{"nodes": [{"key": "FarisAhmadDoni1", "attributes": {"label": "FarisAhmadDoni1", "x": 491.4095405820748, "y": 807.6544539180092, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "2067779796797706329", "id": "FarisAhmadDoni1", "source": "retweet-000002", "content": "Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya tensi geopolitik, Indonesia menunjukkan sinyal stabilitas yang sem…", "post_id": "2067779796797706329"}}, {"key": "BangsaNara", "attributes": {"label": "BangsaNara", "x": 350.00291447353584, "y": 257.38752352171133, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 10.847, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 18, "out_degree": 0, "degree": 18}, "_id": "2067779796797706329", "id": "BangsaNara", "source": "retweet-000002", "content": "Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya tensi geopolitik, Indonesia menunjukkan sinyal stabilitas yang sem…", "post_id": "2067779796797706329"}}, {"key": "Flo_Christyn95", "attributes": {"label": "Flo_Christyn95", "x": 442.30463734868266, "y": 236.7876881733948, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "2067780134615359650", "id": "Flo_Christyn95", "source": "retweet-000002", "content": "Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya tensi geopolitik, Indonesia menunjukkan sinyal stabilitas yang sem…", "post_id": "2067780134615359650"}}, {"key": "AnggaSa1154441", "attributes": {"label": "AnggaSa1154441", "x": 402.21404067903353, "y": 276.7946721773591, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "2067780216815231194", "id": "AnggaSa1154441", "source": "retweet-000002", "content": "Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya tensi geopolitik, Indonesia menunjukkan sinyal stabilitas yang sem…", "post_id": "2067780216815231194"}}, {"key": "lockstock27", "attributes": {"label": "lockstock27", "x": 408.5114248962751, "y": 92.80984519443226, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2068194329643069749", "id": "lockstock27", "source": "tweet-000004", "content": "Ya itu tau kakau ekonomi dipengaruhi sama geopolitik🥱 \n\nUntuk dalam negeri ya makanya jangan gaduh mulu, karena stabilitas ekonomi juga bergantung sama stabilitas politik🥱", "post_id": "2068194329643069749"}}, {"key": "sunnyy12_", "attributes": {"label": "sunnyy12_", "x": 35.55860243505493, "y": 111.43185661339861, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.7687, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068194329643069749", "id": "sunnyy12_", "source": "tweet-000004", "content": "Ya itu tau kakau ekonomi dipengaruhi sama geopolitik🥱 \n\nUntuk dalam negeri ya makanya jangan gaduh mulu, karena stabilitas ekonomi juga bergantung sama stabilitas politik🥱", "post_id": "2068194329643069749"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 14.949988209468469, "y": 740.5970131096899, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.7687, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068194329643069749", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Ya itu tau kakau ekonomi dipengaruhi sama geopolitik🥱 \n\nUntuk dalam negeri ya makanya jangan gaduh mulu, karena stabilitas ekonomi juga bergantung sama stabilitas politik🥱", "post_id": "2068194329643069749"}}, {"key": "aniesbaswedan", "attributes": {"label": "aniesbaswedan", "x": 993.5901333122748, "y": 977.8700791400775, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.7687, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068194329643069749", "id": "aniesbaswedan", "source": "tweet-000004", "content": "Ya itu tau kakau ekonomi dipengaruhi sama geopolitik🥱 \n\nUntuk dalam negeri ya makanya jangan gaduh mulu, karena stabilitas ekonomi juga bergantung sama stabilitas politik🥱", "post_id": "2068194329643069749"}}, {"key": "DavidSeptiawan0", "attributes": {"label": "DavidSeptiawan0", "x": 126.3965954891123, "y": 120.15635638899901, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067499726170386883", "id": "DavidSeptiawan0", "source": "tweet-000004", "content": "Meski demikian, fase ini masih awal, dan arah pasar berikutnya sangat bergantung pada hasil negosiasi lanjutan serta stabilitas geopolitik global.\n\n#SobatSuperDAX\nUsername : CERPVEFISNEEV", "post_id": "2067499726170386883"}}, {"key": "indodax", "attributes": {"label": "indodax", "x": 598.9909607549993, "y": 302.7742945700321, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.0821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067499726170386883", "id": "indodax", "source": "tweet-000004", "content": "Meski demikian, fase ini masih awal, dan arah pasar berikutnya sangat bergantung pada hasil negosiasi lanjutan serta stabilitas geopolitik global.\n\n#SobatSuperDAX\nUsername : CERPVEFISNEEV", "post_id": "2067499726170386883"}}, {"key": "KerjaHasil_id", "attributes": {"label": "KerjaHasil_id", "x": 939.8594063147926, "y": 311.83997075542925, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069213619452285007", "id": "KerjaHasil_id", "source": "tweet-000004", "content": "mahasewa perlu belajar bedakan BBM non-subsidi #pertamax dan amplop #bohir. #ampas  \n\nMenaikkan harga BBM non-subsidi bukan karena kondisi ekonomi bermasalah, melainkan langkah menjaga stabilitas ekonomi nasional akibat geopolitik Timteng. #purbaya https://t.co/RwZLxIzfDc", "post_id": "2069213619452285007"}}, {"key": "BEMUI_Official", "attributes": {"label": "BEMUI_Official", "x": 889.0731402525777, "y": 356.51092361192104, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.847, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069213619452285007", "id": "BEMUI_Official", "source": "tweet-000004", "content": "mahasewa perlu belajar bedakan BBM non-subsidi #pertamax dan amplop #bohir. #ampas  \n\nMenaikkan harga BBM non-subsidi bukan karena kondisi ekonomi bermasalah, melainkan langkah menjaga stabilitas ekonomi nasional akibat geopolitik Timteng. #purbaya https://t.co/RwZLxIzfDc", "post_id": "2069213619452285007"}}, {"key": "univ_indonesia", "attributes": {"label": "univ_indonesia", "x": 420.7684649697325, "y": 377.21694677209393, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.847, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069213619452285007", "id": "univ_indonesia", "source": "tweet-000004", "content": "mahasewa perlu belajar bedakan BBM non-subsidi #pertamax dan amplop #bohir. #ampas  \n\nMenaikkan harga BBM non-subsidi bukan karena kondisi ekonomi bermasalah, melainkan langkah menjaga stabilitas ekonomi nasional akibat geopolitik Timteng. #purbaya https://t.co/RwZLxIzfDc", "post_id": "2069213619452285007"}}, {"key": "menluri", "attributes": {"label": "menluri", "x": 226.7469417155914, "y": 910.1470310318579, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922809179567792121_71581734743", "id": "menluri", "source": "instagram-000001", "content": "Mewakili Bapak Presiden , saya menghadiri Sesi Pleno & Working Lunch KTT Peringatan 35 Tahun Kemitraan ASEAN-Rusia.\n\nIndonesia mendorong penguatan kerja sama ASEAN dengan Rusia untuk:\n\n✅ ketahanan pangan dan energi kawasan\n✅ integrasi ekonomi ASEAN-Eurasia\n✅ menjaga perdamaian dan stabilitas global\n\nKemitraan eksternal ASEAN yang kuat menjadi salah satu kunci ketahanan kawasan di tengah gejolak geopolitik global 🤝\n\n📍Kazan, 18 Juni 2026", "post_id": "3922809179567792121_71581734743"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 689.4358663866876, "y": 981.7617587387869, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922809179567792121_71581734743", "id": "prabowo", "source": "instagram-000001", "content": "Mewakili Bapak Presiden , saya menghadiri Sesi Pleno & Working Lunch KTT Peringatan 35 Tahun Kemitraan ASEAN-Rusia.\n\nIndonesia mendorong penguatan kerja sama ASEAN dengan Rusia untuk:\n\n✅ ketahanan pangan dan energi kawasan\n✅ integrasi ekonomi ASEAN-Eurasia\n✅ menjaga perdamaian dan stabilitas global\n\nKemitraan eksternal ASEAN yang kuat menjadi salah satu kunci ketahanan kawasan di tengah gejolak geopolitik global 🤝\n\n📍Kazan, 18 Juni 2026", "post_id": "3922809179567792121_71581734743"}}, {"key": "sudut_aceh", "attributes": {"label": "sudut_aceh", "x": 948.4249334428546, "y": 247.76715877394128, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 50.7458, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3922026445903514630_73622012859", "id": "sudut_aceh", "source": "instagram-000001", "content": "VERSAILLES — Amerika Serikat dan Iran resmi menandatangani sebuah kesepakatan diplomatik yang disebut sebagai langkah penting menuju stabilitas kawasan dan perbaikan hubungan kedua negara. Penandatanganan berlangsung di Istana Versailles, Prancis, Rabu (16/6/2026), dalam jamuan makan malam kenegaraan yang dipimpin Presiden Prancis, Emmanuel Macron.\n\nKesepakatan tersebut menjadi puncak dari proses negosiasi intensif yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Upaya diplomatik itu difokuskan untuk meredakan ketegangan dan mengakhiri konflik yang selama ini membayangi hubungan Washington dan Teheran.\n\nMomentum di Versailles dinilai sebagai salah satu perkembangan geopolitik paling signifikan tahun ini. Sejumlah pengamat menilai kesepakatan tersebut berpotensi membuka ruang dialog yang lebih luas, mengurangi risiko eskalasi di kawasan Timur Tengah, serta memberikan dampak positif terhadap stabilitas politik dan ekonomi global.\n\nMeski rincian implementasi masih menunggu penyampaian resmi dari kedua pihak, penandatanganan ini menandai babak baru dalam hubungan AS-Iran dan menjadi sinyal kuat bahwa jalur diplomasi tetap menjadi pilihan utama dalam menyelesaikan konflik internasional.\n\nSelengkapnya di www.sudutaceh.co.id\n\nBagikan ke temanmu agar ikut tahu perkembangan Aceh hari ini.\nFollow  untuk update terpercaya lainnya.\n\n#FYP\n#FYPIndonesia\n#ExploreAceh\n#BandaAceh\n#sudutaceh", "post_id": "3922026445903514630_73622012859"}}, {"key": "inusa.media", "attributes": {"label": "inusa.media", "x": 977.9080737492177, "y": 7.560842493548825, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922652831345209071_60374608148", "id": "inusa.media", "source": "instagram-000001", "content": "Kesepakatan awal atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran menjadi sorotan setelah muncul klausul dukungan rekonstruksi ekonomi Iran senilai sedikitnya US$300 miliar. Nilai yang sangat besar tersebut memicu berbagai spekulasi, termasuk anggapan bahwa Washington tengah membayar harga politik yang mahal untuk mengakhiri ketegangan berkepanjangan dengan Teheran. Meski rincian sumber dan mekanisme pendanaan belum sepenuhnya jelas, angka fantastis itu langsung memancing perdebatan di kalangan pengamat geopolitik internasional.\n\nSebagian analis bahkan membandingkan situasi ini dengan Perjanjian Versailles tahun 1919 yang mengakhiri Perang Dunia I. Dalam perjanjian tersebut, Jerman sebagai pihak yang kalah diwajibkan membayar reparasi perang dalam jumlah besar kepada negara-negara pemenang. Perbandingan itu muncul karena besarnya nilai yang tercantum dalam MoU AS-Iran, sehingga memunculkan pertanyaan apakah dukungan ekonomi senilai US$300 miliar tersebut dapat dianggap sebagai bentuk \"reparasi modern\" atau simbol perubahan keseimbangan kekuatan antara Washington dan Teheran.\n\nNamun, sejumlah laporan menegaskan bahwa dana US$300 miliar itu bukan pembayaran tunai langsung dari pemerintah AS kepada Iran. Paket tersebut lebih dipandang sebagai target rekonstruksi dan investasi ekonomi jangka panjang yang bersifat kondisional, termasuk melalui investasi swasta, pelepasan aset Iran yang dibekukan, dan peluang ekonomi pasca-pencabutan sanksi. Meski demikian, besarnya nilai yang ditawarkan tetap memunculkan pertanyaan besar: apakah ini murni langkah menuju stabilitas kawasan, atau akan dikenang sebagai \"Versailles versi Timur Tengah\" dalam sejarah geopolitik modern?\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3922652831345209071_60374608148"}}, {"key": "inusamedia", "attributes": {"label": "inusamedia", "x": 124.96527743057717, "y": 647.8859668120555, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922652831345209071_60374608148", "id": "inusamedia", "source": "instagram-000001", "content": "Kesepakatan awal atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran menjadi sorotan setelah muncul klausul dukungan rekonstruksi ekonomi Iran senilai sedikitnya US$300 miliar. Nilai yang sangat besar tersebut memicu berbagai spekulasi, termasuk anggapan bahwa Washington tengah membayar harga politik yang mahal untuk mengakhiri ketegangan berkepanjangan dengan Teheran. Meski rincian sumber dan mekanisme pendanaan belum sepenuhnya jelas, angka fantastis itu langsung memancing perdebatan di kalangan pengamat geopolitik internasional.\n\nSebagian analis bahkan membandingkan situasi ini dengan Perjanjian Versailles tahun 1919 yang mengakhiri Perang Dunia I. Dalam perjanjian tersebut, Jerman sebagai pihak yang kalah diwajibkan membayar reparasi perang dalam jumlah besar kepada negara-negara pemenang. Perbandingan itu muncul karena besarnya nilai yang tercantum dalam MoU AS-Iran, sehingga memunculkan pertanyaan apakah dukungan ekonomi senilai US$300 miliar tersebut dapat dianggap sebagai bentuk \"reparasi modern\" atau simbol perubahan keseimbangan kekuatan antara Washington dan Teheran.\n\nNamun, sejumlah laporan menegaskan bahwa dana US$300 miliar itu bukan pembayaran tunai langsung dari pemerintah AS kepada Iran. Paket tersebut lebih dipandang sebagai target rekonstruksi dan investasi ekonomi jangka panjang yang bersifat kondisional, termasuk melalui investasi swasta, pelepasan aset Iran yang dibekukan, dan peluang ekonomi pasca-pencabutan sanksi. Meski demikian, besarnya nilai yang ditawarkan tetap memunculkan pertanyaan besar: apakah ini murni langkah menuju stabilitas kawasan, atau akan dikenang sebagai \"Versailles versi Timur Tengah\" dalam sejarah geopolitik modern?\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3922652831345209071_60374608148"}}, {"key": "bangkabelitunginfonew", "attributes": {"label": "bangkabelitunginfonew", "x": 17.087923728603126, "y": 990.1830071834715, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 50.7458, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3923723666300677201_55481531290", "id": "bangkabelitunginfonew", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah resmi mempercepat program energi nuklir nasional, termasuk percepatan pembentukan lembaga implementasi khusus, menyusul meningkatnya tekanan geopolitik global yang mengancam pasokan energi dunia. \n\nLangkah ini kembali membuka peluang Bangka Belitung sebagai kandidat lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di Indonesia.\n\nKeputusan strategis itu diambil dalam Sidang Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) ke-2 dan ke-3 Tahun 2026, yang dipimpin Menteri ESDM sekaligus Ketua Harian DEN, Bahlil Lahadalia, di Jakarta, Kamis (18/6/2026). \n\nSidang itupun memutuskan tiga hal sekaligus: memperkuat cadangan energi, harmonisasi regulasi penanganan krisis energi, dan percepatan pengembangan energi baru termasuk nuklir.\n\n“Indonesia berhasil melewati berbagai tantangan pada masa transisi dan kini berada pada posisi yang semakin kuat dalam menjaga ketahanan energi nasional,” kata Bahlil usai sidang.\n\nSalah satu keputusan terpenting sidang adalah percepatan pembentukan Nuclear Energy Program Implementation Organization (NEPIO). \n\nLembaga ini diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional sebagai motor utama persiapan program nuklir Indonesia.\n\nBagi Bangka Belitung, keputusan DEN ini punya arti tersendiri. Provinsi kepulauan penghasil timah itu sudah lebih dari satu dekade masuk kajian pemerintah sebagai lokasi potensial PLTN.\n\nSejumlah penelitian Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) kini bergabung ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan kondisi geologi Bangka yang relatif stabil. Jauh dari jalur gunung api aktif, minim aktivitas seismik besar. Kawasan pesisir Kabupaten Bangka Barat khususnya pernah menjadi objek studi intensif.\n\nStabilitas geologi itu menjadikan Bangka Belitung salah satu kandidat terkuat, bersaing dengan beberapa wilayah lain yang juga sedang dikaji.\n\n📝 selengkapnya di journalarta.com\n\nHanya Followers Yang Bisa Komentar‼️\n\nFollow  Buat Kamu Lebih Tau Kabar Seputar Bangka Belitung & Sekitarnya\n\n#bangkabelitunginfo #bangkabelitunginfonew #bangkabelitung #breakingnews #informasi", "post_id": "3923723666300677201_55481531290"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 533.7727951590246, "y": 490.48156429444833, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 50.7458, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3925548207262555034_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah mengumumkan delapan stimulus ekonomi untuk kuartal II dan Semester II-2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perekonomia global masih menghadapi dinamika dan ketidakpastian yang cukup tinggi.\n\nMeskipun konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai menunjukkan tanda-tanda mereda, dampak yang ditimbulkan masih memengaruhi kondisi ekonomi dan pasar global. \n\nDalam menghadapi situasi tersebut, Pemerintah terus mengambil langkah-langkah proaktif dan antisipatif guna memitigasi berbagai risiko eksternal yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional. Upaya ini dilakukan guna menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.\n\n“Oleh karena itu, sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, pada kesempatan ini kami akan mengumumkan stimulus ekonomi di semester kedua. Sebagian besar sudah disampaikan sesudah rakortas dan juga sebagian lagi merupakan arahan daripada Bapak Presiden,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers terkait Stimulus Ekonomi kuartal II & Semester II-2026 di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (22/6/2026).\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/pemerintah-umumkan-8-stimulus-ekonomi-rp2634-triliun-ini-daftarnya\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Istimewa\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #stimulus #ekonomiindonesia #stimulusekonomi", "post_id": "3925548207262555034_3310659452"}}, {"key": "19585064872", "attributes": {"label": "19585064872", "x": 595.3400141656997, "y": 990.9169083067458, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "19585064872", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "visualiterasi", "attributes": {"label": "visualiterasi", "x": 954.3388495176516, "y": 878.5981645785737, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "visualiterasi", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "folknomic", "attributes": {"label": "folknomic", "x": 372.2817713336235, "y": 201.47593027032374, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomic", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "folknomics", "attributes": {"label": "folknomics", "x": 765.4109027511157, "y": 815.9080287289852, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomics", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 488.25015993193, "y": 433.4450656913796, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "N9NK5DK53GA", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Inilah Alasannya Kenapa Bank Sentral Dunia Diam-diam Borong Emas 1.000 Ton Setiap Tahun!\n\n🔥 DUNIA SEDANG BERUBAH! INI ALASAN BANK SENTRAL DUNIA DIAM-DIAM BORONG EMAS 1.000 TON SETIAP TAHUN! 🔥\n\nApakah dunia sedang bersiap menghadapi krisis besar berikutnya?\n\nDi tengah meningkatnya konflik geopolitik, perang, ketidakpastian ekonomi global, ancaman inflasi, dan berbagai perubahan dalam sistem keuangan internasional, bank-bank sentral dunia justru melakukan sesuatu yang sangat mengejutkan.\n\n✅ Mereka membeli emas dalam jumlah masif.\n✅ Mereka memborong sekitar 1.000 ton emas per tahun.\n✅ Mereka mulai memulangkan emas dari luar negeri.\n✅ Mereka mengurangi ketergantungan pada pusat penyimpanan tradisional seperti Amerika Serikat dan Inggris.\n✅ Mereka mulai mendiversifikasi lokasi penyimpanan emas mereka.\n\nLalu pertanyaannya...\n\n🤔 Apa yang sebenarnya mereka ketahui?\n🤔 Mengapa hampir seluruh bank sentral dunia kompak meningkatkan cadangan emas?\n🤔 Mengapa emas kembali menjadi aset favorit di era digital?\n🤔 Apakah dunia sedang memasuki babak baru dalam sistem keuangan global?\n🤔 Apakah ini berkaitan dengan perang Rusia-Ukraina, konflik Timur Tengah, dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik?\n\nDalam video kali ini, Inner Boost akan membahas secara lengkap dan mendalam laporan terbaru dari World Gold Council (WGC) yang dikutip CNBC mengenai fenomena pembelian emas besar-besaran oleh bank sentral dunia.\n\n📌 Pembahasan dalam video ini:\n\n✅ Mengapa emas masih menjadi aset strategis bagi negara-negara dunia\n✅ Alasan bank sentral membeli sekitar 1.000 ton emas setiap tahun\n✅ Fakta mengejutkan bahwa hampir 9 dari 10 bank sentral memperkirakan cadangan emas global akan terus meningkat\n✅ Mengapa 45% bank sentral berencana menambah emas mereka\n✅ Mengapa hanya 1% yang memperkirakan penurunan cadangan emas\n✅ Dampak perang Rusia-Ukraina terhadap strategi penyimpanan emas dunia\n✅ Alasan negara-negara mulai memulangkan emas mereka ke dalam negeri\n✅ Risiko menyimpan cadangan emas di luar negeri\n✅ Penjelasan lengkap tentang diversifikasi cadangan dan manajemen risiko\n✅ Analisis UBS mengenai masa depan permintaan emas global\n✅ Hubungan emas dengan inflasi, krisis ekonomi, dan stabilitas keuangan\n✅ Apakah dunia sedang menuju dedolarisasi?\n✅ Pelajaran penting yang bisa dipetik masyarakat dari strategi bank sentral dunia\n\n💰 Selama ribuan tahun emas selalu menjadi simbol kekayaan, keamanan, dan kepercayaan.\n\nNamun di era modern saat ini, ketika teknologi berkembang begitu cepat dan sistem keuangan semakin kompleks, mengapa justru semakin banyak negara kembali memperkuat kepemilikan emas mereka?\n\nJawabannya mungkin akan mengejutkan Anda.\n\nKarena apa yang sedang dilakukan bank sentral dunia hari ini bisa menjadi petunjuk mengenai arah ekonomi global di masa depan.\n\n📈 Jika Anda tertarik dengan topik:\n\n✔️ Emas\n✔️ Investasi emas\n✔️ Harga emas\n✔️ Ekonomi dunia\n✔️ Geopolitik global\n✔️ Krisis ekonomi\n✔️ Inflasi\n✔️ Bank sentral\n✔️ Dolar AS\n✔️ Dedolarisasi\n✔️ Cadangan devisa\n✔️ World Gold Council\n✔️ CNBC Indonesia\n✔️ Keuangan global\n✔️ Analisis ekonomi\n✔️ Masa depan sistem keuangan dunia\n\nMaka video ini wajib Anda tonton sampai selesai.\n\n💬 Menurut Anda, mengapa semakin banyak negara memborong emas dan mulai membawa pulang cadangan emas mereka?\n\nApakah ini hanya strategi perlindungan biasa?\n\nAtaukah sebenarnya dunia sedang mempersiapkan diri menghadapi perubahan besar dalam sistem keuangan global?\n\nTulis pendapat Anda di kolom komentar!\n\n👍 Jangan lupa LIKE jika video ini bermanfaat.\n📢 SHARE ke teman dan keluarga agar semakin banyak yang memahami perkembangan ekonomi dunia.\n🔔 SUBSCRIBE channel Inner Boost untuk mendapatkan video terbaru seputar ekonomi global, investasi, pengembangan diri, keuangan, dan fenomena dunia yang jarang dibahas secara mendalam.\n\nTerima kasih sudah mendukung channel Inner Boost.\n\n🚀 Terus belajar.\n🚀 Terus berkembang.\n🚀 Terus tingkatkan kualitas diri.\n\n\n#emas2026 #hargaemas2026 #prediksihargaemas2026 #hargaemasdunia #hargaemashariini #hargaemasnaik #hargaemasturun #hargaemasantam #hargaemasantamhariini #hargaemaspegadaian #nabungemas  #Emas #HargaEmas #InvestasiEmas #BankSentral #WorldGoldCouncil #GoldPrice #CadanganEmas #EkonomiDunia #Geopolitik #KrisisEkonomi #DolarAS #Dedolarisasi #Inflasi #KeuanganGlobal #BeritaEkonomi #CNBCIndonesia #EkonomiGlobal #Investasi #Gold #InnerBoost\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "N9NK5DK53GA"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 271.80262031644156, "y": 179.17368144994893, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.847, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "N9NK5DK53GA", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Inilah Alasannya Kenapa Bank Sentral Dunia Diam-diam Borong Emas 1.000 Ton Setiap Tahun!