{"nodes": [{"key": "saefulhaqabizar", "attributes": {"label": "saefulhaqabizar", "x": 235.24311584880243, "y": 163.03519584816607, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 25.6756, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049080099463635111", "id": "saefulhaqabizar", "source": "retweet-000002", "content": "UMKM (USAHA MIKRO KERAJINAN MANUK)\n\"Harusnya mereka diberi kemudahan akses permodalan UMKM di lembaga perbankan, agar b…", "post_id": "2049080099463635111"}}, {"key": "HumorJonTampan", "attributes": {"label": "HumorJonTampan", "x": 717.2559432760623, "y": 126.3129456267188, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 112.9726, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 16, "out_degree": 0, "degree": 16}, "_id": "2049080099463635111", "id": "HumorJonTampan", "source": "retweet-000002", "content": "UMKM (USAHA MIKRO KERAJINAN MANUK)\n\"Harusnya mereka diberi kemudahan akses permodalan UMKM di lembaga perbankan, agar b…", "post_id": "2049080099463635111"}}, {"key": "raramndd", "attributes": {"label": "raramndd", "x": 869.1837504972865, "y": 475.4415528037073, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 25.6756, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049335741499797936", "id": "raramndd", "source": "retweet-000002", "content": "UMKM (USAHA MIKRO KERAJINAN MANUK)\n\"Harusnya mereka diberi kemudahan akses permodalan UMKM di lembaga perbankan, agar b…", "post_id": "2049335741499797936"}}, {"key": "HudsonIris72262", "attributes": {"label": "HudsonIris72262", "x": 229.990390577266, "y": 223.5034311915347, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 25.6756, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049112920119025944", "id": "HudsonIris72262", "source": "retweet-000002", "content": "UMKM (USAHA MIKRO KERAJINAN MANUK)\n\"Harusnya mereka diberi kemudahan akses permodalan UMKM di lembaga perbankan, agar b…", "post_id": "2049112920119025944"}}, {"key": "devanbiyy", "attributes": {"label": "devanbiyy", "x": 670.3028312264935, "y": 567.7546731779975, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 25.6756, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049332328372269297", "id": "devanbiyy", "source": "retweet-000002", "content": "UMKM (USAHA MIKRO KERAJINAN MANUK)\n\"Harusnya mereka diberi kemudahan akses permodalan UMKM di lembaga perbankan, agar b…", "post_id": "2049332328372269297"}}, {"key": "IrmaSovianti", "attributes": {"label": "IrmaSovianti", "x": 258.4369768468494, "y": 908.3563527596435, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 25.6756, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049339859710693589", "id": "IrmaSovianti", "source": "retweet-000002", "content": "UMKM (USAHA MIKRO KERAJINAN MANUK)\n\"Harusnya mereka diberi kemudahan akses permodalan UMKM di lembaga perbankan, agar b…", "post_id": "2049339859710693589"}}, {"key": "HendroSyah2050", "attributes": {"label": "HendroSyah2050", "x": 795.475662834259, "y": 759.467629729758, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 25.6756, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049341115732771057", "id": "HendroSyah2050", "source": "retweet-000002", "content": "UMKM (USAHA MIKRO KERAJINAN MANUK)\n\"Harusnya mereka diberi kemudahan akses permodalan UMKM di lembaga perbankan, agar b…", "post_id": "2049341115732771057"}}, {"key": "DafaRizaldii", "attributes": {"label": "DafaRizaldii", "x": 676.2757632966078, "y": 173.491195009003, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 25.6756, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049349936685432947", "id": "DafaRizaldii", "source": "retweet-000002", "content": "UMKM (USAHA MIKRO KERAJINAN MANUK)\n\"Harusnya mereka diberi kemudahan akses permodalan UMKM di lembaga perbankan, agar b…", "post_id": "2049349936685432947"}}, {"key": "ReefanAnugrah", "attributes": {"label": "ReefanAnugrah", "x": 298.4677883272703, "y": 949.6688370330997, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 25.6756, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049756463376261258", "id": "ReefanAnugrah", "source": "retweet-000002", "content": "UMKM (USAHA MIKRO KERAJINAN MANUK)\n\"Harusnya mereka diberi kemudahan akses permodalan UMKM di lembaga perbankan, agar b…", "post_id": "2049756463376261258"}}, {"key": "SasyaIvana", "attributes": {"label": "SasyaIvana", "x": 736.7752668793943, "y": 10.881308863005646, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 25.6756, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2048679497969565855", "id": "SasyaIvana", "source": "retweet-000002", "content": "BPR Bahteramas Kenalkan UMKM Binaan dan Edukasi Perbankan di Expo Harmoni Sultra 2026\nhttps://t.co/PMQmCRT2KM", "post_id": "2048679497969565855"}}, {"key": "telisikid_ofc", "attributes": {"label": "telisikid_ofc", "x": 325.39242942939495, "y": 907.6142653021949, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 36.5877, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2048679497969565855", "id": "telisikid_ofc", "source": "retweet-000002", "content": "BPR Bahteramas Kenalkan UMKM Binaan dan Edukasi Perbankan di Expo Harmoni Sultra 2026\nhttps://t.co/PMQmCRT2KM", "post_id": "2048679497969565855"}}, {"key": "radar_ibukota", "attributes": {"label": "radar_ibukota", "x": 923.7992272845735, "y": 880.4945728386026, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 44.6532, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3885905246710482952_62173363671", "id": "radar_ibukota", "source": "instagram-000001", "content": "Penajam Paser Utara - Pekan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) 2026 yang dirangkaikan dengan Pelatihan Pengolahan Suvenir Berbahan Dasar Rajut (Amigurumi) resmi digelar di Aula Lantai III Kantor Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini berlangsung hingga 30 April 2026 sebagai upaya memperkuat sektor ekonomi kreatif dan meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal.