{"nodes": [{"key": "Parlecoid", "attributes": {"label": "Parlecoid", "x": 25.8766543573945, "y": 290.3847128374212, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.5031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067480701948375330", "id": "Parlecoid", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah Kamis pagi ini melemah hingga Rp17.856 per dolar AS setelah The Fed mempertahankan suku bunga tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik.  https://t.co/8hIWEaNQWB via  Biz ID https://t.co/aKxjpu4flr", "post_id": "2067480701948375330"}}, {"key": "asatunews", "attributes": {"label": "asatunews", "x": 529.2626056360114, "y": 212.2371981518395, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.5307, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067480701948375330", "id": "asatunews", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah Kamis pagi ini melemah hingga Rp17.856 per dolar AS setelah The Fed mempertahankan suku bunga tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik.  https://t.co/8hIWEaNQWB via  Biz ID https://t.co/aKxjpu4flr", "post_id": "2067480701948375330"}}, {"key": "MalauSion_", "attributes": {"label": "MalauSion_", "x": 172.01535132030642, "y": 634.7043170031537, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.5031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067514096141140064", "id": "MalauSion_", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau harga minyak dunia turun tetapi rupiah melemah atau biaya operasional naik, belum tentu harga BBM bisa turun dalam proporsi yang sama. Hubungannya tidak sesederhana satu faktor.", "post_id": "2067514096141140064"}}, {"key": "ardisatriawan", "attributes": {"label": "ardisatriawan", "x": 351.417378752829, "y": 423.8835013747047, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.5307, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067514096141140064", "id": "ardisatriawan", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau harga minyak dunia turun tetapi rupiah melemah atau biaya operasional naik, belum tentu harga BBM bisa turun dalam proporsi yang sama. Hubungannya tidak sesederhana satu faktor.", "post_id": "2067514096141140064"}}, {"key": "bickysianzu", "attributes": {"label": "bickysianzu", "x": 364.40623732651744, "y": 761.4613955488584, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.5031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067437100862263707", "id": "bickysianzu", "source": "tweet-000004", "content": "Deket deket pemilu bakalan naik suku bunga.. Trump di khianati.. Ini bakalan jadi kombinasi sempurna\nSuku bunga naik- perang eskalasi ke ba-el mandeb, minyak 120-150$- rupiah anjlok- demo masal- wug gumi e", "post_id": "2067437100862263707"}}, {"key": "hoteliercrypto", "attributes": {"label": "hoteliercrypto", "x": 849.0969401183219, "y": 121.95434754936241, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.5307, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067437100862263707", "id": "hoteliercrypto", "source": "tweet-000004", "content": "Deket deket pemilu bakalan naik suku bunga.. Trump di khianati.. Ini bakalan jadi kombinasi sempurna\nSuku bunga naik- perang eskalasi ke ba-el mandeb, minyak 120-150$- rupiah anjlok- demo masal- wug gumi e", "post_id": "2067437100862263707"}}, {"key": "Capitalisborju", "attributes": {"label": "Capitalisborju", "x": 17.979457537357302, "y": 851.1177908422088, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.5031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068162587674714443", "id": "Capitalisborju", "source": "tweet-000004", "content": "Sesat info ini sih,  investasi terbesar di sini itu dari Singapura,  kemarin dikuras sebagian dibawa pulang,  IHSG & Rupiah anjlok mumpung kmrin ada isu perang & minyak naik... Singapura baik2 saja. Ga perlu nyenengin hati negeri kita baik2 saja.", "post_id": "2068162587674714443"}}, {"key": "PutraMataSatu", "attributes": {"label": "PutraMataSatu", "x": 574.090836476225, "y": 671.8136428808527, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.5307, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068162587674714443", "id": "PutraMataSatu", "source": "tweet-000004", "content": "Sesat info ini sih,  investasi terbesar di sini itu dari Singapura,  kemarin dikuras sebagian dibawa pulang,  IHSG & Rupiah anjlok mumpung kmrin ada isu perang & minyak naik... Singapura baik2 saja. Ga perlu nyenengin hati negeri kita baik2 