{"nodes": [{"key": "tsetiady", "attributes": {"label": "tsetiady", "x": 713.7269170741486, "y": 626.9332124787435, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069416012932595738", "id": "tsetiady", "source": "tweet-000004", "content": "BBM naik, inflasi barang naik, kurs dolar naik, TDL naik (diam2), bunga ikut kredit naik, PAJAK juga naik... \n\ncoba bang dasco terangkan di sisi rakyat itu, ekonomi yg membaiknya sebelah mana? daya beli semua rata turun", "post_id": "2069416012932595738"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 655.2414978504504, "y": 711.4481822590644, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.6069, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069416012932595738", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "BBM naik, inflasi barang naik, kurs dolar naik, TDL naik (diam2), bunga ikut kredit naik, PAJAK juga naik... \n\ncoba bang dasco terangkan di sisi rakyat itu, ekonomi yg membaiknya sebelah mana? daya beli semua rata turun", "post_id": "2069416012932595738"}}, {"key": "Ivan01915617", "attributes": {"label": "Ivan01915617", "x": 557.391307102257, "y": 639.5960607897538, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069682605457658021", "id": "Ivan01915617", "source": "tweet-000004", "content": "Pak Presiden..kalo rupiah kuat, harga bbm terkendali, gas oke, bahan baku barang lancar, phk tidak terjadi, Inflasi terkendali maka tak ada alasan demo..pihak yg punya dana pun tak bisa bayar orang untuk demo..jadi kalo alasan alasan demo itu yang perlu bapak selesaikan..", "post_id": "2069682605457658021"}}, {"key": "gagal_gantengs", "attributes": {"label": "gagal_gantengs", "x": 431.50664962838147, "y": 916.7290857800913, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069089904328573422", "id": "gagal_gantengs", "source": "tweet-000004", "content": "Agenda percaturan mulyono makin terbaca\n\n1. Pengesahan MBG supaya Fiskal berantakan\n2. Fiskal berantakan, iklim investasi ancur, blm termasuk efek dr perang timur tengah bikin bbm langka, inflasi berpotensi ga terkendali\n3. Bikin konflik horizontal, TNI turun ke sipil, semua demi", "post_id": "2069089904328573422"}}, {"key": "ardisatriawan", "attributes": {"label": "ardisatriawan", "x": 74.1960180633917, "y": 327.4347168660512, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.6069, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069089904328573422", "id": "ardisatriawan", "source": "tweet-000004", "content": "Agenda percaturan mulyono makin terbaca\n\n1. Pengesahan MBG supaya Fiskal berantakan\n2. Fiskal berantakan, iklim investasi ancur, blm termasuk efek dr perang timur tengah bikin bbm langka, inflasi berpotensi ga terkendali\n3. Bikin konflik horizontal, TNI turun ke sipil, semua demi", "post_id": "2069089904328573422"}}, {"key": "antonymyour_ex", "attributes": {"label": "antonymyour_ex", "x": 818.7590868668535, "y": 655.6431863735205, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069824884293914927", "id": "antonymyour_ex", "source": "tweet-000004", "content": "iya tp inflasi dilapangan tinggi pak, nilai beban biaya buat menuhin kebutuhan pangan aja lebih tinggi indo daripada Amrik, jepang, dan Jerman yg bapak sebut. nah salah satu alasan ekonomi kek gini karna defisit tp bocornya ke project gaada gunanya 😭, BBM naik, PLN terancam, dl", "post_id": "2069824884293914927"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 902.93544550676, "y": 647.9793784452067, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.5455, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069824884293914927", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "iya tp inflasi dilapangan tinggi pak, nilai beban biaya buat menuhin kebutuhan pangan aja lebih tinggi indo daripada Amrik, jepang, dan Jerman yg bapak sebut. nah salah satu alasan ekonomi kek gini karna defisit tp bocornya ke project gaada gunanya 😭, BBM naik, PLN terancam, dl", "post_id": "2069824884293914927"}}, {"key": "GalaxyUvw88034", "attributes": {"label": "GalaxyUvw88034", "x": 288.8073753499383, "y": 606.0230660549975, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068637135784284428", "id": "GalaxyUvw88034", "source": "tweet-000004", "content": "Mbah anak kecil sehari dapet 8-10 ribu. ribu. \nYg dpat 1 M pejabat BGN. Yang dpt 6 juta sehari SPPG .\n\nWali murid anak2 sekolah ini dapet pajak yg di naikin, BBM dinaikin, inflasi naiki. \n\nPersiden diangap keren bisa ngasih makan anak skolah gratis. Tapi itu uang pajak kalin blok", "post_id": "2068637135784284428"}}, {"key": "Al62947Al", "attributes": {"label": "Al62947Al", "x": 428.6875238345904, "y": 594.953393738315, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.5148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068637135784284428", "id": "Al62947Al", "source": "tweet-000004", "content": "Mbah anak kecil sehari dapet 8-10 ribu. ribu. \nYg dpat 1 M pejabat BGN. Yang dpt 6 juta sehari SPPG .\n\nWali murid anak2 sekolah ini dapet pajak yg di naikin, BBM dinaikin, inflasi naiki. \n\nPersiden diangap keren bisa ngasih makan anak skolah gratis. Tapi itu uang pajak kalin blok", "post_id": "2068637135784284428"}}, {"key": "txtdrimedia", "attributes": {"label": "txtdrimedia", "x": 73.28531996586729, "y": 351.91521821895856, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.5148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068637135784284428", "id": "txtdrimedia", "source": "tweet-000004", "content": "Mbah anak kecil sehari dapet 8-10 ribu. ribu. \nYg dpat 1 M pejabat BGN. Yang dpt 6 juta sehari SPPG .\n\nWali murid anak2 sekolah ini dapet pajak yg di naikin, BBM dinaikin, inflasi naiki. \n\nPersiden diangap keren bisa ngasih makan anak skolah gratis. Tapi itu uang pajak kalin blok", "post_id": "2068637135784284428"}}, {"key": "luciethomas9", "attributes": {"label": "luciethomas9", "x": 761.1529301553574, "y": 796.8696161180794, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068183728644653200", "id": "luciethomas9", "source": "tweet-000004", "content": "sok paling paham makroekonomi lu. BI rate naik tuh justru buat stabilin rupiah biar inflasi gak makin liar. Mikir jangka panjang napa!", "post_id": "2068183728644653200"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 175.49510059704488, "y": 715.2732621430479, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.5455, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068183728644653200", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "sok paling paham makroekonomi lu. BI rate naik tuh justru buat stabilin rupiah biar inflasi gak makin liar. Mikir jangka panjang napa!", "post_id": "2068183728644653200"}}, {"key": "AlhamadKim37129", "attributes": {"label": "AlhamadKim37129", "x": 452.28224978744225, "y": 177.77076987877481, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067464256103301596", "id": "AlhamadKim37129", "source": "tweet-000004", "content": "Kebijakan harga BBM tentu sudah memperhitungkan stabilitas ekonomi nasional agar tidak terjadi lonjakan inflasi yang merugikan masyarakat luas.", "post_id": "2067464256103301596"}}, {"key": "Nayla_T4ri", "attributes": {"label": "Nayla_T4ri", "x": 833.6105166716741, "y": 484.53452133611177, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068545186448466155", "id": "Nayla_T4ri", "source": "tweet-000004", "content": "Keresahan soal harga itu sah. Namun datanya harus tepat.\nInflasi Mei 2026 tercatat 3,08% y/y, sedangkan BBM bersubsidi dinyatakan tidak naik hingga akhir tahun. \nKritiklah kebijakannya. Jangan campur semua jenis BBM demi membangun kepanikan.", "post_id": "2068545186448466155"}}, {"key": "LuckyLaki24", "attributes": {"label": "LuckyLaki24", "x": 523.3560622493261, "y": 129.08670640318942, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.5455, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068545186448466155", "id": "LuckyLaki24", "source": "tweet-000004", "content": "Keresahan soal harga itu sah. Namun datanya harus tepat.\nInflasi Mei 2026 tercatat 3,08% y/y, sedangkan BBM bersubsidi dinyatakan tidak naik hingga akhir tahun. \nKritiklah kebijakannya. Jangan campur semua jenis BBM demi membangun kepanikan.", "post_id": "2068545186448466155"}}, {"key": "Dodolmeong1", "attributes": {"label": "Dodolmeong1", "x": 713.9284029186374, "y": 733.2485355335708, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068178653725495433", "id": "Dodolmeong1", "source": "tweet-000004", "content": "Cupet alias sempit banget pola pikirmu Zon\nKenaikan BBM apapun jenisnya bisa menimbulkan inflasi , harga bahan pokok lain mulai merangkak naik .. Ini dampak ygvdirasakanbrakyat kecil ...", "post_id": "2068178653725495433"}}, {"key": "fadlizon", "attributes": {"label": "fadlizon", "x": 974.2378889546274, "y": 486.06641922876923, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.5455, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068178653725495433", "id": "fadlizon", "source": "tweet-000004", "content": "Cupet alias sempit banget pola pikirmu Zon\nKenaikan BBM apapun jenisnya bisa menimbulkan inflasi , harga bahan pokok lain mulai merangkak naik .. Ini dampak ygvdirasakanbrakyat kecil ...", "post_id": "2068178653725495433"}}, {"key": "Aaliyah_cuby", "attributes": {"label": "Aaliyah_cuby", "x": 266.01158850247475, "y": 301.69352589380935, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067551238137528771", "id": "Aaliyah_cuby", "source": "tweet-000004", "content": "Angka inflasi terjaga, ekonomi membaik, namun jalanan tetap dipenuhi demonstran karena urusan BBM nonsubsidi. Sebuah anomali gerakan yang memicu pertanyaan besar: siapa pemesan di baliknya? #MahasiswaDitunggangi Demo Untuk Siapa", "post_id": "2067551238137528771"}}, {"key": "sekarrlatI", "attributes": {"label": "sekarrlatI", "x": 331.7405382681862, "y": 525.3355923293861, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.5455, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067551238137528771", "id": "sekarrlatI", "source": "tweet-000004", "content": "Angka inflasi terjaga, ekonomi membaik, namun jalanan tetap dipenuhi demonstran karena urusan BBM nonsubsidi. Sebuah anomali gerakan yang memicu pertanyaan besar: siapa pemesan di baliknya? #MahasiswaDitunggangi Demo Untuk Siapa", "post_id": "2067551238137528771"}}, {"key": "AmeliaKaka1", "attributes": {"label": "AmeliaKaka1", "x": 429.59894688150223, "y": 227.2359136884917, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068656465762791448", "id": "AmeliaKaka1", "source": "tweet-000004", "content": "Cuma di jaman Prabowo, dolar diatas Rp.18.000, IHSG rendah, inflasi tinggi, rakyat miskin bertambah banyak, dan koruptor merajalela. Okeh gas.... Okeh gas... Gas mahal, beras mahal, BBM mahal, dan pengangguran terus bertambah.", "post_id": "2068656465762791448"}}, {"key": "Simemaki", "attributes": {"label": "Simemaki", "x": 496.95672258781684, "y": 261.55225979184536, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.5455, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068656465762791448", "id": "Simemaki", "source": "tweet-000004", "content": "Cuma di jaman Prabowo, dolar diatas Rp.18.000, IHSG rendah, inflasi tinggi, rakyat miskin bertambah banyak, dan koruptor merajalela. Okeh gas.... Okeh gas... Gas mahal, beras mahal, BBM mahal, dan pengangguran terus bertambah.", "post_id": "2068656465762791448"}}, {"key": "Dwi1975", "attributes": {"label": "Dwi1975", "x": 571.9526189158923, "y": 440.7906216167291, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2067884677109862436", "id": "Dwi1975", "source": "tweet-000004", "content": "kamu jangan lompat sana sini dong materinya.\nkita bicara ttg BI Rate. Berdasarkan pengalaman saat krisis kurs atau inflasi sebelumnya, instrumen BI Rate itu pasti dimainkan.\nKalau masalah harga BBM, ya emang konyol aja sih, kok menaikkan harga saat tren harga minyak turun.", "post_id": "2067884677109862436"}}, {"key": "Gaseru48", "attributes": {"label": "Gaseru48", "x": 238.77878016030562, "y": 642.4717028263741, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.1712, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067884677109862436", "id": "Gaseru48", "source": "tweet-000004", "content": "kamu jangan lompat sana sini dong materinya.\nkita bicara ttg BI Rate. Berdasarkan pengalaman saat krisis kurs atau inflasi sebelumnya, instrumen BI Rate itu pasti dimainkan.\nKalau masalah harga BBM, ya emang konyol aja sih, kok menaikkan harga saat tren harga minyak turun.", "post_id": "2067884677109862436"}}, {"key": "ahsanmoahGyan", "attributes": {"label": "ahsanmoahGyan", "x": 67.62442851766215, "y": 767.7948792959512, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.1712, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067884677109862436", "id": "ahsanmoahGyan", "source": "tweet-000004", "content": "kamu jangan lompat sana sini dong materinya.\nkita bicara ttg BI Rate. Berdasarkan pengalaman saat krisis kurs atau inflasi sebelumnya, instrumen BI Rate itu pasti dimainkan.\nKalau masalah harga BBM, ya emang konyol aja sih, kok menaikkan harga saat tren harga minyak turun.", "post_id": "2067884677109862436"}}, {"key": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "BigAlphaID", "x": 284.90533111726245, "y": 476.20579664145123, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.1712, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067884677109862436", "id": "BigAlphaID", "source": "tweet-000004", "content": "kamu jangan lompat sana sini dong materinya.\nkita bicara ttg BI Rate. Berdasarkan pengalaman saat krisis kurs atau inflasi sebelumnya, instrumen BI Rate itu pasti dimainkan.\nKalau masalah harga BBM, ya emang konyol aja sih, kok menaikkan harga saat tren harga minyak turun.", "post_id": "2067884677109862436"}}, {"key": "esdm_sulbar", "attributes": {"label": "esdm_sulbar", "x": 862.8504257474069, "y": 185.9894721570906, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7616353502188571922", "id": "esdm_sulbar", "source": "tiktok-000001", "content": "Kawal stabilitas energi demi Sulbar yang lebih tangguh! ⚡️⛽️ Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan, menghadiri High-Level Meeting TPID di Aula Andi Depu (10/03). Rapat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Suhardi Duka dan Sekda Junda Maulana ini fokus pada satu tujuan: Menjaga inflasi tetap stabil. Dinas ESDM berkomitmen memastikan distribusi BBM lancar dan tarif listrik stabil. Mengapa? Karena energi yang terjangkau adalah kunci agar biaya logistik pangan tidak naik, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. 🤝 Satu Visi: Sulbar Maju, Inflasi Terkendali! #ESDMSulbar #TPIDSulbar #SulbarMaju #InflasiTerkendali #EnergiUntukRakyat", "post_id": "7616353502188571922"}}, {"key": "Pemprov_Sulbar", "attributes": {"label": "Pemprov_Sulbar", "x": 235.21950163909645, "y": 926.6498561429978, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.5148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7616353502188571922", "id": "Pemprov_Sulbar", "source": "tiktok-000001", "content": "Kawal stabilitas energi demi Sulbar yang lebih tangguh! ⚡️⛽️ Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan, menghadiri High-Level Meeting TPID di Aula Andi Depu (10/03). Rapat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Suhardi Duka dan Sekda Junda Maulana ini fokus pada satu tujuan: Menjaga inflasi tetap stabil. Dinas ESDM berkomitmen memastikan distribusi BBM lancar dan tarif listrik stabil. Mengapa? Karena energi yang terjangkau adalah kunci agar biaya logistik pangan tidak naik, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. 🤝 Satu Visi: Sulbar Maju, Inflasi Terkendali! #ESDMSulbar #TPIDSulbar #SulbarMaju #InflasiTerkendali #EnergiUntukRakyat", "post_id": "7616353502188571922"}}, {"key": "perekonomiandanad", "attributes": {"label": "perekonomiandanad", "x": 117.46076259520544, "y": 478.78279251488, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.5148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7616353502188571922", "id": "perekonomiandanad", "source": "tiktok-000001", "content": "Kawal stabilitas energi demi Sulbar yang lebih tangguh! ⚡️⛽️ Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan, menghadiri High-Level Meeting TPID di Aula Andi Depu (10/03). Rapat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Suhardi Duka dan Sekda Junda Maulana ini fokus pada satu tujuan: Menjaga inflasi tetap stabil. Dinas ESDM berkomitmen memastikan distribusi BBM lancar dan tarif listrik stabil. Mengapa? Karena energi yang terjangkau adalah kunci agar biaya logistik pangan tidak naik, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. 🤝 Satu Visi: Sulbar Maju, Inflasi Terkendali! #ESDMSulbar #TPIDSulbar #SulbarMaju #InflasiTerkendali #EnergiUntukRakyat", "post_id": "7616353502188571922"}}, {"key": "aipreneur.news", "attributes": {"label": "aipreneur.news", "x": 433.38480972788784, "y": 504.23948463240254, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.494, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "7654087694322044178", "id": "aipreneur.news", "source": "tiktok-000001", "content": "Pemerintah disebut mempertimbangkan penurunan harga BBM nonsubsidi seiring melemahnya harga minyak dunia. Kalau benar terjadi, dampaknya bisa terasa ke biaya logistik, harga barang, inflasi, dan daya beli masyarakat. Menurut kamu, harga BBM nonsubsidi harus segera turun? Follow  buat update AI & tech paling fresh. Credit/ #BBM #HargaBBM #BBMNonsubsidi  #BeritaEkonomi #AIPreneurNews", "post_id": "7654087694322044178"}}, {"key": "tvonenews", "attributes": {"label": "tvonenews", "x": 84.66811775482674, "y": 935.78960277487, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.494, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654087694322044178", "id": "tvonenews", "source": "tiktok-000001", "content": "Pemerintah disebut mempertimbangkan penurunan harga BBM nonsubsidi seiring melemahnya harga minyak dunia. Kalau benar terjadi, dampaknya bisa terasa ke biaya logistik, harga barang, inflasi, dan daya beli masyarakat. Menurut kamu, harga BBM nonsubsidi harus segera turun? Follow  buat update AI & tech paling fresh. Credit/ #BBM #HargaBBM #BBMNonsubsidi  #BeritaEkonomi #AIPreneurNews", "post_id": "7654087694322044178"}}, {"key": "the.indonesia.post", "attributes": {"label": "the.indonesia.post", "x": 702.0902477677947, "y": 722.7209355309117, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7653894800474672404", "id": "the.indonesia.post", "source": "tiktok-000001", "content": "🏛️ Viral Rekaman Iring-Iringan Presiden Sepi Sambutan, Netizen Kaitkan dengan Tantangan PHK dan Tekanan Ekonomi Nasional 📉 Peredaran potongan video pendek yang memperlihatkan suasana lengang tanpa kerumunan massa saat iring-iringan mobil kepresidenan melintas di jalur daerah memicu perdebatan tajam di ruang siber, sebuah fenomena dinamika sosial yang dinilai berimbang namun sekaligus dikaitkan oleh netizen dengan isu penurunan daya beli akibat inflasi dan gelombang pemutusan hubungan kerja domestik. 