{"nodes": [{"key": "TxtRabbitHole", "attributes": {"label": "TxtRabbitHole", "x": 450.5722162656959, "y": 496.2283675123792, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.5665, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067409599570031066", "id": "TxtRabbitHole", "source": "tweet-000004", "content": "Siip, bener banget. Beda sama rezim skrg. Sayangnya, Habibie sering dilupakan, padahal warisannya nyata: independensi Bank Indonesia yg kita nikmati sampai sekarang itu lahir di era beliau.\n\nDan pemulihan 17 bulan itu bukan keberuntungan. Itu hasil kerja.", "post_id": "2067409599570031066"}}, {"key": "lakubawana", "attributes": {"label": "lakubawana", "x": 12.401626130827514, "y": 988.5152798168306, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 36.1981, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067409599570031066", "id": "lakubawana", "source": "tweet-000004", "content": "Siip, bener banget. Beda sama rezim skrg. Sayangnya, Habibie sering dilupakan, padahal warisannya nyata: independensi Bank Indonesia yg kita nikmati sampai sekarang itu lahir di era beliau.\n\nDan pemulihan 17 bulan itu bukan keberuntungan. Itu hasil kerja.", "post_id": "2067409599570031066"}}, {"key": "cloudsmahe", "attributes": {"label": "cloudsmahe", "x": 289.5465989362875, "y": 414.4961569336034, "size": 12.21, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.5665, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068896111637729586", "id": "cloudsmahe", "source": "tweet-000004", "content": "semoga saja bukan merupakan intervensi terhadap bank sentral yang bersifat independen dan merupakan dukungan kepada Bank Indonesia untuk menjalankan kebijakan pro growth.", "post_id": "2068896111637729586"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 355.4701766131766, "y": 400.9829825002628, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 77.7769, "eigenvector": 217.1293, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "2068896111637729586", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "semoga saja bukan merupakan intervensi terhadap bank sentral yang bersifat independen dan merupakan dukungan kepada Bank Indonesia untuk menjalankan kebijakan pro growth.", "post_id": "2068896111637729586"}}, {"key": "maliiih28", "attributes": {"label": "maliiih28", "x": 340.6776240381535, "y": 153.72844786689987, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.5665, "eigenvector": 217.1293, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069076770029211788", "id": "maliiih28", "source": "tweet-000004", "content": "Padahal independensi bank sentral itu harga mati supaya pasar global gak ikutan skeptis.😭", "post_id": "2069076770029211788"}}, {"key": "FrancyFran8534", "attributes": {"label": "FrancyFran8534", "x": 982.6298551098382, "y": 91.79548341539679, "size": 6.63, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 27.8823, "eigenvector": 65.7415, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069076770029211788", "id": "FrancyFran8534", "source": "tweet-000004", "content": "Padahal independensi bank sentral itu harga mati supaya pasar global gak ikutan skeptis.😭", "post_id": "2069076770029211788"}}, {"key": "AMuhammad2425", "attributes": {"label": "AMuhammad2425", "x": 270.2434475201974, "y": 440.8016421299923, "size": 12.21, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.5665, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068845269215818141", "id": "AMuhammad2425", "source": "tweet-000004", "content": "Suku bunga say,kuncinya bank sentral harus tegak lurus sama pemerintah gak independen", "post_id": "2068845269215818141"}}, {"key": "maslim98", "attributes": {"label": "maslim98", "x": 534.8167173291106, "y": 795.491260086155, "size": 12.21, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.5665, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068897128299311491", "id": "maslim98", "source": "tweet-000004", "content": "Ngeri-ngeri sedap. Lembaga independen sekelas Bank Indonesia yang kinerjanya selama ini relatif solid dan profesional, sekarang standarisasi gaji, remunerasi, sampai pengadaannya harus lewat persetujuan DPR. Kebijakan moneter emang gak diintervensi langsung, tapi kalau 'leher'", "post_id": "2068897128299311491"}}, {"key": "joeliardisunendar", "attributes": {"label": "joeliardisunendar", "x": 163.38951455332352, "y": 693.0623771658528, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.5665, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3925173732804989039_9022830818", "id": "joeliardisunendar", "source": "instagram-000001", "content": "Sang Maestro telah tiada. Tapi warisannya tidak pernah sesederhana yang sering digambarkan.\n\nAlan Greenspan wafat 22 Juni 2026 di usia 100 tahun — menutup satu era central banking. \n\nHampir dua dekade memimpin Federal Reserve (1987–2006). Dia dipuja sebagai “The Maestro” di era Great Moderation, lalu diperdebatkan habis setelah krisis besar terjadi di tahun 2008 (Great Financial Crisis/2008).\n\nEsai-esai obituari hari ini berputar pada lima hal yang sama: irrational exuberance, julukan Maestro, gaya bicara ambigu, bayang-bayang 2008, dan independensi Fed.\n\nTapi ada satu mekanisme yang justru paling penting bagi seorang value investor — dan paling sering terlewat: “Greenspan Put”.\n\nBukan frasa retoris, melainkan keyakinan pasar bahwa Fed akan selalu menyangga harga aset setiap kali krisis datang. \n\nPola itu lahir di Black Monday 1987, diperkuat lewat penyelamatan LTCM 1998 dan suku bunga ultra-rendah pasca-dotcom. \n\nHasilnya: moral hazard — distorsi pengambilan risiko dalam satu generasi, yang menjadi bahan bakar gelembung perumahan 2008.