{"nodes": [{"key": "fireissuw", "attributes": {"label": "fireissuw", "x": 739.3519939364796, "y": 330.7452103714086, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 18.5159, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2066732447828770916", "id": "fireissuw", "source": "retweet-000002", "content": "\"perbaikan nilai tukar rupiah (mulai menguat. sabar)\"\n\nkocak, sebelum prabowo menjabat dolar masih 15 ribu. wakt…", "post_id": "2066732447828770916"}}, {"key": "thenggara", "attributes": {"label": "thenggara", "x": 756.7764463613213, "y": 7.914647353655213, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 23.7621, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2066732447828770916", "id": "thenggara", "source": "retweet-000002", "content": "\"perbaikan nilai tukar rupiah (mulai menguat. sabar)\"\n\nkocak, sebelum prabowo menjabat dolar masih 15 ribu. wakt…", "post_id": "2066732447828770916"}}, {"key": "tanyarlfes", "attributes": {"label": "tanyarlfes", "x": 235.04382299652883, "y": 548.0790880777325, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 23.7621, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2066732447828770916", "id": "tanyarlfes", "source": "retweet-000002", "content": "\"perbaikan nilai tukar rupiah (mulai menguat. sabar)\"\n\nkocak, sebelum prabowo menjabat dolar masih 15 ribu. wakt…", "post_id": "2066732447828770916"}}, {"key": "WagimanDeep212_", "attributes": {"label": "WagimanDeep212_", "x": 29.87119223030166, "y": 383.9817967977627, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.5159, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068207334216925260", "id": "WagimanDeep212_", "source": "tweet-000004", "content": "Sinergi yang semakin erat didorong oleh Wakil Ketua DPR  Ahmad saat ini rupiah sedikit menguat dari 18.200 pada hari ini jadi Rp17.730 per dolar AS menguat 0,76% (ptp) \nSmoga saja bisa smangkin turun dibawah 10rebu\n\n https://t.co/dgummI2Dky\nhttps://t.co/76692d9Q9Y https://t.co/pTRb5By1Fb", "post_id": "2068207334216925260"}}, {"key": "bang_dasco", "attributes": {"label": "bang_dasco", "x": 93.18588731426958, "y": 406.3012064047941, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 34.2545, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068207334216925260", "id": "bang_dasco", "source": "tweet-000004", "content": "Sinergi yang semakin erat didorong oleh Wakil Ketua DPR  Ahmad saat ini rupiah sedikit menguat dari 18.200 pada hari ini jadi Rp17.730 per dolar AS menguat 0,76% (ptp) \nSmoga saja bisa smangkin turun dibawah 10rebu\n\n https://t.co/dgummI2Dky\nhttps://t.co/76692d9Q9Y https://t.co/pTRb5By1Fb", "post_id": "2068207334216925260"}}, {"key": "Flawes9", "attributes": {"label": "Flawes9", "x": 949.518401375573, "y": 515.9939546461989, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.5159, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068541531590431052", "id": "Flawes9", "source": "tweet-000004", "content": "Katamu rupiah sudah menguat. Kok anggarannya malah naik menyesuaikan dengan dolar. Harga bbm naik juga ngaruh loh lihat anggarannya juga jadi nambah gara2 bbm naik. Gw baca berita ya, ga lihat film propaganda https://t.co/JrtQThEulj", "post_id": "2068541531590431052"}}, {"key": "Milantoon", "attributes": {"label": "Milantoon", "x": 791.7232461371649, "y": 408.2913007045502, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 26.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068541531590431052", "id": "Milantoon", "source": "tweet-000004", "content": "Katamu rupiah sudah menguat. Kok anggarannya malah naik menyesuaikan dengan dolar. Harga bbm naik juga ngaruh loh lihat anggarannya juga jadi nambah gara2 bbm naik. Gw baca berita ya, ga lihat film propaganda https://t.co/JrtQThEulj", "post_id": "2068541531590431052"}}, {"key": "RomyLestari", "attributes": {"label": "RomyLestari", "x": 722.454244498906, "y": 811.3333272300537, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 26.