{"nodes": [{"key": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "aldotjahjadi8", "x": 150.98059243410566, "y": 334.5229483252455, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 21.2622, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067766691673821544", "id": "aldotjahjadi8", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp418,1 triliun hingga awal Juni 2026, dengan porsi…", "post_id": "2067766691673821544"}}, {"key": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "BloombergTZ", "x": 566.9570017165245, "y": 35.568290833631444, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 48.3716, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "2067766691673821544", "id": "BloombergTZ", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp418,1 triliun hingga awal Juni 2026, dengan porsi…", "post_id": "2067766691673821544"}}, {"key": "2Herdev", "attributes": {"label": "2Herdev", "x": 180.78332609159176, "y": 251.62871807822006, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 21.2622, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067793117638729894", "id": "2Herdev", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp418,1 triliun hingga awal Juni 2026, dengan porsi…", "post_id": "2067793117638729894"}}, {"key": "KejuBiskuit", "attributes": {"label": "KejuBiskuit", "x": 553.1205594502238, "y": 496.0648259536006, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 21.2622, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067858954617860514", "id": "KejuBiskuit", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp418,1 triliun hingga awal Juni 2026, dengan porsi…", "post_id": "2067858954617860514"}}, {"key": "antarayogyakarta", "attributes": {"label": "antarayogyakarta", "x": 806.7242981453752, "y": 903.2151457469542, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 36.9778, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3925844869696947027_47403026338", "id": "antarayogyakarta", "source": "instagram-000001", "content": "Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Mei 2026 tumbuh lebih tinggi, yakni sebesar 10,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) sehingga mencapai Rp10.415,9 triliun.\n\n“Pada Mei 2026, M2 tumbuh sebesar 10,8 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April 2026 sebesar 9,2 persen (yoy) sehingga mencapai Rp10.415,9 triliun,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.\n\nLebih lanjut disebutkannya, perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 15,3 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 6,0 persen (yoy).\n\nFoto : ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto\nPewarta : Rizka Khaerunnisa\nEditor : Wening Caya Ing Tyas\nPengunggah: Rahid Putra Laksana\n\nTerus ikuti informasi menarik di: jogja.antaranews.com\n\nfollow & Subscribe:\nInstagram: \nTiktok: \nYoutube: antara yogyakarta\n\n#antaranews #antaranewscom #antaranewsyogyakarta", "post_id": "3925844869696947027_47403026338"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 68.49554151644533, "y": 353.8114626026226, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 141.7476, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3922597106336194157_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp418,1 triliun hingga awal Juni 2026, dengan porsi terbesar dialokasikan kepada bank-bank BUMN untuk mendorong penyaluran kredit.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kebijakan ini bertujuan memperkuat pembiayaan ke sektor prioritas serta menjaga penyaluran kredit agar tetap mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#bankindonesia #bank #bumn #bloombergtechnoz", "post_id": "3922597106336194157_51748745734"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 848.8655822424095, "y": 823.396178774134, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 262.233, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 1, "degree": 3}, "_id": "3922830059119589555_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) telah menggulirkan sejumlah bauran kebijakan untuk memitigasi dampak ketidakpastian global, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta mengendalikan laju inflasi. \n\nLangkah strategis ini ditempuh lewat kombinasi pengetatan suku bunga acuan, intervensi agresif di pasar valuta asing (valas) dengan volume besar, penguatan likuiditas pasar, penjagaan kecukupan cadangan devisa, hingga perluasan jaringan kerja sama internasional.