📄 Berdasarkan analisis cuplikan rekaman visual kedatangan kepala negara di wilayah teritorial tersebut, minimnya konsentrasi warga di pinggir jalan raya dipengaruhi oleh penerapan prosedur pengamanan ketat ring satu serta faktor sterilisasi jalur logistik publik yang terjadwal. 📋 Secara makroekonomi, Kantor Komunikasi Kepresidenan () bersama Bappenas menegaskan bahwa fluktuasi antusiasme publik di lapangan tidak dapat secara sepihak dijadikan indikator tunggal kemunduran ekonomi, meskipun data resmi triwulan dari Badan Pusat Statistik membenarkan adanya tantangan struktural berupa pengetatan efisiensi tenaga kerja industri manufaktur serta kenaikan harga sejumlah komoditas pokok di tingkat masyarakat bawah. 🔍 Pergeseran ekspresi publik dalam merespons agenda kunjungan kerja otoritas tertinggi negara ini berdampak pada krusialnya evaluasi efektivitas kebijakan stimulus ekonomi nasional bagi siber publik. ✨  Komitmen transisi pengamanan yang kondusif dari Paspampres patut dihormati seutuhnya demi kelancaran agenda kerja pemerintahan, namun di sisi lain, pemerintah dituntut bergerak taktis merealisasikan jaring pengaman sosial yang riil agar sentimen negatif terkait isu pencekikan daya beli tidak berkembang menjadi mosi ketidakpercayaan yang mengaburkan capaian pembangunan infrastruktur domestik. 🎯 Apakah ramainya sambutan kunjungan presiden di jalanan murni mencerminkan kondisi kepuasan ekonomi masyarakat?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #IringIringanPresiden #KunjunganKerjaSepi #KondisiEkonomiNasional #DayaBeliMasyarakat", "post_id": "7653894800474672404"}}, {"key": "pco.ri", "attributes": {"label": "pco.ri", "x": 193.83974402654815, "y": 473.81590502687334, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5455, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653894800474672404", "id": "pco.ri", "source": "tiktok-000001", "content": "🏛️ Viral Rekaman Iring-Iringan Presiden Sepi Sambutan, Netizen Kaitkan dengan Tantangan PHK dan Tekanan Ekonomi Nasional 📉 Peredaran potongan video pendek yang memperlihatkan suasana lengang tanpa kerumunan massa saat iring-iringan mobil kepresidenan melintas di jalur daerah memicu perdebatan tajam di ruang siber, sebuah fenomena dinamika sosial yang dinilai berimbang namun sekaligus dikaitkan oleh netizen dengan isu penurunan daya beli akibat inflasi dan gelombang pemutusan hubungan kerja domestik. 📄 Berdasarkan analisis cuplikan rekaman visual kedatangan kepala negara di wilayah teritorial tersebut, minimnya konsentrasi warga di pinggir jalan raya dipengaruhi oleh penerapan prosedur pengamanan ketat ring satu serta faktor sterilisasi jalur logistik publik yang terjadwal. 📋 Secara makroekonomi, Kantor Komunikasi Kepresidenan () bersama Bappenas menegaskan bahwa fluktuasi antusiasme publik di lapangan tidak dapat secara sepihak dijadikan indikator tunggal kemunduran ekonomi, meskipun data resmi triwulan dari Badan Pusat Statistik membenarkan adanya tantangan struktural berupa pengetatan efisiensi tenaga kerja industri manufaktur serta kenaikan harga sejumlah komoditas pokok di tingkat masyarakat bawah. 🔍 Pergeseran ekspresi publik dalam merespons agenda kunjungan kerja otoritas tertinggi negara ini berdampak pada krusialnya evaluasi efektivitas kebijakan stimulus ekonomi nasional bagi siber publik. ✨  Komitmen transisi pengamanan yang kondusif dari Paspampres patut dihormati seutuhnya demi kelancaran agenda kerja pemerintahan, namun di sisi lain, pemerintah dituntut bergerak taktis merealisasikan jaring pengaman sosial yang riil agar sentimen negatif terkait isu pencekikan daya beli tidak berkembang menjadi mosi ketidakpercayaan yang mengaburkan capaian pembangunan infrastruktur domestik. 🎯 Apakah ramainya sambutan kunjungan presiden di jalanan murni mencerminkan kondisi kepuasan ekonomi masyarakat?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #IringIringanPresiden #KunjunganKerjaSepi #KondisiEkonomiNasional #DayaBeliMasyarakat", "post_id": "7653894800474672404"}}, {"key": "@wstruthbombs", "attributes": {"label": "@wstruthbombs", "x": 377.0117942606973, "y": 95.2184268509283, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "loMAq6VpnMQ", "id": "@wstruthbombs", "source": "youtube-000001", "content": "PERANG SAUDARA Finansial TELAH TIBA: WARSH VS BESSENT\n\nBagaimana jika Federal Reserve bukan lagi satu-satunya lembaga yang mengendalikan kebijakan moneter?\n\nMeskipun Ketua Fed Kevin Warsh mengisyaratkan kenaikan suku bunga dan upaya yang lebih keras melawan inflasi, Menteri Keuangan Scott Bessent mungkin sedang melakukan operasi likuiditas besar-besaran di balik layar melalui pembelian kembali obligasi pemerintah. Dalam video ini, Mark Malek menguraikan bagaimana pembelian kembali obligasi pemerintah, pembelian obligasi di luar arus utama, dan kebijakan manajemen utang dapat menekan imbal hasil jangka panjang, mendukung pasar keuangan, dan menciptakan apa yang oleh beberapa analis disebut sebagai sistem \"QE bayangan\".\n\nPelajari cara kerja pembelian kembali obligasi pemerintah, mengapa bank-bank ingin menjual obligasi jangka panjang, apa artinya ini bagi kurva imbal hasil, suku bunga hipotek, saham, obligasi, dan masa depan ekonomi AS.\n\nJika Anda menginginkan analisis makroekonomi, wawasan Federal Reserve, analisis pasar obligasi, pembaruan inflasi, peringatan resesi, dan cerita-cerita yang tidak dibicarakan Wall Street, berlanggananlah Wall Street Truthbombs.\n\nBerlangganan: https://www.youtube.com/\n\nSubstack: https://substack.com/\nX: https://x.com/WSTruthBombs\nPatreon:   / wstruthbombs  \nBlueSky: https://bsky.app/profile/wstruthbombs...\nTikTok:   / wstruthbombs  \n\nVideo Truthbombs hanya untuk tujuan informasi dan hiburan. Pandangan yang diungkapkan oleh Mark Malek atau tamu adalah pandangan mereka sendiri dan tidak selalu mencerminkan pandangan Siebert Financial. Video ini bukan merupakan nasihat investasi, penawaran untuk menjual, atau ajakan untuk membeli sekuritas apa pun. Kinerja masa lalu tidak menunjukkan hasil di masa mendatang. Pendengar dan pemirsa harus berkonsultasi dengan profesional keuangan yang berkualifikasi sebelum membuat keputusan investasi apa pun.\n\nFederal Reserve, Kevin Warsh, Scott Bessent, pembelian kembali obligasi pemerintah, QE bayangan, pelonggaran kuantitatif, pasar obligasi, pasar obligasi pemerintah, suku bunga, inflasi, kebijakan Fed, kurva imbal hasil, imbal hasil jangka panjang, Menteri Keuangan, berita bohong Wall Street, jatuhnya pasar saham, peringatan resesi, suntikan likuiditas, krisis utang, suku bunga hipotek, analisis ekonomi, makroekonomi, obligasi pemerintah, manipulasi pasar, berita Federal Reserve\n\n#foryou #stockmarket #investing #trading #money #fed #economy", "post_id": "loMAq6VpnMQ"}}, {"key": "wstruthbombs...", "attributes": {"label": "wstruthbombs...", "x": 21.80134226643893, "y": 147.40940332697093, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8276, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "loMAq6VpnMQ", "id": "wstruthbombs...", "source": "youtube-000001", "content": "PERANG SAUDARA Finansial TELAH TIBA: WARSH VS BESSENT\n\nBagaimana jika Federal Reserve bukan lagi satu-satunya lembaga yang mengendalikan kebijakan moneter?\n\nMeskipun Ketua Fed Kevin Warsh mengisyaratkan kenaikan suku bunga dan upaya yang lebih keras melawan inflasi, Menteri Keuangan Scott Bessent mungkin sedang melakukan operasi likuiditas besar-besaran di balik layar melalui pembelian kembali obligasi pemerintah. Dalam video ini, Mark Malek menguraikan bagaimana pembelian kembali obligasi pemerintah, pembelian obligasi di luar arus utama, dan kebijakan manajemen utang dapat menekan imbal hasil jangka panjang, mendukung pasar keuangan, dan menciptakan apa yang oleh beberapa analis disebut sebagai sistem \"QE bayangan\".\n\nPelajari cara kerja pembelian kembali obligasi pemerintah, mengapa bank-bank ingin menjual obligasi jangka panjang, apa artinya ini bagi kurva imbal hasil, suku bunga hipotek, saham, obligasi, dan masa depan ekonomi AS.\n\nJika Anda menginginkan analisis makroekonomi, wawasan Federal Reserve, analisis pasar obligasi, pembaruan inflasi, peringatan resesi, dan cerita-cerita yang tidak dibicarakan Wall Street, berlanggananlah Wall Street Truthbombs.\n\nBerlangganan: https://www.youtube.com/\n\nSubstack: https://substack.com/\nX: https://x.com/WSTruthBombs\nPatreon:   / wstruthbombs  \nBlueSky: https://bsky.app/profile/wstruthbombs...\nTikTok:   / wstruthbombs  \n\nVideo Truthbombs hanya untuk tujuan informasi dan hiburan. Pandangan yang diungkapkan oleh Mark Malek atau tamu adalah pandangan mereka sendiri dan tidak selalu mencerminkan pandangan Siebert Financial. Video ini bukan merupakan nasihat investasi, penawaran untuk menjual, atau ajakan untuk membeli sekuritas apa pun. Kinerja masa lalu tidak menunjukkan hasil di masa mendatang. Pendengar dan pemirsa harus berkonsultasi dengan profesional keuangan yang berkualifikasi sebelum membuat keputusan investasi apa pun.\n\nFederal Reserve, Kevin Warsh, Scott Bessent, pembelian kembali obligasi pemerintah, QE bayangan, pelonggaran kuantitatif, pasar obligasi, pasar obligasi pemerintah, suku bunga, inflasi, kebijakan Fed, kurva imbal hasil, imbal hasil jangka panjang, Menteri Keuangan, berita bohong Wall Street, jatuhnya pasar saham, peringatan resesi, suntikan likuiditas, krisis utang, suku bunga hipotek, analisis ekonomi, makroekonomi, obligasi pemerintah, manipulasi pasar, berita Federal Reserve\n\n#foryou #stockmarket #investing #trading #money #fed #economy", "post_id": "loMAq6VpnMQ"}}, {"key": "wstruthbombs", "attributes": {"label": "wstruthbombs", "x": 844.9591657854207, "y": 105.506449880593, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8276, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "loMAq6VpnMQ", "id": "wstruthbombs", "source": "youtube-000001", "content": "PERANG SAUDARA Finansial TELAH TIBA: WARSH VS BESSENT\n\nBagaimana jika Federal Reserve bukan lagi satu-satunya lembaga yang mengendalikan kebijakan moneter?\n\nMeskipun Ketua Fed Kevin Warsh mengisyaratkan kenaikan suku bunga dan upaya yang lebih keras melawan inflasi, Menteri Keuangan Scott Bessent mungkin sedang melakukan operasi likuiditas besar-besaran di balik layar melalui pembelian kembali obligasi pemerintah. Dalam video ini, Mark Malek menguraikan bagaimana pembelian kembali obligasi pemerintah, pembelian obligasi di luar arus utama, dan kebijakan manajemen utang dapat menekan imbal hasil jangka panjang, mendukung pasar keuangan, dan menciptakan apa yang oleh beberapa analis disebut sebagai sistem \"QE bayangan\".\n\nPelajari cara kerja pembelian kembali obligasi pemerintah, mengapa bank-bank ingin menjual obligasi jangka panjang, apa artinya ini bagi kurva imbal hasil, suku bunga hipotek, saham, obligasi, dan masa depan ekonomi AS.\n\nJika Anda menginginkan analisis makroekonomi, wawasan Federal Reserve, analisis pasar obligasi, pembaruan inflasi, peringatan resesi, dan cerita-cerita yang tidak dibicarakan Wall Street, berlanggananlah Wall Street Truthbombs.\n\nBerlangganan: https://www.youtube.com/\n\nSubstack: https://substack.com/\nX: https://x.com/WSTruthBombs\nPatreon:   / wstruthbombs  \nBlueSky: https://bsky.app/profile/wstruthbombs...\nTikTok:   / wstruthbombs  \n\nVideo Truthbombs hanya untuk tujuan informasi dan hiburan. Pandangan yang diungkapkan oleh Mark Malek atau tamu adalah pandangan mereka sendiri dan tidak selalu mencerminkan pandangan Siebert Financial. Video ini bukan merupakan nasihat investasi, penawaran untuk menjual, atau ajakan untuk membeli sekuritas apa pun. Kinerja masa lalu tidak menunjukkan hasil di masa mendatang. Pendengar dan pemirsa harus berkonsultasi dengan profesional keuangan yang berkualifikasi sebelum membuat keputusan investasi apa pun.\n\nFederal Reserve, Kevin Warsh, Scott Bessent, pembelian kembali obligasi pemerintah, QE bayangan, pelonggaran kuantitatif, pasar obligasi, pasar obligasi pemerintah, suku bunga, inflasi, kebijakan Fed, kurva imbal hasil, imbal hasil jangka panjang, Menteri Keuangan, berita bohong Wall Street, jatuhnya pasar saham, peringatan resesi, suntikan likuiditas, krisis utang, suku bunga hipotek, analisis ekonomi, makroekonomi, obligasi pemerintah, manipulasi pasar, berita Federal Reserve\n\n#foryou #stockmarket #investing #trading #money #fed #economy", "post_id": "loMAq6VpnMQ"}}, {"key": "@NextGenInvestGlobal", "attributes": {"label": "@NextGenInvestGlobal", "x": 134.2618954922955, "y": 0.5257138184874277, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "LSn-UxZuHyk", "id": "@NextGenInvestGlobal", "source": "youtube-000001", "content": "Jebakan Likuiditas 2026: Bersiap untuk Tebing Utang $936 Miliar & Penularan Global\n\nLanskap makroekonomi global telah bergeser secara fundamental, dan perkiraan penurunan suku bunga pada tahun 2026 telah sirna. Dengan inflasi utama yang melonjak hingga 4,2% yang didorong oleh guncangan energi global yang parah, bank sentral secara agresif memprioritaskan stabilitas harga daripada pertumbuhan ekonomi. Apakah Anda berada pada posisi strategis untuk menghadapi jebakan likuiditas yang akan datang, ataukah Anda akan menjadi sumber likuiditas bagi para pemain institusional yang memiliki leverage tinggi?\n\nDalam penjelasan makroekonomi komprehensif ini, kami menganalisis lima domino yang jatuh yang saat ini mengancam sistem keuangan global: guncangan energi geopolitik, bank sentral yang tidak kenal kompromi, jurang utang real estat komersial sebesar $936 miliar yang akan datang, pelarian modal institusional yang belum pernah terjadi sebelumnya ke dana pasar uang, dan kesenjangan harga yang mendalam dalam rasio emas-perak. Dengan memahami titik-titik tekanan sistemik ini, investor dapat menavigasi realitas \"harga lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama\" dan melindungi daya beli mereka. Kami juga merinci rencana restrukturisasi portofolio yang rasional dan berbasis data untuk melindungi aset Anda dari jebakan pasar bearish algoritmik dan likuidasi pasar. Jangan lupa berlangganan saluran  dan aktifkan lonceng notifikasi untuk analisis terbaru yang akan membentuk masa depan keuangan Anda!\n\n00:00 - Jebakan Likuiditas 2026 dan Hilangnya Pemotongan Suku Bunga\n01:21 - Domino 1: Guncangan Energi Global & Inflasi yang Kembali Meningkat\n02:01 - Domino 2: Bank Sentral Memprioritaskan Stabilitas Harga\n03:14 - Domino 3: Jurang Utang Real Estat $936 Miliar\n04:18 - Domino 4: Pelarian Modal Institusional ke Likuiditas\n05:20 - Domino 5: Paradoks Logam Mulia & Nilai Perak\n07:01 - Rencana Aksi: Restrukturisasi Arus Kas Portofolio Anda\n\n#Ekonomi #PasarGlobal #JebakanLikuiditas #Investasi #NextGenInvestGlobal\n\nPERINGATAN\nInformasi yang terkandung dalam video ini bukan merupakan nasihat investasi. Ini hanya untuk tujuan informasi.", "post_id": "LSn-UxZuHyk"}}, {"key": "NextGenInvestGlobal", "attributes": {"label": "NextGenInvestGlobal", "x": 699.3427101837847, "y": 729.5592350380574, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.5148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "LSn-UxZuHyk", "id": "NextGenInvestGlobal", "source": "youtube-000001", "content": "Jebakan Likuiditas 2026: Bersiap untuk Tebing Utang $936 Miliar & Penularan Global\n\nLanskap makroekonomi global telah bergeser secara fundamental, dan perkiraan penurunan suku bunga pada tahun 2026 telah sirna. Dengan inflasi utama yang melonjak hingga 4,2% yang didorong oleh guncangan energi global yang parah, bank sentral secara agresif memprioritaskan stabilitas harga daripada pertumbuhan ekonomi. Apakah Anda berada pada posisi strategis untuk menghadapi jebakan likuiditas yang akan datang, ataukah Anda akan menjadi sumber likuiditas bagi para pemain institusional yang memiliki leverage tinggi?\n\nDalam penjelasan makroekonomi komprehensif ini, kami menganalisis lima domino yang jatuh yang saat ini mengancam sistem keuangan global: guncangan energi geopolitik, bank sentral yang tidak kenal kompromi, jurang utang real estat komersial sebesar $936 miliar yang akan datang, pelarian modal institusional yang belum pernah terjadi sebelumnya ke dana pasar uang, dan kesenjangan harga yang mendalam dalam rasio emas-perak. Dengan memahami titik-titik tekanan sistemik ini, investor dapat menavigasi realitas \"harga lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama\" dan melindungi daya beli mereka. Kami juga merinci rencana restrukturisasi portofolio yang rasional dan berbasis data untuk melindungi aset Anda dari jebakan pasar bearish algoritmik dan likuidasi pasar. Jangan lupa berlangganan saluran  dan aktifkan lonceng notifikasi untuk analisis terbaru yang akan membentuk masa depan keuangan Anda!\n\n00:00 - Jebakan Likuiditas 2026 dan Hilangnya Pemotongan Suku Bunga\n01:21 - Domino 1: Guncangan Energi Global & Inflasi yang Kembali Meningkat\n02:01 - Domino 2: Bank Sentral Memprioritaskan Stabilitas Harga\n03:14 - Domino 3: Jurang Utang Real Estat $936 Miliar\n04:18 - Domino 4: Pelarian Modal Institusional ke Likuiditas\n05:20 - Domino 5: Paradoks Logam Mulia & Nilai Perak\n07:01 - Rencana Aksi: Restrukturisasi Arus Kas Portofolio Anda\n\n#Ekonomi #PasarGlobal #JebakanLikuiditas #Investasi #NextGenInvestGlobal\n\nPERINGATAN\nInformasi yang terkandung dalam video ini bukan merupakan nasihat investasi. Ini hanya untuk tujuan informasi.", "post_id": "LSn-UxZuHyk"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 667.9946507358909, "y": 375.54200081421743, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "M1-6-TfDB9w", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Inflasi Berpotensi Bertambah 0,25 Persen, BI Soroti Dampak BBM dan El Nino | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia memperkirakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi akan menambah inflasi sekitar 0,25 persen. Selain dampak penyesuaian harga BBM, BI juga mewaspadai tekanan dari kelompok harga pangan bergejolak seiring potensi fenomena El Nino yang dapat mengganggu produksi dan pasokan pangan.