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068541531590431052", "id": "RomyLestari", "source": "tweet-000004", "content": "Katamu rupiah sudah menguat. Kok anggarannya malah naik menyesuaikan dengan dolar. Harga bbm naik juga ngaruh loh lihat anggarannya juga jadi nambah gara2 bbm naik. Gw baca berita ya, ga lihat film propaganda https://t.co/JrtQThEulj", "post_id": "2068541531590431052"}}, {"key": "kabarbaikdotco", "attributes": {"label": "kabarbaikdotco", "x": 4.865164372436781, "y": 506.1276627023041, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.5159, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067943711892504748", "id": "kabarbaikdotco", "source": "tweet-000004", "content": "SETIAP rupiah melemah dan dolar AS menguat, solusinya selalu sama. Menaikkan suku bunga acuan. Ketika nilai tukar tertekan, inflasi berpotensi meningkat, dan pasar mulai gelisah,  memainkan instrumen yang paling cepat, yakni BI Rate.\nhttps://t.co/nNVfNqmmgJ", "post_id": "2067943711892504748"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 739.3724399053038, "y": 760.2763381725653, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 34.2545, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067943711892504748", "id": "bank_indonesia", "source": "tweet-000004", "content": "SETIAP rupiah melemah dan dolar AS menguat, solusinya selalu sama. Menaikkan suku bunga acuan. Ketika nilai tukar tertekan, inflasi berpotensi meningkat, dan pasar mulai gelisah,  memainkan instrumen yang paling cepat, yakni BI Rate.\nhttps://t.co/nNVfNqmmgJ", "post_id": "2067943711892504748"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 201.53001091987932, "y": 246.33456881573136, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 123.4388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3924415922559874263_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak stabil dalam sepekan terakhir. Namun, ancaman masih datang dari greenback yang tercermin dari menguatnya indeks dolar AS (DXY).\n\nMelansir data perdagangan pasar spot pada Jumat (19/6/2026), kurs rupiah ditutup melemah tipis 0,06 persen ke level Rp17.804 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya. Jika dihitung dalam satu pekan, rupiah spot masih menguat 0,31 persen dari posisi Rp17.860 per dolar AS pada Jumat (12/6/2026) lalu.\n\nKondisi serupa tecermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia yang berada di angka Rp17.826 per dolar AS pada akhir pekan. Secara akumulatif mingguan, rupiah Jisdor mencatatkan penguatan 0,53 persen dari posisi Jumat pekan lalu yang sempat terdampar di level Rp17.921 per dolar AS.\n\nMeskipun sentimen positif mulai muncul, rupiah diproyeksikan kembali menghadapi tantangan dari menguatnya dolar AS dan berpotensi tertekan pada pekan depan.\n\nBaca selengkapnya di \nhttps://www.idxchannel.com/market-news/penguatan-dolar-as-masih-jadi-ancaman-bagi-rupiah-pada-pekan-depan\n\nAtau klik link di Bio  \n\nFoto : Istimewa\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #rupiah #dolarAS", "post_id": "3924415922559874263_3310659452"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 700.5007481551886, "y": 530.7687745342773, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 123.4388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3925174845948851927_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah menguat 0,03% ke level 17.799 per dolar AS pada perdagangan Senin (22/6) pagi, di tengah pelemahan mayoritas mata uang Asia. Sempat dibuka melemah di 17.805, rupiah kemudian bergerak menguat hingga kisaran 17.799 per dolar AS pada pukul 10.00 WIB.\n\nSebagian besar mata uang regional justru melemah terhadap dolar AS, termasuk yen Jepang, dolar Singapura, ringgit Malaysia, dan won Korea Selatan. Pengamat menilai rupiah masih akan bergerak konsolidatif di tengah sentimen global dan sikap wait and see investor terhadap isu geopolitik serta klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI, dengan perkiraan rentang 17.750–17.850 per dolar AS. 📊\n\nSumber: katadata.co.id, 22 Juni 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#Rupiah #Kurs #USDIDR #Forex #PasarUang #IHSG #EkonomiIndonesia #Investasi #mancingsaham", "post_id": "3925174845948851927_52512310886"}}, {"key": "66320242220", "attributes": {"label": "66320242220", "x": 412.8217052015638, "y": 828.1771810061911, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 18.5159, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3925188914029089351_66320242220", "id": "66320242220", "source": "instagram-000001", "content": "Ekonom Steve Hanke mengklaim rupiah bisa memiliki nilai setara dolar Amerika Serikat (AS) jika International Monetary Fund (IMF) dan Presiden ke-42 AS Bill Clinton tidak menghalangi rencana yang ia susun bersama Presiden Soeharto pada masa krisis 1998.