\n\n🔥 DUNIA SEDANG BERUBAH! INI ALASAN BANK SENTRAL DUNIA DIAM-DIAM BORONG EMAS 1.000 TON SETIAP TAHUN! 🔥\n\nApakah dunia sedang bersiap menghadapi krisis besar berikutnya?\n\nDi tengah meningkatnya konflik geopolitik, perang, ketidakpastian ekonomi global, ancaman inflasi, dan berbagai perubahan dalam sistem keuangan internasional, bank-bank sentral dunia justru melakukan sesuatu yang sangat mengejutkan.\n\n✅ Mereka membeli emas dalam jumlah masif.\n✅ Mereka memborong sekitar 1.000 ton emas per tahun.\n✅ Mereka mulai memulangkan emas dari luar negeri.\n✅ Mereka mengurangi ketergantungan pada pusat penyimpanan tradisional seperti Amerika Serikat dan Inggris.\n✅ Mereka mulai mendiversifikasi lokasi penyimpanan emas mereka.\n\nLalu pertanyaannya...\n\n🤔 Apa yang sebenarnya mereka ketahui?\n🤔 Mengapa hampir seluruh bank sentral dunia kompak meningkatkan cadangan emas?\n🤔 Mengapa emas kembali menjadi aset favorit di era digital?\n🤔 Apakah dunia sedang memasuki babak baru dalam sistem keuangan global?\n🤔 Apakah ini berkaitan dengan perang Rusia-Ukraina, konflik Timur Tengah, dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik?\n\nDalam video kali ini, Inner Boost akan membahas secara lengkap dan mendalam laporan terbaru dari World Gold Council (WGC) yang dikutip CNBC mengenai fenomena pembelian emas besar-besaran oleh bank sentral dunia.\n\n📌 Pembahasan dalam video ini:\n\n✅ Mengapa emas masih menjadi aset strategis bagi negara-negara dunia\n✅ Alasan bank sentral membeli sekitar 1.000 ton emas setiap tahun\n✅ Fakta mengejutkan bahwa hampir 9 dari 10 bank sentral memperkirakan cadangan emas global akan terus meningkat\n✅ Mengapa 45% bank sentral berencana menambah emas mereka\n✅ Mengapa hanya 1% yang memperkirakan penurunan cadangan emas\n✅ Dampak perang Rusia-Ukraina terhadap strategi penyimpanan emas dunia\n✅ Alasan negara-negara mulai memulangkan emas mereka ke dalam negeri\n✅ Risiko menyimpan cadangan emas di luar negeri\n✅ Penjelasan lengkap tentang diversifikasi cadangan dan manajemen risiko\n✅ Analisis UBS mengenai masa depan permintaan emas global\n✅ Hubungan emas dengan inflasi, krisis ekonomi, dan stabilitas keuangan\n✅ Apakah dunia sedang menuju dedolarisasi?\n✅ Pelajaran penting yang bisa dipetik masyarakat dari strategi bank sentral dunia\n\n💰 Selama ribuan tahun emas selalu menjadi simbol kekayaan, keamanan, dan kepercayaan.\n\nNamun di era modern saat ini, ketika teknologi berkembang begitu cepat dan sistem keuangan semakin kompleks, mengapa justru semakin banyak negara kembali memperkuat kepemilikan emas mereka?\n\nJawabannya mungkin akan mengejutkan Anda.\n\nKarena apa yang sedang dilakukan bank sentral dunia hari ini bisa menjadi petunjuk mengenai arah ekonomi global di masa depan.\n\n📈 Jika Anda tertarik dengan topik:\n\n✔️ Emas\n✔️ Investasi emas\n✔️ Harga emas\n✔️ Ekonomi dunia\n✔️ Geopolitik global\n✔️ Krisis ekonomi\n✔️ Inflasi\n✔️ Bank sentral\n✔️ Dolar AS\n✔️ Dedolarisasi\n✔️ Cadangan devisa\n✔️ World Gold Council\n✔️ CNBC Indonesia\n✔️ Keuangan global\n✔️ Analisis ekonomi\n✔️ Masa depan sistem keuangan dunia\n\nMaka video ini wajib Anda tonton sampai selesai.\n\n💬 Menurut Anda, mengapa semakin banyak negara memborong emas dan mulai membawa pulang cadangan emas mereka?\n\nApakah ini hanya strategi perlindungan biasa?\n\nAtaukah sebenarnya dunia sedang mempersiapkan diri menghadapi perubahan besar dalam sistem keuangan global?\n\nTulis pendapat Anda di kolom komentar!\n\n👍 Jangan lupa LIKE jika video ini bermanfaat.\n📢 SHARE ke teman dan keluarga agar semakin banyak yang memahami perkembangan ekonomi dunia.\n🔔 SUBSCRIBE channel Inner Boost untuk mendapatkan video terbaru seputar ekonomi global, investasi, pengembangan diri, keuangan, dan fenomena dunia yang jarang dibahas secara mendalam.\n\nTerima kasih sudah mendukung channel Inner Boost.\n\n🚀 Terus belajar.\n🚀 Terus berkembang.\n🚀 Terus tingkatkan kualitas diri.\n\n\n#emas2026 #hargaemas2026 #prediksihargaemas2026 #hargaemasdunia #hargaemashariini #hargaemasnaik #hargaemasturun #hargaemasantam #hargaemasantamhariini #hargaemaspegadaian #nabungemas  #Emas #HargaEmas #InvestasiEmas #BankSentral #WorldGoldCouncil #GoldPrice #CadanganEmas #EkonomiDunia #Geopolitik #KrisisEkonomi #DolarAS #Dedolarisasi #Inflasi #KeuanganGlobal #BeritaEkonomi #CNBCIndonesia #EkonomiGlobal #Investasi #Gold #InnerBoost\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "N9NK5DK53GA"}}, {"key": "@sb30official", "attributes": {"label": "@sb30official", "x": 105.38215466980783, "y": 296.1903382735217, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "aC0yWB79_PA", "id": "@sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "Jangan Asal Menabung Uang Pensiun! Inilah 22 Jenis Investasi dari Grade S Terbaik Sampai D Berbahaya\n\nJangan Asal Menabung Uang Pensiun! Inilah 22 Jenis Investasi dari Grade S Terbaik Sampai D Berbahaya\n\nMAU UANG YANG GANTIAN BEKERJA UNTUK ANDA?\nJika Anda lelah hidup dikejar target, ingin punya pemasukan tetap saat tidur/libur, dan ingin mengamankan masa pensiun dengan arus kas Dollar (USD):\n\nBergabunglah di WhaleX F.I.R.E Offline Workshop (2 Hari Penuh di Jakarta):\n👉 Amankan Kursi Anda Sekarang: https://www.whalex.id/kelas/fire\n\n00:00 — Insecurity Calon Pensiunan & Aturan Main Ranking\n03:06 — Ranking Instrumen Perbankan & Surat Berharga Negara \n11:48 — Kupas Tuntas Saham Dividen Lokal vs Luar Negeri \n14:57 — Dilema Investasi Properti & Sektor Riil \n27:01 — Masa Depan Emas Fisik vs Aset Kripto & DeFi \n34:03 — Adu Argumen Geopolitik & Info Kelas Offline WHX\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "aC0yWB79_PA"}}, {"key": "sb30official", "attributes": {"label": "sb30official", "x": 793.4855477354113, "y": 147.1086510248717, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "aC0yWB79_PA", "id": "sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "Jangan Asal Menabung Uang Pensiun! Inilah 22 Jenis Investasi dari Grade S Terbaik Sampai D Berbahaya\n\nJangan Asal Menabung Uang Pensiun! Inilah 22 Jenis Investasi dari Grade S Terbaik Sampai D Berbahaya\n\nMAU UANG YANG GANTIAN BEKERJA UNTUK ANDA?\nJika Anda lelah hidup dikejar target, ingin punya pemasukan tetap saat tidur/libur, dan ingin mengamankan masa pensiun dengan arus kas Dollar (USD):\n\nBergabunglah di WhaleX F.I.R.E Offline Workshop (2 Hari Penuh di Jakarta):\n👉 Amankan Kursi Anda Sekarang: https://www.whalex.id/kelas/fire\n\n00:00 — Insecurity Calon Pensiunan & Aturan Main Ranking\n03:06 — Ranking Instrumen Perbankan & Surat Berharga Negara \n11:48 — Kupas Tuntas Saham Dividen Lokal vs Luar Negeri \n14:57 — Dilema Investasi Properti & Sektor Riil \n27:01 — Masa Depan Emas Fisik vs Aset Kripto & DeFi \n34:03 — Adu Argumen Geopolitik & Info Kelas Offline WHX\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "aC0yWB79_PA"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 342.4759557998397, "y": 332.98938408096626, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 56, "degree": 56}, "_id": "bGmB4h1bfwU", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Dunia Diperkirakan Tumbuh 3 Persen pada 2026 | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2026 tetap terbatas di level 3,0 persen, di tengah meningkatnya tekanan inflasi yang diproyeksikan mencapai sekitar 4,4 persen. Kondisi tersebut mendorong sejumlah bank sentral, termasuk Amerika Serikat, mempertahankan kebijakan moneter ketat dengan peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut seiring prospek inflasi yang masih tinggi. Di saat yang sama, tingginya imbal hasil US Treasury dan kuatnya dolar AS membuat aliran modal ke negara berkembang belum optimal karena investor global cenderung memilih aset safe haven di negara maju. BI juga mengingatkan bahwa dinamika negosiasi antara AS dan Iran terkait penyelesaian konflik Timur Tengah masih perlu dicermati karena berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global dan pasar keuangan.\n\n\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "bGmB4h1bfwU"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 2.9203286364829495, "y": 791.8741511977091, "size": 9.3, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.7275, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "bGmB4h1bfwU", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Dunia Diperkirakan Tumbuh 3 Persen pada 2026 | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2026 tetap terbatas di level 3,0 persen, di tengah meningkatnya tekanan inflasi yang diproyeksikan mencapai sekitar 4,4 persen. Kondisi tersebut mendorong sejumlah bank sentral, termasuk Amerika Serikat, mempertahankan kebijakan moneter ketat dengan peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut seiring prospek inflasi yang masih tinggi. Di saat yang sama, tingginya imbal hasil US Treasury dan kuatnya dolar AS membuat aliran modal ke negara berkembang belum optimal karena investor global cenderung memilih aset safe haven di negara maju. BI juga mengingatkan bahwa dinamika negosiasi antara AS dan Iran terkait penyelesaian konflik Timur Tengah masih perlu dicermati karena berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global dan pasar keuangan.\n\n\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "bGmB4h1bfwU"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 831.7881891662504, "y": 970.5592773240406, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2667, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 10, "out_degree": 0, "degree": 10}, "_id": "bGmB4h1bfwU", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Dunia Diperkirakan Tumbuh 3 Persen pada 2026 | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2026 tetap terbatas di level 3,0 persen, di tengah meningkatnya tekanan inflasi yang diproyeksikan mencapai sekitar 4,4 persen. Kondisi tersebut mendorong sejumlah bank sentral, termasuk Amerika Serikat, mempertahankan kebijakan moneter ketat dengan peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut seiring prospek inflasi yang masih tinggi. Di saat yang sama, tingginya imbal hasil US Treasury dan kuatnya dolar AS membuat aliran modal ke negara berkembang belum optimal karena investor global cenderung memilih aset safe haven di negara maju. BI juga mengingatkan bahwa dinamika negosiasi antara AS dan Iran terkait penyelesaian konflik Timur Tengah masih perlu dicermati karena berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global dan pasar keuangan.\n\n\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "bGmB4h1bfwU"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 913.9191586314457, "y": 814.1649951562617, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2667, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 20, "out_degree": 0, "degree": 20}, "_id": "bGmB4h1bfwU", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Dunia Diperkirakan Tumbuh 3 Persen pada 2026 | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2026 tetap terbatas di level 3,0 persen, di tengah meningkatnya tekanan inflasi yang diproyeksikan mencapai sekitar 4,4 persen. Kondisi tersebut mendorong sejumlah bank sentral, termasuk Amerika Serikat, mempertahankan kebijakan moneter ketat dengan peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut seiring prospek inflasi yang masih tinggi. Di saat yang sama, tingginya imbal hasil US Treasury dan kuatnya dolar AS membuat aliran modal ke negara berkembang belum optimal karena investor global cenderung memilih aset safe haven di negara maju. BI juga mengingatkan bahwa dinamika negosiasi antara AS dan Iran terkait penyelesaian konflik Timur Tengah masih perlu dicermati karena berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global dan pasar keuangan.\n\n\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "bGmB4h1bfwU"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 617.7250784279032, "y": 613.8254328772385, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2667, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 10, "out_degree": 0, "degree": 10}, "_id": "bGmB4h1bfwU", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Dunia Diperkirakan Tumbuh 3 Persen pada 2026 | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2026 tetap terbatas di level 3,0 persen, di tengah meningkatnya tekanan inflasi yang diproyeksikan mencapai sekitar 4,4 persen. Kondisi tersebut mendorong sejumlah bank sentral, termasuk Amerika Serikat, mempertahankan kebijakan moneter ketat dengan peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut seiring prospek inflasi yang masih tinggi. Di saat yang sama, tingginya imbal hasil US Treasury dan kuatnya dolar AS membuat aliran modal ke negara berkembang belum optimal karena investor global cenderung memilih aset safe haven di negara maju. BI juga mengingatkan bahwa dinamika negosiasi antara AS dan Iran terkait penyelesaian konflik Timur Tengah masih perlu dicermati karena berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global dan pasar keuangan.\n\n\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "bGmB4h1bfwU"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 37.19970777343218, "y": 334.271394917604, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2667, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 10, "out_degree": 0, "degree": 10}, "_id": "bGmB4h1bfwU", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Dunia Diperkirakan Tumbuh 3 Persen pada 2026 | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2026 tetap terbatas di level 3,0 persen, di tengah meningkatnya tekanan inflasi yang diproyeksikan mencapai sekitar 4,4 persen. Kondisi tersebut mendorong sejumlah bank sentral, termasuk Amerika Serikat, mempertahankan kebijakan moneter ketat dengan peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut seiring prospek inflasi yang masih tinggi. Di saat yang sama, tingginya imbal hasil US Treasury dan kuatnya dolar AS membuat aliran modal ke negara berkembang belum optimal karena investor global cenderung memilih aset safe haven di negara maju. BI juga mengingatkan bahwa dinamika negosiasi antara AS dan Iran terkait penyelesaian konflik Timur Tengah masih perlu dicermati karena berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global dan pasar keuangan.\n\n\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "bGmB4h1bfwU"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 364.19616230216525, "y": 194.16828672651553, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2667, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 10, "out_degree": 0, "degree": 10}, "_id": "bGmB4h1bfwU", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Dunia Diperkirakan Tumbuh 3 Persen pada 2026 | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2026 tetap terbatas di level 3,0 persen, di tengah meningkatnya tekanan inflasi yang diproyeksikan mencapai sekitar 4,4 persen. Kondisi tersebut mendorong sejumlah bank sentral, termasuk Amerika Serikat, mempertahankan kebijakan moneter ketat dengan peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut seiring prospek inflasi yang masih tinggi. Di saat yang sama, tingginya imbal hasil US Treasury dan kuatnya dolar AS membuat aliran modal ke negara berkembang belum optimal karena investor global cenderung memilih aset safe haven di negara maju. BI juga mengingatkan bahwa dinamika negosiasi antara AS dan Iran terkait penyelesaian konflik Timur Tengah masih perlu dicermati karena berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global dan pasar keuangan.\n\n\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "bGmB4h1bfwU"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 747.6609183101948, "y": 283.6549909582393, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "coJPPSyyerM", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Bakal Turun?! Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai!\n\nBBM Bakal Turun? Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai! Apakah perdamaian permanen antara Iran dan Amerika Serikat benar-benar bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia dari ancaman krisis energi dan lonjakan inflasi? \n\nDalam video analisis ekonomi global ini, kita akan membedah dampak masif dari pembukaan kembali Selat Hormuz jika resolusi damai antara Iran dan AS terealisasi secara permanen. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak bumi global. Konflik geopolitik di wilayah ini selalu berhasil membuat harga minyak mentah dunia meroket dan mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri.\n\nNamun, apa yang terjadi jika kedua negara ini mendadak damai? Bagi masyarakat Indonesia, keuntungan utamanya sangat nyata: stabilitas harga BBM dan tarif listrik, keamanan armada kapal tanker nasional seperti milik Pertamina, hingga pengurangan subsidi energi pada APBN kita. Dampak domonino ini tidak hanya memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, tetapi juga menekan biaya impor bahan baku yang membuat harga bahan pokok di pasar tradisional tetap murah dan terjangkau.\n\nSaksikan juga analisis kritis mengenai sektor industri Indonesia mana yang paling cepat merasakan dampak positif ini. Mulai dari sektor logistik, sektor transportasi, hingga sektor manufaktur dan industri barang konsumsi (FMCG) yang siap melakukan ekspansi pasar ekspor secara masif karena penurunan biaya operasional.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai masa depan perdamaian Timur Tengah ini? Apakah stabilitas ekonomi Indonesia akan sepenuhnya aman? Tuliskan analisis kritis Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #IranASDamai #hargabbm  #ekonomiindonesia  #selathormuz  #SubsidiEnergi #geopolitik  #analisisekonomi  #beritahariini  #logistikindonesia  #pertamina  #RupiahMenguat #youtubenews \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "coJPPSyyerM"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 774.8860253030939, "y": 463.73342931754104, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.847, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "coJPPSyyerM", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Bakal Turun?! Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai!\n\nBBM Bakal Turun? Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai! Apakah perdamaian permanen antara Iran dan Amerika Serikat benar-benar bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia dari ancaman krisis energi dan lonjakan inflasi? \n\nDalam video analisis ekonomi global ini, kita akan membedah dampak masif dari pembukaan kembali Selat Hormuz jika resolusi damai antara Iran dan AS terealisasi secara permanen. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak bumi global. Konflik geopolitik di wilayah ini selalu berhasil membuat harga minyak mentah dunia meroket dan mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri.\n\nNamun, apa yang terjadi jika kedua negara ini mendadak damai? Bagi masyarakat Indonesia, keuntungan utamanya sangat nyata: stabilitas harga BBM dan tarif listrik, keamanan armada kapal tanker nasional seperti milik Pertamina, hingga pengurangan subsidi energi pada APBN kita. Dampak domonino ini tidak hanya memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, tetapi juga menekan biaya impor bahan baku yang membuat harga bahan pokok di pasar tradisional tetap murah dan terjangkau.\n\nSaksikan juga analisis kritis mengenai sektor industri Indonesia mana yang paling cepat merasakan dampak positif ini. Mulai dari sektor logistik, sektor transportasi, hingga sektor manufaktur dan industri barang konsumsi (FMCG) yang siap melakukan ekspansi pasar ekspor secara masif karena penurunan biaya operasional.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai masa depan perdamaian Timur Tengah ini? Apakah stabilitas ekonomi Indonesia akan sepenuhnya aman? Tuliskan analisis kritis Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #IranASDamai #hargabbm  #ekonomiindonesia  #selathormuz  #SubsidiEnergi #geopolitik  #analisisekonomi  #beritahariini  #logistikindonesia  #pertamina  #RupiahMenguat #youtubenews \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "coJPPSyyerM"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 750.2416474679865, "y": 874.9262560171762, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "om3h7hWu_og", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Yakin Harga Pertamax Segera Turun! Rupiah Menguat, Minyak Dunia Jadi Kunci Penurunan BBM\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa harga Pertamax berpotensi segera turun seiring membaiknya kondisi ekonomi global.\n\nPenguatan nilai tukar rupiah, rebound pasar saham, penurunan yield, serta masuknya arus modal dinilai menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar.\n\nKondisi ini diperkuat oleh peluang stabilisasi geopolitik yang dapat menurunkan harga minyak dunia.\n\nPurbaya menjelaskan bahwa sebelumnya kenaikan harga minyak sempat menekan harga BBM non-subsidi dan menimbulkan dinamika di masyarakat.\n\nNamun dengan tren penurunan tekanan global, termasuk harga minyak yang mulai terkendali, pemerintah optimistis biaya energi akan ikut turun.\n\nHal ini diharapkan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas daya beli masyarakat ke depan.\n\nProduser: Prayogi Haro\nEditor: Joshua\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "om3h7hWu_og"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 170.75833787614712, "y": 489.1459240791286, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "om3h7hWu_og", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Yakin Harga Pertamax Segera Turun! Rupiah Menguat, Minyak Dunia Jadi Kunci Penurunan BBM\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa harga Pertamax berpotensi segera turun seiring membaiknya kondisi ekonomi global.\n\nPenguatan nilai tukar rupiah, rebound pasar saham, penurunan yield, serta masuknya arus modal dinilai menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar.\n\nKondisi ini diperkuat oleh peluang stabilisasi geopolitik yang dapat menurunkan harga minyak dunia.\n\nPurbaya menjelaskan bahwa sebelumnya kenaikan harga minyak sempat menekan harga BBM non-subsidi dan menimbulkan dinamika di masyarakat.\n\nNamun dengan tren penurunan tekanan global, termasuk harga minyak yang mulai terkendali, pemerintah optimistis biaya energi akan ikut turun.\n\nHal ini diharapkan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas daya beli masyarakat ke depan.\n\nProduser: Prayogi Haro\nEditor: Joshua\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "om3h7hWu_og"}}, {"key": "@NextGenInvestGlobal", "attributes": {"label": "@NextGenInvestGlobal", "x": 493.2227221626506, "y": 894.5540381297202, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "LSn-UxZuHyk", "id": "@NextGenInvestGlobal", "source": "youtube-000001", "content": "Jebakan Likuiditas 2026: Bersiap untuk Tebing Utang $936 Miliar & Penularan Global\n\nLanskap makroekonomi global telah bergeser secara fundamental, dan perkiraan penurunan suku bunga pada tahun 2026 telah sirna. Dengan inflasi utama yang melonjak hingga 4,2% yang didorong oleh guncangan energi global yang parah, bank sentral secara agresif memprioritaskan stabilitas harga daripada pertumbuhan ekonomi. Apakah Anda berada pada posisi strategis untuk menghadapi jebakan likuiditas yang akan datang, ataukah Anda akan menjadi sumber likuiditas bagi para pemain institusional yang memiliki leverage tinggi?\n\nDalam penjelasan makroekonomi komprehensif ini, kami menganalisis lima domino yang jatuh yang saat ini mengancam sistem keuangan global: guncangan energi geopolitik, bank sentral yang tidak kenal kompromi, jurang utang real estat komersial sebesar $936 miliar yang akan datang, pelarian modal institusional yang belum pernah terjadi sebelumnya ke dana pasar uang, dan kesenjangan harga yang mendalam dalam rasio emas-perak. Dengan memahami titik-titik tekanan sistemik ini, investor dapat menavigasi realitas \"harga lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama\" dan melindungi daya beli mereka. Kami juga merinci rencana restrukturisasi portofolio yang rasional dan berbasis data untuk melindungi aset Anda dari jebakan pasar bearish algoritmik dan likuidasi pasar. Jangan lupa berlangganan saluran  dan aktifkan lonceng notifikasi untuk analisis terbaru yang akan membentuk masa depan keuangan Anda!