{"nodes": [{"key": "autojsx", "attributes": {"label": "autojsx", "x": 247.24053105890874, "y": 451.68487092034235, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068371363413557425", "id": "autojsx", "source": "retweet-000002", "content": "Betul, penyakitnya di kebijakan fiskal.\nRupiah melemah itu gejala dari penyakitnya atau symptoms dari penyakit fiskal.\n\nBuka…", "post_id": "2068371363413557425"}}, {"key": "ferrykoto", "attributes": {"label": "ferrykoto", "x": 239.88368598233345, "y": 437.2820680264731, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 20.6584, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 10, "out_degree": 1, "degree": 11}, "_id": "2068371363413557425", "id": "ferrykoto", "source": "retweet-000002", "content": "Betul, penyakitnya di kebijakan fiskal.\nRupiah melemah itu gejala dari penyakitnya atau symptoms dari penyakit fiskal.\n\nBuka…", "post_id": "2068371363413557425"}}, {"key": "akucintaistriku", "attributes": {"label": "akucintaistriku", "x": 866.381707486824, "y": 633.7324368250115, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068364297122779419", "id": "akucintaistriku", "source": "retweet-000002", "content": "Betul, penyakitnya di kebijakan fiskal.\nRupiah melemah itu gejala dari penyakitnya atau symptoms dari penyakit fiskal.\n\nBuka…", "post_id": "2068364297122779419"}}, {"key": "trinugroho162", "attributes": {"label": "trinugroho162", "x": 573.9928466150536, "y": 796.5463948575397, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068454692657762334", "id": "trinugroho162", "source": "retweet-000002", "content": "Betul, penyakitnya di kebijakan fiskal.\nRupiah melemah itu gejala dari penyakitnya atau symptoms dari penyakit fiskal.\n\nBuka…", "post_id": "2068454692657762334"}}, {"key": "rakabuning", "attributes": {"label": "rakabuning", "x": 183.1973428101461, "y": 894.9827197057376, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068222614351528292", "id": "rakabuning", "source": "retweet-000002", "content": "Betul, penyakitnya di kebijakan fiskal.\nRupiah melemah itu gejala dari penyakitnya atau symptoms dari penyakit fiskal.\n\nBuka…", "post_id": "2068222614351528292"}}, {"key": "Brutus_Istn2045", "attributes": {"label": "Brutus_Istn2045", "x": 30.606263985884286, "y": 725.188985165107, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068378837025771541", "id": "Brutus_Istn2045", "source": "retweet-000002", "content": "Betul, penyakitnya di kebijakan fiskal.\nRupiah melemah itu gejala dari penyakitnya atau symptoms dari penyakit fiskal.\n\nBuka…", "post_id": "2068378837025771541"}}, {"key": "fsaidhamzah", "attributes": {"label": "fsaidhamzah", "x": 315.9513938407305, "y": 156.71550036672744, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069348922015801573", "id": "fsaidhamzah", "source": "tweet-000004", "content": "Kurs USD ke Rupiah tidak akan turun,\nKondisi Rupiah saat ini sedang cenderung melemah,\npara investor asing sudah muak dan tidak percaya dengan kelakuan koeching.\nsaat ini BI hanya membakar devisa saja untuk menguatkan rupiah.\nSepanjang 2026 (Januari–Mei): Cadangan devisa turun https://t.co/yjIQEKDmLQ", "post_id": "2069348922015801573"}}, {"key": "Dara_Cega", "attributes": {"label": "Dara_Cega", "x": 701.2725779743021, "y": 928.6055700727723, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.2298, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069348922015801573", "id": "Dara_Cega", "source": "tweet-000004", "content": "Kurs USD ke Rupiah tidak akan turun,\nKondisi Rupiah saat ini sedang cenderung melemah,\npara investor asing sudah muak dan tidak percaya dengan kelakuan koeching.\nsaat ini BI hanya membakar devisa saja untuk menguatkan rupiah.\nSepanjang 2026 (Januari–Mei): Cadangan devisa turun https://t.co/yjIQEKDmLQ", "post_id": "2069348922015801573"}}, {"key": "Maikel_USMC", "attributes": {"label": "Maikel_USMC", "x": 95.71599386221929, "y": 843.0771690476898, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069368261448552718", "id": "Maikel_USMC", "source": "tweet-000004", "content": "Bukan karena MBG permasalahan disini. 😁 Seharusnya pemerintah meningkatkan produksi ekspor komoditi sumber daya alam unggulan penghasil devisa terbesar negara dan transaksi penjualan komoditi ekspor tersebut dilakukan dengan mata uang USD. Jika ini dilakukan rupiah pasti menguat", "post_id": "2069368261448552718"}}, {"key": "beyouthe", "attributes": {"label": "beyouthe", "x": 494.15670721042346, "y": 822.9082472451871, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.4202, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069368261448552718", "id": "beyouthe", "source": "tweet-000004", "content": "Bukan karena MBG permasalahan disini. 😁 Seharusnya pemerintah meningkatkan produksi ekspor komoditi sumber daya alam unggulan penghasil devisa terbesar negara dan transaksi penjualan komoditi ekspor tersebut dilakukan dengan mata uang USD. Jika ini dilakukan rupiah pasti menguat", "post_id": "2069368261448552718"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 217.7867684856284, "y": 149.06535795611063, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.2298, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069368261448552718", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Bukan karena MBG permasalahan disini. 😁 Seharusnya pemerintah meningkatkan produksi ekspor komoditi sumber daya alam unggulan penghasil devisa terbesar negara dan transaksi penjualan komoditi ekspor tersebut dilakukan dengan mata uang USD. Jika ini dilakukan rupiah pasti menguat", "post_id": "2069368261448552718"}}, {"key": "kangsurya85", "attributes": {"label": "kangsurya85", "x": 478.91905160780334, "y": 661.443663450673, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069790384755282085", "id": "kangsurya85", "source": "tweet-000004", "content": "Ganti anak buahnya sendiri aja ngaku hal yg susah. Bagaimana mau selesaikan persoalan besar Republik ini sprt mengakhiri korupsi berjamaah, jutaan rakyat nganggur, mafia minyak / pertambangan, anjlok nya kurs rupiah dan tipisnya cadangan devisa Negara. SUSAH BANGET DONK, CUY!!!.", "post_id": "2069790384755282085"}}, {"key": "tempodotco", "attributes": {"label": "tempodotco", "x": 155.71795063756434, "y": 372.1933553654926, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.2298, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069790384755282085", "id": "tempodotco", "source": "tweet-000004", "content": "Ganti anak buahnya sendiri aja ngaku hal yg susah. Bagaimana mau selesaikan persoalan besar Republik ini sprt mengakhiri korupsi berjamaah, jutaan rakyat nganggur, mafia minyak / pertambangan, anjlok nya kurs rupiah dan tipisnya cadangan devisa Negara. SUSAH BANGET DONK, CUY!!!.", "post_id": "2069790384755282085"}}, {"key": "Just_MasBima", "attributes": {"label": "Just_MasBima", "x": 229.6709488637204, "y": 84.39836666293921, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069527607629213718", "id": "Just_MasBima", "source": "tweet-000004", "content": "TDL mau gak mau naik karena faktor rupiah nya melemah dan 35.000 MW ini membelenggu PLN alias bleeding itu gw tanya2 an sama Ai minimal naik tarif 1700 alias 70 ribuan kalau harga Batubara DMO Naik faktor dollar + nyubsidi pelanggan 900 dan 450 yang dari jaman sby gak pernah naik", "post_id": "2069527607629213718"}}, {"key": "BudiBukanIntel", "attributes": {"label": "BudiBukanIntel", "x": 436.27913465344136, "y": 385.7079071230477, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.2298, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069527607629213718", "id": "BudiBukanIntel", "source": "tweet-000004", "content": "TDL mau gak mau naik karena faktor rupiah nya melemah dan 35.000 MW ini membelenggu PLN alias bleeding itu gw tanya2 an sama Ai minimal naik tarif 1700 alias 70 ribuan kalau harga Batubara DMO Naik faktor dollar + nyubsidi pelanggan 900 dan 450 yang dari jaman sby gak pernah naik", "post_id": "2069527607629213718"}}, {"key": "aritj", "attributes": {"label": "aritj", "x": 855.5573751854571, "y": 611.1069342852188, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068279925908680989", "id": "aritj", "source": "tweet-000004", "content": "Cadangan devisa yang dihabiskan untuk menahan depresiasi Rupiah yang terlalu cepat dan terlalu dalam juga ga disebut. Padahal cadangan devisa lebih baik digunakan untuk memperbesar kapasitas ekspor impor kita.", "post_id": "2068279925908680989"}}, {"key": "dimarsasongko98", "attributes": {"label": "dimarsasongko98", "x": 190.2061967805655, "y": 675.0227010710735, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.2298, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068279925908680989", "id": "dimarsasongko98", "source": "tweet-000004", "content": "Cadangan devisa yang dihabiskan untuk menahan depresiasi Rupiah yang terlalu cepat dan terlalu dalam juga ga disebut. Padahal cadangan devisa lebih baik digunakan untuk memperbesar kapasitas ekspor impor kita.", "post_id": "2068279925908680989"}}, {"key": "xandreanda", "attributes": {"label": "xandreanda", "x": 457.4596237180232, "y": 571.2043754731519, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067560742010880399", "id": "xandreanda", "source": "tweet-000004", "content": "Pdhal fiskal aj bnerin pasti rupiah dan ihsg menguat", "post_id": "2067560742010880399"}}, {"key": "saptaipb", "attributes": {"label": "saptaipb", "x": 587.2507168589293, "y": 676.0996586602816, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.2298, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067560742010880399", "id": "saptaipb", "source": "tweet-000004", "content": "Pdhal fiskal aj bnerin pasti rupiah dan ihsg menguat", "post_id": "2067560742010880399"}}, {"key": "_ndiik", "attributes": {"label": "_ndiik", "x": 485.16454898370046, "y": 545.4697392624998, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067813906438148547", "id": "_ndiik", "source": "tweet-000004", "content": "kembalinya rupiah ke 13rb–14rb per dolar AS, angka realistis sblm badai fiskal kabinet baru.", "post_id": "2067813906438148547"}}, {"key": "menbrrr", "attributes": {"label": "menbrrr", "x": 895.8688887470394, "y": 314.66076390576615, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.8489, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2067813906438148547", "id": "menbrrr", "source": "tweet-000004", "content": "kembalinya rupiah ke 13rb–14rb per dolar AS, angka realistis sblm badai fiskal kabinet baru.", "post_id": "2067813906438148547"}}, {"key": "RohmatR48385843", "attributes": {"label": "RohmatR48385843", "x": 676.8423029764116, "y": 201.25214123936098, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068562147731525733", "id": "RohmatR48385843", "source": "tweet-000004", "content": "Batu baranya impor  dolarnya naik\nJadi suplay kepertamina tersendat\nKarena perubahan harga akibat dolar naik rupiah terkapar", "post_id": "2068562147731525733"}}, {"key": "Andiarief__", "attributes": {"label": "Andiarief__", "x": 545.8849372276418, "y": 223.8129974862698, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.2298, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068562147731525733", "id": "Andiarief__", "source": "tweet-000004", "content": "Batu baranya impor  dolarnya naik\nJadi suplay kepertamina tersendat\nKarena perubahan harga akibat dolar naik rupiah terkapar", "post_id": "2068562147731525733"}}, {"key": "Duwitmu", "attributes": {"label": "Duwitmu", "x": 513.2618408723458, "y": 202.7147979897338, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067617237192827122", "id": "Duwitmu", "source": "tweet-000004", "content": "Ada resiko stagflasi - bunga naik, kredit turun, ekonomi seret, sementara rupiah yg diharapkan menguat tidak kuat2 akibatnya inflasi impor terjadi.", "post_id": "2067617237192827122"}}, {"key": "karimakayyim", "attributes": {"label": "karimakayyim", "x": 885.6583805519418, "y": 192.22373174673956, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.2298, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067617237192827122", "id": "karimakayyim", "source": "tweet-000004", "content": "Ada resiko stagflasi - bunga naik, kredit turun, ekonomi seret, sementara rupiah yg diharapkan menguat tidak kuat2 akibatnya inflasi impor terjadi.", "post_id": "2067617237192827122"}}, {"key": "duketology_x", "attributes": {"label": "duketology_x", "x": 171.13955121957824, "y": 129.97895243859801, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067652852353475071", "id": "duketology_x", "source": "tweet-000004", "content": "rupiah melemah itu, bukannya minta dana apbn buat lu sawer ke sesama aparat ya. tp lbh ke penguatan devisa sm cashflow uang negara biar bisa muter di investasi negara kocag", "post_id": "2067652852353475071"}}, {"key": "ardisatriawan", "attributes": {"label": "ardisatriawan", "x": 701.6220131984215, "y": 411.34878592813186, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.2298, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067652852353475071", "id": "ardisatriawan", "source": "tweet-000004", "content": "rupiah melemah itu, bukannya minta dana apbn buat lu sawer ke sesama aparat ya. tp lbh ke penguatan devisa sm cashflow uang negara biar bisa muter di investasi negara kocag", "post_id": "2067652852353475071"}}, {"key": "black_tea07", "attributes": {"label": "black_tea07", "x": 272.472750184334, "y": 639.706702379972, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.1704, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068206483515552008", "id": "black_tea07", "source": "tweet-000004", "content": "Betul, penyakitnya di kebijakan fiskal.\nRupiah melemah itu gejala dari penyakitnya atau symptoms dari penyakit fiskal.