{"nodes": [{"key": "keuangan_", "attributes": {"label": "keuangan_", "x": 54.97632327222413, "y": 382.70261835075917, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.003, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2041875546829885547", "id": "keuangan_", "source": "tweet-000004", "content": "Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan bahwa ruang untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate kini semakin terbatas\n\nhttps://t.co/HRSPjMhkh2", "post_id": "2041875546829885547"}}, {"key": "AidilAKBAR", "attributes": {"label": "AidilAKBAR", "x": 794.4981039420718, "y": 315.1448503074678, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 40.7056, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041875546829885547", "id": "AidilAKBAR", "source": "tweet-000004", "content": "Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan bahwa ruang untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate kini semakin terbatas\n\nhttps://t.co/HRSPjMhkh2", "post_id": "2041875546829885547"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 457.2996662591243, "y": 139.68735728183623, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.003, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "1968242232697495678", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Ini berarti Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 4,75%. Ini adalah pemotongan kelima sejak September 2024, bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan membuat pinjaman lebih murah. Pemotongan berturut-turut sejak Juli-Agustus", "post_id": "1968242232697495678"}}, {"key": "gardencomp1", "attributes": {"label": "gardencomp1", "x": 618.5396379351045, "y": 502.06373552486895, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.3408, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1968242232697495678", "id": "gardencomp1", "source": "tweet-000004", "content": "Ini berarti Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 4,75%. Ini adalah pemotongan kelima sejak September 2024, bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan membuat pinjaman lebih murah. Pemotongan berturut-turut sejak Juli-Agustus", "post_id": "1968242232697495678"}}, {"key": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "BigAlphaID", "x": 392.71929624762737, "y": 316.8826022428536, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.3408, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1968242232697495678", "id": "BigAlphaID", "source": "tweet-000004", "content": "Ini berarti Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 4,75%. Ini adalah pemotongan kelima sejak September 2024, bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan membuat pinjaman lebih murah. Pemotongan berturut-turut sejak Juli-Agustus", "post_id": "1968242232697495678"}}, {"key": "humans_sapiens", "attributes": {"label": "humans_sapiens", "x": 802.2798692673713, "y": 267.2083493793037, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.3408, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1968274259622658375", "id": "humans_sapiens", "source": "tweet-000004", "content": "BI Rate adalah suku bunga acuan Bank Indonesia yang memengaruhi inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan biaya pinjaman. Hari ini (17 Sep 2025), BI memangkasnya 25 basis poin menjadi 4.75%, di luar ekspektasi analis. Tujuannya mendorong pertumbuhan yang melambat dengan menurunkan biaya", "post_id": "1968274259622658375"}}, {"key": "Saham_fess", "attributes": {"label": "Saham_fess", "x": 853.4139784665633, "y": 749.3002592150766, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.3408, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1968274259622658375", "id": "Saham_fess", "source": "tweet-000004", "content": "BI Rate adalah suku bunga acuan Bank Indonesia yang memengaruhi inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan biaya pinjaman. Hari ini (17 Sep 2025), BI memangkasnya 25 basis poin menjadi 4.75%, di luar ekspektasi analis. Tujuannya mendorong pertumbuhan yang melambat dengan menurunkan biaya", "post_id": "1968274259622658375"}}, {"key": "Rangga81591832", "attributes": {"label": "Rangga81591832", "x": 367.3350003816892, "y": 878.3021268176043, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.003, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "1972355707707203807", "id": "Rangga81591832", "source": "tweet-000004", "content": "Obligasi patriot menawarkan kupon 2%, jauh di bawah tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia serta imbal hasil obligasi pemerintah sejenis yang berada di kisaran 5,8%-6,1%.", "post_id": "1972355707707203807"}}, {"key": "Dedy44169434", "attributes": {"label": "Dedy44169434", "x": 939.2930078295044, "y": 282.3368018178093, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.2372, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1972355707707203807", "id": "Dedy44169434", "source": "tweet-000004", "content": "Obligasi patriot menawarkan kupon 2%, jauh di bawah tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia serta imbal hasil obligasi pemerintah sejenis yang berada di kisaran 5,8%-6,1%.", "post_id": "1972355707707203807"}}, {"key": "nalar_logis", "attributes": {"label": "nalar_logis", "x": 924.2643389453651, "y": 84.662870585964, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.2372, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1972355707707203807", "id": "nalar_logis", "source": "tweet-000004", "content": "Obligasi patriot menawarkan kupon 2%, jauh di bawah tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia serta imbal hasil obligasi pemerintah sejenis yang berada di kisaran 5,8%-6,1%.", "post_id": "1972355707707203807"}}, {"key": "MurtadhaOne1", "attributes": {"label": "MurtadhaOne1", "x": 754.2474841909071, "y": 752.6445629110914, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.2372, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1972355707707203807", "id": "MurtadhaOne1", "source": "tweet-000004", "content": "Obligasi patriot menawarkan kupon 2%, jauh di bawah tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia serta imbal hasil obligasi pemerintah sejenis yang berada di kisaran 5,8%-6,1%.", "post_id": "1972355707707203807"}}, {"key": "the_river76", "attributes": {"label": "the_river76", "x": 905.5313665450825, "y": 989.4370831456828, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.3408, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1972805298932080989", "id": "the_river76", "source": "tweet-000004", "content": "Solusi stabilisasi rupiah bisa melalui intervensi Bank Indonesia di pasar valas, pengetatan kebijakan moneter seperti naik BI rate, reformasi fiskal untuk kurangi defisit, tarik FDI lewat insentif, dan diversifikasi ekspor. Namun, efeknya bergantung faktor global seperti suku", "post_id": "1972805298932080989"}}, {"key": "tempodotco", "attributes": {"label": "tempodotco", "x": 131.76262401073723, "y": 303.37751171027236, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.3408, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1972805298932080989", "id": "tempodotco", "source": "tweet-000004", "content": "Solusi stabilisasi rupiah bisa melalui intervensi Bank Indonesia di pasar valas, pengetatan kebijakan moneter seperti naik BI rate, reformasi fiskal untuk kurangi defisit, tarik FDI lewat insentif, dan diversifikasi ekspor. Namun, efeknya bergantung faktor global seperti suku", "post_id": "1972805298932080989"}}, {"key": "wiwinini", "attributes": {"label": "wiwinini", "x": 375.33017365116274, "y": 718.0187047953763, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.3408, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1968278632901800012", "id": "wiwinini", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia baru saja potong suku bunga acuan 25 bps jadi 4,75% untuk dorong pertumbuhan ekonomi. Artinya: Pinjaman lebih murah, bisnis & orang gampang ekspansi, konsumsi naik, ekonomi lebih hidup.