\n\n00:00 - Jebakan Likuiditas 2026 dan Hilangnya Pemotongan Suku Bunga\n01:21 - Domino 1: Guncangan Energi Global & Inflasi yang Kembali Meningkat\n02:01 - Domino 2: Bank Sentral Memprioritaskan Stabilitas Harga\n03:14 - Domino 3: Jurang Utang Real Estat $936 Miliar\n04:18 - Domino 4: Pelarian Modal Institusional ke Likuiditas\n05:20 - Domino 5: Paradoks Logam Mulia & Nilai Perak\n07:01 - Rencana Aksi: Restrukturisasi Arus Kas Portofolio Anda\n\n#Ekonomi #PasarGlobal #JebakanLikuiditas #Investasi #NextGenInvestGlobal\n\nPERINGATAN\nInformasi yang terkandung dalam video ini bukan merupakan nasihat investasi. Ini hanya untuk tujuan informasi.", "post_id": "LSn-UxZuHyk"}}, {"key": "NextGenInvestGlobal", "attributes": {"label": "NextGenInvestGlobal", "x": 0.9830187253169198, "y": 179.25248710503118, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LSn-UxZuHyk", "id": "NextGenInvestGlobal", "source": "youtube-000001", "content": "Jebakan Likuiditas 2026: Bersiap untuk Tebing Utang $936 Miliar & Penularan Global\n\nLanskap makroekonomi global telah bergeser secara fundamental, dan perkiraan penurunan suku bunga pada tahun 2026 telah sirna. Dengan inflasi utama yang melonjak hingga 4,2% yang didorong oleh guncangan energi global yang parah, bank sentral secara agresif memprioritaskan stabilitas harga daripada pertumbuhan ekonomi. Apakah Anda berada pada posisi strategis untuk menghadapi jebakan likuiditas yang akan datang, ataukah Anda akan menjadi sumber likuiditas bagi para pemain institusional yang memiliki leverage tinggi?\n\nDalam penjelasan makroekonomi komprehensif ini, kami menganalisis lima domino yang jatuh yang saat ini mengancam sistem keuangan global: guncangan energi geopolitik, bank sentral yang tidak kenal kompromi, jurang utang real estat komersial sebesar $936 miliar yang akan datang, pelarian modal institusional yang belum pernah terjadi sebelumnya ke dana pasar uang, dan kesenjangan harga yang mendalam dalam rasio emas-perak. Dengan memahami titik-titik tekanan sistemik ini, investor dapat menavigasi realitas \"harga lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama\" dan melindungi daya beli mereka. Kami juga merinci rencana restrukturisasi portofolio yang rasional dan berbasis data untuk melindungi aset Anda dari jebakan pasar bearish algoritmik dan likuidasi pasar. Jangan lupa berlangganan saluran  dan aktifkan lonceng notifikasi untuk analisis terbaru yang akan membentuk masa depan keuangan Anda!\n\n00:00 - Jebakan Likuiditas 2026 dan Hilangnya Pemotongan Suku Bunga\n01:21 - Domino 1: Guncangan Energi Global & Inflasi yang Kembali Meningkat\n02:01 - Domino 2: Bank Sentral Memprioritaskan Stabilitas Harga\n03:14 - Domino 3: Jurang Utang Real Estat $936 Miliar\n04:18 - Domino 4: Pelarian Modal Institusional ke Likuiditas\n05:20 - Domino 5: Paradoks Logam Mulia & Nilai Perak\n07:01 - Rencana Aksi: Restrukturisasi Arus Kas Portofolio Anda\n\n#Ekonomi #PasarGlobal #JebakanLikuiditas #Investasi #NextGenInvestGlobal\n\nPERINGATAN\nInformasi yang terkandung dalam video ini bukan merupakan nasihat investasi. Ini hanya untuk tujuan informasi.", "post_id": "LSn-UxZuHyk"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 819.9080916311726, "y": 215.43402662291055, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 18, "degree": 18}, "_id": "AKEoU-_oclk", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "ISRAEL TOLAK DAMAI! Netanyahu Nekat Serang Lebanon, AS Mengancam Perang Besar! | Breaking News\n\nKetegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah laporan menyebutkan bahwa upaya gencatan damai kembali mengalami hambatan. Pemerintah Israel di bawah kepemimpinan Benjamin Netanyahu dikabarkan tetap melanjutkan langkah militer di wilayah Lebanon, yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan tersebut.\n\nDi sisi lain, Amerika Serikat yang selama ini menjadi sekutu utama Israel disebut memberikan tekanan dan peringatan keras terkait eskalasi yang terjadi. Situasi ini membuat dinamika politik dan keamanan di Timur Tengah semakin tidak menentu, dengan potensi konflik yang bisa berdampak lebih luas terhadap stabilitas regional.\n\nDalam video ini, kami membahas kronologi terbaru, latar belakang ketegangan Israel–Lebanon, respons Amerika Serikat, serta analisis dampak geopolitik jika konflik terus meningkat. Apakah situasi ini akan berkembang menjadi perang skala besar, atau masih ada peluang diplomasi yang bisa menahan eskalasi?\n\nSimak ulasan lengkapnya untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai perkembangan terkini yang tengah menjadi sorotan dunia.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 22Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Gabriel Reynaldo\n\n#Israel #Lebanon #Netanyahu #AmerikaSerikat #TimurTengah #Geopolitik #KonflikTimurTengah #BreakingNews #BeritaDunia #UpdateInternasional #PerangLebanon #Hizbullah #PolitikInternasional #KrisisGlobal #BeritaTerbaru #AnalisisPolitik #NewsUpdate #DuniaHariIni #EskalasiKonflik #DiplomasiGlobal #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "AKEoU-_oclk"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 783.6064900969128, "y": 183.78673878309004, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9714, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "AKEoU-_oclk", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "ISRAEL TOLAK DAMAI! Netanyahu Nekat Serang Lebanon, AS Mengancam Perang Besar! | Breaking News\n\nKetegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah laporan menyebutkan bahwa upaya gencatan damai kembali mengalami hambatan. Pemerintah Israel di bawah kepemimpinan Benjamin Netanyahu dikabarkan tetap melanjutkan langkah militer di wilayah Lebanon, yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan tersebut.\n\nDi sisi lain, Amerika Serikat yang selama ini menjadi sekutu utama Israel disebut memberikan tekanan dan peringatan keras terkait eskalasi yang terjadi. Situasi ini membuat dinamika politik dan keamanan di Timur Tengah semakin tidak menentu, dengan potensi konflik yang bisa berdampak lebih luas terhadap stabilitas regional.\n\nDalam video ini, kami membahas kronologi terbaru, latar belakang ketegangan Israel–Lebanon, respons Amerika Serikat, serta analisis dampak geopolitik jika konflik terus meningkat. Apakah situasi ini akan berkembang menjadi perang skala besar, atau masih ada peluang diplomasi yang bisa menahan eskalasi?\n\nSimak ulasan lengkapnya untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai perkembangan terkini yang tengah menjadi sorotan dunia.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 22Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Gabriel Reynaldo\n\n#Israel #Lebanon #Netanyahu #AmerikaSerikat #TimurTengah #Geopolitik #KonflikTimurTengah #BreakingNews #BeritaDunia #UpdateInternasional #PerangLebanon #Hizbullah #PolitikInternasional #KrisisGlobal #BeritaTerbaru #AnalisisPolitik #NewsUpdate #DuniaHariIni #EskalasiKonflik #DiplomasiGlobal #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "AKEoU-_oclk"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 814.1511725757318, "y": 827.3147972640722, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9714, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "AKEoU-_oclk", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "ISRAEL TOLAK DAMAI! Netanyahu Nekat Serang Lebanon, AS Mengancam Perang Besar! | Breaking News\n\nKetegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah laporan menyebutkan bahwa upaya gencatan damai kembali mengalami hambatan. Pemerintah Israel di bawah kepemimpinan Benjamin Netanyahu dikabarkan tetap melanjutkan langkah militer di wilayah Lebanon, yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan tersebut.\n\nDi sisi lain, Amerika Serikat yang selama ini menjadi sekutu utama Israel disebut memberikan tekanan dan peringatan keras terkait eskalasi yang terjadi. Situasi ini membuat dinamika politik dan keamanan di Timur Tengah semakin tidak menentu, dengan potensi konflik yang bisa berdampak lebih luas terhadap stabilitas regional.\n\nDalam video ini, kami membahas kronologi terbaru, latar belakang ketegangan Israel–Lebanon, respons Amerika Serikat, serta analisis dampak geopolitik jika konflik terus meningkat. Apakah situasi ini akan berkembang menjadi perang skala besar, atau masih ada peluang diplomasi yang bisa menahan eskalasi?\n\nSimak ulasan lengkapnya untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai perkembangan terkini yang tengah menjadi sorotan dunia.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 22Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Gabriel Reynaldo\n\n#Israel #Lebanon #Netanyahu #AmerikaSerikat #TimurTengah #Geopolitik #KonflikTimurTengah #BreakingNews #BeritaDunia #UpdateInternasional #PerangLebanon #Hizbullah #PolitikInternasional #KrisisGlobal #BeritaTerbaru #AnalisisPolitik #NewsUpdate #DuniaHariIni #EskalasiKonflik #DiplomasiGlobal #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "AKEoU-_oclk"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 54.870432463451024, "y": 272.06258235455937, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9714, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "AKEoU-_oclk", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "ISRAEL TOLAK DAMAI! Netanyahu Nekat Serang Lebanon, AS Mengancam Perang Besar! | Breaking News\n\nKetegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah laporan menyebutkan bahwa upaya gencatan damai kembali mengalami hambatan. Pemerintah Israel di bawah kepemimpinan Benjamin Netanyahu dikabarkan tetap melanjutkan langkah militer di wilayah Lebanon, yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan tersebut.\n\nDi sisi lain, Amerika Serikat yang selama ini menjadi sekutu utama Israel disebut memberikan tekanan dan peringatan keras terkait eskalasi yang terjadi. Situasi ini membuat dinamika politik dan keamanan di Timur Tengah semakin tidak menentu, dengan potensi konflik yang bisa berdampak lebih luas terhadap stabilitas regional.\n\nDalam video ini, kami membahas kronologi terbaru, latar belakang ketegangan Israel–Lebanon, respons Amerika Serikat, serta analisis dampak geopolitik jika konflik terus meningkat. Apakah situasi ini akan berkembang menjadi perang skala besar, atau masih ada peluang diplomasi yang bisa menahan eskalasi?\n\nSimak ulasan lengkapnya untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai perkembangan terkini yang tengah menjadi sorotan dunia.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 22Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Gabriel Reynaldo\n\n#Israel #Lebanon #Netanyahu #AmerikaSerikat #TimurTengah #Geopolitik #KonflikTimurTengah #BreakingNews #BeritaDunia #UpdateInternasional #PerangLebanon #Hizbullah #PolitikInternasional #KrisisGlobal #BeritaTerbaru #AnalisisPolitik #NewsUpdate #DuniaHariIni #EskalasiKonflik #DiplomasiGlobal #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "AKEoU-_oclk"}}, {"key": "@metrotvjatim", "attributes": {"label": "@metrotvjatim", "x": 357.89046415244684, "y": 840.8038373171466, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "@metrotvjatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "metrotv_jatim", "x": 924.037904522545, "y": 717.9433382077846, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7687, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metrotv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "metro_tv_jatim", "x": 743.5686056928643, "y": 932.1805788293065, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7687, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metro_tv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "attributes": {"label": "@BloombergPodcasts", "x": 961.6363929203678, "y": 924.4805702975658, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Wqa0PDn_JJU", "id": "@BloombergPodcasts", "source": "youtube-000001", "content": "Prospek Ekonomi Global | Bloomberg Surveillance\n\nBerita terkini seputar keuangan, ekonomi, dan investasi.\nSaksikan Tom dan Paul LIVE setiap hari di YouTube: http://bit.ly/3vTiACF (http://bit.ly/3vTiACF).\nBloomberg Surveillance yang dipandu oleh Tom Keene & Paul Sweeney, Jumat, 19 Juni 2026\nMenampilkan:\n\n1) Anneka Treon, Kepala Global Perbankan Swasta, Manajemen Kekayaan, dan Investasi di ING Investments, bergabung untuk membahas prospek investasinya di seluruh Eropa, kekhawatiran klien, dan gambaran makro yang lebih luas.\n\n2) Janet Henry, Kepala Ekonom Global di HSBC, membahas perekonomian global yang terpukul dan dampak yang akan terjadi jika kesepakatan Iran gagal.\n\n3) Vania Stavrakeva, Asisten Profesor Ekonomi di London Business School, membahas inflasi, perlambatan pertumbuhan, dan ketidakpastian geopolitik.\n\n4) Duta Besar Puneet Talwar, Kepala di Talwar Global Strategies dan mantan Duta Besar AS untuk Maroko, berbicara tentang mengapa Iran muncul dari konfliknya dengan AS dalam posisi yang lebih kuat dan perbandingan antara MOU dan JCPOA.\nLihat omnystudio.com/listener (https://omnystudio.com/listener) untuk informasi privasi.\n\nTom Keene, Paul Sweeney, Lisa Mateo, dan Michael Barr mengawasi perekonomian dan pasar saat mereka membahas perkembangan terbaru di bidang keuangan, ekonomi, dan investasi, serta berbicara dengan tokoh-tokoh terkemuka yang membentuk percakapan seputar pasar dunia.\n\nSaksikan Surveillance TV LIVE setiap pagi: http://bit.ly/3P7nstQ \nSaksikan Surveillance Radio LIVE setiap pagi hari kerja: http://bit.ly/3vTiACF\n\nBerlangganan Bloomberg Podcasts: https://bit.ly/BloombergPodcasts\nDengarkan lebih banyak Bloomberg Surveillance:    • Bloomberg Surveillance (Audio)  \n\n#Bloomberg #Podcast #Surveillance #News #Markets\n\nKunjungi kami: https://www.bloomberg.com/podcasts\n\nIkuti Bloomberg Podcasts di Twitter:   / podcasts  \n\nKunjungi saluran YouTube kami lainnya:\nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg  \nQuicktake:    /   \n\nUntuk liputan berita, pasar, dan lainnya: http://www.bloomberg.com/video", "post_id": "Wqa0PDn_JJU"}}, {"key": "markets", "attributes": {"label": "markets", "x": 711.3371237572659, "y": 829.2114133514654, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.847, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Wqa0PDn_JJU", "id": "markets", "source": "youtube-000001", "content": "Prospek Ekonomi Global | Bloomberg Surveillance\n\nBerita terkini seputar keuangan, ekonomi, dan investasi.\nSaksikan Tom dan Paul LIVE setiap hari di YouTube: http://bit.ly/3vTiACF (http://bit.ly/3vTiACF).\nBloomberg Surveillance yang dipandu oleh Tom Keene & Paul Sweeney, Jumat, 19 Juni 2026\nMenampilkan:\n\n1) Anneka Treon, Kepala Global Perbankan Swasta, Manajemen Kekayaan, dan Investasi di ING Investments, bergabung untuk membahas prospek investasinya di seluruh Eropa, kekhawatiran klien, dan gambaran makro yang lebih luas.\n\n2) Janet Henry, Kepala Ekonom Global di HSBC, membahas perekonomian global yang terpukul dan dampak yang akan terjadi jika kesepakatan Iran gagal.\n\n3) Vania Stavrakeva, Asisten Profesor Ekonomi di London Business School, membahas inflasi, perlambatan pertumbuhan, dan ketidakpastian geopolitik.\n\n4) Duta Besar Puneet Talwar, Kepala di Talwar Global Strategies dan mantan Duta Besar AS untuk Maroko, berbicara tentang mengapa Iran muncul dari konfliknya dengan AS dalam posisi yang lebih kuat dan perbandingan antara MOU dan JCPOA.\nLihat omnystudio.com/listener (https://omnystudio.com/listener) untuk informasi privasi.\n\nTom Keene, Paul Sweeney, Lisa Mateo, dan Michael Barr mengawasi perekonomian dan pasar saat mereka membahas perkembangan terbaru di bidang keuangan, ekonomi, dan investasi, serta berbicara dengan tokoh-tokoh terkemuka yang membentuk percakapan seputar pasar dunia.\n\nSaksikan Surveillance TV LIVE setiap pagi: http://bit.ly/3P7nstQ \nSaksikan Surveillance Radio LIVE setiap pagi hari kerja: http://bit.ly/3vTiACF\n\nBerlangganan Bloomberg Podcasts: https://bit.ly/BloombergPodcasts\nDengarkan lebih banyak Bloomberg Surveillance:    • Bloomberg Surveillance (Audio)  \n\n#Bloomberg #Podcast #Surveillance #News #Markets\n\nKunjungi kami: https://www.bloomberg.com/podcasts\n\nIkuti Bloomberg Podcasts di Twitter:   / podcasts  \n\nKunjungi saluran YouTube kami lainnya:\nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg  \nQuicktake:    /   \n\nUntuk liputan berita, pasar, dan lainnya: http://www.bloomberg.com/video", "post_id": "Wqa0PDn_JJU"}}, {"key": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "bloombergquicktake", "x": 660.6678903618235, "y": 98.66161186224754, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.847, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Wqa0PDn_JJU", "id": "bloombergquicktake", "source": "youtube-000001", "content": "Prospek Ekonomi Global | Bloomberg Surveillance\n\nBerita terkini seputar keuangan, ekonomi, dan investasi.\nSaksikan Tom dan Paul LIVE setiap hari di YouTube: http://bit.ly/3vTiACF (http://bit.ly/3vTiACF).\nBloomberg Surveillance yang dipandu oleh Tom Keene & Paul Sweeney, Jumat, 19 Juni 2026\nMenampilkan:\n\n1) Anneka Treon, Kepala Global Perbankan Swasta, Manajemen Kekayaan, dan Investasi di ING Investments, bergabung untuk membahas prospek investasinya di seluruh Eropa, kekhawatiran klien, dan gambaran makro yang lebih luas.\n\n2) Janet Henry, Kepala Ekonom Global di HSBC, membahas perekonomian global yang terpukul dan dampak yang akan terjadi jika kesepakatan Iran gagal.\n\n3) Vania Stavrakeva, Asisten Profesor Ekonomi di London Business School, membahas inflasi, perlambatan pertumbuhan, dan ketidakpastian geopolitik.\n\n4) Duta Besar Puneet Talwar, Kepala di Talwar Global Strategies dan mantan Duta Besar AS untuk Maroko, berbicara tentang mengapa Iran muncul dari konfliknya dengan AS dalam posisi yang lebih kuat dan perbandingan antara MOU dan JCPOA.\nLihat omnystudio.com/listener (https://omnystudio.com/listener) untuk informasi privasi.\n\nTom Keene, Paul Sweeney, Lisa Mateo, dan Michael Barr mengawasi perekonomian dan pasar saat mereka membahas perkembangan terbaru di bidang keuangan, ekonomi, dan investasi, serta berbicara dengan tokoh-tokoh terkemuka yang membentuk percakapan seputar pasar dunia.\n\nSaksikan Surveillance TV LIVE setiap pagi: http://bit.ly/3P7nstQ \nSaksikan Surveillance Radio LIVE setiap pagi hari kerja: http://bit.ly/3vTiACF\n\nBerlangganan Bloomberg Podcasts: https://bit.ly/BloombergPodcasts\nDengarkan lebih banyak Bloomberg Surveillance:    • Bloomberg Surveillance (Audio)  \n\n#Bloomberg #Podcast #Surveillance #News #Markets\n\nKunjungi kami: https://www.bloomberg.com/podcasts\n\nIkuti Bloomberg Podcasts di Twitter:   / podcasts  \n\nKunjungi saluran YouTube kami lainnya:\nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg  \nQuicktake:    /   \n\nUntuk liputan berita, pasar, dan lainnya: http://www.bloomberg.com/video", "post_id": "Wqa0PDn_JJU"}}, {"key": "@oneindia", "attributes": {"label": "@oneindia", "x": 579.6247357450646, "y": 567.1226326981705, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "9fERBLA7zPU", "id": "@oneindia", "source": "youtube-000001", "content": "KAMI Akan HANCURKAN Kapal Kalian\": Iran LARANG Kapal Israel Melintasi Hormuz Saat Netanyahu TOLA...\n\nKetegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah muncul laporan bahwa Iran telah melarang kapal-kapal yang terkait dengan Israel untuk melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur energi terpenting di dunia.\n\nMenurut perkembangan terbaru, para pejabat Iran telah memperingatkan akan mengambil tindakan tegas jika terjadi pelanggaran maritim, mengaitkan langkah tersebut dengan ketegangan regional yang sedang berlangsung dan kehadiran militer Israel di Lebanon. Situasi ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang terhenti, dengan Israel dilaporkan menolak untuk menarik pasukan dari Lebanon selatan meskipun ada tekanan internasional.\n\nSelat Hormuz, yang menangani hampir seperlima pengiriman minyak global, telah menjadi titik api utama dalam kebuntuan geopolitik Iran-Israel-AS yang lebih luas. Gangguan apa pun di wilayah tersebut menimbulkan kekhawatiran langsung terhadap keamanan energi global dan stabilitas pelayaran.\n\nVideo ini membahas perkembangan terkini, reaksi politik, dan potensi dampak global dari pembatasan maritim Iran yang dilaporkan dan meningkatnya ketegangan regional.\n\n#Iran #Israel #Hormuz #BeritaTimurTengah #BeritaTerbaru #BeritaDunia #Geopolitik #SelatHormuz #KonflikIranIsrael #Lebanon #Netanyahu #KrisisPerkapalan #PasarMinyak #BeritaGlobal #BeritaPerang\n#oneindianews #oneindiaenglish #breakingnews #worldnews #englishnewslive #englishnews #latestnews #news\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------\n\nBerita yang berbicara dalam bahasa Anda – Aplikasi Oneindia kini tersedia | Klik tautan di bawah ini untuk mengunduh\n\nhttps://play.google.com/store/apps/de...\n\nOneindia News adalah saluran yang digerakkan oleh kaum muda yang menghadirkan berita-berita yang perlu Anda perhatikan, populer, informatif, dan menghibur. Ikuti dan sukai kami untuk konten eksklusif dan menggugah pikiran...\n\nYouTube:    /   \n\nSukai kami di Facebook:   / oneindianews  \n\nIkuti kami di Instagram:   / oneindia_en  \n\nKami ada di X: https://x.com/Oneindia\n\n~HT.410~PR.462~GR.506~ED.102~VG.MX~", "post_id": "9fERBLA7zPU"}}, {"key": "oneindia", "attributes": {"label": "oneindia", "x": 548.2368828135845, "y": 459.0289327410084, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "9fERBLA7zPU", "id": "oneindia", "source": "youtube-000001", "content": "KAMI Akan HANCURKAN Kapal Kalian\": Iran LARANG Kapal Israel Melintasi Hormuz Saat Netanyahu TOLA...\n\nKetegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah muncul laporan bahwa Iran telah melarang kapal-kapal yang terkait dengan Israel untuk melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur energi terpenting di dunia.\n\nMenurut perkembangan terbaru, para pejabat Iran telah memperingatkan akan mengambil tindakan tegas jika terjadi pelanggaran maritim, mengaitkan langkah tersebut dengan ketegangan regional yang sedang berlangsung dan kehadiran militer Israel di Lebanon. Situasi ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang terhenti, dengan Israel dilaporkan menolak untuk menarik pasukan dari Lebanon selatan meskipun ada tekanan internasional.\n\nSelat Hormuz, yang menangani hampir seperlima pengiriman minyak global, telah menjadi titik api utama dalam kebuntuan geopolitik Iran-Israel-AS yang lebih luas. Gangguan apa pun di wilayah tersebut menimbulkan kekhawatiran langsung terhadap keamanan energi global dan stabilitas pelayaran.\n\nVideo ini membahas perkembangan terkini, reaksi politik, dan potensi dampak global dari pembatasan maritim Iran yang dilaporkan dan meningkatnya ketegangan regional.\n\n#Iran #Israel #Hormuz #BeritaTimurTengah #BeritaTerbaru #BeritaDunia #Geopolitik #SelatHormuz #KonflikIranIsrael #Lebanon #Netanyahu #KrisisPerkapalan #PasarMinyak #BeritaGlobal #BeritaPerang\n#oneindianews #oneindiaenglish #breakingnews #worldnews #englishnewslive #englishnews #latestnews #news\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------\n\nBerita yang berbicara dalam bahasa Anda – Aplikasi Oneindia kini tersedia | Klik tautan di bawah ini untuk mengunduh\n\nhttps://play.google.com/store/apps/de...\n\nOneindia News adalah saluran yang digerakkan oleh kaum muda yang menghadirkan berita-berita yang perlu Anda perhatikan, populer, informatif, dan menghibur. Ikuti dan sukai kami untuk konten eksklusif dan menggugah pikiran...