{"nodes": [{"key": "NurRohi03920969", "attributes": {"label": "NurRohi03920969", "x": 396.3859381830872, "y": 8.059483809232493, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049805361084010797", "id": "NurRohi03920969", "source": "tweet-000004", "content": "Bloomberg melaporkan rupiah Indonesia mencapai rekor terendah baru terhadap dolar AS pada 30 April 2026, dengan penurunan lebih dari 0,3% dalam sehari akibat tekanan harga minyak. Indon tergantung minyak impor karena miskin cadangan minyak.", "post_id": "2049805361084010797"}}, {"key": "msaid_didu", "attributes": {"label": "msaid_didu", "x": 693.7656953491569, "y": 325.0019762835381, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.8527, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049805361084010797", "id": "msaid_didu", "source": "tweet-000004", "content": "Bloomberg melaporkan rupiah Indonesia mencapai rekor terendah baru terhadap dolar AS pada 30 April 2026, dengan penurunan lebih dari 0,3% dalam sehari akibat tekanan harga minyak. Indon tergantung minyak impor karena miskin cadangan minyak.", "post_id": "2049805361084010797"}}, {"key": "Gerindra", "attributes": {"label": "Gerindra", "x": 710.6164862035556, "y": 66.78982355431118, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.8527, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049805361084010797", "id": "Gerindra", "source": "tweet-000004", "content": "Bloomberg melaporkan rupiah Indonesia mencapai rekor terendah baru terhadap dolar AS pada 30 April 2026, dengan penurunan lebih dari 0,3% dalam sehari akibat tekanan harga minyak. Indon tergantung minyak impor karena miskin cadangan minyak.", "post_id": "2049805361084010797"}}, {"key": "hariankompas", "attributes": {"label": "hariankompas", "x": 19.030338159128025, "y": 437.80060904866156, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3889445428417243229_1537212147", "id": "hariankompas", "source": "instagram-000001", "content": "Awal Januari 1998, rupiah seperti kehilangan jangkar. Dari sekitar Rp 2.450 per dolar AS pada Juli 1997, ia amblas, menyentuh Rp 17.000. Di balik angka itu ada perusahaan tutup, pekerja pulang tanpa kepastian. Ada dapur mendadak sunyi.\n\nPada 23 Februari 1998, di Bundaran Hotel Indonesia, sekelompok perempuan berdiri, membawa kegelisahan yang sederhana: harga susu yang melonjak. Tapi, justru di situlah krisis menemukan wajahnya, bukan dalam grafik. Melainkan dalam antrean, dalam kecemasan. Inflasi mencapai 77 persen. Ekonomi Indonesia runtuh. Mahasiswa turun ke jalan.\n\nMereka yang melewati 1998 tahu, itu tak sekadar krisis ekonomi. Peristiwa itu menjadi luka, tersimpan dalam ingatan kolektif. Mungkin karena itu, di Indonesia, nilai tukar tak pernah hanya angka, tetapi seperti detak jantung: sedikit bergejolak, ingatan lama bangkit. Setiap kali rupiah melemah, bayang-bayang Krisis Keuangan Asia 1998 kembali hadir, di pasar, di percakapan—dan mungkin—memengaruhi keputusan.\n\nRupiah, Risiko, dan Ingatan 1998\nOpini 4 Mei 2026\n\nDitulis oleh Muhamad Chatib Basri () \nVisiting Scholar Center for International Development Harvard University\n\n#HarianKompas #Kompasid #OpiniKompas #Ekonomi", "post_id": "3889445428417243229_1537212147"}}, {"key": "chatibbasri", "attributes": {"label": "chatibbasri", "x": 317.4618511884717, "y": 507.9011047619576, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8527, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3889445428417243229_1537212147", "id": "chatibbasri", "source": "instagram-000001", "content": "Awal Januari 1998, rupiah seperti kehilangan jangkar. Dari sekitar Rp 2.450 per dolar AS pada Juli 1997, ia amblas, menyentuh Rp 17.000. Di balik angka itu ada perusahaan tutup, pekerja pulang tanpa kepastian. Ada dapur mendadak sunyi.\n\nPada 23 Februari 1998, di Bundaran Hotel Indonesia, sekelompok perempuan berdiri, membawa kegelisahan yang sederhana: harga susu yang melonjak. Tapi, justru di situlah krisis menemukan wajahnya, bukan dalam grafik. Melainkan dalam antrean, dalam kecemasan. Inflasi mencapai 77 persen. Ekonomi Indonesia runtuh. Mahasiswa turun ke jalan.\n\nMereka yang melewati 1998 tahu, itu tak sekadar krisis ekonomi. Peristiwa itu menjadi luka, tersimpan dalam ingatan kolektif. Mungkin karena itu, di Indonesia, nilai tukar tak pernah hanya angka, tetapi seperti detak jantung: sedikit bergejolak, ingatan lama bangkit. Setiap kali rupiah melemah, bayang-bayang Krisis Keuangan Asia 1998 kembali hadir, di pasar, di percakapan—dan mungkin—memengaruhi keputusan.\n\nRupiah, Risiko, dan Ingatan 1998\nOpini 4 Mei 2026\n\nDitulis oleh Muhamad Chatib Basri () \nVisiting Scholar Center for International Development Harvard University\n\n#HarianKompas #Kompasid #OpiniKompas #Ekonomi", "post_id": "3889445428417243229_1537212147"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 745.7623059478034, "y": 355.80157746433116, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9065, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3885704713900066845_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah kembali melemah ke kisaran Rp17.300/US$ di awal perdagangan Rabu (29/4/2026), melanjutkan tekanan dari dolar AS yang stabil dan harga minyak yang masih tinggi.\n\nPelemahan ini juga terjadi seiring arus keluar dana asing dari pasar saham RI serta melemahnya minat investor terhadap SUN akibat tingginya persepsi risiko fiskal dan global.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#rupiah #dolar #matauang #bloombergtechnoz", "post_id": "3885704713900066845_51748745734"}}, {"key": "seputarkepri7", "attributes": {"label": "seputarkepri7", "x": 372.27137571047376, "y": 678.6612353463622, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631793312025808148", "id": "seputarkepri7", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kian melemah hingga menembus 17.300 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Kamis (23/4). Posisi terlemah sepanjang sejarah.  Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah hari ini dibuka melemah 40 poin di level 17.221 per dolar AS dan terus bergerak loyo hingga menembus 17.300 per dolar AS pada pukul 09.28 WIB. Analis dari Doo Financial Lukman Leong menilai, pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS yang didorong oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Sedangkan keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan dinilai tak cukup kuat untuk menahan tekanan eksternal. Editor: Agustiyanti #rupiah #dolar #nilaitukarrupiah #ekonomiindonesia #prabowo", "post_id": "7631793312025808148"}}, {"key": "katadatacoid", "attributes": {"label": "katadatacoid", "x": 841.5020858295554, "y": 789.7733893734159, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.9843, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631793312025808148", "id": "katadatacoid", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kian melemah hingga menembus 17.300 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Kamis (23/4). Posisi terlemah sepanjang sejarah.  Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah hari ini dibuka melemah 40 poin di level 17.221 per dolar AS dan terus bergerak loyo hingga menembus 17.300 per dolar AS pada pukul 09.28 WIB. Analis dari Doo Financial Lukman Leong menilai, pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS yang didorong oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Sedangkan keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan dinilai tak cukup kuat untuk menahan tekanan eksternal. Editor: Agustiyanti #rupiah #dolar #nilaitukarrupiah #ekonomiindonesia #prabowo", "post_id": "7631793312025808148"}}, {"key": "idx_yogyakarta", "attributes": {"label": "idx_yogyakarta", "x": 695.8190608965045, "y": 276.11306699675174, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7591877506077068562", "id": "idx_yogyakarta", "source": "tiktok-000001", "content": "Sepanjang 2025, rupiah memang bergerak melemah. Bukan karena krisis, tapi tekanan global yang masih kuat—dari dolar AS, suku bunga tinggi, sampai sentimen investor yang makin hati-hati. 💱 Masuk 2026, arah rupiah diperkirakan belum banyak berubah. Cenderung stabil, tapi belum punya ruang besar untuk menguat. Semua kembali ke satu hal: seberapa kuat fundamental ekonomi dijaga. Karena stabilitas bukan soal cepat menguat, tapi soal tetap bertahan di tengah ketidakpastian.  📲 Yuk, belajar bareng  #Rupiah #EkonomiIndonesia #NilaiTukar #MarketUpdate #EkonomiGlobal", "post_id": "7591877506077068562"}}, {"key": "indonesiastockexchange", "attributes": {"label": "indonesiastockexchange", "x": 70.38020301547677, "y": 850.976320012244, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.9843, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7591877506077068562", "id": "indonesiastockexchange", "source": "tiktok-000001", "content": "Sepanjang 2025, rupiah memang bergerak melemah. Bukan karena krisis, tapi tekanan global yang masih kuat—dari dolar AS, suku bunga tinggi, sampai sentimen investor yang makin hati-hati. 💱 Masuk 2026, arah rupiah diperkirakan belum banyak berubah. Cenderung stabil, tapi belum punya ruang besar untuk menguat. Semua kembali ke satu hal: seberapa kuat fundamental ekonomi dijaga. Karena stabilitas bukan soal cepat menguat, tapi soal tetap bertahan di tengah ketidakpastian.  📲 Yuk, belajar bareng  #Rupiah #EkonomiIndonesia #NilaiTukar #MarketUpdate #EkonomiGlobal", "post_id": "7591877506077068562"}}, {"key": "harrymedina.7273", "attributes": {"label": "harrymedina.7273", "x": 36.97736432649113, "y": 881.057777148407, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 0, "out_degree": 13, "degree": 13}, "_id": "7633361550841040146", "id": "harrymedina.7273", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Ahadsan", "attributes": {"label": "Ahadsan", "x": 544.829205571621, "y": 410.36694356846016, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3568, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Ahadsan", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Datoobama", "attributes": {"label": "Datoobama", "x": 97.0837898555994, "y": 111.04975949824968, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3568, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Datoobama", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Hidden", "attributes": {"label": "Hidden", "x": 897.9145930065913, "y": 52.71573285012998, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3568, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Hidden", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Malaydesh", "attributes": {"label": "Malaydesh", "x": 360.79450106422087, "y": 828.9166280926585, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3568, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Malaydesh", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "yudie", "attributes": {"label": "yudie", "x": 425.19437142616533, "y": 203.7807978801338, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3568, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "yudie", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "andiaskarbotak76", "attributes": {"label": "andiaskarbotak76", "x": 347.46543058614566, "y": 387.7926596497454, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3568, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "andiaskarbotak76", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "maha", "attributes": {"label": "maha", "x": 877.8985348372878, "y": 540.3156725602489, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3568, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "maha", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "KAKEK", "attributes": {"label": "KAKEK", "x": 215.26801193169143, "y": 772.5795341976617, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3568, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "KAKEK", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "ADRI", "attributes": {"label": "ADRI", "x": 593.9447666390022, "y": 283.67343698661796, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3568, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "ADRI", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "jay", "attributes": {"label": "jay", "x": 396.537067355057, "y": 583.1549588753716, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3568, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "jay", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "pak", "attributes": {"label": "pak", "x": 384.08640787650694, "y": 839.9695529401736, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3568, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "pak", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "OFFICIAL", "attributes": {"label": "OFFICIAL", "x": 323.47018396529216, "y": 987.3842499097817, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3568, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "OFFICIAL", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Anik", "attributes": {"label": "Anik", "x": 787.6179646749372, "y": 624.5850867478066, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3568, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Anik", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "maklumat.id", "attributes": {"label": "maklumat.id", "x": 38.10831482626109, "y": 141.73970263220525, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7624733693269019922", "id": "maklumat.id", "source": "tiktok-000001", "content": "MAKLUMAT — Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara menilai bahwa yuan sebagai mata uang China semakin diuntungkan di tengah dinamika krisis minyak global. “Ada mata uang yang paling untung saat terjadi krisis minyak. Dolar Amerika Serikat? Bukan, apalagi rupiah. Jawabannya adalah yuan China,” ujarnya melalui akun Instagram pribadinya  pada Kamis (2/4/2026). Sebagaimana diketahui, penutupan efektif Selat Hormuz telah berdampak pada lonjakan harga energi global dan mendorong sejumlah negara melepas cadangan energi strategis. Selat Hormuz adalah jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. “90% ekspor minyak Iran, terutama saat terjadinya pemblokiran Selat Hormuz, itu tujuannya adalah China. Ini disebut sebagai Petro Yuan, bukan lagi era Petro Dolar,” ujar Bhima. Petro Yuan sendiri adalah istilah untuk transaksi perdagangan minyak mentah dunia yang menggunakan mata uang Yuan China atau Tiongkok (CNY/RMB) sebagai alat pembayaran, alih-alih menggunakan Dolar AS (USD) “Era Petro Yuan dimulai. Trump salah strategi. Harga minyak naik, ekonomi China makin dominan, Trump makin tidak populer. Rahasianya ada di transaksi energi menggunakan yuan China,” ujarnya. Bhima juga menyebut bahwa pihak Iran minta dibayar bukan menggunakan dolar untuk hindari sanksi dari negara barat. Iran minta dibayar dengan mata uang yuan. Ia menilai langkah tersebut sekaligus menunjukkan arah dedolarisasi yang efektif. “Ke depan bukan cuma minyak, tapi juga komponen energi terbarukan. Modul panel surya harganya makin murah, dari China itu akan dibeli menggunakan yuan. Seperti yang terjadi juga di Pakistan,” tandasnya. Penulis: M Habib Muzaki #krisisminyak #perang #iran🇮🇷 #yuan", "post_id": "7624733693269019922"}}, {"key": "bhimayudhistira", "attributes": {"label": "bhimayudhistira", "x": 125.80913596389077, "y": 611.2609535605615, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.9843, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7624733693269019922", "id": "bhimayudhistira", "source": "tiktok-000001", "content": "MAKLUMAT — Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara menilai bahwa yuan sebagai mata uang China semakin diuntungkan di tengah dinamika krisis minyak global. “Ada mata uang yang paling untung saat terjadi krisis minyak. Dolar Amerika Serikat? Bukan, apalagi rupiah. Jawabannya adalah yuan China,” ujarnya melalui akun Instagram pribadinya  pada Kamis (2/4/2026). Sebagaimana diketahui, penutupan efektif Selat Hormuz telah berdampak pada lonjakan harga energi global dan mendorong sejumlah negara melepas cadangan energi strategis. Selat Hormuz adalah jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. “90% ekspor minyak Iran, terutama saat terjadinya pemblokiran Selat Hormuz, itu tujuannya adalah China. Ini disebut sebagai Petro Yuan, bukan lagi era Petro Dolar,” ujar Bhima. Petro Yuan sendiri adalah istilah untuk transaksi perdagangan minyak mentah dunia yang menggunakan mata uang Yuan China atau Tiongkok (CNY/RMB) sebagai alat pembayaran, alih-alih menggunakan Dolar AS (USD) “Era Petro Yuan dimulai. Trump salah strategi. Harga minyak naik, ekonomi China makin dominan, Trump makin tidak populer. Rahasianya ada di transaksi energi menggunakan yuan China,” ujarnya. Bhima juga menyebut bahwa pihak Iran minta dibayar bukan menggunakan dolar untuk hindari sanksi dari negara barat. Iran minta dibayar dengan mata uang yuan. Ia menilai langkah tersebut sekaligus menunjukkan arah dedolarisasi yang efektif. “Ke depan bukan cuma minyak, tapi juga komponen energi terbarukan. Modul panel surya harganya makin murah, dari China itu akan dibeli menggunakan yuan. Seperti yang terjadi juga di Pakistan,” tandasnya. Penulis: M Habib Muzaki #krisisminyak #perang #iran🇮🇷 #yuan", "post_id": "7624733693269019922"}}, {"key": "total.litas3", "attributes": {"label": "total.litas3", "x": 650.7123824476638, "y": 132.37872275053397, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7633262933081918740", "id": "total.litas3", "source": "tiktok-000001", "content": "#duet dengan  #republika  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelemahan rupiah hingga menembus level Rp17.300 per dolar AS (data per 24 April 2026) bukan tanda ekonomi Indonesia memburuk. Purbaya menilai fundamental ekonomi domestik masih kuat dibandingkan negara tetangga, dan menekankan bahwa kondisi saat ini lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar global.  