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa rangkaian bauran kebijakan tersebut telah membuahkan hasil yang positif bagi penguatan dan resiliensi mata uang Garuda.\n\n\"Bank Indonesia terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi dalam rangka memitigasi dampak gejolak global. Kami juga sudah menyampaikan beberapa kali terkait strategi tujuh langkah BI,\" kata Perry dalam konferensi pers RDG BI Bulanan di Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/gubernur-bi-optimistis-bauran-kebijakan-dorong-penguatan-rupiah-ke-depan\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #stabilitasnilaitukar #rupiah #BankIndonesia", "post_id": "3922830059119589555_3310659452"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 672.5034702599937, "y": 217.27343221222017, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 36.9778, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3922755728394447205_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🚀 BI-Rate Naik Jadi 5,75%, BI Perkuat Pertahanan Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global\nby  Academy\n\nHalo Sobat Cuan!\nBank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah tegas dengan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18 Juni 2026.\n\n📌 Detail Kebijakan BI\n✅ BI-Rate naik dari 5,50% menjadi 5,75%\n✅ Deposit Facility naik menjadi 4,75%\n✅ Lending Facility naik menjadi 6,25%\n✅ Fokus utama menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi\n\nBI menegaskan langkah ini bersifat antisipatif untuk menghadapi berbagai risiko global yang masih membayangi pasar keuangan.\n\n📊 Kondisi Rupiah Masih Menjadi Perhatian\nHingga pertengahan Juni 2026, rupiah masih berada di kisaran Rp17.873 per dolar AS.\n\nSecara year-to-date, nilai tukar rupiah tercatat melemah sekitar 6,61%, sehingga stabilisasi kurs menjadi salah satu prioritas utama Bank Indonesia.\n\nDi sisi lain, BI tetap optimistis pertumbuhan ekonomi nasional masih berada dalam kisaran 4,9%–5,7% sepanjang 2026.\n\n🏦 Pandangan Para Ekonom\nBeberapa ekonom menilai keputusan BI cukup tepat dalam kondisi saat ini:\n▪️ Ekonom BCA menilai BI perlu menjaga daya saing instrumen keuangan domestik di tengah kenaikan imbal hasil global.\n▪️ Ekonom Bank Danamon melihat kenaikan suku bunga dapat meningkatkan minat investor asing terhadap aset Indonesia.\n▪️ Permata Bank menilai peluang kenaikan lanjutan masih terbuka apabila tekanan eksternal dan kebijakan The Fed tetap ketat.\n\n📈 Sektor yang Berpotensi Diuntungkan\nDalam lingkungan suku bunga yang lebih tinggi, beberapa sektor berpotensi memperoleh manfaat:\n✅ Perbankan besar (BBCA, BMRI, BBRI, BBNI)\n✅ Emiten yang memiliki likuiditas kuat\n✅ Saham blue chip yang menjadi tujuan utama dana asing\n\n📌 Gabung di  Community untuk mendapatkan update market, analisis saham pilihan, edukasi investasi, dan diskusi eksklusif bersama investor serta trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#BIRate #BankIndonesia #SukuBunga #Rupiah #IHSG", "post_id": "3922755728394447205_52512310886"}}, {"key": "belajar.saham8", "attributes": {"label": "belajar.saham8", "x": 166.895984489431, "y": 557.0675720022512, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2622, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654451402223275272", "id": "belajar.saham8", "source": "tiktok-000001", "content": "MASYARAKAT INDO HARUS TAU!!!! CAMPUR TANGAN SINGAPURA KE RUPIAH: SELURUH ASET KITA DIJUAL DAN DITAMPUNG DI SINGAPURA!!!! 