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "M1-6-TfDB9w"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 562.7727351393053, "y": 370.78692049478445, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6357, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "M1-6-TfDB9w", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Inflasi Berpotensi Bertambah 0,25 Persen, BI Soroti Dampak BBM dan El Nino | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia memperkirakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi akan menambah inflasi sekitar 0,25 persen. Selain dampak penyesuaian harga BBM, BI juga mewaspadai tekanan dari kelompok harga pangan bergejolak seiring potensi fenomena El Nino yang dapat mengganggu produksi dan pasokan pangan.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "M1-6-TfDB9w"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 293.99834809474714, "y": 200.66903821036595, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6357, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "M1-6-TfDB9w", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Inflasi Berpotensi Bertambah 0,25 Persen, BI Soroti Dampak BBM dan El Nino | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia memperkirakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi akan menambah inflasi sekitar 0,25 persen. Selain dampak penyesuaian harga BBM, BI juga mewaspadai tekanan dari kelompok harga pangan bergejolak seiring potensi fenomena El Nino yang dapat mengganggu produksi dan pasokan pangan.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "M1-6-TfDB9w"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 131.59186775637266, "y": 914.4850744411974, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6357, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "M1-6-TfDB9w", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Inflasi Berpotensi Bertambah 0,25 Persen, BI Soroti Dampak BBM dan El Nino | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia memperkirakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi akan menambah inflasi sekitar 0,25 persen. Selain dampak penyesuaian harga BBM, BI juga mewaspadai tekanan dari kelompok harga pangan bergejolak seiring potensi fenomena El Nino yang dapat mengganggu produksi dan pasokan pangan.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "M1-6-TfDB9w"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 662.0940808651014, "y": 709.0734723531885, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6357, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "M1-6-TfDB9w", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Inflasi Berpotensi Bertambah 0,25 Persen, BI Soroti Dampak BBM dan El Nino | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia memperkirakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi akan menambah inflasi sekitar 0,25 persen. Selain dampak penyesuaian harga BBM, BI juga mewaspadai tekanan dari kelompok harga pangan bergejolak seiring potensi fenomena El Nino yang dapat mengganggu produksi dan pasokan pangan.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "M1-6-TfDB9w"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 454.51684379687754, "y": 539.9886859878712, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6357, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "M1-6-TfDB9w", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Inflasi Berpotensi Bertambah 0,25 Persen, BI Soroti Dampak BBM dan El Nino | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia memperkirakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi akan menambah inflasi sekitar 0,25 persen. Selain dampak penyesuaian harga BBM, BI juga mewaspadai tekanan dari kelompok harga pangan bergejolak seiring potensi fenomena El Nino yang dapat mengganggu produksi dan pasokan pangan.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "M1-6-TfDB9w"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 715.2583564648431, "y": 395.00343212457443, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6357, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "M1-6-TfDB9w", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Inflasi Berpotensi Bertambah 0,25 Persen, BI Soroti Dampak BBM dan El Nino | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia memperkirakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi akan menambah inflasi sekitar 0,25 persen. Selain dampak penyesuaian harga BBM, BI juga mewaspadai tekanan dari kelompok harga pangan bergejolak seiring potensi fenomena El Nino yang dapat mengganggu produksi dan pasokan pangan.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "M1-6-TfDB9w"}}, {"key": "@apt_news", "attributes": {"label": "@apt_news", "x": 71.94442903379749, "y": 73.89120566520546, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "-YDIldMUYIQ", "id": "@apt_news", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Sentral Rusia Pangkas Suku Bunga Saat Kelangkaan BBM Hantam Ekonomi | APT\n\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke fasilitas tambahan:\n   /   \n\nBank sentral Rusia telah menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 14,25%, memberikan penurunan yang lebih kecil dari perkiraan karena perekonomian menghadapi risiko inflasi yang meningkat dan gangguan pasokan bahan bakar.\n\nGubernur Elvira Nabiullina mengatakan keputusan tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan pro-inflasi, termasuk ekspansi anggaran, pertumbuhan pinjaman yang lebih kuat, dan penurunan produksi bahan bakar motor. Bank tersebut juga menyebutkan ketidakpastian ekonomi global dan kenaikan harga komoditas yang terkait dengan ketegangan geopolitik.\n\nKelangkaan bahan bakar yang disebabkan oleh serangan terhadap infrastruktur energi Rusia telah mendorong harga bensin lebih tinggi, menambah tekanan lebih lanjut pada inflasi. Terlepas dari tren disinflasi baru-baru ini, para pejabat memperingatkan bahwa risiko di masa depan tetap tinggi.\n\nNabiullina menekankan bahwa keputusan suku bunga di masa mendatang tidak ditentukan sebelumnya dan akan bergantung pada data ekonomi yang masuk, ekspektasi inflasi, dan perkembangan kebijakan fiskal.\n\n#Rusia #BankSentral #ElviraNabiullina #SukuBunga #Inflasi #EkonomiRusia #BeritaTerkini #HargaMinyak #KrisisBahanBakar #BeritaEkonomi #EkonomiGlobal #BeritaKeuangan #KebijakanMonetari #PemotonganSukuBunga #Moskow", "post_id": "-YDIldMUYIQ"}}, {"key": "apt_news", "attributes": {"label": "apt_news", "x": 313.34330175675626, "y": 134.39078075790556, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5455, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "-YDIldMUYIQ", "id": "apt_news", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Sentral Rusia Pangkas Suku Bunga Saat Kelangkaan BBM Hantam Ekonomi | APT\n\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke fasilitas tambahan:\n   /   \n\nBank sentral Rusia telah menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 14,25%, memberikan penurunan yang lebih kecil dari perkiraan karena perekonomian menghadapi risiko inflasi yang meningkat dan gangguan pasokan bahan bakar.\n\nGubernur Elvira Nabiullina mengatakan keputusan tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan pro-inflasi, termasuk ekspansi anggaran, pertumbuhan pinjaman yang lebih kuat, dan penurunan produksi bahan bakar motor. Bank tersebut juga menyebutkan ketidakpastian ekonomi global dan kenaikan harga komoditas yang terkait dengan ketegangan geopolitik.\n\nKelangkaan bahan bakar yang disebabkan oleh serangan terhadap infrastruktur energi Rusia telah mendorong harga bensin lebih tinggi, menambah tekanan lebih lanjut pada inflasi. Terlepas dari tren disinflasi baru-baru ini, para pejabat memperingatkan bahwa risiko di masa depan tetap tinggi.\n\nNabiullina menekankan bahwa keputusan suku bunga di masa mendatang tidak ditentukan sebelumnya dan akan bergantung pada data ekonomi yang masuk, ekspektasi inflasi, dan perkembangan kebijakan fiskal.\n\n#Rusia #BankSentral #ElviraNabiullina #SukuBunga #Inflasi #EkonomiRusia #BeritaTerkini #HargaMinyak #KrisisBahanBakar #BeritaEkonomi #EkonomiGlobal #BeritaKeuangan #KebijakanMonetari #PemotonganSukuBunga #Moskow", "post_id": "-YDIldMUYIQ"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 937.5694087764748, "y": 365.6026139012676, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "coJPPSyyerM", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Bakal Turun?! Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai!\n\nBBM Bakal Turun? Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai! Apakah perdamaian permanen antara Iran dan Amerika Serikat benar-benar bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia dari ancaman krisis energi dan lonjakan inflasi? \n\nDalam video analisis ekonomi global ini, kita akan membedah dampak masif dari pembukaan kembali Selat Hormuz jika resolusi damai antara Iran dan AS terealisasi secara permanen. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak bumi global. Konflik geopolitik di wilayah ini selalu berhasil membuat harga minyak mentah dunia meroket dan mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri.\n\nNamun, apa yang terjadi jika kedua negara ini mendadak damai? Bagi masyarakat Indonesia, keuntungan utamanya sangat nyata: stabilitas harga BBM dan tarif listrik, keamanan armada kapal tanker nasional seperti milik Pertamina, hingga pengurangan subsidi energi pada APBN kita. Dampak domonino ini tidak hanya memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, tetapi juga menekan biaya impor bahan baku yang membuat harga bahan pokok di pasar tradisional tetap murah dan terjangkau.\n\nSaksikan juga analisis kritis mengenai sektor industri Indonesia mana yang paling cepat merasakan dampak positif ini. Mulai dari sektor logistik, sektor transportasi, hingga sektor manufaktur dan industri barang konsumsi (FMCG) yang siap melakukan ekspansi pasar ekspor secara masif karena penurunan biaya operasional.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai masa depan perdamaian Timur Tengah ini? Apakah stabilitas ekonomi Indonesia akan sepenuhnya aman? Tuliskan analisis kritis Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #IranASDamai #hargabbm  #ekonomiindonesia  #selathormuz  #SubsidiEnergi #geopolitik  #analisisekonomi  #beritahariini  #logistikindonesia  #pertamina  #RupiahMenguat #youtubenews \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "coJPPSyyerM"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 144.52754047745196, "y": 521.3092166288508, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.5148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "coJPPSyyerM", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Bakal Turun?! Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai!\n\nBBM Bakal Turun? Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai! Apakah perdamaian permanen antara Iran dan Amerika Serikat benar-benar bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia dari ancaman krisis energi dan lonjakan inflasi? \n\nDalam video analisis ekonomi global ini, kita akan membedah dampak masif dari pembukaan kembali Selat Hormuz jika resolusi damai antara Iran dan AS terealisasi secara permanen. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak bumi global. Konflik geopolitik di wilayah ini selalu berhasil membuat harga minyak mentah dunia meroket dan mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri.\n\nNamun, apa yang terjadi jika kedua negara ini mendadak damai? Bagi masyarakat Indonesia, keuntungan utamanya sangat nyata: stabilitas harga BBM dan tarif listrik, keamanan armada kapal tanker nasional seperti milik Pertamina, hingga pengurangan subsidi energi pada APBN kita. Dampak domonino ini tidak hanya memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, tetapi juga menekan biaya impor bahan baku yang membuat harga bahan pokok di pasar tradisional tetap murah dan terjangkau.\n\nSaksikan juga analisis kritis mengenai sektor industri Indonesia mana yang paling cepat merasakan dampak positif ini. Mulai dari sektor logistik, sektor transportasi, hingga sektor manufaktur dan industri barang konsumsi (FMCG) yang siap melakukan ekspansi pasar ekspor secara masif karena penurunan biaya operasional.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai masa depan perdamaian Timur Tengah ini? Apakah stabilitas ekonomi Indonesia akan sepenuhnya aman? Tuliskan analisis kritis Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #IranASDamai #hargabbm  #ekonomiindonesia  #selathormuz  #SubsidiEnergi #geopolitik  #analisisekonomi  #beritahariini  #logistikindonesia  #pertamina  #RupiahMenguat #youtubenews \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "coJPPSyyerM"}}, {"key": "@investorkit", "attributes": {"label": "@investorkit", "x": 791.5909960610787, "y": 181.93164396821038, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "tZMJFq0sZDc", "id": "@investorkit", "source": "youtube-000001", "content": "Dari Kerugian $150 Ribu ke Portofolio $4,1 Juta Tanpa Batas: Kebangkitan Berbasis Data Sid\n\nSebagian besar investor properti memasuki pasar Australia dengan mengandalkan sepenuhnya pada keakraban lokal dan emosi lingkungan sekitar. Mereka membeli apartemen di dekat stasiun kereta api atau pusat perbelanjaan utama, dengan asumsi infrastruktur yang terlihat menjamin apresiasi modal—hanya untuk kemudian terperangkap dalam siklus pertumbuhan dan terjebak dengan aset yang benar-benar merugikan secara finansial.\n\nDalam episode eksklusif kesuksesan klien dari podcast Property Nerds ini, Arjun Paliwal (CEO InvestorKit) duduk bersama teman dekat dan klien lamanya, Sid. Sid membuka tabir transformasi propertinya yang mentah: melewati pembelian apartemen tunggal yang gagal pada tahun 2014 di Sydney Barat yang merugikannya ratusan ribu dolar dalam biaya peluang, hingga membangun portofolio tanpa batas senilai lebih dari $4,1 juta di tiga negara bagian yang berbeda secara terprogram.\n\nBab:\n0:00 - Realita yang Tak Terlihat: Memiliki portofolio bernilai jutaan dolar tanpa mengunjungi asetnya\n0:40 - Selamat datang kembali di Podcast Property Nerds: Transformasi aset Sid senilai $4,1 juta\n1:19 - Menemukan yang Buruk: Apartemen di Sydney Barat yang ketinggalan lonjakan harga besar-besaran\n2:49 - Tekanan Pasca-Universitas: Mandat budaya untuk memasuki pasar Sydney lebih awal\n3:57 - Ilusi Broker: Mengapa parameter infrastruktur visual yang kuat tampak sempurna di atas kertas\n5:02 - Lonjakan Harga 2012–2017: Membandingkan kinerja perumahan yang unggul dengan stagnasi apartemen\n5:31 - Melakukan Pivot: Mengapa membuang aset yang berkinerja buruk lebih baik daripada mempertahankannya selamanya\n6:54 - Bekas Luka dan Strategi: Mengapa rasa sakit portofolio memicu perubahan nyata yang dipimpin oleh data\n7:40 - Jebakan Konsensus Barbekyu: Bagaimana para profesional perusahaan salah mengartikan pendapatan sebagai kecerdasan pasar\n11:02 - Buku Besar Pertumbuhan $1,4 Juta: Melacak Fernie Hills, Bundaberg, dan Shaughnessy Park\n12:31 - Mengatasi Ekuitas: Transisi pola pikir Sid kembali ke real estat dengan leverage tinggi\n13:44 - Terjemahan Pakar: Mengalihdayakan pembangunan portofolio ke tim akuisisi khusus\n14:56 - Tiga Rintangan: Mengalahkan ketidakbiasaan, ketidakpastian makro, dan ketakutan aset masa lalu\n16:46 - Siklus Pasca-Penguncian: Mengapa eksekusi agresif selama puncak kenaikan suku bunga membuahkan hasil\n18:36 - Kerangka Kerja Rentvesting: Menyeimbangkan keinginan gaya hidup Sydney yang tinggi dengan investasi tanpa batas\n19:47 - Kebebasan Anggaran: Membebaskan kapasitas pinjaman sambil menghindari hipotek utama yang besar\n21:50 - Jebakan Tubuh Perjalanan: Mengapa menambatkan semua modal Anda dalam pinjaman rumah besar sejak dini menyebabkan tekanan gaya hidup\n23:12 - Tonggak Rekayasa Balik: Menyelaraskan rencana properti multi-negara bagian dengan portofolio saham independen\n23:49 - Mengaktifkan Efek Kekayaan: Menukar kecemasan finansial dengan gaya hidup yang lebih baik pilihan\n26:28 - Mekanisme Ekspansi Ekonomi: Bagaimana tabungan ekuitas paksa membebaskan kecepatan arus kas rumah tangga langsung\n28:08 - Skala vs. Pesanan Khusus: Bagaimana InvestorKit mempertahankan pemodelan strategi individual selama pertumbuhan\n29:45 - Perjalanan yang Didorong Misi: Membantu lingkaran terdekat menembus inersia institusional\n31:43 - Pembelian Dasar: Memperluas parameter kenyamanan klien pada bangunan lama dengan satu kamar mandi\n32:54 - Momentum Sumber: Beralih dari ibu kota langsung ke koridor pasokan regional\n33:44 - Cakrawala Konsolidasi: Memindahkan modal dari aset perumahan ke instrumen komersial dengan imbal hasil tinggi\n34:30 - Kalibrasi Selera Risiko: Membiarkan kemenangan historis secara organik menentukan target wilayah Anda berikutnya\n36:05 - Daftar Periksa Virtual: Audit langkah demi langkah dari rasio tabungan bulanan dan batas kasus terburuk\n38:27 - Analogi Catur: Menyeimbangkan kembali properti untuk bertahan dari pembaruan kebijakan makroekonomi\n40:30 - The 6 Tahun: Membangun cetak biru karier, hubungan, dan kekayaan yang tak tergoyahkan\n\n🥇🥇 InvestorKit - Berturut-turut \"REB Buyers Agency Of The Year 2023, 2024, 2026\"\nPesan panggilan konsultasi Anda di sini: https://www.investorkit.com.au/discov...\n\n✅ BAGAIMANA KAMI DAPAT MEMBANTU ANDA:\nDengan menjadi Agen Pembeli yang paling tepercaya dan berbasis data bagi calon investor yang ingin menciptakan perubahan finansial nyata dengan membantu mereka berinvestasi dengan percaya diri, mengungguli pasar, dan membangun portofolio properti berkinerja tinggi. 👉 https://www.investorkit.com.au\n\n✅ TERHUBUNG DENGAN INVESTORKIT:\n\nSitus web: 👉 https://www.investorkit.com.au\nKirim pertanyaan Anda ke: 👉 arjun\nIkuti kami di Facebook: 👉   / investorkit  \nIkuti kami di Instagram: 👉   / investorkit.com.au  \nBerlangganan saluran YouTube kami: 👉    /   \nTerhubung dengan kami di LinkedIn: 👉   / investorkit  \n\nPenafian: Informasi yang diberikan dalam podcast ini bersifat...", "post_id": "tZMJFq0sZDc"}}, {"key": "investorkit", "attributes": {"label": "investorkit", "x": 508.1857808010802, "y": 302.1631513081785, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5455, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "tZMJFq0sZDc", "id": "investorkit", "source": "youtube-000001", "content": "Dari Kerugian $150 Ribu ke Portofolio $4,1 Juta Tanpa Batas: Kebangkitan Berbasis Data Sid\n\nSebagian besar investor properti memasuki pasar Australia dengan mengandalkan sepenuhnya pada keakraban lokal dan emosi lingkungan sekitar. Mereka membeli apartemen di dekat stasiun kereta api atau pusat perbelanjaan utama, dengan asumsi infrastruktur yang terlihat menjamin apresiasi modal—hanya untuk kemudian terperangkap dalam siklus pertumbuhan dan terjebak dengan aset yang benar-benar merugikan secara finansial.