{"nodes": [{"key": "hanikedua", "attributes": {"label": "hanikedua", "x": 592.0588931521935, "y": 67.59110746360386, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.7552, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "2068567368524337498", "id": "hanikedua", "source": "tweet-000004", "content": "-pupuk itu impor dan efek rupiah melemah jadi mahal otomatis produsen naikin harga jualnya, disini udah jelas bukan? letak sejahteranya itu dimana coba?", "post_id": "2068567368524337498"}}, {"key": "nemoozz22", "attributes": {"label": "nemoozz22", "x": 403.10038845490436, "y": 402.2411428804601, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.2836, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068567368524337498", "id": "nemoozz22", "source": "tweet-000004", "content": "-pupuk itu impor dan efek rupiah melemah jadi mahal otomatis produsen naikin harga jualnya, disini udah jelas bukan? letak sejahteranya itu dimana coba?", "post_id": "2068567368524337498"}}, {"key": "shinesainn", "attributes": {"label": "shinesainn", "x": 603.8170012819965, "y": 940.9494608336149, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.2836, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068567368524337498", "id": "shinesainn", "source": "tweet-000004", "content": "-pupuk itu impor dan efek rupiah melemah jadi mahal otomatis produsen naikin harga jualnya, disini udah jelas bukan? letak sejahteranya itu dimana coba?", "post_id": "2068567368524337498"}}, {"key": "shinebrightb", "attributes": {"label": "shinebrightb", "x": 863.860818945553, "y": 476.75752708063044, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.2836, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068567368524337498", "id": "shinebrightb", "source": "tweet-000004", "content": "-pupuk itu impor dan efek rupiah melemah jadi mahal otomatis produsen naikin harga jualnya, disini udah jelas bukan? letak sejahteranya itu dimana coba?", "post_id": "2068567368524337498"}}, {"key": "Dhiyamardhiya1", "attributes": {"label": "Dhiyamardhiya1", "x": 173.5813534558084, "y": 538.1613248233895, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.2836, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068567368524337498", "id": "Dhiyamardhiya1", "source": "tweet-000004", "content": "-pupuk itu impor dan efek rupiah melemah jadi mahal otomatis produsen naikin harga jualnya, disini udah jelas bukan? letak sejahteranya itu dimana coba?", "post_id": "2068567368524337498"}}, {"key": "tanyakanrl", "attributes": {"label": "tanyakanrl", "x": 680.9698585720666, "y": 298.88247270789526, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.2836, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068567368524337498", "id": "tanyakanrl", "source": "tweet-000004", "content": "-pupuk itu impor dan efek rupiah melemah jadi mahal otomatis produsen naikin harga jualnya, disini udah jelas bukan? letak sejahteranya itu dimana coba?", "post_id": "2068567368524337498"}}, {"key": "bayunurahman43", "attributes": {"label": "bayunurahman43", "x": 72.54000923310377, "y": 695.8133677715582, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.7552, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068253621788270987", "id": "bayunurahman43", "source": "tweet-000004", "content": "banyak yang memilih ekspor kyaknya kmren pas rupiah melemah, kan lebih untuk ekspor", "post_id": "2068253621788270987"}}, {"key": "cintasejatiyou", "attributes": {"label": "cintasejatiyou", "x": 965.8904140327485, "y": 947.3399904642678, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 29.5761, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068253621788270987", "id": "cintasejatiyou", "source": "tweet-000004", "content": "banyak yang memilih ekspor kyaknya kmren pas rupiah melemah, kan lebih untuk ekspor", "post_id": "2068253621788270987"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 897.3672547685051, "y": 459.4860323766156, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 47.2181, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2068253621788270987", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "banyak yang memilih ekspor kyaknya kmren pas rupiah melemah, kan lebih untuk ekspor", "post_id": "2068253621788270987"}}, {"key": "aritj", "attributes": {"label": "aritj", "x": 302.51039601239285, "y": 405.09677741913, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.7552, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068279925908680989", "id": "aritj", "source": "tweet-000004", "content": "Cadangan devisa yang dihabiskan untuk menahan depresiasi Rupiah yang terlalu cepat dan terlalu dalam juga ga disebut. Padahal cadangan devisa lebih baik digunakan untuk memperbesar kapasitas ekspor impor kita.", "post_id": "2068279925908680989"}}, {"key": "dimarsasongko98", "attributes": {"label": "dimarsasongko98", "x": 469.0607052804533, "y": 684.7789580005341, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 38.3971, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068279925908680989", "id": "dimarsasongko98", "source": "tweet-000004", "content": "Cadangan devisa yang dihabiskan untuk menahan depresiasi Rupiah yang terlalu cepat dan terlalu dalam juga ga disebut. Padahal cadangan devisa lebih baik digunakan untuk memperbesar kapasitas ekspor impor kita.", "post_id": "2068279925908680989"}}, {"key": "mubin_nusantara", "attributes": {"label": "mubin_nusantara", "x": 214.2214575697524, "y": 992.982103019292, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.7552, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067622861897114097", "id": "mubin_nusantara", "source": "tweet-000004", "content": "Pasokan bisa jadi terbatas akibat RKAB yg tdk segera dikeluarkan atau kapasitas produksinya yg sengaja dipangkas.