{"nodes": [{"key": "harwusnya", "attributes": {"label": "harwusnya", "x": 410.25886121835595, "y": 214.42103010601744, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 52.7472, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068027155976724685", "id": "harwusnya", "source": "retweet-000002", "content": "Krisis 1998 berbeda dengan Krisis 2026.\n\nKalau di tahun 1998, kondisi ekonomi tiba-tiba anjlok. Rush di mana-mana, siste…", "post_id": "2068027155976724685"}}, {"key": "trunkszoldyck", "attributes": {"label": "trunkszoldyck", "x": 609.2645737178102, "y": 228.92905373476856, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 209.6705, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 14, "out_degree": 0, "degree": 14}, "_id": "2068027155976724685", "id": "trunkszoldyck", "source": "retweet-000002", "content": "Krisis 1998 berbeda dengan Krisis 2026.\n\nKalau di tahun 1998, kondisi ekonomi tiba-tiba anjlok. Rush di mana-mana, siste…", "post_id": "2068027155976724685"}}, {"key": "AuryShima", "attributes": {"label": "AuryShima", "x": 879.6239489853658, "y": 274.79096591735544, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 52.7472, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068036469219000334", "id": "AuryShima", "source": "retweet-000002", "content": "Krisis 1998 berbeda dengan Krisis 2026.\n\nKalau di tahun 1998, kondisi ekonomi tiba-tiba anjlok. Rush di mana-mana, siste…", "post_id": "2068036469219000334"}}, {"key": "urfavgurl13", "attributes": {"label": "urfavgurl13", "x": 333.7947698429192, "y": 536.2799755151366, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 52.7472, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068069219443593434", "id": "urfavgurl13", "source": "retweet-000002", "content": "Krisis 1998 berbeda dengan Krisis 2026.\n\nKalau di tahun 1998, kondisi ekonomi tiba-tiba anjlok. Rush di mana-mana, siste…", "post_id": "2068069219443593434"}}, {"key": "_heartlessinner", "attributes": {"label": "_heartlessinner", "x": 999.7376432187127, "y": 626.2147892118259, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 52.7472, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068376815505424418", "id": "_heartlessinner", "source": "retweet-000002", "content": "Krisis 1998 berbeda dengan Krisis 2026.\n\nKalau di tahun 1998, kondisi ekonomi tiba-tiba anjlok. Rush di mana-mana, siste…", "post_id": "2068376815505424418"}}, {"key": "RabiatulMunawa6", "attributes": {"label": "RabiatulMunawa6", "x": 372.2422219322128, "y": 980.8282414860818, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 52.7472, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068463252804366698", "id": "RabiatulMunawa6", "source": "retweet-000002", "content": "Krisis 1998 berbeda dengan Krisis 2026.\n\nKalau di tahun 1998, kondisi ekonomi tiba-tiba anjlok. Rush di mana-mana, siste…", "post_id": "2068463252804366698"}}, {"key": "Peacetoall20", "attributes": {"label": "Peacetoall20", "x": 175.2205007282044, "y": 885.879540086563, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 52.7472, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067894841217011799", "id": "Peacetoall20", "source": "retweet-000002", "content": "Krisis 1998 berbeda dengan Krisis 2026.\n\nKalau di tahun 1998, kondisi ekonomi tiba-tiba anjlok. Rush di mana-mana, siste…", "post_id": "2067894841217011799"}}, {"key": "404erorrs", "attributes": {"label": "404erorrs", "x": 763.5852998631484, "y": 424.9407083427609, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 52.7472, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067945189260566624", "id": "404erorrs", "source": "retweet-000002", "content": "Krisis 1998 berbeda dengan Krisis 2026.\n\nKalau di tahun 1998, kondisi ekonomi tiba-tiba anjlok. Rush di mana-mana, siste…", "post_id": "2067945189260566624"}}, {"key": "66320242220", "attributes": {"label": "66320242220", "x": 732.1712621647923, "y": 362.22465692638195, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 52.7472, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3925188914029089351_66320242220", "id": "66320242220", "source": "instagram-000001", "content": "Ekonom Steve Hanke mengklaim rupiah bisa memiliki nilai setara dolar Amerika Serikat (AS) jika International Monetary Fund (IMF) dan Presiden ke-42 AS Bill Clinton tidak menghalangi rencana yang ia susun bersama Presiden Soeharto pada masa krisis 1998.