{"nodes": [{"key": "Ferdinandu73287", "attributes": {"label": "Ferdinandu73287", "x": 428.2257013567576, "y": 759.510645335432, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067806460579610939", "id": "Ferdinandu73287", "source": "retweet-000002", "content": "Tokenisasi bisnis membuka akses investasi, meningkatkan likuiditas aset, dan menghubungkan UKM ke pasar global. Saatny…", "post_id": "2067806460579610939"}}, {"key": "JeffryBeu100769", "attributes": {"label": "JeffryBeu100769", "x": 881.1436152000757, "y": 935.8947468071433, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 22.8736, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "2067806460579610939", "id": "JeffryBeu100769", "source": "retweet-000002", "content": "Tokenisasi bisnis membuka akses investasi, meningkatkan likuiditas aset, dan menghubungkan UKM ke pasar global. Saatny…", "post_id": "2067806460579610939"}}, {"key": "YosephLeba9705", "attributes": {"label": "YosephLeba9705", "x": 812.1439100235735, "y": 742.7853513282703, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067873194179240140", "id": "YosephLeba9705", "source": "retweet-000002", "content": "Tokenisasi bisnis membuka akses investasi, meningkatkan likuiditas aset, dan menghubungkan UKM ke pasar global. Saatny…", "post_id": "2067873194179240140"}}, {"key": "MartenDjeo", "attributes": {"label": "MartenDjeo", "x": 324.20643667583715, "y": 685.9554100476253, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067935510530756914", "id": "MartenDjeo", "source": "retweet-000002", "content": "Tokenisasi bisnis membuka akses investasi, meningkatkan likuiditas aset, dan menghubungkan UKM ke pasar global. Saatny…", "post_id": "2067935510530756914"}}, {"key": "mkhairulafif", "attributes": {"label": "mkhairulafif", "x": 965.2044900690038, "y": 185.60874226424085, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2069032400601137560", "id": "mkhairulafif", "source": "retweet-000002", "content": "Gimana mau divalidasi standar global kalau likuiditas setipis kesabaran investor ritel bisa kerek indeks 1,16%  \n\nBuru…", "post_id": "2069032400601137560"}}, {"key": "aditoss", "attributes": {"label": "aditoss", "x": 415.7788960102321, "y": 739.5119237742326, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 12.9031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069032400601137560", "id": "aditoss", "source": "retweet-000002", "content": "Gimana mau divalidasi standar global kalau likuiditas setipis kesabaran investor ritel bisa kerek indeks 1,16%  \n\nBuru…", "post_id": "2069032400601137560"}}, {"key": "IDX_BEI", "attributes": {"label": "IDX_BEI", "x": 695.3849044592721, "y": 543.3106418921618, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 12.9031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069032400601137560", "id": "IDX_BEI", "source": "retweet-000002", "content": "Gimana mau divalidasi standar global kalau likuiditas setipis kesabaran investor ritel bisa kerek indeks 1,16%  \n\nBuru…", "post_id": "2069032400601137560"}}, {"key": "Parlecoid", "attributes": {"label": "Parlecoid", "x": 747.1561662830928, "y": 258.31918787693354, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069428689360879633", "id": "Parlecoid", "source": "tweet-000004", "content": "Pasar saham global bergerak variatif akibat ekspektasi kebijakan hawkish Fed dan kekhawatiran likuiditas sektor AI, memicu penguatan Dolar dan anjloknya harga emas. https://t.co/eLN6JkHmns via  Biz ID https://t.co/SMpzVurbfd", "post_id": "2069428689360879633"}}, {"key": "asatunews", "attributes": {"label": "asatunews", "x": 100.29106281483868, "y": 270.109075104539, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.6005, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069428689360879633", "id": "asatunews", "source": "tweet-000004", "content": "Pasar saham global bergerak variatif akibat ekspektasi kebijakan hawkish Fed dan kekhawatiran likuiditas sektor AI, memicu penguatan Dolar dan anjloknya harga emas. https://t.co/eLN6JkHmns via  Biz ID https://t.co/SMpzVurbfd", "post_id": "2069428689360879633"}}, {"key": "jissac_c", "attributes": {"label": "jissac_c", "x": 492.55264739608, "y": 696.8376449906079, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069076779961405641", "id": "jissac_c", "source": "tweet-000004", "content": "Jika likuiditas global terus meningkat dan arus dana ETF Bitcoin tetap kuat, struktur bullish Bitcoin masih punya fondasi yang cukup solid. Namun, pasar juga harus menghadapi beberapa data makro penting yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga dalam waktu singkat", "post_id": "2069076779961405641"}}, {"key": "OSL_ID", "attributes": {"label": "OSL_ID", "x": 188.36737040611783, "y": 39.56805527894814, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 27.1467, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069076779961405641", "id": "OSL_ID", "source": "tweet-000004", "content": "Jika likuiditas global terus meningkat dan arus dana ETF Bitcoin tetap kuat, struktur bullish Bitcoin masih punya fondasi yang cukup solid. Namun, pasar juga harus menghadapi beberapa data makro penting yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga dalam waktu singkat", "post_id": "2069076779961405641"}}, {"key": "haicharicacha", "attributes": {"label": "haicharicacha", "x": 693.8447155962764, "y": 952.8780132479319, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068922313026994498", "id": "haicharicacha", "source": "tweet-000004", "content": "Yuhuuu ges, analisa mingguan  keluar lagi nih! 🔥  \n\nMinggu ini fokus ke redanya ketegangan geopolitik, data PMI manufaktur AS, PCE Price Index, dan arus dana ETF Bitcoin. Secara keseluruhan outlooknya masih condong bullish selama likuiditas global tetap mendukung.\n\nGue", "post_id": "2068922313026994498"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 897.3982715241316, "y": 992.006677469641, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 124.0025, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 1, "degree": 3}, "_id": "3922830059119589555_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) telah menggulirkan sejumlah bauran kebijakan untuk memitigasi dampak ketidakpastian global, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta mengendalikan laju inflasi. \n\nLangkah strategis ini ditempuh lewat kombinasi pengetatan suku bunga acuan, intervensi agresif di pasar valuta asing (valas) dengan volume besar, penguatan likuiditas pasar, penjagaan kecukupan cadangan devisa, hingga perluasan jaringan kerja sama internasional.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa rangkaian bauran kebijakan tersebut telah membuahkan hasil yang positif bagi penguatan dan resiliensi mata uang Garuda.\n\n\"Bank Indonesia terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi dalam rangka memitigasi dampak gejolak global. Kami juga sudah menyampaikan beberapa kali terkait strategi tujuh langkah BI,\" kata Perry dalam konferensi pers RDG BI Bulanan di Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/gubernur-bi-optimistis-bauran-kebijakan-dorong-penguatan-rupiah-ke-depan\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #stabilitasnilaitukar #rupiah #BankIndonesia", "post_id": "3922830059119589555_3310659452"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 943.1600005430597, "y": 528.0743290487173, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0293, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 3, "degree": 6}, "_id": "3922755728394447205_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🚀 BI-Rate Naik Jadi 5,75%, BI Perkuat Pertahanan Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global\nby  Academy\n\nHalo Sobat Cuan!\nBank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah tegas dengan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18 Juni 2026.\n\n📌 Detail Kebijakan BI\n✅ BI-Rate naik dari 5,50% menjadi 5,75%\n✅ Deposit Facility naik menjadi 4,75%\n✅ Lending Facility naik menjadi 6,25%\n✅ Fokus utama menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi\n\nBI menegaskan langkah ini bersifat antisipatif untuk menghadapi berbagai risiko global yang masih membayangi pasar keuangan.\n\n📊 Kondisi Rupiah Masih Menjadi Perhatian\nHingga pertengahan Juni 2026, rupiah masih berada di kisaran Rp17.873 per dolar AS.\n\nSecara year-to-date, nilai tukar rupiah tercatat melemah sekitar 6,61%, sehingga stabilisasi kurs menjadi salah satu prioritas utama Bank Indonesia.\n\nDi sisi lain, BI tetap optimistis pertumbuhan ekonomi nasional masih berada dalam kisaran 4,9%–5,7% sepanjang 2026.\n\n🏦 Pandangan Para Ekonom\nBeberapa ekonom menilai keputusan BI cukup tepat dalam kondisi saat ini:\n▪️ Ekonom BCA menilai BI perlu menjaga daya saing instrumen keuangan domestik di tengah kenaikan imbal hasil global.\n▪️ Ekonom Bank Danamon melihat kenaikan suku bunga dapat meningkatkan minat investor asing terhadap aset Indonesia.\n▪️ Permata Bank menilai peluang kenaikan lanjutan masih terbuka apabila tekanan eksternal dan kebijakan The Fed tetap ketat.\n\n📈 Sektor yang Berpotensi Diuntungkan\nDalam lingkungan suku bunga yang lebih tinggi, beberapa sektor berpotensi memperoleh manfaat:\n✅ Perbankan besar (BBCA, BMRI, BBRI, BBNI)\n✅ Emiten yang memiliki likuiditas kuat\n✅ Saham blue chip yang menjadi tujuan utama dana asing\n\n📌 Gabung di  Community untuk mendapatkan update market, analisis saham pilihan, edukasi investasi, dan diskusi eksklusif bersama investor serta trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#BIRate #BankIndonesia #SukuBunga #Rupiah #IHSG", "post_id": "3922755728394447205_52512310886"}}, {"key": "belajar.saham8", "attributes": {"label": "belajar.saham8", "x": 305.81815061171227, "y": 763.2690966689773, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654451402223275272", "id": "belajar.saham8", "source": "tiktok-000001", "content": "MASYARAKAT INDO HARUS TAU!!!! CAMPUR TANGAN SINGAPURA KE RUPIAH: SELURUH ASET KITA DIJUAL DAN DITAMPUNG DI SINGAPURA!!!! 🚨🇸🇬🇲🇨💸🔥 Jagad finansial tanah air mendadak diguncang isu panas mengenai dugaan adanya aliran dana raksasa dan aset-aset berharga domestik yang sengaja dilepas untuk kemudian ditampung di pusat keuangan Singapura, hingga memicu kekhawatiran besar terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah. Fenomena perpindahan likuiditas lintas negara ini sering kali dikaitkan dengan strategi *asset sheltering*, pelarian modal (*capital outflow*) saat pasar global bergejolak, hingga pemanfaatan insentif pajak internasional yang membuat dana-dana jumbo milik konglomerat betah parkir di negeri singa. Di video ini, kita bakal bongkar habis secara kritis fakta di balik layar mengenai dinamika aliran modal keluar ini—mulai dari modus penempatan aset, dampaknya terhadap cadangan devisa Bank Indonesia, hingga upaya taktis pemerintah dalam memperkuat benteng ekonomi domestik—jadi tonton sampai habis tanpa di-skip agar lu paham peta perputaran uang yang sebenarnya, dan menurut analisis kritis lu sendiri nih Bro, apakah fenomena ini murni urusan bisnis dan likuiditas global atau ada permainan kotor yang merugikan negara? Tulis opini berani lu di kolom komentar! 👇 #Sucorsekuritas  #Sahamindonesia #BeXpertWIthSucor #bernardwijaya17 #BernardXcliplab2  Sekuritas", "post_id": "7654451402223275272"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 181.43275119618318, "y": 220.83356978134293, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.6005, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654451402223275272", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "MASYARAKAT INDO HARUS TAU!!!! CAMPUR TANGAN SINGAPURA KE RUPIAH: SELURUH ASET KITA DIJUAL DAN DITAMPUNG DI SINGAPURA!!!! 🚨🇸🇬🇲🇨💸🔥 Jagad finansial tanah air mendadak diguncang isu panas mengenai dugaan adanya aliran dana raksasa dan aset-aset berharga domestik yang sengaja dilepas untuk kemudian ditampung di pusat keuangan Singapura, hingga memicu kekhawatiran besar terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah. Fenomena perpindahan likuiditas lintas negara ini sering kali dikaitkan dengan strategi *asset sheltering*, pelarian modal (*capital outflow*) saat pasar global bergejolak, hingga pemanfaatan insentif pajak internasional yang membuat dana-dana jumbo milik konglomerat betah parkir di negeri singa. Di video ini, kita bakal bongkar habis secara kritis fakta di balik layar mengenai dinamika aliran modal keluar ini—mulai dari modus penempatan aset, dampaknya terhadap cadangan devisa Bank Indonesia, hingga upaya taktis pemerintah dalam memperkuat benteng ekonomi domestik—jadi tonton sampai habis tanpa di-skip agar lu paham peta perputaran uang yang sebenarnya, dan menurut analisis kritis lu sendiri nih Bro, apakah fenomena ini murni urusan bisnis dan likuiditas global atau ada permainan kotor yang merugikan negara? Tulis opini berani lu di kolom komentar! 👇 #Sucorsekuritas  #Sahamindonesia #BeXpertWIthSucor #bernardwijaya17 #BernardXcliplab2  Sekuritas", "post_id": "7654451402223275272"}}, {"key": "chenelpasarmodal", "attributes": {"label": "chenelpasarmodal", "x": 654.7191455781883, "y": 728.5336276770284, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7653734154332376341", "id": "chenelpasarmodal", "source": "tiktok-000001", "content": "Membalas  by ; #INVESTOR.ID JAKARTA, investor.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih betah di posisi Rp 50 alias gocap sejak perdagangan 5 Mei 2026 sampai dengan 12 Juni 2026 kemarin. Tapi, diam-diam, saham emiten teknologi GOTO diserok investor asing dalam lima pekan terakhir pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada pekan ini, 8-12 Juni 2026, saham GOTO membukukan net buy investor asing Rp 60,39 miliar. Di 2-5 Juni, net buy asing di GOTO Rp 22,38 miliar. Pada 25-29 Mei, GOTO mencetak net buy investor asing Rp 103,37 miliar. Tanggal 18-22 Mei, net buy asing di GOTO Rp 48,61 miliar. Dan di 11-13 Mei, investor asing mencetak net buy Rp 14,33 miliar. Secara akumulasi dalam periode 11 Mei sampai dengan 8 Juni, saham GoTo Gojek Tokopedia meraup net buy dari investor asing sebesar Rp 249,08 miliar Sebelumnya, MSCI telah mengumumkan pembekukan perubahan, termasuk number of shares (NOS) dan foreign inclusion factor (FIF), untuk saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) seiring potensi isu dalam index replicability akibat likuiditas saham yang sangat rendah. “MSCI akan kembali me-review likuiditas GOTO pada index review Agustus 2026 dan akan menghapus GOTO apabila likuiditas saham gagal memenuhi persyaratan,” tulis Stockbit Sekuritas dalam catatannya, mengutip MSCI, Jumat (29/5/2026). Selain itu, FTSE Russell mengumumkan amandemen untuk hasil tinjauan indeks FTSE Global Equity periode Juni 2026. Dalam pengumuman itu, FTSE menyatakan bahwa salah satunya GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) akan dihapus dari FTSE Global Equity Index Series Mid Cap Index efektif 22 Juni 2026. Saham GOTO didepak karena efek tersebut terdaftar di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia, yang merupakan segmen pasar yang tidak memenuhi syarat untuk GEIS, dan sesuai dengan Indonesia – Index Treatment for the June 2026 Index Review.", "post_id": "7653734154332376341"}}, {"key": "akunwakwak", "attributes": {"label": "akunwakwak", "x": 315.01441596126836, "y": 296.2316673488393, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.6005, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653734154332376341", "id": "akunwakwak", "source": "tiktok-000001", "content": "Membalas  by ; #INVESTOR.ID JAKARTA, investor.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih betah di posisi Rp 50 alias gocap sejak perdagangan 5 Mei 2026 sampai dengan 12 Juni 2026 kemarin. Tapi, diam-diam, saham emiten teknologi GOTO diserok investor asing dalam lima pekan terakhir pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada pekan ini, 8-12 Juni 2026, saham GOTO membukukan net buy investor asing Rp 60,39 miliar. Di 2-5 Juni, net buy asing di GOTO Rp 22,38 miliar. Pada 25-29 Mei, GOTO mencetak net buy investor asing Rp 103,37 miliar. Tanggal 18-22 Mei, net buy asing di GOTO Rp 48,61 miliar. Dan di 11-13 Mei, investor asing mencetak net buy Rp 14,33 miliar. Secara akumulasi dalam periode 11 Mei sampai dengan 8 Juni, saham GoTo Gojek Tokopedia meraup net buy dari investor asing sebesar Rp 249,08 miliar Sebelumnya, MSCI telah mengumumkan pembekukan perubahan, termasuk number of shares (NOS) dan foreign inclusion factor (FIF), untuk saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) seiring potensi isu dalam index replicability akibat likuiditas saham yang sangat rendah. “MSCI akan kembali me-review likuiditas GOTO pada index review Agustus 2026 dan akan menghapus GOTO apabila likuiditas saham gagal memenuhi persyaratan,” tulis Stockbit Sekuritas dalam catatannya, mengutip MSCI, Jumat (29/5/2026). Selain itu, FTSE Russell mengumumkan amandemen untuk hasil tinjauan indeks FTSE Global Equity periode Juni 2026. Dalam pengumuman itu, FTSE menyatakan bahwa salah satunya GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) akan dihapus dari FTSE Global Equity Index Series Mid Cap Index efektif 22 Juni 2026. Saham GOTO didepak karena efek tersebut terdaftar di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia, yang merupakan segmen pasar yang tidak memenuhi syarat untuk GEIS, dan sesuai dengan Indonesia – Index Treatment for the June 2026 Index Review.", "post_id": "7653734154332376341"}}, {"key": "cryptomine25", "attributes": {"label": "cryptomine25", "x": 203.20693948946356, "y": 711.9039875560879, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7596160330154233106", "id": "cryptomine25", "source": "tiktok-000001", "content": "Mulai 1 Februari 2026, otoritas pasar modal Arab Saudi (Capital Market Authority - CMA) akan menerapkan aturan baru yang sangat liberal untuk menarik lebih banyak modal global. Berikut adalah poin-poin utama perubahannya: 1. Penghapusan Status \"Qualified Foreign Investor\" (QFI) Sebelumnya, hanya investor institusi besar dengan kriteria ketat (seperti memiliki aset minimal tertentu) yang boleh berinvestasi langsung di bursa saham Saudi (Tadawul). Mulai bulan depan, syarat ini dihapus. Semua kategori investor asing kini bisa masuk langsung. 2. Kepemilikan Saham Langsung Investor asing kini diberikan hak untuk memiliki saham secara langsung di Pasar Utama (Main Market). Sebelumnya, banyak investor non-residen harus menggunakan mekanisme swap (perjanjian pertukaran) yang lebih rumit untuk mendapatkan keuntungan ekonomi tanpa memiliki asetnya secara fisik. 3. Tujuan Kebijakan Baru Langkah strategis ini adalah bagian dari Vision 2030 yang dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk: • Meningkatkan likuiditas pasar modal Saudi yang nilainya mencapai triliunan dolar. • Mendiversifikasi ekonomi agar tidak hanya bergantung pada minyak. • Mempermudah proses investasi bagi individu maupun institusi dari seluruh dunia. Perlu diperhatikan: Meskipun akses dibuka lebar, Arab Saudi tetap menerapkan batas kepemilikan asing agregat (total akumulasi investor asing dalam satu perusahaan) yang biasanya dipatok maksimal 49%, guna menjaga kontrol domestik pada sektor-sektor strategis. Apakah Anda sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi di sana? sumber :  #crypto #news #cryptowave", "post_id": "7596160330154233106"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 9.90660287168521, "y": 547.1632891552046, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.6005, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7596160330154233106", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Mulai 1 Februari 2026, otoritas pasar modal Arab Saudi (Capital Market Authority - CMA) akan menerapkan aturan baru yang sangat liberal untuk menarik lebih banyak modal global. Berikut adalah poin-poin utama perubahannya: 1. Penghapusan Status \"Qualified Foreign Investor\" (QFI) Sebelumnya, hanya investor institusi besar dengan kriteria ketat (seperti memiliki aset minimal tertentu) yang boleh berinvestasi langsung di bursa saham Saudi (Tadawul). Mulai bulan depan, syarat ini dihapus. Semua kategori investor asing kini bisa masuk langsung. 