\n\nLalu soal independensi. Banyak menyebutnya warisan terbesar Greenspan. Padahal rekam jejaknya politis, dan contoh independensi yang lebih murni justru datang dari Volcker.\n\nIroninya tajam: Greenspan wafat tepat sebulan setelah Ketua Fed baru dilantik lewat margin Senat tersempit dalam sejarah, di tengah tekanan politik terbesar atas independensi bank sentral di era modern. \n\nPilar warisannya diuji persis di hari kematiannya.\n\nVolcker menaklukkan inflasi. Bernanke menyelamatkan sistem. \n\nGreenspan? Ia mengubah kursi Fed menjadi kultus personalitas dan manajer harga aset — model yang justru dibongkar profesi central banking 20 tahun setelahnya.\n\nWarisannya akan selalu menjadi paradoks.\n\n⁂ Geser untuk membaca analisisnya. Simpan & bagikan jika bermanfaat. Ikuti  untuk analisis investasi berbasis fundamental.\n\n#AlanGreenspan #FederalReserve #ValueInvesting #JSPortfolio #Investasi", "post_id": "3925173732804989039_9022830818"}}, {"key": "jsportfolio.id", "attributes": {"label": "jsportfolio.id", "x": 212.73528752684402, "y": 805.030344424527, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 36.1981, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3925173732804989039_9022830818", "id": "jsportfolio.id", "source": "instagram-000001", "content": "Sang Maestro telah tiada. Tapi warisannya tidak pernah sesederhana yang sering digambarkan.\n\nAlan Greenspan wafat 22 Juni 2026 di usia 100 tahun — menutup satu era central banking. \n\nHampir dua dekade memimpin Federal Reserve (1987–2006). Dia dipuja sebagai “The Maestro” di era Great Moderation, lalu diperdebatkan habis setelah krisis besar terjadi di tahun 2008 (Great Financial Crisis/2008).\n\nEsai-esai obituari hari ini berputar pada lima hal yang sama: irrational exuberance, julukan Maestro, gaya bicara ambigu, bayang-bayang 2008, dan independensi Fed.\n\nTapi ada satu mekanisme yang justru paling penting bagi seorang value investor — dan paling sering terlewat: “Greenspan Put”.\n\nBukan frasa retoris, melainkan keyakinan pasar bahwa Fed akan selalu menyangga harga aset setiap kali krisis datang. \n\nPola itu lahir di Black Monday 1987, diperkuat lewat penyelamatan LTCM 1998 dan suku bunga ultra-rendah pasca-dotcom. \n\nHasilnya: moral hazard — distorsi pengambilan risiko dalam satu generasi, yang menjadi bahan bakar gelembung perumahan 2008.\n\nLalu soal independensi. Banyak menyebutnya warisan terbesar Greenspan. Padahal rekam jejaknya politis, dan contoh independensi yang lebih murni justru datang dari Volcker.\n\nIroninya tajam: Greenspan wafat tepat sebulan setelah Ketua Fed baru dilantik lewat margin Senat tersempit dalam sejarah, di tengah tekanan politik terbesar atas independensi bank sentral di era modern. \n\nPilar warisannya diuji persis di hari kematiannya.\n\nVolcker menaklukkan inflasi. Bernanke menyelamatkan sistem. \n\nGreenspan? Ia mengubah kursi Fed menjadi kultus personalitas dan manajer harga aset — model yang justru dibongkar profesi central banking 20 tahun setelahnya.\n\nWarisannya akan selalu menjadi paradoks.\n\n⁂ Geser untuk membaca analisisnya. Simpan & bagikan jika bermanfaat. Ikuti  untuk analisis investasi berbasis fundamental.\n\n#AlanGreenspan #FederalReserve #ValueInvesting #JSPortfolio #Investasi", "post_id": "3925173732804989039_9022830818"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 413.34513384902573, "y": 779.7602167651941, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 130.4426, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3925010284369470982_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Badan Pengelola Investasi Danantara kini dapat menjadi pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berdasarkan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK) terbaru. \n\nMeski demikian, kepemilikan saham tersebut tidak boleh mengganggu independensi BEI. Ketentuan lebih lanjut akan ditetapkan melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#UUPPSK #Kemenkeu #Danantara #SahamBEI #BloombergTechnoz", "post_id": "3925010284369470982_51748745734"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 499.7416661052041, "y": 452.3967889592887, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 130.4426, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3925078845829669159_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI) hingga BPI Danantara berpeluang menjadi pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI).\n\nAturan ini tertuang dalam Pasal 8B Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 yang merupakan perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).\n\n\"Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara dapat menjadi pemegang saham Bursa Efek,\" demikian bunyi Pasal 8B ayat (1) dalam salinan UU P2SK, dikutip Senin (22/6/2026).\n\nNamun, ketentuan tersebut mensyaratkan perorangan dan lembaga negara wajib menjaga dan mempertahankan independensi Bursa.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/aturan-baru-p2sk-kemenkeu-hingga-danantara-bisa-miliki-saham-bei\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #saham #kemenkeu #bankindonesia", "post_id": "3925078845829669159_3310659452"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 621.7328826087592, "y": 863.924668404552, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.3021, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 3, "degree": 6}, "_id": "3925172873350918695_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "DPR resmi mengesahkan revisi UU P2SK yang memungkinkan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Danantara menjadi pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI).\n\nLangkah ini sejalan dengan rencana demutualisasi BEI, yang akan membuka kepemilikan bursa tidak hanya untuk anggota bursa, tetapi juga pihak lain, termasuk negara. Meski demikian, aturan baru tetap menegaskan bahwa independensi BEI harus terjaga.\n\nKetentuan teknis mengenai kepemilikan saham nantinya akan diatur lebih lanjut oleh OJK. ⚖️\n\nSumber: katadata.co.id, 22 Juni 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#BEI #Danantara #BankIndonesia #Kemenkeu #UUP2SK #PasarModal #SahamIndonesia #IHSG #Investasi #InvestorSaham #BursaEfekIndonesia #mancingsaham", "post_id": "3925172873350918695_52512310886"}}, {"key": "sahambbk", "attributes": {"label": "sahambbk", "x": 556.7643479479088, "y": 131.26242441621173, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 130.4426, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3925216463678311783_8368743173", "id": "sahambbk", "source": "instagram-000001", "content": "🏛️ BURSA EFEK INDONESIA MASUK BABAK BARU\n\nMelalui revisi UU P2SK Tahun 2026, kepemilikan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) kini tidak lagi terbatas pada Anggota Bursa.\n\nKementerian Keuangan, Bank Indonesia, Danantara, perusahaan, hingga individu Indonesia kini berpeluang menjadi pemegang saham BEI sebagai bagian dari proses demutualisasi bursa.\n\nLangkah ini bertujuan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan daya saing pasar modal Indonesia agar sejajar dengan standar global.\n\nNamun di sisi lain, pasar juga menantikan aturan turunan dari OJK terkait batas kepemilikan, mekanisme transaksi, hingga bagaimana independensi BEI tetap terjaga di tengah masuknya pemegang saham baru.\n\nMenurut Kamu, Apakah kebijakan ini akan memperkuat pasar modal Indonesia?\n\n💬 Tulis pendapatmu di kolom komentar yaaa ☺️ \n\n❤️ Like jika konten ini bermanfaat.\n 🔄 Share ke investor lainnya. \n📌 Follow  untuk update saham dan pasar modal setiap hari.\n\n#BEI #PasarModal #UUP2SK #InvestasiSaham #SahamIndonesia", "post_id": "3925216463678311783_8368743173"}}, {"key": "the.indonesia.post", "attributes": {"label": "the.indonesia.post", "x": 964.3469683274574, "y": 807.1515831303964, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.5665, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7653727519434116373", "id": "the.indonesia.post", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 938.247467136768, "y": 724.1618368740528, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.8823, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653727519434116373", "id": "bank_indonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "kemenkeuri", "x": 288.99428138786476, "y": 517.5858660152448, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.8823, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653727519434116373", "id": "kemenkeuri", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 568.5026801353553, "y": 617.3766620348305, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.5665, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "K-MdUj6om28", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Kata Ekonom soal Dampak UU P2SK Atur Surat Utang Danantara hingga Pengawasan LPS hingga BI oleh DPR\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Revisi Undang-Undang tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 Tentang Pengembangan Penguatan Sektro Keuangan alias P2SK disahkan Dewan Perwakilan Rakyat 4 Juni 2026. \n\nDalam UU P2SK tersebut mencakup penerbitan surat utang patriot bond dan merah putih bond oleh BPI Danantara. \n\nSelain itu, undang-undang itu mengatur DPR turut mengawasi kinerja LPS, OJK dan Bank Indonesia. \n\nLalu apa dampak positif pengesahan RUU P2SK tersebut?\n\n#ekonomi #danantara #undangundang  #p2sk #bi #dpr #lps \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "K-MdUj6om28"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 378.35091954175283, "y": 158.82850674457373, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.7244, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "K-MdUj6om28", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Kata Ekonom soal Dampak UU P2SK Atur Surat Utang Danantara hingga Pengawasan LPS hingga BI oleh DPR\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Revisi Undang-Undang tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 Tentang Pengembangan Penguatan Sektro Keuangan alias P2SK disahkan Dewan Perwakilan Rakyat 4 Juni 2026. \n\nDalam UU P2SK tersebut mencakup penerbitan surat utang patriot bond dan merah putih bond oleh BPI Danantara. \n\nSelain itu, undang-undang itu mengatur DPR turut mengawasi kinerja LPS, OJK dan Bank Indonesia. \n\nLalu apa dampak positif pengesahan RUU P2SK tersebut?\n\n#ekonomi #danantara #undangundang  #p2sk #bi #dpr #lps \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "K-MdUj6om28"}}, {"key": "@cryptoready", "attributes": {"label": "@cryptoready", "x": 379.4621244210149, "y": 807.1510461131876, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.5665, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "YRS-Ny7VsfE", "id": "@cryptoready", "source": "youtube-000001", "content": "🚨\n\nLakukan Riset Sendiri\nKonten saya dimaksudkan untuk digunakan dan harus digunakan hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan. Sangat penting untuk melakukan analisis sendiri sebelum melakukan investasi berdasarkan keadaan pribadi Anda. Anda harus meminta nasihat keuangan independen dari seorang profesional terkait, atau melakukan riset dan verifikasi secara independen, atas informasi apa pun yang Anda temukan di saluran saya dan ingin Anda andalkan, baik untuk tujuan pengambilan keputusan investasi atau lainnya.