{"nodes": [{"key": "andi_achilles", "attributes": {"label": "andi_achilles", "x": 631.3314833289546, "y": 243.65588495229395, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 26.2364, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2069688178077020310", "id": "andi_achilles", "source": "retweet-000002", "content": "Suku bunga BI rate naik tapi IHSG dan rupiah tetap ambruk dan melemah. Bukan malah menjaga stabilitas rupiah mala…", "post_id": "2069688178077020310"}}, {"key": "Maikel_USMC", "attributes": {"label": "Maikel_USMC", "x": 763.6268462437138, "y": 506.03504493842854, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 33.67, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 1, "degree": 3}, "_id": "2069688178077020310", "id": "Maikel_USMC", "source": "retweet-000002", "content": "Suku bunga BI rate naik tapi IHSG dan rupiah tetap ambruk dan melemah. Bukan malah menjaga stabilitas rupiah mala…", "post_id": "2069688178077020310"}}, {"key": "TirtoID", "attributes": {"label": "TirtoID", "x": 296.2091718856558, "y": 28.41266453898672, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 62.2895, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069688178077020310", "id": "TirtoID", "source": "retweet-000002", "content": "Suku bunga BI rate naik tapi IHSG dan rupiah tetap ambruk dan melemah. Bukan malah menjaga stabilitas rupiah mala…", "post_id": "2069688178077020310"}}, {"key": "potatomax_", "attributes": {"label": "potatomax_", "x": 272.64246030163406, "y": 40.29857661086578, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 26.2364, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068641602151883006", "id": "potatomax_", "source": "tweet-000004", "content": "prabowo minta himbara jgn naikin bunga kredit katanya beban rakyat. pdhal BI naikin suku bunga acuan 100bps dlm sebulan. stabilitas rupiah penting tp ongkosnya jgn ditimpain ke kelas menengah mulu.", "post_id": "2068641602151883006"}}, {"key": "direktoridosen", "attributes": {"label": "direktoridosen", "x": 770.7622392966457, "y": 644.4785044178757, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 48.5373, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068641602151883006", "id": "direktoridosen", "source": "tweet-000004", "content": "prabowo minta himbara jgn naikin bunga kredit katanya beban rakyat. pdhal BI naikin suku bunga acuan 100bps dlm sebulan. stabilitas rupiah penting tp ongkosnya jgn ditimpain ke kelas menengah mulu.", "post_id": "2068641602151883006"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 459.8847587871462, "y": 872.8638658949177, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 67.7265, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 3, "degree": 7}, "_id": "3922308635460680294_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75% pada RDG 18 Juni 2026. Suku bunga Deposit Facility naik menjadi 4,75%, sementara Lending Facility menjadi 6,25%.\n\nLangkah ini diambil untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global, mengendalikan inflasi agar tetap di kisaran 2,5±1%, serta meningkatkan daya tarik aset domestik. Hingga 18 Juni 2026, rupiah tercatat melemah 6,61% secara year-to-date ke level Rp17.873 per dolar AS. 💵\n\nSumber: katadata.co.id, 18 Juni 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp). 🚀\n\n#BIRate #BankIndonesia #Rupiah #SukuBunga #TheFed #Inflasi #EkonomiIndonesia #PasarModal #mancingsaham", "post_id": "3922308635460680294_52512310886"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 209.92192123719568, "y": 727.3690274391156, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 174.9078, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3922088103973008997_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia kembali menaikkan BI Rate sesuai ekspektasi pasar, kali ini 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur bulanan tanggal 17-18 Juni 2026.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kenaikan suku bunga bertujuan menjaga stabilitas rupiah dan inflasi agar tetap sesuai sasaran pemerintah. BI juga tetap menerapkan kebijakan makroprudensial yang diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#BankIndonesia #BIRate #BloombergTechnoz", "post_id": "3922088103973008997_51748745734"}}, {"key": "infotibanjaran.id", "attributes": {"label": "infotibanjaran.id", "x": 964.3908414746785, "y": 832.2487520968006, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2364, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922805836196036079_45016844333", "id": "infotibanjaran.id", "source": "instagram-000001", "content": "Suku bunga acuan atau rate kembali menyita perhatian publik seiring langkah Bank Indonesia (BI) menaikkannya di tengah tren pelemahan rupiah, ketidakpastian ekonomi global, dan upaya menjaga stabilitas nasional\n\nPada Selasa (9/6/2026), BI rate naik sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Pada saat yang sama, suku bunga deposit facility naik 25 basis poin menjadi 4,50% dan suku bunga lending facility meningkat 25 basis poin menjadi 6,25%.\n\nBank Indonesia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya gejolak global akibat konflik di Timur Tengah.\n\nSelain itu, kebijakan ini juga bersifat preemptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1%.\n\nKenaikan suku bunga juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil aset keuangan domestik sehingga dapat menarik kembali aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.\n\nLangkah tersebut dilakukan hanya beberapa minggu setelah Bank Indonesia sebelumnya menaikkan rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Mei 2026.\n\nKebijakan yang relatif agresif ini menunjukkan keseriusan bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah yang mengalami tekanan cukup besar sepanjang tahun berjalan.\n\nKenaikan BI rate selalu berimbas pada dompet masyarakat, mulai dari membengkaknya tagihan cicilan kredit dan bunga kredit pemilikan rumah (KPR), hingga potensi kenaikan bunga deposito. Perubahan-perubahan ini secara akumulatif langsung memengaruhi stabilitas kondisi keuangan rumah tangga.