\n\nDalam episode eksklusif kesuksesan klien dari podcast Property Nerds ini, Arjun Paliwal (CEO InvestorKit) duduk bersama teman dekat dan klien lamanya, Sid. Sid membuka tabir transformasi propertinya yang mentah: melewati pembelian apartemen tunggal yang gagal pada tahun 2014 di Sydney Barat yang merugikannya ratusan ribu dolar dalam biaya peluang, hingga membangun portofolio tanpa batas senilai lebih dari $4,1 juta di tiga negara bagian yang berbeda secara terprogram.\n\nBab:\n0:00 - Realita yang Tak Terlihat: Memiliki portofolio bernilai jutaan dolar tanpa mengunjungi asetnya\n0:40 - Selamat datang kembali di Podcast Property Nerds: Transformasi aset Sid senilai $4,1 juta\n1:19 - Menemukan yang Buruk: Apartemen di Sydney Barat yang ketinggalan lonjakan harga besar-besaran\n2:49 - Tekanan Pasca-Universitas: Mandat budaya untuk memasuki pasar Sydney lebih awal\n3:57 - Ilusi Broker: Mengapa parameter infrastruktur visual yang kuat tampak sempurna di atas kertas\n5:02 - Lonjakan Harga 2012–2017: Membandingkan kinerja perumahan yang unggul dengan stagnasi apartemen\n5:31 - Melakukan Pivot: Mengapa membuang aset yang berkinerja buruk lebih baik daripada mempertahankannya selamanya\n6:54 - Bekas Luka dan Strategi: Mengapa rasa sakit portofolio memicu perubahan nyata yang dipimpin oleh data\n7:40 - Jebakan Konsensus Barbekyu: Bagaimana para profesional perusahaan salah mengartikan pendapatan sebagai kecerdasan pasar\n11:02 - Buku Besar Pertumbuhan $1,4 Juta: Melacak Fernie Hills, Bundaberg, dan Shaughnessy Park\n12:31 - Mengatasi Ekuitas: Transisi pola pikir Sid kembali ke real estat dengan leverage tinggi\n13:44 - Terjemahan Pakar: Mengalihdayakan pembangunan portofolio ke tim akuisisi khusus\n14:56 - Tiga Rintangan: Mengalahkan ketidakbiasaan, ketidakpastian makro, dan ketakutan aset masa lalu\n16:46 - Siklus Pasca-Penguncian: Mengapa eksekusi agresif selama puncak kenaikan suku bunga membuahkan hasil\n18:36 - Kerangka Kerja Rentvesting: Menyeimbangkan keinginan gaya hidup Sydney yang tinggi dengan investasi tanpa batas\n19:47 - Kebebasan Anggaran: Membebaskan kapasitas pinjaman sambil menghindari hipotek utama yang besar\n21:50 - Jebakan Tubuh Perjalanan: Mengapa menambatkan semua modal Anda dalam pinjaman rumah besar sejak dini menyebabkan tekanan gaya hidup\n23:12 - Tonggak Rekayasa Balik: Menyelaraskan rencana properti multi-negara bagian dengan portofolio saham independen\n23:49 - Mengaktifkan Efek Kekayaan: Menukar kecemasan finansial dengan gaya hidup yang lebih baik pilihan\n26:28 - Mekanisme Ekspansi Ekonomi: Bagaimana tabungan ekuitas paksa membebaskan kecepatan arus kas rumah tangga langsung\n28:08 - Skala vs. Pesanan Khusus: Bagaimana InvestorKit mempertahankan pemodelan strategi individual selama pertumbuhan\n29:45 - Perjalanan yang Didorong Misi: Membantu lingkaran terdekat menembus inersia institusional\n31:43 - Pembelian Dasar: Memperluas parameter kenyamanan klien pada bangunan lama dengan satu kamar mandi\n32:54 - Momentum Sumber: Beralih dari ibu kota langsung ke koridor pasokan regional\n33:44 - Cakrawala Konsolidasi: Memindahkan modal dari aset perumahan ke instrumen komersial dengan imbal hasil tinggi\n34:30 - Kalibrasi Selera Risiko: Membiarkan kemenangan historis secara organik menentukan target wilayah Anda berikutnya\n36:05 - Daftar Periksa Virtual: Audit langkah demi langkah dari rasio tabungan bulanan dan batas kasus terburuk\n38:27 - Analogi Catur: Menyeimbangkan kembali properti untuk bertahan dari pembaruan kebijakan makroekonomi\n40:30 - The 6 Tahun: Membangun cetak biru karier, hubungan, dan kekayaan yang tak tergoyahkan\n\n🥇🥇 InvestorKit - Berturut-turut \"REB Buyers Agency Of The Year 2023, 2024, 2026\"\nPesan panggilan konsultasi Anda di sini: https://www.investorkit.com.au/discov...\n\n✅ BAGAIMANA KAMI DAPAT MEMBANTU ANDA:\nDengan menjadi Agen Pembeli yang paling tepercaya dan berbasis data bagi calon investor yang ingin menciptakan perubahan finansial nyata dengan membantu mereka berinvestasi dengan percaya diri, mengungguli pasar, dan membangun portofolio properti berkinerja tinggi. 👉 https://www.investorkit.com.au\n\n✅ TERHUBUNG DENGAN INVESTORKIT:\n\nSitus web: 👉 https://www.investorkit.com.au\nKirim pertanyaan Anda ke: 👉 arjun\nIkuti kami di Facebook: 👉   / investorkit  \nIkuti kami di Instagram: 👉   / investorkit.com.au  \nBerlangganan saluran YouTube kami: 👉    /   \nTerhubung dengan kami di LinkedIn: 👉   / investorkit  \n\nPenafian: Informasi yang diberikan dalam podcast ini bersifat...", "post_id": "tZMJFq0sZDc"}}, {"key": "@kitco", "attributes": {"label": "@kitco", "x": 580.0849561300136, "y": 934.6405314452212, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "ua9V2eOvWkU", "id": "@kitco", "source": "youtube-000001", "content": "Penurunan Harga Emas Bukan Akhir dari Tren Naik, Ini Adalah Peluang Beli Bagus Lainnya, Kata Rose...\n\nDavid Rosenberg mengatakan bahwa penurunan harga emas bukanlah akhir dari pasar bullish, melainkan peluang pembelian lain, dan bank sentral yang mendorongnya baru setengah jalan dalam peralihan mereka dari dolar ke emas. Jadi, apakah pasar bullish emas sudah berakhir, atau baru saja dimulai?\n\nDavid Rosenberg, presiden Rosenberg Research dan ekonom yang memprediksi krisis perumahan tahun 2008, bergabung dengan pembawa acara senior Kitco News, Jeremy Szafron, untuk menjelaskan mengapa ini adalah koreksi ke-12 pada harga emas sejak tahun 1999 dan bukan akhir dari pasar bullish, mengapa China terus membeli saat harga turun sementara negara-negara Barat terpaksa menjual, dan mengapa ia masih optimis terhadap emas dan perusahaan pertambangan dalam jangka waktu tiga hingga lima tahun.\n\nPembicaraan ini jauh melampaui emas. Rosenberg menjabarkan mengapa seluruh perekonomian AS kini bergantung pada S&P 500 dan efek kekayaan ekuitas, resesi konsumen yang sudah tersembunyi dalam data pendapatan, gelembung AI yang menurutnya terletak pada perilaku investor dan bukan pada teknologinya, pembiayaan sirkular yang muncul di seluruh pengembangan AI, pandangannya tentang transisi Fed era Warsh dan mengapa ia masih berpikir langkah selanjutnya adalah pemotongan suku bunga, inflasi versus disinflasi setelah gencatan senjata Iran, keadaan ekonomi Kanada dan masalah utang rumah tangganya, dan di mana ia sebenarnya menempatkan uangnya sekarang, dari uang tunai dan obligasi hingga emas batangan, perusahaan pertambangan, dan taruhan yang mengejutkan pada perusahaan pembangunan rumah yang sedang terpuruk.\n\nDirekam 22 Juni 2026\n\nIkuti Jeremy Szafron di X:  (  / jeremyszafron  )\nIkuti Kitco News di X:  (  / kitconewsnow  )\nIkuti David Rosenberg di X:  (  / econguyrosie  )\n\nBAB\n00:00 Apakah Tren Kenaikan Harga Emas Berakhir Setelah Penurunan Harga Ini?\n02:00 Apa Penyebab Koreksi: Margin Call dan Investor Lemah\n03:00 12 Koreksi Sejak 1999, dan Kaitannya dengan Greenspan\n04:00 Bank Sentral Baru Setengah Jalan Menuju Pergeseran\n05:00 China Membeli Saat Harga Turun: Dari Investor Lemah Menjadi Investor Kuat\n07:00 Mengapa Harga Emas Tetap Bertahan Meskipun Dolar Kuat dan Suku Bunga Lebih Tinggi\n10:00 Semuanya Bergantung pada S&P 500\n11:30 Resesi Konsumen yang Tersembunyi di Balik Data Pendapatan\n13:30 Greenspan, Put Greenspan, dan Pasar Saat Ini\n17:00 Gelembung AI dan Pembiayaan Sirkuler\n23:00 Inflasi, Disinflasi, dan Gencatan Senjata Iran\n30:00 Transisi Fed Warsh\n37:00 Masalah Utang Rumah Tangga Kanada\n49:00 Pasar yang Dihargai Tanpa Risiko\n50:00 Mengapa Perma-Bear Membeli Perusahaan Pembangun Rumah\n52:00 Buku Panduan: Uang Tunai, Durasi, Emas Batangan, Penambang\n54:00 Setiap Ketua Fed Baru Menghadapi Krisis di Tahun Pertama\n56:30 Apa yang Akan Membuat Rosenberg Bersikap Bearish terhadap Emas\n\n#emas #hargaemas #davidrosenberg\n__________________________________________________________________\n\nSukai, bagikan, dan berlangganan Kitco News—dan aktifkan notifikasi untuk tetap mendapatkan informasi terkini tentang wawancara ahli, wawasan pasar, dan berita terkini liputan.\n\nIKUTI KAMI:\nX: https://x.com/kitconewsnow\nInstagram:   / kitconews  \nFacebook:   / kitconews  \nLinkedIn:   / kitconews  \n\nDengarkan PODCAST di\n🎧 Spotify: https://open.spotify.com/show/1My4Wgt...\n🎧 Apple Podcasts: https://podcasts.apple.com/us/podcast...\n🎧 Semua episode podcast tersedia di sini → https://kitconews.buzzsprout.com\n\nKunjungi: https://Kitco.com/ untuk harga emas, perak, dan kripto terkini, berita pertambangan terbaru, dan wawasan makroekonomi.\n\nHarga dan grafik emas langsung: https://www.kitco.com/charts/gold\nHarga dan grafik perak langsung: https://www.kitco.com/charts/silver\nData pasar kripto langsung: https://www.kitco.com/price/crypto\n\nPelajari lebih lanjut tentang Kitco News: https://www.kitco.com/news/about/\n\nUntuk informasi lebih lanjut tentang periklanan, sponsor, dan promosi pemasaran – silakan kunjungi media kit online kami di: https://www.kitco.com/advertising\n\nPenafian:\nVideo-video ini tidak dimaksudkan untuk memberikan saran perdagangan, dan pandangan yang diungkapkan tidak selalu mencerminkan pandangan Kitco Metals Inc. Kitco News, para pembawa acara, produser, dan reporternya tidak bertanggung jawab dalam bentuk apa pun atas kinerja atau tindakan sponsor, pengiklan, atau afiliasi Kitco News. Dalam keadaan apa pun Kitco dan karyawannya tidak akan bertanggung jawab atas kerugian tidak langsung, khusus, insidental, atau konsekuensial yang timbul dari penggunaan konten dalam video ini.", "post_id": "ua9V2eOvWkU"}}, {"key": "JeremySzafron", "attributes": {"label": "JeremySzafron", "x": 187.58791074772674, "y": 21.488889355119944, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.1712, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ua9V2eOvWkU", "id": "JeremySzafron", "source": "youtube-000001", "content": "Penurunan Harga Emas Bukan Akhir dari Tren Naik, Ini Adalah Peluang Beli Bagus Lainnya, Kata Rose...\n\nDavid Rosenberg mengatakan bahwa penurunan harga emas bukanlah akhir dari pasar bullish, melainkan peluang pembelian lain, dan bank sentral yang mendorongnya baru setengah jalan dalam peralihan mereka dari dolar ke emas. Jadi, apakah pasar bullish emas sudah berakhir, atau baru saja dimulai?\n\nDavid Rosenberg, presiden Rosenberg Research dan ekonom yang memprediksi krisis perumahan tahun 2008, bergabung dengan pembawa acara senior Kitco News, Jeremy Szafron, untuk menjelaskan mengapa ini adalah koreksi ke-12 pada harga emas sejak tahun 1999 dan bukan akhir dari pasar bullish, mengapa China terus membeli saat harga turun sementara negara-negara Barat terpaksa menjual, dan mengapa ia masih optimis terhadap emas dan perusahaan pertambangan dalam jangka waktu tiga hingga lima tahun.\n\nPembicaraan ini jauh melampaui emas. Rosenberg menjabarkan mengapa seluruh perekonomian AS kini bergantung pada S&P 500 dan efek kekayaan ekuitas, resesi konsumen yang sudah tersembunyi dalam data pendapatan, gelembung AI yang menurutnya terletak pada perilaku investor dan bukan pada teknologinya, pembiayaan sirkular yang muncul di seluruh pengembangan AI, pandangannya tentang transisi Fed era Warsh dan mengapa ia masih berpikir langkah selanjutnya adalah pemotongan suku bunga, inflasi versus disinflasi setelah gencatan senjata Iran, keadaan ekonomi Kanada dan masalah utang rumah tangganya, dan di mana ia sebenarnya menempatkan uangnya sekarang, dari uang tunai dan obligasi hingga emas batangan, perusahaan pertambangan, dan taruhan yang mengejutkan pada perusahaan pembangunan rumah yang sedang terpuruk.\n\nDirekam 22 Juni 2026\n\nIkuti Jeremy Szafron di X:  (  / jeremyszafron  )\nIkuti Kitco News di X:  (  / kitconewsnow  )\nIkuti David Rosenberg di X:  (  / econguyrosie  )\n\nBAB\n00:00 Apakah Tren Kenaikan Harga Emas Berakhir Setelah Penurunan Harga Ini?\n02:00 Apa Penyebab Koreksi: Margin Call dan Investor Lemah\n03:00 12 Koreksi Sejak 1999, dan Kaitannya dengan Greenspan\n04:00 Bank Sentral Baru Setengah Jalan Menuju Pergeseran\n05:00 China Membeli Saat Harga Turun: Dari Investor Lemah Menjadi Investor Kuat\n07:00 Mengapa Harga Emas Tetap Bertahan Meskipun Dolar Kuat dan Suku Bunga Lebih Tinggi\n10:00 Semuanya Bergantung pada S&P 500\n11:30 Resesi Konsumen yang Tersembunyi di Balik Data Pendapatan\n13:30 Greenspan, Put Greenspan, dan Pasar Saat Ini\n17:00 Gelembung AI dan Pembiayaan Sirkuler\n23:00 Inflasi, Disinflasi, dan Gencatan Senjata Iran\n30:00 Transisi Fed Warsh\n37:00 Masalah Utang Rumah Tangga Kanada\n49:00 Pasar yang Dihargai Tanpa Risiko\n50:00 Mengapa Perma-Bear Membeli Perusahaan Pembangun Rumah\n52:00 Buku Panduan: Uang Tunai, Durasi, Emas Batangan, Penambang\n54:00 Setiap Ketua Fed Baru Menghadapi Krisis di Tahun Pertama\n56:30 Apa yang Akan Membuat Rosenberg Bersikap Bearish terhadap Emas\n\n#emas #hargaemas #davidrosenberg\n__________________________________________________________________\n\nSukai, bagikan, dan berlangganan Kitco News—dan aktifkan notifikasi untuk tetap mendapatkan informasi terkini tentang wawancara ahli, wawasan pasar, dan berita terkini liputan.\n\nIKUTI KAMI:\nX: https://x.com/kitconewsnow\nInstagram:   / kitconews  \nFacebook:   / kitconews  \nLinkedIn:   / kitconews  \n\nDengarkan PODCAST di\n🎧 Spotify: https://open.spotify.com/show/1My4Wgt...\n🎧 Apple Podcasts: https://podcasts.apple.com/us/podcast...\n🎧 Semua episode podcast tersedia di sini → https://kitconews.buzzsprout.com\n\nKunjungi: https://Kitco.com/ untuk harga emas, perak, dan kripto terkini, berita pertambangan terbaru, dan wawasan makroekonomi.\n\nHarga dan grafik emas langsung: https://www.kitco.com/charts/gold\nHarga dan grafik perak langsung: https://www.kitco.com/charts/silver\nData pasar kripto langsung: https://www.kitco.com/price/crypto\n\nPelajari lebih lanjut tentang Kitco News: https://www.kitco.com/news/about/\n\nUntuk informasi lebih lanjut tentang periklanan, sponsor, dan promosi pemasaran – silakan kunjungi media kit online kami di: https://www.kitco.com/advertising\n\nPenafian:\nVideo-video ini tidak dimaksudkan untuk memberikan saran perdagangan, dan pandangan yang diungkapkan tidak selalu mencerminkan pandangan Kitco Metals Inc. Kitco News, para pembawa acara, produser, dan reporternya tidak bertanggung jawab dalam bentuk apa pun atas kinerja atau tindakan sponsor, pengiklan, atau afiliasi Kitco News. Dalam keadaan apa pun Kitco dan karyawannya tidak akan bertanggung jawab atas kerugian tidak langsung, khusus, insidental, atau konsekuensial yang timbul dari penggunaan konten dalam video ini.", "post_id": "ua9V2eOvWkU"}}, {"key": "KitcoNewsNOW", "attributes": {"label": "KitcoNewsNOW", "x": 112.3754494881667, "y": 755.3382434624757, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.1712, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ua9V2eOvWkU", "id": "KitcoNewsNOW", "source": "youtube-000001", "content": "Penurunan Harga Emas Bukan Akhir dari Tren Naik, Ini Adalah Peluang Beli Bagus Lainnya, Kata Rose...\n\nDavid Rosenberg mengatakan bahwa penurunan harga emas bukanlah akhir dari pasar bullish, melainkan peluang pembelian lain, dan bank sentral yang mendorongnya baru setengah jalan dalam peralihan mereka dari dolar ke emas. Jadi, apakah pasar bullish emas sudah berakhir, atau baru saja dimulai?\n\nDavid Rosenberg, presiden Rosenberg Research dan ekonom yang memprediksi krisis perumahan tahun 2008, bergabung dengan pembawa acara senior Kitco News, Jeremy Szafron, untuk menjelaskan mengapa ini adalah koreksi ke-12 pada harga emas sejak tahun 1999 dan bukan akhir dari pasar bullish, mengapa China terus membeli saat harga turun sementara negara-negara Barat terpaksa menjual, dan mengapa ia masih optimis terhadap emas dan perusahaan pertambangan dalam jangka waktu tiga hingga lima tahun.\n\nPembicaraan ini jauh melampaui emas. Rosenberg menjabarkan mengapa seluruh perekonomian AS kini bergantung pada S&P 500 dan efek kekayaan ekuitas, resesi konsumen yang sudah tersembunyi dalam data pendapatan, gelembung AI yang menurutnya terletak pada perilaku investor dan bukan pada teknologinya, pembiayaan sirkular yang muncul di seluruh pengembangan AI, pandangannya tentang transisi Fed era Warsh dan mengapa ia masih berpikir langkah selanjutnya adalah pemotongan suku bunga, inflasi versus disinflasi setelah gencatan senjata Iran, keadaan ekonomi Kanada dan masalah utang rumah tangganya, dan di mana ia sebenarnya menempatkan uangnya sekarang, dari uang tunai dan obligasi hingga emas batangan, perusahaan pertambangan, dan taruhan yang mengejutkan pada perusahaan pembangunan rumah yang sedang terpuruk.\n\nDirekam 22 Juni 2026\n\nIkuti Jeremy Szafron di X:  (  / jeremyszafron  )\nIkuti Kitco News di X:  (  / kitconewsnow  )\nIkuti David Rosenberg di X:  (  / econguyrosie  )\n\nBAB\n00:00 Apakah Tren Kenaikan Harga Emas Berakhir Setelah Penurunan Harga Ini?\n02:00 Apa Penyebab Koreksi: Margin Call dan Investor Lemah\n03:00 12 Koreksi Sejak 1999, dan Kaitannya dengan Greenspan\n04:00 Bank Sentral Baru Setengah Jalan Menuju Pergeseran\n05:00 China Membeli Saat Harga Turun: Dari Investor Lemah Menjadi Investor Kuat\n07:00 Mengapa Harga Emas Tetap Bertahan Meskipun Dolar Kuat dan Suku Bunga Lebih Tinggi\n10:00 Semuanya Bergantung pada S&P 500\n11:30 Resesi Konsumen yang Tersembunyi di Balik Data Pendapatan\n13:30 Greenspan, Put Greenspan, dan Pasar Saat Ini\n17:00 Gelembung AI dan Pembiayaan Sirkuler\n23:00 Inflasi, Disinflasi, dan Gencatan Senjata Iran\n30:00 Transisi Fed Warsh\n37:00 Masalah Utang Rumah Tangga Kanada\n49:00 Pasar yang Dihargai Tanpa Risiko\n50:00 Mengapa Perma-Bear Membeli Perusahaan Pembangun Rumah\n52:00 Buku Panduan: Uang Tunai, Durasi, Emas Batangan, Penambang\n54:00 Setiap Ketua Fed Baru Menghadapi Krisis di Tahun Pertama\n56:30 Apa yang Akan Membuat Rosenberg Bersikap Bearish terhadap Emas\n\n#emas #hargaemas #davidrosenberg\n__________________________________________________________________\n\nSukai, bagikan, dan berlangganan Kitco News—dan aktifkan notifikasi untuk tetap mendapatkan informasi terkini tentang wawancara ahli, wawasan pasar, dan berita terkini liputan.