\n\nTidak Ada Dukungan\nCrypto Ready tidak mendukung platform yang dipromosikan. Semua platform menyediakan dana untuk demonstrasi produk/layanan mereka. Saya tidak bertanggung jawab jika dana yang Anda putuskan untuk ditempatkan di platform tidak dikembalikan atau tidak dapat ditarik.\n\nTidak Ada Saran Investasi\nCrypto Ready bukanlah broker/dealer, saya bukan penasihat investasi, saya tidak memiliki akses ke informasi non-publik tentang perusahaan yang terdaftar di bursa saham, dan ini bukan tempat untuk memberikan atau menerima nasihat keuangan, nasihat mengenai keputusan investasi, atau nasihat pajak atau hukum. Saya tidak diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan.\n\nTautan Afiliasi\nSaya mungkin menerima komisi jika Anda mengklik tautan apa pun di deskripsi, bagian komentar, atau di dalam video.\n\n----------------------------------------------------\nBerlangganan ke Saluran ke-2 kami HARI INI:\n   /   \n----------------------------------------------------\n🔥🔥DAPATKAN $20 XRP GRATIS, HANYA DENGAN MEMBELI DOMPET D'CENT!!!🔥🔥\n\n👉 BELI Dompet Biometrik dengan diskon hingga 44%\n\n👉 1 Dompet Biometrik, $159 → HANYA $119\nhttps://store.dcentwallet.com/lq33el\n\n👉 2 Dompet Biometrik $318 → HANYA $189\nhttps://store.dcentwallet.com/xy9jdf\n\n🔥DAPATKAN DISKON BESAR & AMANKAN ASET ANDA MENGGUNAKAN DOMPET TERBAIK!!\n\n🔥Ayo KITA RAIH!!🔥\n------------------------------------------------------\nSilakan Berlangganan, Sukai & Bagikan Video Saya dengan Keluarga & Teman.\n\nTerima Kasih!!! 😊\n\nresesi, inflasi, xdc, pembiayaan perdagangan, berita xdc, cbdc, lintas batas, terdesentralisasi, bitcoin, btc, ethereum, eth, xrp, ripple, sec, cftc, stablecoin, uk, usa, bank sentral, perang, rusia, china, terpusat, pandemi, hijau, peretasan, likuiditas, pengiriman uang, swift, iso20022, blackrock, coinbase, tfdi, dni, Impel, pendapatan pasif, xinfin, 401k, pensiun, roth ira, investasi, kripto, dlt, blockchain, bitboy, investor aset digital, dapat ditanggung banteng, properti, mata uang kripto, bunga, digital, emas, shiba, xlm, ai, eurs, etf, catx, staking, pasif, pendapatan, efani, sim, swap, penipuan, kecurangan, staking, hadiah, dapatkan, SHX, PLI, XRP, XDC, 🚨#XDC: PENGAMBILALIHAN UTILITAS!!🚨 #XRP #DTCC #R3 #BLACKROCK #UK #MLETR0", "post_id": "YRS-Ny7VsfE"}}, {"key": "cryptoutility88", "attributes": {"label": "cryptoutility88", "x": 172.74702263182385, "y": 538.750093340898, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.1981, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YRS-Ny7VsfE", "id": "cryptoutility88", "source": "youtube-000001", "content": "🚨\n\nLakukan Riset Sendiri\nKonten saya dimaksudkan untuk digunakan dan harus digunakan hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan. Sangat penting untuk melakukan analisis sendiri sebelum melakukan investasi berdasarkan keadaan pribadi Anda. Anda harus meminta nasihat keuangan independen dari seorang profesional terkait, atau melakukan riset dan verifikasi secara independen, atas informasi apa pun yang Anda temukan di saluran saya dan ingin Anda andalkan, baik untuk tujuan pengambilan keputusan investasi atau lainnya.\n\nTidak Ada Dukungan\nCrypto Ready tidak mendukung platform yang dipromosikan. Semua platform menyediakan dana untuk demonstrasi produk/layanan mereka. Saya tidak bertanggung jawab jika dana yang Anda putuskan untuk ditempatkan di platform tidak dikembalikan atau tidak dapat ditarik.\n\nTidak Ada Saran Investasi\nCrypto Ready bukanlah broker/dealer, saya bukan penasihat investasi, saya tidak memiliki akses ke informasi non-publik tentang perusahaan yang terdaftar di bursa saham, dan ini bukan tempat untuk memberikan atau menerima nasihat keuangan, nasihat mengenai keputusan investasi, atau nasihat pajak atau hukum. Saya tidak diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan.\n\nTautan Afiliasi\nSaya mungkin menerima komisi jika Anda mengklik tautan apa pun di deskripsi, bagian komentar, atau di dalam video.\n\n----------------------------------------------------\nBerlangganan ke Saluran ke-2 kami HARI INI:\n   /   \n----------------------------------------------------\n🔥🔥DAPATKAN $20 XRP GRATIS, HANYA DENGAN MEMBELI DOMPET D'CENT!!!🔥🔥\n\n👉 BELI Dompet Biometrik dengan diskon hingga 44%\n\n👉 1 Dompet Biometrik, $159 → HANYA $119\nhttps://store.dcentwallet.com/lq33el\n\n👉 2 Dompet Biometrik $318 → HANYA $189\nhttps://store.dcentwallet.com/xy9jdf\n\n🔥DAPATKAN DISKON BESAR & AMANKAN ASET ANDA MENGGUNAKAN DOMPET TERBAIK!!\n\n🔥Ayo KITA RAIH!!🔥\n------------------------------------------------------\nSilakan Berlangganan, Sukai & Bagikan Video Saya dengan Keluarga & Teman.\n\nTerima Kasih!!! 😊\n\nresesi, inflasi, xdc, pembiayaan perdagangan, berita xdc, cbdc, lintas batas, terdesentralisasi, bitcoin, btc, ethereum, eth, xrp, ripple, sec, cftc, stablecoin, uk, usa, bank sentral, perang, rusia, china, terpusat, pandemi, hijau, peretasan, likuiditas, pengiriman uang, swift, iso20022, blackrock, coinbase, tfdi, dni, Impel, pendapatan pasif, xinfin, 401k, pensiun, roth ira, investasi, kripto, dlt, blockchain, bitboy, investor aset digital, dapat ditanggung banteng, properti, mata uang kripto, bunga, digital, emas, shiba, xlm, ai, eurs, etf, catx, staking, pasif, pendapatan, efani, sim, swap, penipuan, kecurangan, staking, hadiah, dapatkan, SHX, PLI, XRP, XDC, 🚨#XDC: PENGAMBILALIHAN UTILITAS!!