\n\nBukannya penyakit diobati malah hanya fokus ke penurunan panas/demam dgn memberi paracetamol berulang,  yg ujungnya nanti ginjal, liver yang ambrol.", "post_id": "2068206483515552008"}}, {"key": "hanikedua", "attributes": {"label": "hanikedua", "x": 918.4434242806464, "y": 68.56263585463607, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0078, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "2068567368524337498", "id": "hanikedua", "source": "tweet-000004", "content": "-pupuk itu impor dan efek rupiah melemah jadi mahal otomatis produsen naikin harga jualnya, disini udah jelas bukan? letak sejahteranya itu dimana coba?", "post_id": "2068567368524337498"}}, {"key": "nemoozz22", "attributes": {"label": "nemoozz22", "x": 941.552842299272, "y": 374.1670603305314, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.3131, "eigenvector": 0.0078, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2068567368524337498", "id": "nemoozz22", "source": "tweet-000004", "content": "-pupuk itu impor dan efek rupiah melemah jadi mahal otomatis produsen naikin harga jualnya, disini udah jelas bukan? letak sejahteranya itu dimana coba?", "post_id": "2068567368524337498"}}, {"key": "shinesainn", "attributes": {"label": "shinesainn", "x": 138.8494978640653, "y": 976.6137316136105, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.3131, "eigenvector": 0.0078, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068567368524337498", "id": "shinesainn", "source": "tweet-000004", "content": "-pupuk itu impor dan efek rupiah melemah jadi mahal otomatis produsen naikin harga jualnya, disini udah jelas bukan? letak sejahteranya itu dimana coba?", "post_id": "2068567368524337498"}}, {"key": "shinebrightb", "attributes": {"label": "shinebrightb", "x": 151.41586684516096, "y": 427.5396489619545, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.3131, "eigenvector": 0.0078, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068567368524337498", "id": "shinebrightb", "source": "tweet-000004", "content": "-pupuk itu impor dan efek rupiah melemah jadi mahal otomatis produsen naikin harga jualnya, disini udah jelas bukan? letak sejahteranya itu dimana coba?", "post_id": "2068567368524337498"}}, {"key": "Dhiyamardhiya1", "attributes": {"label": "Dhiyamardhiya1", "x": 484.16190641284527, "y": 692.4949286669154, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.3131, "eigenvector": 0.0078, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2068567368524337498", "id": "Dhiyamardhiya1", "source": "tweet-000004", "content": "-pupuk itu impor dan efek rupiah melemah jadi mahal otomatis produsen naikin harga jualnya, disini udah jelas bukan? letak sejahteranya itu dimana coba?", "post_id": "2068567368524337498"}}, {"key": "tanyakanrl", "attributes": {"label": "tanyakanrl", "x": 895.4785718237293, "y": 786.5694298833504, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.3131, "eigenvector": 0.0078, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2068567368524337498", "id": "tanyakanrl", "source": "tweet-000004", "content": "-pupuk itu impor dan efek rupiah melemah jadi mahal otomatis produsen naikin harga jualnya, disini udah jelas bukan? letak sejahteranya itu dimana coba?", "post_id": "2068567368524337498"}}, {"key": "EximiusArtifex", "attributes": {"label": "EximiusArtifex", "x": 422.47836016299203, "y": 994.2421512826828, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067753010697322706", "id": "EximiusArtifex", "source": "tweet-000004", "content": "terima kasih udah bikin rupiah anjlok gt? kenapa ga dari awal dia bikin menguat, kenapa harus dilemahkn dulu? karena kebijakan fiskal dan moneter pemerintahan dia jelek, mbg jelek, lu juga jelwk", "post_id": "2067753010697322706"}}, {"key": "sinau2024", "attributes": {"label": "sinau2024", "x": 13.769358374948526, "y": 69.12014565539182, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068193698723344667", "id": "sinau2024", "source": "tweet-000004", "content": "Mengatasi Rupiah melemah tak bisa terus-terusan mengandalkan kenaikan suku bunga. Beban cicilan warga & operasional usaha adalah taruhannya.\n\nSolusi jangka panjang:\n✅ Efisiensi anggaran (program harus tepat guna).\n✅ Stabilitas fiskal.\n✅ Kepastian kebijakan.\n\nKetika risiko", "post_id": "2068193698723344667"}}, {"key": "bmartawardaya", "attributes": {"label": "bmartawardaya", "x": 400.6638267747703, "y": 879.6055053065327, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.2298, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068193698723344667", "id": "bmartawardaya", "source": "tweet-000004", "content": "Mengatasi Rupiah melemah tak bisa terus-terusan mengandalkan kenaikan suku bunga. Beban cicilan warga & operasional usaha adalah taruhannya.\n\nSolusi jangka panjang:\n✅ Efisiensi anggaran (program harus tepat guna).\n✅ Stabilitas fiskal.\n✅ Kepastian kebijakan.\n\nKetika risiko", "post_id": "2068193698723344667"}}, {"key": "yusufgunawan", "attributes": {"label": "yusufgunawan", "x": 554.9692524172017, "y": 300.4694441597926, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068276349941481883", "id": "yusufgunawan", "source": "tweet-000004", "content": "Sepakat kalau ruang fiskal harus dijaga ketat. Tapi biar berimbang, porsi subsidi dan kompensasi energi di APBN kita sebenarnya masih sangat besar. \n\nData Kemenkeu menunjukkan realisasi subsidi energi melonjak karena faktor kurs Rupiah dan harga minyak dunia.\n\nAPBN kita itu", "post_id": "2068276349941481883"}}, {"key": "Dospemz", "attributes": {"label": "Dospemz", "x": 490.61650747709007, "y": 29.447872778018414, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.2298, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068276349941481883", "id": "Dospemz", "source": "tweet-000004", "content": "Sepakat kalau ruang fiskal harus dijaga ketat. Tapi biar berimbang, porsi subsidi dan kompensasi energi di APBN kita sebenarnya masih sangat besar. \n\nData Kemenkeu menunjukkan realisasi subsidi energi melonjak karena faktor kurs Rupiah dan harga minyak dunia.\n\nAPBN kita itu", "post_id": "2068276349941481883"}}, {"key": "AlexiaHavasi876", "attributes": {"label": "AlexiaHavasi876", "x": 546.5551465165726, "y": 148.5974525253262, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068199313269027047", "id": "AlexiaHavasi876", "source": "tweet-000004", "content": "\"Jika BI tidak menaikkan suku bunga di tengah tingginya bunga bank sentral global, rupiah berisiko melemah lebih dalam, yang justru akan memicu lonjakan harga barang impor (imported inflation) dan semakin mencekik rakyat kecil serta pelaku usaha.", "post_id": "2068199313269027047"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 460.6540843499242, "y": 114.79393128763738, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.2298, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068199313269027047", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "\"Jika BI tidak menaikkan suku bunga di tengah tingginya bunga bank sentral global, rupiah berisiko melemah lebih dalam, yang justru akan memicu lonjakan harga barang impor (imported inflation) dan semakin mencekik rakyat kecil serta pelaku usaha.", "post_id": "2068199313269027047"}}, {"key": "martin_niguez", "attributes": {"label": "martin_niguez", "x": 456.95471082168683, "y": 516.5005608488927, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068082419476136436", "id": "martin_niguez", "source": "tweet-000004", "content": "Gak semudah itu lah, orang faktor nya bukan cuma di kebijakan pemerintah atau fiskal doang, masih ada kebijakan moneter dan faktor eksternal juga yg dampaknya jauh lebih besar, apalagi the fed masih hawkish. Lu jg kejauhan masa infra & pendidikan dihubungin ke kurs rupiah.", "post_id": "2068082419476136436"}}, {"key": "Toomboro", "attributes": {"label": "Toomboro", "x": 247.20323522729439, "y": 749.2329437249441, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.4202, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068082419476136436", "id": "Toomboro", "source": "tweet-000004", "content": "Gak semudah itu lah, orang faktor nya bukan cuma di kebijakan pemerintah atau fiskal doang, masih ada kebijakan moneter dan faktor eksternal juga yg dampaknya jauh lebih besar, apalagi the fed masih hawkish. Lu jg kejauhan masa infra & pendidikan dihubungin ke kurs rupiah.", "post_id": "2068082419476136436"}}, {"key": "sandiuno", "attributes": {"label": "sandiuno", "x": 577.1569120359047, "y": 260.92222916858475, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922936780844144609_2087030852", "id": "sandiuno", "source": "instagram-000001", "content": "Dari kantor Alibaba di Beijing, saya bersama teman-teman pengusaha yang ikut bergabung dalam  melihat bagaimana Tiongkok bisa merajai pasar dunia lewat ekosistem UMKM yang kuat.\n\nIndonesia juga pasti mampu. Kuncinya, kita kurangi ketergantungan impor, bangga pakai produk dalam negeri, manfaatkan teknologi agar bisnis makin produktif, sehingga nilai tukar Rupiah menguat, dan bisa menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.", "post_id": "3922936780844144609_2087030852"}}, {"key": "bosum.indonesia", "attributes": {"label": "bosum.indonesia", "x": 748.1133373751626, "y": 143.9919650994921, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.2298, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922936780844144609_2087030852", "id": "bosum.indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Dari kantor Alibaba di Beijing, saya bersama teman-teman pengusaha yang ikut bergabung dalam  melihat bagaimana Tiongkok bisa merajai pasar dunia lewat ekosistem UMKM yang kuat.\n\nIndonesia juga pasti mampu. Kuncinya, kita kurangi ketergantungan impor, bangga pakai produk dalam negeri, manfaatkan teknologi agar bisnis makin produktif, sehingga nilai tukar Rupiah menguat, dan bisa menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.", "post_id": "3922936780844144609_2087030852"}}, {"key": "media_kaba12", "attributes": {"label": "media_kaba12", "x": 776.4560572343531, "y": 171.24687857014774, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3921330485787449052_3734950122", "id": "media_kaba12", "source": "instagram-000001", "content": "Bukittinggi, KABA12.- Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) dan unsur masyarakat sipil, gelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kota Bukittinggi, Senin (15/06). \n\nMereka menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk penghapusan program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga mendorong pemerintah untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.\n\nPeserta demo memulai aksi mereka dengan longmarch dari Lapangan Wirabraja menuju Gedung DPRD Kota Bukittinggi.  Aksi tersebut diikuti mahasiswa dari UIN Bukittinggi, UFDK, ITB-HAS, Universitas Mohammad Natsir dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bukittinggi serta PMII, IMM dan GMNI dari unsur OKP.\n\nKetua Aliansi Mahasiswa Bukittinggi, Keni Savina, menjelaskan, mereka menyoroti sejumlah persoalan nasional yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat, mulai dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, hingga pengesahan Undang -Undang Polri. Persoalan tersebut menjadi fokus utama tuntutan yang dibawa massa aksi dalam demonstrasi yang disanbut sejumlah pimpinan dan Anggota DPRD Bukittinggi itu.\n\n\"Dari isu yang kami bawakan hari ini mengenai isu-isu nasional, yang pertama yaitu adanya kenaikan BBM nonsubsidi, yang kedua terkait problematika mengenai Makan Bergizi Gratis (MBG), yang ketiga terkait rendahnya nilai tukar rupiah pada dolar AS dan masalah pengesahan Undang -Undang Polri,\" katanya.\n\nSejumlah tuntutan tertulis, juga disampaikan kepada DPRD Kota Bukittinggi untuk diteruskan kepada pemerintah dan lembaga terkait di tingkat yang lebih tinggi.\n\nDalam dokumen tuntutan yang dibacakan saat aksi, mahasiswa meminta penghapusan Program Makan Bergizi Gratis karena dinilai berpotensi membebani kondisi fiskal negara serta harus dipastikan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.\n•\nPewarta : \n•\nBaca selengkapnya di kaba12.com\n•\n#kaba12 #mediainspirasimasakini", "post_id": "3921330485787449052_3734950122"}}, {"key": "opik_rajobungsu", "attributes": {"label": "opik_rajobungsu", "x": 844.9778904183256, "y": 268.9247536456975, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.2298, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3921330485787449052_3734950122", "id": "opik_rajobungsu", "source": "instagram-000001", "content": "Bukittinggi, KABA12.- Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) dan unsur masyarakat sipil, gelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kota Bukittinggi, Senin (15/06). \n\nMereka menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk penghapusan program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga mendorong pemerintah untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.\n\nPeserta demo memulai aksi mereka dengan longmarch dari Lapangan Wirabraja menuju Gedung DPRD Kota Bukittinggi.  Aksi tersebut diikuti mahasiswa dari UIN Bukittinggi, UFDK, ITB-HAS, Universitas Mohammad Natsir dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bukittinggi serta PMII, IMM dan GMNI dari unsur OKP.\n\nKetua Aliansi Mahasiswa Bukittinggi, Keni Savina, menjelaskan, mereka menyoroti sejumlah persoalan nasional yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat, mulai dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, hingga pengesahan Undang -Undang Polri. Persoalan tersebut menjadi fokus utama tuntutan yang dibawa massa aksi dalam demonstrasi yang disanbut sejumlah pimpinan dan Anggota DPRD Bukittinggi itu.\n\n\"Dari isu yang kami bawakan hari ini mengenai isu-isu nasional, yang pertama yaitu adanya kenaikan BBM nonsubsidi, yang kedua terkait problematika mengenai Makan Bergizi Gratis (MBG), yang ketiga terkait rendahnya nilai tukar rupiah pada dolar AS dan masalah pengesahan Undang -Undang Polri,\" katanya.\n\nSejumlah tuntutan tertulis, juga disampaikan kepada DPRD Kota Bukittinggi untuk diteruskan kepada pemerintah dan lembaga terkait di tingkat yang lebih tinggi.\n\nDalam dokumen tuntutan yang dibacakan saat aksi, mahasiswa meminta penghapusan Program Makan Bergizi Gratis karena dinilai berpotensi membebani kondisi fiskal negara serta harus dipastikan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.\n•\nPewarta : \n•\nBaca selengkapnya di kaba12.com\n•\n#kaba12 #mediainspirasimasakini", "post_id": "3921330485787449052_3734950122"}}, {"key": "fakta_banten", "attributes": {"label": "fakta_banten", "x": 937.1683719854097, "y": 222.48387767092103, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 44.0708, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3922024150386802081_4851899515", "id": "fakta_banten", "source": "instagram-000001", "content": "SERANG – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Simpang Ciceri, Kota Serang, Rabu (17/6/2026).\n\nDalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah kritik terhadap kebijakan pemerintah pusat. Isu yang disoroti meliputi kondisi perekonomian nasional, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga persoalan demokrasi dan kebebasan sipil.\n\nKoordinator aksi, Muhammad Syahid, mengatakan mahasiswa merasa perlu menyuarakan berbagai persoalan yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.\n\nMenurutnya, kondisi ekonomi saat ini masih memberikan tekanan bagi masyarakat meski pemerintah kerap menyampaikan narasi positif terkait pertumbuhan ekonomi nasional.\n\n“Kami hadir untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Banyak persoalan ekonomi dan sosial yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah,” ujar Syahid saat berorasi.\n\nDalam aksinya, mahasiswa menyinggung pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang dinilai dapat memengaruhi harga barang impor dan meningkatkan biaya produksi di berbagai sektor.\n\nMereka menilai kondisi tersebut berpotensi berdampak pada daya beli masyarakat yang hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi.\n\nBaca selengkapnya di faktabanten.co.id\natau klik link yang ada di IGstory\n\nYuk bagikan kejadian menarik di sekitar Kawan Fakta dengan cara tag IG \n\n#fakta #faktabanten #beritacilegon #cilegon #banten", "post_id": "3922024150386802081_4851899515"}}, {"key": "rominofrian", "attributes": {"label": "rominofrian", "x": 884.2162327057669, "y": 733.9038697944072, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648691307921050901", "id": "rominofrian", "source": "tiktok-000001", "content": "Pelemahan rupiah bukan cuma angka di grafik. Dampaknya sudah terasa langsung di pasar tradisional. Pedagang di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, mengaku omzet mereka turun drastis. Daya beli masyarakat merosot, kios sepi, dan harga barang naik tajam. Salah satu pedagang sembako mengungkapkan harga plastik saja sudah naik hingga 40%, dari Rp10.000 per pack menjadi Rp16.000-18.000 per pack. \"Dolar naik, barang-barang di sini pada naik semua,\" ujarnya. Ini bukan kasus satu toko. Ini sinyal bahwa kurs rupiah yang kini melemah ke kisaran Rp18.000/USD sudah merambat ke ekonomi akar rumput. Ketika pedagang pasar sudah merasakan sesak, artinya tekanan inflasi impor sudah nyata, bukan sekadar wacana makro.  TWS News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648691307921050901"}}, {"key": "Sumber", "attributes": {"label": "Sumber", "x": 424.85837653333834, "y": 783.0658927132248, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.2298, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648691307921050901", "id": "Sumber", "source": "tiktok-000001", "content": "Pelemahan rupiah bukan cuma angka di grafik. Dampaknya sudah terasa langsung di pasar tradisional. Pedagang di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, mengaku omzet mereka turun drastis. Daya beli masyarakat merosot, kios sepi, dan harga barang naik tajam. Salah satu pedagang sembako mengungkapkan harga plastik saja sudah naik hingga 40%, dari Rp10.000 per pack menjadi Rp16.000-18.000 per pack. \"Dolar naik, barang-barang di sini pada naik semua,\" ujarnya. Ini bukan kasus satu toko. Ini sinyal bahwa kurs rupiah yang kini melemah ke kisaran Rp18.000/USD sudah merambat ke ekonomi akar rumput. Ketika pedagang pasar sudah merasakan sesak, artinya tekanan inflasi impor sudah nyata, bukan sekadar wacana makro.  TWS News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648691307921050901"}}, {"key": "marketroots", "attributes": {"label": "marketroots", "x": 775.5844697501673, "y": 795.4698589720807, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 44.0708, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7640472265737374994", "id": "marketroots", "source": "tiktok-000001", "content": "Prabowo bilang: “Rakyat di desa enggak pakai dollar kok.”  Tapi Indonesia impor 2,56 juta ton kedelai di 2025. 88% dari AS, semua dibeli dalam Dollar.  Rupiah melemah, harga kedelai dalam Rupiah naik, harga tahu dan tempe ikut naik. Masyarakat di desa tidak pegang Dollar secara langsung, tapi mereka merasakan efek dari pelemahan rupiah ini. #prabowo #dollar #rupiah #makroekonomi #marketroots Follow  untuk data yang jarang dibahas.", "post_id": "7640472265737374994"}}, {"key": "trade.insight.id", "attributes": {"label": "trade.insight.id", "x": 665.5549713614733, "y": 109.34539452983249, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 44.0708, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7653419146700524820", "id": "trade.insight.id", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 Tak banyak yang sadar! Pemerintah baru saja membebaskan pajak atas bunga dolar hasil ekspor yang disimpan di Indonesia hingga 1 tahun. Tapi ini bukan sekadar soal pajak. Tujuan sebenarnya adalah menahan lebih banyak dolar tetap berada di dalam negeri agar cadangan devisa bertambah, rupiah lebih stabil, dan investasi nasional makin kuat. Kalau berhasil, dampaknya bisa terasa ke seluruh perekonomian Indonesia. Menurut kamu, ini langkah cerdas atau justru berisiko bagi eksportir? 👇 Follow  untuk fakta perdagangan global, ekspor, impor, dan ekonomi yang jarang dibahas. #Trade .Insight.ID #EksporIndonesia #GlobalTrade #EkonomiIndonesia #FYPIndonesia", "post_id": "7653419146700524820"}}, {"key": "the.indonesia.post", "attributes": {"label": "the.indonesia.post", "x": 503.52568646235164, "y": 158.64267428246026, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7653727519434116373", "id": "the.indonesia.post", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 940.6028463841775, "y": 529.7365214624975, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.8885, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7653727519434116373", "id": "bank_indonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "kemenkeuri", "x": 83.55329107512088, "y": 791.8958255109673, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.0155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653727519434116373", "id": "kemenkeuri", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "pointofview.news", "attributes": {"label": "pointofview.news", "x": 100.46301165188865, "y": 290.44022956499373, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 44.0708, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7651513536149015816", "id": "pointofview.news", "source": "tiktok-000001", "content": "Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi langkah Bank Indonesia (BI) memperkuat nilai tukar rupiah melalui kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) dengan China. Perjanjian BCSA itu diteken oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dan Gubernur People's Bank of China (PBOC) Pan Gongsheng, pada Kamis (11/6) di Shanghai, China. Dasco menyebut dalam kerja sama itu juga terdapat MoU tentang Local Currency Transaction (LCT) yang diperluas mencakup wilayah Hong Kong dengan Chief Executive Hong Kong Monetary Authority (HKMA), Eddie Yue. \"Kesepakatan itu membuat transaksi antara Indonesia, China Daratan dan Hong Kong bisa lakukan dengan menggunakan rupiah atau remimbi tanpa harus menggantungkan pada dolar Amerika Serikat,\" jelasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (14/6) Ia mengatakan QRIS lintas batas Indonesia dengan China juga telah disepakati sehingga transaksi antara pengusaha kedua negara bisa menggunakan QRIS. Dasco menjelaskan sistem ini sudah melibatkan 191 penyedia layanan di China dan 24 di Indonesia yang semuanya terhubung. Menurutnya dengan perjanjian BI tersebut maka seluruh transaksi ekspor dan impor antara Indonesia-China bisa menggunakan mata uang rupiah dan tidak tergantung lagi dengan dolar Amerika Serikat. Dasco mengatakan perjanjian ini merupakan terobosan yang sangat penting mengingat nilai transaksi perdagangan antara Indonesia-China mencapai mencapai US$ 154,5 di tahun 2025. \"Ini upaya yang sangat serius mengurangi kebutuhan dolar Amerika Serikat untuk transaksi dagang. Termasuk digunakannya QRIS lintas negara antara Indonesia-China,\" ujarnya. sc: cnnindonesia Follow  untuk sudut pandang berita lainnya", "post_id": "7651513536149015816"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 960.4652795034928, "y": 26.057546023263157, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.0155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653050172796144917", "id": "ojkindonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Analisis Fiskal : Isu Purbaya Tolak Pinjaman IMF-World Bank dan Kaitannya dengan Fluktuasi Rupiah Serta IHSG ⚖️ Pernyataan tegas Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa terkait komitmen menjaga kemandirian moneter tanpa bergantung pada pinjaman lembaga donor internasional memicu perdebatan sengit mengenai penyebab koreksi teknis nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan, sebuah analisis makroekonomi yang dinilai berimbang guna memetakan sentimen pasar riil dari faktor eksternal global. 📄 Berdasarkan data manifes perdagangan Bursa Efek Indonesia dan nilai kurs JISDOR, pelemahan instrumen keuangan domestik pada Juni 2026 ini faktualnya lebih dipengaruhi oleh sentimen tingginya suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta outflow modal asing jangka pendek. 📋 Otoritas  bersama  menegaskan bahwa kebijakan penolakan utang baru dari IMF maupun World Bank merupakan keputusan fungsional untuk menjaga rasio utang jangka panjang, sementara fluktuasi IHSG saat ini adalah siklus penyesuaian portofolio rutin investor makro yang tidak berkorelasi langsung dengan kebijakan penolakan pinjaman modal asing tersebut. 🔍 Langkah menjaga kedaulatan fiskal yang konsisten digaungkan oleh jajaran komisioner keuangan ini berdampak pada tingginya kepercayaan fundamental ekonomi bagi masyarakat bawah di tengah gejolak geopolitik. ✨  Ketegasan membatasi utang luar negeri patut didukung demi kedaulatan moneter nasional secara obyektif, namun di sisi lain, pemerintah dituntut bergerak taktis menciptakan stimulus investasi domestik yang ramah pasar agar volatilitas pasar modal tidak terus menekan kinerja korporasi lokal di ruang siber komersial. 🎯 Menurut analisis ekonomi Anda, apakah keputusan menolak pinjaman lembaga internasional sudah tepat bagi ketahanan jangka panjang Rupiah?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiahIHSG #PurbayaYudhiSadewa #KemandirianFiskal #EkonomiNasional", "post_id": "7653050172796144917"}}, {"key": "jelajahnews.id", "attributes": {"label": "jelajahnews.id", "x": 454.44864725992926, "y": 843.6075102147691, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7641505604950838536", "id": "jelajahnews.id", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "harristurino", "attributes": {"label": "harristurino", "x": 841.9730934102948, "y": 548.126566080553, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.4837, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641505604950838536", "id": "harristurino", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "DPR", "attributes": {"label": "DPR", "x": 48.01718885318018, "y": 556.2906965176784, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.4837, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641505604950838536", "id": "DPR", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "hotclip244", "attributes": {"label": "hotclip244", "x": 137.7558464638895, "y": 648.3411063068709, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7652384280571645204", "id": "hotclip244", "source": "tiktok-000001", "content": "Pubaya Terbang Ke China! Ini Misi Yang Dibawa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu Menteri Keuangan Republik Rakyat China Lan Fo’an di Kantor Kementerian Keuangan China di Beijing, Rabu (17/6/2026). Pertemuan bilateral ini punya 3 misi utama: memperkuat akses pembiayaan pembangunan, memperluas basis investor, serta memperdalam kemitraan ekonomi dengan negara mitra strategis. “Indonesia tidak menunggu. Kami bergerak lebih awal dengan membangun fondasi pembiayaan yang kuat dan berkelanjutan agar pembangunan dapat terus berjalan di tengah berbagai tantangan global,” kata Purbaya. Roadshow ke China ini bukan kunjungan dadakan. Purbaya tegaskan kunjungannya adalah bagian dari strategi pembiayaan jangka panjang yang sudah direncanakan secara matang. “Ini adalah bagian dari perencanaan yang telah disusun jauh sebelumnya. Pemerintah terus menjalankan strategi pembiayaan secara terukur, disiplin, dan berorientasi jangka panjang,” jelas Purbaya. Konteksnya, kunjungan ini terjadi di tengah situasi: cadangan devisa RI turun ke US$ 144,9 miliar di Mei 2026 (terendah hampir 2 tahun), Rupiah baru pulih dari ATH Rp 18.200 ke kisaran Rp 17.890, plus tekanan fiskal yang membuat ruang pembiayaan domestik semakin sempit. Buat audiens Indonesia, ada beberapa hal yang patut dicermati. Pertama, kemitraan dengan China bisa buka akses dana via Panda Bond (obligasi RI yang diterbitkan di pasar China dalam mata uang Yuan), yang biaya bunganya bisa lebih kompetitif daripada obligasi dolar AS. Kedua, ada risiko ketergantungan tambahan ke China dan paparan ke Yuan. Ketiga, kebijakan ini connect ke strategi diversifikasi mata uang transaksi RI (Local Currency Transaction/LCT) yang sebelumnya diperluas. Pantau katalis utama: kesepakatan konkret dari pertemuan ini, plus implementasi rencana Panda Bond Indonesia ke depan. Sumber: TWS News   #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7652384280571645204"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 970.3359782067424, "y": 257.33195810720457, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 23.468, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7652384280571645204", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Pubaya Terbang Ke China! Ini Misi Yang Dibawa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu Menteri Keuangan Republik Rakyat China Lan Fo’an di Kantor Kementerian Keuangan China di Beijing, Rabu (17/6/2026). Pertemuan bilateral ini punya 3 misi utama: memperkuat akses pembiayaan pembangunan, memperluas basis investor, serta memperdalam kemitraan ekonomi dengan negara mitra strategis. “Indonesia tidak menunggu. Kami bergerak lebih awal dengan membangun fondasi pembiayaan yang kuat dan berkelanjutan agar pembangunan dapat terus berjalan di tengah berbagai tantangan global,” kata Purbaya. Roadshow ke China ini bukan kunjungan dadakan. Purbaya tegaskan kunjungannya adalah bagian dari strategi pembiayaan jangka panjang yang sudah direncanakan secara matang. “Ini adalah bagian dari perencanaan yang telah disusun jauh sebelumnya. Pemerintah terus menjalankan strategi pembiayaan secara terukur, disiplin, dan berorientasi jangka panjang,” jelas Purbaya. Konteksnya, kunjungan ini terjadi di tengah situasi: cadangan devisa RI turun ke US$ 144,9 miliar di Mei 2026 (terendah hampir 2 tahun), Rupiah baru pulih dari ATH Rp 18.200 ke kisaran Rp 17.890, plus tekanan fiskal yang membuat ruang pembiayaan domestik semakin sempit. Buat audiens Indonesia, ada beberapa hal yang patut dicermati. Pertama, kemitraan dengan China bisa buka akses dana via Panda Bond (obligasi RI yang diterbitkan di pasar China dalam mata uang Yuan), yang biaya bunganya bisa lebih kompetitif daripada obligasi dolar AS. Kedua, ada risiko ketergantungan tambahan ke China dan paparan ke Yuan. Ketiga, kebijakan ini connect ke strategi diversifikasi mata uang transaksi RI (Local Currency Transaction/LCT) yang sebelumnya diperluas. Pantau katalis utama: kesepakatan konkret dari pertemuan ini, plus implementasi rencana Panda Bond Indonesia ke depan. Sumber: TWS News   #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7652384280571645204"}}, {"key": "klipnewss", "attributes": {"label": "klipnewss", "x": 184.26865746218434, "y": 64.26443919926284, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648681763572665620", "id": "klipnewss", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank sentral terbesar dunia di Asia kembali pertegas posisinya sebagai pembeli emas paling aktif. Bloomberg Technoz melaporkan pada Minggu (7/6/2026) bahwa People's Bank of China (PBOC) lanjut aksi borong emas di Mei 2026, dengan penambahan 320.000 troy ons yang memperpanjang rekor pembelian beruntun menjadi 19 bulan, terpanjang setidaknya sejak 2015. Yang menarik, aksi borong ini dilakukan justru saat harga emas global lagi tertekan dan mencatat penurunan bulanan 3 bulan berturut-turut, imbas kekhawatiran inflasi plus ekspektasi Fed hawkish akibat perang Timur Tengah. Goldman Sachs bahkan proyeksikan pembelian emas bank sentral global bakal makin intensif, dipicu dorongan de-dolarisasi dan diversifikasi cadangan devisa di tengah ketidakpastian geopolitik. Buat investor Indonesia, sinyal ini penting dibaca secara kritis. Aksi borong sistematis oleh bank sentral besar seperti PBOC adalah indikator struktural soal arah sistem moneter global, bukan sekadar sentimen sesaat. Jangka pendek, tekanan dari Fed hawkish dan dolar kuat masih bisa tekan harga emas. Tapi support jangka panjang dari demand bank sentral tetap kuat. Di tengah rupiah Rp18.033/USD dan ketidakpastian global, emas (Antam Rp2,8 juta/gram) tetap relevan sebagai aset diversifikasi. Strategi umum: alokasi 5-15% portofolio ke emas secara bertahap, bisa lewat logam mulia fisik, emas digital, atau saham mining ANTM dan MDKA. Pantau data cadangan emas bank sentral lain (Polandia, Turki, India, Singapura), keputusan Fed bulan ini, plus perkembangan AS-Iran sebagai katalis utama. Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648681763572665620"}}, {"key": "clipp880", "attributes": {"label": "clipp880", "x": 566.5037704852649, "y": 510.2911039498106, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7652572161709837589", "id": "clipp880", "source": "tiktok-000001", "content": "GAK MAU DIEM AJA! 🏃‍♂️ Purbaya Terbang ke China Bawa Misi Perkuat Fondasi Ekonomi RI! 🇮🇩🇨🇳 Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menggelar pertemuan bilateral dengan Menkeu China, Lan Fo’an, di Beijing pada Rabu (17/6/2026). Kunjungan ini bukan dadakan, melainkan strategi jangka panjang yang sudah direncanakan matang! \"Indonesia tidak menunggu. Kami bergerak lebih awal dengan membangun fondasi pembiayaan yang kuat,\" tegas Purbaya. Pertemuan penting ini membawa 3 misi utama: 🏗️ Pembiayaan Pembangunan: Memperkuat akses dana untuk proyek nasional. 📈 Perluas Basis Investor: Mengajak lebih banyak investor strategis masuk ke RI. 🤝 Kemitraan Ekonomi: Memperdalam hubungan dengan negara mitra strategis. ⚠️ Konteks yang Perlu Kamu Tahu: Langkah taktis ini diambil saat cadangan devisa RI lagi turun ke US$ 144,9 miliar (Mei 2026), Rupiah baru pulih di kisaran Rp 17.890, dan ruang pembiayaan dalam negeri makin sempit. 💡 3 Poin Penting untuk Dicermati: 🐼 Peluang Panda Bond: RI bisa dapat akses dana lewat obligasi mata uang Yuan di pasar China, yang bunganya bisa lebih murah dibanding obligasi dolar AS. ⚖️ Risiko Ketergantungan: Ada tantangan risiko ketergantungan baru ke China dan paparan mata uang Yuan. 💸 Diversifikasi: Kebijakan ini sejalan dengan strategi perluasan transaksi mata uang lokal (LCT) Indonesia. Sekarang, mari kita pantau terus kesepakatan konkret dan eksekusi rencana Panda Bond ini ke depan! 🚀📊 Dapat akses dana lebih murah lewat pasar China tapi ada risiko ketergantungan baru... Menurut kalian, langkah jemput bola Pak Purbaya ini udah paling tepat belum buat kondisi ekonomi sekarang? Tulis pendapat kalian! 👇💬 Sumber:Tws News  #kontencomxtws #kontencom #purbaya #ekonomi #investor", "post_id": "7652572161709837589"}}, {"key": "erinasyafiaalmahyra", "attributes": {"label": "erinasyafiaalmahyra", "x": 535.0301932490664, "y": 725.258595414278, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7651267859301076231", "id": "erinasyafiaalmahyra", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH ANJLOK! APA YANG SEBENARNYA TERJADI? 🚨 Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat banyak masyarakat khawatir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. � Reuters + 1 📉 Ketika rupiah melemah, harga barang impor berpotensi naik karena biaya pembelian dari luar negeri menjadi lebih mahal. Selain itu, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan sehingga membuat investor semakin waspada. � Maybank Trade + 2 🏦 Untuk membantu menstabilkan keadaan, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. � Reuters + 2 ❓ Apakah Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Belum tentu. Naik turunnya nilai mata uang merupakan hal yang bisa terjadi karena berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi harga barang, investasi, dan perekonomian secara umum. � Reuters + 1 🔥 Fakta yang jarang dibahas: • Rupiah sempat mendekati Rp18.200 per dolar AS. � • Bank Indonesia melakukan kenaikan suku buna di luar jadwal normal. � • Investor global sedang mencermati kondisi ekonomi Indonesia dengan sangat ketat. � Reuters + 1 Reuters + 1 Reuters + 1 👇 Menurut kamu, apakah rupiah akan kembali menguat?  Klip  #rupiah #EkonomiIndonesia #BeritaViral #FaktaMenarik #TikTokNews", "post_id": "7651267859301076231"}}, {"key": "Ternak", "attributes": {"label": "Ternak", "x": 88.05197731515324, "y": 466.5357903999762, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.2298, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7651267859301076231", "id": "Ternak", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH ANJLOK! APA YANG SEBENARNYA TERJADI? 🚨 Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat banyak masyarakat khawatir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. � Reuters + 1 📉 Ketika rupiah melemah, harga barang impor berpotensi naik karena biaya pembelian dari luar negeri menjadi lebih mahal. Selain itu, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan sehingga membuat investor semakin waspada. � Maybank Trade + 2 🏦 Untuk membantu menstabilkan keadaan, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. � Reuters + 2 ❓ Apakah Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Belum tentu. Naik turunnya nilai mata uang merupakan hal yang bisa terjadi karena berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi harga barang, investasi, dan perekonomian secara umum. � Reuters + 1 🔥 Fakta yang jarang dibahas: • Rupiah sempat mendekati Rp18.200 per dolar AS. � • Bank Indonesia melakukan kenaikan suku buna di luar jadwal normal. � • Investor global sedang mencermati kondisi ekonomi Indonesia dengan sangat ketat. � Reuters + 1 Reuters + 1 Reuters + 1 👇 Menurut kamu, apakah rupiah akan kembali menguat?  Klip  #rupiah #EkonomiIndonesia #BeritaViral #FaktaMenarik #TikTokNews", "post_id": "7651267859301076231"}}, {"key": "trenasiaid", "attributes": {"label": "trenasiaid", "x": 261.42390005016324, "y": 433.76215302163433, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654478548362824980", "id": "trenasiaid", "source": "tiktok-000001", "content": "Sebuah unggahan dari akun  kembali mengundang nostalgia. Dalam video tersebut terlihat papan harga BBM Pertamina yang menunjukkan Pertamax masih Rp5.900 per liter, Pertamax Plus Rp6.500, sementara Premium dan Solar berada di angka Rp4.500 per liter.  Kalau dilihat dari data harga BBM saat itu, angka tersebut mengarah ke era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tepatnya sekitar periode SBY-Jusuf Kalla pada 2009. Wajar kalau banyak yang kaget, karena selisihnya terasa sangat jauh jika dibandingkan dengan harga BBM hari ini. Tapi harga BBM tiap era juga dipengaruhi banyak faktor, mulai dari harga minyak dunia, kurs rupiah, subsidi, sampai kondisi fiskal negara. Menurut kamu, harga BBM murah seperti ini masih mungkin terulang lagi? #BBM #Pertamina #Pertamax #EkonomiIndonesia #TrenAsia", "post_id": "7654478548362824980"}}, {"key": "yzfrider.id", "attributes": {"label": "yzfrider.id", "x": 499.920987399173, "y": 681.3785104273192, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.2298, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654478548362824980", "id": "yzfrider.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Sebuah unggahan dari akun  kembali mengundang nostalgia. Dalam video tersebut terlihat papan harga BBM Pertamina yang menunjukkan Pertamax masih Rp5.900 per liter, Pertamax Plus Rp6.500, sementara Premium dan Solar berada di angka Rp4.500 per liter.  Kalau dilihat dari data harga BBM saat itu, angka tersebut mengarah ke era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tepatnya sekitar periode SBY-Jusuf Kalla pada 2009. Wajar kalau banyak yang kaget, karena selisihnya terasa sangat jauh jika dibandingkan dengan harga BBM hari ini. Tapi harga BBM tiap era juga dipengaruhi banyak faktor, mulai dari harga minyak dunia, kurs rupiah, subsidi, sampai kondisi fiskal negara. Menurut kamu, harga BBM murah seperti ini masih mungkin terulang lagi? #BBM #Pertamina #Pertamax #EkonomiIndonesia #TrenAsia", "post_id": "7654478548362824980"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "attributes": {"label": "suaramuslimahjabar", "x": 463.73984874493965, "y": 964.7317034246936, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "100064283155685_1447083657444392", "id": "suaramuslimahjabar", "source": "facebook-000001", "content": "#Fokus\n\nKrisis Kedelai, Tahu dan Tempe Masihkah Murah?\n\nHarga kedelai di Indonesia naik sebagai imbas kenaikan pada tingkat global. Harga kedelai dunia pada 21 Mei 2026 sebesar USD11,94/bushel, naik 18,3% dari awal tahun. Harga ini diprediksi akan naik lagi hingga USD13—14 (Rp230.308—248.024) per bushel setelah adanya kesepakatan pembelian kedelai AS dalam jumlah besar oleh Cina baru-baru ini. (Farm Progress, 18-5-2026). Di Indonesia, Data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa harga kedelai impor di tingkat nasional pada 26 Mei 2026 adalah Rp13.679 per kg, naik 1,12% dibandingkan pada awal tahun.\n\nSelain karena kenaikan harga kedelai dunia, kenaikan harga kedelai di Indonesia juga disebabkan pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Nilai tukar rupiah terus melemah sejak awal tahun hingga menyentuh angka Rp17.906 per dolar AS pada Kamis (28-5-2026).\n\nKenaikan harga tahu dan tempe merupakan sebuah ironi. Pada saat harga ayam, daging, dan ikan tidak terjangkau oleh sebagian masyarakat, kini tahu dan tempe pun tidak murah lagi. Alhasil, asupan protein untuk masyarakat makin minim, kualitas gizi masyarakat pun makin menurun.\n\nAlih-alih menyelesaikan masalah produksi dalam negeri, pemerintah justru menggenjot impor kedelai. Pemerintah membuat regulasi yang memasukkan kedelai sebagai komoditas impor non-larangan terbatas (non-lartas) sehingga perusahaan pengimpor bebas memasukkan kedelai ke Indonesia seberapa pun banyaknya. Kebijakan negara untuk melegalkan dominasi impor kedelai merupakan cerminan kuatnya liberalisasi pangan. Indonesia sebagai negara pengikut dalam konstelasi global berada dalam dominasi negara kapitalis (AS) sehingga Indonesia menjadi pasar bagi produk pertanian AS. Dominasi ini tampak dalam keputusan impor pangan yang masif dari negara adikuasa tersebut.\n\nIni adalah konsekuensi adopsi sistem kapitalisme oleh Indonesia dan dunia. Kapitalisme memandang pangan hanya sebagai komoditas yang diperlakukan berbasis prinsip ekonomi, yaitu meraih keuntungan sebesar-besarnya. Impor lebih menguntungkan bagi para pejabat karena berpotensi mendatangkan keuntungan pribadi bagi dirinya dan pengusaha yang mendukungnya dalam kontestasi politik.\n\nNegara akhirnya menjadi seperti pedagang yang membuat keputusan berdasarkan untung rugi personal, bukan demi kemaslahatan rakyat. Sebaliknya, negara lepas tangan dari urusan pangan rakyat dan menyerahkan pada mekanisme pasar.\n\nBerbeda dengan kapitalisme, Islam memandang persoalan pangan bukan sebaga komoditas semata, tetapi kebutuhan dasar rakyat yang harus dipenuhi negara. Rasulullah saw. bersabda, “Siapa di antara kalian ketika pagi merasakan sehat jasmaninya, menemukan rasa aman pada dirinya, dan memiliki makanan pokok hari itu, maka seakan-akan seluruh dunia ini telah diberikan kepadanya.” (HR Tirmizi dan Ibnu Majah).\n\nKetersediaan pangan akan mewujudkan salah satu maqashidu syariah, yaitu hifzhu nafs (penjagaan jiwa). Hal ini menjadi tanggung jawab penguasa yang akan ia pertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. Rasulullah saw. bersabda,\n\nأَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْإِمَامُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ\n\n“Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpin. Penguasa yang memimpin rakyat banyak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR Bukhari).\n\nKhalifah mengurus rakyat dengan prinsip “tasharruful imam ‘alar ra’iyyah manuthun bil maslahah” (kebijakan imam untuk mengurusi rakyat bergantung pada kemaslahatan), yaitu bahwa setiap kebijakan harus berorientasi pada kemaslahatan rakyat, bukan untuk keuntungan pribadi penguasa dan kroninya.\n\nPolitik ekonomi Islam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan individu per individu. Komoditas pangan strategis (seperti kedelai dan tempe sebagai sumber protein nabati) harus tersedia dalam jumlah cukup, yaitu mampu memenuhi kebutuhan seluruh rakyat, tanpa ada yang kekurangan atau kesulitan mengakses. Negara tidak hanya mengejar swasembada pangan, tetapi juga kedaulatan pangan. Harga komoditas pangan strategis juga harus terjangkau oleh seluruh rakyat.\n\nNegara harus memperhatikan aspek produksi dan distribusi pangan. Pada aspek produksi, negara memastikan ketersediaan lahan cukup sehingga secara kuantitas bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.\n\nIslam memiliki solusi untuk permasalahan lahan, yaitu pertama, dengan pemberian lahan produktif dari negara pada rakyat (iqtha’). Yang kedua adalah kebolehan menghidupkan tanah mati (ihyaul mawat), yaitu tanah yang ditelantarkan selama tiga tahun berturut-turut terkategori tanah mati dan negara boleh mengambilnya untuk diberikan pada orang yang membutuhkan lahan dan bersedia menggarapnya. Dengan dua solusi ini, problem kekurangan lahan bisa teratasi.\n\nNegara Khilafah juga akan meningkatkan produksi pangan dengan penggunaan bibit unggul sehingga hasilnya lebih banyak dan kualitasnya terjamin. Negara juga akan memfasilitasi petani dengan menyediakan bibit dan pupuk, air irigasi, pestisida, penyuluh pertanian, dan semua alat dan mesin pertanian (alsintan) serta sarana produksi pertanian (saprotan).\n\nPembangunan infrastruktur dilakukan untuk mendukung logistik dari petani ke pasar maupun konsumen. Teknologi pascapanen akan dikembangkan sehingga hasil panen tidak mudah mengalami susut (penurunan nilai ekonomi). Khilafah juga akan membiayai riset untuk mengembangkan varietas unggul sehingga membantu petani dalam produksi.\n\nNegara memberantas pelaku monopoli dan penimbunan yang bisa merusak harga alami pasar. Infrastruktur antarwilayah dipastikan tersedia dengan baik sehingga distribusi berjalan lancar.\n\nHarga bahan bakar dalam Khilafah akan dijaga agar murah dan stabil sehingga rakyat mudah mengaksesnya. Hal ini bisa terwujud dengan pengelolaan sumber daya alam milik umum (tambang migas) oleh negara, tidak diserahkan pada swasta, apalagi asing.