2. Kepemilikan Saham Langsung Investor asing kini diberikan hak untuk memiliki saham secara langsung di Pasar Utama (Main Market). Sebelumnya, banyak investor non-residen harus menggunakan mekanisme swap (perjanjian pertukaran) yang lebih rumit untuk mendapatkan keuntungan ekonomi tanpa memiliki asetnya secara fisik. 3. Tujuan Kebijakan Baru Langkah strategis ini adalah bagian dari Vision 2030 yang dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk: • Meningkatkan likuiditas pasar modal Saudi yang nilainya mencapai triliunan dolar. • Mendiversifikasi ekonomi agar tidak hanya bergantung pada minyak. • Mempermudah proses investasi bagi individu maupun institusi dari seluruh dunia. Perlu diperhatikan: Meskipun akses dibuka lebar, Arab Saudi tetap menerapkan batas kepemilikan asing agregat (total akumulasi investor asing dalam satu perusahaan) yang biasanya dipatok maksimal 49%, guna menjaga kontrol domestik pada sektor-sektor strategis. Apakah Anda sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi di sana? sumber :  #crypto #news #cryptowave", "post_id": "7596160330154233106"}}, {"key": "nirbayzaki", "attributes": {"label": "nirbayzaki", "x": 981.038382923694, "y": 68.75812558344808, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 67.0284, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7638032170262580500", "id": "nirbayzaki", "source": "tiktok-000001", "content": "Bingung pilih broker yang mana? Ini panduan lengkapnya — udah gue riset semua legalitasnya. 🇮🇩 Broker Lokal — Terdaftar Resmi Bappebti: \t1.\tHSB Investasi — MT5, copy trading gratis, cocok pemula \t2.\tMIFX — Terbesar di Indonesia, 30%+ market share, spread 0,2 pips \t3.\tOcta Indonesia — Platform simpel, akun bebas swap tersedia \t4.\tMonex — Broker tertua Indonesia, eksekusi cepat, edukasi lengkap \t5.\tGKInvest — Tools analisis profesional, anggota JFX & ICDX 🌐 Broker Global — Fitur & Likuiditas Tinggi: 6. Exness — Spread ultra rendah, eksekusi super cepat (belum berizin Bappebti) 7. IC Markets — Teregulasi ASIC & CySEC, cocok trader profesional 8. XM — Regulasi global lengkap, edukasi & bonus menarik 9. FBS — Akun cent cocok pemula, promo aktif 10. Pepperstone — Tier-1 ASIC & FCA, eksekusi paling cepat di kelasnya ⚠️ Broker global belum berizin Bappebti — sengketa dana tidak dilindungi hukum Indonesia. Selalu riset sebelum deposit! 📊 insightmarketi.id |  ⚡ Trading forex memiliki risiko tinggi. Bukan financial advice. DYOR. #BrokerForex #TradingForex #ForexIndonesia #Bappebti #LiterasiTrading", "post_id": "7638032170262580500"}}, {"key": "clipp880", "attributes": {"label": "clipp880", "x": 90.80828075773128, "y": 320.85087302507975, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7652973006003686676", "id": "clipp880", "source": "tiktok-000001", "content": "DUITNYA GAK BERSERI! 🤯 Secara Teori, Elon Musk Sanggup Borong Semua Bitcoin di Dunia! 🪙💸 Dunia kripto lagi dihebohkan sama simulasi perbandingan kekayaan yang bikin geleng-geleng kepala. Bos Tesla, Elon Musk, disebut-sebut punya kekayaan yang sanggup melampaui nilai seluruh Bitcoin yang beredar secara global! Begini fakta menarik di balik teorinya: 💰 Kekayaan Fantastis: Total kekayaan Elon Musk diperkirakan menyentuh kisaran $1,32 triliun (atau sekitar Rp23.000 triliun!). ⚔️ Senggol Market Cap BTC: Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibanding total kapitalisasi pasar (market cap) Bitcoin saat ini yang berada di sekitar $1,314 triliun. 🧪 Cuma Di Atas Kertas: Tapi ingat, guys! Perbandingan ini cuma bersifat teoritis. Market cap Bitcoin itu sangat dinamis, tergantung harga dan likuiditas, jadi gak bisa langsung \"dibeli utuh\" dalam satu kali transaksi instan. Intinya: Meskipun gak bisa langsung dieksekusi di dunia nyata, perbandingan ini sukses bikin kita sadar seberapa raksasanya skala kekayaan seorang Elon Musk dibanding aset kripto terbesar di bumi! 🚀🌍 Secara nominal emang menang Elon Musk... Tapi menurut kalian, kalau Elon beneran nekat ngeborong, harga BTC bakal makin meroket atau malah crash parah? Ketik prediksi kalian! 👇💬 Sumber:Tws News  #kontencomxtws #kontencom #elonmusk #crypto #bitcoin", "post_id": "7652973006003686676"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 626.6216661775817, "y": 319.0369228297727, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.6005, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7652973006003686676", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "DUITNYA GAK BERSERI! 🤯 Secara Teori, Elon Musk Sanggup Borong Semua Bitcoin di Dunia! 🪙💸 Dunia kripto lagi dihebohkan sama simulasi perbandingan kekayaan yang bikin geleng-geleng kepala. Bos Tesla, Elon Musk, disebut-sebut punya kekayaan yang sanggup melampaui nilai seluruh Bitcoin yang beredar secara global! Begini fakta menarik di balik teorinya: 💰 Kekayaan Fantastis: Total kekayaan Elon Musk diperkirakan menyentuh kisaran $1,32 triliun (atau sekitar Rp23.000 triliun!). ⚔️ Senggol Market Cap BTC: Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibanding total kapitalisasi pasar (market cap) Bitcoin saat ini yang berada di sekitar $1,314 triliun. 🧪 Cuma Di Atas Kertas: Tapi ingat, guys! Perbandingan ini cuma bersifat teoritis. Market cap Bitcoin itu sangat dinamis, tergantung harga dan likuiditas, jadi gak bisa langsung \"dibeli utuh\" dalam satu kali transaksi instan. Intinya: Meskipun gak bisa langsung dieksekusi di dunia nyata, perbandingan ini sukses bikin kita sadar seberapa raksasanya skala kekayaan seorang Elon Musk dibanding aset kripto terbesar di bumi! 🚀🌍 Secara nominal emang menang Elon Musk... Tapi menurut kalian, kalau Elon beneran nekat ngeborong, harga BTC bakal makin meroket atau malah crash parah? Ketik prediksi kalian! 👇💬 Sumber:Tws News  #kontencomxtws #kontencom #elonmusk #crypto #bitcoin", "post_id": "7652973006003686676"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 892.7670030893428, "y": 539.6303290139542, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1497517512172065", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) mempertebal stimulus makroprudensial guna memacu laju pertumbuhan kredit perbankan domestik di tengah kepungan ketidakpastian ekonomi global. Salah satu langkah terobosan yang diambil oleh bank sentral adalah dengan mendongkrak batas maksimal Rasio Pendanaan Luar Negeri Bank (RPLN) dari rentang lama sebesar 35 persen menjadi 40 persen dari total modal bersih bank.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengumumkan pelonggaran keran likuiditas valas ini akan mulai diimplementasikan secara resmi pada 1 Juli 2026. Penyesuaian ini dirancang agar perbankan Tanah Air memiliki ruang gerak yang lebih luang dalam menghimpun dana segar dari pasar internasional, yang kemudian dapat dialirkan kembali untuk membiayai sektor riil di dalam negeri.\n\n“Peningkatan rasio RPLN ditujukan untuk memperluas sumber pendanaan perbankan, khususnya dari luar negeri, guna mendukung penyaluran kredit dan pembiayaan bagi perekonomian dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian,” kata Perry dalam konferensi pers RDG BI Bulanan di Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nBukan hanya melonggarkan batas pinjaman luar negeri, BI juga mempererat jalinan sinergi bersama pemerintah serta otoritas terkait lewat peluncuran Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI). Program taktis ini ditargetkan mampu memotong sumbat birokrasi dalam penyaluran pembiayaan.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/banking/bi-naikkan-batas-pendanaan-luar-negeri-bank-jadi-40-persen-mulai-juli-2026\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Istimewa \n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #RPLM #BankIndonesia #pendanaanluarnegeri", "post_id": "432781620563594_1497517512172065"}}, {"key": "@NextGenInvestGlobal", "attributes": {"label": "@NextGenInvestGlobal", "x": 141.32429050438023, "y": 159.04531031489054, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "LSn-UxZuHyk", "id": "@NextGenInvestGlobal", "source": "youtube-000001", "content": "Jebakan Likuiditas 2026: Bersiap untuk Tebing Utang $936 Miliar & Penularan Global\n\nLanskap makroekonomi global telah bergeser secara fundamental, dan perkiraan penurunan suku bunga pada tahun 2026 telah sirna. Dengan inflasi utama yang melonjak hingga 4,2% yang didorong oleh guncangan energi global yang parah, bank sentral secara agresif memprioritaskan stabilitas harga daripada pertumbuhan ekonomi. Apakah Anda berada pada posisi strategis untuk menghadapi jebakan likuiditas yang akan datang, ataukah Anda akan menjadi sumber likuiditas bagi para pemain institusional yang memiliki leverage tinggi?\n\nDalam penjelasan makroekonomi komprehensif ini, kami menganalisis lima domino yang jatuh yang saat ini mengancam sistem keuangan global: guncangan energi geopolitik, bank sentral yang tidak kenal kompromi, jurang utang real estat komersial sebesar $936 miliar yang akan datang, pelarian modal institusional yang belum pernah terjadi sebelumnya ke dana pasar uang, dan kesenjangan harga yang mendalam dalam rasio emas-perak. Dengan memahami titik-titik tekanan sistemik ini, investor dapat menavigasi realitas \"harga lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama\" dan melindungi daya beli mereka. Kami juga merinci rencana restrukturisasi portofolio yang rasional dan berbasis data untuk melindungi aset Anda dari jebakan pasar bearish algoritmik dan likuidasi pasar. Jangan lupa berlangganan saluran  dan aktifkan lonceng notifikasi untuk analisis terbaru yang akan membentuk masa depan keuangan Anda!\n\n00:00 - Jebakan Likuiditas 2026 dan Hilangnya Pemotongan Suku Bunga\n01:21 - Domino 1: Guncangan Energi Global & Inflasi yang Kembali Meningkat\n02:01 - Domino 2: Bank Sentral Memprioritaskan Stabilitas Harga\n03:14 - Domino 3: Jurang Utang Real Estat $936 Miliar\n04:18 - Domino 4: Pelarian Modal Institusional ke Likuiditas\n05:20 - Domino 5: Paradoks Logam Mulia & Nilai Perak\n07:01 - Rencana Aksi: Restrukturisasi Arus Kas Portofolio Anda\n\n#Ekonomi #PasarGlobal #JebakanLikuiditas #Investasi #NextGenInvestGlobal\n\nPERINGATAN\nInformasi yang terkandung dalam video ini bukan merupakan nasihat investasi. Ini hanya untuk tujuan informasi.", "post_id": "LSn-UxZuHyk"}}, {"key": "NextGenInvestGlobal", "attributes": {"label": "NextGenInvestGlobal", "x": 73.43140815487759, "y": 298.5448090702557, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.3274, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "LSn-UxZuHyk", "id": "NextGenInvestGlobal", "source": "youtube-000001", "content": "Jebakan Likuiditas 2026: Bersiap untuk Tebing Utang $936 Miliar & Penularan Global\n\nLanskap makroekonomi global telah bergeser secara fundamental, dan perkiraan penurunan suku bunga pada tahun 2026 telah sirna. Dengan inflasi utama yang melonjak hingga 4,2% yang didorong oleh guncangan energi global yang parah, bank sentral secara agresif memprioritaskan stabilitas harga daripada pertumbuhan ekonomi. Apakah Anda berada pada posisi strategis untuk menghadapi jebakan likuiditas yang akan datang, ataukah Anda akan menjadi sumber likuiditas bagi para pemain institusional yang memiliki leverage tinggi?\n\nDalam penjelasan makroekonomi komprehensif ini, kami menganalisis lima domino yang jatuh yang saat ini mengancam sistem keuangan global: guncangan energi geopolitik, bank sentral yang tidak kenal kompromi, jurang utang real estat komersial sebesar $936 miliar yang akan datang, pelarian modal institusional yang belum pernah terjadi sebelumnya ke dana pasar uang, dan kesenjangan harga yang mendalam dalam rasio emas-perak. Dengan memahami titik-titik tekanan sistemik ini, investor dapat menavigasi realitas \"harga lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama\" dan melindungi daya beli mereka. Kami juga merinci rencana restrukturisasi portofolio yang rasional dan berbasis data untuk melindungi aset Anda dari jebakan pasar bearish algoritmik dan likuidasi pasar. Jangan lupa berlangganan saluran  dan aktifkan lonceng notifikasi untuk analisis terbaru yang akan membentuk masa depan keuangan Anda!\n\n00:00 - Jebakan Likuiditas 2026 dan Hilangnya Pemotongan Suku Bunga\n01:21 - Domino 1: Guncangan Energi Global & Inflasi yang Kembali Meningkat\n02:01 - Domino 2: Bank Sentral Memprioritaskan Stabilitas Harga\n03:14 - Domino 3: Jurang Utang Real Estat $936 Miliar\n04:18 - Domino 4: Pelarian Modal Institusional ke Likuiditas\n05:20 - Domino 5: Paradoks Logam Mulia & Nilai Perak\n07:01 - Rencana Aksi: Restrukturisasi Arus Kas Portofolio Anda\n\n#Ekonomi #PasarGlobal #JebakanLikuiditas #Investasi #NextGenInvestGlobal\n\nPERINGATAN\nInformasi yang terkandung dalam video ini bukan merupakan nasihat investasi. Ini hanya untuk tujuan informasi.", "post_id": "LSn-UxZuHyk"}}, {"key": "@wstruthbombs", "attributes": {"label": "@wstruthbombs", "x": 68.31602159603112, "y": 587.249422129544, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "AkBFoxdsRnI", "id": "@wstruthbombs", "source": "youtube-000001", "content": "Guncangan YEN Jepang Bisa Menghancurkan EKONOMI AS...\n\nJepang baru saja menaikkan suku bunga lagi, dan Wall Street mungkin meremehkan konsekuensinya. Seiring dengan terus diperketatnya kebijakan oleh Bank Sentral Jepang, perdagangan carry trade yen besar-besaran yang selama bertahun-tahun memicu pembelian saham dan obligasi AS mulai mereda. Investor Jepang membawa modal kembali ke dalam negeri, penjualan obligasi pemerintah AS meningkat, dan sumber dukungan tersembunyi untuk aset jangka panjang mungkin menghilang.\n\nDalam Truthbomb ini, Mark Malek menguraikan mekanisme perdagangan carry trade yen, mengapa pasar saham Jepang yang mencetak rekor sebenarnya dapat menandakan tekanan bagi pasar AS, dan bagaimana kenaikan imbal hasil Jepang dapat memengaruhi obligasi pemerintah AS, saham teknologi, dan likuiditas global.\n\nJika peredaman perdagangan carry trade semakin cepat, dampaknya dapat menyebar ke seluruh sistem keuangan.\n\nBerlangganan: https://www.youtube.com/\n\nSubstack: https://substack.com/\nX: https://x.com/WSTruthBombs\nPatreon:   / wstruthbombs  \nBlueSky: https://bsky.app/profile/wstruthbombs...\nTikTok:   / wstruthbombs  \n\nVideo Truthbombs hanya untuk tujuan informasi dan hiburan. Pandangan yang diungkapkan oleh Mark Malek atau tamu adalah pandangan mereka sendiri dan tidak selalu mencerminkan pandangan Siebert Financial. Video ini bukan merupakan nasihat investasi, penawaran untuk menjual, atau ajakan untuk membeli sekuritas apa pun. Kinerja masa lalu tidak menunjukkan hasil di masa mendatang. Pendengar dan pemirsa harus berkonsultasi dengan profesional keuangan yang berkualifikasi sebelum membuat keputusan investasi apa pun.\n\nPerdagangan carry trade yen, ekonomi Jepang, rekor tertinggi Nikkei, Bank Sentral Jepang, kenaikan suku bunga BOJ, imbal hasil obligasi pemerintah, pasar obligasi, jatuhnya pasar saham, peringatan pasar, likuiditas global, saham teknologi, Nasdaq, SP500, Federal Reserve, inflasi Jepang, pembatalan carry trade, pasar keuangan, makroekonomi, investasi, berita mengejutkan Wall Street\n\n#foryou #pasarsaham #perdagangan #investasi #uang #Jepang #yen #ekonomi", "post_id": "AkBFoxdsRnI"}}, {"key": "wstruthbombs...", "attributes": {"label": "wstruthbombs...", "x": 130.9546675622496, "y": 392.0417023655439, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.3274, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "AkBFoxdsRnI", "id": "wstruthbombs...", "source": "youtube-000001", "content": "Guncangan YEN Jepang Bisa Menghancurkan EKONOMI AS...\n\nJepang baru saja menaikkan suku bunga lagi, dan Wall Street mungkin meremehkan konsekuensinya. Seiring dengan terus diperketatnya kebijakan oleh Bank Sentral Jepang, perdagangan carry trade yen besar-besaran yang selama bertahun-tahun memicu pembelian saham dan obligasi AS mulai mereda. Investor Jepang membawa modal kembali ke dalam negeri, penjualan obligasi pemerintah AS meningkat, dan sumber dukungan tersembunyi untuk aset jangka panjang mungkin menghilang.\n\nDalam Truthbomb ini, Mark Malek menguraikan mekanisme perdagangan carry trade yen, mengapa pasar saham Jepang yang mencetak rekor sebenarnya dapat menandakan tekanan bagi pasar AS, dan bagaimana kenaikan imbal hasil Jepang dapat memengaruhi obligasi pemerintah AS, saham teknologi, dan likuiditas global.\n\nJika peredaman perdagangan carry trade semakin cepat, dampaknya dapat menyebar ke seluruh sistem keuangan.\n\nBerlangganan: https://www.youtube.com/\n\nSubstack: https://substack.com/\nX: https://x.com/WSTruthBombs\nPatreon:   / wstruthbombs  \nBlueSky: https://bsky.app/profile/wstruthbombs...\nTikTok:   / wstruthbombs  \n\nVideo Truthbombs hanya untuk tujuan informasi dan hiburan. Pandangan yang diungkapkan oleh Mark Malek atau tamu adalah pandangan mereka sendiri dan tidak selalu mencerminkan pandangan Siebert Financial. Video ini bukan merupakan nasihat investasi, penawaran untuk menjual, atau ajakan untuk membeli sekuritas apa pun. Kinerja masa lalu tidak menunjukkan hasil di masa mendatang. Pendengar dan pemirsa harus berkonsultasi dengan profesional keuangan yang berkualifikasi sebelum membuat keputusan investasi apa pun.\n\nPerdagangan carry trade yen, ekonomi Jepang, rekor tertinggi Nikkei, Bank Sentral Jepang, kenaikan suku bunga BOJ, imbal hasil obligasi pemerintah, pasar obligasi, jatuhnya pasar saham, peringatan pasar, likuiditas global, saham teknologi, Nasdaq, SP500, Federal Reserve, inflasi Jepang, pembatalan carry trade, pasar keuangan, makroekonomi, investasi, berita mengejutkan Wall Street\n\n#foryou #pasarsaham #perdagangan #investasi #uang #Jepang #yen #ekonomi", "post_id": "AkBFoxdsRnI"}}, {"key": "wstruthbombs", "attributes": {"label": "wstruthbombs", "x": 832.4987140514311, "y": 855.7119322979366, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.3274, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "AkBFoxdsRnI", "id": "wstruthbombs", "source": "youtube-000001", "content": "Guncangan YEN Jepang Bisa Menghancurkan EKONOMI AS...\n\nJepang baru saja menaikkan suku bunga lagi, dan Wall Street mungkin meremehkan konsekuensinya. Seiring dengan terus diperketatnya kebijakan oleh Bank Sentral Jepang, perdagangan carry trade yen besar-besaran yang selama bertahun-tahun memicu pembelian saham dan obligasi AS mulai mereda. Investor Jepang membawa modal kembali ke dalam negeri, penjualan obligasi pemerintah AS meningkat, dan sumber dukungan tersembunyi untuk aset jangka panjang mungkin menghilang.\n\nDalam Truthbomb ini, Mark Malek menguraikan mekanisme perdagangan carry trade yen, mengapa pasar saham Jepang yang mencetak rekor sebenarnya dapat menandakan tekanan bagi pasar AS, dan bagaimana kenaikan imbal hasil Jepang dapat memengaruhi obligasi pemerintah AS, saham teknologi, dan likuiditas global.\n\nJika peredaman perdagangan carry trade semakin cepat, dampaknya dapat menyebar ke seluruh sistem keuangan.