\n\nBuat saham: IHSG langsung naik tembus 8.000 karena investor optimis, sektor", "post_id": "1968278632901800012"}}, {"key": "finansiologi", "attributes": {"label": "finansiologi", "x": 143.32116547712658, "y": 38.544564195825856, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.3408, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1968278632901800012", "id": "finansiologi", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia baru saja potong suku bunga acuan 25 bps jadi 4,75% untuk dorong pertumbuhan ekonomi. Artinya: Pinjaman lebih murah, bisnis & orang gampang ekspansi, konsumsi naik, ekonomi lebih hidup.\n\nBuat saham: IHSG langsung naik tembus 8.000 karena investor optimis, sektor", "post_id": "1968278632901800012"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 649.0402906693947, "y": 315.2385719221547, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 30.7019, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 3, "degree": 6}, "_id": "3870845045860229022_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia telah menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp427,1 triliun hingga Maret 2026 untuk mendorong pertumbuhan kredit, khususnya ke sektor prioritas seperti pangan, industri, hilirisasi, dan perumahan 🏗️🌾\n\nKebijakan ini juga diarahkan agar suku bunga kredit turun, sehingga transmisi ke sektor riil lebih cepat. Bank BUMN menjadi penerima terbesar, diikuti bank swasta nasional 📈\n\nSumber: Katadata.co.id, 8 April 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#bi #likuiditas #kredit #ekonomi #perbankan #investasi #saham #trading #mancingsaham", "post_id": "3870845045860229022_52512310886"}}, {"key": "ahzatsa01", "attributes": {"label": "ahzatsa01", "x": 146.20777826478948, "y": 399.72016982683436, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 22.003, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "7627256240791457045", "id": "ahzatsa01", "source": "tiktok-000001", "content": "Bagaimana portofoliomu tetap aman saat IHSG anjlok 10% tahun ini? Save video ini & komen strategi kamu! 🔥 📊 Data: Saat inflasi sentuh 3.5% (2024), Laba bersih mayoritas emiten sektor konsumsi tumbuh tipis, sedangkan sektor energi tetap tangguh berkat arus kas kuat. Fundamental kunci: Revenue stabil + Debt ratio rendah = lebih tahan banting dari volatilitas BI Rate. Analisa value investing: Jangan cuma kejar PER murah! Cek juga PBV dan cashflow—cash is king saat krisis. Investasi jangka panjang harus berbasis riset, bukan FOMO. Sudah cek laporan keuangan terbaru emiten incaran Anda? Diskusi:  , sektor mana yang menurutmu calon juara di tengah fluktuasi ekonomi 2024? 📈📊💰 #Saham #Investasi #EkonomiMakro #ValueInvesting #FYP", "post_id": "7627256240791457045"}}, {"key": "sekuritas", "attributes": {"label": "sekuritas", "x": 286.68768048083257, "y": 124.87771481340016, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1201, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7627256240791457045", "id": "sekuritas", "source": "tiktok-000001", "content": "Bagaimana portofoliomu tetap aman saat IHSG anjlok 10% tahun ini? Save video ini & komen strategi kamu! 🔥 📊 Data: Saat inflasi sentuh 3.5% (2024), Laba bersih mayoritas emiten sektor konsumsi tumbuh tipis, sedangkan sektor energi tetap tangguh berkat arus kas kuat. Fundamental kunci: Revenue stabil + Debt ratio rendah = lebih tahan banting dari volatilitas BI Rate. Analisa value investing: Jangan cuma kejar PER murah! Cek juga PBV dan cashflow—cash is king saat krisis. Investasi jangka panjang harus berbasis riset, bukan FOMO. Sudah cek laporan keuangan terbaru emiten incaran Anda? Diskusi:  , sektor mana yang menurutmu calon juara di tengah fluktuasi ekonomi 2024? 📈📊💰 #Saham #Investasi #EkonomiMakro #ValueInvesting #FYP", "post_id": "7627256240791457045"}}, {"key": "analis", "attributes": {"label": "analis", "x": 543.9397643604121, "y": 503.6884778488006, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1201, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7627256240791457045", "id": "analis", "source": "tiktok-000001", "content": "Bagaimana portofoliomu tetap aman saat IHSG anjlok 10% tahun ini? Save video ini & komen strategi kamu! 🔥 📊 Data: Saat inflasi sentuh 3.5% (2024), Laba bersih mayoritas emiten sektor konsumsi tumbuh tipis, sedangkan sektor energi tetap tangguh berkat arus kas kuat. Fundamental kunci: Revenue stabil + Debt ratio rendah = lebih tahan banting dari volatilitas BI Rate. Analisa value investing: Jangan cuma kejar PER murah! Cek juga PBV dan cashflow—cash is king saat krisis. Investasi jangka panjang harus berbasis riset, bukan FOMO. Sudah cek laporan keuangan terbaru emiten incaran Anda? Diskusi:  , sektor mana yang menurutmu calon juara di tengah fluktuasi ekonomi 2024? 📈📊💰 #Saham #Investasi #EkonomiMakro #ValueInvesting #FYP", "post_id": "7627256240791457045"}}, {"key": "sukses.clipp", "attributes": {"label": "sukses.clipp", "x": 295.00810279424763, "y": 498.3026525480214, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 22.003, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7626996819456757013", "id": "sukses.clipp", "source": "tiktok-000001", "content": "BUKAN BBCA! Ternyata Ini Alasan BBRI Lebih Menarik Buat Dikoleksi!  Lagi bingung mau serok saham bank apa pas market goyang? Rivan Kurniawan blak-blakan milih BBRI ketimbang BBCA nih! Alasannya logis banget: 🛑 BBCA Rawan Guyuran Asing: Valuasinya lagi tinggi dan free float-nya besar. Sekalinya investor asing lagi risk-off atau sell-off, BBCA yang bakal jadi sasaran utama buat jualan. ✅ Kenapa Pilih BBRI? 1️⃣ Dividen Royal: Kasih yield dividen yang mantap di kisaran 8-9%. 2️⃣ Margin Super Lebar: Fokus utama di segmen mikro bikin margin laba (NIM) BBRI jauh lebih besar. Ditambah lagi, sekarang mereka mulai merambah segmen korporat buat menekan risiko. 3️⃣ Low Base Effect: Karena tahun lalu performanya sempat tertekan, sedikit perbaikan kinerja aja di tahun ini bakal langsung diapresiasi tinggi sama market! 4️⃣ Paling Cuan Kalau Suku Bunga Turun: Karena rasio dana murah (CASA) BBRI relatif lebih rendah, kalau tren suku bunga turun, BBRI yang bakal paling kerasa efisiensinya karena cost of fund (biaya dana) mereka ikut turun drastis. Kalian tim setia nge-hold BBCA atau udah mulai nyicil BBRI nih sekarang? Coba absen di komen! 