{"nodes": [{"key": "Mayatanakagung", "attributes": {"label": "Mayatanakagung", "x": 235.73977121922928, "y": 195.78007502892348, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.1755, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051085878861365733", "id": "Mayatanakagung", "source": "tweet-000004", "content": "Suku bunga Bank berdasarkan suku bunga BI Bank Sentral/BI Rate. Jika BI Rate ditetapkan 5%, maka Bank akan menetapkan suku bunga kredit antara 10% hingga 12-13% tergantung jenis kreditnya (kecuali KPR)", "post_id": "2051085878861365733"}}, {"key": "Masdjodi1", "attributes": {"label": "Masdjodi1", "x": 979.9984902048946, "y": 952.0765059922561, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 47.2751, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051085878861365733", "id": "Masdjodi1", "source": "tweet-000004", "content": "Suku bunga Bank berdasarkan suku bunga BI Bank Sentral/BI Rate. Jika BI Rate ditetapkan 5%, maka Bank akan menetapkan suku bunga kredit antara 10% hingga 12-13% tergantung jenis kreditnya (kecuali KPR)", "post_id": "2051085878861365733"}}, {"key": "_haye_", "attributes": {"label": "_haye_", "x": 16.390097579875974, "y": 900.2866756133385, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 47.2751, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051085878861365733", "id": "_haye_", "source": "tweet-000004", "content": "Suku bunga Bank berdasarkan suku bunga BI Bank Sentral/BI Rate. Jika BI Rate ditetapkan 5%, maka Bank akan menetapkan suku bunga kredit antara 10% hingga 12-13% tergantung jenis kreditnya (kecuali KPR)", "post_id": "2051085878861365733"}}, {"key": "Take_Niggasaki", "attributes": {"label": "Take_Niggasaki", "x": 883.6947632545679, "y": 107.29997571552718, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.1755, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051144995504324873", "id": "Take_Niggasaki", "source": "tweet-000004", "content": "Punya keponakan ga guna banget.\nIni ga ada yg berani kasih paham pak Prab kalo bunga kredit bank tergantung pada cost of fund+ops+profit? BI rate aja udah 4,75% Nanti perbankan hancur dibuat orang ini.", "post_id": "2051144995504324873"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "aldotjahjadi8", "x": 643.6327511686931, "y": 873.6388118059282, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 68.4245, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2051144995504324873", "id": "aldotjahjadi8", "source": "tweet-000004", "content": "Punya keponakan ga guna banget.\nIni ga ada yg berani kasih paham pak Prab kalo bunga kredit bank tergantung pada cost of fund+ops+profit? BI rate aja udah 4,75% Nanti perbankan hancur dibuat orang ini.", "post_id": "2051144995504324873"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 926.9504945772375, "y": 773.6709691900948, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.1755, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "2051192914043167088", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Ya, program ini layak dicoba sebagai stimulus jangka pendek untuk dorong inklusi kredit UMKM & rumah murah, terutama kalau pertumbuhan ekonomi lagi melambat. Potensi multiplier effect lewat konsumsi & investasi cukup besar, mirip KUR yang sudah terbukti naikkan akses kredit.", "post_id": "2051192914043167088"}}, {"key": "OniDewono", "attributes": {"label": "OniDewono", "x": 698.9067985269868, "y": 202.10030698930802, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 40.2253, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051192914043167088", "id": "OniDewono", "source": "tweet-000004", "content": "Ya, program ini layak dicoba sebagai stimulus jangka pendek untuk dorong inklusi kredit UMKM & rumah murah, terutama kalau pertumbuhan ekonomi lagi melambat. Potensi multiplier effect lewat konsumsi & investasi cukup besar, mirip KUR yang sudah terbukti naikkan akses kredit.", "post_id": "2051192914043167088"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 773.4390959295422, "y": 452.5208055703187, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 57.6966, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3885170685946159762_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🔥 Menkeu Purbaya Pede Ekonomi RI ‘Nyundul’ 8% dalam 3 Tahun, Angin Segar Buat IHSG?\nby  Academy\n\nSobat Cuan, ini bukan sekadar pidato optimistis… ini narasi makro yang bisa jadi bahan bakar besar buat market kalau terealisasi. Dan kalau benar ekonomi menuju 8%, banyak sektor bisa ikut pesta. 