Berikut adalah poin penting dari situasi tersebut: Kurs Rupiah: Sempat menyentuh level Rp17.300-an per dolar AS. Posisi Pemerintah: Purbaya membantah krisis ekonomi dan mengklaim fundamental ekonomi RI masih lebih kuat dibanding ringgit Malaysia dan baht Thailand. Penyebab: Pelemahah diklaim lebih karena faktor global dan ekspektasi pasar, bukan kerusakan ekonomi domestik. Respons: Bank Indonesia (BI) memperkuat intervensi mata uang.  Purbaya mengimbau agar pelaku pasar tidak reaktif dan tetap tenang melihat pergerakan mata uang regional.  #jagaindonesia #jagaekonomiindonesia #tolakhoakskrisis", "post_id": "7633262933081918740"}}, {"key": "Republika", "attributes": {"label": "Republika", "x": 433.33515534523605, "y": 577.6795877684073, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.9843, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633262933081918740", "id": "Republika", "source": "tiktok-000001", "content": "#duet dengan  #republika  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelemahan rupiah hingga menembus level Rp17.300 per dolar AS (data per 24 April 2026) bukan tanda ekonomi Indonesia memburuk. Purbaya menilai fundamental ekonomi domestik masih kuat dibandingkan negara tetangga, dan menekankan bahwa kondisi saat ini lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar global.  Berikut adalah poin penting dari situasi tersebut: Kurs Rupiah: Sempat menyentuh level Rp17.300-an per dolar AS. Posisi Pemerintah: Purbaya membantah krisis ekonomi dan mengklaim fundamental ekonomi RI masih lebih kuat dibanding ringgit Malaysia dan baht Thailand. Penyebab: Pelemahah diklaim lebih karena faktor global dan ekspektasi pasar, bukan kerusakan ekonomi domestik. Respons: Bank Indonesia (BI) memperkuat intervensi mata uang.  Purbaya mengimbau agar pelaku pasar tidak reaktif dan tetap tenang melihat pergerakan mata uang regional.  #jagaindonesia #jagaekonomiindonesia #tolakhoakskrisis", "post_id": "7633262933081918740"}}, {"key": "balllz_random", "attributes": {"label": "balllz_random", "x": 159.38224153614476, "y": 623.2927013153102, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7633380711558401297", "id": "balllz_random", "source": "tiktok-000001", "content": "Jakarta, CNBC Indonesia - Hampir seluruh negara di dunia menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sejak Perang Israel-Amerika Serikat dan Iran meletus pada 28 Februari 2026 lalu. Hal ini tak lain karena perang di kawasan Timur Tengah yang berujung pada keputusan Iran menutup Selat Hormuz memicu gangguan pasokan minyak, sehingga harga minyak mentah dunia pun melonjak tajam. Di tengah lonjakan harga BBM di berbagai negara di belahan dunia, ternyata masih ada negara yang menjual BBM dengan harga bahkan tak sampai Rp1.000 per liter. Di Libya, harga BBM jenis diesel saat ini terpantau \"hanya\" sekitar Rp400 per liter. Salah seorang warga asal Indonesia pun membagikan video terkait harga BBM di SPBU di Libya. Dikutip dari akun Instagram , dia menjelaskan harga minyak di Libya bahkan lebih murah dibandingkan air minum. Menurutnya, jika membeli 20 liter bensin, total yang harus dibayar hanya 3 dinar atau sekitar Rp10 ribu. Artinya, harga 1 liter bensin setara kurang lebih Rp400. \"Di Libya minyak lebih murah dibandingkan air minum. Kalian lihat 1 liternya cuma 0,15 dinar. kalau kalian isi 20 liter bensin itu harganya cuma 3 dinar atau cuma Rp10 ribu. bayangin 1 liter bensin cuma Rp400,\" ungkapnya melalui unggahan di akun Instagramnya, dikutip Senin (27/4/2026). Ia lantas menunjukkan saat mengisi 32 liter bensin untuk mobil jenis Land Cruiser. Setidaknya total biaya yang dikeluarkan hanya 5 dinar atau sekitar Rp12 ribu. \"Wah kalian lihat isi 32 liter mobil ini Land Cruiser harganya cuma 5 dinar sekitar Rp12 ribu. Ini negara termurah bensin dari semua negara yang pernah aku kunjungin,\" katanya. Hingga akhir April 2026, Libya memiliki harga bensin terendah di dunia dengan biaya yang seringkali lebih rendah daripada air minum dalam kemasan. Mengutip laman Global Petrol Prices, rata-rata harga BBM untuk bensin di Libya per 20 April 2026, tercatat mencapai US$0,150 per liter atau Rp2.583 per liter (asumsi kurs Rp17.225 per dolar AS). Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$0,024 per liter atau Rp413 per liter. #oilibya #libya🇱🇾 #fypシ #presetalightmotion  #creatorsearchinsights", "post_id": "7633380711558401297"}}, {"key": "liumikes", "attributes": {"label": "liumikes", "x": 753.1966453254182, "y": 325.08422219959056, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.9843, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633380711558401297", "id": "liumikes", "source": "tiktok-000001", "content": "Jakarta, CNBC Indonesia - Hampir seluruh negara di dunia menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sejak Perang Israel-Amerika Serikat dan Iran meletus pada 28 Februari 2026 lalu. Hal ini tak lain karena perang di kawasan Timur Tengah yang berujung pada keputusan Iran menutup Selat Hormuz memicu gangguan pasokan minyak, sehingga harga minyak mentah dunia pun melonjak tajam. Di tengah lonjakan harga BBM di berbagai negara di belahan dunia, ternyata masih ada negara yang menjual BBM dengan harga bahkan tak sampai Rp1.000 per liter. Di Libya, harga BBM jenis diesel saat ini terpantau \"hanya\" sekitar Rp400 per liter. Salah seorang warga asal Indonesia pun membagikan video terkait harga BBM di SPBU di Libya. Dikutip dari akun Instagram , dia menjelaskan harga minyak di Libya bahkan lebih murah dibandingkan air minum. Menurutnya, jika membeli 20 liter bensin, total yang harus dibayar hanya 3 dinar atau sekitar Rp10 ribu. Artinya, harga 1 liter bensin setara kurang lebih Rp400. \"Di Libya minyak lebih murah dibandingkan air minum. Kalian lihat 1 liternya cuma 0,15 dinar. kalau kalian isi 20 liter bensin itu harganya cuma 3 dinar atau cuma Rp10 ribu. bayangin 1 liter bensin cuma Rp400,\" ungkapnya melalui unggahan di akun Instagramnya, dikutip Senin (27/4/2026). Ia lantas menunjukkan saat mengisi 32 liter bensin untuk mobil jenis Land Cruiser. Setidaknya total biaya yang dikeluarkan hanya 5 dinar atau sekitar Rp12 ribu. \"Wah kalian lihat isi 32 liter mobil ini Land Cruiser harganya cuma 5 dinar sekitar Rp12 ribu. Ini negara termurah bensin dari semua negara yang pernah aku kunjungin,\" katanya. Hingga akhir April 2026, Libya memiliki harga bensin terendah di dunia dengan biaya yang seringkali lebih rendah daripada air minum dalam kemasan. Mengutip laman Global Petrol Prices, rata-rata harga BBM untuk bensin di Libya per 20 April 2026, tercatat mencapai US$0,150 per liter atau Rp2.583 per liter (asumsi kurs Rp17.225 per dolar AS). Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$0,024 per liter atau Rp413 per liter. #oilibya #libya🇱🇾 #fypシ #presetalightmotion  #creatorsearchinsights", "post_id": "7633380711558401297"}}, {"key": "rayvenkael.real", "attributes": {"label": "rayvenkael.real", "x": 163.65406526050984, "y": 297.3100682626076, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7634762679994912021", "id": "rayvenkael.real", "source": "tiktok-000001", "content": "menurut kalian semua gimana🤨? penjelasan👇 Pasar keuangan Indonesia terpuruk pada Kamis (30/4/2026). IHSG anjlok lebih dari 3% ke level 6.887, titik terendah tahun ini. Rupiah melemah ke Rp17.390 per dolar AS dipicu ketidakpastian geopolitik global dan sikap agresif bank sentral AS. Saham besar seperti DSSA dan BREN turut menyeret indeks lebih dalam. (Source :  [IG]) #ihsg #purbaya #rupiah #rupiahmelemah #rayvenkael", "post_id": "7634762679994912021"}}, {"key": "bantenglarimedia", "attributes": {"label": "bantenglarimedia", "x": 877.7797912908397, "y": 505.9651739370188, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.9843, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634762679994912021", "id": "bantenglarimedia", "source": "tiktok-000001", "content": "menurut kalian semua gimana🤨? penjelasan👇 Pasar keuangan Indonesia terpuruk pada Kamis (30/4/2026). IHSG anjlok lebih dari 3% ke level 6.887, titik terendah tahun ini. Rupiah melemah ke Rp17.390 per dolar AS dipicu ketidakpastian geopolitik global dan sikap agresif bank sentral AS. Saham besar seperti DSSA dan BREN turut menyeret indeks lebih dalam. (Source :  [IG]) #ihsg #purbaya #rupiah #rupiahmelemah #rayvenkael", "post_id": "7634762679994912021"}}, {"key": "infopublik_terkini", "attributes": {"label": "infopublik_terkini", "x": 778.3381781486286, "y": 704.9110532953151, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7629656272094186759", "id": "infopublik_terkini", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan naik hingga akhir 2026. Kebijakan ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. “Kami sudah bersepakat atas arahan Presiden bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun, insya Allah,” ujar Bahlil di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis, 16 April 2026. Bahlil menjelaskan, kebijakan tersebut tetap mempertimbangkan pergerakan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP). Menurutnya, selama harga ICP berada di bawah 100 dolar AS per barel, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih dalam batas aman.  (Source:metrotvnews.com)  #jagaindonesia #ekonomikuat #bbmaman #apbnuntukrakyat", "post_id": "7629656272094186759"}}, {"key": "bahlillahadalia", "attributes": {"label": "bahlillahadalia", "x": 718.734407468148, "y": 438.86457721536686, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.9843, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7629656272094186759", "id": "bahlillahadalia", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan naik hingga akhir 2026. Kebijakan ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. “Kami sudah bersepakat atas arahan Presiden bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun, insya Allah,” ujar Bahlil di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis, 16 April 2026. Bahlil menjelaskan, kebijakan tersebut tetap mempertimbangkan pergerakan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP). Menurutnya, selama harga ICP berada di bawah 100 dolar AS per barel, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih dalam batas aman.  (Source:metrotvnews.com)  #jagaindonesia #ekonomikuat #bbmaman #apbnuntukrakyat", "post_id": "7629656272094186759"}}, {"key": "arkan_turungku", "attributes": {"label": "arkan_turungku", "x": 433.852357577458, "y": 596.4660480762042, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "arkan_turungku", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "StatifyID", "attributes": {"label": "StatifyID", "x": 174.8108493849233, "y": 440.4655505998608, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.9843, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "StatifyID", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 575.1170007210261, "y": 454.1106070790043, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1456715869585563", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksi melemah ke level Rp17.550 per USD pada perdagangan pekan depan. \n\nPengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menilai, pergerakan mata uang Garuda masih dibayangi oleh sentimen ketidakpastian geopolitik serta penguatan dolar AS.\n\n\"Kemudian kalau rupiah sendiri, kemungkinan besar dalam perdagangan di minggu depan itu di 17.550,\" ujarnya dalam pernyataan resmi, Minggu (3/5/2026). \n\nIbrahim menjelaskan, penguatan dolar AS didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah memanasnya konflik geopolitik, terutama di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong investor global keluar dari aset berisiko di negara berkembang dan beralih ke dolar AS.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/tekanan-geopolitik-berlanjut-rupiah-berpotensi-tembus-rp17550-pekan-depan\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "432781620563594_1456715869585563"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 441.52096345960837, "y": 455.3471759366443, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 17.9843, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1456715869585563", "id": "idx_channel", "source": "facebook-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksi melemah ke level Rp17.550 per USD pada perdagangan pekan depan. \n\nPengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menilai, pergerakan mata uang Garuda masih dibayangi oleh sentimen ketidakpastian geopolitik serta penguatan dolar AS.\n\n\"Kemudian kalau rupiah sendiri, kemungkinan besar dalam perdagangan di minggu depan itu di 17.550,\" ujarnya dalam pernyataan resmi, Minggu (3/5/2026). \n\nIbrahim menjelaskan, penguatan dolar AS didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah memanasnya konflik geopolitik, terutama di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong investor global keluar dari aset berisiko di negara berkembang dan beralih ke dolar AS.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/tekanan-geopolitik-berlanjut-rupiah-berpotensi-tembus-rp17550-pekan-depan\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "432781620563594_1456715869585563"}}, {"key": "@Lumin.insight", "attributes": {"label": "@Lumin.insight", "x": 287.9520526747979, "y": 963.7414261813494, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "dC65kCPG4oE", "id": "@Lumin.insight", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah melemah 17.000/1$!!\n\nTiktok lumin:\nhttps://www.tiktok.com/?i...\n\nInstagram lumin:\nhttps://www.instagram.com/lumin_katon...\n\nWa bisnis lumin:\nhttps://wa.me/+6285121383942\n\nIHSG ambruk 3,38% ke level 7.129 pada Jumat (24/4) — pelemahan 5 hari beruntun dengan total koreksi 6,61% — dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik: ketegangan geopolitik di Selat Hormuz memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dan jalur perdagangan global, yang membuat harga minyak Brent bertahan tinggi di kisaran $106/barel, menimbulkan kekhawatiran inflasi dan melebarnya defisit anggaran; di sisi lain, penguatan dolar AS secara global dan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia menekan rupiah hingga mendekati Rp17.300/USD — level terlemah sepanjang sejarah; sebagai negara net importir minyak, kebutuhan dolar untuk impor energi meningkat tajam, memperparah tekanan pada rupiah; dan akumulasi net sell asing sejak awal tahun 2026 menembus Rp40 triliun, dengan panic selling dan forced sell yang menyebar merata ke seluruh sektor terutama energi, infrastruktur, dan properti.\n\n #bisnis #trading #trading #bisnisbaru #saham #money #forex #cryptocurrency #pengusaha #bitcoin #motivasi", "post_id": "dC65kCPG4oE"}}, {"key": "katon_lumin", "attributes": {"label": "katon_lumin", "x": 683.5297905398209, "y": 822.6317063100537, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.9843, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "dC65kCPG4oE", "id": "katon_lumin", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah melemah 17.000/1$!!\n\nTiktok lumin:\nhttps://www.tiktok.com/?i...\n\nInstagram lumin:\nhttps://www.instagram.com/lumin_katon...\n\nWa bisnis lumin:\nhttps://wa.me/+6285121383942\n\nIHSG ambruk 3,38% ke level 7.129 pada Jumat (24/4) — pelemahan 5 hari beruntun dengan total koreksi 6,61% — dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik: ketegangan geopolitik di Selat Hormuz memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dan jalur perdagangan global, yang membuat harga minyak Brent bertahan tinggi di kisaran $106/barel, menimbulkan kekhawatiran inflasi dan melebarnya defisit anggaran; di sisi lain, penguatan dolar AS secara global dan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia menekan rupiah hingga mendekati Rp17.300/USD — level terlemah sepanjang sejarah; sebagai negara net importir minyak, kebutuhan dolar untuk impor energi meningkat tajam, memperparah tekanan pada rupiah; dan akumulasi net sell asing sejak awal tahun 2026 menembus Rp40 triliun, dengan panic selling dan forced sell yang menyebar merata ke seluruh sektor terutama energi, infrastruktur, dan properti.\n\n #bisnis #trading #trading #bisnisbaru #saham #money #forex #cryptocurrency #pengusaha #bitcoin #motivasi", "post_id": "dC65kCPG4oE"}}, {"key": "@tosinataiwo1", "attributes": {"label": "@tosinataiwo1", "x": 88.359332860659, "y": 49.48111276435896, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "YpGgPQjpgxU", "id": "@tosinataiwo1", "source": "youtube-000001", "content": "Nigeria: Republik Penghasil Energi di Afrika\n\nNigeria kehilangan 25 miliar dolar AS per tahun dari PDB-nya karena pasokan listrik yang tidak andal. Akibatnya, 86% usaha kecil di Nigeria berhenti menunggu pemerintah untuk memperbaikinya.\n\nDalam episode Africa on Monday ini, kami mengupas bagaimana rencana cadangan menjadi kenyataan permanen: runtuhnya jaringan listrik nasional yang spektakuler, tagihan bahan bakar tahunan sebesar 8 miliar dolar AS, dan krisis kesehatan masyarakat yang diam-diam menewaskan 30.000 orang per tahun di Lagos saja.