{"nodes": [{"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 38.94666152677695, "y": 667.6478545696588, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.0687, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049639142099718196", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Halo! Dolar lagi naik ke Rp17.351 karena faktor utama eksternal: ketegangan geopolitik Timur Tengah (AS-Iran & risiko Selat Hormuz) bikin harga minyak dunia melonjak. USD jadi safe-haven, sementara Rupiah tertekan.\n\nDitambah demand dolar musiman (dividen dll) & cadangan devisa BI", "post_id": "2049639142099718196"}}, {"key": "ichuuuls", "attributes": {"label": "ichuuuls", "x": 2.082870222323674, "y": 120.206853143773, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.0479, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049639142099718196", "id": "ichuuuls", "source": "tweet-000004", "content": "Halo! Dolar lagi naik ke Rp17.351 karena faktor utama eksternal: ketegangan geopolitik Timur Tengah (AS-Iran & risiko Selat Hormuz) bikin harga minyak dunia melonjak. USD jadi safe-haven, sementara Rupiah tertekan.\n\nDitambah demand dolar musiman (dividen dll) & cadangan devisa BI", "post_id": "2049639142099718196"}}, {"key": "zakiberkata", "attributes": {"label": "zakiberkata", "x": 491.16701504176086, "y": 258.09889115471975, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.0479, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049639142099718196", "id": "zakiberkata", "source": "tweet-000004", "content": "Halo! Dolar lagi naik ke Rp17.351 karena faktor utama eksternal: ketegangan geopolitik Timur Tengah (AS-Iran & risiko Selat Hormuz) bikin harga minyak dunia melonjak. USD jadi safe-haven, sementara Rupiah tertekan.\n\nDitambah demand dolar musiman (dividen dll) & cadangan devisa BI", "post_id": "2049639142099718196"}}, {"key": "liliesxterna", "attributes": {"label": "liliesxterna", "x": 914.0129114265094, "y": 409.2199217842353, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.0687, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2048962608829735042", "id": "liliesxterna", "source": "tweet-000004", "content": "Semuanya dampak dibilang salah Pak Prabowo, padahal ada banyak faktor yang menyebabkan rupiah melemah, salah satunya yaitu konflik antara AS dan Iran, kenaikan harga minyak dunia serta tingginya suku bunga bank sentral AS", "post_id": "2048962608829735042"}}, {"key": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "BigAlphaID", "x": 746.8618102364493, "y": 204.65047205702226, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 26.0272, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2048962608829735042", "id": "BigAlphaID", "source": "tweet-000004", "content": "Semuanya dampak dibilang salah Pak Prabowo, padahal ada banyak faktor yang menyebabkan rupiah melemah, salah satunya yaitu konflik antara AS dan Iran, kenaikan harga minyak dunia serta tingginya suku bunga bank sentral AS", "post_id": "2048962608829735042"}}, {"key": "sahambbk", "attributes": {"label": "sahambbk", "x": 984.1654653056984, "y": 246.3497018104417, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 93.7906, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3886447315943112579_8368743173", "id": "sahambbk", "source": "instagram-000001", "content": "The Fed kembali menahan suku bunga, tapi pesan besarnya jauh lebih dalam dari sekadar “no rate cut.”\n\nPerpecahan internal terbesar sejak 1992, inflasi yang masih tinggi, lonjakan harga minyak akibat konflik geopolitik, hingga tekanan politik terhadap Jerome Powell membuat arah kebijakan moneter AS semakin kompleks.\n\n📌 Higher for longer masih jadi skenario utama\n📌 Volatilitas pasar global berpotensi meningkat\n📌 Emerging markets seperti Indonesia perlu waspada terhadap capital outflow\n\nBagi investor, ini saatnya lebih disiplin membaca sentimen macro, menjaga manajemen risiko, dan fokus pada strategi jangka menengah-panjang.\n\nKarena di era seperti sekarang, keputusan bank sentral global bisa berdampak langsung ke portofolio kita.\n\n💬 Menurut kamu, kapan The Fed mulai memangkas suku bunga?\n\n👇 Tulis pandanganmu di kolom komentar\n🔄 Share ke sesama investor\n❤️ Save untuk update market global\n📈 Follow  untuk insight saham dan market update harian\n\n#TheFed #JeromePowell #SukuBunga #IHSG #investasi", "post_id": "3886447315943112579_8368743173"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 419.0800341181156, "y": 902.8063257052986, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 93.7906, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3887452097067095444_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah tekanan yang membayangi pasar saham sepanjang April 2026, sejumlah emiten justru mencatat lonjakan harga yang mencolok.\n\nMenurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah sekitar 1,30 persen sepanjang bulan lalu dan ditutup di level 6.956,80 pada Kamis (30/4/2026).\n\nPelemahan ini dipicu kombinasi sentimen negatif, mulai dari isu MSCI, memanasnya konflik geopolitik Amerika Serikat (AS)-Iran yang mendorong harga minyak, hingga depresiasi rupiah yang menyentuh kisaran Rp17.370 per USD.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/ihsg-lesu-10-saham-ini-justru-terbang-tinggi-di-april \n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Freepik\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3887452097067095444_3310659452"}}, {"key": "harrymedina.7273", "attributes": {"label": "harrymedina.7273", "x": 319.24373552195294, "y": 593.0684346239079, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0687, "eigenvector": 71.4275, "in_degree": 0, "out_degree": 13, "degree": 13}, "_id": "7633361550841040146", "id": "harrymedina.7273", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Ahadsan", "attributes": {"label": "Ahadsan", "x": 618.2683433239047, "y": 646.1800816226925, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9886, "eigenvector": 71.4275, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Ahadsan", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Datoobama", "attributes": {"label": "Datoobama", "x": 282.161453581629, "y": 210.88649976418128, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9886, "eigenvector": 71.4275, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Datoobama", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Hidden", "attributes": {"label": "Hidden", "x": 321.76553125255106, "y": 992.9887699795056, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9886, "eigenvector": 71.4275, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Hidden", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Malaydesh", "attributes": {"label": "Malaydesh", "x": 163.89105504691614, "y": 646.5073303218763, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9886, "eigenvector": 71.4275, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Malaydesh", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "yudie", "attributes": {"label": "yudie", "x": 126.19191207137526, "y": 