{"nodes": [{"key": "RagilSemar", "attributes": {"label": "RagilSemar", "x": 451.65582879753487, "y": 714.0324891933319, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 37.0988, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "2067424415563063558", "id": "RagilSemar", "source": "retweet-000002", "content": "Ekonom Rizal sudah memperingatkan:\n\"Rupiah lebih ditentukan oleh fundamental domestik : defisit fiskal, capital outflow, ca…", "post_id": "2067424415563063558"}}, {"key": "marsekarl", "attributes": {"label": "marsekarl", "x": 210.48134990195211, "y": 786.5443045962695, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.3318, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069342413802586427", "id": "marsekarl", "source": "tweet-000004", "content": "prabowo bilang rupiah melemah karena kekayaan kita terus keluar, tapi tetep bilang \"saking kayanya negara kita, tiap tahun diambil asing masih berdiri\".  \n\nini omongan yang kontradiktif dan berbahaya. dalam political economy, capital outflow yang terus-menerus bukan tanda", "post_id": "2069342413802586427"}}, {"key": "tempedotc0", "attributes": {"label": "tempedotc0", "x": 997.9237600684372, "y": 146.7150589383569, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 39.4638, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069342413802586427", "id": "tempedotc0", "source": "tweet-000004", "content": "prabowo bilang rupiah melemah karena kekayaan kita terus keluar, tapi tetep bilang \"saking kayanya negara kita, tiap tahun diambil asing masih berdiri\".  \n\nini omongan yang kontradiktif dan berbahaya. dalam political economy, capital outflow yang terus-menerus bukan tanda", "post_id": "2069342413802586427"}}, {"key": "iwan_thereds", "attributes": {"label": "iwan_thereds", "x": 434.6867546506131, "y": 245.2225510305587, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.3318, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067514124981158197", "id": "iwan_thereds", "source": "tweet-000004", "content": "Harus kita informasikan penuh bang, penguatan ini sepenuhnya intervensi BI dgn SRBInya & Global bond pemerintah yg sudah bisa ditarik ke dalam negeri bukan penguatan sehat dari peningkatan permintaan rupiah. Pelemahan besar2an kemaren karena capital outflow asing dan pemerintah.", "post_id": "2067514124981158197"}}, {"key": "kangdede78", "attributes": {"label": "kangdede78", "x": 608.9683938554039, "y": 592.3584412669447, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 39.4638, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067514124981158197", "id": "kangdede78", "source": "tweet-000004", "content": "Harus kita informasikan penuh bang, penguatan ini sepenuhnya intervensi BI dgn SRBInya & Global bond pemerintah yg sudah bisa ditarik ke dalam negeri bukan penguatan sehat dari peningkatan permintaan rupiah. Pelemahan besar2an kemaren karena capital outflow asing dan pemerintah.", "post_id": "2067514124981158197"}}, {"key": "mancingsaham.id", "attributes": {"label": "mancingsaham.id", "x": 919.1522781832863, "y": 781.3220348718834, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3318, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7650542958080494868", "id": "mancingsaham.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menyebut investor asing mulai kembali menempatkan dana di Indonesia setelah BI menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50%. Kenaikan imbal hasil SRBI dan SBN dinilai berhasil meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik bagi investor global. 📈 Masuknya kembali modal asing turut mendukung penguatan rupiah yang kini kembali berada di bawah level Rp18.000 per dolar AS. BI juga menegaskan akan terus menjaga stabilitas rupiah dan daya tarik pasar keuangan domestik melalui berbagai langkah kebijakan.  Sumber: katadata.co.id, 12 Juni 2026 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📊 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp). #saham #sahamindonesia #investasi #fyp #mancingsaham", "post_id": "7650542958080494868"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 353.4782962357511, "y": 225.57432535907628, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.3978, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7650542958080494868", "id": "mancingsaham", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menyebut investor asing mulai kembali menempatkan dana di Indonesia setelah BI menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50%. Kenaikan imbal hasil SRBI dan SBN dinilai berhasil meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik bagi investor global. 📈 Masuknya kembali modal asing turut mendukung penguatan rupiah yang kini kembali berada di bawah level Rp18.000 per dolar AS. BI juga menegaskan akan terus menjaga stabilitas rupiah dan daya tarik pasar keuangan domestik melalui berbagai langkah kebijakan.  Sumber: katadata.co.id, 12 Juni 2026 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📊 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp). #saham #sahamindonesia #investasi #fyp #mancingsaham", "post_id": "7650542958080494868"}}, {"key": "ss_insight", "attributes": {"label": "ss_insight", "x": 296.14429134654773, "y": 383.2225755872793, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3318, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7652348385608895751", "id": "ss_insight", "source": "tiktok-000001", "content": "Gila, US Inflation tembus 4,2%! 🚨 Kalau The Fed beneran agresif naikin suku bunga gara-gara 'Kevin Wars' ini, siap-siap dana asing (capital outflow) bakal rontok dari pasar kita dan balik ke Amerika. Efek domino ke IHSG, Rupiah, dan crypto kira-kira bakal sekejap apa nih? Buat yang masih megang aset berisiko, kalian udah pasang jaring pengaman atau malah mau serok bawah? 👇 Komen di bawah, lu tim Cash is King atau tim Buy the Dip?  Sekuritas   Setya Ananda Wijaya  #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk3", "post_id": "7652348385608895751"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 401.00216408485767, "y": 690.5726585876635, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 48.5298, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7652348385608895751", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "Gila, US Inflation tembus 4,2%! 🚨 Kalau The Fed beneran agresif naikin suku bunga gara-gara 'Kevin Wars' ini, siap-siap dana asing (capital outflow) bakal rontok dari pasar kita dan balik ke Amerika. Efek domino ke IHSG, Rupiah, dan crypto kira-kira bakal sekejap apa nih? Buat yang masih megang aset berisiko, kalian udah pasang jaring pengaman atau malah mau serok bawah? 