\n\nKesatuan kaum muslim sedunia akan menjamin rantai pasok tetap aman. Jika ada wilayah yang kekurangan pangan strategis tertentu, baik karena paceklik atau hal lainnya, khalifah akan mendatangkan pasokan dari wilayah lain di dalam negara Khilafah. Demikian pula dalam hal penyediaan bahan bakar. Dengan demikian, negara tidak perlu melakukan impor terhadap komoditas strategis. Hal ini akan mencegah negara berada dalam dominasi negara asing.\n\nAllah Taala berfirman,\n\nوَلَنْ يَّجْعَلَ اللّٰهُ لِلْكٰفِرِيْنَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ سَبِيْلًا\n\n“Allah tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk mengalahkan orang-orang mukmin.” (QS An-Nisa’ [4]: 141).\n\nAdapun perdagangan luar negeri diatur bukan dengan orientasi keuntungan semata, melainkan berdasarkan prinsip kewarganegaraan dan kepentingan dakwah dan jihad. Syekh Taqiyuddin an-Nabhani menjelaskan dalam Kitab Muqaddimah ad-Dustûr Pasal 161, “Perdagangan luar negeri berlaku menurut kewarganegaraan pedagang, bukan berdasarkan tempat asal barang dagangan. Pedagang yang berasal dari negara yang sedang berperang dilarang mengadakan aktivitas perdagangan di negeri kita, kecuali dengan izin khusus untuk pedagangnya ataupun barang dagangannya. Pedagang yang berasal dari negara yang terikat perjanjian diperlakukan sesuai dengan teks perjanjian antara kita dan mereka. Para pedagang yang berasal dari warga negara (Khilafah) dilarang mengekspor bahan-bahan yang diperlukan negara (Khilafah), termasuk bahan-bahan yang akan memperkuat militer, industri, dan perekonomian musuh. Para pedagang yang berasal dari warga negara (Khilafah) tidak dilarang mengimpor barang yang hendak mereka miliki. Dikecualikan dari hukum-hukum ini, negara yang antara kita dan penduduknya terjadi peperangan secara langsung, seperti entitas Zion*s maka ia diperlakukan sebagai negara kafir harbi fi’lan pada semua hubungan dengan negara tersebut, baik hubungan perdagangan maupun nonperdagangan.”\n\nBerdasarkan pasal tersebut, Khilafah haram melakukan kerja sama dagang dengan negara kafir harbi fi’lan, seperti AS. Hanya ada hubungan perang dengan mereka. Dengan demikian, AS tidak akan bisa mendikte Khilafah, termasuk dalam aspek perdagangan (ekspor impor). Wallahualam bissawab.\n\n=================\n\nRaih amal shalih dengan menyebarkan status ini. \n\n\"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.\" (HR. Muslim)\n\n====================\nSUARA MUSLIMAH JABAR\n\"Ungkapan Pemikiran Cemerlang Muslimah\"\n\nFollow kami di:\nFP : Suara Muslimah Jabar\nIG : \nThread: \nTiktok:", "post_id": "100064283155685_1447083657444392"}}, {"key": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "zilenialdutaislam", "x": 239.47249611567278, "y": 157.90381874605274, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 8.4837, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "100064283155685_1447083657444392", "id": "zilenialdutaislam", "source": "facebook-000001", "content": "#Fokus\n\nKrisis Kedelai, Tahu dan Tempe Masihkah Murah?\n\nHarga kedelai di Indonesia naik sebagai imbas kenaikan pada tingkat global. Harga kedelai dunia pada 21 Mei 2026 sebesar USD11,94/bushel, naik 18,3% dari awal tahun. Harga ini diprediksi akan naik lagi hingga USD13—14 (Rp230.308—248.024) per bushel setelah adanya kesepakatan pembelian kedelai AS dalam jumlah besar oleh Cina baru-baru ini. (Farm Progress, 18-5-2026). Di Indonesia, Data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa harga kedelai impor di tingkat nasional pada 26 Mei 2026 adalah Rp13.679 per kg, naik 1,12% dibandingkan pada awal tahun.\n\nSelain karena kenaikan harga kedelai dunia, kenaikan harga kedelai di Indonesia juga disebabkan pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Nilai tukar rupiah terus melemah sejak awal tahun hingga menyentuh angka Rp17.906 per dolar AS pada Kamis (28-5-2026).\n\nKenaikan harga tahu dan tempe merupakan sebuah ironi. Pada saat harga ayam, daging, dan ikan tidak terjangkau oleh sebagian masyarakat, kini tahu dan tempe pun tidak murah lagi. Alhasil, asupan protein untuk masyarakat makin minim, kualitas gizi masyarakat pun makin menurun.\n\nAlih-alih menyelesaikan masalah produksi dalam negeri, pemerintah justru menggenjot impor kedelai. Pemerintah membuat regulasi yang memasukkan kedelai sebagai komoditas impor non-larangan terbatas (non-lartas) sehingga perusahaan pengimpor bebas memasukkan kedelai ke Indonesia seberapa pun banyaknya. Kebijakan negara untuk melegalkan dominasi impor kedelai merupakan cerminan kuatnya liberalisasi pangan. Indonesia sebagai negara pengikut dalam konstelasi global berada dalam dominasi negara kapitalis (AS) sehingga Indonesia menjadi pasar bagi produk pertanian AS. Dominasi ini tampak dalam keputusan impor pangan yang masif dari negara adikuasa tersebut.\n\nIni adalah konsekuensi adopsi sistem kapitalisme oleh Indonesia dan dunia. Kapitalisme memandang pangan hanya sebagai komoditas yang diperlakukan berbasis prinsip ekonomi, yaitu meraih keuntungan sebesar-besarnya. Impor lebih menguntungkan bagi para pejabat karena berpotensi mendatangkan keuntungan pribadi bagi dirinya dan pengusaha yang mendukungnya dalam kontestasi politik.\n\nNegara akhirnya menjadi seperti pedagang yang membuat keputusan berdasarkan untung rugi personal, bukan demi kemaslahatan rakyat. Sebaliknya, negara lepas tangan dari urusan pangan rakyat dan menyerahkan pada mekanisme pasar.\n\nBerbeda dengan kapitalisme, Islam memandang persoalan pangan bukan sebaga komoditas semata, tetapi kebutuhan dasar rakyat yang harus dipenuhi negara. Rasulullah saw. bersabda, “Siapa di antara kalian ketika pagi merasakan sehat jasmaninya, menemukan rasa aman pada dirinya, dan memiliki makanan pokok hari itu, maka seakan-akan seluruh dunia ini telah diberikan kepadanya.” (HR Tirmizi dan Ibnu Majah).\n\nKetersediaan pangan akan mewujudkan salah satu maqashidu syariah, yaitu hifzhu nafs (penjagaan jiwa). Hal ini menjadi tanggung jawab penguasa yang akan ia pertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. Rasulullah saw. bersabda,\n\nأَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْإِمَامُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ\n\n“Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpin. Penguasa yang memimpin rakyat banyak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR Bukhari).\n\nKhalifah mengurus rakyat dengan prinsip “tasharruful imam ‘alar ra’iyyah manuthun bil maslahah” (kebijakan imam untuk mengurusi rakyat bergantung pada kemaslahatan), yaitu bahwa setiap kebijakan harus berorientasi pada kemaslahatan rakyat, bukan untuk keuntungan pribadi penguasa dan kroninya.\n\nPolitik ekonomi Islam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan individu per individu. Komoditas pangan strategis (seperti kedelai dan tempe sebagai sumber protein nabati) harus tersedia dalam jumlah cukup, yaitu mampu memenuhi kebutuhan seluruh rakyat, tanpa ada yang kekurangan atau kesulitan mengakses. Negara tidak hanya mengejar swasembada pangan, tetapi juga kedaulatan pangan. Harga komoditas pangan strategis juga harus terjangkau oleh seluruh rakyat.\n\nNegara harus memperhatikan aspek produksi dan distribusi pangan. Pada aspek produksi, negara memastikan ketersediaan lahan cukup sehingga secara kuantitas bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.\n\nIslam memiliki solusi untuk permasalahan lahan, yaitu pertama, dengan pemberian lahan produktif dari negara pada rakyat (iqtha’). Yang kedua adalah kebolehan menghidupkan tanah mati (ihyaul mawat), yaitu tanah yang ditelantarkan selama tiga tahun berturut-turut terkategori tanah mati dan negara boleh mengambilnya untuk diberikan pada orang yang membutuhkan lahan dan bersedia menggarapnya. Dengan dua solusi ini, problem kekurangan lahan bisa teratasi.\n\nNegara Khilafah juga akan meningkatkan produksi pangan dengan penggunaan bibit unggul sehingga hasilnya lebih banyak dan kualitasnya terjamin. Negara juga akan memfasilitasi petani dengan menyediakan bibit dan pupuk, air irigasi, pestisida, penyuluh pertanian, dan semua alat dan mesin pertanian (alsintan) serta sarana produksi pertanian (saprotan).\n\nPembangunan infrastruktur dilakukan untuk mendukung logistik dari petani ke pasar maupun konsumen. Teknologi pascapanen akan dikembangkan sehingga hasil panen tidak mudah mengalami susut (penurunan nilai ekonomi). Khilafah juga akan membiayai riset untuk mengembangkan varietas unggul sehingga membantu petani dalam produksi.\n\nNegara memberantas pelaku monopoli dan penimbunan yang bisa merusak harga alami pasar. Infrastruktur antarwilayah dipastikan tersedia dengan baik sehingga distribusi berjalan lancar.\n\nHarga bahan bakar dalam Khilafah akan dijaga agar murah dan stabil sehingga rakyat mudah mengaksesnya. Hal ini bisa terwujud dengan pengelolaan sumber daya alam milik umum (tambang migas) oleh negara, tidak diserahkan pada swasta, apalagi asing.\n\nKesatuan kaum muslim sedunia akan menjamin rantai pasok tetap aman. Jika ada wilayah yang kekurangan pangan strategis tertentu, baik karena paceklik atau hal lainnya, khalifah akan mendatangkan pasokan dari wilayah lain di dalam negara Khilafah. Demikian pula dalam hal penyediaan bahan bakar. Dengan demikian, negara tidak perlu melakukan impor terhadap komoditas strategis. Hal ini akan mencegah negara berada dalam dominasi negara asing.\n\nAllah Taala berfirman,\n\nوَلَنْ يَّجْعَلَ اللّٰهُ لِلْكٰفِرِيْنَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ سَبِيْلًا\n\n“Allah tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk mengalahkan orang-orang mukmin.” (QS An-Nisa’ [4]: 141).\n\nAdapun perdagangan luar negeri diatur bukan dengan orientasi keuntungan semata, melainkan berdasarkan prinsip kewarganegaraan dan kepentingan dakwah dan jihad. Syekh Taqiyuddin an-Nabhani menjelaskan dalam Kitab Muqaddimah ad-Dustûr Pasal 161, “Perdagangan luar negeri berlaku menurut kewarganegaraan pedagang, bukan berdasarkan tempat asal barang dagangan. Pedagang yang berasal dari negara yang sedang berperang dilarang mengadakan aktivitas perdagangan di negeri kita, kecuali dengan izin khusus untuk pedagangnya ataupun barang dagangannya. Pedagang yang berasal dari negara yang terikat perjanjian diperlakukan sesuai dengan teks perjanjian antara kita dan mereka. Para pedagang yang berasal dari warga negara (Khilafah) dilarang mengekspor bahan-bahan yang diperlukan negara (Khilafah), termasuk bahan-bahan yang akan memperkuat militer, industri, dan perekonomian musuh. Para pedagang yang berasal dari warga negara (Khilafah) tidak dilarang mengimpor barang yang hendak mereka miliki. Dikecualikan dari hukum-hukum ini, negara yang antara kita dan penduduknya terjadi peperangan secara langsung, seperti entitas Zion*s maka ia diperlakukan sebagai negara kafir harbi fi’lan pada semua hubungan dengan negara tersebut, baik hubungan perdagangan maupun nonperdagangan.”\n\nBerdasarkan pasal tersebut, Khilafah haram melakukan kerja sama dagang dengan negara kafir harbi fi’lan, seperti AS. Hanya ada hubungan perang dengan mereka. Dengan demikian, AS tidak akan bisa mendikte Khilafah, termasuk dalam aspek perdagangan (ekspor impor). Wallahualam bissawab.\n\n=================\n\nRaih amal shalih dengan menyebarkan status ini. \n\n\"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.\" (HR. Muslim)\n\n====================\nSUARA MUSLIMAH JABAR\n\"Ungkapan Pemikiran Cemerlang Muslimah\"\n\nFollow kami di:\nFP : Suara Muslimah Jabar\nIG : \nThread: \nTiktok:", "post_id": "100064283155685_1447083657444392"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 591.046203872162, "y": 393.4731222968523, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Yj94XU0L944", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] KLBF Diuji Kurs Rupiah dan Peluang Growth Engine Baru | INSIGHT EMITEN\n\nKABARBURSA.COM — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencetak all-time high di Rp18.190 per USD pada 8 Juni 2026, menekan biaya bahan baku impor industri farmasi nasional. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) tetap membuktikan ketahanannya dengan membukukan penjualan neto kuartal I 2026 tumbuh 10,13 persen menjadi Rp9,68 triliun, ditopang lini Distribusi dan Logistik senilai Rp3,49 triliun.Perseroan juga menjalankan buyback saham senilai Rp500 miliar untuk mengerek proforma EPS ke Rp81,19, sembari menyiapkan pabrik bahan baku obat PT Livzon Pharma Indonesia guna memangkas ketergantungan impor.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut stabilitas industri farmasi nasional di tengah gejolak kurs yang berdampak luas pada harga obat dan layanan kesehatan masyarakat. Saksikan analisis lengkapnya bersama Tasya Natalia, Researcher Mikirduit — jangan lupa subscribe dan bagikan pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#klbf #kalbefarma #kursrupiah #rupiahmelemah #sahamfarmasi #buybacksaham #ihsg #emitenfarmasi #livzonpharma #dividensaham #bisniskesehatan #investasisaham #ekonomiindonesia #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "Yj94XU0L944"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 827.0466587192533, "y": 600.5444721529049, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.4202, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Yj94XU0L944", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] KLBF Diuji Kurs Rupiah dan Peluang Growth Engine Baru | INSIGHT EMITEN\n\nKABARBURSA.COM — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencetak all-time high di Rp18.190 per USD pada 8 Juni 2026, menekan biaya bahan baku impor industri farmasi nasional. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) tetap membuktikan ketahanannya dengan membukukan penjualan neto kuartal I 2026 tumbuh 10,13 persen menjadi Rp9,68 triliun, ditopang lini Distribusi dan Logistik senilai Rp3,49 triliun.Perseroan juga menjalankan buyback saham senilai Rp500 miliar untuk mengerek proforma EPS ke Rp81,19, sembari menyiapkan pabrik bahan baku obat PT Livzon Pharma Indonesia guna memangkas ketergantungan impor.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut stabilitas industri farmasi nasional di tengah gejolak kurs yang berdampak luas pada harga obat dan layanan kesehatan masyarakat. Saksikan analisis lengkapnya bersama Tasya Natalia, Researcher Mikirduit — jangan lupa subscribe dan bagikan pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#klbf #kalbefarma #kursrupiah #rupiahmelemah #sahamfarmasi #buybacksaham #ihsg #emitenfarmasi #livzonpharma #dividensaham #bisniskesehatan #investasisaham #ekonomiindonesia #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "Yj94XU0L944"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 689.146905261001, "y": 797.5491694010037, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "i6BgmfTwKYs", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah Nyaris 1 Persen Terhadap USD dalam Sepekan, Ini Penyebab Utamanya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan ini bergerak kurang menggembirakan. Berdasarkan data perdagangan pada Jumat (29/5/2026), mata uang Garuda terus merosot akibat tekanan sentimen pengetatan fiskal di dalam negeri serta tingginya ketidakpastian moneter di Amerika.