saja.", "post_id": "2068162587674714443"}}, {"key": "Arbiyumi", "attributes": {"label": "Arbiyumi", "x": 673.9286134733572, "y": 235.38928638485913, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.5031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069607386248360213", "id": "Arbiyumi", "source": "tweet-000004", "content": "Saat harga minyak jatoh ringgit malaysia naik bang, kyak nya bkn karna harga minyak rupiah melemah tapi trust pemodal terhadap kebijakan purbaya tdk ada", "post_id": "2069607386248360213"}}, {"key": "bakuldimsum_", "attributes": {"label": "bakuldimsum_", "x": 349.58998859374566, "y": 251.79220073580723, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.5307, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069607386248360213", "id": "bakuldimsum_", "source": "tweet-000004", "content": "Saat harga minyak jatoh ringgit malaysia naik bang, kyak nya bkn karna harga minyak rupiah melemah tapi trust pemodal terhadap kebijakan purbaya tdk ada", "post_id": "2069607386248360213"}}, {"key": "RadioSmartFM", "attributes": {"label": "RadioSmartFM", "x": 172.39877097550104, "y": 926.4373627101081, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.5031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068937027630801055", "id": "RadioSmartFM", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah pada Senin pagi bergerak melemah 0,05 persen menjadi Rp17.813 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya Rp17.804 per dolar AS.\n\nAnalis Bank Woori Saudara Rully Nova menyatakan pelemahan rupiah dipicu meningkatnya harga minyak dunia.\n\n#SmartNews  https://t.co/i078Lopzin", "post_id": "2068937027630801055"}}, {"key": "antaranews", "attributes": {"label": "antaranews", "x": 291.0375998219744, "y": 127.18660880230814, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.5307, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068937027630801055", "id": "antaranews", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah pada Senin pagi bergerak melemah 0,05 persen menjadi Rp17.813 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya Rp17.804 per dolar AS.\n\nAnalis Bank Woori Saudara Rully Nova menyatakan pelemahan rupiah dipicu meningkatnya harga minyak dunia.\n\n#SmartNews  https://t.co/i078Lopzin", "post_id": "2068937027630801055"}}, {"key": "kangsurya85", "attributes": {"label": "kangsurya85", "x": 391.6034518251178, "y": 325.0089763549874, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.5031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069790384755282085", "id": "kangsurya85", "source": "tweet-000004", "content": "Ganti anak buahnya sendiri aja ngaku hal yg susah. Bagaimana mau selesaikan persoalan besar Republik ini sprt mengakhiri korupsi berjamaah, jutaan rakyat nganggur, mafia minyak / pertambangan, anjlok nya kurs rupiah dan tipisnya cadangan devisa Negara. SUSAH BANGET DONK, CUY!!!.", "post_id": "2069790384755282085"}}, {"key": "tempodotco", "attributes": {"label": "tempodotco", "x": 201.84611715592936, "y": 812.9411453521701, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.5307, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069790384755282085", "id": "tempodotco", "source": "tweet-000004", "content": "Ganti anak buahnya sendiri aja ngaku hal yg susah. Bagaimana mau selesaikan persoalan besar Republik ini sprt mengakhiri korupsi berjamaah, jutaan rakyat nganggur, mafia minyak / pertambangan, anjlok nya kurs rupiah dan tipisnya cadangan devisa Negara. SUSAH BANGET DONK, CUY!!!.", "post_id": "2069790384755282085"}}, {"key": "ahmadfaisal86", "attributes": {"label": "ahmadfaisal86", "x": 641.7003819398767, "y": 105.27364059619637, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.5031, "eigenvector": 199.9999, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "2069369702363906346", "id": "ahmadfaisal86", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoh. Emang rupiah melemah disengaja pemerintah utk menindas rakyat? 🤣\n\nKalau pajak naik dianggap menisdas iya. Tp mana buktinya pemerintah Prabowo menaikan pajak? 🤣\n\nSembako naik krn hrg dr petani yg naik, Petani senang \n\npertamax naik utk org kaya krn Minyak dunia yg naik", "post_id": "2069369702363906346"}}, {"key": "8_FERRY_8", "attributes": {"label": "8_FERRY_8", "x": 700.9187814782526, "y": 822.0395026975818, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.01, "eigenvector": 199.9999, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069369702363906346", "id": "8_FERRY_8", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoh. Emang rupiah melemah disengaja pemerintah utk menindas rakyat? 