{"nodes": [{"key": "RagilSemar", "attributes": {"label": "RagilSemar", "x": 583.425139700523, "y": 363.63104177671613, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 36.1072, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "2067424415563063558", "id": "RagilSemar", "source": "retweet-000002", "content": "Ekonom Rizal sudah memperingatkan:\n\"Rupiah lebih ditentukan oleh fundamental domestik : defisit fiskal, capital outflow, ca…", "post_id": "2067424415563063558"}}, {"key": "WillyUK777", "attributes": {"label": "WillyUK777", "x": 416.2018751544143, "y": 484.6495078277169, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.7616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067640630126506359", "id": "WillyUK777", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonomi justru makin sulit dengan suku bunga kredit yg makin naik. Penguatan Rupiah HANYA KOREKSI (sementara) karena fundamental yg rapuh.", "post_id": "2067640630126506359"}}, {"key": "KangManto123", "attributes": {"label": "KangManto123", "x": 684.6927356931602, "y": 708.9058020528981, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 38.409, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067640630126506359", "id": "KangManto123", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonomi justru makin sulit dengan suku bunga kredit yg makin naik. Penguatan Rupiah HANYA KOREKSI (sementara) karena fundamental yg rapuh.", "post_id": "2067640630126506359"}}, {"key": "anaknyasiape", "attributes": {"label": "anaknyasiape", "x": 596.1006091579952, "y": 875.6111753279886, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.7616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067935901012148383", "id": "anaknyasiape", "source": "tweet-000004", "content": "Apakah benar ini Mas Pras?\n\nPenguatan rupiah belakangan ini lebih bersifat bouncing sementara  bukan tren perbaikan fundamental.\n\nFakta: penurunan 5 bulan berturut-turut, penurunan terpanjang sejak 2018.\n\nrata-rata lebih dari US$2 miliar per bulan untuk menahan kejatuhan rupiah.?", "post_id": "2067935901012148383"}}, {"key": "prastow", "attributes": {"label": "prastow", "x": 897.4231829394603, "y": 866.9474082820367, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 38.409, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067935901012148383", "id": "prastow", "source": "tweet-000004", "content": "Apakah benar ini Mas Pras?\n\nPenguatan rupiah belakangan ini lebih bersifat bouncing sementara  bukan tren perbaikan fundamental.\n\nFakta: penurunan 5 bulan berturut-turut, penurunan terpanjang sejak 2018.\n\nrata-rata lebih dari US$2 miliar per bulan untuk menahan kejatuhan rupiah.?", "post_id": "2067935901012148383"}}, {"key": "AlhamadKim37129", "attributes": {"label": "AlhamadKim37129", "x": 830.4527659366506, "y": 931.7809572490056, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.7616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069265148720849359", "id": "AlhamadKim37129", "source": "tweet-000004", "content": "Kebijakan wajib rupiah di dalam negeri adalah langkah tegas pemerintah untuk menjaga kedaulatan mata uang kita dan memperkuat fundamental ekonomi nasional.", "post_id": "2069265148720849359"}}, {"key": "steve_hanke", "attributes": {"label": "steve_hanke", "x": 433.53006152787475, "y": 330.9201843771563, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 38.409, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069265148720849359", "id": "steve_hanke", "source": "tweet-000004", "content": "Kebijakan wajib rupiah di dalam negeri adalah langkah tegas pemerintah untuk menjaga kedaulatan mata uang kita dan memperkuat fundamental ekonomi nasional.", "post_id": "2069265148720849359"}}, {"key": "Kinkin18051341", "attributes": {"label": "Kinkin18051341", "x": 819.6907684099629, "y": 170.3153235509971, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.7616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068978398861615544", "id": "Kinkin18051341", "source": "tweet-000004", "content": "Awasi ketat Univ. Airlangga yg berdemo krn dpt menghambat cita PKI mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri tambang emas nikel dll ribuan trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dpt fee dilanjutkan memiskinkan pengusaha KADIN HIPMI apindo dll", "post_id": "2068978398861615544"}}, {"key": "ArtaN7707", "attributes": {"label": "ArtaN7707", "x": 110.3539808214471, "y": 926.6083791387202, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 38.409, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068978398861615544", "id": "ArtaN7707", "source": "tweet-000004", "content": "Awasi ketat Univ. Airlangga yg berdemo krn dpt menghambat cita PKI mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri tambang emas nikel dll ribuan trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dpt fee dilanjutkan memiskinkan pengusaha KADIN HIPMI apindo dll", "post_id": "2068978398861615544"}}, {"key": "udanudinudan", "attributes": {"label": "udanudinudan", "x": 776.695797010458, "y": 610.9713854249446, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.7616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069218070091165858", "id": "udanudinudan", "source": "tweet-000004", "content": "Tetapi beras tetap mahal di pasaran, jangan2 nanti ada impor beras. \nAgak sulit percaya dg data yg disampaikan pemerintah, bilangnya swasembada energi tetapi listrik pemadaman bergilir, pertamak dinaikan. Bilangnya fundamental kuat, eh.. rupiah nyungsep, investor asing kabur.", "post_id": "2069218070091165858"}}, {"key": "99propaganda", "attributes": {"label": "99propaganda", "x": 295.01695092981674, "y": 726.8832507319421, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 38.409, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069218070091165858", "id": "99propaganda", "source": "tweet-000004", "content": "Tetapi beras tetap mahal di pasaran, jangan2 nanti ada impor beras. \nAgak sulit percaya dg data yg disampaikan pemerintah, bilangnya swasembada energi tetapi listrik pemadaman bergilir, pertamak dinaikan. Bilangnya fundamental kuat, eh.. rupiah nyungsep, investor asing kabur.", "post_id": "2069218070091165858"}}, {"key": "dometer_", "attributes": {"label": "dometer_", "x": 550.0438232373332, "y": 637.4892352649904, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.7616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069739290037559386", "id": "dometer_", "source": "tweet-000004", "content": "IHSG -3,56% ke 5.884. Big banks (BBCA, BBRI, BMRI, BBNI) jadi penekan utama.