{"nodes": [{"key": "fireissuw", "attributes": {"label": "fireissuw", "x": 472.5827879408989, "y": 558.1427841960779, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 14.9628, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2066732447828770916", "id": "fireissuw", "source": "retweet-000002", "content": "\"perbaikan nilai tukar rupiah (mulai menguat. sabar)\"\n\nkocak, sebelum prabowo menjabat dolar masih 15 ribu. wakt…", "post_id": "2066732447828770916"}}, {"key": "thenggara", "attributes": {"label": "thenggara", "x": 370.146044557137, "y": 797.1749435273931, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 19.2022, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2066732447828770916", "id": "thenggara", "source": "retweet-000002", "content": "\"perbaikan nilai tukar rupiah (mulai menguat. sabar)\"\n\nkocak, sebelum prabowo menjabat dolar masih 15 ribu. wakt…", "post_id": "2066732447828770916"}}, {"key": "tanyarlfes", "attributes": {"label": "tanyarlfes", "x": 981.4367312694835, "y": 808.0528109995125, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 19.2022, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2066732447828770916", "id": "tanyarlfes", "source": "retweet-000002", "content": "\"perbaikan nilai tukar rupiah (mulai menguat. sabar)\"\n\nkocak, sebelum prabowo menjabat dolar masih 15 ribu. wakt…", "post_id": "2066732447828770916"}}, {"key": "WagimanDeep212_", "attributes": {"label": "WagimanDeep212_", "x": 916.305911972417, "y": 814.292648008339, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.9628, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068207334216925260", "id": "WagimanDeep212_", "source": "tweet-000004", "content": "Sinergi yang semakin erat didorong oleh Wakil Ketua DPR  Ahmad saat ini rupiah sedikit menguat dari 18.200 pada hari ini jadi Rp17.730 per dolar AS menguat 0,76% (ptp) \nSmoga saja bisa smangkin turun dibawah 10rebu\n\n https://t.co/dgummI2Dky\nhttps://t.co/76692d9Q9Y https://t.co/pTRb5By1Fb", "post_id": "2068207334216925260"}}, {"key": "bang_dasco", "attributes": {"label": "bang_dasco", "x": 538.9494955701612, "y": 356.0799597188825, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 27.6812, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068207334216925260", "id": "bang_dasco", "source": "tweet-000004", "content": "Sinergi yang semakin erat didorong oleh Wakil Ketua DPR  Ahmad saat ini rupiah sedikit menguat dari 18.200 pada hari ini jadi Rp17.730 per dolar AS menguat 0,76% (ptp) \nSmoga saja bisa smangkin turun dibawah 10rebu\n\n https://t.co/dgummI2Dky\nhttps://t.co/76692d9Q9Y https://t.co/pTRb5By1Fb", "post_id": "2068207334216925260"}}, {"key": "Flawes9", "attributes": {"label": "Flawes9", "x": 405.49852029253, "y": 385.0976573460839, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.9628, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068541531590431052", "id": "Flawes9", "source": "tweet-000004", "content": "Katamu rupiah sudah menguat. Kok anggarannya malah naik menyesuaikan dengan dolar. Harga bbm naik juga ngaruh loh lihat anggarannya juga jadi nambah gara2 bbm naik. Gw baca berita ya, ga lihat film propaganda https://t.co/JrtQThEulj", "post_id": "2068541531590431052"}}, {"key": "Milantoon", "attributes": {"label": "Milantoon", "x": 555.8350845652617, "y": 917.4778994330668, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.322, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068541531590431052", "id": "Milantoon", "source": "tweet-000004", "content": "Katamu rupiah sudah menguat. Kok anggarannya malah naik menyesuaikan dengan dolar. Harga bbm naik juga ngaruh loh lihat anggarannya juga jadi nambah gara2 bbm naik. Gw baca berita ya, ga lihat film propaganda https://t.co/JrtQThEulj", "post_id": "2068541531590431052"}}, {"key": "RomyLestari", "attributes": {"label": "RomyLestari", "x": 406.5178607151865, "y": 308.55346418015785, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.322, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068541531590431052", "id": "RomyLestari", "source": "tweet-000004", "content": "Katamu rupiah sudah menguat. Kok anggarannya malah naik menyesuaikan dengan dolar. Harga bbm naik juga ngaruh loh lihat anggarannya juga jadi nambah gara2 bbm naik. Gw baca berita ya, ga lihat film propaganda https://t.co/JrtQThEulj", "post_id": "2068541531590431052"}}, {"key": "kabarbaikdotco", "attributes": {"label": "kabarbaikdotco", "x": 926.2216409789579, "y": 870.2473318519632, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.9628, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067943711892504748", "id": "kabarbaikdotco", "source": "tweet-000004", "content": "SETIAP rupiah melemah dan dolar AS menguat, solusinya selalu sama. Menaikkan suku bunga acuan. Ketika nilai tukar tertekan, inflasi berpotensi meningkat, dan pasar mulai gelisah,  memainkan instrumen yang paling cepat, yakni BI Rate.\nhttps://t.co/nNVfNqmmgJ", "post_id": "2067943711892504748"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 533.5933582956924, "y": 897.328214082827, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 27.6812, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067943711892504748", "id": "bank_indonesia", "source": "tweet-000004", "content": "SETIAP rupiah melemah dan dolar AS menguat, solusinya selalu sama. Menaikkan suku bunga acuan. Ketika nilai tukar tertekan, inflasi berpotensi meningkat, dan pasar mulai gelisah,  memainkan instrumen yang paling cepat, yakni BI Rate.\nhttps://t.co/nNVfNqmmgJ", "post_id": "2067943711892504748"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 3.4822697162371075, "y": 669.8780555257147, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 99.751, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3925174845948851927_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah menguat 0,03% ke level 17.799 per dolar AS pada perdagangan Senin (22/6) pagi, di tengah pelemahan mayoritas mata uang Asia. Sempat dibuka melemah di 17.805, rupiah kemudian bergerak menguat hingga kisaran 17.799 per dolar AS pada pukul 10.00 WIB.\n\nSebagian besar mata uang regional justru melemah terhadap dolar AS, termasuk yen Jepang, dolar Singapura, ringgit Malaysia, dan won Korea Selatan. Pengamat menilai rupiah masih akan bergerak konsolidatif di tengah sentimen global dan sikap wait and see investor terhadap isu geopolitik serta klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI, dengan perkiraan rentang 17.750–17.850 per dolar AS. 📊\n\nSumber: katadata.co.id, 22 Juni 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#Rupiah #Kurs #USDIDR #Forex #PasarUang #IHSG #EkonomiIndonesia #Investasi #mancingsaham", "post_id": "3925174845948851927_52512310886"}}, {"key": "66320242220", "attributes": {"label": "66320242220", "x": 922.0734231687065, "y": 663.7588233134055, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9628, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3925188914029089351_66320242220", "id": "66320242220", "source": "instagram-000001", "content": "Ekonom Steve Hanke mengklaim rupiah bisa memiliki nilai setara dolar Amerika Serikat (AS) jika International Monetary Fund (IMF) dan Presiden ke-42 AS Bill Clinton tidak menghalangi rencana yang ia susun bersama Presiden Soeharto pada masa krisis 1998.