\n\n“Jika IMF tidak menyabotase dewan mata uang yang akan saya dan Suharto terapkan pada tahun 1998, rupiah tidak akan bermasalah saat ini. Rupiah akan sama baiknya dengan dolar AS,” tulis Hanke melalui akun X pribadinya, Senin (22/06).\n\nMenurut Hanke, sistem tersebut akan mematok nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sehingga dapat mencegah pelemahan tajam saat Krisis Keuangan Asia. Ia bahkan mengklaim rupiah sempat menguat sekitar 28% setelah wacana kebijakan itu diumumkan, di tengah kejatuhan nilai tukar dari sekitar Rp2.700 ke Rp16.000 per dolar .\n\nNamun, rencana tersebut akhirnya tidak pernah diterapkan. Hanke menuding IMF dan pemerintahan Bill Clinton saat itu menolak kebijakan tersebut serta mengancam penghentian bantuan internasional senilai US$43 miliar apabila Indonesia tetap melanjutkannya.\n\nFollow  untuk dapatkan informasi dan menambahkan wawasan", "post_id": "3925188914029089351_66320242220"}}, {"key": "ruangpikirr.id", "attributes": {"label": "ruangpikirr.id", "x": 433.1443883533319, "y": 109.26557574120788, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 34.2545, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3925188914029089351_66320242220", "id": "ruangpikirr.id", "source": "instagram-000001", "content": "Ekonom Steve Hanke mengklaim rupiah bisa memiliki nilai setara dolar Amerika Serikat (AS) jika International Monetary Fund (IMF) dan Presiden ke-42 AS Bill Clinton tidak menghalangi rencana yang ia susun bersama Presiden Soeharto pada masa krisis 1998.\n\n“Jika IMF tidak menyabotase dewan mata uang yang akan saya dan Suharto terapkan pada tahun 1998, rupiah tidak akan bermasalah saat ini. Rupiah akan sama baiknya dengan dolar AS,” tulis Hanke melalui akun X pribadinya, Senin (22/06).\n\nMenurut Hanke, sistem tersebut akan mematok nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sehingga dapat mencegah pelemahan tajam saat Krisis Keuangan Asia. Ia bahkan mengklaim rupiah sempat menguat sekitar 28% setelah wacana kebijakan itu diumumkan, di tengah kejatuhan nilai tukar dari sekitar Rp2.700 ke Rp16.000 per dolar .\n\nNamun, rencana tersebut akhirnya tidak pernah diterapkan. Hanke menuding IMF dan pemerintahan Bill Clinton saat itu menolak kebijakan tersebut serta mengancam penghentian bantuan internasional senilai US$43 miliar apabila Indonesia tetap melanjutkannya.\n\nFollow  untuk dapatkan informasi dan menambahkan wawasan", "post_id": "3925188914029089351_66320242220"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 199.75569494443468, "y": 535.7016632464604, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.2017, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3926282804846444092_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah bergerak turun pada perdagangan Rabu pagi (24/6/2026), melorot 0,61% ke Rp17.953 per dolar AS pada pukul 09:32 WIB di tengah penguatan dolar AS dan sentimen negatif dari evaluasi MSCI.\n\nDalam review tahunannya, MSCI kembali menunda keputusan atas status Indonesia, yang berarti bursa saham RI masih masuk kelompok emerging market hingga keputusan diambil November mendatang. IHSG sendiri menguat 0,57% pada Rabu pagi, sementara pasar obligasi diwarnai aksi jual.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#rupiah #dolar #matauang #bloombergtechnoz", "post_id": "3926282804846444092_51748745734"}}, {"key": "erinasyafiaalmahyra", "attributes": {"label": "erinasyafiaalmahyra", "x": 819.4667198691309, "y": 631.3291525933423, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.5159, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7651267859301076231", "id": "erinasyafiaalmahyra", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH ANJLOK! APA YANG SEBENARNYA TERJADI? 