👇\n\n1️⃣ Fakta Utama\nMenkeu Purbaya Yudhi Sadewa melempar target berani:\n✅ Pertumbuhan Q1–Q2 2026 di sekitar 5,5%\n✅ Dalam 2–3 tahun dibidik bisa tembus 8%\n✅ Mesin utamanya: sektor swasta + belanja pemerintah + reformasi struktur ekonomi\n\n2️⃣ Kenapa Ini Besar?\nKarena pertumbuhan ekonomi = bahan bakar laba emiten.\n\nSaat PDB naik: → konsumsi tumbuh\n→ kredit naik\n→ investasi meningkat\n→ laba korporasi bisa ikut terdongkrak\n\n3️⃣ Potensi Pemenang 📈\nKalau narasi ini jalan, sektor yang paling diuntungkan biasanya:\n🏦 Big Banks\nKredit ekspansi bisa meledak.\n\n🛒 Consumer Goods & Retail\nDaya beli naik = revenue ikut tumbuh.\n\n🏗️ Infrastruktur & Properti\nBelanja pembangunan bisa jadi katalis besar.\n\n4️⃣ Yang Perlu Diwaspadai ⚠️\nTapi target 8% masih proyeksi.\nDan market tahu bedanya narasi dengan realisasi.\n\nRisiko yang perlu dipantau: \n• eksekusi belanja pemerintah\n• pertumbuhan kredit riil\n• kondisi global/resesi eksternal\n• realisasi data PDB kuartalan\n\n5️⃣ Strategi Mainnya\n🗓️ Investor Long Term\nNarasi seperti ini cocok buat akumulasi bertahap di saham fundamental.\n\n🗓️ Swing Trader\nPantau rilis data PDB Mei.\n\n🗓️ Defensif\nTetap diversifikasi.\n\n6️⃣ Insight Penting\nYang menarik dari target 8% bukan angkanya…\nTapi pesan di baliknya.\nPemerintah sedang mencoba membangun confidence narrative.\n\n7️⃣ Kesimpulan\nTarget pertumbuhan 8% jelas sentimen positif buat IHSG.\n\nKalau terealisasi, potensi efek dominonya besar: \n✅ laba emiten naik\n✅ inflow asing terbuka\n✅ valuasi pasar bisa rerating\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya.\n📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #EkonomiIndonesia #PDB8Persen #BBCA #BMRI", "post_id": "3885170685946159762_52512310886"}}, {"key": "dpc.demokratta", "attributes": {"label": "dpc.demokratta", "x": 512.0243106281009, "y": 357.79019784088183, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 33.1755, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7618809706038955285", "id": "dpc.demokratta", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang juga Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat  , menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Hal ini ia tegaskan saat menghadiri penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) di Novotel Pulomas, Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Menteri TRH juga menjelaskan salah satu tonggak capaian pemerintah pada 2026, yakni penyiapan plafon pembiayaan hingga Rp10 triliun melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis Kekayaan Intelektual (KI).  Melalui skema ini, jelas Menteri TRH, wirausaha ekonomi kreatif dapat mengakses pinjaman sekitar Rp100 juta hingga Rp500 juta, dengan penyaluran yang akan didorong melalui kerja sama dengan GEKRAFS.  Demokrat  Jatim   #Ekraf #PartaiDemokrat #Menekraf #AHY #DemokratTulungagung", "post_id": "7618809706038955285"}}, {"key": "teukuriefky", "attributes": {"label": "teukuriefky", "x": 343.21200614405177, "y": 102.3798171656527, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 40.2253, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7618809706038955285", "id": "teukuriefky", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang juga Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat  , menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Hal ini ia tegaskan saat menghadiri penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) di Novotel Pulomas, Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Menteri TRH juga menjelaskan salah satu tonggak capaian pemerintah pada 2026, yakni penyiapan plafon pembiayaan hingga Rp10 triliun melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis Kekayaan Intelektual (KI).  Melalui skema ini, jelas Menteri TRH, wirausaha ekonomi kreatif dapat mengakses pinjaman sekitar Rp100 juta hingga Rp500 juta, dengan penyaluran yang akan didorong melalui kerja sama dengan GEKRAFS.  Demokrat  Jatim   #Ekraf #PartaiDemokrat #Menekraf #AHY #DemokratTulungagung", "post_id": "7618809706038955285"}}, {"key": "Partai", "attributes": {"label": "Partai", "x": 23.047281865744562, "y": 447.8730579918907, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 40.2253, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7618809706038955285", "id": "Partai", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang juga Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat  , menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Hal ini ia tegaskan saat menghadiri penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) di Novotel Pulomas, Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Menteri TRH juga menjelaskan salah satu tonggak capaian pemerintah pada 2026, yakni penyiapan plafon pembiayaan hingga Rp10 triliun melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis Kekayaan Intelektual (KI).  