\n\nIKUTI KAMI:\nX: https://x.com/kitconewsnow\nInstagram:   / kitconews  \nFacebook:   / kitconews  \nLinkedIn:   / kitconews  \n\nDengarkan PODCAST di\n🎧 Spotify: https://open.spotify.com/show/1My4Wgt...\n🎧 Apple Podcasts: https://podcasts.apple.com/us/podcast...\n🎧 Semua episode podcast tersedia di sini → https://kitconews.buzzsprout.com\n\nKunjungi: https://Kitco.com/ untuk harga emas, perak, dan kripto terkini, berita pertambangan terbaru, dan wawasan makroekonomi.\n\nHarga dan grafik emas langsung: https://www.kitco.com/charts/gold\nHarga dan grafik perak langsung: https://www.kitco.com/charts/silver\nData pasar kripto langsung: https://www.kitco.com/price/crypto\n\nPelajari lebih lanjut tentang Kitco News: https://www.kitco.com/news/about/\n\nUntuk informasi lebih lanjut tentang periklanan, sponsor, dan promosi pemasaran – silakan kunjungi media kit online kami di: https://www.kitco.com/advertising\n\nPenafian:\nVideo-video ini tidak dimaksudkan untuk memberikan saran perdagangan, dan pandangan yang diungkapkan tidak selalu mencerminkan pandangan Kitco Metals Inc. Kitco News, para pembawa acara, produser, dan reporternya tidak bertanggung jawab dalam bentuk apa pun atas kinerja atau tindakan sponsor, pengiklan, atau afiliasi Kitco News. Dalam keadaan apa pun Kitco dan karyawannya tidak akan bertanggung jawab atas kerugian tidak langsung, khusus, insidental, atau konsekuensial yang timbul dari penggunaan konten dalam video ini.", "post_id": "ua9V2eOvWkU"}}, {"key": "EconguyRosie", "attributes": {"label": "EconguyRosie", "x": 673.6852150036469, "y": 236.29158570177623, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.1712, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ua9V2eOvWkU", "id": "EconguyRosie", "source": "youtube-000001", "content": "Penurunan Harga Emas Bukan Akhir dari Tren Naik, Ini Adalah Peluang Beli Bagus Lainnya, Kata Rose...\n\nDavid Rosenberg mengatakan bahwa penurunan harga emas bukanlah akhir dari pasar bullish, melainkan peluang pembelian lain, dan bank sentral yang mendorongnya baru setengah jalan dalam peralihan mereka dari dolar ke emas. Jadi, apakah pasar bullish emas sudah berakhir, atau baru saja dimulai?\n\nDavid Rosenberg, presiden Rosenberg Research dan ekonom yang memprediksi krisis perumahan tahun 2008, bergabung dengan pembawa acara senior Kitco News, Jeremy Szafron, untuk menjelaskan mengapa ini adalah koreksi ke-12 pada harga emas sejak tahun 1999 dan bukan akhir dari pasar bullish, mengapa China terus membeli saat harga turun sementara negara-negara Barat terpaksa menjual, dan mengapa ia masih optimis terhadap emas dan perusahaan pertambangan dalam jangka waktu tiga hingga lima tahun.\n\nPembicaraan ini jauh melampaui emas. Rosenberg menjabarkan mengapa seluruh perekonomian AS kini bergantung pada S&P 500 dan efek kekayaan ekuitas, resesi konsumen yang sudah tersembunyi dalam data pendapatan, gelembung AI yang menurutnya terletak pada perilaku investor dan bukan pada teknologinya, pembiayaan sirkular yang muncul di seluruh pengembangan AI, pandangannya tentang transisi Fed era Warsh dan mengapa ia masih berpikir langkah selanjutnya adalah pemotongan suku bunga, inflasi versus disinflasi setelah gencatan senjata Iran, keadaan ekonomi Kanada dan masalah utang rumah tangganya, dan di mana ia sebenarnya menempatkan uangnya sekarang, dari uang tunai dan obligasi hingga emas batangan, perusahaan pertambangan, dan taruhan yang mengejutkan pada perusahaan pembangunan rumah yang sedang terpuruk.\n\nDirekam 22 Juni 2026\n\nIkuti Jeremy Szafron di X:  (  / jeremyszafron  )\nIkuti Kitco News di X:  (  / kitconewsnow  )\nIkuti David Rosenberg di X:  (  / econguyrosie  )\n\nBAB\n00:00 Apakah Tren Kenaikan Harga Emas Berakhir Setelah Penurunan Harga Ini?\n02:00 Apa Penyebab Koreksi: Margin Call dan Investor Lemah\n03:00 12 Koreksi Sejak 1999, dan Kaitannya dengan Greenspan\n04:00 Bank Sentral Baru Setengah Jalan Menuju Pergeseran\n05:00 China Membeli Saat Harga Turun: Dari Investor Lemah Menjadi Investor Kuat\n07:00 Mengapa Harga Emas Tetap Bertahan Meskipun Dolar Kuat dan Suku Bunga Lebih Tinggi\n10:00 Semuanya Bergantung pada S&P 500\n11:30 Resesi Konsumen yang Tersembunyi di Balik Data Pendapatan\n13:30 Greenspan, Put Greenspan, dan Pasar Saat Ini\n17:00 Gelembung AI dan Pembiayaan Sirkuler\n23:00 Inflasi, Disinflasi, dan Gencatan Senjata Iran\n30:00 Transisi Fed Warsh\n37:00 Masalah Utang Rumah Tangga Kanada\n49:00 Pasar yang Dihargai Tanpa Risiko\n50:00 Mengapa Perma-Bear Membeli Perusahaan Pembangun Rumah\n52:00 Buku Panduan: Uang Tunai, Durasi, Emas Batangan, Penambang\n54:00 Setiap Ketua Fed Baru Menghadapi Krisis di Tahun Pertama\n56:30 Apa yang Akan Membuat Rosenberg Bersikap Bearish terhadap Emas\n\n#emas #hargaemas #davidrosenberg\n__________________________________________________________________\n\nSukai, bagikan, dan berlangganan Kitco News—dan aktifkan notifikasi untuk tetap mendapatkan informasi terkini tentang wawancara ahli, wawasan pasar, dan berita terkini liputan.\n\nIKUTI KAMI:\nX: https://x.com/kitconewsnow\nInstagram:   / kitconews  \nFacebook:   / kitconews  \nLinkedIn:   / kitconews  \n\nDengarkan PODCAST di\n🎧 Spotify: https://open.spotify.com/show/1My4Wgt...\n🎧 Apple Podcasts: https://podcasts.apple.com/us/podcast...\n🎧 Semua episode podcast tersedia di sini → https://kitconews.buzzsprout.com\n\nKunjungi: https://Kitco.com/ untuk harga emas, perak, dan kripto terkini, berita pertambangan terbaru, dan wawasan makroekonomi.\n\nHarga dan grafik emas langsung: https://www.kitco.com/charts/gold\nHarga dan grafik perak langsung: https://www.kitco.com/charts/silver\nData pasar kripto langsung: https://www.kitco.com/price/crypto\n\nPelajari lebih lanjut tentang Kitco News: https://www.kitco.com/news/about/\n\nUntuk informasi lebih lanjut tentang periklanan, sponsor, dan promosi pemasaran – silakan kunjungi media kit online kami di: https://www.kitco.com/advertising\n\nPenafian:\nVideo-video ini tidak dimaksudkan untuk memberikan saran perdagangan, dan pandangan yang diungkapkan tidak selalu mencerminkan pandangan Kitco Metals Inc. Kitco News, para pembawa acara, produser, dan reporternya tidak bertanggung jawab dalam bentuk apa pun atas kinerja atau tindakan sponsor, pengiklan, atau afiliasi Kitco News. Dalam keadaan apa pun Kitco dan karyawannya tidak akan bertanggung jawab atas kerugian tidak langsung, khusus, insidental, atau konsekuensial yang timbul dari penggunaan konten dalam video ini.", "post_id": "ua9V2eOvWkU"}}, {"key": "@cuanomicswealth", "attributes": {"label": "@cuanomicswealth", "x": 149.09181828193317, "y": 178.7835540619581, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "iEHL2BEXl4Q", "id": "@cuanomicswealth", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Naik 32% — Ini Dampaknya ke Dompetmu\n\nPertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter — naik 32% sekaligus. Ini bukan sekadar soal isi bensin. Kenaikan ini memicu efek domino ke harga makanan, ongkos transportasi, hingga nilai tabungan kita. Bersamaan dengan kenaikan BI Rate ke 5,50%, kelas menengah kena dari dua sisi sekaligus.  \n\nDi video ini, kita bahas: \nKenapa BBM bisa naik sebesar ini dan apa penyebab di baliknya \nEfek domino ke pengeluaran harian, inflasi, dan daya beli \nApa yang terjadi pada tabungan dan investasi kamu \nInstrumen keuangan mana yang justru menguntungkan saat kondisi ini \nRencana aksi konkret yang bisa kamu lakukan sekarang  \n\n⏱️ TIMESTAMPS \n0:00 — Hook: Pertamax Rp16.250, ini bukan soal bensin \n0:45 — Kenapa BBM naik? Konteks rupiah & BI Rate \n2:30 — Efek domino ke dompet kelas menengah \n5:00 — Instrumen yang aman dan justru untung sekarang \n8:30 — Rencana aksi: 5 langkah yang bisa kamu mulai hari ini \n10:00 — Ringkasan & CTA  \n\n📌 Jangan lupa like dan share ke teman yang perlu tahu ini.  \n🔔 Subscribe & aktifkan lonceng — video baru tiap minggu!    /     \n\n#bbmnaik #pertamax #keuanganpribadi #inflasi2026 #cuanomics #investasi #tabungan #rupiahmelemah #birate #finansial", "post_id": "iEHL2BEXl4Q"}}, {"key": "cuanomicswealth", "attributes": {"label": "cuanomicswealth", "x": 409.4692424526083, "y": 104.25432651924082, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5455, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "iEHL2BEXl4Q", "id": "cuanomicswealth", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Naik 32% — Ini Dampaknya ke Dompetmu\n\nPertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter — naik 32% sekaligus. Ini bukan sekadar soal isi bensin. Kenaikan ini memicu efek domino ke harga makanan, ongkos transportasi, hingga nilai tabungan kita. Bersamaan dengan kenaikan BI Rate ke 5,50%, kelas menengah kena dari dua sisi sekaligus.  \n\nDi video ini, kita bahas: \nKenapa BBM bisa naik sebesar ini dan apa penyebab di baliknya \nEfek domino ke pengeluaran harian, inflasi, dan daya beli \nApa yang terjadi pada tabungan dan investasi kamu \nInstrumen keuangan mana yang justru menguntungkan saat kondisi ini \nRencana aksi konkret yang bisa kamu lakukan sekarang  \n\n⏱️ TIMESTAMPS \n0:00 — Hook: Pertamax Rp16.250, ini bukan soal bensin \n0:45 — Kenapa BBM naik? Konteks rupiah & BI Rate \n2:30 — Efek domino ke dompet kelas menengah \n5:00 — Instrumen yang aman dan justru untung sekarang \n8:30 — Rencana aksi: 5 langkah yang bisa kamu mulai hari ini \n10:00 — Ringkasan & CTA  \n\n📌 Jangan lupa like dan share ke teman yang perlu tahu ini.  \n🔔 Subscribe & aktifkan lonceng — video baru tiap minggu!    /     \n\n#bbmnaik #pertamax #keuanganpribadi #inflasi2026 #cuanomics #investasi #tabungan #rupiahmelemah #birate #finansial", "post_id": "iEHL2BEXl4Q"}}, {"key": "@ContrarianNews", "attributes": {"label": "@ContrarianNews", "x": 959.0112264345402, "y": 616.1860168401389, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "JbqbERnhb8I", "id": "@ContrarianNews", "source": "youtube-000001", "content": "Apa yang Terjadi dengan Inflasi? (Sekarang Setelah Perang Berakhir)\n\nPerang Iran telah berakhir, tetapi apakah itu berarti biaya rumah tangga sehari-hari akhirnya akan turun atau kita terjebak dalam perangkap ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya?\n\nPada episode Let's Do Lunch kali ini, Jared Bernstein duduk bersama mantan Ketua Dewan Penasihat Ekonomi, Jason Furman, untuk membahas pertanyaan-pertanyaan ekonomi yang Anda miliki tentang lanskap makroekonomi pasca-perang.\n\nKeduanya mengungkap konsekuensi utama dari konflik tersebut: penutupan Selat Hormuz selama 100 hari secara fisik menghapus 1 miliar barel minyak dari pasokan global. Furman menjelaskan mengapa persediaan global sekarang sangat tipis, menciptakan batas bawah permanen yang tinggi di bawah harga energi yang akan mencegah gas kembali ke tingkat pra-perang dalam waktu dekat. Mereka juga membahas secara mendalam tentang jangka waktu sebenarnya untuk memperbaiki inflasi, krisis struktural yang dihadapi Jaminan Sosial selama enam tahun ke depan, dan apa yang diharapkan dari Ketua Federal Reserve yang baru diangkat, Kevin Warsh.\n\n🥗 Saksikan episode baru LET'S DO LUNCH (bersama Jared Bernstein) LIVE di Substack setiap dua minggu sekali pada hari Selasa pukul 12 siang ET.\n\n🔔 Bergabunglah dengan komunitas Contrarian! Langganan Anda mendukung jurnalisme independen kami dan membantu mendanai gugatan penting untuk menghentikan korupsi Trump!\n\nBERLANGGANAN DI YOUTUBE:    /   \nDUKUNG SUBSTACK KAMI: https://contrarian.substack.com/\n\n00:00 Prospek Pasca Perang: Akankah Inflasi Akhirnya Berbalik?\n03:10 Perbedaan Inti vs. Berita Utama: Mengapa Ekonom Menghilangkan Pangan & Energi\n06:48 1 Miliar Barel yang Hilang: Mengapa Harga Bensin Pasca Perang Tidak Akan Turun\n09:42 Defisit & Integritas Data: Dapatkah Gedung Putih \"Memanipulasi Laporan Keuangan\"?\n\n13:25 Jam 6 Tahun: Krisis Dana Perwalian Jaminan Sosial $10 Triliun\n20:15 Memajaki Orang Kaya: Pertimbangan Filosofis tentang Konsentrasi Kekayaan\n24:23 Era Kevin Warsh: Apa yang Diharapkan dari Ketua Fed yang Baru\n\nEpisode Let's Do Lunch ini direkam langsung pada 16 Juni 2026.\n\n#TheContrarian #Inflasi #Ekonomi #JaminanSosial #HargaBensin #FederalReserve #JaredBernstein #JasonFurman", "post_id": "JbqbERnhb8I"}}, {"key": "contrariannews", "attributes": {"label": "contrariannews", "x": 676.9569739331268, "y": 900.5395902480279, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5455, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "JbqbERnhb8I", "id": "contrariannews", "source": "youtube-000001", "content": "Apa yang Terjadi dengan Inflasi? (Sekarang Setelah Perang Berakhir)\n\nPerang Iran telah berakhir, tetapi apakah itu berarti biaya rumah tangga sehari-hari akhirnya akan turun atau kita terjebak dalam perangkap ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya?\n\nPada episode Let's Do Lunch kali ini, Jared Bernstein duduk bersama mantan Ketua Dewan Penasihat Ekonomi, Jason Furman, untuk membahas pertanyaan-pertanyaan ekonomi yang Anda miliki tentang lanskap makroekonomi pasca-perang.\n\nKeduanya mengungkap konsekuensi utama dari konflik tersebut: penutupan Selat Hormuz selama 100 hari secara fisik menghapus 1 miliar barel minyak dari pasokan global. Furman menjelaskan mengapa persediaan global sekarang sangat tipis, menciptakan batas bawah permanen yang tinggi di bawah harga energi yang akan mencegah gas kembali ke tingkat pra-perang dalam waktu dekat. Mereka juga membahas secara mendalam tentang jangka waktu sebenarnya untuk memperbaiki inflasi, krisis struktural yang dihadapi Jaminan Sosial selama enam tahun ke depan, dan apa yang diharapkan dari Ketua Federal Reserve yang baru diangkat, Kevin Warsh.\n\n🥗 Saksikan episode baru LET'S DO LUNCH (bersama Jared Bernstein) LIVE di Substack setiap dua minggu sekali pada hari Selasa pukul 12 siang ET.\n\n🔔 Bergabunglah dengan komunitas Contrarian! Langganan Anda mendukung jurnalisme independen kami dan membantu mendanai gugatan penting untuk menghentikan korupsi Trump!\n\nBERLANGGANAN DI YOUTUBE:    /   \nDUKUNG SUBSTACK KAMI: https://contrarian.substack.com/\n\n00:00 Prospek Pasca Perang: Akankah Inflasi Akhirnya Berbalik?\n03:10 Perbedaan Inti vs. Berita Utama: Mengapa Ekonom Menghilangkan Pangan & Energi\n06:48 1 Miliar Barel yang Hilang: Mengapa Harga Bensin Pasca Perang Tidak Akan Turun\n09:42 Defisit & Integritas Data: Dapatkah Gedung Putih \"Memanipulasi Laporan Keuangan\"?\n\n13:25 Jam 6 Tahun: Krisis Dana Perwalian Jaminan Sosial $10 Triliun\n20:15 Memajaki Orang Kaya: Pertimbangan Filosofis tentang Konsentrasi Kekayaan\n24:23 Era Kevin Warsh: Apa yang Diharapkan dari Ketua Fed yang Baru\n\nEpisode Let's Do Lunch ini direkam langsung pada 16 Juni 2026.\n\n#TheContrarian #Inflasi #Ekonomi #JaminanSosial #HargaBensin #FederalReserve #JaredBernstein #JasonFurman", "post_id": "JbqbERnhb8I"}}, {"key": "@BatakKerenOfficial", "attributes": {"label": "@BatakKerenOfficial", "x": 323.8626293755307, "y": 407.4821278176285, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "rLCuSzW5x1w", "id": "@BatakKerenOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "BANG BK | BENARKAH PARIWISATA DANAU TOBA LAGI SEPI? RUPIAH AMBLAS, BBM NAIK TIKET PESAWAT MAHAL!\n\nDongan BK, di saat Danau Toba terus digenjot sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), hantaman badai ekonomi global dan domestik justru berkata lain. Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang memicu kenaikan harga BBM non-subsidi (seperti Pertamax Series) mulai mengirimkan efek domino yang mengerikan ke 8 kabupaten yang mengitari Danau Toba.\n\nMulai dari lesunya kunjungan wisatawan di kawasan Danau Toba, mahalnya tiket pesawat, naiknya ongkos kapal penyeberangan ke Samosir, hingga jeritan perajin tenun ulos dan petani kopra/kopi di Humbahas dan Dairi yang terpukul biaya logistik. Apakah megaproyek pariwisata ini benar-benar untuk kesejahteraan rakyat lokal, atau justru rakyat lokal yang harus menanggung beban inflasi sendirian? Bang BK akan mengupasnya secara tajam dan tuntas menurut sudut pandang Bang BK di video kali ini!\n\nTonton sampe habis, jangan di-skip, biar gak gagal paham klean! 🔥\n\nJangan lupa klik tombol like, share, dan subscribe ;)\n\n---\nFollow Sosial Media Kami:\nOfficial Site: https://batakkeren.com\nInstagram:    / batakkerenofficial  \nFacebook page:    / batakkerenofficial    \nTwitter:    / batakkerencom  \nTikTok:    / batakkerenofficial  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nSubscribe Channel BATAKKEREN:     /   \n\n---\n#batakkeren #DanauToba #Pariwisata #BangBK #EkonomiIndonesia #BBMNaik #RupiahMelemah #PariwisataSumut #DampakEkonomi #FaktaUnik", "post_id": "rLCuSzW5x1w"}}, {"key": "batakkerenof...", "attributes": {"label": "batakkerenof...", "x": 568.1046631084583, "y": 68.11733028834621, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.5148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "rLCuSzW5x1w", "id": "batakkerenof...", "source": "youtube-000001", "content": "BANG BK | BENARKAH PARIWISATA DANAU TOBA LAGI SEPI? RUPIAH AMBLAS, BBM NAIK TIKET PESAWAT MAHAL!\n\nDongan BK, di saat Danau Toba terus digenjot sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), hantaman badai ekonomi global dan domestik justru berkata lain. Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang memicu kenaikan harga BBM non-subsidi (seperti Pertamax Series) mulai mengirimkan efek domino yang mengerikan ke 8 kabupaten yang mengitari Danau Toba.\n\nMulai dari lesunya kunjungan wisatawan di kawasan Danau Toba, mahalnya tiket pesawat, naiknya ongkos kapal penyeberangan ke Samosir, hingga jeritan perajin tenun ulos dan petani kopra/kopi di Humbahas dan Dairi yang terpukul biaya logistik. Apakah megaproyek pariwisata ini benar-benar untuk kesejahteraan rakyat lokal, atau justru rakyat lokal yang harus menanggung beban inflasi sendirian? Bang BK akan mengupasnya secara tajam dan tuntas menurut sudut pandang Bang BK di video kali ini!\n\nTonton sampe habis, jangan di-skip, biar gak gagal paham klean! 