{"nodes": [{"key": "BudiSus21680955", "attributes": {"label": "BudiSus21680955", "x": 596.9334200410851, "y": 434.98628874841563, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 24.5927, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068636177557766366", "id": "BudiSus21680955", "source": "retweet-000002", "content": "Legislator PKS: Guncangan IHSG dan Nilai Tukar Rupiah Harus Jadi Alarm Serius bagi Pemerintah\n\n“IHSG yang terkoreksi tajam…", "post_id": "2068636177557766366"}}, {"key": "PKSejahtera", "attributes": {"label": "PKSejahtera", "x": 738.0151831874995, "y": 996.90641189891, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 35.0446, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2068636177557766366", "id": "PKSejahtera", "source": "retweet-000002", "content": "Legislator PKS: Guncangan IHSG dan Nilai Tukar Rupiah Harus Jadi Alarm Serius bagi Pemerintah\n\n“IHSG yang terkoreksi tajam…", "post_id": "2068636177557766366"}}, {"key": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "Rahadi0816", "x": 399.70589772596435, "y": 287.6256832102696, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 79.1245, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 2, "degree": 8}, "_id": "2069341643967529159", "id": "Rahadi0816", "source": "retweet-000002", "content": "Penurunan harga energi jadi tailwind disinflasi H2 2026.\n- Nilai Tukar Rupiah sempat melemah ke Rp17.000–18.000/USD, tapi i…", "post_id": "2069341643967529159"}}, {"key": "strike653811", "attributes": {"label": "strike653811", "x": 834.6510319372248, "y": 298.2473397204525, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 24.5927, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069303458482868332", "id": "strike653811", "source": "retweet-000002", "content": "Penurunan harga energi jadi tailwind disinflasi H2 2026.\n- Nilai Tukar Rupiah sempat melemah ke Rp17.000–18.000/USD, tapi i…", "post_id": "2069303458482868332"}}, {"key": "satunusa185593", "attributes": {"label": "satunusa185593", "x": 44.44933875486945, "y": 865.6230352553467, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 24.5927, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069307505264717889", "id": "satunusa185593", "source": "retweet-000002", "content": "Penurunan harga energi jadi tailwind disinflasi H2 2026.\n- Nilai Tukar Rupiah sempat melemah ke Rp17.000–18.000/USD, tapi i…", "post_id": "2069307505264717889"}}, {"key": "abdanhasauna", "attributes": {"label": "abdanhasauna", "x": 437.85239639727183, "y": 866.7593753640692, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.5927, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068170073924325569", "id": "abdanhasauna", "source": "tweet-000004", "content": "Setuju, risiko downgrade MSCI ini serius buat inflow investasi dan Rupiah. Menurutmu, apa yang paling mendesak harus dilakukan Indonesia sekarang biar kredibilitas pasar & fiskal cepat pulih?", "post_id": "2068170073924325569"}}, {"key": "steve_hanke", "attributes": {"label": "steve_hanke", "x": 184.73082173653688, "y": 23.349625631219673, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 45.4965, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068170073924325569", "id": "steve_hanke", "source": "tweet-000004", "content": "Setuju, risiko downgrade MSCI ini serius buat inflow investasi dan Rupiah. Menurutmu, apa yang paling mendesak harus dilakukan Indonesia sekarang biar kredibilitas pasar & fiskal cepat pulih?", "post_id": "2068170073924325569"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 0.2894054551565439, "y": 691.5974013507761, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 42.77, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3922755728394447205_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🚀 BI-Rate Naik Jadi 5,75%, BI Perkuat Pertahanan Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global\nby  Academy\n\nHalo Sobat Cuan!\nBank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah tegas dengan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18 Juni 2026.\n\n📌 Detail Kebijakan BI\n✅ BI-Rate naik dari 5,50% menjadi 5,75%\n✅ Deposit Facility naik menjadi 4,75%\n✅ Lending Facility naik menjadi 6,25%\n✅ Fokus utama menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi\n\nBI menegaskan langkah ini bersifat antisipatif untuk menghadapi berbagai risiko global yang masih membayangi pasar keuangan.