\n\nApalagi harga jual ke PLN tdk menarik dibanding harga ekspor + rupiah melemah, ditambah biaya produksi yg terus meningkat. —", "post_id": "2067622861897114097"}}, {"key": "logikamystika", "attributes": {"label": "logikamystika", "x": 467.1209792190224, "y": 853.0247597540052, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.7552, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068255896375844920", "id": "logikamystika", "source": "tweet-000004", "content": "Sepertinya publik dibuat marah, pertalite sulit, pertamax naik,pertamina dex naik, pln nyala bergilir padahal produsen terbesar didunia batubara,rupiah melemah, ihsg merah,kebutuhan pokok mulai naik, bentar lagi LPG, publik dibiat marah seperti ada yg mau dilengserkan 🤔🤔🤣", "post_id": "2068255896375844920"}}, {"key": "jogja_base", "attributes": {"label": "jogja_base", "x": 806.1623077833641, "y": 317.73136462959184, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 44.2777, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2068255896375844920", "id": "jogja_base", "source": "tweet-000004", "content": "Sepertinya publik dibuat marah, pertalite sulit, pertamax naik,pertamina dex naik, pln nyala bergilir padahal produsen terbesar didunia batubara,rupiah melemah, ihsg merah,kebutuhan pokok mulai naik, bentar lagi LPG, publik dibiat marah seperti ada yg mau dilengserkan 🤔🤔🤣", "post_id": "2068255896375844920"}}, {"key": "Beng2cocho", "attributes": {"label": "Beng2cocho", "x": 344.83688956130777, "y": 129.52465908566347, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.7552, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2068642782508638336", "id": "Beng2cocho", "source": "tweet-000004", "content": "1. Saat rupiah melemah kemarin, pengusaha dorong ekspor keluar biar cuannya dollar.\n2. Selama ini pln beli batu bara pake harga tahun 2018 gamau ada kenaikan dan bikin pengusaha rugi jadilah ada keputusan no 1\n3. Pemerintah hutang ke PLN nunggak dan malah nambah berkali lipat-", "post_id": "2068642782508638336"}}, {"key": "IpinDek", "attributes": {"label": "IpinDek", "x": 28.748643717485646, "y": 913.0625908716831, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 26.6358, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068642782508638336", "id": "IpinDek", "source": "tweet-000004", "content": "1. Saat rupiah melemah kemarin, pengusaha dorong ekspor keluar biar cuannya dollar.\n2. Selama ini pln beli batu bara pake harga tahun 2018 gamau ada kenaikan dan bikin pengusaha rugi jadilah ada keputusan no 1\n3. Pemerintah hutang ke PLN nunggak dan malah nambah berkali lipat-", "post_id": "2068642782508638336"}}, {"key": "pln_123", "attributes": {"label": "pln_123", "x": 806.633279851135, "y": 982.7315217617866, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 26.6358, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068642782508638336", "id": "pln_123", "source": "tweet-000004", "content": "1. Saat rupiah melemah kemarin, pengusaha dorong ekspor keluar biar cuannya dollar.\n2. Selama ini pln beli batu bara pake harga tahun 2018 gamau ada kenaikan dan bikin pengusaha rugi jadilah ada keputusan no 1\n3. Pemerintah hutang ke PLN nunggak dan malah nambah berkali lipat-", "post_id": "2068642782508638336"}}, {"key": "hariankompas", "attributes": {"label": "hariankompas", "x": 925.2913941030936, "y": 278.0189886131911, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 20.7552, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922063519494768532_1537212147", "id": "hariankompas", "source": "instagram-000001", "content": "Indonesia berkomitmen menjadi negara berpendapatan tinggi (high income country) pada 2045. Estimasi penulis menunjukkan rentang pendapatan per kapita pada 2045 antara 15.000 dolar AS hingga 30.000 dolar AS apabila pertumbuhan ekonomi nasional berada pada kisaran 5-8 persen.\n\nRentang pendapatan per kapita per tahun untuk kelas menengah adalah yang terpanjang. Nilai rentang meningkat mengikuti laju inflasi. Untuk saat ini, menurut Bank Dunia, kelas menengah berada dalam dua kategori. Pertama, menengah bawah dalam rentang 1.136-4.495 dolar AS dan menengah atas dalam rentang 4.496-13.935 dolar AS. Pendapatan per kapita di bawah 1.136 dolar AS masuk kategori rendah, sedangkan di atas 13.935 dolar AS masuk kategori tinggi. Panjangnya klasifikasi kelas menengah membuat kemungkinan sebuah negara berada lama di dalam kategori kelas menengah, sangat besar. Kondisi ini dikenal dengan istilah ”jebakan kelas menengah” atau middle income trap (MIT).\n\nAda empat variabel yang harus dijaga oleh setiap negara yang ingin lolos dari jebakan MIT: pertumbuhan ekonomi, laju inflasi, pertumbuhan jumlah penduduk, dan stabilitas nilai tukar. Saat kondisi ekonomi normal, output tumbuh positif dan nilai tukar bersifat stabil. Depresiasi mata uang domestik tidak akan menurunkan pendapatan per kapita. Namun, jika nilai tukar terus mengalami depresiasi, output akan cenderung turun karena biaya produksi meningkat sehingga menurunkan pendapatan per kapita. Kenaikan biaya produksi terjadi karena sebagian bahan mentah, bahan baku, dan mesin-mesin berasal dari impor. Fenomena ini disebut imported inflation.\n\nMenjadi Negara Industri Maju dan Peran Nilai Tukar\nOpini 18 Juni 2026\n\nDitulis oleh Kiki Verico ()\nDosen Ekonomi Internasional dan Wakil Dekan FEB UI\n\n#Opini #Kompas61 #MerawatMasaDepan", "post_id": "3922063519494768532_1537212147"}}, {"key": "kiver_2021", "attributes": {"label": "kiver_2021", "x": 169.01393987492463, "y": 937.0547554384615, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 38.3971, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922063519494768532_1537212147", "id": "kiver_2021", "source": "instagram-000001", "content": "Indonesia berkomitmen menjadi negara berpendapatan tinggi (high income country) pada 2045. Estimasi penulis menunjukkan rentang pendapatan per kapita pada 2045 antara 15.000 dolar AS hingga 30.000 dolar AS apabila pertumbuhan ekonomi nasional berada pada kisaran 5-8 persen.\n\nRentang pendapatan per kapita per tahun untuk kelas menengah adalah yang terpanjang. Nilai rentang meningkat mengikuti laju inflasi. Untuk saat ini, menurut Bank Dunia, kelas menengah berada dalam dua kategori. Pertama, menengah bawah dalam rentang 1.136-4.495 dolar AS dan menengah atas dalam rentang 4.496-13.935 dolar AS. Pendapatan per kapita di bawah 1.136 dolar AS masuk kategori rendah, sedangkan di atas 13.935 dolar AS masuk kategori tinggi. Panjangnya klasifikasi kelas menengah membuat kemungkinan sebuah negara berada lama di dalam kategori kelas menengah, sangat besar. Kondisi ini dikenal dengan istilah ”jebakan kelas menengah” atau middle income trap (MIT).