🔥\n\nJangan lupa klik tombol like, share, dan subscribe ;)\n\n---\nFollow Sosial Media Kami:\nOfficial Site: https://batakkeren.com\nInstagram:    / batakkerenofficial  \nFacebook page:    / batakkerenofficial    \nTwitter:    / batakkerencom  \nTikTok:    / batakkerenofficial  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nSubscribe Channel BATAKKEREN:     /   \n\n---\n#batakkeren #DanauToba #Pariwisata #BangBK #EkonomiIndonesia #BBMNaik #RupiahMelemah #PariwisataSumut #DampakEkonomi #FaktaUnik", "post_id": "rLCuSzW5x1w"}}, {"key": "batakkerenofficial", "attributes": {"label": "batakkerenofficial", "x": 787.3339629724974, "y": 154.8666592355842, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.5148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "rLCuSzW5x1w", "id": "batakkerenofficial", "source": "youtube-000001", "content": "BANG BK | BENARKAH PARIWISATA DANAU TOBA LAGI SEPI? RUPIAH AMBLAS, BBM NAIK TIKET PESAWAT MAHAL!\n\nDongan BK, di saat Danau Toba terus digenjot sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), hantaman badai ekonomi global dan domestik justru berkata lain. Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang memicu kenaikan harga BBM non-subsidi (seperti Pertamax Series) mulai mengirimkan efek domino yang mengerikan ke 8 kabupaten yang mengitari Danau Toba.\n\nMulai dari lesunya kunjungan wisatawan di kawasan Danau Toba, mahalnya tiket pesawat, naiknya ongkos kapal penyeberangan ke Samosir, hingga jeritan perajin tenun ulos dan petani kopra/kopi di Humbahas dan Dairi yang terpukul biaya logistik. Apakah megaproyek pariwisata ini benar-benar untuk kesejahteraan rakyat lokal, atau justru rakyat lokal yang harus menanggung beban inflasi sendirian? Bang BK akan mengupasnya secara tajam dan tuntas menurut sudut pandang Bang BK di video kali ini!\n\nTonton sampe habis, jangan di-skip, biar gak gagal paham klean! 🔥\n\nJangan lupa klik tombol like, share, dan subscribe ;)\n\n---\nFollow Sosial Media Kami:\nOfficial Site: https://batakkeren.com\nInstagram:    / batakkerenofficial  \nFacebook page:    / batakkerenofficial    \nTwitter:    / batakkerencom  \nTikTok:    / batakkerenofficial  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nSubscribe Channel BATAKKEREN:     /   \n\n---\n#batakkeren #DanauToba #Pariwisata #BangBK #EkonomiIndonesia #BBMNaik #RupiahMelemah #PariwisataSumut #DampakEkonomi #FaktaUnik", "post_id": "rLCuSzW5x1w"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "attributes": {"label": "@TheIndonesiaPost", "x": 841.6823426171804, "y": 392.03288595937113, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "Gx007qoezxA", "id": "@TheIndonesiaPost", "source": "youtube-000001", "content": "Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia\n\n⚡ Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mampu Jadi Penyelamat? 🌋⛽\n\nDi tengah guncangan beruntun berupa kelangkaan pasokan batu bara domestik, gangguan interkoneksi listrik di sejumlah wilayah, dan penyesuaian harga BBM non-subsidi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi merilis paket kebijakan darurat guna mengamankan pasokan energi nasional. 📊\n\nLangkah taktis diambil oleh  menyusul laporan defisit pasokan batu bara untuk pembangkit listrik (PLTU) akibat melonjaknya harga komoditas di pasar internasional yang memicu pelanggaran kuota Domestic Market Obligation (DMO) oleh sejumlah perusahaan tambang. 🏗️\n\nMenteri ESDM  secara tegas menyatakan akan membekukan izin ekspor bagi korporasi yang memprioritaskan pasar global ketimbang kebutuhan energi dalam negeri yang kini mengancam stabilitas pasokan  🔌\n\nKritikan tajam dari pengamat ekonomi energi mengingatkan bahwa ego sektoral pengusaha tambang harus diredam dengan sanksi finansial yang rigid, agar gangguan interkoneksi listrik yang sempat terjadi di beberapa pulau besar tidak meluas menjadi krisis pemadaman massal yang merugikan sektor industri dan rumah tangga. 📉\n\nDi sisi lain, tantangan kian pelik dengan adanya penyesuaian harga BBM komersial yang didorong oleh tingginya biaya logistik hulu serta volatilitas nilai tukar rupiah. 💸\n\nRespons Bahlil menekankan bahwa kementeriannya tengah berkoordinasi ketat bersama  dan  untuk memperketat sistem pengawasan digital di SPBU agar kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak bocor ke sektor industri besar. 🛡️\n\nMelalui penguatan regulasi di bawah arahan Presiden , pemerintah dituntut bekerja ekstra keras memastikan bahwa roda perekonomian di tingkat akar rumput tidak lumpuh akibat inflasi transportasi, seraya mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang ketahanan energi nasional. 🇮🇩\n\nDampaknya, keberhasilan menteri ESDM dalam menegakkan sanksi DMO batu bara dan pengetatan digitalisasi BBM minggu ini akan menentukan apakah Indonesia mampu lolos dari jerat krisis energi multi-sektor atau justru masuk ke fase stagflasi. ⚠️\n\nMelihat tiga tantangan energi yang terjadi bersamaan ini, menurut analisis kritis Anda, apakah kebijakan tegas Menteri Bahlil memblokir ekspor batu bara sudah cukup kuat untuk menjamin pasokan listrik kita, ataukah tata kelola hulu energi kita yang perlu dibongkar total? Tuliskan argumen logis dan pandangan cerdas Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#KrisisEnergi\n#BahlilLahadalia\n#BatuBaraLangka\n#ListrikBermasalah\n#BBMNaik\n#KementerianESDM\n#KetahananEnergi\n#PLN\n#KebijakanPublik\n#beritaterkini", "post_id": "Gx007qoezxA"}}, {"key": "KementerianESDM", "attributes": {"label": "KementerianESDM", "x": 504.3227142504501, "y": 783.3956065142733, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8276, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gx007qoezxA", "id": "KementerianESDM", "source": "youtube-000001", "content": "Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia\n\n⚡ Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mampu Jadi Penyelamat? 🌋⛽\n\nDi tengah guncangan beruntun berupa kelangkaan pasokan batu bara domestik, gangguan interkoneksi listrik di sejumlah wilayah, dan penyesuaian harga BBM non-subsidi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi merilis paket kebijakan darurat guna mengamankan pasokan energi nasional. 📊\n\nLangkah taktis diambil oleh  menyusul laporan defisit pasokan batu bara untuk pembangkit listrik (PLTU) akibat melonjaknya harga komoditas di pasar internasional yang memicu pelanggaran kuota Domestic Market Obligation (DMO) oleh sejumlah perusahaan tambang. 🏗️\n\nMenteri ESDM  secara tegas menyatakan akan membekukan izin ekspor bagi korporasi yang memprioritaskan pasar global ketimbang kebutuhan energi dalam negeri yang kini mengancam stabilitas pasokan  🔌\n\nKritikan tajam dari pengamat ekonomi energi mengingatkan bahwa ego sektoral pengusaha tambang harus diredam dengan sanksi finansial yang rigid, agar gangguan interkoneksi listrik yang sempat terjadi di beberapa pulau besar tidak meluas menjadi krisis pemadaman massal yang merugikan sektor industri dan rumah tangga. 📉\n\nDi sisi lain, tantangan kian pelik dengan adanya penyesuaian harga BBM komersial yang didorong oleh tingginya biaya logistik hulu serta volatilitas nilai tukar rupiah. 💸\n\nRespons Bahlil menekankan bahwa kementeriannya tengah berkoordinasi ketat bersama  dan  untuk memperketat sistem pengawasan digital di SPBU agar kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak bocor ke sektor industri besar. 🛡️\n\nMelalui penguatan regulasi di bawah arahan Presiden , pemerintah dituntut bekerja ekstra keras memastikan bahwa roda perekonomian di tingkat akar rumput tidak lumpuh akibat inflasi transportasi, seraya mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang ketahanan energi nasional. 🇮🇩\n\nDampaknya, keberhasilan menteri ESDM dalam menegakkan sanksi DMO batu bara dan pengetatan digitalisasi BBM minggu ini akan menentukan apakah Indonesia mampu lolos dari jerat krisis energi multi-sektor atau justru masuk ke fase stagflasi. ⚠️\n\nMelihat tiga tantangan energi yang terjadi bersamaan ini, menurut analisis kritis Anda, apakah kebijakan tegas Menteri Bahlil memblokir ekspor batu bara sudah cukup kuat untuk menjamin pasokan listrik kita, ataukah tata kelola hulu energi kita yang perlu dibongkar total? Tuliskan argumen logis dan pandangan cerdas Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#KrisisEnergi\n#BahlilLahadalia\n#BatuBaraLangka\n#ListrikBermasalah\n#BBMNaik\n#KementerianESDM\n#KetahananEnergi\n#PLN\n#KebijakanPublik\n#beritaterkini", "post_id": "Gx007qoezxA"}}, {"key": "bahlillahadalia", "attributes": {"label": "bahlillahadalia", "x": 676.2854910779987, "y": 187.8801488174562, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8276, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gx007qoezxA", "id": "bahlillahadalia", "source": "youtube-000001", "content": "Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia\n\n⚡ Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mampu Jadi Penyelamat? 🌋⛽\n\nDi tengah guncangan beruntun berupa kelangkaan pasokan batu bara domestik, gangguan interkoneksi listrik di sejumlah wilayah, dan penyesuaian harga BBM non-subsidi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi merilis paket kebijakan darurat guna mengamankan pasokan energi nasional. 📊\n\nLangkah taktis diambil oleh  menyusul laporan defisit pasokan batu bara untuk pembangkit listrik (PLTU) akibat melonjaknya harga komoditas di pasar internasional yang memicu pelanggaran kuota Domestic Market Obligation (DMO) oleh sejumlah perusahaan tambang. 🏗️\n\nMenteri ESDM  secara tegas menyatakan akan membekukan izin ekspor bagi korporasi yang memprioritaskan pasar global ketimbang kebutuhan energi dalam negeri yang kini mengancam stabilitas pasokan  🔌\n\nKritikan tajam dari pengamat ekonomi energi mengingatkan bahwa ego sektoral pengusaha tambang harus diredam dengan sanksi finansial yang rigid, agar gangguan interkoneksi listrik yang sempat terjadi di beberapa pulau besar tidak meluas menjadi krisis pemadaman massal yang merugikan sektor industri dan rumah tangga. 📉\n\nDi sisi lain, tantangan kian pelik dengan adanya penyesuaian harga BBM komersial yang didorong oleh tingginya biaya logistik hulu serta volatilitas nilai tukar rupiah. 💸\n\nRespons Bahlil menekankan bahwa kementeriannya tengah berkoordinasi ketat bersama  dan  untuk memperketat sistem pengawasan digital di SPBU agar kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak bocor ke sektor industri besar. 🛡️\n\nMelalui penguatan regulasi di bawah arahan Presiden , pemerintah dituntut bekerja ekstra keras memastikan bahwa roda perekonomian di tingkat akar rumput tidak lumpuh akibat inflasi transportasi, seraya mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang ketahanan energi nasional. 🇮🇩\n\nDampaknya, keberhasilan menteri ESDM dalam menegakkan sanksi DMO batu bara dan pengetatan digitalisasi BBM minggu ini akan menentukan apakah Indonesia mampu lolos dari jerat krisis energi multi-sektor atau justru masuk ke fase stagflasi. ⚠️\n\nMelihat tiga tantangan energi yang terjadi bersamaan ini, menurut analisis kritis Anda, apakah kebijakan tegas Menteri Bahlil memblokir ekspor batu bara sudah cukup kuat untuk menjamin pasokan listrik kita, ataukah tata kelola hulu energi kita yang perlu dibongkar total? Tuliskan argumen logis dan pandangan cerdas Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#KrisisEnergi\n#BahlilLahadalia\n#BatuBaraLangka\n#ListrikBermasalah\n#BBMNaik\n#KementerianESDM\n#KetahananEnergi\n#PLN\n#KebijakanPublik\n#beritaterkini", "post_id": "Gx007qoezxA"}}, {"key": "pln_id.", "attributes": {"label": "pln_id.", "x": 349.09649050476645, "y": 384.86822483950436, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8276, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gx007qoezxA", "id": "pln_id.", "source": "youtube-000001", "content": "Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia\n\n⚡ Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mampu Jadi Penyelamat? 🌋⛽\n\nDi tengah guncangan beruntun berupa kelangkaan pasokan batu bara domestik, gangguan interkoneksi listrik di sejumlah wilayah, dan penyesuaian harga BBM non-subsidi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi merilis paket kebijakan darurat guna mengamankan pasokan energi nasional. 📊\n\nLangkah taktis diambil oleh  menyusul laporan defisit pasokan batu bara untuk pembangkit listrik (PLTU) akibat melonjaknya harga komoditas di pasar internasional yang memicu pelanggaran kuota Domestic Market Obligation (DMO) oleh sejumlah perusahaan tambang. 🏗️\n\nMenteri ESDM  secara tegas menyatakan akan membekukan izin ekspor bagi korporasi yang memprioritaskan pasar global ketimbang kebutuhan energi dalam negeri yang kini mengancam stabilitas pasokan  🔌\n\nKritikan tajam dari pengamat ekonomi energi mengingatkan bahwa ego sektoral pengusaha tambang harus diredam dengan sanksi finansial yang rigid, agar gangguan interkoneksi listrik yang sempat terjadi di beberapa pulau besar tidak meluas menjadi krisis pemadaman massal yang merugikan sektor industri dan rumah tangga. 📉\n\nDi sisi lain, tantangan kian pelik dengan adanya penyesuaian harga BBM komersial yang didorong oleh tingginya biaya logistik hulu serta volatilitas nilai tukar rupiah. 💸\n\nRespons Bahlil menekankan bahwa kementeriannya tengah berkoordinasi ketat bersama  dan  untuk memperketat sistem pengawasan digital di SPBU agar kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak bocor ke sektor industri besar. 🛡️\n\nMelalui penguatan regulasi di bawah arahan Presiden , pemerintah dituntut bekerja ekstra keras memastikan bahwa roda perekonomian di tingkat akar rumput tidak lumpuh akibat inflasi transportasi, seraya mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang ketahanan energi nasional. 🇮🇩\n\nDampaknya, keberhasilan menteri ESDM dalam menegakkan sanksi DMO batu bara dan pengetatan digitalisasi BBM minggu ini akan menentukan apakah Indonesia mampu lolos dari jerat krisis energi multi-sektor atau justru masuk ke fase stagflasi. ⚠️\n\nMelihat tiga tantangan energi yang terjadi bersamaan ini, menurut analisis kritis Anda, apakah kebijakan tegas Menteri Bahlil memblokir ekspor batu bara sudah cukup kuat untuk menjamin pasokan listrik kita, ataukah tata kelola hulu energi kita yang perlu dibongkar total? Tuliskan argumen logis dan pandangan cerdas Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#KrisisEnergi\n#BahlilLahadalia\n#BatuBaraLangka\n#ListrikBermasalah\n#BBMNaik\n#KementerianESDM\n#KetahananEnergi\n#PLN\n#KebijakanPublik\n#beritaterkini", "post_id": "Gx007qoezxA"}}, {"key": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "KemenkeuRI", "x": 194.37296565142447, "y": 920.0883022903515, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8276, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gx007qoezxA", "id": "KemenkeuRI", "source": "youtube-000001", "content": "Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia\n\n⚡ Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mampu Jadi Penyelamat? 🌋⛽\n\nDi tengah guncangan beruntun berupa kelangkaan pasokan batu bara domestik, gangguan interkoneksi listrik di sejumlah wilayah, dan penyesuaian harga BBM non-subsidi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi merilis paket kebijakan darurat guna mengamankan pasokan energi nasional. 📊\n\nLangkah taktis diambil oleh  menyusul laporan defisit pasokan batu bara untuk pembangkit listrik (PLTU) akibat melonjaknya harga komoditas di pasar internasional yang memicu pelanggaran kuota Domestic Market Obligation (DMO) oleh sejumlah perusahaan tambang. 🏗️\n\nMenteri ESDM  secara tegas menyatakan akan membekukan izin ekspor bagi korporasi yang memprioritaskan pasar global ketimbang kebutuhan energi dalam negeri yang kini mengancam stabilitas pasokan  🔌\n\nKritikan tajam dari pengamat ekonomi energi mengingatkan bahwa ego sektoral pengusaha tambang harus diredam dengan sanksi finansial yang rigid, agar gangguan interkoneksi listrik yang sempat terjadi di beberapa pulau besar tidak meluas menjadi krisis pemadaman massal yang merugikan sektor industri dan rumah tangga. 📉\n\nDi sisi lain, tantangan kian pelik dengan adanya penyesuaian harga BBM komersial yang didorong oleh tingginya biaya logistik hulu serta volatilitas nilai tukar rupiah. 💸\n\nRespons Bahlil menekankan bahwa kementeriannya tengah berkoordinasi ketat bersama  dan  untuk memperketat sistem pengawasan digital di SPBU agar kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak bocor ke sektor industri besar. 🛡️\n\nMelalui penguatan regulasi di bawah arahan Presiden , pemerintah dituntut bekerja ekstra keras memastikan bahwa roda perekonomian di tingkat akar rumput tidak lumpuh akibat inflasi transportasi, seraya mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang ketahanan energi nasional. 🇮🇩\n\nDampaknya, keberhasilan menteri ESDM dalam menegakkan sanksi DMO batu bara dan pengetatan digitalisasi BBM minggu ini akan menentukan apakah Indonesia mampu lolos dari jerat krisis energi multi-sektor atau justru masuk ke fase stagflasi. ⚠️\n\nMelihat tiga tantangan energi yang terjadi bersamaan ini, menurut analisis kritis Anda, apakah kebijakan tegas Menteri Bahlil memblokir ekspor batu bara sudah cukup kuat untuk menjamin pasokan listrik kita, ataukah tata kelola hulu energi kita yang perlu dibongkar total? Tuliskan argumen logis dan pandangan cerdas Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#KrisisEnergi\n#BahlilLahadalia\n#BatuBaraLangka\n#ListrikBermasalah\n#BBMNaik\n#KementerianESDM\n#KetahananEnergi\n#PLN\n#KebijakanPublik\n#beritaterkini", "post_id": "Gx007qoezxA"}}, {"key": "BPHMigas_RI", "attributes": {"label": "BPHMigas_RI", "x": 151.3570124029914, "y": 578.654540614604, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8276, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gx007qoezxA", "id": "BPHMigas_RI", "source": "youtube-000001", "content": "Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia\n\n⚡ Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mampu Jadi Penyelamat? 🌋⛽\n\nDi tengah guncangan beruntun berupa kelangkaan pasokan batu bara domestik, gangguan interkoneksi listrik di sejumlah wilayah, dan penyesuaian harga BBM non-subsidi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi merilis paket kebijakan darurat guna mengamankan pasokan energi nasional. 📊\n\nLangkah taktis diambil oleh  menyusul laporan defisit pasokan batu bara untuk pembangkit listrik (PLTU) akibat melonjaknya harga komoditas di pasar internasional yang memicu pelanggaran kuota Domestic Market Obligation (DMO) oleh sejumlah perusahaan tambang. 