Melalui skema ini, jelas Menteri TRH, wirausaha ekonomi kreatif dapat mengakses pinjaman sekitar Rp100 juta hingga Rp500 juta, dengan penyaluran yang akan didorong melalui kerja sama dengan GEKRAFS.  Demokrat  Jatim   #Ekraf #PartaiDemokrat #Menekraf #AHY #DemokratTulungagung", "post_id": "7618809706038955285"}}, {"key": "Demokrat", "attributes": {"label": "Demokrat", "x": 705.3225059096012, "y": 10.813580108920085, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 40.2253, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7618809706038955285", "id": "Demokrat", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang juga Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat  , menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Hal ini ia tegaskan saat menghadiri penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) di Novotel Pulomas, Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Menteri TRH juga menjelaskan salah satu tonggak capaian pemerintah pada 2026, yakni penyiapan plafon pembiayaan hingga Rp10 triliun melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis Kekayaan Intelektual (KI).  Melalui skema ini, jelas Menteri TRH, wirausaha ekonomi kreatif dapat mengakses pinjaman sekitar Rp100 juta hingga Rp500 juta, dengan penyaluran yang akan didorong melalui kerja sama dengan GEKRAFS.  Demokrat  Jatim   #Ekraf #PartaiDemokrat #Menekraf #AHY #DemokratTulungagung", "post_id": "7618809706038955285"}}, {"key": "ekraf.ri", "attributes": {"label": "ekraf.ri", "x": 5.209217107106423, "y": 277.9454335362946, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 40.2253, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7618809706038955285", "id": "ekraf.ri", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang juga Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat  , menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Hal ini ia tegaskan saat menghadiri penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) di Novotel Pulomas, Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Menteri TRH juga menjelaskan salah satu tonggak capaian pemerintah pada 2026, yakni penyiapan plafon pembiayaan hingga Rp10 triliun melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis Kekayaan Intelektual (KI).  Melalui skema ini, jelas Menteri TRH, wirausaha ekonomi kreatif dapat mengakses pinjaman sekitar Rp100 juta hingga Rp500 juta, dengan penyaluran yang akan didorong melalui kerja sama dengan GEKRAFS.  Demokrat  Jatim   #Ekraf #PartaiDemokrat #Menekraf #AHY #DemokratTulungagung", "post_id": "7618809706038955285"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 568.2872502792252, "y": 860.4329729481373, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.1755, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 951.3801173221286, "y": 153.91072179151877, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.204, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 425.1908756331684, "y": 353.7808271684615, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.204, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 412.77671824027817, "y": 220.52996486351395, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.204, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 456.7399702772663, "y": 91.3564593813403, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.204, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 292.0261977046305, "y": 481.6438773665551, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.204, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 240.01377957866077, "y": 15.59312064047691, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.204, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "@tvasuransi", "attributes": {"label": "@tvasuransi", "x": 994.5184945197169, "y": 908.1411372391673, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.1755, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Eha9wR1pzLU", "id": "@tvasuransi", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Lima Satgas Kelomlok Kerja Untuk Mendukung Percepatan Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Ketidakpasti\n\nMenteri Kordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa dalam rangka mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi, pemerintah melakukan akselerasi beberapa kebijakan atau terobosan-terobosan strategis untuk mempercepat program pemerintah.