🚨 #XRP #DTCC #R3 #BLACKROCK #UK #MLETR0", "post_id": "YRS-Ny7VsfE"}}, {"key": "@MoneySenseOfficial", "attributes": {"label": "@MoneySenseOfficial", "x": 917.3992627775544, "y": 98.7787937854564, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.5665, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "212d9FwEkqM", "id": "@MoneySenseOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "Emas Seharga $139.000: Revaluasi Besar Emas & Perak Akan Mengejutkan Dunia - Andy Schectman\n\nEmas Senilai $139.000: Revaluasi Besar Emas & Perak Akan Mengejutkan Dunia - Andy Schectman\n\nDiskusi ini berpusat pada keyakinan yang berkembang bahwa emas dapat memainkan peran yang jauh lebih besar dalam sistem keuangan masa depan. Seiring melemahnya kepercayaan pada kebijakan moneter berbasis utang, perhatian lebih diberikan pada hubungan antara obligasi pemerintah, stabilitas mata uang, dan logam mulia. Argumen yang disajikan adalah bahwa jika emas semakin terkait dengan pasar obligasi pemerintah atau berfungsi sebagai mekanisme pembangunan kepercayaan di balik utang negara, nilainya dapat meningkat secara substansial dari waktu ke waktu. Pada saat yang sama, dolar yang lebih lemah dapat menjadi konsekuensi yang tidak diinginkan dari kebijakan yang bertujuan untuk mengelola beban utang yang besar. Ini menciptakan lingkungan di mana tabungan tunai tradisional dapat kehilangan daya beli, sementara aset berharga menjadi lebih penting.\nAndy Schectman, seorang spesialis logam mulia dan pendukung lama kebijakan moneter yang sehat, menjelaskan mengapa permintaan institusional terhadap emas terus tumbuh meskipun terjadi volatilitas pasar jangka pendek. Ia menyoroti bagaimana bank sentral, dana kekayaan negara, dan entitas keuangan besar telah secara konsisten mengakumulasi emas sambil mengurangi ketergantungan pada cadangan berbasis dolar. Ekspansi berkelanjutan dari stablecoin, penerbitan obligasi pemerintah, dan eksperimen moneter dapat menciptakan jalur tambahan untuk permintaan emas. Jika tren ini berlanjut, emas pada akhirnya dapat menantang banyak asumsi konvensional tentang aset cadangan. Ke depan, salah satu kemungkinan hasilnya adalah harga emas yang jauh lebih tinggi karena negara-negara mencari aset netral di luar kendali pemerintah mana pun, yang berpotensi membentuk kembali keuangan global dengan cara yang saat ini tidak banyak diperkirakan oleh investor.\nTema utama dari percakapan ini adalah semakin besarnya kesenjangan antara statistik ekonomi resmi dan tekanan keuangan yang dihadapi konsumen. Meningkatnya biaya pinjaman, meningkatnya utang pemerintah, dan inflasi yang terus-menerus terus menjadi tantangan bagi rumah tangga di seluruh dunia. Sementara para pembuat kebijakan berupaya mempertahankan stabilitas, keberlanjutan jangka panjang dari tingkat utang saat ini tetap menjadi perhatian. Diskusi tersebut menunjukkan bahwa suku bunga yang lebih tinggi pada akhirnya dapat mengungkap kelemahan di seluruh sistem keuangan, memaksa pilihan kebijakan yang sulit.\n\nIkuti di X:   / moneysense_off  \n\n\"Selamat datang di saluran kami yang didedikasikan untuk investasi emas dan perak! Dalam video ini, kami memberikan wawasan dan analisis ahli tentang tren terbaru di pasar emas dan perak. Temukan strategi untuk berinvestasi dalam logam mulia, termasuk emas dan perak batangan, koin, dan perhiasan. Tetap terupdate dengan pembaruan harga dan berita pasar secara real-time, dan pelajari cara mendiversifikasi portofolio Anda dengan emas dan perak. Baik Anda seorang pemula atau investor berpengalaman, saluran kami menawarkan kiat dan panduan berharga untuk menavigasi dunia logam mulia.\n\nBerlangganan sekarang untuk analisis mendalam, data historis, perkiraan pasar, dan banyak lagi. Bergabunglah dengan komunitas penggemar emas dan perak kami dan buka potensi aset abadi ini. #InvestasiEmasDanPerak #SaluranLogamMulia #KiatInvestasi\"\n\nKredit:  \nChina Mengambil Perak Amerika | Andy Schectman\n   • China Is Taking America's Silver | Andy Sc...  \n\n✔️ PENAFIAN KEUANGAN\nSaluran ini bertujuan untuk berbagi kiat dan video investasi dari para ahli. KAMI TIDAK MEMBERIKAN NASIHAT KEUANGAN!\n\nSilakan berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum mengambil tindakan keuangan apa pun.\nMoney Sense secara ketat mengikuti Pedoman Komunitas YouTube dan tidak mempromosikan ujaran kebencian, pelecehan, kekerasan, atau informasi yang salah.\nJangan pernah membeli apa pun hanya karena Anda melihat seorang YouTuber membicarakannya. Selalu lakukan riset independen Anda sendiri sebelum berinvestasi dalam koin apa pun.\n\nKami menghadirkan berita, wawasan, dan analisis terbaru tentang emas, perak, dan tembaga. Video kami mencakup berbagai topik, termasuk harga emas, prediksi emas, perkiraan harga emas, harga perak, prediksi harga perak, harga tembaga, tren pasar, strategi investasi, dan berita industri.\n\nKami berbagi wawancara dari para ahli seperti Rick Rule, Peter Schiff, Mike Maloney, Lynette Zang, dan banyak lainnya. Tetaplah mengikuti perkembangan dunia keuangan dan buat keputusan yang tepat dengan wawasan ahli kami. Berlangganan sekarang dan jangan pernah ketinggalan video!