\n\nMengutip data dari Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20 persen secara harian dan mendarat di level Rp17.881 per dolar AS. Jika dikalkulasi dalam kurun waktu sepekan, mata uang domestik telah terdepresiasi sebesar 0,91 persen dibandingkan posisi Jumat (22/5/2026) pekan lalu yang berada di level Rp17.717 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "i6BgmfTwKYs"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 661.9125032603199, "y": 921.7778840935233, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.4134, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "i6BgmfTwKYs", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah Nyaris 1 Persen Terhadap USD dalam Sepekan, Ini Penyebab Utamanya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan ini bergerak kurang menggembirakan. Berdasarkan data perdagangan pada Jumat (29/5/2026), mata uang Garuda terus merosot akibat tekanan sentimen pengetatan fiskal di dalam negeri serta tingginya ketidakpastian moneter di Amerika.\n\nMengutip data dari Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20 persen secara harian dan mendarat di level Rp17.881 per dolar AS. Jika dikalkulasi dalam kurun waktu sepekan, mata uang domestik telah terdepresiasi sebesar 0,91 persen dibandingkan posisi Jumat (22/5/2026) pekan lalu yang berada di level Rp17.717 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "i6BgmfTwKYs"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 348.671854849443, "y": 194.27398678302242, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.4134, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "i6BgmfTwKYs", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah Nyaris 1 Persen Terhadap USD dalam Sepekan, Ini Penyebab Utamanya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan ini bergerak kurang menggembirakan. Berdasarkan data perdagangan pada Jumat (29/5/2026), mata uang Garuda terus merosot akibat tekanan sentimen pengetatan fiskal di dalam negeri serta tingginya ketidakpastian moneter di Amerika.\n\nMengutip data dari Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20 persen secara harian dan mendarat di level Rp17.881 per dolar AS. Jika dikalkulasi dalam kurun waktu sepekan, mata uang domestik telah terdepresiasi sebesar 0,91 persen dibandingkan posisi Jumat (22/5/2026) pekan lalu yang berada di level Rp17.717 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "i6BgmfTwKYs"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 922.9366801336467, "y": 608.2542441745221, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.4134, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "i6BgmfTwKYs", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah Nyaris 1 Persen Terhadap USD dalam Sepekan, Ini Penyebab Utamanya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan ini bergerak kurang menggembirakan. Berdasarkan data perdagangan pada Jumat (29/5/2026), mata uang Garuda terus merosot akibat tekanan sentimen pengetatan fiskal di dalam negeri serta tingginya ketidakpastian moneter di Amerika.\n\nMengutip data dari Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20 persen secara harian dan mendarat di level Rp17.881 per dolar AS. Jika dikalkulasi dalam kurun waktu sepekan, mata uang domestik telah terdepresiasi sebesar 0,91 persen dibandingkan posisi Jumat (22/5/2026) pekan lalu yang berada di level Rp17.717 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "i6BgmfTwKYs"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 881.9339821341176, "y": 362.90092490425354, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.4134, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "i6BgmfTwKYs", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah Nyaris 1 Persen Terhadap USD dalam Sepekan, Ini Penyebab Utamanya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan ini bergerak kurang menggembirakan. Berdasarkan data perdagangan pada Jumat (29/5/2026), mata uang Garuda terus merosot akibat tekanan sentimen pengetatan fiskal di dalam negeri serta tingginya ketidakpastian moneter di Amerika.\n\nMengutip data dari Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20 persen secara harian dan mendarat di level Rp17.881 per dolar AS. Jika dikalkulasi dalam kurun waktu sepekan, mata uang domestik telah terdepresiasi sebesar 0,91 persen dibandingkan posisi Jumat (22/5/2026) pekan lalu yang berada di level Rp17.717 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "i6BgmfTwKYs"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 9.864055130366477, "y": 747.1924478304685, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.4134, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "i6BgmfTwKYs", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah Nyaris 1 Persen Terhadap USD dalam Sepekan, Ini Penyebab Utamanya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan ini bergerak kurang menggembirakan. Berdasarkan data perdagangan pada Jumat (29/5/2026), mata uang Garuda terus merosot akibat tekanan sentimen pengetatan fiskal di dalam negeri serta tingginya ketidakpastian moneter di Amerika.\n\nMengutip data dari Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20 persen secara harian dan mendarat di level Rp17.881 per dolar AS. Jika dikalkulasi dalam kurun waktu sepekan, mata uang domestik telah terdepresiasi sebesar 0,91 persen dibandingkan posisi Jumat (22/5/2026) pekan lalu yang berada di level Rp17.717 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "i6BgmfTwKYs"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 207.92172286821963, "y": 420.51292057489854, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.4134, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "i6BgmfTwKYs", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah Nyaris 1 Persen Terhadap USD dalam Sepekan, Ini Penyebab Utamanya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan ini bergerak kurang menggembirakan. Berdasarkan data perdagangan pada Jumat (29/5/2026), mata uang Garuda terus merosot akibat tekanan sentimen pengetatan fiskal di dalam negeri serta tingginya ketidakpastian moneter di Amerika.\n\nMengutip data dari Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20 persen secara harian dan mendarat di level Rp17.881 per dolar AS. Jika dikalkulasi dalam kurun waktu sepekan, mata uang domestik telah terdepresiasi sebesar 0,91 persen dibandingkan posisi Jumat (22/5/2026) pekan lalu yang berada di level Rp17.717 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "i6BgmfTwKYs"}}, {"key": "@SindoPodcast", "attributes": {"label": "@SindoPodcast", "x": 12.958582724729496, "y": 547.4741654480775, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "pHWFD-E2vvI", "id": "@SindoPodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Diagnosa Penyakit Rupiah, Ekonom: Presepsi Buruk, Ditambah Kebanyakan Impor | To The Point Aja\n\nPelemahan rupiah dinilai bukan hanya akibat tekanan dolar AS, tetapi juga karena rapuhnya struktur pasar keuangan Indonesia yang masih bergantung pada dana asing. Ekonom menilai arus modal asing di pasar modal bisa menjadi pisau bermata dua: saat masuk, IHSG terlihat kuat dan rupiah terbantu, tetapi ketika keluar, pasar langsung terguncang dan kebutuhan dolar meningkat. Ketergantungan pada dana asing jangka pendek membuat rupiah rentan terhadap gejolak global, kenaikan suku bunga AS, serta kepanikan investor.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 11 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#rupiah #ekonomi #ekonomiindonesia", "post_id": "pHWFD-E2vvI"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 944.9474303693556, "y": 529.8051589487262, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.4837, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "pHWFD-E2vvI", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "Diagnosa Penyakit Rupiah, Ekonom: Presepsi Buruk, Ditambah Kebanyakan Impor | To The Point Aja\n\nPelemahan rupiah dinilai bukan hanya akibat tekanan dolar AS, tetapi juga karena rapuhnya struktur pasar keuangan Indonesia yang masih bergantung pada dana asing. Ekonom menilai arus modal asing di pasar modal bisa menjadi pisau bermata dua: saat masuk, IHSG terlihat kuat dan rupiah terbantu, tetapi ketika keluar, pasar langsung terguncang dan kebutuhan dolar meningkat. Ketergantungan pada dana asing jangka pendek membuat rupiah rentan terhadap gejolak global, kenaikan suku bunga AS, serta kepanikan investor.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 11 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#rupiah #ekonomi #ekonomiindonesia", "post_id": "pHWFD-E2vvI"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 886.1532556602856, "y": 842.2260863308528, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.4837, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "pHWFD-E2vvI", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Diagnosa Penyakit Rupiah, Ekonom: Presepsi Buruk, Ditambah Kebanyakan Impor | To The Point Aja\n\nPelemahan rupiah dinilai bukan hanya akibat tekanan dolar AS, tetapi juga karena rapuhnya struktur pasar keuangan Indonesia yang masih bergantung pada dana asing. Ekonom menilai arus modal asing di pasar modal bisa menjadi pisau bermata dua: saat masuk, IHSG terlihat kuat dan rupiah terbantu, tetapi ketika keluar, pasar langsung terguncang dan kebutuhan dolar meningkat. Ketergantungan pada dana asing jangka pendek membuat rupiah rentan terhadap gejolak global, kenaikan suku bunga AS, serta kepanikan investor.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 11 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#rupiah #ekonomi #ekonomiindonesia", "post_id": "pHWFD-E2vvI"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 827.4926399787881, "y": 334.34524244125777, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.4837, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "pHWFD-E2vvI", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "Diagnosa Penyakit Rupiah, Ekonom: Presepsi Buruk, Ditambah Kebanyakan Impor | To The Point Aja\n\nPelemahan rupiah dinilai bukan hanya akibat tekanan dolar AS, tetapi juga karena rapuhnya struktur pasar keuangan Indonesia yang masih bergantung pada dana asing. Ekonom menilai arus modal asing di pasar modal bisa menjadi pisau bermata dua: saat masuk, IHSG terlihat kuat dan rupiah terbantu, tetapi ketika keluar, pasar langsung terguncang dan kebutuhan dolar meningkat. Ketergantungan pada dana asing jangka pendek membuat rupiah rentan terhadap gejolak global, kenaikan suku bunga AS, serta kepanikan investor.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 11 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#rupiah #ekonomi #ekonomiindonesia", "post_id": "pHWFD-E2vvI"}}, {"key": "@sb30official", "attributes": {"label": "@sb30official", "x": 696.0019701436934, "y": 118.91713086785627, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ApRy5EwmjPw", "id": "@sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 18.000 & Badai Pajak UMKM: 6 Alasan Mengapa Ekonomi Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja\n\n00:00 Hook: Dolar Melejit ke 18.000 & 6 Kebijakan \"Aneh\" Pemerintahan Baru yang Saling Mengunci\n\n00:51 Sisi Lain Ekonomi: Ini Bukan Kejadian Terpisah, Melainkan Satu Benang Merah Tekanan APBN\n\n01:49 Kebijakan 1—Bom Waktu Subsidi BBM: Efek Domino Harga Minyak Dunia (ICP) Tembus 91,8 Dolar\n\n03:29 Analogi Pinjol Rumah Tangga: Mengkritisi Retorika Politik \"Rakyat Desa Gak Butuh Dolar\"\n\n05:23 Kebijakan 2—Bom Waktu Pajak UMKM: Batas Waktu PPH Final 0,5% Habis, CV & PT Otomatis Kena 22%\n\n07:08 Aturan Firm Splitting: Ditjen Pajak Mengunci Celah Pengusaha yang Memecah Entitas Bisnis\n\n08:26 Kebijakan 3—Moneter Agresif: BI Rate Naik ke 5,5% Demi Menahan Modal Asing Keluar (Capital Outflow)\n\n09:55 Dampak Suku Bunga Mengambang (Floating): Sektor Properti, KPR, Otomatif, & UMKM Mulai Megap-Megap\n\n11:19 Kebijakan 4—Ekspor Satu Pintu DSI: Regulasi Danantara yang Memicu Ketidakpastian Investor Global\n\n12:38 Prediksi Ekstrim 2027: Risiko Nyata Aliran Devisa Macet yang Bisa Menyeret Rupiah ke 25.000\n\n13:17 Kebijakan 5—Lingkaran Setan PHK Massal: Kontraksi Daya Beli dan Penurunan Setoran PPN Negara\n\n14:37 Kebijakan 6—Krisis Kepercayaan Publik: Mempertanyakan Gurita Entitas Baru DSI, Danantara, & Kopdes\n\n15:40 Ironi Kopdes Merah Putih: Niat Menyaingi Alfamart-Indomaret tapi Ambil Stok di Gudang yang Sama\n\n16:27 Isu Transparansi Proyek Politik: Potensi Kebocoran Anggaran Tanpa Sistem Pengawasan yang Ketat\n\n17:01 Kesimpulan 6 Pilar Masalah: Rangkuman Siklus Benang Kusut Makro Ekonomi Indonesia 2026\n\n17:37 Strategi Survival Pengusaha: Audit Biaya, Cek Status Pajak Badan, & Antisipasi Kredit Mengambang\n\n17:52 Strategi Survival Karyawan: Keluar dari Sektor Rentan & Cara Membangun Sumber Income Tambahan\n\n18:36 Closing: Berhenti Mengutuk Pemerintah, Selamatkan Ekonomi Keluarga Anda! Salam Hebat Luar Biasa!\n\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "ApRy5EwmjPw"}}, {"key": "sb30official", "attributes": {"label": "sb30official", "x": 123.64797849320385, "y": 687.867784360152, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.2298, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ApRy5EwmjPw", "id": "sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 18.000 & Badai Pajak UMKM: 6 Alasan Mengapa Ekonomi Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja\n\n00:00 Hook: Dolar Melejit ke 18.000 & 6 Kebijakan \"Aneh\" Pemerintahan Baru yang Saling Mengunci\n\n00:51 Sisi Lain Ekonomi: Ini Bukan Kejadian Terpisah, Melainkan Satu Benang Merah Tekanan APBN\n\n01:49 Kebijakan 1—Bom Waktu Subsidi BBM: Efek Domino Harga Minyak Dunia (ICP) Tembus 91,8 Dolar\n\n03:29 Analogi Pinjol Rumah Tangga: Mengkritisi Retorika Politik \"Rakyat Desa Gak Butuh Dolar\"\n\n05:23 Kebijakan 2—Bom Waktu Pajak UMKM: Batas Waktu PPH Final 0,5% Habis, CV & PT Otomatis Kena 22%\n\n07:08 Aturan Firm Splitting: Ditjen Pajak Mengunci Celah Pengusaha yang Memecah Entitas Bisnis\n\n08:26 Kebijakan 3—Moneter Agresif: BI Rate Naik ke 5,5% Demi Menahan Modal Asing Keluar (Capital Outflow)\n\n09:55 Dampak Suku Bunga Mengambang (Floating): Sektor Properti, KPR, Otomatif, & UMKM Mulai Megap-Megap\n\n11:19 Kebijakan 4—Ekspor Satu Pintu DSI: Regulasi Danantara yang Memicu Ketidakpastian Investor Global\n\n12:38 Prediksi Ekstrim 2027: Risiko Nyata Aliran Devisa Macet yang Bisa Menyeret Rupiah ke 25.000\n\n13:17 Kebijakan 5—Lingkaran Setan PHK Massal: Kontraksi Daya Beli dan Penurunan Setoran PPN Negara\n\n14:37 Kebijakan 6—Krisis Kepercayaan Publik: Mempertanyakan Gurita Entitas Baru DSI, Danantara, & Kopdes\n\n15:40 Ironi Kopdes Merah Putih: Niat Menyaingi Alfamart-Indomaret tapi Ambil Stok di Gudang yang Sama\n\n16:27 Isu Transparansi Proyek Politik: Potensi Kebocoran Anggaran Tanpa Sistem Pengawasan yang Ketat\n\n17:01 Kesimpulan 6 Pilar Masalah: Rangkuman Siklus Benang Kusut Makro Ekonomi Indonesia 2026\n\n17:37 Strategi Survival Pengusaha: Audit Biaya, Cek Status Pajak Badan, & Antisipasi Kredit Mengambang\n\n17:52 Strategi Survival Karyawan: Keluar dari Sektor Rentan & Cara Membangun Sumber Income Tambahan\n\n18:36 Closing: Berhenti Mengutuk Pemerintah, Selamatkan Ekonomi Keluarga Anda! Salam Hebat Luar Biasa!