👇   #RivanKurniawan #PortoAntiBadai #ValueInvesting #SahamValuePlay Keywords: Saham BBRI vs BBCA, analisa saham perbankan, Rivan Kurniawan, saham bluechip, dividen saham BBRI, IHSG turun, asing jualan saham, strategi serok bawah saham, net income margin, investasi saham pemula, nabung saham, rekomendasi saham fundamental, portofolio saham, cost of fund, rasio CASA perbankan. BZ-2026-E070EE", "post_id": "7626996819456757013"}}, {"key": "rivan.kurniawan", "attributes": {"label": "rivan.kurniawan", "x": 289.75251296258944, "y": 846.4357678111007, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 40.7056, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7626996819456757013", "id": "rivan.kurniawan", "source": "tiktok-000001", "content": "BUKAN BBCA! Ternyata Ini Alasan BBRI Lebih Menarik Buat Dikoleksi!  Lagi bingung mau serok saham bank apa pas market goyang? Rivan Kurniawan blak-blakan milih BBRI ketimbang BBCA nih! Alasannya logis banget: 🛑 BBCA Rawan Guyuran Asing: Valuasinya lagi tinggi dan free float-nya besar. Sekalinya investor asing lagi risk-off atau sell-off, BBCA yang bakal jadi sasaran utama buat jualan. ✅ Kenapa Pilih BBRI? 1️⃣ Dividen Royal: Kasih yield dividen yang mantap di kisaran 8-9%. 2️⃣ Margin Super Lebar: Fokus utama di segmen mikro bikin margin laba (NIM) BBRI jauh lebih besar. Ditambah lagi, sekarang mereka mulai merambah segmen korporat buat menekan risiko. 3️⃣ Low Base Effect: Karena tahun lalu performanya sempat tertekan, sedikit perbaikan kinerja aja di tahun ini bakal langsung diapresiasi tinggi sama market! 4️⃣ Paling Cuan Kalau Suku Bunga Turun: Karena rasio dana murah (CASA) BBRI relatif lebih rendah, kalau tren suku bunga turun, BBRI yang bakal paling kerasa efisiensinya karena cost of fund (biaya dana) mereka ikut turun drastis. Kalian tim setia nge-hold BBCA atau udah mulai nyicil BBRI nih sekarang? Coba absen di komen! 👇   #RivanKurniawan #PortoAntiBadai #ValueInvesting #SahamValuePlay Keywords: Saham BBRI vs BBCA, analisa saham perbankan, Rivan Kurniawan, saham bluechip, dividen saham BBRI, IHSG turun, asing jualan saham, strategi serok bawah saham, net income margin, investasi saham pemula, nabung saham, rekomendasi saham fundamental, portofolio saham, cost of fund, rasio CASA perbankan. BZ-2026-E070EE", "post_id": "7626996819456757013"}}, {"key": "@NDTVProfitIndia", "attributes": {"label": "@NDTVProfitIndia", "x": 431.71831130735075, "y": 500.3450006842951, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.003, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ZZELzG33e5k", "id": "@NDTVProfitIndia", "source": "youtube-000001", "content": "Saksikan Selengkapnya: Gubernur RBI Mengungkap 5 Risiko Utama Bagi India Akibat Perang AS-Iran\n\nKomite Kebijakan Moneter yang dipimpin oleh Gubernur Bank Sentral India (RBI), Sanjay Malhotra, dengan suara bulat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga repo tidak berubah di angka 5,25% dan mempertahankan sikap 'netral'.\n\nTerdapat konsensus luas di antara para ekonom bahwa Komite Kebijakan Moneter RBI akan tetap mempertahankan suku bunga saat ini untuk kedua kalinya sambil menilai perkembangan kondisi global dan domestik.\n\nPertemuan ini merupakan yang pertama di tahun fiskal baru dan berlangsung dalam latar belakang yang sangat berbeda dari bulan Februari, setelah ketegangan di Timur Tengah mengganggu jalur pasokan minyak dan mendorong kenaikan harga minyak mentah. Malhotra mengakui risiko inflasi dari harga energi global yang lebih tinggi tetapi menyatakan keyakinannya pada fundamental makroekonomi negara.\n\nSejak Februari tahun lalu, RBI telah memangkas suku bunga sebesar total 125 basis poin, dengan pemangkasan suku bunga terakhir dilaporkan pada Desember 2025.\n\nSaksikan Pidato Lengkap Gubernur RBI Sanjay Malhotra\n\n#rbi #mpc #reservebank #reservebankofindia #rbigovernor #sanjaymalhotra #westasiawar #usiranwar #iranwar #iranisraelwar #iranisraelconflict #usiranconflict #israelnews #reporter #inflasi\n\nUntuk video lainnya, berlangganan saluran kami:    /   \nKunjungi NDTV Profit untuk berita lainnya: https://www.ndtvprofit.com/\nJangan memasuki pasar saham tanpa pengetahuan. Baca semua Laporan Penelitian di sini: https://www.ndtvprofit.com/research-r...\n\nIkuti NDTV Profit di sini\nTwitter:   / ndtvprofitindia   ,   / ndtvprofit  \nLinkedIn:   / ndtvprofit  \nInstagram:   / ndtvprofit  \nFacebook:   / ndtvprofit", "post_id": "ZZELzG33e5k"}}, {"key": "ndtvprofitindia", "attributes": {"label": "ndtvprofitindia", "x": 721.8932701708042, "y": 67.82231632445756, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.7056, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZZELzG33e5k", "id": "ndtvprofitindia", "source": "youtube-000001", "content": "Saksikan Selengkapnya: Gubernur RBI Mengungkap 5 Risiko Utama Bagi India Akibat Perang AS-Iran\n\nKomite Kebijakan Moneter yang dipimpin oleh Gubernur Bank Sentral India (RBI), Sanjay Malhotra, dengan suara bulat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga repo tidak berubah di angka 5,25% dan mempertahankan sikap 'netral'.\n\nTerdapat konsensus luas di antara para ekonom bahwa Komite Kebijakan Moneter RBI akan tetap mempertahankan suku bunga saat ini untuk kedua kalinya sambil menilai perkembangan kondisi global dan domestik.\n\nPertemuan ini merupakan yang pertama di tahun fiskal baru dan berlangsung dalam latar belakang yang sangat berbeda dari bulan Februari, setelah ketegangan di Timur Tengah mengganggu jalur pasokan minyak dan mendorong kenaikan harga minyak mentah. Malhotra mengakui risiko inflasi dari harga energi global yang lebih tinggi tetapi menyatakan keyakinannya pada fundamental makroekonomi negara.\n\nSejak Februari tahun lalu, RBI telah memangkas suku bunga sebesar total 125 basis poin, dengan pemangkasan suku bunga terakhir dilaporkan pada Desember 2025.\n\nSaksikan Pidato Lengkap Gubernur RBI Sanjay Malhotra\n\n#rbi #mpc #reservebank #reservebankofindia #rbigovernor #sanjaymalhotra #westasiawar #usiranwar #iranwar #iranisraelwar #iranisraelconflict #usiranconflict #israelnews #reporter #inflasi\n\nUntuk video lainnya, berlangganan saluran kami:    /   \nKunjungi NDTV Profit untuk berita lainnya: https://www.ndtvprofit.com/\nJangan memasuki pasar saham tanpa pengetahuan. Baca semua Laporan Penelitian di sini: https://www.ndtvprofit.com/research-r...\n\nIkuti NDTV Profit di sini\nTwitter:   / ndtvprofitindia   ,   / ndtvprofit  \nLinkedIn:   / ndtvprofit  \nInstagram:   / ndtvprofit  \nFacebook:   / ndtvprofit", "post_id": "ZZELzG33e5k"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 130.2059447479922, "y": 266.1374019977746, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.003, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 28, "degree": 28}, "_id": "e22nwkrhbGo", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Proyeksi BI Rate di Tengah Tekanan Inflasi Impor | SPECIAL TALK\n\nTekanan inflasi yang melampaui ambang batas target memaksa Bank Indonesia untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. Terbatasnya ruang transmisi penurunan suku bunga menjadi konsekuensi logis guna menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan ekspektasi inflasi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "e22nwkrhbGo"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 591.4872658888974, "y": 806.4576688837858, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.671, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "e22nwkrhbGo", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Proyeksi BI Rate di Tengah Tekanan Inflasi Impor | SPECIAL TALK\n\nTekanan inflasi yang melampaui ambang batas target memaksa Bank Indonesia untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. Terbatasnya