\n\nAda empat variabel yang harus dijaga oleh setiap negara yang ingin lolos dari jebakan MIT: pertumbuhan ekonomi, laju inflasi, pertumbuhan jumlah penduduk, dan stabilitas nilai tukar. Saat kondisi ekonomi normal, output tumbuh positif dan nilai tukar bersifat stabil. Depresiasi mata uang domestik tidak akan menurunkan pendapatan per kapita. Namun, jika nilai tukar terus mengalami depresiasi, output akan cenderung turun karena biaya produksi meningkat sehingga menurunkan pendapatan per kapita. Kenaikan biaya produksi terjadi karena sebagian bahan mentah, bahan baku, dan mesin-mesin berasal dari impor. Fenomena ini disebut imported inflation.\n\nMenjadi Negara Industri Maju dan Peran Nilai Tukar\nOpini 18 Juni 2026\n\nDitulis oleh Kiki Verico ()\nDosen Ekonomi Internasional dan Wakil Dekan FEB UI\n\n#Opini #Kompas61 #MerawatMasaDepan", "post_id": "3922063519494768532_1537212147"}}, {"key": "arahjakarta", "attributes": {"label": "arahjakarta", "x": 272.700484502979, "y": 412.46189345556695, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 36.096, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3923712749984635101_18409028813", "id": "arahjakarta", "source": "instagram-000001", "content": "Pucuk otoritas energi nasional akhirnya angkat bicara di tengah gelombang protes warga akibat pemadaman listrik berkepanjangan yang melumpuhkan produktivitas daerah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menampik tudingan bahwa krisis listrik yang terjadi di berbagai wilayah disebabkan oleh kelangkaan stok batu bara nasional. Bahlil mengeklaim bahwa secara makro kuantitas cadangan batu bara untuk ketenagalistrikan berada dalam kondisi aman. \n\nNamun, ia membongkar akar masalah yang sebenarnya: terjadinya sumbatan pasokan pada jenis batu bara kalori menengah dengan spesifikasi sekitar 5.200 kalori yang dibutuhkan oleh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) domestik, serta adanya akumulasi kendala teknis operasional dan pemeliharaan (maintenance) infrastruktur.\n\nPembelaan Menteri ESDM ini justru menunjukkan adanya Ketidaksesuaian Spesifikasi Pasokan (supply-specification mismatch) dan rapuhnya pengawasan atas komitmen pemenuhan pasar domestik (Domestic Market Obligation / DMO). Mengatakan stok nasional \"aman\" di saat pabrik air minum di Bangkalan rugi puluhan juta dan upah buruh borongan disunat setengahnya adalah paradoks tata kelola yang bebal. \n\nMasalahnya bukan pada ada atau tidaknya batu bara di bumi nusantara, melainkan pada ketidakmampuan kementerian mengunci kepatuhan para pengusaha tambang untuk memasok batu bara kalori menengah ke PLN tepat waktu. \n\nPara cukong pertambangan diduga lebih memilih memprioritaskan ekspor kalori tinggi ke pasar internasional demi meraup margin keuntungan dolar yang berlipat ganda di tengah depresiasi Rupiah, sementara PLTU lokal dibiarkan megap-megap kekurangan bahan bakar spesifik hingga terpaksa melakukan pemadaman bergilir.\n\nMelihat Menteri ESDM Bahlil beralasan pemadaman listrik terjadi karena masalah spek 5.200 kalori dan maintenance dan bukan karena kurang batu bara nasional, menurut lo ini penjelasan teknis yang jujur atau sekadar apologia birokrasi buat lindungi kelalaian PLN dan pengusaha tambang nakal? \n\nFollow  untuk terus mengawal akuntabilitas pengelolaan energi nasional, transparansi pemenuhan kuota DMO batu bara, dan perlindungan hak konsumen kelistrikan daerah.", "post_id": "3923712749984635101_18409028813"}}, {"key": "marketroots", "attributes": {"label": "marketroots", "x": 115.87745079002897, "y": 975.2336334854127, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 138.3664, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7640472265737374994", "id": "marketroots", "source": "tiktok-000001", "content": "Prabowo bilang: “Rakyat di desa enggak pakai dollar kok.”  Tapi Indonesia impor 2,56 juta ton kedelai di 2025. 88% dari AS, semua dibeli dalam Dollar.  Rupiah melemah, harga kedelai dalam Rupiah naik, harga tahu dan tempe ikut naik. Masyarakat di desa tidak pegang Dollar secara langsung, tapi mereka merasakan efek dari pelemahan rupiah ini. #prabowo #dollar #rupiah #makroekonomi #marketroots Follow  untuk data yang jarang dibahas.", "post_id": "7640472265737374994"}}, {"key": "erinasyafiaalmahyra", "attributes": {"label": "erinasyafiaalmahyra", "x": 687.7795375675845, "y": 725.0497273343647, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.7552, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7651267859301076231", "id": "erinasyafiaalmahyra", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH ANJLOK! APA YANG SEBENARNYA TERJADI? 🚨 Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat banyak masyarakat khawatir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. � Reuters + 1 📉 Ketika rupiah melemah, harga barang impor berpotensi naik karena biaya pembelian dari luar negeri menjadi lebih mahal. Selain itu, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan sehingga membuat investor semakin waspada. � Maybank Trade + 2 🏦 Untuk membantu menstabilkan keadaan, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. � Reuters + 2 ❓ Apakah Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Belum tentu. Naik turunnya nilai mata uang merupakan hal yang bisa terjadi karena berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi harga barang, investasi, dan perekonomian secara umum. � Reuters + 1 🔥 Fakta yang jarang dibahas: • Rupiah sempat mendekati Rp18.200 per dolar AS. � • Bank Indonesia melakukan kenaikan suku buna di luar jadwal normal. � • Investor global sedang mencermati kondisi ekonomi Indonesia dengan sangat ketat. � Reuters + 1 Reuters + 1 Reuters + 1 👇 Menurut kamu, apakah rupiah akan kembali menguat?  