449.383654434259, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9886, "eigenvector": 71.4275, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "yudie", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "andiaskarbotak76", "attributes": {"label": "andiaskarbotak76", "x": 459.3351067681146, "y": 144.08227761513115, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9886, "eigenvector": 71.4275, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "andiaskarbotak76", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "maha", "attributes": {"label": "maha", "x": 259.9356995103058, "y": 838.902066850026, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9886, "eigenvector": 71.4275, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "maha", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "KAKEK", "attributes": {"label": "KAKEK", "x": 320.32181017872296, "y": 937.83970337731, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9886, "eigenvector": 71.4275, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "KAKEK", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "ADRI", "attributes": {"label": "ADRI", "x": 222.40182184795543, "y": 867.5899584231977, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9886, "eigenvector": 71.4275, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "ADRI", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "jay", "attributes": {"label": "jay", "x": 492.954652347971, "y": 272.336720549193, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9886, "eigenvector": 71.4275, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "jay", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "pak", "attributes": {"label": "pak", "x": 189.73862449743572, "y": 408.00821130972065, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9886, "eigenvector": 71.4275, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "pak", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "OFFICIAL", "attributes": {"label": "OFFICIAL", "x": 448.7431650088095, "y": 617.8565577027255, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9886, "eigenvector": 71.4275, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "OFFICIAL", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Anik", "attributes": {"label": "Anik", "x": 951.1683792572816, "y": 362.08436893535134, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9886, "eigenvector": 71.4275, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Anik", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "playerthn2025", "attributes": {"label": "playerthn2025", "x": 815.8142879996429, "y": 265.32727161347236, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0687, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7634095201052642578", "id": "playerthn2025", "source": "tiktok-000001", "content": "Breaking news, update emas terbaru hari rabu 29 April 2026 emas mengalami penurunan yang cukup deras😱📉 Dunia sedang di ambang ketidakpastian, dan emas ikut terseret di dalamnya! Kebijakan The Fed kini jadi penentu utama arah harga emas global. Di tengah data ekonomi AS yang kuat, justru muncul tekanan baru dari lonjakan inflasi akibat harga minyak yang naik karena konflik geopolitik 😰 Saat inflasi naik, pasar mulai memperkirakan suku bunga tetap tinggi. Dampaknya? Imbal hasil obligasi ikut naik dan dolar menguat. Kondisi ini membuat emas kehilangan daya tariknya sebagai aset safe haven, karena investor mulai beralih ke instrumen lain yang dianggap lebih menguntungkan. Inilah yang menyebabkan harga emas terkoreksi dalam waktu singkat. Bukan karena tren besar berubah, tapi karena tekanan jangka pendek dari kebijakan dan kondisi global. Namun situasi ini belum selesai. Jika konflik memanas atau inflasi semakin tinggi, emas justru bisa kembali bersinar 💥 Semua mata kini tertuju pada keputusan The Fed. Satu langkah saja bisa menentukan, apakah emas akan lanjut turun atau justru melonjak tajam dalam waktu dekat. Apakah konflik global bisa mendorong emas kembali naik sebagai safe haven? ‼️Disclaimer : Postingan ini hanya bertujuan untuk edukasi, Bukan ajakan membeli atau menjual aset Menurut  Masi pemulaa🙏 #investasiemas #emasdigital", "post_id": "7634095201052642578"}}, {"key": "bitorexpost", "attributes": {"label": "bitorexpost", "x": 561.1088109792688, "y": 376.6093926153401, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.0272, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634095201052642578", "id": "bitorexpost", "source": "tiktok-000001", "content": "Breaking news, update emas terbaru hari rabu 29 April 2026 emas mengalami penurunan yang cukup deras😱📉 Dunia sedang di ambang ketidakpastian, dan emas ikut terseret di dalamnya! Kebijakan The Fed kini jadi penentu utama arah harga emas global. Di tengah data ekonomi AS yang kuat, justru muncul tekanan baru dari lonjakan inflasi akibat harga minyak yang naik karena konflik geopolitik 😰 Saat inflasi naik, pasar mulai memperkirakan suku bunga tetap tinggi. Dampaknya? Imbal hasil obligasi ikut naik dan dolar menguat. Kondisi ini membuat emas kehilangan daya tariknya sebagai aset safe haven, karena investor mulai beralih ke instrumen lain yang dianggap lebih menguntungkan. Inilah yang menyebabkan harga emas terkoreksi dalam waktu singkat. Bukan karena tren besar berubah, tapi karena tekanan jangka pendek dari kebijakan dan kondisi global. Namun situasi ini belum selesai. Jika konflik memanas atau inflasi semakin tinggi, emas justru bisa kembali bersinar 💥 Semua mata kini tertuju pada keputusan The Fed. Satu langkah saja bisa menentukan, apakah emas akan lanjut turun atau justru melonjak tajam dalam waktu dekat. Apakah konflik global bisa mendorong emas kembali naik sebagai safe haven? ‼️Disclaimer : Postingan ini hanya bertujuan untuk edukasi, Bukan ajakan membeli atau menjual aset Menurut  Masi pemulaa🙏 #investasiemas #emasdigital", "post_id": "7634095201052642578"}}, {"key": "sanss_clips", "attributes": {"label": "sanss_clips", "x": 870.9947074227055, "y": 687.160069177945, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0687, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7633995902545546516", "id": "sanss_clips", "source": "tiktok-000001", "content": "PRESIDEN CUMA PION?! 😱 Siapa sebenarnya yang mengendalikan papan catur dunia? ♟️🌎 ​Selama ini kita mungkin berpikir bahwa pemegang kekuasaan tertinggi ada di tangan presiden. Tapi, benarkah begitu? Dalam diskusi mendalam di , Gema Goeyardi mengungkap sudut pandang yang cukup mind-blowing tentang tatanan dunia. ​Menurut analisa ini, pemerintah dan presiden sebenarnya berada di level piramida bawah dalam \"permainan\" global. Di atas mereka, ada kekuatan besar yang lebih dominan yang mengatur arah ekonomi dan konflik antar negara. 📉 ​Kenapa ini penting? Karena setiap kebijakan yang kita rasakan—mulai dari harga BBM, inflasi, hingga krisis ekonomi—seringkali merupakan bagian dari desain besar untuk keuntungan pihak tertentu. ​Pertanyaannya: Apakah kita hanya akan menjadi penonton, atau mulai paham cara kerja sistem ini untuk menyelamatkan finansial kita sendiri? 