\n\nIni bukan hanya cerita tentang listrik. Ini adalah cerita tentang apa yang terjadi ketika negara gagal, dan siapa yang menanggung akibatnya.\n\n🔔 Berlangganan: https://youtube.com/?sub...\n📧 Newsletter: https://www.tosinataiwo.com/#subscribe\n📸 Instagram:   / tosinataiwo  \n🌐 X/Twitter: https://x.com/tosinataiwo\n\n#nigeria #africaonmonday #africa #energy #business #economics #africaneconomy #investment", "post_id": "YpGgPQjpgxU"}}, {"key": "tosinataiwo1", "attributes": {"label": "tosinataiwo1", "x": 727.2428888792651, "y": 715.8806502106493, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.9843, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YpGgPQjpgxU", "id": "tosinataiwo1", "source": "youtube-000001", "content": "Nigeria: Republik Penghasil Energi di Afrika\n\nNigeria kehilangan 25 miliar dolar AS per tahun dari PDB-nya karena pasokan listrik yang tidak andal. Akibatnya, 86% usaha kecil di Nigeria berhenti menunggu pemerintah untuk memperbaikinya.\n\nDalam episode Africa on Monday ini, kami mengupas bagaimana rencana cadangan menjadi kenyataan permanen: runtuhnya jaringan listrik nasional yang spektakuler, tagihan bahan bakar tahunan sebesar 8 miliar dolar AS, dan krisis kesehatan masyarakat yang diam-diam menewaskan 30.000 orang per tahun di Lagos saja.\n\nIni bukan hanya cerita tentang listrik. Ini adalah cerita tentang apa yang terjadi ketika negara gagal, dan siapa yang menanggung akibatnya.\n\n🔔 Berlangganan: https://youtube.com/?sub...\n📧 Newsletter: https://www.tosinataiwo.com/#subscribe\n📸 Instagram:   / tosinataiwo  \n🌐 X/Twitter: https://x.com/tosinataiwo\n\n#nigeria #africaonmonday #africa #energy #business #economics #africaneconomy #investment", "post_id": "YpGgPQjpgxU"}}, {"key": "@tribunjakarta", "attributes": {"label": "@tribunjakarta", "x": 703.6271047489223, "y": 115.77734084013936, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "fub5vkxau7Q", "id": "@tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "AMBANG PERANG DUNIA! Trump Siapkan Serangan Dahsyat, Putin Beri Peringatan Bencana Yang Mengerikan\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah menyiapkan opsi serangan baru yang disebut “dahsyat” terhadap Iran, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan kebuntuan negosiasi antara kedua negara.\n\nDikutip Serambinews melalui GB News (30/4/2026), rencana tersebut muncul setelah Washington menilai Iran tetap bersikeras melanjutkan program nuklirnya, yang menjadi salah satu titik utama perselisihan dalam upaya perdamaian.\n\nMenurut laporan, Pentagon telah menyusun berbagai skenario serangan yang menargetkan infrastruktur penting Iran.\n\nLangkah ini disebut bertujuan untuk menekan Teheran agar kembali ke meja perundingan dan menghentikan ambisi nuklirnya.\n\nMeski demikian, Trump juga mengakui bahwa strategi blokade terhadap Selat Hormuz saat ini dinilai lebih efektif dibandingkan serangan militer langsung.\n\nIa menyebut tekanan ekonomi melalui pembatasan jalur perdagangan minyak telah memberikan dampak signifikan terhadap Iran.\n\n“Blokade lebih efektif daripada pemboman,” ujar Trump dalam pernyataannya.\n\nPemerintah AS kini disebut lebih condong mempertahankan blokade jangka panjang sebagai cara untuk melemahkan ekonomi Iran, terutama dengan menekan ekspor minyak yang menjadi sumber utama pendapatan negara tersebut.\n\nMenteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengungkapkan bahwa Iran diperkirakan kehilangan sekitar 170 juta dolar AS per hari akibat pembatasan tersebut.\n\nIa juga menyebut terminal minyak utama Iran di Pulau Kharg hampir mencapai kapasitas penyimpanan maksimum, yang berpotensi memaksa pengurangan produksi.\n\nDi sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin turut memperingatkan bahwa eskalasi konflik dapat membawa “konsekuensi yang sangat mengerikan” bagi Amerika Serikat dan dunia.\n\nDalam percakapan telepon dengan Trump, Putin mendorong agar gencatan senjata dipertahankan dan negosiasi diberi kesempatan untuk berlanjut.\n\nNamun, Trump tampaknya tetap menunjukkan sikap keras.\n\nIa mengungkapkan kekecewaannya terhadap Iran melalui media sosial, menyebut negara tersebut tidak mampu mencapai kesepakatan non-nuklir.\n\nIa bahkan memperingatkan agar Iran segera mengambil langkah yang dianggap “lebih cerdas”.\n\nKetegangan ini juga berdampak langsung pada pasar global.\n\nHarga minyak dunia melonjak hingga mencapai 120 dolar AS per barel, tertinggi sejak dimulainya operasi militer terbaru di kawasan tersebut.\n\nPemerintah AS pun telah berdiskusi dengan pelaku industri energi untuk meminimalkan dampak terhadap konsumen domestik.\n\n\nArtikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Trump Siapkan Serangan ‘Dahsyat’ ke Iran, Putin Ingatkan Dunia di Ambang Bencana Besar?, https://aceh.tribunnews.com/news/1023....\nPenulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati\n\nEditor Video : Ilham Bintang Anugerah\nUploader: Erwin Joko Prasetyo\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta  \n\n#viory \n#trump  #putin  #iran #amerika  #rusia #timurtengah  #geopolitik  #konflikglobal  #breakingnews  #beritaviral  #internasional  #perang  #dunia  #newsupdate  #viralhariini  #headlines  #fakta  #update #krisisglobal", "post_id": "fub5vkxau7Q"}}, {"key": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "tribunjakarta", "x": 540.9962187372844, "y": 164.93513806103465, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3114, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 7, "out_degree": 0, "degree": 7}, "_id": "fub5vkxau7Q", "id": "tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "AMBANG PERANG DUNIA! Trump Siapkan Serangan Dahsyat, Putin Beri Peringatan Bencana Yang Mengerikan\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah menyiapkan opsi serangan baru yang disebut “dahsyat” terhadap Iran, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan kebuntuan negosiasi antara kedua negara.\n\nDikutip Serambinews melalui GB News (30/4/2026), rencana tersebut muncul setelah Washington menilai Iran tetap bersikeras melanjutkan program nuklirnya, yang menjadi salah satu titik utama perselisihan dalam upaya perdamaian.\n\nMenurut laporan, Pentagon telah menyusun berbagai skenario serangan yang menargetkan infrastruktur penting Iran.\n\nLangkah ini disebut bertujuan untuk menekan Teheran agar kembali ke meja perundingan dan menghentikan ambisi nuklirnya.\n\nMeski demikian, Trump juga mengakui bahwa strategi blokade terhadap Selat Hormuz saat ini dinilai lebih efektif dibandingkan serangan militer langsung.\n\nIa menyebut tekanan ekonomi melalui pembatasan jalur perdagangan minyak telah memberikan dampak signifikan terhadap Iran.\n\n“Blokade lebih efektif daripada pemboman,” ujar Trump dalam pernyataannya.\n\nPemerintah AS kini disebut lebih condong mempertahankan blokade jangka panjang sebagai cara untuk melemahkan ekonomi Iran, terutama dengan menekan ekspor minyak yang menjadi sumber utama pendapatan negara tersebut.\n\nMenteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengungkapkan bahwa Iran diperkirakan kehilangan sekitar 170 juta dolar AS per hari akibat pembatasan tersebut.\n\nIa juga menyebut terminal minyak utama Iran di Pulau Kharg hampir mencapai kapasitas penyimpanan maksimum, yang berpotensi memaksa pengurangan produksi.\n\nDi sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin turut memperingatkan bahwa eskalasi konflik dapat membawa “konsekuensi yang sangat mengerikan” bagi Amerika Serikat dan dunia.\n\nDalam percakapan telepon dengan Trump, Putin mendorong agar gencatan senjata dipertahankan dan negosiasi diberi kesempatan untuk berlanjut.\n\nNamun, Trump tampaknya tetap menunjukkan sikap keras.\n\nIa mengungkapkan kekecewaannya terhadap Iran melalui media sosial, menyebut negara tersebut tidak mampu mencapai kesepakatan non-nuklir.\n\nIa bahkan memperingatkan agar Iran segera mengambil langkah yang dianggap “lebih cerdas”.\n\nKetegangan ini juga berdampak langsung pada pasar global.\n\nHarga minyak dunia melonjak hingga mencapai 120 dolar AS per barel, tertinggi sejak dimulainya operasi militer terbaru di kawasan tersebut.\n\nPemerintah AS pun telah berdiskusi dengan pelaku industri energi untuk meminimalkan dampak terhadap konsumen domestik.\n\n\nArtikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Trump Siapkan Serangan ‘Dahsyat’ ke Iran, Putin Ingatkan Dunia di Ambang Bencana Besar?, https://aceh.tribunnews.com/news/1023....\nPenulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati\n\nEditor Video : Ilham Bintang Anugerah\nUploader: Erwin Joko Prasetyo\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta  \n\n#viory \n#trump  #putin  #iran #amerika  #rusia #timurtengah  #geopolitik  #konflikglobal  #breakingnews  #beritaviral  #internasional  #perang  #dunia  #newsupdate  #viralhariini  #headlines  #fakta  #update #krisisglobal", "post_id": "fub5vkxau7Q"}}, {"key": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "tribun.jakart...", "x": 605.0301472227619, "y": 670.3514495315167, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3114, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 7, "out_degree": 0, "degree": 7}, "_id": "fub5vkxau7Q", "id": "tribun.jakart...", "source": "youtube-000001", "content": "AMBANG PERANG DUNIA! Trump Siapkan Serangan Dahsyat, Putin Beri Peringatan Bencana Yang Mengerikan\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah menyiapkan opsi serangan baru yang disebut “dahsyat” terhadap Iran, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan kebuntuan negosiasi antara kedua negara.\n\nDikutip Serambinews melalui GB News (30/4/2026), rencana tersebut muncul setelah Washington menilai Iran tetap bersikeras melanjutkan program nuklirnya, yang menjadi salah satu titik utama perselisihan dalam upaya perdamaian.\n\nMenurut laporan, Pentagon telah menyusun berbagai skenario serangan yang menargetkan infrastruktur penting Iran.\n\nLangkah ini disebut bertujuan untuk menekan Teheran agar kembali ke meja perundingan dan menghentikan ambisi nuklirnya.\n\nMeski demikian, Trump juga mengakui bahwa strategi blokade terhadap Selat Hormuz saat ini dinilai lebih efektif dibandingkan serangan militer langsung.\n\nIa menyebut tekanan ekonomi melalui pembatasan jalur perdagangan minyak telah memberikan dampak signifikan terhadap Iran.\n\n“Blokade lebih efektif daripada pemboman,” ujar Trump dalam pernyataannya.\n\nPemerintah AS kini disebut lebih condong mempertahankan blokade jangka panjang sebagai cara untuk melemahkan ekonomi Iran, terutama dengan menekan ekspor minyak yang menjadi sumber utama pendapatan negara tersebut.\n\nMenteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengungkapkan bahwa Iran diperkirakan kehilangan sekitar 170 juta dolar AS per hari akibat pembatasan tersebut.\n\nIa juga menyebut terminal minyak utama Iran di Pulau Kharg hampir mencapai kapasitas penyimpanan maksimum, yang berpotensi memaksa pengurangan produksi.\n\nDi sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin turut memperingatkan bahwa eskalasi konflik dapat membawa “konsekuensi yang sangat mengerikan” bagi Amerika Serikat dan dunia.\n\nDalam percakapan telepon dengan Trump, Putin mendorong agar gencatan senjata dipertahankan dan negosiasi diberi kesempatan untuk berlanjut.\n\nNamun, Trump tampaknya tetap menunjukkan sikap keras.\n\nIa mengungkapkan kekecewaannya terhadap Iran melalui media sosial, menyebut negara tersebut tidak mampu mencapai kesepakatan non-nuklir.\n\nIa bahkan memperingatkan agar Iran segera mengambil langkah yang dianggap “lebih cerdas”.\n\nKetegangan ini juga berdampak langsung pada pasar global.\n\nHarga minyak dunia melonjak hingga mencapai 120 dolar AS per barel, tertinggi sejak dimulainya operasi militer terbaru di kawasan tersebut.\n\nPemerintah AS pun telah berdiskusi dengan pelaku industri energi untuk meminimalkan dampak terhadap konsumen domestik.\n\n\nArtikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Trump Siapkan Serangan ‘Dahsyat’ ke Iran, Putin Ingatkan Dunia di Ambang Bencana Besar?, https://aceh.tribunnews.com/news/1023....\nPenulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati\n\nEditor Video : Ilham Bintang Anugerah\nUploader: Erwin Joko Prasetyo\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta  \n\n#viory \n#trump  #putin  #iran #amerika  #rusia #timurtengah  #geopolitik  #konflikglobal  #breakingnews  #beritaviral  #internasional  #perang  #dunia  #newsupdate  #viralhariini  #headlines  #fakta  #update #krisisglobal", "post_id": "fub5vkxau7Q"}}, {"key": "@Oniiofficial", "attributes": {"label": "@Oniiofficial", "x": 57.98044732537988, "y": 560.5604705279632, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "Yy_RuHUFzs8", "id": "@Oniiofficial", "source": "youtube-000001", "content": "MEMBEDAH  GEJOLAKINDUSTRI TEKSTIL NASIONAL\n\nRapat terbuka di Megawati Institute bersama  Prof  durianto\n1. Faktor Utama Penyebab Gejolak\nSerbuan Impor (Terutama China): Pasar domestik kebanjiran produk tekstil impor dengan harga yang jauh lebih murah, sehingga mereduksi pangsa pasar produsen lokal.\nTingginya Biaya Produksi: Ketidakpastian geopolitik global meningkatkan biaya bahan baku dan operasional.\nTerganggunya Bahan Baku: Kondisi geopolitik juga menghambat rantai pasok bahan baku, yang memengaruhi stabilitas produksi hulu-hilir.\nKebutuhan Mesin Modern: Ketergantungan pada teknologi tua mengurangi efisiensi dan daya saing produk lokal. \n2. Dampak Gejolak Tekanan Kinerja TPT: Industri TPT dalam negeri mengalami tekanan serius pada produksi dan ekspor, terutama akibat fluktuasi global.\nPenurunan Jumlah Perusahaan: Data menunjukkan adanya penurunan jumlah perusahaan tekstil, dengan total mencapai 2.027 perusahaan pada 2022 (menengah-besar) yang kini terancam berkurang. Risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK): Ketidakstabilan pasar mengancam kelangsungan lapangan kerja yang menyerap jutaan tenaga kerja. \n3. Upaya Penyelamatan oleh Pemerintah\nPemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan industri TPT: \nTarget 5 Besar Dunia: Pemerintah berupaya meningkatkan industri tekstil nasional menjadi 5 pemain besar dunia. iki l\nPendanaan dan Insentif: Pembentukan pendanaan insentif sektor tekstil dengan rencana dana sekitar 6 miliar dolar Amerika untuk mem perkuat rantai nilai.\nRevitalisasi: Melakukan modernisasi mesin-mesin industri untuk meningkatkan efisiensi.\nRestrukturisasi BUMN: Melalui optimalisasi BUMN se perti Danantara untuk menstabilkan sektor tekstil.\nKebijakan Proteksi: Penguatan kebijakan domestik untuk membatasi gempuran produk impor. \n +24. Prospek Masa Depan\nMeski diterpa gejolak, industri ini masih dinilai memiliki potensi ekspor yang menjanjikan jika langkah-langkah revitalisasi berhasil. Target pemerintah adalah meningkatkan ekspor dawari 4 miliar dolar AS pada 2026 menjadi 40 miliar dolar AS dalam sepuluh tahun ke depan\n\n‪‬ ‪‬ ‪‬", "post_id": "Yy_RuHUFzs8"}}, {"key": "darmamdi", "attributes": {"label": "darmamdi", "x": 770.5025473477612, "y": 690.5340554403015, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.787, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Yy_RuHUFzs8", "id": "darmamdi", "source": "youtube-000001", "content": "MEMBEDAH  GEJOLAKINDUSTRI TEKSTIL NASIONAL\n\nRapat terbuka di Megawati Institute bersama  Prof  durianto\n1. Faktor Utama Penyebab Gejolak\nSerbuan Impor (Terutama China): Pasar domestik kebanjiran produk tekstil impor dengan harga yang jauh lebih murah, sehingga mereduksi pangsa pasar produsen lokal.\nTingginya Biaya Produksi: Ketidakpastian geopolitik global meningkatkan biaya bahan baku dan operasional.\nTerganggunya Bahan Baku: Kondisi geopolitik juga menghambat rantai pasok bahan baku, yang memengaruhi stabilitas produksi hulu-hilir.\nKebutuhan Mesin Modern: Ketergantungan pada teknologi tua mengurangi efisiensi dan daya saing produk lokal. \n2. Dampak Gejolak Tekanan Kinerja TPT: Industri TPT dalam negeri mengalami tekanan serius pada produksi dan ekspor, terutama akibat fluktuasi global.\nPenurunan Jumlah Perusahaan: Data menunjukkan adanya penurunan jumlah perusahaan tekstil, dengan total mencapai 2.027 perusahaan pada 2022 (menengah-besar) yang kini terancam berkurang. Risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK): Ketidakstabilan pasar mengancam kelangsungan lapangan kerja yang menyerap jutaan tenaga kerja. \n3. Upaya Penyelamatan oleh Pemerintah\nPemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan industri TPT: \nTarget 5 Besar Dunia: Pemerintah berupaya meningkatkan industri tekstil nasional menjadi 5 pemain besar dunia. iki l\nPendanaan dan Insentif: Pembentukan pendanaan insentif sektor tekstil dengan rencana dana sekitar 6 miliar dolar Amerika untuk mem perkuat rantai nilai.\nRevitalisasi: Melakukan modernisasi mesin-mesin industri untuk meningkatkan efisiensi.\nRestrukturisasi BUMN: Melalui optimalisasi BUMN se perti Danantara untuk menstabilkan sektor tekstil.