{"nodes": [{"key": "riversandlakes5", "attributes": {"label": "riversandlakes5", "x": 63.39115025685204, "y": 76.63982731112029, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 19.466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2047619334261105138", "id": "riversandlakes5", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah terus melemah hingga sempat menembus Rp 17.000 per dolar AS. Di tengah tekanan itu, Bank Indonesia menilai nilai tuka…", "post_id": "2047619334261105138"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 679.8111209251819, "y": 406.12542546292764, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 27.739, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2047619334261105138", "id": "kompascom", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah terus melemah hingga sempat menembus Rp 17.000 per dolar AS. Di tengah tekanan itu, Bank Indonesia menilai nilai tuka…", "post_id": "2047619334261105138"}}, {"key": "black_k00k33", "attributes": {"label": "black_k00k33", "x": 535.3667536788662, "y": 84.6950233086331, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 19.466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051139422650065074", "id": "black_k00k33", "source": "retweet-000002", "content": "Bagong ceritakan ulang (karena artikelnya harus subscribe di Kompas)\n##\nRupiah pernah ambles ke Rp 17.000/dolar AS.\nPerusah…", "post_id": "2051139422650065074"}}, {"key": "RagilSemar", "attributes": {"label": "RagilSemar", "x": 20.284967534416666, "y": 394.24280830247847, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 105.7935, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 12, "out_degree": 2, "degree": 14}, "_id": "2051139422650065074", "id": "RagilSemar", "source": "retweet-000002", "content": "Bagong ceritakan ulang (karena artikelnya harus subscribe di Kompas)\n##\nRupiah pernah ambles ke Rp 17.000/dolar AS.\nPerusah…", "post_id": "2051139422650065074"}}, {"key": "guan6566", "attributes": {"label": "guan6566", "x": 973.9269407011094, "y": 679.6673598448181, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 19.466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051157495129985314", "id": "guan6566", "source": "retweet-000002", "content": "Bagong ceritakan ulang (karena artikelnya harus subscribe di Kompas)\n##\nRupiah pernah ambles ke Rp 17.000/dolar AS.\nPerusah…", "post_id": "2051157495129985314"}}, {"key": "beautydyah", "attributes": {"label": "beautydyah", "x": 460.76715689184965, "y": 108.65666326826285, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 19.466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051136102749417487", "id": "beautydyah", "source": "retweet-000002", "content": "Bagong ceritakan ulang (karena artikelnya harus subscribe di Kompas)\n##\nRupiah pernah ambles ke Rp 17.000/dolar AS.\nPerusah…", "post_id": "2051136102749417487"}}, {"key": "DarthConscious", "attributes": {"label": "DarthConscious", "x": 685.1495466909188, "y": 558.6148277555219, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 19.466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051188971594735934", "id": "DarthConscious", "source": "retweet-000002", "content": "Bagong ceritakan ulang (karena artikelnya harus subscribe di Kompas)\n##\nRupiah pernah ambles ke Rp 17.000/dolar AS.\nPerusah…", "post_id": "2051188971594735934"}}, {"key": "abah_iman_", "attributes": {"label": "abah_iman_", "x": 747.5632159005851, "y": 943.3083263981566, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 19.466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051197152769278047", "id": "abah_iman_", "source": "retweet-000002", "content": "Bagong ceritakan ulang (karena artikelnya harus subscribe di Kompas)\n##\nRupiah pernah ambles ke Rp 17.000/dolar AS.\nPerusah…", "post_id": "2051197152769278047"}}, {"key": "ArmaZulfikar", "attributes": {"label": "ArmaZulfikar", "x": 99.5886774159207, "y": 775.4556063754484, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050128464800543145", "id": "ArmaZulfikar", "source": "tweet-000004", "content": "Centrang biru otak loe bloon 🤣. Tau gak loe mengapa dollar bisa Rp 6500..?? Itu Habibie mengeluarkan kebijakan suku bunga Indonesia (SBI) 70%. Yg buat asing berlomba lomba tukar dolar sama rupiah simpan di Bank Indonesia. Bunga 70%. Itu yg bayar APBN.", "post_id": "2050128464800543145"}}, {"key": "Raizeeel_", "attributes": {"label": "Raizeeel_", "x": 530.5199781526671, "y": 590.9581135849572, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 36.0121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050128464800543145", "id": "Raizeeel_", "source": "tweet-000004", "content": "Centrang