🧐 ​Yuk, diskusi di kolom komentar! Menurut kalian, siapa \"pemain utama\" yang sebenarnya punya kendali penuh atas ekonomi dunia saat ini? 🤔👇 ​Ketik \"PION\" kalau kamu mau tahu lebih lanjut soal 6 dimensi kematian ekonomi yang sedang mengancam kita! 🚨 #gemagoeyardi #astronacci #komunitasclipping #astroxkc8 #geopolitik", "post_id": "7633995902545546516"}}, {"key": "ceritanyautungs", "attributes": {"label": "ceritanyautungs", "x": 952.8361418657969, "y": 87.51177098410112, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.0272, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633995902545546516", "id": "ceritanyautungs", "source": "tiktok-000001", "content": "PRESIDEN CUMA PION?! 😱 Siapa sebenarnya yang mengendalikan papan catur dunia? ♟️🌎 ​Selama ini kita mungkin berpikir bahwa pemegang kekuasaan tertinggi ada di tangan presiden. Tapi, benarkah begitu? Dalam diskusi mendalam di , Gema Goeyardi mengungkap sudut pandang yang cukup mind-blowing tentang tatanan dunia. ​Menurut analisa ini, pemerintah dan presiden sebenarnya berada di level piramida bawah dalam \"permainan\" global. Di atas mereka, ada kekuatan besar yang lebih dominan yang mengatur arah ekonomi dan konflik antar negara. 📉 ​Kenapa ini penting? Karena setiap kebijakan yang kita rasakan—mulai dari harga BBM, inflasi, hingga krisis ekonomi—seringkali merupakan bagian dari desain besar untuk keuntungan pihak tertentu. ​Pertanyaannya: Apakah kita hanya akan menjadi penonton, atau mulai paham cara kerja sistem ini untuk menyelamatkan finansial kita sendiri? 🧐 ​Yuk, diskusi di kolom komentar! Menurut kalian, siapa \"pemain utama\" yang sebenarnya punya kendali penuh atas ekonomi dunia saat ini? 🤔👇 ​Ketik \"PION\" kalau kamu mau tahu lebih lanjut soal 6 dimensi kematian ekonomi yang sedang mengancam kita! 🚨 #gemagoeyardi #astronacci #komunitasclipping #astroxkc8 #geopolitik", "post_id": "7633995902545546516"}}, {"key": "hanyadianaja", "attributes": {"label": "hanyadianaja", "x": 784.013436263585, "y": 125.76217403449641, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0687, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7633611155960843541", "id": "hanyadianaja", "source": "tiktok-000001", "content": "#Repost  INDONESIA DI TITIK KRITIS: KENAPA 2026 TERASA BERAT? 🚨📉 Kerja makin keras, tapi uang makin cepat habis? Banyak orang merasakan hal yang sama. Ekonomi 2026 terasa berbeda karena tekanan datang dari banyak arah sekaligus. 📌 Dari dalam negeri: Daya beli melemah Lapangan kerja ketat Beban anggaran meningkat 📌 Dari luar negeri: Konflik global Harga minyak & pangan naik Rupiah tertekan Akibatnya, kelas menengah ikut terjepit. Yang dulu bisa menabung, sekarang fokus bertahan hidup. 💸 Saat penghasilan stagnan dan kebutuhan naik, banyak orang mulai berutang demi menutup kebutuhan. 🏭 Dunia usaha juga sulit: biaya naik, penjualan turun, risiko PHK meningkat. APA YANG HARUS DILAKUKAN? 🛡️ ✅ Kurangi konsumtif ✅ Perkuat dana darurat ✅ Upgrade skill ✅ Cari penghasilan tambahan Intinya, jangan panik. Di masa sulit, yang cepat beradaptasi akan lebih mudah bertahan. ⚠️  Disclaimer: Konten ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bahan diskusi, bukan untuk menakut-nakuti atau memprovokasi. Seluruh isi merupakan opini, analisa, dan interpretasi dari berbagai sumber yang dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi ekonomi terbaru. Prediksi tidak selalu tepat, dan keputusan finansial tetap menjadi tanggung jawab masing-masing. Tetap bijak, kritis, dan lakukan riset sendiri sebelum mengambil keputusan. #gemagoeyardi #astronacci #komunitasclipping #astroxkc6", "post_id": "7633611155960843541"}}, {"key": "ruangfinacee", "attributes": {"label": "ruangfinacee", "x": 641.3132051933899, "y": 737.4818310234235, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.0272, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633611155960843541", "id": "ruangfinacee", "source": "tiktok-000001", "content": "#Repost  INDONESIA DI TITIK KRITIS: KENAPA 2026 TERASA BERAT? 🚨📉 Kerja makin keras, tapi uang makin cepat habis? Banyak orang merasakan hal yang sama. Ekonomi 2026 terasa berbeda karena tekanan datang dari banyak arah sekaligus. 📌 Dari dalam negeri: Daya beli melemah Lapangan kerja ketat Beban anggaran meningkat 📌 Dari luar negeri: Konflik global Harga minyak & pangan naik Rupiah tertekan Akibatnya, kelas menengah ikut terjepit. Yang dulu bisa menabung, sekarang fokus bertahan hidup. 💸 Saat penghasilan stagnan dan kebutuhan naik, banyak orang mulai berutang demi menutup kebutuhan. 🏭 Dunia usaha juga sulit: biaya naik, penjualan turun, risiko PHK meningkat. APA YANG HARUS DILAKUKAN? 🛡️ ✅ Kurangi konsumtif ✅ Perkuat dana darurat ✅ Upgrade skill ✅ Cari penghasilan tambahan Intinya, jangan panik. Di masa sulit, yang cepat beradaptasi akan lebih mudah bertahan. ⚠️  Disclaimer: Konten ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bahan diskusi, bukan untuk menakut-nakuti atau memprovokasi. Seluruh isi merupakan opini, analisa, dan interpretasi dari berbagai sumber yang dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi ekonomi terbaru. Prediksi tidak selalu tepat, dan keputusan finansial tetap menjadi tanggung jawab masing-masing. Tetap bijak, kritis, dan lakukan riset sendiri sebelum mengambil keputusan. #gemagoeyardi #astronacci #komunitasclipping #astroxkc6", "post_id": "7633611155960843541"}}, {"key": "@tribunjakarta", "attributes": {"label": "@tribunjakarta", "x": 975.0254529166904, "y": 178.10839186432713, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0687, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "@tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "tribunjakarta", "x": 854.927154707806, "y": 607.377779303499, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.0479, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "tribun.jakart...", "x": 295.4257586894591, "y": 509.3993433580072, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.0479, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "tribun.jakart...", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 830.4554794568695, "y": 575.8243049582841, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0687, "eigenvector": 0.0019, "in_degree": 0, "out_degree": 42, "degree": 42}, "_id": "vj9wODsIjHc", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "RI Hadapi Tekanan Fiskal, Ekonom Ingatkan Revisi Asumsi Dasar Makro | IDXC UPDATE\n\nPemerintah belum merevisi asumsi ekonomi makro meski harga minyak dunia naik ke sekitar USD100 per barel akibat konflik Timur Tengah, yang memberi tekanan pada fiskal Indonesia. CORE Indonesia menilai defisit APBN kuartal I-2026 yang sudah mencapai sekitar Rp240 triliun berpotensi bertambah lebih dari Rp100 triliun akibat lonjakan subsidi energi. Jika harga minyak tetap tinggi, defisit bisa menembus batas 3 persen PDB, sementara rupiah di kisaran Rp17.000 turut menambah tekanan inflasi dan moneter. CORE mendorong pemerintah melakukan efisiensi, relokasi anggaran, dan penguatan strategi fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vj9wODsIjHc"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 802.4183719599719, "y": 601.6504608780507, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.3535, "eigenvector": 0.001, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "vj9wODsIjHc", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "RI Hadapi Tekanan Fiskal, Ekonom Ingatkan Revisi Asumsi Dasar Makro | IDXC UPDATE\n\nPemerintah belum merevisi asumsi ekonomi makro meski harga minyak dunia naik ke sekitar USD100 per barel akibat konflik Timur Tengah, yang memberi tekanan pada fiskal Indonesia. CORE Indonesia menilai defisit APBN kuartal I-2026 yang sudah mencapai sekitar Rp240 triliun berpotensi bertambah lebih dari Rp100 triliun akibat lonjakan subsidi energi. Jika harga minyak tetap tinggi, defisit bisa menembus batas 3 persen PDB, sementara rupiah di kisaran Rp17.000 turut menambah tekanan inflasi dan moneter. CORE mendorong pemerintah melakukan efisiensi, relokasi anggaran, dan penguatan strategi fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vj9wODsIjHc"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 22.73812910883222, "y": 153.55720304824672, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3465, "eigenvector": 0.0019, "in_degree": 7, "out_degree": 0, "degree": 7}, "_id": "vj9wODsIjHc", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "RI Hadapi Tekanan Fiskal, Ekonom Ingatkan Revisi Asumsi Dasar Makro | IDXC UPDATE\n\nPemerintah belum merevisi asumsi ekonomi makro meski harga minyak dunia naik ke sekitar USD100 per barel akibat konflik Timur Tengah, yang memberi tekanan pada fiskal Indonesia. CORE Indonesia menilai defisit APBN kuartal I-2026 yang sudah mencapai sekitar Rp240 triliun berpotensi bertambah lebih dari Rp100 triliun akibat lonjakan subsidi energi. Jika harga minyak tetap tinggi, defisit bisa menembus batas 3 persen PDB, sementara rupiah di kisaran Rp17.000 turut menambah tekanan inflasi dan moneter. CORE mendorong pemerintah melakukan efisiensi, relokasi anggaran, dan penguatan strategi fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vj9wODsIjHc"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 996.5712368890344, "y": 401.9191448037516, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3465, "eigenvector": 0.0019, "in_degree": 14, "out_degree": 0, "degree": 14}, "_id": "vj9wODsIjHc", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "RI Hadapi Tekanan Fiskal, Ekonom Ingatkan Revisi Asumsi Dasar Makro | IDXC UPDATE\n\nPemerintah belum merevisi asumsi ekonomi makro meski harga minyak dunia naik ke sekitar USD100 per barel akibat konflik Timur Tengah, yang memberi tekanan pada fiskal Indonesia. CORE Indonesia menilai defisit APBN kuartal I-2026 yang sudah mencapai sekitar Rp240 triliun berpotensi bertambah lebih dari Rp100 triliun akibat lonjakan subsidi energi. Jika harga minyak tetap tinggi, defisit bisa menembus batas 3 persen PDB, sementara rupiah di kisaran Rp17.000 turut menambah tekanan inflasi dan moneter. CORE mendorong pemerintah melakukan efisiensi, relokasi anggaran, dan penguatan strategi fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vj9wODsIjHc"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 802.6730707973259, "y": 889.1161863706885, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3465, "eigenvector": 0.0019, "in_degree": 7, "out_degree": 0, "degree": 7}, "_id": "vj9wODsIjHc", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "RI Hadapi Tekanan Fiskal, Ekonom Ingatkan Revisi Asumsi Dasar Makro | IDXC UPDATE\n\nPemerintah belum merevisi asumsi ekonomi makro meski harga minyak dunia naik ke sekitar USD100 per barel akibat konflik Timur Tengah, yang memberi tekanan pada fiskal Indonesia. CORE Indonesia menilai defisit APBN kuartal I-2026 yang sudah mencapai sekitar Rp240 triliun berpotensi bertambah lebih dari Rp100 triliun akibat lonjakan subsidi energi. Jika harga minyak tetap tinggi, defisit bisa menembus batas 3 persen PDB, sementara rupiah di kisaran Rp17.000 turut menambah tekanan inflasi dan moneter. CORE mendorong pemerintah melakukan efisiensi, relokasi anggaran, dan penguatan strategi fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vj9wODsIjHc"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 326.15346113744704, "y": 141.7069994384179, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3465, "eigenvector": 0.0019, "in_degree": 7, "out_degree": 0, "degree": 7}, "_id": "vj9wODsIjHc", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "RI Hadapi Tekanan Fiskal, Ekonom Ingatkan Revisi Asumsi Dasar Makro | IDXC UPDATE\n\nPemerintah belum merevisi asumsi ekonomi makro meski harga minyak dunia naik ke sekitar USD100 per barel akibat konflik Timur Tengah, yang memberi tekanan pada fiskal Indonesia. CORE Indonesia menilai defisit APBN kuartal I-2026 yang sudah mencapai sekitar Rp240 triliun berpotensi bertambah lebih dari Rp100 triliun akibat lonjakan subsidi energi. Jika harga minyak tetap tinggi, defisit bisa menembus batas 3 persen PDB, sementara rupiah di kisaran Rp17.000 turut menambah tekanan inflasi dan moneter. CORE mendorong pemerintah melakukan efisiensi, relokasi anggaran, dan penguatan strategi fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vj9wODsIjHc"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 123.15390428108464, "y": 587.1421435927937, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3465, "eigenvector": 0.0019, "in_degree": 7, "out_degree": 0, "degree": 7}, "_id": "vj9wODsIjHc", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "RI Hadapi Tekanan Fiskal, Ekonom Ingatkan Revisi Asumsi Dasar Makro | IDXC UPDATE\n\nPemerintah belum merevisi asumsi ekonomi makro meski harga minyak dunia naik ke sekitar USD100 per barel akibat konflik Timur Tengah, yang memberi tekanan pada fiskal Indonesia. CORE Indonesia menilai defisit APBN kuartal I-2026 yang sudah mencapai sekitar Rp240 triliun berpotensi bertambah lebih dari Rp100 triliun akibat lonjakan subsidi energi. Jika harga minyak tetap tinggi, defisit bisa menembus batas 3 persen PDB, sementara rupiah di kisaran Rp17.000 turut menambah tekanan inflasi dan moneter. CORE mendorong pemerintah melakukan efisiensi, relokasi anggaran, dan penguatan strategi fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vj9wODsIjHc"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 995.2354589943611, "y": 587.4514366189865, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0687, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "L19YHMZizE0", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "LIVE: 2 Bulan Perang Israel-AS Vs Iran, INDEF Ungkap Dampaknya ke Perekonomian Indonesia\n\nTUTUR.co.id - Eskalasi perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan mulai memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia yang sempat menembus US$100 per barel memicu kekhawatiran terhadap inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga potensi capital outflow.