🤣\n\nKalau pajak naik dianggap menisdas iya. Tp mana buktinya pemerintah Prabowo menaikan pajak? 🤣\n\nSembako naik krn hrg dr petani yg naik, Petani senang \n\npertamax naik utk org kaya krn Minyak dunia yg naik", "post_id": "2069369702363906346"}}, {"key": "BANGSAygSUJUD", "attributes": {"label": "BANGSAygSUJUD", "x": 235.6554240361054, "y": 994.8253103738917, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.01, "eigenvector": 199.9999, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069369702363906346", "id": "BANGSAygSUJUD", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoh. Emang rupiah melemah disengaja pemerintah utk menindas rakyat? 🤣\n\nKalau pajak naik dianggap menisdas iya. Tp mana buktinya pemerintah Prabowo menaikan pajak? 🤣\n\nSembako naik krn hrg dr petani yg naik, Petani senang \n\npertamax naik utk org kaya krn Minyak dunia yg naik", "post_id": "2069369702363906346"}}, {"key": "Kaum__Jelata", "attributes": {"label": "Kaum__Jelata", "x": 731.6433707637307, "y": 18.61112243728136, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.01, "eigenvector": 199.9999, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069369702363906346", "id": "Kaum__Jelata", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoh. Emang rupiah melemah disengaja pemerintah utk menindas rakyat? 🤣\n\nKalau pajak naik dianggap menisdas iya. Tp mana buktinya pemerintah Prabowo menaikan pajak? 🤣\n\nSembako naik krn hrg dr petani yg naik, Petani senang \n\npertamax naik utk org kaya krn Minyak dunia yg naik", "post_id": "2069369702363906346"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 99.40287656106861, "y": 803.0132909039295, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.01, "eigenvector": 199.9999, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069369702363906346", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoh. Emang rupiah melemah disengaja pemerintah utk menindas rakyat? 🤣\n\nKalau pajak naik dianggap menisdas iya. Tp mana buktinya pemerintah Prabowo menaikan pajak? 🤣\n\nSembako naik krn hrg dr petani yg naik, Petani senang \n\npertamax naik utk org kaya krn Minyak dunia yg naik", "post_id": "2069369702363906346"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 927.2546873544125, "y": 824.9244869092561, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 28.701, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3922861174195189409_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (19/6/2026), turun 10 poin atau sekitar 0,06 persen ke level Rp17.804 per USD.\n\nAnalis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sentimen datang dari eksternal yakni pasar global telah membaik secara signifikan sejak Washington dan Teheran menandatangani kesepakatan sementara yang bertujuan untuk mengakhiri permusuhan dan memulihkan navigasi komersial melalui Selat Hormuz, jalur air vital yang biasanya mengangkut sekitar seperlima pengiriman minyak global.\n\n\"Kesepakatan tersebut telah meningkatkan harapan bahwa jutaan barel minyak mentah yang terdampar secara bertahap dapat kembali ke pasar internasional dalam beberapa minggu dan bulan mendatang,\" ujar Ibrahim dalam risetnya, Jumat (19/6/2026).\n\nAS menyatakan telah mencabut blokade terhadap Iran pada hari Kamis seiring berlakunya kesepakatan sementara tersebut. Kapal-kapal yang membawa minyak yang terdampar mulai keluar dari jalur air tersebut pada hari Kamis, menurut laporan.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/rupiah-ditutup-tertekan-ke-rp17804-per-usd-usai-the-fed-tahan-suku-bunga\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Istimewa \n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #rupiah", "post_id": "3922861174195189409_3310659452"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 69.79766579207347, "y": 430.1658894561143, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 28.701, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3923027569910497111_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah dibuka melemah 43 poin ke level Rp17.837 per dolar AS pada perdagangan hari ini. 📊\n\nPelemahan rupiah terjadi meski Bank Indonesia telah menaikkan BI-Rate menjadi 5,75%. Tekanan datang dari penguatan dolar AS seiring meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pasca-FOMC. \n\nSelain itu, kekhawatiran pasar terhadap belum pulihnya pasokan minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah turut menopang penguatan dolar AS. ⛽\n\nAnalis memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.800–Rp17.900 per dolar AS. 