🚨🇸🇬🇲🇨💸🔥 Jagad finansial tanah air mendadak diguncang isu panas mengenai dugaan adanya aliran dana raksasa dan aset-aset berharga domestik yang sengaja dilepas untuk kemudian ditampung di pusat keuangan Singapura, hingga memicu kekhawatiran besar terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah. Fenomena perpindahan likuiditas lintas negara ini sering kali dikaitkan dengan strategi *asset sheltering*, pelarian modal (*capital outflow*) saat pasar global bergejolak, hingga pemanfaatan insentif pajak internasional yang membuat dana-dana jumbo milik konglomerat betah parkir di negeri singa. Di video ini, kita bakal bongkar habis secara kritis fakta di balik layar mengenai dinamika aliran modal keluar ini—mulai dari modus penempatan aset, dampaknya terhadap cadangan devisa Bank Indonesia, hingga upaya taktis pemerintah dalam memperkuat benteng ekonomi domestik—jadi tonton sampai habis tanpa di-skip agar lu paham peta perputaran uang yang sebenarnya, dan menurut analisis kritis lu sendiri nih Bro, apakah fenomena ini murni urusan bisnis dan likuiditas global atau ada permainan kotor yang merugikan negara? Tulis opini berani lu di kolom komentar! 👇 #Sucorsekuritas  #Sahamindonesia #BeXpertWIthSucor #bernardwijaya17 #BernardXcliplab2  Sekuritas", "post_id": "7654451402223275272"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 172.9852570601491, "y": 466.433002385391, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 39.3351, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654451402223275272", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "MASYARAKAT INDO HARUS TAU!!!! CAMPUR TANGAN SINGAPURA KE RUPIAH: SELURUH ASET KITA DIJUAL DAN DITAMPUNG DI SINGAPURA!!!! 🚨🇸🇬🇲🇨💸🔥 Jagad finansial tanah air mendadak diguncang isu panas mengenai dugaan adanya aliran dana raksasa dan aset-aset berharga domestik yang sengaja dilepas untuk kemudian ditampung di pusat keuangan Singapura, hingga memicu kekhawatiran besar terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah. Fenomena perpindahan likuiditas lintas negara ini sering kali dikaitkan dengan strategi *asset sheltering*, pelarian modal (*capital outflow*) saat pasar global bergejolak, hingga pemanfaatan insentif pajak internasional yang membuat dana-dana jumbo milik konglomerat betah parkir di negeri singa. Di video ini, kita bakal bongkar habis secara kritis fakta di balik layar mengenai dinamika aliran modal keluar ini—mulai dari modus penempatan aset, dampaknya terhadap cadangan devisa Bank Indonesia, hingga upaya taktis pemerintah dalam memperkuat benteng ekonomi domestik—jadi tonton sampai habis tanpa di-skip agar lu paham peta perputaran uang yang sebenarnya, dan menurut analisis kritis lu sendiri nih Bro, apakah fenomena ini murni urusan bisnis dan likuiditas global atau ada permainan kotor yang merugikan negara? Tulis opini berani lu di kolom komentar! 👇 #Sucorsekuritas  #Sahamindonesia #BeXpertWIthSucor #bernardwijaya17 #BernardXcliplab2  Sekuritas", "post_id": "7654451402223275272"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 22.718151676507816, "y": 847.7202747669655, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2622, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1497517512172065", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) mempertebal stimulus makroprudensial guna memacu laju pertumbuhan kredit perbankan domestik di tengah kepungan ketidakpastian ekonomi global. Salah satu langkah terobosan yang diambil oleh bank sentral adalah dengan mendongkrak batas maksimal Rasio Pendanaan Luar Negeri Bank (RPLN) dari rentang lama sebesar 35 persen menjadi 40 persen dari total modal bersih bank.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengumumkan pelonggaran keran likuiditas valas ini akan mulai diimplementasikan secara resmi pada 1 Juli 2026. Penyesuaian ini dirancang agar perbankan Tanah Air memiliki ruang gerak yang lebih luang dalam menghimpun dana segar dari pasar internasional, yang kemudian dapat dialirkan kembali untuk membiayai sektor riil di dalam negeri.