🚨 Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat banyak masyarakat khawatir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. � Reuters + 1 📉 Ketika rupiah melemah, harga barang impor berpotensi naik karena biaya pembelian dari luar negeri menjadi lebih mahal. Selain itu, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan sehingga membuat investor semakin waspada. � Maybank Trade + 2 🏦 Untuk membantu menstabilkan keadaan, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. � Reuters + 2 ❓ Apakah Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Belum tentu. Naik turunnya nilai mata uang merupakan hal yang bisa terjadi karena berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi harga barang, investasi, dan perekonomian secara umum. � Reuters + 1 🔥 Fakta yang jarang dibahas: • Rupiah sempat mendekati Rp18.200 per dolar AS. � • Bank Indonesia melakukan kenaikan suku buna di luar jadwal normal. � • Investor global sedang mencermati kondisi ekonomi Indonesia dengan sangat ketat. � Reuters + 1 Reuters + 1 Reuters + 1 👇 Menurut kamu, apakah rupiah akan kembali menguat?  Klip  #rupiah #EkonomiIndonesia #BeritaViral #FaktaMenarik #TikTokNews", "post_id": "7651267859301076231"}}, {"key": "Ternak", "attributes": {"label": "Ternak", "x": 584.7596677782726, "y": 818.7110971056782, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 34.2545, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7651267859301076231", "id": "Ternak", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH ANJLOK! APA YANG SEBENARNYA TERJADI? 🚨 Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat banyak masyarakat khawatir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. � Reuters + 1 📉 Ketika rupiah melemah, harga barang impor berpotensi naik karena biaya pembelian dari luar negeri menjadi lebih mahal. Selain itu, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan sehingga membuat investor semakin waspada. � Maybank Trade + 2 🏦 Untuk membantu menstabilkan keadaan, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. � Reuters + 2 ❓ Apakah Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Belum tentu. Naik turunnya nilai mata uang merupakan hal yang bisa terjadi karena berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi harga barang, investasi, dan perekonomian secara umum. � Reuters + 1 🔥 Fakta yang jarang dibahas: • Rupiah sempat mendekati Rp18.200 per dolar AS. � • Bank Indonesia melakukan kenaikan suku buna di luar jadwal normal. � • Investor global sedang mencermati kondisi ekonomi Indonesia dengan sangat ketat. � Reuters + 1 Reuters + 1 Reuters + 1 👇 Menurut kamu, apakah rupiah akan kembali menguat?  Klip  #rupiah #EkonomiIndonesia #BeritaViral #FaktaMenarik #TikTokNews", "post_id": "7651267859301076231"}}, {"key": "@adeyulinaaa11", "attributes": {"label": "@adeyulinaaa11", "x": 123.37820731006121, "y": 79.90611983490281, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.5159, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "g2cK_bE_u6s", "id": "@adeyulinaaa11", "source": "youtube-000001", "content": "Dolar Menguat, Rupiah Melemah: \"Perspektif Uang Dalam Islam\n\nVideo dibuat untuk Memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Moneter Keuangan Islam\n\nNama: Ade Yulina Duani\nNim: 0503241062\nKelas: Perbankan Syariah 4 B\nDosen Pengampu: Khaidar Rahmaini Jamila. M.Sc, IBF\n\nSelamat Menonton teman-teman semoga bermanfaat☺️🙌🏻\n\nVideo cinematic by:", "post_id": "g2cK_bE_u6s"}}, {"key": "keliling_cinematic", "attributes": {"label": "keliling_cinematic", "x": 632.5910296584839, "y": 980.8641938752465, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.2545, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "g2cK_bE_u6s", "id": "keliling_cinematic", "source": "youtube-000001", "content": "Dolar Menguat, Rupiah Melemah: \"Perspektif Uang Dalam Islam\n\nVideo dibuat untuk Memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Moneter Keuangan Islam\n\nNama: Ade Yulina Duani\nNim: 0503241062\nKelas: Perbankan Syariah 4 B\nDosen Pengampu: Khaidar Rahmaini Jamila. M.Sc, IBF\n\nSelamat Menonton teman-teman semoga bermanfaat☺️🙌🏻\n\nVideo cinematic by:", "post_id": "g2cK_bE_u6s"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 563.7644337714082, "y": 624.2278874302219, "size": 13.86, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.5159, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "ivyl8RN79a0", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Menguat