akhir tercapai, Iran akan mempertahankan status quo saat ini dari program nuklirnya, sementara AS tidak akan memberlakukan sanksi baru dan tidak akan mengerahkan pasukan tambahan\n\n10. Departemen Keuangan AS akan menerbitkan pengecualian untuk minyak mentah Iran, produk petroleum, derivatif, serta layanan perbankan, asuransi, dan transportasi terkait\n\n11. AS akan membuat dana dan aset Iran yang dibekukan atau dibatasi sepenuhnya tersedia untuk digunakan\n\n12. AS dan Iran akan membentuk mekanisme eksekutif untuk memantau pelaksanaan MOU dan kepatuhan masa depan terhadap kesepakatan akhir\n\n13. Setelah penandatanganan MOU dan pelaksanaan ketentuan gencatan senjata kunci, blokade, pelayaran, pengecualian minyak, dan pembebasan aset, AS dan Iran akan memulai negosiasi kesepakatan akhir\n\n14. Kesepakatan akhir akan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengikat\n\n\n\nArtikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Sah Damai! AS Sepakat Bayar Ganti Rugi Rp5,3 Kuadriliun ke Iran, https://wartakota.tribunnews.com/news....\n\nEditor Video : Ilham Bintang Anugerah\nUploader: Erwin Joko Prasetyo\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta  \n\n#viory \n#iran  #amerikaserikat  #asiran  #donaldtrumpnews  #MasoudPazeshkian #selathormuz  #DamaiASIran #perangiranisrael  #TimurTengah #BeritaDunia #Geopolitik #MinyakDunia #EkonomiIran #GencatanSenjata #PerdamaianDunia #BreakingNews #BeritaInternasional #KonflikTimurTengah #Trump #IranTerbaru", "post_id": "qPX5KFQPlDM"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "attributes": {"label": "@DRMNewsInternational", "x": 967.2829240349404, "y": 392.95029323308694, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "AbzUS0qFYrM", "id": "@DRMNewsInternational", "source": "youtube-000001", "content": "Putin Menyatakan BRICS Mengungguli G7 Seiring Pergeseran Kekuatan Global ke Timur di Forum St. Pe...\n\nPresiden Rusia Vladimir Putin menggunakan pidato utamanya di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) untuk menyatakan bahwa keseimbangan kekuatan ekonomi global bergeser dari Barat ke negara-negara BRICS dan Global Selatan. Putin mengkritik sanksi Barat, dominasi dolar AS dan euro, dan apa yang ia gambarkan sebagai kemerosotan ekonomi Eropa, sambil menampilkan Rusia sebagai peserta kunci dalam tatanan dunia multipolar baru. Ia menyoroti pertumbuhan perdagangan dalam mata uang nasional, perluasan koridor transportasi Eurasia, dan hubungan ekonomi yang lebih kuat dengan mitra di seluruh Asia, Afrika, dan Timur Tengah. Ia juga menyoroti peran Uzbekistan yang semakin besar sebagai jembatan yang menghubungkan Rusia, Asia Tengah, Asia Selatan, Tiongkok, dan Timur Tengah.\n\nPutin Menyatakan BRICS Mengungguli G7 Seiring Pergeseran Kekuatan Global ke Timur di Forum St. Petersburg | AC1G\n\nPutin Menyatakan BRICS Mengungguli G7 Seiring Pergeseran Kekuatan Global ke Timur\nPutin Mengatakan Barat Kehilangan Dominasi Ekonomi Seiring BRICS Melaju Pesat\nPutin Mengklaim: “Dunia Sedang Beralih ke Sistem Multipolar”\n\nVladimir Putin, SPIEF 2026, Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg, BRICS, G7, ekonomi Rusia, dunia multipolar, Global Selatan, sanksi Rusia, de-dolarisasi, presiden Rusia, Uzbekistan, Tanzania, Eurasia, Koridor Utara-Selatan, perdagangan internasional, geopolitik, ekonomi dunia, berita Rusia, berita dunia\n\n#Putin #SPIEF2026 #BRICS #G7 #Rusia #Ekonomi #Geopolitik #GlobalSelatan #Dedolarisasi #BeritaDunia #BeritaTerbaru #PerdaganganInternasional #DuniaMultipolar #StPetersburg #BeritaRusia\n\nSiaran Langsung dari St. Petersburg: Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato utama pada sesi pleno Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg. Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF). Pidato tersebut diikuti oleh diskusi panel dan sesi tanya jawab tentang strategi ekonomi Rusia dan kerja sama global.\nLiputan langsung dengan DRM News.\n\nVladimir Putin, SPIEF 2026, Forum Ekonomi St. Petersburg, pidato Putin di SPIEF, pidato utama Putin, forum ekonomi Rusia, pleno SPIEF, ekonomi Rusia, Putin 2026, investasi internasional, KTT ekonomi Rusia, bisnis global Rusia, forum St. Petersburg, pidato Putin, diplomasi ekonomi, hubungan internasional Rusia, panel SPIEF, berita langsung Rusia\n\n#SPIEF2026 #VladimirPutin #ForumStPetersburg #PutinSPIEF #ForumEkonomi #EkonomiRusia #LiveFromStPetersburg #PidatoPutin #BisnisRusia #InvestasiGlobal #SPIEF #DRMNews\n\nSIARAN LANGSUNG: Pidato Utama Putin di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg | AC1G\n\nSIARAN LANGSUNG: Pidato Utama Putin di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg | AC1G\n\n----------------------------------------------------------\nSelamat datang di DRM News – sumber utama Anda untuk berita terkini dan analisis ahli tentang urusan global, dunia hiburan, olahraga, AI, pasar keuangan, dan banyak lagi. Kami percaya bahwa demokrasi mati dalam kegelapan, dan kami berkomitmen untuk memberi informasi dan mendidik Anda dengan pelaporan yang tidak bias dan berbasis fakta.\n\nDi DRM News, kami beroperasi secara independen, tanpa pengaruh dari perusahaan, pengiklan, atau pemerintah. Kami meliput berita-berita penting – bahkan yang dihindari orang lain – karena Anda berhak mendapatkan kebenaran.\n\nPunya ide cerita atau umpan balik yang berharga? 💡 Kirimkan email kepada kami di info\n\n—baik itu berupa tip, opini Anda, atau topik yang ingin Anda lihat diliput.\n\n🔔 Berlangganan untuk pembaruan harian\n👍 Sukai, bagikan, dan beri komentar untuk bergabung dalam percakapan\n📢 Suara Anda penting – beri tahu kami pendapat Anda!\n\n#BeritaTerbaru #BeritaInternasional #AI #Olahraga #Hiburan #PasarKeuangan #DRMNews\n\nSaluran YouTube DRM News dikelola oleh Dot Republic Media, Semua Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.\n\nBerlangganan saluran kami untuk semua pembaruan terbaru: https://youtube.com/\n\nSukai Halaman Facebook kami: https://www.facebook.com/profile.php?...\n\nIkuti kami di Instagram:   / drmnews_", "post_id": "AbzUS0qFYrM"}}, {"key": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "DRMNewsInternati...", "x": 73.59095197450493, "y": 273.4138609535588, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.451, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "AbzUS0qFYrM", "id": "DRMNewsInternati...", "source": "youtube-000001", "content": "Putin Menyatakan BRICS Mengungguli G7 Seiring Pergeseran Kekuatan Global ke Timur di Forum St. Pe...\n\nPresiden Rusia Vladimir Putin menggunakan pidato utamanya di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) untuk menyatakan bahwa keseimbangan kekuatan ekonomi global bergeser dari Barat ke negara-negara BRICS dan Global Selatan. Putin mengkritik sanksi Barat, dominasi dolar AS dan euro, dan apa yang ia gambarkan sebagai kemerosotan ekonomi Eropa, sambil menampilkan Rusia sebagai peserta kunci dalam tatanan dunia multipolar baru. Ia menyoroti pertumbuhan perdagangan dalam mata uang nasional, perluasan koridor transportasi Eurasia, dan hubungan ekonomi yang lebih kuat dengan mitra di seluruh Asia, Afrika, dan Timur Tengah. Ia juga menyoroti peran Uzbekistan yang semakin besar sebagai jembatan yang menghubungkan Rusia, Asia Tengah, Asia Selatan, Tiongkok, dan Timur Tengah.\n\nPutin Menyatakan BRICS Mengungguli G7 Seiring Pergeseran Kekuatan Global ke Timur di Forum St. Petersburg | AC1G\n\nPutin Menyatakan BRICS Mengungguli G7 Seiring Pergeseran Kekuatan Global ke Timur\nPutin Mengatakan Barat Kehilangan Dominasi Ekonomi Seiring BRICS Melaju Pesat\nPutin Mengklaim: “Dunia Sedang Beralih ke Sistem Multipolar”\n\nVladimir Putin, SPIEF 2026, Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg, BRICS, G7, ekonomi Rusia, dunia multipolar, Global Selatan, sanksi Rusia, de-dolarisasi, presiden Rusia, Uzbekistan, Tanzania, Eurasia, Koridor Utara-Selatan, perdagangan internasional, geopolitik, ekonomi dunia, berita Rusia, berita dunia\n\n#Putin #SPIEF2026 #BRICS #G7 #Rusia #Ekonomi #Geopolitik #GlobalSelatan #Dedolarisasi #BeritaDunia #BeritaTerbaru #PerdaganganInternasional #DuniaMultipolar #StPetersburg #BeritaRusia\n\nSiaran Langsung dari St. Petersburg: Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato utama pada sesi pleno Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg. Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF). Pidato tersebut diikuti oleh diskusi panel dan sesi tanya jawab tentang strategi ekonomi Rusia dan kerja sama global.\nLiputan langsung dengan DRM News.\n\nVladimir Putin, SPIEF 2026, Forum Ekonomi St. Petersburg, pidato Putin di SPIEF, pidato utama Putin, forum ekonomi Rusia, pleno SPIEF, ekonomi Rusia, Putin 2026, investasi internasional, KTT ekonomi Rusia, bisnis global Rusia, forum St. Petersburg, pidato Putin, diplomasi ekonomi, hubungan internasional Rusia, panel SPIEF, berita langsung Rusia\n\n#SPIEF2026 #VladimirPutin #ForumStPetersburg #PutinSPIEF #ForumEkonomi #EkonomiRusia #LiveFromStPetersburg #PidatoPutin #BisnisRusia #InvestasiGlobal #SPIEF #DRMNews\n\nSIARAN LANGSUNG: Pidato Utama Putin di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg | AC1G\n\nSIARAN LANGSUNG: Pidato Utama Putin di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg | AC1G\n\n----------------------------------------------------------\nSelamat datang di DRM News – sumber utama Anda untuk berita terkini dan analisis ahli tentang urusan global, dunia hiburan, olahraga, AI, pasar keuangan, dan banyak lagi. Kami percaya bahwa demokrasi mati dalam kegelapan, dan kami berkomitmen untuk memberi informasi dan mendidik Anda dengan pelaporan yang tidak bias dan berbasis fakta.\n\nDi DRM News, kami beroperasi secara independen, tanpa pengaruh dari perusahaan, pengiklan, atau pemerintah. Kami meliput berita-berita penting – bahkan yang dihindari orang lain – karena Anda berhak mendapatkan kebenaran.\n\nPunya ide cerita atau umpan balik yang berharga? 