\n\n“Peningkatan rasio RPLN ditujukan untuk memperluas sumber pendanaan perbankan, khususnya dari luar negeri, guna mendukung penyaluran kredit dan pembiayaan bagi perekonomian dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian,” kata Perry dalam konferensi pers RDG BI Bulanan di Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nBukan hanya melonggarkan batas pinjaman luar negeri, BI juga mempererat jalinan sinergi bersama pemerintah serta otoritas terkait lewat peluncuran Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI). Program taktis ini ditargetkan mampu memotong sumbat birokrasi dalam penyaluran pembiayaan.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/banking/bi-naikkan-batas-pendanaan-luar-negeri-bank-jadi-40-persen-mulai-juli-2026\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Istimewa \n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #RPLM #BankIndonesia #pendanaanluarnegeri", "post_id": "432781620563594_1497517512172065"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 113.94026206013874, "y": 872.1330040799568, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2622, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "VO_ntmBXTVA", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "BI Rate\" Naik, Pemerintah Jamin Bunga KPR Rumah Subsidi Tetap Flat 5 Persen! | Liputan 6\n\nMeski suku bunga Bank Indonesia (BI-Rate) naik, pemerintah memastikan bunga KPR rumah subsidi tetap flat 5 persen. Kebijakan ini dipertahankan melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk menjaga keterjangkauan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "VO_ntmBXTVA"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 478.76938516248026, "y": 266.27170039270743, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.2865, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "VO_ntmBXTVA", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "BI Rate\" Naik, Pemerintah Jamin Bunga KPR Rumah Subsidi Tetap Flat 5 Persen! | Liputan 6\n\nMeski suku bunga Bank Indonesia (BI-Rate) naik, pemerintah memastikan bunga KPR rumah subsidi tetap flat 5 persen. Kebijakan ini dipertahankan melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk menjaga keterjangkauan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "VO_ntmBXTVA"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 655.2711493293596, "y": 356.67228806183505, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.2865, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "VO_ntmBXTVA", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "BI Rate\" Naik, Pemerintah Jamin Bunga KPR Rumah Subsidi Tetap Flat 5 Persen! | Liputan 6\n\nMeski suku bunga Bank Indonesia (BI-Rate) naik, pemerintah memastikan bunga KPR rumah subsidi tetap flat 5 persen. Kebijakan ini dipertahankan melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk menjaga keterjangkauan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "VO_ntmBXTVA"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 414.7156685283295, "y": 534.7582727557002, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.2865, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "VO_ntmBXTVA", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "BI Rate\" Naik, Pemerintah Jamin Bunga KPR Rumah Subsidi Tetap Flat 5 Persen! | Liputan 6\n\nMeski suku bunga Bank Indonesia (BI-Rate) naik, pemerintah memastikan bunga KPR rumah subsidi tetap flat 5 persen. Kebijakan ini dipertahankan melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk menjaga keterjangkauan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "VO_ntmBXTVA"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 175.3256949226113, "y": 638.423688297312, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2622, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "EsniTHDbpQQ", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kerek Suku Bunga di Luar Jadwal Demi Rupiah, Analis Ingatkan Pelajaran dari 2018 | IDXC UPDATE\n\nKeputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan di luar jadwal rapat reguler dinilai sebagai langkah darurat untuk menahan pelemahan rupiah dan menjaga stabilitas pasar keuangan. Kebijakan tersebut disertai berbagai instrumen pendukung guna menarik aliran dana asing, memperkuat nilai tukar, serta menjaga likuiditas perbankan di tengah meningkatnya tekanan eksternal.