di saat Ketidakpastian Timur Tengah | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menilai kebijakan pengetatan pembelian valuta asing secara tunai tanpa underlying berjalan efektif menekan transaksi harian valas dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Mulai 1 Juli 2026, BI kembali memangkas batas pembelian menjadi maksimal USD10 ribu per pelaku per bulan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "ivyl8RN79a0"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 375.0909907745393, "y": 519.6045108422875, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.9517, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "ivyl8RN79a0", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Menguat di saat Ketidakpastian Timur Tengah | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menilai kebijakan pengetatan pembelian valuta asing secara tunai tanpa underlying berjalan efektif menekan transaksi harian valas dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Mulai 1 Juli 2026, BI kembali memangkas batas pembelian menjadi maksimal USD10 ribu per pelaku per bulan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "ivyl8RN79a0"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 741.3184675705804, "y": 29.45078260715739, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.9517, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "ivyl8RN79a0", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Menguat di saat Ketidakpastian Timur Tengah | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menilai kebijakan pengetatan pembelian valuta asing secara tunai tanpa underlying berjalan efektif menekan transaksi harian valas dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Mulai 1 Juli 2026, BI kembali memangkas batas pembelian menjadi maksimal USD10 ribu per pelaku per bulan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "ivyl8RN79a0"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 994.7554643766812, "y": 190.4867038565914, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.9517, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "ivyl8RN79a0", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Menguat di saat Ketidakpastian Timur Tengah | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menilai kebijakan pengetatan pembelian valuta asing secara tunai tanpa underlying berjalan efektif menekan transaksi harian valas dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Mulai 1 Juli 2026, BI kembali memangkas batas pembelian menjadi maksimal USD10 ribu per pelaku per bulan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "ivyl8RN79a0"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 481.0000094062641, "y": 290.9239816254761, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.9517, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "ivyl8RN79a0", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Menguat di saat Ketidakpastian Timur Tengah | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menilai kebijakan pengetatan pembelian valuta asing secara tunai tanpa underlying berjalan efektif menekan transaksi harian valas dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Mulai 1 Juli 2026, BI kembali memangkas batas pembelian menjadi maksimal USD10 ribu per pelaku per bulan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "ivyl8RN79a0"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 555.1644204651673, "y": 506.92097420066193, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.9517, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "ivyl8RN79a0", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Menguat di saat Ketidakpastian Timur Tengah | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menilai kebijakan pengetatan pembelian valuta asing secara tunai tanpa underlying berjalan efektif menekan transaksi harian valas dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Mulai 1 Juli 2026, BI kembali memangkas batas pembelian menjadi maksimal USD10 ribu per pelaku per bulan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "ivyl8RN79a0"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 819.4130192738814, "y": 684.1445122645599, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.5159, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "qW2d9_PDvGA", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Menguat di saat Ketidakpastian Timur Tengah | 2ND SESSION CLOSING\n\nBank Indonesia menilai kebijakan pengetatan pembelian valuta asing secara tunai tanpa underlying berjalan efektif menekan transaksi harian valas dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Mulai 1 Juli 2026, BI kembali memangkas batas pembelian menjadi maksimal USD10 ribu per pelaku per bulan.