\n\n“Jika IMF tidak menyabotase dewan mata uang yang akan saya dan Suharto terapkan pada tahun 1998, rupiah tidak akan bermasalah saat ini. Rupiah akan sama baiknya dengan dolar AS,” tulis Hanke melalui akun X pribadinya, Senin (22/06).\n\nMenurut Hanke, sistem tersebut akan mematok nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sehingga dapat mencegah pelemahan tajam saat Krisis Keuangan Asia. Ia bahkan mengklaim rupiah sempat menguat sekitar 28% setelah wacana kebijakan itu diumumkan, di tengah kejatuhan nilai tukar dari sekitar Rp2.700 ke Rp16.000 per dolar .\n\nNamun, rencana tersebut akhirnya tidak pernah diterapkan. Hanke menuding IMF dan pemerintahan Bill Clinton saat itu menolak kebijakan tersebut serta mengancam penghentian bantuan internasional senilai US$43 miliar apabila Indonesia tetap melanjutkannya.\n\nFollow  untuk dapatkan informasi dan menambahkan wawasan", "post_id": "3925188914029089351_66320242220"}}, {"key": "ruangpikirr.id", "attributes": {"label": "ruangpikirr.id", "x": 558.8265407465142, "y": 734.6834092762101, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.6812, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3925188914029089351_66320242220", "id": "ruangpikirr.id", "source": "instagram-000001", "content": "Ekonom Steve Hanke mengklaim rupiah bisa memiliki nilai setara dolar Amerika Serikat (AS) jika International Monetary Fund (IMF) dan Presiden ke-42 AS Bill Clinton tidak menghalangi rencana yang ia susun bersama Presiden Soeharto pada masa krisis 1998.\n\n“Jika IMF tidak menyabotase dewan mata uang yang akan saya dan Suharto terapkan pada tahun 1998, rupiah tidak akan bermasalah saat ini. Rupiah akan sama baiknya dengan dolar AS,” tulis Hanke melalui akun X pribadinya, Senin (22/06).\n\nMenurut Hanke, sistem tersebut akan mematok nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sehingga dapat mencegah pelemahan tajam saat Krisis Keuangan Asia. Ia bahkan mengklaim rupiah sempat menguat sekitar 28% setelah wacana kebijakan itu diumumkan, di tengah kejatuhan nilai tukar dari sekitar Rp2.700 ke Rp16.000 per dolar .\n\nNamun, rencana tersebut akhirnya tidak pernah diterapkan. Hanke menuding IMF dan pemerintahan Bill Clinton saat itu menolak kebijakan tersebut serta mengancam penghentian bantuan internasional senilai US$43 miliar apabila Indonesia tetap melanjutkannya.\n\nFollow  untuk dapatkan informasi dan menambahkan wawasan", "post_id": "3925188914029089351_66320242220"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 278.856913105866, "y": 33.55141386068239, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 26.0223, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3926282804846444092_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah bergerak turun pada perdagangan Rabu pagi (24/6/2026), melorot 0,61% ke Rp17.953 per dolar AS pada pukul 09:32 WIB di tengah penguatan dolar AS dan sentimen negatif dari evaluasi MSCI.\n\nDalam review tahunannya, MSCI kembali menunda keputusan atas status Indonesia, yang berarti bursa saham RI masih masuk kelompok emerging market hingga keputusan diambil November mendatang. IHSG sendiri menguat 0,57% pada Rabu pagi, sementara pasar obligasi diwarnai aksi jual.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#rupiah #dolar #matauang #bloombergtechnoz", "post_id": "3926282804846444092_51748745734"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 557.1266958354943, "y": 706.8101334625261, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 99.751, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3924415922559874263_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak stabil dalam sepekan terakhir. Namun, ancaman masih datang dari greenback yang tercermin dari menguatnya indeks dolar AS (DXY).\n\nMelansir data perdagangan pasar spot pada Jumat (19/6/2026), kurs rupiah ditutup melemah tipis 0,06 persen ke level Rp17.804 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya. Jika dihitung dalam satu pekan, rupiah spot masih menguat 0,31 persen dari posisi Rp17.860 per dolar AS pada Jumat (12/6/2026) lalu.\n\nKondisi serupa tecermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia yang berada di angka Rp17.826 per dolar AS pada akhir pekan. Secara akumulatif mingguan, rupiah Jisdor mencatatkan penguatan 0,53 persen dari posisi Jumat pekan lalu yang sempat terdampar di level Rp17.921 per dolar AS.\n\nMeskipun sentimen positif mulai muncul, rupiah diproyeksikan kembali menghadapi tantangan dari menguatnya dolar AS dan berpotensi tertekan pada pekan depan.\n\nBaca selengkapnya di \nhttps://www.idxchannel.com/market-news/penguatan-dolar-as-masih-jadi-ancaman-bagi-rupiah-pada-pekan-depan\n\nAtau klik link di Bio  \n\nFoto : Istimewa\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #rupiah #dolarAS", "post_id": "3924415922559874263_3310659452"}}, {"key": "buterflywave", "attributes": {"label": "buterflywave", "x": 286.297276829744, "y": 828.3481741818769, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9628, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654913448366689543", "id": "buterflywave", "source": "tiktok-000001", "content": "Teman-teman, rupiah kembali tertekan dan hari ini menyentuh level Rp17.949 per dolar AS, semakin mendekati level psikologis Rp18.000 yang menjadi perhatian pasar. Padahal sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah melakukan kunjungan ke China untuk menarik minat investor dan memperluas sumber pembiayaan Indonesia melalui skema Panda Bond. Di saat yang sama, pemerintah juga mulai menyiapkan Patriot Bond dan Merah Putih Bond sebagai salah satu upaya menarik dana masuk ke dalam negeri. Namun Purbaya menegaskan bahwa program ini bukan Tax Amnesty jilid baru. Perlindungan hukum dan perpajakan hanya berlaku untuk dana yang ditempatkan ke dalam Patriot Bond dan Merah Putih Bond, bukan seluruh aset milik investor. Artinya, perusahaan maupun aset lain yang dimiliki investor tetap dapat diperiksa sesuai aturan yang berlaku. Kini perhatian pasar tertuju pada satu pertanyaan besar: apakah berbagai langkah yang dilakukan pemerintah mampu membalikkan arah rupiah, atau justru tekanan terhadap mata uang Indonesia masih akan berlanjut? Sumber:  📲 Instal aplikasi CryptoWave Media untuk mendapatkan update ekonomi, rupiah, crypto, dan market global terbaru setiap harinya. #cryptowave #rupiah #purbaya #prabowo #buyindonesia", "post_id": "7654913448366689543"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 472.2506993686767, "y": 842.2131563522753, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.6812, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654913448366689543", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Teman-teman, rupiah kembali tertekan dan hari ini menyentuh level Rp17.949 per dolar AS, semakin mendekati level psikologis Rp18.000 yang menjadi perhatian pasar. Padahal sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah melakukan kunjungan ke China untuk menarik minat investor dan memperluas sumber pembiayaan Indonesia melalui skema Panda Bond. Di saat yang sama, pemerintah juga mulai menyiapkan Patriot Bond dan Merah Putih Bond sebagai salah satu upaya menarik dana masuk ke dalam negeri. Namun Purbaya menegaskan bahwa program ini bukan Tax Amnesty jilid baru. Perlindungan hukum dan perpajakan hanya berlaku untuk dana yang ditempatkan ke dalam Patriot Bond dan Merah Putih Bond, bukan seluruh aset milik investor. Artinya, perusahaan maupun aset lain yang dimiliki investor tetap dapat diperiksa sesuai aturan yang berlaku. Kini perhatian pasar tertuju pada satu pertanyaan besar: apakah berbagai langkah yang dilakukan pemerintah mampu membalikkan arah rupiah, atau justru tekanan terhadap mata uang Indonesia masih akan berlanjut? Sumber:  📲 Instal aplikasi CryptoWave Media untuk mendapatkan update ekonomi, rupiah, crypto, dan market global terbaru setiap harinya. #cryptowave #rupiah #purbaya #prabowo #buyindonesia", "post_id": "7654913448366689543"}}, {"key": "erinasyafiaalmahyra", "attributes": {"label": "erinasyafiaalmahyra", "x": 74.93017782117684, "y": 795.5013797306266, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9628, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7651267859301076231", "id": "erinasyafiaalmahyra", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH ANJLOK! APA YANG SEBENARNYA TERJADI? 