👇 Komen di bawah, lu tim Cash is King atau tim Buy the Dip?  Sekuritas   Setya Ananda Wijaya  #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk3", "post_id": "7652348385608895751"}}, {"key": "Bernadus", "attributes": {"label": "Bernadus", "x": 288.7421272146046, "y": 116.8839748346705, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.3978, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7652348385608895751", "id": "Bernadus", "source": "tiktok-000001", "content": "Gila, US Inflation tembus 4,2%! 🚨 Kalau The Fed beneran agresif naikin suku bunga gara-gara 'Kevin Wars' ini, siap-siap dana asing (capital outflow) bakal rontok dari pasar kita dan balik ke Amerika. Efek domino ke IHSG, Rupiah, dan crypto kira-kira bakal sekejap apa nih? Buat yang masih megang aset berisiko, kalian udah pasang jaring pengaman atau malah mau serok bawah? 👇 Komen di bawah, lu tim Cash is King atau tim Buy the Dip?  Sekuritas   Setya Ananda Wijaya  #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk3", "post_id": "7652348385608895751"}}, {"key": "folknomic", "attributes": {"label": "folknomic", "x": 792.012325007534, "y": 343.0794816184315, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3318, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomic", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "folknomics", "attributes": {"label": "folknomics", "x": 321.21714187213604, "y": 954.741436988362, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 39.4638, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomics", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "the.indonesia.post", "attributes": {"label": "the.indonesia.post", "x": 845.5199362972004, "y": 322.82742445466016, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3318, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7653050172796144917", "id": "the.indonesia.post", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Analisis Fiskal : Isu Purbaya Tolak Pinjaman IMF-World Bank dan Kaitannya dengan Fluktuasi Rupiah Serta IHSG ⚖️ Pernyataan tegas Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa terkait komitmen menjaga kemandirian moneter tanpa bergantung pada pinjaman lembaga donor internasional memicu perdebatan sengit mengenai penyebab koreksi teknis nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan, sebuah analisis makroekonomi yang dinilai berimbang guna memetakan sentimen pasar riil dari faktor eksternal global. 📄 Berdasarkan data manifes perdagangan Bursa Efek Indonesia dan nilai kurs JISDOR, pelemahan instrumen keuangan domestik pada Juni 2026 ini faktualnya lebih dipengaruhi oleh sentimen tingginya suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta outflow modal asing jangka pendek. 📋 Otoritas  bersama  menegaskan bahwa kebijakan penolakan utang baru dari IMF maupun World Bank merupakan keputusan fungsional untuk menjaga rasio utang jangka panjang, sementara fluktuasi IHSG saat ini adalah siklus penyesuaian portofolio rutin investor makro yang tidak berkorelasi langsung dengan kebijakan penolakan pinjaman modal asing tersebut. 🔍 Langkah menjaga kedaulatan fiskal yang konsisten digaungkan oleh jajaran komisioner keuangan ini berdampak pada tingginya kepercayaan fundamental ekonomi bagi masyarakat bawah di tengah gejolak geopolitik. ✨  Ketegasan membatasi utang luar negeri patut didukung demi kedaulatan moneter nasional secara obyektif, namun di sisi lain, pemerintah dituntut bergerak taktis menciptakan stimulus investasi domestik yang ramah pasar agar volatilitas pasar modal tidak terus menekan kinerja korporasi lokal di ruang siber komersial. 🎯 Menurut analisis ekonomi Anda, apakah keputusan menolak pinjaman lembaga internasional sudah tepat bagi ketahanan jangka panjang Rupiah?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiahIHSG #PurbayaYudhiSadewa #KemandirianFiskal #EkonomiNasional", "post_id": "7653050172796144917"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 732.9274207004836, "y": 971.088004012169, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.3978, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653050172796144917", "id": "bank_indonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Analisis Fiskal : Isu Purbaya Tolak Pinjaman IMF-World Bank dan Kaitannya dengan Fluktuasi Rupiah Serta IHSG ⚖️ Pernyataan tegas Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa terkait komitmen menjaga kemandirian moneter tanpa bergantung pada pinjaman lembaga donor internasional memicu perdebatan sengit mengenai penyebab koreksi teknis nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan, sebuah analisis makroekonomi yang dinilai berimbang guna memetakan sentimen pasar riil dari faktor eksternal global. 📄 Berdasarkan data manifes perdagangan Bursa Efek Indonesia dan nilai kurs JISDOR, pelemahan instrumen keuangan domestik pada Juni 2026 ini faktualnya lebih dipengaruhi oleh sentimen tingginya suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta outflow modal asing jangka pendek. 📋 Otoritas  bersama  menegaskan bahwa kebijakan penolakan utang baru dari IMF maupun World Bank merupakan keputusan fungsional untuk menjaga rasio utang jangka panjang, sementara fluktuasi IHSG saat ini adalah siklus penyesuaian portofolio rutin investor makro yang tidak berkorelasi langsung dengan kebijakan penolakan pinjaman modal asing tersebut. 🔍 Langkah menjaga kedaulatan fiskal yang konsisten digaungkan oleh jajaran komisioner keuangan ini berdampak pada tingginya kepercayaan fundamental ekonomi bagi masyarakat bawah di tengah gejolak geopolitik. ✨  Ketegasan membatasi utang luar negeri patut didukung demi kedaulatan moneter nasional secara obyektif, namun di sisi lain, pemerintah dituntut bergerak taktis menciptakan stimulus investasi domestik yang ramah pasar agar volatilitas pasar modal tidak terus menekan kinerja korporasi lokal di ruang siber komersial. 🎯 Menurut analisis ekonomi Anda, apakah keputusan menolak pinjaman lembaga internasional sudah tepat bagi ketahanan jangka panjang Rupiah?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiahIHSG #PurbayaYudhiSadewa #KemandirianFiskal #EkonomiNasional", "post_id": "7653050172796144917"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 673.0894834896394, "y": 144.65797127337433, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.3978, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653050172796144917", "id": "ojkindonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Analisis Fiskal : Isu Purbaya Tolak Pinjaman IMF-World Bank dan Kaitannya dengan Fluktuasi Rupiah Serta IHSG ⚖️ Pernyataan tegas Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa terkait komitmen menjaga kemandirian moneter tanpa bergantung pada pinjaman lembaga donor internasional memicu perdebatan sengit mengenai penyebab koreksi teknis nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan, sebuah analisis makroekonomi yang dinilai berimbang guna memetakan sentimen pasar riil dari faktor eksternal global. 