\nPenyebab: Jual asing deras + Rupiah lemah (~Rp17.940) + BI Rate naik + sentimen negatif kebijakan Prabowo (\"Sell Indonesia\").\nFundamental: Masih solid (kredit tumbuh, dividen oke), tapi harga jatuh", "post_id": "2069739290037559386"}}, {"key": "insidefolkative", "attributes": {"label": "insidefolkative", "x": 566.2958705488867, "y": 92.79483631375417, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 38.409, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069739290037559386", "id": "insidefolkative", "source": "tweet-000004", "content": "IHSG -3,56% ke 5.884. Big banks (BBCA, BBRI, BMRI, BBNI) jadi penekan utama.\nPenyebab: Jual asing deras + Rupiah lemah (~Rp17.940) + BI Rate naik + sentimen negatif kebijakan Prabowo (\"Sell Indonesia\").\nFundamental: Masih solid (kredit tumbuh, dividen oke), tapi harga jatuh", "post_id": "2069739290037559386"}}, {"key": "justinfosurabaya", "attributes": {"label": "justinfosurabaya", "x": 946.6773479776768, "y": 897.1112023540958, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 36.1072, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3921456420545879060_51865937265", "id": "justinfosurabaya", "source": "instagram-000001", "content": "Rabu, 17 Juni 2026, ada aksi demonstrasi mahasiswa di Surabaya yang berpusat di kawasan Gedung Negara Grahadi. Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus seperti Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya ikut dalam aksi tersebut... \n\nBeberapa tuntutan yang disuarakan antara lain:\n- Evaluasi atau penghentian program MBG dan KDMP.\n- Pencabutan UU Polri dan UU TNI.\n- Penolakan militerisme di ranah sipil.\n- Penurunan harga BBM dan kebutuhan pokok.\n- Penguatan nilai rupiah dan ekonomi rakyat. \n\nJadi menurut kalian gimana rek...\n\nSource :  \nFollow :  \n\n#justinfosurabaya #demo #surabaya #beritaterkini #surabayainfo", "post_id": "3921456420545879060_51865937265"}}, {"key": "clipperfinance05", "attributes": {"label": "clipperfinance05", "x": 517.7279277041422, "y": 803.7747300446035, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.7616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7653091789263572244", "id": "clipperfinance05", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur yang digelar pada 17–18 Juni 2026. Kenaikan ini merupakan yang ketiga secara beruntun sejak Mei 2026, dan ditujukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah yang sempat melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS, sekaligus sebagai langkah pre-emptive menjaga inflasi tetap dalam kisaran sasaran pemerintah. Sehari setelah keputusan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran direksi dan komisaris bank-bank Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN, dan BSI) di Istana Kepresidenan. Pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar 4,5 jam itu turut dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta CEO Danantara Rosan Roeslani, untuk membahas pandangan dan arahan terkait arah perekonomian Indonesia ke depan. Menurut Rosan Roeslani, Presiden tidak memberikan arahan khusus untuk menahan suku bunga kredit meski acuan naik, melainkan meminta Himbara meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dengan begitu, perbankan BUMN diharapkan tetap mampu menjaga penyaluran kredit ke sektor riil, khususnya UMKM, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sambil menjaga stabilitas sektor keuangan. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7653091789263572244"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 460.01445129784366, "y": 408.7689687876911, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 56.0564, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7653091789263572244", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur yang digelar pada 17–18 Juni 2026. Kenaikan ini merupakan yang ketiga secara beruntun sejak Mei 2026, dan ditujukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah yang sempat melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS, sekaligus sebagai langkah pre-emptive menjaga inflasi tetap dalam kisaran sasaran pemerintah. Sehari setelah keputusan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran direksi dan komisaris bank-bank Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN, dan BSI) di Istana Kepresidenan. Pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar 4,5 jam itu turut dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta CEO Danantara Rosan Roeslani, untuk membahas pandangan dan arahan terkait arah perekonomian Indonesia ke depan. Menurut Rosan Roeslani, Presiden tidak memberikan arahan khusus untuk menahan suku bunga kredit meski acuan naik, melainkan meminta Himbara meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dengan begitu, perbankan BUMN diharapkan tetap mampu menjaga penyaluran kredit ke sektor riil, khususnya UMKM, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sambil menjaga stabilitas sektor keuangan. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7653091789263572244"}}, {"key": "jelajahnews.id", "attributes": {"label": "jelajahnews.id", "x": 825.0460569530155, "y": 567.648243284573, "size": 11.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.7616, "eigenvector": 153.8462, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7641505604950838536", "id": "jelajahnews.id", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "harristurino", "attributes": {"label": "harristurino", "x": 604.5202522283032, "y": 479.85314433507784, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.6441, "eigenvector": 115.3846, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641505604950838536", "id": "harristurino", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "DPR", "attributes": {"label": "DPR", "x": 239.1815590063553, "y": 957.1399348938886, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.6441, "eigenvector": 115.3846, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641505604950838536", "id": "DPR", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 246.05278089364947, "y": 418.8792761653438, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 31.0559, "eigenvector": 230.7692, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7641505604950838536", "id": "bank_indonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "the.indonesia.post", "attributes": {"label": "the.indonesia.post", "x": 714.396559837879, "y": 687.7805740461064, "size": 11.