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EsniTHDbpQQ"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 520.1276697947438, "y": 551.9969934653994, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8441, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EsniTHDbpQQ", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kerek Suku Bunga di Luar Jadwal Demi Rupiah, Analis Ingatkan Pelajaran dari 2018 | IDXC UPDATE\n\nKeputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan di luar jadwal rapat reguler dinilai sebagai langkah darurat untuk menahan pelemahan rupiah dan menjaga stabilitas pasar keuangan. Kebijakan tersebut disertai berbagai instrumen pendukung guna menarik aliran dana asing, memperkuat nilai tukar, serta menjaga likuiditas perbankan di tengah meningkatnya tekanan eksternal.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EsniTHDbpQQ"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 940.7109902005949, "y": 712.5093494378716, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8441, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EsniTHDbpQQ", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kerek Suku Bunga di Luar Jadwal Demi Rupiah, Analis Ingatkan Pelajaran dari 2018 | IDXC UPDATE\n\nKeputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan di luar jadwal rapat reguler dinilai sebagai langkah darurat untuk menahan pelemahan rupiah dan menjaga stabilitas pasar keuangan. Kebijakan tersebut disertai berbagai instrumen pendukung guna menarik aliran dana asing, memperkuat nilai tukar, serta menjaga likuiditas perbankan di tengah meningkatnya tekanan eksternal.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EsniTHDbpQQ"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 593.6371835590766, "y": 933.6828713757491, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8441, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "EsniTHDbpQQ", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kerek Suku Bunga di Luar Jadwal Demi Rupiah, Analis Ingatkan Pelajaran dari 2018 | IDXC UPDATE\n\nKeputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan di luar jadwal rapat reguler dinilai sebagai langkah darurat untuk menahan pelemahan rupiah dan menjaga stabilitas pasar keuangan. Kebijakan tersebut disertai berbagai instrumen pendukung guna menarik aliran dana asing, memperkuat nilai tukar, serta menjaga likuiditas perbankan di tengah meningkatnya tekanan eksternal.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EsniTHDbpQQ"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 748.580953221121, "y": 815.9681931523822, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8441, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EsniTHDbpQQ", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kerek Suku Bunga di Luar Jadwal Demi Rupiah, Analis Ingatkan Pelajaran dari 2018 | IDXC UPDATE\n\nKeputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan di luar jadwal rapat reguler dinilai sebagai langkah darurat untuk menahan pelemahan rupiah dan menjaga stabilitas pasar keuangan. Kebijakan tersebut disertai berbagai instrumen pendukung guna menarik aliran dana asing, memperkuat nilai tukar, serta menjaga likuiditas perbankan di tengah meningkatnya tekanan eksternal.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EsniTHDbpQQ"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 962.4569139049133, "y": 707.1786561029634, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8441, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EsniTHDbpQQ", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kerek Suku Bunga di Luar Jadwal Demi Rupiah, Analis Ingatkan Pelajaran dari 2018 | IDXC UPDATE\n\nKeputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan di luar jadwal rapat reguler dinilai sebagai langkah darurat untuk menahan pelemahan rupiah dan menjaga stabilitas pasar keuangan. Kebijakan tersebut disertai berbagai instrumen pendukung guna menarik aliran dana asing, memperkuat nilai tukar, serta menjaga likuiditas perbankan di tengah meningkatnya tekanan eksternal.