{"nodes": [{"key": "cetobellie", "attributes": {"label": "cetobellie", "x": 507.5797785534734, "y": 197.0095891881144, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 32.7062, "eigenvector": 618.0335, "in_degree": 1, "out_degree": 3, "degree": 4}, "_id": "2069461957636395017", "id": "cetobellie", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah di ketawain dolar, yahahaha lemah", "post_id": "2069461957636395017"}}, {"key": "yourbestieright", "attributes": {"label": "yourbestieright", "x": 288.886930339526, "y": 214.5116213407, "size": 10.42, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 32.7062, "eigenvector": 381.9657, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069461957636395017", "id": "yourbestieright", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah di ketawain dolar, yahahaha lemah", "post_id": "2069461957636395017"}}, {"key": "magenfoxyta", "attributes": {"label": "magenfoxyta", "x": 374.70933188747966, "y": 488.6746032273065, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 23.4395, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069355942584754179", "id": "magenfoxyta", "source": "retweet-000002", "content": ">di akhir, artikel bahas masalah rupiah. kalau rupiah sampai tembus 20.000 per dolar, dampaknya berat inflasi naik, utang…", "post_id": "2069355942584754179"}}, {"key": "Txtdariiugm", "attributes": {"label": "Txtdariiugm", "x": 428.65719939088166, "y": 196.71470557183125, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 33.4012, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069355942584754179", "id": "Txtdariiugm", "source": "retweet-000002", "content": ">di akhir, artikel bahas masalah rupiah. kalau rupiah sampai tembus 20.000 per dolar, dampaknya berat inflasi naik, utang…", "post_id": "2069355942584754179"}}, {"key": "kerangajaib_S2", "attributes": {"label": "kerangajaib_S2", "x": 642.3336921655814, "y": 416.1703201206205, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.4395, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067427251524874338", "id": "kerangajaib_S2", "source": "tweet-000004", "content": "Seharusnya KPK belajar dari polri, bagaimana seharusnya meminta tambahan anggaran untuk institusi mereka, apalagi sekarang kan BBM naik, ditambah rupiah masih lemah terhadap dolar. Ngapain coba minta tambahan anggaran cuma segitu? Rugiiii.", "post_id": "2067427251524874338"}}, {"key": "direktoridosen", "attributes": {"label": "direktoridosen", "x": 673.4585909169406, "y": 194.4209550599504, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 43.363, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067427251524874338", "id": "direktoridosen", "source": "tweet-000004", "content": "Seharusnya KPK belajar dari polri, bagaimana seharusnya meminta tambahan anggaran untuk institusi mereka, apalagi sekarang kan BBM naik, ditambah rupiah masih lemah terhadap dolar. Ngapain coba minta tambahan anggaran cuma segitu? Rugiiii.", "post_id": "2067427251524874338"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 884.7817123532292, "y": 377.9884053336209, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 156.2621, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3922861174195189409_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (19/6/2026), turun 10 poin atau sekitar 0,06 persen ke level Rp17.804 per USD.\n\nAnalis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sentimen datang dari eksternal yakni pasar global telah membaik secara signifikan sejak Washington dan Teheran menandatangani kesepakatan sementara yang bertujuan untuk mengakhiri permusuhan dan memulihkan navigasi komersial melalui Selat Hormuz, jalur air vital yang biasanya mengangkut sekitar seperlima pengiriman minyak global.\n\n\"Kesepakatan tersebut telah meningkatkan harapan bahwa jutaan barel minyak mentah yang terdampar secara bertahap dapat kembali ke pasar internasional dalam beberapa minggu dan bulan mendatang,\" ujar Ibrahim dalam risetnya, Jumat (19/6/2026).\n\nAS menyatakan telah mencabut blokade terhadap Iran pada hari Kamis seiring berlakunya kesepakatan sementara tersebut. Kapal-kapal yang membawa minyak yang terdampar mulai keluar dari jalur air tersebut pada hari Kamis, menurut laporan.