Klip  #rupiah #EkonomiIndonesia #BeritaViral #FaktaMenarik #TikTokNews", "post_id": "7651267859301076231"}}, {"key": "Ternak", "attributes": {"label": "Ternak", "x": 556.2195139508863, "y": 348.80806158178547, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 38.3971, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7651267859301076231", "id": "Ternak", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH ANJLOK! APA YANG SEBENARNYA TERJADI? 🚨 Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat banyak masyarakat khawatir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. � Reuters + 1 📉 Ketika rupiah melemah, harga barang impor berpotensi naik karena biaya pembelian dari luar negeri menjadi lebih mahal. Selain itu, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan sehingga membuat investor semakin waspada. � Maybank Trade + 2 🏦 Untuk membantu menstabilkan keadaan, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. � Reuters + 2 ❓ Apakah Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Belum tentu. Naik turunnya nilai mata uang merupakan hal yang bisa terjadi karena berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi harga barang, investasi, dan perekonomian secara umum. � Reuters + 1 🔥 Fakta yang jarang dibahas: • Rupiah sempat mendekati Rp18.200 per dolar AS. � • Bank Indonesia melakukan kenaikan suku buna di luar jadwal normal. � • Investor global sedang mencermati kondisi ekonomi Indonesia dengan sangat ketat. � Reuters + 1 Reuters + 1 Reuters + 1 👇 Menurut kamu, apakah rupiah akan kembali menguat?  Klip  #rupiah #EkonomiIndonesia #BeritaViral #FaktaMenarik #TikTokNews", "post_id": "7651267859301076231"}}, {"key": "@dosecreativechannel", "attributes": {"label": "@dosecreativechannel", "x": 869.5300989781256, "y": 65.0860540732009, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.7552, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "bNAZ0HcfsTw", "id": "@dosecreativechannel", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH ANJLOK, BISNIS KREATIF HARUS GIMANA? - MARIO UTAMA\n\nRupiah melemah, IHSG jeblok, dan biaya operasional software makin melambung tinggi. Apakah ini akhir bagi para pelaku industri kreatif lokal, atau justru peluang emas untuk jemput cuan dolar?\n\nDi episode Level Up kali ini, Natasha Liotania mengupas tuntas dampak melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap ekosistem dunia kreatif bersama Mario Utama. Mulai dari statement kontroversial pejabat publik, naiknya biaya subscription tools harian (Adobe, Figma, Canva), hingga rahasia bagaimana agensi kreatif bisa memutar otak agar tidak sekadar bertahan, tapi tetap fleksibel menghadapi badai ekonomi.\n\nMario juga membagikan insight mahal tentang pentingnya klausul kontrak kerja, shifting target market ke industri upper class, hingga tips esensial bagi desainer dan kreator lokal agar bisa sukses outsourcing ke pasar luar negeri (Singapura & Amerika) demi mendapatkan dolar pertama mereka!\n\nTonton video ini sampai habis untuk tahu cara mengubah krisis menjadi peluang nyata!\n\n#dosecreative #podcastindonesia #creativeindustry #rupiahmelemah #dollarnaik #industrikreatif \n\n--\n\n⚠️ DISCLAIMER:\nPembahasan dan analisis brand dalam video ini bertujuan murni untuk kebutuhan edukasi, berbagi wawasan (sharing), serta pembelajaran strategi branding dan bisnis. Sama sekali tidak ada niat atau maksud untuk menjelek-jelekkan ataupun menjatuhkan brand tertentu yang disebutkan di dalam video.\n\n--\n\n🚀 DOSE CREATIVE CHANNEL\nA space where creativity meets business. DOSE Creative Channel explores how ideas, design, and branding shape the way we build and grow in the creative industry.\n👉 Subscribe for insights, stories, and inspiration:\n   /   \n\nMario Utama — founder of DOSE Creative Channel and Rubicube\n📸 Follow Mario:\n  / marioutama  \n\nNatasha Lyotania — Public Figure & Host DOSE Creative Channel\n📸 Follow Natasha:\n  / chacanatashaa  \n\nFollow our Instagram\n  / dose.creative.network  \n—\nPowered by Mario Utama and DOSE CREATIVE CHANNEL\nManaged by Creadix   / crea.dix", "post_id": "bNAZ0HcfsTw"}}, {"key": "dosecreativechannel", "attributes": {"label": "dosecreativechannel", "x": 167.9036614911209, "y": 800.214580777042, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 38.3971, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bNAZ0HcfsTw", "id": "dosecreativechannel", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH ANJLOK, BISNIS KREATIF HARUS GIMANA? - MARIO UTAMA\n\nRupiah melemah, IHSG jeblok, dan biaya operasional software makin melambung tinggi. Apakah ini akhir bagi para pelaku industri kreatif lokal, atau justru peluang emas untuk jemput cuan dolar?\n\nDi episode Level Up kali ini, Natasha Liotania mengupas tuntas dampak melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap ekosistem dunia kreatif bersama Mario Utama. Mulai dari statement kontroversial pejabat publik, naiknya biaya subscription tools harian (Adobe, Figma, Canva), hingga rahasia bagaimana agensi kreatif bisa memutar otak agar tidak sekadar bertahan, tapi tetap fleksibel menghadapi badai ekonomi.\n\nMario juga membagikan insight mahal tentang pentingnya klausul kontrak kerja, shifting target market ke industri upper class, hingga tips esensial bagi desainer dan kreator lokal agar bisa sukses outsourcing ke pasar luar negeri (Singapura & Amerika) demi mendapatkan dolar pertama mereka!\n\nTonton video ini sampai habis untuk tahu cara mengubah krisis menjadi peluang nyata!\n\n#dosecreative #podcastindonesia #creativeindustry #rupiahmelemah #dollarnaik #industrikreatif \n\n--\n\n⚠️ DISCLAIMER:\nPembahasan dan analisis brand dalam video ini bertujuan murni untuk kebutuhan edukasi, berbagi wawasan (sharing), serta pembelajaran strategi branding dan bisnis. Sama sekali tidak ada niat atau maksud untuk menjelek-jelekkan ataupun menjatuhkan brand tertentu yang disebutkan di dalam video.\n\n--\n\n🚀 DOSE CREATIVE CHANNEL\nA space where creativity meets business. DOSE Creative Channel explores how ideas, design, and branding shape the way we build and grow in the creative industry.