\n\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "ApRy5EwmjPw"}}, {"key": "@fokus.indosiar", "attributes": {"label": "@fokus.indosiar", "x": 159.6966272453919, "y": 404.4150604751866, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "wk-GGK8EaZs", "id": "@fokus.indosiar", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Masih Melemah, Harga Buah Impor Melambung | Fokus\n\nMasih melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak pada komoditas impor. Salah satunya adalah buah-buahan impor yang mengalami kenaikan harga. Sudah ada Prissilia Claudia yang akan melaporkan langsung dari Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.\n\nSimak berita-berita lainnya di: https://www.vidio.com/\n\n#NewsIndosiar #Fokus #FokusIndosiar\n\nFokus Indosiar adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan PT. Elang Mahkota Teknologi (Emtek). Menayangkan rangkaian informasi berita menarik pilihan pada pagi, siang, dan malam hari mengenai peristiwa dalam negeri maupun mancanegara yang aktual dan terkini.\n\nJangan lewatkan tayangan berita Fokus indosiar, dengan terus mengikuti perkembangannya melalui media sosial:\n\nFacebook Indosiar:   / indosiarid.tv  \nTwitter Indosiar:   / indosiar  \nVidio Indosiar: https://www.vidio.com/\n\nAnda juga dapat mengikuti informasi pilihan seputar berita hukum dan kriminal, tragedi, bencana alam, hingga orang hilang di media sosial Patroli Indosiar:\nYouTube Patroli Indosiar:    /   \nTikTok Patroli Indosiar:   / patroli.indosiar", "post_id": "wk-GGK8EaZs"}}, {"key": "indosiar", "attributes": {"label": "indosiar", "x": 385.8454246595794, "y": 587.3473382497873, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.4837, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "wk-GGK8EaZs", "id": "indosiar", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Masih Melemah, Harga Buah Impor Melambung | Fokus\n\nMasih melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak pada komoditas impor. Salah satunya adalah buah-buahan impor yang mengalami kenaikan harga. Sudah ada Prissilia Claudia yang akan melaporkan langsung dari Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.\n\nSimak berita-berita lainnya di: https://www.vidio.com/\n\n#NewsIndosiar #Fokus #FokusIndosiar\n\nFokus Indosiar adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan PT. Elang Mahkota Teknologi (Emtek). Menayangkan rangkaian informasi berita menarik pilihan pada pagi, siang, dan malam hari mengenai peristiwa dalam negeri maupun mancanegara yang aktual dan terkini.\n\nJangan lewatkan tayangan berita Fokus indosiar, dengan terus mengikuti perkembangannya melalui media sosial:\n\nFacebook Indosiar:   / indosiarid.tv  \nTwitter Indosiar:   / indosiar  \nVidio Indosiar: https://www.vidio.com/\n\nAnda juga dapat mengikuti informasi pilihan seputar berita hukum dan kriminal, tragedi, bencana alam, hingga orang hilang di media sosial Patroli Indosiar:\nYouTube Patroli Indosiar:    /   \nTikTok Patroli Indosiar:   / patroli.indosiar", "post_id": "wk-GGK8EaZs"}}, {"key": "patroliindosiar", "attributes": {"label": "patroliindosiar", "x": 86.72425751711077, "y": 491.01309390938565, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.4837, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wk-GGK8EaZs", "id": "patroliindosiar", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Masih Melemah, Harga Buah Impor Melambung | Fokus\n\nMasih melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak pada komoditas impor. Salah satunya adalah buah-buahan impor yang mengalami kenaikan harga. Sudah ada Prissilia Claudia yang akan melaporkan langsung dari Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.\n\nSimak berita-berita lainnya di: https://www.vidio.com/\n\n#NewsIndosiar #Fokus #FokusIndosiar\n\nFokus Indosiar adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan PT. Elang Mahkota Teknologi (Emtek). Menayangkan rangkaian informasi berita menarik pilihan pada pagi, siang, dan malam hari mengenai peristiwa dalam negeri maupun mancanegara yang aktual dan terkini.\n\nJangan lewatkan tayangan berita Fokus indosiar, dengan terus mengikuti perkembangannya melalui media sosial:\n\nFacebook Indosiar:   / indosiarid.tv  \nTwitter Indosiar:   / indosiar  \nVidio Indosiar: https://www.vidio.com/\n\nAnda juga dapat mengikuti informasi pilihan seputar berita hukum dan kriminal, tragedi, bencana alam, hingga orang hilang di media sosial Patroli Indosiar:\nYouTube Patroli Indosiar:    /   \nTikTok Patroli Indosiar:   / patroli.indosiar", "post_id": "wk-GGK8EaZs"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "attributes": {"label": "@VideoTribunPontianak", "x": 319.8937892309678, "y": 505.01259635945627, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "pg12vMIXU7s", "id": "@VideoTribunPontianak", "source": "youtube-000001", "content": "RIBUAN BURUH PABRIK TERANCAM PHK DI JATIM & JABAR❗ SAID IQBAL MINTA PRABOWO TAK NAIKKAN BBM SUBSIDI\n\nPenasihat Khusus Presiden Republik Indonesia bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal menemukan potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal ribuan buruh di Jawa Timur dan Jawa Barat. Untuk mencegah gelombang PHK yang semakin luas, Said Iqbal bakal meminta Presiden Prabowo Subianto untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.\n\nPernyataan itu disampaikan Said Iqbal dalam konferensi pers secara daring pada Minggu (21/6). Said Iqbal mengatakan sebanyak 2.500 karyawan pabrik di Jawa Timur terancam PHK. Sementara di Jawa Barat terdapat 4.000 buruh yang juga terancam PHK oleh perusahaannya.\n\nFenomena tersebut muncul akibat fluktuasi kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan perang antara Amerika Serikat, dengan Iran di Timur Tengah. Menurut Said kondisi tersebut mempengaruhi produksi dari perusahaan yang berorientasi ekspor maupun perusahaan yang membeli bahan baku impor.\n\n#saidiqbal #prabowo #bbm #subsidi #buruh #phk #jatim #jabar #viral #beritaterkini \n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: -\nHost: -\nEditor Video: Heru\nUploader: -\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "pg12vMIXU7s"}}, {"key": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "tribunpontianak", "x": 227.51260225481894, "y": 181.02144178837275, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.2298, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "pg12vMIXU7s", "id": "tribunpontianak", "source": "youtube-000001", "content": "RIBUAN BURUH PABRIK TERANCAM PHK DI JATIM & JABAR❗ SAID IQBAL MINTA PRABOWO TAK NAIKKAN BBM SUBSIDI\n\nPenasihat Khusus Presiden Republik Indonesia bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal menemukan potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal ribuan buruh di Jawa Timur dan Jawa Barat. Untuk mencegah gelombang PHK yang semakin luas, Said Iqbal bakal meminta Presiden Prabowo Subianto untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.\n\nPernyataan itu disampaikan Said Iqbal dalam konferensi pers secara daring pada Minggu (21/6). Said Iqbal mengatakan sebanyak 2.500 karyawan pabrik di Jawa Timur terancam PHK. Sementara di Jawa Barat terdapat 4.000 buruh yang juga terancam PHK oleh perusahaannya.\n\nFenomena tersebut muncul akibat fluktuasi kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan perang antara Amerika Serikat, dengan Iran di Timur Tengah. Menurut Said kondisi tersebut mempengaruhi produksi dari perusahaan yang berorientasi ekspor maupun perusahaan yang membeli bahan baku impor.\n\n#saidiqbal #prabowo #bbm #subsidi #buruh #phk #jatim #jabar #viral #beritaterkini \n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: -\nHost: -\nEditor Video: Heru\nUploader: -\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "pg12vMIXU7s"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 810.8113395898157, "y": 785.2841835348605, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "coJPPSyyerM", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Bakal Turun?! Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai!\n\nBBM Bakal Turun? Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai! Apakah perdamaian permanen antara Iran dan Amerika Serikat benar-benar bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia dari ancaman krisis energi dan lonjakan inflasi? \n\nDalam video analisis ekonomi global ini, kita akan membedah dampak masif dari pembukaan kembali Selat Hormuz jika resolusi damai antara Iran dan AS terealisasi secara permanen. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak bumi global. Konflik geopolitik di wilayah ini selalu berhasil membuat harga minyak mentah dunia meroket dan mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri.\n\nNamun, apa yang terjadi jika kedua negara ini mendadak damai? Bagi masyarakat Indonesia, keuntungan utamanya sangat nyata: stabilitas harga BBM dan tarif listrik, keamanan armada kapal tanker nasional seperti milik Pertamina, hingga pengurangan subsidi energi pada APBN kita. Dampak domonino ini tidak hanya memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, tetapi juga menekan biaya impor bahan baku yang membuat harga bahan pokok di pasar tradisional tetap murah dan terjangkau.\n\nSaksikan juga analisis kritis mengenai sektor industri Indonesia mana yang paling cepat merasakan dampak positif ini. Mulai dari sektor logistik, sektor transportasi, hingga sektor manufaktur dan industri barang konsumsi (FMCG) yang siap melakukan ekspansi pasar ekspor secara masif karena penurunan biaya operasional.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai masa depan perdamaian Timur Tengah ini? Apakah stabilitas ekonomi Indonesia akan sepenuhnya aman? Tuliskan analisis kritis Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #IranASDamai #hargabbm  #ekonomiindonesia  #selathormuz  #SubsidiEnergi #geopolitik  #analisisekonomi  #beritahariini  #logistikindonesia  #pertamina  #RupiahMenguat #youtubenews \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "coJPPSyyerM"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 421.6250527092241, "y": 803.1431725423909, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.4202, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "coJPPSyyerM", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Bakal Turun?! Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai!\n\nBBM Bakal Turun? Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai! Apakah perdamaian permanen antara Iran dan Amerika Serikat benar-benar bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia dari ancaman krisis energi dan lonjakan inflasi? \n\nDalam video analisis ekonomi global ini, kita akan membedah dampak masif dari pembukaan kembali Selat Hormuz jika resolusi damai antara Iran dan AS terealisasi secara permanen. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak bumi global. Konflik geopolitik di wilayah ini selalu berhasil membuat harga minyak mentah dunia meroket dan mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri.\n\nNamun, apa yang terjadi jika kedua negara ini mendadak damai? Bagi masyarakat Indonesia, keuntungan utamanya sangat nyata: stabilitas harga BBM dan tarif listrik, keamanan armada kapal tanker nasional seperti milik Pertamina, hingga pengurangan subsidi energi pada APBN kita. Dampak domonino ini tidak hanya memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, tetapi juga menekan biaya impor bahan baku yang membuat harga bahan pokok di pasar tradisional tetap murah dan terjangkau.\n\nSaksikan juga analisis kritis mengenai sektor industri Indonesia mana yang paling cepat merasakan dampak positif ini. Mulai dari sektor logistik, sektor transportasi, hingga sektor manufaktur dan industri barang konsumsi (FMCG) yang siap melakukan ekspansi pasar ekspor secara masif karena penurunan biaya operasional.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai masa depan perdamaian Timur Tengah ini? Apakah stabilitas ekonomi Indonesia akan sepenuhnya aman? Tuliskan analisis kritis Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #IranASDamai #hargabbm  #ekonomiindonesia  #selathormuz  #SubsidiEnergi #geopolitik  #analisisekonomi  #beritahariini  #logistikindonesia  #pertamina  #RupiahMenguat #youtubenews \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "coJPPSyyerM"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 735.0088369727398, "y": 295.7707392679507, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "FgUfq3Nt7IQ", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "China Dukung Indonesia! panda Bonds Siap Dirilis, IMF & World Bank Ditolak? Ini Fakta Besarnya!\n\n🔥 CHINA DUKUNG INDONESIA! PANDA BOND SIAP DIRILIS, IMF & BANK DUNIA DITOLAK? INI FAKTA BESARNYA! 🔥\n\nApakah Indonesia sedang memasuki babak baru dalam strategi pembiayaan negara? Mengapa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru mendapatkan dukungan penuh dari People's Bank of China (PBOC) untuk penerbitan Panda Bond, sementara di sisi lain Indonesia menolak tawaran pinjaman hingga US$30 miliar dari IMF dan Bank Dunia?\n\n🤔 Apa sebenarnya Panda Bond?\n🤔 Mengapa China begitu mendukung Indonesia?\n🤔 Apakah ini bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS?\n🤔 Seberapa kuat kondisi fiskal dan ekonomi Indonesia saat ini?\n🤔 Apa dampaknya terhadap APBN, investasi, nilai tukar rupiah, dan masa depan ekonomi Indonesia?\n\nDalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, mendalam, dan mudah dipahami mengenai perkembangan terbaru yang sedang menjadi sorotan dunia keuangan internasional.\n\n✅ Dukungan People's Bank of China (PBOC) terhadap Indonesia\n✅ Rencana penerbitan Panda Bond Indonesia\n✅ Pertemuan strategis Purbaya Yudhi Sadewa di Beijing\n✅ Dukungan investor China terhadap ekonomi Indonesia\n✅ Penolakan pinjaman IMF dan Bank Dunia\n✅ Kondisi fiskal Indonesia di tengah ketidakpastian global\n✅ Perdebatan Indonesia dengan IMF dan World Bank\n✅ Strategi diversifikasi sumber pembiayaan nasional\n✅ Hubungan Panda Bond dengan Yuan dan dedolarisasi\n✅ Peluang dan risiko Panda Bond bagi Indonesia\n✅ Analisis ekonomi dan geopolitik terbaru\n✅ Masa depan investasi dan pembangunan Indonesia\n\n🌏 Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia, perang di Timur Tengah, ketidakpastian ekonomi global, inflasi, dan perubahan arah kebijakan moneter dunia, Indonesia berusaha memperkuat ketahanan ekonominya dengan membuka akses ke berbagai sumber pendanaan internasional.