\n\nKegiatan tersebut dihadiri Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Timur, Ketua Dekranasda Kabupaten PPU, unsur Forkopimda, pengurus PKK Provinsi Kalimantan Timur, perwakilan perbankan, pelaku UMKM, serta peserta pelatihan.\n\nikuti  untuk informasi terkini seputar Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).\n\n🌐 Baca berita lengkap di ikuti  untuk informasi terkini seputar Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).\n\n🌐 Baca berita lengkap di https://radaribukota.com/kormi-ppu-fokuskan-olahraga-masyarakat-siapkan-seleksi-menuju-pornas-2027/\n\n📰 Akses koran digital kami di https://radaribukota.com\n\n💬 Punya info di sekitar kamu? Kirim ke DM kami!\n\n#RadarIbukota #MediaIKN #IbuKotaNusantara #PPU #InfoPPU", "post_id": "3885905246710482952_62173363671"}}, {"key": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "radar_indramayu", "x": 715.066239226821, "y": 326.41836624405715, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 44.6532, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3886567061468636286_8186324209", "id": "radar_indramayu", "source": "instagram-000001", "content": "Jakarta – Di tengah meningkatnya risiko global akibat eskalasi konflik geopolitik yang turut mendorong ketidakpastian ekonomi dunia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tetap mampu mencatatkan kinerja yang solid pada Triwulan I 2026. Dengan fundamental bisnis yang kuat didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif, pengelolaan biaya dana yang semakin efisien, serta kualitas aset yang terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7% year-on-year (yoy).\n.\nHal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI pada Kamis (30/4/2026). Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu, Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto, Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi dan Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti.\n.\nDalam paparannya, Hery Gunardi menyampaikan bahwa sepanjang Triwulan I 2026, kondisi ekonomi global masih diwarnai oleh peningkatan risiko geopolitik yang signifikan. Meski demikian, perekonomian Indonesia tetap resilien dengan dukungan yang semakin luas dari sisi demand, supply, dan fiskal sehingga memberikan buffer terhadap ketidakpastian global dan menjaga momentum pertumbuhan. \n.\nKondisi ini juga tercermin pada industri perbankan nasional yang tetap berada dalam kondisi stabil, dengan intermediasi yang kuat, likuiditas yang memadai, serta risiko yang terkendali, dan memberikan ruang bagi perbankan untuk tetap melakukan ekspansi secara prudent.\n.\nHery Gunardi menambahkan, BRI tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan yang solid, seiring konsistensi transformasi yang dijalankan. Hal ini tercermin pada kinerja keuangan konsolidasi hingga akhir Triwulan I 2026 yang tetap menunjukkan tren positif.\n.\nBerita Selengkapnya kunjungi Instastory  lalu KLIK TAUTAN !!!\nhttps://radarindramayu.disway.id/read/684177/bri-pertahankan-momentum-kinerja-solid-laba-bersih-meles\n.\nFollow \n.\n.\n#radarindramayu #radarcirebon #radarkuningan #radarmajalengka #infoindramayu beritahariini indonesia kabupatenindramayu news viral jabaristimewa kota kabupaten kotamangga", "post_id": "3886567061468636286_8186324209"}}, {"key": "peko_unpam", "attributes": {"label": "peko_unpam", "x": 166.46380471209133, "y": 586.3149031981555, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 35.8264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 3, "degree": 5}, "_id": "3888827666041258497_7705413878", "id": "peko_unpam", "source": "instagram-000001", "content": "🧠💡 Belajar ekonomi bukan cuma di kertas neraca!\nDalam rangka Hari Pendidikan Nasional, program studi Pendidikan Ekonomi UNPAM mengajak:\n👉 Peduli pada pendampingan UMKM sekitar kampus\n👉 Belajar literasi keuangan inklusif untuk masyarakat\n👉 Menghidupkan nilai gotong royong dalam ekonomi kerakyatan\n\nPendidikan sosial adalah jiwa dari ekonomi yang bermartabat.\nYuk, buktikan kontribusimu mulai dari kampus!\n\n📌 Like, share, dan ajak teman-temanmu bergerak!\n.\n.