\nKebijakan Proteksi: Penguatan kebijakan domestik untuk membatasi gempuran produk impor. \n +24. Prospek Masa Depan\nMeski diterpa gejolak, industri ini masih dinilai memiliki potensi ekspor yang menjanjikan jika langkah-langkah revitalisasi berhasil. Target pemerintah adalah meningkatkan ekspor dawari 4 miliar dolar AS pada 2026 menjadi 40 miliar dolar AS dalam sepuluh tahun ke depan\n\n‪‬ ‪‬ ‪‬", "post_id": "Yy_RuHUFzs8"}}, {"key": "PDIPerjuangan", "attributes": {"label": "PDIPerjuangan", "x": 771.6650970649702, "y": 349.63626186707273, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.787, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Yy_RuHUFzs8", "id": "PDIPerjuangan", "source": "youtube-000001", "content": "MEMBEDAH  GEJOLAKINDUSTRI TEKSTIL NASIONAL\n\nRapat terbuka di Megawati Institute bersama  Prof  durianto\n1. Faktor Utama Penyebab Gejolak\nSerbuan Impor (Terutama China): Pasar domestik kebanjiran produk tekstil impor dengan harga yang jauh lebih murah, sehingga mereduksi pangsa pasar produsen lokal.\nTingginya Biaya Produksi: Ketidakpastian geopolitik global meningkatkan biaya bahan baku dan operasional.\nTerganggunya Bahan Baku: Kondisi geopolitik juga menghambat rantai pasok bahan baku, yang memengaruhi stabilitas produksi hulu-hilir.\nKebutuhan Mesin Modern: Ketergantungan pada teknologi tua mengurangi efisiensi dan daya saing produk lokal. \n2. Dampak Gejolak Tekanan Kinerja TPT: Industri TPT dalam negeri mengalami tekanan serius pada produksi dan ekspor, terutama akibat fluktuasi global.\nPenurunan Jumlah Perusahaan: Data menunjukkan adanya penurunan jumlah perusahaan tekstil, dengan total mencapai 2.027 perusahaan pada 2022 (menengah-besar) yang kini terancam berkurang. Risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK): Ketidakstabilan pasar mengancam kelangsungan lapangan kerja yang menyerap jutaan tenaga kerja. \n3. Upaya Penyelamatan oleh Pemerintah\nPemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan industri TPT: \nTarget 5 Besar Dunia: Pemerintah berupaya meningkatkan industri tekstil nasional menjadi 5 pemain besar dunia. iki l\nPendanaan dan Insentif: Pembentukan pendanaan insentif sektor tekstil dengan rencana dana sekitar 6 miliar dolar Amerika untuk mem perkuat rantai nilai.\nRevitalisasi: Melakukan modernisasi mesin-mesin industri untuk meningkatkan efisiensi.\nRestrukturisasi BUMN: Melalui optimalisasi BUMN se perti Danantara untuk menstabilkan sektor tekstil.\nKebijakan Proteksi: Penguatan kebijakan domestik untuk membatasi gempuran produk impor. \n +24. Prospek Masa Depan\nMeski diterpa gejolak, industri ini masih dinilai memiliki potensi ekspor yang menjanjikan jika langkah-langkah revitalisasi berhasil. Target pemerintah adalah meningkatkan ekspor dawari 4 miliar dolar AS pada 2026 menjadi 40 miliar dolar AS dalam sepuluh tahun ke depan\n\n‪‬ ‪‬ ‪‬", "post_id": "Yy_RuHUFzs8"}}, {"key": "bspnpusatdpppdiperjuangan2603", "attributes": {"label": "bspnpusatdpppdiperjuangan2603", "x": 851.2153347238396, "y": 829.3587002302488, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.787, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Yy_RuHUFzs8", "id": "bspnpusatdpppdiperjuangan2603", "source": "youtube-000001", "content": "MEMBEDAH  GEJOLAKINDUSTRI TEKSTIL NASIONAL\n\nRapat terbuka di Megawati Institute bersama  Prof  durianto\n1. Faktor Utama Penyebab Gejolak\nSerbuan Impor (Terutama China): Pasar domestik kebanjiran produk tekstil impor dengan harga yang jauh lebih murah, sehingga mereduksi pangsa pasar produsen lokal.\nTingginya Biaya Produksi: Ketidakpastian geopolitik global meningkatkan biaya bahan baku dan operasional.\nTerganggunya Bahan Baku: Kondisi geopolitik juga menghambat rantai pasok bahan baku, yang memengaruhi stabilitas produksi hulu-hilir.\nKebutuhan Mesin Modern: Ketergantungan pada teknologi tua mengurangi efisiensi dan daya saing produk lokal. \n2. Dampak Gejolak Tekanan Kinerja TPT: Industri TPT dalam negeri mengalami tekanan serius pada produksi dan ekspor, terutama akibat fluktuasi global.\nPenurunan Jumlah Perusahaan: Data menunjukkan adanya penurunan jumlah perusahaan tekstil, dengan total mencapai 2.027 perusahaan pada 2022 (menengah-besar) yang kini terancam berkurang. Risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK): Ketidakstabilan pasar mengancam kelangsungan lapangan kerja yang menyerap jutaan tenaga kerja. \n3. Upaya Penyelamatan oleh Pemerintah\nPemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan industri TPT: \nTarget 5 Besar Dunia: Pemerintah berupaya meningkatkan industri tekstil nasional menjadi 5 pemain besar dunia. iki l\nPendanaan dan Insentif: Pembentukan pendanaan insentif sektor tekstil dengan rencana dana sekitar 6 miliar dolar Amerika untuk mem perkuat rantai nilai.\nRevitalisasi: Melakukan modernisasi mesin-mesin industri untuk meningkatkan efisiensi.\nRestrukturisasi BUMN: Melalui optimalisasi BUMN se perti Danantara untuk menstabilkan sektor tekstil.\nKebijakan Proteksi: Penguatan kebijakan domestik untuk membatasi gempuran produk impor. \n +24. Prospek Masa Depan\nMeski diterpa gejolak, industri ini masih dinilai memiliki potensi ekspor yang menjanjikan jika langkah-langkah revitalisasi berhasil. Target pemerintah adalah meningkatkan ekspor dawari 4 miliar dolar AS pada 2026 menjadi 40 miliar dolar AS dalam sepuluh tahun ke depan\n\n‪‬ ‪‬ ‪‬", "post_id": "Yy_RuHUFzs8"}}, {"key": "Gen.B_", "attributes": {"label": "Gen.B_", "x": 620.9949814895681, "y": 253.46779076424363, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.787, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Yy_RuHUFzs8", "id": "Gen.B_", "source": "youtube-000001", "content": "MEMBEDAH  GEJOLAKINDUSTRI TEKSTIL NASIONAL\n\nRapat terbuka di Megawati Institute bersama  Prof  durianto\n1. Faktor Utama Penyebab Gejolak\nSerbuan Impor (Terutama China): Pasar domestik kebanjiran produk tekstil impor dengan harga yang jauh lebih murah, sehingga mereduksi pangsa pasar produsen lokal.\nTingginya Biaya Produksi: Ketidakpastian geopolitik global meningkatkan biaya bahan baku dan operasional.\nTerganggunya Bahan Baku: Kondisi geopolitik juga menghambat rantai pasok bahan baku, yang memengaruhi stabilitas produksi hulu-hilir.\nKebutuhan Mesin Modern: Ketergantungan pada teknologi tua mengurangi efisiensi dan daya saing produk lokal. \n2. Dampak Gejolak Tekanan Kinerja TPT: Industri TPT dalam negeri mengalami tekanan serius pada produksi dan ekspor, terutama akibat fluktuasi global.\nPenurunan Jumlah Perusahaan: Data menunjukkan adanya penurunan jumlah perusahaan tekstil, dengan total mencapai 2.027 perusahaan pada 2022 (menengah-besar) yang kini terancam berkurang. Risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK): Ketidakstabilan pasar mengancam kelangsungan lapangan kerja yang menyerap jutaan tenaga kerja. \n3. Upaya Penyelamatan oleh Pemerintah\nPemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan industri TPT: \nTarget 5 Besar Dunia: Pemerintah berupaya meningkatkan industri tekstil nasional menjadi 5 pemain besar dunia. iki l\nPendanaan dan Insentif: Pembentukan pendanaan insentif sektor tekstil dengan rencana dana sekitar 6 miliar dolar Amerika untuk mem perkuat rantai nilai.\nRevitalisasi: Melakukan modernisasi mesin-mesin industri untuk meningkatkan efisiensi.\nRestrukturisasi BUMN: Melalui optimalisasi BUMN se perti Danantara untuk menstabilkan sektor tekstil.\nKebijakan Proteksi: Penguatan kebijakan domestik untuk membatasi gempuran produk impor. \n +24. Prospek Masa Depan\nMeski diterpa gejolak, industri ini masih dinilai memiliki potensi ekspor yang menjanjikan jika langkah-langkah revitalisasi berhasil. Target pemerintah adalah meningkatkan ekspor dawari 4 miliar dolar AS pada 2026 menjadi 40 miliar dolar AS dalam sepuluh tahun ke depan\n\n‪‬ ‪‬ ‪‬", "post_id": "Yy_RuHUFzs8"}}, {"key": "@GZT", "attributes": {"label": "@GZT", "x": 98.61843087935651, "y": 776.4888113080045, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "X74wHAG0CrU", "id": "@GZT", "source": "youtube-000001", "content": "Investasi 20 miliar dolar AS: Mengapa Jepang mengalihkan perhatiannya ke dunia Turkik?\n\nJepang telah mengambil langkah bersejarah yang akan mengubah keseimbangan di Asia Tengah. \"Deklarasi Tokyo,\" yang diadopsi pada KTT Asia Tengah-Jepang di Tokyo, mengumumkan investasi infrastruktur sebesar 20 miliar dolar AS di kawasan tersebut selama lima tahun ke depan. Disajikan sebagai alternatif dari Inisiatif Sabuk dan Jalan Tiongkok, langkah besar ini bertujuan untuk menciptakan pusat keseimbangan baru melawan pengaruh Rusia dan Tiongkok di kawasan tersebut. Jadi, apa arti visi Asia Tengah Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang mewarisi doktrin \"Jepang yang Lebih Aktif\" dari Shinzo Abe? Apa prioritas strategis Kazakhstan dan Uzbekistan pada KTT tersebut? Bagaimana Koridor Tengah menawarkan alternatif jalur laut dalam rantai pasokan global? Bagaimana perkembangan di Afghanistan dan Korea Utara mengancam keamanan regional?\n\nJawaban atas semua pertanyaan ini dan rahasia permainan catur geopolitik baru di Asia Tengah ada dalam video ini! Jangan lupa untuk menonton video sampai akhir untuk detailnya, berlangganan saluran kami, dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Selamat menikmati!\n\n\n00:00 Pendahuluan\n01:00 Bagaimana krisis di Eropa dimulai?\n02:48 Mengapa Jepang sekarang mengalihkan perhatiannya ke Turkestan?\n04:20 Apa arti doktrin \"Jepang yang Lebih Aktif\"?\n06:07 Apa itu Inisiatif Tokyo (CA+JAD)?\n07:53 Apa prioritas Uzbekistan di KTT tersebut?\n\n09:53 Apa agenda strategis Kazakhstan?\n\n11:58 Rute darat alternatif ke laut: Koridor Tengah\n13:26 Seperti apa keseimbangan baru di kawasan ini?\n\n15:38 Bagaimana Afghanistan dan Korea Utara menjadi risiko keamanan?\n\n17:45 Dapatkah Jepang menjadi kekuatan geopolitik di kawasan ini?\n\nGabung ke GZT untuk mendapatkan hak istimewa:\n   /   \n\nSukai video ini! Berlangganan untuk video baru: https://bit.ly/3oO5zRn\n\nUnduh aplikasi seluler 'GZT' kami untuk menerima berita secara instan di ponsel Anda!\n\nPenjelasan Editor:    • Editör Anlatıyor  \n10/ON:    • 10/ON  \nIntelijen GZT:    • GZT İstihbarat  \nProfil GZT:    • Profil  \nTentara Modern:    • Modern Ordular  \nPenjelasan Pakar:    • Uzman Anlatıyor  \nInventaris:    • Envanter  \nTurkestan Timur:    • Doğu Türkistan'da Neler Oluyor?  \n\n🔎 HUBUNGI KAMI:\nSitus web kami: https://www.gzt.com/\nAplikasi GZT Android: https://play.google.com/store/apps/de...\nAplikasi GZT iOS: https://apps.apple.com/tr/app/gzt/id1...\n\nAplikasi GZT Huawei: https://onelink.to/htmuff\n\nInstagram:   / gzt  \nFacebook:   / gzt  \nX (Twitter):   / gztcom  \nTiktok:   / gzt  \nThreads: https://www.threads.net/\nWhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Va7E...\nTelegram: https://t.me/gztcom\n\nHalo, selamat datang di GZT, 'Media Sosial Berita'! Anda berada di saluran YouTube GZT, contoh unik jurnalisme digital di Turki. Di saluran ini, Anda dapat menemukan konten khusus dan wawancara terkait peristiwa terkini. Jangan lupa berlangganan saluran kami, di mana Anda dapat menemukan konten di berbagai bidang mulai dari sejarah hingga politik, sains hingga seni, dan ikuti kami di platform media sosial lainnya!\n\nSatu video baru setiap hari 🙌\n\nTerima kasih telah menonton!", "post_id": "X74wHAG0CrU"}}, {"key": "gzt", "attributes": {"label": "gzt", "x": 307.03931439153865, "y": 600.7189600721288, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8527, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "X74wHAG0CrU", "id": "gzt", "source": "youtube-000001", "content": "Investasi 20 miliar dolar AS: Mengapa Jepang mengalihkan perhatiannya ke dunia Turkik?\n\nJepang telah mengambil langkah bersejarah yang akan mengubah keseimbangan di Asia Tengah. \"Deklarasi Tokyo,\" yang diadopsi pada KTT Asia Tengah-Jepang di Tokyo, mengumumkan investasi infrastruktur sebesar 20 miliar dolar AS di kawasan tersebut selama lima tahun ke depan. Disajikan sebagai alternatif dari Inisiatif Sabuk dan Jalan Tiongkok, langkah besar ini bertujuan untuk menciptakan pusat keseimbangan baru melawan pengaruh Rusia dan Tiongkok di kawasan tersebut. Jadi, apa arti visi Asia Tengah Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang mewarisi doktrin \"Jepang yang Lebih Aktif\" dari Shinzo Abe? Apa prioritas strategis Kazakhstan dan Uzbekistan pada KTT tersebut? Bagaimana Koridor Tengah menawarkan alternatif jalur laut dalam rantai pasokan global? Bagaimana perkembangan di Afghanistan dan Korea Utara mengancam keamanan regional?\n\nJawaban atas semua pertanyaan ini dan rahasia permainan catur geopolitik baru di Asia Tengah ada dalam video ini! Jangan lupa untuk menonton video sampai akhir untuk detailnya, berlangganan saluran kami, dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Selamat menikmati!\n\n\n00:00 Pendahuluan\n01:00 Bagaimana krisis di Eropa dimulai?\n02:48 Mengapa Jepang sekarang mengalihkan perhatiannya ke Turkestan?\n04:20 Apa arti doktrin \"Jepang yang Lebih Aktif\"?\n06:07 Apa itu Inisiatif Tokyo (CA+JAD)?\n07:53 Apa prioritas Uzbekistan di KTT tersebut?\n\n09:53 Apa agenda strategis Kazakhstan?\n\n11:58 Rute darat alternatif ke laut: Koridor Tengah\n13:26 Seperti apa keseimbangan baru di kawasan ini?\n\n15:38 Bagaimana Afghanistan dan Korea Utara menjadi risiko keamanan?\n\n17:45 Dapatkah Jepang menjadi kekuatan geopolitik di kawasan ini?\n\nGabung ke GZT untuk mendapatkan hak istimewa:\n   /   \n\nSukai video ini! Berlangganan untuk video baru: https://bit.ly/3oO5zRn\n\nUnduh aplikasi seluler 'GZT' kami untuk menerima berita secara instan di ponsel Anda!\n\nPenjelasan Editor:    • Editör Anlatıyor  \n10/ON:    • 10/ON  \nIntelijen GZT:    • GZT İstihbarat  \nProfil GZT:    • Profil  \nTentara Modern:    • Modern Ordular  \nPenjelasan Pakar:    • Uzman Anlatıyor  \nInventaris:    • Envanter  \nTurkestan Timur:    • Doğu Türkistan'da Neler Oluyor?  \n\n🔎 HUBUNGI KAMI:\nSitus web kami: https://www.gzt.com/\nAplikasi GZT Android: https://play.google.com/store/apps/de...\nAplikasi GZT iOS: https://apps.apple.com/tr/app/gzt/id1...\n\nAplikasi GZT Huawei: https://onelink.to/htmuff\n\nInstagram:   / gzt  \nFacebook:   / gzt  \nX (Twitter):   / gztcom  \nTiktok:   / gzt  \nThreads: https://www.threads.net/\nWhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Va7E...\nTelegram: https://t.me/gztcom\n\nHalo, selamat datang di GZT, 'Media Sosial Berita'! Anda berada di saluran YouTube GZT, contoh unik jurnalisme digital di Turki. Di saluran ini, Anda dapat menemukan konten khusus dan wawancara terkait peristiwa terkini. Jangan lupa berlangganan saluran kami, di mana Anda dapat menemukan konten di berbagai bidang mulai dari sejarah hingga politik, sains hingga seni, dan ikuti kami di platform media sosial lainnya!\n\nSatu video baru setiap hari 🙌\n\nTerima kasih telah menonton!", "post_id": "X74wHAG0CrU"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 469.7870632121811, "y": 442.3533095682376, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 28, "degree": 28}, "_id": "ujOOxia9MNc", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Selat Hormuz Membara, Ke Mana Arah Nilai Tukar Rupiah Kita? | THE EDITORIAL\n\nDeskripsi:\nKondisi geopolitik global terkait perang Amerika Serikat dan Iran belum juga menunjukkan sinyal-sinyal perdamaian. Hal ini membuat harga minyak dunia semakin melambung, yang mau tak mau juga berpengaruh besar terhadap nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara-negara lain. Tak terkecuali nilai tukar rupiah, yang dalam beberapa waktu terakhir terus tertekan ke level terendah. Lalu, akan ke manakah arah pergerakan nilai tukar tersebut selanjutnya?\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "ujOOxia9MNc"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 847.3331059161368, "y": 650.8029675450504, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0163, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "ujOOxia9MNc", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Selat Hormuz Membara, Ke Mana Arah Nilai Tukar Rupiah Kita? | THE EDITORIAL\n\nDeskripsi:\nKondisi geopolitik global terkait perang Amerika Serikat dan Iran belum juga menunjukkan sinyal-sinyal perdamaian. Hal ini membuat harga minyak dunia semakin melambung, yang mau tak mau juga berpengaruh besar terhadap nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara-negara lain. Tak terkecuali nilai tukar rupiah, yang dalam beberapa waktu terakhir terus tertekan ke level terendah. Lalu, akan ke manakah arah pergerakan nilai tukar tersebut selanjutnya?\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "ujOOxia9MNc"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 397.8067245377385, "y": 570.4065299431999, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0163, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "ujOOxia9MNc", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Selat Hormuz Membara, Ke Mana Arah Nilai Tukar Rupiah Kita? | THE EDITORIAL\n\nDeskripsi:\nKondisi geopolitik global terkait perang Amerika Serikat dan Iran belum juga menunjukkan sinyal-sinyal perdamaian. Hal ini membuat harga minyak dunia semakin melambung, yang mau tak mau juga berpengaruh besar terhadap nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara-negara lain. Tak terkecuali nilai tukar rupiah, yang dalam beberapa waktu terakhir terus tertekan ke level terendah. Lalu, akan ke manakah arah pergerakan nilai tukar tersebut selanjutnya?