📈\n\nSumber: katadata.co.id, 19 Juni 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp). 🤝\n\n#mancingsaham #Rupiah #DolarAS #TheFed #BIRate #BankIndonesia #FOMC #IHSG #Investasi #MarketUpdate", "post_id": "3923027569910497111_52512310886"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 373.19037499609607, "y": 428.8687647610507, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 110.0189, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3924832264409941756_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah melemah 0,12% ke Rp17.812/US$ pada Senin pagi (22/6/2026), seiring penguatan dolar AS dan pelemahan mayoritas mata uang Asia di tengah kembali meningkatnya tensi geopolitik AS–Iran yang mendorong penguatan aset safe haven.\n\nSementara itu, IHSG dibuka menguat 0,65% ke level 6.217, lebih baik dari bursa Asia yang cenderung mixed, ditopang sentimen MSCI dan penguatan teknikal, meski pasar masih mencermati risiko global dan harga minyak.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#rupiah #dolar #ihsg #saham #bloombergtechnoz", "post_id": "3924832264409941756_51748745734"}}, {"key": "19585064872", "attributes": {"label": "19585064872", "x": 531.5992413268481, "y": 210.31060487717124, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "19585064872", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "visualiterasi", "attributes": {"label": "visualiterasi", "x": 482.84243469625164, "y": 81.93393095144708, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 30.5307, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "visualiterasi", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "folknomic", "attributes": {"label": "folknomic", "x": 171.31789119015417, "y": 413.9207048103267, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomic", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "folknomics", "attributes": {"label": "folknomics", "x": 708.1736316572699, "y": 376.77239662845454, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.5307, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomics", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 533.6740960757124, "y": 252.7911549910795, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NQMO4fZyl70", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Sampai Kapan Subsidi BBM Bisa Bertahan di Tengah Naiknya Harga BBM dan Rupiah Melemah?\n\nKABARBURSA.COM — Menjelang pembahasan RAPBN 2027, pemerintah kembali dihadapkan pada dilema subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap rupiah. Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,6 triliun, angka yang menjaga daya beli masyarakat namun juga mempersempit ruang fiskal untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan. Ketergantungan Indonesia pada impor energi membuat beban subsidi otomatis membesar setiap kali harga minyak dunia naik dan rupiah melemah.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut langsung biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, dan kesehatan APBN jangka panjang. Saksikan ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#subsidibbm #rapbn2027 #subsidienergi #hargabbm #apbn #fiskalindonesia #kementeriankeuangan #ekonomiindonesia #rupiah #hargaminyakdunia #kebijakanenergi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "NQMO4fZyl70"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 487.09805881633594, "y": 991.7633160031693, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.5307, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NQMO4fZyl70", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Sampai Kapan Subsidi BBM Bisa Bertahan di Tengah Naiknya Harga BBM dan Rupiah Melemah?\n\nKABARBURSA.COM — Menjelang pembahasan RAPBN 2027, pemerintah kembali dihadapkan pada dilema subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap rupiah. Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,6 triliun, angka yang menjaga daya beli masyarakat namun juga mempersempit ruang fiskal untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan. Ketergantungan Indonesia pada impor energi membuat beban subsidi otomatis membesar setiap kali harga minyak dunia naik dan rupiah melemah.