ruang transmisi penurunan suku bunga menjadi konsekuensi logis guna menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan ekspektasi inflasi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "e22nwkrhbGo"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 601.7988444930533, "y": 852.4880807605452, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.671, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "e22nwkrhbGo", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Proyeksi BI Rate di Tengah Tekanan Inflasi Impor | SPECIAL TALK\n\nTekanan inflasi yang melampaui ambang batas target memaksa Bank Indonesia untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. Terbatasnya ruang transmisi penurunan suku bunga menjadi konsekuensi logis guna menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan ekspektasi inflasi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "e22nwkrhbGo"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 801.6338493381654, "y": 715.6945163556417, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.671, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "e22nwkrhbGo", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Proyeksi BI Rate di Tengah Tekanan Inflasi Impor | SPECIAL TALK\n\nTekanan inflasi yang melampaui ambang batas target memaksa Bank Indonesia untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. Terbatasnya ruang transmisi penurunan suku bunga menjadi konsekuensi logis guna menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan ekspektasi inflasi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "e22nwkrhbGo"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 814.5871330255065, "y": 659.6597661077053, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.671, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "e22nwkrhbGo", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Proyeksi BI Rate di Tengah Tekanan Inflasi Impor | SPECIAL TALK\n\nTekanan inflasi yang melampaui ambang batas target memaksa Bank Indonesia untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. Terbatasnya ruang transmisi penurunan suku bunga menjadi konsekuensi logis guna menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan ekspektasi inflasi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "e22nwkrhbGo"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 28.14692442543365, "y": 268.33340304593, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.671, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "e22nwkrhbGo", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Proyeksi BI Rate di Tengah Tekanan Inflasi Impor | SPECIAL TALK\n\nTekanan inflasi yang melampaui ambang batas target memaksa Bank Indonesia untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. Terbatasnya ruang transmisi penurunan suku bunga menjadi konsekuensi logis guna menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan ekspektasi inflasi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "e22nwkrhbGo"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 265.1992286347039, "y": 822.769295940513, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.671, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "e22nwkrhbGo", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Proyeksi BI Rate di Tengah Tekanan Inflasi Impor | SPECIAL TALK\n\nTekanan inflasi yang melampaui ambang batas target memaksa Bank Indonesia untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. Terbatasnya ruang transmisi penurunan suku bunga menjadi konsekuensi logis guna menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan ekspektasi inflasi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "e22nwkrhbGo"}}, {"key": "@TPFx_Indonesia", "attributes": {"label": "@TPFx_Indonesia", "x": 385.83657100510703, "y": 928.0526850271084, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.003, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "xZ47vNs0zwg", "id": "@TPFx_Indonesia", "source": "youtube-000001", "content": "DATA TALKS: WASPADAI FALSE BREAK DI AREA S&R MENJELANG DATA CPI AS | TPFx Indonesia\n\nMenjelang rilis data CPI Amerika Serikat, pasar sering mengalami pergerakan tidak stabil yang berpotensi memicu false breakout di area support dan resistance. Volatilitas yang meningkat akibat ekspektasi inflasi dan kebijakan suku bunga The Fed membuat harga mudah menembus level kunci secara sementara sebelum berbalik arah. Trader perlu lebih cermat dalam membaca konfirmasi price action untuk menghindari sinyal palsu dan meningkatkan akurasi entry di tengah kondisi pasar yang dinamis.\n\nJangan lewatkan kesempatan untuk membedah analisis teknikal dan fundamental, mengetahui potensi arah tren selanjutnya, serta sesi tanya jawab eksklusif dalam acara:\n\nDATA TALKS: WASPADAI FALSE BREAK DI AREA S&R MENJELANG DATA CPI AS\n\nBergabunglah dengan kami siang ini, Jumat, 10 April 2026, pukul 14.00 WIB bersama RND TPFx Indonesia.\n\nYuk, Subscribe dan Nyalakan Loncengnya supaya kamu ga ketinggalan informasi dari kita\n   /    \n\nDaftarkan Diri Anda Segera di :\nhttps://www.tpfx.co.id/\n\nJangan Lupa Follow Sosial Media Kita Juga ya \nInstagram :     / tpfxindonesia    \nFacebook :     / tpfx  \nTiktok :     / tpfxindonesia", "post_id": "xZ47vNs0zwg"}}, {"key": "tpfx_indonesia", "attributes": {"label": "tpfx_indonesia", "x": 876.6991991260148, "y": 15.35965052596866, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.7056, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "xZ47vNs0zwg", "id": "tpfx_indonesia", "source": "youtube-000001", "content": "DATA TALKS: WASPADAI FALSE BREAK DI AREA S&R MENJELANG DATA CPI AS | TPFx Indonesia\n\nMenjelang rilis data CPI Amerika Serikat, pasar sering mengalami pergerakan tidak stabil yang berpotensi memicu false breakout di area support dan resistance. Volatilitas yang meningkat akibat ekspektasi inflasi dan kebijakan suku bunga The Fed membuat harga mudah menembus level kunci secara sementara sebelum berbalik arah. Trader perlu lebih cermat dalam membaca konfirmasi price action untuk menghindari sinyal palsu dan meningkatkan akurasi entry di tengah kondisi pasar yang dinamis.\n\nJangan lewatkan kesempatan untuk membedah analisis teknikal dan fundamental, mengetahui potensi arah tren selanjutnya, serta sesi tanya jawab eksklusif dalam acara:\n\nDATA TALKS: WASPADAI FALSE BREAK DI AREA S&R MENJELANG DATA CPI AS\n\nBergabunglah dengan kami siang ini, Jumat, 10 April 2026, pukul 14.00 WIB bersama RND TPFx Indonesia.\n\nYuk, Subscribe dan Nyalakan Loncengnya supaya kamu ga ketinggalan informasi dari kita\n   /    \n\nDaftarkan Diri Anda Segera di :\nhttps://www.tpfx.co.id/\n\nJangan Lupa Follow Sosial Media Kita Juga ya \nInstagram :     / tpfxindonesia    \nFacebook :     / tpfx  \nTiktok :     / tpfxindonesia", "post_id": "xZ47vNs0zwg"}}, {"key": "@htzcap", "attributes": {"label": "@htzcap", "x": 496.94893059098587, "y": 425.87519904829054, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.003, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "cnYSWQkX550", "id": "@htzcap", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Mulai Menakutkan bagi Pemegang Emas & Perak — Anda Perlu Melihat Ini Sekarang | Peter Schiff\n\nIni Mulai Menakutkan bagi Pemegang Emas & Perak — Anda Perlu Melihat Ini Sekarang | Peter Schiff\n\nHarga minyak juga turun tajam, dengan WTI jatuh lebih dari 10% hingga diperdagangkan di dekat $87.