\n\nYouTube:    /   \n\nSukai kami di Facebook:   / oneindianews  \n\nIkuti kami di Instagram:   / oneindia_en  \n\nKami ada di X: https://x.com/Oneindia\n\n~HT.410~PR.462~GR.506~ED.102~VG.MX~", "post_id": "9fERBLA7zPU"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 171.24088133889725, "y": 489.2714862858762, "size": 13.86, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "Zsso6r42XQs", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Ketegangan AS–Iran Bikin Harga Minyak Kembali Meroket | MILENOMICS\n\nHarga minyak mentah Brent menguat lebih dari USD1 per barel pada perdagangan awal pekan Senin, 22 Juni 2026. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian dalam pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung pada akhir pekan, yang kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.\n\nHarga Brent Crude Oil tercatat naik 1,35% menjadi USD81,66 per barel, didorong oleh perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas. Sentimen pasar turut dipengaruhi pernyataan yang saling bertolak belakang antara Washington dan Teheran, termasuk ancaman eskalasi jika kesepakatan gagal tercapai serta laporan penutupan kembali Selat Hormuz yang meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak dunia.\n\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Zsso6r42XQs"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 305.5258757548269, "y": 270.3892128417079, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "aiAaAzEOgM8", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Amankan Dukungan PBOC untuk Panda Bond | EKONOMI 8\n\nGarudaTV - Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, berhasil mengamankan dukungan penuh dari People's Bank of China (PBOC) atau Bank Sentral China terhadap rencana penerbitan perdana Panda Bond Indonesia di pasar keuangan domestik China.\n\nDukungan tersebut diperoleh dalam rangkaian pertemuan strategis yang dilakukan Menteri Keuangan selama kunjungannya di Beijing. Selain bertemu dengan Bank Sentral China, Menkeu juga melakukan pembahasan dengan Kementerian Keuangan China serta sejumlah investor guna memperluas akses pembiayaan dan memperkuat kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.\n\nSalah satu hasil utama dari kunjungan tersebut adalah komitmen kuat pemerintah China dalam mendukung proses penerbitan Panda Bond Indonesia. Menurut Purbaya, baik Kementerian Keuangan China maupun Bank Sentral China menunjukkan dukungan yang positif terhadap langkah Indonesia memasuki pasar obligasi domestik China.\n\nPenerbitan Panda Bond dinilai menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam melakukan diversifikasi sumber pembiayaan pembangunan nasional. Dengan memperluas akses ke berbagai pasar keuangan internasional, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap satu mata uang maupun satu sumber pendanaan tertentu.\n\nPemerintah juga menilai langkah tersebut dapat memperkuat ketahanan pembiayaan nasional sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas bagi investor global yang ingin berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia.\n\nMenteri Keuangan menegaskan bahwa upaya memperluas sumber pembiayaan dan investasi dilakukan secara terbuka dengan berbagai negara mitra, tanpa dikaitkan dengan kepentingan geopolitik tertentu. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas ekonomi nasional sekaligus mendukung agenda pembangunan jangka panjang Indonesia.\n\n\n#beritaekonomi #PandaBond #purbayayudhisadewa  #MenkeuRI #china  #pboc  #ekonomiindonesia  #investasiindonesia  #PembiayaanNasional #beijing  #PasarKeuanganGlobal\n\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "aiAaAzEOgM8"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 717.1811891342333, "y": 591.3577061051792, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "aiAaAzEOgM8", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Amankan Dukungan PBOC untuk Panda Bond | EKONOMI 8\n\nGarudaTV - Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, berhasil mengamankan dukungan penuh dari People's Bank of China (PBOC) atau Bank Sentral China terhadap rencana penerbitan perdana Panda Bond Indonesia di pasar keuangan domestik China.\n\nDukungan tersebut diperoleh dalam rangkaian pertemuan strategis yang dilakukan Menteri Keuangan selama kunjungannya di Beijing. Selain bertemu dengan Bank Sentral China, Menkeu juga melakukan pembahasan dengan Kementerian Keuangan China serta sejumlah investor guna memperluas akses pembiayaan dan memperkuat kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.\n\nSalah satu hasil utama dari kunjungan tersebut adalah komitmen kuat pemerintah China dalam mendukung proses penerbitan Panda Bond Indonesia. Menurut Purbaya, baik Kementerian Keuangan China maupun Bank Sentral China menunjukkan dukungan yang positif terhadap langkah Indonesia memasuki pasar obligasi domestik China.\n\nPenerbitan Panda Bond dinilai menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam melakukan diversifikasi sumber pembiayaan pembangunan nasional. Dengan memperluas akses ke berbagai pasar keuangan internasional, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap satu mata uang maupun satu sumber pendanaan tertentu.\n\nPemerintah juga menilai langkah tersebut dapat memperkuat ketahanan pembiayaan nasional sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas bagi investor global yang ingin berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia.\n\nMenteri Keuangan menegaskan bahwa upaya memperluas sumber pembiayaan dan investasi dilakukan secara terbuka dengan berbagai negara mitra, tanpa dikaitkan dengan kepentingan geopolitik tertentu. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas ekonomi nasional sekaligus mendukung agenda pembangunan jangka panjang Indonesia.\n\n\n#beritaekonomi #PandaBond #purbayayudhisadewa  #MenkeuRI #china  #pboc  #ekonomiindonesia  #investasiindonesia  #PembiayaanNasional #beijing  #PasarKeuanganGlobal\n\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "aiAaAzEOgM8"}}, {"key": "@OpenDialogueByAxis", "attributes": {"label": "@OpenDialogueByAxis", "x": 908.8725584237637, "y": 404.14963330500007, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Gmj2_GgZkgI", "id": "@OpenDialogueByAxis", "source": "youtube-000001", "content": "Perlambatan Ekonomi India: Apa Selanjutnya? | Dialog Terbuka | Episode 47\n\nApakah ekonomi India menghadapi krisis struktural, ataukah kita sedang menyaksikan titik balik pertumbuhan yang penting? Dalam video ini, kami memberikan analisis mendalam tentang penurunan PDB saat ini, depresiasi rupee, dan tantangan yang sedang dihadapi pertumbuhan ekonomi India.\n\nKami menguraikan mengapa perlambatan PDB nominal, yang didorong oleh kombinasi inflasi ultra-rendah dan pengetatan fiskal, telah berdampak pada pendapatan perusahaan dan valuasi pasar, yang pada akhirnya memicu arus keluar FII baru-baru ini.\n\nPelajari bagaimana dampak inflasi, risiko geopolitik, dan siklus belanja modal global membentuk kembali pasar India saat ini. Para pembicara juga membahas indikator ekonomi utama yang menunjukkan potensi pemulihan ekonomi sedang berlangsung dan menjelaskan mengapa lingkungan inflasi moderat 4–5% sangat penting untuk pertumbuhan laba yang berkelanjutan. Dari menganalisis mengapa rupee jatuh hingga mengeksplorasi inisiatif terbaru RBI untuk menarik modal asing, uraian ini sangat penting bagi investor. Berlangganan Open Dialogue untuk percakapan yang lebih mendalam tentang ekonomi, perbankan, dan keuangan India!\n\n\nPembicara:\nSameer Shetty: Kepala Grup, Perbankan Digital & Program Strategis, Axis Bank\n\nR Sivakumar: Kepala Investasi, Axis Mutual Fund\n\nPenanda Waktu:\n\n00:00 – Pendahuluan - Penurunan Pasar Saham India: Apa yang Sebenarnya Terjadi?\n\n04:00 – Konsolidasi Fiskal & Kenaikan Suku Bunga RBI: Akar Penyebabnya\n09:00 – Krisis Asia Barat, Arus Keluar FII & Masalah Valuasi India\n17:00 – Depresiasi Rupee: Tiga Pukulan Berat & Respons Kebijakan RBI\n23:00 – Siklus Belanja Modal AI Global — Risiko Tersembunyi dalam Pendapatan yang Ditingkatkan\n40:00 – Prospek Ekonomi India — Indikator Utama yang Perlu Diperhatikan\n44:00 – Strategi Portofolio untuk Investor Ritel\n47:50 – Kesimpulan\n\n========================================================\nVideo yang direkomendasikan:\n\n▶️ Ini Bukan Hanya Soal Minyak: Bagaimana Konflik Mempengaruhi Pertumbuhan, Inflasi & Mata Uang | Episode Spesial:    • This Isn’t Just About Oil: How the Conflic...  \n\n▶️ Pertumbuhan Ekonomi India vs. Pendapatan Per Kapita Dijelaskan | Dialog Terbuka | Episode 33:    • India’s Economic Growth vs. Per Capita Inc...  \n\n▶️ Anggota MPC RBI Menjelaskan Kebijakan Moneter, Suku Bunga, Inflasi & Dampak Ekonomi | Dialog Terbuka | Episode 37:    • RBI’s MPC Member Explains Monetary Policy,...  \n\n#krisisekonomiindia #penurunanPDB #dampakinflasi #pertumbuhanekonomiindia #depresiasimatauang #depresiasirupee #risikogeopolitik #mengaparupeejatuh #indikatorekonomi #pemulihanekonomi #perlambatanekonomi #pertumbuhanPDBrilitif #PDBnominal #tigapenyebabpukulan #dinamikainvestasiasing #konflikasiabarat #fcnrswap #sikluscapex #AxisBank #OpenDialogue\n\nBERLANGGANAN KAMI:    /   \n\nUnduh Aplikasi Axis Bank: https://play.google.com/store/apps/de...\n\nUntuk video informatif dan diskusi lebih lanjut tentang topik penting terkait Perbankan, keuangan & ekonomi:\nLinkedIn -   / axis-bank  \nInstagram -   / opendialoguebyaxisbank  \nFacebook -   / axisbank  \nX- https://x.com/AxisBank\n\nHak Cipta:\n©Axis Bank Limited [2026]. Semua hak dilindungi undang-undang. Video ini dan semua video lain di saluran ini dilindungi oleh undang-undang hak cipta dan tidak boleh digunakan atau direproduksi tanpa izin tertulis dari pemilik hak cipta.\n\nPERNYATAAN PENAFIAN HUKUM:\nDengan mengakses podcast video ini (“Podcast”), saya mengakui bahwa Axis Bank Limited dan anak perusahaannya (“AXIS BANK”) tidak memberikan jaminan, garansi, atau pernyataan apa pun mengenai keakuratan atau kecukupan informasi yang ditampilkan dalam Podcast ini. Informasi, pendapat, dan rekomendasi yang disajikan dalam Podcast ini hanya untuk informasi umum dan setiap ketergantungan pada informasi yang diberikan dalam Podcast ini dilakukan atas risiko Anda sendiri. Podcast ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat profesional. Kecuali dinyatakan secara khusus sebaliknya, AXIS BANK tidak mendukung, menyetujui, merekomendasikan, atau mensertifikasi informasi, produk, proses, layanan, atau organisasi apa pun yang disajikan atau disebutkan dalam Podcast ini, dan informasi dari Podcast ini tidak boleh dirujuk dengan cara apa pun untuk menyiratkan persetujuan atau dukungan tersebut. Lebih lanjut, AXIS BANK tidak memberikan jaminan bahwa Podcast ini, atau server yang menyediakannya, bebas dari virus, worm, atau elemen atau kode lain yang memiliki sifat merusak atau mencemari.\n\nAXIS BANK SECARA TEGAS MENOLAK SEGALA TANGGUNG JAWAB ATAS KERUGIAN LANGSUNG, TIDAK LANGSUNG, INSIDENTAL, KHUSUS, KONSEKUENSIAL, ATAU KERUGIAN LAINNYA YANG TIMBUL AKIBAT PENGGUNAAN, REFERENSI, KEPERCAYAAN, ATAU KETIDAKMAMPUAN INDIVIDU UNTUK MENGGUNAKAN INFORMASI PODCAST YANG DISAJIKAN DALAM PODCAST INI.", "post_id": "Gmj2_GgZkgI"}}, {"key": "opendialoguebyaxis", "attributes": {"label": "opendialoguebyaxis", "x": 989.0985888080552, "y": 934.3189968079529, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gmj2_GgZkgI", "id": "opendialoguebyaxis", "source": "youtube-000001", "content": "Perlambatan Ekonomi India: Apa Selanjutnya? | Dialog Terbuka | Episode 47\n\nApakah ekonomi India menghadapi krisis struktural, ataukah kita sedang menyaksikan titik balik pertumbuhan yang penting? Dalam video ini, kami memberikan analisis mendalam tentang penurunan PDB saat ini, depresiasi rupee, dan tantangan yang sedang dihadapi pertumbuhan ekonomi India.\n\nKami menguraikan mengapa perlambatan PDB nominal, yang didorong oleh kombinasi inflasi ultra-rendah dan pengetatan fiskal, telah berdampak pada pendapatan perusahaan dan valuasi pasar, yang pada akhirnya memicu arus keluar FII baru-baru ini.\n\nPelajari bagaimana dampak inflasi, risiko geopolitik, dan siklus belanja modal global membentuk kembali pasar India saat ini. Para pembicara juga membahas indikator ekonomi utama yang menunjukkan potensi pemulihan ekonomi sedang berlangsung dan menjelaskan mengapa lingkungan inflasi moderat 4–5% sangat penting untuk pertumbuhan laba yang berkelanjutan. Dari menganalisis mengapa rupee jatuh hingga mengeksplorasi inisiatif terbaru RBI untuk menarik modal asing, uraian ini sangat penting bagi investor. Berlangganan Open Dialogue untuk percakapan yang lebih mendalam tentang ekonomi, perbankan, dan keuangan India!\n\n\nPembicara:\nSameer Shetty: Kepala Grup, Perbankan Digital & Program Strategis, Axis Bank\n\nR Sivakumar: Kepala Investasi, Axis Mutual Fund\n\nPenanda Waktu:\n\n00:00 – Pendahuluan - Penurunan Pasar Saham India: Apa yang Sebenarnya Terjadi?\n\n04:00 – Konsolidasi Fiskal & Kenaikan Suku Bunga RBI: Akar Penyebabnya\n09:00 – Krisis Asia Barat, Arus Keluar FII & Masalah Valuasi India\n17:00 – Depresiasi Rupee: Tiga Pukulan Berat & Respons Kebijakan RBI\n23:00 – Siklus Belanja Modal AI Global — Risiko Tersembunyi dalam Pendapatan yang Ditingkatkan\n40:00 – Prospek Ekonomi India — Indikator Utama yang Perlu Diperhatikan\n44:00 – Strategi Portofolio untuk Investor Ritel\n47:50 – Kesimpulan\n\n========================================================\nVideo yang direkomendasikan:\n\n▶️ Ini Bukan Hanya Soal Minyak: Bagaimana Konflik Mempengaruhi Pertumbuhan, Inflasi & Mata Uang | Episode Spesial:    • This Isn’t Just About Oil: How the Conflic...  \n\n▶️ Pertumbuhan Ekonomi India vs. Pendapatan Per Kapita Dijelaskan | Dialog Terbuka | Episode 33:    • India’s Economic Growth vs. Per Capita Inc...  \n\n▶️ Anggota MPC RBI Menjelaskan Kebijakan Moneter, Suku Bunga, Inflasi & Dampak Ekonomi | Dialog Terbuka | Episode 37:    • RBI’s MPC Member Explains Monetary Policy,...  \n\n#krisisekonomiindia #penurunanPDB #dampakinflasi #pertumbuhanekonomiindia #depresiasimatauang #depresiasirupee #risikogeopolitik #mengaparupeejatuh #indikatorekonomi #pemulihanekonomi #perlambatanekonomi #pertumbuhanPDBrilitif #PDBnominal #tigapenyebabpukulan #dinamikainvestasiasing #konflikasiabarat #fcnrswap #sikluscapex #AxisBank #OpenDialogue\n\nBERLANGGANAN KAMI:    /   \n\nUnduh Aplikasi Axis Bank: https://play.google.com/store/apps/de...\n\nUntuk video informatif dan diskusi lebih lanjut tentang topik penting terkait Perbankan, keuangan & ekonomi:\nLinkedIn -   / axis-bank  \nInstagram -   / opendialoguebyaxisbank  \nFacebook -   / axisbank  \nX- https://x.com/AxisBank\n\nHak Cipta:\n©Axis Bank Limited [2026]. Semua hak dilindungi undang-undang. Video ini dan semua video lain di saluran ini dilindungi oleh undang-undang hak cipta dan tidak boleh digunakan atau direproduksi tanpa izin tertulis dari pemilik hak cipta.\n\nPERNYATAAN PENAFIAN HUKUM:\nDengan mengakses podcast video ini (“Podcast”), saya mengakui bahwa Axis Bank Limited dan anak perusahaannya (“AXIS BANK”) tidak memberikan jaminan, garansi, atau pernyataan apa pun mengenai keakuratan atau kecukupan informasi yang ditampilkan dalam Podcast ini. Informasi, pendapat, dan rekomendasi yang disajikan dalam Podcast ini hanya untuk informasi umum dan setiap ketergantungan pada informasi yang diberikan dalam Podcast ini dilakukan atas risiko Anda sendiri. Podcast ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat profesional. Kecuali dinyatakan secara khusus sebaliknya, AXIS BANK tidak mendukung, menyetujui, merekomendasikan, atau mensertifikasi informasi, produk, proses, layanan, atau organisasi apa pun yang disajikan atau disebutkan dalam Podcast ini, dan informasi dari Podcast ini tidak boleh dirujuk dengan cara apa pun untuk menyiratkan persetujuan atau dukungan tersebut. Lebih lanjut, AXIS BANK tidak memberikan jaminan bahwa Podcast ini, atau server yang menyediakannya, bebas dari virus, worm, atau elemen atau kode lain yang memiliki sifat merusak atau mencemari.\n\nAXIS BANK SECARA TEGAS MENOLAK SEGALA TANGGUNG JAWAB ATAS KERUGIAN LANGSUNG, TIDAK LANGSUNG, INSIDENTAL, KHUSUS, KONSEKUENSIAL, ATAU KERUGIAN LAINNYA YANG TIMBUL AKIBAT PENGGUNAAN, REFERENSI, KEPERCAYAAN, ATAU KETIDAKMAMPUAN INDIVIDU UNTUK MENGGUNAKAN INFORMASI PODCAST YANG DISAJIKAN DALAM PODCAST INI.", "post_id": "Gmj2_GgZkgI"}}, {"key": "@aimmediahouse", "attributes": {"label": "@aimmediahouse", "x": 60.851441086510526, "y": 995.4194811736506, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "SVUaTM0tRUo", "id": "@aimmediahouse", "source": "youtube-000001", "content": "PERINGATAN: Pasar Kerja India Melawan Kiamat AI - Inilah Data Pertumbuhan yang Menjelaskan Alasannya\n\nApakah Anda khawatir tentang masalah ekonomi saat ini dan dampak ketidakpastian AI terhadap karier Anda? Pelajari bagaimana RMZ menavigasi perubahan ini.\n\n✅ Cypher 2026: Bergabunglah dengan 5.000+ pemimpin AI. Pesan sekarang → https://cypher.analyticsindiamag.com/...\n✅ Liga Catur: Uji kemampuan Anda → https://chess.analyticsindiamag.com/\n\nDeepak Chhabria, Presiden RMZ, bergabung dengan Sudhi Sachdev untuk membahas realitas tren pasar kerja dan iklim ekonomi yang lebih luas. Percakapan ini berfokus pada langkah-langkah praktis yang diambil bisnis untuk menjaga stabilitas ketika menghadapi gangguan industri yang meluas. Dengan meneliti lanskap ekonomi saat ini, diskusi ini memberikan perspektif yang jelas tentang bagaimana organisasi mengalihkan operasi mereka untuk tetap tangguh.\n\nAlih-alih bereaksi terhadap ketidakpastian AI dengan rasa takut, para pembicara menyoroti bagaimana fokus pada kompetensi inti dan kemitraan korporat strategis menciptakan keunggulan yang berbeda. Jika Anda seorang profesional atau pemimpin bisnis yang mencari pandangan pragmatis tentang pertumbuhan di masa depan, analisis ini menawarkan pandangan yang berlandaskan kenyataan tentang adaptasi terhadap tempat kerja modern. Kami meneliti bagaimana RMZ memposisikan diri untuk menangani tantangan-tantangan ini secara efektif.\n\n#KekhawatiranEkonomi #PasarKerja #AIKorporat #FrontPage\n----------------------------------------------------------------------------------------\n📌 TENTANG FRONT PAGE\n\nFront Page adalah ringkasan berita harian langsung yang membahas AI, teknologi perusahaan, semikonduktor, dan peran India dalam ekonomi teknologi global. Dibuat untuk orang-orang yang membuat keputusan, bukan hanya mengonsumsi berita utama.\n\n------------------------------------------------------------------------------------------\n👋 TENTANG AIM NETWORK\nAIM Network adalah suara terkemuka di India di persimpangan AI, Teknologi, dan Bisnis. Kami menghadirkan analisis tajam, berita terkini, dan perspektif orisinal tentang segala hal mulai dari terobosan AI Generatif hingga pergeseran pasar geopolitik.\n\n🔔 Berlangganan untuk wawasan harian: https://www.youtube.com/\n\n📺 TONTON SERI POPULER KAMI:\nHalaman Depan (Berita Teknologi Harian):    • Front Page  \nObrolan Teknologi (Podcast):    • Tech Talk  \nRealitas Simulasi (Podcast) -    • Simulated Reality Podcast  \n\n📰 TETAP TERUPDATE:\nSitus web: https://analyticsindiamag.com/\nLinkedIn:   / analytics-india-magazine  \nTwitter/X: https://x.com/Analyticsindiam\nInstagram:   / aim.media.house  \n\n------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "SVUaTM0tRUo"}}, {"key": "aimmediahous...", "attributes": {"label": "aimmediahous...", "x": 660.1165896064801, "y": 434.302112700153, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "SVUaTM0tRUo", "id": "aimmediahous...", "source": "youtube-000001", "content": "PERINGATAN: Pasar Kerja India Melawan Kiamat AI - Inilah Data Pertumbuhan yang Menjelaskan Alasannya\n\nApakah Anda khawatir tentang masalah ekonomi saat ini dan dampak ketidakpastian AI terhadap karier Anda? Pelajari bagaimana RMZ menavigasi perubahan ini.\n\n✅ Cypher 2026: Bergabunglah dengan 5.000+ pemimpin AI. Pesan sekarang → https://cypher.analyticsindiamag.com/...\n✅ Liga Catur: Uji kemampuan Anda → https://chess.analyticsindiamag.com/\n\nDeepak Chhabria, Presiden RMZ, bergabung dengan Sudhi Sachdev untuk membahas realitas tren pasar kerja dan iklim ekonomi yang lebih luas. Percakapan ini berfokus pada langkah-langkah praktis yang diambil bisnis untuk menjaga stabilitas ketika menghadapi gangguan industri yang meluas. Dengan meneliti lanskap ekonomi saat ini, diskusi ini memberikan perspektif yang jelas tentang bagaimana organisasi mengalihkan operasi mereka untuk tetap tangguh.\n\nAlih-alih bereaksi terhadap ketidakpastian AI dengan rasa takut, para pembicara menyoroti bagaimana fokus pada kompetensi inti dan kemitraan korporat strategis menciptakan keunggulan yang berbeda. Jika Anda seorang profesional atau pemimpin bisnis yang mencari pandangan pragmatis tentang pertumbuhan di masa depan, analisis ini menawarkan pandangan yang berlandaskan kenyataan tentang adaptasi terhadap tempat kerja modern. Kami meneliti bagaimana RMZ memposisikan diri untuk menangani tantangan-tantangan ini secara efektif.\n\n#KekhawatiranEkonomi #PasarKerja #AIKorporat #FrontPage\n----------------------------------------------------------------------------------------\n📌 TENTANG FRONT PAGE\n\nFront Page adalah ringkasan berita harian langsung yang membahas AI, teknologi perusahaan, semikonduktor, dan peran India dalam ekonomi teknologi global. Dibuat untuk orang-orang yang membuat keputusan, bukan hanya mengonsumsi berita utama.\n\n------------------------------------------------------------------------------------------\n👋 TENTANG AIM NETWORK\nAIM Network adalah suara terkemuka di India di persimpangan AI, Teknologi, dan Bisnis. Kami menghadirkan analisis tajam, berita terkini, dan perspektif orisinal tentang segala hal mulai dari terobosan AI Generatif hingga pergeseran pasar geopolitik.\n\n🔔 Berlangganan untuk wawasan harian: https://www.youtube.com/\n\n📺 TONTON SERI POPULER KAMI:\nHalaman Depan (Berita Teknologi Harian):    • Front Page  \nObrolan Teknologi (Podcast):    • Tech Talk  \nRealitas Simulasi (Podcast) -    • Simulated Reality Podcast  \n\n📰 TETAP TERUPDATE:\nSitus web: https://analyticsindiamag.com/\nLinkedIn:   / analytics-india-magazine  \nTwitter/X: https://x.com/Analyticsindiam\nInstagram:   / aim.media.house  \n\n------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "SVUaTM0tRUo"}}, {"key": "@inconnectnews", "attributes": {"label": "@inconnectnews", "x": 810.6632855720339, "y": 631.1148699600448, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "s7oKcBFdroU", "id": "@inconnectnews", "source": "youtube-000001", "content": "Hubungan India-Bangladesh di Titik Nadir | Migran, Minoritas & Keamanan yang Hilang | Berita Terkini\n\nKrisis Perbatasan India-Bangladesh: Minoritas Hindu Terancam | India vs Bangladesh | Berita Pertahanan |\nSeiring meningkatnya ketegangan perbatasan India-Bangladesh, ribuan umat Hindu membanjiri jalanan Dhaka, meneriakkan \"Jai Shri Ram\" dan menuntut keadilan setelah adanya tuduhan bahwa patung Dewa Ram dinodai dan ancaman dilayangkan terhadap proyek patung Ram setinggi 81 kaki. Pada saat yang sama, ketegangan perbatasan India-Bangladesh meningkat setelah BSF dilaporkan menggagalkan upaya infiltrasi baru di Malda. Namun, India masih memasok 5.000 ton solar ke Bangladesh melalui Pipa Persahabatan. Dapatkah Dhaka melindungi minoritas Hindu dan mengamankan perbatasannya? Saksikan laporan lengkap Inconnect News dan putuskan sendiri.\n\n#India #Berita #BeritaTerbaru #IndiaBangladesh #IndiavsBangladesh #PerbatasanIndiaBangladesh #SIR #BengalBarat #EksodusBangladesh #ImigranIlegal #Modi #PMModi #LOC #IndiaPakistan #IndiavsPakistan #PerangIndiaPakistan #Geopolitik #berita #urusanterkini #urusandunia #beritadunia\n\nHubungan India-Bangladesh di Ambang Kehancuran | Migran, Minoritas & Kurangnya Keamanan |\nRibuan umat Hindu membanjiri jalanan Dhaka dalam salah satu demonstrasi terbesar yang terlihat dalam beberapa waktu terakhir, menuntut keadilan dan perlindungan setelah tuduhan bahwa gambar Dewa Ram dinodai selama protes terhadap usulan patung Ram di Bangladesh. Seiring meningkatnya ketegangan, kekhawatiran baru muncul mengenai hak-hak minoritas, keamanan perbatasan, dan masa depan hubungan India-Bangladesh.