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EsniTHDbpQQ"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 271.15816778124827, "y": 651.8113975108571, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8441, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EsniTHDbpQQ", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kerek Suku Bunga di Luar Jadwal Demi Rupiah, Analis Ingatkan Pelajaran dari 2018 | IDXC UPDATE\n\nKeputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan di luar jadwal rapat reguler dinilai sebagai langkah darurat untuk menahan pelemahan rupiah dan menjaga stabilitas pasar keuangan. Kebijakan tersebut disertai berbagai instrumen pendukung guna menarik aliran dana asing, memperkuat nilai tukar, serta menjaga likuiditas perbankan di tengah meningkatnya tekanan eksternal.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EsniTHDbpQQ"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 129.9065796351907, "y": 986.4752521824319, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2622, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "99uEfTWgMVE", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT TRADER?! Wacana Trading Dianggap Omzet Pajak & Dunia Lagi Mode Hawkish! | WAWASAN CERDAS\n\n00:06 Wacana Trading Saham Dianggap Omzet Pajak\n09:37 Dunia Lagi Mode Hawkish\n17:33 The Fed Tetap Hold Rate\n25:59 Australia Paling Semangat Naikkan Rate, Indonesia Nomor Dua\n32:46 Bursa Indonesia vs Australia vs Singapura\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Di episode kali ini, kita akan membongkar tuntas sebuah \"Perfect Storm\" atau badai mematikan yang sedang menghantui pasar modal Indonesia. Ada dua ancaman raksasa yang siap menggerus portofolio Anda: wacana mengerikan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait trading saham, dan kondisi makroekonomi global yang sedang berada dalam mode hawkish ekstrem!\n\n🚨 Bencana Pajak Saham: Jual Rugi Tetap Dianggap Omzet? Pernahkah Anda membayangkan transaksi saham Anda disamakan dengan jualan warung kelontong? Kegaduhan luar biasa sedang melanda komunitas trader ritel setelah munculnya wacana dari penyuluhan DJP di YouTube yang mengindikasikan bahwa aktivitas trading saham aktif dapat dikategorikan sebagai kegiatan usaha. Artinya, seluruh nilai transaksi jual saham Anda berpotensi dianggap sebagai peredaran bruto atau omzet!\n\nAturan ini sangat absurd karena dalam dunia saham, menjual senilai Rp1 miliar belum tentu berarti untung. Anda bisa saja menjual karena cut loss (rugi), namun di mata wacana pajak ini, nilai jual tersebut tetap memperbesar angka \"omzet\" Anda. Bahaya terbesarnya ada pada investor ritel yang juga memiliki usaha UMKM. Jika total nilai jual saham digabung dengan omzet usaha dan menembus batas Rp4,8 miliar per tahun, Anda bisa tiba-tiba kehilangan hak istimewa fasilitas PPh Final UMKM 0,5%! Padahal, selama ini setiap penjualan saham sudah otomatis dipotong PPh Final 0,1% oleh broker. Jika ritel ketakutan dan berhenti transaksi, likuiditas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kering kerontang, bid-offer merenggang, dan IHSG bisa rontok.\n\n🌍 Dunia Mode Hawkish: Suku Bunga Mencekik & Rupiah Terkapar Seolah masalah pajak belum cukup, kita sedang dihantam tsunami dari luar negeri. Nampaknya seluruh dunia saat ini sedang kompak dalam mode hawkish, di mana era uang murah telah berakhir. Amerika Serikat memimpin ketegangan ini. Meskipun The Fed menahan suku bunga di level 3,50% - 3,75%, proyeksi inflasi PCE mereka untuk tahun 2026 justru dinaikkan menjadi 3,6% (jauh di atas target 2%). Sinyal dari The Fed ini sangat keras: suku bunga tinggi akan ditahan lebih lama!\n\nKepanikan menyebar ke seluruh dunia. Bank of Japan (BoJ) yang biasanya menjadi sumber dana murah global secara mengejutkan menaikkan suku bunga ke 1%, tertinggi dalam 31 tahun terakhir. European Central Bank (ECB) juga ikut menaikkan tiga suku bunga utamanya sebesar 25 bps. Dampaknya? Dolar AS mengamuk dan yield (imbal hasil) obligasi global terbang tinggi.