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/rupiah-ditutup-tertekan-ke-rp17804-per-usd-usai-the-fed-tahan-suku-bunga\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Istimewa \n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #rupiah", "post_id": "3922861174195189409_3310659452"}}, {"key": "arahjakarta", "attributes": {"label": "arahjakarta", "x": 985.4507326722528, "y": 941.9209238861607, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 40.7643, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3923712749984635101_18409028813", "id": "arahjakarta", "source": "instagram-000001", "content": "Pucuk otoritas energi nasional akhirnya angkat bicara di tengah gelombang protes warga akibat pemadaman listrik berkepanjangan yang melumpuhkan produktivitas daerah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menampik tudingan bahwa krisis listrik yang terjadi di berbagai wilayah disebabkan oleh kelangkaan stok batu bara nasional. Bahlil mengeklaim bahwa secara makro kuantitas cadangan batu bara untuk ketenagalistrikan berada dalam kondisi aman. \n\nNamun, ia membongkar akar masalah yang sebenarnya: terjadinya sumbatan pasokan pada jenis batu bara kalori menengah dengan spesifikasi sekitar 5.200 kalori yang dibutuhkan oleh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) domestik, serta adanya akumulasi kendala teknis operasional dan pemeliharaan (maintenance) infrastruktur.\n\nPembelaan Menteri ESDM ini justru menunjukkan adanya Ketidaksesuaian Spesifikasi Pasokan (supply-specification mismatch) dan rapuhnya pengawasan atas komitmen pemenuhan pasar domestik (Domestic Market Obligation / DMO). Mengatakan stok nasional \"aman\" di saat pabrik air minum di Bangkalan rugi puluhan juta dan upah buruh borongan disunat setengahnya adalah paradoks tata kelola yang bebal. \n\nMasalahnya bukan pada ada atau tidaknya batu bara di bumi nusantara, melainkan pada ketidakmampuan kementerian mengunci kepatuhan para pengusaha tambang untuk memasok batu bara kalori menengah ke PLN tepat waktu. \n\nPara cukong pertambangan diduga lebih memilih memprioritaskan ekspor kalori tinggi ke pasar internasional demi meraup margin keuntungan dolar yang berlipat ganda di tengah depresiasi Rupiah, sementara PLTU lokal dibiarkan megap-megap kekurangan bahan bakar spesifik hingga terpaksa melakukan pemadaman bergilir.\n\nMelihat Menteri ESDM Bahlil beralasan pemadaman listrik terjadi karena masalah spek 5.200 kalori dan maintenance dan bukan karena kurang batu bara nasional, menurut lo ini penjelasan teknis yang jujur atau sekadar apologia birokrasi buat lindungi kelalaian PLN dan pengusaha tambang nakal? \n\nFollow  untuk terus mengawal akuntabilitas pengelolaan energi nasional, transparansi pemenuhan kuota DMO batu bara, dan perlindungan hak konsumen kelistrikan daerah.", "post_id": "3923712749984635101_18409028813"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 773.5706928065067, "y": 395.0670185864478, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 156.2621, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3924832264409941756_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah melemah 0,12% ke Rp17.812/US$ pada Senin pagi (22/6/2026), seiring penguatan dolar AS dan pelemahan mayoritas mata uang Asia di tengah kembali meningkatnya tensi geopolitik AS–Iran yang mendorong penguatan aset safe haven.\n\nSementara itu, IHSG dibuka menguat 0,65% ke level 6.217, lebih baik dari bursa Asia yang cenderung mixed, ditopang sentimen MSCI dan penguatan teknikal, meski pasar masih mencermati risiko global dan harga minyak.