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut langsung biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, dan kesehatan APBN jangka panjang. Saksikan ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#subsidibbm #rapbn2027 #subsidienergi #hargabbm #apbn #fiskalindonesia #kementeriankeuangan #ekonomiindonesia #rupiah #hargaminyakdunia #kebijakanenergi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "NQMO4fZyl70"}}, {"key": "@rajkazh", "attributes": {"label": "@rajkazh", "x": 856.9621106718221, "y": 799.1041875794725, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "sOPcP61F9IY", "id": "@rajkazh", "source": "youtube-000001", "content": "Hari Keputusan The Fed, Kesepakatan AS-Iran Ditandatangani, Minyak di Bawah $80, Rupiah Menguat, ...\n\n\nPasar global memasuki Hari Keputusan Fed dengan harga minyak turun di bawah $80, dolar melemah, dan investor mencerna perjanjian AS-Iran yang ditandatangani secara elektronik sebelum upacara formalnya di Swiss. India terus diuntungkan dari penurunan harga minyak mentah karena rupee menguat untuk sesi ketiga berturut-turut, imbal hasil obligasi menurun, dan Nifty mendekati angka 24.000. Sementara itu, Bank of Japan memberikan suku bunga kebijakan 1% pertamanya sejak 1995, data terbaru China menyoroti permintaan konsumen yang lemah meskipun manufaktur tetap tangguh, dan indikator sentimen Eropa mengejutkan dengan peningkatan. Dengan Kevin Warsh menyampaikan keputusan kebijakan Federal Reserve pertamanya, pasar kurang fokus pada suku bunga dan lebih pada pesan yang disampaikan. Setelah seminggu di mana geopolitik mencuri perhatian, para bankir sentral akhirnya mendapat giliran mereka—dengan asumsi berita utama mendukung.\n\n#FederalReserve #FOMC #KevinWarsh #KesepakatanASIran #HargaMinyak #PasarIndia #Rupee #Nifty50 #BOJ #BankOfJapan #IndeksDolar #EkonomiChina #MakroGlobal #ProspekEkonomi #Kazedge", "post_id": "sOPcP61F9IY"}}, {"key": "AlgoTradingChampionsCommunity", "attributes": {"label": "AlgoTradingChampionsCommunity", "x": 385.2784036336978, "y": 642.5224460993547, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.5307, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sOPcP61F9IY", "id": "AlgoTradingChampionsCommunity", "source": "youtube-000001", "content": "Hari Keputusan The Fed, Kesepakatan AS-Iran Ditandatangani, Minyak di Bawah $80, Rupiah Menguat, ...\n\n\nPasar global memasuki Hari Keputusan Fed dengan harga minyak turun di bawah $80, dolar melemah, dan investor mencerna perjanjian AS-Iran yang ditandatangani secara elektronik sebelum upacara formalnya di Swiss. India terus diuntungkan dari penurunan harga minyak mentah karena rupee menguat untuk sesi ketiga berturut-turut, imbal hasil obligasi menurun, dan Nifty mendekati angka 24.000. Sementara itu, Bank of Japan memberikan suku bunga kebijakan 1% pertamanya sejak 1995, data terbaru China menyoroti permintaan konsumen yang lemah meskipun manufaktur tetap tangguh, dan indikator sentimen Eropa mengejutkan dengan peningkatan. Dengan Kevin Warsh menyampaikan keputusan kebijakan Federal Reserve pertamanya, pasar kurang fokus pada suku bunga dan lebih pada pesan yang disampaikan. Setelah seminggu di mana geopolitik mencuri perhatian, para bankir sentral akhirnya mendapat giliran mereka—dengan asumsi berita utama mendukung.\n\n#FederalReserve #FOMC #KevinWarsh #KesepakatanASIran #HargaMinyak #PasarIndia #Rupee #Nifty50 #BOJ #BankOfJapan #IndeksDolar #EkonomiChina #MakroGlobal #ProspekEkonomi #Kazedge", "post_id": "sOPcP61F9IY"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 898.2173282986752, "y": 335.8205029770124, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "thCSiEpdLE4", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Polri Minta Tambahan Anggaran Rp 66,1 Triliun di 2027, Singgung BBM Naik & Rupiah Melemah\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV – Kepolisian Negara Republik Indonesia mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 66,1 triliun untuk tahun anggaran 2027.\n\nHal ini disampaikan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan pada Rabu (17/6/2026).\n\n\"Pagu indikatif Polri tahun anggaran 2027 telah ditetapkan sebesar Rp118 triliun rupiah. Jika dibandingkan usulan kebutuhan ideal Polri tahun anggaran 2027 sebesar Rp178 triliun rupiah, baru terpenuhi 66,4 persen,\" kata Dedi.\n\nDedi menyampaikan bahwa pihaknya juga telah melakukan penyesuaian terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, sehingga kebutuhan ideal anggaran Polri kembali meningkat.