\n\nKredit: ‪‬ \n\n#youtubevideos #menkoperekonomian #airlanggahartarto #programunggulan \n=============================================================\nWebsite: https://mediaasuransinews.co.id/\n\nSocial Media :\n\nFacebook\n  / media.asuran.  .\n  / majalah.medi.  .\n\nInstagram\n  / mediaasuran.  .\n\nLinkedin \n  / media-asu.  .\n\nTwitter\n  / media_asuransi  \n----------------------------------------------\nFor Business Inquiries : editor", "post_id": "Eha9wR1pzLU"}}, {"key": "PerekonomianRI", "attributes": {"label": "PerekonomianRI", "x": 238.67648682660104, "y": 177.08185763609606, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 61.3747, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Eha9wR1pzLU", "id": "PerekonomianRI", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Lima Satgas Kelomlok Kerja Untuk Mendukung Percepatan Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Ketidakpasti\n\nMenteri Kordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa dalam rangka mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi, pemerintah melakukan akselerasi beberapa kebijakan atau terobosan-terobosan strategis untuk mempercepat program pemerintah.\n\nKredit: ‪‬ \n\n#youtubevideos #menkoperekonomian #airlanggahartarto #programunggulan \n=============================================================\nWebsite: https://mediaasuransinews.co.id/\n\nSocial Media :\n\nFacebook\n  / media.asuran.  .\n  / majalah.medi.  .\n\nInstagram\n  / mediaasuran.  .\n\nLinkedin \n  / media-asu.  .\n\nTwitter\n  / media_asuransi  \n----------------------------------------------\nFor Business Inquiries : editor", "post_id": "Eha9wR1pzLU"}}, {"key": "@WealthEmpir", "attributes": {"label": "@WealthEmpir", "x": 451.351676528028, "y": 815.7576771116449, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.1755, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "V7Vn9InaQSw", "id": "@WealthEmpir", "source": "youtube-000001", "content": "Guyana baru saja menemukan tambang tembaga terbesar. Tidak ada yang membicarakannya?\n\nGuyana dengan cepat muncul sebagai salah satu kisah sumber daya terpenting di dunia, didorong oleh produksi minyak lepas pantainya yang masif di Blok Stabroek dan meningkatnya perhatian pada potensi mineral daratnya yang belum dimanfaatkan.\n\n#Guyana #GuianaShield #PertambanganEmas\n\nDalam video ini, kami menguraikan perkembangan nyata yang terjadi di dalam Perisai Guyana — salah satu wilayah geologi yang paling kurang dieksplorasi di Amerika Selatan — di mana sistem emas semakin dikaitkan dengan kredit tembaga dan potensi penambangan jangka panjang.\n\nKami meneliti dua proyek utama yang saat ini sedang berjalan pada tahun 2026:\n• Proyek Emas dan Tembaga Groete (Gold Port Corporation) dengan izin penambangan yang diperbarui, rekonstruksi kamp yang aktif, dan basis sumber daya terinferensi yang telah ditentukan.\n\n• Proyek Emas Toroparu (Aris Mining) yang sedang dalam tahap pra-kelayakan setelah hasil ekonomi yang kuat menunjukkan potensi produksi jangka panjang dengan produk sampingan emas, perak, dan tembaga yang signifikan.\n\nBersamaan dengan itu, kami menganalisis produksi minyak Guyana yang memecahkan rekor, mendekati satu juta barel per hari, dan implikasi yang lebih luas dari penggabungan dominasi energi lepas pantai dengan pengembangan mineral di darat.\n\nIni bukan sensasi atau spekulasi — ini adalah analisis mendalam berdasarkan laporan perusahaan yang terverifikasi, konteks geologis, dan pembaruan pemerintah hingga April 2026.\n\nApakah Guyana menjadi kekuatan ganda dalam sumber daya energi dan logam?\n\nPertambangan Guyana 2026, deposit emas Perisai Guiana, potensi tembaga Guyana, proyek pertambangan emas Guyana, pembaruan proyek Toroparu, Proyek Emas Tembaga Groete, produksi minyak Guyana 2026, produksi Blok Stabroek, Aris Mining Guyana, Gold Port Corporation Guyana, eksplorasi pertambangan Amerika Selatan, produk sampingan tembaga dan emas, permintaan mineral kritis tembaga, sumber daya geologi Guyana, wilayah emas yang belum banyak dieksplorasi, sumber daya pertumbuhan ekonomi Guyana\nBerlangganan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru\n\nhttps://youtube.com/?si=N...\n\n#Guyana #GuianaShield #PertambanganEmas #PertambanganTembaga #MinyakGuyana #BlokStabroek #BeritaPertambangan #MineralKritis #ArisMining #EksplorasiEmas #PertambanganAmerikaSelatan #LedakanSumberDaya #Geologi #BeritaEnergi #Pertambangan2026 #PermintaanTembaga #SumberDayaAlam #PertumbuhanEkonomi #EksplorasiPertambangan\n\nPenafian\n\nVideo ini hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi, dan bukan merupakan nasihat keuangan atau investasi. Semua informasi didasarkan pada sumber yang tersedia untuk umum per April 2026. Sumber daya mineral yang disebutkan bukanlah cadangan dan tidak menjamin kelayakan ekonomi. Pemirsa harus melakukan riset sendiri sebelum mengambil keputusan apa pun.", "post_id": "V7Vn9InaQSw"}}, {"key": "WealthEmpir", "attributes": {"label": "WealthEmpir", "x": 38.65045624602303, "y": 80.94873813738224, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 61.3747, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "V7Vn9InaQSw", "id": "WealthEmpir", "source": "youtube-000001", "content": "Guyana baru saja menemukan tambang tembaga terbesar. Tidak ada yang membicarakannya?