\nFollow us ⬇️\n📌Info seputar kampus\n🔰 Instagram : \n🎬 TikTok : \n🎦 YouTube : pekounpam\n\n📌Info Seputar Akademik\n 🌐 peko.unpam.ac.id\n📲 : 085716310187\n\n📌Info Seputar Mahasiswa Peko\n🏷 \n\n📍Opsi Kelas Tersedia Kampus Viktor:\nReguler A (Pagi) \nReguler B (Malam)\nReguler CK (Kamis)\nReguler CS (Sabtu)\n\n📌Daftarkan dirimu sekarang di Prodi Pendidikan Ekonomi melalui (pmb.unpam.ac.id)\n☄️Profil Lulusan;\n- Guru Profesional\n- Praktisi Perbankan\n- Praktisi Ekonomi dan Keuangan\n- Staf Keuangan\n- Peneliti\n- Enterpreneurship\n- Edupreneurship\n\n#unpamberbagiuntuknegeri \n#unpamkampusperadaban \n#unpampeko \n#pekokatalisatorperadaban\n#bergerakberdampak", "post_id": "3888827666041258497_7705413878"}}, {"key": "himapeko", "attributes": {"label": "himapeko", "x": 27.087716006127472, "y": 387.31067334228555, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 35.8264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3888827666041258497_7705413878", "id": "himapeko", "source": "instagram-000001", "content": "🧠💡 Belajar ekonomi bukan cuma di kertas neraca!\nDalam rangka Hari Pendidikan Nasional, program studi Pendidikan Ekonomi UNPAM mengajak:\n👉 Peduli pada pendampingan UMKM sekitar kampus\n👉 Belajar literasi keuangan inklusif untuk masyarakat\n👉 Menghidupkan nilai gotong royong dalam ekonomi kerakyatan\n\nPendidikan sosial adalah jiwa dari ekonomi yang bermartabat.\nYuk, buktikan kontribusimu mulai dari kampus!\n\n📌 Like, share, dan ajak teman-temanmu bergerak!\n.\n.\nFollow us ⬇️\n📌Info seputar kampus\n🔰 Instagram : \n🎬 TikTok : \n🎦 YouTube : pekounpam\n\n📌Info Seputar Akademik\n 🌐 peko.unpam.ac.id\n📲 : 085716310187\n\n📌Info Seputar Mahasiswa Peko\n🏷 \n\n📍Opsi Kelas Tersedia Kampus Viktor:\nReguler A (Pagi) \nReguler B (Malam)\nReguler CK (Kamis)\nReguler CS (Sabtu)\n\n📌Daftarkan dirimu sekarang di Prodi Pendidikan Ekonomi melalui (pmb.unpam.ac.id)\n☄️Profil Lulusan;\n- Guru Profesional\n- Praktisi Perbankan\n- Praktisi Ekonomi dan Keuangan\n- Staf Keuangan\n- Peneliti\n- Enterpreneurship\n- Edupreneurship\n\n#unpamberbagiuntuknegeri \n#unpamkampusperadaban \n#unpampeko \n#pekokatalisatorperadaban\n#bergerakberdampak", "post_id": "3888827666041258497_7705413878"}}, {"key": "telinga.anggota", "attributes": {"label": "telinga.anggota", "x": 784.0563962158319, "y": 410.18671183746926, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.6756, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7592878029194530068", "id": "telinga.anggota", "source": "tiktok-000001", "content": "Didik Haryadi mendorong kebijakan relaksasi kredit untuk meringankan beban masyarakat dan UMKM terdampak bencana di Aceh dan Sumatera, agar mereka punya ruang pulih tanpa tekanan angsuran yang berat. Relaksasi kredit seperti ini direspons oleh perbankan dan OJK sebagai bagian dari pemulihan ekonomi pascabencana.  Haryadi Official  #didikharyadi #dprri #fraksipdiperjuangan #acehtamiang #bencanaalam", "post_id": "7592878029194530068"}}, {"key": "Didik", "attributes": {"label": "Didik", "x": 32.364167049747095, "y": 970.6484255586021, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 36.5877, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7592878029194530068", "id": "Didik", "source": "tiktok-000001", "content": "Didik Haryadi mendorong kebijakan relaksasi kredit untuk meringankan beban masyarakat dan UMKM terdampak bencana di Aceh dan Sumatera, agar mereka punya ruang pulih tanpa tekanan angsuran yang berat. Relaksasi kredit seperti ini direspons oleh perbankan dan OJK sebagai bagian dari pemulihan ekonomi pascabencana.  Haryadi Official  #didikharyadi #dprri #fraksipdiperjuangan #acehtamiang #bencanaalam", "post_id": "7592878029194530068"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 577.4870000012377, "y": 236.63395474228855, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.6756, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "CXyWP8TQiHI", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Aturan Pinjaman Baru RBI Dapat Mengubah Perbankan India Selamanya | Govindraj Ethiraj | Laporan Inti\n\nPada Episode 860 The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbincang dengan Puneet Gupta, Direktur, Pasar Otomotif India & ASEAN, S&P Global Mobility, serta Jatin Kalra, Partner–CFO Advisory di Grant Thornton Bharat.\n\nLihat pelacak Pendapatan Langsung kami: https://earnings.thecore.in/\n\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:00) Kebangkitan saham berkapitalisasi kecil meningkatkan suasana pasar\n(04:58) Bisakah harga emas mencapai $8.000?\n(06:01) Orang-orang berinvestasi lebih banyak di emas daripada membeli perhiasan untuk pertama kalinya\n(07:41) Rezim penyediaan baru untuk bank-bank India dapat menyebabkan pergeseran besar dalam neraca\n(17:01) Tingkat pencampuran etanol dalam bensin akan meningkat sekarang, apakah kendaraan siap untuk itu?\n\nPasar Emas, Minyak, dan Rupee:\n\nKebangkitan Saham Kapitalisasi Kecil Kembali Terjadi karena investor pasar saham India beralih ke saham kapitalisasi menengah dan kecil meskipun ada aksi jual FII, risiko perang Iran, dan kenaikan harga minyak mentah. Bisakah saham kapitalisasi kecil mengungguli Nifty 50 pada tahun 2026 karena valuasi menjadi menarik dan pemulihan pendapatan menguat? Harga minyak melonjak karena ketegangan di Hormuz meningkat dan UEA keluar dari OPEC, menimbulkan pertanyaan besar bagi inflasi, pasar global, dan Rupee India. Akankah rupee jatuh lebih jauh karena harga minyak mentah melonjak dan investor asing terus menarik uang dari ekuitas India? Deutsche Bank memperkirakan emas mencapai $8000 dan bank sentral melakukan pembelian agresif sementara permintaan investasi emas India telah melampaui permintaan perhiasan untuk pertama kalinya. Apakah ini awal dari pasar bullish emas struktural? Juga menjadi fokus risiko perlambatan industri, inflasi rantai pasokan, dan bagaimana perang mendorong kenaikan biaya secara global. Menampilkan wawasan pasar, prospek emas, tren investor asing, dan apa yang mungkin dilakukan investor cerdas selanjutnya.