\n\nBerlangganan: https://www.youtube.com/\n\nSubstack: https://substack.com/\nX: https://x.com/WSTruthBombs\nPatreon:   / wstruthbombs  \nBlueSky: https://bsky.app/profile/wstruthbombs...\nTikTok:   / wstruthbombs  \n\nVideo Truthbombs hanya untuk tujuan informasi dan hiburan. Pandangan yang diungkapkan oleh Mark Malek atau tamu adalah pandangan mereka sendiri dan tidak selalu mencerminkan pandangan Siebert Financial. Video ini bukan merupakan nasihat investasi, penawaran untuk menjual, atau ajakan untuk membeli sekuritas apa pun. Kinerja masa lalu tidak menunjukkan hasil di masa mendatang. Pendengar dan pemirsa harus berkonsultasi dengan profesional keuangan yang berkualifikasi sebelum membuat keputusan investasi apa pun.\n\nPerdagangan carry trade yen, ekonomi Jepang, rekor tertinggi Nikkei, Bank Sentral Jepang, kenaikan suku bunga BOJ, imbal hasil obligasi pemerintah, pasar obligasi, jatuhnya pasar saham, peringatan pasar, likuiditas global, saham teknologi, Nasdaq, SP500, Federal Reserve, inflasi Jepang, pembatalan carry trade, pasar keuangan, makroekonomi, investasi, berita mengejutkan Wall Street\n\n#foryou #pasarsaham #perdagangan #investasi #uang #Jepang #yen #ekonomi", "post_id": "AkBFoxdsRnI"}}, {"key": "@sbs_explained", "attributes": {"label": "@sbs_explained", "x": 517.5117079636971, "y": 285.93711806248433, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "JJUnE-SxBjw", "id": "@sbs_explained", "source": "youtube-000001", "content": "[Berita Pengetahuan] \"Situasinya Kini Berubah\" Memori yang Terlanjur Dibeli Terlalu Mahal, Apa ya...\n\n00:00 Industri AI masih dalam tahap awal, jadi mengapa harga saham sudah mencapai batasnya?\n01:28 Likuiditas global mulai goyah seiring Bank Sentral Jepang menaikkan suku bunga\n02:37 Mengapa modal hedge fund sebesar $14 triliun hanya mengalir ke sektor energi dan semikonduktor?\n03:57 Mengapa uang tunai perusahaan teknologi besar mengering sementara investasi AI meroket?\n\n05:20 Ekspektasi bahwa seluruh dunia akan menyuntikkan uang telah hancur... Momen ketika lanskap pasar aset berubah\n06:56 Bahkan Bitcoin, emas, dan perak berada di bawah tekanan... Sebuah sinyal bahwa premi likuiditas menghilang\n08:23 Ini angka, bukan cerita, sekarang... Mengapa uang bergeser ke 'aset yang benar-benar langka'\n10:16 Seberapa banyak AI sebenarnya digunakan?... Pemilahan gandum akan dimulai setelah investasi terlalu panas\n13:30 Apa yang akan terjadi pada memori yang dipesan mahal jika arus kas Big Tech mengering?\n\n15:31 Dari minyak mentah dan perlambatan ekonomi hingga konsentrasi pada semikonduktor... Mengapa Anda Harus Memperluas Portofolio Anda Sekarang\n\n*Kontributor: Yoo Shin-ik, Kepala Ekonom di KB WM\n\nSaat pasar berfluktuasi dengan KOSPI yang langsung anjlok setelah berfluktuasi di sekitar angka 9.000, ada diagnosis yang menunjukkan bahwa sudah saatnya untuk meninjau kembali fondasi pasar bullish yang ditopang oleh AI. Konsensusnya adalah bahwa fase di mana \"semuanya baik-baik saja\"—yang didorong oleh dua pilar likuiditas dan pertumbuhan AI—akan segera berakhir, dan dengan memudarnya premi likuiditas, saatnya telah tiba untuk mengalokasikan kembali aset. Meskipun $14 triliun terkonsentrasi di AS dan Jepang dan persaingan untuk CAPEX yang melebihi $3 triliun tahun ini tetap ada, arus kas Big Tech telah mulai menurun pada paruh kedua tahun ini, menandai masuknya ke fase di mana mereka menunda pertumbuhan yang mahal dengan \"uang pinjaman.\"\n\nPoin kuncinya adalah perbedaan bahwa \"industri AI itu nyata, tetapi harga sahamnya mungkin palsu.\" Peringatannya adalah bahwa meskipun tingkat adopsi aktual industri tersebut berada di angka 10-20%—seperti mendaki gunung—harga sahamnya telah sepenuhnya dieksploitasi, dan bahaya sebenarnya terletak bukan pada industri AI itu sendiri, tetapi pada \"uang yang diinvestasikan dalam AI.\" Dengan mengutip kegagalan perak untuk naik meskipun terjadi kekurangan pasokan dan valuasi saham memori yang melampaui label \"terlalu murah\" sebagai sinyal, laporan tersebut menyarankan diversifikasi ke pasar domestik, obligasi, dan sektor pertahanan, mencatat bahwa situasi saat ini telah melampaui kondisi terlalu panas menjadi \"kepanikan yang luar biasa.\" #PleaseTakeCareOfKyoyang #AIBubble #KenaikanSukuBunga #KOSPIPlunge #YooShinIk #Semikonduktor #Jepang #KenaikanSukuBunga #Emas #Bitcoin #Micron\n\n[Tim Produksi Kyoyang]\n\nDirektur Merek & IP: Han Dong-hoon / Penulis: Son Ye-won, Yoo Jin-kyung / Penyunting: Kim Cho-a, Hyun Seung-ho, Song Kyu-bum / Desain Konten: Ok Ji-soo, Choi Heung-rak / Sinematografi: Park Woo-jin / Magang: Baek Ga-eun, Lee Da-jin\n\n[Pertanyaan Bisnis]\n\nPlease Take Care of Kyoyang, Pertanyaan mengenai penampilan, sponsor, dan konten: sbs_explained\n\nBerita pengetahuan yang membuat Anda lebih pintar semakin banyak Anda mendengarkan, Please Take Care of Kyoyang \n\nHak Cipta Ⓒ SBS. Seluruh hak dilindungi undang-undang. Reproduksi, redistribusi, dan penggunaan tanpa izin untuk pembelajaran AI dilarang.", "post_id": "JJUnE-SxBjw"}}, {"key": "sbs_explained", "attributes": {"label": "sbs_explained", "x": 643.5577995437574, "y": 551.4237571985228, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.6005, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "JJUnE-SxBjw", "id": "sbs_explained", "source": "youtube-000001", "content": "[Berita Pengetahuan] \"Situasinya Kini Berubah\" Memori yang Terlanjur Dibeli Terlalu Mahal, Apa ya...\n\n00:00 Industri AI masih dalam tahap awal, jadi mengapa harga saham sudah mencapai batasnya?\n01:28 Likuiditas global mulai goyah seiring Bank Sentral Jepang menaikkan suku bunga\n02:37 Mengapa modal hedge fund sebesar $14 triliun hanya mengalir ke sektor energi dan semikonduktor?\n03:57 Mengapa uang tunai perusahaan teknologi besar mengering sementara investasi AI meroket?\n\n05:20 Ekspektasi bahwa seluruh dunia akan menyuntikkan uang telah hancur... Momen ketika lanskap pasar aset berubah\n06:56 Bahkan Bitcoin, emas, dan perak berada di bawah tekanan... Sebuah sinyal bahwa premi likuiditas menghilang\n08:23 Ini angka, bukan cerita, sekarang... Mengapa uang bergeser ke 'aset yang benar-benar langka'\n10:16 Seberapa banyak AI sebenarnya digunakan?... Pemilahan gandum akan dimulai setelah investasi terlalu panas\n13:30 Apa yang akan terjadi pada memori yang dipesan mahal jika arus kas Big Tech mengering?\n\n15:31 Dari minyak mentah dan perlambatan ekonomi hingga konsentrasi pada semikonduktor... Mengapa Anda Harus Memperluas Portofolio Anda Sekarang\n\n*Kontributor: Yoo Shin-ik, Kepala Ekonom di KB WM\n\nSaat pasar berfluktuasi dengan KOSPI yang langsung anjlok setelah berfluktuasi di sekitar angka 9.000, ada diagnosis yang menunjukkan bahwa sudah saatnya untuk meninjau kembali fondasi pasar bullish yang ditopang oleh AI. Konsensusnya adalah bahwa fase di mana \"semuanya baik-baik saja\"—yang didorong oleh dua pilar likuiditas dan pertumbuhan AI—akan segera berakhir, dan dengan memudarnya premi likuiditas, saatnya telah tiba untuk mengalokasikan kembali aset. Meskipun $14 triliun terkonsentrasi di AS dan Jepang dan persaingan untuk CAPEX yang melebihi $3 triliun tahun ini tetap ada, arus kas Big Tech telah mulai menurun pada paruh kedua tahun ini, menandai masuknya ke fase di mana mereka menunda pertumbuhan yang mahal dengan \"uang pinjaman.\"\n\nPoin kuncinya adalah perbedaan bahwa \"industri AI itu nyata, tetapi harga sahamnya mungkin palsu.\" Peringatannya adalah bahwa meskipun tingkat adopsi aktual industri tersebut berada di angka 10-20%—seperti mendaki gunung—harga sahamnya telah sepenuhnya dieksploitasi, dan bahaya sebenarnya terletak bukan pada industri AI itu sendiri, tetapi pada \"uang yang diinvestasikan dalam AI.\" Dengan mengutip kegagalan perak untuk naik meskipun terjadi kekurangan pasokan dan valuasi saham memori yang melampaui label \"terlalu murah\" sebagai sinyal, laporan tersebut menyarankan diversifikasi ke pasar domestik, obligasi, dan sektor pertahanan, mencatat bahwa situasi saat ini telah melampaui kondisi terlalu panas menjadi \"kepanikan yang luar biasa.\" #PleaseTakeCareOfKyoyang #AIBubble #KenaikanSukuBunga #KOSPIPlunge #YooShinIk #Semikonduktor #Jepang #KenaikanSukuBunga #Emas #Bitcoin #Micron\n\n[Tim Produksi Kyoyang]\n\nDirektur Merek & IP: Han Dong-hoon / Penulis: Son Ye-won, Yoo Jin-kyung / Penyunting: Kim Cho-a, Hyun Seung-ho, Song Kyu-bum / Desain Konten: Ok Ji-soo, Choi Heung-rak / Sinematografi: Park Woo-jin / Magang: Baek Ga-eun, Lee Da-jin\n\n[Pertanyaan Bisnis]\n\nPlease Take Care of Kyoyang, Pertanyaan mengenai penampilan, sponsor, dan konten: sbs_explained\n\nBerita pengetahuan yang membuat Anda lebih pintar semakin banyak Anda mendengarkan, Please Take Care of Kyoyang \n\nHak Cipta Ⓒ SBS. Seluruh hak dilindungi undang-undang. Reproduksi, redistribusi, dan penggunaan tanpa izin untuk pembelajaran AI dilarang.", "post_id": "JJUnE-SxBjw"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 618.3645317592783, "y": 5.736408283332772, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "kifmBaPeWls", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market, Ini Respons OJK\n\nKABARBURSA.COM — OJK menyambut positif keputusan MSCI yang kembali mempertahankan Indonesia dalam kategori emerging market pada hasil market classification review 2026. Menurut OJK, keputusan ini menjadi pengakuan atas reformasi pasar modal Indonesia, terutama pada aspek transparansi, integritas, likuiditas, dan tata kelola pasar. Langkah ini penting karena menunjukkan pasar modal Indonesia masih mendapat perhatian positif dari investor global, sementara agenda reformasi akan terus diperkuat agar daya saing Indonesia semakin meningkat. Simak ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta beri komentar pendapat Anda.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#ojk #msci #emergingmarket #pasarmodal #indonesia #reformasi #investor #investasi #saham #likuiditas #tatakelola #ekonomi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "kifmBaPeWls"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 901.4382174683763, "y": 230.71276154173205, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.3274, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "kifmBaPeWls", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market, Ini Respons OJK\n\nKABARBURSA.COM — OJK menyambut positif keputusan MSCI yang kembali mempertahankan Indonesia dalam kategori emerging market pada hasil market classification review 2026. Menurut OJK, keputusan ini menjadi pengakuan atas reformasi pasar modal Indonesia, terutama pada aspek transparansi, integritas, likuiditas, dan tata kelola pasar. Langkah ini penting karena menunjukkan pasar modal Indonesia masih mendapat perhatian positif dari investor global, sementara agenda reformasi akan terus diperkuat agar daya saing Indonesia semakin meningkat. Simak ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta beri komentar pendapat Anda.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#ojk #msci #emergingmarket #pasarmodal #indonesia #reformasi #investor #investasi #saham #likuiditas #tatakelola #ekonomi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "kifmBaPeWls"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 190.6145007197917, "y": 774.4470123369888, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "LPAHq0Cjhgk", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Ledakan Obligasi India Sinyalkan Kepercayaan Baru di Pasar | Govindraj Ethiraj | The Core Report\n\nPada Episode 903 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbicara dengan Pratik Shah, Partner dan Pemimpin Nasional, Layanan Keuangan di EY India, dalam cuplikan dari Edisi Khusus kami.\n\nCATATAN ACARA:\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:09) Lebih Banyak Pengembalian Modal Asing Karena Dana Global Membeli Obligasi India Seiring Sinyal Makro Melunak\n(04:41) India Mengekspor Lebih Banyak ke Negara Lain daripada AS Dibandingkan Periode Pra-Tarif\n(06:57) Raksasa Baja Mengatakan India Adalah Peluang Investasi Besar Berikutnya\n(08:18) India Bisa Menghadapi Masalah Kelebihan Simpanan NRI\n(11:31) Kerugian Kumulatif pada Bensin, Solar, dan LPG Selama Maret hingga Mei 2026 Diperkirakan Sekitar Rs 1 Lakh Crore, Kata Crisil\n(12:31) Mengapa Hanya 25% Pengguna India yang Menilai Pengalaman Perbankan Mereka Baik\n\nPasar, Minyak, Rupee, dan Emas:\n\nDana global kembali membeli obligasi India karena pengembalian modal asing dan sinyal makro mereda. Sebuah laporan Bloomberg menyatakan bahwa investor asing membeli obligasi India yang memenuhi syarat indeks senilai lebih dari $1,5 miliar dalam satu hari, pembelian satu hari terbesar yang pernah ada. Penurunan harga minyak mentah, penguatan rupee, dan kepercayaan pasar yang pulih membentuk prospek ekonomi India, sementara emas, perak, dan ekspor tetap menjadi fokus. Diversifikasi ekspor India juga tetap menjadi kunci.\n\nAkankah Perusahaan Baja Besar Berinvestasi Lebih Banyak di India daripada di China?\n\nRaksasa pertambangan global BHP dan Rio Tinto melihat India sebagai pasar pertumbuhan baja besar berikutnya. Seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi China, dorongan infrastruktur India, urbanisasi, dan target produksi baja sebesar 500 juta ton pada tahun 2047 dapat menjadikannya peluang investasi utama. Bagi pemasok bijih besi global, permintaan baja India kini menjadi tema jangka panjang yang penting.\n\nApa Saja Pandangan Terbaru tentang Skema FCNR Baru?\n\nLangkah-langkah FCNR baru RBI untuk menarik deposito dolar NRI dapat membawa arus masuk mata uang asing yang besar ke India. Axis Bank memperkirakan arus masuk antara $50 miliar dan $190 miliar, sementara para ekonom memperingatkan tentang biaya lindung nilai, risiko moral, dan tekanan pada neraca RBI. Perdebatan yang muncul adalah apakah ini manajemen likuiditas yang cerdas atau solusi jangka pendek untuk kecemasan valuta asing.\n\nBerapa Kerugian Pendapatan India untuk Bensin, Solar, dan LNG dari Maret hingga Mei?\n\nCrisil memperkirakan kerugian pendapatan kumulatif untuk bensin, solar, dan LPG selama Maret hingga Mei 2026 sekitar Rs 1 lakh crore. Harga minyak mentah yang lebih rendah dapat mengurangi tekanan pada margin pemasaran bahan bakar India, inflasi, dan tagihan impor energi. Namun, pasar minyak mentah dan LNG mungkin masih membutuhkan waktu untuk sepenuhnya normal.\n\nApa Temuan Laporan EY Terbaru tentang Layanan Pelanggan Perbankan?\n\nLaporan EY menyatakan bahwa hanya satu dari empat pelanggan perbankan India yang menilai pengalaman keseluruhan mereka sebagai sangat baik. Govindraj Ethiraj berbicara dengan Pratik Shah tentang mengapa bank-bank India masih kesulitan dengan pengalaman pelanggan, penyelesaian sengketa, empati, chatbot, layanan berbasis AI, dan perbankan yang dipersonalisasi. Aplikasi perbankan mungkin lebih cepat, tetapi kepercayaan dan layanan tetap menentukan apakah pelanggan akan tetap setia. Percakapan ini juga membahas mengapa bank perlu beralih dari penjualan produk ke nilai seumur hidup pelanggan.\n\nBagaimana Foxcorp Memperluas Kehadiran Streaming-nya?\n\nFoxcorp membeli Roku dalam langkah besar di bidang streaming, memberikannya posisi yang lebih kuat di smart TV, streaming yang didukung iklan, dan media digital global. Kesepakatan ini dapat membantu Fox bersaing lebih keras di bidang streaming, TV terhubung, berita, olahraga, dan periklanan digital.\n\nMengapa Inggris Melarang Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun?\n\nPemerintah Inggris telah mengumumkan larangan media sosial untuk anak di bawah 16 tahun, yang mencakup platform seperti TikTok, Instagram, YouTube, Snapchat, Facebook, dan X. Langkah ini bertujuan untuk keselamatan anak secara online dan dapat membentuk kembali cara pemerintah mengatur media sosial dan perusahaan teknologi besar seiring meningkatnya pengawasan global.\n\nSaksikan The Core Report bersama Govindraj Ethiraj untuk mendapatkan informasi terkini tentang obligasi India, kepercayaan pasar yang baru, modal asing, ekonomi India, minyak mentah, rupee, emas, ekspor, investasi baja, deposito NRI, FCNR, pengalaman pelanggan perbankan & bisnis global. Ikuti sinyal-sinyal yang membentuk pasar, kebijakan & kisah pertumbuhan India.\n\n#IndiaBonds #IndianEconomy #StockMarketNews #GovindrajEthiraj #TheCoreReport\n\nGabung dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan...", "post_id": "LPAHq0Cjhgk"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 653.9337108083113, "y": 930.5929726913346, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.6005, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LPAHq0Cjhgk", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Ledakan Obligasi India Sinyalkan Kepercayaan Baru di Pasar | Govindraj Ethiraj | The Core Report\n\nPada Episode 903 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbicara dengan Pratik Shah, Partner dan Pemimpin Nasional, Layanan Keuangan di EY India, dalam cuplikan dari Edisi Khusus kami.\n\nCATATAN ACARA:\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:09) Lebih Banyak Pengembalian Modal Asing Karena Dana Global Membeli Obligasi India Seiring Sinyal Makro Melunak\n(04:41) India Mengekspor Lebih Banyak ke Negara Lain daripada AS Dibandingkan Periode Pra-Tarif\n(06:57) Raksasa Baja Mengatakan India Adalah Peluang Investasi Besar Berikutnya\n(08:18) India Bisa Menghadapi Masalah Kelebihan Simpanan NRI\n(11:31) Kerugian Kumulatif pada Bensin, Solar, dan LPG Selama Maret hingga Mei 2026 Diperkirakan Sekitar Rs 1 Lakh Crore, Kata Crisil\n(12:31) Mengapa Hanya 25% Pengguna India yang Menilai Pengalaman Perbankan Mereka Baik\n\nPasar, Minyak, Rupee, dan Emas:\n\nDana global kembali membeli obligasi India karena pengembalian modal asing dan sinyal makro mereda. Sebuah laporan Bloomberg menyatakan bahwa investor asing membeli obligasi India yang memenuhi syarat indeks senilai lebih dari $1,5 miliar dalam satu hari, pembelian satu hari terbesar yang pernah ada. Penurunan harga minyak mentah, penguatan rupee, dan kepercayaan pasar yang pulih membentuk prospek ekonomi India, sementara emas, perak, dan ekspor tetap menjadi fokus. Diversifikasi ekspor India juga tetap menjadi kunci.\n\nAkankah Perusahaan Baja Besar Berinvestasi Lebih Banyak di India daripada di China?\n\nRaksasa pertambangan global BHP dan Rio Tinto melihat India sebagai pasar pertumbuhan baja besar berikutnya. Seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi China, dorongan infrastruktur India, urbanisasi, dan target produksi baja sebesar 500 juta ton pada tahun 2047 dapat menjadikannya peluang investasi utama. Bagi pemasok bijih besi global, permintaan baja India kini menjadi tema jangka panjang yang penting.\n\nApa Saja Pandangan Terbaru tentang Skema FCNR Baru?\n\nLangkah-langkah FCNR baru RBI untuk menarik deposito dolar NRI dapat membawa arus masuk mata uang asing yang besar ke India. Axis Bank memperkirakan arus masuk antara $50 miliar dan $190 miliar, sementara para ekonom memperingatkan tentang biaya lindung nilai, risiko moral, dan tekanan pada neraca RBI. Perdebatan yang muncul adalah apakah ini manajemen likuiditas yang cerdas atau solusi jangka pendek untuk kecemasan valuta asing.\n\nBerapa Kerugian Pendapatan India untuk Bensin, Solar, dan LNG dari Maret hingga Mei?\n\nCrisil memperkirakan kerugian pendapatan kumulatif untuk bensin, solar, dan LPG selama Maret hingga Mei 2026 sekitar Rs 1 lakh crore. Harga minyak mentah yang lebih rendah dapat mengurangi tekanan pada margin pemasaran bahan bakar India, inflasi, dan tagihan impor energi. Namun, pasar minyak mentah dan LNG mungkin masih membutuhkan waktu untuk sepenuhnya normal.\n\nApa Temuan Laporan EY Terbaru tentang Layanan Pelanggan Perbankan?