📄 Berdasarkan data manifes perdagangan Bursa Efek Indonesia dan nilai kurs JISDOR, pelemahan instrumen keuangan domestik pada Juni 2026 ini faktualnya lebih dipengaruhi oleh sentimen tingginya suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta outflow modal asing jangka pendek. 📋 Otoritas  bersama  menegaskan bahwa kebijakan penolakan utang baru dari IMF maupun World Bank merupakan keputusan fungsional untuk menjaga rasio utang jangka panjang, sementara fluktuasi IHSG saat ini adalah siklus penyesuaian portofolio rutin investor makro yang tidak berkorelasi langsung dengan kebijakan penolakan pinjaman modal asing tersebut. 🔍 Langkah menjaga kedaulatan fiskal yang konsisten digaungkan oleh jajaran komisioner keuangan ini berdampak pada tingginya kepercayaan fundamental ekonomi bagi masyarakat bawah di tengah gejolak geopolitik. ✨  Ketegasan membatasi utang luar negeri patut didukung demi kedaulatan moneter nasional secara obyektif, namun di sisi lain, pemerintah dituntut bergerak taktis menciptakan stimulus investasi domestik yang ramah pasar agar volatilitas pasar modal tidak terus menekan kinerja korporasi lokal di ruang siber komersial. 🎯 Menurut analisis ekonomi Anda, apakah keputusan menolak pinjaman lembaga internasional sudah tepat bagi ketahanan jangka panjang Rupiah?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiahIHSG #PurbayaYudhiSadewa #KemandirianFiskal #EkonomiNasional", "post_id": "7653050172796144917"}}, {"key": "belajar.saham8", "attributes": {"label": "belajar.saham8", "x": 985.0491667698685, "y": 896.9454910905126, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3318, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654451402223275272", "id": "belajar.saham8", "source": "tiktok-000001", "content": "MASYARAKAT INDO HARUS TAU!!!! CAMPUR TANGAN SINGAPURA KE RUPIAH: SELURUH ASET KITA DIJUAL DAN DITAMPUNG DI SINGAPURA!!!! 🚨🇸🇬🇲🇨💸🔥 Jagad finansial tanah air mendadak diguncang isu panas mengenai dugaan adanya aliran dana raksasa dan aset-aset berharga domestik yang sengaja dilepas untuk kemudian ditampung di pusat keuangan Singapura, hingga memicu kekhawatiran besar terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah. Fenomena perpindahan likuiditas lintas negara ini sering kali dikaitkan dengan strategi *asset sheltering*, pelarian modal (*capital outflow*) saat pasar global bergejolak, hingga pemanfaatan insentif pajak internasional yang membuat dana-dana jumbo milik konglomerat betah parkir di negeri singa. Di video ini, kita bakal bongkar habis secara kritis fakta di balik layar mengenai dinamika aliran modal keluar ini—mulai dari modus penempatan aset, dampaknya terhadap cadangan devisa Bank Indonesia, hingga upaya taktis pemerintah dalam memperkuat benteng ekonomi domestik—jadi tonton sampai habis tanpa di-skip agar lu paham peta perputaran uang yang sebenarnya, dan menurut analisis kritis lu sendiri nih Bro, apakah fenomena ini murni urusan bisnis dan likuiditas global atau ada permainan kotor yang merugikan negara? Tulis opini berani lu di kolom komentar! 👇 #Sucorsekuritas  #Sahamindonesia #BeXpertWIthSucor #bernardwijaya17 #BernardXcliplab2  Sekuritas", "post_id": "7654451402223275272"}}, {"key": "infosindo.com", "attributes": {"label": "infosindo.com", "x": 697.5232631418085, "y": 142.75592546495707, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3318, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7642696384222645512", "id": "infosindo.com", "source": "tiktok-000001", "content": "MANADO, Infosindo.com – Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kembali menunjukkan taringnya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi di Sulawesi Utara (Sulut). Pada Triwulan I tahun 2026, Minut berhasil mencatat realisasi investasi sebesar Rp779 miliar, atau sekitar 36 persen dari total investasi Sulut yang mencapai Rp2,13 triliun. Capaian tersebut membuat Pemerintah Provinsi Sulut memberikan apresiasi khusus kepada Minut atas kontribusi besar terhadap Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Apresiasi itu disampaikan Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay saat membacakan pidato tertulis Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, dalam agenda Dedicated Team Meeting Regional Investor Relations Unit (RIRU) Sulawesi Utara 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut, Kamis (21/5/2026). Berita selengkapnya baca di: https://infosindo.com/minut-raih-apresiasi-di-forum-riru-sulut-catat-investasi-rp779-miliar-pada-triwulan-i-2026/ #pemerintahan #pemkabminut #jouneganda #ForumRIRU2026 #Investasi", "post_id": "7642696384222645512"}}, {"key": "jouneganda", "attributes": {"label": "jouneganda", "x": 305.6051554356609, "y": 667.045018632047, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.3978, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7642696384222645512", "id": "jouneganda", "source": "tiktok-000001", "content": "MANADO, Infosindo.com – Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kembali menunjukkan taringnya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi di Sulawesi Utara (Sulut). Pada Triwulan I tahun 2026, Minut berhasil mencatat realisasi investasi sebesar Rp779 miliar, atau sekitar 36 persen dari total investasi Sulut yang mencapai Rp2,13 triliun. Capaian tersebut membuat Pemerintah Provinsi Sulut memberikan apresiasi khusus kepada Minut atas kontribusi besar terhadap Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Apresiasi itu disampaikan Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay saat membacakan pidato tertulis Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, dalam agenda Dedicated Team Meeting Regional Investor Relations Unit (RIRU) Sulawesi Utara 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut, Kamis (21/5/2026). Berita selengkapnya baca di: https://infosindo.com/minut-raih-apresiasi-di-forum-riru-sulut-catat-investasi-rp779-miliar-pada-triwulan-i-2026/ #pemerintahan #pemkabminut #jouneganda #ForumRIRU2026 #Investasi", "post_id": "7642696384222645512"}}, {"key": "pemkabminut23", "attributes": {"label": "pemkabminut23", "x": 433.25190236199404, "y": 