\n\nRezim Penyediaan Cadangan Baru RBI:\n\nApakah reformasi perbankan terbesar RBI sejak tahun 1990-an mengubah perbankan India selamanya? Kerangka Kerugian Kredit yang Diharapkan (Expected Credit Loss/ECLOS) yang baru dapat memengaruhi saham bank, pertumbuhan pinjaman, penyediaan cadangan, kualitas kredit, dan stabilitas keuangan. Apa arti aturan RBI ini bagi investor, peminjam, dan sistem perbankan India? Bank-bank sektor publik, pemberi pinjaman swasta, kredit UMKM, dan pembiayaan proyek semuanya dapat melihat implikasi di bawah kerangka kerja baru ini, terutama karena pasar berfokus pada risiko dan kekuatan modal. Menampilkan analisis ahli dari Jatin Kalra dari Grant Thornton Bharat tentang risiko kredit, keamanan perbankan, reformasi peraturan, dan mengapa hal ini penting sekarang bagi pasar dan lembaga keuangan.\n\nPeningkatan Pencampuran Etanol untuk Bensin:\n\nBisakah E85 dan E100 mengubah masa depan mobil India? India bergerak melampaui pencampuran etanol E20 dan implikasinya terhadap efisiensi bahan bakar, kinerja mesin, kendaraan bahan bakar fleksibel, dan keamanan energi sangat besar. Akankah campuran etanol yang lebih tinggi membantu mengurangi impor minyak sekaligus menurunkan biaya, atau menciptakan tantangan baru bagi konsumen dan produsen mobil? Apa artinya ini bagi mobil bensin, saham otomotif, dan transisi mobilitas hijau India seiring dengan dorongan para pembuat kebijakan untuk bahan bakar yang lebih bersih? Menampilkan wawasan dari Puneet Gupta dari S&P Global Mobility tentang jarak tempuh, dampak mesin, pelajaran dari E20, dan apakah India siap untuk fase selanjutnya dari pencampuran etanol.\n\nPerang Tidak Mempengaruhi Industri Perhotelan AS:\n\nBisakah permintaan perjalanan tetap kuat bahkan di tengah kekhawatiran perang dan resesi? Hilton telah meningkatkan perkiraan pertumbuhan karena sektor perhotelan, pariwisata, dan perjalanan bisnis tetap tangguh secara mengejutkan. Dengan permintaan perjalanan AS yang tetap stabil dan pendapatan hotel yang meningkat, apa artinya ini bagi ekonomi global, kepercayaan konsumen, dan kekhawatiran resesi? Sebuah sinyal mengejutkan bahwa beberapa sektor mungkin tetap lebih kuat daripada yang diperkirakan pasar bahkan di tengah guncangan geopolitik, tekanan inflasi, dan ketidakpastian global.\n\nAturan pinjaman baru RBI, norma Kerugian Kredit yang Diharapkan, reformasi perbankan India, kebangkitan saham berkapitalisasi kecil, emas di $8000, risiko minyak mentah, prospek rupee, dan pencampuran etanol dapat membentuk kembali pasar dan ekonomi. Berlangganan untuk analisis tajam tentang tren pasar saham India, perbankan, berita bisnis, dan risiko global bersama Govindraj Ethiraj di The Core Report.\n\n#RBINewLoanRules #IndianBanking #StockMarketNews #GoldPrices #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk ...", "post_id": "CXyWP8TQiHI"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 488.58072170775677, "y": 274.1626398257978, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 47.4998, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CXyWP8TQiHI", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Aturan Pinjaman Baru RBI Dapat Mengubah Perbankan India Selamanya | Govindraj Ethiraj | Laporan Inti\n\nPada Episode 860 The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbincang dengan Puneet Gupta, Direktur, Pasar Otomotif India & ASEAN, S&P Global Mobility, serta Jatin Kalra, Partner–CFO Advisory di Grant Thornton Bharat.\n\nLihat pelacak Pendapatan Langsung kami: https://earnings.thecore.in/\n\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:00) Kebangkitan saham berkapitalisasi kecil meningkatkan suasana pasar\n(04:58) Bisakah harga emas mencapai $8.000?\n(06:01) Orang-orang berinvestasi lebih banyak di emas daripada membeli perhiasan untuk pertama kalinya\n(07:41) Rezim penyediaan baru untuk bank-bank India dapat menyebabkan pergeseran besar dalam neraca\n(17:01) Tingkat pencampuran etanol dalam bensin akan meningkat sekarang, apakah kendaraan siap untuk itu?\n\nPasar Emas, Minyak, dan Rupee:\n\nKebangkitan Saham Kapitalisasi Kecil Kembali Terjadi karena investor pasar saham India beralih ke saham kapitalisasi menengah dan kecil meskipun ada aksi jual FII, risiko perang Iran, dan kenaikan harga minyak mentah. Bisakah saham kapitalisasi kecil mengungguli Nifty 50 pada tahun 2026 karena valuasi menjadi menarik dan pemulihan pendapatan menguat? Harga minyak melonjak karena ketegangan di Hormuz meningkat dan UEA keluar dari OPEC, menimbulkan pertanyaan besar bagi inflasi, pasar global, dan Rupee India. Akankah rupee jatuh lebih jauh karena harga minyak mentah melonjak dan investor asing terus menarik uang dari ekuitas India? Deutsche Bank memperkirakan emas mencapai $8000 dan bank sentral melakukan pembelian agresif sementara permintaan investasi emas India telah melampaui permintaan perhiasan untuk pertama kalinya. Apakah ini awal dari pasar bullish emas struktural? Juga menjadi fokus risiko perlambatan industri, inflasi rantai pasokan, dan bagaimana perang mendorong kenaikan biaya secara global. Menampilkan wawasan pasar, prospek emas, tren investor asing, dan apa yang mungkin dilakukan investor cerdas selanjutnya.