\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "ujOOxia9MNc"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 147.71676462517192, "y": 415.95403430968923, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0163, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "ujOOxia9MNc", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Selat Hormuz Membara, Ke Mana Arah Nilai Tukar Rupiah Kita? | THE EDITORIAL\n\nDeskripsi:\nKondisi geopolitik global terkait perang Amerika Serikat dan Iran belum juga menunjukkan sinyal-sinyal perdamaian. Hal ini membuat harga minyak dunia semakin melambung, yang mau tak mau juga berpengaruh besar terhadap nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara-negara lain. Tak terkecuali nilai tukar rupiah, yang dalam beberapa waktu terakhir terus tertekan ke level terendah. Lalu, akan ke manakah arah pergerakan nilai tukar tersebut selanjutnya?\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "ujOOxia9MNc"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 657.7372261370186, "y": 787.4958688896808, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0163, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "ujOOxia9MNc", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Selat Hormuz Membara, Ke Mana Arah Nilai Tukar Rupiah Kita? | THE EDITORIAL\n\nDeskripsi:\nKondisi geopolitik global terkait perang Amerika Serikat dan Iran belum juga menunjukkan sinyal-sinyal perdamaian. Hal ini membuat harga minyak dunia semakin melambung, yang mau tak mau juga berpengaruh besar terhadap nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara-negara lain. Tak terkecuali nilai tukar rupiah, yang dalam beberapa waktu terakhir terus tertekan ke level terendah. Lalu, akan ke manakah arah pergerakan nilai tukar tersebut selanjutnya?\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "ujOOxia9MNc"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 786.9034843944795, "y": 862.1570608173912, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0163, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "ujOOxia9MNc", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Selat Hormuz Membara, Ke Mana Arah Nilai Tukar Rupiah Kita? | THE EDITORIAL\n\nDeskripsi:\nKondisi geopolitik global terkait perang Amerika Serikat dan Iran belum juga menunjukkan sinyal-sinyal perdamaian. Hal ini membuat harga minyak dunia semakin melambung, yang mau tak mau juga berpengaruh besar terhadap nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara-negara lain. Tak terkecuali nilai tukar rupiah, yang dalam beberapa waktu terakhir terus tertekan ke level terendah. Lalu, akan ke manakah arah pergerakan nilai tukar tersebut selanjutnya?\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "ujOOxia9MNc"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 457.88045988487056, "y": 894.0962822444901, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0163, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "ujOOxia9MNc", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Selat Hormuz Membara, Ke Mana Arah Nilai Tukar Rupiah Kita? | THE EDITORIAL\n\nDeskripsi:\nKondisi geopolitik global terkait perang Amerika Serikat dan Iran belum juga menunjukkan sinyal-sinyal perdamaian. Hal ini membuat harga minyak dunia semakin melambung, yang mau tak mau juga berpengaruh besar terhadap nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara-negara lain. Tak terkecuali nilai tukar rupiah, yang dalam beberapa waktu terakhir terus tertekan ke level terendah. Lalu, akan ke manakah arah pergerakan nilai tukar tersebut selanjutnya?\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "ujOOxia9MNc"}}, {"key": "@SummitMetals", "attributes": {"label": "@SummitMetals", "x": 716.9920163429472, "y": 254.5069581715148, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "oehb-S2kiAE", "id": "@SummitMetals", "source": "youtube-000001", "content": "Mereka Menggunakan Perang Ini Untuk Menggantikan Dolar\n\nUnduh PDF: https://summit-metals.myklpages.com/l...\n\nAda sesuatu yang terasa tidak beres di pasar, dengan berita yang seringkali memicu reaksi yang tidak terduga. Video ini menawarkan wawasan pasar tentang mengapa ekonomi berperilaku seperti ini, khususnya bagaimana fluktuasi harga minyak memengaruhi dolar AS. Kami juga membahas aturan 60 tahun untuk suku bunga dan harga emas, sentimen konsumen yang mencapai titik terendah, dan apa arti semua ini untuk potensi resesi.\n\nBab\n0:00 – Perasaan yang tidak bisa dihilangkan siapa pun saat ini\n1:47 – Imbal hasil riil bergerak. Inilah artinya.\n3:54 – The Fed terjebak dan pihak jangka panjang mengetahuinya\n7:13 – Sentimen menunjukkan sesuatu yang penting\n9:37 – Minyak dan dolar menceritakan kisah yang sama\n11:33 – Pola dari 65 tahun. Setelah Anda melihatnya, Anda tidak bisa melupakannya.\n\nBerlangganan untuk konten penumpukan mingguan:\nSitus web: https://summitmetals.com/\nInstagram: Summit_Metals\nTwitter: \n\nLayanan Summit Metals lainnya:\nInvestasi Otomatis: https://summitmetals.com/pages/subscr...\nPenyimpanan: https://summitmetals.com/pages/deposi...\nJual Logam Anda: https://summitmetals.com/pages/sell-t...\n\nPERINGATAN: Episode direkam sebelumnya dan mungkin tidak mencerminkan informasi pasar terbaru. Konten ini hanya untuk tujuan informasi—keputusan keuangan Anda adalah milik Anda! Summit Metals tidak bertanggung jawab atas tindakan yang diambil berdasarkan isi video ini. Tetap terinformasi, tetap cerdas, dan selamat menumpuk!\n\n#pembaruanpasar #emas #perak", "post_id": "oehb-S2kiAE"}}, {"key": "Summit_Metals", "attributes": {"label": "Summit_Metals", "x": 19.64985776413386, "y": 61.61803733369575, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.9843, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oehb-S2kiAE", "id": "Summit_Metals", "source": "youtube-000001", "content": "Mereka Menggunakan Perang Ini Untuk Menggantikan Dolar\n\nUnduh PDF: https://summit-metals.myklpages.com/l...\n\nAda sesuatu yang terasa tidak beres di pasar, dengan berita yang seringkali memicu reaksi yang tidak terduga. Video ini menawarkan wawasan pasar tentang mengapa ekonomi berperilaku seperti ini, khususnya bagaimana fluktuasi harga minyak memengaruhi dolar AS. Kami juga membahas aturan 60 tahun untuk suku bunga dan harga emas, sentimen konsumen yang mencapai titik terendah, dan apa arti semua ini untuk potensi resesi.\n\nBab\n0:00 – Perasaan yang tidak bisa dihilangkan siapa pun saat ini\n1:47 – Imbal hasil riil bergerak. Inilah artinya.\n3:54 – The Fed terjebak dan pihak jangka panjang mengetahuinya\n7:13 – Sentimen menunjukkan sesuatu yang penting\n9:37 – Minyak dan dolar menceritakan kisah yang sama\n11:33 – Pola dari 65 tahun. Setelah Anda melihatnya, Anda tidak bisa melupakannya.\n\nBerlangganan untuk konten penumpukan mingguan:\nSitus web: https://summitmetals.com/\nInstagram: Summit_Metals\nTwitter: \n\nLayanan Summit Metals lainnya:\nInvestasi Otomatis: https://summitmetals.com/pages/subscr...\nPenyimpanan: https://summitmetals.com/pages/deposi...\nJual Logam Anda: https://summitmetals.com/pages/sell-t...\n\nPERINGATAN: Episode direkam sebelumnya dan mungkin tidak mencerminkan informasi pasar terbaru. Konten ini hanya untuk tujuan informasi—keputusan keuangan Anda adalah milik Anda! Summit Metals tidak bertanggung jawab atas tindakan yang diambil berdasarkan isi video ini. Tetap terinformasi, tetap cerdas, dan selamat menumpuk!\n\n#pembaruanpasar #emas #perak", "post_id": "oehb-S2kiAE"}}, {"key": "@Firstpost", "attributes": {"label": "@Firstpost", "x": 894.4684333764045, "y": 245.49584490280685, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "27d4wscxQVY", "id": "@Firstpost", "source": "youtube-000001", "content": "Dari Paspor Hingga Uang Kertas: Obsesi Rebranding Trump Melanda Amerika | Firstpost America | N18G\n\nDonald Trump menempatkan nama dan wajahnya pada lembaga-lembaga Amerika dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Paspor AS edisi terbatas yang menampilkan potret Trump akan diterbitkan musim panas ini untuk menandai peringatan 250 tahun Amerika. Tanda tangannya akan muncul di uang kertas dolar AS — pertama kalinya tanda tangan presiden yang sedang menjabat muncul di mata uang Amerika. Koin satu dolar dengan wajahnya sedang dicetak. Namanya telah ditambahkan ke Kennedy Center. Kapal perang kelas Trump sedang dibangun. Wajahnya muncul di gedung-gedung federal, kartu masuk taman nasional, dan situs web obat resep pemerintah yang disebut TrumpRx.gov. Para kritikus mengatakan langkah-langkah tersebut sama saja dengan menempatkan merek pribadi satu orang pada lembaga-lembaga yang menjadi milik semua warga Amerika.\n\nDonald Trump | Paspor Trump | Firstpost America | Cary Johnston | Perang | Geopolitik | Ekonomi Global | Firstpost | Berita Dunia | Berita Terbaru | Berita Global | Berita Internasional | Berita Terkini\n\n#washingtondc #donaldtrump #firstpostamerica #caryjohnston #perang #geopolitik #ekonomi #firstpost #berita dunia #berita terbaru #berita global #berita internasional #berita terkini\n\nFirstpost adalah situs berita dan media India. Dapatkan semua opini tajam, analisis mendalam, dan cerita visual lainnya yang penting bagi Anda dan dunia di sini, di saluran ini.\n\nBerlangganan saluran Firstpost dan tekan ikon lonceng untuk mendapatkan pemberitahuan saat kami siaran langsung.\n\n   /    \n\n\nIkuti Firstpost di Instagram:\n  / firstpost   \n\n\nIkuti Pos Pertama di Facebook:\n  / firstpostin   \n\n\nIkuti Firstpost di X:\n  / firstpost   \n\n\nIkuti Firstpost di WhatsApp:\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...", "post_id": "27d4wscxQVY"}}, {"key": "firstpost", "attributes": {"label": "firstpost", "x": 935.6148083250856, "y": 835.130330486189, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.9843, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "27d4wscxQVY", "id": "firstpost", "source": "youtube-000001", "content": "Dari Paspor Hingga Uang Kertas: Obsesi Rebranding Trump Melanda Amerika | Firstpost America | N18G\n\nDonald Trump menempatkan nama dan wajahnya pada lembaga-lembaga Amerika dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Paspor AS edisi terbatas yang menampilkan potret Trump akan diterbitkan musim panas ini untuk menandai peringatan 250 tahun Amerika. Tanda tangannya akan muncul di uang kertas dolar AS — pertama kalinya tanda tangan presiden yang sedang menjabat muncul di mata uang Amerika. Koin satu dolar dengan wajahnya sedang dicetak. Namanya telah ditambahkan ke Kennedy Center. Kapal perang kelas Trump sedang dibangun. Wajahnya muncul di gedung-gedung federal, kartu masuk taman nasional, dan situs web obat resep pemerintah yang disebut TrumpRx.gov. Para kritikus mengatakan langkah-langkah tersebut sama saja dengan menempatkan merek pribadi satu orang pada lembaga-lembaga yang menjadi milik semua warga Amerika.\n\nDonald Trump | Paspor Trump | Firstpost America | Cary Johnston | Perang | Geopolitik | Ekonomi Global | Firstpost | Berita Dunia | Berita Terbaru | Berita Global | Berita Internasional | Berita Terkini\n\n#washingtondc #donaldtrump #firstpostamerica #caryjohnston #perang #geopolitik #ekonomi #firstpost #berita dunia #berita terbaru #berita global #berita internasional #berita terkini\n\nFirstpost adalah situs berita dan media India. Dapatkan semua opini tajam, analisis mendalam, dan cerita visual lainnya yang penting bagi Anda dan dunia di sini, di saluran ini.\n\nBerlangganan saluran Firstpost dan tekan ikon lonceng untuk mendapatkan pemberitahuan saat kami siaran langsung.\n\n   /    \n\n\nIkuti Firstpost di Instagram:\n  / firstpost   \n\n\nIkuti Pos Pertama di Facebook:\n  / firstpostin   \n\n\nIkuti Firstpost di X:\n  / firstpost   \n\n\nIkuti Firstpost di WhatsApp:\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...", "post_id": "27d4wscxQVY"}}, {"key": "@BullionInvestors", "attributes": {"label": "@BullionInvestors", "x": 146.62171415530267, "y": 324.4237039903116, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "6JW8UtDlHWw", "id": "@BullionInvestors", "source": "youtube-000001", "content": "Jika Anda memiliki EMAS atau PERAK, Anda HANYA punya beberapa hari untuk bertindak... TONTON INI...\n\nDavid Hunter berpendapat bahwa emas dan perak saat ini berperilaku lebih seperti aset yang berisiko tinggi, mengikuti sentimen pasar saham dengan cermat daripada pendorong tradisional seperti inflasi atau minyak. Setelah reli yang kuat pada bulan Januari, kedua logam tersebut mengalami penurunan tajam pada bulan Februari dan pelemahan lebih lanjut selama ketegangan geopolitik, yang mencerminkan pergeseran yang lebih luas ke perilaku yang menghindari risiko. Meskipun ekuitas telah pulih lebih cepat sejak saat itu, logam masih membangun kembali momentum karena kepercayaan investor tetap berhati-hati. Terlepas dari keraguan ini, David Hunter percaya bahwa emas dan perak kemungkinan akan mencapai level tertinggi baru pada kuartal ini seiring dengan stabilnya kondisi dan membaiknya sentimen.\n\n------------------------------------\nSumber:\n   • 🔴 The Iran War Just Changed David Hunter's...   \n \n------------------------------------\nSelamat datang di Bullion Investors – Tempat Logam Mulia Bertemu Kekuatan!\nEmas dan perak memasuki fase kritis seiring dengan mulai berubahnya sistem keuangan global. Dalam video ini, kami menguraikan perkiraan harga emas dan prediksi harga perak untuk tahun 2026, menganalisis bagaimana ekspansi BRICS dan de-dolarisasi berdampak pada dolar AS, dan menjelaskan mengapa bank sentral secara agresif membeli emas.\nKarena inflasi, utang, dan tekanan suku bunga terus melemahkan ekonomi AS, investor beralih ke logam mulia sebagai lindung nilai yang aman. Kami juga membahas manipulasi perak COMEX, kesenjangan yang semakin besar antara emas kertas dan emas fisik, dan apa artinya bagi investor jangka panjang.\nAkankah dolar AS kehilangan dominasinya? Bisakah emas mencapai rekor tertinggi baru? Apakah perak masih undervalued menjelang tahun 2026? Video ini memberikan analisis makroekonomi, tren pasar, dan proyeksi harga realistis yang Anda butuhkan untuk memahami masa depan emas dan perak.\n📅 Video baru diunggah setiap hari – Tetap konsisten, tetap terinformasi.\n🔔 Berlangganan sekarang dan bergabunglah dengan komunitas global di mana nilai bertemu wawasan dan setiap investor dapat berpikir dan bertindak seperti seorang profesional.\n\n------------------------------------\n#davidhunter #gold #goldpriceprediction #silverprice #silverpriceupdate #silverburst #silverprice analysis #silverprices #silverpriceforecast #silverpriceprediction #silverprice2026 #silverpricetoday #silverprediction #silver analysis #silverstacking #preciousmetals #preciousmetalprice #preciousmetalsmarket #preciousmetalsinvestment #preciousmetalschannel #preciousmetal #preciousmetalsmarket #goldprice #goldpriceprediction #goldpricetoday #goldpricetodaypergram #goldpriceupdate#bullioninvestors\n\nMenampilkan wawasan dari para pemimpin pasar seperti:\n#AndySchectman #DavidHunter #DavidMorgan #RobertKiyosaki #GeraldCelente #PeterSchiff #AndrewMaguire #AlasdairMacLeod #RafiFarber #MarioInnecco #KitcoNews #WarrenBuffett #GarethSoloway\n------------------------------------\n👉 PENAFIAN KEUANGAN\nSaluran ini membagikan konten edukatif dan komentar ahli tentang logam mulia. Kami tidak memberikan nasihat keuangan. Selalu konsultasikan dengan penasihat berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum membuat keputusan keuangan.\n🎥 PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR\nPasal 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976 mengizinkan \"penggunaan wajar\" untuk hal-hal seperti penelitian, pengajaran, beasiswa, pelaporan berita, kritik, dan komentar. Penggunaan yang mungkin melanggar hukum tetapi diizinkan berdasarkan undang-undang hak cipta dikenal sebagai penggunaan wajar. Tujuan pribadi, pendidikan, atau nirlaba memiringkan timbangan ke arah penggunaan wajar.\n\n1) Karya asli tidak terpengaruh secara negatif oleh video ini. (Bahkan, itu akan menguntungkan mereka.)\n2) Video ini juga berfungsi sebagai alat instruksional dan motivasi. (Tujuan Instruksional)\n3) Sifatnya tidak transformatif.\n\n4) Jika diperlukan, kami hanya menggunakan cuplikan singkat dari video untuk menyampaikan poin-poin kami.\n5) Untuk memperjelas, kami tidak bermaksud melanggar hak pemilik hak cipta.\n6) Konten ini hanya digunakan untuk tujuan penelitian, peninjauan, dan pengajaran yang semuanya tercakup dalam hukum \"Penggunaan Wajar\".\n7) Cuplikan video: perjanjian lisensi digunakan untuk semua cuplikan video.\n8) Analisis: Bagan dan grafik yang digunakan dalam video berasal dari sumber otentik seperti Tradingview, Kitco, Tradingeconomics: tidak diedit atau dibuat sendiri.\n9) Video mencakup analisis pasar yang dijelaskan menggunakan narasi yang dihasilkan AI.\n10) Perlu diingat bahwa video ini berisi pernyataan yang berorientasi ke masa depan. Ini bukan fakta sejarah, melainkan prediksi berdasarkan asumsi. Hasil aktual mungkin berbeda karena berbagai risiko dan ketidakpastian.", "post_id": "6JW8UtDlHWw"}}, {"key": "capitalcosm", "attributes": {"label": "capitalcosm", "x": 542.514595662313, "y": 446.91300176448124, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8527, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "6JW8UtDlHWw", "id": "capitalcosm", "source": "youtube-000001", "content": "Jika Anda memiliki EMAS atau PERAK, Anda HANYA punya beberapa hari untuk bertindak... TONTON INI...