488.66064751042603, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.3978, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7642696384222645512", "id": "pemkabminut23", "source": "tiktok-000001", "content": "MANADO, Infosindo.com – Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kembali menunjukkan taringnya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi di Sulawesi Utara (Sulut). Pada Triwulan I tahun 2026, Minut berhasil mencatat realisasi investasi sebesar Rp779 miliar, atau sekitar 36 persen dari total investasi Sulut yang mencapai Rp2,13 triliun. Capaian tersebut membuat Pemerintah Provinsi Sulut memberikan apresiasi khusus kepada Minut atas kontribusi besar terhadap Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Apresiasi itu disampaikan Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay saat membacakan pidato tertulis Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, dalam agenda Dedicated Team Meeting Regional Investor Relations Unit (RIRU) Sulawesi Utara 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut, Kamis (21/5/2026). Berita selengkapnya baca di: https://infosindo.com/minut-raih-apresiasi-di-forum-riru-sulut-catat-investasi-rp779-miliar-pada-triwulan-i-2026/ #pemerintahan #pemkabminut #jouneganda #ForumRIRU2026 #Investasi", "post_id": "7642696384222645512"}}, {"key": "@sb30official", "attributes": {"label": "@sb30official", "x": 459.90168748197226, "y": 87.52476796293396, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3318, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ApRy5EwmjPw", "id": "@sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 18.000 & Badai Pajak UMKM: 6 Alasan Mengapa Ekonomi Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja\n\n00:00 Hook: Dolar Melejit ke 18.000 & 6 Kebijakan \"Aneh\" Pemerintahan Baru yang Saling Mengunci\n\n00:51 Sisi Lain Ekonomi: Ini Bukan Kejadian Terpisah, Melainkan Satu Benang Merah Tekanan APBN\n\n01:49 Kebijakan 1—Bom Waktu Subsidi BBM: Efek Domino Harga Minyak Dunia (ICP) Tembus 91,8 Dolar\n\n03:29 Analogi Pinjol Rumah Tangga: Mengkritisi Retorika Politik \"Rakyat Desa Gak Butuh Dolar\"\n\n05:23 Kebijakan 2—Bom Waktu Pajak UMKM: Batas Waktu PPH Final 0,5% Habis, CV & PT Otomatis Kena 22%\n\n07:08 Aturan Firm Splitting: Ditjen Pajak Mengunci Celah Pengusaha yang Memecah Entitas Bisnis\n\n08:26 Kebijakan 3—Moneter Agresif: BI Rate Naik ke 5,5% Demi Menahan Modal Asing Keluar (Capital Outflow)\n\n09:55 Dampak Suku Bunga Mengambang (Floating): Sektor Properti, KPR, Otomatif, & UMKM Mulai Megap-Megap\n\n11:19 Kebijakan 4—Ekspor Satu Pintu DSI: Regulasi Danantara yang Memicu Ketidakpastian Investor Global\n\n12:38 Prediksi Ekstrim 2027: Risiko Nyata Aliran Devisa Macet yang Bisa Menyeret Rupiah ke 25.000\n\n13:17 Kebijakan 5—Lingkaran Setan PHK Massal: Kontraksi Daya Beli dan Penurunan Setoran PPN Negara\n\n14:37 Kebijakan 6—Krisis Kepercayaan Publik: Mempertanyakan Gurita Entitas Baru DSI, Danantara, & Kopdes\n\n15:40 Ironi Kopdes Merah Putih: Niat Menyaingi Alfamart-Indomaret tapi Ambil Stok di Gudang yang Sama\n\n16:27 Isu Transparansi Proyek Politik: Potensi Kebocoran Anggaran Tanpa Sistem Pengawasan yang Ketat\n\n17:01 Kesimpulan 6 Pilar Masalah: Rangkuman Siklus Benang Kusut Makro Ekonomi Indonesia 2026\n\n17:37 Strategi Survival Pengusaha: Audit Biaya, Cek Status Pajak Badan, & Antisipasi Kredit Mengambang\n\n17:52 Strategi Survival Karyawan: Keluar dari Sektor Rentan & Cara Membangun Sumber Income Tambahan\n\n18:36 Closing: Berhenti Mengutuk Pemerintah, Selamatkan Ekonomi Keluarga Anda! Salam Hebat Luar Biasa!\n\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "ApRy5EwmjPw"}}, {"key": "sb30official", "attributes": {"label": "sb30official", "x": 187.66601317418764, "y": 577.5650340602176, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.4638, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ApRy5EwmjPw", "id": "sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 18.000 & Badai Pajak UMKM: 6 Alasan Mengapa Ekonomi Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja\n\n00:00 Hook: Dolar Melejit ke 18.000 & 6 Kebijakan \"Aneh\" Pemerintahan Baru yang Saling Mengunci\n\n00:51 Sisi Lain Ekonomi: Ini Bukan Kejadian Terpisah, Melainkan Satu Benang Merah Tekanan APBN\n\n01:49 Kebijakan 1—Bom Waktu Subsidi BBM: Efek Domino Harga Minyak Dunia (ICP) Tembus 91,8 Dolar\n\n03:29 Analogi Pinjol Rumah Tangga: Mengkritisi Retorika Politik \"Rakyat Desa Gak Butuh Dolar\"\n\n05:23 Kebijakan 2—Bom Waktu Pajak UMKM: Batas Waktu PPH Final 0,5% Habis, CV & PT Otomatis Kena 22%\n\n07:08 Aturan Firm Splitting: Ditjen Pajak Mengunci Celah Pengusaha yang Memecah Entitas Bisnis\n\n08:26 Kebijakan 3—Moneter Agresif: BI Rate Naik ke 5,5% Demi Menahan Modal Asing Keluar (Capital Outflow)\n\n09:55 Dampak Suku Bunga Mengambang (Floating): Sektor Properti, KPR, Otomatif, & UMKM Mulai Megap-Megap\n\n11:19 Kebijakan 4—Ekspor Satu Pintu DSI: Regulasi Danantara yang Memicu Ketidakpastian Investor Global\n\n12:38 Prediksi Ekstrim 2027: Risiko Nyata Aliran Devisa Macet yang Bisa Menyeret Rupiah ke 25.000\n\n13:17 Kebijakan 5—Lingkaran Setan PHK Massal: Kontraksi Daya Beli dan Penurunan Setoran PPN Negara\n\n14:37 Kebijakan 6—Krisis Kepercayaan Publik: Mempertanyakan Gurita Entitas Baru DSI, Danantara, & Kopdes\n\n15:40 Ironi Kopdes Merah Putih: Niat Menyaingi Alfamart-Indomaret tapi Ambil Stok di Gudang yang Sama\n\n16:27 Isu Transparansi Proyek Politik: Potensi Kebocoran Anggaran Tanpa Sistem Pengawasan yang Ketat\n\n17:01 Kesimpulan 6 Pilar Masalah: Rangkuman Siklus Benang Kusut Makro Ekonomi Indonesia 2026\n\n17:37 Strategi Survival Pengusaha: Audit Biaya, Cek Status Pajak Badan, & Antisipasi Kredit Mengambang\n\n17:52 Strategi Survival Karyawan: Keluar dari Sektor Rentan & Cara Membangun Sumber Income Tambahan\n\n18:36 Closing: Berhenti Mengutuk Pemerintah, Selamatkan Ekonomi Keluarga Anda! Salam Hebat Luar Biasa!\n\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "ApRy5EwmjPw"}}, {"key": "@SindoPodcast", "attributes": {"label": "@SindoPodcast", "x": 696.2469699169953, "y": 249.7528360899196, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3318, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "pHWFD-E2vvI", "id": "@SindoPodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Diagnosa Penyakit Rupiah, Ekonom: Presepsi Buruk, Ditambah Kebanyakan Impor | To The Point Aja\n\nPelemahan rupiah dinilai bukan hanya akibat tekanan dolar AS, tetapi juga karena rapuhnya struktur pasar keuangan Indonesia yang masih bergantung pada dana asing. Ekonom menilai arus modal asing di pasar modal bisa menjadi pisau bermata dua: saat masuk, IHSG terlihat kuat dan rupiah terbantu, tetapi ketika keluar, pasar langsung terguncang dan kebutuhan dolar meningkat. Ketergantungan pada dana asing jangka pendek membuat rupiah rentan terhadap gejolak global, kenaikan suku bunga AS, serta kepanikan investor.