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.7616, "eigenvector": 153.8462, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7653050172796144917", "id": "the.indonesia.post", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Analisis Fiskal : Isu Purbaya Tolak Pinjaman IMF-World Bank dan Kaitannya dengan Fluktuasi Rupiah Serta IHSG ⚖️ Pernyataan tegas Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa terkait komitmen menjaga kemandirian moneter tanpa bergantung pada pinjaman lembaga donor internasional memicu perdebatan sengit mengenai penyebab koreksi teknis nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan, sebuah analisis makroekonomi yang dinilai berimbang guna memetakan sentimen pasar riil dari faktor eksternal global. 📄 Berdasarkan data manifes perdagangan Bursa Efek Indonesia dan nilai kurs JISDOR, pelemahan instrumen keuangan domestik pada Juni 2026 ini faktualnya lebih dipengaruhi oleh sentimen tingginya suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta outflow modal asing jangka pendek. 📋 Otoritas  bersama  menegaskan bahwa kebijakan penolakan utang baru dari IMF maupun World Bank merupakan keputusan fungsional untuk menjaga rasio utang jangka panjang, sementara fluktuasi IHSG saat ini adalah siklus penyesuaian portofolio rutin investor makro yang tidak berkorelasi langsung dengan kebijakan penolakan pinjaman modal asing tersebut. 🔍 Langkah menjaga kedaulatan fiskal yang konsisten digaungkan oleh jajaran komisioner keuangan ini berdampak pada tingginya kepercayaan fundamental ekonomi bagi masyarakat bawah di tengah gejolak geopolitik. ✨  Ketegasan membatasi utang luar negeri patut didukung demi kedaulatan moneter nasional secara obyektif, namun di sisi lain, pemerintah dituntut bergerak taktis menciptakan stimulus investasi domestik yang ramah pasar agar volatilitas pasar modal tidak terus menekan kinerja korporasi lokal di ruang siber komersial. 🎯 Menurut analisis ekonomi Anda, apakah keputusan menolak pinjaman lembaga internasional sudah tepat bagi ketahanan jangka panjang Rupiah?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiahIHSG #PurbayaYudhiSadewa #KemandirianFiskal #EkonomiNasional", "post_id": "7653050172796144917"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 362.59150838355504, "y": 422.8091851139628, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1735, "eigenvector": 115.3846, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653050172796144917", "id": "ojkindonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Analisis Fiskal : Isu Purbaya Tolak Pinjaman IMF-World Bank dan Kaitannya dengan Fluktuasi Rupiah Serta IHSG ⚖️ Pernyataan tegas Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa terkait komitmen menjaga kemandirian moneter tanpa bergantung pada pinjaman lembaga donor internasional memicu perdebatan sengit mengenai penyebab koreksi teknis nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan, sebuah analisis makroekonomi yang dinilai berimbang guna memetakan sentimen pasar riil dari faktor eksternal global. 📄 Berdasarkan data manifes perdagangan Bursa Efek Indonesia dan nilai kurs JISDOR, pelemahan instrumen keuangan domestik pada Juni 2026 ini faktualnya lebih dipengaruhi oleh sentimen tingginya suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta outflow modal asing jangka pendek. 📋 Otoritas  bersama  menegaskan bahwa kebijakan penolakan utang baru dari IMF maupun World Bank merupakan keputusan fungsional untuk menjaga rasio utang jangka panjang, sementara fluktuasi IHSG saat ini adalah siklus penyesuaian portofolio rutin investor makro yang tidak berkorelasi langsung dengan kebijakan penolakan pinjaman modal asing tersebut. 🔍 Langkah menjaga kedaulatan fiskal yang konsisten digaungkan oleh jajaran komisioner keuangan ini berdampak pada tingginya kepercayaan fundamental ekonomi bagi masyarakat bawah di tengah gejolak geopolitik. ✨  Ketegasan membatasi utang luar negeri patut didukung demi kedaulatan moneter nasional secara obyektif, namun di sisi lain, pemerintah dituntut bergerak taktis menciptakan stimulus investasi domestik yang ramah pasar agar volatilitas pasar modal tidak terus menekan kinerja korporasi lokal di ruang siber komersial. 🎯 Menurut analisis ekonomi Anda, apakah keputusan menolak pinjaman lembaga internasional sudah tepat bagi ketahanan jangka panjang Rupiah?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiahIHSG #PurbayaYudhiSadewa #KemandirianFiskal #EkonomiNasional", "post_id": "7653050172796144917"}}, {"key": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "kemenkeuri", "x": 752.1288037907827, "y": 340.2737203356985, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1735, "eigenvector": 115.3846, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653727519434116373", "id": "kemenkeuri", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "vinelsapri_", "attributes": {"label": "vinelsapri_", "x": 428.9334717854054, "y": 368.0512288610409, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.7616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654399835172343058", "id": "vinelsapri_", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski rupiah sempat melemah. APBN disebut terus mendukung program prioritas dan stabilitas ekonomi nasional. Sumber:  #PRI #PartaiRakyatIndonesia #TumbuhBersamaRakyat #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7654399835172343058"}}, {"key": "cnbcindonesia", "attributes": {"label": "cnbcindonesia", "x": 163.7139967594181, "y": 965.7834749711742, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 38.409, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654399835172343058", "id": "cnbcindonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski rupiah sempat melemah. APBN disebut terus mendukung program prioritas dan stabilitas ekonomi nasional. Sumber:  #PRI #PartaiRakyatIndonesia #TumbuhBersamaRakyat #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7654399835172343058"}}, {"key": "alva.media05", "attributes": {"label": "alva.media05", "x": 460.5563163330488, "y": 42.37834349590264, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.7616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648140466268966165", "id": "alva.media05", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah tembus Rp18.033/USD, terlemah dalam sejarah! IHSG juga anjlok ke 5.644. Pemerintah klaim fundamental kuat, tapi pasar menanti aksi nyata, bukan sekadar janji. Bagaimana menurut kalian? 