biru otak loe bloon 🤣. Tau gak loe mengapa dollar bisa Rp 6500..?? Itu Habibie mengeluarkan kebijakan suku bunga Indonesia (SBI) 70%. Yg buat asing berlomba lomba tukar dolar sama rupiah simpan di Bank Indonesia. Bunga 70%. Itu yg bayar APBN.", "post_id": "2050128464800543145"}}, {"key": "hariankompas", "attributes": {"label": "hariankompas", "x": 44.11819165135089, "y": 577.1834222391516, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3889445428417243229_1537212147", "id": "hariankompas", "source": "instagram-000001", "content": "Awal Januari 1998, rupiah seperti kehilangan jangkar. Dari sekitar Rp 2.450 per dolar AS pada Juli 1997, ia amblas, menyentuh Rp 17.000. Di balik angka itu ada perusahaan tutup, pekerja pulang tanpa kepastian. Ada dapur mendadak sunyi.\n\nPada 23 Februari 1998, di Bundaran Hotel Indonesia, sekelompok perempuan berdiri, membawa kegelisahan yang sederhana: harga susu yang melonjak. Tapi, justru di situlah krisis menemukan wajahnya, bukan dalam grafik. Melainkan dalam antrean, dalam kecemasan. Inflasi mencapai 77 persen. Ekonomi Indonesia runtuh. Mahasiswa turun ke jalan.\n\nMereka yang melewati 1998 tahu, itu tak sekadar krisis ekonomi. Peristiwa itu menjadi luka, tersimpan dalam ingatan kolektif. Mungkin karena itu, di Indonesia, nilai tukar tak pernah hanya angka, tetapi seperti detak jantung: sedikit bergejolak, ingatan lama bangkit. Setiap kali rupiah melemah, bayang-bayang Krisis Keuangan Asia 1998 kembali hadir, di pasar, di percakapan—dan mungkin—memengaruhi keputusan.\n\nRupiah, Risiko, dan Ingatan 1998\nOpini 4 Mei 2026\n\nDitulis oleh Muhamad Chatib Basri () \nVisiting Scholar Center for International Development Harvard University\n\n#HarianKompas #Kompasid #OpiniKompas #Ekonomi", "post_id": "3889445428417243229_1537212147"}}, {"key": "chatibbasri", "attributes": {"label": "chatibbasri", "x": 611.7022509245049, "y": 596.9090283166568, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.739, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3889445428417243229_1537212147", "id": "chatibbasri", "source": "instagram-000001", "content": "Awal Januari 1998, rupiah seperti kehilangan jangkar. Dari sekitar Rp 2.450 per dolar AS pada Juli 1997, ia amblas, menyentuh Rp 17.000. Di balik angka itu ada perusahaan tutup, pekerja pulang tanpa kepastian. Ada dapur mendadak sunyi.\n\nPada 23 Februari 1998, di Bundaran Hotel Indonesia, sekelompok perempuan berdiri, membawa kegelisahan yang sederhana: harga susu yang melonjak. Tapi, justru di situlah krisis menemukan wajahnya, bukan dalam grafik. Melainkan dalam antrean, dalam kecemasan. Inflasi mencapai 77 persen. Ekonomi Indonesia runtuh. Mahasiswa turun ke jalan.\n\nMereka yang melewati 1998 tahu, itu tak sekadar krisis ekonomi. Peristiwa itu menjadi luka, tersimpan dalam ingatan kolektif. Mungkin karena itu, di Indonesia, nilai tukar tak pernah hanya angka, tetapi seperti detak jantung: sedikit bergejolak, ingatan lama bangkit. Setiap kali rupiah melemah, bayang-bayang Krisis Keuangan Asia 1998 kembali hadir, di pasar, di percakapan—dan mungkin—memengaruhi keputusan.\n\nRupiah, Risiko, dan Ingatan 1998\nOpini 4 Mei 2026\n\nDitulis oleh Muhamad Chatib Basri () \nVisiting Scholar Center for International Development Harvard University\n\n#HarianKompas #Kompasid #OpiniKompas #Ekonomi", "post_id": "3889445428417243229_1537212147"}}, {"key": "ekssoverr", "attributes": {"label": "ekssoverr", "x": 252.65425377846827, "y": 809.4724267824565, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632183981261245703", "id": "ekssoverr", "source": "tiktok-000001", "content": "Pelemahan rupiah hingga kisaran Rp17.300 per dolar AS tidak lepas dari penguatan dolar secara global. Saat ekonomi Amerika Serikat menunjukkan kinerja yang solid, investor cenderung mengalihkan dananya ke aset berbasis dolar yang dianggap lebih aman dan menguntungkan. Akibatnya, permintaan terhadap dolar meningkat, sementara mata uang negara berkembang seperti rupiah mengalami tekanan. Selain itu, kebijakan suku bunga yang ditetapkan oleh Federal Reserve turut memperkuat posisi dolar AS. Ketika suku bunga tinggi dipertahankan, imbal hasil investasi di AS menjadi lebih menarik dibandingkan negara lain. Kondisi ini mendorong aliran modal keluar dari Indonesia, sehingga memperlemah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Biar nggak cuma paham, tapi juga enjoy bahas ekonomi 📊✨ Follow  dan jangan ketinggalan berita ekonomi yang dikemas ringan & fun! #fyp #beritaekonomiindonesia #beritaekonomi #rupiahmelemah #rupiah17000", "post_id": "7632183981261245703"}}, {"key": "Ekssover", "attributes": {"label": "Ekssover", "x": 622.3324566251899, "y": 75.29200588770746, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 36.0121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632183981261245703", "id": "Ekssover", "source": "tiktok-000001", "content": "Pelemahan rupiah hingga kisaran Rp17.300 per dolar AS tidak lepas dari penguatan dolar secara global. Saat ekonomi Amerika Serikat menunjukkan kinerja yang solid, investor cenderung mengalihkan dananya ke aset berbasis dolar yang dianggap lebih aman dan menguntungkan. Akibatnya, permintaan terhadap dolar meningkat, sementara mata uang negara berkembang seperti rupiah mengalami tekanan. Selain itu, kebijakan suku bunga yang ditetapkan oleh Federal Reserve turut memperkuat posisi dolar AS. Ketika suku bunga tinggi dipertahankan, imbal hasil investasi di AS menjadi lebih menarik dibandingkan negara lain. Kondisi ini mendorong aliran modal keluar dari Indonesia, sehingga memperlemah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Biar nggak cuma paham, tapi juga enjoy bahas ekonomi 📊✨ Follow  dan jangan ketinggalan berita ekonomi yang dikemas ringan & fun! #fyp #beritaekonomiindonesia #beritaekonomi #rupiahmelemah #rupiah17000", "post_id": "7632183981261245703"}}, {"key": "arkan_turungku", "attributes": {"label": "arkan_turungku", "x": 691.8779257650307, "y": 365.55888096118116, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "arkan_turungku", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "StatifyID", "attributes": {"label": "StatifyID", "x": 491.7575131011934, "y": 271.48063386203324, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 36.0121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "StatifyID", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "seputarkepri7", "attributes": {"label": "seputarkepri7", "x": 77.90375427190699, "y": 786.4590570817999, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631793312025808148", "id": "seputarkepri7", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kian melemah hingga menembus 17.300 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Kamis (23/4). Posisi terlemah sepanjang sejarah.  Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah hari ini dibuka melemah 40 poin di level 17.221 per dolar AS dan terus bergerak loyo hingga menembus 17.300 per dolar AS pada pukul 09.28 WIB. Analis dari Doo Financial Lukman Leong menilai, pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS yang didorong oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Sedangkan keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan dinilai tak cukup kuat untuk menahan tekanan eksternal. Editor: Agustiyanti #rupiah #dolar #nilaitukarrupiah #ekonomiindonesia #prabowo", "post_id": "7631793312025808148"}}, {"key": "katadatacoid", "attributes": {"label": "katadatacoid", "x": 119.47131752889828, "y": 244.56684542221564, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 36.0121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631793312025808148", "id": "katadatacoid", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kian melemah hingga menembus 17.300 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Kamis (23/4). Posisi terlemah sepanjang sejarah.  Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah hari ini dibuka melemah 40 poin di level 17.221 per dolar AS dan terus bergerak loyo hingga menembus 17.300 per dolar AS pada pukul 09.28 WIB. Analis dari Doo Financial Lukman Leong menilai, pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS yang didorong oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Sedangkan keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan dinilai tak cukup kuat untuk menahan tekanan eksternal. Editor: Agustiyanti #rupiah #dolar #nilaitukarrupiah #ekonomiindonesia #prabowo", "post_id": "7631793312025808148"}}, {"key": "ntvjakartaselatan", "attributes": {"label": "ntvjakartaselatan", "x": 51.6416628702977, "y": 995.4611702411563, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7633436873578319111", "id": "ntvjakartaselatan", "source": "tiktok-000001", "content": "Terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika serikat yang menembus level 17.300 rupiah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan hal tersebut bukan dipicu memburuknya kondisi ekonomi dalam negeri. Ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara tetangga yakni malaysia dan thailand hanya kurs nilai tukarnya yang berbeda.   #nusantaratv #nusantaratvsahabatkita #menkeu #purbaya #ekonomi", "post_id": "7633436873578319111"}}, {"key": "official.ntv", "attributes": {"label": "official.ntv", "x": 920.5561468214826, "y": 887.8776022070056, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.739, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633436873578319111", "id": "official.ntv", "source": "tiktok-000001", "content": "Terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika serikat yang menembus level 17.300 rupiah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan hal tersebut bukan dipicu memburuknya kondisi ekonomi dalam negeri. Ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara tetangga yakni malaysia dan thailand hanya kurs nilai tukarnya yang berbeda.   #nusantaratv #nusantaratvsahabatkita #menkeu #purbaya #ekonomi", "post_id": "7633436873578319111"}}, {"key": "ntvnews.id", "attributes": {"label": "ntvnews.id", "x": 724.9976749204168, "y": 443.74447169318574, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.739, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633436873578319111", "id": "ntvnews.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika serikat yang menembus level 17.300 rupiah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan hal tersebut bukan dipicu memburuknya kondisi ekonomi dalam negeri. Ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara tetangga yakni malaysia dan thailand hanya kurs nilai tukarnya yang berbeda.   #nusantaratv #nusantaratvsahabatkita #menkeu #purbaya #ekonomi", "post_id": "7633436873578319111"}}, {"key": "idx_yogyakarta", "attributes": {"label": "idx_yogyakarta", "x": 671.8679720153611, "y": 671.9245191400909, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7591877506077068562", "id": "idx_yogyakarta", "source": "tiktok-000001", "content": "Sepanjang 2025, rupiah memang bergerak melemah. Bukan karena krisis, tapi tekanan global yang masih kuat—dari dolar AS, suku bunga tinggi, sampai sentimen investor yang makin hati-hati. 💱 Masuk 2026, arah rupiah diperkirakan belum banyak berubah. Cenderung stabil, tapi belum punya ruang besar untuk menguat. Semua kembali ke satu hal: seberapa kuat fundamental ekonomi dijaga. Karena stabilitas bukan soal cepat menguat, tapi soal tetap bertahan di tengah ketidakpastian.  📲 Yuk, belajar bareng  #Rupiah #EkonomiIndonesia #NilaiTukar #MarketUpdate #EkonomiGlobal", "post_id": "7591877506077068562"}}, {"key": "indonesiastockexchange", "attributes": {"label": "indonesiastockexchange", "x": 557.0691326291561, "y": 274.3134382051363, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 36.0121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7591877506077068562", "id": "indonesiastockexchange", "source": "tiktok-000001", "content": "Sepanjang 2025, rupiah memang bergerak melemah. Bukan karena krisis, tapi tekanan global yang masih kuat—dari dolar AS, suku bunga tinggi, sampai sentimen investor yang makin hati-hati. 💱 Masuk 2026, arah rupiah diperkirakan belum banyak berubah. Cenderung stabil, tapi belum punya ruang besar untuk menguat. Semua kembali ke satu hal: seberapa kuat fundamental ekonomi dijaga. Karena stabilitas bukan soal cepat menguat, tapi soal tetap bertahan di tengah ketidakpastian.  📲 Yuk, belajar bareng  #Rupiah #EkonomiIndonesia #NilaiTukar #MarketUpdate #EkonomiGlobal", "post_id": "7591877506077068562"}}, {"key": "total.litas3", "attributes": {"label": "total.litas3", "x": 752.7589803033108, "y": 331.48453214564745, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7633262933081918740", "id": "total.litas3", "source": "tiktok-000001", "content": "#duet dengan  #republika  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelemahan rupiah hingga menembus level Rp17.300 per dolar AS (data per 24 April 2026) bukan tanda ekonomi Indonesia memburuk. Purbaya menilai fundamental ekonomi domestik masih kuat dibandingkan negara tetangga, dan menekankan bahwa kondisi saat ini lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar global.  Berikut adalah poin penting dari situasi tersebut: Kurs Rupiah: Sempat menyentuh level Rp17.300-an per dolar AS. Posisi Pemerintah: Purbaya membantah krisis ekonomi dan mengklaim fundamental ekonomi RI masih lebih kuat dibanding ringgit Malaysia dan baht Thailand. Penyebab: Pelemahah diklaim lebih karena faktor global dan ekspektasi pasar, bukan kerusakan ekonomi domestik. Respons: Bank Indonesia (BI) memperkuat intervensi mata uang.  Purbaya mengimbau agar pelaku pasar tidak reaktif dan tetap tenang melihat pergerakan mata uang regional.  #jagaindonesia #jagaekonomiindonesia #tolakhoakskrisis", "post_id": "7633262933081918740"}}, {"key": "Republika", "attributes": {"label": "Republika", "x": 312.108771732206, "y": 950.1988623563456, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 36.0121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633262933081918740", "id": "Republika", "source": "tiktok-000001", "content": "#duet dengan  #republika  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelemahan rupiah hingga menembus level Rp17.300 per dolar AS (data per 24 April 2026) bukan tanda ekonomi Indonesia memburuk. Purbaya menilai fundamental ekonomi domestik masih kuat dibandingkan negara tetangga, dan menekankan bahwa kondisi saat ini lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar global.  Berikut adalah poin penting dari situasi tersebut: Kurs Rupiah: Sempat menyentuh level Rp17.300-an per dolar AS. Posisi Pemerintah: Purbaya membantah krisis ekonomi dan mengklaim fundamental ekonomi RI masih lebih kuat dibanding ringgit Malaysia dan baht Thailand. Penyebab: Pelemahah diklaim lebih karena faktor global dan ekspektasi pasar, bukan kerusakan ekonomi domestik. Respons: Bank Indonesia (BI) memperkuat intervensi mata uang.  Purbaya mengimbau agar pelaku pasar tidak reaktif dan tetap tenang melihat pergerakan mata uang regional.  #jagaindonesia #jagaekonomiindonesia #tolakhoakskrisis", "post_id": "7633262933081918740"}}, {"key": "@Lumin.insight", "attributes": {"label": "@Lumin.insight", "x": 787.6285069740254, "y": 829.8533589835727, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "dC65kCPG4oE", "id": "@Lumin.insight", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah melemah 17.000/1$!!\n\nTiktok lumin:\nhttps://www.tiktok.com/?i...\n\nInstagram lumin:\nhttps://www.instagram.com/lumin_katon...\n\nWa bisnis lumin:\nhttps://wa.me/+6285121383942\n\nIHSG ambruk 3,38% ke level 7.129 pada Jumat (24/4) — pelemahan 5 hari beruntun dengan total koreksi 6,61% — dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik: ketegangan geopolitik di Selat Hormuz memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dan jalur perdagangan global, yang membuat harga minyak Brent bertahan tinggi di kisaran $106/barel, menimbulkan kekhawatiran inflasi dan melebarnya defisit anggaran; di sisi lain, penguatan dolar AS secara global dan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia menekan rupiah hingga mendekati Rp17.300/USD — level terlemah sepanjang sejarah; sebagai negara net importir minyak, kebutuhan dolar untuk impor energi meningkat tajam, memperparah tekanan pada rupiah; dan akumulasi net sell asing sejak awal tahun 2026 menembus Rp40 triliun, dengan panic selling dan forced sell yang menyebar merata ke seluruh sektor terutama energi, infrastruktur, dan properti.\n\n #bisnis #trading #trading #bisnisbaru #saham #money #forex #cryptocurrency #pengusaha #bitcoin #motivasi", "post_id": "dC65kCPG4oE"}}, {"key": "katon_lumin", "attributes": {"label": "katon_lumin", "x": 846.6825899042898, "y": 11.030249495814214, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.0121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "dC65kCPG4oE", "id": "katon_lumin", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah melemah 17.000/1$!!\n\nTiktok lumin:\nhttps://www.tiktok.com/?i...\n\nInstagram lumin:\nhttps://www.instagram.com/lumin_katon...\n\nWa bisnis lumin:\nhttps://wa.me/+6285121383942\n\nIHSG ambruk 3,38% ke level 7.129 pada Jumat (24/4) — pelemahan 5 hari beruntun dengan total koreksi 6,61% — dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik: ketegangan geopolitik di Selat Hormuz memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dan jalur perdagangan global, yang membuat harga minyak Brent bertahan tinggi di kisaran $106/barel, menimbulkan kekhawatiran inflasi dan melebarnya defisit anggaran; di sisi lain, penguatan dolar AS secara global dan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia menekan rupiah hingga mendekati Rp17.300/USD — level terlemah sepanjang sejarah; sebagai negara net importir minyak, kebutuhan dolar untuk impor energi meningkat tajam, memperparah tekanan pada rupiah; dan akumulasi net sell asing sejak awal tahun 2026 menembus Rp40 triliun, dengan panic selling dan forced sell yang menyebar merata ke seluruh sektor terutama energi, infrastruktur, dan properti.\n\n #bisnis #trading #trading #bisnisbaru #saham #money #forex #cryptocurrency #pengusaha #bitcoin #motivasi", "post_id": "dC65kCPG4oE"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 254.09317341797777, "y": 758.5299102067924, "size": 13.86, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.466, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "WyJVKCusHqw", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "KEMBALI TERTEKAN! Rupiah Melemah ke Rp17.300 Per USD | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah ke level 17.300-an per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu, di tengah sikap hati-hati pelaku pasar global menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.