🏗️\n\nMenteri ESDM  secara tegas menyatakan akan membekukan izin ekspor bagi korporasi yang memprioritaskan pasar global ketimbang kebutuhan energi dalam negeri yang kini mengancam stabilitas pasokan  🔌\n\nKritikan tajam dari pengamat ekonomi energi mengingatkan bahwa ego sektoral pengusaha tambang harus diredam dengan sanksi finansial yang rigid, agar gangguan interkoneksi listrik yang sempat terjadi di beberapa pulau besar tidak meluas menjadi krisis pemadaman massal yang merugikan sektor industri dan rumah tangga. 📉\n\nDi sisi lain, tantangan kian pelik dengan adanya penyesuaian harga BBM komersial yang didorong oleh tingginya biaya logistik hulu serta volatilitas nilai tukar rupiah. 💸\n\nRespons Bahlil menekankan bahwa kementeriannya tengah berkoordinasi ketat bersama  dan  untuk memperketat sistem pengawasan digital di SPBU agar kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak bocor ke sektor industri besar. 🛡️\n\nMelalui penguatan regulasi di bawah arahan Presiden , pemerintah dituntut bekerja ekstra keras memastikan bahwa roda perekonomian di tingkat akar rumput tidak lumpuh akibat inflasi transportasi, seraya mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang ketahanan energi nasional. 🇮🇩\n\nDampaknya, keberhasilan menteri ESDM dalam menegakkan sanksi DMO batu bara dan pengetatan digitalisasi BBM minggu ini akan menentukan apakah Indonesia mampu lolos dari jerat krisis energi multi-sektor atau justru masuk ke fase stagflasi. ⚠️\n\nMelihat tiga tantangan energi yang terjadi bersamaan ini, menurut analisis kritis Anda, apakah kebijakan tegas Menteri Bahlil memblokir ekspor batu bara sudah cukup kuat untuk menjamin pasokan listrik kita, ataukah tata kelola hulu energi kita yang perlu dibongkar total? Tuliskan argumen logis dan pandangan cerdas Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#KrisisEnergi\n#BahlilLahadalia\n#BatuBaraLangka\n#ListrikBermasalah\n#BBMNaik\n#KementerianESDM\n#KetahananEnergi\n#PLN\n#KebijakanPublik\n#beritaterkini", "post_id": "Gx007qoezxA"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 343.8179976086935, "y": 569.3572864816254, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8276, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gx007qoezxA", "id": "prabowo", "source": "youtube-000001", "content": "Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia\n\n⚡ Tiga Krisis Energi Sekaligus Hantam Indonesia, Benarkah Strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mampu Jadi Penyelamat? 🌋⛽\n\nDi tengah guncangan beruntun berupa kelangkaan pasokan batu bara domestik, gangguan interkoneksi listrik di sejumlah wilayah, dan penyesuaian harga BBM non-subsidi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi merilis paket kebijakan darurat guna mengamankan pasokan energi nasional. 📊\n\nLangkah taktis diambil oleh  menyusul laporan defisit pasokan batu bara untuk pembangkit listrik (PLTU) akibat melonjaknya harga komoditas di pasar internasional yang memicu pelanggaran kuota Domestic Market Obligation (DMO) oleh sejumlah perusahaan tambang. 🏗️\n\nMenteri ESDM  secara tegas menyatakan akan membekukan izin ekspor bagi korporasi yang memprioritaskan pasar global ketimbang kebutuhan energi dalam negeri yang kini mengancam stabilitas pasokan  🔌\n\nKritikan tajam dari pengamat ekonomi energi mengingatkan bahwa ego sektoral pengusaha tambang harus diredam dengan sanksi finansial yang rigid, agar gangguan interkoneksi listrik yang sempat terjadi di beberapa pulau besar tidak meluas menjadi krisis pemadaman massal yang merugikan sektor industri dan rumah tangga. 📉\n\nDi sisi lain, tantangan kian pelik dengan adanya penyesuaian harga BBM komersial yang didorong oleh tingginya biaya logistik hulu serta volatilitas nilai tukar rupiah. 💸\n\nRespons Bahlil menekankan bahwa kementeriannya tengah berkoordinasi ketat bersama  dan  untuk memperketat sistem pengawasan digital di SPBU agar kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak bocor ke sektor industri besar. 🛡️\n\nMelalui penguatan regulasi di bawah arahan Presiden , pemerintah dituntut bekerja ekstra keras memastikan bahwa roda perekonomian di tingkat akar rumput tidak lumpuh akibat inflasi transportasi, seraya mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang ketahanan energi nasional. 🇮🇩\n\nDampaknya, keberhasilan menteri ESDM dalam menegakkan sanksi DMO batu bara dan pengetatan digitalisasi BBM minggu ini akan menentukan apakah Indonesia mampu lolos dari jerat krisis energi multi-sektor atau justru masuk ke fase stagflasi. ⚠️\n\nMelihat tiga tantangan energi yang terjadi bersamaan ini, menurut analisis kritis Anda, apakah kebijakan tegas Menteri Bahlil memblokir ekspor batu bara sudah cukup kuat untuk menjamin pasokan listrik kita, ataukah tata kelola hulu energi kita yang perlu dibongkar total? Tuliskan argumen logis dan pandangan cerdas Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#KrisisEnergi\n#BahlilLahadalia\n#BatuBaraLangka\n#ListrikBermasalah\n#BBMNaik\n#KementerianESDM\n#KetahananEnergi\n#PLN\n#KebijakanPublik\n#beritaterkini", "post_id": "Gx007qoezxA"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 270.40771458973535, "y": 638.844906934762, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "AHZWQryAi-Y", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "SELAT HORMUZ DIBUKA! Harga Minyak Dunia Bakal Berubah? Dampak Damai AS-Iran!  | SINDO TRENDING\n\nKabar besar dari Timur Tengah! Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, dikabarkan kembali dibuka setelah tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Langkah ini langsung memicu penurunan harga minyak dunia dan menjadi perhatian pelaku pasar global.\n\nNamun, apakah harga BBM akan ikut turun? Seberapa besar dampaknya terhadap ekonomi dunia, inflasi, dan kondisi energi di Indonesia? Simak analisis lengkap mengenai efek pembukaan Selat Hormuz, prospek harga minyak ke depan, serta risiko yang masih membayangi kawasan Timur Tengah.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 20 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Gabriel Reynaldo\n\n#SelatHormuz #HargaMinyak #ASIran #TimurTengah #EkonomiDunia #BBM #Geopolitik #NewsUpdate #HargaBBMHariIni #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "AHZWQryAi-Y"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 125.89448822255733, "y": 153.62560818292204, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.1712, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "AHZWQryAi-Y", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "SELAT HORMUZ DIBUKA! Harga Minyak Dunia Bakal Berubah? Dampak Damai AS-Iran!  | SINDO TRENDING\n\nKabar besar dari Timur Tengah! Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, dikabarkan kembali dibuka setelah tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Langkah ini langsung memicu penurunan harga minyak dunia dan menjadi perhatian pelaku pasar global.\n\nNamun, apakah harga BBM akan ikut turun? Seberapa besar dampaknya terhadap ekonomi dunia, inflasi, dan kondisi energi di Indonesia? Simak analisis lengkap mengenai efek pembukaan Selat Hormuz, prospek harga minyak ke depan, serta risiko yang masih membayangi kawasan Timur Tengah.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 20 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Gabriel Reynaldo\n\n#SelatHormuz #HargaMinyak #ASIran #TimurTengah #EkonomiDunia #BBM #Geopolitik #NewsUpdate #HargaBBMHariIni #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "AHZWQryAi-Y"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 695.6903285879456, "y": 327.7870363457163, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.1712, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "AHZWQryAi-Y", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "SELAT HORMUZ DIBUKA! Harga Minyak Dunia Bakal Berubah? Dampak Damai AS-Iran!  | SINDO TRENDING\n\nKabar besar dari Timur Tengah! Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, dikabarkan kembali dibuka setelah tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Langkah ini langsung memicu penurunan harga minyak dunia dan menjadi perhatian pelaku pasar global.\n\nNamun, apakah harga BBM akan ikut turun? Seberapa besar dampaknya terhadap ekonomi dunia, inflasi, dan kondisi energi di Indonesia? Simak analisis lengkap mengenai efek pembukaan Selat Hormuz, prospek harga minyak ke depan, serta risiko yang masih membayangi kawasan Timur Tengah.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 20 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Gabriel Reynaldo\n\n#SelatHormuz #HargaMinyak #ASIran #TimurTengah #EkonomiDunia #BBM #Geopolitik #NewsUpdate #HargaBBMHariIni #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "AHZWQryAi-Y"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 550.4223442626878, "y": 135.4588678142975, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.1712, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "AHZWQryAi-Y", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "SELAT HORMUZ DIBUKA! Harga Minyak Dunia Bakal Berubah? Dampak Damai AS-Iran!  | SINDO TRENDING\n\nKabar besar dari Timur Tengah! Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, dikabarkan kembali dibuka setelah tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Langkah ini langsung memicu penurunan harga minyak dunia dan menjadi perhatian pelaku pasar global.\n\nNamun, apakah harga BBM akan ikut turun? Seberapa besar dampaknya terhadap ekonomi dunia, inflasi, dan kondisi energi di Indonesia? Simak analisis lengkap mengenai efek pembukaan Selat Hormuz, prospek harga minyak ke depan, serta risiko yang masih membayangi kawasan Timur Tengah.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 20 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Gabriel Reynaldo\n\n#SelatHormuz #HargaMinyak #ASIran #TimurTengah #EkonomiDunia #BBM #Geopolitik #NewsUpdate #HargaBBMHariIni #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "AHZWQryAi-Y"}}, {"key": "@livenowfox", "attributes": {"label": "@livenowfox", "x": 401.0211002512022, "y": 820.5662602369754, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "APMeWL5y2QE", "id": "@livenowfox", "source": "youtube-000001", "content": "Dampak perang Iran: Harga BBM fluktuatif di tengah ketidakpastian di Selat Hormuz\n\nFederal Reserve mempertahankan suku bunga tetap stabil karena kekhawatiran akan inflasi yang tinggi di tengah perang di Iran. Keputusan ini merupakan keputusan pertama Kevin Warsh sebagai ketua Fed.\n\nPara pembuat kebijakan sepakat untuk mempertahankan suku bunga acuan dana federal tidak berubah pada kisaran saat ini yaitu 3,5% hingga 3,75%.\n\nSementara itu, harga rata-rata bensin di AS turun di bawah $4 untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan. Namun, ketidakpastian di Selat Hormuz dapat menyebabkan fluktuasi lebih lanjut.\n\nAnna Marsick dari LiveNOW membahas berita utama tersebut dengan ekonom Mike Walden.\n\nBerlangganan LiveNOW dari FOX! https://www.youtube.com/livenowfox?su...\nTempat menonton LiveNOW dari FOX: https://www.livenowfox.com\nIkuti kami  di TikTok:   / livenowfox  \n\nMentah dan tanpa filter. Saksikan siaran langsung berita terkini, acara langsung, dan cerita di seluruh negeri tanpa henti. Komentar terbatas. Tanpa opini. Saksikan LiveNOW dari FOX. Saluran streaming berita langsung kapan pun dan di mana pun Anda membutuhkannya.", "post_id": "APMeWL5y2QE"}}, {"key": "LiveNOWFOX", "attributes": {"label": "LiveNOWFOX", "x": 961.2208229524523, "y": 574.0618367883196, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5455, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "APMeWL5y2QE", "id": "LiveNOWFOX", "source": "youtube-000001", "content": "Dampak perang Iran: Harga BBM fluktuatif di tengah ketidakpastian di Selat Hormuz\n\nFederal Reserve mempertahankan suku bunga tetap stabil karena kekhawatiran akan inflasi yang tinggi di tengah perang di Iran. Keputusan ini merupakan keputusan pertama Kevin Warsh sebagai ketua Fed.\n\nPara pembuat kebijakan sepakat untuk mempertahankan suku bunga acuan dana federal tidak berubah pada kisaran saat ini yaitu 3,5% hingga 3,75%.\n\nSementara itu, harga rata-rata bensin di AS turun di bawah $4 untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan. Namun, ketidakpastian di Selat Hormuz dapat menyebabkan fluktuasi lebih lanjut.\n\nAnna Marsick dari LiveNOW membahas berita utama tersebut dengan ekonom Mike Walden.\n\nBerlangganan LiveNOW dari FOX! https://www.youtube.com/livenowfox?su...\nTempat menonton LiveNOW dari FOX: https://www.livenowfox.com\nIkuti kami  di TikTok:   / livenowfox  \n\nMentah dan tanpa filter. Saksikan siaran langsung berita terkini, acara langsung, dan cerita di seluruh negeri tanpa henti. Komentar terbatas. Tanpa opini. Saksikan LiveNOW dari FOX. Saluran streaming berita langsung kapan pun dan di mana pun Anda membutuhkannya.", "post_id": "APMeWL5y2QE"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 372.8432241271987, "y": 793.4578153224552, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "fCnmhnkeR9E", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Perry Warjiyo dan Purbaya Sepakat Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter Hadapi Ketidakpastian Global\n\nGaruda Tv - Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.\n\nPenguatan koordinasi tersebut dibahas dalam rapat bersama yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas makroekonomi serta meningkatkan kepercayaan pasar.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah langkah strategis yang telah disepakati bersama untuk memperkuat sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal. Koordinasi yang erat dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.\n\nMenurut Perry, kerja sama yang solid antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan perekonomian nasional tetap tumbuh secara berkelanjutan.\n\nSementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter. Ia menilai sinergi antarlembaga akan membuat berbagai kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah menjadi lebih efektif dan memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat.\n\nPurbaya juga menekankan bahwa koordinasi yang kuat diperlukan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, memperkuat daya tahan ekonomi nasional, dan merespons dinamika pasar global secara cepat dan terukur.\n\nPemerintah dan Bank Indonesia berharap penguatan koordinasi ini dapat meningkatkan kepercayaan publik maupun pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, sinergi yang semakin erat diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.\n\nLangkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dan Bank Indonesia untuk terus menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan yang terkoordinasi, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#bankindonesia  #BI #kementeriankeuangan  #kemenkeu  #PerryWarjiyo #purbayayudhisadewa  #rupiah  #StabilitasRupiah #kebijakanmoneter  #kebijakanfiskal  #ekonomi  #stabilitasekonomi #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "fCnmhnkeR9E"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 117.4311857042537, "y": 835.0268916314578, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5455, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fCnmhnkeR9E", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Perry Warjiyo dan Purbaya Sepakat Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter Hadapi Ketidakpastian Global\n\nGaruda Tv - Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.\n\nPenguatan koordinasi tersebut dibahas dalam rapat bersama yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas makroekonomi serta meningkatkan kepercayaan pasar.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah langkah strategis yang telah disepakati bersama untuk memperkuat sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal. Koordinasi yang erat dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.\n\nMenurut Perry, kerja sama yang solid antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan perekonomian nasional tetap tumbuh secara berkelanjutan.\n\nSementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter. Ia menilai sinergi antarlembaga akan membuat berbagai kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah menjadi lebih efektif dan memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat.\n\nPurbaya juga menekankan bahwa koordinasi yang kuat diperlukan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, memperkuat daya tahan ekonomi nasional, dan merespons dinamika pasar global secara cepat dan terukur.\n\nPemerintah dan Bank Indonesia berharap penguatan koordinasi ini dapat meningkatkan kepercayaan publik maupun pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, sinergi yang semakin erat diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.\n\nLangkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dan Bank Indonesia untuk terus menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan yang terkoordinasi, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#bankindonesia  #BI #kementeriankeuangan  #kemenkeu  #PerryWarjiyo #purbayayudhisadewa  #rupiah  #StabilitasRupiah #kebijakanmoneter  #kebijakanfiskal  #ekonomi  #stabilitasekonomi #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "fCnmhnkeR9E"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 865.028969316063, "y": 699.4579207164368, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "99uEfTWgMVE", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT TRADER?! Wacana Trading Dianggap Omzet Pajak & Dunia Lagi Mode Hawkish! | WAWASAN CERDAS\n\n00:06 Wacana Trading Saham Dianggap Omzet Pajak\n09:37 Dunia Lagi Mode Hawkish\n17:33 The Fed Tetap Hold Rate\n25:59 Australia Paling Semangat Naikkan Rate, Indonesia Nomor Dua\n32:46 Bursa Indonesia vs Australia vs Singapura\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Di episode kali ini, kita akan membongkar tuntas sebuah \"Perfect Storm\" atau badai mematikan yang sedang menghantui pasar modal Indonesia. Ada dua ancaman raksasa yang siap menggerus portofolio Anda: wacana mengerikan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait trading saham, dan kondisi makroekonomi global yang sedang berada dalam mode hawkish ekstrem!\n\n🚨 Bencana Pajak Saham: Jual Rugi Tetap Dianggap Omzet? Pernahkah Anda membayangkan transaksi saham Anda disamakan dengan jualan warung kelontong? Kegaduhan luar biasa sedang melanda komunitas trader ritel setelah munculnya wacana dari penyuluhan DJP di YouTube yang mengindikasikan bahwa aktivitas trading saham aktif dapat dikategorikan sebagai kegiatan usaha. Artinya, seluruh nilai transaksi jual saham Anda berpotensi dianggap sebagai peredaran bruto atau omzet!