\n-", "post_id": "3922805836196036079_45016844333"}}, {"key": "voktis.id", "attributes": {"label": "voktis.id", "x": 318.11558834226537, "y": 835.2955612070463, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 48.5373, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922805836196036079_45016844333", "id": "voktis.id", "source": "instagram-000001", "content": "Suku bunga acuan atau rate kembali menyita perhatian publik seiring langkah Bank Indonesia (BI) menaikkannya di tengah tren pelemahan rupiah, ketidakpastian ekonomi global, dan upaya menjaga stabilitas nasional\n\nPada Selasa (9/6/2026), BI rate naik sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Pada saat yang sama, suku bunga deposit facility naik 25 basis poin menjadi 4,50% dan suku bunga lending facility meningkat 25 basis poin menjadi 6,25%.\n\nBank Indonesia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya gejolak global akibat konflik di Timur Tengah.\n\nSelain itu, kebijakan ini juga bersifat preemptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1%.\n\nKenaikan suku bunga juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil aset keuangan domestik sehingga dapat menarik kembali aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.\n\nLangkah tersebut dilakukan hanya beberapa minggu setelah Bank Indonesia sebelumnya menaikkan rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Mei 2026.\n\nKebijakan yang relatif agresif ini menunjukkan keseriusan bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah yang mengalami tekanan cukup besar sepanjang tahun berjalan.\n\nKenaikan BI rate selalu berimbas pada dompet masyarakat, mulai dari membengkaknya tagihan cicilan kredit dan bunga kredit pemilikan rumah (KPR), hingga potensi kenaikan bunga deposito. Perubahan-perubahan ini secara akumulatif langsung memengaruhi stabilitas kondisi keuangan rumah tangga.\n-", "post_id": "3922805836196036079_45016844333"}}, {"key": "mancingsaham.id", "attributes": {"label": "mancingsaham.id", "x": 473.9295184089828, "y": 555.0171488691198, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2364, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7650542958080494868", "id": "mancingsaham.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menyebut investor asing mulai kembali menempatkan dana di Indonesia setelah BI menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50%. Kenaikan imbal hasil SRBI dan SBN dinilai berhasil meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik bagi investor global. 📈 Masuknya kembali modal asing turut mendukung penguatan rupiah yang kini kembali berada di bawah level Rp18.000 per dolar AS. BI juga menegaskan akan terus menjaga stabilitas rupiah dan daya tarik pasar keuangan domestik melalui berbagai langkah kebijakan.  Sumber: katadata.co.id, 12 Juni 2026 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📊 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp). #saham #sahamindonesia #investasi #fyp #mancingsaham", "post_id": "7650542958080494868"}}, {"key": "folknomic", "attributes": {"label": "folknomic", "x": 35.82809919309771, "y": 233.7389625071432, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2364, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomic", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "folknomics", "attributes": {"label": "folknomics", "x": 91.25732689512046, "y": 631.3897745848788, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 48.5373, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomics", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "the.indonesia.post", "attributes": {"label": "the.indonesia.post", "x": 814.6799491457282, "y": 275.0215947652054, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2364, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7653727519434116373", "id": "the.indonesia.post", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 839.8921956960331, "y": 903.5912561661797, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 37.3868, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653727519434116373", "id": "bank_indonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "kemenkeuri", "x": 383.6407343834596, "y": 379.0734802529041, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 37.3868, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653727519434116373", "id": "kemenkeuri", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 165.78555470336454, "y": 439.26776326760677, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2364, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 21, "degree": 21}, "_id": "EsniTHDbpQQ", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kerek Suku Bunga di Luar Jadwal Demi Rupiah, Analis Ingatkan Pelajaran dari 2018 | IDXC UPDATE\n\nKeputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan di luar jadwal rapat reguler dinilai sebagai langkah darurat untuk menahan pelemahan rupiah dan menjaga stabilitas pasar keuangan. Kebijakan tersebut disertai berbagai instrumen pendukung guna menarik aliran dana asing, memperkuat nilai tukar, serta menjaga likuiditas perbankan di tengah meningkatnya tekanan eksternal.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EsniTHDbpQQ"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 444.5263487854716, "y": 57.733769970109705, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.2983, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "EsniTHDbpQQ", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kerek Suku Bunga di Luar Jadwal Demi Rupiah, Analis Ingatkan Pelajaran dari 2018 | IDXC UPDATE\n\nKeputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan di luar jadwal rapat reguler dinilai sebagai langkah darurat untuk menahan pelemahan rupiah dan menjaga stabilitas pasar keuangan. Kebijakan tersebut disertai berbagai instrumen pendukung guna menarik aliran dana asing, memperkuat nilai tukar, serta menjaga likuiditas perbankan di tengah meningkatnya tekanan eksternal.