\n\n📊 Kondisi Rupiah Masih Menjadi Perhatian\nHingga pertengahan Juni 2026, rupiah masih berada di kisaran Rp17.873 per dolar AS.\n\nSecara year-to-date, nilai tukar rupiah tercatat melemah sekitar 6,61%, sehingga stabilisasi kurs menjadi salah satu prioritas utama Bank Indonesia.\n\nDi sisi lain, BI tetap optimistis pertumbuhan ekonomi nasional masih berada dalam kisaran 4,9%–5,7% sepanjang 2026.\n\n🏦 Pandangan Para Ekonom\nBeberapa ekonom menilai keputusan BI cukup tepat dalam kondisi saat ini:\n▪️ Ekonom BCA menilai BI perlu menjaga daya saing instrumen keuangan domestik di tengah kenaikan imbal hasil global.\n▪️ Ekonom Bank Danamon melihat kenaikan suku bunga dapat meningkatkan minat investor asing terhadap aset Indonesia.\n▪️ Permata Bank menilai peluang kenaikan lanjutan masih terbuka apabila tekanan eksternal dan kebijakan The Fed tetap ketat.\n\n📈 Sektor yang Berpotensi Diuntungkan\nDalam lingkungan suku bunga yang lebih tinggi, beberapa sektor berpotensi memperoleh manfaat:\n✅ Perbankan besar (BBCA, BMRI, BBRI, BBNI)\n✅ Emiten yang memiliki likuiditas kuat\n✅ Saham blue chip yang menjadi tujuan utama dana asing\n\n📌 Gabung di  Community untuk mendapatkan update market, analisis saham pilihan, edukasi investasi, dan diskusi eksklusif bersama investor serta trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#BIRate #BankIndonesia #SukuBunga #Rupiah #IHSG", "post_id": "3922755728394447205_52512310886"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 134.22656156292078, "y": 642.4341725465856, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 163.9507, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3924832264409941756_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah melemah 0,12% ke Rp17.812/US$ pada Senin pagi (22/6/2026), seiring penguatan dolar AS dan pelemahan mayoritas mata uang Asia di tengah kembali meningkatnya tensi geopolitik AS–Iran yang mendorong penguatan aset safe haven.\n\nSementara itu, IHSG dibuka menguat 0,65% ke level 6.217, lebih baik dari bursa Asia yang cenderung mixed, ditopang sentimen MSCI dan penguatan teknikal, meski pasar masih mencermati risiko global dan harga minyak.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#rupiah #dolar #ihsg #saham #bloombergtechnoz", "post_id": "3924832264409941756_51748745734"}}, {"key": "media.edukasi6", "attributes": {"label": "media.edukasi6", "x": 451.94301662300995, "y": 205.78798816353972, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5927, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7647485129752841492", "id": "media.edukasi6", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah kembali melemah hingga menyentuh angka psikologis baru. Bagi sebagian orang, ini adalah alarm peringatan, tapi bagi para traders dan investor global, volatilitas seperti ini adalah ladang peluang. Di posisi ini, aset apa yang paling aman buat mengamankan kekayaan kita? Apakah emas, saham luar negeri, atau justru tetap pegang cash USD? Bagaimana strategi kalian menghadapi badai ini? Coba tulis di kolom komentar! 👇 SUMBER : TWS NEWS   #kontencom #kontencomxsuli #rupiah #viral #fyp", "post_id": "7647485129752841492"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 971.6316304089573, "y": 481.9854828234371, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 35.0446, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647485129752841492", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah kembali melemah hingga menyentuh angka psikologis baru. Bagi sebagian orang, ini adalah alarm peringatan, tapi bagi para traders dan investor global, volatilitas seperti ini adalah ladang peluang. Di posisi ini, aset apa yang paling aman buat mengamankan kekayaan kita? Apakah emas, saham luar negeri, atau justru tetap pegang cash USD? Bagaimana strategi kalian menghadapi badai ini? Coba tulis di kolom komentar! 👇 SUMBER : TWS NEWS   #kontencom #kontencomxsuli #rupiah #viral #fyp", "post_id": "7647485129752841492"}}, {"key": "Kontencom", "attributes": {"label": "Kontencom", "x": 94.82280441782397, "y": 339.411242366131, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 35.0446, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647485129752841492", "id": "Kontencom", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah kembali melemah hingga menyentuh angka psikologis baru. Bagi sebagian orang, ini adalah alarm peringatan, tapi bagi para traders dan investor global, volatilitas seperti ini adalah ladang peluang. Di posisi ini, aset apa yang paling aman buat mengamankan kekayaan kita? Apakah emas, saham luar negeri, atau justru tetap pegang cash USD? Bagaimana strategi kalian menghadapi badai ini? Coba tulis di kolom komentar! 