\n\nRezim Penyediaan Cadangan Baru RBI:\n\nApakah reformasi perbankan terbesar RBI sejak tahun 1990-an mengubah perbankan India selamanya? Kerangka Kerugian Kredit yang Diharapkan (Expected Credit Loss/ECLOS) yang baru dapat memengaruhi saham bank, pertumbuhan pinjaman, penyediaan cadangan, kualitas kredit, dan stabilitas keuangan. Apa arti aturan RBI ini bagi investor, peminjam, dan sistem perbankan India? Bank-bank sektor publik, pemberi pinjaman swasta, kredit UMKM, dan pembiayaan proyek semuanya dapat melihat implikasi di bawah kerangka kerja baru ini, terutama karena pasar berfokus pada risiko dan kekuatan modal. Menampilkan analisis ahli dari Jatin Kalra dari Grant Thornton Bharat tentang risiko kredit, keamanan perbankan, reformasi peraturan, dan mengapa hal ini penting sekarang bagi pasar dan lembaga keuangan.\n\nPeningkatan Pencampuran Etanol untuk Bensin:\n\nBisakah E85 dan E100 mengubah masa depan mobil India? India bergerak melampaui pencampuran etanol E20 dan implikasinya terhadap efisiensi bahan bakar, kinerja mesin, kendaraan bahan bakar fleksibel, dan keamanan energi sangat besar. Akankah campuran etanol yang lebih tinggi membantu mengurangi impor minyak sekaligus menurunkan biaya, atau menciptakan tantangan baru bagi konsumen dan produsen mobil? Apa artinya ini bagi mobil bensin, saham otomotif, dan transisi mobilitas hijau India seiring dengan dorongan para pembuat kebijakan untuk bahan bakar yang lebih bersih? Menampilkan wawasan dari Puneet Gupta dari S&P Global Mobility tentang jarak tempuh, dampak mesin, pelajaran dari E20, dan apakah India siap untuk fase selanjutnya dari pencampuran etanol.\n\nPerang Tidak Mempengaruhi Industri Perhotelan AS:\n\nBisakah permintaan perjalanan tetap kuat bahkan di tengah kekhawatiran perang dan resesi? Hilton telah meningkatkan perkiraan pertumbuhan karena sektor perhotelan, pariwisata, dan perjalanan bisnis tetap tangguh secara mengejutkan. Dengan permintaan perjalanan AS yang tetap stabil dan pendapatan hotel yang meningkat, apa artinya ini bagi ekonomi global, kepercayaan konsumen, dan kekhawatiran resesi? Sebuah sinyal mengejutkan bahwa beberapa sektor mungkin tetap lebih kuat daripada yang diperkirakan pasar bahkan di tengah guncangan geopolitik, tekanan inflasi, dan ketidakpastian global.\n\nAturan pinjaman baru RBI, norma Kerugian Kredit yang Diharapkan, reformasi perbankan India, kebangkitan saham berkapitalisasi kecil, emas di $8000, risiko minyak mentah, prospek rupee, dan pencampuran etanol dapat membentuk kembali pasar dan ekonomi. Berlangganan untuk analisis tajam tentang tren pasar saham India, perbankan, berita bisnis, dan risiko global bersama Govindraj Ethiraj di The Core Report.\n\n#RBINewLoanRules #IndianBanking #StockMarketNews #GoldPrices #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk ...", "post_id": "CXyWP8TQiHI"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 415.02174887584533, "y": 261.65736440681144, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.6756, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "g5LrIf0skyE", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "SIAP SIAP! PA2 Pajak Kekayaan 50 Miliar Incar Orang Kaya RI, Saham Anda Bisa Anjlok!\n\nApakah Anda sudah mendengar wacana terbaru yang sedang mengguncang pasar modal kita?\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Pada video kali ini, kami mengajak Anda untuk membedah secara tuntas wacana pengenaan Pajak Kekayaan (Wealth Tax) di Indonesia. Isu ini sedang menjadi sorotan panas karena pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menargetkan regulasi pemajakan bagi individu dengan total harta di atas Rp50 miliar pada tahun 2028 mendatang. Lantas, apakah kebijakan ini akan menjadi ancaman bagi portofolio investasi kita, atau justru menjadi katalis kebangkitan ekonomi nasional? Mari kita kupas bersama!\n\nMengapa Harus Rp50 Miliar? Apakah Kita Akan Terdampak? Bagi Anda yang berada di kelas menengah atau merupakan pelaku UMKM, Anda bisa bernapas lega. Batas Rp50 miliar ini dirancang dengan sangat presisi untuk memberikan jaminan perlindungan mutlak bagi kelas menengah. Kebijakan ini murni membidik kelompok High Net Worth Individuals (HNWI). Secara statistik, aturan ini hanya akan menyasar kurang dari 0,02% total populasi penduduk Indonesia (sekitar 30.000 hingga 50.000 orang saja). Jadi, 99,98% dari kita dijamin aman dari sapuan pajak ini!\n\nFakta mencengangkannya, porsi terbesar pendapatan negara justru akan datang dari \"The Top 50\" atau 50 orang terkaya di Indonesia yang memiliki kekayaan gabungan menembus Rp3.200 triliun. Pemungutan tarif 3% pada kelompok super elit ini saja bisa menyuntikkan dana segar Rp96 triliun\n, dan secara total kebijakan ini berpotensi meraup hingga Rp180,5 triliun per tahun!