💡 Kirimkan email kepada kami di info\n\n—baik itu berupa tip, opini Anda, atau topik yang ingin Anda lihat diliput.\n\n🔔 Berlangganan untuk pembaruan harian\n👍 Sukai, bagikan, dan beri komentar untuk bergabung dalam percakapan\n📢 Suara Anda penting – beri tahu kami pendapat Anda!\n\n#BeritaTerbaru #BeritaInternasional #AI #Olahraga #Hiburan #PasarKeuangan #DRMNews\n\nSaluran YouTube DRM News dikelola oleh Dot Republic Media, Semua Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.\n\nBerlangganan saluran kami untuk semua pembaruan terbaru: https://youtube.com/\n\nSukai Halaman Facebook kami: https://www.facebook.com/profile.php?...\n\nIkuti kami di Instagram:   / drmnews_", "post_id": "AbzUS0qFYrM"}}, {"key": "@FinanceDailySilverUpdates", "attributes": {"label": "@FinanceDailySilverUpdates", "x": 544.0297432647826, "y": 264.72542380666454, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "LYHeHUaIEbg", "id": "@FinanceDailySilverUpdates", "source": "youtube-000001", "content": "Grafik Harga Perak Lynette Zang 2026\n\n🔥 Newsletter Perak Harian GRATIS Saya dalam 5 Menit:\n👉🏻 https://silvernutshell.beehiiv.com/su...\n\n\"Banyak Investor Perak Akan Menjadi Miliarder di Tahun 2026\": Lynette Zang | Harga Perak 2026\n\nLynette Zang memperingatkan bahwa perak mungkin menjadi pemicu dan emas mungkin menjadi jangkar karena sistem mata uang fiat saat ini semakin mendekati titik kritisnya.\n\nDalam video ini, Lynette Zang menjelaskan mengapa volatilitas ekstrem perak mungkin lebih dari sekadar pergerakan pasar biasa. Ia berpendapat bahwa perak bertindak seperti burung kenari di tambang batu bara, memperingatkan bahwa sistem moneter itu sendiri berada di bawah tekanan serius. Sementara para pedagang fokus pada harga spot, grafik, dan koreksi jangka pendek, Lynette mengatakan masalah sebenarnya bukanlah seberapa tinggi harga perak dalam dolar — melainkan apa yang terjadi ketika dolar itu sendiri kehilangan kredibilitas.\n\nFokus utama diskusi ini adalah perbedaan antara harga dan nilai. Lynette berpendapat bahwa kontrak kertas mungkin dapat mengatur harga perak yang terlihat, tetapi tidak dapat menekan nilai sebenarnya selamanya. Perak adalah logam moneter dan logam industri, digunakan dalam teknologi, panel surya, elektronik, pertahanan, kedokteran, kendaraan listrik, dan banyak aplikasi dunia nyata lainnya. Peran ganda tersebut membuat perak sangat penting ketika kepercayaan terhadap mata uang fiat mulai runtuh.\n\nLynette juga menjelaskan mengapa emas tetap menjadi jangkar utama. Sementara mata uang fiat dapat diciptakan sesuka hati dan tidak memiliki nilai intrinsik, emas telah berfungsi sebagai uang riil selama ribuan tahun. Menurutnya, semuanya pada akhirnya diukur terhadap emas, bahkan jika pemerintah dan bank sentral mencoba melatih masyarakat untuk hanya berpikir dalam dolar.\n\nVideo tersebut juga membahas stagflasi, kenaikan biaya hidup, upah yang stagnan, penurunan nilai mata uang, pencetakan uang, korupsi politik, dan tahap akhir siklus hidup mata uang. Lynette memperingatkan bahwa sistem keuangan saat ini tidak dapat bertahan satu dekade lagi tanpa kerusakan karena satu-satunya alat nyata yang dimilikinya adalah penciptaan mata uang yang lebih banyak.\n\n#perak #fed #emas #lynettezang #financedaily\n\n------ Sumber:\nApakah Dolar AS Sedang Krisis? Menjelajahi Pasar Mata Uang, Inflasi, dan Penurunan Peringkat Bank\n   • Lynette Zang: Is the U.S. Dollar in Crisis...  \nITM TRADING, INC.\nhttps://www.youtube.com/\n\n-------\nSitus Web\n🟩 Jadwalkan Sesi Strategi: 877-410-1414\n🟩 Kirim email kepada kami di services\n🟩 Beranda Resmi www.itmtrading.com\n🟩 Video & Riset www.ITMTrading.com/Blog\n🟩 Dengarkan Saat Bepergian: https://anchor.fm/itmtrading\n🟩 Di Luar Emas & Perak:    / beyondgolds.  .\n🟩 Komunitas Thrivers: https://www.thriverscommunity.com/\n🟩 Twitter ITM:   / itmtrading  \n🟩 Twitter Lynette:   / itmtrading_zang  \n🟩 Facebook:   / itmtrading  \n\n------\nTentang Saluran:\nSelamat datang di saluran YouTube FINANCE DAILY, saluran ini membahas tentang pasar keuangan, produk keuangan, prospek ekonomi, mata uang kripto, dan konsep aset digital dengan cara yang sederhana, serta membantu pengikut kami dalam semua aspek yang berkaitan dengan keputusan keuangan pribadi, di setiap tahap kehidupan mereka.\n\nSaluran ini adalah tempat untuk belajar dari investor dan pemikir terbaik dunia! Konten kami mencakup investor legendaris termasuk Warren Buffett, Ray Dalio, Peter Schiff, Jim Rickards, Robert Kiyosaki, Raoul Pal, Howard Marks, Bill Gates, Charlie Munger, Cathy Wood, Chamath, dan banyak lagi!\n\nHarap dicatat bahwa semua konten yang dipublikasikan hanya untuk tujuan pendidikan dan hiburan, dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan.\n\nBERLANGGANAN untuk Video Baru - Unggahan Harian!\n\n------\nPERNYATAAN PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR\nPernyataan Penafian Hak Cipta Berdasarkan Pasal 107 Undang-Undang Hak Cipta 1976, izin diberikan untuk \"penggunaan wajar\" untuk tujuan seperti kritik, komentar, pelaporan berita, pengajaran, beasiswa, dan penelitian. Penggunaan wajar adalah penggunaan yang diizinkan oleh undang-undang hak cipta yang mungkin melanggar hak cipta. Penggunaan nirlaba, pendidikan, atau pribadi cenderung mendukung penggunaan wajar.\n\n-Video ini tidak berdampak negatif pada karya asli (bahkan akan berdampak positif bagi karya tersebut)\n-Video ini juga untuk tujuan pengajaran dan inspirasi.\n\n-Kami hanya menggunakan cuplikan video untuk menyampaikan poin yang diperlukan.\n\n#federalreserve #ekonomi #usa", "post_id": "LYHeHUaIEbg"}}, {"key": "itmtrading/f...", "attributes": {"label": "itmtrading/f...", "x": 388.16300783115776, "y": 714.0302263371601, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.451, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LYHeHUaIEbg", "id": "itmtrading/f...", "source": "youtube-000001", "content": "Grafik Harga Perak Lynette Zang 2026\n\n🔥 Newsletter Perak Harian GRATIS Saya dalam 5 Menit:\n👉🏻 https://silvernutshell.beehiiv.com/su...\n\n\"Banyak Investor Perak Akan Menjadi Miliarder di Tahun 2026\": Lynette Zang | Harga Perak 2026\n\nLynette Zang memperingatkan bahwa perak mungkin menjadi pemicu dan emas mungkin menjadi jangkar karena sistem mata uang fiat saat ini semakin mendekati titik kritisnya.\n\nDalam video ini, Lynette Zang menjelaskan mengapa volatilitas ekstrem perak mungkin lebih dari sekadar pergerakan pasar biasa. Ia berpendapat bahwa perak bertindak seperti burung kenari di tambang batu bara, memperingatkan bahwa sistem moneter itu sendiri berada di bawah tekanan serius. Sementara para pedagang fokus pada harga spot, grafik, dan koreksi jangka pendek, Lynette mengatakan masalah sebenarnya bukanlah seberapa tinggi harga perak dalam dolar — melainkan apa yang terjadi ketika dolar itu sendiri kehilangan kredibilitas.\n\nFokus utama diskusi ini adalah perbedaan antara harga dan nilai. Lynette berpendapat bahwa kontrak kertas mungkin dapat mengatur harga perak yang terlihat, tetapi tidak dapat menekan nilai sebenarnya selamanya. Perak adalah logam moneter dan logam industri, digunakan dalam teknologi, panel surya, elektronik, pertahanan, kedokteran, kendaraan listrik, dan banyak aplikasi dunia nyata lainnya. Peran ganda tersebut membuat perak sangat penting ketika kepercayaan terhadap mata uang fiat mulai runtuh.\n\nLynette juga menjelaskan mengapa emas tetap menjadi jangkar utama. Sementara mata uang fiat dapat diciptakan sesuka hati dan tidak memiliki nilai intrinsik, emas telah berfungsi sebagai uang riil selama ribuan tahun. Menurutnya, semuanya pada akhirnya diukur terhadap emas, bahkan jika pemerintah dan bank sentral mencoba melatih masyarakat untuk hanya berpikir dalam dolar.\n\nVideo tersebut juga membahas stagflasi, kenaikan biaya hidup, upah yang stagnan, penurunan nilai mata uang, pencetakan uang, korupsi politik, dan tahap akhir siklus hidup mata uang. Lynette memperingatkan bahwa sistem keuangan saat ini tidak dapat bertahan satu dekade lagi tanpa kerusakan karena satu-satunya alat nyata yang dimilikinya adalah penciptaan mata uang yang lebih banyak.\n\n#perak #fed #emas #lynettezang #financedaily\n\n------ Sumber:\nApakah Dolar AS Sedang Krisis? Menjelajahi Pasar Mata Uang, Inflasi, dan Penurunan Peringkat Bank\n   • Lynette Zang: Is the U.S. Dollar in Crisis...  \nITM TRADING, INC.\nhttps://www.youtube.com/\n\n-------\nSitus Web\n🟩 Jadwalkan Sesi Strategi: 877-410-1414\n🟩 Kirim email kepada kami di services\n🟩 Beranda Resmi www.itmtrading.com\n🟩 Video & Riset www.ITMTrading.com/Blog\n🟩 Dengarkan Saat Bepergian: https://anchor.fm/itmtrading\n🟩 Di Luar Emas & Perak:    / beyondgolds.  .\n🟩 Komunitas Thrivers: https://www.thriverscommunity.com/\n🟩 Twitter ITM:   / itmtrading  \n🟩 Twitter Lynette:   / itmtrading_zang  \n🟩 Facebook:   / itmtrading  \n\n------\nTentang Saluran:\nSelamat datang di saluran YouTube FINANCE DAILY, saluran ini membahas tentang pasar keuangan, produk keuangan, prospek ekonomi, mata uang kripto, dan konsep aset digital dengan cara yang sederhana, serta membantu pengikut kami dalam semua aspek yang berkaitan dengan keputusan keuangan pribadi, di setiap tahap kehidupan mereka.\n\nSaluran ini adalah tempat untuk belajar dari investor dan pemikir terbaik dunia! Konten kami mencakup investor legendaris termasuk Warren Buffett, Ray Dalio, Peter Schiff, Jim Rickards, Robert Kiyosaki, Raoul Pal, Howard Marks, Bill Gates, Charlie Munger, Cathy Wood, Chamath, dan banyak lagi!\n\nHarap dicatat bahwa semua konten yang dipublikasikan hanya untuk tujuan pendidikan dan hiburan, dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan.\n\nBERLANGGANAN untuk Video Baru - Unggahan Harian!