\n\nLangkah ini bukan hanya soal mencari dana pembangunan, tetapi juga tentang bagaimana Indonesia membangun posisi tawar yang lebih kuat di tengah persaingan ekonomi global yang semakin kompleks.\n\nVideo ini sangat cocok untuk Anda yang ingin memahami:\n\n📌 Ekonomi Indonesia\n📌 APBN Indonesia\n📌 Investasi dan pasar keuangan\n📌 Hubungan Indonesia dan China\n📌 IMF dan Bank Dunia\n📌 Utang negara\n📌 Panda Bond\n📌 Yuan China\n📌 Dolar Amerika Serikat\n📌 Geopolitik dunia\n📌 Kebijakan fiskal Indonesia\n📌 Masa depan ekonomi nasional\n\n💡 Jika Anda menyukai pembahasan ekonomi, keuangan, investasi, pengembangan diri, bisnis, dan isu global yang memengaruhi kehidupan kita sehari-hari, jangan lupa dukung channel Inner Boost dengan:\n\n👍 Like\n💬 Comment\n📢 Share\n🔔 Subscribe\n\nKarena dukungan Anda membantu channel ini terus menghadirkan konten berkualitas, informatif, dan bermanfaat untuk semua.\n\n👇 Tulis pendapat Anda di kolom komentar!\n\nMenurut Anda, apakah langkah Indonesia menerbitkan Panda Bond di China merupakan keputusan yang tepat?\n\nApakah Indonesia perlu terus mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS?\n\nDan apakah penolakan pinjaman IMF serta Bank Dunia menunjukkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini memang semakin kuat?\n\nKami ingin mendengar pandangan Anda!\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🚀 INNER BOOST\nMotivasi • Ekonomi • Keuangan • Pengembangan Diri • Pengetahuan Global\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n\n\n\n\n#PandaBond #IndonesiaChina #PBOC #PurbayaYudhiSadewa #EkonomiIndonesia #BeritaEkonomi #IMF #BankDunia #WorldBank #Investasi #UtangNegara #APBN #YuanChina #DolarAS #Dedolarisasi  #KeuanganGlobal #Geopolitik #EkonomiDunia #China #Indonesia #InnerBoost\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "FgUfq3Nt7IQ"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 10.699747244436896, "y": 616.8020684461612, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.2298, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FgUfq3Nt7IQ", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "China Dukung Indonesia! panda Bonds Siap Dirilis, IMF & World Bank Ditolak? Ini Fakta Besarnya!\n\n🔥 CHINA DUKUNG INDONESIA! PANDA BOND SIAP DIRILIS, IMF & BANK DUNIA DITOLAK? INI FAKTA BESARNYA! 🔥\n\nApakah Indonesia sedang memasuki babak baru dalam strategi pembiayaan negara? Mengapa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru mendapatkan dukungan penuh dari People's Bank of China (PBOC) untuk penerbitan Panda Bond, sementara di sisi lain Indonesia menolak tawaran pinjaman hingga US$30 miliar dari IMF dan Bank Dunia?\n\n🤔 Apa sebenarnya Panda Bond?\n🤔 Mengapa China begitu mendukung Indonesia?\n🤔 Apakah ini bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS?\n🤔 Seberapa kuat kondisi fiskal dan ekonomi Indonesia saat ini?\n🤔 Apa dampaknya terhadap APBN, investasi, nilai tukar rupiah, dan masa depan ekonomi Indonesia?\n\nDalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, mendalam, dan mudah dipahami mengenai perkembangan terbaru yang sedang menjadi sorotan dunia keuangan internasional.\n\n✅ Dukungan People's Bank of China (PBOC) terhadap Indonesia\n✅ Rencana penerbitan Panda Bond Indonesia\n✅ Pertemuan strategis Purbaya Yudhi Sadewa di Beijing\n✅ Dukungan investor China terhadap ekonomi Indonesia\n✅ Penolakan pinjaman IMF dan Bank Dunia\n✅ Kondisi fiskal Indonesia di tengah ketidakpastian global\n✅ Perdebatan Indonesia dengan IMF dan World Bank\n✅ Strategi diversifikasi sumber pembiayaan nasional\n✅ Hubungan Panda Bond dengan Yuan dan dedolarisasi\n✅ Peluang dan risiko Panda Bond bagi Indonesia\n✅ Analisis ekonomi dan geopolitik terbaru\n✅ Masa depan investasi dan pembangunan Indonesia\n\n🌏 Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia, perang di Timur Tengah, ketidakpastian ekonomi global, inflasi, dan perubahan arah kebijakan moneter dunia, Indonesia berusaha memperkuat ketahanan ekonominya dengan membuka akses ke berbagai sumber pendanaan internasional.\n\nLangkah ini bukan hanya soal mencari dana pembangunan, tetapi juga tentang bagaimana Indonesia membangun posisi tawar yang lebih kuat di tengah persaingan ekonomi global yang semakin kompleks.\n\nVideo ini sangat cocok untuk Anda yang ingin memahami:\n\n📌 Ekonomi Indonesia\n📌 APBN Indonesia\n📌 Investasi dan pasar keuangan\n📌 Hubungan Indonesia dan China\n📌 IMF dan Bank Dunia\n📌 Utang negara\n📌 Panda Bond\n📌 Yuan China\n📌 Dolar Amerika Serikat\n📌 Geopolitik dunia\n📌 Kebijakan fiskal Indonesia\n📌 Masa depan ekonomi nasional\n\n💡 Jika Anda menyukai pembahasan ekonomi, keuangan, investasi, pengembangan diri, bisnis, dan isu global yang memengaruhi kehidupan kita sehari-hari, jangan lupa dukung channel Inner Boost dengan:\n\n👍 Like\n💬 Comment\n📢 Share\n🔔 Subscribe\n\nKarena dukungan Anda membantu channel ini terus menghadirkan konten berkualitas, informatif, dan bermanfaat untuk semua.\n\n👇 Tulis pendapat Anda di kolom komentar!\n\nMenurut Anda, apakah langkah Indonesia menerbitkan Panda Bond di China merupakan keputusan yang tepat?\n\nApakah Indonesia perlu terus mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS?\n\nDan apakah penolakan pinjaman IMF serta Bank Dunia menunjukkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini memang semakin kuat?\n\nKami ingin mendengar pandangan Anda!\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🚀 INNER BOOST\nMotivasi • Ekonomi • Keuangan • Pengembangan Diri • Pengetahuan Global\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n\n\n\n\n#PandaBond #IndonesiaChina #PBOC #PurbayaYudhiSadewa #EkonomiIndonesia #BeritaEkonomi #IMF #BankDunia #WorldBank #Investasi #UtangNegara #APBN #YuanChina #DolarAS #Dedolarisasi  #KeuanganGlobal #Geopolitik #EkonomiDunia #China #Indonesia #InnerBoost\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "FgUfq3Nt7IQ"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "attributes": {"label": "@KompasTVDewata", "x": 660.2936138093004, "y": 116.59308719716476, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6107, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "yiOYurqqdLc", "id": "@KompasTVDewata", "source": "youtube-000001", "content": "Mahasiswa Bali Gelar Demo di DPRD, Soroti Kebijakan Energi-Program Makan Bergizi Gratis\n\nBALI, KOMPAS.TV - Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Bali yang dipelopori oleh Universitas Udayana menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Provinsi Bali.\n\nDalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan 16 tuntutan yang merupakan hasil kajian bersama.\n\nSecara garis besar, tuntutan tersebut menyoroti berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari isu energi dan ekonomi hingga tata kelola pemerintahan serta penegakan hukum.\n\nMereka mendesak pembenahan skema pengelolaan energi terkait kenaikan harga Pertamax, perbaikan kebijakan fiskal dan moneter menyusul pelemahan nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, hingga evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.\n\n#demo #bali #mbg\n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "yiOYurqqdLc"}}, {"key": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "kompastvdewata", "x": 113.21768154041901, "y": 847.483586033701, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.4202, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "yiOYurqqdLc", "id": "kompastvdewata", "source": "youtube-000001", "content": "Mahasiswa Bali Gelar Demo di DPRD, Soroti Kebijakan Energi-Program Makan Bergizi Gratis\n\nBALI, KOMPAS.TV - Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Bali yang dipelopori oleh Universitas Udayana menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Provinsi Bali.\n\nDalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan 16 tuntutan yang merupakan hasil kajian bersama.\n\nSecara garis besar, tuntutan tersebut menyoroti berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari isu energi dan ekonomi hingga tata kelola pemerintahan serta penegakan hukum.\n\nMereka mendesak pembenahan skema pengelolaan energi terkait kenaikan harga Pertamax, perbaikan kebijakan fiskal dan moneter menyusul pelemahan nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, hingga evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.\n\n#demo #bali #mbg\n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "yiOYurqqdLc"}}], "edges": [{"key": "autojsx", "source": "autojsx", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "autojsx", "source": "autojsx", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "akucintaistriku", "source": "akucintaistriku", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "akucintaistriku", "source": "akucintaistriku", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "trinugroho162", "source": "trinugroho162", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "trinugroho162", "source": "trinugroho162", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "rakabuning", "source": "rakabuning", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "rakabuning", "source": "rakabuning", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Brutus_Istn2045", "source": "Brutus_Istn2045", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Brutus_Istn2045", "source": "Brutus_Istn2045", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "fsaidhamzah", "source": "fsaidhamzah", "target": "Dara_Cega", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Maikel_USMC", "source": "Maikel_USMC", "target": "beyouthe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Maikel_USMC", "source": "Maikel_USMC", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kangsurya85", "source": "kangsurya85", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Just_MasBima", "source": "Just_MasBima", "target": "BudiBukanIntel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "aritj", "source": "aritj", "target": "dimarsasongko98", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "xandreanda", "source": "xandreanda", "target": "saptaipb", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "_ndiik", "source": "_ndiik", "target": "menbrrr", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RohmatR48385843", "source": "RohmatR48385843", "target": "Andiarief__", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Duwitmu", "source": "Duwitmu", "target": "karimakayyim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "duketology_x", "source": "duketology_x", "target": "ardisatriawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ferrykoto", "source": "ferrykoto", "target": "black_tea07", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hanikedua", "source": "hanikedua", "target": "nemoozz22", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hanikedua", "source": "hanikedua", "target": "shinesainn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hanikedua", "source": "hanikedua", "target": "shinebrightb", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hanikedua", "source": "hanikedua", "target": "Dhiyamardhiya1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hanikedua", "source": "hanikedua", "target": "tanyakanrl", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "EximiusArtifex", "source": "EximiusArtifex", "target": "menbrrr", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sinau2024", "source": "sinau2024", "target": "bmartawardaya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "yusufgunawan", "source": "yusufgunawan", "target": "Dospemz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "AlexiaHavasi876", "source": "AlexiaHavasi876", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "martin_niguez", "source": "martin_niguez", "target": "Toomboro", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "martin_niguez", "source": "martin_niguez", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hanikedua", "source": "hanikedua", "target": "nemoozz22", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hanikedua", "source": "hanikedua", "target": "Dhiyamardhiya1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hanikedua", "source": "hanikedua", "target": "tanyakanrl", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sandiuno", "source": "sandiuno", "target": "bosum.indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "media_kaba12", "source": "media_kaba12", "target": "opik_rajobungsu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "fakta_banten", "source": "fakta_banten", "target": "fakta_banten", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "rominofrian", "source": "rominofrian", "target": "Sumber", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "marketroots", "source": "marketroots", "target": "marketroots", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "trade.insight.id", "source": "trade.insight.id", "target": "trade.insight.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pointofview.news", "source": "pointofview.news", "target": "pointofview.news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "harristurino", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "DPR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hotclip244", "source": "hotclip244", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "klipnewss", "source": "klipnewss", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipp880", "source": "clipp880", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "erinasyafiaalmahyra", "source": "erinasyafiaalmahyra", "target": "Ternak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "trenasiaid", "source": "trenasiaid", "target": "yzfrider.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "source": "suaramuslimahjabar", "target": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "source": "suaramuslimahjabar", "target": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "source": "suaramuslimahjabar", "target": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SindoPodcast", "source": "@SindoPodcast", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SindoPodcast", "source": "@SindoPodcast", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SindoPodcast", "source": "@SindoPodcast", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sb30official", "source": "@sb30official", "target": "sb30official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@fokus.indosiar", "source": "@fokus.indosiar", "target": "indosiar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@fokus.indosiar", "source": "@fokus.indosiar", "target": "indosiar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@fokus.indosiar", "source": "@fokus.indosiar", "target": "patroliindosiar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "source": "@VideoTribunPontianak", "target": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}