🚨 Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat banyak masyarakat khawatir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. � Reuters + 1 📉 Ketika rupiah melemah, harga barang impor berpotensi naik karena biaya pembelian dari luar negeri menjadi lebih mahal. Selain itu, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan sehingga membuat investor semakin waspada. � Maybank Trade + 2 🏦 Untuk membantu menstabilkan keadaan, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. � Reuters + 2 ❓ Apakah Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Belum tentu. Naik turunnya nilai mata uang merupakan hal yang bisa terjadi karena berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi harga barang, investasi, dan perekonomian secara umum. � Reuters + 1 🔥 Fakta yang jarang dibahas: • Rupiah sempat mendekati Rp18.200 per dolar AS. � • Bank Indonesia melakukan kenaikan suku buna di luar jadwal normal. � • Investor global sedang mencermati kondisi ekonomi Indonesia dengan sangat ketat. � Reuters + 1 Reuters + 1 Reuters + 1 👇 Menurut kamu, apakah rupiah akan kembali menguat?  Klip  #rupiah #EkonomiIndonesia #BeritaViral #FaktaMenarik #TikTokNews", "post_id": "7651267859301076231"}}, {"key": "Ternak", "attributes": {"label": "Ternak", "x": 398.0615631378241, "y": 311.63984437055126, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.6812, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7651267859301076231", "id": "Ternak", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH ANJLOK! APA YANG SEBENARNYA TERJADI? 🚨 Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat banyak masyarakat khawatir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. � Reuters + 1 📉 Ketika rupiah melemah, harga barang impor berpotensi naik karena biaya pembelian dari luar negeri menjadi lebih mahal. Selain itu, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan sehingga membuat investor semakin waspada. � Maybank Trade + 2 🏦 Untuk membantu menstabilkan keadaan, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. � Reuters + 2 ❓ Apakah Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Belum tentu. Naik turunnya nilai mata uang merupakan hal yang bisa terjadi karena berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi harga barang, investasi, dan perekonomian secara umum. � Reuters + 1 🔥 Fakta yang jarang dibahas: • Rupiah sempat mendekati Rp18.200 per dolar AS. � • Bank Indonesia melakukan kenaikan suku buna di luar jadwal normal. � • Investor global sedang mencermati kondisi ekonomi Indonesia dengan sangat ketat. � Reuters + 1 Reuters + 1 Reuters + 1 👇 Menurut kamu, apakah rupiah akan kembali menguat?  Klip  #rupiah #EkonomiIndonesia #BeritaViral #FaktaMenarik #TikTokNews", "post_id": "7651267859301076231"}}, {"key": "hotclip244", "attributes": {"label": "hotclip244", "x": 378.67932940359464, "y": 496.3941264834738, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9628, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7652384280571645204", "id": "hotclip244", "source": "tiktok-000001", "content": "Pubaya Terbang Ke China! Ini Misi Yang Dibawa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu Menteri Keuangan Republik Rakyat China Lan Fo’an di Kantor Kementerian Keuangan China di Beijing, Rabu (17/6/2026). Pertemuan bilateral ini punya 3 misi utama: memperkuat akses pembiayaan pembangunan, memperluas basis investor, serta memperdalam kemitraan ekonomi dengan negara mitra strategis. “Indonesia tidak menunggu. Kami bergerak lebih awal dengan membangun fondasi pembiayaan yang kuat dan berkelanjutan agar pembangunan dapat terus berjalan di tengah berbagai tantangan global,” kata Purbaya. Roadshow ke China ini bukan kunjungan dadakan. Purbaya tegaskan kunjungannya adalah bagian dari strategi pembiayaan jangka panjang yang sudah direncanakan secara matang. “Ini adalah bagian dari perencanaan yang telah disusun jauh sebelumnya. Pemerintah terus menjalankan strategi pembiayaan secara terukur, disiplin, dan berorientasi jangka panjang,” jelas Purbaya. Konteksnya, kunjungan ini terjadi di tengah situasi: cadangan devisa RI turun ke US$ 144,9 miliar di Mei 2026 (terendah hampir 2 tahun), Rupiah baru pulih dari ATH Rp 18.200 ke kisaran Rp 17.890, plus tekanan fiskal yang membuat ruang pembiayaan domestik semakin sempit. Buat audiens Indonesia, ada beberapa hal yang patut dicermati. Pertama, kemitraan dengan China bisa buka akses dana via Panda Bond (obligasi RI yang diterbitkan di pasar China dalam mata uang Yuan), yang biaya bunganya bisa lebih kompetitif daripada obligasi dolar AS. Kedua, ada risiko ketergantungan tambahan ke China dan paparan ke Yuan. Ketiga, kebijakan ini connect ke strategi diversifikasi mata uang transaksi RI (Local Currency Transaction/LCT) yang sebelumnya diperluas. Pantau katalis utama: kesepakatan konkret dari pertemuan ini, plus implementasi rencana Panda Bond Indonesia ke depan. Sumber: TWS News   #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7652384280571645204"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 540.0675532193918, "y": 430.291203973448, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 40.3995, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7652384280571645204", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Pubaya Terbang Ke China! Ini Misi Yang Dibawa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu Menteri Keuangan Republik Rakyat China Lan Fo’an di Kantor Kementerian Keuangan China di Beijing, Rabu (17/6/2026). Pertemuan bilateral ini punya 3 misi utama: memperkuat akses pembiayaan pembangunan, memperluas basis investor, serta memperdalam kemitraan ekonomi dengan negara mitra strategis. “Indonesia tidak menunggu. Kami bergerak lebih awal dengan membangun fondasi pembiayaan yang kuat dan berkelanjutan agar pembangunan dapat terus berjalan di tengah berbagai tantangan global,” kata Purbaya. Roadshow ke China ini bukan kunjungan dadakan. Purbaya tegaskan kunjungannya adalah bagian dari strategi pembiayaan jangka panjang yang sudah direncanakan secara matang. “Ini adalah bagian dari perencanaan yang telah disusun jauh sebelumnya. Pemerintah terus menjalankan strategi pembiayaan secara terukur, disiplin, dan berorientasi jangka