\n\nGuyana dengan cepat muncul sebagai salah satu kisah sumber daya terpenting di dunia, didorong oleh produksi minyak lepas pantainya yang masif di Blok Stabroek dan meningkatnya perhatian pada potensi mineral daratnya yang belum dimanfaatkan.\n\n#Guyana #GuianaShield #PertambanganEmas\n\nDalam video ini, kami menguraikan perkembangan nyata yang terjadi di dalam Perisai Guyana — salah satu wilayah geologi yang paling kurang dieksplorasi di Amerika Selatan — di mana sistem emas semakin dikaitkan dengan kredit tembaga dan potensi penambangan jangka panjang.\n\nKami meneliti dua proyek utama yang saat ini sedang berjalan pada tahun 2026:\n• Proyek Emas dan Tembaga Groete (Gold Port Corporation) dengan izin penambangan yang diperbarui, rekonstruksi kamp yang aktif, dan basis sumber daya terinferensi yang telah ditentukan.\n\n• Proyek Emas Toroparu (Aris Mining) yang sedang dalam tahap pra-kelayakan setelah hasil ekonomi yang kuat menunjukkan potensi produksi jangka panjang dengan produk sampingan emas, perak, dan tembaga yang signifikan.\n\nBersamaan dengan itu, kami menganalisis produksi minyak Guyana yang memecahkan rekor, mendekati satu juta barel per hari, dan implikasi yang lebih luas dari penggabungan dominasi energi lepas pantai dengan pengembangan mineral di darat.\n\nIni bukan sensasi atau spekulasi — ini adalah analisis mendalam berdasarkan laporan perusahaan yang terverifikasi, konteks geologis, dan pembaruan pemerintah hingga April 2026.\n\nApakah Guyana menjadi kekuatan ganda dalam sumber daya energi dan logam?\n\nPertambangan Guyana 2026, deposit emas Perisai Guiana, potensi tembaga Guyana, proyek pertambangan emas Guyana, pembaruan proyek Toroparu, Proyek Emas Tembaga Groete, produksi minyak Guyana 2026, produksi Blok Stabroek, Aris Mining Guyana, Gold Port Corporation Guyana, eksplorasi pertambangan Amerika Selatan, produk sampingan tembaga dan emas, permintaan mineral kritis tembaga, sumber daya geologi Guyana, wilayah emas yang belum banyak dieksplorasi, sumber daya pertumbuhan ekonomi Guyana\nBerlangganan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru\n\nhttps://youtube.com/?si=N...\n\n#Guyana #GuianaShield #PertambanganEmas #PertambanganTembaga #MinyakGuyana #BlokStabroek #BeritaPertambangan #MineralKritis #ArisMining #EksplorasiEmas #PertambanganAmerikaSelatan #LedakanSumberDaya #Geologi #BeritaEnergi #Pertambangan2026 #PermintaanTembaga #SumberDayaAlam #PertumbuhanEkonomi #EksplorasiPertambangan\n\nPenafian\n\nVideo ini hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi, dan bukan merupakan nasihat keuangan atau investasi. Semua informasi didasarkan pada sumber yang tersedia untuk umum per April 2026. Sumber daya mineral yang disebutkan bukanlah cadangan dan tidak menjamin kelayakan ekonomi. Pemirsa harus melakukan riset sendiri sebelum mengambil keputusan apa pun.", "post_id": "V7Vn9InaQSw"}}], "edges": [{"key": "Mayatanakagung", "source": "Mayatanakagung", "target": "Masdjodi1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Mayatanakagung", "source": "Mayatanakagung", "target": "_haye_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Take_Niggasaki", "source": "Take_Niggasaki", "target": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "OniDewono", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "OniDewono", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "dpc.demokratta", "source": "dpc.demokratta", "target": "teukuriefky", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dpc.demokratta", "source": "dpc.demokratta", "target": "Partai", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dpc.demokratta", "source": "dpc.demokratta", "target": "Demokrat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dpc.demokratta", "source": "dpc.demokratta", "target": "ekraf.ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvasuransi", "source": "@tvasuransi", "target": "PerekonomianRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@WealthEmpir", "source": "@WealthEmpir", "target": "WealthEmpir", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}