\n\n\"Setelah dilakukan rasionalisasi dengan perhitungan kenaikan harga BBM dan kurs rupiah terhadap dollar AS saat ini, maka kebutuhan ideal anggaran Polri untuk tahun anggaran 2027 naik sebesar Rp 184 triliun rupiah,\" ujar Dedi.\n\nProduser: Theo Reza\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "thCSiEpdLE4"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 786.2641870698546, "y": 238.99160646116036, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.5307, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "thCSiEpdLE4", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Polri Minta Tambahan Anggaran Rp 66,1 Triliun di 2027, Singgung BBM Naik & Rupiah Melemah\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV – Kepolisian Negara Republik Indonesia mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 66,1 triliun untuk tahun anggaran 2027.\n\nHal ini disampaikan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan pada Rabu (17/6/2026).\n\n\"Pagu indikatif Polri tahun anggaran 2027 telah ditetapkan sebesar Rp118 triliun rupiah. Jika dibandingkan usulan kebutuhan ideal Polri tahun anggaran 2027 sebesar Rp178 triliun rupiah, baru terpenuhi 66,4 persen,\" kata Dedi.\n\nDedi menyampaikan bahwa pihaknya juga telah melakukan penyesuaian terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, sehingga kebutuhan ideal anggaran Polri kembali meningkat.\n\n\"Setelah dilakukan rasionalisasi dengan perhitungan kenaikan harga BBM dan kurs rupiah terhadap dollar AS saat ini, maka kebutuhan ideal anggaran Polri untuk tahun anggaran 2027 naik sebesar Rp 184 triliun rupiah,\" ujar Dedi.\n\nProduser: Theo Reza\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "thCSiEpdLE4"}}, {"key": "@genpico", "attributes": {"label": "@genpico", "x": 514.9812658518567, "y": 889.3128053542314, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "5ZP8vjOojlk", "id": "@genpico", "source": "youtube-000001", "content": "Gantikan Luhut, AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Whoosh\n\nStruktur kepemimpinan Kereta Cepat Jakarta-Bandung resmi dirombak. Melalui Perpres Nomor 29 Tahun 2026, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi ditunjuk sebagai Ketua Komite Whoosh menggantikan posisi Luhut Binsar Pandjaitan. ?Penyesuaian di bawah Kabinet Merah Putih ini memberikan tanggung jawab besar kepada Menko AHY. Bersama jajaran menteri anggota komite, tugas utamanya adalah merumuskan langkah strategis dan mengatasi masalah pembengkakan biaya (cost overrun) proyek Whoosh.\n\n \n\nSimak video selengkapnya di sini! \n\n \n\n#AgusHarimurtiYudhoyono #AHY #LuhutBinsarPandjaitan #Whoosh \n\n \n\nBACA JUGA: Rupiah Melemah Rp 17.881 per Dolar AS, Dipicu Gejolak Harga Minyak dan The Fed\n\n \n\nBaca selengkapnya:\n\nhttps://www.genpi.co/ekonomi/281512/r...\n\n \n\nFOLLOW US:\n\nInstagram :  \n\nFanpage Facebook : GenPIco\n\nTikTok:", "post_id": "5ZP8vjOojlk"}}, {"key": "Genpicomedia", "attributes": {"label": "Genpicomedia", "x": 292.25747529118826, "y": 461.3525355139668, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.5169, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5ZP8vjOojlk", "id": "Genpicomedia", "source": "youtube-000001", "content": "Gantikan Luhut, AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Whoosh\n\nStruktur kepemimpinan Kereta Cepat Jakarta-Bandung resmi dirombak. Melalui Perpres Nomor 29 Tahun 2026, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi ditunjuk sebagai Ketua Komite Whoosh menggantikan posisi Luhut Binsar Pandjaitan. ?Penyesuaian di bawah Kabinet Merah Putih ini memberikan tanggung jawab besar kepada Menko AHY. Bersama jajaran menteri anggota komite, tugas utamanya adalah merumuskan langkah strategis dan mengatasi masalah pembengkakan biaya (cost overrun) proyek Whoosh.\n\n \n\nSimak video selengkapnya di sini! \n\n \n\n#AgusHarimurtiYudhoyono #AHY #LuhutBinsarPandjaitan #Whoosh \n\n \n\nBACA JUGA: Rupiah Melemah Rp 17.881 per Dolar AS, Dipicu Gejolak Harga Minyak dan The Fed\n\n \n\nBaca selengkapnya:\n\nhttps://www.genpi.co/ekonomi/281512/r...