\n\n#emas #perak #andyschectman #hargaemas #hargaperak #prediksihargaemas #prediksihargaperak #ekonomi #hargalogammulia #logammulia", "post_id": "212d9FwEkqM"}}, {"key": "Sarah_Westall", "attributes": {"label": "Sarah_Westall", "x": 265.50930383192383, "y": 640.5691464962911, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.1981, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "212d9FwEkqM", "id": "Sarah_Westall", "source": "youtube-000001", "content": "Emas Seharga $139.000: Revaluasi Besar Emas & Perak Akan Mengejutkan Dunia - Andy Schectman\n\nEmas Senilai $139.000: Revaluasi Besar Emas & Perak Akan Mengejutkan Dunia - Andy Schectman\n\nDiskusi ini berpusat pada keyakinan yang berkembang bahwa emas dapat memainkan peran yang jauh lebih besar dalam sistem keuangan masa depan. Seiring melemahnya kepercayaan pada kebijakan moneter berbasis utang, perhatian lebih diberikan pada hubungan antara obligasi pemerintah, stabilitas mata uang, dan logam mulia. Argumen yang disajikan adalah bahwa jika emas semakin terkait dengan pasar obligasi pemerintah atau berfungsi sebagai mekanisme pembangunan kepercayaan di balik utang negara, nilainya dapat meningkat secara substansial dari waktu ke waktu. Pada saat yang sama, dolar yang lebih lemah dapat menjadi konsekuensi yang tidak diinginkan dari kebijakan yang bertujuan untuk mengelola beban utang yang besar. Ini menciptakan lingkungan di mana tabungan tunai tradisional dapat kehilangan daya beli, sementara aset berharga menjadi lebih penting.\nAndy Schectman, seorang spesialis logam mulia dan pendukung lama kebijakan moneter yang sehat, menjelaskan mengapa permintaan institusional terhadap emas terus tumbuh meskipun terjadi volatilitas pasar jangka pendek. Ia menyoroti bagaimana bank sentral, dana kekayaan negara, dan entitas keuangan besar telah secara konsisten mengakumulasi emas sambil mengurangi ketergantungan pada cadangan berbasis dolar. Ekspansi berkelanjutan dari stablecoin, penerbitan obligasi pemerintah, dan eksperimen moneter dapat menciptakan jalur tambahan untuk permintaan emas. Jika tren ini berlanjut, emas pada akhirnya dapat menantang banyak asumsi konvensional tentang aset cadangan. Ke depan, salah satu kemungkinan hasilnya adalah harga emas yang jauh lebih tinggi karena negara-negara mencari aset netral di luar kendali pemerintah mana pun, yang berpotensi membentuk kembali keuangan global dengan cara yang saat ini tidak banyak diperkirakan oleh investor.\nTema utama dari percakapan ini adalah semakin besarnya kesenjangan antara statistik ekonomi resmi dan tekanan keuangan yang dihadapi konsumen. Meningkatnya biaya pinjaman, meningkatnya utang pemerintah, dan inflasi yang terus-menerus terus menjadi tantangan bagi rumah tangga di seluruh dunia. Sementara para pembuat kebijakan berupaya mempertahankan stabilitas, keberlanjutan jangka panjang dari tingkat utang saat ini tetap menjadi perhatian. Diskusi tersebut menunjukkan bahwa suku bunga yang lebih tinggi pada akhirnya dapat mengungkap kelemahan di seluruh sistem keuangan, memaksa pilihan kebijakan yang sulit.\n\nIkuti di X:   / moneysense_off  \n\n\"Selamat datang di saluran kami yang didedikasikan untuk investasi emas dan perak! Dalam video ini, kami memberikan wawasan dan analisis ahli tentang tren terbaru di pasar emas dan perak. Temukan strategi untuk berinvestasi dalam logam mulia, termasuk emas dan perak batangan, koin, dan perhiasan. Tetap terupdate dengan pembaruan harga dan berita pasar secara real-time, dan pelajari cara mendiversifikasi portofolio Anda dengan emas dan perak. Baik Anda seorang pemula atau investor berpengalaman, saluran kami menawarkan kiat dan panduan berharga untuk menavigasi dunia logam mulia.\n\nBerlangganan sekarang untuk analisis mendalam, data historis, perkiraan pasar, dan banyak lagi. Bergabunglah dengan komunitas penggemar emas dan perak kami dan buka potensi aset abadi ini. #InvestasiEmasDanPerak #SaluranLogamMulia #KiatInvestasi\"\n\nKredit:  \nChina Mengambil Perak Amerika | Andy Schectman\n   • China Is Taking America's Silver | Andy Sc...  \n\n✔️ PENAFIAN KEUANGAN\nSaluran ini bertujuan untuk berbagi kiat dan video investasi dari para ahli. KAMI TIDAK MEMBERIKAN NASIHAT KEUANGAN!\n\nSilakan berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum mengambil tindakan keuangan apa pun.\nMoney Sense secara ketat mengikuti Pedoman Komunitas YouTube dan tidak mempromosikan ujaran kebencian, pelecehan, kekerasan, atau informasi yang salah.\nJangan pernah membeli apa pun hanya karena Anda melihat seorang YouTuber membicarakannya. Selalu lakukan riset independen Anda sendiri sebelum berinvestasi dalam koin apa pun.\n\nKami menghadirkan berita, wawasan, dan analisis terbaru tentang emas, perak, dan tembaga. Video kami mencakup berbagai topik, termasuk harga emas, prediksi emas, perkiraan harga emas, harga perak, prediksi harga perak, harga tembaga, tren pasar, strategi investasi, dan berita industri.\n\nKami berbagi wawancara dari para ahli seperti Rick Rule, Peter Schiff, Mike Maloney, Lynette Zang, dan banyak lainnya. Tetaplah mengikuti perkembangan dunia keuangan dan buat keputusan yang tepat dengan wawasan ahli kami. Berlangganan sekarang dan jangan pernah ketinggalan video!\n\n#emas #perak #andyschectman #hargaemas #hargaperak #prediksihargaemas #prediksihargaperak #ekonomi #hargalogammulia #logammulia", "post_id": "212d9FwEkqM"}}, {"key": "@DefenseNow", "attributes": {"label": "@DefenseNow", "x": 439.9059403794059, "y": 909.7981793124475, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.5665, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "6wc69MIQebQ", "id": "@DefenseNow", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Scott Bessent Berikan Arahan Terkait Akun Trump, Sanksi Iran & Ekonomi AS\n\nMenteri Keuangan Scott Bessent naik podium di Gedung Putih untuk menguraikan gelombang besar kebijakan ekonomi domestik dan internasional, mulai dari peluncuran \"Akun Trump\" baru hingga garis merah ketat dalam negosiasi dengan Iran.