👇 SUMBER : TWS NEWS   #kontencom #kontencomxsuli #rupiah #viral #fyp", "post_id": "7647485129752841492"}}, {"key": "go_clipnews", "attributes": {"label": "go_clipnews", "x": 24.98097017287804, "y": 371.2782314523889, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5927, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7650544629074677000", "id": "go_clipnews", "source": "tiktok-000001", "content": "PT Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026, sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Ini kenaikan terbesar dalam sejarah BBM nonsubsidi Indonesia, dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia akibat perang Iran dan pelemahan rupiah yang sudah menembus Rp18.000. Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet menilai kenaikan ini cukup efektif mengurangi tekanan fiskal, namun mengingatkan bahwa peningkatan konsumsi Pertalite akan menambah beban kompensasi pemerintah. Dengan asumsi kompensasi sekitar Rp5.400 per liter, tambahan beban fiskal diperkirakan berkisar antara Rp4 triliun hingga Rp17 triliun, dengan skenario moderat mendekati Rp10 triliun. Di sisi lain, tanpa kenaikan ini pemerintah harus menanggung tambahan beban fiskal hingga Rp27,7 triliun per tahun. Kenaikan Pertamax diperkirakan menghemat anggaran negara sekitar Rp11,4 triliun per tahun sekaligus menghemat devisa US$0,6 miliar di tengah tekanan terhadap rupiah. Tapi skenario ini hanya berlaku jika konsumen tetap pakai Pertamax, bukan berduyun-duyun pindah ke Pertalite.  #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7650544629074677000"}}, {"key": "Konten.Com", "attributes": {"label": "Konten.Com", "x": 354.13208507302596, "y": 707.6092181470415, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 45.4965, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7650544629074677000", "id": "Konten.Com", "source": "tiktok-000001", "content": "PT Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026, sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Ini kenaikan terbesar dalam sejarah BBM nonsubsidi Indonesia, dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia akibat perang Iran dan pelemahan rupiah yang sudah menembus Rp18.000. Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet menilai kenaikan ini cukup efektif mengurangi tekanan fiskal, namun mengingatkan bahwa peningkatan konsumsi Pertalite akan menambah beban kompensasi pemerintah. Dengan asumsi kompensasi sekitar Rp5.400 per liter, tambahan beban fiskal diperkirakan berkisar antara Rp4 triliun hingga Rp17 triliun, dengan skenario moderat mendekati Rp10 triliun. Di sisi lain, tanpa kenaikan ini pemerintah harus menanggung tambahan beban fiskal hingga Rp27,7 triliun per tahun. Kenaikan Pertamax diperkirakan menghemat anggaran negara sekitar Rp11,4 triliun per tahun sekaligus menghemat devisa US$0,6 miliar di tengah tekanan terhadap rupiah. Tapi skenario ini hanya berlaku jika konsumen tetap pakai Pertamax, bukan berduyun-duyun pindah ke Pertalite.  #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7650544629074677000"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 966.2342805764492, "y": 338.05436284583135, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5927, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1501466428443840", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai, soal keputusan MSCI mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market berpeluang memperbaiki persepsi investor terhadap pasar modal Indonesia dan meredakan tekanan jual yang selama ini membayangi pergerakan IHSG.\n\nMeski demikian, Hendra menitiberatkan dampak positif tersebut masih bersifat terbatas karena belum mampu menjawab berbagai tantangan fundamental yang menjadi perhatian investor global. \n\n\"Status Emerging Market memang berhasil dipertahankan, tetapi arah pasar selanjutnya akan lebih ditentukan oleh kondisi fiskal nasional, stabilitas nilai tukar rupiah, prospek suku bunga global, serta kemampuan pemerintah menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan berbagai program strategis nasional,\" urai Hendra kepada iNews Media Group, Rabu (24/6/2026).