\n\n“Jika IMF tidak menyabotase dewan mata uang yang akan saya dan Suharto terapkan pada tahun 1998, rupiah tidak akan bermasalah saat ini. Rupiah akan sama baiknya dengan dolar AS,” tulis Hanke melalui akun X pribadinya, Senin (22/06).\n\nMenurut Hanke, sistem tersebut akan mematok nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sehingga dapat mencegah pelemahan tajam saat Krisis Keuangan Asia. Ia bahkan mengklaim rupiah sempat menguat sekitar 28% setelah wacana kebijakan itu diumumkan, di tengah kejatuhan nilai tukar dari sekitar Rp2.700 ke Rp16.000 per dolar .\n\nNamun, rencana tersebut akhirnya tidak pernah diterapkan. Hanke menuding IMF dan pemerintahan Bill Clinton saat itu menolak kebijakan tersebut serta mengancam penghentian bantuan internasional senilai US$43 miliar apabila Indonesia tetap melanjutkannya.\n\nFollow  untuk dapatkan informasi dan menambahkan wawasan", "post_id": "3925188914029089351_66320242220"}}, {"key": "ruangpikirr.id", "attributes": {"label": "ruangpikirr.id", "x": 537.9485631746178, "y": 300.57698079468065, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 97.5824, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3925188914029089351_66320242220", "id": "ruangpikirr.id", "source": "instagram-000001", "content": "Ekonom Steve Hanke mengklaim rupiah bisa memiliki nilai setara dolar Amerika Serikat (AS) jika International Monetary Fund (IMF) dan Presiden ke-42 AS Bill Clinton tidak menghalangi rencana yang ia susun bersama Presiden Soeharto pada masa krisis 1998.\n\n“Jika IMF tidak menyabotase dewan mata uang yang akan saya dan Suharto terapkan pada tahun 1998, rupiah tidak akan bermasalah saat ini. Rupiah akan sama baiknya dengan dolar AS,” tulis Hanke melalui akun X pribadinya, Senin (22/06).\n\nMenurut Hanke, sistem tersebut akan mematok nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sehingga dapat mencegah pelemahan tajam saat Krisis Keuangan Asia. Ia bahkan mengklaim rupiah sempat menguat sekitar 28% setelah wacana kebijakan itu diumumkan, di tengah kejatuhan nilai tukar dari sekitar Rp2.700 ke Rp16.000 per dolar .\n\nNamun, rencana tersebut akhirnya tidak pernah diterapkan. Hanke menuding IMF dan pemerintahan Bill Clinton saat itu menolak kebijakan tersebut serta mengancam penghentian bantuan internasional senilai US$43 miliar apabila Indonesia tetap melanjutkannya.\n\nFollow  untuk dapatkan informasi dan menambahkan wawasan", "post_id": "3925188914029089351_66320242220"}}, {"key": "lpsindonesia", "attributes": {"label": "lpsindonesia", "x": 125.81230116015362, "y": 110.29228587955664, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 52.7472, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7641125534411279636", "id": "lpsindonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "Sejak BPR Sungai Rumbai dicabut izin usahanya pada 7 April 2026, yang ada di pikiran para nasabah adalah bagaimana memperoleh kembali seluruh hak dan simpanan mereka. Salah satunya adalah, Ibu Yuda Sukarma, pedagang sembako di Pasar Sungai Rumbai.  Telah lama Yuda dan suami menyimpan seluruh hasil kerja kerasnya  di BPR Sungai Rumbai. Perjalanannya dapat jauh dirunut sejak awal ia membuka lapak sembako sampai dengan saat ini ketika usahanya mampu menghidupi dirinya, suami, dan kedua putra-putrinya.  Ia bercerita, bahwa dalam setiap lembar uang yang ia sisihkan selalu tersisip harapan bagi kedua putra-putrinya agar seluruh simpanannya kelak mampu mengantarkan kedua buah hatinya mencapai cita-cita. Namun, saat itu, di tengah berita penutupan bank tempatnya menabung, ia merasa harapannya perlahan layu.  Sahabat LPS, masihkah ada kesempatan bagi harapan Ibu Yuda tersebut, mekar kembali? Saksikan lebih lengkapnya di YouTube LPS  #LPSIndonesia #AyoNabungdiBank #KuAmanAdaLPS #SahabatNasabahIndonesia", "post_id": "7641125534411279636"}}, {"key": "LPS_IDIC", "attributes": {"label": "LPS_IDIC", "x": 685.0134708657573, "y": 165.28814959341653, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 97.5824, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641125534411279636", "id": "LPS_IDIC", "source": "tiktok-000001", "content": "Sejak BPR Sungai Rumbai dicabut izin usahanya pada 7 April 2026, yang ada di pikiran para nasabah adalah bagaimana memperoleh kembali seluruh hak dan simpanan mereka. Salah satunya adalah, Ibu Yuda Sukarma, pedagang sembako di Pasar Sungai Rumbai.  Telah lama Yuda dan suami menyimpan seluruh hasil kerja kerasnya  di BPR Sungai Rumbai. Perjalanannya dapat jauh dirunut sejak awal ia membuka lapak sembako sampai dengan saat ini ketika usahanya mampu menghidupi dirinya, suami, dan kedua putra-putrinya.  