\n\n------\nPERNYATAAN PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR\nPernyataan Penafian Hak Cipta Berdasarkan Pasal 107 Undang-Undang Hak Cipta 1976, izin diberikan untuk \"penggunaan wajar\" untuk tujuan seperti kritik, komentar, pelaporan berita, pengajaran, beasiswa, dan penelitian. Penggunaan wajar adalah penggunaan yang diizinkan oleh undang-undang hak cipta yang mungkin melanggar hak cipta. Penggunaan nirlaba, pendidikan, atau pribadi cenderung mendukung penggunaan wajar.\n\n-Video ini tidak berdampak negatif pada karya asli (bahkan akan berdampak positif bagi karya tersebut)\n-Video ini juga untuk tujuan pengajaran dan inspirasi.\n\n-Kami hanya menggunakan cuplikan video untuk menyampaikan poin yang diperlukan.\n\n#federalreserve #ekonomi #usa", "post_id": "LYHeHUaIEbg"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 665.0839961475397, "y": 621.146111310784, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "coJPPSyyerM", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Bakal Turun?! Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai!\n\nBBM Bakal Turun? Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai! Apakah perdamaian permanen antara Iran dan Amerika Serikat benar-benar bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia dari ancaman krisis energi dan lonjakan inflasi? \n\nDalam video analisis ekonomi global ini, kita akan membedah dampak masif dari pembukaan kembali Selat Hormuz jika resolusi damai antara Iran dan AS terealisasi secara permanen. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak bumi global. Konflik geopolitik di wilayah ini selalu berhasil membuat harga minyak mentah dunia meroket dan mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri.\n\nNamun, apa yang terjadi jika kedua negara ini mendadak damai? Bagi masyarakat Indonesia, keuntungan utamanya sangat nyata: stabilitas harga BBM dan tarif listrik, keamanan armada kapal tanker nasional seperti milik Pertamina, hingga pengurangan subsidi energi pada APBN kita. Dampak domonino ini tidak hanya memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, tetapi juga menekan biaya impor bahan baku yang membuat harga bahan pokok di pasar tradisional tetap murah dan terjangkau.\n\nSaksikan juga analisis kritis mengenai sektor industri Indonesia mana yang paling cepat merasakan dampak positif ini. Mulai dari sektor logistik, sektor transportasi, hingga sektor manufaktur dan industri barang konsumsi (FMCG) yang siap melakukan ekspansi pasar ekspor secara masif karena penurunan biaya operasional.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai masa depan perdamaian Timur Tengah ini? Apakah stabilitas ekonomi Indonesia akan sepenuhnya aman? Tuliskan analisis kritis Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #IranASDamai #hargabbm  #ekonomiindonesia  #selathormuz  #SubsidiEnergi #geopolitik  #analisisekonomi  #beritahariini  #logistikindonesia  #pertamina  #RupiahMenguat #youtubenews \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "coJPPSyyerM"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 107.04021329289203, "y": 185.38923743844205, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.451, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "coJPPSyyerM", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Bakal Turun?! Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai!\n\nBBM Bakal Turun? Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai! Apakah perdamaian permanen antara Iran dan Amerika Serikat benar-benar bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia dari ancaman krisis energi dan lonjakan inflasi? \n\nDalam video analisis ekonomi global ini, kita akan membedah dampak masif dari pembukaan kembali Selat Hormuz jika resolusi damai antara Iran dan AS terealisasi secara permanen. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak bumi global. Konflik geopolitik di wilayah ini selalu berhasil membuat harga minyak mentah dunia meroket dan mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri.\n\nNamun, apa yang terjadi jika kedua negara ini mendadak damai? Bagi masyarakat Indonesia, keuntungan utamanya sangat nyata: stabilitas harga BBM dan tarif listrik, keamanan armada kapal tanker nasional seperti milik Pertamina, hingga pengurangan subsidi energi pada APBN kita. Dampak domonino ini tidak hanya memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, tetapi juga menekan biaya impor bahan baku yang membuat harga bahan pokok di pasar tradisional tetap murah dan terjangkau.\n\nSaksikan juga analisis kritis mengenai sektor industri Indonesia mana yang paling cepat merasakan dampak positif ini. Mulai dari sektor logistik, sektor transportasi, hingga sektor manufaktur dan industri barang konsumsi (FMCG) yang siap melakukan ekspansi pasar ekspor secara masif karena penurunan biaya operasional.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai masa depan perdamaian Timur Tengah ini? Apakah stabilitas ekonomi Indonesia akan sepenuhnya aman? Tuliskan analisis kritis Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #IranASDamai #hargabbm  #ekonomiindonesia  #selathormuz  #SubsidiEnergi #geopolitik  #analisisekonomi  #beritahariini  #logistikindonesia  #pertamina  #RupiahMenguat #youtubenews \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "coJPPSyyerM"}}, {"key": "@BennixInvestasi", "attributes": {"label": "@BennixInvestasi", "x": 911.1420611473418, "y": 712.6591801424688, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "YQdgbaJYOuI", "id": "@BennixInvestasi", "source": "youtube-000001", "content": "Strategi Bertahan Hidup India Melawan Keruntuhan Mata Uang dan Perang Ekonomi Global\n\nKrisis ekonomi kritis di India**, di mana rupee telah mencapai titik terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS. Untuk mengatasi devaluasi ini, Perdana Menteri Narendra Modi telah memperkenalkan *tujuh langkah strategis* yang berfokus pada pelestarian cadangan devisa. Taktik ini termasuk mendesak warga untuk *berhenti membeli emas**, mengurangi konsumsi bahan bakar melalui transportasi umum, dan meminimalkan perjalanan internasional. Selain itu, pemerintah mempromosikan **pertanian organik* untuk mengurangi impor pupuk dan mendorong peralihan ke manufaktur lokal di bawah inisiatif *Atma Nirbhar Bharat**. Sumber tersebut menyimpulkan dengan menyarankan bahwa Indonesia dapat mengadopsi **kebijakan ekonomi nasionalistik* serupa untuk melindungi mata uangnya sendiri dari volatilitas pasar global.\n\n\nReferensi dari chanel YouTube Bennix :\n‎   /   \n‎", "post_id": "YQdgbaJYOuI"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 696.5293008703396, "y": 415.0156895438906, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.451, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YQdgbaJYOuI", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "Strategi Bertahan Hidup India Melawan Keruntuhan Mata Uang dan Perang Ekonomi Global\n\nKrisis ekonomi kritis di India**, di mana rupee telah mencapai titik terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS. Untuk mengatasi devaluasi ini, Perdana Menteri Narendra Modi telah memperkenalkan *tujuh langkah strategis* yang berfokus pada pelestarian cadangan devisa. Taktik ini termasuk mendesak warga untuk *berhenti membeli emas**, mengurangi konsumsi bahan bakar melalui transportasi umum, dan meminimalkan perjalanan internasional. Selain itu, pemerintah mempromosikan **pertanian organik* untuk mengurangi impor pupuk dan mendorong peralihan ke manufaktur lokal di bawah inisiatif *Atma Nirbhar Bharat**. Sumber tersebut menyimpulkan dengan menyarankan bahwa Indonesia dapat mengadopsi **kebijakan ekonomi nasionalistik* serupa untuk melindungi mata uangnya sendiri dari volatilitas pasar global.\n\n\nReferensi dari chanel YouTube Bennix :\n‎   /   \n‎", "post_id": "YQdgbaJYOuI"}}, {"key": "@TheJuliaLaRocheShow", "attributes": {"label": "@TheJuliaLaRocheShow", "x": 302.14522844083893, "y": 22.36925484521135, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "zOJkUGgSOkM", "id": "@TheJuliaLaRocheShow", "source": "youtube-000001", "content": "Peter Schiff: Akhir Permainan Telah Tiba, Gelembung Akan Pecah, Bunga $2 Triliun Tahun Depan\n\nPeter Schiff memperingatkan bahwa gelembung ekonomi akan pecah karena kripto memimpin penurunan, sementara pasar obligasi menghadapi penurunan lebih lanjut dengan imbal hasil obligasi 10 tahun berpotensi menembus angka 5%. Ia menekankan bahwa inflasi adalah pilihan—semua ketua Fed memilihnya, dan Warsh pun akan melakukannya meskipun ada retorika keras, karena alternatifnya secara politis tidak dapat diterima. Ia mengungkapkan defisit Mei melonjak 30% sementara biaya bunga melonjak 44%, dengan pembayaran bunga tahunan sekarang mencapai $1,6 triliun dan akan mencapai $2 triliun pada tahun depan. Schiff mengidentifikasi Jepang sebagai pertanda buruk dengan rasio utang terhadap PDB 250%, imbal hasil naik di atas 4%, dan yen anjlok di bawah 160 dengan potensi penurunan 30-50% lagi. Tesis akhirnya: dolar AS kehilangan status mata uang cadangan, aset AS mengalami penurunan harga, dan ia memposisikan diri untuk \"memiliki semua kendali\" pada garis akhir. Penurunan harga emas dari $5.600 menjadi $4.200 adalah langkah \"beli rumor, jual fakta\", sementara perak di $65 menuju $200 dan Bitcoin di $64.000 sebaiknya dijual. Pertumbuhan PDB adalah ilusi yang diciptakan oleh deflator yang salah yang meremehkan inflasi; ekonomi sebenarnya tidak berkembang, hanya menjadi lebih mahal, dan depresi stagflasi terkunci.