\n\nMenanggapi kondisi tersebut, INDEF menggelar diskusi publik bertajuk “2 Bulan Perang Israel-AS Vs. Iran: Waspada Dampak ke Perekonomian!” guna mengkaji dampak konflik terhadap ekonomi nasional. Diskusi ini juga membahas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I dan II 2026 serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif bagi pemerintah dan pelaku usaha.\n\n#breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "L19YHMZizE0"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 647.4999668897544, "y": 138.31457694884065, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.0272, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "L19YHMZizE0", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "LIVE: 2 Bulan Perang Israel-AS Vs Iran, INDEF Ungkap Dampaknya ke Perekonomian Indonesia\n\nTUTUR.co.id - Eskalasi perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan mulai memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia yang sempat menembus US$100 per barel memicu kekhawatiran terhadap inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga potensi capital outflow.\n\nMenanggapi kondisi tersebut, INDEF menggelar diskusi publik bertajuk “2 Bulan Perang Israel-AS Vs. Iran: Waspada Dampak ke Perekonomian!” guna mengkaji dampak konflik terhadap ekonomi nasional. Diskusi ini juga membahas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I dan II 2026 serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif bagi pemerintah dan pelaku usaha.\n\n#breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "L19YHMZizE0"}}, {"key": "@kronologifakta", "attributes": {"label": "@kronologifakta", "x": 149.1322521193005, "y": 782.8604743680118, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0687, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "LY6Q1kutdCI", "id": "@kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18 000 !!! 3 SKENARIO TERBURUK INI AKAN TERJADI\n\nSumber ini (   • GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18.000 !!! 3 ...  ) membahas tiga simulasi krisis ekonomi yang mungkin dihadapi Indonesia akibat pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika secara ekstrem. Skenario pertama menggambarkan tekanan terkendali pada angka Rp18.500, sementara skenario kedua memprediksi krisis berat setara tahun 1998 jika Rupiah menyentuh Rp21.000.\n\nSkenario ketiga merupakan kondisi terburuk pada level Rp25.000 yang dapat memicu kebangkrutan massal, hiperinflasi, hingga kekacauan politik multidimensi. Penjelasan ini menekankan bahwa meskipun kondisi saat ini masih di bawah proyeksi tersebut, gejolak global seperti konflik internasional dan kenaikan harga minyak dunia tetap menjadi ancaman nyata. Secara keseluruhan, materi ini berfungsi sebagai panduan kewaspadaan bagi masyarakat dalam menghadapi potensi resesi mendalam di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‪‬  untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "LY6Q1kutdCI"}}, {"key": "kronologifakta", "attributes": {"label": "kronologifakta", "x": 603.3947747712846, "y": 826.3664888476184, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.0272, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LY6Q1kutdCI", "id": "kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18 000 !!! 3 SKENARIO TERBURUK INI AKAN TERJADI\n\nSumber ini (   • GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18.000 !!! 3 ...  ) membahas tiga simulasi krisis ekonomi yang mungkin dihadapi Indonesia akibat pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika secara ekstrem. Skenario pertama menggambarkan tekanan terkendali pada angka Rp18.500, sementara skenario kedua memprediksi krisis berat setara tahun 1998 jika Rupiah menyentuh Rp21.000.\n\nSkenario ketiga merupakan kondisi terburuk pada level Rp25.000 yang dapat memicu kebangkrutan massal, hiperinflasi, hingga kekacauan politik multidimensi. Penjelasan ini menekankan bahwa meskipun kondisi saat ini masih di bawah proyeksi tersebut, gejolak global seperti konflik internasional dan kenaikan harga minyak dunia tetap menjadi ancaman nyata. Secara keseluruhan, materi ini berfungsi sebagai panduan kewaspadaan bagi masyarakat dalam menghadapi potensi resesi mendalam di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‪‬  untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "LY6Q1kutdCI"}}, {"key": "@moomoo_ANZ", "attributes": {"label": "@moomoo_ANZ", "x": 106.0365129680061, "y": 352.8629330602586, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0687, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "__DFT5_bwOs", "id": "@moomoo_ANZ", "source": "youtube-000001", "content": "Kekhawatiran inflasi dapat meredam lonjakan pasar AS seiring dengan pertemuan bank sentral.\n\nPasar saham AS kembali mencapai rekor tertinggi baru semalam. Saham-saham teknologi melonjak, tepat ketika harga minyak naik dan kebuntuan di Timur Tengah belum terselesaikan. Pertemuan bank sentral AS yang penting minggu ini mungkin akan menjadi peringatan bagi investor bahwa inflasi yang dipicu oleh harga minyak adalah masalah yang lebih besar daripada yang mereka kira.\n\n00:00 Ringkasan Pasar 📰\n02:56 Suku Bunga AS 🔎\nDaftar pantauan hari ini ⬇️\n06:37 Ebay terlihat cukup kuat: https://www.moomoo.com/stock/EBAY-US\n07:51 BYD memperkirakan kuartal yang buruk: https://www.moomoo.com/stock/BYDDY-US\n08:56 Karoon mendapatkan sentuhan Brasil: https://www.moomoo.com/stock/KAR-AU\n\nIkuti kami untuk pembaruan harian 🐮\nInstagram\n  / moomoo_anz  \nYouTube\n   /   \nSiniar\n   • the daily moo  \nX\n  / moomoo_anz  \nLinkedIn\n  / moomooanz  \nFacebook\n  / moomoooanz  \nMoomoo\nhttps://www.moomoo.com/au", "post_id": "__DFT5_bwOs"}}, {"key": "moomoo_anz", "attributes": {"label": "moomoo_anz", "x": 957.5902838037923, "y": 281.3006802730116, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.0272, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "__DFT5_bwOs", "id": "moomoo_anz", "source": "youtube-000001", "content": "Kekhawatiran inflasi dapat meredam lonjakan pasar AS seiring dengan pertemuan bank sentral.\n\nPasar saham AS kembali mencapai rekor tertinggi baru semalam. Saham-saham teknologi melonjak, tepat ketika harga minyak naik dan kebuntuan di Timur Tengah belum terselesaikan. Pertemuan bank sentral AS yang penting minggu ini mungkin akan menjadi peringatan bagi investor bahwa inflasi yang dipicu oleh harga minyak adalah masalah yang lebih besar daripada yang mereka kira.\n\n00:00 Ringkasan Pasar 📰\n02:56 Suku Bunga AS 🔎\nDaftar pantauan hari ini ⬇️\n06:37 Ebay terlihat cukup kuat: https://www.moomoo.com/stock/EBAY-US\n07:51 BYD memperkirakan kuartal yang buruk: https://www.moomoo.com/stock/BYDDY-US\n08:56 Karoon mendapatkan sentuhan Brasil: https://www.moomoo.com/stock/KAR-AU\n\nIkuti kami untuk pembaruan harian 🐮\nInstagram\n  / moomoo_anz  \nYouTube\n   /   \nSiniar\n   • the daily moo  \nX\n  / moomoo_anz  \nLinkedIn\n  / moomooanz  \nFacebook\n  / moomoooanz  \nMoomoo\nhttps://www.moomoo.com/au", "post_id": "__DFT5_bwOs"}}, {"key": "@lenapetrova", "attributes": {"label": "@lenapetrova", "x": 227.53043887616454, "y": 719.4236024331732, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0687, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "u3tlOaUTY5o", "id": "@lenapetrova", "source": "youtube-000001", "content": "KELUAR SECARA MENGEJUTKAN: UEA Meninggalkan OPEC - Harga Minyak Melonjak, Pergeseran Kekuatan Glo...