\n👉 Subscribe for insights, stories, and inspiration:\n   /   \n\nMario Utama — founder of DOSE Creative Channel and Rubicube\n📸 Follow Mario:\n  / marioutama  \n\nNatasha Lyotania — Public Figure & Host DOSE Creative Channel\n📸 Follow Natasha:\n  / chacanatashaa  \n\nFollow our Instagram\n  / dose.creative.network  \n—\nPowered by Mario Utama and DOSE CREATIVE CHANNEL\nManaged by Creadix   / crea.dix", "post_id": "bNAZ0HcfsTw"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 51.25405577513853, "y": 779.2939844756237, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.7552, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NQMO4fZyl70", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Sampai Kapan Subsidi BBM Bisa Bertahan di Tengah Naiknya Harga BBM dan Rupiah Melemah?\n\nKABARBURSA.COM — Menjelang pembahasan RAPBN 2027, pemerintah kembali dihadapkan pada dilema subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap rupiah. Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,6 triliun, angka yang menjaga daya beli masyarakat namun juga mempersempit ruang fiskal untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan. Ketergantungan Indonesia pada impor energi membuat beban subsidi otomatis membesar setiap kali harga minyak dunia naik dan rupiah melemah.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut langsung biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, dan kesehatan APBN jangka panjang. Saksikan ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#subsidibbm #rapbn2027 #subsidienergi #hargabbm #apbn #fiskalindonesia #kementeriankeuangan #ekonomiindonesia #rupiah #hargaminyakdunia #kebijakanenergi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "NQMO4fZyl70"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 610.827371013752, "y": 553.5720344122934, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 38.3971, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NQMO4fZyl70", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Sampai Kapan Subsidi BBM Bisa Bertahan di Tengah Naiknya Harga BBM dan Rupiah Melemah?\n\nKABARBURSA.COM — Menjelang pembahasan RAPBN 2027, pemerintah kembali dihadapkan pada dilema subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap rupiah. Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,6 triliun, angka yang menjaga daya beli masyarakat namun juga mempersempit ruang fiskal untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan. Ketergantungan Indonesia pada impor energi membuat beban subsidi otomatis membesar setiap kali harga minyak dunia naik dan rupiah melemah.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut langsung biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, dan kesehatan APBN jangka panjang. Saksikan ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#subsidibbm #rapbn2027 #subsidienergi #hargabbm #apbn #fiskalindonesia #kementeriankeuangan #ekonomiindonesia #rupiah #hargaminyakdunia #kebijakanenergi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "NQMO4fZyl70"}}, {"key": "@tribunpalu", "attributes": {"label": "@tribunpalu", "x": 228.01036317852606, "y": 594.3306626052978, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.7552, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Lz7IR91lnSc", "id": "@tribunpalu", "source": "youtube-000001", "content": "FEBUZZ UNTAD Series 2: Mengapa Rupiah Terus Melemah? Ini Dampak dan Fakta di Baliknya!\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nNilai tukar Rupiah kembali menjadi sorotan. Mengapa Rupiah bisa mengalami pelemahan (depresiasi) terhadap Dolar? Apa bedanya penurunan nilai mata uang yang terjadi karena mekanisme pasar dengan yang sengaja dilakukan oleh pemerintah demi mendongkrak ekspor?\n\nDi video kali ini, kita akan mengupas tuntas fenomena melemahnya Rupiah, dampaknya terhadap para pemilik modal, hingga alasan mengapa sebagian orang lebih memilih menyimpan aset mereka dalam bentuk Dolar di tengah situasi ekonomi saat ini. Simak penjelasan lengkapnya!\n\nNarasumber : Prof. Dr.rer.pol. Patta Tope\nHost : Failur Rahman, M.Sc., CSA., WPPE\n\nSUBSCRIBE, SHARE, and COMMENT.\n\nUpdate juga berita TribunPalu.com:\n\nWebsite: https://palu.tribunnews.com\nInstagram : \nTiktok : tribunpalu.com\nFacebook :   / tribunpalunews  \n\n#TribunPalu #RupiahMelemah #EkonomiIndonesia #NilaiTukarRupiah #DolarAs #InfoEkonomi #Palu #SulawesiTengah", "post_id": "Lz7IR91lnSc"}}, {"key": "tribun_palu", "attributes": {"label": "tribun_palu", "x": 871.3113494311579, "y": 573.0881220357783, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.5761, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Lz7IR91lnSc", "id": "tribun_palu", "source": "youtube-000001", "content": "FEBUZZ UNTAD Series 2: Mengapa Rupiah Terus Melemah? Ini Dampak dan Fakta di Baliknya!\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nNilai tukar Rupiah kembali menjadi sorotan. Mengapa Rupiah bisa mengalami pelemahan (depresiasi) terhadap Dolar? Apa bedanya penurunan nilai mata uang yang terjadi karena mekanisme pasar dengan yang sengaja dilakukan oleh pemerintah demi mendongkrak ekspor?\n\nDi video kali ini, kita akan mengupas tuntas fenomena melemahnya Rupiah, dampaknya terhadap para pemilik modal, hingga alasan mengapa sebagian orang lebih memilih menyimpan aset mereka dalam bentuk Dolar di tengah situasi ekonomi saat ini. Simak penjelasan lengkapnya!\n\nNarasumber : Prof. Dr.rer.pol. Patta Tope\nHost : Failur Rahman, M.Sc., CSA., WPPE\n\nSUBSCRIBE, SHARE, and COMMENT.\n\nUpdate juga berita TribunPalu.com:\n\nWebsite: https://palu.tribunnews.com\nInstagram : \nTiktok : tribunpalu.com\nFacebook :   / tribunpalunews  \n\n#TribunPalu #RupiahMelemah #EkonomiIndonesia #NilaiTukarRupiah #DolarAs #InfoEkonomi #Palu #SulawesiTengah", "post_id": "Lz7IR91lnSc"}}, {"key": "@hkwowtv", "attributes": {"label": "@hkwowtv", "x": 385.6887644484719, "y": 806.278361890484, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.7552, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "LBmQ2qzQfFo", "id": "@hkwowtv", "source": "youtube-000001", "content": "Penurunan Poin Terbesar Sepanjang Sejarah KOSPI, Bersiap Bangkit dari Selasa Kelam! Apa yang Haru...