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "qW2d9_PDvGA"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 856.1521292896938, "y": 795.5178428161242, "size": 9.3, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.6401, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "qW2d9_PDvGA", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Menguat di saat Ketidakpastian Timur Tengah | 2ND SESSION CLOSING\n\nBank Indonesia menilai kebijakan pengetatan pembelian valuta asing secara tunai tanpa underlying berjalan efektif menekan transaksi harian valas dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Mulai 1 Juli 2026, BI kembali memangkas batas pembelian menjadi maksimal USD10 ribu per pelaku per bulan.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "qW2d9_PDvGA"}}, {"key": "@kompastvriau3045", "attributes": {"label": "@kompastvriau3045", "x": 257.32207661692144, "y": 351.92584807174643, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.5159, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "6ScruGMXzgI", "id": "@kompastvriau3045", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonom Respons Rupiah Menguat di Kisaran Rp 17 700 per Dolar AS  Didorong Janji Pembenahan MBG\n\nInstagram :   / kompastvriau  \nFacebook :   / kompastv.riau  \nTwitter :  \nEmail : newskompastv.riau\n\n#kompastv #kompastvriau #pekanbaru #riau", "post_id": "6ScruGMXzgI"}}, {"key": "kompasriau_tv", "attributes": {"label": "kompasriau_tv", "x": 570.974564393175, "y": 513.7095814561571, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.2545, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "6ScruGMXzgI", "id": "kompasriau_tv", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonom Respons Rupiah Menguat di Kisaran Rp 17 700 per Dolar AS  Didorong Janji Pembenahan MBG\n\nInstagram :   / kompastvriau  \nFacebook :   / kompastv.riau  \nTwitter :  \nEmail : newskompastv.riau\n\n#kompastv #kompastvriau #pekanbaru #riau", "post_id": "6ScruGMXzgI"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 825.3635445746959, "y": 148.28648827648695, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.5159, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Pr_yIgW-DC4", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonom Respons Rupiah Menguat di Kisaran Rp 17.700 per Dolar AS: Didorong Janji Pembenahan MBG\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan selama dijalankan, program prioritas pemerintah yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai boros dan mengakibatkan negara kehilangan anggaran hingga Rp1 triliun per bulan.\n\nPemborosan ini diakibatkan oleh pembengkakan SPPG sebanyak 6.877 titik. Padahal, sesuai rencana awal, jumlah titik SPPG hanya ditargetkan sebanyak 21.000.\n\nDiduga pembengkakan tersebut terjadi karena adanya praktik jual beli titik SPPG di banyak wilayah, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).\n\nPemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) dan kementerian/lembaga terkait akan menata ulang pelaksanaan program MBG agar lebih efisien. Pengaturan ulang program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu ditargetkan rampung dalam satu bulan ke depan.\n\nMenteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan nantinya akan ada potensi pengurangan total kebutuhan anggaran untuk program prioritas tersebut.\n\nPemerintah melalui Kementerian Keuangan dan BGN akan menghitung kembali kebutuhan pendanaan program MBG agar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.\n\nSetelah pemerintah mengumumkan sejumlah kebijakan terkait tata kelola ekonomi, rupiah bergerak menguat dan kembali ke level Rp17.000-an per dolar Amerika Serikat.