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 11 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#rupiah #ekonomi #ekonomiindonesia", "post_id": "pHWFD-E2vvI"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 196.34358061508317, "y": 268.1581122303883, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.3758, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "pHWFD-E2vvI", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "Diagnosa Penyakit Rupiah, Ekonom: Presepsi Buruk, Ditambah Kebanyakan Impor | To The Point Aja\n\nPelemahan rupiah dinilai bukan hanya akibat tekanan dolar AS, tetapi juga karena rapuhnya struktur pasar keuangan Indonesia yang masih bergantung pada dana asing. Ekonom menilai arus modal asing di pasar modal bisa menjadi pisau bermata dua: saat masuk, IHSG terlihat kuat dan rupiah terbantu, tetapi ketika keluar, pasar langsung terguncang dan kebutuhan dolar meningkat. Ketergantungan pada dana asing jangka pendek membuat rupiah rentan terhadap gejolak global, kenaikan suku bunga AS, serta kepanikan investor.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 11 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#rupiah #ekonomi #ekonomiindonesia", "post_id": "pHWFD-E2vvI"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 754.0458315205441, "y": 10.726894248943019, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.3758, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "pHWFD-E2vvI", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Diagnosa Penyakit Rupiah, Ekonom: Presepsi Buruk, Ditambah Kebanyakan Impor | To The Point Aja\n\nPelemahan rupiah dinilai bukan hanya akibat tekanan dolar AS, tetapi juga karena rapuhnya struktur pasar keuangan Indonesia yang masih bergantung pada dana asing. Ekonom menilai arus modal asing di pasar modal bisa menjadi pisau bermata dua: saat masuk, IHSG terlihat kuat dan rupiah terbantu, tetapi ketika keluar, pasar langsung terguncang dan kebutuhan dolar meningkat. Ketergantungan pada dana asing jangka pendek membuat rupiah rentan terhadap gejolak global, kenaikan suku bunga AS, serta kepanikan investor.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 11 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#rupiah #ekonomi #ekonomiindonesia", "post_id": "pHWFD-E2vvI"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 451.26689099507877, "y": 352.2754285677229, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.3758, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "pHWFD-E2vvI", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "Diagnosa Penyakit Rupiah, Ekonom: Presepsi Buruk, Ditambah Kebanyakan Impor | To The Point Aja\n\nPelemahan rupiah dinilai bukan hanya akibat tekanan dolar AS, tetapi juga karena rapuhnya struktur pasar keuangan Indonesia yang masih bergantung pada dana asing. Ekonom menilai arus modal asing di pasar modal bisa menjadi pisau bermata dua: saat masuk, IHSG terlihat kuat dan rupiah terbantu, tetapi ketika keluar, pasar langsung terguncang dan kebutuhan dolar meningkat. Ketergantungan pada dana asing jangka pendek membuat rupiah rentan terhadap gejolak global, kenaikan suku bunga AS, serta kepanikan investor.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 11 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#rupiah #ekonomi #ekonomiindonesia", "post_id": "pHWFD-E2vvI"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 598.9230890544172, "y": 774.3409249727855, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3318, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "99uEfTWgMVE", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT TRADER?! Wacana Trading Dianggap Omzet Pajak & Dunia Lagi Mode Hawkish! | WAWASAN CERDAS\n\n00:06 Wacana Trading Saham Dianggap Omzet Pajak\n09:37 Dunia Lagi Mode Hawkish\n17:33 The Fed Tetap Hold Rate\n25:59 Australia Paling Semangat Naikkan Rate, Indonesia Nomor Dua\n32:46 Bursa Indonesia vs Australia vs Singapura\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Di episode kali ini, kita akan membongkar tuntas sebuah \"Perfect Storm\" atau badai mematikan yang sedang menghantui pasar modal Indonesia. Ada dua ancaman raksasa yang siap menggerus portofolio Anda: wacana mengerikan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait trading saham, dan kondisi makroekonomi global yang sedang berada dalam mode hawkish ekstrem!\n\n🚨 Bencana Pajak Saham: Jual Rugi Tetap Dianggap Omzet? Pernahkah Anda membayangkan transaksi saham Anda disamakan dengan jualan warung kelontong? Kegaduhan luar biasa sedang melanda komunitas trader ritel setelah munculnya wacana dari penyuluhan DJP di YouTube yang mengindikasikan bahwa aktivitas trading saham aktif dapat dikategorikan sebagai kegiatan usaha. Artinya, seluruh nilai transaksi jual saham Anda berpotensi dianggap sebagai peredaran bruto atau omzet!\n\nAturan ini sangat absurd karena dalam dunia saham, menjual senilai Rp1 miliar belum tentu berarti untung. Anda bisa saja menjual karena cut loss (rugi), namun di mata wacana pajak ini, nilai jual tersebut tetap memperbesar angka \"omzet\" Anda. Bahaya terbesarnya ada pada investor ritel yang juga memiliki usaha UMKM. Jika total nilai jual saham digabung dengan omzet usaha dan menembus batas Rp4,8 miliar per tahun, Anda bisa tiba-tiba kehilangan hak istimewa fasilitas PPh Final UMKM 0,5%! Padahal, selama ini setiap penjualan saham sudah otomatis dipotong PPh Final 0,1% oleh broker. Jika ritel ketakutan dan berhenti transaksi, likuiditas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kering kerontang, bid-offer merenggang, dan IHSG bisa rontok.\n\n🌍 Dunia Mode Hawkish: Suku Bunga Mencekik & Rupiah Terkapar Seolah masalah pajak belum cukup, kita sedang dihantam tsunami dari luar negeri. Nampaknya seluruh dunia saat ini sedang kompak dalam mode hawkish, di mana era uang murah telah berakhir. Amerika Serikat memimpin ketegangan ini. Meskipun The Fed menahan suku bunga di level 3,50% - 3,75%, proyeksi inflasi PCE mereka untuk tahun 2026 justru dinaikkan menjadi 3,6% (jauh di atas target 2%). Sinyal dari The Fed ini sangat keras: suku bunga tinggi akan ditahan lebih lama!\n\nKepanikan menyebar ke seluruh dunia. Bank of Japan (BoJ) yang biasanya menjadi sumber dana murah global secara mengejutkan menaikkan suku bunga ke 1%, tertinggi dalam 31 tahun terakhir. European Central Bank (ECB) juga ikut menaikkan tiga suku bunga utamanya sebesar 25 bps. Dampaknya? Dolar AS mengamuk dan yield (imbal hasil) obligasi global terbang tinggi.