\n\nSementara itu, laporan mengklaim bahwa BSF (Pasukan Keamanan Perbatasan) menggagalkan upaya infiltrasi baru di perbatasan India-Bangladesh di Malda, Bengal Barat. Warga setempat menuduh bahwa puluhan warga negara Bangladesh mencoba menyeberang ke India melalui bagian perbatasan yang tidak berpagar sebelum dipukul mundur oleh pasukan keamanan dan penduduk desa. Insiden ini telah menghidupkan kembali perdebatan tentang imigrasi ilegal, pagar perbatasan, dan pentingnya strategis Koridor Siliguri.\n\nPerkembangan ini telah menyoroti hubungan India-Bangladesh. Sementara New Delhi telah menyatakan keprihatinan atas serangan terhadap minoritas dan keselamatan umat Hindu di Bangladesh, India juga telah setuju untuk memasok 5.000 ton diesel ke Dhaka melalui Pipa Persahabatan. Para kritikus sekarang mempertanyakan apakah tindakan yang lebih kuat diperlukan untuk keamanan perbatasan dan migrasi ilegal.\n\nKontroversi ini muncul pada saat PM Modi dan pemerintah Modi terus fokus pada stabilitas regional dan kesiapan pertahanan. Tentara India dan badan-badan keamanan tetap waspada karena ketegangan India vs Bangladesh dipantau secara ketat bersamaan dengan tantangan strategis lainnya, termasuk LAC (Garis Kontrol Aktual) dan dinamika India vs Pakistan. Beberapa analis berpendapat bahwa pelajaran dari Operasi Sindoor dan perkembangan berita pertahanan terkini akan membentuk kebijakan di masa depan.\n\nTetap ikuti Inconnect News dan Inconnect News Insights untuk Berita Terbaru, Berita Dunia, Berita India, Berita India-Bangladesh, Berita India-Pakistan, pembaruan UPSC, analisis pertahanan, dan berita terkini tentang India, Hindu Bangladesh, dan geopolitik regional.\n\nIkuti Inconnect News Insights dan berita terbaru tentang Pertahanan dan Geopolitik.\n\nBerikut beberapa pertanyaan, tinggalkan komentar dan sampaikan pendapat Anda:\nBisakah Dhaka Melindungi Umat Hindunya?\n\nApakah Bangladesh Kehilangan Kendali?\n\nHaruskah India Bertindak Lebih Tegas?\n\nAkankah Ketegangan Perbatasan Meningkat?\n\nBisakah Dhaka Menghentikan Ekstremisme?\n\n#india #berita #beritainggris #beritaterbaru #updateberita #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #inconnectnews\n\nTerhubung dengan kami:\nDi Youtube: https://www.youtube.com/\nDi Instagram: \nDi Twitter: \nDi Facebook:   / inconnectnewsofficial  \nDi Linkedin:   / inconnectnews  \n\nSelamat datang di Inconnectnews, tempat berita bertemu dengan hiburan! Kami menghadirkan pembaruan audio-visual harian tentang Berita & peristiwa terkini. Bergabunglah dengan kami saat kami menjelajahi dunia dan menghadirkan berita terbaru dari seluruh India, Kawasan Samudra Hindia, Indo Pasifik, dan sekitarnya!", "post_id": "s7oKcBFdroU"}}, {"key": "inconnectnew...", "attributes": {"label": "inconnectnew...", "x": 933.345542162653, "y": 279.7819847794539, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7687, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "s7oKcBFdroU", "id": "inconnectnew...", "source": "youtube-000001", "content": "Hubungan India-Bangladesh di Titik Nadir | Migran, Minoritas & Keamanan yang Hilang | Berita Terkini\n\nKrisis Perbatasan India-Bangladesh: Minoritas Hindu Terancam | India vs Bangladesh | Berita Pertahanan |\nSeiring meningkatnya ketegangan perbatasan India-Bangladesh, ribuan umat Hindu membanjiri jalanan Dhaka, meneriakkan \"Jai Shri Ram\" dan menuntut keadilan setelah adanya tuduhan bahwa patung Dewa Ram dinodai dan ancaman dilayangkan terhadap proyek patung Ram setinggi 81 kaki. Pada saat yang sama, ketegangan perbatasan India-Bangladesh meningkat setelah BSF dilaporkan menggagalkan upaya infiltrasi baru di Malda. Namun, India masih memasok 5.000 ton solar ke Bangladesh melalui Pipa Persahabatan. Dapatkah Dhaka melindungi minoritas Hindu dan mengamankan perbatasannya? Saksikan laporan lengkap Inconnect News dan putuskan sendiri.\n\n#India #Berita #BeritaTerbaru #IndiaBangladesh #IndiavsBangladesh #PerbatasanIndiaBangladesh #SIR #BengalBarat #EksodusBangladesh #ImigranIlegal #Modi #PMModi #LOC #IndiaPakistan #IndiavsPakistan #PerangIndiaPakistan #Geopolitik #berita #urusanterkini #urusandunia #beritadunia\n\nHubungan India-Bangladesh di Ambang Kehancuran | Migran, Minoritas & Kurangnya Keamanan |\nRibuan umat Hindu membanjiri jalanan Dhaka dalam salah satu demonstrasi terbesar yang terlihat dalam beberapa waktu terakhir, menuntut keadilan dan perlindungan setelah tuduhan bahwa gambar Dewa Ram dinodai selama protes terhadap usulan patung Ram di Bangladesh. Seiring meningkatnya ketegangan, kekhawatiran baru muncul mengenai hak-hak minoritas, keamanan perbatasan, dan masa depan hubungan India-Bangladesh.\n\nSementara itu, laporan mengklaim bahwa BSF (Pasukan Keamanan Perbatasan) menggagalkan upaya infiltrasi baru di perbatasan India-Bangladesh di Malda, Bengal Barat. Warga setempat menuduh bahwa puluhan warga negara Bangladesh mencoba menyeberang ke India melalui bagian perbatasan yang tidak berpagar sebelum dipukul mundur oleh pasukan keamanan dan penduduk desa. Insiden ini telah menghidupkan kembali perdebatan tentang imigrasi ilegal, pagar perbatasan, dan pentingnya strategis Koridor Siliguri.\n\nPerkembangan ini telah menyoroti hubungan India-Bangladesh. Sementara New Delhi telah menyatakan keprihatinan atas serangan terhadap minoritas dan keselamatan umat Hindu di Bangladesh, India juga telah setuju untuk memasok 5.000 ton diesel ke Dhaka melalui Pipa Persahabatan. Para kritikus sekarang mempertanyakan apakah tindakan yang lebih kuat diperlukan untuk keamanan perbatasan dan migrasi ilegal.\n\nKontroversi ini muncul pada saat PM Modi dan pemerintah Modi terus fokus pada stabilitas regional dan kesiapan pertahanan. Tentara India dan badan-badan keamanan tetap waspada karena ketegangan India vs Bangladesh dipantau secara ketat bersamaan dengan tantangan strategis lainnya, termasuk LAC (Garis Kontrol Aktual) dan dinamika India vs Pakistan. Beberapa analis berpendapat bahwa pelajaran dari Operasi Sindoor dan perkembangan berita pertahanan terkini akan membentuk kebijakan di masa depan.\n\nTetap ikuti Inconnect News dan Inconnect News Insights untuk Berita Terbaru, Berita Dunia, Berita India, Berita India-Bangladesh, Berita India-Pakistan, pembaruan UPSC, analisis pertahanan, dan berita terkini tentang India, Hindu Bangladesh, dan geopolitik regional.\n\nIkuti Inconnect News Insights dan berita terbaru tentang Pertahanan dan Geopolitik.\n\nBerikut beberapa pertanyaan, tinggalkan komentar dan sampaikan pendapat Anda:\nBisakah Dhaka Melindungi Umat Hindunya?\n\nApakah Bangladesh Kehilangan Kendali?\n\nHaruskah India Bertindak Lebih Tegas?\n\nAkankah Ketegangan Perbatasan Meningkat?\n\nBisakah Dhaka Menghentikan Ekstremisme?\n\n#india #berita #beritainggris #beritaterbaru #updateberita #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #inconnectnews\n\nTerhubung dengan kami:\nDi Youtube: https://www.youtube.com/\nDi Instagram: \nDi Twitter: \nDi Facebook:   / inconnectnewsofficial  \nDi Linkedin:   / inconnectnews  \n\nSelamat datang di Inconnectnews, tempat berita bertemu dengan hiburan! Kami menghadirkan pembaruan audio-visual harian tentang Berita & peristiwa terkini. Bergabunglah dengan kami saat kami menjelajahi dunia dan menghadirkan berita terbaru dari seluruh India, Kawasan Samudra Hindia, Indo Pasifik, dan sekitarnya!", "post_id": "s7oKcBFdroU"}}, {"key": "inconnectnews", "attributes": {"label": "inconnectnews", "x": 237.378877688175, "y": 808.4633230718299, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7687, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "s7oKcBFdroU", "id": "inconnectnews", "source": "youtube-000001", "content": "Hubungan India-Bangladesh di Titik Nadir | Migran, Minoritas & Keamanan yang Hilang | Berita Terkini\n\nKrisis Perbatasan India-Bangladesh: Minoritas Hindu Terancam | India vs Bangladesh | Berita Pertahanan |\nSeiring meningkatnya ketegangan perbatasan India-Bangladesh, ribuan umat Hindu membanjiri jalanan Dhaka, meneriakkan \"Jai Shri Ram\" dan menuntut keadilan setelah adanya tuduhan bahwa patung Dewa Ram dinodai dan ancaman dilayangkan terhadap proyek patung Ram setinggi 81 kaki. Pada saat yang sama, ketegangan perbatasan India-Bangladesh meningkat setelah BSF dilaporkan menggagalkan upaya infiltrasi baru di Malda. Namun, India masih memasok 5.000 ton solar ke Bangladesh melalui Pipa Persahabatan. Dapatkah Dhaka melindungi minoritas Hindu dan mengamankan perbatasannya? Saksikan laporan lengkap Inconnect News dan putuskan sendiri.\n\n#India #Berita #BeritaTerbaru #IndiaBangladesh #IndiavsBangladesh #PerbatasanIndiaBangladesh #SIR #BengalBarat #EksodusBangladesh #ImigranIlegal #Modi #PMModi #LOC #IndiaPakistan #IndiavsPakistan #PerangIndiaPakistan #Geopolitik #berita #urusanterkini #urusandunia #beritadunia\n\nHubungan India-Bangladesh di Ambang Kehancuran | Migran, Minoritas & Kurangnya Keamanan |\nRibuan umat Hindu membanjiri jalanan Dhaka dalam salah satu demonstrasi terbesar yang terlihat dalam beberapa waktu terakhir, menuntut keadilan dan perlindungan setelah tuduhan bahwa gambar Dewa Ram dinodai selama protes terhadap usulan patung Ram di Bangladesh. Seiring meningkatnya ketegangan, kekhawatiran baru muncul mengenai hak-hak minoritas, keamanan perbatasan, dan masa depan hubungan India-Bangladesh.\n\nSementara itu, laporan mengklaim bahwa BSF (Pasukan Keamanan Perbatasan) menggagalkan upaya infiltrasi baru di perbatasan India-Bangladesh di Malda, Bengal Barat. Warga setempat menuduh bahwa puluhan warga negara Bangladesh mencoba menyeberang ke India melalui bagian perbatasan yang tidak berpagar sebelum dipukul mundur oleh pasukan keamanan dan penduduk desa. Insiden ini telah menghidupkan kembali perdebatan tentang imigrasi ilegal, pagar perbatasan, dan pentingnya strategis Koridor Siliguri.\n\nPerkembangan ini telah menyoroti hubungan India-Bangladesh. Sementara New Delhi telah menyatakan keprihatinan atas serangan terhadap minoritas dan keselamatan umat Hindu di Bangladesh, India juga telah setuju untuk memasok 5.000 ton diesel ke Dhaka melalui Pipa Persahabatan. Para kritikus sekarang mempertanyakan apakah tindakan yang lebih kuat diperlukan untuk keamanan perbatasan dan migrasi ilegal.\n\nKontroversi ini muncul pada saat PM Modi dan pemerintah Modi terus fokus pada stabilitas regional dan kesiapan pertahanan. Tentara India dan badan-badan keamanan tetap waspada karena ketegangan India vs Bangladesh dipantau secara ketat bersamaan dengan tantangan strategis lainnya, termasuk LAC (Garis Kontrol Aktual) dan dinamika India vs Pakistan. Beberapa analis berpendapat bahwa pelajaran dari Operasi Sindoor dan perkembangan berita pertahanan terkini akan membentuk kebijakan di masa depan.\n\nTetap ikuti Inconnect News dan Inconnect News Insights untuk Berita Terbaru, Berita Dunia, Berita India, Berita India-Bangladesh, Berita India-Pakistan, pembaruan UPSC, analisis pertahanan, dan berita terkini tentang India, Hindu Bangladesh, dan geopolitik regional.\n\nIkuti Inconnect News Insights dan berita terbaru tentang Pertahanan dan Geopolitik.\n\nBerikut beberapa pertanyaan, tinggalkan komentar dan sampaikan pendapat Anda:\nBisakah Dhaka Melindungi Umat Hindunya?\n\nApakah Bangladesh Kehilangan Kendali?\n\nHaruskah India Bertindak Lebih Tegas?\n\nAkankah Ketegangan Perbatasan Meningkat?\n\nBisakah Dhaka Menghentikan Ekstremisme?\n\n#india #berita #beritainggris #beritaterbaru #updateberita #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #inconnectnews\n\nTerhubung dengan kami:\nDi Youtube: https://www.youtube.com/\nDi Instagram: \nDi Twitter: \nDi Facebook:   / inconnectnewsofficial  \nDi Linkedin:   / inconnectnews  \n\nSelamat datang di Inconnectnews, tempat berita bertemu dengan hiburan! Kami menghadirkan pembaruan audio-visual harian tentang Berita & peristiwa terkini. Bergabunglah dengan kami saat kami menjelajahi dunia dan menghadirkan berita terbaru dari seluruh India, Kawasan Samudra Hindia, Indo Pasifik, dan sekitarnya!", "post_id": "s7oKcBFdroU"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "attributes": {"label": "@DRMNewsInternational", "x": 412.3483011883925, "y": 475.2672655089476, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "7FGJYmA5lAE", "id": "@DRMNewsInternational", "source": "youtube-000001", "content": "India Nyatakan Optimisme Berhati-hati Terkait MOU AS-Iran di Pertemuan BRICS | DRM News | AC1F\n\nPenasihat Keamanan Nasional India, Ajit Doval, menyambut baik nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran selama pertemuan penasihat keamanan nasional BRICS di New Delhi. Doval menyatakan optimisme yang hati-hati tentang perjanjian tersebut, mengatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz akan memperkuat keamanan energi, meningkatkan kebebasan navigasi, mengurangi hambatan rantai pasokan, dan mengurangi kekurangan komoditas utama seperti pupuk dan bahan kimia. Ia juga mendesak negara-negara BRICS untuk memainkan peran yang lebih besar dalam mempromosikan stabilitas global di tengah meningkatnya tantangan geopolitik. Untuk detail lebih lanjut, saksikan berita kami dan berlangganan saluran kami, DRM News.\n\nAjit Doval, Kesepakatan India-AS-Iran, Perjanjian AS-Iran, Pembukaan Kembali Selat Hormuz, Pertemuan BRICS di New Delhi, Pidato Ajit Doval, Keamanan Energi India, Penasihat Keamanan Nasional BRICS, Sergei Shoigu India, Pertemuan Wang Yi BRICS, Kebijakan Luar Negeri India, Rantai Pasokan Global, Kebebasan Navigasi, Negara-negara BRICS, DRM News\n\n#India #AjitDoval #KesepakatanAS-Iran #Iran #AmerikaSerikat #BRICS #NewDelhi #SelatHormuz #KeamananEnergi #BeritaDunia #Geopolitik #Diplomasi #PerdaganganGlobal #BeritaTerbaru #DRMNews\n\n----------------------------------------------------------\nSelamat datang di DRM News – sumber utama Anda untuk berita terkini dan analisis ahli tentang urusan global, dunia hiburan, olahraga, AI, pasar keuangan, dan banyak lagi. Kami percaya bahwa demokrasi mati dalam kegelapan, dan kami berkomitmen untuk memberi informasi dan mendidik Anda dengan pelaporan yang tidak bias dan berbasis fakta.\n\nDi DRM News, kami beroperasi secara independen, tanpa pengaruh dari perusahaan, pengiklan, atau pemerintah. Kami meliput berita-berita penting – bahkan yang dihindari orang lain – karena Anda berhak mendapatkan kebenaran.\n\nPunya ide cerita atau umpan balik yang berharga? 💡 Kirimkan email kepada kami di info\n\n—baik itu berupa informasi, pendapat Anda, atau topik yang ingin Anda lihat diliput.\n\n🔔 Berlangganan untuk pembaruan harian\n👍 Sukai, bagikan, dan beri komentar untuk bergabung dalam percakapan\n📢 Suara Anda penting – beri tahu kami pendapat Anda!\n\n#BeritaTerbaru #BeritaInternasional #AI #Olahraga #Hiburan #PasarKeuangan #DRMNews\n\nSaluran YouTube DRM News dikelola oleh Dot Republic Media, Semua Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.\n\nBerlangganan saluran kami untuk mendapatkan semua pembaruan terbaru: https://youtube.com/\n\nSukai Halaman Facebook kami: https://www.facebook.com/profile.php?...\n\nIkuti kami di Instagram:   / drmnews_", "post_id": "7FGJYmA5lAE"}}, {"key": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "DRMNewsInternati...", "x": 997.7858513566865, "y": 470.4589877049591, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.906, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "7FGJYmA5lAE", "id": "DRMNewsInternati...", "source": "youtube-000001", "content": "India Nyatakan Optimisme Berhati-hati Terkait MOU AS-Iran di Pertemuan BRICS | DRM News | AC1F\n\nPenasihat Keamanan Nasional India, Ajit Doval, menyambut baik nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran selama pertemuan penasihat keamanan nasional BRICS di New Delhi. Doval menyatakan optimisme yang hati-hati tentang perjanjian tersebut, mengatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz akan memperkuat keamanan energi, meningkatkan kebebasan navigasi, mengurangi hambatan rantai pasokan, dan mengurangi kekurangan komoditas utama seperti pupuk dan bahan kimia. Ia juga mendesak negara-negara BRICS untuk memainkan peran yang lebih besar dalam mempromosikan stabilitas global di tengah meningkatnya tantangan geopolitik. Untuk detail lebih lanjut, saksikan berita kami dan berlangganan saluran kami, DRM News.\n\nAjit Doval, Kesepakatan India-AS-Iran, Perjanjian AS-Iran, Pembukaan Kembali Selat Hormuz, Pertemuan BRICS di New Delhi, Pidato Ajit Doval, Keamanan Energi India, Penasihat Keamanan Nasional BRICS, Sergei Shoigu India, Pertemuan Wang Yi BRICS, Kebijakan Luar Negeri India, Rantai Pasokan Global, Kebebasan Navigasi, Negara-negara BRICS, DRM News\n\n#India #AjitDoval #KesepakatanAS-Iran #Iran #AmerikaSerikat #BRICS #NewDelhi #SelatHormuz #KeamananEnergi #BeritaDunia #Geopolitik #Diplomasi #PerdaganganGlobal #BeritaTerbaru #DRMNews\n\n----------------------------------------------------------\nSelamat datang di DRM News – sumber utama Anda untuk berita terkini dan analisis ahli tentang urusan global, dunia hiburan, olahraga, AI, pasar keuangan, dan banyak lagi. Kami percaya bahwa demokrasi mati dalam kegelapan, dan kami berkomitmen untuk memberi informasi dan mendidik Anda dengan pelaporan yang tidak bias dan berbasis fakta.\n\nDi DRM News, kami beroperasi secara independen, tanpa pengaruh dari perusahaan, pengiklan, atau pemerintah. Kami meliput berita-berita penting – bahkan yang dihindari orang lain – karena Anda berhak mendapatkan kebenaran.\n\nPunya ide cerita atau umpan balik yang berharga? 💡 Kirimkan email kepada kami di info\n\n—baik itu berupa informasi, pendapat Anda, atau topik yang ingin Anda lihat diliput.\n\n🔔 Berlangganan untuk pembaruan harian\n👍 Sukai, bagikan, dan beri komentar untuk bergabung dalam percakapan\n📢 Suara Anda penting – beri tahu kami pendapat Anda!\n\n#BeritaTerbaru #BeritaInternasional #AI #Olahraga #Hiburan #PasarKeuangan #DRMNews\n\nSaluran YouTube DRM News dikelola oleh Dot Republic Media, Semua Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.\n\nBerlangganan saluran kami untuk mendapatkan semua pembaruan terbaru: https://youtube.com/\n\nSukai Halaman Facebook kami: https://www.facebook.com/profile.php?...\n\nIkuti kami di Instagram:   / drmnews_", "post_id": "7FGJYmA5lAE"}}, {"key": "@OfficialiNews", "attributes": {"label": "@OfficialiNews", "x": 739.0794563023265, "y": 358.4347970574506, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "bFS6pQd_R48", "id": "@OfficialiNews", "source": "youtube-000001", "content": "Ada Apa di Balik Skenario Damai Iran–AS? Ini Penjelasannya | ONE ON ONE\n\nMemanasnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat kembali memunculkan kekhawatiran dunia terhadap potensi meluasnya perang di Timur Tengah. Pakar Strategi PPAU, Marsma TNI (Purn.) Agung 'Sharky' Sasongkojati mengungkapkan berbagai dinamika yang terjadi, mulai dari peran kelompok-kelompok proksi, rangkaian aksi militer yang saling berbalas, hingga persaingan kepentingan para aktor utama yang terlibat dalam konflik.\n\nSelain membahas perkembangan di medan geopolitik, Sharky juga menyoroti perbedaan strategi dan tujuan antara Amerika Serikat dan Israel dalam menghadapi Iran. Situasi tersebut dinilai turut memengaruhi jalannya diplomasi, stabilitas kawasan, keamanan pasokan energi dunia, serta kondisi ekonomi global yang sensitif terhadap gejolak Timur Tengah.\n\nDampak konflik ternyata tidak berhenti pada sektor politik dan keamanan. Dunia olahraga internasional pun ikut merasakan imbasnya, termasuk tim nasional Iran yang menghadapi berbagai tantangan dalam keikutsertaannya di ajang internasional.Konflik Timur Tengah bukan hanya persoalan regional, melainkan isu global yang berpengaruh terhadap keamanan, ekonomi, diplomasi, dan kehidupan masyarakat dunia secara luas.​\n\n​Simak dialog Yudi Handoyo, bersama Pakar Strategi PPAU, Marsma TNI (Purn.) Agung 'Sharky' Sasongkojati \n===================\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "bFS6pQd_R48"}}, {"key": "officialinews", "attributes": {"label": "officialinews", "x": 276.74877995524093, "y": 857.098211435273, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.906, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "bFS6pQd_R48", "id": "officialinews", "source": "youtube-000001", "content": "Ada Apa di Balik Skenario Damai Iran–AS? Ini Penjelasannya | ONE ON ONE\n\nMemanasnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat kembali memunculkan kekhawatiran dunia terhadap potensi meluasnya perang di Timur Tengah. Pakar Strategi PPAU, Marsma TNI (Purn.) Agung 'Sharky' Sasongkojati mengungkapkan berbagai dinamika yang terjadi, mulai dari peran kelompok-kelompok proksi, rangkaian aksi militer yang saling berbalas, hingga persaingan kepentingan para aktor utama yang terlibat dalam konflik.\n\nSelain membahas perkembangan di medan geopolitik, Sharky juga menyoroti perbedaan strategi dan tujuan antara Amerika Serikat dan Israel dalam menghadapi Iran. Situasi tersebut dinilai turut memengaruhi jalannya diplomasi, stabilitas kawasan, keamanan pasokan energi dunia, serta kondisi ekonomi global yang sensitif terhadap gejolak Timur Tengah.\n\nDampak konflik ternyata tidak berhenti pada sektor politik dan keamanan. Dunia olahraga internasional pun ikut merasakan imbasnya, termasuk tim nasional Iran yang menghadapi berbagai tantangan dalam keikutsertaannya di ajang internasional.Konflik Timur Tengah bukan hanya persoalan regional, melainkan isu global yang berpengaruh terhadap keamanan, ekonomi, diplomasi, dan kehidupan masyarakat dunia secara luas.​\n\n​Simak dialog Yudi Handoyo, bersama Pakar Strategi PPAU, Marsma TNI (Purn.) Agung 'Sharky' Sasongkojati \n===================\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "bFS6pQd_R48"}}, {"key": "@JabarEkspres", "attributes": {"label": "@JabarEkspres", "x": 748.3038653866016, "y": 473.42375310238793, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "AK81xJQXIgo", "id": "@JabarEkspres", "source": "youtube-000001", "content": "ARAHAN PRESIDEN PRABOWO SAAT GELAR PERTEMUAN DENGAN HIMPUNAN BANK NEGARA (HIMBARA)\n\nSaksikan arahan lengkap dan strategis dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat menggelar rapat kerja bersama jajaran direksi Himpunan Bank Negara (HIMBARA) di Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam pertemuan ini, Kepala Negara menekankan bahwa perbankan BUMN harus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kemandirian dan kedaulatan ekonomi nasional.\n\nPresiden Prabowo memberikan instruksi khusus agar Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN tidak hanya mengejar profitabilitas semata, melainkan memperbesar porsi pembiayaan produktif untuk sektor-sektor fundamental. Fokus utama diarahkan pada kemudahan akses modal bagi petani, nelayan, pelaku UMKM, serta pembiayaan perumahan rakyat. Langkah konkrit ini diambil untuk memastikan stabilitas ekonomi dalam negeri tetap terjaga kuat di tengah ketidakpastian dinamika geopolitik global.\n\n___\nUntuk berita lainnya kunjungi website kami di \nhttps://jabarekspres.com/\n___\nFollow juga akun resmi sosial media kami di\n\nwebsite      : https://jabarekspres.com/\nInstagram  :   / jabarekspres  \nTiktok         : https://www.tiktok.com/?...\nFacebook   :   / jabareksprescom  \nTwitter        :   / jabarekspres  \n\n#jabarekspres #jabareksprestv #beritahariini #presidenprabowo #prabowo #prabowosubianto", "post_id": "AK81xJQXIgo"}}, {"key": "jabarekspres", "attributes": {"label": "jabarekspres", "x": 211.4109181316103, "y": 545.0523248886856, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "AK81xJQXIgo", "id": "jabarekspres", "source": "youtube-000001", "content": "ARAHAN PRESIDEN PRABOWO SAAT GELAR PERTEMUAN DENGAN HIMPUNAN BANK NEGARA (HIMBARA)\n\nSaksikan arahan lengkap dan strategis dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat menggelar rapat kerja bersama jajaran direksi Himpunan Bank Negara (HIMBARA) di Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam pertemuan ini, Kepala Negara menekankan bahwa perbankan BUMN harus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kemandirian dan kedaulatan ekonomi nasional.