\n\nBerdasarkan data RTI Business, rupiah pada Rabu siang melemah 0,44 persen ke posisi 17.312 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah dibuka melemah 0,26 persen di level 17.255, sebelum akhirnya tertekan lebih dalam hingga sempat menyentuh 17.334 per dolar AS secara intraday.\n\nSementara itu, indeks dolar Amerika Serikat tercatat menguat ke level 98,646, mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "WyJVKCusHqw"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 697.8093385893151, "y": 437.4001107924727, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5874, "eigenvector": 134.5908, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "WyJVKCusHqw", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "KEMBALI TERTEKAN! Rupiah Melemah ke Rp17.300 Per USD | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah ke level 17.300-an per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu, di tengah sikap hati-hati pelaku pasar global menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.\n\nBerdasarkan data RTI Business, rupiah pada Rabu siang melemah 0,44 persen ke posisi 17.312 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah dibuka melemah 0,26 persen di level 17.255, sebelum akhirnya tertekan lebih dalam hingga sempat menyentuh 17.334 per dolar AS secara intraday.\n\nSementara itu, indeks dolar Amerika Serikat tercatat menguat ke level 98,646, mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "WyJVKCusHqw"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 487.00656118252016, "y": 938.2100447225532, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5874, "eigenvector": 134.5908, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "WyJVKCusHqw", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "KEMBALI TERTEKAN! Rupiah Melemah ke Rp17.300 Per USD | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah ke level 17.300-an per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu, di tengah sikap hati-hati pelaku pasar global menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.\n\nBerdasarkan data RTI Business, rupiah pada Rabu siang melemah 0,44 persen ke posisi 17.312 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah dibuka melemah 0,26 persen di level 17.255, sebelum akhirnya tertekan lebih dalam hingga sempat menyentuh 17.334 per dolar AS secara intraday.\n\nSementara itu, indeks dolar Amerika Serikat tercatat menguat ke level 98,646, mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "WyJVKCusHqw"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 10.91538767930389, "y": 291.6436201414523, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5874, "eigenvector": 134.5908, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "WyJVKCusHqw", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "KEMBALI TERTEKAN! Rupiah Melemah ke Rp17.300 Per USD | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah ke level 17.300-an per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu, di tengah sikap hati-hati pelaku pasar global menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.\n\nBerdasarkan data RTI Business, rupiah pada Rabu siang melemah 0,44 persen ke posisi 17.312 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah dibuka melemah 0,26 persen di level 17.255, sebelum akhirnya tertekan lebih dalam hingga sempat menyentuh 17.334 per dolar AS secara intraday.\n\nSementara itu, indeks dolar Amerika Serikat tercatat menguat ke level 98,646, mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "WyJVKCusHqw"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 533.490856846557, "y": 915.6675840455366, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5874, "eigenvector": 134.5908, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "WyJVKCusHqw", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "KEMBALI TERTEKAN! Rupiah Melemah ke Rp17.300 Per USD | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah ke level 17.300-an per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu, di tengah sikap hati-hati pelaku pasar global menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.\n\nBerdasarkan data RTI Business, rupiah pada Rabu siang melemah 0,44 persen ke posisi 17.312 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah dibuka melemah 0,26 persen di level 17.255, sebelum akhirnya tertekan lebih dalam hingga sempat menyentuh 17.334 per dolar AS secara intraday.