Ia bercerita, bahwa dalam setiap lembar uang yang ia sisihkan selalu tersisip harapan bagi kedua putra-putrinya agar seluruh simpanannya kelak mampu mengantarkan kedua buah hatinya mencapai cita-cita. Namun, saat itu, di tengah berita penutupan bank tempatnya menabung, ia merasa harapannya perlahan layu.  Sahabat LPS, masihkah ada kesempatan bagi harapan Ibu Yuda tersebut, mekar kembali? Saksikan lebih lengkapnya di YouTube LPS  #LPSIndonesia #AyoNabungdiBank #KuAmanAdaLPS #SahabatNasabahIndonesia", "post_id": "7641125534411279636"}}, {"key": "@AndreaYudias", "attributes": {"label": "@AndreaYudias", "x": 533.6936265048708, "y": 273.29498121861064, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 52.7472, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "8Ajlg4hoJ1U", "id": "@AndreaYudias", "source": "youtube-000001", "content": "Indonesia Pernah \"Dijual\"? Inilah Peran IMF di Balik Krisis 1998\n\nKali ini gue bahas soal IMF YANG SEBERNYA MENOLONG INDONESIA ATAU MENGHANCURKAN INDONESIA, dan mengapa IMF dibenci banyak negara-negara lain?\nPakai earphone/headset buat dapetin pengalaman maksimal.\n\n\nFollow juga di IG: \n\nFollow juga di tiktok : \n\nUntuk update video terbaru.\n\n\nSubscribe ➡️    /   \nInstagram ➡️ https://instagram.com/andreayudias?ut...", "post_id": "8Ajlg4hoJ1U"}}, {"key": "andreayudias", "attributes": {"label": "andreayudias", "x": 667.9274350054034, "y": 185.36969339844012, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 67.6923, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "8Ajlg4hoJ1U", "id": "andreayudias", "source": "youtube-000001", "content": "Indonesia Pernah \"Dijual\"? Inilah Peran IMF di Balik Krisis 1998\n\nKali ini gue bahas soal IMF YANG SEBERNYA MENOLONG INDONESIA ATAU MENGHANCURKAN INDONESIA, dan mengapa IMF dibenci banyak negara-negara lain?\nPakai earphone/headset buat dapetin pengalaman maksimal.\n\n\nFollow juga di IG: \n\nFollow juga di tiktok : \n\nUntuk update video terbaru.\n\n\nSubscribe ➡️    /   \nInstagram ➡️ https://instagram.com/andreayudias?ut...", "post_id": "8Ajlg4hoJ1U"}}], "edges": [{"key": "harwusnya", "source": "harwusnya", "target": "trunkszoldyck", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "harwusnya", "source": "harwusnya", "target": "trunkszoldyck", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AuryShima", "source": "AuryShima", "target": "trunkszoldyck", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AuryShima", "source": "AuryShima", "target": "trunkszoldyck", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "urfavgurl13", "source": "urfavgurl13", "target": "trunkszoldyck", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "urfavgurl13", "source": "urfavgurl13", "target": "trunkszoldyck", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "_heartlessinner", "source": "_heartlessinner", "target": "trunkszoldyck", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "_heartlessinner", "source": "_heartlessinner", "target": "trunkszoldyck", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "RabiatulMunawa6", "source": "RabiatulMunawa6", "target": "trunkszoldyck", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "RabiatulMunawa6", "source": "RabiatulMunawa6", "target": "trunkszoldyck", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Peacetoall20", "source": "Peacetoall20", "target": "trunkszoldyck", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Peacetoall20", "source": "Peacetoall20", "target": "trunkszoldyck", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "404erorrs", "source": "404erorrs", "target": "trunkszoldyck", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "404erorrs", "source": "404erorrs", "target": "trunkszoldyck", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "66320242220", "source": "66320242220", "target": "ruangpikirr.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "lpsindonesia", "source": "lpsindonesia", "target": "LPS_IDIC", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@AndreaYudias", "source": "@AndreaYudias", "target": "andreayudias", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@AndreaYudias", "source": "@AndreaYudias", "target": "andreayudias", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@AndreaYudias", "source": "@AndreaYudias", "target": "andreayudias", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}