\n\nTerima kasih kepada sponsor kami:\nKalshi - unduh aplikasi Kalshi dan gunakan kode JULIA untuk mendapatkan $10 saat Anda melakukan trading $10. kalshi.com/julia\nLogam Moneter - pelajari lebih lanjut di https://www.monetary-metals.com/julia/\n\nTautan:\nhttps://x.com/PeterSchiff\n   /   \n\nCap waktu:\n0:00 Pendahuluan dan selamat datang kembali Peter\n00:50 Gelembung mulai mengempis\n1:16 Pasar terlalu lengah terhadap risiko inflasi\n1:45 Warsh punya masalah - Naik suku bunga atau tidak, keduanya buruk\n3:36 Inflasi adalah pilihan - Semua ketua Fed memilihnya\n5:11 Warsh akan memilih inflasi meskipun ada pernyataan keras\n5:24 Pasar obligasi akan runtuh - 10 tahun menjadi 5%, 30 tahun menjadi 5,5-6%\n7:42 Defisit Mei naik 30%, pengeluaran bunga naik 44%\n8:13 Pembayaran bunga $1,6 triliun/tahun, akan menjadi $2 triliun tahun depan\n9:39 Pengeluaran pemerintah naik 50% sejak COVID, pajak dikurangi\n10:57 Inflasi adalah pajak tersembunyi - Pemerintah lebih menyukainya\n11:52 Biaya perang Iran melalui inflasi, bukan pajak langsung\n13:49 Pajak kekayaan - Lereng licin, pada akhirnya akan menghantam kelas menengah\n19:56 Krisis Jepang - Rasio utang terhadap PDB 250%, yen anjlok di bawah 160\n20:29 Imbal hasil obligasi Jepang di 4% untuk jangka waktu 30 tahun, naik dengan cepat\n21:45 Jepang dapat menjual obligasi pemerintah AS senilai $1 triliun\n24:41 Jepang sebagai pertanda krisis AS\n24:54 Menteri Keuangan Paulson mengatakan krisis tak terhindarkan\n27:18 Tanda peringatan emas - Penurunan ke $4.200 dari harga normal $5.600\n29:24 Perak di $65, menuju $200\n32:39 Pasar saham di titik tertinggi tetapi ekonomi lebih buruk daripada Biden\n36:56 Ilusi PDB - Deflator terlalu rendah, hanya harga bukan pertumbuhan\n39:48 Permainan akhir - Dolar tidak akan menjadi mata uang cadangan\n40:40 Bermain untuk permainan akhir, ingin semua chip di akhir\n43:31 Prediksi kontrarian - Suku bunga lebih tinggi, minyak lebih tinggi, emas lebih tinggi\n44:30 Krisis Jepang domino pertama, lalu dolar berikutnya\n45:01 Ringkasan - Stagflasi dan tesis permainan akhir", "post_id": "zOJkUGgSOkM"}}, {"key": "peterschiff", "attributes": {"label": "peterschiff", "x": 638.4310394798839, "y": 697.798539492037, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.451, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zOJkUGgSOkM", "id": "peterschiff", "source": "youtube-000001", "content": "Peter Schiff: Akhir Permainan Telah Tiba, Gelembung Akan Pecah, Bunga $2 Triliun Tahun Depan\n\nPeter Schiff memperingatkan bahwa gelembung ekonomi akan pecah karena kripto memimpin penurunan, sementara pasar obligasi menghadapi penurunan lebih lanjut dengan imbal hasil obligasi 10 tahun berpotensi menembus angka 5%. Ia menekankan bahwa inflasi adalah pilihan—semua ketua Fed memilihnya, dan Warsh pun akan melakukannya meskipun ada retorika keras, karena alternatifnya secara politis tidak dapat diterima. Ia mengungkapkan defisit Mei melonjak 30% sementara biaya bunga melonjak 44%, dengan pembayaran bunga tahunan sekarang mencapai $1,6 triliun dan akan mencapai $2 triliun pada tahun depan. Schiff mengidentifikasi Jepang sebagai pertanda buruk dengan rasio utang terhadap PDB 250%, imbal hasil naik di atas 4%, dan yen anjlok di bawah 160 dengan potensi penurunan 30-50% lagi. Tesis akhirnya: dolar AS kehilangan status mata uang cadangan, aset AS mengalami penurunan harga, dan ia memposisikan diri untuk \"memiliki semua kendali\" pada garis akhir. Penurunan harga emas dari $5.600 menjadi $4.200 adalah langkah \"beli rumor, jual fakta\", sementara perak di $65 menuju $200 dan Bitcoin di $64.000 sebaiknya dijual. Pertumbuhan PDB adalah ilusi yang diciptakan oleh deflator yang salah yang meremehkan inflasi; ekonomi sebenarnya tidak berkembang, hanya menjadi lebih mahal, dan depresi stagflasi terkunci.\n\nTerima kasih kepada sponsor kami:\nKalshi - unduh aplikasi Kalshi dan gunakan kode JULIA untuk mendapatkan $10 saat Anda melakukan trading $10. kalshi.com/julia\nLogam Moneter - pelajari lebih lanjut di https://www.monetary-metals.com/julia/\n\nTautan:\nhttps://x.com/PeterSchiff\n   /   \n\nCap waktu:\n0:00 Pendahuluan dan selamat datang kembali Peter\n00:50 Gelembung mulai mengempis\n1:16 Pasar terlalu lengah terhadap risiko inflasi\n1:45 Warsh punya masalah - Naik suku bunga atau tidak, keduanya buruk\n3:36 Inflasi adalah pilihan - Semua ketua Fed memilihnya\n5:11 Warsh akan memilih inflasi meskipun ada pernyataan keras\n5:24 Pasar obligasi akan runtuh - 10 tahun menjadi 5%, 30 tahun menjadi 5,5-6%\n7:42 Defisit Mei naik 30%, pengeluaran bunga naik 44%\n8:13 Pembayaran bunga $1,6 triliun/tahun, akan menjadi $2 triliun tahun depan\n9:39 Pengeluaran pemerintah naik 50% sejak COVID, pajak dikurangi\n10:57 Inflasi adalah pajak tersembunyi - Pemerintah lebih menyukainya\n11:52 Biaya perang Iran melalui inflasi, bukan pajak langsung\n13:49 Pajak kekayaan - Lereng licin, pada akhirnya akan menghantam kelas menengah\n19:56 Krisis Jepang - Rasio utang terhadap PDB 250%, yen anjlok di bawah 160\n20:29 Imbal hasil obligasi Jepang di 4% untuk jangka waktu 30 tahun, naik dengan cepat\n21:45 Jepang dapat menjual obligasi pemerintah AS senilai $1 triliun\n24:41 Jepang sebagai pertanda krisis AS\n24:54 Menteri Keuangan Paulson mengatakan krisis tak terhindarkan\n27:18 Tanda peringatan emas - Penurunan ke $4.200 dari harga normal $5.600\n29:24 Perak di $65, menuju $200\n32:39 Pasar saham di titik tertinggi tetapi ekonomi lebih buruk daripada Biden\n36:56 Ilusi PDB - Deflator terlalu rendah, hanya harga bukan pertumbuhan\n39:48 Permainan akhir - Dolar tidak akan menjadi mata uang cadangan\n40:40 Bermain untuk permainan akhir, ingin semua chip di akhir\n43:31 Prediksi kontrarian - Suku bunga lebih tinggi, minyak lebih tinggi, emas lebih tinggi\n44:30 Krisis Jepang domino pertama, lalu dolar berikutnya\n45:01 Ringkasan - Stagflasi dan tesis permainan akhir", "post_id": "zOJkUGgSOkM"}}, {"key": "@JavaGlobalFutures", "attributes": {"label": "@JavaGlobalFutures", "x": 823.4819967920952, "y": 2.865029388961937, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "nCsJHchY58A", "id": "@JavaGlobalFutures", "source": "youtube-000001", "content": "Perdamaian AS-Iran Retak! Harga GOLD Terancam Ambruk ke Area 3887–3998 l Market Review\n\nKetegangan geopolitik kembali memanas setelah upaya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran mengalami hambatan. Kegagalan implementasi kesepakatan tersebut memicu meningkatnya ketidakpastian pasar global, sementara penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga tinggi dari The Fed semakin menambah tekanan pada harga emas.\n\n0:01 - 0:22 : Opening\n0:23 - 0:41 : Review Pergerakan Minggu Sebelumnya\n0:42 - 1:51 : Data-data High Impact minggu lalu dan minggu ini\n1:52 - 2:23 : Prediksi Dollar Index\n2:24 - 4:39 : Prediksi GOLD\n4:40 - 5:46 : Prediksi EURUSD\n5:47 - 6:23 : Prediksi USDJPY\n6:24 - 6:54 : Closing\n\nBuat kamu yang serius ingin trading forex, gold atau index, buka akun trading sekarang di https://my.javafx.co.id/signup/\n\nUntuk informasi kamu juga bisa menghubungi CS Java FX melalui: \nEmail         : info\nPhone       : (62) 21 222 32 200\nWhatsapp : (62) 813-1787-8880\nInstagram : \nFacebook  :   / javafutures  \nX                 : https://x.com/JavaFutures\nWebsite     : javafx.co.id\n\n#javatrader #javabroker #javatrading #tradingforex #tradinggold #tradingemas #tradingindex #tradingoil #tradingforex #strategitrading #JavaGlobalFutures #JGF #TradingJGF #BelajarTrading #TradingForex #TradingGold #XAUUSD #ForexIndonesia #TraderIndonesia #AnalisaGold #MarketReview #SinyalTrading #EdukasiTrading #PriceAction #CuanTrading #SmartTrader #BelajarForex #TradingPemula #LiveTrading #MarketUpdate", "post_id": "nCsJHchY58A"}}, {"key": "javafutures", "attributes": {"label": "javafutures", "x": 580.9725996459861, "y": 51.7729467732968, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.451, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "nCsJHchY58A", "id": "javafutures", "source": "youtube-000001", "content": "Perdamaian AS-Iran Retak! Harga GOLD Terancam Ambruk ke Area 3887–3998 l Market Review\n\nKetegangan geopolitik kembali memanas setelah upaya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran mengalami hambatan. Kegagalan implementasi kesepakatan tersebut memicu meningkatnya ketidakpastian pasar global, sementara penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga tinggi dari The Fed semakin menambah tekanan pada harga emas.\n\n0:01 - 0:22 : Opening\n0:23 - 0:41 : Review Pergerakan Minggu Sebelumnya\n0:42 - 1:51 : Data-data High Impact minggu lalu dan minggu ini\n1:52 - 2:23 : Prediksi Dollar Index\n2:24 - 4:39 : Prediksi GOLD\n4:40 - 5:46 : Prediksi EURUSD\n5:47 - 6:23 : Prediksi USDJPY\n6:24 - 6:54 : Closing\n\nBuat kamu yang serius ingin trading forex, gold atau index, buka akun trading sekarang di https://my.javafx.co.id/signup/\n\nUntuk informasi kamu juga bisa menghubungi CS Java FX melalui: \nEmail         : info\nPhone       : (62) 21 222 32 200\nWhatsapp : (62) 813-1787-8880\nInstagram : \nFacebook  :   / javafutures  \nX                 : https://x.com/JavaFutures\nWebsite     : javafx.co.id\n\n#javatrader #javabroker #javatrading #tradingforex #tradinggold #tradingemas #tradingindex #tradingoil #tradingforex #strategitrading #JavaGlobalFutures #JGF #TradingJGF #BelajarTrading #TradingForex #TradingGold #XAUUSD #ForexIndonesia #TraderIndonesia #AnalisaGold #MarketReview #SinyalTrading #EdukasiTrading #PriceAction #CuanTrading #SmartTrader #BelajarForex #TradingPemula #LiveTrading #MarketUpdate", "post_id": "nCsJHchY58A"}}, {"key": "@Cahya_sigit1710", "attributes": {"label": "@Cahya_sigit1710", "x": 968.2118957668358, "y": 238.438074167725, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "CM5Zw9SHM9E", "id": "@Cahya_sigit1710", "source": "youtube-000001", "content": "Program Indonesia Pintar terus dikawal agar tepat sasaran dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak🇮🇩.\n\nProgram Indonesia Pintar (PIP) harus terus dikawal agar tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak Indonesia.\n“Bank Himbara itu kurang lebih nilainya, tadi ditanya satu per satu contohnya seperti Bank Mandiri nilainya kurang lebih Rp450 triliun. Ini berdasarkan market kapitalasi ya di bursa. Kemudian BNI slightly di atas Rp450 triliun, kemudian BNI mungkin di level sekitar hampir Rp200 triliun, kemudian juga BSI dan juga BTN. Jadi kalau dijumlahkan itu nilainya kurang lebih tuh Rp1100 triliun yang di mana itu mencerminkan 10% dari nilai seluruh capital market atau seluruh nilai perusahaan Indonesia,” tuturnya.