\n\nAturan ini sangat absurd karena dalam dunia saham, menjual senilai Rp1 miliar belum tentu berarti untung. Anda bisa saja menjual karena cut loss (rugi), namun di mata wacana pajak ini, nilai jual tersebut tetap memperbesar angka \"omzet\" Anda. Bahaya terbesarnya ada pada investor ritel yang juga memiliki usaha UMKM. Jika total nilai jual saham digabung dengan omzet usaha dan menembus batas Rp4,8 miliar per tahun, Anda bisa tiba-tiba kehilangan hak istimewa fasilitas PPh Final UMKM 0,5%! Padahal, selama ini setiap penjualan saham sudah otomatis dipotong PPh Final 0,1% oleh broker. Jika ritel ketakutan dan berhenti transaksi, likuiditas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kering kerontang, bid-offer merenggang, dan IHSG bisa rontok.\n\n🌍 Dunia Mode Hawkish: Suku Bunga Mencekik & Rupiah Terkapar Seolah masalah pajak belum cukup, kita sedang dihantam tsunami dari luar negeri. Nampaknya seluruh dunia saat ini sedang kompak dalam mode hawkish, di mana era uang murah telah berakhir. Amerika Serikat memimpin ketegangan ini. Meskipun The Fed menahan suku bunga di level 3,50% - 3,75%, proyeksi inflasi PCE mereka untuk tahun 2026 justru dinaikkan menjadi 3,6% (jauh di atas target 2%). Sinyal dari The Fed ini sangat keras: suku bunga tinggi akan ditahan lebih lama!\n\nKepanikan menyebar ke seluruh dunia. Bank of Japan (BoJ) yang biasanya menjadi sumber dana murah global secara mengejutkan menaikkan suku bunga ke 1%, tertinggi dalam 31 tahun terakhir. European Central Bank (ECB) juga ikut menaikkan tiga suku bunga utamanya sebesar 25 bps. Dampaknya? Dolar AS mengamuk dan yield (imbal hasil) obligasi global terbang tinggi.\n\n📉 Apa Kabar Indonesia? Untuk membentengi nilai tukar Rupiah dari pelarian modal asing (capital outflow), Bank Indonesia (BI) terpaksa harus bertindak galak dengan menaikkan BI-Rate menjadi 5,50%. Pasar obligasi kita merespons dengan panik; yield SBN tenor 2 tahun melonjak tajam nyaris 200 bps secara year-to-date menyentuh 7,095%. Kondisi suku bunga tinggi dan dolar kuat ini menjadi racun bagi IHSG. Kombinasi yield tinggi dan potensi keluarnya investor asing membuat saham-saham growth (pertumbuhan), teknologi, properti, dan perusahaan dengan utang dolar yang besar menjadi sangat rentan dan berdarah-darah. Sebaliknya, saham bank besar dan eksportir mungkin sedikit lebih defensif, namun tetap berisiko jika asing jualan massal.\n\nBagaimana kita sebagai investor dan trader harus bersikap di tengah ancaman pajak yang tidak masuk akal dan tekanan suku bunga global ini? Temukan analisis strategis selengkapnya hanya di video ini agar Anda tidak salah mengambil keputusan finansial!\n\nDisclaimer: Video ini dibuat murni untuk tujuan edukasi, diskusi, dan informasi. Ini bukan rekomendasi atau ajakan dari penasihat investasi untuk melakukan jual atau beli saham. Segala keputusan, keuntungan, dan risiko investasi sepenuhnya berada di tangan dan tanggung jawab masing-masing investor.\n\nDukung terus Wawasan Cerdas untuk memajukan literasi finansial Indonesia! Klik tombol LIKE jika video ini membuka wawasan Anda, SUBSCRIBE sekarang juga, dan aktifkan LONCENG notifikasi supaya tidak ketinggalan update paling krusial seputar ekonomi, IHSG, dan strategi investasi.\n\nAyo suarakan pendapat Anda di kolom komentar: Apakah Anda setuju jika nilai trading saham dianggap omzet dan digabung dengan perhitungan pajak UMKM Anda? Mari kita berdiskusi dengan cerdas!\n\n\n#WawasanCerdas #IHSG #PajakSaham #TradingSaham #PajakUMKM #TheFed #SukuBungaBI #Rupiah #MarketCrash #BursaEfekIndonesia #InvestasiSaham #SahamPemula #MakroEkonomi #SahamAnjlok #KrisisEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "99uEfTWgMVE"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 153.06491785667075, "y": 145.87331904237044, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5455, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "99uEfTWgMVE", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT TRADER?! Wacana Trading Dianggap Omzet Pajak & Dunia Lagi Mode Hawkish! | WAWASAN CERDAS\n\n00:06 Wacana Trading Saham Dianggap Omzet Pajak\n09:37 Dunia Lagi Mode Hawkish\n17:33 The Fed Tetap Hold Rate\n25:59 Australia Paling Semangat Naikkan Rate, Indonesia Nomor Dua\n32:46 Bursa Indonesia vs Australia vs Singapura\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Di episode kali ini, kita akan membongkar tuntas sebuah \"Perfect Storm\" atau badai mematikan yang sedang menghantui pasar modal Indonesia. Ada dua ancaman raksasa yang siap menggerus portofolio Anda: wacana mengerikan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait trading saham, dan kondisi makroekonomi global yang sedang berada dalam mode hawkish ekstrem!\n\n🚨 Bencana Pajak Saham: Jual Rugi Tetap Dianggap Omzet? Pernahkah Anda membayangkan transaksi saham Anda disamakan dengan jualan warung kelontong? Kegaduhan luar biasa sedang melanda komunitas trader ritel setelah munculnya wacana dari penyuluhan DJP di YouTube yang mengindikasikan bahwa aktivitas trading saham aktif dapat dikategorikan sebagai kegiatan usaha. Artinya, seluruh nilai transaksi jual saham Anda berpotensi dianggap sebagai peredaran bruto atau omzet!\n\nAturan ini sangat absurd karena dalam dunia saham, menjual senilai Rp1 miliar belum tentu berarti untung. Anda bisa saja menjual karena cut loss (rugi), namun di mata wacana pajak ini, nilai jual tersebut tetap memperbesar angka \"omzet\" Anda. Bahaya terbesarnya ada pada investor ritel yang juga memiliki usaha UMKM. Jika total nilai jual saham digabung dengan omzet usaha dan menembus batas Rp4,8 miliar per tahun, Anda bisa tiba-tiba kehilangan hak istimewa fasilitas PPh Final UMKM 0,5%! Padahal, selama ini setiap penjualan saham sudah otomatis dipotong PPh Final 0,1% oleh broker. Jika ritel ketakutan dan berhenti transaksi, likuiditas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kering kerontang, bid-offer merenggang, dan IHSG bisa rontok.\n\n🌍 Dunia Mode Hawkish: Suku Bunga Mencekik & Rupiah Terkapar Seolah masalah pajak belum cukup, kita sedang dihantam tsunami dari luar negeri. Nampaknya seluruh dunia saat ini sedang kompak dalam mode hawkish, di mana era uang murah telah berakhir. Amerika Serikat memimpin ketegangan ini. Meskipun The Fed menahan suku bunga di level 3,50% - 3,75%, proyeksi inflasi PCE mereka untuk tahun 2026 justru dinaikkan menjadi 3,6% (jauh di atas target 2%). Sinyal dari The Fed ini sangat keras: suku bunga tinggi akan ditahan lebih lama!\n\nKepanikan menyebar ke seluruh dunia. Bank of Japan (BoJ) yang biasanya menjadi sumber dana murah global secara mengejutkan menaikkan suku bunga ke 1%, tertinggi dalam 31 tahun terakhir. European Central Bank (ECB) juga ikut menaikkan tiga suku bunga utamanya sebesar 25 bps. Dampaknya? Dolar AS mengamuk dan yield (imbal hasil) obligasi global terbang tinggi.\n\n📉 Apa Kabar Indonesia? Untuk membentengi nilai tukar Rupiah dari pelarian modal asing (capital outflow), Bank Indonesia (BI) terpaksa harus bertindak galak dengan menaikkan BI-Rate menjadi 5,50%. Pasar obligasi kita merespons dengan panik; yield SBN tenor 2 tahun melonjak tajam nyaris 200 bps secara year-to-date menyentuh 7,095%. Kondisi suku bunga tinggi dan dolar kuat ini menjadi racun bagi IHSG. Kombinasi yield tinggi dan potensi keluarnya investor asing membuat saham-saham growth (pertumbuhan), teknologi, properti, dan perusahaan dengan utang dolar yang besar menjadi sangat rentan dan berdarah-darah. Sebaliknya, saham bank besar dan eksportir mungkin sedikit lebih defensif, namun tetap berisiko jika asing jualan massal.\n\nBagaimana kita sebagai investor dan trader harus bersikap di tengah ancaman pajak yang tidak masuk akal dan tekanan suku bunga global ini? Temukan analisis strategis selengkapnya hanya di video ini agar Anda tidak salah mengambil keputusan finansial!\n\nDisclaimer: Video ini dibuat murni untuk tujuan edukasi, diskusi, dan informasi. Ini bukan rekomendasi atau ajakan dari penasihat investasi untuk melakukan jual atau beli saham. Segala keputusan, keuntungan, dan risiko investasi sepenuhnya berada di tangan dan tanggung jawab masing-masing investor.\n\nDukung terus Wawasan Cerdas untuk memajukan literasi finansial Indonesia! Klik tombol LIKE jika video ini membuka wawasan Anda, SUBSCRIBE sekarang juga, dan aktifkan LONCENG notifikasi supaya tidak ketinggalan update paling krusial seputar ekonomi, IHSG, dan strategi investasi.\n\nAyo suarakan pendapat Anda di kolom komentar: Apakah Anda setuju jika nilai trading saham dianggap omzet dan digabung dengan perhitungan pajak UMKM Anda? Mari kita berdiskusi dengan cerdas!\n\n\n#WawasanCerdas #IHSG #PajakSaham #TradingSaham #PajakUMKM #TheFed #SukuBungaBI #Rupiah #MarketCrash #BursaEfekIndonesia #InvestasiSaham #SahamPemula #MakroEkonomi #SahamAnjlok #KrisisEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "99uEfTWgMVE"}}, {"key": "@sb30official", "attributes": {"label": "@sb30official", "x": 677.2234410394259, "y": 553.4549232023521, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ApRy5EwmjPw", "id": "@sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 18.000 & Badai Pajak UMKM: 6 Alasan Mengapa Ekonomi Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja\n\n00:00 Hook: Dolar Melejit ke 18.000 & 6 Kebijakan \"Aneh\" Pemerintahan Baru yang Saling Mengunci\n\n00:51 Sisi Lain Ekonomi: Ini Bukan Kejadian Terpisah, Melainkan Satu Benang Merah Tekanan APBN\n\n01:49 Kebijakan 1—Bom Waktu Subsidi BBM: Efek Domino Harga Minyak Dunia (ICP) Tembus 91,8 Dolar\n\n03:29 Analogi Pinjol Rumah Tangga: Mengkritisi Retorika Politik \"Rakyat Desa Gak Butuh Dolar\"\n\n05:23 Kebijakan 2—Bom Waktu Pajak UMKM: Batas Waktu PPH Final 0,5% Habis, CV & PT Otomatis Kena 22%\n\n07:08 Aturan Firm Splitting: Ditjen Pajak Mengunci Celah Pengusaha yang Memecah Entitas Bisnis\n\n08:26 Kebijakan 3—Moneter Agresif: BI Rate Naik ke 5,5% Demi Menahan Modal Asing Keluar (Capital Outflow)\n\n09:55 Dampak Suku Bunga Mengambang (Floating): Sektor Properti, KPR, Otomatif, & UMKM Mulai Megap-Megap\n\n11:19 Kebijakan 4—Ekspor Satu Pintu DSI: Regulasi Danantara yang Memicu Ketidakpastian Investor Global\n\n12:38 Prediksi Ekstrim 2027: Risiko Nyata Aliran Devisa Macet yang Bisa Menyeret Rupiah ke 25.000\n\n13:17 Kebijakan 5—Lingkaran Setan PHK Massal: Kontraksi Daya Beli dan Penurunan Setoran PPN Negara\n\n14:37 Kebijakan 6—Krisis Kepercayaan Publik: Mempertanyakan Gurita Entitas Baru DSI, Danantara, & Kopdes\n\n15:40 Ironi Kopdes Merah Putih: Niat Menyaingi Alfamart-Indomaret tapi Ambil Stok di Gudang yang Sama\n\n16:27 Isu Transparansi Proyek Politik: Potensi Kebocoran Anggaran Tanpa Sistem Pengawasan yang Ketat\n\n17:01 Kesimpulan 6 Pilar Masalah: Rangkuman Siklus Benang Kusut Makro Ekonomi Indonesia 2026\n\n17:37 Strategi Survival Pengusaha: Audit Biaya, Cek Status Pajak Badan, & Antisipasi Kredit Mengambang\n\n17:52 Strategi Survival Karyawan: Keluar dari Sektor Rentan & Cara Membangun Sumber Income Tambahan\n\n18:36 Closing: Berhenti Mengutuk Pemerintah, Selamatkan Ekonomi Keluarga Anda! Salam Hebat Luar Biasa!\n\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "ApRy5EwmjPw"}}, {"key": "sb30official", "attributes": {"label": "sb30official", "x": 71.86797160963843, "y": 188.15932808676462, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5455, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ApRy5EwmjPw", "id": "sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 18.000 & Badai Pajak UMKM: 6 Alasan Mengapa Ekonomi Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja\n\n00:00 Hook: Dolar Melejit ke 18.000 & 6 Kebijakan \"Aneh\" Pemerintahan Baru yang Saling Mengunci\n\n00:51 Sisi Lain Ekonomi: Ini Bukan Kejadian Terpisah, Melainkan Satu Benang Merah Tekanan APBN\n\n01:49 Kebijakan 1—Bom Waktu Subsidi BBM: Efek Domino Harga Minyak Dunia (ICP) Tembus 91,8 Dolar\n\n03:29 Analogi Pinjol Rumah Tangga: Mengkritisi Retorika Politik \"Rakyat Desa Gak Butuh Dolar\"\n\n05:23 Kebijakan 2—Bom Waktu Pajak UMKM: Batas Waktu PPH Final 0,5% Habis, CV & PT Otomatis Kena 22%\n\n07:08 Aturan Firm Splitting: Ditjen Pajak Mengunci Celah Pengusaha yang Memecah Entitas Bisnis\n\n08:26 Kebijakan 3—Moneter Agresif: BI Rate Naik ke 5,5% Demi Menahan Modal Asing Keluar (Capital Outflow)\n\n09:55 Dampak Suku Bunga Mengambang (Floating): Sektor Properti, KPR, Otomatif, & UMKM Mulai Megap-Megap\n\n11:19 Kebijakan 4—Ekspor Satu Pintu DSI: Regulasi Danantara yang Memicu Ketidakpastian Investor Global\n\n12:38 Prediksi Ekstrim 2027: Risiko Nyata Aliran Devisa Macet yang Bisa Menyeret Rupiah ke 25.000\n\n13:17 Kebijakan 5—Lingkaran Setan PHK Massal: Kontraksi Daya Beli dan Penurunan Setoran PPN Negara\n\n14:37 Kebijakan 6—Krisis Kepercayaan Publik: Mempertanyakan Gurita Entitas Baru DSI, Danantara, & Kopdes\n\n15:40 Ironi Kopdes Merah Putih: Niat Menyaingi Alfamart-Indomaret tapi Ambil Stok di Gudang yang Sama\n\n16:27 Isu Transparansi Proyek Politik: Potensi Kebocoran Anggaran Tanpa Sistem Pengawasan yang Ketat\n\n17:01 Kesimpulan 6 Pilar Masalah: Rangkuman Siklus Benang Kusut Makro Ekonomi Indonesia 2026\n\n17:37 Strategi Survival Pengusaha: Audit Biaya, Cek Status Pajak Badan, & Antisipasi Kredit Mengambang\n\n17:52 Strategi Survival Karyawan: Keluar dari Sektor Rentan & Cara Membangun Sumber Income Tambahan\n\n18:36 Closing: Berhenti Mengutuk Pemerintah, Selamatkan Ekonomi Keluarga Anda! Salam Hebat Luar Biasa!\n\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "ApRy5EwmjPw"}}], "edges": [{"key": "tsetiady", "source": "tsetiady", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Ivan01915617", "source": "Ivan01915617", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "gagal_gantengs", "source": "gagal_gantengs", "target": "ardisatriawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "antonymyour_ex", "source": "antonymyour_ex", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "GalaxyUvw88034", "source": "GalaxyUvw88034", "target": "Al62947Al", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "GalaxyUvw88034", "source": "GalaxyUvw88034", "target": "txtdrimedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "luciethomas9", "source": "luciethomas9", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "AlhamadKim37129", "source": "AlhamadKim37129", "target": "ardisatriawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Nayla_T4ri", "source": "Nayla_T4ri", "target": "LuckyLaki24", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Dodolmeong1", "source": "Dodolmeong1", "target": "fadlizon", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Aaliyah_cuby", "source": "Aaliyah_cuby", "target": "sekarrlatI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "AmeliaKaka1", "source": "AmeliaKaka1", "target": "Simemaki", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Dwi1975", "source": "Dwi1975", "target": "Gaseru48", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Dwi1975", "source": "Dwi1975", "target": "ahsanmoahGyan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Dwi1975", "source": "Dwi1975", "target": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "esdm_sulbar", "source": "esdm_sulbar", "target": "Pemprov_Sulbar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "esdm_sulbar", "source": "esdm_sulbar", "target": "perekonomiandanad", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "aipreneur.news", "source": "aipreneur.news", "target": "aipreneur.news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "aipreneur.news", "source": "aipreneur.news", "target": "tvonenews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "pco.ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@wstruthbombs", "source": "@wstruthbombs", "target": "wstruthbombs...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wstruthbombs", "source": "@wstruthbombs", "target": "wstruthbombs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NextGenInvestGlobal", "source": "@NextGenInvestGlobal", "target": "NextGenInvestGlobal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@apt_news", "source": "@apt_news", "target": "apt_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wstruthbombs", "source": "@wstruthbombs", "target": "wstruthbombs...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wstruthbombs", "source": "@wstruthbombs", "target": "wstruthbombs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wstruthbombs", "source": "@wstruthbombs", "target": "wstruthbombs...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wstruthbombs", "source": "@wstruthbombs", "target": "wstruthbombs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@investorkit", "source": "@investorkit", "target": "investorkit", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kitco", "source": "@kitco", "target": "JeremySzafron", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kitco", "source": "@kitco", "target": "KitcoNewsNOW", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kitco", "source": "@kitco", "target": "EconguyRosie", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cuanomicswealth", "source": "@cuanomicswealth", "target": "cuanomicswealth", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ContrarianNews", "source": "@ContrarianNews", "target": "contrariannews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BatakKerenOfficial", "source": "@BatakKerenOfficial", "target": "batakkerenof...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BatakKerenOfficial", "source": "@BatakKerenOfficial", "target": "batakkerenofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NextGenInvestGlobal", "source": "@NextGenInvestGlobal", "target": "NextGenInvestGlobal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "KementerianESDM", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "bahlillahadalia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "pln_id.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "BPHMigas_RI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@livenowfox", "source": "@livenowfox", "target": "LiveNOWFOX", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sb30official", "source": "@sb30official", "target": "sb30official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}