\n\nMitos Pajak Berganda dan Perang Melawan \"Wealth Parking\" Mungkin Anda bertanya-tanya, bukankah ini pajak berganda karena uang yang dibelikan aset sudah dipotong PPh? Kami temukan bahwa Pajak Kekayaan memajaki akumulasi aset yang diam (stock), bukan aliran pendapatan (flow) seperti PPh. Alasan terbesarnya adalah fenomena r lebih dari g dari Thomas Piketty, di mana imbal hasil modal orang super kaya jauh melesat di atas pertumbuhan ekonomi masyarakat luas. Pundi-pundi mereka kebanyakan berasal dari Unrealized Capital Gain saham atau properti yang selama ini tidak tersentuh pajak.\n\nAturan ini adalah \"senjata\" pemerintah untuk menghentikan praktik Wealth Parking (memarkir harta). Selain itu, bisnis Anda juga aman! Aset produktif seperti mesin pabrik dan alat berat akan dikecualikan dari hitungan (Business Property Relief), memaksa para taipan untuk memutar uangnya ke sektor riil yang membuka lapangan kerja bagi kita semua.\n\nWaspada Badai Pasar Modal: Ancaman Capital Flight dan Saham Blue Chip! Namun, kita sebagai investor harus ekstra waspada. Belajar dari kegagalan Prancis yang ditinggal kabur para triliunernya, Indonesia menghadapi risiko pelarian modal (Capital Flight) yang nyata. Jika para konglomerat butuh uang tunai raksasa untuk bayar pajak, mereka berisiko mencairkan aset paling likuid terlebih dahulu: saham-saham Blue Chips! Emiten raksasa seperti perbankan (BBCA, BBRI, BMRI) dan energi (ADRO, ITMG) bisa terkena tekanan jual (net sell) dalam volume jumbo yang bisa menekan IHSG kita. Belum lagi ancaman delisting sukarela (go private) dari bursa untuk menyembunyikan valuasi harga saham mereka.\n\nTumit Achilles: Ujian Coretax dan Penilaian Aset Tantangan terberat yang kami soroti adalah mahalnya biaya penagihan pajak ini. Negara harus menyiapkan infrastruktur AI canggih dan tidak bisa hanya mengandalkan Coretax Administration System (CTAS) yang didesain untuk pajak transaksional, bukan untuk menilai ribuan hektar properti atau saham perusahaan tertutup. Tanpa basis data tunggal yang kuat, valuasi aset ini sangat rentan tawar-menawar dan moral hazard.\n\nBagaimana menurut Anda? Apakah sistem birokrasi kita siap mengeksekusi Pajak Kekayaan ini tanpa merusak iklim investasi pasar modal kita?\nTonton videonya sampai habis untuk mendapatkan insight mendalam mengenai cara melindungi dan merotasi portofolio investasi Anda di tengah gejolak regulasi fiskal ini! Jangan lupa bagikan pendapat Anda di kolom komentar.\n\nDukung terus Wawasan Cerdas! 📌 SUBSCRIBE untuk analisis ekonomi & pasar modal tajam lainnya! 👍 LIKE jika video ini bermanfaat bagi strategi investasi Anda! 🔄 SHARE ke rekan investor dan grup diskusi Anda!\n\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#️⃣ Hashtag \n#PajakKekayaan #WealthTax #WawasanCerdas #IHSG #InvestasiSaham #EkonomiIndonesia #Pajak50Miliar #BeritaEkonomi #KementerianKeuangan #SahamBlueChip #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "g5LrIf0skyE"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 609.7998288088647, "y": 281.4024301445718, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.5877, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "g5LrIf0skyE", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "SIAP SIAP! PA2 Pajak Kekayaan 50 Miliar Incar Orang Kaya RI, Saham Anda Bisa Anjlok!\n\nApakah Anda sudah mendengar wacana terbaru yang sedang mengguncang pasar modal kita?\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Pada video kali ini, kami mengajak Anda untuk membedah secara tuntas wacana pengenaan Pajak Kekayaan (Wealth Tax) di Indonesia. Isu ini sedang menjadi sorotan panas karena pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menargetkan regulasi pemajakan bagi individu dengan total harta di atas Rp50 miliar pada tahun 2028 mendatang. Lantas, apakah kebijakan ini akan menjadi ancaman bagi portofolio investasi kita, atau justru menjadi katalis kebangkitan ekonomi nasional? Mari kita kupas bersama!\n\nMengapa Harus Rp50 Miliar? Apakah Kita Akan Terdampak? Bagi Anda yang berada di kelas menengah atau merupakan pelaku UMKM, Anda bisa bernapas lega. Batas Rp50 miliar ini dirancang dengan sangat presisi untuk memberikan jaminan perlindungan mutlak bagi kelas menengah. Kebijakan ini murni membidik kelompok High Net Worth Individuals (HNWI). Secara statistik, aturan ini hanya akan menyasar kurang dari 0,02% total populasi penduduk Indonesia (sekitar 30.000 hingga 50.000 orang saja). Jadi, 99,98% dari kita dijamin aman dari sapuan pajak ini!\n\nFakta mencengangkannya, porsi terbesar pendapatan negara justru akan datang dari \"The Top 50\" atau 50 orang terkaya di Indonesia yang memiliki kekayaan gabungan menembus Rp3.200 triliun. Pemungutan tarif 3% pada kelompok super elit ini saja bisa menyuntikkan dana segar Rp96 triliun\n, dan secara total kebijakan ini berpotensi meraup hingga Rp180,5 triliun per tahun!