panjang,” jelas Purbaya. Konteksnya, kunjungan ini terjadi di tengah situasi: cadangan devisa RI turun ke US$ 144,9 miliar di Mei 2026 (terendah hampir 2 tahun), Rupiah baru pulih dari ATH Rp 18.200 ke kisaran Rp 17.890, plus tekanan fiskal yang membuat ruang pembiayaan domestik semakin sempit. Buat audiens Indonesia, ada beberapa hal yang patut dicermati. Pertama, kemitraan dengan China bisa buka akses dana via Panda Bond (obligasi RI yang diterbitkan di pasar China dalam mata uang Yuan), yang biaya bunganya bisa lebih kompetitif daripada obligasi dolar AS. Kedua, ada risiko ketergantungan tambahan ke China dan paparan ke Yuan. Ketiga, kebijakan ini connect ke strategi diversifikasi mata uang transaksi RI (Local Currency Transaction/LCT) yang sebelumnya diperluas. Pantau katalis utama: kesepakatan konkret dari pertemuan ini, plus implementasi rencana Panda Bond Indonesia ke depan. Sumber: TWS News   #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7652384280571645204"}}, {"key": "clipp880", "attributes": {"label": "clipp880", "x": 372.86238038495367, "y": 77.84191836686183, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9628, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7652572161709837589", "id": "clipp880", "source": "tiktok-000001", "content": "GAK MAU DIEM AJA! 🏃‍♂️ Purbaya Terbang ke China Bawa Misi Perkuat Fondasi Ekonomi RI! 🇮🇩🇨🇳 Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menggelar pertemuan bilateral dengan Menkeu China, Lan Fo’an, di Beijing pada Rabu (17/6/2026). Kunjungan ini bukan dadakan, melainkan strategi jangka panjang yang sudah direncanakan matang! \"Indonesia tidak menunggu. Kami bergerak lebih awal dengan membangun fondasi pembiayaan yang kuat,\" tegas Purbaya. Pertemuan penting ini membawa 3 misi utama: 🏗️ Pembiayaan Pembangunan: Memperkuat akses dana untuk proyek nasional. 📈 Perluas Basis Investor: Mengajak lebih banyak investor strategis masuk ke RI. 🤝 Kemitraan Ekonomi: Memperdalam hubungan dengan negara mitra strategis. ⚠️ Konteks yang Perlu Kamu Tahu: Langkah taktis ini diambil saat cadangan devisa RI lagi turun ke US$ 144,9 miliar (Mei 2026), Rupiah baru pulih di kisaran Rp 17.890, dan ruang pembiayaan dalam negeri makin sempit. 💡 3 Poin Penting untuk Dicermati: 🐼 Peluang Panda Bond: RI bisa dapat akses dana lewat obligasi mata uang Yuan di pasar China, yang bunganya bisa lebih murah dibanding obligasi dolar AS. ⚖️ Risiko Ketergantungan: Ada tantangan risiko ketergantungan baru ke China dan paparan mata uang Yuan. 💸 Diversifikasi: Kebijakan ini sejalan dengan strategi perluasan transaksi mata uang lokal (LCT) Indonesia. Sekarang, mari kita pantau terus kesepakatan konkret dan eksekusi rencana Panda Bond ini ke depan! 🚀📊 Dapat akses dana lebih murah lewat pasar China tapi ada risiko ketergantungan baru... Menurut kalian, langkah jemput bola Pak Purbaya ini udah paling tepat belum buat kondisi ekonomi sekarang? Tulis pendapat kalian! 👇💬 Sumber:Tws News  #kontencomxtws #kontencom #purbaya #ekonomi #investor", "post_id": "7652572161709837589"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "attributes": {"label": "@TribunMedanTV", "x": 60.76661390735416, "y": 5.339935366968862, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9628, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "WFp0efdtmp8", "id": "@TribunMedanTV", "source": "youtube-000001", "content": "PURBAYA KAGET Ada Transaksi Dolar di Pelabuhan : Lapor ke Saya, Saya Hajar Dia\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan seluruh transaksi layanan di pelabuhan Indonesia seharusnya menggunakan rupiah, bukan dolar Amerika Serikat.\n\nPernyataan itu disampaikan Purbaya saat meninjau Pelabuhan Tanjung Priok dan menjawab pertanyaan wartawan mengenai adanya keluhan dari pelaku usaha yang menyebut masih terdapat pembayaran menggunakan dolar AS.\n\n\"Rupiah. Secara peraturan harusnya rupiah. Dan ini kan Indonesia,\" kata Purbaya, Sabtu (6/6/2026). \n\n\"Kalau masih ada yang pakai dolar gimana Pak?\" tanya wartawan.\n\"Laporin ke saya. Nanti saya hajar dia,\" jawab Purbaya.\n\nEditor Video : Gita Nadia Putri br Tarigan \n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan", "post_id": "WFp0efdtmp8"}}, {"key": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "tribunmedantv", "x": 510.7674148082543, "y": 336.00842784631004, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.6812, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "WFp0efdtmp8", "id": "tribunmedantv", "source": "youtube-000001", "content": "PURBAYA KAGET Ada Transaksi Dolar di Pelabuhan : Lapor ke Saya, Saya Hajar Dia\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan seluruh transaksi layanan di pelabuhan Indonesia seharusnya menggunakan rupiah, bukan dolar Amerika Serikat.\n\nPernyataan itu disampaikan Purbaya saat meninjau Pelabuhan Tanjung Priok dan menjawab pertanyaan wartawan mengenai adanya keluhan dari pelaku usaha yang menyebut masih terdapat pembayaran menggunakan dolar AS.\n\n\"Rupiah. Secara peraturan harusnya rupiah. Dan ini kan Indonesia,\" kata Purbaya, Sabtu (6/6/2026). \n\n\"Kalau masih ada yang pakai dolar gimana Pak?\" tanya wartawan.\n\"Laporin ke saya. Nanti saya hajar dia,\" jawab Purbaya.\n\nEditor Video : Gita Nadia Putri br Tarigan \n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan", "post_id": "WFp0efdtmp8"}}, {"key": "@kompastvriau3045", "attributes": {"label": "@kompastvriau3045", "x": 51.346380571117066, "y": 941.6140524624052, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9628, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "6ScruGMXzgI", "id": "@kompastvriau3045", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonom Respons Rupiah Menguat di Kisaran Rp 17 700 per Dolar AS  Didorong Janji Pembenahan MBG\n\nInstagram :   / kompastvriau  \nFacebook :   / kompastv.riau  \nTwitter :  \nEmail : newskompastv.riau\n\n#kompastv #kompastvriau #pekanbaru #riau", "post_id": "6ScruGMXzgI"}}, {"key": "kompasriau_tv", "attributes": {"label": "kompasriau_tv", "x": 972.3850543654834, "y": 379.488121350982, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.6812, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "6ScruGMXzgI", "id": "kompasriau_tv", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonom Respons Rupiah Menguat di Kisaran Rp 17 700 per Dolar AS  Didorong Janji Pembenahan MBG\n\nInstagram :   / kompastvriau  \nFacebook :   / kompastv.riau  \nTwitter :  \nEmail : newskompastv.riau\n\n#kompastv #kompastvriau #pekanbaru #riau", "post_id": "6ScruGMXzgI"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 145.64604255901602, "y": 272.5269004289541, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9628, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Pr_yIgW-DC4", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonom Respons Rupiah Menguat di Kisaran Rp 17.700 per Dolar AS: Didorong Janji Pembenahan MBG\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan selama dijalankan, program prioritas pemerintah yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai boros dan mengakibatkan negara kehilangan anggaran hingga Rp1 triliun per bulan.\n\nPemborosan ini diakibatkan oleh pembengkakan SPPG sebanyak 6.877 titik. Padahal, sesuai rencana awal, jumlah titik SPPG hanya ditargetkan sebanyak 21.000.