\n\nPresiden Prabowo memberikan instruksi khusus agar Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN tidak hanya mengejar profitabilitas semata, melainkan memperbesar porsi pembiayaan produktif untuk sektor-sektor fundamental. Fokus utama diarahkan pada kemudahan akses modal bagi petani, nelayan, pelaku UMKM, serta pembiayaan perumahan rakyat. Langkah konkrit ini diambil untuk memastikan stabilitas ekonomi dalam negeri tetap terjaga kuat di tengah ketidakpastian dinamika geopolitik global.\n\n___\nUntuk berita lainnya kunjungi website kami di \nhttps://jabarekspres.com/\n___\nFollow juga akun resmi sosial media kami di\n\nwebsite      : https://jabarekspres.com/\nInstagram  :   / jabarekspres  \nTiktok         : https://www.tiktok.com/?...\nFacebook   :   / jabareksprescom  \nTwitter        :   / jabarekspres  \n\n#jabarekspres #jabareksprestv #beritahariini #presidenprabowo #prabowo #prabowosubianto", "post_id": "AK81xJQXIgo"}}, {"key": "@kompascom", "attributes": {"label": "@kompascom", "x": 727.5860846083268, "y": 607.7249551822408, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ePTRhEoq_ho", "id": "@kompascom", "source": "youtube-000001", "content": "Anis Matta: Tatanan Dunia Lama sudah Mati, Peran Indonesia Strategis\n\nBergabunglah sebagai channel member kami untuk mendapatkan video-video eksklusif. Klik link berikut ini:\n   /   \n\nKesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran membuka harapan bagi stabilitas dunia pasca tutupnya Selat Hormuz.\n\nWakil Menteri Luar Negeri RI Khusus Bidang Urusan Dunia Islam, Anis Matta, membeberkan lanskap geopolitik yang menuju perubahan. Konflik yang terjadi antara Amerika Serikat-Israel dan Iran bukan lagi bersifat regional. Anis Matta juga berpendapat bahwa ini adalah bagian dari proses perubahan tatanan dunia yang dampaknya sudah terasa hari ini. \n\nSituasi di Timur Tengah memberi dampak besar hingga Asia Pasifik, mulai harga minyak dan kurs mata uang.\n\nDi tengah ketegangan, kesepakatan AS-Iran yang terjalin, bak menanti langit cerah dalam awan kelam konflik geopolitik. \n\nKemudian, bagaimana posisi Indonesia?\n\n#Naratama #AmirSodikin #AnisMatta #PerjanjianDamai #KonflikAmerikaIran #AmerikaIran\n \nEksekutif Produser: Oky Ivans\nProduser: Rima Rismania\nAsisten Produser: Putri Aulia\nKreatif: Adam Aulia Manzal Khan\nPenata Kamera: M. Rizki Fauzan, Frederikus Tuto K. Soromaking, Putri Dewi Nawang Wulan\nPenyunting Gambar: Bagus Wahyudi\n\n*****\n\nAgar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari seluruh Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas.com. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas.com. \n\nFollow kami di media sosial: \nFacebook:   / kompascom  \nInstagram:   / kompascom  \nTwitter:   / kompascom  \nTiktok:   / kompascom", "post_id": "ePTRhEoq_ho"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 570.4612760604304, "y": 764.3388563823979, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ePTRhEoq_ho", "id": "kompascom", "source": "youtube-000001", "content": "Anis Matta: Tatanan Dunia Lama sudah Mati, Peran Indonesia Strategis\n\nBergabunglah sebagai channel member kami untuk mendapatkan video-video eksklusif. Klik link berikut ini:\n   /   \n\nKesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran membuka harapan bagi stabilitas dunia pasca tutupnya Selat Hormuz.\n\nWakil Menteri Luar Negeri RI Khusus Bidang Urusan Dunia Islam, Anis Matta, membeberkan lanskap geopolitik yang menuju perubahan. Konflik yang terjadi antara Amerika Serikat-Israel dan Iran bukan lagi bersifat regional. Anis Matta juga berpendapat bahwa ini adalah bagian dari proses perubahan tatanan dunia yang dampaknya sudah terasa hari ini. \n\nSituasi di Timur Tengah memberi dampak besar hingga Asia Pasifik, mulai harga minyak dan kurs mata uang.\n\nDi tengah ketegangan, kesepakatan AS-Iran yang terjalin, bak menanti langit cerah dalam awan kelam konflik geopolitik. \n\nKemudian, bagaimana posisi Indonesia?\n\n#Naratama #AmirSodikin #AnisMatta #PerjanjianDamai #KonflikAmerikaIran #AmerikaIran\n \nEksekutif Produser: Oky Ivans\nProduser: Rima Rismania\nAsisten Produser: Putri Aulia\nKreatif: Adam Aulia Manzal Khan\nPenata Kamera: M. Rizki Fauzan, Frederikus Tuto K. Soromaking, Putri Dewi Nawang Wulan\nPenyunting Gambar: Bagus Wahyudi\n\n*****\n\nAgar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari seluruh Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas.com. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas.com. \n\nFollow kami di media sosial: \nFacebook:   / kompascom  \nInstagram:   / kompascom  \nTwitter:   / kompascom  \nTiktok:   / kompascom", "post_id": "ePTRhEoq_ho"}}, {"key": "@TrendLabID", "attributes": {"label": "@TrendLabID", "x": 331.24354617886854, "y": 691.2011222088529, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "rolPKkebd4M", "id": "@TrendLabID", "source": "youtube-000001", "content": "Proyek KDM 2029: Mengapa Tender Jatuh ke Tangan Sama?\n\nProyek KDM 2029: Mengapa Tender Jatuh ke Tangan Sama? | Laporan Intelijen Data ‪‬ \nPerkembangan infrastruktur strategis menuju tahun 2029 menuntut pemahaman mendalam mengenai manajemen aset dan kebijakan anggaran publik. Ketika alokasi dana daerah digulirkan, pola distribusi proyek sering kali memperlihatkan kecenderungan yang seragam. Ini bukan sekadar masalah teknis pengadaan barang dan jasa, melainkan cerminan dari dinamika konsolidasi kapital di tingkat elite. Analisis terhadap dokumen pengadaan menunjukkan adanya kriteria kualifikasi yang sangat spesifik, yang secara natural membatasi jumlah partisipan pasar yang mampu bersaing. Fenomena ini memicu diskusi hangat di kalangan analis kebijakan publik mengenai efisiensi penyerapan anggaran fiskal dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi regional jangka panjang.\n\nDalam lanskap ekonomi politik kontemporer, keterkaitan antara pemegang kebijakan dan entitas korporasi besar membentuk sebuah ekosistem yang kompleks. Melalui pemetaan kekuatan (power mapping) yang objektif, kita dapat melihat bagaimana instrumen regulasi makro sering kali selaras dengan rencana ekspansi bisnis kelompok usaha tertentu. Stabilitas nasional menuju proyeksi 2029 membutuhkan kepastian hukum dan keberlanjutan pembangunan infrastruktur fisik. Oleh karena itu, penunjukan mitra strategis yang memiliki rekam jejak panjang sering kali dipandang oleh otoritas sebagai langkah mitigasi risiko kegagalan proyek, meskipun di sisi lain, hal ini menciptakan anomali kebijakan yang mereduksi iklim kompetisi yang sehat di sektor investasi daerah.\n\nProyek infrastruktur skala besar yang dikaitkan dengan figur kepemimpinan strategis seperti KDM selalu melibatkan instrumen finansial yang rumit, mulai dari skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) hingga sekuritisasi aset masa depan. Bagi para investor institusional, memahami pergerakan modal dalam lingkaran tender ini adalah kunci untuk membaca arah kebijakan moneter dan riil di tingkat domestik. Konsentrasi proyek pada segelintir korporasi raksasa secara tidak langsung memengaruhi volatilitas sektor konstruksi dan perbankan penyedia likuiditas. Artikel dan analisis ini membedah bagaimana manajemen risiko korporasi beradaptasi dengan preferensi politik lokal yang berdampak pada stabilitas makroekonomi secara nasional.\n\nMenjelang transisi kepemimpinan dan target pembangunan jangka panjang tahun 2029, setiap keputusan anggaran membawa bobot geopolitik domestik yang signifikan. Sentralisasi penyerapan proyek di satu tangan memunculkan pertanyaan mengenai desentralisasi ekonomi dan pemerataan kesejahteraan. Apakah pola ini merupakan prasyarat mutlak demi tercapainya efisiensi eksekusi di tengah ketidakpastian global, ataukah ini bentuk pengamanan logistik strategis jangka panjang? Dengan pendekatan yang dingin dan berbasis data finansial, kita mengeksplorasi bagaimana arsitektur kebijakan ini dirancang untuk menjaga keseimbangan kekuasaan sekaligus memastikan roda industrialisasi daerah tetap berputar sesuai target pertumbuhan nasional.\n\nStamptime:\n00:00 - Analisis Makro: Cetak Biru Infrastruktur Nasional 2029\n02:15 - Anatomi Pengadaan: Membaca Klausul Tender Berkinerja Tinggi\n04:30 - Power Mapping: Jaringan Korporasi dan Otoritas Publik\n06:45 - Anomali Kebijakan: Alasan Teknis di Balik Pemenang yang Sama\n09:15 - Manajemen Aset Daerah: Aliran Likuiditas Fiskal\n11:30 - Proyeksi KDM: Mitigasi Risiko Versus Efisiensi Pembangunan\n13:45 - Kesimpulan Eksekutif: Stabilitas Nasional dan Konsolidasi Kapital 2029\n\n#KDM #DediMulyadi #KepemimpinanStrategis #ElitePolitik #TokohNasional #KebijakanPublik #KonsolidasiKapital #InfrastrukturDaerah #AnggaranFiskal #RegulasiMakro #Proyeksi2029 #StabilitasNasional #AnalisisMakroekonomi #ManajemenAset #GeopolitikDomestik\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------\nAlgorithmc Integrity & Research Protocol:\nAnalisis & Riset: Team Trend Lab Indonesia\nMetodologi: Analisis Sentimen Digital & Social Media Mapping 2026\nSumber Data: Google Trends, Metadata Analysis, & Public Interaction Tracking\n\nEducation Shield (Disclaimer):\nVideo di channel ini diproduksi eksklusif untuk tujuan edukasi, analisis sosiologi mendalam, serta riset media digital. Trend Lab Indonesia beroperasi sebagai laboratorium data independen dan TIDAK BERAFILIASI dengan entitas politik, partai, atau tokoh publik manapun. Kami menggunakan pendekatan Data Science untuk membedah fenomena sosiopsikologi di Indonesia secara netral dan ilmiah.", "post_id": "rolPKkebd4M"}}, {"key": "TrendLabID", "attributes": {"label": "TrendLabID", "x": 223.56607468826405, "y": 248.59655919550693, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "rolPKkebd4M", "id": "TrendLabID", "source": "youtube-000001", "content": "Proyek KDM 2029: Mengapa Tender Jatuh ke Tangan Sama?\n\nProyek KDM 2029: Mengapa Tender Jatuh ke Tangan Sama? | Laporan Intelijen Data ‪‬ \nPerkembangan infrastruktur strategis menuju tahun 2029 menuntut pemahaman mendalam mengenai manajemen aset dan kebijakan anggaran publik. Ketika alokasi dana daerah digulirkan, pola distribusi proyek sering kali memperlihatkan kecenderungan yang seragam. Ini bukan sekadar masalah teknis pengadaan barang dan jasa, melainkan cerminan dari dinamika konsolidasi kapital di tingkat elite. Analisis terhadap dokumen pengadaan menunjukkan adanya kriteria kualifikasi yang sangat spesifik, yang secara natural membatasi jumlah partisipan pasar yang mampu bersaing. Fenomena ini memicu diskusi hangat di kalangan analis kebijakan publik mengenai efisiensi penyerapan anggaran fiskal dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi regional jangka panjang.\n\nDalam lanskap ekonomi politik kontemporer, keterkaitan antara pemegang kebijakan dan entitas korporasi besar membentuk sebuah ekosistem yang kompleks. Melalui pemetaan kekuatan (power mapping) yang objektif, kita dapat melihat bagaimana instrumen regulasi makro sering kali selaras dengan rencana ekspansi bisnis kelompok usaha tertentu. Stabilitas nasional menuju proyeksi 2029 membutuhkan kepastian hukum dan keberlanjutan pembangunan infrastruktur fisik. Oleh karena itu, penunjukan mitra strategis yang memiliki rekam jejak panjang sering kali dipandang oleh otoritas sebagai langkah mitigasi risiko kegagalan proyek, meskipun di sisi lain, hal ini menciptakan anomali kebijakan yang mereduksi iklim kompetisi yang sehat di sektor investasi daerah.\n\nProyek infrastruktur skala besar yang dikaitkan dengan figur kepemimpinan strategis seperti KDM selalu melibatkan instrumen finansial yang rumit, mulai dari skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) hingga sekuritisasi aset masa depan. Bagi para investor institusional, memahami pergerakan modal dalam lingkaran tender ini adalah kunci untuk membaca arah kebijakan moneter dan riil di tingkat domestik. Konsentrasi proyek pada segelintir korporasi raksasa secara tidak langsung memengaruhi volatilitas sektor konstruksi dan perbankan penyedia likuiditas. Artikel dan analisis ini membedah bagaimana manajemen risiko korporasi beradaptasi dengan preferensi politik lokal yang berdampak pada stabilitas makroekonomi secara nasional.\n\nMenjelang transisi kepemimpinan dan target pembangunan jangka panjang tahun 2029, setiap keputusan anggaran membawa bobot geopolitik domestik yang signifikan. Sentralisasi penyerapan proyek di satu tangan memunculkan pertanyaan mengenai desentralisasi ekonomi dan pemerataan kesejahteraan. Apakah pola ini merupakan prasyarat mutlak demi tercapainya efisiensi eksekusi di tengah ketidakpastian global, ataukah ini bentuk pengamanan logistik strategis jangka panjang? Dengan pendekatan yang dingin dan berbasis data finansial, kita mengeksplorasi bagaimana arsitektur kebijakan ini dirancang untuk menjaga keseimbangan kekuasaan sekaligus memastikan roda industrialisasi daerah tetap berputar sesuai target pertumbuhan nasional.\n\nStamptime:\n00:00 - Analisis Makro: Cetak Biru Infrastruktur Nasional 2029\n02:15 - Anatomi Pengadaan: Membaca Klausul Tender Berkinerja Tinggi\n04:30 - Power Mapping: Jaringan Korporasi dan Otoritas Publik\n06:45 - Anomali Kebijakan: Alasan Teknis di Balik Pemenang yang Sama\n09:15 - Manajemen Aset Daerah: Aliran Likuiditas Fiskal\n11:30 - Proyeksi KDM: Mitigasi Risiko Versus Efisiensi Pembangunan\n13:45 - Kesimpulan Eksekutif: Stabilitas Nasional dan Konsolidasi Kapital 2029\n\n#KDM #DediMulyadi #KepemimpinanStrategis #ElitePolitik #TokohNasional #KebijakanPublik #KonsolidasiKapital #InfrastrukturDaerah #AnggaranFiskal #RegulasiMakro #Proyeksi2029 #StabilitasNasional #AnalisisMakroekonomi #ManajemenAset #GeopolitikDomestik\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------\nAlgorithmc Integrity & Research Protocol:\nAnalisis & Riset: Team Trend Lab Indonesia\nMetodologi: Analisis Sentimen Digital & Social Media Mapping 2026\nSumber Data: Google Trends, Metadata Analysis, & Public Interaction Tracking\n\nEducation Shield (Disclaimer):\nVideo di channel ini diproduksi eksklusif untuk tujuan edukasi, analisis sosiologi mendalam, serta riset media digital. Trend Lab Indonesia beroperasi sebagai laboratorium data independen dan TIDAK BERAFILIASI dengan entitas politik, partai, atau tokoh publik manapun. Kami menggunakan pendekatan Data Science untuk membedah fenomena sosiopsikologi di Indonesia secara netral dan ilmiah.", "post_id": "rolPKkebd4M"}}, {"key": "@NDTVProfitIndia", "attributes": {"label": "@NDTVProfitIndia", "x": 145.65738458644094, "y": 138.03198550995498, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "nnRTqMbTZ40", "id": "@NDTVProfitIndia", "source": "youtube-000001", "content": "Iran Lepaskan ‘Tembakan Peringatan’ ke Kapal di Dekat Selat Hormuz | Eskalasi Baru Guncang Pelaya...\n\nIran dilaporkan telah melepaskan tembakan peringatan ke beberapa kapal yang mencoba melewati Selat Hormuz yang sangat penting secara strategis, yang semakin meningkatkan ketegangan di salah satu koridor energi terpenting di dunia.\n\nMenurut laporan, pasukan Iran memperingatkan kapal-kapal yang beroperasi di dekat jalur air tersebut sebelum melepaskan tembakan peringatan, memaksa kapal-kapal untuk mengubah haluan dan meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pengiriman global.\n\nSelat Hormuz menangani sebagian besar perdagangan minyak dan LNG dunia, sehingga aktivitas militer apa pun di wilayah tersebut menjadi perhatian utama bagi pasar energi, perdagangan global, dan stabilitas geopolitik.\n\nAkankah ini memicu krisis maritim yang lebih luas? Apa artinya bagi harga minyak, rute pengiriman, dan konfrontasi AS-Iran yang lebih luas?\n\n#Iran #SelatHormuz #BeritaTerbaru #TimurTengah #HargaMinyak #BeritaDunia #PerdaganganGlobal #KrisisPerkapalan #BeritaIran #Geopolitik #ASIran #MinyakMentah #KrisisEnergi #SelatHormuz #PasarGlobal\n\nProduser: Jinto Joy\n\nUntuk video lainnya, berlangganan saluran kami:    /   \nKunjungi NDTV Profit untuk berita lainnya: https://www.ndtvprofit.com/\nJangan memasuki pasar saham tanpa pengetahuan. Baca semua Laporan Penelitian di sini: https://www.ndtvprofit.com/research-r...\n\nIkuti NDTV Profit di sini\nTwitter:   / ndtvprofitindia   ,   / ndtvprofit  \nLinkedIn:   / ndtvprofit  \nInstagram:   / ndtvprofit  \nFacebook:   / ndtvprofit", "post_id": "nnRTqMbTZ40"}}, {"key": "ndtvprofitindia", "attributes": {"label": "ndtvprofitindia", "x": 50.75345367267525, "y": 930.7179977590338, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "nnRTqMbTZ40", "id": "ndtvprofitindia", "source": "youtube-000001", "content": "Iran Lepaskan ‘Tembakan Peringatan’ ke Kapal di Dekat Selat Hormuz | Eskalasi Baru Guncang Pelaya...\n\nIran dilaporkan telah melepaskan tembakan peringatan ke beberapa kapal yang mencoba melewati Selat Hormuz yang sangat penting secara strategis, yang semakin meningkatkan ketegangan di salah satu koridor energi terpenting di dunia.\n\nMenurut laporan, pasukan Iran memperingatkan kapal-kapal yang beroperasi di dekat jalur air tersebut sebelum melepaskan tembakan peringatan, memaksa kapal-kapal untuk mengubah haluan dan meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pengiriman global.\n\nSelat Hormuz menangani sebagian besar perdagangan minyak dan LNG dunia, sehingga aktivitas militer apa pun di wilayah tersebut menjadi perhatian utama bagi pasar energi, perdagangan global, dan stabilitas geopolitik.\n\nAkankah ini memicu krisis maritim yang lebih luas? Apa artinya bagi harga minyak, rute pengiriman, dan konfrontasi AS-Iran yang lebih luas?\n\n#Iran #SelatHormuz #BeritaTerbaru #TimurTengah #HargaMinyak #BeritaDunia #PerdaganganGlobal #KrisisPerkapalan #BeritaIran #Geopolitik #ASIran #MinyakMentah #KrisisEnergi #SelatHormuz #PasarGlobal\n\nProduser: Jinto Joy\n\nUntuk video lainnya, berlangganan saluran kami:    /   \nKunjungi NDTV Profit untuk berita lainnya: https://www.ndtvprofit.com/\nJangan memasuki pasar saham tanpa pengetahuan. Baca semua Laporan Penelitian di sini: https://www.ndtvprofit.com/research-r...\n\nIkuti NDTV Profit di sini\nTwitter:   / ndtvprofitindia   ,   / ndtvprofit  \nLinkedIn:   / ndtvprofit  \nInstagram:   / ndtvprofit  \nFacebook:   / ndtvprofit", "post_id": "nnRTqMbTZ40"}}, {"key": "@全球大視野Global_Vision", "attributes": {"label": "@全球大視野Global_Vision", "x": 221.67721532413697, "y": 223.19452225203727, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ku4nHi10WB4", "id": "@全球大視野Global_Vision", "source": "youtube-000001", "content": "Apakah ketertarikan Generasi Z terhadap Tiongkok merupakan tanda kemarahan terhadap Barat?! Keter...\n\nVideo asli:    • Why Gen-Z Loves China   Saluran: Living Ironically in Europe \n\nVideo ini mendukung berbagai bahasa audio. Gunakan pengaturan YouTube ⚙️ untuk memilih bahasa pilihan Anda.\n\nVideo ini menerjemahkan dan merangkum fenomena meningkatnya ketertarikan Generasi Z terhadap Tiongkok, meliputi pengaruh kekecewaan geopolitik, daya tarik stabilitas yang dirasakan, dan peran kekuatan lunak dalam membentuk persepsi global.\n\n00:00 Kebangkitan Ketertarikan Generasi Z pada Tiongkok\n01:33 Kekecewaan Geopolitik dan Kemunafikan Barat\n03:25 Daya Tarik Stabilitas Otoriter\n04:15 Pergeseran Ekonomi dan Kebangkitan Konsumerisme Tiongkok\n05:15 TikTok sebagai Alat Proyeksi Kekuatan Lunak\n07:17 Perjuangan Bersama dan Realitas Pemuda Modern\n\nVideo ini menerjemahkan dan merangkum ketertarikan Generasi Z yang semakin meningkat terhadap Tiongkok, meliputi kekecewaan geopolitik, kerinduan akan sistem yang stabil, dan bagaimana kekuatan lunak membentuk kembali persepsi global.\n\n00:00 Mengapa Generasi Z tiba-tiba menunjukkan minat yang begitu kuat pada Tiongkok?\n\n01:33 Standar ganda geopolitik Barat menyebabkan kekecewaan terhadap nilai-nilai demokrasi di kalangan generasi muda.\n\n03:25 Efisiensi administratif sistem otoriter menjadi solusi alternatif untuk krisis modern.\n\n04:15 Kebangkitan pesat e-commerce Tiongkok menaklukkan konsumen muda dengan rasio harga-kinerja yang tinggi.\n\n05:15 TikTok menjadi senjata kekuatan lunak, dengan cermat membentuk citra modern Tiongkok.\n\n07:17 Di balik fasad yang glamor, kaum muda Tiongkok juga menghadapi dilema rasa puas diri dan pengangguran.\n\n#China #USA #GenerasiZ #TikTok #Israel #Gaza #KekuatanLunak #Ideologi #Geopolitik #KreditSosial #Kenyamanan #BeltAndRoad #ManipulasiMedia #MediaSosial #Algoritma #EksporBudaya #Kapitalisme #Globalisasi #Sensor #HubunganAS-China #China #USA #GenZ #TikTok #Israel #Gaza #KekuatanLunak #Ideologi #Geopolitik #KreditSosial #TangPing #BeltandRoad #BiasMedia #MediaSosial #Algoritma #EksporBudaya #Kapitalisme #Globalisasi #Sensor #HubunganAS-China\n\n🌞Perkemahan Musim Panas Luar Biasa 2026 untuk Penyiar Berita Muda CTi - Daftar di sini 👉https://pse.is/AR614c\n\n📣Dukung berita internasional berkualitas, bergabunglah dengan keanggotaan CTi TV 👉https://reurl.cc/pgZL9d\n\n☀️ \"Global Vision\" melaporkan peristiwa berita internasional, menyediakan liputan langsung dari sumber terpercaya, dan dipercaya oleh masyarakat Tionghoa di seluruh dunia!\n\n\"Global Vision\" tayang perdana Senin hingga Jumat pukul 23:00\n\n\"Global Gossip\" tayang perdana Senin hingga Jumat pukul 16:00\n\n\"Advancing to Strategic Heights\" tayang perdana Sabtu pukul 21:00\n\n\"International Straight-Talk Showdown\" tayang perdana Minggu pukul 21:00\n\n✨Harga diskon eksklusif: Masukkan kode 【cti888】✨\n\n【618 Shopping Spree】Dapatkan 1500 RMB dengan pembelian yang memenuhi syarat: https://pse.is/AR621c\n\n【618 Sleep Aid】Beli 8 probiotik dan dapatkan hadiah 1000 RMB: https://pse.is/AR624c [618 Anti-Aging Skin KS] Beli satu set KS dengan harga di bawah 3000: https://pse.is/AR627c\n\n[618 Vitality Collagen] Beli Kolagen dan dapatkan hadiah bonus 2099+: https://pse.is/AR625c\n\n[618 Lactoferrin] Lactoferrin waktu terbatas ↘Diskon 70%: https://pse.is/AR630c\n\n[618 Super Hydrating] KS Aloe Vera botol tunggal diskon 60%: https://pse.is/AR628c\n\n[618 Tabir Surya Berkinerja Tinggi] Bonus KS Tabir Surya 3 Gratis 1: https://pse.is/AR629c\n\n[618 Tali Gantungan Praktis] Tali gantungan serbaguna langsung diskon 168: https://pse.is/AR638c\n\n[618 Zhongtian Tianchuang] Tas ransel perjalanan diskon 60%: https://pse.is/AR637c\n\n【618 Kaos Putih Bergaya】Kaos putih serbaguna diskon 70%: https://pse.is/AR637c\n\n【Susu Want Want 618】Diskon 20% untuk protein berkualitas tinggi: https://pse.is/AR639c\n\n【Suplemen Minyak Ikan 618】Minyak ikan premium Norwegia diskon 20%+: https://pse.is/AR527c\n\n【Foto Toko Anchor】Bingkai foto kreatif bertema Anchor: https://pse.is/AR513c\n\n【Kalender Meja Anchor + Foto Toko】Kumpulkan foto-foto Anchor yang indah sekaligus: https://pse.is/AR517c\n\n【Perlindungan Aman】Zona Khusus Dewa Air Want Want: https://bit.ly/AR274c\n\n💵Sponsor online oleh CTiTV👉https://bit.ly/ctidonate (Green World Financial Services/Kartu Kredit dan ATM Diterima)\n\n💵Sponsor Langsung oleh CTI Television 👉 Cabang Chang Hwa Bank Taipei: 009-5012 Nomor Rekening: 50128688988600 Nama Rekening: CTI Television Co., Ltd.\n\n🏧ATM: CHANG HWA COMMERCIAL BANK CABANG TAIPEI (CCBCTWTP501)\n\n🏦NOMOR REKENING: 50128688988600 NAMA REKENING: CTI TELEVISION INCORPORATION\n\n⚠️Pembagian atau penautan konten ini tanpa izin untuk tujuan komersial dilarang.\n\n⚠️Penyalinan dan penggunaan tanpa izin untuk pengembangan dan pemanfaatan kecerdasan buatan dilarang keras.\n\n⚠️Persetujuan tertulis sebelumnya diperlukan untuk penggunaan komersial apa pun.\n\n【Aturan Ruang Obrolan Zhongtian】Selamat datang untuk meninggalkan komentar dan berinteraksi. Harap hormati pendapat semua orang, bicaralah secara rasional, dan patuhi aturan ini. Pelanggar akan dihapus komentarnya...", "post_id": "ku4nHi10WB4"}}, {"key": "LivingIronicallyinEurope", "attributes": {"label": "LivingIronicallyinEurope", "x": 703.0093841215878, "y": 583.1795614628169, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ku4nHi10WB4", "id": "LivingIronicallyinEurope", "source": "youtube-000001", "content": "Apakah ketertarikan Generasi Z terhadap Tiongkok merupakan tanda kemarahan terhadap Barat?! Keter...