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#rupiah #dolar #ihsg #saham #bloombergtechnoz", "post_id": "3924832264409941756_51748745734"}}, {"key": "19585064872", "attributes": {"label": "19585064872", "x": 606.406366851318, "y": 433.4591239541842, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4395, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "19585064872", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "visualiterasi", "attributes": {"label": "visualiterasi", "x": 785.0429752560495, "y": 238.92981141229464, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 43.363, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "visualiterasi", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "clipverse7z7", "attributes": {"label": "clipverse7z7", "x": 623.9124303972462, "y": 1.6094150282286446, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4395, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7653359224768089352", "id": "clipverse7z7", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai uang Rp1 Miliar menyusut jadi Rp890 Juta dalam setahun akibat pelemahan Rupiah yang mencapai 11%! 💥 ​Meskipun angka di rekening tidak berkurang, daya beli dan nilai riil aset Anda nyata-nyata tergerus akibat depresiasi mata uang terhadap nilai global. Ini dia alasan mengapa menyimpan cash terlalu banyak bisa berbahaya bagi kekayaan Anda: ​Gerogotan Inflasi & Kurs: Pelemahan Rupiah sebesar 11% dalam setahun terakhir secara tidak langsung memangkas nilai kekayaan Anda dalam skala global. ​Bahaya Holding Cash: Membiarkan uang mengendap di tabungan konvensional tanpa imbal hasil yang melampaui inflasi akan membuat nilai riilnya terus menyusut. ​Solusi dari Investor: Lakukan diversifikasi aset segera! Amankan kekayaan Anda dengan membagi portofolio ke dalam instrumen yang lebih stabil atau kebal inflasi, seperti emas, saham blue-chip, atau reksadana dolar. ​Jangan biarkan kerja keras Anda habis \"dimakan\" waktu. Yuk, mulai lebih bijak dalam mengelola dan memutar aset! 💼📉 ​ A | Cryptopreneur 🚀💰  #stevenanderson #andersonnsteven #stevenandersoncrypto #cryptoclass #andersonnstevenxgcpk1", "post_id": "7653359224768089352"}}, {"key": "Steven", "attributes": {"label": "Steven", "x": 266.116385532182, "y": 545.3024548953898, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 43.363, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653359224768089352", "id": "Steven", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai uang Rp1 Miliar menyusut jadi Rp890 Juta dalam setahun akibat pelemahan Rupiah yang mencapai 11%! 💥 ​Meskipun angka di rekening tidak berkurang, daya beli dan nilai riil aset Anda nyata-nyata tergerus akibat depresiasi mata uang terhadap nilai global. Ini dia alasan mengapa menyimpan cash terlalu banyak bisa berbahaya bagi kekayaan Anda: ​Gerogotan Inflasi & Kurs: Pelemahan Rupiah sebesar 11% dalam setahun terakhir secara tidak langsung memangkas nilai kekayaan Anda dalam skala global. ​Bahaya Holding Cash: Membiarkan uang mengendap di tabungan konvensional tanpa imbal hasil yang melampaui inflasi akan membuat nilai riilnya terus menyusut. ​Solusi dari Investor: Lakukan diversifikasi aset segera! Amankan kekayaan Anda dengan membagi portofolio ke dalam instrumen yang lebih stabil atau kebal inflasi, seperti emas, saham blue-chip, atau reksadana dolar. ​Jangan biarkan kerja keras Anda habis \"dimakan\" waktu. Yuk, mulai lebih bijak dalam mengelola dan memutar aset! 💼📉 ​ A | Cryptopreneur 🚀💰  #stevenanderson #andersonnsteven #stevenandersoncrypto #cryptoclass #andersonnstevenxgcpk1", "post_id": "7653359224768089352"}}, {"key": "@tribunpalu", "attributes": {"label": "@tribunpalu", "x": 460.56840730185513, "y": 255.3089203578368, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4395, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "kHgyztjf404", "id": "@tribunpalu", "source": "youtube-000001", "content": "FEBUZZ UNTAD Series 2: Mengapa Rupiah Terus Melemah? Ini Dampak dan Fakta di Baliknya!\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nNilai tukar Rupiah kembali menjadi sorotan. Mengapa Rupiah bisa mengalami pelemahan (depresiasi) terhadap Dolar? Apa bedanya penurunan nilai mata uang yang terjadi karena mekanisme pasar dengan yang sengaja dilakukan oleh pemerintah demi mendongkrak ekspor?\n\nDi video kali ini, kita akan mengupas tuntas fenomena melemahnya Rupiah, dampaknya terhadap para pemilik modal, hingga alasan mengapa sebagian orang lebih memilih menyimpan aset mereka dalam bentuk Dolar di tengah situasi ekonomi saat ini. Simak penjelasan lengkapnya!