\n\n#BGFRetail #DLE&C #SamsungSDI\n\n──────────────────────────\n✅ Informasi Pemeran\n\nLee Seong-woong | Manajer, Departemen Penjualan, Daol Investment & Securities\n\nKang Jun-hyeok | Perwakilan dari Institut Penelitian Ekonomi Korea\n\n──────────────────────────\n\n📌 Sorotan Penutupan Pasar\n\n✓ KOSPI ‘Selasa Kelam’\n\n→ KOSPI anjlok sekitar 10% dalam satu hari, jatuh ke level 8.203\n\n→ KOSDAQ runtuh di bawah angka 900\n\n→ Pemutus sirkuit keempat dalam sejarah dipicu\n\n→ Samsung Electronics dan SK Hynix kehilangan kapitalisasi pasar sebesar 200 triliun won dalam satu hari\n\n→ Aksi ambil untung, kehati-hatian terkait suku bunga, nilai tukar, dan pendapatan Micron, dikombinasikan dengan kebijakan domestik dan faktor penawaran dan permintaan\n\n→ Peningkatan volatilitas pasar, meredam antusiasme investor Sentimen\n\n→ Fokus pada saham yang mengalami oversold; strategi respons diperlukan\n\n✓ Konsentrasi pada Semikonduktor dan Saham Kapitalisasi Besar\n\n→ Tekanan jual untuk mengambil keuntungan muncul, berpusat pada saham semikonduktor kapitalisasi besar\n\n→ Konsentrasi meningkat di sekitar Samsung Electronics dan SK Hynix\n\n→ Investasi terkonsentrasi lebih menguntungkan daripada diversifikasi portofolio\n\n→ 'FOMO' mencapai titik ekstrem\n\n→ Tren pasar saat ini yang berkelanjutan tidak dapat dihindari untuk sementara waktu\n\n→ Penurunan diperkirakan setelah rilis pendapatan Micron dan indeks harga PCE\n\n→ Peralatan listrik, pertahanan, dll. Pendekatan Selektif terhadap Saham yang Mengalami Oversold\n\n✓ Memeriksa Fundamental Pasar\n\n→ Industri sekuritas: “Tidak ada anomali dalam fundamental pasar”\n\n→ Suku bunga dan harga minyak bergerak menguntungkan; Koreksi teknis mungkin terjadi\n\n→ Perlu memverifikasi apakah pasar berada di zona terlalu panas jangka pendek\n\n→ Strategi yang berfokus pada saham-saham unggulan tetap valid\n\n🚨 Sinyal Setelah Pasar Ditutup\n\n1️⃣ BGF Retail\n\n→ Mendapat keuntungan dari peningkatan pengeluaran wisatawan asing\n\n→ Kekhawatiran kelebihan pasokan teratasi lebih awal\n\n→ Prospek positif untuk perbaikan fundamental pada saham-saham terkait toko serba ada\n\n→ Beban biaya depresiasi berkurang karena perluasan toko\n\n→ Pertumbuhan toko yang sama pada kuartal kedua diproyeksikan mendekati 4%\n\n→ Ekspansi pengeluaran asing, fokus pada kategori makanan dengan margin tinggi\n\n2️⃣ DL E&C\n\n→ Penolakan untuk menerima pajak perusahaan sebesar 850 miliar won dari Arab Saudi, mengisyaratkan gugatan yang berkepanjangan\n\n→ Harga saham terpukul dan koreksi jangka pendek\n\n→ Konfirmasi lokasi yang direncanakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir baru\n\n→ Saham-saham konstruksi secara umum, Ekspektasi pasar SMR domestik terwujud\n\n3️⃣ Samsung SDI\n\n→ Peningkatan pendapatan K-Battery, EV, dan ESS semakin cepat\n\n→ Menuju pasar panik Koreksi jangka pendek karena\n\n→ Strategi Ganda EV Eropa, ESS AS\n\n→ Kemungkinan memperkenalkan peralatan baru di Pabrik 1 Hongaria\n\n→ Starplus Energy AS mendorong rencana konversi ESS\n\n#KOSPI #KOSDAQ #InvestmentPoint #MarketAnalysis #SupplyAndDemandAnalysis #AfterHoursRise #AfterHoursTrading #DisclosureAnalysis #TheWarRoom #AfterHoursTrading #AfterSignal #TheWarRoom #KoreaEconomicTV\n\n──────────────────────────\n\n🎯 Keputusan investasi, informasi adalah kuncinya.\n\nDapatkan informasi penting yang cepat dan akurat sekarang di Telegram resmi Korea Economic TV.\n\n🎁 Berlangganan Gratis 👉 https://t.me/wowtv_official\n\n──────────────────────────\n\n△ Saksikan perekonomian Korea!\n\n△ Kami menyajikan berita ekonomi dan sekuritas yang cepat dan akurat 24 jam sehari.\n\n△ Berlangganan + Sukai!\n\n──────────────────────────\n◇ Saluran Resmi & Bisnis Korea Economic TV\n\nBerlangganan YouTube: https://bit.ly/45pz6GK\n\nSiaran Langsung YouTube:    • Video  \n\nKolaborasi & Pertanyaan Bisnis: hkwowtv\n\n──────────────────────────\n◇ Korea Economic TV\n\nSitus web: http://www.wowtv.co.kr\n\nKakao Plus Friend: https://pf.kakao.com/_xbcxlxgd\n\nTwitter:   / hkwowtv  \n\nFacebook:   / hkwowtv  \n\nJadwal Program: https://bit.ly/47q2caY\n\n───────────────────────────\n◆ Berlangganan Saluran Keluarga Korea Economic TV!\n\nBerita: [Hankyung TV News]    / 한국경제tv뉴스  \n\nSaham: [Money Farm Korea Economic TV]    /   \n\nAplikasi Saham: [Korea Economic TV Crypto]    /   \n\nPendidikan: [Wow Academy] https://wowacademy.wownet.co.kr/\n\nGlobal: [Wow Global] https://www.wowglobal.co.kr/\n\nInformasi Investasi Real-time: [Wow Quick] https://www.wowquick.co.kr/\n\n──────────────────────────\n\n※ Jika layar tampak buram atau berpiksel, silakan pilih kualitas 1080p di pengaturan.\n\n⚠️ Peringatan Saat Menonton\n\n※ Konten ini hanya untuk referensi investasi. Anda sepenuhnya bertanggung jawab atas keputusan investasi apa pun. #KoreaEconomicTV #WowNet #StockWindow #Partner #Economy #Securities #Wow #WOWTV", "post_id": "LBmQ2qzQfFo"}}, {"key": "hkmoneyfarm", "attributes": {"label": "hkmoneyfarm", "x": 292.15991908961723, "y": 516.073536014579, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.5761, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LBmQ2qzQfFo", "id": "hkmoneyfarm", "source": "youtube-000001", "content": "Penurunan Poin Terbesar Sepanjang Sejarah KOSPI, Bersiap Bangkit dari Selasa Kelam! Apa yang Haru...