\n\nMitos Pajak Berganda dan Perang Melawan \"Wealth Parking\" Mungkin Anda bertanya-tanya, bukankah ini pajak berganda karena uang yang dibelikan aset sudah dipotong PPh? Kami temukan bahwa Pajak Kekayaan memajaki akumulasi aset yang diam (stock), bukan aliran pendapatan (flow) seperti PPh. Alasan terbesarnya adalah fenomena r lebih dari g dari Thomas Piketty, di mana imbal hasil modal orang super kaya jauh melesat di atas pertumbuhan ekonomi masyarakat luas. Pundi-pundi mereka kebanyakan berasal dari Unrealized Capital Gain saham atau properti yang selama ini tidak tersentuh pajak.\n\nAturan ini adalah \"senjata\" pemerintah untuk menghentikan praktik Wealth Parking (memarkir harta). Selain itu, bisnis Anda juga aman! Aset produktif seperti mesin pabrik dan alat berat akan dikecualikan dari hitungan (Business Property Relief), memaksa para taipan untuk memutar uangnya ke sektor riil yang membuka lapangan kerja bagi kita semua.\n\nWaspada Badai Pasar Modal: Ancaman Capital Flight dan Saham Blue Chip! Namun, kita sebagai investor harus ekstra waspada. Belajar dari kegagalan Prancis yang ditinggal kabur para triliunernya, Indonesia menghadapi risiko pelarian modal (Capital Flight) yang nyata. Jika para konglomerat butuh uang tunai raksasa untuk bayar pajak, mereka berisiko mencairkan aset paling likuid terlebih dahulu: saham-saham Blue Chips! Emiten raksasa seperti perbankan (BBCA, BBRI, BMRI) dan energi (ADRO, ITMG) bisa terkena tekanan jual (net sell) dalam volume jumbo yang bisa menekan IHSG kita. Belum lagi ancaman delisting sukarela (go private) dari bursa untuk menyembunyikan valuasi harga saham mereka.\n\nTumit Achilles: Ujian Coretax dan Penilaian Aset Tantangan terberat yang kami soroti adalah mahalnya biaya penagihan pajak ini. Negara harus menyiapkan infrastruktur AI canggih dan tidak bisa hanya mengandalkan Coretax Administration System (CTAS) yang didesain untuk pajak transaksional, bukan untuk menilai ribuan hektar properti atau saham perusahaan tertutup. Tanpa basis data tunggal yang kuat, valuasi aset ini sangat rentan tawar-menawar dan moral hazard.\n\nBagaimana menurut Anda? Apakah sistem birokrasi kita siap mengeksekusi Pajak Kekayaan ini tanpa merusak iklim investasi pasar modal kita?\nTonton videonya sampai habis untuk mendapatkan insight mendalam mengenai cara melindungi dan merotasi portofolio investasi Anda di tengah gejolak regulasi fiskal ini! Jangan lupa bagikan pendapat Anda di kolom komentar.\n\nDukung terus Wawasan Cerdas! 📌 SUBSCRIBE untuk analisis ekonomi & pasar modal tajam lainnya! 👍 LIKE jika video ini bermanfaat bagi strategi investasi Anda! 🔄 SHARE ke rekan investor dan grup diskusi Anda!\n\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#️⃣ Hashtag \n#PajakKekayaan #WealthTax #WawasanCerdas #IHSG #InvestasiSaham #EkonomiIndonesia #Pajak50Miliar #BeritaEkonomi #KementerianKeuangan #SahamBlueChip #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "g5LrIf0skyE"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 675.395213900803, "y": 515.6436020800884, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.6756, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 215.9385379204669, "y": 46.860154449254395, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.7933, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 868.7386246311182, "y": 730.0502109978327, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.7933, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 667.3280512176926, "y": 669.9803329226544, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.7933, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 150.2547616855714, "y": 156.48816523157504, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.7933, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 32.060518369574794, "y": 278.7561176349509, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.7933, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 460.9332495094417, "y": 170.657543795951, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.7933, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 792.7205160149508, "y": 775.61286415416, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.6756, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "u-B1WIOpfj4", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Instruksikan Bank Negara Pangkas Bunga Kredit Rakyat | KMP\n\nGarudaTV - Presiden Prabowo memerintahkan bank-bank milik negara untuk menurunkan bunga kredit usaha rakyat menjadi maksimal 5 persen per tahun.\n\nInstruksi tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar di kawasan Monas, Jumat (1/5/2026).\n\nDalam sambutannya, Presiden menyoroti tingginya beban bunga pinjaman yang selama ini harus ditanggung oleh masyarakat kecil, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menyebut, tidak jarang bunga pinjaman yang dikenakan mencapai angka yang sangat tinggi dan memberatkan.\n\nSebagai langkah konkret, Presiden menginstruksikan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk segera menyesuaikan suku bunga kredit usaha rakyat agar lebih terjangkau.\n\nKebijakan ini diharapkan dapat memperluas akses permodalan bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan sektor UMKM. Pemerintah juga menilai langkah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan sistem perbankan yang lebih inklusif.\n\nPresiden menegaskan bahwa ke depan tidak boleh lagi ada bunga pinjaman tinggi yang membebani rakyat kecil, sehingga akses pembiayaan dapat lebih adil dan merata.