\n\nMenurut Hendra, tantangan terbesar Indonesia saat ini bukan lagi sekadar mempertahankan status Emerging Market, melainkan mengembalikan kepercayaan investor asing yang hingga kini masih cenderung berhati-hati.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/status-emerging-market-indonesia-berpeluang-redakan-pelemahan-ihsg\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: :iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #emergingmarket #ihsg #pasarmodalindonesia", "post_id": "432781620563594_1501466428443840"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 166.06500603732377, "y": 45.81006993173742, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 45.4965, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1501466428443840", "id": "idx_channel", "source": "facebook-000001", "content": "Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai, soal keputusan MSCI mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market berpeluang memperbaiki persepsi investor terhadap pasar modal Indonesia dan meredakan tekanan jual yang selama ini membayangi pergerakan IHSG.\n\nMeski demikian, Hendra menitiberatkan dampak positif tersebut masih bersifat terbatas karena belum mampu menjawab berbagai tantangan fundamental yang menjadi perhatian investor global. \n\n\"Status Emerging Market memang berhasil dipertahankan, tetapi arah pasar selanjutnya akan lebih ditentukan oleh kondisi fiskal nasional, stabilitas nilai tukar rupiah, prospek suku bunga global, serta kemampuan pemerintah menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan berbagai program strategis nasional,\" urai Hendra kepada iNews Media Group, Rabu (24/6/2026).\n\nMenurut Hendra, tantangan terbesar Indonesia saat ini bukan lagi sekadar mempertahankan status Emerging Market, melainkan mengembalikan kepercayaan investor asing yang hingga kini masih cenderung berhati-hati.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/status-emerging-market-indonesia-berpeluang-redakan-pelemahan-ihsg\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: :iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #emergingmarket #ihsg #pasarmodalindonesia", "post_id": "432781620563594_1501466428443840"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 182.84570999437034, "y": 871.2895066719415, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5927, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "QOEV4usWclA", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "GILA! Duit APBN Dikorupsi, Investor Asing Kabur dari Indonesia?!\n\nGila! Duit APBN dikorupsi, investor asing kabur dari Indonesia?! Bagaimana kondisi perekonomian Indonesia terkini setelah pasar keuangan dan nilai tukar rupiah mengalami tekanan berat?\n\nDalam beberapa pekan terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi yang sangat tajam. Mengapa hal ini bisa terjadi? Sejumlah ekonom senior menilai bahwa kepercayaan investor terhadap arah kebijakan dan kredibilitas ekonomi pemerintah saat ini belum kondusif. Ketidakpastian regulasi dan pengelolaan anggaran negara menjadi pemicu utamanya.\n\nLebih parah lagi, alokasi anggaran APBN jumbo untuk program prioritas pemerintah kini tengah diterpa isu miring. Kasus korupsi di program prioritas diduga kuat menjadi penyebab utama yang menggerus kepercayaan pelaku pasar. Hal ini memicu distrust atau ketidakpercayaan mendalam dari para penanam modal asing yang membuat mereka enggan masuk secara agresif ke pasar saham Indonesia.\n\nSimak analisis lengkapnya sampai habis untuk tahu ke mana arah ekonomi kita ke depan! Jangan lupa untuk klik LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE channel ini agar tidak ketinggalan berita ekonomi dan finansial terupdate lainnya.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai kebijakan pemerintah saat ini? Tulis opini kritis Anda di kolom komentar di bawah!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #ekonomiindonesia  #rupiahhariini  #IHSG #KorupsiAPBN #beritaekonomi  #investasi  #pasarmodal  #beritaterkini  #KredibilitasPemerintah #kebijakanekonomi \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "QOEV4usWclA"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 411.09468896321863, "y": 756.7643190960566, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.0446, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "QOEV4usWclA", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "GILA! Duit APBN Dikorupsi, Investor Asing Kabur dari Indonesia?!