\n\nVideo asli:    • Why Gen-Z Loves China   Saluran: Living Ironically in Europe \n\nVideo ini mendukung berbagai bahasa audio. Gunakan pengaturan YouTube ⚙️ untuk memilih bahasa pilihan Anda.\n\nVideo ini menerjemahkan dan merangkum fenomena meningkatnya ketertarikan Generasi Z terhadap Tiongkok, meliputi pengaruh kekecewaan geopolitik, daya tarik stabilitas yang dirasakan, dan peran kekuatan lunak dalam membentuk persepsi global.\n\n00:00 Kebangkitan Ketertarikan Generasi Z pada Tiongkok\n01:33 Kekecewaan Geopolitik dan Kemunafikan Barat\n03:25 Daya Tarik Stabilitas Otoriter\n04:15 Pergeseran Ekonomi dan Kebangkitan Konsumerisme Tiongkok\n05:15 TikTok sebagai Alat Proyeksi Kekuatan Lunak\n07:17 Perjuangan Bersama dan Realitas Pemuda Modern\n\nVideo ini menerjemahkan dan merangkum ketertarikan Generasi Z yang semakin meningkat terhadap Tiongkok, meliputi kekecewaan geopolitik, kerinduan akan sistem yang stabil, dan bagaimana kekuatan lunak membentuk kembali persepsi global.\n\n00:00 Mengapa Generasi Z tiba-tiba menunjukkan minat yang begitu kuat pada Tiongkok?\n\n01:33 Standar ganda geopolitik Barat menyebabkan kekecewaan terhadap nilai-nilai demokrasi di kalangan generasi muda.\n\n03:25 Efisiensi administratif sistem otoriter menjadi solusi alternatif untuk krisis modern.\n\n04:15 Kebangkitan pesat e-commerce Tiongkok menaklukkan konsumen muda dengan rasio harga-kinerja yang tinggi.\n\n05:15 TikTok menjadi senjata kekuatan lunak, dengan cermat membentuk citra modern Tiongkok.\n\n07:17 Di balik fasad yang glamor, kaum muda Tiongkok juga menghadapi dilema rasa puas diri dan pengangguran.\n\n#China #USA #GenerasiZ #TikTok #Israel #Gaza #KekuatanLunak #Ideologi #Geopolitik #KreditSosial #Kenyamanan #BeltAndRoad #ManipulasiMedia #MediaSosial #Algoritma #EksporBudaya #Kapitalisme #Globalisasi #Sensor #HubunganAS-China #China #USA #GenZ #TikTok #Israel #Gaza #KekuatanLunak #Ideologi #Geopolitik #KreditSosial #TangPing #BeltandRoad #BiasMedia #MediaSosial #Algoritma #EksporBudaya #Kapitalisme #Globalisasi #Sensor #HubunganAS-China\n\n🌞Perkemahan Musim Panas Luar Biasa 2026 untuk Penyiar Berita Muda CTi - Daftar di sini 👉https://pse.is/AR614c\n\n📣Dukung berita internasional berkualitas, bergabunglah dengan keanggotaan CTi TV 👉https://reurl.cc/pgZL9d\n\n☀️ \"Global Vision\" melaporkan peristiwa berita internasional, menyediakan liputan langsung dari sumber terpercaya, dan dipercaya oleh masyarakat Tionghoa di seluruh dunia!\n\n\"Global Vision\" tayang perdana Senin hingga Jumat pukul 23:00\n\n\"Global Gossip\" tayang perdana Senin hingga Jumat pukul 16:00\n\n\"Advancing to Strategic Heights\" tayang perdana Sabtu pukul 21:00\n\n\"International Straight-Talk Showdown\" tayang perdana Minggu pukul 21:00\n\n✨Harga diskon eksklusif: Masukkan kode 【cti888】✨\n\n【618 Shopping Spree】Dapatkan 1500 RMB dengan pembelian yang memenuhi syarat: https://pse.is/AR621c\n\n【618 Sleep Aid】Beli 8 probiotik dan dapatkan hadiah 1000 RMB: https://pse.is/AR624c [618 Anti-Aging Skin KS] Beli satu set KS dengan harga di bawah 3000: https://pse.is/AR627c\n\n[618 Vitality Collagen] Beli Kolagen dan dapatkan hadiah bonus 2099+: https://pse.is/AR625c\n\n[618 Lactoferrin] Lactoferrin waktu terbatas ↘Diskon 70%: https://pse.is/AR630c\n\n[618 Super Hydrating] KS Aloe Vera botol tunggal diskon 60%: https://pse.is/AR628c\n\n[618 Tabir Surya Berkinerja Tinggi] Bonus KS Tabir Surya 3 Gratis 1: https://pse.is/AR629c\n\n[618 Tali Gantungan Praktis] Tali gantungan serbaguna langsung diskon 168: https://pse.is/AR638c\n\n[618 Zhongtian Tianchuang] Tas ransel perjalanan diskon 60%: https://pse.is/AR637c\n\n【618 Kaos Putih Bergaya】Kaos putih serbaguna diskon 70%: https://pse.is/AR637c\n\n【Susu Want Want 618】Diskon 20% untuk protein berkualitas tinggi: https://pse.is/AR639c\n\n【Suplemen Minyak Ikan 618】Minyak ikan premium Norwegia diskon 20%+: https://pse.is/AR527c\n\n【Foto Toko Anchor】Bingkai foto kreatif bertema Anchor: https://pse.is/AR513c\n\n【Kalender Meja Anchor + Foto Toko】Kumpulkan foto-foto Anchor yang indah sekaligus: https://pse.is/AR517c\n\n【Perlindungan Aman】Zona Khusus Dewa Air Want Want: https://bit.ly/AR274c\n\n💵Sponsor online oleh CTiTV👉https://bit.ly/ctidonate (Green World Financial Services/Kartu Kredit dan ATM Diterima)\n\n💵Sponsor Langsung oleh CTI Television 👉 Cabang Chang Hwa Bank Taipei: 009-5012 Nomor Rekening: 50128688988600 Nama Rekening: CTI Television Co., Ltd.\n\n🏧ATM: CHANG HWA COMMERCIAL BANK CABANG TAIPEI (CCBCTWTP501)\n\n🏦NOMOR REKENING: 50128688988600 NAMA REKENING: CTI TELEVISION INCORPORATION\n\n⚠️Pembagian atau penautan konten ini tanpa izin untuk tujuan komersial dilarang.\n\n⚠️Penyalinan dan penggunaan tanpa izin untuk pengembangan dan pemanfaatan kecerdasan buatan dilarang keras.\n\n⚠️Persetujuan tertulis sebelumnya diperlukan untuk penggunaan komersial apa pun.\n\n【Aturan Ruang Obrolan Zhongtian】Selamat datang untuk meninggalkan komentar dan berinteraksi. Harap hormati pendapat semua orang, bicaralah secara rasional, dan patuhi aturan ini. Pelanggar akan dihapus komentarnya...", "post_id": "ku4nHi10WB4"}}, {"key": "@ETNow", "attributes": {"label": "@ETNow", "x": 474.0826946833826, "y": 941.0973696862928, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "t81p4YLYoHs", "id": "@ETNow", "source": "youtube-000001", "content": "Nifty Tembus 24.000! Reli Bank Dorong Lonjakan Pasar di Hari Senin, Apa Penyebabnya?\n\nPasar saham India menutup sesi Senin dengan catatan positif karena NIFTY 50 melampaui angka 24.000, sementara BSE SENSEX naik lebih dari 300 poin, menandai terobosan yang jelas dari konsolidasi baru-baru ini.\n\nReli dipimpin oleh pembelian kuat pada saham-saham perbankan termasuk HDFC Bank, ICICI Bank, dan bank-bank BUMN, dengan Bank Nifty melonjak lebih dari 2,5%. Pasar yang lebih luas termasuk saham-saham berkapitalisasi menengah dan kecil juga berkinerja lebih baik.\n\nAksi sektoral didorong oleh saham-saham kereta api, perusahaan pemasaran minyak, perusahaan properti, dan beberapa saham farmasi dan otomotif setelah laporan pendapatan yang kuat, arus masuk pesanan, dan isyarat geopolitik.\n\nSaksikan rangkuman pasar lengkap untuk mengetahui pergerakan saham utama, tren sektor, dan apa yang mendorong terobosan di atas 24.000.\n\n\n#etnow #beritabisnis #nifty50 #sensex #pasarsaham #banknifty #dalalstreet #hdfcbank #icicibank #psubanks #marketrally #pasarsaham\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "t81p4YLYoHs"}}, {"key": "etnow", "attributes": {"label": "etnow", "x": 859.5204403844709, "y": 80.27382515089376, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "t81p4YLYoHs", "id": "etnow", "source": "youtube-000001", "content": "Nifty Tembus 24.000! Reli Bank Dorong Lonjakan Pasar di Hari Senin, Apa Penyebabnya?\n\nPasar saham India menutup sesi Senin dengan catatan positif karena NIFTY 50 melampaui angka 24.000, sementara BSE SENSEX naik lebih dari 300 poin, menandai terobosan yang jelas dari konsolidasi baru-baru ini.\n\nReli dipimpin oleh pembelian kuat pada saham-saham perbankan termasuk HDFC Bank, ICICI Bank, dan bank-bank BUMN, dengan Bank Nifty melonjak lebih dari 2,5%. Pasar yang lebih luas termasuk saham-saham berkapitalisasi menengah dan kecil juga berkinerja lebih baik.\n\nAksi sektoral didorong oleh saham-saham kereta api, perusahaan pemasaran minyak, perusahaan properti, dan beberapa saham farmasi dan otomotif setelah laporan pendapatan yang kuat, arus masuk pesanan, dan isyarat geopolitik.\n\nSaksikan rangkuman pasar lengkap untuk mengetahui pergerakan saham utama, tren sektor, dan apa yang mendorong terobosan di atas 24.000.\n\n\n#etnow #beritabisnis #nifty50 #sensex #pasarsaham #banknifty #dalalstreet #hdfcbank #icicibank #psubanks #marketrally #pasarsaham\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "t81p4YLYoHs"}}, {"key": "@RTVMalacanang", "attributes": {"label": "@RTVMalacanang", "x": 83.64403069267034, "y": 372.2202232541657, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Fox4O5gFHAU", "id": "@RTVMalacanang", "source": "youtube-000001", "content": "Pertemuan dengan Liga Persahabatan Parlementer Jepang-Filipina (Sambutan Lengkap) 27/5/2026\n\nTokyo, Jepang\n27 Mei 2026\n\nPresiden Ferdinand R. Marcos Jr. menggarisbawahi persahabatan yang abadi dan kemitraan strategis yang berkembang antara Filipina dan Jepang selama pertemuannya dengan Liga Persahabatan Parlemen Jepang-Filipina (JPPFL) di Tokyo.\n\nSaat kedua negara memperingati ulang tahun ke-70 normalisasi hubungan diplomatik, Presiden menekankan bahwa tonggak sejarah ini tidak hanya mencerminkan kerja sama selama beberapa dekade tetapi juga kepercayaan yang mendalam, rekonsiliasi, dan tujuan bersama yang terus memperkuat hubungan bilateral. Beliau menyampaikan apresiasi atas dukungan teguh JPPFL dalam memajukan hubungan Filipina-Jepang melalui keterlibatan dan kerja sama parlemen.\n\nDalam sambutannya, Presiden Marcos Jr. menekankan pentingnya kemitraan yang terpercaya di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasokan, dan tantangan terhadap tatanan internasional berbasis aturan. Beliau mencatat bahwa Filipina dan Jepang sedang bergerak menuju peningkatan hubungan mereka ke Kemitraan Strategis Komprehensif — tingkatan tertinggi dalam kerangka diplomatik Filipina — yang berlandaskan nilai-nilai bersama, saling menghormati, dan kepatuhan terhadap hukum internasional. Kepala Eksekutif juga menyambut baik peran proaktif Jepang dalam mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Indo-Pasifik, khususnya melalui upaya untuk memperkuat keamanan regional, ketahanan ekonomi, inovasi teknologi, dan kerja sama yang berpusat pada Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).\n\nIa lebih lanjut menekankan pentingnya memperdalam kerja sama pertahanan, maritim, dan ekonomi antara kedua negara, dengan menyebutkan perjanjian seperti Perjanjian Akses Timbal Balik (RAA) dan Perjanjian Akuisisi dan Layanan Lintas (ACSA), serta dukungan Bantuan Keamanan Resmi (OSA) Jepang yang berkelanjutan untuk Filipina. Ia mengakui Jepang sebagai salah satu mitra terpenting negara tersebut dalam perdagangan, investasi, dan bantuan pembangunan, dan menyatakan optimisme tentang perluasan kolaborasi di bidang-bidang baru seperti energi bersih, transformasi digital, kecerdasan buatan (AI), mineral penting, dan kerja sama ruang angkasa.\n\n“Filipina dan Jepang menunjukkan bahwa persahabatan mereka tetap teguh di saat-saat terpenting dengan saling mendukung di masa bencana dan krisis… Saat kita menghadapi perubahan arus, persahabatan antara Filipina dan Jepang terus berkembang dan semakin kuat, dan kami berharap dapat bekerja sama dengan JPPFL untuk membawanya ke tingkat yang lebih tinggi lagi,” kata Presiden Marcos Jr. dalam pesannya.\n\nTerhubung dengan RTVM\n\nSitus web: http://rtvm.gov.ph\nFacebook: www.facebook.com/presidentialcom dan www.facebook.com/rtvmalacanang\nYouTube: \nTiktok:", "post_id": "Fox4O5gFHAU"}}, {"key": "RTVMalacanang", "attributes": {"label": "RTVMalacanang", "x": 755.408998831832, "y": 738.5491771696284, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.847, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Fox4O5gFHAU", "id": "RTVMalacanang", "source": "youtube-000001", "content": "Pertemuan dengan Liga Persahabatan Parlementer Jepang-Filipina (Sambutan Lengkap) 27/5/2026\n\nTokyo, Jepang\n27 Mei 2026\n\nPresiden Ferdinand R. Marcos Jr. menggarisbawahi persahabatan yang abadi dan kemitraan strategis yang berkembang antara Filipina dan Jepang selama pertemuannya dengan Liga Persahabatan Parlemen Jepang-Filipina (JPPFL) di Tokyo.\n\nSaat kedua negara memperingati ulang tahun ke-70 normalisasi hubungan diplomatik, Presiden menekankan bahwa tonggak sejarah ini tidak hanya mencerminkan kerja sama selama beberapa dekade tetapi juga kepercayaan yang mendalam, rekonsiliasi, dan tujuan bersama yang terus memperkuat hubungan bilateral. Beliau menyampaikan apresiasi atas dukungan teguh JPPFL dalam memajukan hubungan Filipina-Jepang melalui keterlibatan dan kerja sama parlemen.\n\nDalam sambutannya, Presiden Marcos Jr. menekankan pentingnya kemitraan yang terpercaya di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasokan, dan tantangan terhadap tatanan internasional berbasis aturan. Beliau mencatat bahwa Filipina dan Jepang sedang bergerak menuju peningkatan hubungan mereka ke Kemitraan Strategis Komprehensif — tingkatan tertinggi dalam kerangka diplomatik Filipina — yang berlandaskan nilai-nilai bersama, saling menghormati, dan kepatuhan terhadap hukum internasional. Kepala Eksekutif juga menyambut baik peran proaktif Jepang dalam mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Indo-Pasifik, khususnya melalui upaya untuk memperkuat keamanan regional, ketahanan ekonomi, inovasi teknologi, dan kerja sama yang berpusat pada Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).\n\nIa lebih lanjut menekankan pentingnya memperdalam kerja sama pertahanan, maritim, dan ekonomi antara kedua negara, dengan menyebutkan perjanjian seperti Perjanjian Akses Timbal Balik (RAA) dan Perjanjian Akuisisi dan Layanan Lintas (ACSA), serta dukungan Bantuan Keamanan Resmi (OSA) Jepang yang berkelanjutan untuk Filipina. Ia mengakui Jepang sebagai salah satu mitra terpenting negara tersebut dalam perdagangan, investasi, dan bantuan pembangunan, dan menyatakan optimisme tentang perluasan kolaborasi di bidang-bidang baru seperti energi bersih, transformasi digital, kecerdasan buatan (AI), mineral penting, dan kerja sama ruang angkasa.\n\n“Filipina dan Jepang menunjukkan bahwa persahabatan mereka tetap teguh di saat-saat terpenting dengan saling mendukung di masa bencana dan krisis… Saat kita menghadapi perubahan arus, persahabatan antara Filipina dan Jepang terus berkembang dan semakin kuat, dan kami berharap dapat bekerja sama dengan JPPFL untuk membawanya ke tingkat yang lebih tinggi lagi,” kata Presiden Marcos Jr. dalam pesannya.\n\nTerhubung dengan RTVM\n\nSitus web: http://rtvm.gov.ph\nFacebook: www.facebook.com/presidentialcom dan www.facebook.com/rtvmalacanang\nYouTube: \nTiktok:", "post_id": "Fox4O5gFHAU"}}, {"key": "@in-trik", "attributes": {"label": "@in-trik", "x": 535.82268514341, "y": 433.96909606048564, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "jDR4H9g4r84", "id": "@in-trik", "source": "youtube-000001", "content": "PUBLIK DIBOHONGI? Rencana Netanyahu Gagal, Kondisi Israel Pasca Serangan Iran-Hizbullah Lebih Parah\n\n#intrik #israel #iran #netanyahu #geopolitik #mossad #idf #hizbullah \n\nApa yang sebenarnya terjadi di dalam lingkaran keamanan Israel saat ini? Selama ini, narasi yang muncul di permukaan tampak terkendali, namun kenyataannya jauh lebih kompleks. Video ini membongkar situasi terkini Israel pasca serangan rudal Iran dan proksinya yang jarang tersorot media arus utama.\n\nKita akan membahas benturan strategi yang belum pernah terjadi sebelumnya antara IDF (Militer) dan Mossad (Intelijen). Di saat militer ingin membatasi skala perang, Mossad justru mendorong langkah yang jauh lebih ekstrem. Mengapa Netanyahu mulai panik dengan bocornya informasi mengenai kerusakan fasilitas vital dari Haifa hingga Tel Aviv?\n\nJangan lupa untuk LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE ke  untuk update situasi geopolitik paling tajam lainnya!\n--------------------------------------------------------------\n00:00 - Intro: Rahasia di Balik Serangan Balasan Israel \n00:17 - Pecah! Benturan Strategi IDF vs Mossad \n01:02 - Misi Rahasia Mossad Menjatuhkan Rezim Teheran \n01:47 - Sensor Informasi: Fakta yang Disaring dari Publik \n02:47 - Demonstrasi Tel Aviv: Rakyat Mulai Marah pada Netanyahu \n03:39 - Infrastruktur Vital yang Menjadi Target Rudal Presisi \n04:12 - Kerusakan Fasilitas Komunikasi Satelit di Wadi Ayala \n04:51 - Kilang Minyak Haifa & Krisis Energi Israel \n06:08 - Dampak Psikologis: Ribuan Rumah di Tel Aviv Rusak \n06:51 - Kegagalan Strategis? Kritik Tajam Yair Lapid \n07:27 - Beban Ekonomi: Puluhan Miliar Dolar Hilang Akibat Perang \n08:22 - Israel Terisolasi? Tekanan Keras dari Negara-Negara Eropa \n09:35 - Kesimpulan: Seberapa Lama Stabilitas Israel Bisa Bertahan?\n--------------------------------------------------------------\nFollow kami juga disini:\n👉 Facebook : https://www.facebook.com/\n👉 Twitter : https://twitter.com/\n---------------------------------------------------------------\n\nFor copyright matters please contact us at: \nadv.daftarpopuler\n\nDisclaimer - Some contents are used for educational purpose under fair use. Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.", "post_id": "jDR4H9g4r84"}}, {"key": "InTrik", "attributes": {"label": "InTrik", "x": 190.2204268004699, "y": 555.7780817858853, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "jDR4H9g4r84", "id": "InTrik", "source": "youtube-000001", "content": "PUBLIK DIBOHONGI? Rencana Netanyahu Gagal, Kondisi Israel Pasca Serangan Iran-Hizbullah Lebih Parah\n\n#intrik #israel #iran #netanyahu #geopolitik #mossad #idf #hizbullah \n\nApa yang sebenarnya terjadi di dalam lingkaran keamanan Israel saat ini? Selama ini, narasi yang muncul di permukaan tampak terkendali, namun kenyataannya jauh lebih kompleks. Video ini membongkar situasi terkini Israel pasca serangan rudal Iran dan proksinya yang jarang tersorot media arus utama.\n\nKita akan membahas benturan strategi yang belum pernah terjadi sebelumnya antara IDF (Militer) dan Mossad (Intelijen). Di saat militer ingin membatasi skala perang, Mossad justru mendorong langkah yang jauh lebih ekstrem. Mengapa Netanyahu mulai panik dengan bocornya informasi mengenai kerusakan fasilitas vital dari Haifa hingga Tel Aviv?\n\nJangan lupa untuk LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE ke  untuk update situasi geopolitik paling tajam lainnya!\n--------------------------------------------------------------\n00:00 - Intro: Rahasia di Balik Serangan Balasan Israel \n00:17 - Pecah! Benturan Strategi IDF vs Mossad \n01:02 - Misi Rahasia Mossad Menjatuhkan Rezim Teheran \n01:47 - Sensor Informasi: Fakta yang Disaring dari Publik \n02:47 - Demonstrasi Tel Aviv: Rakyat Mulai Marah pada Netanyahu \n03:39 - Infrastruktur Vital yang Menjadi Target Rudal Presisi \n04:12 - Kerusakan Fasilitas Komunikasi Satelit di Wadi Ayala \n04:51 - Kilang Minyak Haifa & Krisis Energi Israel \n06:08 - Dampak Psikologis: Ribuan Rumah di Tel Aviv Rusak \n06:51 - Kegagalan Strategis? Kritik Tajam Yair Lapid \n07:27 - Beban Ekonomi: Puluhan Miliar Dolar Hilang Akibat Perang \n08:22 - Israel Terisolasi? Tekanan Keras dari Negara-Negara Eropa \n09:35 - Kesimpulan: Seberapa Lama Stabilitas Israel Bisa Bertahan?\n--------------------------------------------------------------\nFollow kami juga disini:\n👉 Facebook : https://www.facebook.com/\n👉 Twitter : https://twitter.com/\n---------------------------------------------------------------\n\nFor copyright matters please contact us at: \nadv.daftarpopuler\n\nDisclaimer - Some contents are used for educational purpose under fair use. Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.", "post_id": "jDR4H9g4r84"}}, {"key": "@sbcgold", "attributes": {"label": "@sbcgold", "x": 382.90857279313093, "y": 740.0694942965878, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "HycRjfbdp4g", "id": "@sbcgold", "source": "youtube-000001", "content": "Emas Mengungguli Dolar & Euro: Era Baru bagi Logam Mulia? | The Gold Spot\n\nKonsolidasi harga emas baru-baru ini mungkin menarik perhatian media, tetapi kisah yang lebih besar sedang terjadi di balik layar. Bank Sentral Eropa (ECB) baru-baru ini mengungkapkan bahwa emas telah melampaui dolar AS dan euro dalam cadangan devisa resmi berdasarkan nilai pasar, yang menggarisbawahi peran logam mulia ini yang semakin penting dalam sistem keuangan global.\n\nBank sentral tetap menjadi pembeli utama, melanjutkan tren akumulasi selama bertahun-tahun yang didorong oleh de-dolarisasi dan ketidakpastian geopolitik. Sementara itu, kelas pembeli baru muncul, dengan perusahaan kripto seperti Tether dan PAX Gold mengumpulkan kepemilikan emas batangan yang signifikan. Pada saat yang sama, reklasifikasi emas Basel III sebagai aset Tier 1 telah memperkuat posisinya di sektor perbankan.\n\nPergeseran ini memengaruhi bagaimana lembaga dan investor memandang konstruksi portofolio, dengan beberapa perusahaan besar merekomendasikan alokasi emas yang lebih besar daripada sebelumnya. Dikombinasikan dengan perkiraan yang semakin optimis dari bank-bank besar, tren ini menunjukkan pentingnya emas dalam ekonomi global mungkin akan terus meningkat.\n\nSaksikan The Gold Spot minggu ini untuk mendengarkan pendiri Scottsdale Bullion & Coin, Eric Sepanek, dan penasihat logam mulia, Todd Graf, membahas perubahan-perubahan penting ini, membahas prediksi dan perkiraan harga emas yang baru terungkap, serta mengungkapkan berapa banyak emas yang sebaiknya dipegang investor untuk kinerja optimal.\n\n👉 BACA LEBIH LANJUT DI SINI: https://www.sbcgold.com/blog/gold-ove...\n\n⭐ PANDUAN, LAPORAN, & ARTIKEL TERKAIT:\n\n👉 Minta SALINAN GRATIS Panduan Kesalahan Pemula kami di sini: https://www.sbcgold.com/free-investme...\n\n👉 Minta SALINAN GRATIS Laporan Investor Perak Terbaru kami di sini: https://www.sbcgold.com/free-silver-i...\n\n🔗 Harga Emas & Perak Real-Time: https://www.sbcgold.com/charts/?utm_s...\n\n---- \n\n⭐ Penasihat Logam Mulia  dalam video The Gold Spot ini: \n\n👤 Todd Graf: https://www.sbcgold.com/about/todd-gr...\n\n👤 Eric Sepanek\n\n#emas #hargaemas #prediksihargaemas #logammulia #investasi #perak\n\nLangsung ke:\n0:00 - Selamat datang di The Gold Spot\n0:35 - Emas Melampaui Obligasi AS dalam Cadangan Devisa\n1:33 - Bank Sentral Terus Membeli Emas\n2:20 - Munculnya Kelas Pembeli Emas Baru\n3:02 - Mengapa Status Aset Tier 1 Emas Sangat Penting\n5:00 - Emas Seharga $8.000 per Ons?\n\n6:41 - Berapa Banyak Emas yang Harus Anda Miliki?\n\n7:49 - Jangan Abaikan Perak\n8:40 - Laporan Investor Perak Terbaru\n9:23 - Terima kasih telah menonton The Gold Spot", "post_id": "HycRjfbdp4g"}}, {"key": "sbcgold", "attributes": {"label": "sbcgold", "x": 118.36838478204092, "y": 665.5806739758594, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "HycRjfbdp4g", "id": "sbcgold", "source": "youtube-000001", "content": "Emas Mengungguli Dolar & Euro: Era Baru bagi Logam Mulia? | The Gold Spot\n\nKonsolidasi harga emas baru-baru ini mungkin menarik perhatian media, tetapi kisah yang lebih besar sedang terjadi di balik layar. Bank Sentral Eropa (ECB) baru-baru ini mengungkapkan bahwa emas telah melampaui dolar AS dan euro dalam cadangan devisa resmi berdasarkan nilai pasar, yang menggarisbawahi peran logam mulia ini yang semakin penting dalam sistem keuangan global.\n\nBank sentral tetap menjadi pembeli utama, melanjutkan tren akumulasi selama bertahun-tahun yang didorong oleh de-dolarisasi dan ketidakpastian geopolitik. Sementara itu, kelas pembeli baru muncul, dengan perusahaan kripto seperti Tether dan PAX Gold mengumpulkan kepemilikan emas batangan yang signifikan. Pada saat yang sama, reklasifikasi emas Basel III sebagai aset Tier 1 telah memperkuat posisinya di sektor perbankan.\n\nPergeseran ini memengaruhi bagaimana lembaga dan investor memandang konstruksi portofolio, dengan beberapa perusahaan besar merekomendasikan alokasi emas yang lebih besar daripada sebelumnya. Dikombinasikan dengan perkiraan yang semakin optimis dari bank-bank besar, tren ini menunjukkan pentingnya emas dalam ekonomi global mungkin akan terus meningkat.\n\nSaksikan The Gold Spot minggu ini untuk mendengarkan pendiri Scottsdale Bullion & Coin, Eric Sepanek, dan penasihat logam mulia, Todd Graf, membahas perubahan-perubahan penting ini, membahas prediksi dan perkiraan harga emas yang baru terungkap, serta mengungkapkan berapa banyak emas yang sebaiknya dipegang investor untuk kinerja optimal.\n\n👉 BACA LEBIH LANJUT DI SINI: https://www.sbcgold.com/blog/gold-ove...