🤔📉  ​#kontencom #kontencomxtws #rupiah #IHSG #ekonomi ​Sumber: TWS News", "post_id": "7648140466268966165"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 403.46800224157766, "y": 769.4453914792588, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 20.7616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1501466428443840", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai, soal keputusan MSCI mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market berpeluang memperbaiki persepsi investor terhadap pasar modal Indonesia dan meredakan tekanan jual yang selama ini membayangi pergerakan IHSG.\n\nMeski demikian, Hendra menitiberatkan dampak positif tersebut masih bersifat terbatas karena belum mampu menjawab berbagai tantangan fundamental yang menjadi perhatian investor global. \n\n\"Status Emerging Market memang berhasil dipertahankan, tetapi arah pasar selanjutnya akan lebih ditentukan oleh kondisi fiskal nasional, stabilitas nilai tukar rupiah, prospek suku bunga global, serta kemampuan pemerintah menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan berbagai program strategis nasional,\" urai Hendra kepada iNews Media Group, Rabu (24/6/2026).\n\nMenurut Hendra, tantangan terbesar Indonesia saat ini bukan lagi sekadar mempertahankan status Emerging Market, melainkan mengembalikan kepercayaan investor asing yang hingga kini masih cenderung berhati-hati.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/status-emerging-market-indonesia-berpeluang-redakan-pelemahan-ihsg\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: :iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #emergingmarket #ihsg #pasarmodalindonesia", "post_id": "432781620563594_1501466428443840"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 971.2510740351321, "y": 960.6389912587814, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 38.409, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1501466428443840", "id": "idx_channel", "source": "facebook-000001", "content": "Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai, soal keputusan MSCI mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market berpeluang memperbaiki persepsi investor terhadap pasar modal Indonesia dan meredakan tekanan jual yang selama ini membayangi pergerakan IHSG.\n\nMeski demikian, Hendra menitiberatkan dampak positif tersebut masih bersifat terbatas karena belum mampu menjawab berbagai tantangan fundamental yang menjadi perhatian investor global. \n\n\"Status Emerging Market memang berhasil dipertahankan, tetapi arah pasar selanjutnya akan lebih ditentukan oleh kondisi fiskal nasional, stabilitas nilai tukar rupiah, prospek suku bunga global, serta kemampuan pemerintah menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan berbagai program strategis nasional,\" urai Hendra kepada iNews Media Group, Rabu (24/6/2026).\n\nMenurut Hendra, tantangan terbesar Indonesia saat ini bukan lagi sekadar mempertahankan status Emerging Market, melainkan mengembalikan kepercayaan investor asing yang hingga kini masih cenderung berhati-hati.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/status-emerging-market-indonesia-berpeluang-redakan-pelemahan-ihsg\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: :iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #emergingmarket #ihsg #pasarmodalindonesia", "post_id": "432781620563594_1501466428443840"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "attributes": {"label": "suaramuslimahjabar", "x": 442.44885033895906, "y": 330.10258726724686, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 20.7616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "100064283155685_1448019254017499", "id": "suaramuslimahjabar", "source": "facebook-000001", "content": "#Fokus \n\nHantaman El Nino dan Pelemahan Rupiah, Beban Petani Makin Berat\n\nMenurut prediks Badan Meteorologi Australia (BoM), kondisi saat ini menunjukkan kemungkinan el nino yang sangat kuat akan berkembang pada akhir tahun. Beberapa data prakiraan bahkan menunjukkan kenaikan suhu dapat melampaui 3°C. Temuan ini melampaui catatan pada 1877 saat kenaikan suhunya mencapai 2,7°C. Pada masa itu, el nino berlangsung sekitar 18 bulan dan memicu kekeringan ekstrem dan kelaparan luas di Asia, Brasil, dan Afrika yang menewaskan jutaan orang, sekaligus menghasilkan banjir parah di wilayah lain seperti Peru. (BBC, 22-5-2026).\n\nEl Nino sangat kuat terakhir terjadi pada 2015—2016, sedangkan el nino pada 2023—2024 disebut sebagai tahun terpanas dalam catatan. Profesor pakar risiko iklim dan ketahanan di University of Reading Liz Stephens berkata bahwa kemungkinan suhu global akan memecahkan rekor tahun depan. Ia juga memprediksi ada kemungkinan terjadinya kekeringan dan kebakaran hutan di beberapa bagian Australia, Indonesia, dan utara Amerika Selatan yang menyebabkan penurunan produksi pertanian dan stok pangan global.\n\nPertanian merupakan sektor strategis karena menjadi fondasi utama ketahanan sekaligus kedaulatan pangan nasional. Peran ini tecermin dalam upaya memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat serta mengurangi ketergantungan pada impor. Lebih dari sekadar penyedia kebutuhan pokok, pertanian juga berfungsi sebagai penopang vital pertumbuhan ekonomi, penyedia lapangan kerja bagi mayoritas penduduk, dan pemasok bahan baku krusial bagi industri.\n\nNamun, sektor pertanian nasional juga bukan tanpa masalah. Kelestarian pertanian saat ini sangat terancam oleh kombinasi perubahan iklim global, alih fungsi lahan secara masif, degradasi kesuburan tanah, hingga masalah sosial-ekonomi seperti rendahnya minat generasi muda untuk bertani. Selain itu, ada pula urbanisasi yang mengancam kelestarian pertanian karena memicu alih fungsi lahan subur menjadi area terbangun, menyebabkan krisis tenaga kerja produktif di pedesaan, dan mengancam regenerasi petani muda. Hal ini secara drastis menurunkan kapasitas produksi pangan nasional dan ketahanan ekonomi perdesaan.