\n\nDiduga pembengkakan tersebut terjadi karena adanya praktik jual beli titik SPPG di banyak wilayah, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).\n\nPemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) dan kementerian/lembaga terkait akan menata ulang pelaksanaan program MBG agar lebih efisien. Pengaturan ulang program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu ditargetkan rampung dalam satu bulan ke depan.\n\nMenteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan nantinya akan ada potensi pengurangan total kebutuhan anggaran untuk program prioritas tersebut.\n\nPemerintah melalui Kementerian Keuangan dan BGN akan menghitung kembali kebutuhan pendanaan program MBG agar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.\n\nSetelah pemerintah mengumumkan sejumlah kebijakan terkait tata kelola ekonomi, rupiah bergerak menguat dan kembali ke level Rp17.000-an per dolar Amerika Serikat.\n\nBerdasarkan data Bloomberg, pada 16 Juni rupiah menguat ke level Rp17.776 per dolar Amerika Serikat. Nilai tukar rupiah secara perlahan mendekati level terkuatnya dalam satu bulan terakhir.\n\nPada 8 Juni, rupiah sempat berada di titik terlemah terhadap dolar Amerika Serikat di level Rp18.188.\n\nDalam dua pekan terakhir, pemerintah dan Bank Indonesia mengeluarkan sejumlah kebijakan, di antaranya kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate, kenaikan harga BBM nonsubsidi, serta menjanjikan pembenahan tata kelola program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis.\n\nBenarkah pernyataan pemerintah yang akan memangkas anggaran MBG dan merombak tata kelolanya menjadi sinyal positif bagi rupiah? Mengapa kenaikan harga Pertamax juga direspons positif oleh penguatan rupiah?\n\nKita bahas bersama Dzikri Firmansyah Hakam, ekonom sekaligus dosen tetap di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (ITB).\n\n#mbg #rupiah #ekonomi #bbm #pertamax #nilaitukarrupiah #matauang #dolaras #dolar \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "Pr_yIgW-DC4"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 107.20646994373428, "y": 238.98879480342396, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.322, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Pr_yIgW-DC4", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonom Respons Rupiah Menguat di Kisaran Rp 17.700 per Dolar AS: Didorong Janji Pembenahan MBG\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan selama dijalankan, program prioritas pemerintah yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai boros dan mengakibatkan negara kehilangan anggaran hingga Rp1 triliun per bulan.\n\nPemborosan ini diakibatkan oleh pembengkakan SPPG sebanyak 6.877 titik. Padahal, sesuai rencana awal, jumlah titik SPPG hanya ditargetkan sebanyak 21.000.\n\nDiduga pembengkakan tersebut terjadi karena adanya praktik jual beli titik SPPG di banyak wilayah, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).\n\nPemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) dan kementerian/lembaga terkait akan menata ulang pelaksanaan program MBG agar lebih efisien. Pengaturan ulang program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu ditargetkan rampung dalam satu bulan ke depan.\n\nMenteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan nantinya akan ada potensi pengurangan total kebutuhan anggaran untuk program prioritas tersebut.\n\nPemerintah melalui Kementerian Keuangan dan BGN akan menghitung kembali kebutuhan pendanaan program MBG agar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.\n\nSetelah pemerintah mengumumkan sejumlah kebijakan terkait tata kelola ekonomi, rupiah bergerak menguat dan kembali ke level Rp17.000-an per dolar Amerika Serikat.\n\nBerdasarkan data Bloomberg, pada 16 Juni rupiah menguat ke level Rp17.776 per dolar Amerika Serikat. Nilai tukar rupiah secara perlahan mendekati level terkuatnya dalam satu bulan terakhir.\n\nPada 8 Juni, rupiah sempat berada di titik terlemah terhadap dolar Amerika Serikat di level Rp18.188.\n\nDalam dua pekan terakhir, pemerintah dan Bank Indonesia mengeluarkan sejumlah kebijakan, di antaranya kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate, kenaikan harga BBM nonsubsidi, serta menjanjikan pembenahan tata kelola program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis.\n\nBenarkah pernyataan pemerintah yang akan memangkas anggaran MBG dan merombak tata kelolanya menjadi sinyal positif bagi rupiah? Mengapa kenaikan harga Pertamax juga direspons positif oleh penguatan rupiah?\n\nKita bahas bersama Dzikri Firmansyah Hakam, ekonom sekaligus dosen tetap di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (ITB).\n\n#mbg #rupiah #ekonomi #bbm #pertamax #nilaitukarrupiah #matauang #dolaras #dolar \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "Pr_yIgW-DC4"}}, {"key": "@rajkazh", "attributes": {"label": "@rajkazh", "x": 419.4685019645599, "y": 747.6911370731513, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9628, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "sOPcP61F9IY", "id": "@rajkazh", "source": "youtube-000001", "content": "Hari Keputusan The Fed, Kesepakatan AS-Iran Ditandatangani, Minyak di Bawah $80, Rupiah Menguat, ...\n\n\nPasar global memasuki Hari Keputusan Fed dengan harga minyak turun di bawah $80, dolar melemah, dan investor mencerna perjanjian AS-Iran yang ditandatangani secara elektronik sebelum upacara formalnya di Swiss. India terus diuntungkan dari penurunan harga minyak mentah karena rupee menguat untuk sesi ketiga berturut-turut, imbal hasil obligasi menurun, dan Nifty mendekati angka 24.000. Sementara itu, Bank of Japan memberikan suku bunga kebijakan 1% pertamanya sejak 1995, data terbaru China menyoroti permintaan konsumen yang lemah meskipun manufaktur tetap tangguh, dan indikator sentimen Eropa mengejutkan dengan peningkatan. Dengan Kevin Warsh menyampaikan keputusan kebijakan Federal Reserve pertamanya, pasar kurang fokus pada suku bunga dan lebih pada pesan yang disampaikan. Setelah seminggu di mana geopolitik mencuri perhatian, para bankir sentral akhirnya mendapat giliran mereka—dengan asumsi berita utama mendukung.\n\n#FederalReserve #FOMC #KevinWarsh #KesepakatanASIran #HargaMinyak #PasarIndia #Rupee #Nifty50 #BOJ #BankOfJapan #IndeksDolar #EkonomiChina #MakroGlobal #ProspekEkonomi #Kazedge", "post_id": "sOPcP61F9IY"}}, {"key": "AlgoTradingChampionsCommunity", "attributes": {"label": "AlgoTradingChampionsCommunity", "x": 121.9723799328829, "y": 851.749008876965, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.6812, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sOPcP61F9IY", "id": "AlgoTradingChampionsCommunity", "source": "youtube-000001", "content": "Hari Keputusan The Fed, Kesepakatan AS-Iran Ditandatangani, Minyak di Bawah $80, Rupiah Menguat, ...\n\n\nPasar global memasuki Hari Keputusan Fed dengan harga minyak turun di bawah $80, dolar melemah, dan investor mencerna perjanjian AS-Iran yang ditandatangani secara elektronik sebelum upacara formalnya di Swiss. India terus diuntungkan dari penurunan harga minyak mentah karena rupee menguat untuk sesi ketiga berturut-turut, imbal hasil obligasi menurun, dan Nifty mendekati angka 24.000. Sementara itu, Bank of Japan memberikan suku bunga kebijakan 1% pertamanya sejak 1995, data terbaru China menyoroti permintaan konsumen yang lemah meskipun manufaktur tetap tangguh, dan indikator sentimen Eropa mengejutkan dengan peningkatan. Dengan Kevin Warsh menyampaikan keputusan kebijakan Federal Reserve pertamanya, pasar kurang fokus pada suku bunga dan lebih pada pesan yang disampaikan. Setelah seminggu di mana geopolitik mencuri perhatian, para bankir sentral akhirnya mendapat giliran mereka—dengan asumsi berita utama mendukung.