\n\nPergeseran ekspektasi ini mendukung emas, yang sebelumnya kesulitan karena pasar memperkirakan prospek suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lama, terutama dari Federal Reserve.\n\nMeskipun demikian, logam mulia ini kurang mendapat dukungan pembelian yang kuat karena para pedagang memperkirakan Fed akan tetap sabar sebelum melanjutkan pemotongan suku bunga, dengan data Nonfarm Payrolls AS baru-baru ini menunjukkan pasar tenaga kerja yang stabil dan harga minyak masih bertahan di atas level sebelum konflik, sehingga risiko inflasi tetap menjadi fokus.\n\nDalam video hari ini, Peter Schiff berpendapat bahwa reaksi pasar terhadap gencatan senjata Iran lebih berkaitan dengan kebijakan moneter daripada geopolitik.\n\nSchiff mengatakan emas, bitcoin, ekuitas, dan mata uang asing semuanya naik bukan karena perdamaian tiba-tiba membuat dunia lebih aman, tetapi karena investor berasumsi bahwa penurunan harga minyak akan memberi ruang bagi Federal Reserve untuk memotong suku bunga.\n\nMenurutnya, itulah pendorong utama di balik pergerakan harga emas dan perak. Poin yang lebih luas dari Schiff adalah bahwa pasar tetap terpaku pada penurunan suku bunga nominal sambil mengabaikan cerita yang lebih besar: yang penting bagi logam mulia adalah arah suku bunga riil, dan jika inflasi tetap tinggi sementara kebijakan menjadi lebih longgar, latar belakang untuk logam mulia tetap mendukung.\n\nIa memperluas logika tersebut ke komoditas secara lebih luas. Schiff berpendapat bahwa harga minyak mungkin telah jatuh tajam karena berita gencatan senjata, tetapi ia tidak percaya harga energi akan kembali ke titik terendah lama untuk waktu yang lama, dan ia juga tidak berpikir masalah inflasi telah hilang. Dalam kerangka kerja tersebut, emas dan perak tetap menjadi lindung nilai pilihannya terhadap pelemahan dolar dan penurunan daya beli, sementara saham pertambangan menawarkan potensi keuntungan yang lebih besar jika pasar logam mulia kembali menguat.\n\nSchiff menyatakan bahwa investor harus berhati-hati dalam mengejar reli pemulihan di saham AS dan sebaliknya melihat aset riil, pasar luar negeri, dan eksposur yang terkait dengan komoditas sebagai perdagangan yang lebih tahan lama.\n\n*Berlangganan saluran ini*\n   /   \n\n🚨 Lindungi Privasi Anda dengan NordVPN (Diskon 75% + 3 Bulan Gratis!): https://go.nordvpn.net/aff_c?offer_id...\n🔥Dapatkan Panduan Anda untuk Menumpuk Emas dan Perak Secara Efisien: https://goldsilverstacks.com/gold-sil...\n🟡 Dapatkan Buku Pegangan Numismatik Anda - Menguasai Koin AS, Tanggal Penting & Kesalahan: https://goldsilverstacks.com/numismat...\n📧Ringkasan Buletin Mingguan Komentar Logam Mulia: https://goldsilverstacks.com/gold-sil...\n⭐Membantu Bisnis Lokal Sukses dengan Pemasaran Digital (SEO, PPC, Iklan Media Sosial): https://primedigitalnetworksou.com\n\nKredit:\n\nTrump Mengalah pada Iran - Gencatan Senjata Membuktikan Ancaman Itu Kosong\n   • Trump Blinks on Iran - Ceasefire Proves th...  \n\nKami membuat konten edukatif tentang dunia komoditas, menghadirkan berita pasar terbaru dan klip terbaik dari para ahli yang paling dicari di bidang emas dan perak, menjelaskan konsep-konsep kunci yang dibahas dalam episode tersebut, dan mengajarkan fundamental utama emas dan perak agar Anda tetap terinformasi.\n\nPERNYATAAN KEUANGAN Saluran ini bertujuan untuk berbagi kiat dan video investasi dari para ahli. KAMI TIDAK MEMBERIKAN NASIHAT KEUANGAN! Harap berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum mengambil tindakan keuangan apa pun. Kami mendapatkan komisi dari rujukan di atas berdasarkan persentase komisi per biaya yang dihasilkan oleh pendaftaran baru.\n\nPERNYATAAN PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR Pernyataan Penafian Hak Cipta Berdasarkan Bagian 107 Undang-Undang Hak Cipta 1976, izin diberikan untuk \"penggunaan wajar\" untuk tujuan seperti kritik, komentar, pelaporan berita, pengajaran, beasiswa, dan penelitian. Penggunaan wajar adalah penggunaan yang diizinkan oleh undang-undang hak cipta yang mungkin melanggar hak cipta. Penggunaan nirlaba, pendidikan, atau pribadi cenderung mendukung penggunaan wajar.\n\n#hargaemas #perak #prediksiemas #prediksiperak #prospekemas #prospekperak #beritaemas #beritaperak #emas #hargaperak #komoditas #htzcap #peterschiff", "post_id": "cnYSWQkX550"}}, {"key": "htzcap", "attributes": {"label": "htzcap", "x": 386.86585142336304, "y": 365.6663007765824, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.6787, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "cnYSWQkX550", "id": "htzcap", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Mulai Menakutkan bagi Pemegang Emas & Perak — Anda Perlu Melihat Ini Sekarang | Peter Schiff\n\nIni Mulai Menakutkan bagi Pemegang Emas & Perak — Anda Perlu Melihat Ini Sekarang | Peter Schiff\n\nHarga minyak juga turun tajam, dengan WTI jatuh lebih dari 10% hingga diperdagangkan di dekat $87.\n\nPergeseran ekspektasi ini mendukung emas, yang sebelumnya kesulitan karena pasar memperkirakan prospek suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lama, terutama dari Federal Reserve.\n\nMeskipun demikian, logam mulia ini kurang mendapat dukungan pembelian yang kuat karena para pedagang memperkirakan Fed akan tetap sabar sebelum melanjutkan pemotongan suku bunga, dengan data Nonfarm Payrolls AS baru-baru ini menunjukkan pasar tenaga kerja yang stabil dan harga minyak masih bertahan di atas level sebelum konflik, sehingga risiko inflasi tetap menjadi fokus.\n\nDalam video hari ini, Peter Schiff berpendapat bahwa reaksi pasar terhadap gencatan senjata Iran lebih berkaitan dengan kebijakan moneter daripada geopolitik.\n\nSchiff mengatakan emas, bitcoin, ekuitas, dan mata uang asing semuanya naik bukan karena perdamaian tiba-tiba membuat dunia lebih aman, tetapi karena investor berasumsi bahwa penurunan harga minyak akan memberi ruang bagi Federal Reserve untuk memotong suku bunga.\n\nMenurutnya, itulah pendorong utama di balik pergerakan harga emas dan perak. Poin yang lebih luas dari Schiff adalah bahwa pasar tetap terpaku pada penurunan suku bunga nominal sambil mengabaikan cerita yang lebih besar: yang penting bagi logam mulia adalah arah suku bunga riil, dan jika inflasi tetap tinggi sementara kebijakan menjadi lebih longgar, latar belakang untuk logam mulia tetap mendukung.\n\nIa memperluas logika tersebut ke komoditas secara lebih luas. Schiff berpendapat bahwa harga minyak mungkin telah jatuh tajam karena berita gencatan senjata, tetapi ia tidak percaya harga energi akan kembali ke titik terendah lama untuk waktu yang lama, dan ia juga tidak berpikir masalah inflasi telah hilang. Dalam kerangka kerja tersebut, emas dan perak tetap menjadi lindung nilai pilihannya terhadap pelemahan dolar dan penurunan daya beli, sementara saham pertambangan menawarkan potensi keuntungan yang lebih besar jika pasar logam mulia kembali menguat.\n\nSchiff menyatakan bahwa investor harus berhati-hati dalam mengejar reli pemulihan di saham AS dan sebaliknya melihat aset riil, pasar luar negeri, dan eksposur yang terkait dengan komoditas sebagai perdagangan yang lebih tahan lama.\n\n*Berlangganan saluran ini*\n   /   \n\n🚨 Lindungi Privasi Anda dengan NordVPN (Diskon 75% + 3 Bulan Gratis!): https://go.nordvpn.net/aff_c?offer_id...