\n\nLebih miris lagi, kebijakan pemerintah justru tidak berpihak kepada petani. Logika kapitalistik dalam mengelola sektor pertanian membuat pemerintah kerap melakukan impor komoditas pertanian sehingga membuat produk petani lokal kalah bersaing dengan produk impor. Realisasi impor ini sejatinya demi keuntungan segelintir oknum penguasa dan pengusaha yang mendukungnya. Demikian halnya perihal lahan dan konflik agraria. Banyak lahan yang begitu mudah dikuasai segelintir korporasi, sedangkan lahan pertanian rakyat makin sempit karena alih fungsi.\n\nSemua ini makin menegaskan bahwa kehadiran negara begitu minim secara politik untuk melindungi para petani dan sektor pertanian secara umum, alih-alih melakukan mitigasi serta melindungi mereka dari dampak el nino dan pelemahan rupiah. Sungguh, negara sekuler kapitalis tidak berperan sebagai raa’in (pengurus, pemelihara) dan junnah (perisai, pelindung) untuk rakyatnya.\n\nPolitik Ekonomi Islam Penyangga Pertanian Khilafah\nDi dalam Islam, pertanian adalah salah satu sektor ekonomi strategis yang sangat diperhatikan oleh negara. Khilafah adalah negara berideologi Islam dengan visi strategis sebagai negara mandiri, berdaulat, dan tidak tergantung pada negara lain, termasuk soal impor pangan. Penguasa di dalam sistem Islam berperan penuh sebagai raa’in dan junnah, sehingga pengaturan dan pengelolaan pertanian dilakukan dengan serius mulai dari hulu hingga hilir.\n\nRasulullah saw. bersabda di dalam hadis,\n\nالإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ\n\n“Imam (khalifah) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR Bukhari).\n\nJuga di dalam hadis,\n\nإِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ\n\n“Sungguh imam (khalifah) adalah perisai. Orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung dengan dirinya.” (HR Muslim).\n\nPenguasa Islam (khalifah) akan menerapkan politik ekonomi Islam untuk mengatur pemenuhan seluruh kebutuhan rakyat, terutama kebutuhan primer berupa sandang, pangan, dan papan. Sebagai kunci pemenuhan kebutuhan pangan, pertanian akan dikelola tanpa berbasis impor.\n\nSyekh Abdurrahman al-Maliki menjelaskan di dalam kitab As-Siyasatu al-Iqtishadiyatu al-Mutsla (Politik Ekonomi Islam) bahwa jaminan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan primer individu per individu merupakan perkara fundamental dalam sistem politik ekonomi Islam. Kebutuhan-kebutuhan primer ini merupakan kewajiban yang harus dijalankan oleh negara.\n\nPolitik ekonomi Islam diterapkan oleh Khilafah sebagai mekanisme yang menjamin pemenuhan kebutuhan-kebutuhan primer individu per individu secara menyeluruh, dan membantu tiap-tiap individu di antara mereka dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan sekunder dan tersiernya sesuai kadar kemampuannya. Politik ekonomi Islam mewujudkan pembangunan yang merata di desa maupun di kota sebagai realisasi jaminan pemenuhan kebutuhan tiap warga. Di mana pun ada orang, akan dilakukan pembangunan ekonomi untuk melayani kebutuhannya. Dengan demikian, jaminan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan primer merupakan politik ekonomi Islam.\n\nDi dalam kitab yang sama, Syekh Abdurrahman al-Maliki juga menjelaskan seputar ekonomi pertanian, bahwa proyek-proyek pertanian dilaksanakan menurut hukum-hukum syarak yang terkait dengan tanah sehingga proyek-proyek untuk produksi pertanian berstatus sebagai kepemilikan individu, bukan kepemilikan negara. Namun, pada saat yang sama, negara bertanggung jawab untuk memberikan harta kepada orang yang tidak mampu di antara para petani sebagai subsidi bagi mereka.\n\nPada dasarnya, politik pertanian dijalankan untuk meningkatkan produksi pertanian, yakni dengan menempuh dua jalan, yakni intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Dengan kedua hal ini, akan tercapai peningkatan produksi pertanian, dan akan terealisasi tujuan pokok dalam politik pertanian.\n\nWujud intensifikasi misalnya dengan melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan produksi tanah. Intensifikasi pertanian dilakukan dengan menggunakan obat-obatan, penyebarluasan teknik-teknik modern di kalangan para petani, dan membantu pengadaan benih serta budidayanya.\n\nNegara memberikan modal yang diperlukan bagi yang tidak mampu sebagai hibah, bukan sebagai utang, supaya mereka dapat membeli segala sesuatu yang mereka butuhkan, seperti peralatan, benih, dan obat-obatan untuk meningkatkan produksi, serta mendorong mereka yang mampu agar membeli semua itu dengan dorongan yang efektif dan efisien.\n\nAdapun ekstensifikasi adalah penambahan luas area yang akan ditanami. Ekstensifikasi pertanian dilakukan dengan mendorong untuk menghidupkan tanah mati dan memagarinya. Juga pemberian tanah secara cuma-cuma oleh negara kepada mereka yang mampu bertani yang tidak memiliki tanah, mereka yang memiliki area tanah sempit, dan termasuk tanah yang berada di bawah kekuasaan negara. Negara akan mengambil tanah dari tiap-tiap warga yang menelantarkan tanahnya selama tiga tahun berturut-turut, untuk selanjutnya memberikannya kepada individu warga yang mampu mengolahnya. Ini sebagaimana hadis Rasulullah saw.,\n\nمَنْ أَحْيَى أَرْضًا مَيْتَةً فَهِيَ لَهُ\n\n“Siapa saja yang menghidupkan tanah mati maka tanah itu menjadi miliknya.” (HR Tirmidzi dan Abu Dawud).\n\nKhilafah akan memfasilitasi beragam riset dan inovasi pertanian demi meningkatkan produktivitas pertanian di dalam negeri. Hal ini termasuk perlunya riset mengenai penemuan pupuk alternatif dengan bahan baku alternatif sehingga tidak harus mengandalkan bahan baku impor untuk memproduksi pupuk dan memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri.\n\nTidak lupa, khalifah selaku pemimpin negara Islam akan melakukan inspeksi secara intensif sampai ke pelosok desa sehingga mengetahui betul kondisi rakyat dan kebutuhan mereka. Khalifah memiliki data lengkap perihal inventarisasi tanah, sumber daya lahan, profil petani, beserta seluruh kebutuhannya agar tepat dalam memberikan penanganan. Khalifah menjamin distribusi pupuk dan mengawasi rantai pasoknya agar pupuk tidak mengalami kelangkaan atau harganya melonjak hingga merugikan petani.