\n\n#FederalReserve #FOMC #KevinWarsh #KesepakatanASIran #HargaMinyak #PasarIndia #Rupee #Nifty50 #BOJ #BankOfJapan #IndeksDolar #EkonomiChina #MakroGlobal #ProspekEkonomi #Kazedge", "post_id": "sOPcP61F9IY"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 123.08667685854635, "y": 615.5014635667036, "size": 13.86, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9628, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "usXqjfDHf5s", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah ke Rp17.783 per USD Tertekan Kebijakan The Fed | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di zona merah pada perdagangan Kamis setelah dolar Amerika Serikat menguat signifikan pasca keputusan bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunga acuan. Penguatan dolar terjadi seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa kebijakan moneter Federal Reserve masih akan cenderung hawkish dalam menghadapi risiko inflasi yang belum sepenuhnya mereda.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Kamis siang rupiah melemah 0,14 persen ke level Rp17.783 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat kembali menembus level 100 dan melanjutkan tren penguatan setelah melonjak tajam pada sesi sebelumnya. Pelaku pasar kini mencermati arah kebijakan The Fed ke depan yang berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang global, termasuk rupiah.Berita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "usXqjfDHf5s"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 790.7591092980215, "y": 760.7974382928692, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9311, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "usXqjfDHf5s", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah ke Rp17.783 per USD Tertekan Kebijakan The Fed | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di zona merah pada perdagangan Kamis setelah dolar Amerika Serikat menguat signifikan pasca keputusan bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunga acuan. Penguatan dolar terjadi seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa kebijakan moneter Federal Reserve masih akan cenderung hawkish dalam menghadapi risiko inflasi yang belum sepenuhnya mereda.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Kamis siang rupiah melemah 0,14 persen ke level Rp17.783 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat kembali menembus level 100 dan melanjutkan tren penguatan setelah melonjak tajam pada sesi sebelumnya. Pelaku pasar kini mencermati arah kebijakan The Fed ke depan yang berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang global, termasuk rupiah.Berita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "usXqjfDHf5s"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 315.0742270390081, "y": 408.54691478527326, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9311, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "usXqjfDHf5s", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah ke Rp17.783 per USD Tertekan Kebijakan The Fed | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di zona merah pada perdagangan Kamis setelah dolar Amerika Serikat menguat signifikan pasca keputusan bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunga acuan. Penguatan dolar terjadi seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa kebijakan moneter Federal Reserve masih akan cenderung hawkish dalam menghadapi risiko inflasi yang belum sepenuhnya mereda.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Kamis siang rupiah melemah 0,14 persen ke level Rp17.783 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat kembali menembus level 100 dan melanjutkan tren penguatan setelah melonjak tajam pada sesi sebelumnya. Pelaku pasar kini mencermati arah kebijakan The Fed ke depan yang berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang global, termasuk rupiah.Berita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "usXqjfDHf5s"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 711.4522222483984, "y": 550.3624014913755, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9311, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "usXqjfDHf5s", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah ke Rp17.783 per USD Tertekan Kebijakan The Fed | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di zona merah pada perdagangan Kamis setelah dolar Amerika Serikat menguat signifikan pasca keputusan bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunga acuan. Penguatan dolar terjadi seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa kebijakan moneter Federal Reserve masih akan cenderung hawkish dalam menghadapi risiko inflasi yang belum sepenuhnya mereda.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Kamis siang rupiah melemah 0,14 persen ke level Rp17.783 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat kembali menembus level 100 dan melanjutkan tren penguatan setelah melonjak tajam pada sesi sebelumnya. Pelaku pasar kini mencermati arah kebijakan The Fed ke depan yang berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang global, termasuk rupiah.Berita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "usXqjfDHf5s"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 267.90854756074276, "y": 24.84874449833474, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9311, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "usXqjfDHf5s", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah ke Rp17.783 per USD Tertekan Kebijakan The Fed | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di zona merah pada perdagangan Kamis setelah dolar Amerika Serikat menguat signifikan pasca keputusan bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunga acuan. Penguatan dolar terjadi seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa kebijakan moneter Federal Reserve masih akan cenderung hawkish dalam menghadapi risiko inflasi yang belum sepenuhnya mereda.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Kamis siang rupiah melemah 0,14 persen ke level Rp17.783 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat kembali menembus level 100 dan melanjutkan tren penguatan setelah melonjak tajam pada sesi sebelumnya. Pelaku pasar kini mencermati arah kebijakan The Fed ke depan yang berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang global, termasuk rupiah.Berita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "usXqjfDHf5s"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 460.74762339065546, "y": 967.6756265082854, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9311, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "usXqjfDHf5s", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah ke Rp17.783 per USD Tertekan Kebijakan The Fed | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di zona merah pada perdagangan Kamis setelah dolar Amerika Serikat menguat signifikan pasca keputusan bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunga acuan. Penguatan dolar terjadi seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa kebijakan moneter Federal Reserve masih akan cenderung hawkish dalam menghadapi risiko inflasi yang belum sepenuhnya mereda.