\n🔥Dapatkan Panduan Anda untuk Menumpuk Emas dan Perak Secara Efisien: https://goldsilverstacks.com/gold-sil...\n🟡 Dapatkan Buku Pegangan Numismatik Anda - Menguasai Koin AS, Tanggal Penting & Kesalahan: https://goldsilverstacks.com/numismat...\n📧Ringkasan Buletin Mingguan Komentar Logam Mulia: https://goldsilverstacks.com/gold-sil...\n⭐Membantu Bisnis Lokal Sukses dengan Pemasaran Digital (SEO, PPC, Iklan Media Sosial): https://primedigitalnetworksou.com\n\nKredit:\n\nTrump Mengalah pada Iran - Gencatan Senjata Membuktikan Ancaman Itu Kosong\n   • Trump Blinks on Iran - Ceasefire Proves th...  \n\nKami membuat konten edukatif tentang dunia komoditas, menghadirkan berita pasar terbaru dan klip terbaik dari para ahli yang paling dicari di bidang emas dan perak, menjelaskan konsep-konsep kunci yang dibahas dalam episode tersebut, dan mengajarkan fundamental utama emas dan perak agar Anda tetap terinformasi.\n\nPERNYATAAN KEUANGAN Saluran ini bertujuan untuk berbagi kiat dan video investasi dari para ahli. KAMI TIDAK MEMBERIKAN NASIHAT KEUANGAN! Harap berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum mengambil tindakan keuangan apa pun. Kami mendapatkan komisi dari rujukan di atas berdasarkan persentase komisi per biaya yang dihasilkan oleh pendaftaran baru.\n\nPERNYATAAN PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR Pernyataan Penafian Hak Cipta Berdasarkan Bagian 107 Undang-Undang Hak Cipta 1976, izin diberikan untuk \"penggunaan wajar\" untuk tujuan seperti kritik, komentar, pelaporan berita, pengajaran, beasiswa, dan penelitian. Penggunaan wajar adalah penggunaan yang diizinkan oleh undang-undang hak cipta yang mungkin melanggar hak cipta. Penggunaan nirlaba, pendidikan, atau pribadi cenderung mendukung penggunaan wajar.\n\n#hargaemas #perak #prediksiemas #prediksiperak #prospekemas #prospekperak #beritaemas #beritaperak #emas #hargaperak #komoditas #htzcap #peterschiff", "post_id": "cnYSWQkX550"}}, {"key": "peterschiff", "attributes": {"label": "peterschiff", "x": 718.43255493313, "y": 740.191482287798, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.6787, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "cnYSWQkX550", "id": "peterschiff", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Mulai Menakutkan bagi Pemegang Emas & Perak — Anda Perlu Melihat Ini Sekarang | Peter Schiff\n\nIni Mulai Menakutkan bagi Pemegang Emas & Perak — Anda Perlu Melihat Ini Sekarang | Peter Schiff\n\nHarga minyak juga turun tajam, dengan WTI jatuh lebih dari 10% hingga diperdagangkan di dekat $87.\n\nPergeseran ekspektasi ini mendukung emas, yang sebelumnya kesulitan karena pasar memperkirakan prospek suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lama, terutama dari Federal Reserve.\n\nMeskipun demikian, logam mulia ini kurang mendapat dukungan pembelian yang kuat karena para pedagang memperkirakan Fed akan tetap sabar sebelum melanjutkan pemotongan suku bunga, dengan data Nonfarm Payrolls AS baru-baru ini menunjukkan pasar tenaga kerja yang stabil dan harga minyak masih bertahan di atas level sebelum konflik, sehingga risiko inflasi tetap menjadi fokus.\n\nDalam video hari ini, Peter Schiff berpendapat bahwa reaksi pasar terhadap gencatan senjata Iran lebih berkaitan dengan kebijakan moneter daripada geopolitik.\n\nSchiff mengatakan emas, bitcoin, ekuitas, dan mata uang asing semuanya naik bukan karena perdamaian tiba-tiba membuat dunia lebih aman, tetapi karena investor berasumsi bahwa penurunan harga minyak akan memberi ruang bagi Federal Reserve untuk memotong suku bunga.\n\nMenurutnya, itulah pendorong utama di balik pergerakan harga emas dan perak. Poin yang lebih luas dari Schiff adalah bahwa pasar tetap terpaku pada penurunan suku bunga nominal sambil mengabaikan cerita yang lebih besar: yang penting bagi logam mulia adalah arah suku bunga riil, dan jika inflasi tetap tinggi sementara kebijakan menjadi lebih longgar, latar belakang untuk logam mulia tetap mendukung.\n\nIa memperluas logika tersebut ke komoditas secara lebih luas. Schiff berpendapat bahwa harga minyak mungkin telah jatuh tajam karena berita gencatan senjata, tetapi ia tidak percaya harga energi akan kembali ke titik terendah lama untuk waktu yang lama, dan ia juga tidak berpikir masalah inflasi telah hilang. Dalam kerangka kerja tersebut, emas dan perak tetap menjadi lindung nilai pilihannya terhadap pelemahan dolar dan penurunan daya beli, sementara saham pertambangan menawarkan potensi keuntungan yang lebih besar jika pasar logam mulia kembali menguat.\n\nSchiff menyatakan bahwa investor harus berhati-hati dalam mengejar reli pemulihan di saham AS dan sebaliknya melihat aset riil, pasar luar negeri, dan eksposur yang terkait dengan komoditas sebagai perdagangan yang lebih tahan lama.\n\n*Berlangganan saluran ini*\n   /   \n\n🚨 Lindungi Privasi Anda dengan NordVPN (Diskon 75% + 3 Bulan Gratis!): https://go.nordvpn.net/aff_c?offer_id...\n🔥Dapatkan Panduan Anda untuk Menumpuk Emas dan Perak Secara Efisien: https://goldsilverstacks.com/gold-sil...\n🟡 Dapatkan Buku Pegangan Numismatik Anda - Menguasai Koin AS, Tanggal Penting & Kesalahan: https://goldsilverstacks.com/numismat...\n📧Ringkasan Buletin Mingguan Komentar Logam Mulia: https://goldsilverstacks.com/gold-sil...\n⭐Membantu Bisnis Lokal Sukses dengan Pemasaran Digital (SEO, PPC, Iklan Media Sosial): https://primedigitalnetworksou.com\n\nKredit:\n\nTrump Mengalah pada Iran - Gencatan Senjata Membuktikan Ancaman Itu Kosong\n   • Trump Blinks on Iran - Ceasefire Proves th...  \n\nKami membuat konten edukatif tentang dunia komoditas, menghadirkan berita pasar terbaru dan klip terbaik dari para ahli yang paling dicari di bidang emas dan perak, menjelaskan konsep-konsep kunci yang dibahas dalam episode tersebut, dan mengajarkan fundamental utama emas dan perak agar Anda tetap terinformasi.\n\nPERNYATAAN KEUANGAN Saluran ini bertujuan untuk berbagi kiat dan video investasi dari para ahli. KAMI TIDAK MEMBERIKAN NASIHAT KEUANGAN! Harap berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum mengambil tindakan keuangan apa pun. Kami mendapatkan komisi dari rujukan di atas berdasarkan persentase komisi per biaya yang dihasilkan oleh pendaftaran baru.\n\nPERNYATAAN PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR Pernyataan Penafian Hak Cipta Berdasarkan Bagian 107 Undang-Undang Hak Cipta 1976, izin diberikan untuk \"penggunaan wajar\" untuk tujuan seperti kritik, komentar, pelaporan berita, pengajaran, beasiswa, dan penelitian. Penggunaan wajar adalah penggunaan yang diizinkan oleh undang-undang hak cipta yang mungkin melanggar hak cipta. Penggunaan nirlaba, pendidikan, atau pribadi cenderung mendukung penggunaan wajar.\n\n#hargaemas #perak #prediksiemas #prediksiperak #prospekemas #prospekperak #beritaemas #beritaperak #emas #hargaperak #komoditas #htzcap #peterschiff", "post_id": "cnYSWQkX550"}}, {"key": "@nadlancapitalgroup", "attributes": {"label": "@nadlancapitalgroup", "x": 118.69038894849693, "y": 68.5009530510602, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.003, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "nOsPh8UdeOY", "id": "@nadlancapitalgroup", "source": "youtube-000001", "content": "Sentimen Pembeli Lelang Menurun: Pasar Perumahan Menghadapi Ketidakpastian di Tahun 2026\n\nSentimen Pembeli Lelang Menurun: Pasar Perumahan Menghadapi Ketidakpastian di Tahun 2026\n\n“Pasar perumahan sedang bergeser, dan jika Anda seorang pembeli, keadaan akan menjadi menarik…”\n\nMenurut laporan terbaru Auction.com, sentimen pembeli telah berubah drastis memasuki tahun 2026.