\n\nKebijakan Impor Khilafah\nIslam tidak antiimpor, tetapi jika ada kondisi yang mengharuskan Khilafah melakukan impor pangan, impor hanya layak menjadi solusi sementara, bukan permanen. Sebelum melakukan impor, Khilafah akan terlebih dahulu mengupayakan subsidi silang dari sebagian wilayahnya yang makmur untuk menyuplai kebutuhan di wilayah yang kekurangan. Hal ini sebagaimana pernah dilakukan Khalifah Umar bin Khaththab ketika musim paceklik melanda Madinah.\n\nSaat itu Khalifah Umar ra. menulis surat kepada para walinya di sejumlah wilayah untuk meminta pertolongan. Beliau menulis surat kepada ‘Amru bin al-Ash ra., wali beliau di Mesir. Surat serupa juga dikirimkannya kepada Muawiyah bin Abi Sufyan ra. di Damaskus, Abu Ubaidah bin Jarrah ra. di Palestina, juga kepada Saad bin Abi Waqqash ra. di Irak.\n\nKaum muslim di berbagai wilayah pun bergegas mengulurkan bantuan. Abu Ubaidah mengirimkan 4.000 unta bermuatan penuh bahan pangan. Dari Mesir, ‘Amru bin al-Ash mengirimkan makanan lewat jalur darat dan laut, ada tepung dan lemak bersama 1.000 unta. Muawiyah mengirim 3.000 unta, sedangkan Saad mengirim 1.000 unta bermuatan tepung. Mantel, selimut, dan pakaian turut dikirimkan bersama bahan pangan.\n\nSelanjutnya, Khilafah juga menerapkan sistem mata uang emas dan perak di dalam perdagangan, termasuk perdagangan internasional (ekspor-impor), dan tidak menerima pembayaran dengan mata uang selain keduanya. Dengan demikian, jika impor harus terjadi, aktivitas tersebut tidak boleh membebani Khilafah maupun warganya, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.\n\nSedangkan terkait ekspor pangan, Khilafah harus memastikan agar kebutuhan dalam negeri terjamin dan tercukupi. Saat terjadi surplus hasil pertanian dan jika diperlukan, ekspor bisa dilakukan. Aktivitas ekspor pangan yang Khilafah lakukan tidak semata-mata demi keuntungan ekonomi, melainkan bagian dari aktivitas riayatusy syuunil ummah (mengurusi urusan umat) baik di dalam negeri maupun di luar negeri.\n\nDengan gambaran ini, petani dalam sistem Islam tidak perlu khawatir terhadap masa depan profesi maupun kesejahteraan mereka. Generasi muda pun tidak lagi memandang profesi petani sebagai jalan suram.\n\nSistem Islam memiliki mekanisme yang menjamin kebutuhan pokok setiap individu, termasuk ketahanan sekaligus kedaulatan pangan. Khilafah berkewajiban memastikan setiap kepala keluarga memiliki pekerjaan atau jalur nafkah yang layak. Khilafah akan mengupayakan berbagai kebijakan sehingga kemaslahatan publik terpelihara dengan baik. Wallahualam bissawab.\n\n=================\n\nRaih amal shalih dengan menyebarkan status ini. \n\n\"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.\" (HR. Muslim)\n\n====================\nSUARA MUSLIMAH JABAR\n\"Ungkapan Pemikiran Cemerlang Muslimah\"\n\nFollow kami di:\nFP : Suara Muslimah Jabar\nIG : \nThread: \nTiktok:", "post_id": "100064283155685_1448019254017499"}}, {"key": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "zilenialdutaislam", "x": 860.9323180855505, "y": 661.4158409052166, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 26.6441, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "100064283155685_1448019254017499", "id": "zilenialdutaislam", "source": "facebook-000001", "content": "#Fokus \n\nHantaman El Nino dan Pelemahan Rupiah, Beban Petani Makin Berat\n\nMenurut prediks Badan Meteorologi Australia (BoM), kondisi saat ini menunjukkan kemungkinan el nino yang sangat kuat akan berkembang pada akhir tahun. Beberapa data prakiraan bahkan menunjukkan kenaikan suhu dapat melampaui 3°C. Temuan ini melampaui catatan pada 1877 saat kenaikan suhunya mencapai 2,7°C. Pada masa itu, el nino berlangsung sekitar 18 bulan dan memicu kekeringan ekstrem dan kelaparan luas di Asia, Brasil, dan Afrika yang menewaskan jutaan orang, sekaligus menghasilkan banjir parah di wilayah lain seperti Peru. (BBC, 22-5-2026).\n\nEl Nino sangat kuat terakhir terjadi pada 2015—2016, sedangkan el nino pada 2023—2024 disebut sebagai tahun terpanas dalam catatan. Profesor pakar risiko iklim dan ketahanan di University of Reading Liz Stephens berkata bahwa kemungkinan suhu global akan memecahkan rekor tahun depan. Ia juga memprediksi ada kemungkinan terjadinya kekeringan dan kebakaran hutan di beberapa bagian Australia, Indonesia, dan utara Amerika Selatan yang menyebabkan penurunan produksi pertanian dan stok pangan global.\n\nPertanian merupakan sektor strategis karena menjadi fondasi utama ketahanan sekaligus kedaulatan pangan nasional. Peran ini tecermin dalam upaya memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat serta mengurangi ketergantungan pada impor. Lebih dari sekadar penyedia kebutuhan pokok, pertanian juga berfungsi sebagai penopang vital pertumbuhan ekonomi, penyedia lapangan kerja bagi mayoritas penduduk, dan pemasok bahan baku krusial bagi industri.\n\nNamun, sektor pertanian nasional juga bukan tanpa masalah. Kelestarian pertanian saat ini sangat terancam oleh kombinasi perubahan iklim global, alih fungsi lahan secara masif, degradasi kesuburan tanah, hingga masalah sosial-ekonomi seperti rendahnya minat generasi muda untuk bertani. Selain itu, ada pula urbanisasi yang mengancam kelestarian pertanian karena memicu alih fungsi lahan subur menjadi area terbangun, menyebabkan krisis tenaga kerja produktif di pedesaan, dan mengancam regenerasi petani muda. Hal ini secara drastis menurunkan kapasitas produksi pangan nasional dan ketahanan ekonomi perdesaan.\n\nLebih miris lagi, kebijakan pemerintah justru tidak berpihak kepada petani. Logika kapitalistik dalam mengelola sektor pertanian membuat pemerintah kerap melakukan impor komoditas pertanian sehingga membuat produk petani lokal kalah bersaing dengan produk impor. Realisasi impor ini sejatinya demi keuntungan segelintir oknum penguasa dan pengusaha yang mendukungnya. Demikian halnya perihal lahan dan konflik agraria. Banyak lahan yang begitu mudah dikuasai segelintir korporasi, sedangkan lahan pertanian rakyat makin sempit karena alih fungsi.\n\nSemua ini makin menegaskan bahwa kehadiran negara begitu minim secara politik untuk melindungi para petani dan sektor pertanian secara umum, alih-alih melakukan mitigasi serta melindungi mereka dari dampak el nino dan pelemahan rupiah. Sungguh, negara sekuler kapitalis tidak berperan sebagai raa’in (pengurus, pemelihara) dan junnah (perisai, pelindung) untuk rakyatnya.