\n\nNarasumber : Prof. Dr.rer.pol. Patta Tope\nHost : Failur Rahman, M.Sc., CSA., WPPE\n\nSUBSCRIBE, SHARE, and COMMENT.\n\nUpdate juga berita TribunPalu.com:\n\nWebsite: https://palu.tribunnews.com\nInstagram : \nTiktok : tribunpalu.com\nFacebook :   / tribunpalunews  \n\n#TribunPalu #RupiahMelemah #EkonomiIndonesia #NilaiTukarRupiah #DolarAs #InfoEkonomi #Palu #SulawesiTengah", "post_id": "kHgyztjf404"}}, {"key": "tribun_palu", "attributes": {"label": "tribun_palu", "x": 603.9761553900308, "y": 579.4734391562084, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.4012, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "kHgyztjf404", "id": "tribun_palu", "source": "youtube-000001", "content": "FEBUZZ UNTAD Series 2: Mengapa Rupiah Terus Melemah? Ini Dampak dan Fakta di Baliknya!\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nNilai tukar Rupiah kembali menjadi sorotan. Mengapa Rupiah bisa mengalami pelemahan (depresiasi) terhadap Dolar? Apa bedanya penurunan nilai mata uang yang terjadi karena mekanisme pasar dengan yang sengaja dilakukan oleh pemerintah demi mendongkrak ekspor?\n\nDi video kali ini, kita akan mengupas tuntas fenomena melemahnya Rupiah, dampaknya terhadap para pemilik modal, hingga alasan mengapa sebagian orang lebih memilih menyimpan aset mereka dalam bentuk Dolar di tengah situasi ekonomi saat ini. Simak penjelasan lengkapnya!\n\nNarasumber : Prof. Dr.rer.pol. Patta Tope\nHost : Failur Rahman, M.Sc., CSA., WPPE\n\nSUBSCRIBE, SHARE, and COMMENT.\n\nUpdate juga berita TribunPalu.com:\n\nWebsite: https://palu.tribunnews.com\nInstagram : \nTiktok : tribunpalu.com\nFacebook :   / tribunpalunews  \n\n#TribunPalu #RupiahMelemah #EkonomiIndonesia #NilaiTukarRupiah #DolarAs #InfoEkonomi #Palu #SulawesiTengah", "post_id": "kHgyztjf404"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 942.7581169058254, "y": 15.335905075379298, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4395, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "GroVPmfjsXU", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Yakin Harga Pertamax akan Segera Turun, Menkeu Purbaya Beberkan Alasannya\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini, harga BBM nonsubsidi Pertamax akan segera turun, seiring dengan harga minyak dunia yang mulai terkoreksi.\n\nPurbaya optimistis, terbukanya peluang damai antara AS dan Iran dapat memulihkan harga minyak global.\n\nMenurutnya, penurunan harga global akan membuat harga BBM nonsubsidi kembali stabil.\n\nPurbaya sempat mengaku terpaksa menaikkan harga BBM nonsubsidi, demi memitigasi dampak global.\n\nIa pun menambahkan, kondisi ekonomi Indonesia lambat laun juga menunjukkan perbaikan, salah satunya adalah dengan kembali menguatnya rupiah atas dolar Amerika Serikat.\n\n#menkeu #purbaya #pertamax #nonsubsidi #hargabbm \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "GroVPmfjsXU"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 818.03074328122, "y": 201.99793184414182, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 43.363, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "GroVPmfjsXU", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Yakin Harga Pertamax akan Segera Turun, Menkeu Purbaya Beberkan Alasannya\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini, harga BBM nonsubsidi Pertamax akan segera turun, seiring dengan harga minyak dunia yang mulai terkoreksi.\n\nPurbaya optimistis, terbukanya peluang damai antara AS dan Iran dapat memulihkan harga minyak global.\n\nMenurutnya, penurunan harga global akan membuat harga BBM nonsubsidi kembali stabil.\n\nPurbaya sempat mengaku terpaksa menaikkan harga BBM nonsubsidi, demi memitigasi dampak global.\n\nIa pun menambahkan, kondisi ekonomi Indonesia lambat laun juga menunjukkan perbaikan, salah satunya adalah dengan kembali menguatnya rupiah atas dolar Amerika Serikat.\n\n#menkeu #purbaya #pertamax #nonsubsidi #hargabbm \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "GroVPmfjsXU"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 473.8502268996412, "y": 900.0757662481936, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4395, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "coJPPSyyerM", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Bakal Turun?! Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai!\n\nBBM Bakal Turun? Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai! Apakah perdamaian permanen antara Iran dan Amerika Serikat benar-benar bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia dari ancaman krisis energi dan lonjakan inflasi? \n\nDalam video analisis ekonomi global ini, kita akan membedah dampak masif dari pembukaan kembali Selat Hormuz jika resolusi damai antara Iran dan AS terealisasi secara permanen. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak bumi global. Konflik geopolitik di wilayah ini selalu berhasil membuat harga minyak mentah dunia meroket dan mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri.\n\nNamun, apa yang terjadi jika kedua negara ini mendadak damai? Bagi masyarakat Indonesia, keuntungan utamanya sangat nyata: stabilitas harga BBM dan tarif listrik, keamanan armada kapal tanker nasional seperti milik Pertamina, hingga pengurangan subsidi energi pada APBN kita. Dampak domonino ini tidak hanya memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, tetapi juga menekan biaya impor bahan baku yang membuat harga bahan pokok di pasar tradisional tetap murah dan terjangkau.\n\nSaksikan juga analisis kritis mengenai sektor industri Indonesia mana yang paling cepat merasakan dampak positif ini. Mulai dari sektor logistik, sektor transportasi, hingga sektor manufaktur dan industri barang konsumsi (FMCG) yang siap melakukan ekspansi pasar ekspor secara masif karena penurunan biaya operasional.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai masa depan perdamaian Timur Tengah ini? Apakah stabilitas ekonomi Indonesia akan sepenuhnya aman? Tuliskan analisis kritis Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #IranASDamai #hargabbm  #ekonomiindonesia  #selathormuz  #SubsidiEnergi #geopolitik  #analisisekonomi  #beritahariini  #logistikindonesia  #pertamina  #RupiahMenguat #youtubenews \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "coJPPSyyerM"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 330.24373147453787, "y": 189.9903737639914, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 43.363, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "coJPPSyyerM", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Bakal Turun?! Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai!\n\nBBM Bakal Turun? Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai! Apakah perdamaian permanen antara Iran dan Amerika Serikat benar-benar bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia dari ancaman krisis energi dan lonjakan inflasi? \n\nDalam video analisis ekonomi global ini, kita akan membedah dampak masif dari pembukaan kembali Selat Hormuz jika resolusi damai antara Iran dan AS terealisasi secara permanen. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak bumi global. Konflik geopolitik di wilayah ini selalu berhasil membuat harga minyak mentah dunia meroket dan mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri.\n\nNamun, apa yang terjadi jika kedua negara ini mendadak damai? Bagi masyarakat Indonesia, keuntungan utamanya sangat nyata: stabilitas harga BBM dan tarif listrik, keamanan armada kapal tanker nasional seperti milik Pertamina, hingga pengurangan subsidi energi pada APBN kita. Dampak domonino ini tidak hanya memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, tetapi juga menekan biaya impor bahan baku yang membuat harga bahan pokok di pasar tradisional tetap murah dan terjangkau.\n\nSaksikan juga analisis kritis mengenai sektor industri Indonesia mana yang paling cepat merasakan dampak positif ini. Mulai dari sektor logistik, sektor transportasi, hingga sektor manufaktur dan industri barang konsumsi (FMCG) yang siap melakukan ekspansi pasar ekspor secara masif karena penurunan biaya operasional.