\n\nBergabunglah dalam diskusi di Substack kami di https://www.worldaffairsincontext.com/, tempat kami membahas geopolitik, ekonomi, dan hubungan antara narasi resmi dan realitas di seluruh dunia.\n\nIKUTI:\n○ Substack: https://www.worldaffairsincontext.com\n○ Patreon:   / lenapetrova  \n\nDUKUNG:\n○ PayPal: https://paypal.me/LenaPetrovaChannel\n○ Belikan saya kopi: https://ko-fi.com/lenapetrova\n○ Keanggotaan YouTube:    /   \n○ Pertimbangkan untuk mendukung pembuatan video ini dengan menjadi Patreon:   / lenapetrova  \n\nTETAP TERHUBUNG:\n○ X: https://x.com/LenaPetrovaOnX\n○ Telegram: https://t.me/LenaPetrovaOnTelegram\n○ Facebook:   / lenapetrovacpa  \n○ Instagram:   / lenapetrova_world_affairs  \n\nTONTON LEBIH BANYAK VIDEO:\n○ Urusan Dunia dalam Konteks:    /   \n○ Di Balik Angka - Bisnis, Pajak & Keuangan Pribadi:    /   \n\n📣 Sukai, bagikan, dan berlangganan Urusan Dunia dalam Konteks & aktifkan notifikasi untuk tetap mendapatkan informasi terbaru.\n\nPasar minyak global baru saja berubah dalam semalam. Setelah lebih dari 50 tahun, Uni Emirat Arab meninggalkan OPEC—mengguncang fondasi bagaimana harga minyak dikendalikan di seluruh dunia. Mengapa sekarang? Meningkatnya ketegangan dengan Arab Saudi, konflik Iran yang mengganggu jalur pasokan, dan dorongan UEA untuk kebebasan produksi penuh mendorong langkah bersejarah ini.\n\nApa yang terjadi selanjutnya dapat memengaruhi harga minyak, inflasi global, dan keamanan energi. Akankah OPEC kehilangan kekuasaannya? Bisakah ini memicu perang harga? Atau apakah ini awal dari tatanan energi baru?\n\nSaksikan untuk memahami apa artinya ini bagi pasar, geopolitik, dan masa depan minyak.\n\n#Geopolitik #EkonomiGlobal #PasarMinyak #KrisisEnergi #OPEC #UEA #HargaMinyak #TimurTengah #KrisisEkonomi #BeritaDunia #BeritaTerkini #PasarEnergi #PerangMinyak #PasarGlobal #GuncanganPasokan #Inflasi #EkonomiMakro #Keuangan #Investasi #Komoditas #ArabSaudi #Iran #SelatHormuz #KebijakanLuarNegeriAS #KeamananEnergi\n\n© 2026 World Affairs In Context with Lena Petrova. Semua Hak Dilindungi Undang-Undang.\nSemua konten dalam video ini dilindungi oleh hak cipta. Reproduksi, distribusi, atau pengunggahan ulang, sebagian atau seluruhnya, tanpa izin tertulis sebelumnya, dilarang.", "post_id": "u3tlOaUTY5o"}}, {"key": "lenapetrova", "attributes": {"label": "lenapetrova", "x": 686.9220933390338, "y": 392.32707853546344, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.0549, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "u3tlOaUTY5o", "id": "lenapetrova", "source": "youtube-000001", "content": "KELUAR SECARA MENGEJUTKAN: UEA Meninggalkan OPEC - Harga Minyak Melonjak, Pergeseran Kekuatan Glo...\n\nBergabunglah dalam diskusi di Substack kami di https://www.worldaffairsincontext.com/, tempat kami membahas geopolitik, ekonomi, dan hubungan antara narasi resmi dan realitas di seluruh dunia.\n\nIKUTI:\n○ Substack: https://www.worldaffairsincontext.com\n○ Patreon:   / lenapetrova  \n\nDUKUNG:\n○ PayPal: https://paypal.me/LenaPetrovaChannel\n○ Belikan saya kopi: https://ko-fi.com/lenapetrova\n○ Keanggotaan YouTube:    /   \n○ Pertimbangkan untuk mendukung pembuatan video ini dengan menjadi Patreon:   / lenapetrova  \n\nTETAP TERHUBUNG:\n○ X: https://x.com/LenaPetrovaOnX\n○ Telegram: https://t.me/LenaPetrovaOnTelegram\n○ Facebook:   / lenapetrovacpa  \n○ Instagram:   / lenapetrova_world_affairs  \n\nTONTON LEBIH BANYAK VIDEO:\n○ Urusan Dunia dalam Konteks:    /   \n○ Di Balik Angka - Bisnis, Pajak & Keuangan Pribadi:    /   \n\n📣 Sukai, bagikan, dan berlangganan Urusan Dunia dalam Konteks & aktifkan notifikasi untuk tetap mendapatkan informasi terbaru.\n\nPasar minyak global baru saja berubah dalam semalam. Setelah lebih dari 50 tahun, Uni Emirat Arab meninggalkan OPEC—mengguncang fondasi bagaimana harga minyak dikendalikan di seluruh dunia. Mengapa sekarang? Meningkatnya ketegangan dengan Arab Saudi, konflik Iran yang mengganggu jalur pasokan, dan dorongan UEA untuk kebebasan produksi penuh mendorong langkah bersejarah ini.\n\nApa yang terjadi selanjutnya dapat memengaruhi harga minyak, inflasi global, dan keamanan energi. Akankah OPEC kehilangan kekuasaannya? Bisakah ini memicu perang harga? Atau apakah ini awal dari tatanan energi baru?\n\nSaksikan untuk memahami apa artinya ini bagi pasar, geopolitik, dan masa depan minyak.\n\n#Geopolitik #EkonomiGlobal #PasarMinyak #KrisisEnergi #OPEC #UEA #HargaMinyak #TimurTengah #KrisisEkonomi #BeritaDunia #BeritaTerkini #PasarEnergi #PerangMinyak #PasarGlobal #GuncanganPasokan #Inflasi #EkonomiMakro #Keuangan #Investasi #Komoditas #ArabSaudi #Iran #SelatHormuz #KebijakanLuarNegeriAS #KeamananEnergi\n\n© 2026 World Affairs In Context with Lena Petrova. Semua Hak Dilindungi Undang-Undang.\nSemua konten dalam video ini dilindungi oleh hak cipta. Reproduksi, distribusi, atau pengunggahan ulang, sebagian atau seluruhnya, tanpa izin tertulis sebelumnya, dilarang.", "post_id": "u3tlOaUTY5o"}}, {"key": "lenapetrovacpa", "attributes": {"label": "lenapetrovacpa", "x": 160.19156086444363, "y": 967.8167575899595, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.0549, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "u3tlOaUTY5o", "id": "lenapetrovacpa", "source": "youtube-000001", "content": "KELUAR SECARA MENGEJUTKAN: UEA Meninggalkan OPEC - Harga Minyak Melonjak, Pergeseran Kekuatan Glo...\n\nBergabunglah dalam diskusi di Substack kami di https://www.worldaffairsincontext.com/, tempat kami membahas geopolitik, ekonomi, dan hubungan antara narasi resmi dan realitas di seluruh dunia.\n\nIKUTI:\n○ Substack: https://www.worldaffairsincontext.com\n○ Patreon:   / lenapetrova  \n\nDUKUNG:\n○ PayPal: https://paypal.me/LenaPetrovaChannel\n○ Belikan saya kopi: https://ko-fi.com/lenapetrova\n○ Keanggotaan YouTube:    /   \n○ Pertimbangkan untuk mendukung pembuatan video ini dengan menjadi Patreon:   / lenapetrova  \n\nTETAP TERHUBUNG:\n○ X: https://x.com/LenaPetrovaOnX\n○ Telegram: https://t.me/LenaPetrovaOnTelegram\n○ Facebook:   / lenapetrovacpa  \n○ Instagram:   / lenapetrova_world_affairs  \n\nTONTON LEBIH BANYAK VIDEO:\n○ Urusan Dunia dalam Konteks:    /   \n○ Di Balik Angka - Bisnis, Pajak & Keuangan Pribadi:    /   \n\n📣 Sukai, bagikan, dan berlangganan Urusan Dunia dalam Konteks & aktifkan notifikasi untuk tetap mendapatkan informasi terbaru.\n\nPasar minyak global baru saja berubah dalam semalam. Setelah lebih dari 50 tahun, Uni Emirat Arab meninggalkan OPEC—mengguncang fondasi bagaimana harga minyak dikendalikan di seluruh dunia. Mengapa sekarang? Meningkatnya ketegangan dengan Arab Saudi, konflik Iran yang mengganggu jalur pasokan, dan dorongan UEA untuk kebebasan produksi penuh mendorong langkah bersejarah ini.