\n\nDavid Hunter berpendapat bahwa emas dan perak saat ini berperilaku lebih seperti aset yang berisiko tinggi, mengikuti sentimen pasar saham dengan cermat daripada pendorong tradisional seperti inflasi atau minyak. Setelah reli yang kuat pada bulan Januari, kedua logam tersebut mengalami penurunan tajam pada bulan Februari dan pelemahan lebih lanjut selama ketegangan geopolitik, yang mencerminkan pergeseran yang lebih luas ke perilaku yang menghindari risiko. Meskipun ekuitas telah pulih lebih cepat sejak saat itu, logam masih membangun kembali momentum karena kepercayaan investor tetap berhati-hati. Terlepas dari keraguan ini, David Hunter percaya bahwa emas dan perak kemungkinan akan mencapai level tertinggi baru pada kuartal ini seiring dengan stabilnya kondisi dan membaiknya sentimen.\n\n------------------------------------\nSumber:\n   • 🔴 The Iran War Just Changed David Hunter's...   \n \n------------------------------------\nSelamat datang di Bullion Investors – Tempat Logam Mulia Bertemu Kekuatan!\nEmas dan perak memasuki fase kritis seiring dengan mulai berubahnya sistem keuangan global. Dalam video ini, kami menguraikan perkiraan harga emas dan prediksi harga perak untuk tahun 2026, menganalisis bagaimana ekspansi BRICS dan de-dolarisasi berdampak pada dolar AS, dan menjelaskan mengapa bank sentral secara agresif membeli emas.\nKarena inflasi, utang, dan tekanan suku bunga terus melemahkan ekonomi AS, investor beralih ke logam mulia sebagai lindung nilai yang aman. Kami juga membahas manipulasi perak COMEX, kesenjangan yang semakin besar antara emas kertas dan emas fisik, dan apa artinya bagi investor jangka panjang.\nAkankah dolar AS kehilangan dominasinya? Bisakah emas mencapai rekor tertinggi baru? Apakah perak masih undervalued menjelang tahun 2026? Video ini memberikan analisis makroekonomi, tren pasar, dan proyeksi harga realistis yang Anda butuhkan untuk memahami masa depan emas dan perak.\n📅 Video baru diunggah setiap hari – Tetap konsisten, tetap terinformasi.\n🔔 Berlangganan sekarang dan bergabunglah dengan komunitas global di mana nilai bertemu wawasan dan setiap investor dapat berpikir dan bertindak seperti seorang profesional.\n\n------------------------------------\n#davidhunter #gold #goldpriceprediction #silverprice #silverpriceupdate #silverburst #silverprice analysis #silverprices #silverpriceforecast #silverpriceprediction #silverprice2026 #silverpricetoday #silverprediction #silver analysis #silverstacking #preciousmetals #preciousmetalprice #preciousmetalsmarket #preciousmetalsinvestment #preciousmetalschannel #preciousmetal #preciousmetalsmarket #goldprice #goldpriceprediction #goldpricetoday #goldpricetodaypergram #goldpriceupdate#bullioninvestors\n\nMenampilkan wawasan dari para pemimpin pasar seperti:\n#AndySchectman #DavidHunter #DavidMorgan #RobertKiyosaki #GeraldCelente #PeterSchiff #AndrewMaguire #AlasdairMacLeod #RafiFarber #MarioInnecco #KitcoNews #WarrenBuffett #GarethSoloway\n------------------------------------\n👉 PENAFIAN KEUANGAN\nSaluran ini membagikan konten edukatif dan komentar ahli tentang logam mulia. Kami tidak memberikan nasihat keuangan. Selalu konsultasikan dengan penasihat berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum membuat keputusan keuangan.\n🎥 PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR\nPasal 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976 mengizinkan \"penggunaan wajar\" untuk hal-hal seperti penelitian, pengajaran, beasiswa, pelaporan berita, kritik, dan komentar. Penggunaan yang mungkin melanggar hukum tetapi diizinkan berdasarkan undang-undang hak cipta dikenal sebagai penggunaan wajar. Tujuan pribadi, pendidikan, atau nirlaba memiringkan timbangan ke arah penggunaan wajar.\n\n1) Karya asli tidak terpengaruh secara negatif oleh video ini. (Bahkan, itu akan menguntungkan mereka.)\n2) Video ini juga berfungsi sebagai alat instruksional dan motivasi. (Tujuan Instruksional)\n3) Sifatnya tidak transformatif.\n\n4) Jika diperlukan, kami hanya menggunakan cuplikan singkat dari video untuk menyampaikan poin-poin kami.\n5) Untuk memperjelas, kami tidak bermaksud melanggar hak pemilik hak cipta.\n6) Konten ini hanya digunakan untuk tujuan penelitian, peninjauan, dan pengajaran yang semuanya tercakup dalam hukum \"Penggunaan Wajar\".\n7) Cuplikan video: perjanjian lisensi digunakan untuk semua cuplikan video.\n8) Analisis: Bagan dan grafik yang digunakan dalam video berasal dari sumber otentik seperti Tradingview, Kitco, Tradingeconomics: tidak diedit atau dibuat sendiri.\n9) Video mencakup analisis pasar yang dijelaskan menggunakan narasi yang dihasilkan AI.\n10) Perlu diingat bahwa video ini berisi pernyataan yang berorientasi ke masa depan. Ini bukan fakta sejarah, melainkan prediksi berdasarkan asumsi. Hasil aktual mungkin berbeda karena berbagai risiko dan ketidakpastian.", "post_id": "6JW8UtDlHWw"}}, {"key": "@wit_reach", "attributes": {"label": "@wit_reach", "x": 890.3134450698959, "y": 612.3387443139366, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "VyyCAN6PNzY", "id": "@wit_reach", "source": "youtube-000001", "content": "Akhir dari SWIFT: Bagaimana RBI Membunuh Dolar AS | Wit Reach\n\nApakah monopoli global Dolar AS akhirnya akan berakhir?\n\nSementara berita utama berfokus pada pemilihan umum, Bank Sentral India (RBI) diam-diam membangun jaringan kekuatan keuangan baru yang melewati sistem SWIFT yang telah berusia puluhan tahun. Dalam video ini, kita akan membahas proyek mBridge dan Rupee Digital, sebuah revolusi yang membawa kita menuju \"UPI-ifikasi\" perdagangan global.\n\nKita akan menganalisis \"Pajak Tersembunyi\" yang telah menguras perekonomian India selama bertahun-tahun, termasuk melihat secara nyata bagaimana perdagangan internasional senilai $50.000 kehilangan lebih dari ₹1 Lakh dalam biaya tersembunyi dan biaya konversi melalui sistem saat ini.\n\nDalam video ini, Anda akan mempelajari:\nMengapa sistem SWIFT bertindak sebagai senjata geopolitik.\n\nBagaimana mBridge menciptakan jaringan yang datar, memangkas waktu penyelesaian dari 3 hari menjadi 3 detik.\nKepastian matematis di balik perkiraan $1 = ₹3.\nData terbaru menunjukkan 30 negara menandatangani MoU untuk melewati SWIFT.\n\nJembatan telah dibangun. Akankah Anda menjadi orang yang menyeberanginya, atau akankah Anda tertinggal dalam sistem lama?\n\nBab Video (Kode Waktu) ⏳\n\n0:00 Revolusi Digital yang Senyap\n0:20 Apa itu SWIFT? Saklar Utama Global\n0:48 Deklarasi Kemerdekaan Keuangan India\n1:12 Pajak Tersembunyi yang Menguras Ekonomi India\n1:35 Studi Kasus: Masalah Perdagangan $50.000\n2:26 Bagaimana Monopoli SWIFT Mengontrol Uang Anda\n2:35 mBridge: Solusi Pengganti Dolar\n2:50 Cara Kerja mBridge: Uni Pabean Digital\n3:10 \"UPI-fikasi\" Perdagangan Global\n3:44 Mengapa Ini Penting bagi Pengusaha & Investor\n4:24 Apakah $1 = ₹3 Benar-Benar Mungkin?\n\n4:47 Bukti: MoU Historis & Data Global\n5:18 Bergabunglah dengan Skilllab di WitReach.com\n\nSumber Daya yang Disebutkan:\n\nBergabunglah dengan Skilllab: https://witreach.com\nPostingan Blog: https://blog.witreach.com/rbi-digital...\nJelajahi Dope Style: https://dopestyle.in\n\nSumber Data:\n\nBank Sentral India (RBI)\nDepartemen Keuangan AS\nBank for International Settlements (Proyek mBridge)\n\n#dedollarization #digitalrupee #rbi #mbridge #finance #indianeconomy #swift #skilllab #witreach\n_______________________________________________________________\nTemukan Lebih Banyak dengan Wit Reach!\nTetap terhubung dan jelajahi semua yang ditawarkan Wit Reach. Dari wawasan akademis hingga sumber daya pengembangan keterampilan dan pembelajaran anak-anak, kami hadir untuk mendukung perjalanan setiap pembelajar.\n\nSaluran YouTube Wit Reach\n🔹 Wit Reach (Akademik):    /   \n🔹 *Wit Reach Juniors*:    /   \n\nGabung Bersama Kami di WhatsApp\n🔹 Ikuti saluran Wit Reach di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VafJ...\n\nIkuti Kami di Media Sosial\n📸 *Instagram*:   / wit_reach  \n📘 *Facebook*: https://www.facebook.com/profile.php?...\n🐦 *X*: https://x.com/wit_reach\n🔗 *LinkedIn*:   / wit-reach  \n\nPembelajaran Lebih Lanjut dengan Wit Reach\n🌐 *Halaman Bio*: https://lynko.in/wrbio\n📝 *Blog*: https://blog.witreach.com/\n🏫 *Situs Web*: https://witreach.com/\n\nIkon Dari\nIkon WhatsApp: www.flaticon.com/free-icons/whatsapp\n\n🔔 Jangan lupa untuk mengikuti, berlangganan, dan mengaktifkan notifikasi agar Anda tidak pernah melewatkan konten dan pembaruan baru. Mari kita jadikan pembelajaran menyenangkan dan menginspirasi bersama!\n\n_______________________________________________________________", "post_id": "VyyCAN6PNzY"}}, {"key": "wit_reach", "attributes": {"label": "wit_reach", "x": 120.47048317566245, "y": 335.7887024190397, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8527, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "VyyCAN6PNzY", "id": "wit_reach", "source": "youtube-000001", "content": "Akhir dari SWIFT: Bagaimana RBI Membunuh Dolar AS | Wit Reach\n\nApakah monopoli global Dolar AS akhirnya akan berakhir?\n\nSementara berita utama berfokus pada pemilihan umum, Bank Sentral India (RBI) diam-diam membangun jaringan kekuatan keuangan baru yang melewati sistem SWIFT yang telah berusia puluhan tahun. Dalam video ini, kita akan membahas proyek mBridge dan Rupee Digital, sebuah revolusi yang membawa kita menuju \"UPI-ifikasi\" perdagangan global.\n\nKita akan menganalisis \"Pajak Tersembunyi\" yang telah menguras perekonomian India selama bertahun-tahun, termasuk melihat secara nyata bagaimana perdagangan internasional senilai $50.000 kehilangan lebih dari ₹1 Lakh dalam biaya tersembunyi dan biaya konversi melalui sistem saat ini.\n\nDalam video ini, Anda akan mempelajari:\nMengapa sistem SWIFT bertindak sebagai senjata geopolitik.\n\nBagaimana mBridge menciptakan jaringan yang datar, memangkas waktu penyelesaian dari 3 hari menjadi 3 detik.\nKepastian matematis di balik perkiraan $1 = ₹3.\nData terbaru menunjukkan 30 negara menandatangani MoU untuk melewati SWIFT.\n\nJembatan telah dibangun. Akankah Anda menjadi orang yang menyeberanginya, atau akankah Anda tertinggal dalam sistem lama?\n\nBab Video (Kode Waktu) ⏳\n\n0:00 Revolusi Digital yang Senyap\n0:20 Apa itu SWIFT? Saklar Utama Global\n0:48 Deklarasi Kemerdekaan Keuangan India\n1:12 Pajak Tersembunyi yang Menguras Ekonomi India\n1:35 Studi Kasus: Masalah Perdagangan $50.000\n2:26 Bagaimana Monopoli SWIFT Mengontrol Uang Anda\n2:35 mBridge: Solusi Pengganti Dolar\n2:50 Cara Kerja mBridge: Uni Pabean Digital\n3:10 \"UPI-fikasi\" Perdagangan Global\n3:44 Mengapa Ini Penting bagi Pengusaha & Investor\n4:24 Apakah $1 = ₹3 Benar-Benar Mungkin?\n\n4:47 Bukti: MoU Historis & Data Global\n5:18 Bergabunglah dengan Skilllab di WitReach.com\n\nSumber Daya yang Disebutkan:\n\nBergabunglah dengan Skilllab: https://witreach.com\nPostingan Blog: https://blog.witreach.com/rbi-digital...\nJelajahi Dope Style: https://dopestyle.in\n\nSumber Data:\n\nBank Sentral India (RBI)\nDepartemen Keuangan AS\nBank for International Settlements (Proyek mBridge)\n\n#dedollarization #digitalrupee #rbi #mbridge #finance #indianeconomy #swift #skilllab #witreach\n_______________________________________________________________\nTemukan Lebih Banyak dengan Wit Reach!\nTetap terhubung dan jelajahi semua yang ditawarkan Wit Reach. Dari wawasan akademis hingga sumber daya pengembangan keterampilan dan pembelajaran anak-anak, kami hadir untuk mendukung perjalanan setiap pembelajar.\n\nSaluran YouTube Wit Reach\n🔹 Wit Reach (Akademik):    /   \n🔹 *Wit Reach Juniors*:    /   \n\nGabung Bersama Kami di WhatsApp\n🔹 Ikuti saluran Wit Reach di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VafJ...\n\nIkuti Kami di Media Sosial\n📸 *Instagram*:   / wit_reach  \n📘 *Facebook*: https://www.facebook.com/profile.php?...\n🐦 *X*: https://x.com/wit_reach\n🔗 *LinkedIn*:   / wit-reach  \n\nPembelajaran Lebih Lanjut dengan Wit Reach\n🌐 *Halaman Bio*: https://lynko.in/wrbio\n📝 *Blog*: https://blog.witreach.com/\n🏫 *Situs Web*: https://witreach.com/\n\nIkon Dari\nIkon WhatsApp: www.flaticon.com/free-icons/whatsapp\n\n🔔 Jangan lupa untuk mengikuti, berlangganan, dan mengaktifkan notifikasi agar Anda tidak pernah melewatkan konten dan pembaruan baru. Mari kita jadikan pembelajaran menyenangkan dan menginspirasi bersama!\n\n_______________________________________________________________", "post_id": "VyyCAN6PNzY"}}, {"key": "witreachjuniors", "attributes": {"label": "witreachjuniors", "x": 30.944379685923007, "y": 928.0592540337892, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8527, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "VyyCAN6PNzY", "id": "witreachjuniors", "source": "youtube-000001", "content": "Akhir dari SWIFT: Bagaimana RBI Membunuh Dolar AS | Wit Reach\n\nApakah monopoli global Dolar AS akhirnya akan berakhir?\n\nSementara berita utama berfokus pada pemilihan umum, Bank Sentral India (RBI) diam-diam membangun jaringan kekuatan keuangan baru yang melewati sistem SWIFT yang telah berusia puluhan tahun. Dalam video ini, kita akan membahas proyek mBridge dan Rupee Digital, sebuah revolusi yang membawa kita menuju \"UPI-ifikasi\" perdagangan global.\n\nKita akan menganalisis \"Pajak Tersembunyi\" yang telah menguras perekonomian India selama bertahun-tahun, termasuk melihat secara nyata bagaimana perdagangan internasional senilai $50.000 kehilangan lebih dari ₹1 Lakh dalam biaya tersembunyi dan biaya konversi melalui sistem saat ini.\n\nDalam video ini, Anda akan mempelajari:\nMengapa sistem SWIFT bertindak sebagai senjata geopolitik.\n\nBagaimana mBridge menciptakan jaringan yang datar, memangkas waktu penyelesaian dari 3 hari menjadi 3 detik.\nKepastian matematis di balik perkiraan $1 = ₹3.\nData terbaru menunjukkan 30 negara menandatangani MoU untuk melewati SWIFT.\n\nJembatan telah dibangun. Akankah Anda menjadi orang yang menyeberanginya, atau akankah Anda tertinggal dalam sistem lama?\n\nBab Video (Kode Waktu) ⏳\n\n0:00 Revolusi Digital yang Senyap\n0:20 Apa itu SWIFT? Saklar Utama Global\n0:48 Deklarasi Kemerdekaan Keuangan India\n1:12 Pajak Tersembunyi yang Menguras Ekonomi India\n1:35 Studi Kasus: Masalah Perdagangan $50.000\n2:26 Bagaimana Monopoli SWIFT Mengontrol Uang Anda\n2:35 mBridge: Solusi Pengganti Dolar\n2:50 Cara Kerja mBridge: Uni Pabean Digital\n3:10 \"UPI-fikasi\" Perdagangan Global\n3:44 Mengapa Ini Penting bagi Pengusaha & Investor\n4:24 Apakah $1 = ₹3 Benar-Benar Mungkin?\n\n4:47 Bukti: MoU Historis & Data Global\n5:18 Bergabunglah dengan Skilllab di WitReach.com\n\nSumber Daya yang Disebutkan:\n\nBergabunglah dengan Skilllab: https://witreach.com\nPostingan Blog: https://blog.witreach.com/rbi-digital...\nJelajahi Dope Style: https://dopestyle.in\n\nSumber Data:\n\nBank Sentral India (RBI)\nDepartemen Keuangan AS\nBank for International Settlements (Proyek mBridge)\n\n#dedollarization #digitalrupee #rbi #mbridge #finance #indianeconomy #swift #skilllab #witreach\n_______________________________________________________________\nTemukan Lebih Banyak dengan Wit Reach!\nTetap terhubung dan jelajahi semua yang ditawarkan Wit Reach. Dari wawasan akademis hingga sumber daya pengembangan keterampilan dan pembelajaran anak-anak, kami hadir untuk mendukung perjalanan setiap pembelajar.\n\nSaluran YouTube Wit Reach\n🔹 Wit Reach (Akademik):    /   \n🔹 *Wit Reach Juniors*:    /   \n\nGabung Bersama Kami di WhatsApp\n🔹 Ikuti saluran Wit Reach di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VafJ...\n\nIkuti Kami di Media Sosial\n📸 *Instagram*:   / wit_reach  \n📘 *Facebook*: https://www.facebook.com/profile.php?...\n🐦 *X*: https://x.com/wit_reach\n🔗 *LinkedIn*:   / wit-reach  \n\nPembelajaran Lebih Lanjut dengan Wit Reach\n🌐 *Halaman Bio*: https://lynko.in/wrbio\n📝 *Blog*: https://blog.witreach.com/\n🏫 *Situs Web*: https://witreach.com/\n\nIkon Dari\nIkon WhatsApp: www.flaticon.com/free-icons/whatsapp\n\n🔔 Jangan lupa untuk mengikuti, berlangganan, dan mengaktifkan notifikasi agar Anda tidak pernah melewatkan konten dan pembaruan baru. Mari kita jadikan pembelajaran menyenangkan dan menginspirasi bersama!\n\n_______________________________________________________________", "post_id": "VyyCAN6PNzY"}}, {"key": "CommodityCulture", "attributes": {"label": "CommodityCulture", "x": 291.7855340403309, "y": 467.96256301131245, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8527, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "v61CgBMnTas", "id": "CommodityCulture", "source": "youtube-000001", "content": "$300 ATAU $500 PERAK? Anda Hanya Punya Beberapa Hari untuk Bersiap Menghadapi Apa yang Akan Datan...\n\nAlasdair Macleod berpendapat bahwa pasar perak sedang menuju krisis besar lainnya karena defisit pasokan yang berkepanjangan, yang kini memasuki tahun ketujuh, dengan perkiraan setinggi 300 juta ons. Pada saat yang sama, pengurangan pasokan, terutama dari Tiongkok, dan permintaan yang mendasarinya yang kuat memperketat pasar, yang dapat mendorong harga perak naik tajam ke kisaran $300-$500. Alasdair Macleod juga menghubungkan hal ini dengan kenaikan harga emas, menunjukkan bahwa kedua logam tersebut mencerminkan penurunan pesat daya beli dolar.\n\n------------------------------------\nSumber:\n   • China Importing RECORD Levels of SILVER, $...  \n\n------------------------------------\nSelamat datang di Bullion Investors – Tempat Logam Mulia Bertemu Kekuatan!\nEmas dan perak memasuki fase kritis seiring dengan mulai berubahnya sistem keuangan global. Dalam video ini, kami menguraikan perkiraan harga emas dan prediksi harga perak untuk tahun 2026, menganalisis bagaimana ekspansi BRICS dan de-dolarisasi berdampak pada dolar AS, dan menjelaskan mengapa bank sentral secara agresif membeli emas.