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Kamis siang rupiah melemah 0,14 persen ke level Rp17.783 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat kembali menembus level 100 dan melanjutkan tren penguatan setelah melonjak tajam pada sesi sebelumnya. Pelaku pasar kini mencermati arah kebijakan The Fed ke depan yang berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang global, termasuk rupiah.Berita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "usXqjfDHf5s"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 368.1187255073006, "y": 524.1706922735556, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9628, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "7lw51fvQe9w", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah ke Rp17.783 per USD Tertekan Kebijakan The Fed | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di zona merah pada perdagangan Kamis setelah dolar Amerika Serikat menguat signifikan pasca keputusan bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunga acuan. Penguatan dolar terjadi seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa kebijakan moneter Federal Reserve masih akan cenderung hawkish dalam menghadapi risiko inflasi yang belum sepenuhnya mereda.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Kamis siang rupiah melemah 0,14 persen ke level Rp17.783 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat kembali menembus level 100 dan melanjutkan tren penguatan setelah melonjak tajam pada sesi sebelumnya. Pelaku pasar kini mencermati arah kebijakan The Fed ke depan yang berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang global, termasuk rupiah.\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "7lw51fvQe9w"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 301.68910890757985, "y": 816.6732686851129, "size": 9.3, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.8712, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7lw51fvQe9w", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah ke Rp17.783 per USD Tertekan Kebijakan The Fed | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di zona merah pada perdagangan Kamis setelah dolar Amerika Serikat menguat signifikan pasca keputusan bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunga acuan. Penguatan dolar terjadi seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa kebijakan moneter Federal Reserve masih akan cenderung hawkish dalam menghadapi risiko inflasi yang belum sepenuhnya mereda.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Kamis siang rupiah melemah 0,14 persen ke level Rp17.783 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat kembali menembus level 100 dan melanjutkan tren penguatan setelah melonjak tajam pada sesi sebelumnya. Pelaku pasar kini mencermati arah kebijakan The Fed ke depan yang berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang global, termasuk rupiah.\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "7lw51fvQe9w"}}, {"key": "@adeyulinaaa11", "attributes": {"label": "@adeyulinaaa11", "x": 643.230499289713, "y": 916.5131397397299, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9628, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "g2cK_bE_u6s", "id": "@adeyulinaaa11", "source": "youtube-000001", "content": "Dolar Menguat, Rupiah Melemah: \"Perspektif Uang Dalam Islam\n\nVideo dibuat untuk Memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Moneter Keuangan Islam\n\nNama: Ade Yulina Duani\nNim: 0503241062\nKelas: Perbankan Syariah 4 B\nDosen Pengampu: Khaidar Rahmaini Jamila. M.Sc, IBF\n\nSelamat Menonton teman-teman semoga bermanfaat☺️🙌🏻\n\nVideo cinematic by:", "post_id": "g2cK_bE_u6s"}}, {"key": "keliling_cinematic", "attributes": {"label": "keliling_cinematic", "x": 542.0338455436669, "y": 868.0283300540693, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.6812, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "g2cK_bE_u6s", "id": "keliling_cinematic", "source": "youtube-000001", "content": "Dolar Menguat, Rupiah Melemah: \"Perspektif Uang Dalam Islam\n\nVideo dibuat untuk Memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Moneter Keuangan Islam\n\nNama: Ade Yulina Duani\nNim: 0503241062\nKelas: Perbankan Syariah 4 B\nDosen Pengampu: Khaidar Rahmaini Jamila. M.Sc, IBF\n\nSelamat Menonton teman-teman semoga bermanfaat☺️🙌🏻\n\nVideo cinematic by:", "post_id": "g2cK_bE_u6s"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 797.0233249839798, "y": 743.3010597710304, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9628, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "FgUfq3Nt7IQ", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "China Dukung Indonesia! panda Bonds Siap Dirilis, IMF & World Bank Ditolak? Ini Fakta Besarnya!\n\n🔥 CHINA DUKUNG INDONESIA! PANDA BOND SIAP DIRILIS, IMF & BANK DUNIA DITOLAK? INI FAKTA BESARNYA! 🔥\n\nApakah Indonesia sedang memasuki babak baru dalam strategi pembiayaan negara? Mengapa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru mendapatkan dukungan penuh dari People's Bank of China (PBOC) untuk penerbitan Panda Bond, sementara di sisi lain Indonesia menolak tawaran pinjaman hingga US$30 miliar dari IMF dan Bank Dunia?\n\n🤔 Apa sebenarnya Panda Bond?\n🤔 Mengapa China begitu mendukung Indonesia?\n🤔 Apakah ini bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS?\n🤔 Seberapa kuat kondisi fiskal dan ekonomi Indonesia saat ini?\n🤔 Apa dampaknya terhadap APBN, investasi, nilai tukar rupiah, dan masa depan ekonomi Indonesia?\n\nDalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, mendalam, dan mudah dipahami mengenai perkembangan terbaru yang sedang menjadi sorotan dunia keuangan internasional.\n\n✅ Dukungan People's Bank of China (PBOC) terhadap Indonesia\n✅ Rencana penerbitan Panda Bond Indonesia\n✅ Pertemuan strategis Purbaya Yudhi Sadewa di Beijing\n✅ Dukungan investor China terhadap ekonomi Indonesia\n✅ Penolakan pinjaman IMF dan Bank Dunia\n✅ Kondisi fiskal Indonesia di tengah ketidakpastian global\n✅ Perdebatan Indonesia dengan IMF dan World Bank\n✅ Strategi diversifikasi sumber pembiayaan nasional\n✅ Hubungan Panda Bond dengan Yuan dan dedolarisasi\n✅ Peluang dan risiko Panda Bond bagi Indonesia\n✅ Analisis ekonomi dan geopolitik terbaru\n✅ Masa depan investasi dan pembangunan Indonesia\n\n🌏 Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia, perang di Timur Tengah, ketidakpastian ekonomi global, inflasi, dan perubahan arah kebijakan moneter dunia, Indonesia berusaha memperkuat ketahanan ekonominya dengan membuka akses ke berbagai sumber pendanaan internasional.\n\nLangkah ini bukan hanya soal mencari dana pembangunan, tetapi juga tentang bagaimana Indonesia membangun posisi tawar yang lebih kuat di tengah persaingan ekonomi global yang semakin kompleks.