\n\n📉 Apa Kabar Indonesia? Untuk membentengi nilai tukar Rupiah dari pelarian modal asing (capital outflow), Bank Indonesia (BI) terpaksa harus bertindak galak dengan menaikkan BI-Rate menjadi 5,50%. Pasar obligasi kita merespons dengan panik; yield SBN tenor 2 tahun melonjak tajam nyaris 200 bps secara year-to-date menyentuh 7,095%. Kondisi suku bunga tinggi dan dolar kuat ini menjadi racun bagi IHSG. Kombinasi yield tinggi dan potensi keluarnya investor asing membuat saham-saham growth (pertumbuhan), teknologi, properti, dan perusahaan dengan utang dolar yang besar menjadi sangat rentan dan berdarah-darah. Sebaliknya, saham bank besar dan eksportir mungkin sedikit lebih defensif, namun tetap berisiko jika asing jualan massal.\n\nBagaimana kita sebagai investor dan trader harus bersikap di tengah ancaman pajak yang tidak masuk akal dan tekanan suku bunga global ini? Temukan analisis strategis selengkapnya hanya di video ini agar Anda tidak salah mengambil keputusan finansial!\n\nDisclaimer: Video ini dibuat murni untuk tujuan edukasi, diskusi, dan informasi. Ini bukan rekomendasi atau ajakan dari penasihat investasi untuk melakukan jual atau beli saham. Segala keputusan, keuntungan, dan risiko investasi sepenuhnya berada di tangan dan tanggung jawab masing-masing investor.\n\nDukung terus Wawasan Cerdas untuk memajukan literasi finansial Indonesia! Klik tombol LIKE jika video ini membuka wawasan Anda, SUBSCRIBE sekarang juga, dan aktifkan LONCENG notifikasi supaya tidak ketinggalan update paling krusial seputar ekonomi, IHSG, dan strategi investasi.\n\nAyo suarakan pendapat Anda di kolom komentar: Apakah Anda setuju jika nilai trading saham dianggap omzet dan digabung dengan perhitungan pajak UMKM Anda? Mari kita berdiskusi dengan cerdas!\n\n\n#WawasanCerdas #IHSG #PajakSaham #TradingSaham #PajakUMKM #TheFed #SukuBungaBI #Rupiah #MarketCrash #BursaEfekIndonesia #InvestasiSaham #SahamPemula #MakroEkonomi #SahamAnjlok #KrisisEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "99uEfTWgMVE"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 121.25471317218084, "y": 358.2393265271299, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.4638, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "99uEfTWgMVE", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT TRADER?! Wacana Trading Dianggap Omzet Pajak & Dunia Lagi Mode Hawkish! | WAWASAN CERDAS\n\n00:06 Wacana Trading Saham Dianggap Omzet Pajak\n09:37 Dunia Lagi Mode Hawkish\n17:33 The Fed Tetap Hold Rate\n25:59 Australia Paling Semangat Naikkan Rate, Indonesia Nomor Dua\n32:46 Bursa Indonesia vs Australia vs Singapura\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Di episode kali ini, kita akan membongkar tuntas sebuah \"Perfect Storm\" atau badai mematikan yang sedang menghantui pasar modal Indonesia. Ada dua ancaman raksasa yang siap menggerus portofolio Anda: wacana mengerikan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait trading saham, dan kondisi makroekonomi global yang sedang berada dalam mode hawkish ekstrem!\n\n🚨 Bencana Pajak Saham: Jual Rugi Tetap Dianggap Omzet? Pernahkah Anda membayangkan transaksi saham Anda disamakan dengan jualan warung kelontong? Kegaduhan luar biasa sedang melanda komunitas trader ritel setelah munculnya wacana dari penyuluhan DJP di YouTube yang mengindikasikan bahwa aktivitas trading saham aktif dapat dikategorikan sebagai kegiatan usaha. Artinya, seluruh nilai transaksi jual saham Anda berpotensi dianggap sebagai peredaran bruto atau omzet!\n\nAturan ini sangat absurd karena dalam dunia saham, menjual senilai Rp1 miliar belum tentu berarti untung. Anda bisa saja menjual karena cut loss (rugi), namun di mata wacana pajak ini, nilai jual tersebut tetap memperbesar angka \"omzet\" Anda. Bahaya terbesarnya ada pada investor ritel yang juga memiliki usaha UMKM. Jika total nilai jual saham digabung dengan omzet usaha dan menembus batas Rp4,8 miliar per tahun, Anda bisa tiba-tiba kehilangan hak istimewa fasilitas PPh Final UMKM 0,5%! Padahal, selama ini setiap penjualan saham sudah otomatis dipotong PPh Final 0,1% oleh broker. Jika ritel ketakutan dan berhenti transaksi, likuiditas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kering kerontang, bid-offer merenggang, dan IHSG bisa rontok.\n\n🌍 Dunia Mode Hawkish: Suku Bunga Mencekik & Rupiah Terkapar Seolah masalah pajak belum cukup, kita sedang dihantam tsunami dari luar negeri. Nampaknya seluruh dunia saat ini sedang kompak dalam mode hawkish, di mana era uang murah telah berakhir. Amerika Serikat memimpin ketegangan ini. Meskipun The Fed menahan suku bunga di level 3,50% - 3,75%, proyeksi inflasi PCE mereka untuk tahun 2026 justru dinaikkan menjadi 3,6% (jauh di atas target 2%). Sinyal dari The Fed ini sangat keras: suku bunga tinggi akan ditahan lebih lama!\n\nKepanikan menyebar ke seluruh dunia. Bank of Japan (BoJ) yang biasanya menjadi sumber dana murah global secara mengejutkan menaikkan suku bunga ke 1%, tertinggi dalam 31 tahun terakhir. European Central Bank (ECB) juga ikut menaikkan tiga suku bunga utamanya sebesar 25 bps. Dampaknya? Dolar AS mengamuk dan yield (imbal hasil) obligasi global terbang tinggi.\n\n📉 Apa Kabar Indonesia? Untuk membentengi nilai tukar Rupiah dari pelarian modal asing (capital outflow), Bank Indonesia (BI) terpaksa harus bertindak galak dengan menaikkan BI-Rate menjadi 5,50%. Pasar obligasi kita merespons dengan panik; yield SBN tenor 2 tahun melonjak tajam nyaris 200 bps secara year-to-date menyentuh 7,095%. Kondisi suku bunga tinggi dan dolar kuat ini menjadi racun bagi IHSG. Kombinasi yield tinggi dan potensi keluarnya investor asing membuat saham-saham growth (pertumbuhan), teknologi, properti, dan perusahaan dengan utang dolar yang besar menjadi sangat rentan dan berdarah-darah. Sebaliknya, saham bank besar dan eksportir mungkin sedikit lebih defensif, namun tetap berisiko jika asing jualan massal.\n\nBagaimana kita sebagai investor dan trader harus bersikap di tengah ancaman pajak yang tidak masuk akal dan tekanan suku bunga global ini? Temukan analisis strategis selengkapnya hanya di video ini agar Anda tidak salah mengambil keputusan finansial!\n\nDisclaimer: Video ini dibuat murni untuk tujuan edukasi, diskusi, dan informasi. Ini bukan rekomendasi atau ajakan dari penasihat investasi untuk melakukan jual atau beli saham. Segala keputusan, keuntungan, dan risiko investasi sepenuhnya berada di tangan dan tanggung jawab masing-masing investor.