\n\nLaporan EY menyatakan bahwa hanya satu dari empat pelanggan perbankan India yang menilai pengalaman keseluruhan mereka sebagai sangat baik. Govindraj Ethiraj berbicara dengan Pratik Shah tentang mengapa bank-bank India masih kesulitan dengan pengalaman pelanggan, penyelesaian sengketa, empati, chatbot, layanan berbasis AI, dan perbankan yang dipersonalisasi. Aplikasi perbankan mungkin lebih cepat, tetapi kepercayaan dan layanan tetap menentukan apakah pelanggan akan tetap setia. Percakapan ini juga membahas mengapa bank perlu beralih dari penjualan produk ke nilai seumur hidup pelanggan.\n\nBagaimana Foxcorp Memperluas Kehadiran Streaming-nya?\n\nFoxcorp membeli Roku dalam langkah besar di bidang streaming, memberikannya posisi yang lebih kuat di smart TV, streaming yang didukung iklan, dan media digital global. Kesepakatan ini dapat membantu Fox bersaing lebih keras di bidang streaming, TV terhubung, berita, olahraga, dan periklanan digital.\n\nMengapa Inggris Melarang Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun?\n\nPemerintah Inggris telah mengumumkan larangan media sosial untuk anak di bawah 16 tahun, yang mencakup platform seperti TikTok, Instagram, YouTube, Snapchat, Facebook, dan X. Langkah ini bertujuan untuk keselamatan anak secara online dan dapat membentuk kembali cara pemerintah mengatur media sosial dan perusahaan teknologi besar seiring meningkatnya pengawasan global.\n\nSaksikan The Core Report bersama Govindraj Ethiraj untuk mendapatkan informasi terkini tentang obligasi India, kepercayaan pasar yang baru, modal asing, ekonomi India, minyak mentah, rupee, emas, ekspor, investasi baja, deposito NRI, FCNR, pengalaman pelanggan perbankan & bisnis global. Ikuti sinyal-sinyal yang membentuk pasar, kebijakan & kisah pertumbuhan India.\n\n#IndiaBonds #IndianEconomy #StockMarketNews #GovindrajEthiraj #TheCoreReport\n\nGabung dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan...", "post_id": "LPAHq0Cjhgk"}}, {"key": "@AlliedAngels", "attributes": {"label": "@AlliedAngels", "x": 979.2228042868809, "y": 956.4013861724093, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "__tqZcghmME", "id": "@AlliedAngels", "source": "youtube-000001", "content": "Bagaimana Midas List 2026 Mengubah Strategi Venture Capital: Penjelasan AI Alpha dan Aturan Baru VC\n\nLanskap modal ventura global telah mengalami transformasi fundamental. Rilis Midas List 2026 telah menjadikan satu kenyataan tak terbantahkan: strategi investasi tradisional digantikan oleh \"AI Alpha\" — keunggulan struktural yang dihasilkan dari investasi, penerapan, dan penskalaan infrastruktur kecerdasan buatan generasi berikutnya.\n\nDalam uraian strategis Allied Explains ini, kami menganalisis poin-poin penting dari Midas List 2026. Kami melihat melampaui peringkat individu untuk mengeksplorasi tren makroekonomi yang membentuk modal ventura, bagaimana investor papan atas mencari AI Alpha, dan apa arti dinamika dana yang berubah ini bagi para pendiri yang menggalang modal di pasar yang sangat kompetitif.\n\nBaca ringkasan strategis lengkap tentang Midas List & AI Alpha: https://www.allied.vc/articles/midas-...\n\nDalam video ini, kami membahas:\n\nUraian Midas List 2026: Pergeseran utama dalam peringkat investor ventura papan atas.\n\nMenguraikan AI Alpha: Bagaimana kecerdasan buatan tingkat lanjut mendorong kinerja luar biasa dalam skala usaha.\n\nDebat Infrastruktur vs. Aplikasi: Ke mana modal elit bergerak dalam tumpukan AI.\n\nPerubahan Model Dana VC: Bagaimana mega-dana beradaptasi dengan pergeseran teknologi yang cepat.\n\nApa Artinya Ini bagi Para Pendiri: Menyesuaikan presentasi bisnis Anda agar selaras dengan mandat investor 2026.\n\nRingkasan:\nMenurut analisis Allied Venture Partners terhadap Midas List 2026, masa depan modal ventura sangat ditentukan oleh 'AI Alpha' — kapasitas dana untuk menghasilkan pengembalian yang luar biasa melalui posisi struktural awal dalam ekosistem kecerdasan buatan. Kerangka kerja ini menyoroti pergeseran signifikan dari investasi perangkat lunak sebagai layanan (SaaS) generik menuju infrastruktur AI yang terintegrasi secara mendalam dan aplikasi vertikal khusus. Pergeseran paradigma ini mengharuskan perusahaan rintisan tahap awal untuk menunjukkan kemampuan teknis yang mendalam dan keunggulan data yang jelas untuk melewati rintangan uji tuntas modal ventura modern.\n\nCap waktu:\n0:00 - Pendahuluan: Midas List 2026\n1:25 - Bagaimana modal ventura telah berubah sejak era ZIRP 2021\n2:09 - Bagaimana cara memenuhi syarat untuk Midas List; ambang batas $200 juta\n3:14 - Apa itu AI Alpha dan bagaimana pengaruhnya terhadap pengembalian modal ventura?\n3:19 - Apa saja tren modal ventura terbesar dari Midas List 2026?\n\n3:23 - Bagaimana VC papan atas mengevaluasi infrastruktur AI vs lapisan aplikasi?\n\n3:47 - Mengapa model investasi SaaS tradisional melambat?\n\n4:04 - Bagaimana dana ventura papan atas mengubah mandat investasi mereka?\n\n4:16 - Metrik apa yang dicari investor Midas List dalam startup AI?\n\n4:49 - Titik buta yang mencolok dalam Midas List 2026\n5:24 - Pasar Sekunder: kebangkitan likuiditas awal\n6:31 - Bagaimana para pendiri dapat memposisikan startup mereka untuk penggalangan dana VC modern?\n\n7:24 - Poin-poin penting: AI, keunggulan kompetitif, dan jaringan\n\n🔔 Berlangganan untuk penjelasan mingguan tentang startup, modal ventura, dan investasi malaikat.\n\n💼 Pelajari lebih lanjut di Allied Venture Partners: https://www.allied.vc\n🎙 Simak Podcast Allied Angels: \n\n#MidasList2026 #VentureCapital #AIAlpha #AlliedExplains #StartupStrategy #VC\n\n—\n⁠\nAllied VC⁠⁠⁠⁠⁠⁠ (https://www.allied.vc) adalah sindikat angel investor terbesar di Kanada Barat, yang berinvestasi di startup teknologi tahap awal di seluruh Kanada dan AS.\n\nAjukan proposal, Investasikan, Cari peluang, dan lainnya: ⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠https://linktr.ee/alliedvc⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠\n\nAllied Angels didukung oleh NotebookLM - asisten pencatat dan riset AI baru dari Google.\n\nPenafian: Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau pajak.", "post_id": "__tqZcghmME"}}, {"key": "AlliedAngels", "attributes": {"label": "AlliedAngels", "x": 476.87962875138646, "y": 312.6538171906167, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.6005, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "__tqZcghmME", "id": "AlliedAngels", "source": "youtube-000001", "content": "Bagaimana Midas List 2026 Mengubah Strategi Venture Capital: Penjelasan AI Alpha dan Aturan Baru VC\n\nLanskap modal ventura global telah mengalami transformasi fundamental. Rilis Midas List 2026 telah menjadikan satu kenyataan tak terbantahkan: strategi investasi tradisional digantikan oleh \"AI Alpha\" — keunggulan struktural yang dihasilkan dari investasi, penerapan, dan penskalaan infrastruktur kecerdasan buatan generasi berikutnya.\n\nDalam uraian strategis Allied Explains ini, kami menganalisis poin-poin penting dari Midas List 2026. Kami melihat melampaui peringkat individu untuk mengeksplorasi tren makroekonomi yang membentuk modal ventura, bagaimana investor papan atas mencari AI Alpha, dan apa arti dinamika dana yang berubah ini bagi para pendiri yang menggalang modal di pasar yang sangat kompetitif.\n\nBaca ringkasan strategis lengkap tentang Midas List & AI Alpha: https://www.allied.vc/articles/midas-...\n\nDalam video ini, kami membahas:\n\nUraian Midas List 2026: Pergeseran utama dalam peringkat investor ventura papan atas.\n\nMenguraikan AI Alpha: Bagaimana kecerdasan buatan tingkat lanjut mendorong kinerja luar biasa dalam skala usaha.\n\nDebat Infrastruktur vs. Aplikasi: Ke mana modal elit bergerak dalam tumpukan AI.\n\nPerubahan Model Dana VC: Bagaimana mega-dana beradaptasi dengan pergeseran teknologi yang cepat.\n\nApa Artinya Ini bagi Para Pendiri: Menyesuaikan presentasi bisnis Anda agar selaras dengan mandat investor 2026.\n\nRingkasan:\nMenurut analisis Allied Venture Partners terhadap Midas List 2026, masa depan modal ventura sangat ditentukan oleh 'AI Alpha' — kapasitas dana untuk menghasilkan pengembalian yang luar biasa melalui posisi struktural awal dalam ekosistem kecerdasan buatan. Kerangka kerja ini menyoroti pergeseran signifikan dari investasi perangkat lunak sebagai layanan (SaaS) generik menuju infrastruktur AI yang terintegrasi secara mendalam dan aplikasi vertikal khusus. Pergeseran paradigma ini mengharuskan perusahaan rintisan tahap awal untuk menunjukkan kemampuan teknis yang mendalam dan keunggulan data yang jelas untuk melewati rintangan uji tuntas modal ventura modern.\n\nCap waktu:\n0:00 - Pendahuluan: Midas List 2026\n1:25 - Bagaimana modal ventura telah berubah sejak era ZIRP 2021\n2:09 - Bagaimana cara memenuhi syarat untuk Midas List; ambang batas $200 juta\n3:14 - Apa itu AI Alpha dan bagaimana pengaruhnya terhadap pengembalian modal ventura?\n3:19 - Apa saja tren modal ventura terbesar dari Midas List 2026?\n\n3:23 - Bagaimana VC papan atas mengevaluasi infrastruktur AI vs lapisan aplikasi?\n\n3:47 - Mengapa model investasi SaaS tradisional melambat?\n\n4:04 - Bagaimana dana ventura papan atas mengubah mandat investasi mereka?\n\n4:16 - Metrik apa yang dicari investor Midas List dalam startup AI?\n\n4:49 - Titik buta yang mencolok dalam Midas List 2026\n5:24 - Pasar Sekunder: kebangkitan likuiditas awal\n6:31 - Bagaimana para pendiri dapat memposisikan startup mereka untuk penggalangan dana VC modern?\n\n7:24 - Poin-poin penting: AI, keunggulan kompetitif, dan jaringan\n\n🔔 Berlangganan untuk penjelasan mingguan tentang startup, modal ventura, dan investasi malaikat.\n\n💼 Pelajari lebih lanjut di Allied Venture Partners: https://www.allied.vc\n🎙 Simak Podcast Allied Angels: \n\n#MidasList2026 #VentureCapital #AIAlpha #AlliedExplains #StartupStrategy #VC\n\n—\n⁠\nAllied VC⁠⁠⁠⁠⁠⁠ (https://www.allied.vc) adalah sindikat angel investor terbesar di Kanada Barat, yang berinvestasi di startup teknologi tahap awal di seluruh Kanada dan AS.\n\nAjukan proposal, Investasikan, Cari peluang, dan lainnya: ⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠https://linktr.ee/alliedvc⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠\n\nAllied Angels didukung oleh NotebookLM - asisten pencatat dan riset AI baru dari Google.\n\nPenafian: Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau pajak.", "post_id": "__tqZcghmME"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 942.5698053884795, "y": 876.9648592596881, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "RxOLIuFMpEo", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "LARIS MANIS! Investor Asing Ramai-Ramai Borong Surat Utang AS | IDXC UPDATE\n\nDi tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga dan meningkatnya kekhawatiran terhadap pembiayaan pemerintah Amerika Serikat, investor asing justru kembali meningkatkan eksposur mereka terhadap aset keuangan Negeri Paman Sam. Arus modal global masih mengalir deras ke pasar surat utang AS karena dinilai menawarkan tingkat keamanan dan likuiditas yang tinggi di tengah dinamika ekonomi dunia.\n\nBerdasarkan data Treasury International Capital (TIC), arus masuk modal asing ke instrumen surat utang Amerika Serikat ditopang oleh aksi beli besar-besaran dari institusi resmi global, termasuk bank-bank sentral berbagai negara. Kondisi ini menunjukkan bahwa obligasi pemerintah AS masih menjadi salah satu aset pilihan utama investor global, meskipun pasar terus mencermati prospek suku bunga dan kondisi fiskal Amerika Serikat ke depan.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "RxOLIuFMpEo"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 83.12910651981153, "y": 958.4202239864238, "size": 9.3, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6648, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "RxOLIuFMpEo", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "LARIS MANIS! Investor Asing Ramai-Ramai Borong Surat Utang AS | IDXC UPDATE\n\nDi tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga dan meningkatnya kekhawatiran terhadap pembiayaan pemerintah Amerika Serikat, investor asing justru kembali meningkatkan eksposur mereka terhadap aset keuangan Negeri Paman Sam. Arus modal global masih mengalir deras ke pasar surat utang AS karena dinilai menawarkan tingkat keamanan dan likuiditas yang tinggi di tengah dinamika ekonomi dunia.\n\nBerdasarkan data Treasury International Capital (TIC), arus masuk modal asing ke instrumen surat utang Amerika Serikat ditopang oleh aksi beli besar-besaran dari institusi resmi global, termasuk bank-bank sentral berbagai negara. Kondisi ini menunjukkan bahwa obligasi pemerintah AS masih menjadi salah satu aset pilihan utama investor global, meskipun pasar terus mencermati prospek suku bunga dan kondisi fiskal Amerika Serikat ke depan.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "RxOLIuFMpEo"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 784.9520389878005, "y": 21.110576318003726, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.0892, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "RxOLIuFMpEo", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "LARIS MANIS! Investor Asing Ramai-Ramai Borong Surat Utang AS | IDXC UPDATE\n\nDi tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga dan meningkatnya kekhawatiran terhadap pembiayaan pemerintah Amerika Serikat, investor asing justru kembali meningkatkan eksposur mereka terhadap aset keuangan Negeri Paman Sam. Arus modal global masih mengalir deras ke pasar surat utang AS karena dinilai menawarkan tingkat keamanan dan likuiditas yang tinggi di tengah dinamika ekonomi dunia.\n\nBerdasarkan data Treasury International Capital (TIC), arus masuk modal asing ke instrumen surat utang Amerika Serikat ditopang oleh aksi beli besar-besaran dari institusi resmi global, termasuk bank-bank sentral berbagai negara. Kondisi ini menunjukkan bahwa obligasi pemerintah AS masih menjadi salah satu aset pilihan utama investor global, meskipun pasar terus mencermati prospek suku bunga dan kondisi fiskal Amerika Serikat ke depan.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "RxOLIuFMpEo"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 764.3300985836344, "y": 435.0007104493099, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.0892, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "RxOLIuFMpEo", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "LARIS MANIS! Investor Asing Ramai-Ramai Borong Surat Utang AS | IDXC UPDATE\n\nDi tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga dan meningkatnya kekhawatiran terhadap pembiayaan pemerintah Amerika Serikat, investor asing justru kembali meningkatkan eksposur mereka terhadap aset keuangan Negeri Paman Sam. Arus modal global masih mengalir deras ke pasar surat utang AS karena dinilai menawarkan tingkat keamanan dan likuiditas yang tinggi di tengah dinamika ekonomi dunia.\n\nBerdasarkan data Treasury International Capital (TIC), arus masuk modal asing ke instrumen surat utang Amerika Serikat ditopang oleh aksi beli besar-besaran dari institusi resmi global, termasuk bank-bank sentral berbagai negara. Kondisi ini menunjukkan bahwa obligasi pemerintah AS masih menjadi salah satu aset pilihan utama investor global, meskipun pasar terus mencermati prospek suku bunga dan kondisi fiskal Amerika Serikat ke depan.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "RxOLIuFMpEo"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 921.0276551271918, "y": 997.6739910762352, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.0892, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "RxOLIuFMpEo", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "LARIS MANIS! Investor Asing Ramai-Ramai Borong Surat Utang AS | IDXC UPDATE\n\nDi tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga dan meningkatnya kekhawatiran terhadap pembiayaan pemerintah Amerika Serikat, investor asing justru kembali meningkatkan eksposur mereka terhadap aset keuangan Negeri Paman Sam. Arus modal global masih mengalir deras ke pasar surat utang AS karena dinilai menawarkan tingkat keamanan dan likuiditas yang tinggi di tengah dinamika ekonomi dunia.\n\nBerdasarkan data Treasury International Capital (TIC), arus masuk modal asing ke instrumen surat utang Amerika Serikat ditopang oleh aksi beli besar-besaran dari institusi resmi global, termasuk bank-bank sentral berbagai negara. Kondisi ini menunjukkan bahwa obligasi pemerintah AS masih menjadi salah satu aset pilihan utama investor global, meskipun pasar terus mencermati prospek suku bunga dan kondisi fiskal Amerika Serikat ke depan.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "RxOLIuFMpEo"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 253.31177203304745, "y": 601.3326206806861, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.0892, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "RxOLIuFMpEo", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "LARIS MANIS! Investor Asing Ramai-Ramai Borong Surat Utang AS | IDXC UPDATE\n\nDi tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga dan meningkatnya kekhawatiran terhadap pembiayaan pemerintah Amerika Serikat, investor asing justru kembali meningkatkan eksposur mereka terhadap aset keuangan Negeri Paman Sam. Arus modal global masih mengalir deras ke pasar surat utang AS karena dinilai menawarkan tingkat keamanan dan likuiditas yang tinggi di tengah dinamika ekonomi dunia.\n\nBerdasarkan data Treasury International Capital (TIC), arus masuk modal asing ke instrumen surat utang Amerika Serikat ditopang oleh aksi beli besar-besaran dari institusi resmi global, termasuk bank-bank sentral berbagai negara. Kondisi ini menunjukkan bahwa obligasi pemerintah AS masih menjadi salah satu aset pilihan utama investor global, meskipun pasar terus mencermati prospek suku bunga dan kondisi fiskal Amerika Serikat ke depan.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "RxOLIuFMpEo"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 106.14267529065002, "y": 867.2346769875039, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.0892, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "RxOLIuFMpEo", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "LARIS MANIS! Investor Asing Ramai-Ramai Borong Surat Utang AS | IDXC UPDATE\n\nDi tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga dan meningkatnya kekhawatiran terhadap pembiayaan pemerintah Amerika Serikat, investor asing justru kembali meningkatkan eksposur mereka terhadap aset keuangan Negeri Paman Sam. Arus modal global masih mengalir deras ke pasar surat utang AS karena dinilai menawarkan tingkat keamanan dan likuiditas yang tinggi di tengah dinamika ekonomi dunia.\n\nBerdasarkan data Treasury International Capital (TIC), arus masuk modal asing ke instrumen surat utang Amerika Serikat ditopang oleh aksi beli besar-besaran dari institusi resmi global, termasuk bank-bank sentral berbagai negara. Kondisi ini menunjukkan bahwa obligasi pemerintah AS masih menjadi salah satu aset pilihan utama investor global, meskipun pasar terus mencermati prospek suku bunga dan kondisi fiskal Amerika Serikat ke depan.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "RxOLIuFMpEo"}}, {"key": "@indianexpress", "attributes": {"label": "@indianexpress", "x": 853.0856808253999, "y": 838.0039821186281, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "wr13RbgbKL4", "id": "@indianexpress", "source": "youtube-000001", "content": "Penjelasan: Kisah Pertumbuhan India Dijelaskan: Poin-Poin Penting dari Laporan Tahunan RBI 2025-26\n\nPenjelasan: Apakah ekonomi India melambat, atau justru terbukti lebih tangguh dari yang diperkirakan banyak orang?