\n\nApa yang terjadi selanjutnya dapat memengaruhi harga minyak, inflasi global, dan keamanan energi. Akankah OPEC kehilangan kekuasaannya? Bisakah ini memicu perang harga? Atau apakah ini awal dari tatanan energi baru?\n\nSaksikan untuk memahami apa artinya ini bagi pasar, geopolitik, dan masa depan minyak.\n\n#Geopolitik #EkonomiGlobal #PasarMinyak #KrisisEnergi #OPEC #UEA #HargaMinyak #TimurTengah #KrisisEkonomi #BeritaDunia #BeritaTerkini #PasarEnergi #PerangMinyak #PasarGlobal #GuncanganPasokan #Inflasi #EkonomiMakro #Keuangan #Investasi #Komoditas #ArabSaudi #Iran #SelatHormuz #KebijakanLuarNegeriAS #KeamananEnergi\n\n© 2026 World Affairs In Context with Lena Petrova. Semua Hak Dilindungi Undang-Undang.\nSemua konten dalam video ini dilindungi oleh hak cipta. Reproduksi, distribusi, atau pengunggahan ulang, sebagian atau seluruhnya, tanpa izin tertulis sebelumnya, dilarang.", "post_id": "u3tlOaUTY5o"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 502.4990029450395, "y": 368.3996168995327, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0687, "eigenvector": 0.0018, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "s03KPjyTQsE", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Emas Dunia Merosot, Pasar Nantikan Sinyal The Fed | MILENOMICS\n\nHarga emas dunia turun ke level terendah dalam hampir empat pekan akibat tekanan inflasi dan ketidakpastian geopolitik, sementara pasar menantikan keputusan suku bunga dari The Fed. Penurunan ini dipicu oleh naiknya harga minyak akibat konflik Iran yang belum mereda serta ekspektasi suku bunga tetap tinggi, yang mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "s03KPjyTQsE"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 792.273305549608, "y": 426.08138648258995, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0687, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "EabjGxkbleY", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Kesepakatan Perdagangan India-Selandia Baru Dapat Mengubah Rantai Pasokan Global | Govindraj Ethi...\n\nPada Episode 858 The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbincang dengan Victor Vanya, Direktur dan Pendiri Bersama di EMA Solutions serta Ajay Srivastava, Pendiri Global Trade Research Initiative (GTRI).\n\nLihat pelacak Pendapatan Langsung kami: https://earnings.thecore.in/\n\nThe Core mempersembahkan “Menavigasi Risiko Pasar di Tahun 2026” (Rabu, 29 April, 08.30) di The Quorum, Lower Parel\nDaftar di tautan ini: https://luma.com/0etd8b63\n____________________________________________\nBekerja Sama Dengan:\nPasar bergerak cepat.\nTetap unggul dengan InvestingPro—akses penuh Anda ke 300.000+ instrumen, alat profesional & peringatan waktu nyata.\nTanpa kebisingan. Hanya intelijen pasar.\n\nInvestingPro—perkuat portofolio Anda.\n\nUnduh Sekarang: https://www.investing-referral.com/af...\n____________________________________________\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:19) Pasar merasa lega dengan potensi perkembangan jalur belakang dalam negosiasi Iran-AS\n(04:02) Mengapa sektor pertanian India mungkin tidak terlalu terpengaruh oleh kekurangan monsun\n(05:04) Bagaimana pasar listrik merespons permintaan yang mencapai rekor\n(14:51) Dengan lebih banyak FTA yang telah disepakati, kali ini dengan Selandia Baru, apa artinya bagi lingkungan perdagangan India?\n(24:47) Mengapa saham Adidas naik\n(26:21) Dan bagaimana industri penerbangan terbesar di dunia kehabisan mekanik untuk melayani pesawatnya\n\nPerang dan Monsun:\n\nKetegangan perang di Timur Tengah, risiko Selat Hormuz, kenaikan harga minyak, perkiraan reli emas, dan volatilitas pasar saham India mendorong ketidakpastian global. Indeks Nifty 50, Sensex, saham-saham berkapitalisasi menengah, dan kesepakatan Organon milik Sun Pharma menandakan ketahanan, tetapi dapatkah pasar bertahan menghadapi guncangan geopolitik yang lebih dalam dan lonjakan harga minyak mentah lainnya? Risiko musim hujan, kekhawatiran kekeringan, kesiapan irigasi, inflasi pangan, dan permintaan pedesaan menambah pertanyaan ekonomi utama lainnya bagi India. Dapatkah pertumbuhan bertahan jika cuaca dan geopolitik sama-sama memburuk?\n\nPermintaan Listrik:\n\nPermintaan listrik India mencapai rekor tertinggi karena gelombang panas mendorong konsumsi hingga 256 GW. Harga listrik melonjak, pembangkit listrik tenaga batu bara dan gas meningkat, dan keamanan energi kembali menjadi fokus karena produksi tenaga surya menurun setelah matahari terbenam. Pakar pasar listrik Victor Vanya menganalisis permintaan listrik India, tekanan jaringan listrik, harga listrik yang fluktuatif, dan apakah krisis listrik musim panas dapat dihindari. Dengan proyeksi permintaan yang lebih tinggi, ini menjadi salah satu kisah ekonomi terbesar musim ini.\n\nFTA India-Selandia Baru:\n\nIndia menandatangani kesepakatan perdagangan besar dengan Selandia Baru seiring dengan meningkatnya momentum FTA dengan Inggris, Uni Eropa, dan pembicaraan India-AS. Pakar perdagangan Ajay Srivastava menjelaskan apa artinya ini bagi ekspor, investasi, lapangan kerja, rantai pasokan, dan strategi perdagangan global India. Bisakah perjanjian ini mempercepat gelombang pertumbuhan India berikutnya dan memperkuat posisinya dalam manufaktur dan jasa global?\n\nSaham Adidas:\n\nKekurangan mekanik penerbangan yang semakin meningkat menjadi risiko serius bagi industri penerbangan AS senilai $89 miliar. Pekerja yang menua, tekanan perawatan pesawat, dan kekurangan staf maskapai penerbangan mengungkapkan tantangan rantai pasokan yang tersembunyi. Dengan armada yang lebih tua tetap beroperasi lebih lama dan kekurangan tenaga kerja yang semakin meluas, bisakah ini menjadi gangguan besar berikutnya bagi perjalanan global di sektor penerbangan?\n\nKerugian bagi Penerbangan AS:\n\nKekurangan mekanik penerbangan yang semakin meningkat menjadi risiko serius bagi industri penerbangan AS senilai $89 miliar. Pekerja yang menua, tekanan perawatan pesawat, kekurangan staf maskapai penerbangan, dan kenaikan upah mengungkapkan tantangan rantai pasokan global yang tersembunyi. Dengan armada yang lebih tua tetap beroperasi lebih lama, bisakah ini menjadi gangguan besar berikutnya bagi penerbangan dan risiko yang lebih luas bagi perjalanan global?\n\nBisakah Kesepakatan Perdagangan India-Selandia Baru mengubah rantai pasokan global dan membentuk kembali masa depan perdagangan India? Dalam The Core Report, Govindraj Ethiraj membahas strategi perdagangan India, manufaktur, harga minyak, permintaan listrik, geopolitik, dan risiko pasar dengan wawasan ahli dari Victor Vanya dan Ajay Srivastava. Saksikan untuk memahami kekuatan yang membentuk India, bisnis, dan ekonomi global.\n\n#KesepakatanPerdaganganIndiaSelandiaBaru #RantaiPasokanGlobal #TheCoreReport #EkonomiIndia #Geopolitik #TheCore\n\nGabung dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pe...", "post_id": "EabjGxkbleY"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 134.4029056665066, "y": 102.84668801151165, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.0272, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EabjGxkbleY", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Kesepakatan Perdagangan India-Selandia Baru Dapat Mengubah Rantai Pasokan Global | Govindraj Ethi...