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EsniTHDbpQQ"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 642.799797526956, "y": 401.43055990578694, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.2983, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "EsniTHDbpQQ", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kerek Suku Bunga di Luar Jadwal Demi Rupiah, Analis Ingatkan Pelajaran dari 2018 | IDXC UPDATE\n\nKeputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan di luar jadwal rapat reguler dinilai sebagai langkah darurat untuk menahan pelemahan rupiah dan menjaga stabilitas pasar keuangan. Kebijakan tersebut disertai berbagai instrumen pendukung guna menarik aliran dana asing, memperkuat nilai tukar, serta menjaga likuiditas perbankan di tengah meningkatnya tekanan eksternal.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EsniTHDbpQQ"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 319.6627952670007, "y": 52.44680418408099, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.2983, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "EsniTHDbpQQ", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kerek Suku Bunga di Luar Jadwal Demi Rupiah, Analis Ingatkan Pelajaran dari 2018 | IDXC UPDATE\n\nKeputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan di luar jadwal rapat reguler dinilai sebagai langkah darurat untuk menahan pelemahan rupiah dan menjaga stabilitas pasar keuangan. Kebijakan tersebut disertai berbagai instrumen pendukung guna menarik aliran dana asing, memperkuat nilai tukar, serta menjaga likuiditas perbankan di tengah meningkatnya tekanan eksternal.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EsniTHDbpQQ"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 359.4880045246596, "y": 573.5832091436763, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.2983, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "EsniTHDbpQQ", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kerek Suku Bunga di Luar Jadwal Demi Rupiah, Analis Ingatkan Pelajaran dari 2018 | IDXC UPDATE\n\nKeputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan di luar jadwal rapat reguler dinilai sebagai langkah darurat untuk menahan pelemahan rupiah dan menjaga stabilitas pasar keuangan. Kebijakan tersebut disertai berbagai instrumen pendukung guna menarik aliran dana asing, memperkuat nilai tukar, serta menjaga likuiditas perbankan di tengah meningkatnya tekanan eksternal.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EsniTHDbpQQ"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 171.46926940066777, "y": 205.9442132404886, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.2983, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "EsniTHDbpQQ", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kerek Suku Bunga di Luar Jadwal Demi Rupiah, Analis Ingatkan Pelajaran dari 2018 | IDXC UPDATE\n\nKeputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan di luar jadwal rapat reguler dinilai sebagai langkah darurat untuk menahan pelemahan rupiah dan menjaga stabilitas pasar keuangan. Kebijakan tersebut disertai berbagai instrumen pendukung guna menarik aliran dana asing, memperkuat nilai tukar, serta menjaga likuiditas perbankan di tengah meningkatnya tekanan eksternal.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EsniTHDbpQQ"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 394.2342563726491, "y": 94.84939461689845, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.2983, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "EsniTHDbpQQ", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kerek Suku Bunga di Luar Jadwal Demi Rupiah, Analis Ingatkan Pelajaran dari 2018 | IDXC UPDATE\n\nKeputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan di luar jadwal rapat reguler dinilai sebagai langkah darurat untuk menahan pelemahan rupiah dan menjaga stabilitas pasar keuangan. Kebijakan tersebut disertai berbagai instrumen pendukung guna menarik aliran dana asing, memperkuat nilai tukar, serta menjaga likuiditas perbankan di tengah meningkatnya tekanan eksternal.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EsniTHDbpQQ"}}, {"key": "@metrotvjatim", "attributes": {"label": "@metrotvjatim", "x": 66.10660165894456, "y": 930.3775005772403, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2364, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "@metrotvjatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "metrotv_jatim", "x": 612.1444611948511, "y": 314.24714427209943, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.67, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metrotv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "metro_tv_jatim", "x": 607.0721363939698, "y": 425.77737546857264, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.67, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metro_tv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}], "edges": [{"key": "andi_achilles", "source": "andi_achilles", "target": "Maikel_USMC", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "andi_achilles", "source": "andi_achilles", "target": "Maikel_USMC", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "andi_achilles", "source": "andi_achilles", "target": "TirtoID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Maikel_USMC", "source": "Maikel_USMC", "target": "TirtoID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "potatomax_", "source": "potatomax_", "target": "direktoridosen", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibanjaran.id", "source": "infotibanjaran.id", "target": "voktis.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham.id", "source": "mancingsaham.id", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "folknomic", "source": "folknomic", "target": "folknomics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}