\n\nSementara itu, indeks dolar Amerika Serikat tercatat menguat ke level 98,646, mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "WyJVKCusHqw"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 103.03071262223685, "y": 751.0221684881249, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5874, "eigenvector": 134.5908, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "WyJVKCusHqw", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "KEMBALI TERTEKAN! Rupiah Melemah ke Rp17.300 Per USD | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah ke level 17.300-an per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu, di tengah sikap hati-hati pelaku pasar global menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.\n\nBerdasarkan data RTI Business, rupiah pada Rabu siang melemah 0,44 persen ke posisi 17.312 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah dibuka melemah 0,26 persen di level 17.255, sebelum akhirnya tertekan lebih dalam hingga sempat menyentuh 17.334 per dolar AS secara intraday.\n\nSementara itu, indeks dolar Amerika Serikat tercatat menguat ke level 98,646, mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "WyJVKCusHqw"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 454.41592318693745, "y": 803.5397438578401, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.466, "eigenvector": 134.5908, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "N5VVezYc74o", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Kembali Tertekan! Rupiah Melemah ke Rp17.300 Per USD | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah ke level 17.300-an per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu, di tengah sikap hati-hati pelaku pasar global menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.\n\nBerdasarkan data RTI Business, rupiah pada Rabu siang melemah 0,44 persen ke posisi 17.312 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah dibuka melemah 0,26 persen di level 17.255, sebelum akhirnya tertekan lebih dalam hingga sempat menyentuh 17.334 per dolar AS secara intraday.\n\nSementara itu, indeks dolar Amerika Serikat tercatat menguat ke level 98,646, mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "N5VVezYc74o"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 699.8557061671751, "y": 317.6537180645691, "size": 9.3, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.8297, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "N5VVezYc74o", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Kembali Tertekan! Rupiah Melemah ke Rp17.300 Per USD | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah ke level 17.300-an per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu, di tengah sikap hati-hati pelaku pasar global menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.\n\nBerdasarkan data RTI Business, rupiah pada Rabu siang melemah 0,44 persen ke posisi 17.312 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah dibuka melemah 0,26 persen di level 17.255, sebelum akhirnya tertekan lebih dalam hingga sempat menyentuh 17.334 per dolar AS secara intraday.\n\nSementara itu, indeks dolar Amerika Serikat tercatat menguat ke level 98,646, mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "N5VVezYc74o"}}, {"key": "@kronologifakta", "attributes": {"label": "@kronologifakta", "x": 596.7363897414286, "y": 651.0723618549891, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "zoLQcuRnCtc", "id": "@kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "Ancaman Ekonomi Global: Bagaimana Ini Mempengaruhi Kantong Anda? Ini Yang Sebenarnya Terjadi!!\n\nPernahkah Anda merasa cemas dengan berita ekonomi seperti isu krisis ekonomi atau inflasi yang terus-menerus? Video ini membahas empat ancaman ekonomi global, termasuk penguatan us dollar dan bagaimana rupiah melemah, yang kerap membuat kita pusing. Dengan analisa pasar yang mendalam, kita akan mengupas tuntas isu-isu ini untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. \n\nSumber ini merinci enam dimensi krisis ekonomi yang dipicu oleh konflik global dan kenaikan harga komoditas utama. Penulis menekankan bahwa lonjakan biaya energi memicu inflasi luas yang memaksa bank sentral untuk menaikkan suku bunga, sehingga memperberat beban cicilan masyarakat.\n\nSelain itu, penguatan mata uang Dolar melemahkan nilai tukar negara lain dan meningkatkan biaya impor bagi sektor industri. Situasi ini diperparah oleh perlambatan perdagangan internasional yang membuat aktivitas ekspor menjadi sangat sulit dilakukan.