\n\nDalam konferensi pers komprehensif ini, Menteri Bessent merinci strategi pemerintah untuk meningkatkan ekonomi AS melalui dominasi energi dan pemotongan pajak yang ditargetkan, termasuk penghapusan pajak atas tip dan lembur. Di bidang kebijakan luar negeri, Bessent menjawab pertanyaan-pertanyaan tajam mengenai sanksi, negosiasi perdamaian, dan syarat-syarat ketat untuk kesepakatan nuklir dengan Iran. Ia juga membahas regulasi mata uang digital, defisit anggaran federal, investigasi pendanaan nirlaba, dan sanksi yang ditargetkan pada perusahaan minyak Rusia.\n\nPoin-Poin Penting & Cap Waktu:\nAkun Trump & Pemotongan Pajak: Bessent mengumumkan peluncuran \"Akun Trump\" pada 4 Juli, yang menawarkan investasi awal kepada anak-anak Amerika untuk menumbuhkan literasi keuangan. Ia juga memuji kebijakan pajak baru-baru ini, termasuk penghapusan pajak atas tip, lembur, dan tunjangan Jaminan Sosial. [00:18]\n\nDominasi Energi AS: Pemerintah mengklaim agenda deregulasi mereka telah menjadikan AS sebagai eksportir energi terbesar di dunia, yang menyebabkan pertumbuhan PDB yang tangguh dan harga energi yang lebih rendah. [01:46]\n\nNegosiasi & Sanksi Iran: Membahas negosiasi yang sedang berlangsung, Bessent menguraikan syarat-syarat ketat untuk kesepakatan dengan Iran: mereka harus menyerahkan uranium yang diperkaya tinggi, meninggalkan program senjata nuklir mereka, dan menjaga Selat Hormuz tetap terbuka untuk transit bebas. [05:23]\n\nUang Kertas Trump $250: Menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan menempatkan wajah Donald Trump pada uang kertas $250 yang diusulkan, Bessent mengklarifikasi bahwa meskipun Departemen Keuangan mempersiapkan berbagai kemungkinan, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Kongres. [06:00]\n\nRegulasi Mata Uang Digital: Bessent menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengejar Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC) karena masalah privasi. Namun, ia menyatakan dukungan kuat untuk legislasi stablecoin bipartisan guna menjadikan AS sebagai pemimpin dalam regulasi aset digital. [09:52]\n\nPenyelesaian IRS & Kebocoran Pajak: Menolak untuk berkomentar mendalam tentang litigasi yang sedang berlangsung terkait penyelesaian IRS dan Departemen Kehakiman, ia menyebutkan bahwa pelaku jahat sebelumnya membocorkan lebih dari 400.000 laporan pajak, termasuk milik keluarga Trump. [11:11]\n\nMengurangi Defisit Anggaran: Bessent membahas rencana untuk mengatasi defisit anggaran dengan memangkas perkiraan penipuan pemerintah tahunan sebesar $500 miliar, yang menurutnya akan membantu menurunkan suku bunga. [15:31]\n\nInvestigasi Pendanaan Antifa: Departemen Keuangan bekerja sama dengan FBI untuk menyelidiki pendanaan Antifa. Selain itu, IRS mengeluarkan panduan untuk memastikan organisasi nirlaba bertanggung jawab atas siapa yang menerima hibah mereka. [23:45]\n\nSanksi Rusia: Bessent membela rekam jejak pemerintahan terkait Rusia, mencatat bahwa Presiden Trump mengarahkan Departemen Keuangan untuk menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan minyak terbesar Rusia, Lukoil dan Rosneft. [29:10]\n\n#DefenseNow #USPolitics #IranSanctions #NationalSecurity #USEconomy #TreasuryBriefing #Geopolitics\n\nPengarahan Departemen Keuangan AS, Menteri Keuangan Bessent, negosiasi nuklir Iran, konflik Selat Hormuz, sanksi minyak Rusia, berita pertahanan AS, kebijakan keamanan nasional, investigasi pendanaan Antifa, rekening Trump, uang kertas Trump $250, dominasi energi AS, keamanan infrastruktur AI, privasi CBDC, strategi geopolitik AS, Defense Now, ekonomi global, pembaruan kebijakan luar negeri\n\nGabung saluran ini untuk mendapatkan akses ke fasilitas:\n   /   \n\nDefense Now | Mei 2026\n   • DN May 2026  \n\n⬇️ Dukung Defense Now! ⬇️\nSumber #1 Anda untuk Video & Berita Militer :) Semua Tentang Hal-hal Militer Saja!\n👍 Jangan lupa LIKE video ini!\n\n🔔 SUBSCRIBE & tekan lonceng agar Anda tidak pernah ketinggalan update:    / defensenow  \n\nVideo khusus anggota\n   • Members-only videos  \n\n[Penafian Hak Cipta / Sumber] Selamat datang di saluran resmi Defense Now di YouTube. Defense Now adalah saluran militer independen, edukatif, dan dokumenter yang didedikasikan untuk angkatan bersenjata, kebijakan keamanan nasional, dan teknologi militer. Semua konten di saluran ini HANYA untuk tujuan informasi, dokumenter, dan historis! Tampilan informasi visual Departemen Pertahanan AS (DoD) tidak menyiratkan atau merupakan dukungan dari DoD. Harap jaga agar bagian komentar tetap sopan; spam, penghinaan, atau tindakan provokatif akan dihapus.\n\nKredit Film: White House Communications Agency", "post_id": "6wc69MIQebQ"}}, {"key": "defensenow", "attributes": {"label": "defensenow", "x": 50.37520595239542, "y": 234.63876574849107, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.1981, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "6wc69MIQebQ", "id": "defensenow", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Scott Bessent Berikan Arahan Terkait Akun Trump, Sanksi Iran & Ekonomi AS\n\nMenteri Keuangan Scott Bessent naik podium di Gedung Putih untuk menguraikan gelombang besar kebijakan ekonomi domestik dan internasional, mulai dari peluncuran \"Akun Trump\" baru hingga garis merah ketat dalam negosiasi dengan Iran.\n\nDalam konferensi pers komprehensif ini, Menteri Bessent merinci strategi pemerintah untuk meningkatkan ekonomi AS melalui dominasi energi dan pemotongan pajak yang ditargetkan, termasuk penghapusan pajak atas tip dan lembur. Di bidang kebijakan luar negeri, Bessent menjawab pertanyaan-pertanyaan tajam mengenai sanksi, negosiasi perdamaian, dan syarat-syarat ketat untuk kesepakatan nuklir dengan Iran. Ia juga membahas regulasi mata uang digital, defisit anggaran federal, investigasi pendanaan nirlaba, dan sanksi yang ditargetkan pada perusahaan minyak Rusia.