\n\n⭐ PANDUAN, LAPORAN, & ARTIKEL TERKAIT:\n\n👉 Minta SALINAN GRATIS Panduan Kesalahan Pemula kami di sini: https://www.sbcgold.com/free-investme...\n\n👉 Minta SALINAN GRATIS Laporan Investor Perak Terbaru kami di sini: https://www.sbcgold.com/free-silver-i...\n\n🔗 Harga Emas & Perak Real-Time: https://www.sbcgold.com/charts/?utm_s...\n\n---- \n\n⭐ Penasihat Logam Mulia  dalam video The Gold Spot ini: \n\n👤 Todd Graf: https://www.sbcgold.com/about/todd-gr...\n\n👤 Eric Sepanek\n\n#emas #hargaemas #prediksihargaemas #logammulia #investasi #perak\n\nLangsung ke:\n0:00 - Selamat datang di The Gold Spot\n0:35 - Emas Melampaui Obligasi AS dalam Cadangan Devisa\n1:33 - Bank Sentral Terus Membeli Emas\n2:20 - Munculnya Kelas Pembeli Emas Baru\n3:02 - Mengapa Status Aset Tier 1 Emas Sangat Penting\n5:00 - Emas Seharga $8.000 per Ons?\n\n6:41 - Berapa Banyak Emas yang Harus Anda Miliki?\n\n7:49 - Jangan Abaikan Perak\n8:40 - Laporan Investor Perak Terbaru\n9:23 - Terima kasih telah menonton The Gold Spot", "post_id": "HycRjfbdp4g"}}, {"key": "@NajmaNMinhas", "attributes": {"label": "@NajmaNMinhas", "x": 881.498547326357, "y": 793.4090674105717, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Lfn9vF_Fh6o", "id": "@NajmaNMinhas", "source": "youtube-000001", "content": "Perang Iran Mengungkap Senjata Rahasia Tiongkok — Dan Itu Bukan Militer\n\nKetika perang Iran mengancam untuk mengganggu pasokan minyak global dan membuat harga energi melonjak, Presiden Trump bergerak cepat menuju de-eskalasi. Tetapi sementara dunia fokus pada rudal, diplomasi, dan Selat Hormuz, sebuah cerita berbeda terungkap di balik layar.\nMenurut kepala analis komoditas Bloomberg, Javier Blas, China mungkin telah menyerap sebagian besar guncangan minyak global dengan secara dramatis mengurangi impor tanpa mengalami kerusakan ekonomi yang besar. Dengan melakukan itu, Beijing mungkin telah membantu mencegah krisis ekonomi yang jauh lebih besar menyebar ke seluruh ekonomi dunia.\nBagaimana China mampu melakukan ini?\nJawabannya kembali lebih dari dua puluh tahun yang lalu ke \"Dilema Malaka\" dan strategi jangka panjang Beijing untuk mengurangi kerentanannya terhadap gangguan energi. Cadangan minyak strategis yang sangat besar, industri kendaraan listrik terbesar di dunia, cadangan batubara, jaringan pipa yang membentang di Eurasia, dan investasi infrastruktur selama beberapa dekade mungkin telah bergabung untuk menciptakan apa yang oleh beberapa analis disebut sebagai \"perisai minyak\" baru China.\n\nDalam GVS Deep Dive ini, kita akan membahas:\n• Mengapa Trump mungkin berada di bawah tekanan untuk mengakhiri konflik Iran dengan cepat\n• Argumen Javier Blas bahwa China menyerap guncangan minyak\n• Cadangan minyak strategis China dan strategi keamanan energi\n• Dilema Malaka dan respons China sejak 2003\n• Bagaimana kendaraan listrik menjadi senjata geopolitik\n• Peran batubara, pipa gas, dan ketahanan industri\n• Apakah China secara fundamental telah mengurangi kerentanan energinya\n• Apa artinya ini bagi Taiwan dan skenario blokade di masa depan\n• Kesamaan yang mengejutkan antara perang Iran dan krisis keuangan 2008\n• Apakah China membantu menstabilkan ekonomi global dua kali dalam waktu kurang dari dua puluh tahun\nMungkinkah perang Iran telah mengungkapkan bahwa kelemahan terbesar China telah menjadi salah satu kekuatan terbesarnya?\n\nTonton sampai akhir untuk perbandingan dengan krisis keuangan 2008 dan mengapa beberapa analis percaya bahwa peran China dalam stabilitas global jauh lebih besar daripada yang disadari kebanyakan orang.\n\n#China #PerangIran #HargaMinyak #Trump #EkonomiGlobal #Geopolitik #Taiwan #KeamananEnergi #KendaraanListrik #SelatHormuz #ASChina #Bloomberg #JavierBlas #PasarMinyak #GVSDeepDive\n\nSilakan berikan komentar Anda di bawah. Berlangganan dan bagikan video kami.\nGabung ke Saluran WhatsApp kami untuk mendapatkan video terbaru!\n\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb81...\n\nNajma berkicau di \n\nNajma Minhas adalah Managing Editor, Global Village Space. Ia pernah bekerja dengan National Economic Research Associates (NERA) di New York, Lehman Brothers di London, dan Standard Chartered Bank di Pakistan. Sebelum meluncurkan GVS, ia bekerja sebagai konsultan di Bank Dunia dan USAID. Najma belajar Ekonomi di London School of Economics dan Hubungan Internasional di Universitas Columbia, New York. Dia berkicau di Twitter dengan akun", "post_id": "Lfn9vF_Fh6o"}}, {"key": "MinhasNajma", "attributes": {"label": "MinhasNajma", "x": 622.7586504784462, "y": 751.2030642231363, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.847, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Lfn9vF_Fh6o", "id": "MinhasNajma", "source": "youtube-000001", "content": "Perang Iran Mengungkap Senjata Rahasia Tiongkok — Dan Itu Bukan Militer\n\nKetika perang Iran mengancam untuk mengganggu pasokan minyak global dan membuat harga energi melonjak, Presiden Trump bergerak cepat menuju de-eskalasi. Tetapi sementara dunia fokus pada rudal, diplomasi, dan Selat Hormuz, sebuah cerita berbeda terungkap di balik layar.\nMenurut kepala analis komoditas Bloomberg, Javier Blas, China mungkin telah menyerap sebagian besar guncangan minyak global dengan secara dramatis mengurangi impor tanpa mengalami kerusakan ekonomi yang besar. Dengan melakukan itu, Beijing mungkin telah membantu mencegah krisis ekonomi yang jauh lebih besar menyebar ke seluruh ekonomi dunia.\nBagaimana China mampu melakukan ini?\nJawabannya kembali lebih dari dua puluh tahun yang lalu ke \"Dilema Malaka\" dan strategi jangka panjang Beijing untuk mengurangi kerentanannya terhadap gangguan energi. Cadangan minyak strategis yang sangat besar, industri kendaraan listrik terbesar di dunia, cadangan batubara, jaringan pipa yang membentang di Eurasia, dan investasi infrastruktur selama beberapa dekade mungkin telah bergabung untuk menciptakan apa yang oleh beberapa analis disebut sebagai \"perisai minyak\" baru China.\n\nDalam GVS Deep Dive ini, kita akan membahas:\n• Mengapa Trump mungkin berada di bawah tekanan untuk mengakhiri konflik Iran dengan cepat\n• Argumen Javier Blas bahwa China menyerap guncangan minyak\n• Cadangan minyak strategis China dan strategi keamanan energi\n• Dilema Malaka dan respons China sejak 2003\n• Bagaimana kendaraan listrik menjadi senjata geopolitik\n• Peran batubara, pipa gas, dan ketahanan industri\n• Apakah China secara fundamental telah mengurangi kerentanan energinya\n• Apa artinya ini bagi Taiwan dan skenario blokade di masa depan\n• Kesamaan yang mengejutkan antara perang Iran dan krisis keuangan 2008\n• Apakah China membantu menstabilkan ekonomi global dua kali dalam waktu kurang dari dua puluh tahun\nMungkinkah perang Iran telah mengungkapkan bahwa kelemahan terbesar China telah menjadi salah satu kekuatan terbesarnya?\n\nTonton sampai akhir untuk perbandingan dengan krisis keuangan 2008 dan mengapa beberapa analis percaya bahwa peran China dalam stabilitas global jauh lebih besar daripada yang disadari kebanyakan orang.\n\n#China #PerangIran #HargaMinyak #Trump #EkonomiGlobal #Geopolitik #Taiwan #KeamananEnergi #KendaraanListrik #SelatHormuz #ASChina #Bloomberg #JavierBlas #PasarMinyak #GVSDeepDive\n\nSilakan berikan komentar Anda di bawah. Berlangganan dan bagikan video kami.\nGabung ke Saluran WhatsApp kami untuk mendapatkan video terbaru!\n\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb81...\n\nNajma berkicau di \n\nNajma Minhas adalah Managing Editor, Global Village Space. Ia pernah bekerja dengan National Economic Research Associates (NERA) di New York, Lehman Brothers di London, dan Standard Chartered Bank di Pakistan. Sebelum meluncurkan GVS, ia bekerja sebagai konsultan di Bank Dunia dan USAID. Najma belajar Ekonomi di London School of Economics dan Hubungan Internasional di Universitas Columbia, New York. Dia berkicau di Twitter dengan akun", "post_id": "Lfn9vF_Fh6o"}}, {"key": "MinhasNajma.", "attributes": {"label": "MinhasNajma.", "x": 77.48473243931709, "y": 58.56986155990174, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.847, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Lfn9vF_Fh6o", "id": "MinhasNajma.", "source": "youtube-000001", "content": "Perang Iran Mengungkap Senjata Rahasia Tiongkok — Dan Itu Bukan Militer\n\nKetika perang Iran mengancam untuk mengganggu pasokan minyak global dan membuat harga energi melonjak, Presiden Trump bergerak cepat menuju de-eskalasi. Tetapi sementara dunia fokus pada rudal, diplomasi, dan Selat Hormuz, sebuah cerita berbeda terungkap di balik layar.\nMenurut kepala analis komoditas Bloomberg, Javier Blas, China mungkin telah menyerap sebagian besar guncangan minyak global dengan secara dramatis mengurangi impor tanpa mengalami kerusakan ekonomi yang besar. Dengan melakukan itu, Beijing mungkin telah membantu mencegah krisis ekonomi yang jauh lebih besar menyebar ke seluruh ekonomi dunia.\nBagaimana China mampu melakukan ini?\nJawabannya kembali lebih dari dua puluh tahun yang lalu ke \"Dilema Malaka\" dan strategi jangka panjang Beijing untuk mengurangi kerentanannya terhadap gangguan energi. Cadangan minyak strategis yang sangat besar, industri kendaraan listrik terbesar di dunia, cadangan batubara, jaringan pipa yang membentang di Eurasia, dan investasi infrastruktur selama beberapa dekade mungkin telah bergabung untuk menciptakan apa yang oleh beberapa analis disebut sebagai \"perisai minyak\" baru China.\n\nDalam GVS Deep Dive ini, kita akan membahas:\n• Mengapa Trump mungkin berada di bawah tekanan untuk mengakhiri konflik Iran dengan cepat\n• Argumen Javier Blas bahwa China menyerap guncangan minyak\n• Cadangan minyak strategis China dan strategi keamanan energi\n• Dilema Malaka dan respons China sejak 2003\n• Bagaimana kendaraan listrik menjadi senjata geopolitik\n• Peran batubara, pipa gas, dan ketahanan industri\n• Apakah China secara fundamental telah mengurangi kerentanan energinya\n• Apa artinya ini bagi Taiwan dan skenario blokade di masa depan\n• Kesamaan yang mengejutkan antara perang Iran dan krisis keuangan 2008\n• Apakah China membantu menstabilkan ekonomi global dua kali dalam waktu kurang dari dua puluh tahun\nMungkinkah perang Iran telah mengungkapkan bahwa kelemahan terbesar China telah menjadi salah satu kekuatan terbesarnya?\n\nTonton sampai akhir untuk perbandingan dengan krisis keuangan 2008 dan mengapa beberapa analis percaya bahwa peran China dalam stabilitas global jauh lebih besar daripada yang disadari kebanyakan orang.\n\n#China #PerangIran #HargaMinyak #Trump #EkonomiGlobal #Geopolitik #Taiwan #KeamananEnergi #KendaraanListrik #SelatHormuz #ASChina #Bloomberg #JavierBlas #PasarMinyak #GVSDeepDive\n\nSilakan berikan komentar Anda di bawah. Berlangganan dan bagikan video kami.\nGabung ke Saluran WhatsApp kami untuk mendapatkan video terbaru!\n\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb81...\n\nNajma berkicau di \n\nNajma Minhas adalah Managing Editor, Global Village Space. Ia pernah bekerja dengan National Economic Research Associates (NERA) di New York, Lehman Brothers di London, dan Standard Chartered Bank di Pakistan. Sebelum meluncurkan GVS, ia bekerja sebagai konsultan di Bank Dunia dan USAID. Najma belajar Ekonomi di London School of Economics dan Hubungan Internasional di Universitas Columbia, New York. Dia berkicau di Twitter dengan akun", "post_id": "Lfn9vF_Fh6o"}}, {"key": "@lampungpostupdate", "attributes": {"label": "@lampungpostupdate", "x": 411.7199945486038, "y": 664.9860766579698, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "1KeXgHDJx40", "id": "@lampungpostupdate", "source": "youtube-000001", "content": "HARGA DAMAI HORMUZ! AS Cairkan Miliaran Dolar Demi Iran Buka Jalur Tanker\n\nMisteri di balik pelonggaran blokade laut yang sempat mencekam perekonomian dunia akhirnya mulai terkuak ke permukaan.\n\nDi balik dibukanya kembali jalur pelayaran vital di Selat Hormuz, laporan intelijen dan ekonomi internasional mengungkapkan adanya kesepakatan besar bernilai tinggi yang terjadi di balik layar antara Teheran dan Washington.\n\nDunia kini mulai melihat apa \"harga\" yang harus dibayar dan disepakati oleh kedua belah pihak demi meredakan ketegangan militer yang sempat berada di ambang perang terbuka.\n\nBerdasarkan dokumen kesepakatan baru yang bocor, pemerintahan Donald Trump kabarnya setuju untuk memberikan kompensasi ekonomi yang luar biasa signifikan bagi pihak Iran.\n\nWashington dilaporkan sepakat untuk mencabut sebagian sanksi ekonomi mereka, termasuk memberikan lampu hijau bagi Iran untuk mencairkan aset-aset luar negeri mereka yang selama ini dibekukan senilai miliaran dolar.\n\nTidak hanya itu, kesepakatan ini juga memberikan kelonggaran kuota ekspor minyak mentah bagi Teheran ke sejumlah negara mitra dagang utama mereka tanpa bayang-bayang sanksi sekunder dari Amerika.\n\nSebagai timbal baliknya, Iran memberikan jaminan keamanan absolut bagi seluruh kapal tanker internasional—termasuk kapal-kapal milik sekutu Barat—untuk melintasi Selat Hormuz tanpa gangguan militer.\n\nTeheran juga dilaporkan bersedia menunda sementara program pengayaan uranium tingkat tinggi mereka dan mengizinkan pengawas nuklir internasional untuk kembali melakukan inspeksi terbatas.\n\nPara analis geopolitik menilai, kesepakatan transaksional ini mencerminkan gaya diplomasi khas Trump yang lebih memilih keuntungan stabilitas ekonomi jangka pendek daripada perang berbiaya mahal.\n\nLangkah ini langsung meredam kepanikan pasar global, ditandai dengan melandainya harga minyak dunia serta kembalinya gairah di bursa saham internasional setelah berhari-hari dihantui kecemasan.\n\nNamun, di dalam negeri Amerika sendiri, kesepakatan ini memicu kritik dari kubu elang yang menganggap Trump telah \"tunduk\" pada tekanan ekonomi dan memberikan angin segar bagi pendanaan militer Iran.\n\nKini, jalannya kesepakatan kompromi ini akan diuji oleh waktu—apakah kedua belah pihak akan konsisten memegang janji mereka, ataukah ini hanya masa tenang sementara sebelum konflik baru kembali meletus?\n\nSatu hal yang pasti, dibukanya kembali Selat Hormuz membuktikan bahwa di era politik global saat ini, diplomasi ekonomi dan transaksi di balik layar masih menjadi kunci utama pengurai kebuntuan militer.\n\nLampung Post Update - Channel berita terkini dan breaking news seputar politik Indonesia, pemerintahan, korupsi, dan fenomena viral nasional. Dapatkan update terbaru tentang Prabowo, Gibran Rakabuming, Purbaya, dan tokoh politik lainnya. Kami hadirkan talkshow politik, podcast berita, analisis mendalam, dan liputan eksklusif dari Lampung hingga nasional. Subscribe untuk berita viral dan trending topic setiap hari. \n\nURL Channel\n   /   \n\nLampung Post Update\nhttps://s.id/lampungpostupdate\n\nLampost.co\nhttps://www.lampost.co/\n\nHarian Umum Lampung Post\n  / lampost.co  \n\nTwitter Lampost.co\n  / lampostco", "post_id": "1KeXgHDJx40"}}, {"key": "lampungpostupdate", "attributes": {"label": "lampungpostupdate", "x": 149.14262378552334, "y": 770.7654372399769, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1KeXgHDJx40", "id": "lampungpostupdate", "source": "youtube-000001", "content": "HARGA DAMAI HORMUZ! AS Cairkan Miliaran Dolar Demi Iran Buka Jalur Tanker\n\nMisteri di balik pelonggaran blokade laut yang sempat mencekam perekonomian dunia akhirnya mulai terkuak ke permukaan.\n\nDi balik dibukanya kembali jalur pelayaran vital di Selat Hormuz, laporan intelijen dan ekonomi internasional mengungkapkan adanya kesepakatan besar bernilai tinggi yang terjadi di balik layar antara Teheran dan Washington.\n\nDunia kini mulai melihat apa \"harga\" yang harus dibayar dan disepakati oleh kedua belah pihak demi meredakan ketegangan militer yang sempat berada di ambang perang terbuka.\n\nBerdasarkan dokumen kesepakatan baru yang bocor, pemerintahan Donald Trump kabarnya setuju untuk memberikan kompensasi ekonomi yang luar biasa signifikan bagi pihak Iran.\n\nWashington dilaporkan sepakat untuk mencabut sebagian sanksi ekonomi mereka, termasuk memberikan lampu hijau bagi Iran untuk mencairkan aset-aset luar negeri mereka yang selama ini dibekukan senilai miliaran dolar.\n\nTidak hanya itu, kesepakatan ini juga memberikan kelonggaran kuota ekspor minyak mentah bagi Teheran ke sejumlah negara mitra dagang utama mereka tanpa bayang-bayang sanksi sekunder dari Amerika.\n\nSebagai timbal baliknya, Iran memberikan jaminan keamanan absolut bagi seluruh kapal tanker internasional—termasuk kapal-kapal milik sekutu Barat—untuk melintasi Selat Hormuz tanpa gangguan militer.\n\nTeheran juga dilaporkan bersedia menunda sementara program pengayaan uranium tingkat tinggi mereka dan mengizinkan pengawas nuklir internasional untuk kembali melakukan inspeksi terbatas.\n\nPara analis geopolitik menilai, kesepakatan transaksional ini mencerminkan gaya diplomasi khas Trump yang lebih memilih keuntungan stabilitas ekonomi jangka pendek daripada perang berbiaya mahal.\n\nLangkah ini langsung meredam kepanikan pasar global, ditandai dengan melandainya harga minyak dunia serta kembalinya gairah di bursa saham internasional setelah berhari-hari dihantui kecemasan.\n\nNamun, di dalam negeri Amerika sendiri, kesepakatan ini memicu kritik dari kubu elang yang menganggap Trump telah \"tunduk\" pada tekanan ekonomi dan memberikan angin segar bagi pendanaan militer Iran.\n\nKini, jalannya kesepakatan kompromi ini akan diuji oleh waktu—apakah kedua belah pihak akan konsisten memegang janji mereka, ataukah ini hanya masa tenang sementara sebelum konflik baru kembali meletus?\n\nSatu hal yang pasti, dibukanya kembali Selat Hormuz membuktikan bahwa di era politik global saat ini, diplomasi ekonomi dan transaksi di balik layar masih menjadi kunci utama pengurai kebuntuan militer.\n\nLampung Post Update - Channel berita terkini dan breaking news seputar politik Indonesia, pemerintahan, korupsi, dan fenomena viral nasional. Dapatkan update terbaru tentang Prabowo, Gibran Rakabuming, Purbaya, dan tokoh politik lainnya. Kami hadirkan talkshow politik, podcast berita, analisis mendalam, dan liputan eksklusif dari Lampung hingga nasional. Subscribe untuk berita viral dan trending topic setiap hari. \n\nURL Channel\n   /   \n\nLampung Post Update\nhttps://s.id/lampungpostupdate\n\nLampost.co\nhttps://www.lampost.co/\n\nHarian Umum Lampung Post\n  / lampost.co  \n\nTwitter Lampost.co\n  / lampostco", "post_id": "1KeXgHDJx40"}}], "edges": [{"key": "FarisAhmadDoni1", "source": "FarisAhmadDoni1", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "FarisAhmadDoni1", "source": "FarisAhmadDoni1", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Flo_Christyn95", "source": "Flo_Christyn95", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Flo_Christyn95", "source": "Flo_Christyn95", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "FarisAhmadDoni1", "source": "FarisAhmadDoni1", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "FarisAhmadDoni1", "source": "FarisAhmadDoni1", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Flo_Christyn95", "source": "Flo_Christyn95", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Flo_Christyn95", "source": "Flo_Christyn95", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "FarisAhmadDoni1", "source": "FarisAhmadDoni1", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "FarisAhmadDoni1", "source": "FarisAhmadDoni1", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Flo_Christyn95", "source": "Flo_Christyn95", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Flo_Christyn95", "source": "Flo_Christyn95", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AnggaSa1154441", "source": "AnggaSa1154441", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AnggaSa1154441", "source": "AnggaSa1154441", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AnggaSa1154441", "source": "AnggaSa1154441", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AnggaSa1154441", "source": "AnggaSa1154441", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AnggaSa1154441", "source": "AnggaSa1154441", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AnggaSa1154441", "source": "AnggaSa1154441", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "lockstock27", "source": "lockstock27", "target": "sunnyy12_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "lockstock27", "source": "lockstock27", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "lockstock27", "source": "lockstock27", "target": "aniesbaswedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "DavidSeptiawan0", "source": "DavidSeptiawan0", "target": "indodax", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "KerjaHasil_id", "source": "KerjaHasil_id", "target": "BEMUI_Official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "KerjaHasil_id", "source": "KerjaHasil_id", "target": "univ_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "menluri", "source": "menluri", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sudut_aceh", "source": "sudut_aceh", "target": "sudut_aceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "inusa.media", "source": "inusa.media", "target": "inusamedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bangkabelitunginfonew", "source": "bangkabelitunginfonew", "target": "bangkabelitunginfonew", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "19585064872", "source": "19585064872", "target": "visualiterasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "folknomic", "source": "folknomic", "target": "folknomics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sb30official", "source": "@sb30official", "target": "sb30official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NextGenInvestGlobal", "source": "@NextGenInvestGlobal", "target": "NextGenInvestGlobal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "markets", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@oneindia", "source": "@oneindia", "target": "oneindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OpenDialogueByAxis", "source": "@OpenDialogueByAxis", "target": "opendialoguebyaxis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@aimmediahouse", "source": "@aimmediahouse", "target": "aimmediahous...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@inconnectnews", "source": "@inconnectnews", "target": "inconnectnew...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@inconnectnews", "source": "@inconnectnews", "target": "inconnectnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@inconnectnews", "source": "@inconnectnews", "target": "inconnectnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JabarEkspres", "source": "@JabarEkspres", "target": "jabarekspres", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompascom", "source": "@kompascom", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TrendLabID", "source": "@TrendLabID", "target": "TrendLabID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NDTVProfitIndia", "source": "@NDTVProfitIndia", "target": "ndtvprofitindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@全球大視野Global_Vision", "source": "@全球大視野Global_Vision", "target": "LivingIronicallyinEurope", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@RTVMalacanang", "source": "@RTVMalacanang", "target": "RTVMalacanang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@RTVMalacanang", "source": "@RTVMalacanang", "target": "RTVMalacanang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@in-trik", "source": "@in-trik", "target": "InTrik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sbcgold", "source": "@sbcgold", "target": "sbcgold", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NajmaNMinhas", "source": "@NajmaNMinhas", "target": "MinhasNajma", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NajmaNMinhas", "source": "@NajmaNMinhas", "target": "MinhasNajma.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@lampungpostupdate", "source": "@lampungpostupdate", "target": "lampungpostupdate", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}