\n\nPolitik Ekonomi Islam Penyangga Pertanian Khilafah\nDi dalam Islam, pertanian adalah salah satu sektor ekonomi strategis yang sangat diperhatikan oleh negara. Khilafah adalah negara berideologi Islam dengan visi strategis sebagai negara mandiri, berdaulat, dan tidak tergantung pada negara lain, termasuk soal impor pangan. Penguasa di dalam sistem Islam berperan penuh sebagai raa’in dan junnah, sehingga pengaturan dan pengelolaan pertanian dilakukan dengan serius mulai dari hulu hingga hilir.\n\nRasulullah saw. bersabda di dalam hadis,\n\nالإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ\n\n“Imam (khalifah) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR Bukhari).\n\nJuga di dalam hadis,\n\nإِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ\n\n“Sungguh imam (khalifah) adalah perisai. Orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung dengan dirinya.” (HR Muslim).\n\nPenguasa Islam (khalifah) akan menerapkan politik ekonomi Islam untuk mengatur pemenuhan seluruh kebutuhan rakyat, terutama kebutuhan primer berupa sandang, pangan, dan papan. Sebagai kunci pemenuhan kebutuhan pangan, pertanian akan dikelola tanpa berbasis impor.\n\nSyekh Abdurrahman al-Maliki menjelaskan di dalam kitab As-Siyasatu al-Iqtishadiyatu al-Mutsla (Politik Ekonomi Islam) bahwa jaminan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan primer individu per individu merupakan perkara fundamental dalam sistem politik ekonomi Islam. Kebutuhan-kebutuhan primer ini merupakan kewajiban yang harus dijalankan oleh negara.\n\nPolitik ekonomi Islam diterapkan oleh Khilafah sebagai mekanisme yang menjamin pemenuhan kebutuhan-kebutuhan primer individu per individu secara menyeluruh, dan membantu tiap-tiap individu di antara mereka dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan sekunder dan tersiernya sesuai kadar kemampuannya. Politik ekonomi Islam mewujudkan pembangunan yang merata di desa maupun di kota sebagai realisasi jaminan pemenuhan kebutuhan tiap warga. Di mana pun ada orang, akan dilakukan pembangunan ekonomi untuk melayani kebutuhannya. Dengan demikian, jaminan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan primer merupakan politik ekonomi Islam.\n\nDi dalam kitab yang sama, Syekh Abdurrahman al-Maliki juga menjelaskan seputar ekonomi pertanian, bahwa proyek-proyek pertanian dilaksanakan menurut hukum-hukum syarak yang terkait dengan tanah sehingga proyek-proyek untuk produksi pertanian berstatus sebagai kepemilikan individu, bukan kepemilikan negara. Namun, pada saat yang sama, negara bertanggung jawab untuk memberikan harta kepada orang yang tidak mampu di antara para petani sebagai subsidi bagi mereka.\n\nPada dasarnya, politik pertanian dijalankan untuk meningkatkan produksi pertanian, yakni dengan menempuh dua jalan, yakni intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Dengan kedua hal ini, akan tercapai peningkatan produksi pertanian, dan akan terealisasi tujuan pokok dalam politik pertanian.\n\nWujud intensifikasi misalnya dengan melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan produksi tanah. Intensifikasi pertanian dilakukan dengan menggunakan obat-obatan, penyebarluasan teknik-teknik modern di kalangan para petani, dan membantu pengadaan benih serta budidayanya.\n\nNegara memberikan modal yang diperlukan bagi yang tidak mampu sebagai hibah, bukan sebagai utang, supaya mereka dapat membeli segala sesuatu yang mereka butuhkan, seperti peralatan, benih, dan obat-obatan untuk meningkatkan produksi, serta mendorong mereka yang mampu agar membeli semua itu dengan dorongan yang efektif dan efisien.\n\nAdapun ekstensifikasi adalah penambahan luas area yang akan ditanami. Ekstensifikasi pertanian dilakukan dengan mendorong untuk menghidupkan tanah mati dan memagarinya. Juga pemberian tanah secara cuma-cuma oleh negara kepada mereka yang mampu bertani yang tidak memiliki tanah, mereka yang memiliki area tanah sempit, dan termasuk tanah yang berada di bawah kekuasaan negara. Negara akan mengambil tanah dari tiap-tiap warga yang menelantarkan tanahnya selama tiga tahun berturut-turut, untuk selanjutnya memberikannya kepada individu warga yang mampu mengolahnya. Ini sebagaimana hadis Rasulullah saw.,\n\nمَنْ أَحْيَى أَرْضًا مَيْتَةً فَهِيَ لَهُ\n\n“Siapa saja yang menghidupkan tanah mati maka tanah itu menjadi miliknya.” (HR Tirmidzi dan Abu Dawud).\n\nKhilafah akan memfasilitasi beragam riset dan inovasi pertanian demi meningkatkan produktivitas pertanian di dalam negeri. Hal ini termasuk perlunya riset mengenai penemuan pupuk alternatif dengan bahan baku alternatif sehingga tidak harus mengandalkan bahan baku impor untuk memproduksi pupuk dan memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri.\n\nTidak lupa, khalifah selaku pemimpin negara Islam akan melakukan inspeksi secara intensif sampai ke pelosok desa sehingga mengetahui betul kondisi rakyat dan kebutuhan mereka. Khalifah memiliki data lengkap perihal inventarisasi tanah, sumber daya lahan, profil petani, beserta seluruh kebutuhannya agar tepat dalam memberikan penanganan. Khalifah menjamin distribusi pupuk dan mengawasi rantai pasoknya agar pupuk tidak mengalami kelangkaan atau harganya melonjak hingga merugikan petani.\n\nKebijakan Impor Khilafah\nIslam tidak antiimpor, tetapi jika ada kondisi yang mengharuskan Khilafah melakukan impor pangan, impor hanya layak menjadi solusi sementara, bukan permanen. Sebelum melakukan impor, Khilafah akan terlebih dahulu mengupayakan subsidi silang dari sebagian wilayahnya yang makmur untuk menyuplai kebutuhan di wilayah yang kekurangan. Hal ini sebagaimana pernah dilakukan Khalifah Umar bin Khaththab ketika musim paceklik melanda Madinah.\n\nSaat itu Khalifah Umar ra. menulis surat kepada para walinya di sejumlah wilayah untuk meminta pertolongan. Beliau menulis surat kepada ‘Amru bin al-Ash ra., wali beliau di Mesir. Surat serupa juga dikirimkannya kepada Muawiyah bin Abi Sufyan ra. di Damaskus, Abu Ubaidah bin Jarrah ra. di Palestina, juga kepada Saad bin Abi Waqqash ra. di Irak.\n\nKaum muslim di berbagai wilayah pun bergegas mengulurkan bantuan. Abu Ubaidah mengirimkan 4.000 unta bermuatan penuh bahan pangan. Dari Mesir, ‘Amru bin al-Ash mengirimkan makanan lewat jalur darat dan laut, ada tepung dan lemak bersama 1.000 unta. Muawiyah mengirim 3.000 unta, sedangkan Saad mengirim 1.000 unta bermuatan tepung. Mantel, selimut, dan pakaian turut dikirimkan bersama bahan pangan.