\n\nPoin-Poin Penting & Cap Waktu:\nAkun Trump & Pemotongan Pajak: Bessent mengumumkan peluncuran \"Akun Trump\" pada 4 Juli, yang menawarkan investasi awal kepada anak-anak Amerika untuk menumbuhkan literasi keuangan. Ia juga memuji kebijakan pajak baru-baru ini, termasuk penghapusan pajak atas tip, lembur, dan tunjangan Jaminan Sosial. [00:18]\n\nDominasi Energi AS: Pemerintah mengklaim agenda deregulasi mereka telah menjadikan AS sebagai eksportir energi terbesar di dunia, yang menyebabkan pertumbuhan PDB yang tangguh dan harga energi yang lebih rendah. [01:46]\n\nNegosiasi & Sanksi Iran: Membahas negosiasi yang sedang berlangsung, Bessent menguraikan syarat-syarat ketat untuk kesepakatan dengan Iran: mereka harus menyerahkan uranium yang diperkaya tinggi, meninggalkan program senjata nuklir mereka, dan menjaga Selat Hormuz tetap terbuka untuk transit bebas. [05:23]\n\nUang Kertas Trump $250: Menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan menempatkan wajah Donald Trump pada uang kertas $250 yang diusulkan, Bessent mengklarifikasi bahwa meskipun Departemen Keuangan mempersiapkan berbagai kemungkinan, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Kongres. [06:00]\n\nRegulasi Mata Uang Digital: Bessent menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengejar Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC) karena masalah privasi. Namun, ia menyatakan dukungan kuat untuk legislasi stablecoin bipartisan guna menjadikan AS sebagai pemimpin dalam regulasi aset digital. [09:52]\n\nPenyelesaian IRS & Kebocoran Pajak: Menolak untuk berkomentar mendalam tentang litigasi yang sedang berlangsung terkait penyelesaian IRS dan Departemen Kehakiman, ia menyebutkan bahwa pelaku jahat sebelumnya membocorkan lebih dari 400.000 laporan pajak, termasuk milik keluarga Trump. [11:11]\n\nMengurangi Defisit Anggaran: Bessent membahas rencana untuk mengatasi defisit anggaran dengan memangkas perkiraan penipuan pemerintah tahunan sebesar $500 miliar, yang menurutnya akan membantu menurunkan suku bunga. [15:31]\n\nInvestigasi Pendanaan Antifa: Departemen Keuangan bekerja sama dengan FBI untuk menyelidiki pendanaan Antifa. Selain itu, IRS mengeluarkan panduan untuk memastikan organisasi nirlaba bertanggung jawab atas siapa yang menerima hibah mereka. [23:45]\n\nSanksi Rusia: Bessent membela rekam jejak pemerintahan terkait Rusia, mencatat bahwa Presiden Trump mengarahkan Departemen Keuangan untuk menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan minyak terbesar Rusia, Lukoil dan Rosneft. [29:10]\n\n#DefenseNow #USPolitics #IranSanctions #NationalSecurity #USEconomy #TreasuryBriefing #Geopolitics\n\nPengarahan Departemen Keuangan AS, Menteri Keuangan Bessent, negosiasi nuklir Iran, konflik Selat Hormuz, sanksi minyak Rusia, berita pertahanan AS, kebijakan keamanan nasional, investigasi pendanaan Antifa, rekening Trump, uang kertas Trump $250, dominasi energi AS, keamanan infrastruktur AI, privasi CBDC, strategi geopolitik AS, Defense Now, ekonomi global, pembaruan kebijakan luar negeri\n\nGabung saluran ini untuk mendapatkan akses ke fasilitas:\n   /   \n\nDefense Now | Mei 2026\n   • DN May 2026  \n\n⬇️ Dukung Defense Now! ⬇️\nSumber #1 Anda untuk Video & Berita Militer :) Semua Tentang Hal-hal Militer Saja!\n👍 Jangan lupa LIKE video ini!\n\n🔔 SUBSCRIBE & tekan lonceng agar Anda tidak pernah ketinggalan update:    / defensenow  \n\nVideo khusus anggota\n   • Members-only videos  \n\n[Penafian Hak Cipta / Sumber] Selamat datang di saluran resmi Defense Now di YouTube. Defense Now adalah saluran militer independen, edukatif, dan dokumenter yang didedikasikan untuk angkatan bersenjata, kebijakan keamanan nasional, dan teknologi militer. Semua konten di saluran ini HANYA untuk tujuan informasi, dokumenter, dan historis! Tampilan informasi visual Departemen Pertahanan AS (DoD) tidak menyiratkan atau merupakan dukungan dari DoD. Harap jaga agar bagian komentar tetap sopan; spam, penghinaan, atau tindakan provokatif akan dihapus.\n\nKredit Film: White House Communications Agency", "post_id": "6wc69MIQebQ"}}], "edges": [{"key": "TxtRabbitHole", "source": "TxtRabbitHole", "target": "lakubawana", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "cloudsmahe", "source": "cloudsmahe", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "maliiih28", "source": "maliiih28", "target": "FrancyFran8534", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "maliiih28", "source": "maliiih28", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "AMuhammad2425", "source": "AMuhammad2425", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "maslim98", "source": "maslim98", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "joeliardisunendar", "source": "joeliardisunendar", "target": "jsportfolio.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sahambbk", "source": "sahambbk", "target": "sahambbk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cryptoready", "source": "@cryptoready", "target": "cryptoutility88", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@MoneySenseOfficial", "source": "@MoneySenseOfficial", "target": "Sarah_Westall", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DefenseNow", "source": "@DefenseNow", "target": "defensenow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}