\nKarena inflasi, utang, dan tekanan suku bunga terus melemahkan ekonomi AS, investor beralih ke logam mulia sebagai lindung nilai yang aman. Kami juga membahas manipulasi perak COMEX, kesenjangan yang semakin besar antara emas kertas dan emas fisik, dan apa artinya bagi investor jangka panjang.\nAkankah dolar AS kehilangan dominasinya? Bisakah emas mencapai rekor tertinggi baru? Apakah perak masih undervalued menjelang tahun 2026? Video ini memberikan analisis makroekonomi, tren pasar, dan proyeksi harga realistis yang Anda butuhkan untuk memahami masa depan emas dan perak.\n📅 Video baru diunggah setiap hari – Tetap konsisten, tetap terinformasi.\n🔔 Berlangganan sekarang dan bergabunglah dengan komunitas global di mana nilai bertemu wawasan dan setiap investor dapat berpikir dan bertindak seperti seorang profesional.\n\n------------------------------------\n#alasdairmacleod #hargaperak #updatehargaperak #emas #prediksihargaemas #ledakanperak #analisishargaperak #hargaperak #prakiraanhargaperak #prediksihargaperak #hargaperak2026 #hargaperakhariini #prediksiperak #analisisperak #penumpukanperak #logammulia #hargalogammulia #pasarlogammulia #investasilogammulia #saluranlogammulia #logammulia #pasarlogammulia #hargaemas #prediksihargaemas #hargaemashariini #hargaemashariinipergram #updatehargaemas #investoremasbullion\n\nMenampilkan wawasan dari para pemimpin pasar seperti:\n#AndySchectman #DavidHunter #DavidMorgan #RobertKiyosaki #GeraldCelente #PeterSchiff #AndrewMaguire #AlasdairMacLeod #RafiFarber #MarioInnecco #KitcoNews #WarrenBuffett #GarethSoloway\n------------------------------------\n👉 PENAFIAN KEUANGAN\nSaluran ini membagikan konten edukatif dan komentar ahli tentang logam mulia. Kami tidak memberikan nasihat keuangan. Selalu konsultasikan dengan penasihat berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum membuat keputusan keuangan.\n🎥 PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR\nBagian 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976 mengizinkan \"penggunaan wajar\" untuk hal-hal seperti penelitian, pengajaran, beasiswa, pelaporan berita, kritik, dan komentar. Penggunaan yang mungkin melanggar hukum tetapi diizinkan berdasarkan undang-undang hak cipta dikenal sebagai penggunaan wajar. Tujuan pribadi, pendidikan, atau nirlaba memiringkan timbangan ke arah penggunaan wajar.\n\n1) Karya asli tidak terpengaruh secara negatif oleh video ini. (Bahkan, itu akan menguntungkan mereka.)\n2) Video ini juga berfungsi sebagai alat instruksional dan motivasi. (Tujuan Pembelajaran)\n3) Sifatnya tidak transformatif.\n4) Jika diperlukan, kami hanya menggunakan cuplikan singkat dari video untuk menyampaikan poin-poin kami.\n5) Untuk memperjelas, kami tidak bermaksud melanggar hak pemilik hak cipta.\n6) Hanya untuk tujuan penelitian, peninjauan, dan pembelajaran yang semuanya tercakup dalam hukum \"Penggunaan Wajar\" yang dilakukan dengan konten tersebut.\n7) Cuplikan video: perjanjian lisensi digunakan untuk semua cuplikan video.\n8) Analisis: Bagan dan grafik yang digunakan dalam video berasal dari sumber otentik seperti Tradingview, Kitco, Tradingeconomics: tidak diedit atau dibuat sendiri.\n9) Video mencakup analisis pasar yang dijelaskan menggunakan narasi yang dihasilkan AI.\n10) Perlu diingat bahwa video ini berisi pernyataan yang berorientasi ke masa depan. Ini bukan fakta sejarah, melainkan prediksi berdasarkan asumsi. Hasil aktual mungkin berbeda karena berbagai risiko dan ketidakpastian.", "post_id": "v61CgBMnTas"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 213.03162691126886, "y": 891.1968620118014, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "llGIsGve2ls", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Solar Naik, Nelayan Pati Berhenti Melaut dan Pelelangan Ikan Terdampak\n\nJAWA TENGAH, KOMPAS.TV - Nelayan di Pati memilih tidak melaut karena mengaku tidak lagi mampu membeli bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional. Akibatnya, perahu-perahu nelayan teronggok di tepi laut.\n\nSejumlah nelayan mengaku harga solar yang mencapai Rp30.000 per liter, dari sebelumnya Rp17.000 per liter, sangat membebani mereka.\n\nKondisi ini membuat nelayan di Pati menghentikan aktivitas melaut, yang kemudian berdampak pada kegiatan pelelangan ikan yang turut berhenti beroperasi.\n\nPara nelayan berharap pemerintah segera memberikan solusi, mengingat sekitar 70 persen biaya operasional mereka bergantung pada BBM.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "llGIsGve2ls"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 457.6325650402896, "y": 446.0125980602008, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.9843, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "llGIsGve2ls", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Solar Naik, Nelayan Pati Berhenti Melaut dan Pelelangan Ikan Terdampak\n\nJAWA TENGAH, KOMPAS.TV - Nelayan di Pati memilih tidak melaut karena mengaku tidak lagi mampu membeli bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional. Akibatnya, perahu-perahu nelayan teronggok di tepi laut.\n\nSejumlah nelayan mengaku harga solar yang mencapai Rp30.000 per liter, dari sebelumnya Rp17.000 per liter, sangat membebani mereka.\n\nKondisi ini membuat nelayan di Pati menghentikan aktivitas melaut, yang kemudian berdampak pada kegiatan pelelangan ikan yang turut berhenti beroperasi.\n\nPara nelayan berharap pemerintah segera memberikan solusi, mengingat sekitar 70 persen biaya operasional mereka bergantung pada BBM.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "llGIsGve2ls"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 94.58412024307539, "y": 520.161305576496, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "0c9ZADwQydU", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Nelayan Pati Berhenti Melaut karena Tak Sanggup Beli Solar,  Pelelangan Ikan Terdampak\n\nJAWA TENGAH, KOMPAS.TV - Nelayan di Pati memilih tidak melaut karena mengaku tidak lagi mampu membeli bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional. Akibatnya, perahu-perahu nelayan teronggok di tepi laut.\n\nSejumlah nelayan mengaku harga solar yang mencapai Rp30.000 per liter, dari sebelumnya Rp17.000 per liter, sangat membebani mereka.\n\nKondisi ini membuat nelayan di Pati menghentikan aktivitas melaut, yang kemudian berdampak pada kegiatan pelelangan ikan yang turut berhenti beroperasi.\n\nPara nelayan berharap pemerintah segera memberikan solusi, mengingat sekitar 70 persen biaya operasional mereka bergantung pada BBM.\n\n#BBM #pati #jawatengah\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "0c9ZADwQydU"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 558.9950342045202, "y": 776.4868938084066, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.9843, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0c9ZADwQydU", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Nelayan Pati Berhenti Melaut karena Tak Sanggup Beli Solar,  Pelelangan Ikan Terdampak\n\nJAWA TENGAH, KOMPAS.TV - Nelayan di Pati memilih tidak melaut karena mengaku tidak lagi mampu membeli bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional. Akibatnya, perahu-perahu nelayan teronggok di tepi laut.\n\nSejumlah nelayan mengaku harga solar yang mencapai Rp30.000 per liter, dari sebelumnya Rp17.000 per liter, sangat membebani mereka.\n\nKondisi ini membuat nelayan di Pati menghentikan aktivitas melaut, yang kemudian berdampak pada kegiatan pelelangan ikan yang turut berhenti beroperasi.\n\nPara nelayan berharap pemerintah segera memberikan solusi, mengingat sekitar 70 persen biaya operasional mereka bergantung pada BBM.\n\n#BBM #pati #jawatengah\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "0c9ZADwQydU"}}, {"key": "@Schiffgold", "attributes": {"label": "@Schiffgold", "x": 981.0132256482461, "y": 192.04361801032866, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "AqghJp2MBoc", "id": "@Schiffgold", "source": "youtube-000001", "content": "Dolar Kehilangan Setiap Sen yang Diperolehnya dari Perang — Keretakan Mulai Terjadi\n\nDolar AS menghapus semua keuntungan dari perang, harga minyak kembali di atas $102, imbal hasil obligasi berada di 4,5%, dan saham pertambangan baru saja memberi Anda peluang pembelian terbaik tahun ini.\n\nHarga emas ditutup pada $4.612 minggu ini, sementara perak di $75,33, keduanya terus menurun karena perhatian investor beralih ke indeks saham yang mencapai rekor tertinggi. Saham pertambangan mengalami pukulan terberat dengan GDX turun 6,25% — sebuah peluang pembelian yang menurut Peter Schiff diciptakan oleh rasa puas diri yang sama yang mendahului setiap lonjakan harga emas yang signifikan.\n\nIndeks dolar AS jatuh ke 97,7, menghapus setiap sen yang diperoleh sejak perang Iran dimulai — sebuah pemulihan yang sangat lemah secara historis untuk mata uang yang seharusnya menjadi tempat berlindung yang aman. Harga minyak kembali naik di atas $102 sementara imbal hasil obligasi Treasury 30 tahun menyentuh 4,5%, menciptakan kembali kondisi yang persis sama yang memaksa Trump untuk membatalkan tarif Hari Pembebasan. Schiff mengulas kembali klaim Powell tentang 40 tahun inflasi terkendali, memecahnya dekade demi dekade untuk menunjukkan rata-rata CPI sebesar 5,5% pada tahun 80-an, 3% pada tahun 90-an, dan 2,6% pada tahun 2000-an — dengan hanya dekade pasca-krisis 2010-an yang mendekati target 2%. Ia juga menyoroti konferensi Bitcoin di mana Nakamoto, yang tahun lalu menjadi favorit, mengalami penurunan 99% antara konferensi, sementara tawaran \"kredit digital\" tahun ini bahkan lebih buruk daripada kredit subprime.\n\nBab:\n00:00 Selamat Datang dan Berlangganan\n00:25 Rekap Mingguan Emas dan Perak\n01:08 Saham Pertambangan dan Rekomendasi Dana\n02:00 Mengapa Emas Sedang Naik Sekarang\n03:14 Saham Tinggi, Imbal Hasil Minyak Meningkat\n06:27 Konferensi Pers Fed dan Keluarnya Powell\n10:05 Realitas Inflasi Pasokan Uang\n17:32 Defisit Utang dan Kegagalan Fed\n19:54 Tarif, Mobil, dan Stagflasi\n22:48 Strategi Bitcoin dan Pembahasan Ponzi\n24:30 Dolar Lemah, Obligasi terhadap Emas\n27:19 Target Emas dan Risiko Kripto\n29:15 Rekomendasi Beli dari Aplikasi Schiff Gold\n30:58 Kesimpulan dan Tempat untuk Mengikuti\n\nIkuti \nX:   / peterschiff  \nInstagram:   / peterschiff  \nTikTok:   / peterschiffofficial  \nFacebook:   / peterschiff  \n\nDapatkan lebih banyak emas & perak sekarang: https://www.schiffgold.com\n1-888-GOLD-160 (465-3160)\nBuka akun T Gold: https://www.tgold.com\nBuka akun terkelola: https://europac.com\nDengarkan The Peter Schiff Show: https://schiffradio.com\nIkuti saluran utama:    / peterschiff  \n\n#PeterSchiffShow #InvestasiEmas #RingkasanPasarJumat", "post_id": "AqghJp2MBoc"}}, {"key": "peterschiff", "attributes": {"label": "peterschiff", "x": 351.0072406405331, "y": 139.99886832913978, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.9843, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "AqghJp2MBoc", "id": "peterschiff", "source": "youtube-000001", "content": "Dolar Kehilangan Setiap Sen yang Diperolehnya dari Perang — Keretakan Mulai Terjadi\n\nDolar AS menghapus semua keuntungan dari perang, harga minyak kembali di atas $102, imbal hasil obligasi berada di 4,5%, dan saham pertambangan baru saja memberi Anda peluang pembelian terbaik tahun ini.\n\nHarga emas ditutup pada $4.612 minggu ini, sementara perak di $75,33, keduanya terus menurun karena perhatian investor beralih ke indeks saham yang mencapai rekor tertinggi. Saham pertambangan mengalami pukulan terberat dengan GDX turun 6,25% — sebuah peluang pembelian yang menurut Peter Schiff diciptakan oleh rasa puas diri yang sama yang mendahului setiap lonjakan harga emas yang signifikan.\n\nIndeks dolar AS jatuh ke 97,7, menghapus setiap sen yang diperoleh sejak perang Iran dimulai — sebuah pemulihan yang sangat lemah secara historis untuk mata uang yang seharusnya menjadi tempat berlindung yang aman. Harga minyak kembali naik di atas $102 sementara imbal hasil obligasi Treasury 30 tahun menyentuh 4,5%, menciptakan kembali kondisi yang persis sama yang memaksa Trump untuk membatalkan tarif Hari Pembebasan. Schiff mengulas kembali klaim Powell tentang 40 tahun inflasi terkendali, memecahnya dekade demi dekade untuk menunjukkan rata-rata CPI sebesar 5,5% pada tahun 80-an, 3% pada tahun 90-an, dan 2,6% pada tahun 2000-an — dengan hanya dekade pasca-krisis 2010-an yang mendekati target 2%. Ia juga menyoroti konferensi Bitcoin di mana Nakamoto, yang tahun lalu menjadi favorit, mengalami penurunan 99% antara konferensi, sementara tawaran \"kredit digital\" tahun ini bahkan lebih buruk daripada kredit subprime.\n\nBab:\n00:00 Selamat Datang dan Berlangganan\n00:25 Rekap Mingguan Emas dan Perak\n01:08 Saham Pertambangan dan Rekomendasi Dana\n02:00 Mengapa Emas Sedang Naik Sekarang\n03:14 Saham Tinggi, Imbal Hasil Minyak Meningkat\n06:27 Konferensi Pers Fed dan Keluarnya Powell\n10:05 Realitas Inflasi Pasokan Uang\n17:32 Defisit Utang dan Kegagalan Fed\n19:54 Tarif, Mobil, dan Stagflasi\n22:48 Strategi Bitcoin dan Pembahasan Ponzi\n24:30 Dolar Lemah, Obligasi terhadap Emas\n27:19 Target Emas dan Risiko Kripto\n29:15 Rekomendasi Beli dari Aplikasi Schiff Gold\n30:58 Kesimpulan dan Tempat untuk Mengikuti\n\nIkuti \nX:   / peterschiff  \nInstagram:   / peterschiff  \nTikTok:   / peterschiffofficial  \nFacebook:   / peterschiff  \n\nDapatkan lebih banyak emas & perak sekarang: https://www.schiffgold.com\n1-888-GOLD-160 (465-3160)\nBuka akun T Gold: https://www.tgold.com\nBuka akun terkelola: https://europac.com\nDengarkan The Peter Schiff Show: https://schiffradio.com\nIkuti saluran utama:    / peterschiff  \n\n#PeterSchiffShow #InvestasiEmas #RingkasanPasarJumat", "post_id": "AqghJp2MBoc"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "attributes": {"label": "@TribunnewsSurya", "x": 786.6618138778656, "y": 944.1514756231677, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "RUfLfWqeIJo", "id": "@TribunnewsSurya", "source": "youtube-000001", "content": "Berlayar Menuju Kepulauan Riau, Supertanker Iran yang Bawa Minyak Mentah Lolos dari Blokade AS\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nSURYA.CO.ID - Dilaporkan tanker raksasa Iran yang membawa pasokan minyak mentah hampir 220 juta dolar AS berhasil lolos dari blokade AS. \n\nSaat ini, tanker super Iran itu tengah berlayar menuju ke perairan Indonesia. \n\nKabar tersebut dilaporkan TankerTrackers, lembaga pemantau pergerakan kapal tanker, Minggu (3/5). \n\nDilaporkan, kapal itu sedang berlayar melalui Selat Lombok menuju ke wilayah Kepulauan Riau, Indonesia. \n\nKapal raksasa itu terakhir terlihat di lepas pantai Sri Lanka lebih dari seminggu yang lalu.\n\nDiketahui dari lembaga pemantau, tanker raksasa Iran itu belum memancarkan sinyal Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) sejak 20 Maret. \n\nMenurut data pemantauan, sinyal AIS kapal itu terakhir terdeteksi saat meninggalkan Selat Malaka dalam perjalanan menuju Iran.\n\nDiketahui dalam dunia pelayaran internasional, setiap kapal umumnya dilengkapi sistem pelacak bernama AIS.\n\nSistem itu berfungsi menampilkan posisi, identitas, dan tujuan kapal secara real time.\n\nTaktik ini diduga menjadi strategi Iran untuk tetap menjalankan ekspor minyak di tengah tekanan sanksi dan blokade dari Amerika Serikat.\n(Tribun-Video.com/ Adila Ulfa Muna Risna)\n\n\nhttps://www.timesnownews.com/world/mi...\n\nSELENGKAPNYA: https://video.tribunnews.com/view/932...\n\nEditor Video: Arifah Nur Shufiyatin\nUploader: Ghozi LuthfiRomadhon\n\n#viory \nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "RUfLfWqeIJo"}}, {"key": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "tribunnewssurya", "x": 575.7344037900556, "y": 600.952244553195, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8527, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "RUfLfWqeIJo", "id": "tribunnewssurya", "source": "youtube-000001", "content": "Berlayar Menuju Kepulauan Riau, Supertanker Iran yang Bawa Minyak Mentah Lolos dari Blokade AS\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nSURYA.CO.ID - Dilaporkan tanker raksasa Iran yang membawa pasokan minyak mentah hampir 220 juta dolar AS berhasil lolos dari blokade AS. \n\nSaat ini, tanker super Iran itu tengah berlayar menuju ke perairan Indonesia. \n\nKabar tersebut dilaporkan TankerTrackers, lembaga pemantau pergerakan kapal tanker, Minggu (3/5). \n\nDilaporkan, kapal itu sedang berlayar melalui Selat Lombok menuju ke wilayah Kepulauan Riau, Indonesia. \n\nKapal raksasa itu terakhir terlihat di lepas pantai Sri Lanka lebih dari seminggu yang lalu.\n\nDiketahui dari lembaga pemantau, tanker raksasa Iran itu belum memancarkan sinyal Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) sejak 20 Maret. \n\nMenurut data pemantauan, sinyal AIS kapal itu terakhir terdeteksi saat meninggalkan Selat Malaka dalam perjalanan menuju Iran.\n\nDiketahui dalam dunia pelayaran internasional, setiap kapal umumnya dilengkapi sistem pelacak bernama AIS.\n\nSistem itu berfungsi menampilkan posisi, identitas, dan tujuan kapal secara real time.\n\nTaktik ini diduga menjadi strategi Iran untuk tetap menjalankan ekspor minyak di tengah tekanan sanksi dan blokade dari Amerika Serikat.\n(Tribun-Video.com/ Adila Ulfa Muna Risna)\n\n\nhttps://www.timesnownews.com/world/mi...\n\nSELENGKAPNYA: https://video.tribunnews.com/view/932...