\n\nPada Episode 858 The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbincang dengan Victor Vanya, Direktur dan Pendiri Bersama di EMA Solutions serta Ajay Srivastava, Pendiri Global Trade Research Initiative (GTRI).\n\nLihat pelacak Pendapatan Langsung kami: https://earnings.thecore.in/\n\nThe Core mempersembahkan “Menavigasi Risiko Pasar di Tahun 2026” (Rabu, 29 April, 08.30) di The Quorum, Lower Parel\nDaftar di tautan ini: https://luma.com/0etd8b63\n____________________________________________\nBekerja Sama Dengan:\nPasar bergerak cepat.\nTetap unggul dengan InvestingPro—akses penuh Anda ke 300.000+ instrumen, alat profesional & peringatan waktu nyata.\nTanpa kebisingan. Hanya intelijen pasar.\n\nInvestingPro—perkuat portofolio Anda.\n\nUnduh Sekarang: https://www.investing-referral.com/af...\n____________________________________________\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:19) Pasar merasa lega dengan potensi perkembangan jalur belakang dalam negosiasi Iran-AS\n(04:02) Mengapa sektor pertanian India mungkin tidak terlalu terpengaruh oleh kekurangan monsun\n(05:04) Bagaimana pasar listrik merespons permintaan yang mencapai rekor\n(14:51) Dengan lebih banyak FTA yang telah disepakati, kali ini dengan Selandia Baru, apa artinya bagi lingkungan perdagangan India?\n(24:47) Mengapa saham Adidas naik\n(26:21) Dan bagaimana industri penerbangan terbesar di dunia kehabisan mekanik untuk melayani pesawatnya\n\nPerang dan Monsun:\n\nKetegangan perang di Timur Tengah, risiko Selat Hormuz, kenaikan harga minyak, perkiraan reli emas, dan volatilitas pasar saham India mendorong ketidakpastian global. Indeks Nifty 50, Sensex, saham-saham berkapitalisasi menengah, dan kesepakatan Organon milik Sun Pharma menandakan ketahanan, tetapi dapatkah pasar bertahan menghadapi guncangan geopolitik yang lebih dalam dan lonjakan harga minyak mentah lainnya? Risiko musim hujan, kekhawatiran kekeringan, kesiapan irigasi, inflasi pangan, dan permintaan pedesaan menambah pertanyaan ekonomi utama lainnya bagi India. Dapatkah pertumbuhan bertahan jika cuaca dan geopolitik sama-sama memburuk?\n\nPermintaan Listrik:\n\nPermintaan listrik India mencapai rekor tertinggi karena gelombang panas mendorong konsumsi hingga 256 GW. Harga listrik melonjak, pembangkit listrik tenaga batu bara dan gas meningkat, dan keamanan energi kembali menjadi fokus karena produksi tenaga surya menurun setelah matahari terbenam. Pakar pasar listrik Victor Vanya menganalisis permintaan listrik India, tekanan jaringan listrik, harga listrik yang fluktuatif, dan apakah krisis listrik musim panas dapat dihindari. Dengan proyeksi permintaan yang lebih tinggi, ini menjadi salah satu kisah ekonomi terbesar musim ini.\n\nFTA India-Selandia Baru:\n\nIndia menandatangani kesepakatan perdagangan besar dengan Selandia Baru seiring dengan meningkatnya momentum FTA dengan Inggris, Uni Eropa, dan pembicaraan India-AS. Pakar perdagangan Ajay Srivastava menjelaskan apa artinya ini bagi ekspor, investasi, lapangan kerja, rantai pasokan, dan strategi perdagangan global India. Bisakah perjanjian ini mempercepat gelombang pertumbuhan India berikutnya dan memperkuat posisinya dalam manufaktur dan jasa global?\n\nSaham Adidas:\n\nKekurangan mekanik penerbangan yang semakin meningkat menjadi risiko serius bagi industri penerbangan AS senilai $89 miliar. Pekerja yang menua, tekanan perawatan pesawat, dan kekurangan staf maskapai penerbangan mengungkapkan tantangan rantai pasokan yang tersembunyi. Dengan armada yang lebih tua tetap beroperasi lebih lama dan kekurangan tenaga kerja yang semakin meluas, bisakah ini menjadi gangguan besar berikutnya bagi perjalanan global di sektor penerbangan?\n\nKerugian bagi Penerbangan AS:\n\nKekurangan mekanik penerbangan yang semakin meningkat menjadi risiko serius bagi industri penerbangan AS senilai $89 miliar. Pekerja yang menua, tekanan perawatan pesawat, kekurangan staf maskapai penerbangan, dan kenaikan upah mengungkapkan tantangan rantai pasokan global yang tersembunyi. Dengan armada yang lebih tua tetap beroperasi lebih lama, bisakah ini menjadi gangguan besar berikutnya bagi penerbangan dan risiko yang lebih luas bagi perjalanan global?\n\nBisakah Kesepakatan Perdagangan India-Selandia Baru mengubah rantai pasokan global dan membentuk kembali masa depan perdagangan India? Dalam The Core Report, Govindraj Ethiraj membahas strategi perdagangan India, manufaktur, harga minyak, permintaan listrik, geopolitik, dan risiko pasar dengan wawasan ahli dari Victor Vanya dan Ajay Srivastava. Saksikan untuk memahami kekuatan yang membentuk India, bisnis, dan ekonomi global.\n\n#KesepakatanPerdaganganIndiaSelandiaBaru #RantaiPasokanGlobal #TheCoreReport #EkonomiIndia #Geopolitik #TheCore\n\nGabung dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pe...", "post_id": "EabjGxkbleY"}}], "edges": [{"key": "grok", "source": "grok", "target": "ichuuuls", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "zakiberkata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "liliesxterna", "source": "liliesxterna", "target": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sahambbk", "source": "sahambbk", "target": "sahambbk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Ahadsan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Datoobama", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Hidden", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Malaydesh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "yudie", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "andiaskarbotak76", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "maha", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "KAKEK", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "ADRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "jay", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "pak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "OFFICIAL", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Anik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "playerthn2025", "source": "playerthn2025", "target": "bitorexpost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sanss_clips", "source": "sanss_clips", "target": "ceritanyautungs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hanyadianaja", "source": "hanyadianaja", "target": "ruangfinacee", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@moomoo_ANZ", "source": "@moomoo_ANZ", "target": "moomoo_anz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@lenapetrova", "source": "@lenapetrova", "target": "lenapetrova", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@lenapetrova", "source": "@lenapetrova", "target": "lenapetrova", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@lenapetrova", "source": "@lenapetrova", "target": "lenapetrovacpa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}