\n\n#presidenprabowo  #kreditrakyat  #bungabank   #ekonomikerakyatan  #prabowosubianto   #mayday2026   #umkm  #himbara  #ekonomi  #garudatv \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "u-B1WIOpfj4"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 574.9995746385028, "y": 350.973759407447, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.5877, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "u-B1WIOpfj4", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Instruksikan Bank Negara Pangkas Bunga Kredit Rakyat | KMP\n\nGarudaTV - Presiden Prabowo memerintahkan bank-bank milik negara untuk menurunkan bunga kredit usaha rakyat menjadi maksimal 5 persen per tahun.\n\nInstruksi tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar di kawasan Monas, Jumat (1/5/2026).\n\nDalam sambutannya, Presiden menyoroti tingginya beban bunga pinjaman yang selama ini harus ditanggung oleh masyarakat kecil, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menyebut, tidak jarang bunga pinjaman yang dikenakan mencapai angka yang sangat tinggi dan memberatkan.\n\nSebagai langkah konkret, Presiden menginstruksikan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk segera menyesuaikan suku bunga kredit usaha rakyat agar lebih terjangkau.\n\nKebijakan ini diharapkan dapat memperluas akses permodalan bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan sektor UMKM. Pemerintah juga menilai langkah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan sistem perbankan yang lebih inklusif.\n\nPresiden menegaskan bahwa ke depan tidak boleh lagi ada bunga pinjaman tinggi yang membebani rakyat kecil, sehingga akses pembiayaan dapat lebih adil dan merata.\n\n#presidenprabowo  #kreditrakyat  #bungabank   #ekonomikerakyatan  #prabowosubianto   #mayday2026   #umkm  #himbara  #ekonomi  #garudatv \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "u-B1WIOpfj4"}}], "edges": [{"key": "saefulhaqabizar", "source": "saefulhaqabizar", "target": "HumorJonTampan", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "saefulhaqabizar", "source": "saefulhaqabizar", "target": "HumorJonTampan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "raramndd", "source": "raramndd", "target": "HumorJonTampan", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "raramndd", "source": "raramndd", "target": "HumorJonTampan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "HudsonIris72262", "source": "HudsonIris72262", "target": "HumorJonTampan", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "HudsonIris72262", "source": "HudsonIris72262", "target": "HumorJonTampan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "devanbiyy", "source": "devanbiyy", "target": "HumorJonTampan", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "devanbiyy", "source": "devanbiyy", "target": "HumorJonTampan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "IrmaSovianti", "source": "IrmaSovianti", "target": "HumorJonTampan", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "IrmaSovianti", "source": "IrmaSovianti", "target": "HumorJonTampan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "HendroSyah2050", "source": "HendroSyah2050", "target": "HumorJonTampan", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "HendroSyah2050", "source": "HendroSyah2050", "target": "HumorJonTampan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "DafaRizaldii", "source": "DafaRizaldii", "target": "HumorJonTampan", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "DafaRizaldii", "source": "DafaRizaldii", "target": "HumorJonTampan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "ReefanAnugrah", "source": "ReefanAnugrah", "target": "HumorJonTampan", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "ReefanAnugrah", "source": "ReefanAnugrah", "target": "HumorJonTampan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "SasyaIvana", "source": "SasyaIvana", "target": "telisikid_ofc", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "SasyaIvana", "source": "SasyaIvana", "target": "telisikid_ofc", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "radar_ibukota", "source": "radar_ibukota", "target": "radar_ibukota", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "radar_ibukota", "source": "radar_ibukota", "target": "radar_ibukota", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "radar_indramayu", "source": "radar_indramayu", "target": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "radar_indramayu", "source": "radar_indramayu", "target": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "peko_unpam", "source": "peko_unpam", "target": "peko_unpam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "peko_unpam", "source": "peko_unpam", "target": "peko_unpam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "peko_unpam", "source": "peko_unpam", "target": "himapeko", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "telinga.anggota", "source": "telinga.anggota", "target": "Didik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "telinga.anggota", "source": "telinga.anggota", "target": "Didik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}