\n\nMelihat potensi tersebut, Rosan menyampaikan arahan Presiden Prabowo bahwa kehadiran bank Himbara dapat dilihat tidak hanya sebagai entitas bisnis, namun juga dapat berperan aktif memberikan manfaat kepada masyarakat. Rosan menyebut di antaranya dapat berupa pemberian persamaan dan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).\n“Perbankan juga semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat, ke rakyat dalam bentuk pemberian, persamaan, kesempatan dari segala lapisan dari UMKM, komersial maupun korporasi,” jelas Rosan.\n\nSelain itu, Rosan juga menilai bahwa bank Himbara juga berperan penting dalam mendukung program pemerintah. Namun, Rosan memandang dalam menjalankan peran dan proses bisnisnya, bank Himbara harus memegang asas kehati-hatian dan profesionalitas.\n\n“Yang paling penting bahwa semuanya harus dijalankan dengan asas kehati-hatian secara profesional dan kehadiran Himbara ini benar-benar harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia dengan diberikan kesempatan yang sama.,” tuturnya.\nBerkaitan dengan kondisi harga minyak dunia, Rosan juga menyampaikan bahwa turunnya harga minyak dunia saat ini diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi perekonomian nasional. “Harga minyak juga tadi disampaikan sudah menurun di bawah 80 (dolar AS) dan harapannya ini juga akan memberikan sentimen yang positif terhadap perekonomian kita,” jelasnya.\n\nDalam kesempatan tersebut, Menteri Rosan juga menyebut bahwa perekonomian Indonesia harus menjadi perkonomian yang berdikari. Oleh karena itu, peran dari pihak perbankan khususnya bank Himbara menjadi penting untuk mendukung perekonomian bangsa.\n\n“Yang paling penting juga bahwa perekonomian kita ke depannya harus menjadi perekonomian yang berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri dengan support dan bantuan dari pihak perbankan, terutama perbankan Himbara,” pungkasnya.\nJakarta, 18 Juni 2026\nBiro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden\n\nWebsite: https://www.presidenri...​\nYouTube: Sekretariat Presiden\n\n‪-6763‬ ‪‬", "post_id": "CM5Zw9SHM9E"}}, {"key": "mekanikpernexx", "attributes": {"label": "mekanikpernexx", "x": 457.82168661372225, "y": 571.7242022439046, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.1311, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CM5Zw9SHM9E", "id": "mekanikpernexx", "source": "youtube-000001", "content": "Program Indonesia Pintar terus dikawal agar tepat sasaran dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak🇮🇩.\n\nProgram Indonesia Pintar (PIP) harus terus dikawal agar tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak Indonesia.\n“Bank Himbara itu kurang lebih nilainya, tadi ditanya satu per satu contohnya seperti Bank Mandiri nilainya kurang lebih Rp450 triliun. Ini berdasarkan market kapitalasi ya di bursa. Kemudian BNI slightly di atas Rp450 triliun, kemudian BNI mungkin di level sekitar hampir Rp200 triliun, kemudian juga BSI dan juga BTN. Jadi kalau dijumlahkan itu nilainya kurang lebih tuh Rp1100 triliun yang di mana itu mencerminkan 10% dari nilai seluruh capital market atau seluruh nilai perusahaan Indonesia,” tuturnya.\n\nMelihat potensi tersebut, Rosan menyampaikan arahan Presiden Prabowo bahwa kehadiran bank Himbara dapat dilihat tidak hanya sebagai entitas bisnis, namun juga dapat berperan aktif memberikan manfaat kepada masyarakat. Rosan menyebut di antaranya dapat berupa pemberian persamaan dan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).\n“Perbankan juga semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat, ke rakyat dalam bentuk pemberian, persamaan, kesempatan dari segala lapisan dari UMKM, komersial maupun korporasi,” jelas Rosan.\n\nSelain itu, Rosan juga menilai bahwa bank Himbara juga berperan penting dalam mendukung program pemerintah. Namun, Rosan memandang dalam menjalankan peran dan proses bisnisnya, bank Himbara harus memegang asas kehati-hatian dan profesionalitas.\n\n“Yang paling penting bahwa semuanya harus dijalankan dengan asas kehati-hatian secara profesional dan kehadiran Himbara ini benar-benar harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia dengan diberikan kesempatan yang sama.,” tuturnya.\nBerkaitan dengan kondisi harga minyak dunia, Rosan juga menyampaikan bahwa turunnya harga minyak dunia saat ini diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi perekonomian nasional. “Harga minyak juga tadi disampaikan sudah menurun di bawah 80 (dolar AS) dan harapannya ini juga akan memberikan sentimen yang positif terhadap perekonomian kita,” jelasnya.\n\nDalam kesempatan tersebut, Menteri Rosan juga menyebut bahwa perekonomian Indonesia harus menjadi perkonomian yang berdikari. Oleh karena itu, peran dari pihak perbankan khususnya bank Himbara menjadi penting untuk mendukung perekonomian bangsa.\n\n“Yang paling penting juga bahwa perekonomian kita ke depannya harus menjadi perekonomian yang berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri dengan support dan bantuan dari pihak perbankan, terutama perbankan Himbara,” pungkasnya.\nJakarta, 18 Juni 2026\nBiro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden\n\nWebsite: https://www.presidenri...​\nYouTube: Sekretariat Presiden\n\n‪-6763‬ ‪‬", "post_id": "CM5Zw9SHM9E"}}, {"key": "Cahya_sigit1710", "attributes": {"label": "Cahya_sigit1710", "x": 898.8519543690961, "y": 661.6116361248472, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.1311, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CM5Zw9SHM9E", "id": "Cahya_sigit1710", "source": "youtube-000001", "content": "Program Indonesia Pintar terus dikawal agar tepat sasaran dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak🇮🇩.\n\nProgram Indonesia Pintar (PIP) harus terus dikawal agar tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak Indonesia.\n“Bank Himbara itu kurang lebih nilainya, tadi ditanya satu per satu contohnya seperti Bank Mandiri nilainya kurang lebih Rp450 triliun. Ini berdasarkan market kapitalasi ya di bursa. Kemudian BNI slightly di atas Rp450 triliun, kemudian BNI mungkin di level sekitar hampir Rp200 triliun, kemudian juga BSI dan juga BTN. Jadi kalau dijumlahkan itu nilainya kurang lebih tuh Rp1100 triliun yang di mana itu mencerminkan 10% dari nilai seluruh capital market atau seluruh nilai perusahaan Indonesia,” tuturnya.\n\nMelihat potensi tersebut, Rosan menyampaikan arahan Presiden Prabowo bahwa kehadiran bank Himbara dapat dilihat tidak hanya sebagai entitas bisnis, namun juga dapat berperan aktif memberikan manfaat kepada masyarakat. Rosan menyebut di antaranya dapat berupa pemberian persamaan dan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).\n“Perbankan juga semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat, ke rakyat dalam bentuk pemberian, persamaan, kesempatan dari segala lapisan dari UMKM, komersial maupun korporasi,” jelas Rosan.\n\nSelain itu, Rosan juga menilai bahwa bank Himbara juga berperan penting dalam mendukung program pemerintah. Namun, Rosan memandang dalam menjalankan peran dan proses bisnisnya, bank Himbara harus memegang asas kehati-hatian dan profesionalitas.\n\n“Yang paling penting bahwa semuanya harus dijalankan dengan asas kehati-hatian secara profesional dan kehadiran Himbara ini benar-benar harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia dengan diberikan kesempatan yang sama.,” tuturnya.\nBerkaitan dengan kondisi harga minyak dunia, Rosan juga menyampaikan bahwa turunnya harga minyak dunia saat ini diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi perekonomian nasional. “Harga minyak juga tadi disampaikan sudah menurun di bawah 80 (dolar AS) dan harapannya ini juga akan memberikan sentimen yang positif terhadap perekonomian kita,” jelasnya.\n\nDalam kesempatan tersebut, Menteri Rosan juga menyebut bahwa perekonomian Indonesia harus menjadi perkonomian yang berdikari. Oleh karena itu, peran dari pihak perbankan khususnya bank Himbara menjadi penting untuk mendukung perekonomian bangsa.\n\n“Yang paling penting juga bahwa perekonomian kita ke depannya harus menjadi perekonomian yang berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri dengan support dan bantuan dari pihak perbankan, terutama perbankan Himbara,” pungkasnya.\nJakarta, 18 Juni 2026\nBiro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden\n\nWebsite: https://www.presidenri...​\nYouTube: Sekretariat Presiden\n\n‪-6763‬ ‪‬", "post_id": "CM5Zw9SHM9E"}}, {"key": "@ThinkBRICS", "attributes": {"label": "@ThinkBRICS", "x": 513.2905763727848, "y": 284.86700267637445, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8113, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "V44wr_ar7g0", "id": "@ThinkBRICS", "source": "youtube-000001", "content": "Berita BRICS: Bagaimana Dunia Baru Sedang Dibangun Saat Ini\n\nBerita BRICS terbaru mengungkapkan pergeseran besar seiring dengan bangkitnya dunia multipolar. Laporan Think BRICS ini menguraikan bagaimana BRICS Rusia dan BRICS China membangun arsitektur global selatan yang baru saat ini.\n\nLupakan narasi arus utama tentang \"keruntuhan.\" Dalam pembahasan mendalam ini, kita melihat fakta-fakta di balik tatanan dunia baru yang sedang dibangun saat ini. Kita menganalisis peran penting Penasihat Keamanan Nasional India dalam menyinkronkan intelijen dengan Beijing dan momentum Rusia-ASEAN baru-baru ini setelah KTT Rusia-ASEAN.\n\nVideo ini menjelaskan Inisiatif Tata Kelola Global—manifesto 160 negara China untuk menggantikan struktur Barat yang sudah usang—dan bagaimana ekspansi BRICS bergerak melampaui sekadar politik ke infrastruktur keras dan keamanan orbit. Kita merinci pergeseran ekonomi BRICS menuju de-dolarisasi dan potensi kerangka mata uang BRICS yang melewati pusat-pusat Barat tradisional. Dari hasil KTT BRICS di Kazan hingga keselarasan strategis Putin dan Xi Jinping, kami memberikan berita geopolitik yang tidak akan Anda temukan di berita dunia malam hari ini. Jika Anda ingin memahami arsitektur BRICS yang baru dan peran ASEAN dalam transisi ini, inilah uraian lengkapnya.