\n\n“Setelah periode peningkatan kepercayaan di tahun 2025, keadaan mulai mereda.”\n\nYang mengejutkan—hanya 36% pembeli yang sekarang melihat pasar perumahan lokal mereka sebagai “terlalu mahal,” turun tajam dari lonjakan harga sebelumnya.\n\n“Apa yang sebenarnya terjadi?”\n\n“Koreksi perumahan yang lambat” diprediksi terjadi pada tahun 2026, menurut Jason Allnutt, CEO Auction.com. Terlepas dari nada hati-hati tersebut, ada kabar baik:\n\nKeterjangkauan harga membaik di banyak pasar lokal.\n\nSekarang, mari kita telusuri angka-angkanya:\n\n43% pembeli memperkirakan harga rumah akan turun pada tahun 2026—ini adalah penurunan yang diprediksi tertinggi sejak tahun 2022.\n\nDan yang lebih mengejutkan—31% pembeli memperkirakan harga sewa juga akan turun.\n\n“Sepertinya penurunan harga diperkirakan terjadi di semua sektor.”\n\nNamun, ini bukan kabar buruk bagi pembeli:\n\n59% masih berencana untuk meningkatkan pembelian properti mereka tahun ini, meskipun angka tersebut merupakan yang terendah sejak tahun 2023.\n\n“Di mana pergeseran ini terjadi?”\n\nWilayah Tengah AS—Texas, Ohio, Michigan—adalah wilayah terbesar yang memperkirakan penurunan harga rumah.\n\nDi Tenggara—Florida, Georgia, Tennessee—pembeli paling mungkin memperkirakan penurunan harga sewa.\n\nNamun, wilayah Timur Laut lebih optimis, dengan hanya 37% yang memperkirakan penurunan harga rumah.\n\nWilayah Barat, yang meliputi negara bagian seperti California dan Nevada, masih mengalami sedikit kenaikan harga, meskipun ini merupakan kenaikan terendah sejak survei dimulai.\n\nJadi, apa artinya ini bagi Anda?\n\nPembeli masih bergulat dengan hambatan seperti:\nPersaingan dari pembeli dengan daya beli lebih tinggi\nKekurangan persediaan di beberapa pasar\nMeningkatnya aktivitas penyitaan, terutama di wilayah Tenggara\n\nNamun, ada harapan. 29% pembeli melaporkan menemukan pasar dengan \"fundamental yang lemah tetapi peluang yang terbatas.\"\n\nDan 31% percaya ada pasar dengan \"pertumbuhan yang solid\", yang memberikan potensi nyata untuk investasi.\n\n\"Intinya?\"\n\nPembeli menunggu dan mengamati saat pasar stabil, mencari peluang terbatas untuk mendapatkan properti dengan harga yang baik.\n\n\"Ini adalah pasar yang perlu ditunggu dan dilihat... tetapi mereka yang bertindak cepat di tempat yang tepat dapat menemukan imbalan yang signifikan.\"\n\nSpesialisasi kami adalah membantu Anda mendapatkan pinjaman terbaik yang tersedia dengan mudah, menawarkan saran profesional untuk membantu Anda mencapai tujuan investasi real estat Anda tanpa stres. Hubungi kami hari ini untuk konsultasi yang disesuaikan, di mana saran ahli kami mengubah potensi menjadi kenyataan yang menguntungkan.\n\nLanjutkan membaca di situs kami:\n\nhttps://www.forumnadlanusa.com/2026/0...\n\n#HousingMarket2026 #RealEstateTrends #BuyerSentiment #HousingCorrection #MarketOpportunities\n\n📊 Berlangganan untuk Pembaruan Mingguan tentang KPR & Pasar\nKami menguraikan tren suku bunga KPR, data inflasi, pembaruan perumahan, dan berita ekonomi yang didukung oleh angka-angka nyata.\n\n🔔 Mulai Di Sini\n📞 Panggilan Strategi Investor Gratis\n👉 https://calendly.com/contact-nadlanca...\n📝 Ajukan Permohonan — Satu Permohonan •🔍 Jika Anda ingin mendapatkan hipotek terbaik di AS untuk Warga Negara Asing dan Amerika, dan ingin menjalankan lelang antara lebih dari 3.000 pemberi pinjaman 👉https://nadlancapitalgroup.com/apply/\n\n📲 Ikuti Nadlan Capital Group\nLinkedIn:   / forum-real-estate-usa  \nInstagram:   / forumrealestateusa  \nTikTok:  \nFacebook:   / 769142779829550  \n\n⚖️ Kepatuhan\nLiorLustig, CEO NadlanCapitalGroup\nHanya untuk tujuan pendidikan. Bukan nasihat keuangan.\nPersetujuan pinjaman tunduk pada pedoman penjaminan.\nBukan komitmen untuk memberikan pinjaman.", "post_id": "nOsPh8UdeOY"}}, {"key": "nadlancapital", "attributes": {"label": "nadlancapital", "x": 424.70360826809673, "y": 910.7326912273047, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.7056, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "nOsPh8UdeOY", "id": "nadlancapital", "source": "youtube-000001", "content": "Sentimen Pembeli Lelang Menurun: Pasar Perumahan Menghadapi Ketidakpastian di Tahun 2026\n\nSentimen Pembeli Lelang Menurun: Pasar Perumahan Menghadapi Ketidakpastian di Tahun 2026\n\n“Pasar perumahan sedang bergeser, dan jika Anda seorang pembeli, keadaan akan menjadi menarik…”\n\nMenurut laporan terbaru Auction.com, sentimen pembeli telah berubah drastis memasuki tahun 2026.\n\n“Setelah periode peningkatan kepercayaan di tahun 2025, keadaan mulai mereda.”\n\nYang mengejutkan—hanya 36% pembeli yang sekarang melihat pasar perumahan lokal mereka sebagai “terlalu mahal,” turun tajam dari lonjakan harga sebelumnya.\n\n“Apa yang sebenarnya terjadi?”\n\n“Koreksi perumahan yang lambat” diprediksi terjadi pada tahun 2026, menurut Jason Allnutt, CEO Auction.com. Terlepas dari nada hati-hati tersebut, ada kabar baik:\n\nKeterjangkauan harga membaik di banyak pasar lokal.\n\nSekarang, mari kita telusuri angka-angkanya:\n\n43% pembeli memperkirakan harga rumah akan turun pada tahun 2026—ini adalah penurunan yang diprediksi tertinggi sejak tahun 2022.\n\nDan yang lebih mengejutkan—31% pembeli memperkirakan harga sewa juga akan turun.\n\n“Sepertinya penurunan harga diperkirakan terjadi di semua sektor.”\n\nNamun, ini bukan kabar buruk bagi pembeli:\n\n59% masih berencana untuk meningkatkan pembelian properti mereka tahun ini, meskipun angka tersebut merupakan yang terendah sejak tahun 2023.\n\n“Di mana pergeseran ini terjadi?”\n\nWilayah Tengah AS—Texas, Ohio, Michigan—adalah wilayah terbesar yang memperkirakan penurunan harga rumah.\n\nDi Tenggara—Florida, Georgia, Tennessee—pembeli paling mungkin memperkirakan penurunan harga sewa.\n\nNamun, wilayah Timur Laut lebih optimis, dengan hanya 37% yang memperkirakan penurunan harga rumah.\n\nWilayah Barat, yang meliputi negara bagian seperti California dan Nevada, masih mengalami sedikit kenaikan harga, meskipun ini merupakan kenaikan terendah sejak survei dimulai.\n\nJadi, apa artinya ini bagi Anda?\n\nPembeli masih bergulat dengan hambatan seperti:\nPersaingan dari pembeli dengan daya beli lebih tinggi\nKekurangan persediaan di beberapa pasar\nMeningkatnya aktivitas penyitaan, terutama di wilayah Tenggara\n\nNamun, ada harapan. 29% pembeli melaporkan menemukan pasar dengan \"fundamental yang lemah tetapi peluang yang terbatas.\"\n\nDan 31% percaya ada pasar dengan \"pertumbuhan yang solid\", yang memberikan potensi nyata untuk investasi.\n\n\"Intinya?\"\n\nPembeli menunggu dan mengamati saat pasar stabil, mencari peluang terbatas untuk mendapatkan properti dengan harga yang baik.\n\n\"Ini adalah pasar yang perlu ditunggu dan dilihat... tetapi mereka yang bertindak cepat di tempat yang tepat dapat menemukan imbalan yang signifikan.\"\n\nSpesialisasi kami adalah membantu Anda mendapatkan pinjaman terbaik yang tersedia dengan mudah, menawarkan saran profesional untuk membantu Anda mencapai tujuan investasi real estat Anda tanpa stres. Hubungi kami hari ini untuk konsultasi yang disesuaikan, di mana saran ahli kami mengubah potensi menjadi kenyataan yang menguntungkan.