\n\nLaporan Tahunan RBI 2025-26: Laporan Tahunan Bank Sentral India (RBI) 2025-26 menawarkan tinjauan rinci tentang kinerja ekonomi negara di tengah ketidakpastian global, ketegangan geopolitik, kekhawatiran inflasi, dan dinamika perdagangan yang berubah. Meskipun berita utama seringkali berfokus pada tantangan jangka pendek, penilaian RBI menyajikan gambaran yang lebih luas tentang pertumbuhan, penurunan inflasi, likuiditas yang lebih kuat, dan ketahanan ekonomi.\n\n#reservebankofindia #rbiannualreport2026 #indianinflationrates\n\nThe Indian Express meliput berbagai macam berita nasional dan internasional, termasuk pembaruan harian, perkembangan politik, liputan pemilihan, ulasan gadget dan ponsel, pembaruan teknologi, berita hiburan, tren Bollywood, berita olahraga, dan opini publik tentang topik harian.\n\nLiputan komprehensif The Indian Express meluas ke peristiwa global, memberikan analisis mendalam tentang urusan internasional. Dengan fokus pada perspektif India dan global, Indian Express menyajikan analisis editorial kelas atas dan pelaporan mendalam. Tetap terinformasi dengan berita terbaru, tren, penjelasan, dan pandangan ahli dari India dan seluruh dunia.\n\nAnda dapat mencari kami di YouTube dengan: , indian express, indian express newspaper today, indian express newspaper, indian express editorial analysis, indian express analysis, indian express analysis today, indian express, indian express news, the indian express newspaper analysis, the indian express, the indian express newspaper analysis today, the indian express editorial analysis, the indian express newspaper.\n\nTetap Ikuti Indian Express untuk Pembaruan Lebih Lanjut: https://indianexpress.com/\n\nTonton Acara Mingguan Kami:\n🡆 Political Pulse -    • Political Pulse  \n🡆 Express Explained In 60 Seconds -    • Express Explained In 60 Seconds  \n🡆 Zero Hour with Derek O' Brien -    • Zero Hour with Derek O' Brien  \n🡆 Indian Express Explained -    • Indian Express Explained  \n🡆 Materi Penting UPSC -    • UPSC ESSENTIALS: ART & CULTURE with Devdut...  \n\n#BeritaTerbaru #BeritaTerkini #BeritaBahasaInggris\n\nBerlangganan Saluran Kami:\nThe Indian Express: http://goo.gl/RjJrX0\n\nBerlangganan Saluran Jaringan Kami:\nJansatta (Hindi):    / jansatta  \nLoksatta (Marathi):    / loksatta  \nThe Financial Express    / financialexpress  \nExpress Drives (Otomotif):    / expressdrives  \nInuth (Pemuda):    / inuthdotcom  \nIndian Express Bangla:    / indianexpressbangla  \nIndian Express Punjab:    /   \nIndian Express Malayalam:    / iemalayalam  \nIndian Express Tamil:    /   \n\nTerhubung dengan kami:\nFacebook:   / indianexpress  \nTwitter:   / indianexpress  \nAplikasi Indian Express: http://indianexpress.com/apps/\nSitus Web Resmi: https://indianexpress.com/", "post_id": "wr13RbgbKL4"}}, {"key": "indianexpress", "attributes": {"label": "indianexpress", "x": 191.30625765480357, "y": 206.18590905956836, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.9031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wr13RbgbKL4", "id": "indianexpress", "source": "youtube-000001", "content": "Penjelasan: Kisah Pertumbuhan India Dijelaskan: Poin-Poin Penting dari Laporan Tahunan RBI 2025-26\n\nPenjelasan: Apakah ekonomi India melambat, atau justru terbukti lebih tangguh dari yang diperkirakan banyak orang?\n\nLaporan Tahunan RBI 2025-26: Laporan Tahunan Bank Sentral India (RBI) 2025-26 menawarkan tinjauan rinci tentang kinerja ekonomi negara di tengah ketidakpastian global, ketegangan geopolitik, kekhawatiran inflasi, dan dinamika perdagangan yang berubah. Meskipun berita utama seringkali berfokus pada tantangan jangka pendek, penilaian RBI menyajikan gambaran yang lebih luas tentang pertumbuhan, penurunan inflasi, likuiditas yang lebih kuat, dan ketahanan ekonomi.\n\n#reservebankofindia #rbiannualreport2026 #indianinflationrates\n\nThe Indian Express meliput berbagai macam berita nasional dan internasional, termasuk pembaruan harian, perkembangan politik, liputan pemilihan, ulasan gadget dan ponsel, pembaruan teknologi, berita hiburan, tren Bollywood, berita olahraga, dan opini publik tentang topik harian.\n\nLiputan komprehensif The Indian Express meluas ke peristiwa global, memberikan analisis mendalam tentang urusan internasional. Dengan fokus pada perspektif India dan global, Indian Express menyajikan analisis editorial kelas atas dan pelaporan mendalam. Tetap terinformasi dengan berita terbaru, tren, penjelasan, dan pandangan ahli dari India dan seluruh dunia.\n\nAnda dapat mencari kami di YouTube dengan: , indian express, indian express newspaper today, indian express newspaper, indian express editorial analysis, indian express analysis, indian express analysis today, indian express, indian express news, the indian express newspaper analysis, the indian express, the indian express newspaper analysis today, the indian express editorial analysis, the indian express newspaper.\n\nTetap Ikuti Indian Express untuk Pembaruan Lebih Lanjut: https://indianexpress.com/\n\nTonton Acara Mingguan Kami:\n🡆 Political Pulse -    • Political Pulse  \n🡆 Express Explained In 60 Seconds -    • Express Explained In 60 Seconds  \n🡆 Zero Hour with Derek O' Brien -    • Zero Hour with Derek O' Brien  \n🡆 Indian Express Explained -    • Indian Express Explained  \n🡆 Materi Penting UPSC -    • UPSC ESSENTIALS: ART & CULTURE with Devdut...  \n\n#BeritaTerbaru #BeritaTerkini #BeritaBahasaInggris\n\nBerlangganan Saluran Kami:\nThe Indian Express: http://goo.gl/RjJrX0\n\nBerlangganan Saluran Jaringan Kami:\nJansatta (Hindi):    / jansatta  \nLoksatta (Marathi):    / loksatta  \nThe Financial Express    / financialexpress  \nExpress Drives (Otomotif):    / expressdrives  \nInuth (Pemuda):    / inuthdotcom  \nIndian Express Bangla:    / indianexpressbangla  \nIndian Express Punjab:    /   \nIndian Express Malayalam:    / iemalayalam  \nIndian Express Tamil:    /   \n\nTerhubung dengan kami:\nFacebook:   / indianexpress  \nTwitter:   / indianexpress  \nAplikasi Indian Express: http://indianexpress.com/apps/\nSitus Web Resmi: https://indianexpress.com/", "post_id": "wr13RbgbKL4"}}, {"key": "indianexpresspunjab", "attributes": {"label": "indianexpresspunjab", "x": 426.8085934286694, "y": 209.48545122370277, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.9031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wr13RbgbKL4", "id": "indianexpresspunjab", "source": "youtube-000001", "content": "Penjelasan: Kisah Pertumbuhan India Dijelaskan: Poin-Poin Penting dari Laporan Tahunan RBI 2025-26\n\nPenjelasan: Apakah ekonomi India melambat, atau justru terbukti lebih tangguh dari yang diperkirakan banyak orang?\n\nLaporan Tahunan RBI 2025-26: Laporan Tahunan Bank Sentral India (RBI) 2025-26 menawarkan tinjauan rinci tentang kinerja ekonomi negara di tengah ketidakpastian global, ketegangan geopolitik, kekhawatiran inflasi, dan dinamika perdagangan yang berubah. Meskipun berita utama seringkali berfokus pada tantangan jangka pendek, penilaian RBI menyajikan gambaran yang lebih luas tentang pertumbuhan, penurunan inflasi, likuiditas yang lebih kuat, dan ketahanan ekonomi.\n\n#reservebankofindia #rbiannualreport2026 #indianinflationrates\n\nThe Indian Express meliput berbagai macam berita nasional dan internasional, termasuk pembaruan harian, perkembangan politik, liputan pemilihan, ulasan gadget dan ponsel, pembaruan teknologi, berita hiburan, tren Bollywood, berita olahraga, dan opini publik tentang topik harian.\n\nLiputan komprehensif The Indian Express meluas ke peristiwa global, memberikan analisis mendalam tentang urusan internasional. Dengan fokus pada perspektif India dan global, Indian Express menyajikan analisis editorial kelas atas dan pelaporan mendalam. Tetap terinformasi dengan berita terbaru, tren, penjelasan, dan pandangan ahli dari India dan seluruh dunia.\n\nAnda dapat mencari kami di YouTube dengan: , indian express, indian express newspaper today, indian express newspaper, indian express editorial analysis, indian express analysis, indian express analysis today, indian express, indian express news, the indian express newspaper analysis, the indian express, the indian express newspaper analysis today, the indian express editorial analysis, the indian express newspaper.\n\nTetap Ikuti Indian Express untuk Pembaruan Lebih Lanjut: https://indianexpress.com/\n\nTonton Acara Mingguan Kami:\n🡆 Political Pulse -    • Political Pulse  \n🡆 Express Explained In 60 Seconds -    • Express Explained In 60 Seconds  \n🡆 Zero Hour with Derek O' Brien -    • Zero Hour with Derek O' Brien  \n🡆 Indian Express Explained -    • Indian Express Explained  \n🡆 Materi Penting UPSC -    • UPSC ESSENTIALS: ART & CULTURE with Devdut...  \n\n#BeritaTerbaru #BeritaTerkini #BeritaBahasaInggris\n\nBerlangganan Saluran Kami:\nThe Indian Express: http://goo.gl/RjJrX0\n\nBerlangganan Saluran Jaringan Kami:\nJansatta (Hindi):    / jansatta  \nLoksatta (Marathi):    / loksatta  \nThe Financial Express    / financialexpress  \nExpress Drives (Otomotif):    / expressdrives  \nInuth (Pemuda):    / inuthdotcom  \nIndian Express Bangla:    / indianexpressbangla  \nIndian Express Punjab:    /   \nIndian Express Malayalam:    / iemalayalam  \nIndian Express Tamil:    /   \n\nTerhubung dengan kami:\nFacebook:   / indianexpress  \nTwitter:   / indianexpress  \nAplikasi Indian Express: http://indianexpress.com/apps/\nSitus Web Resmi: https://indianexpress.com/", "post_id": "wr13RbgbKL4"}}, {"key": "indianexpresstamil", "attributes": {"label": "indianexpresstamil", "x": 245.06944534642716, "y": 730.9381705330555, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.9031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wr13RbgbKL4", "id": "indianexpresstamil", "source": "youtube-000001", "content": "Penjelasan: Kisah Pertumbuhan India Dijelaskan: Poin-Poin Penting dari Laporan Tahunan RBI 2025-26\n\nPenjelasan: Apakah ekonomi India melambat, atau justru terbukti lebih tangguh dari yang diperkirakan banyak orang?\n\nLaporan Tahunan RBI 2025-26: Laporan Tahunan Bank Sentral India (RBI) 2025-26 menawarkan tinjauan rinci tentang kinerja ekonomi negara di tengah ketidakpastian global, ketegangan geopolitik, kekhawatiran inflasi, dan dinamika perdagangan yang berubah. Meskipun berita utama seringkali berfokus pada tantangan jangka pendek, penilaian RBI menyajikan gambaran yang lebih luas tentang pertumbuhan, penurunan inflasi, likuiditas yang lebih kuat, dan ketahanan ekonomi.\n\n#reservebankofindia #rbiannualreport2026 #indianinflationrates\n\nThe Indian Express meliput berbagai macam berita nasional dan internasional, termasuk pembaruan harian, perkembangan politik, liputan pemilihan, ulasan gadget dan ponsel, pembaruan teknologi, berita hiburan, tren Bollywood, berita olahraga, dan opini publik tentang topik harian.\n\nLiputan komprehensif The Indian Express meluas ke peristiwa global, memberikan analisis mendalam tentang urusan internasional. Dengan fokus pada perspektif India dan global, Indian Express menyajikan analisis editorial kelas atas dan pelaporan mendalam. Tetap terinformasi dengan berita terbaru, tren, penjelasan, dan pandangan ahli dari India dan seluruh dunia.\n\nAnda dapat mencari kami di YouTube dengan: , indian express, indian express newspaper today, indian express newspaper, indian express editorial analysis, indian express analysis, indian express analysis today, indian express, indian express news, the indian express newspaper analysis, the indian express, the indian express newspaper analysis today, the indian express editorial analysis, the indian express newspaper.\n\nTetap Ikuti Indian Express untuk Pembaruan Lebih Lanjut: https://indianexpress.com/\n\nTonton Acara Mingguan Kami:\n🡆 Political Pulse -    • Political Pulse  \n🡆 Express Explained In 60 Seconds -    • Express Explained In 60 Seconds  \n🡆 Zero Hour with Derek O' Brien -    • Zero Hour with Derek O' Brien  \n🡆 Indian Express Explained -    • Indian Express Explained  \n🡆 Materi Penting UPSC -    • UPSC ESSENTIALS: ART & CULTURE with Devdut...  \n\n#BeritaTerbaru #BeritaTerkini #BeritaBahasaInggris\n\nBerlangganan Saluran Kami:\nThe Indian Express: http://goo.gl/RjJrX0\n\nBerlangganan Saluran Jaringan Kami:\nJansatta (Hindi):    / jansatta  \nLoksatta (Marathi):    / loksatta  \nThe Financial Express    / financialexpress  \nExpress Drives (Otomotif):    / expressdrives  \nInuth (Pemuda):    / inuthdotcom  \nIndian Express Bangla:    / indianexpressbangla  \nIndian Express Punjab:    /   \nIndian Express Malayalam:    / iemalayalam  \nIndian Express Tamil:    /   \n\nTerhubung dengan kami:\nFacebook:   / indianexpress  \nTwitter:   / indianexpress  \nAplikasi Indian Express: http://indianexpress.com/apps/\nSitus Web Resmi: https://indianexpress.com/", "post_id": "wr13RbgbKL4"}}, {"key": "@TrendLabID", "attributes": {"label": "@TrendLabID", "x": 503.7979792815225, "y": 755.2813905984253, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "rolPKkebd4M", "id": "@TrendLabID", "source": "youtube-000001", "content": "Proyek KDM 2029: Mengapa Tender Jatuh ke Tangan Sama?\n\nProyek KDM 2029: Mengapa Tender Jatuh ke Tangan Sama? | Laporan Intelijen Data ‪‬ \nPerkembangan infrastruktur strategis menuju tahun 2029 menuntut pemahaman mendalam mengenai manajemen aset dan kebijakan anggaran publik. Ketika alokasi dana daerah digulirkan, pola distribusi proyek sering kali memperlihatkan kecenderungan yang seragam. Ini bukan sekadar masalah teknis pengadaan barang dan jasa, melainkan cerminan dari dinamika konsolidasi kapital di tingkat elite. Analisis terhadap dokumen pengadaan menunjukkan adanya kriteria kualifikasi yang sangat spesifik, yang secara natural membatasi jumlah partisipan pasar yang mampu bersaing. Fenomena ini memicu diskusi hangat di kalangan analis kebijakan publik mengenai efisiensi penyerapan anggaran fiskal dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi regional jangka panjang.\n\nDalam lanskap ekonomi politik kontemporer, keterkaitan antara pemegang kebijakan dan entitas korporasi besar membentuk sebuah ekosistem yang kompleks. Melalui pemetaan kekuatan (power mapping) yang objektif, kita dapat melihat bagaimana instrumen regulasi makro sering kali selaras dengan rencana ekspansi bisnis kelompok usaha tertentu. Stabilitas nasional menuju proyeksi 2029 membutuhkan kepastian hukum dan keberlanjutan pembangunan infrastruktur fisik. Oleh karena itu, penunjukan mitra strategis yang memiliki rekam jejak panjang sering kali dipandang oleh otoritas sebagai langkah mitigasi risiko kegagalan proyek, meskipun di sisi lain, hal ini menciptakan anomali kebijakan yang mereduksi iklim kompetisi yang sehat di sektor investasi daerah.\n\nProyek infrastruktur skala besar yang dikaitkan dengan figur kepemimpinan strategis seperti KDM selalu melibatkan instrumen finansial yang rumit, mulai dari skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) hingga sekuritisasi aset masa depan. Bagi para investor institusional, memahami pergerakan modal dalam lingkaran tender ini adalah kunci untuk membaca arah kebijakan moneter dan riil di tingkat domestik. Konsentrasi proyek pada segelintir korporasi raksasa secara tidak langsung memengaruhi volatilitas sektor konstruksi dan perbankan penyedia likuiditas. Artikel dan analisis ini membedah bagaimana manajemen risiko korporasi beradaptasi dengan preferensi politik lokal yang berdampak pada stabilitas makroekonomi secara nasional.\n\nMenjelang transisi kepemimpinan dan target pembangunan jangka panjang tahun 2029, setiap keputusan anggaran membawa bobot geopolitik domestik yang signifikan. Sentralisasi penyerapan proyek di satu tangan memunculkan pertanyaan mengenai desentralisasi ekonomi dan pemerataan kesejahteraan. Apakah pola ini merupakan prasyarat mutlak demi tercapainya efisiensi eksekusi di tengah ketidakpastian global, ataukah ini bentuk pengamanan logistik strategis jangka panjang? Dengan pendekatan yang dingin dan berbasis data finansial, kita mengeksplorasi bagaimana arsitektur kebijakan ini dirancang untuk menjaga keseimbangan kekuasaan sekaligus memastikan roda industrialisasi daerah tetap berputar sesuai target pertumbuhan nasional.\n\nStamptime:\n00:00 - Analisis Makro: Cetak Biru Infrastruktur Nasional 2029\n02:15 - Anatomi Pengadaan: Membaca Klausul Tender Berkinerja Tinggi\n04:30 - Power Mapping: Jaringan Korporasi dan Otoritas Publik\n06:45 - Anomali Kebijakan: Alasan Teknis di Balik Pemenang yang Sama\n09:15 - Manajemen Aset Daerah: Aliran Likuiditas Fiskal\n11:30 - Proyeksi KDM: Mitigasi Risiko Versus Efisiensi Pembangunan\n13:45 - Kesimpulan Eksekutif: Stabilitas Nasional dan Konsolidasi Kapital 2029\n\n#KDM #DediMulyadi #KepemimpinanStrategis #ElitePolitik #TokohNasional #KebijakanPublik #KonsolidasiKapital #InfrastrukturDaerah #AnggaranFiskal #RegulasiMakro #Proyeksi2029 #StabilitasNasional #AnalisisMakroekonomi #ManajemenAset #GeopolitikDomestik\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------\nAlgorithmc Integrity & Research Protocol:\nAnalisis & Riset: Team Trend Lab Indonesia\nMetodologi: Analisis Sentimen Digital & Social Media Mapping 2026\nSumber Data: Google Trends, Metadata Analysis, & Public Interaction Tracking\n\nEducation Shield (Disclaimer):\nVideo di channel ini diproduksi eksklusif untuk tujuan edukasi, analisis sosiologi mendalam, serta riset media digital. Trend Lab Indonesia beroperasi sebagai laboratorium data independen dan TIDAK BERAFILIASI dengan entitas politik, partai, atau tokoh publik manapun. Kami menggunakan pendekatan Data Science untuk membedah fenomena sosiopsikologi di Indonesia secara netral dan ilmiah.", "post_id": "rolPKkebd4M"}}, {"key": "TrendLabID", "attributes": {"label": "TrendLabID", "x": 462.0100060361745, "y": 629.9871949077987, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.6005, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "rolPKkebd4M", "id": "TrendLabID", "source": "youtube-000001", "content": "Proyek KDM 2029: Mengapa Tender Jatuh ke Tangan Sama?\n\nProyek KDM 2029: Mengapa Tender Jatuh ke Tangan Sama? | Laporan Intelijen Data ‪‬ \nPerkembangan infrastruktur strategis menuju tahun 2029 menuntut pemahaman mendalam mengenai manajemen aset dan kebijakan anggaran publik. Ketika alokasi dana daerah digulirkan, pola distribusi proyek sering kali memperlihatkan kecenderungan yang seragam. Ini bukan sekadar masalah teknis pengadaan barang dan jasa, melainkan cerminan dari dinamika konsolidasi kapital di tingkat elite. Analisis terhadap dokumen pengadaan menunjukkan adanya kriteria kualifikasi yang sangat spesifik, yang secara natural membatasi jumlah partisipan pasar yang mampu bersaing. Fenomena ini memicu diskusi hangat di kalangan analis kebijakan publik mengenai efisiensi penyerapan anggaran fiskal dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi regional jangka panjang.\n\nDalam lanskap ekonomi politik kontemporer, keterkaitan antara pemegang kebijakan dan entitas korporasi besar membentuk sebuah ekosistem yang kompleks. Melalui pemetaan kekuatan (power mapping) yang objektif, kita dapat melihat bagaimana instrumen regulasi makro sering kali selaras dengan rencana ekspansi bisnis kelompok usaha tertentu. Stabilitas nasional menuju proyeksi 2029 membutuhkan kepastian hukum dan keberlanjutan pembangunan infrastruktur fisik. Oleh karena itu, penunjukan mitra strategis yang memiliki rekam jejak panjang sering kali dipandang oleh otoritas sebagai langkah mitigasi risiko kegagalan proyek, meskipun di sisi lain, hal ini menciptakan anomali kebijakan yang mereduksi iklim kompetisi yang sehat di sektor investasi daerah.