\n\n📉 Apa Kabar Indonesia? Untuk membentengi nilai tukar Rupiah dari pelarian modal asing (capital outflow), Bank Indonesia (BI) terpaksa harus bertindak galak dengan menaikkan BI-Rate menjadi 5,50%. Pasar obligasi kita merespons dengan panik; yield SBN tenor 2 tahun melonjak tajam nyaris 200 bps secara year-to-date menyentuh 7,095%. Kondisi suku bunga tinggi dan dolar kuat ini menjadi racun bagi IHSG. Kombinasi yield tinggi dan potensi keluarnya investor asing membuat saham-saham growth (pertumbuhan), teknologi, properti, dan perusahaan dengan utang dolar yang besar menjadi sangat rentan dan berdarah-darah. Sebaliknya, saham bank besar dan eksportir mungkin sedikit lebih defensif, namun tetap berisiko jika asing jualan massal.\n\nBagaimana kita sebagai investor dan trader harus bersikap di tengah ancaman pajak yang tidak masuk akal dan tekanan suku bunga global ini? Temukan analisis strategis selengkapnya hanya di video ini agar Anda tidak salah mengambil keputusan finansial!\n\nDisclaimer: Video ini dibuat murni untuk tujuan edukasi, diskusi, dan informasi. Ini bukan rekomendasi atau ajakan dari penasihat investasi untuk melakukan jual atau beli saham. Segala keputusan, keuntungan, dan risiko investasi sepenuhnya berada di tangan dan tanggung jawab masing-masing investor.\n\nDukung terus Wawasan Cerdas untuk memajukan literasi finansial Indonesia! Klik tombol LIKE jika video ini membuka wawasan Anda, SUBSCRIBE sekarang juga, dan aktifkan LONCENG notifikasi supaya tidak ketinggalan update paling krusial seputar ekonomi, IHSG, dan strategi investasi.\n\nAyo suarakan pendapat Anda di kolom komentar: Apakah Anda setuju jika nilai trading saham dianggap omzet dan digabung dengan perhitungan pajak UMKM Anda? Mari kita berdiskusi dengan cerdas!\n\n\n#WawasanCerdas #IHSG #PajakSaham #TradingSaham #PajakUMKM #TheFed #SukuBungaBI #Rupiah #MarketCrash #BursaEfekIndonesia #InvestasiSaham #SahamPemula #MakroEkonomi #SahamAnjlok #KrisisEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "99uEfTWgMVE"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 937.5524448766997, "y": 899.3891820615005, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.3351, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "99uEfTWgMVE", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT TRADER?! Wacana Trading Dianggap Omzet Pajak & Dunia Lagi Mode Hawkish! | WAWASAN CERDAS\n\n00:06 Wacana Trading Saham Dianggap Omzet Pajak\n09:37 Dunia Lagi Mode Hawkish\n17:33 The Fed Tetap Hold Rate\n25:59 Australia Paling Semangat Naikkan Rate, Indonesia Nomor Dua\n32:46 Bursa Indonesia vs Australia vs Singapura\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Di episode kali ini, kita akan membongkar tuntas sebuah \"Perfect Storm\" atau badai mematikan yang sedang menghantui pasar modal Indonesia. Ada dua ancaman raksasa yang siap menggerus portofolio Anda: wacana mengerikan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait trading saham, dan kondisi makroekonomi global yang sedang berada dalam mode hawkish ekstrem!\n\n🚨 Bencana Pajak Saham: Jual Rugi Tetap Dianggap Omzet? Pernahkah Anda membayangkan transaksi saham Anda disamakan dengan jualan warung kelontong? Kegaduhan luar biasa sedang melanda komunitas trader ritel setelah munculnya wacana dari penyuluhan DJP di YouTube yang mengindikasikan bahwa aktivitas trading saham aktif dapat dikategorikan sebagai kegiatan usaha. Artinya, seluruh nilai transaksi jual saham Anda berpotensi dianggap sebagai peredaran bruto atau omzet!\n\nAturan ini sangat absurd karena dalam dunia saham, menjual senilai Rp1 miliar belum tentu berarti untung. Anda bisa saja menjual karena cut loss (rugi), namun di mata wacana pajak ini, nilai jual tersebut tetap memperbesar angka \"omzet\" Anda. Bahaya terbesarnya ada pada investor ritel yang juga memiliki usaha UMKM. Jika total nilai jual saham digabung dengan omzet usaha dan menembus batas Rp4,8 miliar per tahun, Anda bisa tiba-tiba kehilangan hak istimewa fasilitas PPh Final UMKM 0,5%! Padahal, selama ini setiap penjualan saham sudah otomatis dipotong PPh Final 0,1% oleh broker. Jika ritel ketakutan dan berhenti transaksi, likuiditas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kering kerontang, bid-offer merenggang, dan IHSG bisa rontok.