\n\nBerdasarkan data Bloomberg, pada 16 Juni rupiah menguat ke level Rp17.776 per dolar Amerika Serikat. Nilai tukar rupiah secara perlahan mendekati level terkuatnya dalam satu bulan terakhir.\n\nPada 8 Juni, rupiah sempat berada di titik terlemah terhadap dolar Amerika Serikat di level Rp18.188.\n\nDalam dua pekan terakhir, pemerintah dan Bank Indonesia mengeluarkan sejumlah kebijakan, di antaranya kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate, kenaikan harga BBM nonsubsidi, serta menjanjikan pembenahan tata kelola program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis.\n\nBenarkah pernyataan pemerintah yang akan memangkas anggaran MBG dan merombak tata kelolanya menjadi sinyal positif bagi rupiah? Mengapa kenaikan harga Pertamax juga direspons positif oleh penguatan rupiah?\n\nKita bahas bersama Dzikri Firmansyah Hakam, ekonom sekaligus dosen tetap di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (ITB).\n\n#mbg #rupiah #ekonomi #bbm #pertamax #nilaitukarrupiah #matauang #dolaras #dolar \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "Pr_yIgW-DC4"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 29.670503271408965, "y": 933.3115892187515, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.2545, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Pr_yIgW-DC4", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonom Respons Rupiah Menguat di Kisaran Rp 17.700 per Dolar AS: Didorong Janji Pembenahan MBG\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan selama dijalankan, program prioritas pemerintah yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai boros dan mengakibatkan negara kehilangan anggaran hingga Rp1 triliun per bulan.\n\nPemborosan ini diakibatkan oleh pembengkakan SPPG sebanyak 6.877 titik. Padahal, sesuai rencana awal, jumlah titik SPPG hanya ditargetkan sebanyak 21.000.\n\nDiduga pembengkakan tersebut terjadi karena adanya praktik jual beli titik SPPG di banyak wilayah, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).\n\nPemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) dan kementerian/lembaga terkait akan menata ulang pelaksanaan program MBG agar lebih efisien. Pengaturan ulang program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu ditargetkan rampung dalam satu bulan ke depan.\n\nMenteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan nantinya akan ada potensi pengurangan total kebutuhan anggaran untuk program prioritas tersebut.\n\nPemerintah melalui Kementerian Keuangan dan BGN akan menghitung kembali kebutuhan pendanaan program MBG agar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.\n\nSetelah pemerintah mengumumkan sejumlah kebijakan terkait tata kelola ekonomi, rupiah bergerak menguat dan kembali ke level Rp17.000-an per dolar Amerika Serikat.\n\nBerdasarkan data Bloomberg, pada 16 Juni rupiah menguat ke level Rp17.776 per dolar Amerika Serikat. Nilai tukar rupiah secara perlahan mendekati level terkuatnya dalam satu bulan terakhir.\n\nPada 8 Juni, rupiah sempat berada di titik terlemah terhadap dolar Amerika Serikat di level Rp18.188.\n\nDalam dua pekan terakhir, pemerintah dan Bank Indonesia mengeluarkan sejumlah kebijakan, di antaranya kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate, kenaikan harga BBM nonsubsidi, serta menjanjikan pembenahan tata kelola program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis.\n\nBenarkah pernyataan pemerintah yang akan memangkas anggaran MBG dan merombak tata kelolanya menjadi sinyal positif bagi rupiah? Mengapa kenaikan harga Pertamax juga direspons positif oleh penguatan rupiah?\n\nKita bahas bersama Dzikri Firmansyah Hakam, ekonom sekaligus dosen tetap di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (ITB).\n\n#mbg #rupiah #ekonomi #bbm #pertamax #nilaitukarrupiah #matauang #dolaras #dolar \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "Pr_yIgW-DC4"}}, {"key": "@rajkazh", "attributes": {"label": "@rajkazh", "x": 405.22738679935156, "y": 124.33245055573106, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.5159, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "sOPcP61F9IY", "id": "@rajkazh", "source": "youtube-000001", "content": "Hari Keputusan The Fed, Kesepakatan AS-Iran Ditandatangani, Minyak di Bawah $80, Rupiah Menguat, ...