{"nodes": [{"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 603.0032518138868, "y": 525.5074515604065, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 700.5247, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3922830059119589555_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) telah menggulirkan sejumlah bauran kebijakan untuk memitigasi dampak ketidakpastian global, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta mengendalikan laju inflasi. \n\nLangkah strategis ini ditempuh lewat kombinasi pengetatan suku bunga acuan, intervensi agresif di pasar valuta asing (valas) dengan volume besar, penguatan likuiditas pasar, penjagaan kecukupan cadangan devisa, hingga perluasan jaringan kerja sama internasional.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa rangkaian bauran kebijakan tersebut telah membuahkan hasil yang positif bagi penguatan dan resiliensi mata uang Garuda.\n\n\"Bank Indonesia terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi dalam rangka memitigasi dampak gejolak global. Kami juga sudah menyampaikan beberapa kali terkait strategi tujuh langkah BI,\" kata Perry dalam konferensi pers RDG BI Bulanan di Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/gubernur-bi-optimistis-bauran-kebijakan-dorong-penguatan-rupiah-ke-depan\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #stabilitasnilaitukar #rupiah #BankIndonesia", "post_id": "3922830059119589555_3310659452"}}, {"key": "@renergi-v3k", "attributes": {"label": "@renergi-v3k", "x": 617.0956385764691, "y": 166.13074749659296, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 105.079, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "bo5IUDdu5jk", "id": "@renergi-v3k", "source": "youtube-000001", "content": "EP 1 - Peran Gas Dalam Transisi Energi\n\n⚡ Gas Bumi di Asia Tenggara: Penghambat atau Enabler Transisi Energi?\nDalam diskusi transisi energi global, gas bumi sering diperdebatkan secara ekstrem — solusi atau beban? Di Asia Tenggara, pertanyaannya jauh lebih strategis dari itu. Bukan soal gas itu baik atau buruk. Tapi apakah sistem energi ASEAN bisa bertransisi secara stabil tanpa gas?\n\nYang kita bahas di episode ini:\n✅ Mengapa permintaan gas di ASEAN berpotensi naik sebelum turun\n✅ Peran gas sebagai balancing capacity untuk energi surya dan angin\n✅ Teknologi CCGT dan fleksibilitasnya dalam sistem pembangkitan modern\n✅ Dimensi geopolitik: LNG, ketahanan pasokan, dan diplomasi energi kawasan\n✅ Mengapa transisi energi bukan hanya soal emisi, tapi juga soal resiliensi sistem\n\nGas bukan tujuan akhir. Tapi dalam 10–20 tahun ke depan, ia kemungkinan besar adalah penentu arah dan kecepatan transisi energi ASEAN.\n\n🔔 Subscribe untuk analisis energi berbasis data dan perspektif teknik setiap minggunya.\n🌐 re-nergi.com\n📸 Instagram:", "post_id": "bo5IUDdu5jk"}}, {"key": "renergitek", "attributes": {"label": "renergitek", "x": 540.3427765425166, "y": 540.9443207875231, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 194.3963, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bo5IUDdu5jk", "id": "renergitek", "source": "youtube-000001", "content": "EP 1 - Peran Gas Dalam Transisi Energi\n\n⚡ Gas Bumi di Asia Tenggara: Penghambat atau Enabler Transisi Energi?\nDalam diskusi transisi energi global, gas bumi sering diperdebatkan secara ekstrem — solusi atau beban? Di Asia Tenggara, pertanyaannya jauh lebih strategis dari itu. Bukan soal gas itu baik atau buruk. Tapi apakah sistem energi ASEAN bisa bertransisi secara stabil tanpa gas?\n\nYang kita bahas di episode ini:\n✅ Mengapa permintaan gas di ASEAN berpotensi naik sebelum turun\n✅ Peran gas sebagai balancing capacity untuk energi surya dan angin\n✅ Teknologi CCGT dan fleksibilitasnya dalam sistem pembangkitan modern\n✅ Dimensi geopolitik: LNG, ketahanan pasokan, dan diplomasi energi kawasan\n✅ Mengapa transisi energi bukan hanya soal emisi, tapi juga soal resiliensi sistem\n\nGas bukan tujuan akhir. Tapi dalam 10–20 tahun ke depan, ia kemungkinan besar adalah penentu arah dan kecepatan transisi energi ASEAN.\n\n🔔 Subscribe untuk analisis energi berbasis data dan perspektif teknik setiap minggunya.\n🌐 re-nergi.com\n📸 Instagram:", "post_id": "bo5IUDdu5jk"}}], "edges": [{"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@renergi-v3k", "source": "@renergi-v3k", "target": "renergitek", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}