\n\nProyek infrastruktur skala besar yang dikaitkan dengan figur kepemimpinan strategis seperti KDM selalu melibatkan instrumen finansial yang rumit, mulai dari skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) hingga sekuritisasi aset masa depan. Bagi para investor institusional, memahami pergerakan modal dalam lingkaran tender ini adalah kunci untuk membaca arah kebijakan moneter dan riil di tingkat domestik. Konsentrasi proyek pada segelintir korporasi raksasa secara tidak langsung memengaruhi volatilitas sektor konstruksi dan perbankan penyedia likuiditas. Artikel dan analisis ini membedah bagaimana manajemen risiko korporasi beradaptasi dengan preferensi politik lokal yang berdampak pada stabilitas makroekonomi secara nasional.\n\nMenjelang transisi kepemimpinan dan target pembangunan jangka panjang tahun 2029, setiap keputusan anggaran membawa bobot geopolitik domestik yang signifikan. Sentralisasi penyerapan proyek di satu tangan memunculkan pertanyaan mengenai desentralisasi ekonomi dan pemerataan kesejahteraan. Apakah pola ini merupakan prasyarat mutlak demi tercapainya efisiensi eksekusi di tengah ketidakpastian global, ataukah ini bentuk pengamanan logistik strategis jangka panjang? Dengan pendekatan yang dingin dan berbasis data finansial, kita mengeksplorasi bagaimana arsitektur kebijakan ini dirancang untuk menjaga keseimbangan kekuasaan sekaligus memastikan roda industrialisasi daerah tetap berputar sesuai target pertumbuhan nasional.\n\nStamptime:\n00:00 - Analisis Makro: Cetak Biru Infrastruktur Nasional 2029\n02:15 - Anatomi Pengadaan: Membaca Klausul Tender Berkinerja Tinggi\n04:30 - Power Mapping: Jaringan Korporasi dan Otoritas Publik\n06:45 - Anomali Kebijakan: Alasan Teknis di Balik Pemenang yang Sama\n09:15 - Manajemen Aset Daerah: Aliran Likuiditas Fiskal\n11:30 - Proyeksi KDM: Mitigasi Risiko Versus Efisiensi Pembangunan\n13:45 - Kesimpulan Eksekutif: Stabilitas Nasional dan Konsolidasi Kapital 2029\n\n#KDM #DediMulyadi #KepemimpinanStrategis #ElitePolitik #TokohNasional #KebijakanPublik #KonsolidasiKapital #InfrastrukturDaerah #AnggaranFiskal #RegulasiMakro #Proyeksi2029 #StabilitasNasional #AnalisisMakroekonomi #ManajemenAset #GeopolitikDomestik\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------\nAlgorithmc Integrity & Research Protocol:\nAnalisis & Riset: Team Trend Lab Indonesia\nMetodologi: Analisis Sentimen Digital & Social Media Mapping 2026\nSumber Data: Google Trends, Metadata Analysis, & Public Interaction Tracking\n\nEducation Shield (Disclaimer):\nVideo di channel ini diproduksi eksklusif untuk tujuan edukasi, analisis sosiologi mendalam, serta riset media digital. Trend Lab Indonesia beroperasi sebagai laboratorium data independen dan TIDAK BERAFILIASI dengan entitas politik, partai, atau tokoh publik manapun. Kami menggunakan pendekatan Data Science untuk membedah fenomena sosiopsikologi di Indonesia secara netral dan ilmiah.", "post_id": "rolPKkebd4M"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 94.88167736607711, "y": 803.840264521371, "size": 13.86, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "gR8-hdwnGcA", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Penyebab Utama Saham Indonesia Dicoret dari Indeks FTSE Russell  | MILENOMICS\n\nSejumlah saham Indonesia resmi keluar dari FTSE Global Equity Index Series (GEIS) dalam hasil tinjauan berkala FTSE Russell periode Juni 2026. Perubahan komposisi indeks global ini menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi aliran dana investor institusi, khususnya dari reksa dana dan ETF yang menjadikan FTSE sebagai acuan investasi.\n\nFTSE Russell menjelaskan bahwa penghapusan sejumlah emiten Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, mulai dari tingginya konsentrasi kepemilikan saham, rendahnya porsi saham beredar di publik (free float), hingga perubahan status papan perdagangan. Keputusan tersebut kembali menyoroti pentingnya likuiditas dan keterbukaan kepemilikan saham dalam menjaga daya tarik emiten di mata investor global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "gR8-hdwnGcA"}}, {"key": "@CryptoSenseii", "attributes": {"label": "@CryptoSenseii", "x": 807.1504237436365, "y": 729.0485732349039, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "5QcKEt05We8", "id": "@CryptoSenseii", "source": "youtube-000001", "content": "SAYA SUDAH BILANG KAN PASUKAN XRP!!!!! SAYA SUDAH BILANG!\n\n🚨 BERITA MENGGEBRAK — Jika Anda hanya mempelajari SATU hal tentang XRP tahun ini, pelajari ini: XRP adalah aset jembatan institusional dan alat likuiditas — yang secara khusus dirancang untuk menyelesaikan nilai lintas batas yang besar tanpa selip. CharuSan baru saja memaparkan perhitungan yang mengakhiri perdebatan \"kapitalisasi pasar $10 triliun terlalu besar\" SELAMANYA.\nSaat ini, $27 TRILIUN dolar menganggur di rekening Nostro/Vostro global — uang yang didanai bank di koresponden asing hanya agar transaksi lintas batas dapat diselesaikan. Modal itu mati. Tidak menghasilkan apa pun. Terkunci. Dan itu ada HANYA karena tidak ada aset jembatan global untuk menggantikannya.\nSekarang pertimbangkan: XRPL sudah memiliki lebih dari 25.000 pool AMM. Pencarian jalur protokol MENGGUNAKAN XRP SECARA DEFAULT karena XRP termasuk di antara aset paling likuid di ledger terhadap berbagai macam rekanan. Tanpa aset jembatan bersama, setiap pasangan token akan membutuhkan pool likuiditasnya sendiri — model yang runtuh di bawah likuiditas yang terfragmentasi. Jadi, ketika para pelaku keuangan tradisional mengatakan \"XRP dengan kapitalisasi pasar $8–10 triliun terlalu besar,\" mereka menggunakan metrik yang SALAH. Kapitalisasi pasar = harga satuan × pasokan. Itu adalah konsep pasar saham. Untuk aset jembatan yang membawa arus harian $27 triliun, valuasi tersebut bukanlah \"terlalu besar\" — itu secara matematis diperlukan untuk mencegah sistem mengalami kemacetan.\n🥋 Pendapat Sensei: ini adalah bab matematika yang menghubungkan semuanya. Dikombinasikan dengan platform tokenisasi DTCC senilai $100 triliun yang menamai Ripple Prime, EO Fed Trump yang membuka akses kripto, integrasi Ripple Prime + EDX, dan jalur penandatanganan CLARITY Act pada bulan Juli — XRP sebagai aset jembatan global bukanlah prediksi. Itu adalah keniscayaan struktural.\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━\n💚 Uphold | XRP Anda, Bekerja Lebih Keras dari Sebelumnya\n▸ Jelajahi Uphold: https://uphold.com/sensei\n▸ Dapatkan Hadiah XRP: Kartu Elite 4% / Kartu Virtual 2%\n▸ Ubah Kripto menjadi Kredit Instan:    • How to Turn Your Crypto Into Instant Credi...  \n▸ Staking Fleksibel & Ditingkatkan:    • 🚨UPHOLD JUST DID A GAME CHANGER FOR XRP HO...  \n\n⚡ UpTrade | Broker Kripto Profesional\n▸ Jelajahi UpTrade: https://uptrade.co/ref/crypto-sensei\n▸ Diskon Biaya Perdagangan Seumur Hidup 45% + Onboarding\n▸ Penilaian Portofolio Gratis (Nilai $2.500)\n▸ Pelajari Lebih Lanjut:    • XRP HOLDERS EVERYTHING JUST BECAME SO MUCH...  \n\n⚡ UpTrade Alpha | Riset & Wawasan Pasar Kelas Institusional\n▸ Jelajahi UpTrade Alpha: https://uptradealpha.com/register?ref...\n▸ Bulan Pertama Gratis (Nilai $459)\n▸ Agen Riset AI Pribadi + Akses Acara\n▸ Pelajari Lebih Lanjut: https://www.youtube.com/live/rOwmzK_b...\n\n⚠️ Jangan Biarkan XRP Menganggur. Manfaatkan XRP Anda dengan D'CENT!\n\nDompet Biometrik (1X)\n▸ Diskon $30 + $50 XRP: https://store.dcentwallet.com/product...\n\nDompet Biometrik (2X)\n▸ Diskon $99 + $100 XRP: https://store.dcentwallet.com/product...\n❗ Stok Terbatas, Hingga 8 Juni\n\n✨ Nexo | Platform Kekayaan Anda untuk Aset Digital\n▸ Jelajahi Nexo: https://nexo.sjv.io/CryptoSensei\n━━━━━━━━━━━━━━━━━\n⭐ Komunitas + Buletin XRP Gratis\n▸ Discord:   / discord  \n▸ Buletin: https://joincryptonairz.com/Newsletter\n\n🔗 Kontak & Kolaborasi\n▸ Kemitraan: partnerships\n▸ Manajer Pengembangan Bisnis (Telegram) | \n▸ Formulir Kolaborasi: https://forms.gle/E6fskio5BBvd4zVn9\n▸ Tautan Media Sosial: https://linktr.ee/Crypt0Sensei\n\n🔴 Penafian Hukum & Regulasi Lengkap\n▸ https://docs.google.com/document/d/1T...\n\n#XRP #Ripple #BridgeAsset #ODL #XRPL #NostroVostro #CharuSan #CryptoSensei #XRPArmy #Cryptonairz\n#XRP #Ripple #Crypto #Blockchain #CryptoNews #xrpledger #xrpnews #cryptocurrency #altcoins #blockchaintechnology #cryptotrading #ripplexrp #xrpholders #xrparmy #xrptoday #xrpupdate #cryptosensei", "post_id": "5QcKEt05We8"}}, {"key": "Jaalyn_T", "attributes": {"label": "Jaalyn_T", "x": 822.132884465213, "y": 139.63405126462337, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.6005, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5QcKEt05We8", "id": "Jaalyn_T", "source": "youtube-000001", "content": "SAYA SUDAH BILANG KAN PASUKAN XRP!!!!! SAYA SUDAH BILANG!\n\n🚨 BERITA MENGGEBRAK — Jika Anda hanya mempelajari SATU hal tentang XRP tahun ini, pelajari ini: XRP adalah aset jembatan institusional dan alat likuiditas — yang secara khusus dirancang untuk menyelesaikan nilai lintas batas yang besar tanpa selip. CharuSan baru saja memaparkan perhitungan yang mengakhiri perdebatan \"kapitalisasi pasar $10 triliun terlalu besar\" SELAMANYA.\nSaat ini, $27 TRILIUN dolar menganggur di rekening Nostro/Vostro global — uang yang didanai bank di koresponden asing hanya agar transaksi lintas batas dapat diselesaikan. Modal itu mati. Tidak menghasilkan apa pun. Terkunci. Dan itu ada HANYA karena tidak ada aset jembatan global untuk menggantikannya.\nSekarang pertimbangkan: XRPL sudah memiliki lebih dari 25.000 pool AMM. Pencarian jalur protokol MENGGUNAKAN XRP SECARA DEFAULT karena XRP termasuk di antara aset paling likuid di ledger terhadap berbagai macam rekanan. Tanpa aset jembatan bersama, setiap pasangan token akan membutuhkan pool likuiditasnya sendiri — model yang runtuh di bawah likuiditas yang terfragmentasi. Jadi, ketika para pelaku keuangan tradisional mengatakan \"XRP dengan kapitalisasi pasar $8–10 triliun terlalu besar,\" mereka menggunakan metrik yang SALAH. Kapitalisasi pasar = harga satuan × pasokan. Itu adalah konsep pasar saham. Untuk aset jembatan yang membawa arus harian $27 triliun, valuasi tersebut bukanlah \"terlalu besar\" — itu secara matematis diperlukan untuk mencegah sistem mengalami kemacetan.\n🥋 Pendapat Sensei: ini adalah bab matematika yang menghubungkan semuanya. Dikombinasikan dengan platform tokenisasi DTCC senilai $100 triliun yang menamai Ripple Prime, EO Fed Trump yang membuka akses kripto, integrasi Ripple Prime + EDX, dan jalur penandatanganan CLARITY Act pada bulan Juli — XRP sebagai aset jembatan global bukanlah prediksi. Itu adalah keniscayaan struktural.\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━\n💚 Uphold | XRP Anda, Bekerja Lebih Keras dari Sebelumnya\n▸ Jelajahi Uphold: https://uphold.com/sensei\n▸ Dapatkan Hadiah XRP: Kartu Elite 4% / Kartu Virtual 2%\n▸ Ubah Kripto menjadi Kredit Instan:    • How to Turn Your Crypto Into Instant Credi...  \n▸ Staking Fleksibel & Ditingkatkan:    • 🚨UPHOLD JUST DID A GAME CHANGER FOR XRP HO...  \n\n⚡ UpTrade | Broker Kripto Profesional\n▸ Jelajahi UpTrade: https://uptrade.co/ref/crypto-sensei\n▸ Diskon Biaya Perdagangan Seumur Hidup 45% + Onboarding\n▸ Penilaian Portofolio Gratis (Nilai $2.500)\n▸ Pelajari Lebih Lanjut:    • XRP HOLDERS EVERYTHING JUST BECAME SO MUCH...  \n\n⚡ UpTrade Alpha | Riset & Wawasan Pasar Kelas Institusional\n▸ Jelajahi UpTrade Alpha: https://uptradealpha.com/register?ref...\n▸ Bulan Pertama Gratis (Nilai $459)\n▸ Agen Riset AI Pribadi + Akses Acara\n▸ Pelajari Lebih Lanjut: https://www.youtube.com/live/rOwmzK_b...\n\n⚠️ Jangan Biarkan XRP Menganggur. Manfaatkan XRP Anda dengan D'CENT!\n\nDompet Biometrik (1X)\n▸ Diskon $30 + $50 XRP: https://store.dcentwallet.com/product...\n\nDompet Biometrik (2X)\n▸ Diskon $99 + $100 XRP: https://store.dcentwallet.com/product...\n❗ Stok Terbatas, Hingga 8 Juni\n\n✨ Nexo | Platform Kekayaan Anda untuk Aset Digital\n▸ Jelajahi Nexo: https://nexo.sjv.io/CryptoSensei\n━━━━━━━━━━━━━━━━━\n⭐ Komunitas + Buletin XRP Gratis\n▸ Discord:   / discord  \n▸ Buletin: https://joincryptonairz.com/Newsletter\n\n🔗 Kontak & Kolaborasi\n▸ Kemitraan: partnerships\n▸ Manajer Pengembangan Bisnis (Telegram) | \n▸ Formulir Kolaborasi: https://forms.gle/E6fskio5BBvd4zVn9\n▸ Tautan Media Sosial: https://linktr.ee/Crypt0Sensei\n\n🔴 Penafian Hukum & Regulasi Lengkap\n▸ https://docs.google.com/document/d/1T...\n\n#XRP #Ripple #BridgeAsset #ODL #XRPL #NostroVostro #CharuSan #CryptoSensei #XRPArmy #Cryptonairz\n#XRP #Ripple #Crypto #Blockchain #CryptoNews #xrpledger #xrpnews #cryptocurrency #altcoins #blockchaintechnology #cryptotrading #ripplexrp #xrpholders #xrparmy #xrptoday #xrpupdate #cryptosensei", "post_id": "5QcKEt05We8"}}, {"key": "@CryptoInsiderOfficial", "attributes": {"label": "@CryptoInsiderOfficial", "x": 554.0558414304846, "y": 907.9562294307458, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "uDV8YRsZU3o", "id": "@CryptoInsiderOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "Saya Keluar dari Pasar Sampai Hal Ini Terjadi | Arthur Hayes\n\nArthur Hayes bergabung dengan Ran untuk membahas perkembangan terbaru di dunia kripto, saham, dan lanskap makro yang lebih luas. Dengan semakin diperlukannya langkah untuk sepenuhnya menghindari risiko, mereka mengeksplorasi risiko, peluang, dan sinyal utama yang membentuk lingkungan saat ini. Dari likuiditas hingga Bitcoin dan ekuitas, ini adalah pembahasan mendalam tentang apa yang mendorong pasar saat ini dan apa yang mungkin terjadi selanjutnya.\n\n___________________________________________\n\n𝗙𝗘𝗔𝗧𝗨𝗥𝗘𝗗 𝗢𝗡 𝗧𝗛𝗜𝗦 𝗦𝗛𝗢𝗪!\n\n⬇⬇⬇⬇⬇⬇\n\n⭐️ 𝗧𝗥𝗔𝗗𝗘 𝗦𝗧𝗔𝗥𝗦 - 𝗝𝗼𝗶𝗻 𝗥𝗮𝗻 𝘄𝗶𝘁𝗵 𝗮 𝘀𝗲𝗮𝘁 𝗮𝘁 𝘁𝗵𝗲 𝗧𝗔𝗕𝗟𝗘 𝗶𝗻 𝘁𝗵𝗲 𝗧𝗥𝗔𝗗𝗘 𝗦𝗧𝗔𝗥𝗦 Buka TradeStars!!\n1️⃣ DAFTAR DI SINI\n👉 https://tradestars.xyz/sign-in-up?ref...\n2️⃣ Kemudian bergabunglah di sini - KOMUNITAS PRIVAT BANTER SAJA - MEJA HADIAH $5.000!!\n\n👉 https://tradestars.xyz/table?table_id...\n\n___________________________________________\n\nSALURAN TERBAIK & TERHEBAT\n⬇⬇⬇⬇⬇⬇\n\n🆇 ARTHUR DI X\n👉 https://x.com/cryptohayes?s=21\n\n_____________________\n\n🆇 RAN DI X\n👉 Ikuti Ran: https://x.com/cryptomanran\n\n📷 RAN DI INSTAGRAM\n👉 Ikuti Ran: https://bit.ly/ran-insta\n\n📺 RAN NEUNER UNFILTERED\n➡️ Di saluran ini, Ran berbagi pelajaran bisnis yang jujur ​​dan tanpa filter\n👉 Berlangganan di sini:    /   \n\n📺 CRYPTO INSIDER\n➡️ Membangun komunitas kripto paling menguntungkan di dunia dengan berita terkini dan alfa\n👉 Berlangganan di sini:    /   \n___________________________________________\n\n👁️‍🗨️ Crypto Banker berdasarkan pengikutnya Kode Etik:\nhttps://www.cryptobanter.com/our-ethics/\n\nKami sangat serius dalam mematuhi kode etik kami dan telah melibatkan  ( / zachxbt ) untuk memantau kemajuan kami. Jika Anda merasa kami tidak memenuhi harapan dan memiliki bukti kuat, silakan kirim email langsung ke ZachXBT di reportcb\n\n⚠️ ADALAH KERUGIAN DALAM KOMENTAR DAN KOMUNITAS KAMI 𝗖𝗛𝗔𝗡𝗡𝗘𝗟𝗦\n___________________________________________\n📝 𝗗𝗶𝘀𝗰𝗹𝗮𝗶𝗺𝗲𝗿:\n\nCrypto Banter adalah podcast sosial untuk tujuan hiburan saja!\n\nSemua opini yang diungkapkan oleh pembawa acara, tamu, dan penelepon tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan! Pandangan yang diungkapkan oleh tamu dan pembawa acara tidak mencerminkan pandangan stasiun. Pendengar didorong untuk melakukan riset sendiri.\n\n#ArthurHayes #AIBubble #SpaceXIPO #LikuiditasBitcoin #CryptoInsider\n\n⏱ 𝗧𝗶𝗺𝗲𝘀𝘁𝗮𝗺𝗽𝘀:\n00:00 Mengapa Bitcoin Turun 50% Sementara AI Melonjak\n06:12 3 Katalis yang Akan Menembus Gelembung AI\n12:30 Gelembung Pasar AI, Dampak Kripto & Prospek Pasar\n17:56 Bagaimana IPO SpaceX Menguras Likuiditas Pasar Global\n21:52 Kapan The Fed Akhirnya Akan Mulai Mencetak Modal?\n\n25:22 Menghindari Risiko Hingga Pemilu November\n28:03 Mengapa Arthur Hayes Baru Saja Menjual Altcoin Utamanya\n32:02 Kerentanan Zcash: Mengapa Arthur Menjual Semuanya\n36:31 Worldcoin: Perdagangan Proksi Rahasia untuk OpenAI\n37:57 Kompetisi Perdagangan Kripto Eksklusif: Klaim Tempat Gratis Anda\n\n🎬Tonton Lebih Banyak Informasi Ran:\n🎞️Gabung 𝗖𝗼𝗻𝘀𝗼𝗿𝘁𝗶:    • Bitcoin Is About To Make Everyone Look Stu...  \n🎞️𝗕𝗲𝗻 𝗖𝗼𝘄𝗲𝗻:    • This Is Where Bitcoin Finally Bottoms | Be...  \n🎞️𝗛𝗲𝗻𝗿𝗶𝗸 𝗭𝗲𝗯𝗲𝗿𝗴:    • Why Henrik Zeberg Predicts A 97% Bitcoin C...  \n🎬𝗪𝗮𝘁𝗰𝗵 𝗠𝗼𝗿𝗲 𝗖𝗿𝘆𝗽𝘁𝗼 Video:\n🎞️    • Ran's Show - Crypto Alpha, News & Fundamen...", "post_id": "uDV8YRsZU3o"}}, {"key": "ranneunerofficial", "attributes": {"label": "ranneunerofficial", "x": 30.399800203164908, "y": 978.0273536198994, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.9031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uDV8YRsZU3o", "id": "ranneunerofficial", "source": "youtube-000001", "content": "Saya Keluar dari Pasar Sampai Hal Ini Terjadi | Arthur Hayes\n\nArthur Hayes bergabung dengan Ran untuk membahas perkembangan terbaru di dunia kripto, saham, dan lanskap makro yang lebih luas. Dengan semakin diperlukannya langkah untuk sepenuhnya menghindari risiko, mereka mengeksplorasi risiko, peluang, dan sinyal utama yang membentuk lingkungan saat ini. Dari likuiditas hingga Bitcoin dan ekuitas, ini adalah pembahasan mendalam tentang apa yang mendorong pasar saat ini dan apa yang mungkin terjadi selanjutnya.\n\n___________________________________________\n\n𝗙𝗘𝗔𝗧𝗨𝗥𝗘𝗗 𝗢𝗡 𝗧𝗛𝗜𝗦 𝗦𝗛𝗢𝗪!\n\n⬇⬇⬇⬇⬇⬇\n\n⭐️ 𝗧𝗥𝗔𝗗𝗘 𝗦𝗧𝗔𝗥𝗦 - 𝗝𝗼𝗶𝗻 𝗥𝗮𝗻 𝘄𝗶𝘁𝗵 𝗮 𝘀𝗲𝗮𝘁 𝗮𝘁 𝘁𝗵𝗲 𝗧𝗔𝗕𝗟𝗘 𝗶𝗻 𝘁𝗵𝗲 𝗧𝗥𝗔𝗗𝗘 𝗦𝗧𝗔𝗥𝗦 Buka TradeStars!!\n1️⃣ DAFTAR DI SINI\n👉 https://tradestars.xyz/sign-in-up?ref...\n2️⃣ Kemudian bergabunglah di sini - KOMUNITAS PRIVAT BANTER SAJA - MEJA HADIAH $5.000!!\n\n👉 https://tradestars.xyz/table?table_id...\n\n___________________________________________\n\nSALURAN TERBAIK & TERHEBAT\n⬇⬇⬇⬇⬇⬇\n\n🆇 ARTHUR DI X\n👉 https://x.com/cryptohayes?s=21\n\n_____________________\n\n🆇 RAN DI X\n👉 Ikuti Ran: https://x.com/cryptomanran\n\n📷 RAN DI INSTAGRAM\n👉 Ikuti Ran: https://bit.ly/ran-insta\n\n📺 RAN NEUNER UNFILTERED\n➡️ Di saluran ini, Ran berbagi pelajaran bisnis yang jujur ​​dan tanpa filter\n👉 Berlangganan di sini:    /   \n\n📺 CRYPTO INSIDER\n➡️ Membangun komunitas kripto paling menguntungkan di dunia dengan berita terkini dan alfa\n👉 Berlangganan di sini:    /   \n___________________________________________\n\n👁️‍🗨️ Crypto Banker berdasarkan pengikutnya Kode Etik:\nhttps://www.cryptobanter.com/our-ethics/\n\nKami sangat serius dalam mematuhi kode etik kami dan telah melibatkan  ( / zachxbt ) untuk memantau kemajuan kami. Jika Anda merasa kami tidak memenuhi harapan dan memiliki bukti kuat, silakan kirim email langsung ke ZachXBT di reportcb\n\n⚠️ ADALAH KERUGIAN DALAM KOMENTAR DAN KOMUNITAS KAMI 𝗖𝗛𝗔𝗡𝗡𝗘𝗟𝗦\n___________________________________________\n📝 𝗗𝗶𝘀𝗰𝗹𝗮𝗶𝗺𝗲𝗿:\n\nCrypto Banter adalah podcast sosial untuk tujuan hiburan saja!\n\nSemua opini yang diungkapkan oleh pembawa acara, tamu, dan penelepon tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan! Pandangan yang diungkapkan oleh tamu dan pembawa acara tidak mencerminkan pandangan stasiun. Pendengar didorong untuk melakukan riset sendiri.\n\n#ArthurHayes #AIBubble #SpaceXIPO #LikuiditasBitcoin #CryptoInsider\n\n⏱ 𝗧𝗶𝗺𝗲𝘀𝘁𝗮𝗺𝗽𝘀:\n00:00 Mengapa Bitcoin Turun 50% Sementara AI Melonjak\n06:12 3 Katalis yang Akan Menembus Gelembung AI\n12:30 Gelembung Pasar AI, Dampak Kripto & Prospek Pasar\n17:56 Bagaimana IPO SpaceX Menguras Likuiditas Pasar Global\n21:52 Kapan The Fed Akhirnya Akan Mulai Mencetak Modal?