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai masa depan perdamaian Timur Tengah ini? Apakah stabilitas ekonomi Indonesia akan sepenuhnya aman? Tuliskan analisis kritis Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #IranASDamai #hargabbm  #ekonomiindonesia  #selathormuz  #SubsidiEnergi #geopolitik  #analisisekonomi  #beritahariini  #logistikindonesia  #pertamina  #RupiahMenguat #youtubenews \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "coJPPSyyerM"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "attributes": {"label": "@VideoTribunPontianak", "x": 731.5781542364397, "y": 522.442770553363, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4395, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "pg12vMIXU7s", "id": "@VideoTribunPontianak", "source": "youtube-000001", "content": "RIBUAN BURUH PABRIK TERANCAM PHK DI JATIM & JABAR❗ SAID IQBAL MINTA PRABOWO TAK NAIKKAN BBM SUBSIDI\n\nPenasihat Khusus Presiden Republik Indonesia bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal menemukan potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal ribuan buruh di Jawa Timur dan Jawa Barat. Untuk mencegah gelombang PHK yang semakin luas, Said Iqbal bakal meminta Presiden Prabowo Subianto untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.\n\nPernyataan itu disampaikan Said Iqbal dalam konferensi pers secara daring pada Minggu (21/6). Said Iqbal mengatakan sebanyak 2.500 karyawan pabrik di Jawa Timur terancam PHK. Sementara di Jawa Barat terdapat 4.000 buruh yang juga terancam PHK oleh perusahaannya.\n\nFenomena tersebut muncul akibat fluktuasi kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan perang antara Amerika Serikat, dengan Iran di Timur Tengah. Menurut Said kondisi tersebut mempengaruhi produksi dari perusahaan yang berorientasi ekspor maupun perusahaan yang membeli bahan baku impor.\n\n#saidiqbal #prabowo #bbm #subsidi #buruh #phk #jatim #jabar #viral #beritaterkini \n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: -\nHost: -\nEditor Video: Heru\nUploader: -\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "pg12vMIXU7s"}}, {"key": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "tribunpontianak", "x": 874.9604186764786, "y": 377.18379384996723, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 43.363, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "pg12vMIXU7s", "id": "tribunpontianak", "source": "youtube-000001", "content": "RIBUAN BURUH PABRIK TERANCAM PHK DI JATIM & JABAR❗ SAID IQBAL MINTA PRABOWO TAK NAIKKAN BBM SUBSIDI\n\nPenasihat Khusus Presiden Republik Indonesia bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal menemukan potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal ribuan buruh di Jawa Timur dan Jawa Barat. Untuk mencegah gelombang PHK yang semakin luas, Said Iqbal bakal meminta Presiden Prabowo Subianto untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.\n\nPernyataan itu disampaikan Said Iqbal dalam konferensi pers secara daring pada Minggu (21/6). Said Iqbal mengatakan sebanyak 2.500 karyawan pabrik di Jawa Timur terancam PHK. Sementara di Jawa Barat terdapat 4.000 buruh yang juga terancam PHK oleh perusahaannya.\n\nFenomena tersebut muncul akibat fluktuasi kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan perang antara Amerika Serikat, dengan Iran di Timur Tengah. Menurut Said kondisi tersebut mempengaruhi produksi dari perusahaan yang berorientasi ekspor maupun perusahaan yang membeli bahan baku impor.\n\n#saidiqbal #prabowo #bbm #subsidi #buruh #phk #jatim #jabar #viral #beritaterkini \n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: -\nHost: -\nEditor Video: Heru\nUploader: -\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "pg12vMIXU7s"}}, {"key": "@rajkazh", "attributes": {"label": "@rajkazh", "x": 185.87041732537958, "y": 990.8833877875254, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4395, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "sOPcP61F9IY", "id": "@rajkazh", "source": "youtube-000001", "content": "Hari Keputusan The Fed, Kesepakatan AS-Iran Ditandatangani, Minyak di Bawah $80, Rupiah Menguat, ...