\n\nMeskipun kami menyediakan berita BRICS yang ekstensif, video ini bukanlah spekulasi tentang keruntuhan total dolar AS secara langsung. Kami fokus pada langkah-langkah de-dolarisasi pragmatis dalam ekonomi BRICS daripada skenario kiamat. Ini bukan vlog perjalanan kota-kota penyelenggara KTT BRICS, dan kami juga tidak memberikan saran keuangan atau investasi pribadi mengenai mata uang BRICS tertentu. Kami tidak membahas perselisihan kebijakan domestik ASEAN kecuali jika secara langsung berdampak pada koridor perdagangan Rusia-ASEAN atau Inisiatif Tata Kelola Global.\n\nLebih lanjut, laporan ini tidak membahas detail taktis militer dari konflik regional, melainkan berfokus pada berita geopolitik dunia multipolar dan keselarasan penasihat keamanan nasional India. Kami menghindari teori \"bagaimana jika\" yang tidak didukung oleh arsitektur BRICS saat ini atau tindakan Putin Xi Jinping yang terdokumentasi. Ini adalah pandangan berbasis data tentang tatanan dunia baru untuk komunitas Think BRICS, yang berfokus pada ekspansi struktural BRICS dan kebangkitan negara-negara Selatan.\n\n#BRICS #BRICSNews #GlobalSouth\n\n00:00 Berita BRICS: Mengapa Tatanan Dunia Baru Menang\n01:25 Penasihat Keamanan Nasional India: Keselarasan Rahasia dengan China\n02:45 KTT Rusia-ASEAN: Menghancurkan Inti Keuangan Barat\n04:10 Strategi De-Dolarisasi: Bagaimana Global Selatan Membalikkan Skenario\n05:35 Inisiatif Tata Kelola Global: Alternatif NATO 160 Negara dari China\n07:05 Ekspansi BRICS & Masa Depan Perdagangan Rusia-ASEAN\n08:30 Arsitektur BRICS Baru: Membangun Jaringan Dunia Multipolar\n09:45 Strategi Putin-Xi-Jinping: Mengapa Ekonomi BRICS Tidak Akan Runtuh\n\n🌍  |  | \n🎥  | \n📰 Newsletter: thinkbrics.substack.com\n☕ Dukungan: buymeacoffee.com/ThinkBRICS\n✅ Berlangganan: youtube.com/?sub_confirmat...\n\n⚠️ Konten edukatif. Sumber publik. Bukan saran resmi. Verifikasi secara independen. Penggunaan wajar.", "post_id": "V44wr_ar7g0"}}, {"key": "ThinkBRICS_de", "attributes": {"label": "ThinkBRICS_de", "x": 891.1802583992517, "y": 407.7097210448776, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.9179, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "V44wr_ar7g0", "id": "ThinkBRICS_de", "source": "youtube-000001", "content": "Berita BRICS: Bagaimana Dunia Baru Sedang Dibangun Saat Ini\n\nBerita BRICS terbaru mengungkapkan pergeseran besar seiring dengan bangkitnya dunia multipolar. Laporan Think BRICS ini menguraikan bagaimana BRICS Rusia dan BRICS China membangun arsitektur global selatan yang baru saat ini.\n\nLupakan narasi arus utama tentang \"keruntuhan.\" Dalam pembahasan mendalam ini, kita melihat fakta-fakta di balik tatanan dunia baru yang sedang dibangun saat ini. Kita menganalisis peran penting Penasihat Keamanan Nasional India dalam menyinkronkan intelijen dengan Beijing dan momentum Rusia-ASEAN baru-baru ini setelah KTT Rusia-ASEAN.\n\nVideo ini menjelaskan Inisiatif Tata Kelola Global—manifesto 160 negara China untuk menggantikan struktur Barat yang sudah usang—dan bagaimana ekspansi BRICS bergerak melampaui sekadar politik ke infrastruktur keras dan keamanan orbit. Kita merinci pergeseran ekonomi BRICS menuju de-dolarisasi dan potensi kerangka mata uang BRICS yang melewati pusat-pusat Barat tradisional. Dari hasil KTT BRICS di Kazan hingga keselarasan strategis Putin dan Xi Jinping, kami memberikan berita geopolitik yang tidak akan Anda temukan di berita dunia malam hari ini. Jika Anda ingin memahami arsitektur BRICS yang baru dan peran ASEAN dalam transisi ini, inilah uraian lengkapnya.\n\nMeskipun kami menyediakan berita BRICS yang ekstensif, video ini bukanlah spekulasi tentang keruntuhan total dolar AS secara langsung. Kami fokus pada langkah-langkah de-dolarisasi pragmatis dalam ekonomi BRICS daripada skenario kiamat. Ini bukan vlog perjalanan kota-kota penyelenggara KTT BRICS, dan kami juga tidak memberikan saran keuangan atau investasi pribadi mengenai mata uang BRICS tertentu. Kami tidak membahas perselisihan kebijakan domestik ASEAN kecuali jika secara langsung berdampak pada koridor perdagangan Rusia-ASEAN atau Inisiatif Tata Kelola Global.\n\nLebih lanjut, laporan ini tidak membahas detail taktis militer dari konflik regional, melainkan berfokus pada berita geopolitik dunia multipolar dan keselarasan penasihat keamanan nasional India. Kami menghindari teori \"bagaimana jika\" yang tidak didukung oleh arsitektur BRICS saat ini atau tindakan Putin Xi Jinping yang terdokumentasi. Ini adalah pandangan berbasis data tentang tatanan dunia baru untuk komunitas Think BRICS, yang berfokus pada ekspansi struktural BRICS dan kebangkitan negara-negara Selatan.\n\n#BRICS #BRICSNews #GlobalSouth\n\n00:00 Berita BRICS: Mengapa Tatanan Dunia Baru Menang\n01:25 Penasihat Keamanan Nasional India: Keselarasan Rahasia dengan China\n02:45 KTT Rusia-ASEAN: Menghancurkan Inti Keuangan Barat\n04:10 Strategi De-Dolarisasi: Bagaimana Global Selatan Membalikkan Skenario\n05:35 Inisiatif Tata Kelola Global: Alternatif NATO 160 Negara dari China\n07:05 Ekspansi BRICS & Masa Depan Perdagangan Rusia-ASEAN\n08:30 Arsitektur BRICS Baru: Membangun Jaringan Dunia Multipolar\n09:45 Strategi Putin-Xi-Jinping: Mengapa Ekonomi BRICS Tidak Akan Runtuh\n\n🌍  |  | \n🎥  | \n📰 Newsletter: thinkbrics.substack.com\n☕ Dukungan: buymeacoffee.com/ThinkBRICS\n✅ Berlangganan: youtube.com/?sub_confirmat...\n\n⚠️ Konten edukatif. Sumber publik. Bukan saran resmi. Verifikasi secara independen. Penggunaan wajar.", "post_id": "V44wr_ar7g0"}}, {"key": "ThinkBRICS_es", "attributes": {"label": "ThinkBRICS_es", "x": 828.2613075281567, "y": 689.7409606555659, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.9179, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "V44wr_ar7g0", "id": "ThinkBRICS_es", "source": "youtube-000001", "content": "Berita BRICS: Bagaimana Dunia Baru Sedang Dibangun Saat Ini\n\nBerita BRICS terbaru mengungkapkan pergeseran besar seiring dengan bangkitnya dunia multipolar. Laporan Think BRICS ini menguraikan bagaimana BRICS Rusia dan BRICS China membangun arsitektur global selatan yang baru saat ini.\n\nLupakan narasi arus utama tentang \"keruntuhan.\" Dalam pembahasan mendalam ini, kita melihat fakta-fakta di balik tatanan dunia baru yang sedang dibangun saat ini. Kita menganalisis peran penting Penasihat Keamanan Nasional India dalam menyinkronkan intelijen dengan Beijing dan momentum Rusia-ASEAN baru-baru ini setelah KTT Rusia-ASEAN.\n\nVideo ini menjelaskan Inisiatif Tata Kelola Global—manifesto 160 negara China untuk menggantikan struktur Barat yang sudah usang—dan bagaimana ekspansi BRICS bergerak melampaui sekadar politik ke infrastruktur keras dan keamanan orbit. Kita merinci pergeseran ekonomi BRICS menuju de-dolarisasi dan potensi kerangka mata uang BRICS yang melewati pusat-pusat Barat tradisional. Dari hasil KTT BRICS di Kazan hingga keselarasan strategis Putin dan Xi Jinping, kami memberikan berita geopolitik yang tidak akan Anda temukan di berita dunia malam hari ini. Jika Anda ingin memahami arsitektur BRICS yang baru dan peran ASEAN dalam transisi ini, inilah uraian lengkapnya.\n\nMeskipun kami menyediakan berita BRICS yang ekstensif, video ini bukanlah spekulasi tentang keruntuhan total dolar AS secara langsung. Kami fokus pada langkah-langkah de-dolarisasi pragmatis dalam ekonomi BRICS daripada skenario kiamat. Ini bukan vlog perjalanan kota-kota penyelenggara KTT BRICS, dan kami juga tidak memberikan saran keuangan atau investasi pribadi mengenai mata uang BRICS tertentu. Kami tidak membahas perselisihan kebijakan domestik ASEAN kecuali jika secara langsung berdampak pada koridor perdagangan Rusia-ASEAN atau Inisiatif Tata Kelola Global.\n\nLebih lanjut, laporan ini tidak membahas detail taktis militer dari konflik regional, melainkan berfokus pada berita geopolitik dunia multipolar dan keselarasan penasihat keamanan nasional India. Kami menghindari teori \"bagaimana jika\" yang tidak didukung oleh arsitektur BRICS saat ini atau tindakan Putin Xi Jinping yang terdokumentasi. Ini adalah pandangan berbasis data tentang tatanan dunia baru untuk komunitas Think BRICS, yang berfokus pada ekspansi struktural BRICS dan kebangkitan negara-negara Selatan.\n\n#BRICS #BRICSNews #GlobalSouth\n\n00:00 Berita BRICS: Mengapa Tatanan Dunia Baru Menang\n01:25 Penasihat Keamanan Nasional India: Keselarasan Rahasia dengan China\n02:45 KTT Rusia-ASEAN: Menghancurkan Inti Keuangan Barat\n04:10 Strategi De-Dolarisasi: Bagaimana Global Selatan Membalikkan Skenario\n05:35 Inisiatif Tata Kelola Global: Alternatif NATO 160 Negara dari China\n07:05 Ekspansi BRICS & Masa Depan Perdagangan Rusia-ASEAN\n08:30 Arsitektur BRICS Baru: Membangun Jaringan Dunia Multipolar\n09:45 Strategi Putin-Xi-Jinping: Mengapa Ekonomi BRICS Tidak Akan Runtuh\n\n🌍  |  | \n🎥  | \n📰 Newsletter: thinkbrics.substack.com\n☕ Dukungan: buymeacoffee.com/ThinkBRICS\n✅ Berlangganan: youtube.com/?sub_confirmat...\n\n⚠️ Konten edukatif. Sumber publik. Bukan saran resmi. Verifikasi secara independen. Penggunaan wajar.", "post_id": "V44wr_ar7g0"}}, {"key": "ThinkBRICS_pt", "attributes": {"label": "ThinkBRICS_pt", "x": 116.84899110598069, "y": 588.5322838487231, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.9179, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "V44wr_ar7g0", "id": "ThinkBRICS_pt", "source": "youtube-000001", "content": "Berita BRICS: Bagaimana Dunia Baru Sedang Dibangun Saat Ini\n\nBerita BRICS terbaru mengungkapkan pergeseran besar seiring dengan bangkitnya dunia multipolar. Laporan Think BRICS ini menguraikan bagaimana BRICS Rusia dan BRICS China membangun arsitektur global selatan yang baru saat ini.