\n\n25:22 Menghindari Risiko Hingga Pemilu November\n28:03 Mengapa Arthur Hayes Baru Saja Menjual Altcoin Utamanya\n32:02 Kerentanan Zcash: Mengapa Arthur Menjual Semuanya\n36:31 Worldcoin: Perdagangan Proksi Rahasia untuk OpenAI\n37:57 Kompetisi Perdagangan Kripto Eksklusif: Klaim Tempat Gratis Anda\n\n🎬Tonton Lebih Banyak Informasi Ran:\n🎞️Gabung 𝗖𝗼𝗻𝘀𝗼𝗿𝘁𝗶:    • Bitcoin Is About To Make Everyone Look Stu...  \n🎞️𝗕𝗲𝗻 𝗖𝗼𝘄𝗲𝗻:    • This Is Where Bitcoin Finally Bottoms | Be...  \n🎞️𝗛𝗲𝗻𝗿𝗶𝗸 𝗭𝗲𝗯𝗲𝗿𝗴:    • Why Henrik Zeberg Predicts A 97% Bitcoin C...  \n🎬𝗪𝗮𝘁𝗰𝗵 𝗠𝗼𝗿𝗲 𝗖𝗿𝘆𝗽𝘁𝗼 Video:\n🎞️    • Ran's Show - Crypto Alpha, News & Fundamen...", "post_id": "uDV8YRsZU3o"}}, {"key": "cryptoinsiderofficial", "attributes": {"label": "cryptoinsiderofficial", "x": 888.8156531524248, "y": 233.29829275919977, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.9031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uDV8YRsZU3o", "id": "cryptoinsiderofficial", "source": "youtube-000001", "content": "Saya Keluar dari Pasar Sampai Hal Ini Terjadi | Arthur Hayes\n\nArthur Hayes bergabung dengan Ran untuk membahas perkembangan terbaru di dunia kripto, saham, dan lanskap makro yang lebih luas. Dengan semakin diperlukannya langkah untuk sepenuhnya menghindari risiko, mereka mengeksplorasi risiko, peluang, dan sinyal utama yang membentuk lingkungan saat ini. Dari likuiditas hingga Bitcoin dan ekuitas, ini adalah pembahasan mendalam tentang apa yang mendorong pasar saat ini dan apa yang mungkin terjadi selanjutnya.\n\n___________________________________________\n\n𝗙𝗘𝗔𝗧𝗨𝗥𝗘𝗗 𝗢𝗡 𝗧𝗛𝗜𝗦 𝗦𝗛𝗢𝗪!\n\n⬇⬇⬇⬇⬇⬇\n\n⭐️ 𝗧𝗥𝗔𝗗𝗘 𝗦𝗧𝗔𝗥𝗦 - 𝗝𝗼𝗶𝗻 𝗥𝗮𝗻 𝘄𝗶𝘁𝗵 𝗮 𝘀𝗲𝗮𝘁 𝗮𝘁 𝘁𝗵𝗲 𝗧𝗔𝗕𝗟𝗘 𝗶𝗻 𝘁𝗵𝗲 𝗧𝗥𝗔𝗗𝗘 𝗦𝗧𝗔𝗥𝗦 Buka TradeStars!!\n1️⃣ DAFTAR DI SINI\n👉 https://tradestars.xyz/sign-in-up?ref...\n2️⃣ Kemudian bergabunglah di sini - KOMUNITAS PRIVAT BANTER SAJA - MEJA HADIAH $5.000!!\n\n👉 https://tradestars.xyz/table?table_id...\n\n___________________________________________\n\nSALURAN TERBAIK & TERHEBAT\n⬇⬇⬇⬇⬇⬇\n\n🆇 ARTHUR DI X\n👉 https://x.com/cryptohayes?s=21\n\n_____________________\n\n🆇 RAN DI X\n👉 Ikuti Ran: https://x.com/cryptomanran\n\n📷 RAN DI INSTAGRAM\n👉 Ikuti Ran: https://bit.ly/ran-insta\n\n📺 RAN NEUNER UNFILTERED\n➡️ Di saluran ini, Ran berbagi pelajaran bisnis yang jujur ​​dan tanpa filter\n👉 Berlangganan di sini:    /   \n\n📺 CRYPTO INSIDER\n➡️ Membangun komunitas kripto paling menguntungkan di dunia dengan berita terkini dan alfa\n👉 Berlangganan di sini:    /   \n___________________________________________\n\n👁️‍🗨️ Crypto Banker berdasarkan pengikutnya Kode Etik:\nhttps://www.cryptobanter.com/our-ethics/\n\nKami sangat serius dalam mematuhi kode etik kami dan telah melibatkan  ( / zachxbt ) untuk memantau kemajuan kami. Jika Anda merasa kami tidak memenuhi harapan dan memiliki bukti kuat, silakan kirim email langsung ke ZachXBT di reportcb\n\n⚠️ ADALAH KERUGIAN DALAM KOMENTAR DAN KOMUNITAS KAMI 𝗖𝗛𝗔𝗡𝗡𝗘𝗟𝗦\n___________________________________________\n📝 𝗗𝗶𝘀𝗰𝗹𝗮𝗶𝗺𝗲𝗿:\n\nCrypto Banter adalah podcast sosial untuk tujuan hiburan saja!\n\nSemua opini yang diungkapkan oleh pembawa acara, tamu, dan penelepon tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan! Pandangan yang diungkapkan oleh tamu dan pembawa acara tidak mencerminkan pandangan stasiun. Pendengar didorong untuk melakukan riset sendiri.\n\n#ArthurHayes #AIBubble #SpaceXIPO #LikuiditasBitcoin #CryptoInsider\n\n⏱ 𝗧𝗶𝗺𝗲𝘀𝘁𝗮𝗺𝗽𝘀:\n00:00 Mengapa Bitcoin Turun 50% Sementara AI Melonjak\n06:12 3 Katalis yang Akan Menembus Gelembung AI\n12:30 Gelembung Pasar AI, Dampak Kripto & Prospek Pasar\n17:56 Bagaimana IPO SpaceX Menguras Likuiditas Pasar Global\n21:52 Kapan The Fed Akhirnya Akan Mulai Mencetak Modal?\n\n25:22 Menghindari Risiko Hingga Pemilu November\n28:03 Mengapa Arthur Hayes Baru Saja Menjual Altcoin Utamanya\n32:02 Kerentanan Zcash: Mengapa Arthur Menjual Semuanya\n36:31 Worldcoin: Perdagangan Proksi Rahasia untuk OpenAI\n37:57 Kompetisi Perdagangan Kripto Eksklusif: Klaim Tempat Gratis Anda\n\n🎬Tonton Lebih Banyak Informasi Ran:\n🎞️Gabung 𝗖𝗼𝗻𝘀𝗼𝗿𝘁𝗶:    • Bitcoin Is About To Make Everyone Look Stu...  \n🎞️𝗕𝗲𝗻 𝗖𝗼𝘄𝗲𝗻:    • This Is Where Bitcoin Finally Bottoms | Be...  \n🎞️𝗛𝗲𝗻𝗿𝗶𝗸 𝗭𝗲𝗯𝗲𝗿𝗴:    • Why Henrik Zeberg Predicts A 97% Bitcoin C...  \n🎬𝗪𝗮𝘁𝗰𝗵 𝗠𝗼𝗿𝗲 𝗖𝗿𝘆𝗽𝘁𝗼 Video:\n🎞️    • Ran's Show - Crypto Alpha, News & Fundamen...", "post_id": "uDV8YRsZU3o"}}, {"key": "zachxbt", "attributes": {"label": "zachxbt", "x": 314.9174741360714, "y": 753.9586023079981, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.9031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uDV8YRsZU3o", "id": "zachxbt", "source": "youtube-000001", "content": "Saya Keluar dari Pasar Sampai Hal Ini Terjadi | Arthur Hayes\n\nArthur Hayes bergabung dengan Ran untuk membahas perkembangan terbaru di dunia kripto, saham, dan lanskap makro yang lebih luas. Dengan semakin diperlukannya langkah untuk sepenuhnya menghindari risiko, mereka mengeksplorasi risiko, peluang, dan sinyal utama yang membentuk lingkungan saat ini. Dari likuiditas hingga Bitcoin dan ekuitas, ini adalah pembahasan mendalam tentang apa yang mendorong pasar saat ini dan apa yang mungkin terjadi selanjutnya.\n\n___________________________________________\n\n𝗙𝗘𝗔𝗧𝗨𝗥𝗘𝗗 𝗢𝗡 𝗧𝗛𝗜𝗦 𝗦𝗛𝗢𝗪!\n\n⬇⬇⬇⬇⬇⬇\n\n⭐️ 𝗧𝗥𝗔𝗗𝗘 𝗦𝗧𝗔𝗥𝗦 - 𝗝𝗼𝗶𝗻 𝗥𝗮𝗻 𝘄𝗶𝘁𝗵 𝗮 𝘀𝗲𝗮𝘁 𝗮𝘁 𝘁𝗵𝗲 𝗧𝗔𝗕𝗟𝗘 𝗶𝗻 𝘁𝗵𝗲 𝗧𝗥𝗔𝗗𝗘 𝗦𝗧𝗔𝗥𝗦 Buka TradeStars!!\n1️⃣ DAFTAR DI SINI\n👉 https://tradestars.xyz/sign-in-up?ref...\n2️⃣ Kemudian bergabunglah di sini - KOMUNITAS PRIVAT BANTER SAJA - MEJA HADIAH $5.000!!\n\n👉 https://tradestars.xyz/table?table_id...\n\n___________________________________________\n\nSALURAN TERBAIK & TERHEBAT\n⬇⬇⬇⬇⬇⬇\n\n🆇 ARTHUR DI X\n👉 https://x.com/cryptohayes?s=21\n\n_____________________\n\n🆇 RAN DI X\n👉 Ikuti Ran: https://x.com/cryptomanran\n\n📷 RAN DI INSTAGRAM\n👉 Ikuti Ran: https://bit.ly/ran-insta\n\n📺 RAN NEUNER UNFILTERED\n➡️ Di saluran ini, Ran berbagi pelajaran bisnis yang jujur ​​dan tanpa filter\n👉 Berlangganan di sini:    /   \n\n📺 CRYPTO INSIDER\n➡️ Membangun komunitas kripto paling menguntungkan di dunia dengan berita terkini dan alfa\n👉 Berlangganan di sini:    /   \n___________________________________________\n\n👁️‍🗨️ Crypto Banker berdasarkan pengikutnya Kode Etik:\nhttps://www.cryptobanter.com/our-ethics/\n\nKami sangat serius dalam mematuhi kode etik kami dan telah melibatkan  ( / zachxbt ) untuk memantau kemajuan kami. Jika Anda merasa kami tidak memenuhi harapan dan memiliki bukti kuat, silakan kirim email langsung ke ZachXBT di reportcb\n\n⚠️ ADALAH KERUGIAN DALAM KOMENTAR DAN KOMUNITAS KAMI 𝗖𝗛𝗔𝗡𝗡𝗘𝗟𝗦\n___________________________________________\n📝 𝗗𝗶𝘀𝗰𝗹𝗮𝗶𝗺𝗲𝗿:\n\nCrypto Banter adalah podcast sosial untuk tujuan hiburan saja!\n\nSemua opini yang diungkapkan oleh pembawa acara, tamu, dan penelepon tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan! Pandangan yang diungkapkan oleh tamu dan pembawa acara tidak mencerminkan pandangan stasiun. Pendengar didorong untuk melakukan riset sendiri.\n\n#ArthurHayes #AIBubble #SpaceXIPO #LikuiditasBitcoin #CryptoInsider\n\n⏱ 𝗧𝗶𝗺𝗲𝘀𝘁𝗮𝗺𝗽𝘀:\n00:00 Mengapa Bitcoin Turun 50% Sementara AI Melonjak\n06:12 3 Katalis yang Akan Menembus Gelembung AI\n12:30 Gelembung Pasar AI, Dampak Kripto & Prospek Pasar\n17:56 Bagaimana IPO SpaceX Menguras Likuiditas Pasar Global\n21:52 Kapan The Fed Akhirnya Akan Mulai Mencetak Modal?\n\n25:22 Menghindari Risiko Hingga Pemilu November\n28:03 Mengapa Arthur Hayes Baru Saja Menjual Altcoin Utamanya\n32:02 Kerentanan Zcash: Mengapa Arthur Menjual Semuanya\n36:31 Worldcoin: Perdagangan Proksi Rahasia untuk OpenAI\n37:57 Kompetisi Perdagangan Kripto Eksklusif: Klaim Tempat Gratis Anda\n\n🎬Tonton Lebih Banyak Informasi Ran:\n🎞️Gabung 𝗖𝗼𝗻𝘀𝗼𝗿𝘁𝗶:    • Bitcoin Is About To Make Everyone Look Stu...  \n🎞️𝗕𝗲𝗻 𝗖𝗼𝘄𝗲𝗻:    • This Is Where Bitcoin Finally Bottoms | Be...  \n🎞️𝗛𝗲𝗻𝗿𝗶𝗸 𝗭𝗲𝗯𝗲𝗿𝗴:    • Why Henrik Zeberg Predicts A 97% Bitcoin C...  \n🎬𝗪𝗮𝘁𝗰𝗵 𝗠𝗼𝗿𝗲 𝗖𝗿𝘆𝗽𝘁𝗼 Video:\n🎞️    • Ran's Show - Crypto Alpha, News & Fundamen...", "post_id": "uDV8YRsZU3o"}}, {"key": "@themetalwar", "attributes": {"label": "@themetalwar", "x": 286.6840977830174, "y": 301.28203673857433, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "BEz63wnJCL8", "id": "@themetalwar", "source": "youtube-000001", "content": "Mendesak & Penting! Marc Faber & Egon von Greyerz Sampaikan Prediksi BOMBASTIS untuk Harga Emas &...\n\nPenting dan Mendesak! Marc Faber & Egon von Greyerz Mengungkap Prediksi Mengejutkan untuk Harga Emas & Perak\n\nPenurunan harga logam mulia baru-baru ini telah menciptakan perdebatan sengit di kalangan investor, tetapi tren jangka panjang terus menunjukkan pergeseran besar di pasar global. Meskipun volatilitas jangka pendek dapat mengguncang kepercayaan, periode koreksi sering muncul selama pasar bullish sekuler yang kuat dan dapat menciptakan peluang bagi investor yang sabar.\nMarc Faber, seorang investor veteran yang dikenal karena pandangan pasarnya yang kontrarian, dan Egon von Greyerz, seorang pendukung lama pelestarian kekayaan melalui logam mulia, berpendapat bahwa lingkungan keuangan saat ini tetap sangat dipengaruhi oleh ekspansi utang, intervensi moneter, dan ketidakseimbangan struktural di seluruh ekonomi global. Pandangan mereka berpusat pada keyakinan bahwa penciptaan uang yang berlebihan dan tekanan fiskal yang meningkat akan terus melemahkan daya beli mata uang kertas sambil mendukung aset riil dari waktu ke waktu.\nPerak mendapat perhatian khusus karena kecenderungannya secara historis untuk mengungguli emas selama pasar bullish logam mulia yang kuat. Argumennya adalah bahwa volatilitas perak bekerja dua arah, tetapi begitu momentum kembali, pergerakan harga dapat berakselerasi jauh lebih cepat daripada emas. Pelemahan baru-baru ini dipandang bukan sebagai tanda tren yang terputus, tetapi sebagai jeda normal dalam siklus kenaikan yang lebih besar. Sementara itu, emas terus dipandang sebagai fondasi pelestarian kekayaan. Terlepas dari keuntungan substansial dalam beberapa tahun terakhir, tesis yang lebih luas menunjukkan bahwa emas tetap undervalued relatif terhadap aset keuangan, terutama jika dibandingkan dengan saham dan perusahaan teknologi yang berharga tinggi. Jika ekspansi moneter berlanjut dan defisit pemerintah terus meningkat, kedua logam tersebut dapat memperoleh keuntungan signifikan di tahun-tahun mendatang.\nKekhawatiran utama yang disoroti sepanjang diskusi adalah kondisi sistem keuangan global. Tingkat utang yang besar, defisit fiskal yang terus-menerus, dan ketergantungan pada intervensi bank sentral telah menciptakan apa yang oleh banyak orang dianggap sebagai struktur ekonomi yang semakin rapuh. Pasar telah menjadi bergantung pada likuiditas, dan para pembuat kebijakan sering menanggapi perlambatan pertumbuhan dengan langkah-langkah stimulus tambahan daripada membiarkan ketidakseimbangan terkoreksi secara alami.\nHarapannya adalah bahwa tantangan ekonomi di masa depan akan mendorong ekspansi moneter yang lebih besar lagi. Karena pemerintah menghadapi kewajiban yang meningkat dan tekanan politik untuk mempertahankan pertumbuhan, penurunan nilai mata uang menjadi respons kebijakan yang mungkin terjadi. Dalam keadaan seperti itu, instrumen tabungan tradisional dan investasi pendapatan tetap mungkin kesulitan untuk mempertahankan daya beli. Oleh karena itu, emas dan perak dipandang sebagai asuransi keuangan daripada perdagangan spekulatif.\n\nTetaplah mengikuti perkembangan harga emas dan perak terbaru dengan The Metal War! Baik Anda baru mengenal investasi atau seorang profesional berpengalaman, pembaruan kami akan terus memberi Anda informasi tentang tren pasar emas dan perak saat ini.\n\nBerlangganan saluran ini\n\n/ \n\nKami membuat konten edukatif tentang dunia komoditas yang menghadirkan berita pasar terbaru dan klip terbaik dari para ahli yang paling dicari di bidang emas dan perak, menjelaskan konsep-konsep kunci yang dibahas dalam episode tersebut, dan mengajarkan Anda dasar-dasar emas dan perak agar Anda tetap terinformasi.\n\nPERNYATAAN KEUANGAN Saluran ini bertujuan untuk berbagi kiat dan video investasi dari para ahli. KAMI TIDAK MEMBERIKAN NASIHAT KEUANGAN! Harap berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum mengambil tindakan keuangan apa pun. Kami mendapatkan komisi dari rujukan di atas berdasarkan persentase komisi per biaya yang dihasilkan oleh pendaftaran baru.\n\n#emas #marcfaber #egonvongreyerz #perak #hargaemas #hargaperak #investasi #investasi #prediksihargaemas #trenpasar #wawasankeuangan #membangunkekayaan #logammulia #tipsinvestasi #keuangan #makroekonomi #prakiraanhargaperak #hargaperakhariini #hargaemashariini #peranglogam", "post_id": "BEz63wnJCL8"}}, {"key": "TheMetalWar", "attributes": {"label": "TheMetalWar", "x": 166.26811222612147, "y": 226.86098304491898, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.6005, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "BEz63wnJCL8", "id": "TheMetalWar", "source": "youtube-000001", "content": "Mendesak & Penting! Marc Faber & Egon von Greyerz Sampaikan Prediksi BOMBASTIS untuk Harga Emas &...\n\nPenting dan Mendesak! Marc Faber & Egon von Greyerz Mengungkap Prediksi Mengejutkan untuk Harga Emas & Perak\n\nPenurunan harga logam mulia baru-baru ini telah menciptakan perdebatan sengit di kalangan investor, tetapi tren jangka panjang terus menunjukkan pergeseran besar di pasar global. Meskipun volatilitas jangka pendek dapat mengguncang kepercayaan, periode koreksi sering muncul selama pasar bullish sekuler yang kuat dan dapat menciptakan peluang bagi investor yang sabar.\nMarc Faber, seorang investor veteran yang dikenal karena pandangan pasarnya yang kontrarian, dan Egon von Greyerz, seorang pendukung lama pelestarian kekayaan melalui logam mulia, berpendapat bahwa lingkungan keuangan saat ini tetap sangat dipengaruhi oleh ekspansi utang, intervensi moneter, dan ketidakseimbangan struktural di seluruh ekonomi global. Pandangan mereka berpusat pada keyakinan bahwa penciptaan uang yang berlebihan dan tekanan fiskal yang meningkat akan terus melemahkan daya beli mata uang kertas sambil mendukung aset riil dari waktu ke waktu.\nPerak mendapat perhatian khusus karena kecenderungannya secara historis untuk mengungguli emas selama pasar bullish logam mulia yang kuat. Argumennya adalah bahwa volatilitas perak bekerja dua arah, tetapi begitu momentum kembali, pergerakan harga dapat berakselerasi jauh lebih cepat daripada emas. Pelemahan baru-baru ini dipandang bukan sebagai tanda tren yang terputus, tetapi sebagai jeda normal dalam siklus kenaikan yang lebih besar. Sementara itu, emas terus dipandang sebagai fondasi pelestarian kekayaan. Terlepas dari keuntungan substansial dalam beberapa tahun terakhir, tesis yang lebih luas menunjukkan bahwa emas tetap undervalued relatif terhadap aset keuangan, terutama jika dibandingkan dengan saham dan perusahaan teknologi yang berharga tinggi. Jika ekspansi moneter berlanjut dan defisit pemerintah terus meningkat, kedua logam tersebut dapat memperoleh keuntungan signifikan di tahun-tahun mendatang.\nKekhawatiran utama yang disoroti sepanjang diskusi adalah kondisi sistem keuangan global. Tingkat utang yang besar, defisit fiskal yang terus-menerus, dan ketergantungan pada intervensi bank sentral telah menciptakan apa yang oleh banyak orang dianggap sebagai struktur ekonomi yang semakin rapuh. Pasar telah menjadi bergantung pada likuiditas, dan para pembuat kebijakan sering menanggapi perlambatan pertumbuhan dengan langkah-langkah stimulus tambahan daripada membiarkan ketidakseimbangan terkoreksi secara alami.\nHarapannya adalah bahwa tantangan ekonomi di masa depan akan mendorong ekspansi moneter yang lebih besar lagi. Karena pemerintah menghadapi kewajiban yang meningkat dan tekanan politik untuk mempertahankan pertumbuhan, penurunan nilai mata uang menjadi respons kebijakan yang mungkin terjadi. Dalam keadaan seperti itu, instrumen tabungan tradisional dan investasi pendapatan tetap mungkin kesulitan untuk mempertahankan daya beli. Oleh karena itu, emas dan perak dipandang sebagai asuransi keuangan daripada perdagangan spekulatif.\n\nTetaplah mengikuti perkembangan harga emas dan perak terbaru dengan The Metal War! Baik Anda baru mengenal investasi atau seorang profesional berpengalaman, pembaruan kami akan terus memberi Anda informasi tentang tren pasar emas dan perak saat ini.\n\nBerlangganan saluran ini\n\n/ \n\nKami membuat konten edukatif tentang dunia komoditas yang menghadirkan berita pasar terbaru dan klip terbaik dari para ahli yang paling dicari di bidang emas dan perak, menjelaskan konsep-konsep kunci yang dibahas dalam episode tersebut, dan mengajarkan Anda dasar-dasar emas dan perak agar Anda tetap terinformasi.\n\nPERNYATAAN KEUANGAN Saluran ini bertujuan untuk berbagi kiat dan video investasi dari para ahli. KAMI TIDAK MEMBERIKAN NASIHAT KEUANGAN! Harap berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum mengambil tindakan keuangan apa pun. Kami mendapatkan komisi dari rujukan di atas berdasarkan persentase komisi per biaya yang dihasilkan oleh pendaftaran baru.\n\n#emas #marcfaber #egonvongreyerz #perak #hargaemas #hargaperak #investasi #investasi #prediksihargaemas #trenpasar #wawasankeuangan #membangunkekayaan #logammulia #tipsinvestasi #keuangan #makroekonomi #prakiraanhargaperak #hargaperakhariini #hargaemashariini #peranglogam", "post_id": "BEz63wnJCL8"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 943.5338146866011, "y": 200.14651584644815, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "99uEfTWgMVE", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT TRADER?! Wacana Trading Dianggap Omzet Pajak & Dunia Lagi Mode Hawkish! | WAWASAN CERDAS\n\n00:06 Wacana Trading Saham Dianggap Omzet Pajak\n09:37 Dunia Lagi Mode Hawkish\n17:33 The Fed Tetap Hold Rate\n25:59 Australia Paling Semangat Naikkan Rate, Indonesia Nomor Dua\n32:46 Bursa Indonesia vs Australia vs Singapura\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Di episode kali ini, kita akan membongkar tuntas sebuah \"Perfect Storm\" atau badai mematikan yang sedang menghantui pasar modal Indonesia. Ada dua ancaman raksasa yang siap menggerus portofolio Anda: wacana mengerikan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait trading saham, dan kondisi makroekonomi global yang sedang berada dalam mode hawkish ekstrem!\n\n🚨 Bencana Pajak Saham: Jual Rugi Tetap Dianggap Omzet? Pernahkah Anda membayangkan transaksi saham Anda disamakan dengan jualan warung kelontong? Kegaduhan luar biasa sedang melanda komunitas trader ritel setelah munculnya wacana dari penyuluhan DJP di YouTube yang mengindikasikan bahwa aktivitas trading saham aktif dapat dikategorikan sebagai kegiatan usaha. Artinya, seluruh nilai transaksi jual saham Anda berpotensi dianggap sebagai peredaran bruto atau omzet!\n\nAturan ini sangat absurd karena dalam dunia saham, menjual senilai Rp1 miliar belum tentu berarti untung. Anda bisa saja menjual karena cut loss (rugi), namun di mata wacana pajak ini, nilai jual tersebut tetap memperbesar angka \"omzet\" Anda. Bahaya terbesarnya ada pada investor ritel yang juga memiliki usaha UMKM. Jika total nilai jual saham digabung dengan omzet usaha dan menembus batas Rp4,8 miliar per tahun, Anda bisa tiba-tiba kehilangan hak istimewa fasilitas PPh Final UMKM 0,5%! Padahal, selama ini setiap penjualan saham sudah otomatis dipotong PPh Final 0,1% oleh broker. Jika ritel ketakutan dan berhenti transaksi, likuiditas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kering kerontang, bid-offer merenggang, dan IHSG bisa rontok.