\n\nSecara keseluruhan, teks tersebut memperingatkan tentang ancaman defisit perdagangan dan tekanan finansial hebat yang akan dihadapi perusahaan maupun individu. Krisis ini menciptakan siklus ekonomi yang berbahaya bagi kestabilan keuangan global secara menyeluruh.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe  ⁨⁩  untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "zoLQcuRnCtc"}}, {"key": "kronologifakta", "attributes": {"label": "kronologifakta", "x": 584.8845725685551, "y": 95.72745306497698, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.0121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zoLQcuRnCtc", "id": "kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "Ancaman Ekonomi Global: Bagaimana Ini Mempengaruhi Kantong Anda? Ini Yang Sebenarnya Terjadi!!\n\nPernahkah Anda merasa cemas dengan berita ekonomi seperti isu krisis ekonomi atau inflasi yang terus-menerus? Video ini membahas empat ancaman ekonomi global, termasuk penguatan us dollar dan bagaimana rupiah melemah, yang kerap membuat kita pusing. Dengan analisa pasar yang mendalam, kita akan mengupas tuntas isu-isu ini untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. \n\nSumber ini merinci enam dimensi krisis ekonomi yang dipicu oleh konflik global dan kenaikan harga komoditas utama. Penulis menekankan bahwa lonjakan biaya energi memicu inflasi luas yang memaksa bank sentral untuk menaikkan suku bunga, sehingga memperberat beban cicilan masyarakat.\n\nSelain itu, penguatan mata uang Dolar melemahkan nilai tukar negara lain dan meningkatkan biaya impor bagi sektor industri. Situasi ini diperparah oleh perlambatan perdagangan internasional yang membuat aktivitas ekspor menjadi sangat sulit dilakukan.\n\nSecara keseluruhan, teks tersebut memperingatkan tentang ancaman defisit perdagangan dan tekanan finansial hebat yang akan dihadapi perusahaan maupun individu. Krisis ini menciptakan siklus ekonomi yang berbahaya bagi kestabilan keuangan global secara menyeluruh.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe  ⁨⁩  untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "zoLQcuRnCtc"}}], "edges": [{"key": "riversandlakes5", "source": "riversandlakes5", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "riversandlakes5", "source": "riversandlakes5", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "black_k00k33", "source": "black_k00k33", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "black_k00k33", "source": "black_k00k33", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "guan6566", "source": "guan6566", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "guan6566", "source": "guan6566", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "beautydyah", "source": "beautydyah", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "beautydyah", "source": "beautydyah", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "DarthConscious", "source": "DarthConscious", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "DarthConscious", "source": "DarthConscious", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "RagilSemar", "source": "RagilSemar", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "RagilSemar", "source": "RagilSemar", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "abah_iman_", "source": "abah_iman_", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "abah_iman_", "source": "abah_iman_", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "ArmaZulfikar", "source": "ArmaZulfikar", "target": "Raizeeel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "chatibbasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ekssoverr", "source": "ekssoverr", "target": "Ekssover", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arkan_turungku", "source": "arkan_turungku", "target": "StatifyID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "seputarkepri7", "source": "seputarkepri7", "target": "katadatacoid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ntvjakartaselatan", "source": "ntvjakartaselatan", "target": "official.ntv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ntvjakartaselatan", "source": "ntvjakartaselatan", "target": "ntvnews.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "idx_yogyakarta", "source": "idx_yogyakarta", "target": "indonesiastockexchange", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "total.litas3", "source": "total.litas3", "target": "Republika", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "chatibbasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@Lumin.insight", "source": "@Lumin.insight", "target": "katon_lumin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}