\n\n \n\nFOLLOW US:\n\nInstagram :  \n\nFanpage Facebook : GenPIco\n\nTikTok:", "post_id": "5ZP8vjOojlk"}}, {"key": "genpicomedia", "attributes": {"label": "genpicomedia", "x": 217.49511568603208, "y": 297.5033083389834, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.5169, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5ZP8vjOojlk", "id": "genpicomedia", "source": "youtube-000001", "content": "Gantikan Luhut, AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Whoosh\n\nStruktur kepemimpinan Kereta Cepat Jakarta-Bandung resmi dirombak. Melalui Perpres Nomor 29 Tahun 2026, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi ditunjuk sebagai Ketua Komite Whoosh menggantikan posisi Luhut Binsar Pandjaitan. ?Penyesuaian di bawah Kabinet Merah Putih ini memberikan tanggung jawab besar kepada Menko AHY. Bersama jajaran menteri anggota komite, tugas utamanya adalah merumuskan langkah strategis dan mengatasi masalah pembengkakan biaya (cost overrun) proyek Whoosh.\n\n \n\nSimak video selengkapnya di sini! \n\n \n\n#AgusHarimurtiYudhoyono #AHY #LuhutBinsarPandjaitan #Whoosh \n\n \n\nBACA JUGA: Rupiah Melemah Rp 17.881 per Dolar AS, Dipicu Gejolak Harga Minyak dan The Fed\n\n \n\nBaca selengkapnya:\n\nhttps://www.genpi.co/ekonomi/281512/r...\n\n \n\nFOLLOW US:\n\nInstagram :  \n\nFanpage Facebook : GenPIco\n\nTikTok:", "post_id": "5ZP8vjOojlk"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "attributes": {"label": "@TribunnewsSurya", "x": 960.7029952680356, "y": 94.31714354247322, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5031, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "IGj-TnGOKOk", "id": "@TribunnewsSurya", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah dan BBM Naik, Mahasiswa Desak DPRD Jombang Membuka Data Kondisi Ekonomi Masyarakat\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nHost : Septyana Eka\nVP : Reza P\nReporter : Anggit Widodo\n\nJOMBANG - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Melihat Indonesia, menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Jombang pada Jumat (19/6/2026).\n\nMereka mendesak DPRD dan Pemerintah Kabupaten Jombang, untuk mengambil langkah konkret dalam mengantisipasi dampak gejolak ekonomi global yang mulai dirasakan oleh masyarakat.\n\nAksi tersebut diikuti oleh kader DPC GMNI Jombang dan BEM Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang. \n\nMassa aksi menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah, serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), yang dinilai berpotensi meningkatkan beban ekonomi masyarakat, khususnya kelompok rentan.\n\nKetua DPC GMNI Jombang, Daffa Raihananta, menyatakan bahwa kondisi ekonomi nasional dan global perlu segera dipetakan dampaknya di tingkat daerah. \n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "IGj-TnGOKOk"}}, {"key": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "tribunnewssurya", "x": 733.4297437769925, "y": 502.6706661486734, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 58.5859, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "IGj-TnGOKOk", "id": "tribunnewssurya", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah dan BBM Naik, Mahasiswa Desak DPRD Jombang Membuka Data Kondisi Ekonomi Masyarakat\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nHost : Septyana Eka\nVP : Reza P\nReporter : Anggit Widodo\n\nJOMBANG - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Melihat Indonesia, menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Jombang pada Jumat (19/6/2026).\n\nMereka mendesak DPRD dan Pemerintah Kabupaten Jombang, untuk mengambil langkah konkret dalam mengantisipasi dampak gejolak ekonomi global yang mulai dirasakan oleh masyarakat.\n\nAksi tersebut diikuti oleh kader DPC GMNI Jombang dan BEM Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang. \n\nMassa aksi menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah, serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), yang dinilai berpotensi meningkatkan beban ekonomi masyarakat, khususnya kelompok rentan.\n\nKetua DPC GMNI Jombang, Daffa Raihananta, menyatakan bahwa kondisi ekonomi nasional dan global perlu segera dipetakan dampaknya di tingkat daerah. \n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "IGj-TnGOKOk"}}, {"key": "@tribunmaduraofficial", "attributes": {"label": "@tribunmaduraofficial", "x": 444.9587587623645, "y": 125.88265666204002, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5031, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NpsGCOjerBs", "id": "@tribunmaduraofficial", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah dan BBM Naik, Mahasiswa Desak DPRD Jombang Membuka Data Kondisi Ekonomi Masyarakat\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nHost : Septyana Eka\nVP : Reza P\nReporter : Anggit Widodo\n\nJOMBANG - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Melihat Indonesia, menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Jombang pada Jumat (19/6/2026).