\n\nLupakan narasi arus utama tentang \"keruntuhan.\" Dalam pembahasan mendalam ini, kita melihat fakta-fakta di balik tatanan dunia baru yang sedang dibangun saat ini. Kita menganalisis peran penting Penasihat Keamanan Nasional India dalam menyinkronkan intelijen dengan Beijing dan momentum Rusia-ASEAN baru-baru ini setelah KTT Rusia-ASEAN.\n\nVideo ini menjelaskan Inisiatif Tata Kelola Global—manifesto 160 negara China untuk menggantikan struktur Barat yang sudah usang—dan bagaimana ekspansi BRICS bergerak melampaui sekadar politik ke infrastruktur keras dan keamanan orbit. Kita merinci pergeseran ekonomi BRICS menuju de-dolarisasi dan potensi kerangka mata uang BRICS yang melewati pusat-pusat Barat tradisional. Dari hasil KTT BRICS di Kazan hingga keselarasan strategis Putin dan Xi Jinping, kami memberikan berita geopolitik yang tidak akan Anda temukan di berita dunia malam hari ini. Jika Anda ingin memahami arsitektur BRICS yang baru dan peran ASEAN dalam transisi ini, inilah uraian lengkapnya.\n\nMeskipun kami menyediakan berita BRICS yang ekstensif, video ini bukanlah spekulasi tentang keruntuhan total dolar AS secara langsung. Kami fokus pada langkah-langkah de-dolarisasi pragmatis dalam ekonomi BRICS daripada skenario kiamat. Ini bukan vlog perjalanan kota-kota penyelenggara KTT BRICS, dan kami juga tidak memberikan saran keuangan atau investasi pribadi mengenai mata uang BRICS tertentu. Kami tidak membahas perselisihan kebijakan domestik ASEAN kecuali jika secara langsung berdampak pada koridor perdagangan Rusia-ASEAN atau Inisiatif Tata Kelola Global.\n\nLebih lanjut, laporan ini tidak membahas detail taktis militer dari konflik regional, melainkan berfokus pada berita geopolitik dunia multipolar dan keselarasan penasihat keamanan nasional India. Kami menghindari teori \"bagaimana jika\" yang tidak didukung oleh arsitektur BRICS saat ini atau tindakan Putin Xi Jinping yang terdokumentasi. Ini adalah pandangan berbasis data tentang tatanan dunia baru untuk komunitas Think BRICS, yang berfokus pada ekspansi struktural BRICS dan kebangkitan negara-negara Selatan.\n\n#BRICS #BRICSNews #GlobalSouth\n\n00:00 Berita BRICS: Mengapa Tatanan Dunia Baru Menang\n01:25 Penasihat Keamanan Nasional India: Keselarasan Rahasia dengan China\n02:45 KTT Rusia-ASEAN: Menghancurkan Inti Keuangan Barat\n04:10 Strategi De-Dolarisasi: Bagaimana Global Selatan Membalikkan Skenario\n05:35 Inisiatif Tata Kelola Global: Alternatif NATO 160 Negara dari China\n07:05 Ekspansi BRICS & Masa Depan Perdagangan Rusia-ASEAN\n08:30 Arsitektur BRICS Baru: Membangun Jaringan Dunia Multipolar\n09:45 Strategi Putin-Xi-Jinping: Mengapa Ekonomi BRICS Tidak Akan Runtuh\n\n🌍  |  | \n🎥  | \n📰 Newsletter: thinkbrics.substack.com\n☕ Dukungan: buymeacoffee.com/ThinkBRICS\n✅ Berlangganan: youtube.com/?sub_confirmat...\n\n⚠️ Konten edukatif. Sumber publik. Bukan saran resmi. Verifikasi secara independen. Penggunaan wajar.", "post_id": "V44wr_ar7g0"}}, {"key": "ThinkBRICSChronicles", "attributes": {"label": "ThinkBRICSChronicles", "x": 342.1095813966176, "y": 616.2764410107126, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.9179, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "V44wr_ar7g0", "id": "ThinkBRICSChronicles", "source": "youtube-000001", "content": "Berita BRICS: Bagaimana Dunia Baru Sedang Dibangun Saat Ini\n\nBerita BRICS terbaru mengungkapkan pergeseran besar seiring dengan bangkitnya dunia multipolar. Laporan Think BRICS ini menguraikan bagaimana BRICS Rusia dan BRICS China membangun arsitektur global selatan yang baru saat ini.\n\nLupakan narasi arus utama tentang \"keruntuhan.\" Dalam pembahasan mendalam ini, kita melihat fakta-fakta di balik tatanan dunia baru yang sedang dibangun saat ini. Kita menganalisis peran penting Penasihat Keamanan Nasional India dalam menyinkronkan intelijen dengan Beijing dan momentum Rusia-ASEAN baru-baru ini setelah KTT Rusia-ASEAN.\n\nVideo ini menjelaskan Inisiatif Tata Kelola Global—manifesto 160 negara China untuk menggantikan struktur Barat yang sudah usang—dan bagaimana ekspansi BRICS bergerak melampaui sekadar politik ke infrastruktur keras dan keamanan orbit. Kita merinci pergeseran ekonomi BRICS menuju de-dolarisasi dan potensi kerangka mata uang BRICS yang melewati pusat-pusat Barat tradisional. Dari hasil KTT BRICS di Kazan hingga keselarasan strategis Putin dan Xi Jinping, kami memberikan berita geopolitik yang tidak akan Anda temukan di berita dunia malam hari ini. Jika Anda ingin memahami arsitektur BRICS yang baru dan peran ASEAN dalam transisi ini, inilah uraian lengkapnya.\n\nMeskipun kami menyediakan berita BRICS yang ekstensif, video ini bukanlah spekulasi tentang keruntuhan total dolar AS secara langsung. Kami fokus pada langkah-langkah de-dolarisasi pragmatis dalam ekonomi BRICS daripada skenario kiamat. Ini bukan vlog perjalanan kota-kota penyelenggara KTT BRICS, dan kami juga tidak memberikan saran keuangan atau investasi pribadi mengenai mata uang BRICS tertentu. Kami tidak membahas perselisihan kebijakan domestik ASEAN kecuali jika secara langsung berdampak pada koridor perdagangan Rusia-ASEAN atau Inisiatif Tata Kelola Global.\n\nLebih lanjut, laporan ini tidak membahas detail taktis militer dari konflik regional, melainkan berfokus pada berita geopolitik dunia multipolar dan keselarasan penasihat keamanan nasional India. Kami menghindari teori \"bagaimana jika\" yang tidak didukung oleh arsitektur BRICS saat ini atau tindakan Putin Xi Jinping yang terdokumentasi. Ini adalah pandangan berbasis data tentang tatanan dunia baru untuk komunitas Think BRICS, yang berfokus pada ekspansi struktural BRICS dan kebangkitan negara-negara Selatan.\n\n#BRICS #BRICSNews #GlobalSouth\n\n00:00 Berita BRICS: Mengapa Tatanan Dunia Baru Menang\n01:25 Penasihat Keamanan Nasional India: Keselarasan Rahasia dengan China\n02:45 KTT Rusia-ASEAN: Menghancurkan Inti Keuangan Barat\n04:10 Strategi De-Dolarisasi: Bagaimana Global Selatan Membalikkan Skenario\n05:35 Inisiatif Tata Kelola Global: Alternatif NATO 160 Negara dari China\n07:05 Ekspansi BRICS & Masa Depan Perdagangan Rusia-ASEAN\n08:30 Arsitektur BRICS Baru: Membangun Jaringan Dunia Multipolar\n09:45 Strategi Putin-Xi-Jinping: Mengapa Ekonomi BRICS Tidak Akan Runtuh\n\n🌍  |  | \n🎥  | \n📰 Newsletter: thinkbrics.substack.com\n☕ Dukungan: buymeacoffee.com/ThinkBRICS\n✅ Berlangganan: youtube.com/?sub_confirmat...\n\n⚠️ Konten edukatif. Sumber publik. Bukan saran resmi. Verifikasi secara independen. Penggunaan wajar.", "post_id": "V44wr_ar7g0"}}, {"key": "BRICSbusiness", "attributes": {"label": "BRICSbusiness", "x": 975.9181089057427, "y": 287.28015905273054, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.9179, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "V44wr_ar7g0", "id": "BRICSbusiness", "source": "youtube-000001", "content": "Berita BRICS: Bagaimana Dunia Baru Sedang Dibangun Saat Ini\n\nBerita BRICS terbaru mengungkapkan pergeseran besar seiring dengan bangkitnya dunia multipolar. Laporan Think BRICS ini menguraikan bagaimana BRICS Rusia dan BRICS China membangun arsitektur global selatan yang baru saat ini.\n\nLupakan narasi arus utama tentang \"keruntuhan.\" Dalam pembahasan mendalam ini, kita melihat fakta-fakta di balik tatanan dunia baru yang sedang dibangun saat ini. Kita menganalisis peran penting Penasihat Keamanan Nasional India dalam menyinkronkan intelijen dengan Beijing dan momentum Rusia-ASEAN baru-baru ini setelah KTT Rusia-ASEAN.\n\nVideo ini menjelaskan Inisiatif Tata Kelola Global—manifesto 160 negara China untuk menggantikan struktur Barat yang sudah usang—dan bagaimana ekspansi BRICS bergerak melampaui sekadar politik ke infrastruktur keras dan keamanan orbit. Kita merinci pergeseran ekonomi BRICS menuju de-dolarisasi dan potensi kerangka mata uang BRICS yang melewati pusat-pusat Barat tradisional. Dari hasil KTT BRICS di Kazan hingga keselarasan strategis Putin dan Xi Jinping, kami memberikan berita geopolitik yang tidak akan Anda temukan di berita dunia malam hari ini. Jika Anda ingin memahami arsitektur BRICS yang baru dan peran ASEAN dalam transisi ini, inilah uraian lengkapnya.\n\nMeskipun kami menyediakan berita BRICS yang ekstensif, video ini bukanlah spekulasi tentang keruntuhan total dolar AS secara langsung. Kami fokus pada langkah-langkah de-dolarisasi pragmatis dalam ekonomi BRICS daripada skenario kiamat. Ini bukan vlog perjalanan kota-kota penyelenggara KTT BRICS, dan kami juga tidak memberikan saran keuangan atau investasi pribadi mengenai mata uang BRICS tertentu. Kami tidak membahas perselisihan kebijakan domestik ASEAN kecuali jika secara langsung berdampak pada koridor perdagangan Rusia-ASEAN atau Inisiatif Tata Kelola Global.\n\nLebih lanjut, laporan ini tidak membahas detail taktis militer dari konflik regional, melainkan berfokus pada berita geopolitik dunia multipolar dan keselarasan penasihat keamanan nasional India. Kami menghindari teori \"bagaimana jika\" yang tidak didukung oleh arsitektur BRICS saat ini atau tindakan Putin Xi Jinping yang terdokumentasi. Ini adalah pandangan berbasis data tentang tatanan dunia baru untuk komunitas Think BRICS, yang berfokus pada ekspansi struktural BRICS dan kebangkitan negara-negara Selatan.\n\n#BRICS #BRICSNews #GlobalSouth\n\n00:00 Berita BRICS: Mengapa Tatanan Dunia Baru Menang\n01:25 Penasihat Keamanan Nasional India: Keselarasan Rahasia dengan China\n02:45 KTT Rusia-ASEAN: Menghancurkan Inti Keuangan Barat\n04:10 Strategi De-Dolarisasi: Bagaimana Global Selatan Membalikkan Skenario\n05:35 Inisiatif Tata Kelola Global: Alternatif NATO 160 Negara dari China\n07:05 Ekspansi BRICS & Masa Depan Perdagangan Rusia-ASEAN\n08:30 Arsitektur BRICS Baru: Membangun Jaringan Dunia Multipolar\n09:45 Strategi Putin-Xi-Jinping: Mengapa Ekonomi BRICS Tidak Akan Runtuh\n\n🌍  |  | \n🎥  | \n📰 Newsletter: thinkbrics.substack.com\n☕ Dukungan: buymeacoffee.com/ThinkBRICS\n✅ Berlangganan: youtube.com/?sub_confirmat...