\n\n#BGFRetail #DLE&C #SamsungSDI\n\n──────────────────────────\n✅ Informasi Pemeran\n\nLee Seong-woong | Manajer, Departemen Penjualan, Daol Investment & Securities\n\nKang Jun-hyeok | Perwakilan dari Institut Penelitian Ekonomi Korea\n\n──────────────────────────\n\n📌 Sorotan Penutupan Pasar\n\n✓ KOSPI ‘Selasa Kelam’\n\n→ KOSPI anjlok sekitar 10% dalam satu hari, jatuh ke level 8.203\n\n→ KOSDAQ runtuh di bawah angka 900\n\n→ Pemutus sirkuit keempat dalam sejarah dipicu\n\n→ Samsung Electronics dan SK Hynix kehilangan kapitalisasi pasar sebesar 200 triliun won dalam satu hari\n\n→ Aksi ambil untung, kehati-hatian terkait suku bunga, nilai tukar, dan pendapatan Micron, dikombinasikan dengan kebijakan domestik dan faktor penawaran dan permintaan\n\n→ Peningkatan volatilitas pasar, meredam antusiasme investor Sentimen\n\n→ Fokus pada saham yang mengalami oversold; strategi respons diperlukan\n\n✓ Konsentrasi pada Semikonduktor dan Saham Kapitalisasi Besar\n\n→ Tekanan jual untuk mengambil keuntungan muncul, berpusat pada saham semikonduktor kapitalisasi besar\n\n→ Konsentrasi meningkat di sekitar Samsung Electronics dan SK Hynix\n\n→ Investasi terkonsentrasi lebih menguntungkan daripada diversifikasi portofolio\n\n→ 'FOMO' mencapai titik ekstrem\n\n→ Tren pasar saat ini yang berkelanjutan tidak dapat dihindari untuk sementara waktu\n\n→ Penurunan diperkirakan setelah rilis pendapatan Micron dan indeks harga PCE\n\n→ Peralatan listrik, pertahanan, dll. Pendekatan Selektif terhadap Saham yang Mengalami Oversold\n\n✓ Memeriksa Fundamental Pasar\n\n→ Industri sekuritas: “Tidak ada anomali dalam fundamental pasar”\n\n→ Suku bunga dan harga minyak bergerak menguntungkan; Koreksi teknis mungkin terjadi\n\n→ Perlu memverifikasi apakah pasar berada di zona terlalu panas jangka pendek\n\n→ Strategi yang berfokus pada saham-saham unggulan tetap valid\n\n🚨 Sinyal Setelah Pasar Ditutup\n\n1️⃣ BGF Retail\n\n→ Mendapat keuntungan dari peningkatan pengeluaran wisatawan asing\n\n→ Kekhawatiran kelebihan pasokan teratasi lebih awal\n\n→ Prospek positif untuk perbaikan fundamental pada saham-saham terkait toko serba ada\n\n→ Beban biaya depresiasi berkurang karena perluasan toko\n\n→ Pertumbuhan toko yang sama pada kuartal kedua diproyeksikan mendekati 4%\n\n→ Ekspansi pengeluaran asing, fokus pada kategori makanan dengan margin tinggi\n\n2️⃣ DL E&C\n\n→ Penolakan untuk menerima pajak perusahaan sebesar 850 miliar won dari Arab Saudi, mengisyaratkan gugatan yang berkepanjangan\n\n→ Harga saham terpukul dan koreksi jangka pendek\n\n→ Konfirmasi lokasi yang direncanakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir baru\n\n→ Saham-saham konstruksi secara umum, Ekspektasi pasar SMR domestik terwujud\n\n3️⃣ Samsung SDI\n\n→ Peningkatan pendapatan K-Battery, EV, dan ESS semakin cepat\n\n→ Menuju pasar panik Koreksi jangka pendek karena\n\n→ Strategi Ganda EV Eropa, ESS AS\n\n→ Kemungkinan memperkenalkan peralatan baru di Pabrik 1 Hongaria\n\n→ Starplus Energy AS mendorong rencana konversi ESS\n\n#KOSPI #KOSDAQ #InvestmentPoint #MarketAnalysis #SupplyAndDemandAnalysis #AfterHoursRise #AfterHoursTrading #DisclosureAnalysis #TheWarRoom #AfterHoursTrading #AfterSignal #TheWarRoom #KoreaEconomicTV\n\n──────────────────────────\n\n🎯 Keputusan investasi, informasi adalah kuncinya.\n\nDapatkan informasi penting yang cepat dan akurat sekarang di Telegram resmi Korea Economic TV.\n\n🎁 Berlangganan Gratis 👉 https://t.me/wowtv_official\n\n──────────────────────────\n\n△ Saksikan perekonomian Korea!\n\n△ Kami menyajikan berita ekonomi dan sekuritas yang cepat dan akurat 24 jam sehari.\n\n△ Berlangganan + Sukai!\n\n──────────────────────────\n◇ Saluran Resmi & Bisnis Korea Economic TV\n\nBerlangganan YouTube: https://bit.ly/45pz6GK\n\nSiaran Langsung YouTube:    • Video  \n\nKolaborasi & Pertanyaan Bisnis: hkwowtv\n\n──────────────────────────\n◇ Korea Economic TV\n\nSitus web: http://www.wowtv.co.kr\n\nKakao Plus Friend: https://pf.kakao.com/_xbcxlxgd\n\nTwitter:   / hkwowtv  \n\nFacebook:   / hkwowtv  \n\nJadwal Program: https://bit.ly/47q2caY\n\n───────────────────────────\n◆ Berlangganan Saluran Keluarga Korea Economic TV!\n\nBerita: [Hankyung TV News]    / 한국경제tv뉴스  \n\nSaham: [Money Farm Korea Economic TV]    /   \n\nAplikasi Saham: [Korea Economic TV Crypto]    /   \n\nPendidikan: [Wow Academy] https://wowacademy.wownet.co.kr/\n\nGlobal: [Wow Global] https://www.wowglobal.co.kr/\n\nInformasi Investasi Real-time: [Wow Quick] https://www.wowquick.co.kr/\n\n──────────────────────────\n\n※ Jika layar tampak buram atau berpiksel, silakan pilih kualitas 1080p di pengaturan.\n\n⚠️ Peringatan Saat Menonton\n\n※ Konten ini hanya untuk referensi investasi. Anda sepenuhnya bertanggung jawab atas keputusan investasi apa pun. #KoreaEconomicTV #WowNet #StockWindow #Partner #Economy #Securities #Wow #WOWTV", "post_id": "LBmQ2qzQfFo"}}, {"key": "hktv_crypto", "attributes": {"label": "hktv_crypto", "x": 393.93177553129567, "y": 895.5580554082011, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.5761, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LBmQ2qzQfFo", "id": "hktv_crypto", "source": "youtube-000001", "content": "Penurunan Poin Terbesar Sepanjang Sejarah KOSPI, Bersiap Bangkit dari Selasa Kelam! Apa yang Haru...\n\n#BGFRetail #DLE&C #SamsungSDI\n\n──────────────────────────\n✅ Informasi Pemeran\n\nLee Seong-woong | Manajer, Departemen Penjualan, Daol Investment & Securities\n\nKang Jun-hyeok | Perwakilan dari Institut Penelitian Ekonomi Korea\n\n──────────────────────────\n\n📌 Sorotan Penutupan Pasar\n\n✓ KOSPI ‘Selasa Kelam’\n\n→ KOSPI anjlok sekitar 10% dalam satu hari, jatuh ke level 8.203\n\n→ KOSDAQ runtuh di bawah angka 900\n\n→ Pemutus sirkuit keempat dalam sejarah dipicu\n\n→ Samsung Electronics dan SK Hynix kehilangan kapitalisasi pasar sebesar 200 triliun won dalam satu hari\n\n→ Aksi ambil untung, kehati-hatian terkait suku bunga, nilai tukar, dan pendapatan Micron, dikombinasikan dengan kebijakan domestik dan faktor penawaran dan permintaan\n\n→ Peningkatan volatilitas pasar, meredam antusiasme investor Sentimen\n\n→ Fokus pada saham yang mengalami oversold; strategi respons diperlukan\n\n✓ Konsentrasi pada Semikonduktor dan Saham Kapitalisasi Besar\n\n→ Tekanan jual untuk mengambil keuntungan muncul, berpusat pada saham semikonduktor kapitalisasi besar\n\n→ Konsentrasi meningkat di sekitar Samsung Electronics dan SK Hynix\n\n→ Investasi terkonsentrasi lebih menguntungkan daripada diversifikasi portofolio\n\n→ 'FOMO' mencapai titik ekstrem\n\n→ Tren pasar saat ini yang berkelanjutan tidak dapat dihindari untuk sementara waktu\n\n→ Penurunan diperkirakan setelah