\n\nEditor Video: Arifah Nur Shufiyatin\nUploader: Ghozi LuthfiRomadhon\n\n#viory \nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "RUfLfWqeIJo"}}, {"key": "@SignalFrontier1", "attributes": {"label": "@SignalFrontier1", "x": 74.47076026331001, "y": 849.3529499964044, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "aO45lVFmp3o", "id": "@SignalFrontier1", "source": "youtube-000001", "content": "China Membangun Jalur Kereta Api Sepanjang 10.400 km ke Iran Secara Diam-diam - AS Ketakutan!\n\nChina baru saja membangun jalur kereta api sepanjang 10.400 km ke Iran untuk menghindari Angkatan Laut AS dan membongkar dominasi Dolar AS. Revolusi senyap ini menciptakan jalur darat langsung melalui Eurasia, memangkas waktu perdagangan dari 40 hari menjadi hanya 15 hari. Dalam video ini, kami mengungkap \"tombol pemutus\" untuk abad Amerika yang tersembunyi di dalam proyek infrastruktur besar ini.\n\nMemangkas waktu perjalanan dari mimpi buruk laut selama 40 hari menjadi perjalanan darat singkat selama 15 hari, jalur kereta api ini menghubungkan pusat industri dunia langsung ke raksasa energi yang paling terisolasi: Iran. Tetapi ketika kita melihat melampaui kargo dan ke dalam pembukuan, kita menemukan sesuatu yang jauh lebih berbahaya bagi status quo—protokol \"tombol pemutus\" tersembunyi yang dirancang untuk membongkar dominasi global dolar AS. Dari \"Dilema Malaka\" hingga \"Stasiun Hantu\" berteknologi tinggi di stepa Kazakhstan, kita menyaksikan perubahan peta global secara langsung.\n\nYang Dibahas:\n🚂 Revolusi 15 Hari — Bagaimana Tiongkok merekayasa rute \"anti-bom\" sepanjang 10.400 km melalui \"Gurun Kematian\" untuk mencapai Teheran.\n\n🌊 Dilema Malaka — Mengapa 80% impor energi Tiongkok melewati satu \"arteri karotis\" sempit yang dapat ditutup oleh Angkatan Laut AS dalam hitungan minggu.\n\n💰 Tombol Pemutus Dolar — Penelusuran mendalam ke dalam \"buku besar\" dan bagaimana lingkaran perdagangan non-dolar diam-diam mengikis \"Hak Istimewa Berlebihan\" Amerika.\n\n🏔️ Jembatan Afghanistan — Mengapa Beijing mengubah \"Kuburan Kekaisaran\" menjadi pusat transit Jalur Sutra baru.\n\n🤖 Kereta Api Anti-Manusia — Lokomotif FXN3B berteknologi tinggi dan pertukaran gerbong otomatis yang dirancang untuk bertahan di dunia yang berada di bawah sanksi total.\n\n\n🧊 Gerakan Penjepit — Bagaimana \"Jalur Sutra Kutub\" dan \"Proyek 10\" membelah dunia menjadi dua dan mengubah Mediterania menjadi jalan belakang Tiongkok.\n\n-\n\nJika ini memberi Anda perspektif baru tentang mekanisme tersembunyi kekuatan global, tekan tombol suka dan berlangganan. Kami melacak pergeseran geopolitik yang diabaikan media arus utama.\n\nhttps://www.youtube.com/\n\n-\n\n💬 Tinggalkan komentar di bawah: Jika Anda harus bertaruh masa depan pada kelompok serang kapal induk AS di Selat Malaka atau kereta barang Tiongkok di gurun Iran, di mana Anda akan menaruh uang Anda? Laut memiliki sejarah, tetapi daratan memiliki momentum.\n\n-\n\n#Geopolitik #Tiongkok #Iran #Ekonomi #BeltAndRoad #DolarAS #SignalFrontier", "post_id": "aO45lVFmp3o"}}, {"key": "SignalFronti...", "attributes": {"label": "SignalFronti...", "x": 405.794120491801, "y": 878.5830247797088, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.9843, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "aO45lVFmp3o", "id": "SignalFronti...", "source": "youtube-000001", "content": "China Membangun Jalur Kereta Api Sepanjang 10.400 km ke Iran Secara Diam-diam - AS Ketakutan!\n\nChina baru saja membangun jalur kereta api sepanjang 10.400 km ke Iran untuk menghindari Angkatan Laut AS dan membongkar dominasi Dolar AS. Revolusi senyap ini menciptakan jalur darat langsung melalui Eurasia, memangkas waktu perdagangan dari 40 hari menjadi hanya 15 hari. Dalam video ini, kami mengungkap \"tombol pemutus\" untuk abad Amerika yang tersembunyi di dalam proyek infrastruktur besar ini.\n\nMemangkas waktu perjalanan dari mimpi buruk laut selama 40 hari menjadi perjalanan darat singkat selama 15 hari, jalur kereta api ini menghubungkan pusat industri dunia langsung ke raksasa energi yang paling terisolasi: Iran. Tetapi ketika kita melihat melampaui kargo dan ke dalam pembukuan, kita menemukan sesuatu yang jauh lebih berbahaya bagi status quo—protokol \"tombol pemutus\" tersembunyi yang dirancang untuk membongkar dominasi global dolar AS. Dari \"Dilema Malaka\" hingga \"Stasiun Hantu\" berteknologi tinggi di stepa Kazakhstan, kita menyaksikan perubahan peta global secara langsung.\n\nYang Dibahas:\n🚂 Revolusi 15 Hari — Bagaimana Tiongkok merekayasa rute \"anti-bom\" sepanjang 10.400 km melalui \"Gurun Kematian\" untuk mencapai Teheran.\n\n🌊 Dilema Malaka — Mengapa 80% impor energi Tiongkok melewati satu \"arteri karotis\" sempit yang dapat ditutup oleh Angkatan Laut AS dalam hitungan minggu.\n\n💰 Tombol Pemutus Dolar — Penelusuran mendalam ke dalam \"buku besar\" dan bagaimana lingkaran perdagangan non-dolar diam-diam mengikis \"Hak Istimewa Berlebihan\" Amerika.\n\n🏔️ Jembatan Afghanistan — Mengapa Beijing mengubah \"Kuburan Kekaisaran\" menjadi pusat transit Jalur Sutra baru.\n\n🤖 Kereta Api Anti-Manusia — Lokomotif FXN3B berteknologi tinggi dan pertukaran gerbong otomatis yang dirancang untuk bertahan di dunia yang berada di bawah sanksi total.\n\n\n🧊 Gerakan Penjepit — Bagaimana \"Jalur Sutra Kutub\" dan \"Proyek 10\" membelah dunia menjadi dua dan mengubah Mediterania menjadi jalan belakang Tiongkok.\n\n-\n\nJika ini memberi Anda perspektif baru tentang mekanisme tersembunyi kekuatan global, tekan tombol suka dan berlangganan. Kami melacak pergeseran geopolitik yang diabaikan media arus utama.\n\nhttps://www.youtube.com/\n\n-\n\n💬 Tinggalkan komentar di bawah: Jika Anda harus bertaruh masa depan pada kelompok serang kapal induk AS di Selat Malaka atau kereta barang Tiongkok di gurun Iran, di mana Anda akan menaruh uang Anda? Laut memiliki sejarah, tetapi daratan memiliki momentum.\n\n-\n\n#Geopolitik #Tiongkok #Iran #Ekonomi #BeltAndRoad #DolarAS #SignalFrontier", "post_id": "aO45lVFmp3o"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 921.2370544631265, "y": 312.9548662059721, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7212, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "f3wswZKYCr0", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "AWAS KIAMAT IHSG JUNI 2026?! 3 Skenario Sidang MSCI & Rahasia Durian Runtuh Saham Bank Raksasa!\n\nHalo Sobat Cerdas! Selamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas, tempatnya kita mengupas tuntas rahasia di balik pergerakan pasar modal. Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa arus dana asing (foreign inflow) bernilai triliunan Rupiah seolah tertahan dan enggan masuk ke bursa saham kita belakangan ini? Jawabannya ada pada status pembekuan sementara atau interim freeze dari MSCI!\n\nDi video kali ini, Wawasan Cerdas akan membongkar habis-habisan akar masalah di balik ancaman MSCI terhadap pasar saham Indonesia. Ternyata, investor institusional global sangat resah dengan masalah transparansi, kualitas free float (saham beredar riil), hingga tingginya angka High Shareholding Concentration (HSC) pada beberapa emiten raksasa seperti saham BREN. Ditambah lagi, kebijakan Papan Pemantauan Khusus dengan sistem Full Call Auction (FCA) membuat investor asing ketakutan karena hilangnya visibilitas antrean harga (blind order book).\n\nNamun, di balik ancaman downgrade indeks kita dari Emerging Market kembali menjadi Frontier Market pada evaluasi hidup-mati di Juni 2026 nanti, justru tersimpan peluang emas langka seumur hidup bagi Anda!\nApa saja yang akan kita bedah di video ini? \n🔥 3 Skenario Krusial Keputusan MSCI di Juni 2026: Mulai dari skenario pemulihan status (peluang 55%-65%), perpanjangan Status Quo, hingga skenario paling mengerikan yaitu Eksklusi Selektif yang bisa memicu badai margin call pada akun ritel lokal! \n🔥 Fenomena \"Diskon Paksa\" Raksasa Perbankan: Mengapa saham super sehat dan fundamental kuat seperti The Big 4 Banks (BBCA, BBRI, BMRI, BBNI) justru harganya tertekan? Kenali apa itu Index-Induced Valuation Gap dan bagaimana memanfaatkannya!\n🔥 Katalis \"Durian Runtuh\" Perbankan: Membongkar rahasia zero-sum game dari indeks MSCI. Jika saham anomali ditendang, maka saham fundamental bersih seperti kuartet bank raksasa kitalah yang wajib menampung miliaran Dolar limpahan dana asing!\n🔥 Strategi Portofolio \"Barbel\" Taktik Smart Money: Jangan asal beli! Pelajari taktik jitu meracik porsi defensif di saham perbankan berkapitalisasi besar, dipadukan dengan sisi agresif di sektor komoditas energi (batu bara kalori tinggi & amonia) yang memiliki pendapatan Dolar AS sebagai natural hedge (pelindung nilai alami) dari fluktuasi kurs Rupiah dan guncangan geopolitik dunia.\n\nEra saham yang hanya digerakkan oleh \"narasi manis\" sudah berakhir. Saatnya mengikuti aliran smart money yang memburu emiten pencetak kas riil dan pembagi dividen jumbo!\n\nJangan biarkan portofolio Anda hancur karena salah langkah menjelang Juni 2026! Siapkan amunisi uang tunai Anda, jauhi saham bervaluasi semu, dan jadilah investor yang rasional.\n\nDukung terus channel Wawasan Cerdas! Jika informasi ini bermanfaat, pastikan Anda menekan tombol LIKE, tuliskan opini atau saham incaran Anda di kolom COMMENT, dan SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan insight investasi level institusi lainnya. Bagikan video ini ke grup saham Anda agar semakin banyak ritel yang terselamatkan!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #IHSG #SahamBCA #SahamBRI #InvestasiSaham #MSCIIndonesia #StrategiBarbel #SahamBank #CuanSaham #BursaEfekIndonesia #SahamBlueChip #SmartMoney #ValueInvesting #SahamBMRI #SahamBBNI #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "f3wswZKYCr0"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 623.7341809509379, "y": 143.71764922592345, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.9843, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "f3wswZKYCr0", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "AWAS KIAMAT IHSG JUNI 2026?! 3 Skenario Sidang MSCI & Rahasia Durian Runtuh Saham Bank Raksasa!\n\nHalo Sobat Cerdas! Selamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas, tempatnya kita mengupas tuntas rahasia di balik pergerakan pasar modal. Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa arus dana asing (foreign inflow) bernilai triliunan Rupiah seolah tertahan dan enggan masuk ke bursa saham kita belakangan ini? Jawabannya ada pada status pembekuan sementara atau interim freeze dari MSCI!\n\nDi video kali ini, Wawasan Cerdas akan membongkar habis-habisan akar masalah di balik ancaman MSCI terhadap pasar saham Indonesia. Ternyata, investor institusional global sangat resah dengan masalah transparansi, kualitas free float (saham beredar riil), hingga tingginya angka High Shareholding Concentration (HSC) pada beberapa emiten raksasa seperti saham BREN. Ditambah lagi, kebijakan Papan Pemantauan Khusus dengan sistem Full Call Auction (FCA) membuat investor asing ketakutan karena hilangnya visibilitas antrean harga (blind order book).\n\nNamun, di balik ancaman downgrade indeks kita dari Emerging Market kembali menjadi Frontier Market pada evaluasi hidup-mati di Juni 2026 nanti, justru tersimpan peluang emas langka seumur hidup bagi Anda!\nApa saja yang akan kita bedah di video ini? \n🔥 3 Skenario Krusial Keputusan MSCI di Juni 2026: Mulai dari skenario pemulihan status (peluang 55%-65%), perpanjangan Status Quo, hingga skenario paling mengerikan yaitu Eksklusi Selektif yang bisa memicu badai margin call pada akun ritel lokal! \n🔥 Fenomena \"Diskon Paksa\" Raksasa Perbankan: Mengapa saham super sehat dan fundamental kuat seperti The Big 4 Banks (BBCA, BBRI, BMRI, BBNI) justru harganya tertekan? Kenali apa itu Index-Induced Valuation Gap dan bagaimana memanfaatkannya!\n🔥 Katalis \"Durian Runtuh\" Perbankan: Membongkar rahasia zero-sum game dari indeks MSCI. Jika saham anomali ditendang, maka saham fundamental bersih seperti kuartet bank raksasa kitalah yang wajib menampung miliaran Dolar limpahan dana asing!\n🔥 Strategi Portofolio \"Barbel\" Taktik Smart Money: Jangan asal beli! Pelajari taktik jitu meracik porsi defensif di saham perbankan berkapitalisasi besar, dipadukan dengan sisi agresif di sektor komoditas energi (batu bara kalori tinggi & amonia) yang memiliki pendapatan Dolar AS sebagai natural hedge (pelindung nilai alami) dari fluktuasi kurs Rupiah dan guncangan geopolitik dunia.\n\nEra saham yang hanya digerakkan oleh \"narasi manis\" sudah berakhir. Saatnya mengikuti aliran smart money yang memburu emiten pencetak kas riil dan pembagi dividen jumbo!\n\nJangan biarkan portofolio Anda hancur karena salah langkah menjelang Juni 2026! Siapkan amunisi uang tunai Anda, jauhi saham bervaluasi semu, dan jadilah investor yang rasional.\n\nDukung terus channel Wawasan Cerdas! Jika informasi ini bermanfaat, pastikan Anda menekan tombol LIKE, tuliskan opini atau saham incaran Anda di kolom COMMENT, dan SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan insight investasi level institusi lainnya. Bagikan video ini ke grup saham Anda agar semakin banyak ritel yang terselamatkan!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #IHSG #SahamBCA #SahamBRI #InvestasiSaham #MSCIIndonesia #StrategiBarbel #SahamBank #CuanSaham #BursaEfekIndonesia #SahamBlueChip #SmartMoney #ValueInvesting #SahamBMRI #SahamBBNI #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "f3wswZKYCr0"}}], "edges": [{"key": "NurRohi03920969", "source": "NurRohi03920969", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "NurRohi03920969", "source": "NurRohi03920969", "target": "Gerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "chatibbasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "seputarkepri7", "source": "seputarkepri7", "target": "katadatacoid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "idx_yogyakarta", "source": "idx_yogyakarta", "target": "indonesiastockexchange", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Ahadsan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Datoobama", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Hidden", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Malaydesh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "yudie", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "andiaskarbotak76", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "maha", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "KAKEK", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "ADRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "jay", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "pak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "OFFICIAL", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Anik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "maklumat.id", "source": "maklumat.id", "target": "bhimayudhistira", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "total.litas3", "source": "total.litas3", "target": "Republika", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "balllz_random", "source": "balllz_random", "target": "liumikes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "rayvenkael.real", "source": "rayvenkael.real", "target": "bantenglarimedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "infopublik_terkini", "source": "infopublik_terkini", "target": "bahlillahadalia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arkan_turungku", "source": "arkan_turungku", "target": "StatifyID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "chatibbasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@Lumin.insight", "source": "@Lumin.insight", "target": "katon_lumin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tosinataiwo1", "source": "@tosinataiwo1", "target": "tosinataiwo1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Oniiofficial", "source": "@Oniiofficial", "target": "darmamdi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Oniiofficial", "source": "@Oniiofficial", "target": "PDIPerjuangan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Oniiofficial", "source": "@Oniiofficial", "target": "bspnpusatdpppdiperjuangan2603", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Oniiofficial", "source": "@Oniiofficial", "target": "Gen.B_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@GZT", "source": "@GZT", "target": "gzt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@GZT", "source": "@GZT", "target": "gzt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SummitMetals", "source": "@SummitMetals", "target": "Summit_Metals", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Firstpost", "source": "@Firstpost", "target": "firstpost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BullionInvestors", "source": "@BullionInvestors", "target": "capitalcosm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wit_reach", "source": "@wit_reach", "target": "wit_reach", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wit_reach", "source": "@wit_reach", "target": "witreachjuniors", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BullionInvestors", "source": "@BullionInvestors", "target": "CommodityCulture", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Schiffgold", "source": "@Schiffgold", "target": "peterschiff", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SignalFrontier1", "source": "@SignalFrontier1", "target": "SignalFronti...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}