\n\n\nPasar global memasuki Hari Keputusan Fed dengan harga minyak turun di bawah $80, dolar melemah, dan investor mencerna perjanjian AS-Iran yang ditandatangani secara elektronik sebelum upacara formalnya di Swiss. India terus diuntungkan dari penurunan harga minyak mentah karena rupee menguat untuk sesi ketiga berturut-turut, imbal hasil obligasi menurun, dan Nifty mendekati angka 24.000. Sementara itu, Bank of Japan memberikan suku bunga kebijakan 1% pertamanya sejak 1995, data terbaru China menyoroti permintaan konsumen yang lemah meskipun manufaktur tetap tangguh, dan indikator sentimen Eropa mengejutkan dengan peningkatan. Dengan Kevin Warsh menyampaikan keputusan kebijakan Federal Reserve pertamanya, pasar kurang fokus pada suku bunga dan lebih pada pesan yang disampaikan. Setelah seminggu di mana geopolitik mencuri perhatian, para bankir sentral akhirnya mendapat giliran mereka—dengan asumsi berita utama mendukung.\n\n#FederalReserve #FOMC #KevinWarsh #KesepakatanASIran #HargaMinyak #PasarIndia #Rupee #Nifty50 #BOJ #BankOfJapan #IndeksDolar #EkonomiChina #MakroGlobal #ProspekEkonomi #Kazedge", "post_id": "sOPcP61F9IY"}}, {"key": "AlgoTradingChampionsCommunity", "attributes": {"label": "AlgoTradingChampionsCommunity", "x": 8.818557121680781, "y": 615.1585379007986, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 43.363, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sOPcP61F9IY", "id": "AlgoTradingChampionsCommunity", "source": "youtube-000001", "content": "Hari Keputusan The Fed, Kesepakatan AS-Iran Ditandatangani, Minyak di Bawah $80, Rupiah Menguat, ...\n\n\nPasar global memasuki Hari Keputusan Fed dengan harga minyak turun di bawah $80, dolar melemah, dan investor mencerna perjanjian AS-Iran yang ditandatangani secara elektronik sebelum upacara formalnya di Swiss. India terus diuntungkan dari penurunan harga minyak mentah karena rupee menguat untuk sesi ketiga berturut-turut, imbal hasil obligasi menurun, dan Nifty mendekati angka 24.000. Sementara itu, Bank of Japan memberikan suku bunga kebijakan 1% pertamanya sejak 1995, data terbaru China menyoroti permintaan konsumen yang lemah meskipun manufaktur tetap tangguh, dan indikator sentimen Eropa mengejutkan dengan peningkatan. Dengan Kevin Warsh menyampaikan keputusan kebijakan Federal Reserve pertamanya, pasar kurang fokus pada suku bunga dan lebih pada pesan yang disampaikan. Setelah seminggu di mana geopolitik mencuri perhatian, para bankir sentral akhirnya mendapat giliran mereka—dengan asumsi berita utama mendukung.\n\n#FederalReserve #FOMC #KevinWarsh #KesepakatanASIran #HargaMinyak #PasarIndia #Rupee #Nifty50 #BOJ #BankOfJapan #IndeksDolar #EkonomiChina #MakroGlobal #ProspekEkonomi #Kazedge", "post_id": "sOPcP61F9IY"}}], "edges": [{"key": "cetobellie", "source": "cetobellie", "target": "yourbestieright", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "cetobellie", "source": "cetobellie", "target": "yourbestieright", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "cetobellie", "source": "cetobellie", "target": "cetobellie", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "magenfoxyta", "source": "magenfoxyta", "target": "Txtdariiugm", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "magenfoxyta", "source": "magenfoxyta", "target": "Txtdariiugm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "kerangajaib_S2", "source": "kerangajaib_S2", "target": "direktoridosen", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "arahjakarta", "source": "arahjakarta", "target": "arahjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "19585064872", "source": "19585064872", "target": "visualiterasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "clipverse7z7", "source": "clipverse7z7", "target": "Steven", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arahjakarta", "source": "arahjakarta", "target": "arahjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@tribunpalu", "source": "@tribunpalu", "target": "tribun_palu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpalu", "source": "@tribunpalu", "target": "tribun_palu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "source": "@VideoTribunPontianak", "target": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@rajkazh", "source": "@rajkazh", "target": "AlgoTradingChampionsCommunity", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}