rilis pendapatan Micron dan indeks harga PCE\n\n→ Peralatan listrik, pertahanan, dll. Pendekatan Selektif terhadap Saham yang Mengalami Oversold\n\n✓ Memeriksa Fundamental Pasar\n\n→ Industri sekuritas: “Tidak ada anomali dalam fundamental pasar”\n\n→ Suku bunga dan harga minyak bergerak menguntungkan; Koreksi teknis mungkin terjadi\n\n→ Perlu memverifikasi apakah pasar berada di zona terlalu panas jangka pendek\n\n→ Strategi yang berfokus pada saham-saham unggulan tetap valid\n\n🚨 Sinyal Setelah Pasar Ditutup\n\n1️⃣ BGF Retail\n\n→ Mendapat keuntungan dari peningkatan pengeluaran wisatawan asing\n\n→ Kekhawatiran kelebihan pasokan teratasi lebih awal\n\n→ Prospek positif untuk perbaikan fundamental pada saham-saham terkait toko serba ada\n\n→ Beban biaya depresiasi berkurang karena perluasan toko\n\n→ Pertumbuhan toko yang sama pada kuartal kedua diproyeksikan mendekati 4%\n\n→ Ekspansi pengeluaran asing, fokus pada kategori makanan dengan margin tinggi\n\n2️⃣ DL E&C\n\n→ Penolakan untuk menerima pajak perusahaan sebesar 850 miliar won dari Arab Saudi, mengisyaratkan gugatan yang berkepanjangan\n\n→ Harga saham terpukul dan koreksi jangka pendek\n\n→ Konfirmasi lokasi yang direncanakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir baru\n\n→ Saham-saham konstruksi secara umum, Ekspektasi pasar SMR domestik terwujud\n\n3️⃣ Samsung SDI\n\n→ Peningkatan pendapatan K-Battery, EV, dan ESS semakin cepat\n\n→ Menuju pasar panik Koreksi jangka pendek karena\n\n→ Strategi Ganda EV Eropa, ESS AS\n\n→ Kemungkinan memperkenalkan peralatan baru di Pabrik 1 Hongaria\n\n→ Starplus Energy AS mendorong rencana konversi ESS\n\n#KOSPI #KOSDAQ #InvestmentPoint #MarketAnalysis #SupplyAndDemandAnalysis #AfterHoursRise #AfterHoursTrading #DisclosureAnalysis #TheWarRoom #AfterHoursTrading #AfterSignal #TheWarRoom #KoreaEconomicTV\n\n──────────────────────────\n\n🎯 Keputusan investasi, informasi adalah kuncinya.\n\nDapatkan informasi penting yang cepat dan akurat sekarang di Telegram resmi Korea Economic TV.\n\n🎁 Berlangganan Gratis 👉 https://t.me/wowtv_official\n\n──────────────────────────\n\n△ Saksikan perekonomian Korea!\n\n△ Kami menyajikan berita ekonomi dan sekuritas yang cepat dan akurat 24 jam sehari.\n\n△ Berlangganan + Sukai!\n\n──────────────────────────\n◇ Saluran Resmi & Bisnis Korea Economic TV\n\nBerlangganan YouTube: https://bit.ly/45pz6GK\n\nSiaran Langsung YouTube:    • Video  \n\nKolaborasi & Pertanyaan Bisnis: hkwowtv\n\n──────────────────────────\n◇ Korea Economic TV\n\nSitus web: http://www.wowtv.co.kr\n\nKakao Plus Friend: https://pf.kakao.com/_xbcxlxgd\n\nTwitter:   / hkwowtv  \n\nFacebook:   / hkwowtv  \n\nJadwal Program: https://bit.ly/47q2caY\n\n───────────────────────────\n◆ Berlangganan Saluran Keluarga Korea Economic TV!\n\nBerita: [Hankyung TV News]    / 한국경제tv뉴스  \n\nSaham: [Money Farm Korea Economic TV]    /   \n\nAplikasi Saham: [Korea Economic TV Crypto]    /   \n\nPendidikan: [Wow Academy] https://wowacademy.wownet.co.kr/\n\nGlobal: [Wow Global] https://www.wowglobal.co.kr/\n\nInformasi Investasi Real-time: [Wow Quick] https://www.wowquick.co.kr/\n\n──────────────────────────\n\n※ Jika layar tampak buram atau berpiksel, silakan pilih kualitas 1080p di pengaturan.\n\n⚠️ Peringatan Saat Menonton\n\n※ Konten ini hanya untuk referensi investasi. Anda sepenuhnya bertanggung jawab atas keputusan investasi apa pun. #KoreaEconomicTV #WowNet #StockWindow #Partner #Economy #Securities #Wow #WOWTV", "post_id": "LBmQ2qzQfFo"}}], "edges": [{"key": "hanikedua", "source": "hanikedua", "target": "nemoozz22", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hanikedua", "source": "hanikedua", "target": "shinesainn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hanikedua", "source": "hanikedua", "target": "shinebrightb", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hanikedua", "source": "hanikedua", "target": "Dhiyamardhiya1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hanikedua", "source": "hanikedua", "target": "tanyakanrl", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bayunurahman43", "source": "bayunurahman43", "target": "cintasejatiyou", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bayunurahman43", "source": "bayunurahman43", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "aritj", "source": "aritj", "target": "dimarsasongko98", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mubin_nusantara", "source": "mubin_nusantara", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "logikamystika", "source": "logikamystika", "target": "jogja_base", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Beng2cocho", "source": "Beng2cocho", "target": "IpinDek", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Beng2cocho", "source": "Beng2cocho", "target": "jogja_base", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Beng2cocho", "source": "Beng2cocho", "target": "pln_123", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "kiver_2021", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "arahjakarta", "source": "arahjakarta", "target": "arahjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "marketroots", "source": "marketroots", "target": "marketroots", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arahjakarta", "source": "arahjakarta", "target": "arahjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "erinasyafiaalmahyra", "source": "erinasyafiaalmahyra", "target": "Ternak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@dosecreativechannel", "source": "@dosecreativechannel", "target": "dosecreativechannel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpalu", "source": "@tribunpalu", "target": "tribun_palu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpalu", "source": "@tribunpalu", "target": "tribun_palu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@hkwowtv", "source": "@hkwowtv", "target": "hkmoneyfarm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@hkwowtv", "source": "@hkwowtv", "target": "hktv_crypto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}