\n\nSelanjutnya, Khilafah juga menerapkan sistem mata uang emas dan perak di dalam perdagangan, termasuk perdagangan internasional (ekspor-impor), dan tidak menerima pembayaran dengan mata uang selain keduanya. Dengan demikian, jika impor harus terjadi, aktivitas tersebut tidak boleh membebani Khilafah maupun warganya, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.\n\nSedangkan terkait ekspor pangan, Khilafah harus memastikan agar kebutuhan dalam negeri terjamin dan tercukupi. Saat terjadi surplus hasil pertanian dan jika diperlukan, ekspor bisa dilakukan. Aktivitas ekspor pangan yang Khilafah lakukan tidak semata-mata demi keuntungan ekonomi, melainkan bagian dari aktivitas riayatusy syuunil ummah (mengurusi urusan umat) baik di dalam negeri maupun di luar negeri.\n\nDengan gambaran ini, petani dalam sistem Islam tidak perlu khawatir terhadap masa depan profesi maupun kesejahteraan mereka. Generasi muda pun tidak lagi memandang profesi petani sebagai jalan suram.\n\nSistem Islam memiliki mekanisme yang menjamin kebutuhan pokok setiap individu, termasuk ketahanan sekaligus kedaulatan pangan. Khilafah berkewajiban memastikan setiap kepala keluarga memiliki pekerjaan atau jalur nafkah yang layak. Khilafah akan mengupayakan berbagai kebijakan sehingga kemaslahatan publik terpelihara dengan baik. Wallahualam bissawab.\n\n=================\n\nRaih amal shalih dengan menyebarkan status ini. \n\n\"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.\" (HR. Muslim)\n\n====================\nSUARA MUSLIMAH JABAR\n\"Ungkapan Pemikiran Cemerlang Muslimah\"\n\nFollow kami di:\nFP : Suara Muslimah Jabar\nIG : \nThread: \nTiktok:", "post_id": "100064283155685_1448019254017499"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 711.3218732226289, "y": 121.7004195246033, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.7616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "qXVNbu8XjlA", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menjaga Stabilitas Ekonomi Indonesia di Tengah Dinamika Dunia\n\nDi tengah berbagai tantangan ekonomi global, Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas dan ketahanan ekonominya. Nilai tukar rupiah menjadi salah satu indikator penting yang mencerminkan kepercayaan pasar serta kekuatan fundamental ekonomi nasional.\n\nDengan berbagai kebijakan dan strategi yang dijalankan, bagaimana Indonesia dapat terus memperkuat daya tahan ekonominya dan menjaga optimisme menuju pertumbuhan yang berkelanjutan?\n\n#Rupiah #EkonomiIndonesia #KetahananEkonomi #StabilitasEkonomi #IndonesiaMaju\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "qXVNbu8XjlA"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 47.73024236364299, "y": 903.0813250828335, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 38.409, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qXVNbu8XjlA", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menjaga Stabilitas Ekonomi Indonesia di Tengah Dinamika Dunia\n\nDi tengah berbagai tantangan ekonomi global, Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas dan ketahanan ekonominya. Nilai tukar rupiah menjadi salah satu indikator penting yang mencerminkan kepercayaan pasar serta kekuatan fundamental ekonomi nasional.\n\nDengan berbagai kebijakan dan strategi yang dijalankan, bagaimana Indonesia dapat terus memperkuat daya tahan ekonominya dan menjaga optimisme menuju pertumbuhan yang berkelanjutan?\n\n#Rupiah #EkonomiIndonesia #KetahananEkonomi #StabilitasEkonomi #IndonesiaMaju\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "qXVNbu8XjlA"}}, {"key": "@metrotvjatim", "attributes": {"label": "@metrotvjatim", "x": 315.6986434856983, "y": 748.2710172797393, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.7616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "@metrotvjatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "metrotv_jatim", "x": 887.4092266148907, "y": 582.160710471344, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.6441, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metrotv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "metro_tv_jatim", "x": 826.8756170282501, "y": 168.33355931385063, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.6441, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metro_tv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}], "edges": [{"key": "RagilSemar", "source": "RagilSemar", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "RagilSemar", "source": "RagilSemar", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "WillyUK777", "source": "WillyUK777", "target": "KangManto123", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "anaknyasiape", "source": "anaknyasiape", "target": "prastow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "AlhamadKim37129", "source": "AlhamadKim37129", "target": "steve_hanke", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "ArtaN7707", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "udanudinudan", "source": "udanudinudan", "target": "99propaganda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dometer_", "source": "dometer_", "target": "insidefolkative", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "justinfosurabaya", "source": "justinfosurabaya", "target": "justinfosurabaya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "justinfosurabaya", "source": "justinfosurabaya", "target": "justinfosurabaya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "clipperfinance05", "source": "clipperfinance05", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "harristurino", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "DPR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "vinelsapri_", "source": "vinelsapri_", "target": "cnbcindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "alva.media05", "source": "alva.media05", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "source": "suaramuslimahjabar", "target": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "source": "suaramuslimahjabar", "target": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "source": "suaramuslimahjabar", "target": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}