\n\nVideo ini sangat cocok untuk Anda yang ingin memahami:\n\n📌 Ekonomi Indonesia\n📌 APBN Indonesia\n📌 Investasi dan pasar keuangan\n📌 Hubungan Indonesia dan China\n📌 IMF dan Bank Dunia\n📌 Utang negara\n📌 Panda Bond\n📌 Yuan China\n📌 Dolar Amerika Serikat\n📌 Geopolitik dunia\n📌 Kebijakan fiskal Indonesia\n📌 Masa depan ekonomi nasional\n\n💡 Jika Anda menyukai pembahasan ekonomi, keuangan, investasi, pengembangan diri, bisnis, dan isu global yang memengaruhi kehidupan kita sehari-hari, jangan lupa dukung channel Inner Boost dengan:\n\n👍 Like\n💬 Comment\n📢 Share\n🔔 Subscribe\n\nKarena dukungan Anda membantu channel ini terus menghadirkan konten berkualitas, informatif, dan bermanfaat untuk semua.\n\n👇 Tulis pendapat Anda di kolom komentar!\n\nMenurut Anda, apakah langkah Indonesia menerbitkan Panda Bond di China merupakan keputusan yang tepat?\n\nApakah Indonesia perlu terus mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS?\n\nDan apakah penolakan pinjaman IMF serta Bank Dunia menunjukkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini memang semakin kuat?\n\nKami ingin mendengar pandangan Anda!\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🚀 INNER BOOST\nMotivasi • Ekonomi • Keuangan • Pengembangan Diri • Pengetahuan Global\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n\n\n\n\n#PandaBond #IndonesiaChina #PBOC #PurbayaYudhiSadewa #EkonomiIndonesia #BeritaEkonomi #IMF #BankDunia #WorldBank #Investasi #UtangNegara #APBN #YuanChina #DolarAS #Dedolarisasi  #KeuanganGlobal #Geopolitik #EkonomiDunia #China #Indonesia #InnerBoost\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "FgUfq3Nt7IQ"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 509.96361925749045, "y": 61.07626381131437, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.6812, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FgUfq3Nt7IQ", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "China Dukung Indonesia! panda Bonds Siap Dirilis, IMF & World Bank Ditolak? Ini Fakta Besarnya!\n\n🔥 CHINA DUKUNG INDONESIA! PANDA BOND SIAP DIRILIS, IMF & BANK DUNIA DITOLAK? INI FAKTA BESARNYA! 🔥\n\nApakah Indonesia sedang memasuki babak baru dalam strategi pembiayaan negara? Mengapa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru mendapatkan dukungan penuh dari People's Bank of China (PBOC) untuk penerbitan Panda Bond, sementara di sisi lain Indonesia menolak tawaran pinjaman hingga US$30 miliar dari IMF dan Bank Dunia?\n\n🤔 Apa sebenarnya Panda Bond?\n🤔 Mengapa China begitu mendukung Indonesia?\n🤔 Apakah ini bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS?\n🤔 Seberapa kuat kondisi fiskal dan ekonomi Indonesia saat ini?\n🤔 Apa dampaknya terhadap APBN, investasi, nilai tukar rupiah, dan masa depan ekonomi Indonesia?\n\nDalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, mendalam, dan mudah dipahami mengenai perkembangan terbaru yang sedang menjadi sorotan dunia keuangan internasional.\n\n✅ Dukungan People's Bank of China (PBOC) terhadap Indonesia\n✅ Rencana penerbitan Panda Bond Indonesia\n✅ Pertemuan strategis Purbaya Yudhi Sadewa di Beijing\n✅ Dukungan investor China terhadap ekonomi Indonesia\n✅ Penolakan pinjaman IMF dan Bank Dunia\n✅ Kondisi fiskal Indonesia di tengah ketidakpastian global\n✅ Perdebatan Indonesia dengan IMF dan World Bank\n✅ Strategi diversifikasi sumber pembiayaan nasional\n✅ Hubungan Panda Bond dengan Yuan dan dedolarisasi\n✅ Peluang dan risiko Panda Bond bagi Indonesia\n✅ Analisis ekonomi dan geopolitik terbaru\n✅ Masa depan investasi dan pembangunan Indonesia\n\n🌏 Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia, perang di Timur Tengah, ketidakpastian ekonomi global, inflasi, dan perubahan arah kebijakan moneter dunia, Indonesia berusaha memperkuat ketahanan ekonominya dengan membuka akses ke berbagai sumber pendanaan internasional.\n\nLangkah ini bukan hanya soal mencari dana pembangunan, tetapi juga tentang bagaimana Indonesia membangun posisi tawar yang lebih kuat di tengah persaingan ekonomi global yang semakin kompleks.\n\nVideo ini sangat cocok untuk Anda yang ingin memahami:\n\n📌 Ekonomi Indonesia\n📌 APBN Indonesia\n📌 Investasi dan pasar keuangan\n📌 Hubungan Indonesia dan China\n📌 IMF dan Bank Dunia\n📌 Utang negara\n📌 Panda Bond\n📌 Yuan China\n📌 Dolar Amerika Serikat\n📌 Geopolitik dunia\n📌 Kebijakan fiskal Indonesia\n📌 Masa depan ekonomi nasional\n\n💡 Jika Anda menyukai pembahasan ekonomi, keuangan, investasi, pengembangan diri, bisnis, dan isu global yang memengaruhi kehidupan kita sehari-hari, jangan lupa dukung channel Inner Boost dengan:\n\n👍 Like\n💬 Comment\n📢 Share\n🔔 Subscribe\n\nKarena dukungan Anda membantu channel ini terus menghadirkan konten berkualitas, informatif, dan bermanfaat untuk semua.\n\n👇 Tulis pendapat Anda di kolom komentar!\n\nMenurut Anda, apakah langkah Indonesia menerbitkan Panda Bond di China merupakan keputusan yang tepat?\n\nApakah Indonesia perlu terus mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS?\n\nDan apakah penolakan pinjaman IMF serta Bank Dunia menunjukkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini memang semakin kuat?\n\nKami ingin mendengar pandangan Anda!\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🚀 INNER BOOST\nMotivasi • Ekonomi • Keuangan • Pengembangan Diri • Pengetahuan Global\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n\n\n\n\n#PandaBond #IndonesiaChina #PBOC #PurbayaYudhiSadewa #EkonomiIndonesia #BeritaEkonomi #IMF #BankDunia #WorldBank #Investasi #UtangNegara #APBN #YuanChina #DolarAS #Dedolarisasi  #KeuanganGlobal #Geopolitik #EkonomiDunia #China #Indonesia #InnerBoost\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "FgUfq3Nt7IQ"}}], "edges": [{"key": "fireissuw", "source": "fireissuw", "target": "thenggara", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "fireissuw", "source": "fireissuw", "target": "thenggara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "fireissuw", "source": "fireissuw", "target": "tanyarlfes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "WagimanDeep212_", "source": "WagimanDeep212_", "target": "bang_dasco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Flawes9", "source": "Flawes9", "target": "Milantoon", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Flawes9", "source": "Flawes9", "target": "RomyLestari", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kabarbaikdotco", "source": "kabarbaikdotco", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "66320242220", "source": "66320242220", "target": "ruangpikirr.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "buterflywave", "source": "buterflywave", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "erinasyafiaalmahyra", "source": "erinasyafiaalmahyra", "target": "Ternak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hotclip244", "source": "hotclip244", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipp880", "source": "clipp880", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "source": "@TribunMedanTV", "target": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvriau3045", "source": "@kompastvriau3045", "target": "kompasriau_tv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@rajkazh", "source": "@rajkazh", "target": "AlgoTradingChampionsCommunity", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@adeyulinaaa11", "source": "@adeyulinaaa11", "target": "keliling_cinematic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}