\n\nDukung terus Wawasan Cerdas untuk memajukan literasi finansial Indonesia! Klik tombol LIKE jika video ini membuka wawasan Anda, SUBSCRIBE sekarang juga, dan aktifkan LONCENG notifikasi supaya tidak ketinggalan update paling krusial seputar ekonomi, IHSG, dan strategi investasi.\n\nAyo suarakan pendapat Anda di kolom komentar: Apakah Anda setuju jika nilai trading saham dianggap omzet dan digabung dengan perhitungan pajak UMKM Anda? Mari kita berdiskusi dengan cerdas!\n\n\n#WawasanCerdas #IHSG #PajakSaham #TradingSaham #PajakUMKM #TheFed #SukuBungaBI #Rupiah #MarketCrash #BursaEfekIndonesia #InvestasiSaham #SahamPemula #MakroEkonomi #SahamAnjlok #KrisisEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "99uEfTWgMVE"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 798.3800340302829, "y": 925.2648193627618, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3318, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "QOEV4usWclA", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "GILA! Duit APBN Dikorupsi, Investor Asing Kabur dari Indonesia?!\n\nGila! Duit APBN dikorupsi, investor asing kabur dari Indonesia?! Bagaimana kondisi perekonomian Indonesia terkini setelah pasar keuangan dan nilai tukar rupiah mengalami tekanan berat?\n\nDalam beberapa pekan terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi yang sangat tajam. Mengapa hal ini bisa terjadi? Sejumlah ekonom senior menilai bahwa kepercayaan investor terhadap arah kebijakan dan kredibilitas ekonomi pemerintah saat ini belum kondusif. Ketidakpastian regulasi dan pengelolaan anggaran negara menjadi pemicu utamanya.\n\nLebih parah lagi, alokasi anggaran APBN jumbo untuk program prioritas pemerintah kini tengah diterpa isu miring. Kasus korupsi di program prioritas diduga kuat menjadi penyebab utama yang menggerus kepercayaan pelaku pasar. Hal ini memicu distrust atau ketidakpercayaan mendalam dari para penanam modal asing yang membuat mereka enggan masuk secara agresif ke pasar saham Indonesia.\n\nSimak analisis lengkapnya sampai habis untuk tahu ke mana arah ekonomi kita ke depan! Jangan lupa untuk klik LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE channel ini agar tidak ketinggalan berita ekonomi dan finansial terupdate lainnya.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai kebijakan pemerintah saat ini? Tulis opini kritis Anda di kolom komentar di bawah!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #ekonomiindonesia  #rupiahhariini  #IHSG #KorupsiAPBN #beritaekonomi  #investasi  #pasarmodal  #beritaterkini  #KredibilitasPemerintah #kebijakanekonomi \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "QOEV4usWclA"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 638.6956407331526, "y": 242.55790277518165, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.4638, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "QOEV4usWclA", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "GILA! Duit APBN Dikorupsi, Investor Asing Kabur dari Indonesia?!\n\nGila! Duit APBN dikorupsi, investor asing kabur dari Indonesia?! Bagaimana kondisi perekonomian Indonesia terkini setelah pasar keuangan dan nilai tukar rupiah mengalami tekanan berat?\n\nDalam beberapa pekan terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi yang sangat tajam. Mengapa hal ini bisa terjadi? Sejumlah ekonom senior menilai bahwa kepercayaan investor terhadap arah kebijakan dan kredibilitas ekonomi pemerintah saat ini belum kondusif. Ketidakpastian regulasi dan pengelolaan anggaran negara menjadi pemicu utamanya.\n\nLebih parah lagi, alokasi anggaran APBN jumbo untuk program prioritas pemerintah kini tengah diterpa isu miring. Kasus korupsi di program prioritas diduga kuat menjadi penyebab utama yang menggerus kepercayaan pelaku pasar. Hal ini memicu distrust atau ketidakpercayaan mendalam dari para penanam modal asing yang membuat mereka enggan masuk secara agresif ke pasar saham Indonesia.\n\nSimak analisis lengkapnya sampai habis untuk tahu ke mana arah ekonomi kita ke depan! Jangan lupa untuk klik LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE channel ini agar tidak ketinggalan berita ekonomi dan finansial terupdate lainnya.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai kebijakan pemerintah saat ini? Tulis opini kritis Anda di kolom komentar di bawah!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #ekonomiindonesia  #rupiahhariini  #IHSG #KorupsiAPBN #beritaekonomi  #investasi  #pasarmodal  #beritaterkini  #KredibilitasPemerintah #kebijakanekonomi \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "QOEV4usWclA"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 847.5271125124162, "y": 873.0133001136969, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3318, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "YlOUJRdBrwU", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Menjaga Keseimbangan Utang Luar Negeri, Cadangan Devisa dan Rupiah | MARKET REVIEW\n\nKenaikan utang luar negeri Indonesia kembali menjadi sorotan. Per April 2026, nilainya mencapai USD439,8 miliar atau setara Rp7.784,5 triliun, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional masih terjaga, tercermin dari arus modal asing yang tetap masuk ke Surat Berharga Negara (SBN). Di tengah meningkatnya beban utang dan ketidakpastian global, mampukah Indonesia menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan, stabilitas rupiah, dan ketahanan ekonomi nasional?                                                 #marketreview  #utangnegara \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "YlOUJRdBrwU"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 27.74807175518479, "y": 374.8868045458005, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.6269, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "YlOUJRdBrwU", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Menjaga Keseimbangan Utang Luar Negeri, Cadangan Devisa dan Rupiah | MARKET REVIEW\n\nKenaikan utang luar negeri Indonesia kembali menjadi sorotan. Per April 2026, nilainya mencapai USD439,8 miliar atau setara Rp7.784,5 triliun, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional masih terjaga, tercermin dari arus modal asing yang tetap masuk ke Surat Berharga Negara (SBN). Di tengah meningkatnya beban utang dan ketidakpastian global, mampukah Indonesia menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan, stabilitas rupiah, dan ketahanan ekonomi nasional?                                                 #marketreview  #utangnegara \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "YlOUJRdBrwU"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 98.6312018565978, "y": 997.2300575902686, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.6269, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "YlOUJRdBrwU", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Menjaga Keseimbangan Utang Luar Negeri, Cadangan Devisa dan Rupiah | MARKET REVIEW\n\nKenaikan utang luar negeri Indonesia kembali menjadi sorotan. Per April 2026, nilainya mencapai USD439,8 miliar atau setara Rp7.784,5 triliun, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional masih terjaga, tercermin dari arus modal asing yang tetap masuk ke Surat Berharga Negara (SBN). Di tengah meningkatnya beban utang dan ketidakpastian global, mampukah Indonesia menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan, stabilitas rupiah, dan ketahanan ekonomi nasional?                                                 #marketreview  #utangnegara \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "YlOUJRdBrwU"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 312.5427683620763, "y": 10.544133926653988, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.6269, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "YlOUJRdBrwU", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Menjaga Keseimbangan Utang Luar Negeri, Cadangan Devisa dan Rupiah | MARKET REVIEW\n\nKenaikan utang luar negeri Indonesia kembali menjadi sorotan. Per April 2026, nilainya mencapai USD439,8 miliar atau setara Rp7.784,5 triliun, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional masih terjaga, tercermin dari arus modal asing yang tetap masuk ke Surat Berharga Negara (SBN). Di tengah meningkatnya beban utang dan ketidakpastian global, mampukah Indonesia menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan, stabilitas rupiah, dan ketahanan ekonomi nasional?                                                 #marketreview  #utangnegara \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "YlOUJRdBrwU"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 515.8817944955892, "y": 162.1915206965393, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.6269, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "YlOUJRdBrwU", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Menjaga Keseimbangan Utang Luar Negeri, Cadangan Devisa dan Rupiah | MARKET REVIEW\n\nKenaikan utang luar negeri Indonesia kembali menjadi sorotan. Per April 2026, nilainya mencapai USD439,8 miliar atau setara Rp7.784,5 triliun, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional masih terjaga, tercermin dari arus modal asing yang tetap masuk ke Surat Berharga Negara (SBN). Di tengah meningkatnya beban utang dan ketidakpastian global, mampukah Indonesia menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan, stabilitas rupiah, dan ketahanan ekonomi nasional?                                                 #marketreview  #utangnegara \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "YlOUJRdBrwU"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 30.913927842613376, "y": 558.1520681386727, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.6269, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "YlOUJRdBrwU", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Menjaga Keseimbangan Utang Luar Negeri, Cadangan Devisa dan Rupiah | MARKET REVIEW\n\nKenaikan utang luar negeri Indonesia kembali menjadi sorotan. Per April 2026, nilainya mencapai USD439,8 miliar atau setara Rp7.784,5 triliun, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional masih terjaga, tercermin dari arus modal asing yang tetap masuk ke Surat Berharga Negara (SBN). Di tengah meningkatnya beban utang dan ketidakpastian global, mampukah Indonesia menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan, stabilitas rupiah, dan ketahanan ekonomi nasional?                                                 #marketreview  #utangnegara \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "YlOUJRdBrwU"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 757.2088490661166, "y": 942.4470088717533, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.6269, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "YlOUJRdBrwU", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Menjaga Keseimbangan Utang Luar Negeri, Cadangan Devisa dan Rupiah | MARKET REVIEW\n\nKenaikan utang luar negeri Indonesia kembali menjadi sorotan. Per April 2026, nilainya mencapai USD439,8 miliar atau setara Rp7.784,5 triliun, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional masih terjaga, tercermin dari arus modal asing yang tetap masuk ke Surat Berharga Negara (SBN). Di tengah meningkatnya beban utang dan ketidakpastian global, mampukah Indonesia menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan, stabilitas rupiah, dan ketahanan ekonomi nasional?                                                 #marketreview  #utangnegara \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "YlOUJRdBrwU"}}], "edges": [{"key": "RagilSemar", "source": "RagilSemar", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "RagilSemar", "source": "RagilSemar", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "marsekarl", "source": "marsekarl", "target": "tempedotc0", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "iwan_thereds", "source": "iwan_thereds", "target": "kangdede78", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham.id", "source": "mancingsaham.id", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ss_insight", "source": "ss_insight", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ss_insight", "source": "ss_insight", "target": "Bernadus", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "folknomic", "source": "folknomic", "target": "folknomics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mancingsaham.id", "source": "mancingsaham.id", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "belajar.saham8", "source": "belajar.saham8", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "infosindo.com", "source": "infosindo.com", "target": "jouneganda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "infosindo.com", "source": "infosindo.com", "target": "pemkabminut23", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@sb30official", "source": "@sb30official", "target": "sb30official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SindoPodcast", "source": "@SindoPodcast", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SindoPodcast", "source": "@SindoPodcast", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SindoPodcast", "source": "@SindoPodcast", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}