\n\n⚠️ Konten edukatif. Sumber publik. Bukan saran resmi. Verifikasi secara independen. Penggunaan wajar.", "post_id": "V44wr_ar7g0"}}, {"key": "ThinkBRICS", "attributes": {"label": "ThinkBRICS", "x": 37.65143257298797, "y": 50.734007439061315, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.9179, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "V44wr_ar7g0", "id": "ThinkBRICS", "source": "youtube-000001", "content": "Berita BRICS: Bagaimana Dunia Baru Sedang Dibangun Saat Ini\n\nBerita BRICS terbaru mengungkapkan pergeseran besar seiring dengan bangkitnya dunia multipolar. Laporan Think BRICS ini menguraikan bagaimana BRICS Rusia dan BRICS China membangun arsitektur global selatan yang baru saat ini.\n\nLupakan narasi arus utama tentang \"keruntuhan.\" Dalam pembahasan mendalam ini, kita melihat fakta-fakta di balik tatanan dunia baru yang sedang dibangun saat ini. Kita menganalisis peran penting Penasihat Keamanan Nasional India dalam menyinkronkan intelijen dengan Beijing dan momentum Rusia-ASEAN baru-baru ini setelah KTT Rusia-ASEAN.\n\nVideo ini menjelaskan Inisiatif Tata Kelola Global—manifesto 160 negara China untuk menggantikan struktur Barat yang sudah usang—dan bagaimana ekspansi BRICS bergerak melampaui sekadar politik ke infrastruktur keras dan keamanan orbit. Kita merinci pergeseran ekonomi BRICS menuju de-dolarisasi dan potensi kerangka mata uang BRICS yang melewati pusat-pusat Barat tradisional. Dari hasil KTT BRICS di Kazan hingga keselarasan strategis Putin dan Xi Jinping, kami memberikan berita geopolitik yang tidak akan Anda temukan di berita dunia malam hari ini. Jika Anda ingin memahami arsitektur BRICS yang baru dan peran ASEAN dalam transisi ini, inilah uraian lengkapnya.\n\nMeskipun kami menyediakan berita BRICS yang ekstensif, video ini bukanlah spekulasi tentang keruntuhan total dolar AS secara langsung. Kami fokus pada langkah-langkah de-dolarisasi pragmatis dalam ekonomi BRICS daripada skenario kiamat. Ini bukan vlog perjalanan kota-kota penyelenggara KTT BRICS, dan kami juga tidak memberikan saran keuangan atau investasi pribadi mengenai mata uang BRICS tertentu. Kami tidak membahas perselisihan kebijakan domestik ASEAN kecuali jika secara langsung berdampak pada koridor perdagangan Rusia-ASEAN atau Inisiatif Tata Kelola Global.\n\nLebih lanjut, laporan ini tidak membahas detail taktis militer dari konflik regional, melainkan berfokus pada berita geopolitik dunia multipolar dan keselarasan penasihat keamanan nasional India. Kami menghindari teori \"bagaimana jika\" yang tidak didukung oleh arsitektur BRICS saat ini atau tindakan Putin Xi Jinping yang terdokumentasi. Ini adalah pandangan berbasis data tentang tatanan dunia baru untuk komunitas Think BRICS, yang berfokus pada ekspansi struktural BRICS dan kebangkitan negara-negara Selatan.\n\n#BRICS #BRICSNews #GlobalSouth\n\n00:00 Berita BRICS: Mengapa Tatanan Dunia Baru Menang\n01:25 Penasihat Keamanan Nasional India: Keselarasan Rahasia dengan China\n02:45 KTT Rusia-ASEAN: Menghancurkan Inti Keuangan Barat\n04:10 Strategi De-Dolarisasi: Bagaimana Global Selatan Membalikkan Skenario\n05:35 Inisiatif Tata Kelola Global: Alternatif NATO 160 Negara dari China\n07:05 Ekspansi BRICS & Masa Depan Perdagangan Rusia-ASEAN\n08:30 Arsitektur BRICS Baru: Membangun Jaringan Dunia Multipolar\n09:45 Strategi Putin-Xi-Jinping: Mengapa Ekonomi BRICS Tidak Akan Runtuh\n\n🌍  |  | \n🎥  | \n📰 Newsletter: thinkbrics.substack.com\n☕ Dukungan: buymeacoffee.com/ThinkBRICS\n✅ Berlangganan: youtube.com/?sub_confirmat...\n\n⚠️ Konten edukatif. Sumber publik. Bukan saran resmi. Verifikasi secara independen. Penggunaan wajar.", "post_id": "V44wr_ar7g0"}}], "edges": [{"key": "newsabangsa", "source": "newsabangsa", "target": "newsabangsa", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "newsabangsa", "source": "newsabangsa", "target": "newsabangsa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Parlecoid", "source": "Parlecoid", "target": "asatunews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RadioSmartFM", "source": "RadioSmartFM", "target": "antaranews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popmama_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "media_kaba12", "source": "media_kaba12", "target": "opik_rajobungsu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "19585064872", "source": "19585064872", "target": "visualiterasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "66320242220", "source": "66320242220", "target": "ruangpikirr.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "folknomic", "source": "folknomic", "target": "folknomics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "go_clipnews", "source": "go_clipnews", "target": "Konten.Com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "baramaros_", "source": "baramaros_", "target": "hypekabar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "source": "suaramuslimahjabar", "target": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "source": "suaramuslimahjabar", "target": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "source": "suaramuslimahjabar", "target": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "videoidntimes", "source": "videoidntimes", "target": "IDNTimes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "videoidntimes", "source": "videoidntimes", "target": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "videoidntimes", "source": "videoidntimes", "target": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "videoidntimes", "source": "videoidntimes", "target": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "videoidntimes", "source": "videoidntimes", "target": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "videoidntimes", "source": "videoidntimes", "target": "Popbela_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "videoidntimes", "source": "videoidntimes", "target": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "videoidntimes", "source": "videoidntimes", "target": "Popmama_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "videoidntimes", "source": "videoidntimes", "target": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "rri.jember.2025", "source": "rri.jember.2025", "target": "gea_debora", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@genpico", "source": "@genpico", "target": "Genpicomedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@genpico", "source": "@genpico", "target": "genpicomedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@CMCMarketsPLC", "source": "@CMCMarketsPLC", "target": "cmcmarketsplc", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@CMCMarketsPLC", "source": "@CMCMarketsPLC", "target": "MichaelMOTTCM", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@CMCMarketsPLC", "source": "@CMCMarketsPLC", "target": "Themarketchronicles", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@GeopoliticsEmpire", "source": "@GeopoliticsEmpire", "target": "adam.taggart", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@GeopoliticsEmpire", "source": "@GeopoliticsEmpire", "target": "adam.taggart", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sbcgold", "source": "@sbcgold", "target": "sbcgold", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@verifiedinvesting", "source": "@verifiedinvesting", "target": "garethsolowayprotrader", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SoarFinancially", "source": "@SoarFinancially", "target": "PeterSchiff", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PikiranRakyatKuningan", "source": "@PikiranRakyatKuningan", "target": "ojkindonesia306", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PikiranRakyatKuningan", "source": "@PikiranRakyatKuningan", "target": "OtoritasJasaKeuangan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PikiranRakyatKuningan", "source": "@PikiranRakyatKuningan", "target": "dutaliterasikeuanganojk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PikiranRakyatKuningan", "source": "@PikiranRakyatKuningan", "target": "ojkjabar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PikiranRakyatKuningan", "source": "@PikiranRakyatKuningan", "target": "ojkcirebon4902", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@verifiedinvesting", "source": "@verifiedinvesting", "target": "garethsolowayprotrader", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@FinanceDailySilverUpdates", "source": "@FinanceDailySilverUpdates", "target": "itmtrading/f...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BennixInvestasi", "source": "@BennixInvestasi", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheJuliaLaRocheShow", "source": "@TheJuliaLaRocheShow", "target": "peterschiff", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JavaGlobalFutures", "source": "@JavaGlobalFutures", "target": "javafutures", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Cahya_sigit1710", "source": "@Cahya_sigit1710", "target": "mekanikpernexx", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Cahya_sigit1710", "source": "@Cahya_sigit1710", "target": "Cahya_sigit1710", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkBRICS", "source": "@ThinkBRICS", "target": "ThinkBRICS_de", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkBRICS", "source": "@ThinkBRICS", "target": "ThinkBRICS_es", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkBRICS", "source": "@ThinkBRICS", "target": "ThinkBRICS_pt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkBRICS", "source": "@ThinkBRICS", "target": "ThinkBRICSChronicles", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkBRICS", "source": "@ThinkBRICS", "target": "BRICSbusiness", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkBRICS", "source": "@ThinkBRICS", "target": "ThinkBRICS", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}