\n\nMereka mendesak DPRD dan Pemerintah Kabupaten Jombang, untuk mengambil langkah konkret dalam mengantisipasi dampak gejolak ekonomi global yang mulai dirasakan oleh masyarakat.\n\nAksi tersebut diikuti oleh kader DPC GMNI Jombang dan BEM Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang. \n\nMassa aksi menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah, serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), yang dinilai berpotensi meningkatkan beban ekonomi masyarakat, khususnya kelompok rentan.\n\nKetua DPC GMNI Jombang, Daffa Raihananta, menyatakan bahwa kondisi ekonomi nasional dan global perlu segera dipetakan dampaknya di tingkat daerah. \n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "NpsGCOjerBs"}}, {"key": "@suryamalangcom", "attributes": {"label": "@suryamalangcom", "x": 378.8221987795075, "y": 355.8841280463193, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5031, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "rT6lbJGN7SQ", "id": "@suryamalangcom", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah dan BBM Naik, Mahasiswa Desak DPRD Jombang Membuka Data Kondisi Ekonomi Masyarakat\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nHost : Septyana Eka\nVP : Reza P\nReporter : Anggit Widodo\n\nJOMBANG - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Melihat Indonesia, menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Jombang pada Jumat (19/6/2026).\n\nMereka mendesak DPRD dan Pemerintah Kabupaten Jombang, untuk mengambil langkah konkret dalam mengantisipasi dampak gejolak ekonomi global yang mulai dirasakan oleh masyarakat.\n\nAksi tersebut diikuti oleh kader DPC GMNI Jombang dan BEM Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang. \n\nMassa aksi menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah, serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), yang dinilai berpotensi meningkatkan beban ekonomi masyarakat, khususnya kelompok rentan.\n\nKetua DPC GMNI Jombang, Daffa Raihananta, menyatakan bahwa kondisi ekonomi nasional dan global perlu segera dipetakan dampaknya di tingkat daerah. \n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA\nWEBSITE: \nhttp://suryamalang.com/ \n\nINSTAGRAM:\n  / suryamalang  \n\nFACEBOOK:\n  / suryamalang.tribun  \n\n#suryamalang\n#malang\n#ngalam", "post_id": "rT6lbJGN7SQ"}}], "edges": [{"key": "Parlecoid", "source": "Parlecoid", "target": "asatunews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "MalauSion_", "source": "MalauSion_", "target": "ardisatriawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bickysianzu", "source": "bickysianzu", "target": "hoteliercrypto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Capitalisborju", "source": "Capitalisborju", "target": "PutraMataSatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Arbiyumi", "source": "Arbiyumi", "target": "bakuldimsum_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RadioSmartFM", "source": "RadioSmartFM", "target": "antaranews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kangsurya85", "source": "kangsurya85", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ahmadfaisal86", "source": "ahmadfaisal86", "target": "8_FERRY_8", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ahmadfaisal86", "source": "ahmadfaisal86", "target": "BANGSAygSUJUD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ahmadfaisal86", "source": "ahmadfaisal86", "target": "Kaum__Jelata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ahmadfaisal86", "source": "ahmadfaisal86", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "19585064872", "source": "19585064872", "target": "visualiterasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "folknomic", "source": "folknomic", "target": "folknomics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@rajkazh", "source": "@rajkazh", "target": "AlgoTradingChampionsCommunity", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@genpico", "source": "@genpico", "target": "Genpicomedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@genpico", "source": "@genpico", "target": "genpicomedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunmaduraofficial", "source": "@tribunmaduraofficial", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@suryamalangcom", "source": "@suryamalangcom", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}