\n\nGila! Duit APBN dikorupsi, investor asing kabur dari Indonesia?! Bagaimana kondisi perekonomian Indonesia terkini setelah pasar keuangan dan nilai tukar rupiah mengalami tekanan berat?\n\nDalam beberapa pekan terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi yang sangat tajam. Mengapa hal ini bisa terjadi? Sejumlah ekonom senior menilai bahwa kepercayaan investor terhadap arah kebijakan dan kredibilitas ekonomi pemerintah saat ini belum kondusif. Ketidakpastian regulasi dan pengelolaan anggaran negara menjadi pemicu utamanya.\n\nLebih parah lagi, alokasi anggaran APBN jumbo untuk program prioritas pemerintah kini tengah diterpa isu miring. Kasus korupsi di program prioritas diduga kuat menjadi penyebab utama yang menggerus kepercayaan pelaku pasar. Hal ini memicu distrust atau ketidakpercayaan mendalam dari para penanam modal asing yang membuat mereka enggan masuk secara agresif ke pasar saham Indonesia.\n\nSimak analisis lengkapnya sampai habis untuk tahu ke mana arah ekonomi kita ke depan! Jangan lupa untuk klik LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE channel ini agar tidak ketinggalan berita ekonomi dan finansial terupdate lainnya.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai kebijakan pemerintah saat ini? Tulis opini kritis Anda di kolom komentar di bawah!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #ekonomiindonesia  #rupiahhariini  #IHSG #KorupsiAPBN #beritaekonomi  #investasi  #pasarmodal  #beritaterkini  #KredibilitasPemerintah #kebijakanekonomi \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "QOEV4usWclA"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 4.977721642858035, "y": 557.1878480053832, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5927, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "UD-fA9oi51c", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Gencatan Senjata dan Selat Hormuz Dibuka, Ekonomi Global Diprediksi Lebih Stabil | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMeredanya tensi geopolitik di Timur Tengah seiring gencatan senjata dan rencana dibukanya Selat Hormuz diperkirakan membawa dampak positif bagi ekonomi global. Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah dapat menguat ke kisaran Rp17.000 per USD, didukung penurunan harga minyak mentah dunia dan potensi kenaikan harga emas global.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UD-fA9oi51c"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 606.7946724844371, "y": 33.63947129951539, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.0858, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "UD-fA9oi51c", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Gencatan Senjata dan Selat Hormuz Dibuka, Ekonomi Global Diprediksi Lebih Stabil | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMeredanya tensi geopolitik di Timur Tengah seiring gencatan senjata dan rencana dibukanya Selat Hormuz diperkirakan membawa dampak positif bagi ekonomi global. Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah dapat menguat ke kisaran Rp17.000 per USD, didukung penurunan harga minyak mentah dunia dan potensi kenaikan harga emas global.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UD-fA9oi51c"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 788.8773451445567, "y": 821.208932904417, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.0858, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "UD-fA9oi51c", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Gencatan Senjata dan Selat Hormuz Dibuka, Ekonomi Global Diprediksi Lebih Stabil | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMeredanya tensi geopolitik di Timur Tengah seiring gencatan senjata dan rencana dibukanya Selat Hormuz diperkirakan membawa dampak positif bagi ekonomi global. Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah dapat menguat ke kisaran Rp17.000 per USD, didukung penurunan harga minyak mentah dunia dan potensi kenaikan harga emas global.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UD-fA9oi51c"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 773.0284445979293, "y": 479.8552105079832, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.0858, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "UD-fA9oi51c", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Gencatan Senjata dan Selat Hormuz Dibuka, Ekonomi Global Diprediksi Lebih Stabil | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMeredanya tensi geopolitik di Timur Tengah seiring gencatan senjata dan rencana dibukanya Selat Hormuz diperkirakan membawa dampak positif bagi ekonomi global. Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah dapat menguat ke kisaran Rp17.000 per USD, didukung penurunan harga minyak mentah dunia dan potensi kenaikan harga emas global.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UD-fA9oi51c"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 926.6290779065143, "y": 110.56529821587114, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.0858, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "UD-fA9oi51c", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Gencatan Senjata dan Selat Hormuz Dibuka, Ekonomi Global Diprediksi Lebih Stabil | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMeredanya tensi geopolitik di Timur Tengah seiring gencatan senjata dan rencana dibukanya Selat Hormuz diperkirakan membawa dampak positif bagi ekonomi global. Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah dapat menguat ke kisaran Rp17.000 per USD, didukung penurunan harga minyak mentah dunia dan potensi kenaikan harga emas global.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UD-fA9oi51c"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 871.7558993435078, "y": 418.7251508179218, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.0858, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "UD-fA9oi51c", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Gencatan Senjata dan Selat Hormuz Dibuka, Ekonomi Global Diprediksi Lebih Stabil | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMeredanya tensi geopolitik di Timur Tengah seiring gencatan senjata dan rencana dibukanya Selat Hormuz diperkirakan membawa dampak positif bagi ekonomi global. Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah dapat menguat ke kisaran Rp17.000 per USD, didukung penurunan harga minyak mentah dunia dan potensi kenaikan harga emas global.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UD-fA9oi51c"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 697.6156720876616, "y": 836.8304580013119, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.0858, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "UD-fA9oi51c", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Gencatan Senjata dan Selat Hormuz Dibuka, Ekonomi Global Diprediksi Lebih Stabil | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMeredanya tensi geopolitik di Timur Tengah seiring gencatan senjata dan rencana dibukanya Selat Hormuz diperkirakan membawa dampak positif bagi ekonomi global. Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah dapat menguat ke kisaran Rp17.000 per USD, didukung penurunan harga minyak mentah dunia dan potensi kenaikan harga emas global.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UD-fA9oi51c"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "attributes": {"label": "@KompasTVDewata", "x": 322.34537845798764, "y": 938.1608619246522, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5927, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "CH6D8qEmbW4", "id": "@KompasTVDewata", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Fabby Tumiwa Sebut Pemadaman Listrik Dipicu 70 Persen PLTU Kekurangan Batu Bara\n\nKOMPAS.TV  Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah memicu keluhan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Banyak pelaku usaha mengaku mengalami penurunan omzet hingga jutaan rupiah akibat terganggunya aktivitas produksi dan layanan kepada pelanggan.\n\nDi tengah kondisi tersebut, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyatakan telah meminta PLN mempercepat langkah mitigasi untuk mencegah pemadaman listrik berkepanjangan. Bahlil juga menegaskan tidak ada kendala pasokan batu bara dari sisi pemerintah, namun distribusi ke pembangkit listrik PLN dan mitra perlu dipastikan berjalan lancar.\n\nLalu, apa sebenarnya penyebab utama pemadaman bergilir yang meluas di Pulau Jawa? Benarkah gangguan teknis pada sejumlah pembangkit menjadi faktor utama, atau justru persoalan stok batu bara yang berada di bawah batas aman?\n\nMenurut CEO Institute for Essential Services Reform (IESR) sekaligus pengamat energi, Fabby Tumiwa, kondisi ini diduga dipicu kombinasi beberapa faktor. Namun, faktor dominan disebut berasal dari ketersediaan batu bara di sejumlah PLTU yang berada di bawah level aman sehingga pembangkit tidak dapat beroperasi pada kapasitas maksimal. Fabby memperkirakan sekitar 60 hingga 70 persen PLTU di sistem Jawa-Bali mengalami kondisi pasokan batu bara yang tidak ideal, sehingga pasokan daya harus dikurangi sambil menunggu kedatangan stok baru.