\n\n🌍 Dunia Mode Hawkish: Suku Bunga Mencekik & Rupiah Terkapar Seolah masalah pajak belum cukup, kita sedang dihantam tsunami dari luar negeri. Nampaknya seluruh dunia saat ini sedang kompak dalam mode hawkish, di mana era uang murah telah berakhir. Amerika Serikat memimpin ketegangan ini. Meskipun The Fed menahan suku bunga di level 3,50% - 3,75%, proyeksi inflasi PCE mereka untuk tahun 2026 justru dinaikkan menjadi 3,6% (jauh di atas target 2%). Sinyal dari The Fed ini sangat keras: suku bunga tinggi akan ditahan lebih lama!\n\nKepanikan menyebar ke seluruh dunia. Bank of Japan (BoJ) yang biasanya menjadi sumber dana murah global secara mengejutkan menaikkan suku bunga ke 1%, tertinggi dalam 31 tahun terakhir. European Central Bank (ECB) juga ikut menaikkan tiga suku bunga utamanya sebesar 25 bps. Dampaknya? Dolar AS mengamuk dan yield (imbal hasil) obligasi global terbang tinggi.\n\n📉 Apa Kabar Indonesia? Untuk membentengi nilai tukar Rupiah dari pelarian modal asing (capital outflow), Bank Indonesia (BI) terpaksa harus bertindak galak dengan menaikkan BI-Rate menjadi 5,50%. Pasar obligasi kita merespons dengan panik; yield SBN tenor 2 tahun melonjak tajam nyaris 200 bps secara year-to-date menyentuh 7,095%. Kondisi suku bunga tinggi dan dolar kuat ini menjadi racun bagi IHSG. Kombinasi yield tinggi dan potensi keluarnya investor asing membuat saham-saham growth (pertumbuhan), teknologi, properti, dan perusahaan dengan utang dolar yang besar menjadi sangat rentan dan berdarah-darah. Sebaliknya, saham bank besar dan eksportir mungkin sedikit lebih defensif, namun tetap berisiko jika asing jualan massal.\n\nBagaimana kita sebagai investor dan trader harus bersikap di tengah ancaman pajak yang tidak masuk akal dan tekanan suku bunga global ini? Temukan analisis strategis selengkapnya hanya di video ini agar Anda tidak salah mengambil keputusan finansial!\n\nDisclaimer: Video ini dibuat murni untuk tujuan edukasi, diskusi, dan informasi. Ini bukan rekomendasi atau ajakan dari penasihat investasi untuk melakukan jual atau beli saham. Segala keputusan, keuntungan, dan risiko investasi sepenuhnya berada di tangan dan tanggung jawab masing-masing investor.\n\nDukung terus Wawasan Cerdas untuk memajukan literasi finansial Indonesia! Klik tombol LIKE jika video ini membuka wawasan Anda, SUBSCRIBE sekarang juga, dan aktifkan LONCENG notifikasi supaya tidak ketinggalan update paling krusial seputar ekonomi, IHSG, dan strategi investasi.\n\nAyo suarakan pendapat Anda di kolom komentar: Apakah Anda setuju jika nilai trading saham dianggap omzet dan digabung dengan perhitungan pajak UMKM Anda? Mari kita berdiskusi dengan cerdas!\n\n\n#WawasanCerdas #IHSG #PajakSaham #TradingSaham #PajakUMKM #TheFed #SukuBungaBI #Rupiah #MarketCrash #BursaEfekIndonesia #InvestasiSaham #SahamPemula #MakroEkonomi #SahamAnjlok #KrisisEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "99uEfTWgMVE"}}], "edges": [{"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "2Herdev", "source": "2Herdev", "target": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "2Herdev", "source": "2Herdev", "target": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "KejuBiskuit", "source": "KejuBiskuit", "target": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "KejuBiskuit", "source": "KejuBiskuit", "target": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "antarayogyakarta", "source": "antarayogyakarta", "target": "antarayogyakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "antarayogyakarta", "source": "antarayogyakarta", "target": "antarayogyakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "belajar.saham8", "source": "belajar.saham8", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}