\n\n🌍 Dunia Mode Hawkish: Suku Bunga Mencekik & Rupiah Terkapar Seolah masalah pajak belum cukup, kita sedang dihantam tsunami dari luar negeri. Nampaknya seluruh dunia saat ini sedang kompak dalam mode hawkish, di mana era uang murah telah berakhir. Amerika Serikat memimpin ketegangan ini. Meskipun The Fed menahan suku bunga di level 3,50% - 3,75%, proyeksi inflasi PCE mereka untuk tahun 2026 justru dinaikkan menjadi 3,6% (jauh di atas target 2%). Sinyal dari The Fed ini sangat keras: suku bunga tinggi akan ditahan lebih lama!\n\nKepanikan menyebar ke seluruh dunia. Bank of Japan (BoJ) yang biasanya menjadi sumber dana murah global secara mengejutkan menaikkan suku bunga ke 1%, tertinggi dalam 31 tahun terakhir. European Central Bank (ECB) juga ikut menaikkan tiga suku bunga utamanya sebesar 25 bps. Dampaknya? Dolar AS mengamuk dan yield (imbal hasil) obligasi global terbang tinggi.\n\n📉 Apa Kabar Indonesia? Untuk membentengi nilai tukar Rupiah dari pelarian modal asing (capital outflow), Bank Indonesia (BI) terpaksa harus bertindak galak dengan menaikkan BI-Rate menjadi 5,50%. Pasar obligasi kita merespons dengan panik; yield SBN tenor 2 tahun melonjak tajam nyaris 200 bps secara year-to-date menyentuh 7,095%. Kondisi suku bunga tinggi dan dolar kuat ini menjadi racun bagi IHSG. Kombinasi yield tinggi dan potensi keluarnya investor asing membuat saham-saham growth (pertumbuhan), teknologi, properti, dan perusahaan dengan utang dolar yang besar menjadi sangat rentan dan berdarah-darah. Sebaliknya, saham bank besar dan eksportir mungkin sedikit lebih defensif, namun tetap berisiko jika asing jualan massal.\n\nBagaimana kita sebagai investor dan trader harus bersikap di tengah ancaman pajak yang tidak masuk akal dan tekanan suku bunga global ini? Temukan analisis strategis selengkapnya hanya di video ini agar Anda tidak salah mengambil keputusan finansial!\n\nDisclaimer: Video ini dibuat murni untuk tujuan edukasi, diskusi, dan informasi. Ini bukan rekomendasi atau ajakan dari penasihat investasi untuk melakukan jual atau beli saham. Segala keputusan, keuntungan, dan risiko investasi sepenuhnya berada di tangan dan tanggung jawab masing-masing investor.\n\nDukung terus Wawasan Cerdas untuk memajukan literasi finansial Indonesia! Klik tombol LIKE jika video ini membuka wawasan Anda, SUBSCRIBE sekarang juga, dan aktifkan LONCENG notifikasi supaya tidak ketinggalan update paling krusial seputar ekonomi, IHSG, dan strategi investasi.\n\nAyo suarakan pendapat Anda di kolom komentar: Apakah Anda setuju jika nilai trading saham dianggap omzet dan digabung dengan perhitungan pajak UMKM Anda? Mari kita berdiskusi dengan cerdas!\n\n\n#WawasanCerdas #IHSG #PajakSaham #TradingSaham #PajakUMKM #TheFed #SukuBungaBI #Rupiah #MarketCrash #BursaEfekIndonesia #InvestasiSaham #SahamPemula #MakroEkonomi #SahamAnjlok #KrisisEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "99uEfTWgMVE"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 482.4122551567254, "y": 458.3227146292498, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.6005, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "99uEfTWgMVE", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT TRADER?! Wacana Trading Dianggap Omzet Pajak & Dunia Lagi Mode Hawkish! | WAWASAN CERDAS\n\n00:06 Wacana Trading Saham Dianggap Omzet Pajak\n09:37 Dunia Lagi Mode Hawkish\n17:33 The Fed Tetap Hold Rate\n25:59 Australia Paling Semangat Naikkan Rate, Indonesia Nomor Dua\n32:46 Bursa Indonesia vs Australia vs Singapura\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Di episode kali ini, kita akan membongkar tuntas sebuah \"Perfect Storm\" atau badai mematikan yang sedang menghantui pasar modal Indonesia. Ada dua ancaman raksasa yang siap menggerus portofolio Anda: wacana mengerikan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait trading saham, dan kondisi makroekonomi global yang sedang berada dalam mode hawkish ekstrem!\n\n🚨 Bencana Pajak Saham: Jual Rugi Tetap Dianggap Omzet? Pernahkah Anda membayangkan transaksi saham Anda disamakan dengan jualan warung kelontong? Kegaduhan luar biasa sedang melanda komunitas trader ritel setelah munculnya wacana dari penyuluhan DJP di YouTube yang mengindikasikan bahwa aktivitas trading saham aktif dapat dikategorikan sebagai kegiatan usaha. Artinya, seluruh nilai transaksi jual saham Anda berpotensi dianggap sebagai peredaran bruto atau omzet!\n\nAturan ini sangat absurd karena dalam dunia saham, menjual senilai Rp1 miliar belum tentu berarti untung. Anda bisa saja menjual karena cut loss (rugi), namun di mata wacana pajak ini, nilai jual tersebut tetap memperbesar angka \"omzet\" Anda. Bahaya terbesarnya ada pada investor ritel yang juga memiliki usaha UMKM. Jika total nilai jual saham digabung dengan omzet usaha dan menembus batas Rp4,8 miliar per tahun, Anda bisa tiba-tiba kehilangan hak istimewa fasilitas PPh Final UMKM 0,5%! Padahal, selama ini setiap penjualan saham sudah otomatis dipotong PPh Final 0,1% oleh broker. Jika ritel ketakutan dan berhenti transaksi, likuiditas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kering kerontang, bid-offer merenggang, dan IHSG bisa rontok.\n\n🌍 Dunia Mode Hawkish: Suku Bunga Mencekik & Rupiah Terkapar Seolah masalah pajak belum cukup, kita sedang dihantam tsunami dari luar negeri. Nampaknya seluruh dunia saat ini sedang kompak dalam mode hawkish, di mana era uang murah telah berakhir. Amerika Serikat memimpin ketegangan ini. Meskipun The Fed menahan suku bunga di level 3,50% - 3,75%, proyeksi inflasi PCE mereka untuk tahun 2026 justru dinaikkan menjadi 3,6% (jauh di atas target 2%). Sinyal dari The Fed ini sangat keras: suku bunga tinggi akan ditahan lebih lama!\n\nKepanikan menyebar ke seluruh dunia. Bank of Japan (BoJ) yang biasanya menjadi sumber dana murah global secara mengejutkan menaikkan suku bunga ke 1%, tertinggi dalam 31 tahun terakhir. European Central Bank (ECB) juga ikut menaikkan tiga suku bunga utamanya sebesar 25 bps. Dampaknya? Dolar AS mengamuk dan yield (imbal hasil) obligasi global terbang tinggi.\n\n📉 Apa Kabar Indonesia? Untuk membentengi nilai tukar Rupiah dari pelarian modal asing (capital outflow), Bank Indonesia (BI) terpaksa harus bertindak galak dengan menaikkan BI-Rate menjadi 5,50%. Pasar obligasi kita merespons dengan panik; yield SBN tenor 2 tahun melonjak tajam nyaris 200 bps secara year-to-date menyentuh 7,095%. Kondisi suku bunga tinggi dan dolar kuat ini menjadi racun bagi IHSG. Kombinasi yield tinggi dan potensi keluarnya investor asing membuat saham-saham growth (pertumbuhan), teknologi, properti, dan perusahaan dengan utang dolar yang besar menjadi sangat rentan dan berdarah-darah. Sebaliknya, saham bank besar dan eksportir mungkin sedikit lebih defensif, namun tetap berisiko jika asing jualan massal.\n\nBagaimana kita sebagai investor dan trader harus bersikap di tengah ancaman pajak yang tidak masuk akal dan tekanan suku bunga global ini? Temukan analisis strategis selengkapnya hanya di video ini agar Anda tidak salah mengambil keputusan finansial!\n\nDisclaimer: Video ini dibuat murni untuk tujuan edukasi, diskusi, dan informasi. Ini bukan rekomendasi atau ajakan dari penasihat investasi untuk melakukan jual atau beli saham. Segala keputusan, keuntungan, dan risiko investasi sepenuhnya berada di tangan dan tanggung jawab masing-masing investor.\n\nDukung terus Wawasan Cerdas untuk memajukan literasi finansial Indonesia! Klik tombol LIKE jika video ini membuka wawasan Anda, SUBSCRIBE sekarang juga, dan aktifkan LONCENG notifikasi supaya tidak ketinggalan update paling krusial seputar ekonomi, IHSG, dan strategi investasi.\n\nAyo suarakan pendapat Anda di kolom komentar: Apakah Anda setuju jika nilai trading saham dianggap omzet dan digabung dengan perhitungan pajak UMKM Anda? Mari kita berdiskusi dengan cerdas!\n\n\n#WawasanCerdas #IHSG #PajakSaham #TradingSaham #PajakUMKM #TheFed #SukuBungaBI #Rupiah #MarketCrash #BursaEfekIndonesia #InvestasiSaham #SahamPemula #MakroEkonomi #SahamAnjlok #KrisisEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "99uEfTWgMVE"}}, {"key": "@BTCTrueNorth", "attributes": {"label": "@BTCTrueNorth", "x": 930.6683660003769, "y": 89.25305361863012, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "1lY1QqXIngQ", "id": "@BTCTrueNorth", "source": "youtube-000001", "content": "CEO Perusahaan Publik Pertaruhkan Segalanya pada Bitcoin & Kredit Digital | The Income Show | Ep. 6\n\nIncome Show kembali hadir untuk Episode 6, dengan pembawa acara  ditemani oleh Evan Horowitz untuk membahas perdagangan Anti-debasement (sebagai CEO publik $FMHS), masa depan Bitcoin, pergerakan harga terkini $MSTR & $STRC), volatilitas pasar dan cara menghadapi hari-hari merah, dan masih banyak lagi.\n\nIkuti Evan di X: https://x.com/evanhorowitz\nIkuti Joe di X: https://x.com/IIICapital\nIkuti True North di X: https://x.com/TNorth\nTetap ikuti perkembangan True North di sini: https://tnorth.com/\n\nCap Waktu:\n00:00 Pendahuluan\n02:51 Dari Ganja ke Bitcoin\n08:44 Tesis Perusahaan Anti-Debasement\n12:32 Membandingkan Adopsi Internet dengan Bitcoin\n15:31 Kredit Digital sebagai Aset Strategis\n19:50 Mengelola Neraca Multi-Aset\n22:12 Meningkatkan Skala Perbendaharaan Aset Digital\n26:22 Prospek Bearish pada Stablecoin\n28:57 Tokenisasi Emas\n30:23 Hambatan AI dan Siklus Pasar\n31:51 Sinergi antara Emas dan Bitcoin\n34:33 Memahami Pentingnya Uang Tanpa Izin\n37:31 Dampak Global Bitcoin Standar\n40:23 Masa Depan Aset Perbendaharaan Korporasi\n41:43 Menetralkan Biaya Perusahaan dengan Kredit Digital\n43:17 Volatilitas Pasar dan Hari Merah\n47:23 Kesimpulan\n\nPenafian: Konten dalam video ini hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Kami bukan penasihat keuangan, dan Anda harus berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum membuat keputusan keuangan apa pun. Semua investasi mengandung risiko, dan Anda bertanggung jawab atas keputusan Anda sendiri.\n\nTrue North tidak bermaksud agar apa pun di sini dianggap sebagai penawaran atau penjualan sekuritas apa pun, termasuk sekuritas Strive. True North mendorong pendengar untuk berkonsultasi dengan penasihat pajak dan investasi mereka. Informasi tambahan tentang sekuritas atau penerbit yang dirujuk di sini dapat ditemukan dalam pengajuan penerbit tersebut kepada Komisi Sekuritas dan Bursa (“SEC”), termasuk pernyataan pendaftaran, prospektus, dan suplemen prospektus untuk sekuritas masing-masing penerbit. Pendengar harus membaca dokumen tersebut dan dokumen lain yang dimasukkan sebagai referensi di dalamnya atau yang telah diajukan penerbit tersebut kepada SEC untuk informasi yang lebih lengkap. Anda dapat memperoleh dokumen-dokumen ini secara gratis dengan mengunjungi EDGAR di situs web SEC di [www.sec.gov](http://www.sec.gov).*\n\nSetiap sekuritas yang disebutkan di sini, termasuk sekuritas dari perusahaan induk True North, Strive, tidak dijaminkan oleh kepemilikan bitcoin yang mendasarinya dan mungkin berada di bawah klaim senior. Tidak ada jaminan pengembalian, likuiditas, atau kinerja di masa mendatang. Sekuritas yang disebutkan di sini bukanlah deposito bank, tidak diasuransikan oleh FDIC, tidak diatur dengan cara yang sama, dan tidak memiliki perlindungan peraturan dan perlindungan lainnya yang sama seperti rekening bank, dana pasar uang, obligasi pemerintah, atau investasi serupa, dan akibatnya mungkin bukan investasi yang sebanding. Harga perdagangan saat ini dan imbal hasil efektif dapat bervariasi, suku bunga saat ini tidak menunjukkan suku bunga di masa mendatang, dan dalam beberapa kasus suku bunga dapat mengalami penyesuaian yang sering dan mungkin jauh lebih rendah daripada yang dibahas di sini. Dividen tunai tidak dijamin. Dalam beberapa kasus, dividen belum dibayarkan dan mungkin tidak akan dibayarkan di masa mendatang. Kepemilikan sekuritas yang disebutkan di sini tidak memberikan kepemilikan atas aset yang mendasarinya, termasuk bitcoin.", "post_id": "1lY1QqXIngQ"}}, {"key": "IIICapital", "attributes": {"label": "IIICapital", "x": 757.6128483090067, "y": 34.0096036512797, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.6005, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1lY1QqXIngQ", "id": "IIICapital", "source": "youtube-000001", "content": "CEO Perusahaan Publik Pertaruhkan Segalanya pada Bitcoin & Kredit Digital | The Income Show | Ep. 6\n\nIncome Show kembali hadir untuk Episode 6, dengan pembawa acara  ditemani oleh Evan Horowitz untuk membahas perdagangan Anti-debasement (sebagai CEO publik $FMHS), masa depan Bitcoin, pergerakan harga terkini $MSTR & $STRC), volatilitas pasar dan cara menghadapi hari-hari merah, dan masih banyak lagi.\n\nIkuti Evan di X: https://x.com/evanhorowitz\nIkuti Joe di X: https://x.com/IIICapital\nIkuti True North di X: https://x.com/TNorth\nTetap ikuti perkembangan True North di sini: https://tnorth.com/\n\nCap Waktu:\n00:00 Pendahuluan\n02:51 Dari Ganja ke Bitcoin\n08:44 Tesis Perusahaan Anti-Debasement\n12:32 Membandingkan Adopsi Internet dengan Bitcoin\n15:31 Kredit Digital sebagai Aset Strategis\n19:50 Mengelola Neraca Multi-Aset\n22:12 Meningkatkan Skala Perbendaharaan Aset Digital\n26:22 Prospek Bearish pada Stablecoin\n28:57 Tokenisasi Emas\n30:23 Hambatan AI dan Siklus Pasar\n31:51 Sinergi antara Emas dan Bitcoin\n34:33 Memahami Pentingnya Uang Tanpa Izin\n37:31 Dampak Global Bitcoin Standar\n40:23 Masa Depan Aset Perbendaharaan Korporasi\n41:43 Menetralkan Biaya Perusahaan dengan Kredit Digital\n43:17 Volatilitas Pasar dan Hari Merah\n47:23 Kesimpulan\n\nPenafian: Konten dalam video ini hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Kami bukan penasihat keuangan, dan Anda harus berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum membuat keputusan keuangan apa pun. Semua investasi mengandung risiko, dan Anda bertanggung jawab atas keputusan Anda sendiri.\n\nTrue North tidak bermaksud agar apa pun di sini dianggap sebagai penawaran atau penjualan sekuritas apa pun, termasuk sekuritas Strive. True North mendorong pendengar untuk berkonsultasi dengan penasihat pajak dan investasi mereka. Informasi tambahan tentang sekuritas atau penerbit yang dirujuk di sini dapat ditemukan dalam pengajuan penerbit tersebut kepada Komisi Sekuritas dan Bursa (“SEC”), termasuk pernyataan pendaftaran, prospektus, dan suplemen prospektus untuk sekuritas masing-masing penerbit. Pendengar harus membaca dokumen tersebut dan dokumen lain yang dimasukkan sebagai referensi di dalamnya atau yang telah diajukan penerbit tersebut kepada SEC untuk informasi yang lebih lengkap. Anda dapat memperoleh dokumen-dokumen ini secara gratis dengan mengunjungi EDGAR di situs web SEC di [www.sec.gov](http://www.sec.gov).*\n\nSetiap sekuritas yang disebutkan di sini, termasuk sekuritas dari perusahaan induk True North, Strive, tidak dijaminkan oleh kepemilikan bitcoin yang mendasarinya dan mungkin berada di bawah klaim senior. Tidak ada jaminan pengembalian, likuiditas, atau kinerja di masa mendatang. Sekuritas yang disebutkan di sini bukanlah deposito bank, tidak diasuransikan oleh FDIC, tidak diatur dengan cara yang sama, dan tidak memiliki perlindungan peraturan dan perlindungan lainnya yang sama seperti rekening bank, dana pasar uang, obligasi pemerintah, atau investasi serupa, dan akibatnya mungkin bukan investasi yang sebanding. Harga perdagangan saat ini dan imbal hasil efektif dapat bervariasi, suku bunga saat ini tidak menunjukkan suku bunga di masa mendatang, dan dalam beberapa kasus suku bunga dapat mengalami penyesuaian yang sering dan mungkin jauh lebih rendah daripada yang dibahas di sini. Dividen tunai tidak dijamin. Dalam beberapa kasus, dividen belum dibayarkan dan mungkin tidak akan dibayarkan di masa mendatang. Kepemilikan sekuritas yang disebutkan di sini tidak memberikan kepemilikan atas aset yang mendasarinya, termasuk bitcoin.", "post_id": "1lY1QqXIngQ"}}], "edges": [{"key": "Ferdinandu73287", "source": "Ferdinandu73287", "target": "JeffryBeu100769", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Ferdinandu73287", "source": "Ferdinandu73287", "target": "JeffryBeu100769", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "YosephLeba9705", "source": "YosephLeba9705", "target": "JeffryBeu100769", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "YosephLeba9705", "source": "YosephLeba9705", "target": "JeffryBeu100769", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "MartenDjeo", "source": "MartenDjeo", "target": "JeffryBeu100769", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "MartenDjeo", "source": "MartenDjeo", "target": "JeffryBeu100769", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "mkhairulafif", "source": "mkhairulafif", "target": "aditoss", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "mkhairulafif", "source": "mkhairulafif", "target": "aditoss", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "mkhairulafif", "source": "mkhairulafif", "target": "IDX_BEI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Parlecoid", "source": "Parlecoid", "target": "asatunews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "jissac_c", "source": "jissac_c", "target": "OSL_ID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "haicharicacha", "source": "haicharicacha", "target": "OSL_ID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "belajar.saham8", "source": "belajar.saham8", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "chenelpasarmodal", "source": "chenelpasarmodal", "target": "akunwakwak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cryptomine25", "source": "cryptomine25", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nirbayzaki", "source": "nirbayzaki", "target": "nirbayzaki", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipp880", "source": "clipp880", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@NextGenInvestGlobal", "source": "@NextGenInvestGlobal", "target": "NextGenInvestGlobal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wstruthbombs", "source": "@wstruthbombs", "target": "wstruthbombs...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wstruthbombs", "source": "@wstruthbombs", "target": "wstruthbombs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sbs_explained", "source": "@sbs_explained", "target": "sbs_explained", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@AlliedAngels", "source": "@AlliedAngels", "target": "AlliedAngels", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NextGenInvestGlobal", "source": "@NextGenInvestGlobal", "target": "NextGenInvestGlobal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@indianexpress", "source": "@indianexpress", "target": "indianexpress", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@indianexpress", "source": "@indianexpress", "target": "indianexpresspunjab", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@indianexpress", "source": "@indianexpress", "target": "indianexpresstamil", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TrendLabID", "source": "@TrendLabID", "target": "TrendLabID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@CryptoSenseii", "source": "@CryptoSenseii", "target": "Jaalyn_T", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@CryptoInsiderOfficial", "source": "@CryptoInsiderOfficial", "target": "ranneunerofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@CryptoInsiderOfficial", "source": "@CryptoInsiderOfficial", "target": "cryptoinsiderofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@CryptoInsiderOfficial", "source": "@CryptoInsiderOfficial", "target": "zachxbt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@themetalwar", "source": "@themetalwar", "target": "TheMetalWar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BTCTrueNorth", "source": "@BTCTrueNorth", "target": "IIICapital", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}