\n\nLalu, seberapa besar dampak pemadaman ini terhadap masyarakat dan pelaku UMKM? Mengapa pemadaman bisa terjadi di tengah sistem kelistrikan Jawa yang selama ini disebut memiliki cadangan daya cukup? Dan apakah peristiwa ini menjadi alarm bagi pemerintah untuk mempercepat transisi menuju energi baru terbarukan yang lebih andal?\n\nPembahasan selengkapnya akan menghadirkan CEO IESR sekaligus pengamat dan ahli transisi energi, Fabby Tumiwa.\n\n#PemadamanListrik #PLN #BahlilLahadalia #FabbyTumiwa #ESDM\n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "CH6D8qEmbW4"}}, {"key": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "kompastvdewata", "x": 998.4822877487321, "y": 572.1047403672161, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.0446, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "CH6D8qEmbW4", "id": "kompastvdewata", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Fabby Tumiwa Sebut Pemadaman Listrik Dipicu 70 Persen PLTU Kekurangan Batu Bara\n\nKOMPAS.TV  Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah memicu keluhan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Banyak pelaku usaha mengaku mengalami penurunan omzet hingga jutaan rupiah akibat terganggunya aktivitas produksi dan layanan kepada pelanggan.\n\nDi tengah kondisi tersebut, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyatakan telah meminta PLN mempercepat langkah mitigasi untuk mencegah pemadaman listrik berkepanjangan. Bahlil juga menegaskan tidak ada kendala pasokan batu bara dari sisi pemerintah, namun distribusi ke pembangkit listrik PLN dan mitra perlu dipastikan berjalan lancar.\n\nLalu, apa sebenarnya penyebab utama pemadaman bergilir yang meluas di Pulau Jawa? Benarkah gangguan teknis pada sejumlah pembangkit menjadi faktor utama, atau justru persoalan stok batu bara yang berada di bawah batas aman?\n\nMenurut CEO Institute for Essential Services Reform (IESR) sekaligus pengamat energi, Fabby Tumiwa, kondisi ini diduga dipicu kombinasi beberapa faktor. Namun, faktor dominan disebut berasal dari ketersediaan batu bara di sejumlah PLTU yang berada di bawah level aman sehingga pembangkit tidak dapat beroperasi pada kapasitas maksimal. Fabby memperkirakan sekitar 60 hingga 70 persen PLTU di sistem Jawa-Bali mengalami kondisi pasokan batu bara yang tidak ideal, sehingga pasokan daya harus dikurangi sambil menunggu kedatangan stok baru.\n\nLalu, seberapa besar dampak pemadaman ini terhadap masyarakat dan pelaku UMKM? Mengapa pemadaman bisa terjadi di tengah sistem kelistrikan Jawa yang selama ini disebut memiliki cadangan daya cukup? Dan apakah peristiwa ini menjadi alarm bagi pemerintah untuk mempercepat transisi menuju energi baru terbarukan yang lebih andal?\n\nPembahasan selengkapnya akan menghadirkan CEO IESR sekaligus pengamat dan ahli transisi energi, Fabby Tumiwa.\n\n#PemadamanListrik #PLN #BahlilLahadalia #FabbyTumiwa #ESDM\n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "CH6D8qEmbW4"}}], "edges": [{"key": "BudiSus21680955", "source": "BudiSus21680955", "target": "PKSejahtera", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "BudiSus21680955", "source": "BudiSus21680955", "target": "PKSejahtera", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Rahadi0816", "source": "Rahadi0816", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Rahadi0816", "source": "Rahadi0816", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "strike653811", "source": "strike653811", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "strike653811", "source": "strike653811", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "satunusa185593", "source": "satunusa185593", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "satunusa185593", "source": "satunusa185593", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "abdanhasauna", "source": "abdanhasauna", "target": "steve_hanke", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "media.edukasi6", "source": "media.edukasi6", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "media.edukasi6", "source": "media.edukasi6", "target": "Kontencom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "go_clipnews", "source": "go_clipnews", "target": "Konten.Com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}