\n\nLanjutkan membaca di situs kami:\n\nhttps://www.forumnadlanusa.com/2026/0...\n\n#HousingMarket2026 #RealEstateTrends #BuyerSentiment #HousingCorrection #MarketOpportunities\n\n📊 Berlangganan untuk Pembaruan Mingguan tentang KPR & Pasar\nKami menguraikan tren suku bunga KPR, data inflasi, pembaruan perumahan, dan berita ekonomi yang didukung oleh angka-angka nyata.\n\n🔔 Mulai Di Sini\n📞 Panggilan Strategi Investor Gratis\n👉 https://calendly.com/contact-nadlanca...\n📝 Ajukan Permohonan — Satu Permohonan •🔍 Jika Anda ingin mendapatkan hipotek terbaik di AS untuk Warga Negara Asing dan Amerika, dan ingin menjalankan lelang antara lebih dari 3.000 pemberi pinjaman 👉https://nadlancapitalgroup.com/apply/\n\n📲 Ikuti Nadlan Capital Group\nLinkedIn:   / forum-real-estate-usa  \nInstagram:   / forumrealestateusa  \nTikTok:  \nFacebook:   / 769142779829550  \n\n⚖️ Kepatuhan\nLiorLustig, CEO NadlanCapitalGroup\nHanya untuk tujuan pendidikan. Bukan nasihat keuangan.\nPersetujuan pinjaman tunduk pada pedoman penjaminan.\nBukan komitmen untuk memberikan pinjaman.", "post_id": "nOsPh8UdeOY"}}, {"key": "endgameinvestor", "attributes": {"label": "endgameinvestor", "x": 40.98290835406093, "y": 423.1257272512573, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.6787, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fcToQkBjqOY", "id": "endgameinvestor", "source": "youtube-000001", "content": "BERITA BESAR! AS Siap MENGHANCURKAN SEMUANYA! Ini Akan Mengubah Harga Emas dan Perak SELAMANYA - ...\n\nGoldman Sachs sebelumnya telah mencatat bahwa pembatasan ekspor baru China mungkin akan membuat pasar perak semakin bergejolak.\n\nMenurut data bea cukai China yang dirilis pada hari Jumat, pembeli terbesar menerima lebih dari 790 ton dalam dua bulan pertama, termasuk hampir 470 ton pada bulan Februari—jumlah tertinggi yang pernah tercatat untuk bulan tersebut. Karena permintaan yang kuat, harga lokal telah naik secara signifikan di atas patokan global, mengurangi cadangan devisa yang sudah rendah dan membeli logam dari luar negeri.\n\nHarga perak naik menjadi $75,6 per ons pada hari Jumat, menuju kenaikan mingguan ketiga berturut-turut, didorong oleh dolar yang lebih lemah dan fokus investor pada pembicaraan diplomatik AS-Iran di Islamabad.\n\nLogam tersebut melonjak lebih dari 4% minggu ini, didukung lebih lanjut oleh ekspektasi penurunan suku bunga AS yang lebih awal dan lebih dalam, yang meningkatkan permintaan untuk aset yang tidak menghasilkan imbal hasil.\n\nGencatan senjata AS-Iran selama dua minggu membantu mendorong penurunan tajam harga minyak, meredakan kekhawatiran akan meningkatnya inflasi.\n\nNamun, gencatan senjata yang rapuh tersebut menghadapi tekanan pada hari Jumat, karena serangan Israel di Lebanon dan gangguan di Selat Hormuz mengancam negosiasi.\n\n*Berlangganan saluran ini*\n   /   \n\n🚨 Lindungi Privasi Anda dengan NordVPN (Diskon 75% + 3 Bulan Gratis!): https://go.nordvpn.net/aff_c?offer_id...\n🔥Dapatkan Panduan Anda untuk Menumpuk Emas dan Perak Secara Efisien: https://goldsilverstacks.com/gold-sil...\n🟡 Dapatkan Buku Pegangan Numismatik Anda - Menguasai Koin AS, Tanggal Penting & Kesalahan: https://goldsilverstacks.com/numismat...\n📧Ringkasan Buletin Mingguan Komentar Logam Mulia: https://goldsilverstacks.com/gold-sil...\n⭐Membantu Bisnis Lokal Sukses dengan Pemasaran Digital (SEO, PPC, Iklan Media Sosial): https://primedigitalnetworksou.com\n\nKredit:\n\n   • Hormuz Still Shut, Japan on the Brink, Who...  \n\nKami membuat konten edukatif tentang dunia komoditas, menghadirkan berita pasar terbaru dan klip terbaik dari para ahli yang paling dicari di bidang emas dan perak, menjelaskan konsep-konsep kunci yang dibahas dalam episode tersebut, dan mengajarkan fundamental utama emas dan perak agar Anda tetap terinformasi.\n\nPERNYATAAN KEUANGAN: Saluran ini bertujuan untuk berbagi kiat dan video investasi dari para ahli. KAMI TIDAK MEMBERIKAN NASIHAT KEUANGAN! Harap berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum mengambil tindakan keuangan apa pun. Kami mendapatkan komisi dari rujukan di atas berdasarkan persentase komisi per biaya yang dihasilkan oleh pendaftaran baru.\n\nPERNYATAAN PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR Pernyataan Penafian Hak Cipta Berdasarkan Bagian 107 Undang-Undang Hak Cipta 1976, izin diberikan untuk \"penggunaan wajar\" untuk tujuan seperti kritik, komentar, pelaporan berita, pengajaran, beasiswa, dan penelitian. Penggunaan wajar adalah penggunaan yang diizinkan oleh undang-undang hak cipta yang mungkin melanggar hak cipta. Penggunaan nirlaba, pendidikan, atau pribadi cenderung mendukung penggunaan wajar.\n\n#hargaemas #perak #prediksiemas #prediksiperak #prospekemas #prospekperak #beritaemas #beritaperak #emas #hargaperak #komoditas #htzcap #rafifarber", "post_id": "fcToQkBjqOY"}}], "edges": [{"key": "keuangan_", "source": "keuangan_", "target": "AidilAKBAR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "gardencomp1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "humans_sapiens", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "Saham_fess", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Rangga81591832", "source": "Rangga81591832", "target": "Dedy44169434", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Rangga81591832", "source": "Rangga81591832", "target": "nalar_logis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Rangga81591832", "source": "Rangga81591832", "target": "MurtadhaOne1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "the_river76", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "wiwinini", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "finansiologi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ahzatsa01", "source": "ahzatsa01", "target": "sekuritas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ahzatsa01", "source": "ahzatsa01", "target": "analis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ahzatsa01", "source": "ahzatsa01", "target": "sekuritas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ahzatsa01", "source": "ahzatsa01", "target": "analis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ahzatsa01", "source": "ahzatsa01", "target": "analis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ahzatsa01", "source": "ahzatsa01", "target": "sekuritas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sukses.clipp", "source": "sukses.clipp", "target": "rivan.kurniawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@NDTVProfitIndia", "source": "@NDTVProfitIndia", "target": "ndtvprofitindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TPFx_Indonesia", "source": "@TPFx_Indonesia", "target": "tpfx_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@htzcap", "source": "@htzcap", "target": "htzcap", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@htzcap", "source": "@htzcap", "target": "peterschiff", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@nadlancapitalgroup", "source": "@nadlancapitalgroup", "target": "nadlancapital", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@htzcap", "source": "@htzcap", "target": "htzcap", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@htzcap", "source": "@htzcap", "target": "endgameinvestor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}