\n\n\nPasar global memasuki Hari Keputusan Fed dengan harga minyak turun di bawah $80, dolar melemah, dan investor mencerna perjanjian AS-Iran yang ditandatangani secara elektronik sebelum upacara formalnya di Swiss. India terus diuntungkan dari penurunan harga minyak mentah karena rupee menguat untuk sesi ketiga berturut-turut, imbal hasil obligasi menurun, dan Nifty mendekati angka 24.000. Sementara itu, Bank of Japan memberikan suku bunga kebijakan 1% pertamanya sejak 1995, data terbaru China menyoroti permintaan konsumen yang lemah meskipun manufaktur tetap tangguh, dan indikator sentimen Eropa mengejutkan dengan peningkatan. Dengan Kevin Warsh menyampaikan keputusan kebijakan Federal Reserve pertamanya, pasar kurang fokus pada suku bunga dan lebih pada pesan yang disampaikan. Setelah seminggu di mana geopolitik mencuri perhatian, para bankir sentral akhirnya mendapat giliran mereka—dengan asumsi berita utama mendukung.\n\n#FederalReserve #FOMC #KevinWarsh #KesepakatanASIran #HargaMinyak #PasarIndia #Rupee #Nifty50 #BOJ #BankOfJapan #IndeksDolar #EkonomiChina #MakroGlobal #ProspekEkonomi #Kazedge", "post_id": "sOPcP61F9IY"}}, {"key": "AlgoTradingChampionsCommunity", "attributes": {"label": "AlgoTradingChampionsCommunity", "x": 423.96118650906436, "y": 989.66451279708, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.2545, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sOPcP61F9IY", "id": "AlgoTradingChampionsCommunity", "source": "youtube-000001", "content": "Hari Keputusan The Fed, Kesepakatan AS-Iran Ditandatangani, Minyak di Bawah $80, Rupiah Menguat, ...\n\n\nPasar global memasuki Hari Keputusan Fed dengan harga minyak turun di bawah $80, dolar melemah, dan investor mencerna perjanjian AS-Iran yang ditandatangani secara elektronik sebelum upacara formalnya di Swiss. India terus diuntungkan dari penurunan harga minyak mentah karena rupee menguat untuk sesi ketiga berturut-turut, imbal hasil obligasi menurun, dan Nifty mendekati angka 24.000. Sementara itu, Bank of Japan memberikan suku bunga kebijakan 1% pertamanya sejak 1995, data terbaru China menyoroti permintaan konsumen yang lemah meskipun manufaktur tetap tangguh, dan indikator sentimen Eropa mengejutkan dengan peningkatan. Dengan Kevin Warsh menyampaikan keputusan kebijakan Federal Reserve pertamanya, pasar kurang fokus pada suku bunga dan lebih pada pesan yang disampaikan. Setelah seminggu di mana geopolitik mencuri perhatian, para bankir sentral akhirnya mendapat giliran mereka—dengan asumsi berita utama mendukung.\n\n#FederalReserve #FOMC #KevinWarsh #KesepakatanASIran #HargaMinyak #PasarIndia #Rupee #Nifty50 #BOJ #BankOfJapan #IndeksDolar #EkonomiChina #MakroGlobal #ProspekEkonomi #Kazedge", "post_id": "sOPcP61F9IY"}}], "edges": [{"key": "fireissuw", "source": "fireissuw", "target": "thenggara", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "fireissuw", "source": "fireissuw", "target": "thenggara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "fireissuw", "source": "fireissuw", "target": "tanyarlfes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "WagimanDeep212_", "source": "WagimanDeep212_", "target": "bang_dasco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Flawes9", "source": "Flawes9", "target": "Milantoon", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Flawes9", "source": "Flawes9", "target": "RomyLestari", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kabarbaikdotco", "source": "kabarbaikdotco", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "66320242220", "source": "66320242220", "target": "ruangpikirr.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "erinasyafiaalmahyra", "source": "erinasyafiaalmahyra", "target": "Ternak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@adeyulinaaa11", "source": "@adeyulinaaa11", "target": "keliling_cinematic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvriau3045", "source": "@kompastvriau3045", "target": "kompasriau_tv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@rajkazh", "source": "@rajkazh", "target": "AlgoTradingChampionsCommunity", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}